Sabtu, 18 April 2026 pukul 07.30-09.00 WIB menjadi hari yang penuh makna di Aula SMP-SMA Kampus Santa Ursula BSD. Kegiatan parenting pada semester 2 ini bertajuk “Healing Through Play” , menghadirkan suasana hangat yang mempertemukan para orang tua siswa/i KB dan TK A dalam sebuah ruang belajar bersama tentang tumbuh kembang anak.
Acara parenting kali ini dibawakan oleh Ibu Melly, S.Psi., Psikolog, seorang praktisi yang berpengalaman sebagai terapis anak dan dewasa di BSD City. Beliau merupakan lulusan Psikologi Universitas Atma Jaya dan melanjutkan pendidikan profesi di institusi yang sama. Selain itu, Ibu Melly juga pernah berperan sebagai asesor di beberapa lembaga psikologi. Pengalaman profesionalnya semakin kaya dengan kisah pribadinya sebagai seorang ibu—yang menghadapi tantangan tumbuh kembang pada anak pertama serta pergulatan emosi pada anak kedua. Dari pengalaman tersebut, beliau menemukan bahwa terapi bermain (play therapy) menjadi salah satu pendekatan efektif dalam membantu anak membangun rasa aman, menumbuhkan inisiatif, serta memulihkan luka emosional.
Untuk mengawali pemaparannya, dengan sebuah pertanyaan sederhana namun bermakna. Ibu Melly menanyakan tentang “Apa sih manfaat bermain bagi seorang anak?” Pertanyaan ini langsung mengundang partisipasi para orang tua. Berbagai jawaban pun muncul. Salah satu dari orang tua yang hadir menyampaikan bahwa bermain dapat mempertajam kemampuan motorik anak, melatih sosialisasi, mengembangkan kemampuan problem solving, serta meningkatkan kreativitas dan imajinasi. Selain itu, bermain juga dipandang sebagai sarana hiburan sekaligus cara untuk mempererat hubungan antara orang tua dan anak.
Menanggapi hal tersebut, Ibu Melly menegaskan bahwa bermain memiliki makna yang jauh lebih dalam. Menurut beliau, bermain adalah bahasa anak—cara mereka berkomunikasi, mengekspresikan perasaan, dan memahami dunia di sekitarnya. Melalui bermain, anak tidak hanya berkembang secara kognitif, tetapi juga secara fisik, emosional, dan sosial.
Berangkat dari pengalaman pribadi sebagai seorang ibu yang menghadapi tantangan tumbuh kembang dan emosi pada anak-anaknya, Ibu Melly menemukan media yang dapat digunakan dan mudah dijumpai untuk melakukan kegiatan terapi bermain (play therapy) seperti miniatur superhero, pasir, boneka, cerita atau dongeng, kegiatan seni, rumah boneka dengan figur keluarga, serta musik, anak dapat menyalurkan emosi dan memproses pengalaman mereka dengan cara yang aman dan menyenangkan.
Melalui kegiatan ini, para orang tua tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga refleksi mendalam tentang peran mereka dalam mendampingi anak. Healing Through Play mengingatkan bahwa proses penyembuhan dan pertumbuhan anak seringkali dimulai dari hal sederhana: bermain bersama dengan penuh kehadiran, empati, dan cinta. Kegiatan parenting ini pun ditutup dengan suasana penuh kehangatan, membawa harapan baru bagi setiap orang tua untuk terus belajar, bertumbuh, dan mendampingi anak-anak mereka dengan cara yang lebih sadar dan penuh makna.