Co-educational day school for Pre-School through Twelfth grade

Pendidikan Nilai


Proses pendidikan yang dilakukan pada dasarnya mengajarkan 2 pengetahuan atau keterampilan, yaitu yang tergolong sebagai hard skill (ilmu pengetahuan) dan soft skill. Hard skill adalah pengetahuan atau keterampilan dalam bidang-bidang akademis yang bersifat objektif seperti matematika, pengetahuan tentang bahasa, ilmu-ilmu pengetahuan alam, juga ilmu-ilmu pengetahuan sosial. Sementara soft skill adalah pengetahuan atau keterampilan dalam bidang-bidang non akademis atau yang bersifat subjektif seperti kesenian, budi pekerti serta pendidikan nilai-nilai.

Pendidikan nilai sebagai suatu soft skill diharapkan dapat berperan dalam proses pembangunan karakter siswa. Pembangunan karakter akan bisa terlihat dan berhasil bila kemudian seorang siswa tidak hanya memahami pendidikan nilai sebagai satu bentuk pengetahuan, namun juga menjadikannya sebagai bagian dari hidup dan secara sadar hidup berdasar pada nilai tersebut.

Sesuai dengan visi dan misi sekolah, Santa Ursula BSD menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi siswanya. Pendidikan karakter yang diberikan bukan hanya sekedar teori yang memaparkan pengertian baik dan buruk, jujur dan tidak jujur tetapi yang membiasakan siswa untuk melakukan kebiasaan baik secara terus – menerus. 10 (sepuluh) nilai yang terdapat di Sekolah Santa Ursula BSD,yaitu :

  1. Kedisiplinan
  2. Kerjasama
  3. Kemandirian
  4. Kejujuran
  5. Kepekaan
  6. Religiositas
  7. Daya Juang
  8. Penghargaan
  9. Tanggung jawab
  10. Cinta lingkungan


Pelaksanaan

Visi dan misi Santa ursula BSD menjiwai setiap aktivitas yang diselenggarakan oleh sekolah. Santa Ursula BSD melihat pentingnya membangun karakter siswa baik melalui proses pembelajaran di kelas maupun pelatihan keterampilan. Tujuannya agar siswa memiliki tidak hanya pengetahuan tetapi juga keterampilan yang mampu menumbuhkembangkan mereka secara optimal.

Pelaksanaan Pendidikan Nilai di tingkat TK dan SD

Pelaksanaan pendidikan nilai di tingkat Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) didasarkan pada prinsip kebersamaan dan kontinuitas. Di tingkat pendidikan TK/SD dibuat kebijakan untuk secara konsisten dalam satu periode (minimal 3 bulan) menanamkan satu nilai yang dianggap penting. Secara bersama, pendidik juga memasukkan nilai tersebut dalam proses pembelajaran di kelas. Melalui proses pembiasaan ini diharapkan akan bisa membantu pembentukan karakter siswa di tingkat TK dan SD.

Untuk pendidikan nilai di SMP dan SMA pendidikan nilai bisa diberikan dalam dua cara. Pertama, satu sesi pengajaran yang dikemas dalam bentuk pelatihan dimana siswa diberikan pengetahuan mengenai satu nilai tertentu. Setelah itu siswa diajak untuk mempelajari nilai itu dalam bentuk permainan. Proses berikutnya adalah merefleksikan proses bermain untuk mencari hal-hal penting yang ada di dalam nilai tersebut. Melalui pengetahuan dan proses belajar singkat diharapkan siswa mampu menggunakannya dalam kehidupan belajar mereka di sekolah maupun di rumah. Agar bisa memantau hasil pembelajaran, maka dalam periode waktu tertentu yang disepakati bersama nilai tersebut akan dievaluasi kembali.

Cara kedua adalah dengan mensinergikannya dalam mata pelajaran di kelas. Pendidik memasukkan nilai-nilai tertentu yang bisa diselaraskan dengan mata pelajaran yang akan diberikan pada siswa. Pendidik melakukan pengamatan yang cermat untuk melihat bagaimana proses pembelajaran nilai tersebut berlangsung. Selain pengamatan, pendidik dan siswa juga melakukan evaluasi untuk melihat sejauh mana nilai tersebut sudah dilakukan dan menjadi kebiasaan baru. Proses pembiasaan terhadap satu nilai menjadi hal penting dalam pembangunan karakter siswa. Dengan demikian, diharapkan pada saat nantinya mereka lulus, siswa bisa memiliki karakter baik yang berguna bagi diri mereka sendiri, keluarga dan bangsa.

Ada beberapa bentuk keterampilan yang dilakukan secara berkesinambungan sejak siswa duduk di kelas X hingga kelas XII di SMA Santa ursula BSD, antara lain pelatihan social awareness, problem solving, keterampilan berkomunikasi, penemuan jati diri, pembentukan komite kelas, kegiatan pendampingan remaja.

...