PROFIL KB-TK SANTA URSULA BSD

 

Taman yang paling indah hanya taman kami

Taman yang paling indah hanya taman kami

Tempat bermain, berteman banyak

Itulah taman kami, taman kanak-kanak

 

Lirik lagu anak-anak tersebut menggambarkan dengan sempurna suasana yang ada di KB-TK Santa Ursula BSD. Terletak di lahan seluas 1.000 m², di Jalan Letnan Sutopo Sektor 1.2, BSD, Serpong, Tangerang Selatan, KB-TK Santa Ursula BSD menyediakan ruang yang menyenangkan bagi peserta didik untuk tumbuh dan berkembang dengan cara yang menyenangkan.

KB-TK Santa Ursula BSD tidak hanya mengutamakan aspek pendidikan, tetapi juga menekankan pada pembentukan karakter yang berlandaskan iman Katolik dan nilai-nilai hidup. Di sini, p

Selengkapnya

Keteladanan

"Apa yang Anda ingin mereka lakukan, lakukanlah sendiri itu lebih dahulu. Bagaimana Anda bisa mencela atau menegur kekurangan mereka apabila mereka melihat kekurangan itu masih ada dalam diri Anda sendiri" 
(Nas. VI: 2-3)

Berita Terbaru

News Image
Pengenalan Profesi Penjual Jamu di KB-TK Santa Ursula BSD
Bulan April ini merupakan bulan yang cukup spesial bagi KB-TK Santa Ursula BSD. Setelah perayaan Hari Kartini kemarin, kali ini kami juga kedatangan tamu spesial yang masih kental kaitannya dengan adat dan budaya Indonesia, terutama tanah Jawa, yaitu penjual jamu. Secara keseluruhan, acara berlangsung dengan sangat lancar. Kegiatan dibuka dengan sapaan hangat dari narasumber yang kemudian diikuti dengan penjelasan singkat mengenai asal-usul minuman jamu yang sudah ada sejak zaman kesultanan. Anak-anak juga mendapatkan informasi visual mengenai penampilan serta peralatan yang dibawa oleh penjual jamu serta kegunaannya. Acara kemudian diikuti dengan segmen pengenalan rempah-rempah yang digunakan untuk membuat jamu. Pada segmen ini anak-anak diberi kesempatan untuk berpartisipasi aktif dan maju ke depan untuk mencoba membedakan bentuk dan wangi dari berbagai rempah yang umumnya digunakan untuk membuat jamu. Setelah itu seluruh anak mendapatkan sampel kecil dari jamu kunyit asam dan kembali ke kelas untuk mencoba jamu beras kencur bersama teman-temannya.Di masa modern yang semakin maju ini, menjaga tradisi dan budaya nusantara menjadi penting untuk mengingatkan kita akan warisan nenek moyang terdahulu. Salah satunya tampak dalam bentuk makanan dan minuman tradisional yang terkenal akan manfaatnya dalam menjaga kesehatan. Dalam hal ini, KB-TK Santa Ursula menggunakan kesempatan perkenalan profesi penjual jamu untuk mengenalkan sejarah, proses, dan manfaat jamu kepada anak-anak usia dini.Kami harap melalui kegiatan ini anak-anak menjadi kenal dengan keberadaan jamu. Mulai dari latar belakangnya, bahan-bahan yang digunakan, sampai dengan penampilan penjualnya yang semakin sulit ditemukan saat ini. Semoga pengalaman ini juga menumbuhkan rasa keberanian anak-anak untuk mencoba hal-hal baru terutama makanan serta minuman tradisional Indonesia yang masih belum dikenalkan sebelumnya. Terakhir, kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Jamu Mbak Suni selaku narasumber pada acara ini, atas presentasi dan penyampaian yang sangat menarik dan interaktif sehingga anak-anak dapat memperoleh pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan. 
Selengkapnya
News Image
Imunisasi Campak untuk Siswa KB-TK Santa Ursula BSD
Pada tanggal 10 April 2026, KB-TK Santa Ursula BSD dan Puskesmas Rawa Buntu melaksanakan kegiatan pemberian imunisasi campak bagi para siswa KB, TK A, dan TK B. Kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan surat edaran dinas kesehatan kota Tangerang Selatan nomor 400.7.7.2/0406/P2P tentang pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak di kota Tangerang Selatan. Imunisasi campak ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyakit campak pada anak usia dini dan juga meningkatkan kekebalan tubuh anak terhadap penyakit campak. Sebelum pelaksanaan imunisasi, sekolah terlebih dahulu membuka pendaftaran bagi para orang tua yang ingin mengikuti program imunisasi ini melalui gform. Di hari pelaksanaan, para orang tua yang mendaftarkan anaknya, wajib mendampingi putra/i-nya selama proses penyuntikan vaksin. Pendampingan dapat dilakukan oleh orang tua atau pendamping yang ditunjuk oleh orang tua siswa. Sekolah juga meminta bantuan salah satu orang tua siswa yang berprofesi sebagai dokter untuk membantu dalam kegiatan imunisasi tersebut. Suasana sekolah saat kegiatan imunisasi ini sungguh ramai. Berbagai macam ekspresi terlihat pada wajah anak-anak. Beberapa siswa terlihat takut namun berani disuntik, ada juga siswa yang takut dan menolak disuntik, dan ada juga yang terlihat biasa saja dan tidak menangis saat disuntik. Secara keseluruhan, pemberian imunisasi campak ini berjalan lancar dan hampir semua siswa yang mendaftar mendapatkan imunisasi. 
Selengkapnya
News Image
“Healing Through Play: Bermain Menjadi Jalan Pemulihan Bagi Anak”
Sabtu, 18 April 2026 pukul 07.30-09.00 WIB menjadi hari yang penuh makna di Aula SMP-SMA Kampus Santa Ursula BSD. Kegiatan parenting pada semester 2 ini bertajuk “Healing Through Play” , menghadirkan suasana hangat yang mempertemukan para orang tua siswa/i KB dan TK A dalam sebuah ruang belajar bersama tentang tumbuh kembang anak.Acara parenting kali ini dibawakan oleh Ibu Melly, S.Psi., Psikolog, seorang praktisi yang berpengalaman sebagai terapis anak dan dewasa di BSD City. Beliau merupakan lulusan Psikologi Universitas Atma Jaya dan melanjutkan pendidikan profesi di institusi yang sama. Selain itu, Ibu Melly juga pernah berperan sebagai asesor di beberapa lembaga psikologi. Pengalaman profesionalnya semakin kaya dengan kisah pribadinya sebagai seorang ibu—yang menghadapi tantangan tumbuh kembang pada anak pertama serta pergulatan emosi pada anak kedua. Dari pengalaman tersebut, beliau menemukan bahwa terapi bermain (play therapy) menjadi salah satu pendekatan efektif dalam membantu anak membangun rasa aman, menumbuhkan inisiatif, serta memulihkan luka emosional.Untuk mengawali pemaparannya, dengan sebuah pertanyaan sederhana namun bermakna. Ibu Melly menanyakan tentang “Apa sih manfaat bermain bagi seorang anak?” Pertanyaan ini langsung mengundang partisipasi para orang tua. Berbagai jawaban pun muncul. Salah satu dari orang tua yang hadir menyampaikan bahwa bermain dapat mempertajam kemampuan motorik anak, melatih sosialisasi, mengembangkan kemampuan problem solving, serta meningkatkan kreativitas dan imajinasi. Selain itu, bermain juga dipandang sebagai sarana hiburan sekaligus cara untuk mempererat hubungan antara orang tua dan anak.Menanggapi hal tersebut, Ibu Melly menegaskan bahwa bermain memiliki makna yang jauh lebih dalam. Menurut beliau, bermain adalah bahasa anak—cara mereka berkomunikasi, mengekspresikan perasaan, dan memahami dunia di sekitarnya. Melalui bermain, anak tidak hanya berkembang secara kognitif, tetapi juga secara fisik, emosional, dan sosial.Berangkat dari pengalaman pribadi sebagai seorang ibu yang menghadapi tantangan tumbuh kembang dan emosi pada anak-anaknya, Ibu Melly menemukan media yang dapat digunakan dan mudah dijumpai untuk melakukan kegiatan terapi bermain (play therapy) seperti miniatur superhero, pasir, boneka, cerita atau dongeng, kegiatan seni, rumah boneka dengan figur keluarga, serta musik, anak dapat menyalurkan emosi dan memproses pengalaman mereka dengan cara yang aman dan menyenangkan.Melalui kegiatan ini, para orang tua tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga refleksi mendalam tentang peran mereka dalam mendampingi anak. Healing Through Play mengingatkan bahwa proses penyembuhan dan pertumbuhan anak seringkali dimulai dari hal sederhana: bermain bersama dengan penuh kehadiran, empati, dan cinta. Kegiatan parenting ini pun ditutup dengan suasana penuh kehangatan, membawa harapan baru bagi setiap orang tua untuk terus belajar, bertumbuh, dan mendampingi anak-anak mereka dengan cara yang lebih sadar dan penuh makna.
Selengkapnya
News Image
Gembira Bersama Yesus yang Bangkit: Perayaan Paskah KB-TK Santa Ursula BSD
Dalam semangat sukacita Paskah, KB-TK Santa Ursula BSD menyelenggarakan ibadat Paskah yang penuh makna dan keceriaan. Mengusung tema “Gembira Bersama Yesus yang Bangkit”, kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi anak-anak untuk mengenal dan merasakan kasih Tuhan melalui perayaan iman yang menyenangkan.Ibadat Paskah dilaksanakan dengan suasana yang hangat dan penuh sukacita. Anak-anak diajak untuk memahami makna kebangkitan Yesus melalui cerita, doa, serta nyanyian yang disesuaikan dengan usia mereka. Dengan bahasa yang sederhana dan pendekatan yang menyenangkan, anak-anak belajar bahwa Yesus yang bangkit membawa harapan, sukacita, dan cinta bagi semua orang.Para guru membimbing jalannya ibadat sehingga anak-anak dapat terlibat secara aktif. Kehadiran Sr. Darna menjadi warna dalam ibadat ini untuk menyampaikan pesan kepada anak-anak, dan petugas perarakan, doa pembuka, dan doa penutup dibawakan oleh anak-anak TKB. Mereka diajak untuk berdoa bersama, menyanyi dengan gembira, serta mengekspresikan rasa syukur atas kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Suasana ibadat pun terasa hidup dengan partisipasi anak-anak yang antusias.Sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Paskah, kegiatan dilanjutkan dengan menghias telur Paskah di masing-masing jenjang. Kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas anak, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan simbol Paskah, di mana telur melambangkan kehidupan baru dan harapan.Anak-anak tampak bersemangat menghias telur mereka dengan berbagai media, seperti kertas krep, kapas, potongan kertas warna-warni, dan juga menggunakan spidol untuk menggambar. Dengan bimbingan guru, mereka bebas berkreasi sambil tetap memahami makna di balik kegiatan tersebut. Suasana penuh tawa dan keceriaan mewarnai setiap kelas, menciptakan pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna.Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan anak-anak tidak hanya merasakan kegembiraan, tetapi juga semakin mengenal dan mencintai Yesus yang telah bangkit. Semangat Paskah pun diharapkan dapat terus hidup dalam hati mereka, tercermin dalam sikap saling mengasihi, berbagi, dan membawa sukacita bagi sesama.
Selengkapnya

Foto Kegiatan