Webinar Literasi Digital “Yuk Belajar Menyenangkan Secara Online”

  • Posted: 2021-09-10
  • By: M.M. Josyarti

Berjarak dua bulan lebih sejak gerakan literasi digital nasional dicanangkan, 20 Mei 2021 lalu, propaganda literasi digital semakin giat dilaksanakan. Gerakan yang melibatkan 110 lembaga dan komunitas ini terus mengupayakan Indonesia yang makin cakap digital melalui berbagai kegiatan di berbagai daerah.

Giliran Pemda Provinsi Banten khususnya kota Tangerang Selatan bergandengan dengan Tim Siberkreasi mengadakan Webinar Literasi Digital, pada 29 Juli 2021. Diselenggarakan dalam rangka memaknai momen Hari Anak Nasional 23 Juli lalu, webinar mengangkat topik Yuk belajar Menyenangkan Secara Online, dengan sasaran peserta siswa maupun guru SMP di wilayah Tangsel, yang sampai hari ini masih menjalani proses pembelajaran jarak jauh.

Sapaan awal pemandu acara, Nindy Gita dari tim siberkreasi kepada segenap peserta, menegaskan keterlibatan partisipan kegiatan yang melampaui angka 900. Sejumlah peserta merupakan tim yang terdiri dari satu dua guru dan sejumlah siswa, perwakilan dari berbagai Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Tangerang Selatan.

Membahas 4 pilar literasi, webinar menghadirkan 4 pembicara yang kompeten di bidangnya masing-masing. Pada kesempatan pertama, usai membuka acara secara singkat, Bapak Walikota Tangerang Selatan, Drs. H. Benyamin Davnie langsung menyampaikan ulasan tentang pilar pertama dari keempat pilar literasi, yakni Digital Ethics.

Kepada segenap peserta, Bapak Walikota mengingatkan tentang pentingnya memperhatikan etika dalam semua aktivitas di dunia digital. Mempertimbangkan seksama sebelum membagikan konten tertentu, misalnya, tidak saja dimaksudkan untuk mencegah penyebaran hoax, tetapi juga untuk menjaga integritas pribadi, karena segala sesuatu yang kita lakukan di dunia digital akan meninggalkan jejak.

Sebelum melanjutkan ke pembahasan pilar literasi berikutnya, ditampilkan tayangan sambutan dari Presiden Joko Widodo, yang disampaikan pada kesempatan peluncuran Program Indonesia Makin Cakap Digital, pada 20 Mei 2021 lalu.

Dalam sambutannya, Bapak Presiden mengungkapkan sekian banyak tantangan di ruang digital, mulai dari konten negatif dan hoax, penipuan daring dan perundungan siber, sampai dengan issue radikalisme berbasis digital. Selain mengedepankan sikap waspada, upaya meminimalisir dampak negatif ini dapat dilakukan dengan memproduksi dan membagikan konten positif sebanyak mungkin di ruang digital, bahkan hingga membanjirinya.

Pilar digital culture kemudian disampaikan oleh Bapak Muslim Nur, S.Pd., dari Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan. Budaya digital yang perlu dikembangkan dalam proses belajar secara online saat ini terangkum dalam empat kata kunci yakni interaktivitas, kemandirian, aksesibilitas, dan pengayaan.

Siswa perlu membangun pengetahuan yang dipelajarinya secara mandiri, berkolaborasi dengan pembelajar lain dalam mengaplikasikan pengetahuan untuk memecahkan masalah, dan memanfaatkan internet, serta pembelajaran berbasis komputer, untuk mengakses kekayaan informasi. Dengan demikian, para guru pun perlu membangun “budaya baru” ini dan mengambil peran mendukung siswa memenuhi tuntutan di atas.

Selanjutnya, Alviko Ibnugroho, seorang motivator, sekaligus konsultan keuangan (financologist) membawakan materi pilar ketiga yaitu digital skill. Menyadari bahwa digitalisasi telah merevolusi sendi-sendi kehidupan manusia, termasuk dunia pendidikan, maka perlu dikembangkan keterampilan baru berkaitan dengan penguasaan teknologi.

Berkaitan dengan hal tersebut, disampaikan 3 kata kunci belajar di dunia digital yakni, positif, kreatif, dan aksi. Penguasaan keterampilan ini perlu dimulai dengan berpikir positif, melihat kondisi belajar online sebagai baik, dan menjalaninya dengan baik. Selanjutnya berkarya secara kreatif, menjadikan tugas pembelajaran sebagai awal dari karya, dan pada akhirnya menjadikan momen belajar online ini sebagai sarana membuktikan bahwa siapapun bisa sukses. Peserta diingatkan tentang sejumlah sosok yang meraih sukses dengan memanfaatkan dunia digital seperti Nadiem Makarim (Go-jek), Achmad Zacky (Buka Lapak), dan lain-lain.

Pilar terakhir, digital safety, disampaikan oleh Indriyatno Banyumurti, yang juga seorang konsultan IT, koordinator program ICT Watch, yang kerap menjadi narasumber terkait Literasi Digital. Berbagai peristiwa kejahatan mengintai kita di dunia digital. Proses untuk memastikan keamanan digital di ponsel kita, diawali dengan mengidentifikasi aset digital kita, meliputi akun email, media sosial, belanja online, dan lain-lain.

Pengamanan awal dilakukan dengan membuat password yang kuat, serta password yang berbeda untuk setiap akun. Selanjutnya, perlu memeriksa ijin untuk setiap aplikasi yang digunakan di ponsel kita. Hal lain yang disampaikan pada peserta adalah langkah untuk memeriksa, sejauh mana terjadi kebocoran pada email kita, apa yang perlu dilakukan bila kebocoran terlanjur terjadi, serta tips untuk terhindar dari pencurian data pribadi.

Dalam forum yang sama, sesuai dengan konteks acara merayakan Hari Anak Nasional, Forum Anak (FA) Kota Tangerang Selatan, diwakili Nur Afifah selaku wakil ketua, berkesempatan untuk mempresentasikan komunitas mereka, berikut kegiatan yang mereka lakukan selama ini. Di hadapan peserta webinar, yakni peserta didik usia SMP beserta para guru pendamping, disampaikan pula sejumlah harapan, yang dirumuskan dalam Suara Anak Indonesia versi Tangerang Selatan, antara lain berkaitan dengan penyediaan ruang ekspresi, penambahan fasilitas kesehatan, sampai dengan penurunan kasus perkawinan anak, serta penegasan sanksi bagi pelaku kekerasan dan eksploitasi anak.

Selain itu, sesuai pesan Presiden Joko Widodo untuk membanjiri ruang digital dengan konten-konten positif, webinar kali ini juga menghadirkan seorang content creator yakni Decky Tri. Sosok muda yang dikenal sebagai travel bloger ini menegaskan peluang pemanfaatan internet, mulai dari mengembangkan diri dengan mendisain konten, memperluas jejaring, menjadi sarana wirausaha, belajar online. maupun untuk menikmati hiburan. Memanfaatkan jaringan internet yang tersedia bagi mereka saat ini, peserta webinar diajak untuk mengisi masa belajar di rumah dengan berbagai aktivitas positif yang kreatif.

Rangkaian acara yang cukup padat ini kemudian diikuti dengan sessi tanya jawab yang dimanfaatkan dengan baik oleh peserta. Bila disimak, semua informasi yang disampaikan cukup membekali peserta untuk kembali menjalankan proses belajar online dengan lebih bersemangat, dan lebih bertanggung jawab. Karena pembelajaran menyenangkan hanya bisa terjadi ketika pembelajar memahami tujuan belajarnya dan menikmati seluruh prosesnya.

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: HTTP_REFERER

Filename: views/page_news_detail.php

Line Number: 38

Backtrace:

File: /home/sant9977/public_html/application/views/page_news_detail.php
Line: 38
Function: _error_handler

File: /home/sant9977/public_html/application/views/template.php
Line: 107
Function: view

File: /home/sant9977/public_html/application/controllers/News.php
Line: 90
Function: view

File: /home/sant9977/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Back