Profil SMP Santa Ursula BSD

SMP Santa Ursula BSD adalah sekolah Katolik yang menghadirkan pendidikan karakter dengan pendekatan modern untuk menumbuhkan setiap pribadi menjadi manusia yang utuh, cerdas, dan mampu melayani. Kami tidak hanya mendidik siswa untuk menjadi cerdas secara kognitif, tetapi juga membentuk keutuhan pribadi melalui pendampingan spiritual, emosional, sosial, dan moral.

Pendidikan di SMP Santa Ursula BSD berakar pada 6 Nilai Dasar Serviam yakni, Cinta dan Belas Kasih, Integritas, Keberanian dan Ketangguhan, Persatuan, Totalitas, dan Pelayanan. Nilai-nilai tersebut dihidupi dan diintegrasikan dalam setiap kegiatan dan menjadi fondasi dalam pengembangan karakter yang menyeluruh. Dengan nilai-nilai serviam tersebut kami j

Selengkapnya

Menyelesaikan Konflik

"Andaikan pada suatu saat karena alasan yang kuat Anda tidak setuju dengan mereka atau menentang pendapat mereka, maka berterus teranglah, dengan berani dan penuh hormat. Apabila mereka tidak mendengarkan Anda, terimalah hal itu dengan sabar" 
(Nas. III: 6-7)

Berita Terbaru

News Image
Menemukan Integritas dan Rumah Baru: Pengalaman Berharga Selama Satu Minggu MPLS di SMP Santa Ursula BSD
Jenjang SMP di Sekolah Santa Ursula BSD merupakan sebuah petualangan baru yang sangat mendebarkan bagi saya sebagai lulusan SD. Pada hari pertama, rasa cemas dan canggung sempat menyelimuti pikiran saya ketika melangkah ke area sekolah yang begitu luas dan megah. Ketakutan saya makin bertambah ketika mengetahui bahwa saya ditempatkan di kelas VII-E, kelas yang letaknya paling terpisah dibanding kelas lainnya. Saat itu, muncul pikiran kekanak-kanakan bahwa saya diletakkan di kelas ini karena memiliki kemampuan akademis yang lebih rendah. Namun, prasangka buruk tersebut seketika sirna ketika saya disambut oleh senyuman ramah dari para guru, karyawan, dan teman-teman baru yang sangat hangat.Rangkaian kegiatan MPLS dimulai pada hari Senin, 13 Juli 2026 dengan berkumpul di Aula untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Serviam, serta menyaksikan penayangan jingle MPLS "SWIM" dan perkenalan jajaran guru maupun yayasan. Sesi berikutnya diisi dengan pemaparan Visi-Misi sekolah, 3 Daya Jiwa, serta 6 Nilai Serviam yang menjadi fondasi utama karakter seorang Sanurian. Setelah kembali ke kelas VII-E, wali kelas kami, Bu Rianti, mengajak kami melakukan dinamika perkenalan diri yang sangat seru dari abjad A sampai Z. Melalui aktivitas tersebut, saya mulai berkenalan dengan teman-teman seperti Michael dan Archie, dan menghafal nama seluruh teman sekelas dari Adelle hingga Viola. Kegiatan hari pertama ini diakhiri dengan pengingat penting bahwa setiap hari Senin dan Jumat kami wajib membawa makanan sehat demi menjaga kebugaran tubuh.Memasuki hari Selasa hingga Rabu, 14–15 Juli 2026, kami makin mendalami aturan dan budaya di sekolah baru ini. Kegiatan diawali dengan hening, doa, dan refleksi jurnal, lalu dilanjutkan dengan dinamika kelompok menyusun aksi nyata 6 Nilai Serviam dan 10 Nilai Santa Ursula yang menggabungkan siswa feeder dan non-feeder. Pada hari Rabu, Bu Eus memberikan sosialisasi Pedoman Perilaku dan Tata Tertib Sekolah di Aula yang sangat membuka mata kami. Penjelasan mengenai tanda "x" berwarna hitam menegaskan bahwa pelanggaran berat dapat menyebabkan siswa dikeluarkan dari sekolah. Kami juga diajarkan aturan seragam, pembiasaan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), hingga melakukan FGD komitmen kelas dan pemilihan ketua serta wakil ketua kelas VII-E.Hari Kamis dan Jumat, 16–17 Juli 2026, menghadirkan pengalaman yang tak kalah seru dan berkesan. Setelah senam pagi di lapangan, kami mengikuti Tour Kampus yang dipandu oleh kakak-kakak OSIS untuk mengelilingi komplek sekolah yang sangat luas. Kami diajak melihat gedung SMP dan SMA, area parkir, beberapa lapangan basket dan voli, hingga fasilitas pengomposan sampah. Tidak hanya itu, kami diajak berdinamika kelompok dengan memainkan permainan kekompakan kelas. Ada permainan voli dengan bola yang sangat besar, memindahkan bola dengan tali rafia, dan menggelindingkan bola dengan pipa. Semua itu untuk menguji kekompakan dalam satu kelas. Pada hari Jumat, kami mendapatkan materi pengembangan diri dari Tim Psikolog di Hall serta pemaparan Personal Brand Image oleh Bu Eus untuk membangun citra diri yang berkarakter. Puncak MPLS pada hari Senin, 20 Juli 2026 diisi dengan berbagi cara belajar dari kakak-kakak OSIS, sesi "Metode Berpikir" bersama Pak Haryo di Aula, serta penutupan Assembly meeting. Seluruh rangkaian acara ini, menegaskan saya bahwa nilai integritas menjadi hal paling berharga yang saya pelajari, yaitu keberanian untuk jujur, konsisten, dan bertanggung jawab atas setiap tindakan meskipun menyadari ada beberapa hal yang tertinggal saat di SD dulu. Saya merasa optimis mampu mengejar dan beradaptasi dengan sistem baru di sekolah ini. Sekolah Santa Ursula BSD telah membuktikan diri sebagai komunitas Katolik yang kuat (persatuan), melayani, dan berintegritas tinggi. Dengan bimbingan guru-guru yang ramah dan dukungan teman-teman, saya siap melangkah menjadi siswa kelas VII dengan penuh semangat untuk menata masa depan.
Selengkapnya
News Image
Cinta Lingkungan: Menumbuhkan Kepedulian, Menghidupi Ekologi dalam Aksi
Kegiatan Cinta Lingkungan merupakan salah satu program yang diselenggarakan di Kampus Santa Ursula BSD untuk menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sejak dini. Melalui berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan, peserta didik diajak untuk memahami bahwa menjaga kelestarian alam bukan hanya sebuah kewajiban, melainkan juga wujud nyata cinta dan rasa syukur atas anugerah bumi yang kita tempati bersama.Di jenjang SMP, terdapat tiga kegiatan utama dalam rangkaian program Cinta Lingkungan, yaitu pengomposan, pemilahan sampah, dan hidroponik. Secara khusus, Seksi Pembantu Umum BP OSIS 2025 bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan pengomposan dan pemilahan sampah serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.Kegiatan pengomposan dilakukan dengan memanfaatkan daun-daun kering yang dikumpulkan dari pepohonan di lingkungan Kampus Santa Ursula BSD. Daun-daun tersebut digiling hingga lebih halus, kemudian difermentasikan sehingga dapat diolah menjadi kompos organik yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman. Melalui proses ini, kami belajar bahwa sesuatu yang sering dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah kembali menjadi sumber kehidupan yang baru.Sementara itu, kegiatan pemilahan sampah dilakukan dengan memilah kembali sampah yang terdapat di berbagai tempat sampah di lingkungan SMP Santa Ursula BSD. Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran peserta didik untuk memilah sampah secara mandiri dan bertanggung jawab. Dengan memahami jenis-jenis sampah serta cara pengelolaannya, kami belajar bahwa menjaga lingkungan dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.Melalui seluruh rangkaian kegiatan Cinta Lingkungan, kami mempelajari nilai kehidupan yang luhur, yaitu mencintai dan menjaga alam melalui tindakan nyata. Kami menyadari bahwa perubahan besar tidak selalu harus dimulai dari langkah yang besar. Justru, kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan dengan kesadaran dan ketekunan dapat memberikan dampak yang berarti bagi lingkungan di sekitar kita.Program ini juga bersifat inklusif. Tidak hanya dijalankan oleh Badan Pengurus OSIS, kegiatan ini mengajak seluruh siswa dan siswi untuk turut berpartisipasi aktif. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, Seksi Pembantu Umum secara bergantian mengajak dan mendampingi setiap kelas untuk terlibat dalam kegiatan pemilahan sampah dan pengomposan. Seiring berjalannya waktu, komunikasi yang awalnya terasa canggung berkembang menjadi lebih akrab, hangat, dan interaktif. Dari sini, kami belajar bahwa kepedulian terhadap lingkungan juga dapat menjadi sarana untuk membangun relasi dan bekerja sama dengan sesama.Semangat cinta lingkungan juga kami sebarkan melalui berbagai media. Video rekap mingguan dipublikasikan melalui Instagram Story akun @humasmp, sementara video tutorial diunggah melalui kanal YouTube Sanur Caught On Tape. Tidak hanya itu, pengalaman dan pembelajaran yang kami peroleh juga kami bagikan kepada pihak eksternal melalui program SAHABAT 2026 dengan mengundang BP OSIS SMP Al Izhar Pondok Labu. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi dan pembelajaran bersama untuk saling menginspirasi dalam menjaga lingkungan.Kegiatan Cinta Lingkungan di Kampus Santa Ursula BSD mengajarkan kami untuk peduli dan bertanggung jawab terhadap alam melalui tindakan yang sederhana namun bermakna. Melalui pengomposan dan pemilahan sampah, kami belajar bahwa apa yang tampak sebagai limbah dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai guna, bahkan bernilai ekonomis. Lebih dari itu, kami belajar untuk menghargai setiap proses, sekecil apa pun, yang dapat membawa perubahan positif bagi lingkungan. Kami berharap semangat cinta lingkungan ini terus tumbuh, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, menjaga bumi bukanlah tugas segelintir orang, melainkan panggilan bersama untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi sekarang dan yang akan datang. Salam Ekologis!
Selengkapnya
News Image
MORFFISA: Menumbuhkan Semangat Hidup Sehat dan Cinta Budaya dalam Semangat Serviam
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, kehidupan remaja saat ini tidak dapat dipisahkan dari dunia digital. Kemudahan yang ditawarkan teknologi sering kali membuat aktivitas fisik dan interaksi langsung semakin berkurang. Menyadari tantangan tersebut, Seksi Olahraga OSIS SMP Santa Ursula BSD menghadirkan program MORFFISA (Morning Fresh & Fit @Sanur) sebagai sarana untuk mengajak seluruh siswa membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus mengenal kembali kekayaan budaya Indonesia melalui kegiatan senam pagi dan permainan tradisional.Kegiatan MORFFISA dilaksanakan secara rutin dua kali dalam sebulan sebelum pembelajaran dimulai. Melalui gerakan senam yang energik dan berbagai permainan tradisional seperti gobak sodor, bakiak, dan bentengan, siswa diajak untuk bergerak aktif, bekerja sama, serta menikmati kebersamaan dengan teman-teman. Kegiatan sederhana ini menjadi pengingat bahwa kesehatan fisik merupakan bagian penting dalam proses belajar dan pengembangan diri. Tubuh yang sehat dan bugar membantu siswa untuk lebih siap menjalani aktivitas belajar dengan penuh semangat dan sukacita.Lebih dari sekadar kegiatan olahraga, MORFFISA juga menjadi wadah untuk menghidupi nilai-nilai Serviam, khususnya totalitas dan kepekaan. Totalitas diwujudkan melalui kesungguhan siswa dalam mengikuti setiap kegiatan, memberikan usaha terbaik, dan berpartisipasi secara aktif. Sementara itu, kepekaan tercermin dalam kesadaran untuk menjaga serta melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda. Melalui pengalaman bermain bersama, siswa belajar menghargai kebersamaan, sportivitas, dan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.Melalui MORFFISA, SMP Santa Ursula BSD berharap dapat membentuk generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap budaya dan lingkungan sekitarnya. Kebiasaan baik yang dibangun secara konsisten akan menjadi bekal berharga bagi siswa untuk bertumbuh menjadi pribadi yang utuh, berkarakter, dan siap melayani. Dengan semangat Serviam, setiap langkah, gerakan, dan kebersamaan yang terjalin dalam MORFFISA menjadi wujud nyata pembelajaran yang mengembangkan tubuh, hati, dan jiwa secara seimbang.
Selengkapnya
News Image
Antusiasme dan Sportivitas Warnai Hari Pertama KREAVORA
“KREAVORA”, singkatan dari Kreasi dan Olahraga, merupakan program kolaborasi Seksi Olahraga dan Seksi Kesenian BP OSIS 2026 SMP Santa Ursula BSD yang mengusung tema “Art in Motion”. Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari, yaitu pada Jumat, 5 Juni 2026 dan Senin, 8 Juni 2026, dengan melibatkan seluruh siswa kelas VII dan VIII. Melalui KREAVORA, siswa diajak untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menunjukkan kemampuan di bidang olahraga dalam suasana yang penuh semangat dan kebersamaan.Hari pertama KREAVORA diawali dengan berkumpulnya seluruh siswa di lapangan olahraga SMP Santa Ursula BSD. Acara dibuka dengan doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta Senam Anak Indonesia Hebat sebagai pemanasan sebelum pertandingan dimulai. Setelah sambutan dari Kepala SMP Santa Ursula BSD, Ibu Cicilia Budilestari, panitia menjelaskan peraturan setiap cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Pada hari pertama para siswa mengikuti pertandingan futsal, basket, voli modifikasi, dan bola tembak. Selain itu, terdapat pula lomba pembuatan short video yang diikuti oleh perwakilan setiap kelas untuk mendokumentasikan keseruan kegiatan.Suasana lapangan pun berubah menjadi semakin meriah ketika pertandingan dimulai. Sorakan dukungan dari para penonton, bunyi peluit wasit, dan komentar yang membakar semangat menciptakan atmosfer kompetisi yang seru sekaligus hangat. Setiap kelas menunjukkan kekompakan dan semangat juang yang tinggi. Bahkan, beberapa kelas membawa banner sebagai bentuk dukungan kepada tim mereka. Tidak hanya para pemain yang tampil maksimal, peserta lomba short video juga berkeliling mengabadikan berbagai momen menarik sepanjang kegiatan, mulai dari aksi di lapangan hingga ekspresi kegembiraan para siswa.Meski cuaca semakin panas menjelang siang, semangat para peserta tidak surut. Dengan sistem pertandingan gugur, setiap tim berusaha memberikan penampilan terbaiknya untuk melaju ke babak selanjutnya. Ada yang harus menerima kekalahan, ada pula yang berhasil meraih kemenangan. Namun, di akhir pertandingan, seluruh pemain saling berjabat tangan dan memberikan apresiasi satu sama lain sebagai bentuk sportivitas. Kegiatan hari pertama ditutup dengan doa bersama dan menyanyikan lagu Mars Serviam.KREAVORA tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi, mempererat relasi antar teman, serta belajar mengenai kerja sama, sportivitas, dan integritas. Kebersamaan yang tercipta sepanjang kegiatan menunjukkan bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan. Nilai-nilai Serviam, khususnya integritas, tercermin melalui sikap jujur, adil, dan bertanggung jawab yang ditunjukkan para siswa. Melalui pengalaman ini, siswa SMP Santa Ursula BSD diajak untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang utuh, cerdas, dan melayani.
Selengkapnya
News Image
Mewujudkan Semangat Persatuan Melalui Aksi Idul Adha 2026
Pada tanggal 26 dan 27 Mei 2026, umat Islam di Indonesia merayakan Hari Raya Idul Adha, sebuah perayaan yang sarat akan makna pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Sebagai bangsa yang kaya akan keberagaman suku, budaya, ras, dan agama, Indonesia menjunjung tinggi nilai toleransi dan saling menghormati antarumat beragama. Dalam semangat tersebut, Seksi Sosial SMP dan SMA Santa Ursula BSD kembali menyelenggarakan program Aksi Idul Adha 2026 sebagai wujud nyata kepedulian dan penghargaan kepada saudara-saudari Muslim di lingkungan sekitar.Program ini dilaksanakan melalui kegiatan penggalangan dana atau kolekte yang melibatkan seluruh siswa-siswi SMP dan SMA Santa Ursula BSD. Dana yang terkumpul digunakan untuk membeli hewan kurban yang kemudian disumbangkan kepada Musala Al-Ikhlas. Melalui kegiatan ini, para siswa diajak untuk menghayati nilai-nilai cinta kasih, pelayanan, dan toleransi, sekaligus belajar untuk hadir dan berbagi dengan sesama tanpa memandang perbedaan latar belakang agama maupun budaya.Kolekte Idul Adha dilaksanakan sebanyak dua kali di masing-masing jenjang. Di tingkat SMA, kolekte pertama dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2026, dan kolekte kedua pada Kamis, 16 April 2026. Sementara itu, di tingkat SMP, kolekte pertama dilaksanakan pada Selasa, 14 April 2026, dan kolekte kedua pada Selasa, 21 April 2026. Berkat partisipasi dan kemurahan hati seluruh warga sekolah, terkumpul dana gabungan SMP dan SMA sebesar Rp22.557.500.Dana tersebut kemudian digunakan untuk pembelian hewan kurban. Uang muka (down payment) diberikan pada Selasa, 12 Mei 2026, sedangkan pelunasan sekaligus penyerahan kambing kepada Musala Al-Ikhlas dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026. Penyerahan hewan kurban dilakukan oleh perwakilan Seksi Sosial SMP dan SMA Santa Ursula BSD, yaitu Joan VIII-B dan Oliv VII-E dari SMP, serta Brian XI-C, Ara X-D, Tania XI-D, Keira XI-E, dan Kanaka X-E dari SMA. Kegiatan penyerahan berlangsung di Musala Al-Ikhlas, Kampung Dadap, dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.Melalui program ini, kami memperoleh banyak pengalaman dan pembelajaran yang berharga. Di luar lingkungan sekolah, kami belajar untuk berjumpa, berdialog, dan bekerja sama dengan orang-orang yang sebelumnya belum kami kenal. Kami belajar tentang etika, komunikasi, serta pentingnya menghargai setiap pribadi dan perbedaan yang ada di sekitar kami. Di balik berbagai tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan kegiatan, tumbuh rasa syukur yang semakin mendalam atas keberagaman yang menjadi bagian dari kehidupan bersama.Aksi Idul Adha 2026 tidak hanya menjadi sarana untuk menyalurkan bantuan berupa hewan kurban, tetapi juga menjadi jembatan yang mempererat tali persaudaraan antara siswa, guru, karyawan, dan masyarakat. Sejalan dengan semangat Serviam, kami diajak untuk terus mengembangkan sikap peduli, melayani dengan tulus, serta membangun relasi yang penuh kasih dan penghargaan terhadap sesama. Kami berharap manfaat dari program ini tidak berhenti pada perayaan Idul Adha tahun ini saja. Semoga relasi yang telah terjalin tetap terjaga, nilai-nilai yang dipelajari terus dihidupi, dan semangat berbagi serta toleransi senantiasa tumbuh dalam hati setiap anggota komunitas Santa Ursula BSD.
Selengkapnya
News Image
Winning Isn’t Everything, Learning Is
Winning and losing are both completely normal parts of life. No one can win all the time, and no one should feel ashamed for losing. What truly matters is how we respond to both situations. In my opinion, success is a gift from God, not something we are automatically guaranteed to receive. Because of that, we should stay grateful when we win and stay strong when we lose.I learned this from my experience at the 2026 National Gymnastics Championship (Kejuaraan Nasional Senam Artistik). My team won first place in the junior team category, but I did not win anything in the uneven bar event finals. At first, I felt disappointed, but later I realized that losing can actually teach us many important lessons. When we lose, we are able to see our mistakes more clearly and understand what we need to improve in the future.Another important thing I learned is that hard work and the process are more valuable than simply standing on the podium. During the competition, I pushed myself out of my comfort zone and gave my best effort. Even without winning every event, I was still proud of the progress I made. Losing does not mean we are weak, sometimes it is the first step toward becoming better and stronger.At the same time, winning should never make us stop improving. Whether we succeed or fail, we should always keep our motivation and continue working hard to become the best version of ourselves. In the end, the real achievement is not only about medals or trophies, but also about growth, discipline, and never giving up.
Selengkapnya
News Image
The Kid in the Hallway
What happens when our own dreams feel out of reach to us?I still remember standing in the school hallway during recess. Kids were coming and going as usual. Some were joking around, some were running toward the cafeteria, and some were busy chatting with their friends. Amidst all that commotion, I was actually lost in my own thoughts. What if I’m not smart enough? What if I’ve tried my best, but still fail? At that moment, those questions felt much louder than the school bell. This journey didn’t start with a victory. Quite the opposite. There were competitions that did not go the way I hoped. There was a scholarship I’d been looking forward to, preparing for, and praying for, but in the end, it was awarded to someone else. It felt like knocking on the same door over and over again and hearing no answer from the other side. The most exhausting part wasn’t the failure itself. The most exhausting part was having to convince myself to try again. But that’s where I began to learn something that cannot be found in textbooks or exam papers. I learned that a person’s worth isn’t increased by a medal and isn’t diminished by a rejection. I learned that courage often looks very simple: come back, learn again, and try again.While attending Santa Ursula BSD since kindergarten, I grew up embracing the Serviam values. These values weren’t always conveyed through formal lessons. Sometimes they came through teachers who continued to believe in me even when I doubted myself. Sometimes they came through friends who encouraged me after a disappointing result. Sometimes they came through the chance to start over.When I received all those awards, I was certainly grateful. But what stands out most in my memory isn’t the day the results were announced. What stands out most are all the days leading up to it.The days when I had to study even when I was tired. The days when I doubted my own abilities. The days when I failed, felt disappointed, and then slowly found a reason to get back up again.Perhaps that is why, when I look back, I no longer think of the medals first. What I remember instead is a child who once stood in the school hallway, wondering if he was good enough. And as it turned out, he didn’t need an answer. He just needed to keep moving forward. Because in the end, light doesn’t always come from victory. Sometimes, growth does not come from winning. It comes from learning, persevering, and refusing to give up.
Selengkapnya

Foto Kegiatan