Proyek Literasi Bahasa Inggris Lanjutan Siswa Kelas XI melalui Antologi Cerpen Berbahasa Inggris

  • Posted: 2026-01-28
  • By: Beatrix Virgini Cipta Konsepsion (XI A/7)

Tangerang, 25 Januari 2026 - Siswa Kelas XI SMA Santa Ursula BSD yang mengambil mata pelajaran Bahasa Inggris Lanjutan melaksanakan proyek literasi berupa penulisan dan pembuatan kumpulan cerita pendek yang disatukan dalam buku (antologi cerpen) dengan menggunakan Bahasa Inggris sebagai tugas akhir semester 3, tahun pelajaran 2025-2026.  Karya cerpen ditulis oleh 118 siswa (dari lima kelas) secara individu dan digabungkan dalam satu buku (antologi) cerpen untuk setiap kelasnya. 

 

Mata pelajaran Bahasa Inggris Lanjutan merupakan mata pelajaran pilihan yang bertujuan mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris siswa secara lebih mendalam, khususnya dalam pemahaman dan penulisan teks sastra, dalam bentuk fiksi. Melalui pembelajaran ini, siswa dilatih untuk mengekspresikan ide, imajinasi, kreativitas serta mengolah empati dalam bentuk karya tulis berbahasa Inggris.

 

Proyek penulisan dan pembuatan antologi cerpen berbahasa Inggris ini dilaksanakan selama Semester 3 oleh siswa yang mengambil mata pelajaran Bahasa Inggris Lanjutan, yaitu kelas XIA, XIB, XIC, XID, dan XIE. Selama proses pembelajaran di semester 3, siswa memperoleh materi pendukung penulisan cerpen, seperti Introduction to Literature, Elements of Fiction, Genres of Literature, serta Literary Devices.  Proses pembuatan cerpen dilakukan secara bertahap, mulai dari analisis cerpen karya sastrawan sebagai referensi, penyusunan kerangka cerita / outline, proses penulisan,  revisi, konsultasi, hingga pengumpulan produk akhir cerpen.

 

Setelah cerpen diselesaikan, naskah terlebih dahulu diperiksa baik dari segi isi dan bahasanya oleh Bapak Victor Puguh Harsanto sebagai guru pendamping.  Selanjutnya, setiap kelas membentuk tim kecil yang bertugas sebagai penyunting bahasa untuk melakukan pengecekan ejaan dan tata bahasa. Setelah memperoleh persetujuan akhir oleh guru pendamping, naskah dikompilasi dan diserahkan kepada tim penyunting dan penata buku untuk proses penyusunan dan pencetakan antologi.

 

Proses pembuatan antologi cerpen ini didukung oleh tim pembuatan buku di setiap kelas dengan pembagian peran yang jelas. Koordinator proyek dan pencetakan bertugas mengatur alur kerja serta memastikan proses pencetakan berjalan dengan baik. Penata letak, desainer sampul, dan ilustrator bertanggung jawab atas tampilan dan visual buku.

 

Dokumentasi dan konsep visual didukung oleh fotografer dan penata busana untuk profil penulis yang diletakkan di bagian akhir antologi. Dari sisi kebahasaan, naskah cerpen disunting oleh P. Victor sebagai editor dan diperiksa kembali oleh tim penyunting bahasa untuk memastikan ketepatan ejaan dan tata bahasa sebelum buku dicetak.  Dengan melakukan hal ini, kesalahan dalam bahasa tulis dapat diminimalisir. 

 

Setiap kelas menyusun buku antologi cerpen dengan judul yang mencerminkan identitas serta pengalaman siswa saat membuat antologi. Setiap judul dipilih bersama sebagai gambaran kebersamaan siswa dalam satu kelas saat mengikuti mata pelajaran Bahasa Inggris Lanjutan.

 

Kelas XI-A memberi nama antologi mereka By The Waves yang menggambarkan siswa sebagai gelombang yang terus bergerak bersama dalam satu kesatuan kelas.  Nama kolektif Vagues de la Mer, yang berarti “gelombang laut”, dipilih untuk memperkuat makna kebersamaan tersebut.

 

Kelas XI-B mengusung judul Our Youth in Ink sebagai wadah untuk menuangkan ide, imajinasi, dan pengalaman masa remaja siswa. Mereka menggambarkannya dengan 26 Pens yang melambangkan keberagaman gaya menulis dari 26 siswa dalam satu kelas.

 

Sementara itu, kelas XI-C memilih judul The Tales from the Pine Tree yang menggambarkan keteguhan dan kebersamaan siswa dalam menjalani proses pembelajaran. Nama kolektif Sonder digunakan untuk menekankan bahwa setiap penulis memiliki latar belakang dan pengalaman yang beragam.

 

Sementara itu, kelas XI-D memilih judul Echo, yang berbicara tentang kerinduan, kehilangan, dan diri yang larut menjadi gema. Cerita dalam antologi ini menggambarkan bagaimana kenangan kita terus hidup walau hanya dalam suara yang bergema. Nama bersama Elysian digunakan sebagai identitas penulis kelas XI-D.

 

Dan kelas terakhir yaitu kelas XI-E menggunakan judul Star Woven, yang melambangkan cerita-cerita siswa yang saling terhubung dalam satu buku. Nama kolektif The Flibbertigibbets menggambarkan siswa yang gemar bercerita dan berimajinasi.

 

Melalui proyek penulisan dan pembuatan antologi cerpen ini, siswa tidak hanya dapat mengembangkan kemampuan literasi dalam Bahasa Inggris khususnya keterampilan dalam menulis, namun juga kreativitas, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama. Bapak Victor menuturkan, “Menulis fiksi adalah perjalanan reflektif yang membantu kita untuk mengenal diri kita dengan lebih baik.”

 

Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bermakna serta upaya meningkatkan budaya literasi di lingkungan sekolah.  Program ini telah berjalan selama 10 tahun di bawah bimbingan Bapak Victor sebagai guru mata pelajaran Bahasa Inggris Lanjutan.  

 

Semoga kegiatan ini dapat secara konsisten dilaksanakan dan dikembangkan sebagai ruang ekspresi dan apresiasi karya sastra dari para siswa dan dapat menjadi bagian penting dari proses pembelajaran yang berkelanjutan dan penuh makna.