Menumbuhkan Kesadaran Ekologis dan Kepedulian Sosial melalui Film Teman Tegar Maira

Posted: 2026-06-08 | By: Deandra Masayu Yudiantoko / XI-C / 08

Pada hari Kamis, 4 Juni 2026, sekolah Santa Ursula BSD menyelenggarakan kegiatan nonton bersama di Teras Kota BSD, Tangerang Selatan untuk menyaksikan film Teman Tegar Maira yang disutradarai oleh Anggi Frisca. Film ini dibintangi oleh M. Aldifi Tegar Rajasa, Joan Warum dan Elisabeth Sisauta. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa SMP dan SMA sebagai bagian dari pembelajaran yang bertujuan memberikan pengalaman edukatif di luar lingkungan kelas. 

Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperluas wawasan siswa-siswi mengenai kehidupan masyarakat Papua, khususnya terkait budaya, kondisi sosial, serta isu-isu yang dihadapi masyarakat adat. Melalui film ini, siswa-siswi diajak untuk memahami realitas kehidupan yang mungkin berbeda dari kehidupan sehari-hari mereka. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya toleransi, sikap saling menghargai, serta penghormatan terhadap keberagaman budaya Indonesia. 

Penyelenggaraan kegiatan didukung sepenuhnya oleh sekolah dengan menyewa beberapa studio bioskop di Teras Kota BSD, Tangerang Selatan. Setiap kelas telah dibagi ke dalam studio yang berbeda, sehingga seluruh siswa-siswi dan guru dapat menonton dengan nyaman. Setelah tiba di lokasi, siswa-siswi langsung menuju studio sesuai pembagian yang telah ditentukan. Selama pemutaran film berlangsung, siswa-siswi dan guru mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh perhatian. 

Teman Tegar Maira menghadirkan kisah yang menyentuh sekaligus menggugah pemikiran. Salah satu aspek yang paling menonjol dalam filmtersebut adalah penggambaran budaya Papua yang kaya dan unik. Berbagai adegan memperkenalkan kehidupan masyarakat adat yang masih menjaga tradisi serta nilai-nilai leluhur mereka. Selain itu, keindahan alam Papua yang memukau, mulai dari bentang alam dan hamparan hutan hijau, hingga lingkungan yang masih sangat erat dengan kehidupan masyarakat setempat. 

Melalui alur cerita yang disajikan, penonton diajak untuk memahami bahwa kebijakan atau program yang diklaim bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tidak selalu memberikan dampak yang sesuai dengan harapan. Dalam film ini, masyarakat adat Papua digambarkan sebagai kelompok yang memiliki posisi subordinat, khususnya dalam proses pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka. Ketimpangan kekuasaan tersebut membuka peluang berbagai bentuk manipulasi oleh pihak yang memiliki wewenang lebih besar. Salah satu contohnya ditunjukkan melalui tindakan perusahaan PT Bebas Portal yang memanfaatkan keterbatasan literasi masyarakat setempat demi memperoleh persetujuan atas pengelolaan hutan. Dampaknya, hutan yang selama ini dilindungi oleh masyarakat mengalami kerusakan dan kehilangan fungsinya bagi warga sekitar.

Di luar unsur drama dan konflik yang membangun cerita, film ini berhasil membuka wawasan penonton terhadap realitas yang terjadi di Papua saat ini. Penonton diperlihatkan bagaimana masyarakat adat menghadapi tantangan dalam mempertahankan tanah, lingkungan, serta hak-hak mereka. Salah satu isu yang disoroti adalah deforestasi dalam skala besar di wilayah Papua. Dalam beberapa kasus nyata, kegiatan tersebut dilakukan tanpa persetujuan atau keterlibatan penuh dari masyarakat adat setempat. Akibatnya, lingkungan yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat menghadapi ancaman yang serius. 

Pesan yang disampaikan dalam film ini, sejalan pula dengan semangat Laudato Si’  yang ditulis oleh Paus Fransiskus. Di mana, umat manusia diajak untuk merawat bumi sebagai rumah bersama dan mengembangkan pertobatan ekologis, yakni perubahan cara pandang dan tindakan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Kerusakan alam yang ditayangkan dalam film menunjukkan bahwa persoalan lingkungan tidak hanya berdampak pada alam, tetapi juga pada kehidupan sosial, budaya, dan martabat manusia yang bergantung pada alam tersebut. 

Melalui film Teman Tegar Maira, siswa-siswi  SMA Santa Ursula BSD diajak untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga individu yang mampu berpikir kritis terhadap berbagai informasi dan kebijakan yang berkembang di masyarakat. Film ini mendorong penonton untuk menumbuhkan rasa empati terhadap kelompok yang mengalami ketidakadilan serta membangun kesadaran bahwa berbagai permasalahan sosial di Indonesia merupakan tanggung jawab bersama untuk dipahami dan diperhatikan. Dengan demikian, Teman Tegar Maira tidak hanya menjadi sebuah tontonan hiburan, tetapi juga hadir sebagai media pembelajaran yang mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap isu kemanusiaan, lingkungan, dan keadilan sosial.