HARMONIS: Hari dan Momen Bersama Sahabat Kharis

Posted: 2026-05-07 | By: Helena Evangeline Bonggo Suhartono/VIII-A

Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi memegang peranan penting dalam membangun relasi yang harmonis antar sesama. Komunikasi yang baik berawal dari adanya empati dan solidaritas dalam diri, yang tercermin melalui cara kita berinteraksi dengan siapapun tanpa memandang perbedaan. Melalui komunikasi yang tepat, kita dapat memahami perasaan, kebutuhan, serta kondisi orang lain. Oleh karena itu, Seksi Sosial OSIS SMP 2026 merancang program HARMONIS sebagai upaya untuk menumbuhkan empati dan solidaritas dalam berkomunikasi.

HARMONIS merupakan singkatan dari “Hari dan Momen Bersama Sahabat Kharis”, sebuah program yang melibatkan perwakilan siswa-siswi SMP Santa Ursula BSD sebagai panitia. Program ini bertujuan untuk mengajak siswa belajar menerima keberagaman melalui kolaborasi dengan Rumah Belajar Kharis, yaitu komunitas bagi individu berkebutuhan khusus di Paroki Gereja Santa Monika. Selain itu, kegiatan ini juga dirancang untuk mengembangkan sikap belas kasih, kepedulian terhadap sesama, semangat berbagi, serta jiwa pelayanan dalam diri siswa.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, pukul 09.00–12.30 WIB, bertempat di Hall SMP–SMA Santa Ursula BSD. Seluruh rangkaian acara disusun secara terstruktur agar berjalan lancar dan memberikan pengalaman yang bermakna bagi seluruh peserta. Acara diawali dengan kedatangan anak-anak dari Rumah Belajar Kharis sekitar pukul 10.00 WIB, yang disambut hangat oleh pembawa acara, Gloria dan Winola. Suasana kebersamaan semakin terasa melalui nyanyian lagu “Hari Ini Kurasa Bahagia” yang menciptakan atmosfer ceria dan menyenangkan.

Sebelum memasuki inti kegiatan, pembawa acara memberikan penjelasan mengenai aktivitas yang akan dilakukan, yaitu kolase daun kering dan paper quilling. Anak-anak dari Rumah Belajar Kharis dibagi ke dalam dua kelompok sesuai aktivitas. Dalam setiap kegiatan, panitia pendamping berperan aktif mendampingi, memberikan arahan sederhana, membantu secara fisik bila diperlukan, serta membangun interaksi yang hangat agar suasana tetap nyaman dan akrab. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup pada pukul 12.20 WIB oleh pembawa acara, menandai berakhirnya seluruh kegiatan dengan penuh sukacita.

Program HARMONIS memberikan dampak positif, baik bagi panitia maupun anak-anak Rumah Belajar Kharis. Para panitia merasakan kehangatan melalui interaksi langsung yang menumbuhkan empati, kesabaran, solidaritas, serta kepedulian dalam berkomunikasi. Di sisi lain, anak-anak Rumah Belajar Kharis menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam setiap kegiatan yang diikuti. Suasana kebersamaan yang penuh kebahagiaan menjadi bukti bahwa program ini berhasil mencapai tujuannya.

Bagi saya pribadi sebagai panitia, momen paling berkesan terjadi saat berinteraksi langsung dengan salah satu anak Rumah Belajar Kharis dalam kegiatan kolase daun kering. Pada awalnya, saya merasa canggung dan kesulitan untuk berkomunikasi karena belum terbiasa dengan situasi tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, interaksi yang terjalin justru menumbuhkan rasa solidaritas dan kepedulian dalam diri saya. Setiap respons yang diberikan mengajarkan saya untuk lebih sabar, peka, dan menghargai setiap bentuk komunikasi, sekecil apa pun itu. Pengalaman ini memberikan pembelajaran mendalam bahwa komunikasi tidak selalu harus sempurna, melainkan cukup dilakukan dengan ketulusan hati.

Pada akhirnya, program HARMONIS menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya memberikan pembelajaran sosial, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kemanusiaan serta mempererat rasa solidaritas di antara para panitia. Oleh karena itu, penting untuk terus menjaga dan menghidupi nilai-nilai yang telah ditanamkan selama program ini dalam kehidupan sehari-hari. Nilai empati, kesabaran, dan kepedulian tidak seharusnya berhenti ketika program berakhir, melainkan terus diterapkan dalam berbagai situasi. Dengan demikian, makna dari program HARMONIS akan terus memberikan dampak yang berkelanjutan.