Profil SMP Santa Ursula BSD

SMP Santa Ursula BSD adalah sekolah Katolik yang menghadirkan pendidikan karakter dengan pendekatan modern untuk menumbuhkan setiap pribadi menjadi manusia yang utuh, cerdas, dan mampu melayani. Kami tidak hanya mendidik siswa untuk menjadi cerdas secara kognitif, tetapi juga membentuk keutuhan pribadi melalui pendampingan spiritual, emosional, sosial, dan moral.

Pendidikan di SMP Santa Ursula BSD berakar pada 6 Nilai Dasar Serviam yakni, Cinta dan Belas Kasih, Integritas, Keberanian dan Ketangguhan, Persatuan, Totalitas, dan Pelayanan. Nilai-nilai tersebut dihidupi dan diintegrasikan dalam setiap kegiatan dan menjadi fondasi dalam pengembangan karakter yang menyeluruh. Dengan nilai-nilai serviam tersebut kami j

Selengkapnya

Menyelesaikan Konflik

"Andaikan pada suatu saat karena alasan yang kuat Anda tidak setuju dengan mereka atau menentang pendapat mereka, maka berterus teranglah, dengan berani dan penuh hormat. Apabila mereka tidak mendengarkan Anda, terimalah hal itu dengan sabar" 
(Nas. III: 6-7)

Berita Terbaru

News Image
Winning Isn’t Everything, Learning Is
Winning and losing are both completely normal parts of life. No one can win all the time, and no one should feel ashamed for losing. What truly matters is how we respond to both situations. In my opinion, success is a gift from God, not something we are automatically guaranteed to receive. Because of that, we should stay grateful when we win and stay strong when we lose.I learned this from my experience at the 2026 National Gymnastics Championship (Kejuaraan Nasional Senam Artistik). My team won first place in the junior team category, but I did not win anything in the uneven bar event finals. At first, I felt disappointed, but later I realized that losing can actually teach us many important lessons. When we lose, we are able to see our mistakes more clearly and understand what we need to improve in the future.Another important thing I learned is that hard work and the process are more valuable than simply standing on the podium. During the competition, I pushed myself out of my comfort zone and gave my best effort. Even without winning every event, I was still proud of the progress I made. Losing does not mean we are weak, sometimes it is the first step toward becoming better and stronger.At the same time, winning should never make us stop improving. Whether we succeed or fail, we should always keep our motivation and continue working hard to become the best version of ourselves. In the end, the real achievement is not only about medals or trophies, but also about growth, discipline, and never giving up.
Selengkapnya
News Image
The Kid in the Hallway
What happens when our own dreams feel out of reach to us?I still remember standing in the school hallway during recess. Kids were coming and going as usual. Some were joking around, some were running toward the cafeteria, and some were busy chatting with their friends. Amidst all that commotion, I was actually lost in my own thoughts. What if I’m not smart enough? What if I’ve tried my best, but still fail? At that moment, those questions felt much louder than the school bell. This journey didn’t start with a victory. Quite the opposite. There were competitions that did not go the way I hoped. There was a scholarship I’d been looking forward to, preparing for, and praying for, but in the end, it was awarded to someone else. It felt like knocking on the same door over and over again and hearing no answer from the other side. The most exhausting part wasn’t the failure itself. The most exhausting part was having to convince myself to try again. But that’s where I began to learn something that cannot be found in textbooks or exam papers. I learned that a person’s worth isn’t increased by a medal and isn’t diminished by a rejection. I learned that courage often looks very simple: come back, learn again, and try again.While attending Santa Ursula BSD since kindergarten, I grew up embracing the Serviam values. These values weren’t always conveyed through formal lessons. Sometimes they came through teachers who continued to believe in me even when I doubted myself. Sometimes they came through friends who encouraged me after a disappointing result. Sometimes they came through the chance to start over.When I received all those awards, I was certainly grateful. But what stands out most in my memory isn’t the day the results were announced. What stands out most are all the days leading up to it.The days when I had to study even when I was tired. The days when I doubted my own abilities. The days when I failed, felt disappointed, and then slowly found a reason to get back up again.Perhaps that is why, when I look back, I no longer think of the medals first. What I remember instead is a child who once stood in the school hallway, wondering if he was good enough. And as it turned out, he didn’t need an answer. He just needed to keep moving forward. Because in the end, light doesn’t always come from victory. Sometimes, growth does not come from winning. It comes from learning, persevering, and refusing to give up.
Selengkapnya
News Image
Perayaan Syukur dan Pelepasan Siswa Kelas IX: “Bersyukur, Mengasihi, dan Siap Diutus”
Suasana penuh syukur, haru, dan sukacita mewarnai Perayaan Syukur dan Pelepasan siswa kelas IX yang dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh siswa kelas IX beserta orang tua, para tamu undangan, guru dan tenaga kependidikan, serta Sr. Moekti K. Gondosasmito, OSU yang turut hadir memberikan dukungan dan doa bagi para siswa yang akan melanjutkan perjalanan pendidikan ke jenjang berikutnya.Mengusung tema “Bersyukur, Mengasihi, dan Siap Diutus”, perayaan ini menjadi momen istimewa untuk mengenang perjalanan selama tiga tahun menempuh pendidikan di SMP Santa Ursula BSD. Selama masa tersebut, kami tidak hanya dibentuk melalui proses pembelajaran akademik, tetapi juga melalui pembinaan karakter, pertumbuhan iman, serta berbagai pengalaman yang membantu kami bertumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama.Perayaan syukur diawali dengan Ekaristi yang dipersembahkan oleh RD Dionnysius Yumaryo Gustyn Manopo. Dalam suasana doa dan refleksi yang khidmat, seluruh siswa diajak untuk mengucap syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan di bangku SMP. Rasa syukur tersebut tidak hanya ditujukan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan, tetapi juga atas setiap pengalaman, tantangan, persahabatan, pembelajaran, serta kasih Tuhan yang senantiasa menyertai dalam setiap proses kehidupan.Melalui homili dan rangkaian perayaan Ekaristi, kami diajak untuk semakin menyadari bahwa setiap perjalanan hidup merupakan bagian dari rencana Tuhan untuk membentuk pribadi yang lebih matang dan beriman. Perayaan ini juga menjadi momen refleksi agar kami mampu melangkah ke masa depan dengan hati yang penuh syukur, kasih, dan pengharapan.Tema “Mengasihi” menjadi pengingat bagi seluruh siswa akan pentingnya membangun relasi yang baik dengan sesama melalui sikap peduli, saling menghargai, memaafkan, dan melayani. Nilai-nilai tersebut telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah dan akan terus kami bawa dalam perjalanan selanjutnya.Sementara itu, tema “Siap Diutus” mengajak kami untuk melangkah dengan penuh semangat dan harapan menuju masa depan. Setelah dibekali dengan nilai-nilai Kristiani dan semangat Serviam yang artinya aku mengabdi, kami diutus untuk menjadi pribadi yang mampu membawa terang, kasih, dan kebaikan di tengah masyarakat. Semangat Serviam diharapkan terus hidup dalam diri setiap siswa melalui sikap rendah hati, tanggung jawab, kepedulian terhadap sesama, serta kesediaan untuk melayani dengan tulus di mana pun berada.Selain menjadi perayaan atas akhir perjalanan di jenjang SMP, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi siswa dan orang tua untuk melihat kembali proses pertumbuhan yang telah dilalui bersama. Kehadiran orang tua dalam perayaan ini menjadi simbol dukungan, cinta, dan kebersamaan yang senantiasa menyertai langkah kami dalam meraih cita-cita.Suasana haru terasa ketika kami mengenang berbagai pengalaman yang telah dilalui bersama teman, guru, dan seluruh warga sekolah. Namun, di balik perpisahan tersebut tersimpan harapan besar agar setiap siswa mampu melanjutkan perjalanan hidup dengan penuh iman, semangat belajar, dan keberanian untuk berkarya. Melalui Perayaan Syukur dan Pelepasan ini, kami diajak untuk terus bersyukur atas setiap anugerah kehidupan, menghidupi kasih dalam relasi dengan sesama, serta siap diutus menjadi pribadi yang utuh, cerdas, dan melayani. Semoga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama di SMP Santa Ursula BSD senantiasa menjadi bekal berharga dalam setiap langkah kami ke depan.
Selengkapnya
News Image
Kegiatan Sosial Kelas IX Angkatan 31: Wujud Nyata Semangat Serviam
Sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan tiga tahun yang telah dilalui di SMP Santa Ursula BSD, siswa kelas IX Angkatan 31 melaksanakan kegiatan sosial di SDN Pancawati 02 Caringin, Bogor, pada Selasa, 26 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata perwujudan nilai Serviam yang selama ini ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.Selama menempuh pendidikan di SMP Santa Ursula BSD, kami tidak hanya belajar mengenai ilmu pengetahuan dan pencapaian akademik, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang peduli, berbelarasa, dan mampu hadir bagi sesama. Oleh karena itu, menjelang akhir perjalanan kami di jenjang SMP, kami diajak untuk merefleksikan rasa syukur melalui aksi berbagi dan pelayanan kepada orang lain.Dalam kegiatan tersebut, kami menyerahkan sebanyak 437 paket alat tulis kepada seluruh siswa SDN Pancawati 02. Paket yang diberikan terdiri atas berbagai perlengkapan belajar yang diharapkan dapat membantu dan mendukung semangat belajar anak-anak di sekolah tersebut. Selain itu, kami juga memberikan sumbangan berupa buku-buku bacaan untuk perpustakaan sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan budaya literasi dan kecintaan membaca sejak usia dini.Kegiatan sosial ini disambut dengan penuh sukacita oleh pihak sekolah, para guru, serta seluruh siswa SDN Pancawati 02. Kehangatan dan antusiasme tampak dalam setiap sapaan, senyuman, dan kebersamaan yang terjalin selama kegiatan berlangsung. Tidak hanya berbagi barang, kami juga belajar untuk berbagi perhatian, kepedulian, waktu, dan kasih kepada sesama.Melalui pengalaman ini, kami semakin menyadari bahwa pendidikan sejati tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk hati yang peka terhadap kebutuhan orang lain. Semangat Serviam  “Aku Mengabdi” diwujudkan melalui tindakan nyata untuk hadir, peduli, dan melayani dengan tulus. Nilai pelayanan, kerja sama, kepedulian sosial, serta rasa syukur menjadi bagian penting yang dihidupi bersama dalam kegiatan ini.Kegiatan sosial ini juga menjadi momen refleksi bagi kami untuk melihat kembali perjalanan mereka selama tiga tahun di SMP Santa Ursula BSD. Banyak pengalaman, pembelajaran, persahabatan, dan nilai kehidupan yang telah kami terima dan alami bersama. Semua proses tersebut menjadi bagian dari pembentukan diri agar kami mampu bertumbuh menjadi pribadi yang utuh, cerdas, dan melayani sehingga dapat menjadi berkat bagi lingkungan di sekitarnya. Di tengah langkah menuju jenjang pendidikan berikutnya, kami diajak untuk terus membawa semangat Serviam dalam kehidupan sehari-hari: memiliki hati yang peduli, rendah hati untuk melayani, serta keberanian untuk membawa kasih dan harapan bagi sesama.Semoga pengalaman ini menjadi kenangan bermakna yang terus hidup dalam hati kami. Dengan hati yang penuh syukur atas penyertaan Tuhan dan perjalanan selama tiga tahun di SMP Santa Ursula BSD, kami  melangkah maju sebagai generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu menjadi terang dan berkat bagi sesama.
Selengkapnya
News Image
HARMONIS: Hari dan Momen Bersama Sahabat Kharis
Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi memegang peranan penting dalam membangun relasi yang harmonis antar sesama. Komunikasi yang baik berawal dari adanya empati dan solidaritas dalam diri, yang tercermin melalui cara kita berinteraksi dengan siapapun tanpa memandang perbedaan. Melalui komunikasi yang tepat, kita dapat memahami perasaan, kebutuhan, serta kondisi orang lain. Oleh karena itu, Seksi Sosial OSIS SMP 2026 merancang program HARMONIS sebagai upaya untuk menumbuhkan empati dan solidaritas dalam berkomunikasi.HARMONIS merupakan singkatan dari “Hari dan Momen Bersama Sahabat Kharis”, sebuah program yang melibatkan perwakilan siswa-siswi SMP Santa Ursula BSD sebagai panitia. Program ini bertujuan untuk mengajak siswa belajar menerima keberagaman melalui kolaborasi dengan Rumah Belajar Kharis, yaitu komunitas bagi individu berkebutuhan khusus di Paroki Gereja Santa Monika. Selain itu, kegiatan ini juga dirancang untuk mengembangkan sikap belas kasih, kepedulian terhadap sesama, semangat berbagi, serta jiwa pelayanan dalam diri siswa.Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, pukul 09.00–12.30 WIB, bertempat di Hall SMP–SMA Santa Ursula BSD. Seluruh rangkaian acara disusun secara terstruktur agar berjalan lancar dan memberikan pengalaman yang bermakna bagi seluruh peserta. Acara diawali dengan kedatangan anak-anak dari Rumah Belajar Kharis sekitar pukul 10.00 WIB, yang disambut hangat oleh pembawa acara, Gloria dan Winola. Suasana kebersamaan semakin terasa melalui nyanyian lagu “Hari Ini Kurasa Bahagia” yang menciptakan atmosfer ceria dan menyenangkan.Sebelum memasuki inti kegiatan, pembawa acara memberikan penjelasan mengenai aktivitas yang akan dilakukan, yaitu kolase daun kering dan paper quilling. Anak-anak dari Rumah Belajar Kharis dibagi ke dalam dua kelompok sesuai aktivitas. Dalam setiap kegiatan, panitia pendamping berperan aktif mendampingi, memberikan arahan sederhana, membantu secara fisik bila diperlukan, serta membangun interaksi yang hangat agar suasana tetap nyaman dan akrab. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup pada pukul 12.20 WIB oleh pembawa acara, menandai berakhirnya seluruh kegiatan dengan penuh sukacita.Program HARMONIS memberikan dampak positif, baik bagi panitia maupun anak-anak Rumah Belajar Kharis. Para panitia merasakan kehangatan melalui interaksi langsung yang menumbuhkan empati, kesabaran, solidaritas, serta kepedulian dalam berkomunikasi. Di sisi lain, anak-anak Rumah Belajar Kharis menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam setiap kegiatan yang diikuti. Suasana kebersamaan yang penuh kebahagiaan menjadi bukti bahwa program ini berhasil mencapai tujuannya.Bagi saya pribadi sebagai panitia, momen paling berkesan terjadi saat berinteraksi langsung dengan salah satu anak Rumah Belajar Kharis dalam kegiatan kolase daun kering. Pada awalnya, saya merasa canggung dan kesulitan untuk berkomunikasi karena belum terbiasa dengan situasi tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, interaksi yang terjalin justru menumbuhkan rasa solidaritas dan kepedulian dalam diri saya. Setiap respons yang diberikan mengajarkan saya untuk lebih sabar, peka, dan menghargai setiap bentuk komunikasi, sekecil apa pun itu. Pengalaman ini memberikan pembelajaran mendalam bahwa komunikasi tidak selalu harus sempurna, melainkan cukup dilakukan dengan ketulusan hati.Pada akhirnya, program HARMONIS menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya memberikan pembelajaran sosial, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kemanusiaan serta mempererat rasa solidaritas di antara para panitia. Oleh karena itu, penting untuk terus menjaga dan menghidupi nilai-nilai yang telah ditanamkan selama program ini dalam kehidupan sehari-hari. Nilai empati, kesabaran, dan kepedulian tidak seharusnya berhenti ketika program berakhir, melainkan terus diterapkan dalam berbagai situasi. Dengan demikian, makna dari program HARMONIS akan terus memberikan dampak yang berkelanjutan.
Selengkapnya
News Image
“SAHABAT”: Where Difference Becomes Harmony
Kegiatan “SAHABAT” menjadi momen penuh makna yang mempererat persahabatan antara Badan Pengurus OSIS SMP Santa Ursula BSD dan SMP Al-Izhar Pondok Labu. Pertemuan pertama dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026, di kampus Santa Ursula BSD. Seluruh peserta disambut dengan hangat melalui sesi perkenalan, sambutan dari kepala sekolah dan guru pendamping, serta presentasi mengenai program cinta lingkungan seperti pengomposan, pemilahan sampah, dan hidroponik. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi para siswa untuk saling mengenal sekaligus belajar mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup.Setelah sesi presentasi dan tur kampus, para peserta mengikuti berbagai kegiatan dinamika kelompok di auditorium. Melalui permainan edukatif dan aktivitas lingkungan, para anggota OSIS dari kedua sekolah belajar membangun kerja sama, komunikasi, dan rasa kebersamaan. Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat, disertai canda tawa yang semakin mencairkan suasana. Kegiatan dilanjutkan dengan makan siang bersama yang menjadi kesempatan untuk berbagi cerita dan pengalaman antarsiswa. Pertemuan ini menjadi awal terjalinnya relasi yang hangat dan penuh persahabatan antara kedua sekolah.Sebagai kunjungan balasan, pada Jumat, 13 Maret 2026, Badan Pengurus OSIS SMP Santa Ursula BSD berkunjung ke SMP Al-Izhar Pondok Labu. Kedatangan rombongan disambut dengan penuh keramahan dan antusiasme. Para peserta diajak berkeliling sekolah untuk mengenal lingkungan serta fasilitas yang dimiliki SMP Al-Izhar Pondok Labu. Selain memperluas wawasan, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa saling menghargai terhadap budaya dan lingkungan sekolah yang berbeda.Dalam kunjungan tersebut, para peserta mengikuti diskusi kelompok untuk merancang berbagai ide kolaborasi yang dapat dilakukan di masa mendatang. Selain itu, terdapat kegiatan kreatif berupa eco print pada tote bag menggunakan bahan-bahan alami seperti daun dan bunga. Kegiatan ini mengajarkan kreativitas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan. Para siswa juga membuat parsel berisi sembako yang kemudian diberikan kepada para karyawan sekolah sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama.Rangkaian kegiatan “SAHABAT” ditutup dengan buka puasa bersama yang mencerminkan nilai toleransi, penghargaan, dan kebersamaan di tengah keberagaman latar belakang. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga membangun persahabatan yang hangat, saling mendukung, dan inspiratif. Diharapkan kolaborasi antara SMP Santa Ursula BSD dan SMP Al-Izhar Pondok Labu dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan positif di masa mendatang, sehingga semangat persahabatan dan kerja sama semakin erat terjalin.
Selengkapnya
News Image
Workshop News Anchor with Ms. Sekar Wanda, TV One News Achor
On Friday, March 13th from 13.30 to 15.00 WIB, Santa Ursula BSD’s English Club hosted a workshop on “Be a Confident News Anchor”, with 32 attending participants. This workshop was the first held by the school’s English Club hence, it became not just an experience, but a lesson for both the attending and hosting students. The workshop was led by a news anchor herself, Ms. Sekar Wanda. Ms. Sekar is a news anchor for TvOne Indonesia. The participants learned about both knowledge and experience from a professional. With this, we learned more than just from textbooks or videos, but here we learnt from real experiences.Ms. Sekar Wanda opened the session by discussing “butterfly moments,” referring to the nervousness often experienced during public speaking. She then provided a broad explanation of what public speaking is and emphasized its importance as a skill to master. Everyone was invited to share their perspectives, highlighting  its usefulness for opportunities such as working abroad and traveling.The session continued with practical tips on managing nervousness and improving speaking skills. Ms. Sekar Wanda explained that effective public speaking requires clarity, confidence, and composure. She encouraged participants to project confidence even when they feel nervous, reinforcing the idea of “fake it till you make it.”She also introduced techniques to engage an audience, such as starting with a compelling story, asking questions, or sharing interesting facts. These strategies help to create a connection between the speaker and the audience. In the purpose of helping us participants visualize the act, Ms. Sekar showed several videos of herself during a live reporting session for TvOne. To gain a full experience, several volunteers participated in a mock interview activity to practice their public speaking skills. The exercise was lively and entertaining, providing both practice and enjoyment for everyone involved. Although the room occasionally became noisy, it was managed effectively, and Ms. Sekar Wanda appeared to thoroughly enjoy the experience.The session ended with a few words of appreciation from the school principal, Mrs. Cicilia Budilestari to Ms. Sekar Wanda, showing our gratefulness and appreciation to her. We then continued with the closing prayer and a group selfie. Though not everyone may dream to be a news anchor, this workshop has guided us through a lot of tips and tricks to public speaking, a key role in chasing hopes and opportunities. One may not be naturally confident like others so with this workshop, we've been educated to help us build our confidence through a few things such as practicing at home, learning from other's experiences, and more. One trick in particular that has really helped many through public speaking so far is "fake it 'till you make it". It may not seem like much but confidence for some isn't just something that comes overnight. However, we also learned that you certainly can fake being assured in yourself until you really feel like you can speak in front of a crowd. To do that, surely you must master the overall topic and to be ready to go off script. For instance, people regularly forget the word-to-word script upon speaking in front of a crowd. So, by mastering the issue, you'll be ready to face the blanks that often come up in your head when you panic. In addition to that, be sure in what you're going to say to convince the crowd in going deeper into the issue that's brought upon them. Body language is a seemingly insignificant thing to pay attention to when practicing. However, every movement from head to toe can influence the way people perceive you. Therefore, having proper body language including eye contact, proper posture, clear pronunciation and articulation, are key aspects to public speaking in general. In conclusion, this workshop was a space for growth. The growth of a student’s skills, and the growth of their confidence. Not everyone may attend to become a real news anchor, or maybe some may change their minds. But the one thing that will never change is that public speaking skills and the confidence they learned will never go to waste. 
Selengkapnya

Foto Kegiatan