Pada hari Kamis dan Jumat (5 dan 6 Februari 2026), siswa SD Santa Ursula BSD terasa istimewa. Hari itu kami mengikuti kegiatan Praremaja di Gedung Serbaguna. Tujuan kegiatan ini adalah menyiapkan para siswa agar siap memasuki dunia praremaja dengan segala perkembangan yang terjadi, baik fisik maupun psikis. Dalam kegiatan ini, siswa dibagi menjadi 2 kelompok: siswa laki-laki berada di lantai bawah, sedangkan siswa perempuan berada di lantai atas.
Saya akan menceritakan kegiatan di kelompok perempuan. Hari pertama, kami dibimbing oleh Dokter Leonita. Kami mempelajari tentang pubertas dan perubahan apa saja yang akan terjadi. Dokter menjelaskan banyak hal tentang tubuh perempuan, seperti bagian tubuh yang mengalami perubahan seiring pertumbuhan kami dan bagaimana proses kehamilan terjadi. Dokter juga membahas tentang rasa sakit yang dirasakan saat awal menstruasi dan cara mengatasinya. Kami juga diajarkan cara menggunakan pembalut, tampon, dan menstrual cup. Kami menonton video tentang siklus menstruasi bersamaan dengan proses kehamilan. Terakhir, ada sesi tanya-jawab bersama dokter. Banyak sekali teman yang bertanya tentang kehamilan. Dokter menjawab semua pertanyaan dengan sabar.
Hari kedua, kami dibimbing oleh Kak Febi dan Kak Patricia. Kami mempelajari materi “Membangun Relasi Sehat dengan Diriku dan Sesamaku”. Kami juga membahas sebuah topik yaitu “Saring sebelum Sharing”. Tujuannya adalah agar para perempuan mengetahui relasi yang baik dan yang tidak baik, serta memahami cara menghindari kekerasan sosial. Kak Febi juga menasihati kami untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial serta tidak boleh mengunggah hal-hal yang tidak sopan, bersifat pribadi, dan tidak baik untuk anak-anak. Kami juga mengetahui bahwa tubuh kita adalah tubuh yang kudus karena diciptakan oleh Allah dan harus menjaganya dengan baik. Agar lebih memahami, kami juga ditunjukkan video tentang cara menghindari kekerasan seksual. Terakhir, ada sesi tanya-jawab, dan Kak Febi serta Kak Patricia menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan sabar.
Kegiatan Praremaja kali ini sangat bermanfaat bagi para murid agar dapat bersiap menghadapi pubertas dan memasuki dunia praremaja. Saya juga menyadari betapa pentingnya komunikasi tentang proses pubertas ini bersama orang tua. Terima kasih kepada para narasumber yang telah bersedia membimbing kami dalam kegiatan ini. Semoga kami bisa bertemu lagi di tahap pembelajaran berikutnya.