Profil SMP Santa Ursula BSD

SMP Santa Ursula BSD adalah sekolah Katolik yang menghadirkan pendidikan karakter dengan pendekatan modern untuk menumbuhkan setiap pribadi menjadi manusia yang utuh, cerdas, dan mampu melayani. Kami tidak hanya mendidik siswa untuk menjadi cerdas secara kognitif, tetapi juga membentuk keutuhan pribadi melalui pendampingan spiritual, emosional, sosial, dan moral.

Pendidikan di SMP Santa Ursula BSD berakar pada 6 Nilai Dasar Serviam yakni, Cinta dan Belas Kasih, Integritas, Keberanian dan Ketangguhan, Persatuan, Totalitas, dan Pelayanan. Nilai-nilai tersebut dihidupi dan diintegrasikan dalam setiap kegiatan dan menjadi fondasi dalam pengembangan karakter yang menyeluruh. Dengan nilai-nilai serviam tersebut kami j

Selengkapnya

Mengelola Perubahan

"Jika karena perubahan zaman dan keadaan perlu untuk membuat peraturan baru atau untuk merubah sesuatu, lakukan hal itu dengan kebijaksanaan setelah mendengar nasehat yang baik" 
(WT: 2)

Berita Terbaru

News Image
Alumni Berbagi: Menemukan Arti Persahabatan Sejati Tanpa Bullying di SMP Santa Ursula BSD
"Penasaran," kata itu bergema di benak saya saat guru mengumumkan akan ada kegiatan Alumni Berbagi di SMP Santa Ursula BSD. Pada 14 Agustus 2026, sekolah kami menghadirkan sosok-sosok hebat dari ALUSIA (Alumni Santa Ursula Indonesia). Kelas 7A kedatangan dua alumni yang kini tengah menempuh pendidikan di bangku kuliah, yaitu Kak Dion dan Kak Natya. Senyum hangat mereka memancarkan energi positif di dalam kelas. Terlihat jelas bahwa mereka telah mempersiapkan seluruh rangkaian acara ini dengan sangat matang.Kegiatan diawali dengan perkenalan dari Kak Natya dan Kak Dion. Sebelum masuk ke materi utama, Kak Natya mengajak kami bermain gim "Berdiri Kalau Kamu..." sebagai pembakar semangat. Selain seru, gim ini menjadi sarana refleksi untuk mengukur seberapa jauh kami mengenal teman sekelas. Ada banyak pertanyaan menarik, seperti berdiri jika dalam beberapa minggu terakhir pernah salah menyebut nama teman, atau berdiri jika sudah mengobrol dengan semua teman sekelas. Kak Dion menjelaskan bahwa wajar jika kami belum terlalu akrab, mengingat baru beberapa bulan kami melangkah di gedung SMP ini.Sebagai alumni, Kak Natya dan Kak Dion pernah berada di posisi kami. Kak Natya bercerita tentang pengalamannya saat dahulu menjadi murid baru. Sebagai lulusan dari sekolah terdahulu yang menggunakan bahasa Inggris, ia sempat merasa takut dan kesulitan dalam berbahasa Indonesia. Beruntung, teman-teman sekelasnya dengan tulus membantu tanpa ada yang mengejek atau merundung (bullying). Suasana kelas yang ramah, solid, peduli, dan saling mendukung membuat Kak Natya merasa aman serta mampu melewati tantangan tersebut.Pada sesi kedua, kami berpindah ke aula untuk memainkan gim "Benang Pertemanan". Kami membentuk lingkaran dan bergantian melempar gulungan benang ke teman lain sambil menyebutkan satu hal baik yang pernah dilakukan teman tersebut. Helaian benang yang terhubungkan perlahan membentuk jaring-jaring. Saat memegang ujung benang, terkadang tumpukan benang itu mengendur, tetapi kemudian bisa dipererat kembali. Melalui refleksi kelas, kami belajar bahwa benang tersebut merepresentasikan hubungan pertemanan.Persahabatan terkadang bisa mengendur karena konflik kecil, hal yang wajar dalam dinamika remaja, tetapi selalu bisa direkatkan kembali dengan saling menghargai. Lewat permainan ini, kami juga makin saling mengenal dan menghormati satu sama lain.Acara dilanjutkan dengan dinamika kelompok. Kami dibagi ke dalam kelompok kecil yang menggabungkan lulusan SD Santa Ursula BSD dan SD luar. Tugas kami adalah membangun menara dari sedotan plastik dalam dua sesi yang masing-masing berdurasi 20 menit. Pada sesi pertama, kami dilarang berkomunikasi secara verbal. Tanpa kata-kata, cukup sulit untuk memahami satu sama lain, tetapi kelompok kami tetap berusaha maksimal. Kemudian pada sesi kedua, kami diperbolehkan berkomunikasi sehingga proses pengerjaan menjadi jauh lebih mudah dan lancar karena kami bisa saling bertukar ide.Meski kelompok kami belum menjadi pemenang, pelajaran berharga yang saya petik bukan soal kalah atau menang, melainkan pentingnya proses kerja sama. Kak Dion menegaskan bahwa komunikasi yang jujur dan santun adalah kunci utama untuk menjaga hubungan pertemanan tetap sehat, harmonis, serta bebas dari perundungan. Di tengah aktivitas kelompok, Kak Dion menempelkan sticky notes di setiap meja yang digunakan untuk menuliskan pertanyaan atau pendapat terkait materi hari itu. Kak Natya dan Kak Dion bergiliran menjawab pertanyaan kami, dan karena serunya sesi ini, waktu terasa berlalu begitu cepat.Sebagai penutup kegiatan Alumni Berbagi, kami berfoto bersama dan merumuskan komitmen kelas agar hubungan kami makin solid tanpa sekat. Saya sangat bersyukur dapat mengikuti kegiatan ini karena ada banyak nilai kehidupan yang saya dapatkan. Nilai totalitas saya temukan dari kesungguhan hadir 100% dalam mengikuti seluruh rangkaian acara. Nilai persatuan hadir saat kami saling menghargai pendapat dan bekerja sama dalam kelompok. Sementara itu, nilai keberanian dan ketangguhan tercermin dari keberanian kami untuk bertanya, berpendapat, serta pantang menyerah menghadapi tantangan. Semoga saya bisa terus menjaga pertemanan yang sehat, baik, positif, dan saling merangkul tanpa bullying, baik di dalam maupun di luar sekolah. Terima kasih Kakak-Kakak Alumni, dan terima kasih SMP Santa Ursula BSD atas pengalaman yang sangat berharga ini!
Selengkapnya
News Image
Generasi Muda Bebas Narkoba: Serunya Seminar Anti-Narkoba Bersama BNN di SMP Santa Ursula BSD
Narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Tiga zat tersebut dapat berasal dari bahan alami maupun buatan. Jika dikonsumsi dengan cara dihirup, dimakan, atau disuntikkan, dampaknya sangat berbahaya karena dapat menimbulkan halusinasi, kerusakan organ tubuh, hingga merusak hubungan dengan keluarga dan teman. Oleh karena itu, SMP Santa Ursula BSD menyelenggarakan seminar anti-narkoba bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang Selatan padaJumat, 14 Agustus 2026, di aula sekolah. Seminar ini mengajak kami untuk berani mencegah penyalahgunaan narkoba sekaligus menerapkan pola hidup sehat.Kegiatan diawali dengan perkenalan dari tim BNN Kota Tangerang Selatan, lalu dilanjutkan dengan sesi ice breaking yang seru untuk membakar semangat kami. Selama kegiatan berlangsung, kami mendapatkan banyak penjelasan penting mengenai zat-zat berbahaya yang terkandung dalam narkoba, jenis-jenisnya, serta dampak buruknya bagi kesehatan fisik maupun mental. Melalui seminar ini, kami makin menyadari bahwa narkoba tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga merusak hubungan sosial dengan orang-orang terdekat.Hal terpenting yang kami pelajari adalah keberanian untuk menolak narkoba dan pentingnya menjaga diri sendiri. Mencegah penyalahgunaan narkoba bukan hanya tanggung jawab pribadi, melainkan juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Ketika kita berani menolak ajakan yang salah dan saling mengingatkan sesama teman, kita sudah menunjukkan rasa peduli dan tanggung jawab demi masa depan. Jadi, mari kita kumpulkan tekad, keberanian, dan ketegasan untuk berkata TIDAK pada narkoba!
Selengkapnya
News Image
Belajar Bijak di Dunia Maya: Serunya Seminar Bermedia Sosial di SMP Santa Ursula BSD
Pada hari Kamis, 20 Agustus, saya dan teman-teman kelas VII mengikuti seminar bermedia sosial di SMP Santa Ursula BSD. Sehari sebelum kegiatan, kami sudah dibagi menjadi beberapa kelompok. Pada hari pelaksanaan, tempat kegiatan murid perempuan dan laki-laki dipisah. Murid perempuan dikumpulkan di aula bersama Kak Clara, sedangkan murid laki-laki berada di perpustakaan. Seminar berlangsung seru dari pukul 07.00 hingga 10.00 WIB.Selama kegiatan, Kak Clara mengajak kami belajar cara bermedia sosial yang baik melalui permainan stand up if dan diskusi kelompok. Beliau menjelaskan dampak positif serta negatif media sosial dan mengenalkan beberapa istilah penting. Istilah tersebut antara lain peer pressure atau tekanan ikut-ikutan teman agar bisa diterima dalam kelompok, cyberbullying yang merupakan perundungan di media sosial, serta digital footprint atau jejak digital seperti komentar dan unggahan yang kita tinggalkan di dunia maya. Kami juga menonton video pendek serta saling berbagi pengalaman sebelum mengakhiri sesi dengan foto bersama dan mengucapkan terima kasih kepada Kak Clara.Menariknya, materi seminar ini sangat mencerminkan nilai-nilai Serviam di sekolah kami. Nilai Cinta dan Belas Kasih terlihat dari sikap kami yang menjaga ketenangan selama acara. Nilai Integritas terwujud saat kami jujur mengakui kebiasaan dalam permainan stand up if, seperti berdiri jika hal pertama yang dipegang saat bangun tidur adalah ponsel. Nilai Keberanian dan Ketangguhan melatih kami berani menolak pengaruh negatif media sosial. Sementara itu, nilai Persatuan sangat terasa saat kami bekerja sama menyelesaikan tugas kelompok.Dari kegiatan ini, saya belajar bahwa kita harus bijak menggunakan teknologi yang terus berkembang. Walaupun media sosial memudahkan kita untuk mencari informasi dan berteman, kita tetap harus menyaring konten sesuai kebutuhan serta selalu menghargai hak dan privasi orang lain.
Selengkapnya
News Image
Menemukan Integritas dan Rumah Baru: Pengalaman Berharga Selama Satu Minggu MPLS di SMP Santa Ursula BSD
Jenjang SMP di Sekolah Santa Ursula BSD merupakan sebuah petualangan baru yang sangat mendebarkan bagi saya sebagai lulusan SD. Pada hari pertama, rasa cemas dan canggung sempat menyelimuti pikiran saya ketika melangkah ke area sekolah yang begitu luas dan megah. Ketakutan saya makin bertambah ketika mengetahui bahwa saya ditempatkan di kelas VII-E, kelas yang letaknya paling terpisah dibanding kelas lainnya. Saat itu, muncul pikiran kekanak-kanakan bahwa saya diletakkan di kelas ini karena memiliki kemampuan akademis yang lebih rendah. Namun, prasangka buruk tersebut seketika sirna ketika saya disambut oleh senyuman ramah dari para guru, karyawan, dan teman-teman baru yang sangat hangat.Rangkaian kegiatan MPLS dimulai pada hari Senin, 13 Juli 2026 dengan berkumpul di Aula untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Serviam, serta menyaksikan penayangan jingle MPLS "SWIM" dan perkenalan jajaran guru maupun yayasan. Sesi berikutnya diisi dengan pemaparan Visi-Misi sekolah, 3 Daya Jiwa, serta 6 Nilai Serviam yang menjadi fondasi utama karakter seorang Sanurian. Setelah kembali ke kelas VII-E, wali kelas kami, Bu Rianti, mengajak kami melakukan dinamika perkenalan diri yang sangat seru dari abjad A sampai Z. Melalui aktivitas tersebut, saya mulai berkenalan dengan teman-teman seperti Michael dan Archie, dan menghafal nama seluruh teman sekelas dari Adelle hingga Viola. Kegiatan hari pertama ini diakhiri dengan pengingat penting bahwa setiap hari Senin dan Jumat kami wajib membawa makanan sehat demi menjaga kebugaran tubuh.Memasuki hari Selasa hingga Rabu, 14–15 Juli 2026, kami makin mendalami aturan dan budaya di sekolah baru ini. Kegiatan diawali dengan hening, doa, dan refleksi jurnal, lalu dilanjutkan dengan dinamika kelompok menyusun aksi nyata 6 Nilai Serviam dan 10 Nilai Santa Ursula yang menggabungkan siswa feeder dan non-feeder. Pada hari Rabu, Bu Eus memberikan sosialisasi Pedoman Perilaku dan Tata Tertib Sekolah di Aula yang sangat membuka mata kami. Penjelasan mengenai tanda "x" berwarna hitam menegaskan bahwa pelanggaran berat dapat menyebabkan siswa dikeluarkan dari sekolah. Kami juga diajarkan aturan seragam, pembiasaan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), hingga melakukan FGD komitmen kelas dan pemilihan ketua serta wakil ketua kelas VII-E.Hari Kamis dan Jumat, 16–17 Juli 2026, menghadirkan pengalaman yang tak kalah seru dan berkesan. Setelah senam pagi di lapangan, kami mengikuti Tour Kampus yang dipandu oleh kakak-kakak OSIS untuk mengelilingi komplek sekolah yang sangat luas. Kami diajak melihat gedung SMP dan SMA, area parkir, beberapa lapangan basket dan voli, hingga fasilitas pengomposan sampah. Tidak hanya itu, kami diajak berdinamika kelompok dengan memainkan permainan kekompakan kelas. Ada permainan voli dengan bola yang sangat besar, memindahkan bola dengan tali rafia, dan menggelindingkan bola dengan pipa. Semua itu untuk menguji kekompakan dalam satu kelas. Pada hari Jumat, kami mendapatkan materi pengembangan diri dari Tim Psikolog di Hall serta pemaparan Personal Brand Image oleh Bu Eus untuk membangun citra diri yang berkarakter. Puncak MPLS pada hari Senin, 20 Juli 2026 diisi dengan berbagi cara belajar dari kakak-kakak OSIS, sesi "Metode Berpikir" bersama Pak Haryo di Aula, serta penutupan Assembly meeting. Seluruh rangkaian acara ini, menegaskan saya bahwa nilai integritas menjadi hal paling berharga yang saya pelajari, yaitu keberanian untuk jujur, konsisten, dan bertanggung jawab atas setiap tindakan meskipun menyadari ada beberapa hal yang tertinggal saat di SD dulu. Saya merasa optimis mampu mengejar dan beradaptasi dengan sistem baru di sekolah ini. Sekolah Santa Ursula BSD telah membuktikan diri sebagai komunitas Katolik yang kuat (persatuan), melayani, dan berintegritas tinggi. Dengan bimbingan guru-guru yang ramah dan dukungan teman-teman, saya siap melangkah menjadi siswa kelas VII dengan penuh semangat untuk menata masa depan.
Selengkapnya
News Image
Cinta Lingkungan: Menumbuhkan Kepedulian, Menghidupi Ekologi dalam Aksi
Kegiatan Cinta Lingkungan merupakan salah satu program yang diselenggarakan di Kampus Santa Ursula BSD untuk menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sejak dini. Melalui berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan, peserta didik diajak untuk memahami bahwa menjaga kelestarian alam bukan hanya sebuah kewajiban, melainkan juga wujud nyata cinta dan rasa syukur atas anugerah bumi yang kita tempati bersama.Di jenjang SMP, terdapat tiga kegiatan utama dalam rangkaian program Cinta Lingkungan, yaitu pengomposan, pemilahan sampah, dan hidroponik. Secara khusus, Seksi Pembantu Umum BP OSIS 2025 bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan pengomposan dan pemilahan sampah serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.Kegiatan pengomposan dilakukan dengan memanfaatkan daun-daun kering yang dikumpulkan dari pepohonan di lingkungan Kampus Santa Ursula BSD. Daun-daun tersebut digiling hingga lebih halus, kemudian difermentasikan sehingga dapat diolah menjadi kompos organik yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman. Melalui proses ini, kami belajar bahwa sesuatu yang sering dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah kembali menjadi sumber kehidupan yang baru.Sementara itu, kegiatan pemilahan sampah dilakukan dengan memilah kembali sampah yang terdapat di berbagai tempat sampah di lingkungan SMP Santa Ursula BSD. Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran peserta didik untuk memilah sampah secara mandiri dan bertanggung jawab. Dengan memahami jenis-jenis sampah serta cara pengelolaannya, kami belajar bahwa menjaga lingkungan dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.Melalui seluruh rangkaian kegiatan Cinta Lingkungan, kami mempelajari nilai kehidupan yang luhur, yaitu mencintai dan menjaga alam melalui tindakan nyata. Kami menyadari bahwa perubahan besar tidak selalu harus dimulai dari langkah yang besar. Justru, kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan dengan kesadaran dan ketekunan dapat memberikan dampak yang berarti bagi lingkungan di sekitar kita.Program ini juga bersifat inklusif. Tidak hanya dijalankan oleh Badan Pengurus OSIS, kegiatan ini mengajak seluruh siswa dan siswi untuk turut berpartisipasi aktif. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, Seksi Pembantu Umum secara bergantian mengajak dan mendampingi setiap kelas untuk terlibat dalam kegiatan pemilahan sampah dan pengomposan. Seiring berjalannya waktu, komunikasi yang awalnya terasa canggung berkembang menjadi lebih akrab, hangat, dan interaktif. Dari sini, kami belajar bahwa kepedulian terhadap lingkungan juga dapat menjadi sarana untuk membangun relasi dan bekerja sama dengan sesama.Semangat cinta lingkungan juga kami sebarkan melalui berbagai media. Video rekap mingguan dipublikasikan melalui Instagram Story akun @humasmp, sementara video tutorial diunggah melalui kanal YouTube Sanur Caught On Tape. Tidak hanya itu, pengalaman dan pembelajaran yang kami peroleh juga kami bagikan kepada pihak eksternal melalui program SAHABAT 2026 dengan mengundang BP OSIS SMP Al Izhar Pondok Labu. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi dan pembelajaran bersama untuk saling menginspirasi dalam menjaga lingkungan.Kegiatan Cinta Lingkungan di Kampus Santa Ursula BSD mengajarkan kami untuk peduli dan bertanggung jawab terhadap alam melalui tindakan yang sederhana namun bermakna. Melalui pengomposan dan pemilahan sampah, kami belajar bahwa apa yang tampak sebagai limbah dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai guna, bahkan bernilai ekonomis. Lebih dari itu, kami belajar untuk menghargai setiap proses, sekecil apa pun, yang dapat membawa perubahan positif bagi lingkungan. Kami berharap semangat cinta lingkungan ini terus tumbuh, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, menjaga bumi bukanlah tugas segelintir orang, melainkan panggilan bersama untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi sekarang dan yang akan datang. Salam Ekologis!
Selengkapnya
News Image
MORFFISA: Menumbuhkan Semangat Hidup Sehat dan Cinta Budaya dalam Semangat Serviam
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, kehidupan remaja saat ini tidak dapat dipisahkan dari dunia digital. Kemudahan yang ditawarkan teknologi sering kali membuat aktivitas fisik dan interaksi langsung semakin berkurang. Menyadari tantangan tersebut, Seksi Olahraga OSIS SMP Santa Ursula BSD menghadirkan program MORFFISA (Morning Fresh & Fit @Sanur) sebagai sarana untuk mengajak seluruh siswa membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus mengenal kembali kekayaan budaya Indonesia melalui kegiatan senam pagi dan permainan tradisional.Kegiatan MORFFISA dilaksanakan secara rutin dua kali dalam sebulan sebelum pembelajaran dimulai. Melalui gerakan senam yang energik dan berbagai permainan tradisional seperti gobak sodor, bakiak, dan bentengan, siswa diajak untuk bergerak aktif, bekerja sama, serta menikmati kebersamaan dengan teman-teman. Kegiatan sederhana ini menjadi pengingat bahwa kesehatan fisik merupakan bagian penting dalam proses belajar dan pengembangan diri. Tubuh yang sehat dan bugar membantu siswa untuk lebih siap menjalani aktivitas belajar dengan penuh semangat dan sukacita.Lebih dari sekadar kegiatan olahraga, MORFFISA juga menjadi wadah untuk menghidupi nilai-nilai Serviam, khususnya totalitas dan kepekaan. Totalitas diwujudkan melalui kesungguhan siswa dalam mengikuti setiap kegiatan, memberikan usaha terbaik, dan berpartisipasi secara aktif. Sementara itu, kepekaan tercermin dalam kesadaran untuk menjaga serta melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda. Melalui pengalaman bermain bersama, siswa belajar menghargai kebersamaan, sportivitas, dan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.Melalui MORFFISA, SMP Santa Ursula BSD berharap dapat membentuk generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap budaya dan lingkungan sekitarnya. Kebiasaan baik yang dibangun secara konsisten akan menjadi bekal berharga bagi siswa untuk bertumbuh menjadi pribadi yang utuh, berkarakter, dan siap melayani. Dengan semangat Serviam, setiap langkah, gerakan, dan kebersamaan yang terjalin dalam MORFFISA menjadi wujud nyata pembelajaran yang mengembangkan tubuh, hati, dan jiwa secara seimbang.
Selengkapnya
News Image
Antusiasme dan Sportivitas Warnai Hari Pertama KREAVORA
“KREAVORA”, singkatan dari Kreasi dan Olahraga, merupakan program kolaborasi Seksi Olahraga dan Seksi Kesenian BP OSIS 2026 SMP Santa Ursula BSD yang mengusung tema “Art in Motion”. Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari, yaitu pada Jumat, 5 Juni 2026 dan Senin, 8 Juni 2026, dengan melibatkan seluruh siswa kelas VII dan VIII. Melalui KREAVORA, siswa diajak untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menunjukkan kemampuan di bidang olahraga dalam suasana yang penuh semangat dan kebersamaan.Hari pertama KREAVORA diawali dengan berkumpulnya seluruh siswa di lapangan olahraga SMP Santa Ursula BSD. Acara dibuka dengan doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta Senam Anak Indonesia Hebat sebagai pemanasan sebelum pertandingan dimulai. Setelah sambutan dari Kepala SMP Santa Ursula BSD, Ibu Cicilia Budilestari, panitia menjelaskan peraturan setiap cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Pada hari pertama para siswa mengikuti pertandingan futsal, basket, voli modifikasi, dan bola tembak. Selain itu, terdapat pula lomba pembuatan short video yang diikuti oleh perwakilan setiap kelas untuk mendokumentasikan keseruan kegiatan.Suasana lapangan pun berubah menjadi semakin meriah ketika pertandingan dimulai. Sorakan dukungan dari para penonton, bunyi peluit wasit, dan komentar yang membakar semangat menciptakan atmosfer kompetisi yang seru sekaligus hangat. Setiap kelas menunjukkan kekompakan dan semangat juang yang tinggi. Bahkan, beberapa kelas membawa banner sebagai bentuk dukungan kepada tim mereka. Tidak hanya para pemain yang tampil maksimal, peserta lomba short video juga berkeliling mengabadikan berbagai momen menarik sepanjang kegiatan, mulai dari aksi di lapangan hingga ekspresi kegembiraan para siswa.Meski cuaca semakin panas menjelang siang, semangat para peserta tidak surut. Dengan sistem pertandingan gugur, setiap tim berusaha memberikan penampilan terbaiknya untuk melaju ke babak selanjutnya. Ada yang harus menerima kekalahan, ada pula yang berhasil meraih kemenangan. Namun, di akhir pertandingan, seluruh pemain saling berjabat tangan dan memberikan apresiasi satu sama lain sebagai bentuk sportivitas. Kegiatan hari pertama ditutup dengan doa bersama dan menyanyikan lagu Mars Serviam.KREAVORA tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi, mempererat relasi antar teman, serta belajar mengenai kerja sama, sportivitas, dan integritas. Kebersamaan yang tercipta sepanjang kegiatan menunjukkan bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan. Nilai-nilai Serviam, khususnya integritas, tercermin melalui sikap jujur, adil, dan bertanggung jawab yang ditunjukkan para siswa. Melalui pengalaman ini, siswa SMP Santa Ursula BSD diajak untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang utuh, cerdas, dan melayani.
Selengkapnya

Foto Kegiatan