Dari Ruang Latihan yang Sederhana Menuju Panggung FLS3N
Apakah kita pernah membayangkan, bagaimana proses perkembangan seorang penyanyi profesional? Apakah mereka memulai dari latihan setiap hari? Atau mungkin mereka memulai dari sebuah kompetisi? Namun, satu hal yang pasti perjuangan akan menghasilkan keberhasilan.
Hari itu dimulai dari seorang murid yang sudah memantapkan langkahnya untuk melangkah ke tahap selanjutnya. murid tersebut bernama Ricardo Alfaro Raditya Pradipta atau biasa dipanggil Ricardo. Ia adalah seorang murid kelas XII-D yang telah mewakili Kota Tangerang Selatan di ajang Festival Lomba Seni dan Sastra murid Nasional (FLS3N) tingkat provinsi Banten dalam cabang lomba solo vokal putra.
Dalam ajang FLS3N tingkat provinsi tahun ini telah dilaksanakan selama tiga hari yaitu dimulai pada tanggal 26-28 Agustus 2026. Terdapat beberapa cabang lomba mulai dari seni sampai sastra, seperti; baca puisi, cipta puisi, cipta lagu, solo vokal putri, solo vokal putra, desain poster, fotografi, instrumen solo gitar, jurnalistik, kriya, komik digital, menulis cerita pendek (cerpen), monolog, tari kreasi, dan kreativitas musik tradisional.
Pada hari pertama belum dimulai dengan perlombaan, tetapi pada pukul 14.00 WIB seluruh peserta melakukan check-in kamar hotel. Para peserta mempunyai waktu luang dengan memanfaatkannya untuk berlatih vokal dan istirahat sejenak. Dalam satu kamar terdapat dua peserta perlombaan dari cabang lomba yang berbeda. Pada sore hari tepatnya pukul 16.00 WIB, rangkaian ajang FLS3N ini dimulai dengan acara pembukaan. Pembukaan kali ini, dimulai dengan kata sambutan dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Dengan berlangsungnya pembukaan ini, maka resmilah ajang FLS3N dimulai. Setelahnya dilanjutkan dengan sesi technical meeting dari tiap cabang lomba. Dalam sesi technical meeting para peserta juga berkesempatan untuk mengundi undian urutan untuk tampil esok hari. Sesi technical meeting berakhir pada pukul 20.00 WIB.
Pada hari kedua, perlombaan dimulai pada pukul 08.00 WIB dan Ricardo mendapatkan nomor urut satu. Pada ajang FLS3N kali ini, Ricardo akan menyanyikan lagu “Dayung Sampan” dan “Cukup Sudah”. Sebagai guru pendamping, rasa deg-degan itu muncul pada saat Ricardo mulai bernyanyi. Dalam cabang lomba solo vokal putra, terdapat delapan peserta dari seluruh kabupaten dan kota yang terdapat di Provinsi Banten. Semua peserta solo vokal putra menampilkan penampilannya dengan sangat memukau. Para peserta berlomba-lomba untuk meraih nada tinggi.
Setelah semua peserta tampil, maka dimulailah sesi evaluasi yang disampaikan oleh juri. Terdapat beberapa evaluasi yang disampaikan oleh juri, di antaranya adalah artikulasi pada saat menyanyikan lagu daerah yang masih belum terdengar dengan jelas dan terkait dengan pengambilan nada tinggi, jika sekiranya peserta tidak mampu untuk mencapai nada tinggi tersebut, maka sebaiknya tidak perlu dipaksakan. Tentunya, evaluasi ini sangatlah berguna bagi para peserta solo vokal putra. Masukan ini akan menjadi bekal bagi mereka saat mengikuti kompetisi yang lainnya.
Waktu yang dinantikan pun telah tiba. Tepat pukul 20.00 WIB, sesi pengumuman pun dimulai. Sorak sorai mulai terdengar saat daftar nama murid yang menjuarai dari tiap cabang lomba disebutkan. Akhirnya, sampai juga di pembacaan pengumuman cabang lomba solo vokal putra. Pembacaan juara dimulai dari juara harapan ketiga. Pada saat pembacaan juara harapan ketiga, nama Ricardo pun belum disebutkan, juara harapan kedua pun belum disebutkan, juara harapan kesatu juga belum disebutkan. Sampai pada akhirnya, memasuki pengumuman untuk juara ketiga. Nama pun Ricardo disebutkan. Seketika, rasa riang mulai memenuhi hati. Kerja keras yang telah dilakukan Ricardo menghasilkan juara tiga tingkat Provinsi Banten.
Keesokan harinya dibagikan piala serta sertifikat bagi pemenang. Ricardo memang sudah mendapatkan juara ketiga, tetapi perjuangannya belum berhenti di sini. Perjalanannya masih panjang. Selamat untuk Ricardo dan semangat untuk melanjutkan perjuanganmu!
