Saat ini, banyak sekali kasus pelecehan seksual yang terjadi. Kami siswa-siswi kelas VIII pada tanggal 5-8 Februari 2018 diberikan kesempatan untuk mengikuti pendidikan seksualitas. Kami dibekali banyak sekali hal yang sangat penting bagi diri kami masing-masing. Lewat pembekalan ini kami belajar seberapa pentingnya kita harus menjaga diri kita. Dua kalimat yang sebagian dari kami selalu simpan dari kegiatan ini, yaitu ''kita semua diciptakan berharga'' dan "diri kita adalah milik kita sepenuhnya". Inilah pengalaman kami selama mengikuti pendidikan seksualitas.
Hari pertama menjadi hari yang paling seru bagi kami. Siapa yang tidak suka bermain? Pada hari pertama kegiatan kami sebagian besar adalah bermain. Walau bermain tapi tetap saja ada hal yang kami pelajari, bahwa kami harus selalu bergerak. Ternyata bergerak mempunyai fungsi lebih banyak dari yang kami pikirkan.
 Jadi para pagi hari, kami semua dikumpulkan di ruang serbaguna. Kegiatan yang pertama kami lakukan adalah senam. Sepertinya ini menjadi kali pertama kami semua semangat saat melakukan senam, karena kegiatannya terasa menyenangkan. Setelah senam kami semua dibagi menjadi 4 kelompok. Kami pun diajak oleh kakak-kakak pembimbing ke lapangan bola SMP. Di sana kami bermain lagi. Di lapangan kami melakukan dua permainan. Yang pertama kami harus lari zig-zag lalu kami harus mendahulukan kelompok lain untuk dapat sampai ke depan lebih cepat dan kami harus menendang bola.
Permainan yang kedua, kami mendapat empat misi. Satu misi yang banyak membuat kami malu yaitu bikin koreografi dari lagu “Havana” dan kami harus menampilkannya di depan. Saat harus menampilkan hasil koreografi kelompok, banyak dari kami yang malu karena sebagian dari kami tidak bisa menari sehingga banyak teman kami yang mengambil barisan paling belakang dan diam saja atau hanya menari satu gerakan dan diulang-ulang. Dari materi ini kami belajar seberapa pentingnya bergerak yang ternyata bergerak bisa mencegah pikun, dapat merangsang sel-sel otak, dan masih banyak lagi.
Hari kedua, anak perempuan dan laki-laki dipisah, Hari ini, kami yang perempuan belajar tiga materi, sedangkan teman kami yang laki-laki belajar empat materi. Pertama-tama, kami (anak perempuan maupun laki-laki) belajar materi PANTS yang merupakan sebuah singkatan. P artinya Privates are Private, A artinya Always Remember Your Body Belongs To You, N artinya No Means No, T artinya Talk about Secrets that Upset you, dan S artinya Speak Up Someone Can Help. Melalui materi ini, kami belajar bahwa tubuh kami adalah milik kami sepenuhnya. Bahkan orang terdekat kami seperti orang tua pun tidak berhak atas tubuh kami. Dari materi ini kami belajar untuk selalu mengahrgai tubuh kami masing-masing dan kami harus terbuka kepada orang-orang terdekat kami.
Selain kasus pelecehan seksual, banyak pula kasus LGBT. Selain belajar tentang PANTS, materi kedua ini kami anak laki-laki maupun perempuan belajar tentang LGBT dan role gender.  Kami belajar bahwa setiap gender mempunyai pernanya masing-masing, tapi bukan berarti kami tidak boleh melakukan peran gender lain. Materi LGBT menjadi materi yang seru bagi kami. Mungkin sampai saat ini masih banyak yang bertanya menjadi LGBT merupakan hal yang salah atau tidak. Di materi ini banyak sekali teman-teman kami yang berpendapat. Satu hal yang kami pelajari dari materi tersebut bahwa menjadi LGBT bukanlah satu hal yang salah karena semua itu adalah pilihan kita masing-masing, namun kita tetap harus ingat bahwa Tuhan menciptakan kita untuk berpasang-pasangan sesuai kodratnya.
Kegiatan ketiga kami semua belajar bagaimana kami semua menjaga organ-organ tubuh kita atau Personal Hygiene. Mulai dari otak, alat reproduksi, dan masih banyak lagi. Saat ini banyak sekali teman-teman kita di luar sana mungkin termasuk kita sendiri, yang sering menonton film senonoh yang tidak sesuai dengan usia kita. Ternyata hal tersebut dapat merusak otak kita. Lalu kami semua belajar bagaimana cara menjaga organ reproduksi dan untuk kami yang perempuan kami belajar bagaimana cara mencegah penyakit kanker serviks. Dari materi ini kami belajar untuk selalu bijak dalam memilih dan kita harus selalu peduli dengan diri kita, bisa dengan cara menjaga kebersihan tubuh kita masing-masing.  
Untuk teman kami yang laki-laki, mereka semua diajarkan mengenai alat kelamin. Dari apa saja organnya hingga apa fungsi dari setiap organ itu. Dari materi ini mereka belajar seberapa penting setiap organ yang mereka miliki dan seberapa penting kita harus peduli dengan organ tersebut.  
Hari ketiga, dari pagi sampai siang kami melakukan kegiatan di kelas. Di hari tersebut, kami belajar dua  materi. Pertama, tentang relasi. Saat ini banyak sekali kasus kekerasan di dalam suatu hubungan.  Ada orang yang menganggap posesif merupakan hal yang baik, namun ternyata posesif yang berlebih dapat menimbulkan kekerasan. Dari materi ini, kami semua belajar bagaimana menjalani suatu hubungan yang sehat.
Yang kedua kami belajar tentang harga diri, jati diri, dan eksistensi diri. Pertama, setiap orang mempunyai jati dirinya masing-masing dan jati diri seseorang itu mesti dicari agar kita dapat mengenal diri kita seutuhnya. Kedua, harga diri. Seeberapa besar harga diri yang kita miliki itu ditentukan oleh diri kita masing-masing, bisa dari perilaku, perkataan, dan masih banyak lagi. Sebenarnya, harga diri sesorang itu tidak bisa dihitung, namun tergantung dengan bagaimana kita bersikap dan bertindak, bukan dihitung dengan angka namun dihitung dengan penilaian orang ke kita. Ketiga, eksistensi diri. Yang pertama kali terlintas di pikiran kalau dengar kata eksistensi pasti terkenal atau eksis. Semua orang mempunyai tingkat pencapaian akan eksistensinya. Eksisitensi yang baik adalah eksistensi yang didapat dari sebuah prestasi dan orang lain pun akan langsung mengakui eksistensi diri kita. Eksistensi diri dapat dicapai dengan mengembangkan bakat yang kita miliki. Jati diri, harga diri, dan eksistensi diri itu penting untuk dicari dan dijaga, dan ketiga hal tersebut berhubungan dengan kulaitas hidup sesorang.
Inti dari pembelajaran selama tiga hari ini adalah ''SEMUA ORANG DILAHIRKAN BERHARGA '', namun semua kembali lagi ke diri kita. Bagaimana kita memperlakukan diri kita, bijak dalam memilih atau tidak, dan bagaiman kita bersikap dan bertindak. Semua yang kami pelajari selama tiga hari ini sangat berhubungan dengan seberapa besar kulitas hidup seseorang.
Hari terakhir kami hanya melakukan kegiatan pada jam pelajaran kelima. Hari terakhir pendidikan seksualitas selalu ditutup dengan bertemu orang tua. Jadi, paginya orang tua kami sudah berkumpul karena mereka juga akan mendapat pengarahan. Saat jam pelajaran ke-5, kami siswa-siswi kelas VIII berjalan ke ruang serbaguna untuk bertemu orang tua kami. Kegiatan pertama yang kami lakukan adalah memberikan pertanyaan yang akan dijawab oleh orang tua. Kegiatan kedua, lampu dimatikan dan kami menyaksikan film pendek tentang masa kehamilan, ada beberapa teman kami yang menangis karena terharu dengan film tersebut. Kegiatan ketiga, kami harus mendatangi tempat duduk orang tua kami. Di sana kami bertukar surat dengan orang tua dan menceritakan apa saja yang kami pelajari selama tiga hari tersebut. Saat sesi ini, ada teman kami yang menangis karena terharu. Empat hari ini menjadi hari yang takkan kami lupakan begitu saja. Banyak sekali manfaat dan ilmu yang kami terima selama empat hari ini. Semoga semua yang kami dapat dapat berguna untuk kehidupan kami sehari-hari dan dapat menyadarkan kita betapa berharganya diri kita.

Kita Ciptaan yang Berharga

Bernadeta Charity Luhur 2018-03-21

SANTA URSULA BSD

Jln. Letnan Sutopo Sektor I.2
Bumi Serpong Damai Tangerang Selatan
Banten - Indonesia
P: (021) 5372641-2
sanurbsd@cbn.net.id

INFORMATION

Visi Misi
News
Gallery
Contact

© MULTIMEDIA Santa Ursula BSD 2015