“Pagi, Pagi, Pagi… Ursula, Luar Biasa!” Pelatihan Fisik dan Mental Kelas X SMA Santa Ursula BSD di Gunung Salak Endah

  • Posted: 2026-01-27
  • By: Nadine Aruna Widinugroho - XB / 31

SMA Santa Ursula BSD menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Fisik dan Mental bagi para murid kelas X pada Rabu–Kamis, 14–15 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Pusat Pendidikan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Rindam Jaya, Gunung Salak Endah, Bogor, dengan tujuan membentuk karakter murid yang tangguh secara fisik, kuat secara mental, serta berjiwa disiplin dan setia kawan. Pelatihan ini diikuti oleh seluruh murid kelas X sebagai bagian dari program pembinaan karakter sekolah. Sebelum pelaksanaan, sekolah telah mengadakan dua kali sosialisasi dan pelatihan awal guna membekali para murid agar siap menghadapi situasi baru serta mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan yang menantang.

Perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar tiga jam menggunakan bus, kemudian dilanjutkan dengan truk militer menuju kawasan Dodiklatpur. Setibanya di lokasi, para murid langsung diarahkan untuk berbaris per kelas dan mulai merasakan suasana disiplin khas militer. Sejak saat itu, para murid dibiasakan merespons sapaan dengan yel-yel penuh semangat, “Pagi, pagi, pagi… Ursula, luar biasa!”, sebagai bentuk penghargaan dan semangat kebersamaan.Para murid kemudian menempati barak sederhana sebagai tempat beristirahat. Meski fasilitas terbatas dengan tempat tidur kayu tanpa sekat, pengalaman ini justru menjadi sarana belajar untuk beradaptasi, mandiri, dan saling menghargai. Setelah upacara pembukaan dan pemeriksaan kesehatan, kegiatan dilanjutkan dengan mancakrida, yakni rangkaian tantangan fisik yang meliputi tali merayap, jaring laba-laba, dan snappling.

Dalam kegiatan tali merayap, para murid diuji keberanian dan kekuatan fisiknya untuk menyeberangi tali sepanjang lima meter. Meski tidak sedikit yang mengalami lecet akibat gesekan tali, semangat untuk menyelesaikan tantangan tetap terjaga. Tantangan jaring laba-laba melatih ketangkasan dan kepercayaan diri dengan tetap mengutamakan keselamatan melalui penggunaan tali pengaman. Sementara itu, kegiatan snappling dengan menuruni dinding setinggi sekitar 10 meter menjadi aktivitas yang paling dinantikan, meski tidak semua murid dapat mengikutinya karena keterbatasan waktu dan kondisi cuaca. Waktu makan pun menjadi bagian dari proses pembelajaran. Para murid menerapkan budaya makan ala militer: makan bersama dalam waktu 15 menit, menghabiskan makanan, dan bertanggung jawab atas kebersihan peralatan makan. Setelah makan malam, para murid dibagi dalam kelompok kecil untuk mengikuti jurit malam, sebuah misi menyusuri hutan pada malam hari guna melatih keberanian, fokus, dan kerja sama. Meski sebagian besar kelompok belum berhasil menyelesaikan misi, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga tentang kekompakan dan tanggung jawab.

Malam hari ditutup dengan kegiatan “api semangat”, ditandai dengan api unggun, penciuman bendera Merah Putih, serta doa pribadi. Kegiatan reflektif ini menjadi momen penting bagi para murid untuk menyadari tujuan kehadiran mereka dan menumbuhkan kembali semangat juang.

Hari kedua diawali dengan senam pagi, sarapan, dan latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan team building yang dikemas secara menyenangkan namun tetap menuntut konsentrasi, kerja sama, dan kecepatan merespons instruksi. Setelah itu, para murid kembali diuji ketangguhannya melalui latihan fisik di lapangan berlumpur, seperti merayap dan tiarap bersama, yang menanamkan nilai pantang menyerah dan kepatuhan terhadap tugas.

Sebagai penutup, para murid berjalan kaki menuju Curug Kondang yang berjarak sekitar setengah kilometer dari kawasan pelatihan. Waktu di curug dimanfaatkan untuk beristirahat, bermain air, dan menikmati kebersamaan sebagai bentuk apresiasi setelah melewati rangkaian kegiatan yang menguras fisik dan mental. Kegiatan kemudian ditutup dengan upacara penutupan, makan siang, dan perjalanan kembali ke sekolah. Melalui Pelatihan Fisik dan Mental ini, para murid kelas X SMA Santa Ursula BSD memperoleh pembelajaran bermakna tentang kerja sama, kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, serta sikap saling menghargai. Pengalaman dua hari satu malam ini menjadi bekal berharga dalam proses pembentukan karakter, sekaligus kenangan yang akan terus diingat sebagai bagian penting dari perjalanan para murid di SMA Santa Ursula BSD.