TAMASYA: Tangan Amal untuk Senyum Anak
04 Sep 2026 Anastasia Sachika Umboh XII-B & Elaine Samantha Lim XI-B

TAMASYA: Tangan Amal untuk Senyum Anak


Peringatan Hari Anak Nasional setiap tanggal 23 Juli merupakan wujud kepedulian bangsa terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak. Momentum ini mengingatkan seluruh elemen masyarakat akan tanggung jawab bersama dalam menjamin hak anak untuk hidup, tumbuh, belajar, dan terlindungi. Selain itu, peringatan ini juga bertujuan untuk mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan inklusif bagi mereka. Dalam semangat tersebut, SMA Santa Ursula BSD bersama SMA Abdi Siswa Bintaro dan SMA Candle Tree School menyelenggarakan sebuah kegiatan kolaborasi yaitu Tangan Amal untuk Senyum Anak (TAMASYA). 

Acara ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Juli 2026 di Kampus Santa Ursula BSD. Rangkaian kegiatannya diawali dengan charity walk yang dihadiri oleh lebih dari 200 peserta yang datang dari berbagai sekolah. Kegiatan charity walk ini tidak hanya diikuti oleh para murid, tetapi juga melibatkan adik-adik dari Panti Asuhan Yayasan Sosial Tangan Kasih. Pada kesempatan ini, kami menggandeng Panti Asuhan Yayasan Tangan Kasih dalam penyaluran hasil kegiatan, serta mengajak sejumlah dari teman-teman panti asuhan tersebut untuk mengikuti rangkaian acara TAMASYA secara langsung. Melalui kegiatan charity walk, harapannya dapat menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, dan semangat berbagi para murid.

Setelah charity walk, kegiatan terbuka untuk umum. Pengunjung dapat menikmati jajanan yang nikmat dari tenants serta merchandise bertema TAMASYA yang dijual oleh panitia. Selain itu, terdapat pula berbagai stan yang dirancang sebagai ruang ekspresi serta wadah untuk menampung aspirasi dan harapan generasi muda, seperti spanduk aspirasi, Wall Of Hope, Creative Booth (pameran karya seni), dan Games Booth (stan permainan tradisional). 

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi talkshow yang mengangkat tema “Membangun Asa Anak Indonesia: Suara, Harapan, dan Ketangguhan Generasi Muda di Era Disrupsi”. Talkshow ini dibawakan oleh Ibu Retno Listyarti, seorang Pemerhati Pendidikan dan Anak yang dulunya pernah menjabat sebagai Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) periode 2017–2022, serta Ibu Kanti Sekar Putri, seorang Psikolog Anak dan Remaja. 

Melalui diskusi ini, generasi muda diharapkan dapat memperdalam pemahaman mereka mengenai berbagai tantangan yang dihadapi di era disrupsi, khususnya terkait kesehatan mental, perkembangan teknologi, dan perubahan sosial. Tak hanya menumbuhkan ketangguhan mental, optimisme, dan kemampuan adaptasi, sesi ini juga mendorong anak-anak untuk berani menyuarakan aspirasi, harapan, dan gagasan mereka. Topik diskusi juga menggarisbawahi pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak. 

Seusai talkshow, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan seni dari ketiga sekolah penyelenggara, yaitu band, kolintang, dan keroncong. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pertukaran plakat antar tiga sekolah dan penyerahan donasi kepada perwakilan pendamping dari Panti Asuhan Yayasan Sosial Tangan Kasih. Total donasi sebesar Rp 25.000.000,00 telah disalurkan ke Panti Asuhan Yayasan Tangan Kasih dalam bentuk seragam sekolah dan bantuan tunai. Bantuan ini dialokasikan untuk melunasi biaya pendidikan serta perawatan medis anak-anak asuh. 

TAMASYA tidak hanya menjadi perwujudan semangat kolaborasi antara tiga sekolah dalam memperingati Hari Anak Nasional, tetapi juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk berekspresi, menyuarakan aspirasi, serta memperjuangkan hak-hak anak. Nilai-nilai Serviam, khususnya cinta dan belas kasih, tercermin nyata melalui pelayanan dalam menolong sesama. Keberhasilan pengumpulan donasi dalam aksi ini membuktikan bahwa semangat dan kontribusi generasi muda dapat menjadi aksi nyata yang bermanfaat bagi sesama.