Dengan penuh rasa syukur, keluarga besar SMA Santa Ursula BSD bersama para lulusan dan orang tua berkumpul dalam acara Temu Purna Siswa Angkatan XXVIII. Perjumpaan ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan pembelajaran para siswa di jenjang SMA sekaligus simbol penyerahan kembali para lulusan kepada orang tua untuk melanjutkan langkah mereka menuju masa depan.
Suasana khidmat telah terasa sejak awal acara melalui prosesi perarakan pembuka yang menghadirkan “cucuk lampah” dengan karakter Gatotkaca. Kehadiran Gatotkaca bukan sekadar sebagai pembuka jalan, melainkan juga sebagai simbol pengantar perjalanan para lulusan menuju kehidupan yang lebih luas. Figur Gatotkaca melambangkan harapan agar para lulusan tumbuh menjadi pribadi yang kuat dalam nilai, rendah hati dalam pelayanan, serta berani membawa kebaikan di tengah masyarakat.
Diiringi alunan musik tradisional Jawa, langkah Gatotkaca yang penuh wibawa menghadirkan filosofi tentang keberanian untuk terus melangkah, keteguhan dalam menghadapi tantangan, dan semangat pantang menyerah dalam memperjuangkan hal-hal baik. Nuansa budaya yang dihadirkan dalam prosesi ini memberikan makna mendalam bahwa setiap perjalanan hidup membutuhkan keberanian, kebijaksanaan, dan hati yang tulus.
Prosesi semakin bermakna dengan kibaran bendera Merah Putih dan bendera Serviam yang dibawakan oleh para siswa kelas XI. Kedua bendera tersebut menjadi simbol bahwa para lulusan diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta kepada bangsa dan negara sekaligus menghidupi semangat Serviam dalam setiap langkah kehidupan mereka. Semangat melayani, peduli, dan berbela rasa diharapkan terus menjadi bagian dari identitas para lulusan SMA Santa Ursula BSD.
Rasa syukur dalam Temu Purna Siswa semakin mendalam melalui sambutan yang disampaikan oleh Sr. Edith, OSU dan Bapak Catur Agus Sancoko. Dalam sambutannya, keduanya menyampaikan apresiasi atas perjuangan para lulusan selama menempuh pendidikan di SMA Santa Ursula BSD. Tidak hanya itu, mereka juga memberikan pesan perutusan agar para lulusan terus bertumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berintegritas, rendah hati, dan mampu membawa dampak positif dimanapun mereka berada.
Sebagai bentuk penghargaan atas usaha, kerja keras, dan daya juang para siswa, sekolah memberikan berbagai apresiasi di bidang akademik maupun non-akademik. Penghargaan tersebut menjadi ungkapan syukur atas ketekunan, semangat belajar, dan dedikasi yang telah ditunjukkan para lulusan selama menjalani proses pendidikan. Momen ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap pencapaian lahir dari proses panjang yang dijalani dengan kesungguhan, disiplin, dan semangat untuk terus berkembang.
Kehangatan acara semakin terasa melalui sambutan dari perwakilan orang tua dan perwakilan lulusan. Dalam refleksi yang disampaikan, tergambar perjalanan panjang yang telah dilalui bersama, mulai dari tantangan, dukungan, hingga kebersamaan yang menjadi bagian penting dalam proses pertumbuhan setiap siswa. Dukungan keluarga, pendampingan para guru, serta persahabatan yang terjalin selama masa sekolah menjadi fondasi berharga yang akan terus dikenang oleh para lulusan.
Tidak hanya itu, persembahan dari para lulusan turut menghadirkan suasana haru dan penuh makna. Melalui persembahan tersebut, para siswa menyampaikan ungkapan kasih, rasa terima kasih, dan kenangan kepada seluruh anggota komunitas sekolah yang telah mendampingi perjalanan mereka. Momen ini menjadi pengingat bahwa perjalanan pendidikan bukanlah perjalanan yang ditempuh sendiri, melainkan perjalanan bersama yang dipenuhi perhatian, dukungan, dan cinta dari banyak pihak.
Puncak kegiatan Temu Purna ditandai dengan pemasangan Pin Serviam Angkatan XXVIII. Momen ini menjadi simbol selesainya perjalanan para siswa di SMA Santa Ursula BSD sekaligus penanda kesiapan mereka untuk melangkah menuju dunia yang lebih luas. Pin Serviam tidak hanya menjadi tanda kelulusan, tetapi juga lambang nilai-nilai yang akan terus dibawa dan dihidupi dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Temu Purna Siswa Angkatan XXVIII, SMA Santa Ursula BSD kembali menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik semata. Pendidikan juga merupakan proses pembentukan karakter, penguatan hati untuk melayani, serta penumbuhan kepedulian terhadap sesama. Dengan semangat Serviam, para lulusan diharapkan mampu menjadi pribadi yang berintegritas, memiliki kepedulian sosial, dan terus membawa nilai-nilai kebaikan dalam setiap langkah kehidupan mereka.
Dokumentasi: Nicole dan Keira XI-E