Antara Sekolah, Atlet Gimnastik & Piano

  • Posted: 2026-02-03
  • By: Cheryl Samantha Sidharta / VIII C

Sebagai siswa SMP Santa Ursula BSD, atlet senam profesional, dan pianis pemula di Sekolah Musik Yayasan Pendidikan Musik (YPM), mengatur waktu antara sekolah, profesi, dan les piano menjadi tantangan yang cukup besar. Baik sekolah formal maupun sekolah musik memiliki standar tinggi yang harus dipenuhi. Di sisi lain, sebagai atlet gimnastik profesional, masih banyak kejuaraan senam yang harus saya ikuti dan ditargetkan oleh klub maupun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor. Antara sekolah, gimnastik dan piano, mana yang harus saya pilih dan yang saya prioritaskan? Ketiganya adalah prioritas utama saya. Pertanyaan berikutnya, bagaimana saya membagi waktu untuk belajar pelajaran sekolah, latihan gimnastik (hampir setiap sore hingga malam), dan latihan piano secara rutin?

Setiap hari saya harus berangkat dari rumah menuju ke sekolah pukul 05.45 WIB karena jarak rumah saya dengan sekolah adalah 23.7 km. Biasanya saya tiba di sekolah pukul 06.30 jadi saya masih memiliki waktu untuk berinteraksi dengan teman-teman. Selain sibuk dengan pelajaran sekolah, latihan gimnastik dan piano, sosialisasi dengan teman-teman (dengan aura positif) adalah vitamin penting demi menjaga mood agar setiap harinya saya dapat memulai kelas dengan semangat dan ceria. Satu hal yang sangat saya hindari dalam bersosialisasi adalah bergosip karena gosip akan menghilangkan suasana positif (strategi ke-1: jaga pikiran tetap segar dan positif). Selama pelajaran, saya harus benar-benar fokus dan memahami apa yang dijelaskan guru. Saya tidak akan ragu bertanya saat saya kurang paham akan hal yang diajarkan (strategi ke-2: pahami secara mendalam setiap topik yang diajarkan pada hari tersebut, jangan menunda). Saya selalu membuat catatan berwarna-warni dengan kata-kata saya sendiri, hal ini membantu saya lebih mudah mengingat apa yang telah dipelajari untuk ujian mendatang (strategi ke-3: buat catatan saya menarik dengan gaya saya sendiri).

Demi menghemat waktu, setiap harinya saya makan siang di mobil (strategi ke-4: efisiensi waktu). Saya selalu menjaga pola makan sehat dengan menghindari makanan cepat saji atau makanan dengan MSG dan selalu makan makanan yang dibuat oleh ibu atau nenek saya  (strategi ke-5: selalu konsumsi makanan bersih dan sehat untuk menjaga tubuh saya tetap sehat). Inilah strategi utama saya, pisahkan antara tugas yang dapat dikerjakan di mobil dan tugas yang tidak dapat dikerjakan di mobil. Kemudian, urutkan berdasarkan tenggat waktu dari guru (strategi ke-6: rencanakan daftar tugas dan urutan pengerjaan). Tugas yang tidak dapat dikerjakan di mobil, saya kerjakan di rumah. Saya hanya memiliki waktu 1 jam sebelum saya berangkat untuk latihan gimnastik. Saya berusaha menjaga fokus dan menghindari hal-hal yang dapat mengganggu fokus saya, terutama gadget (strategi ke-7: fokus sepenuhnya saat mengerjakan tugas). 

Latihan gimnastik biasanya dilakukan dari pukul 16.00 WIB sampai dengan 19.30 WIB. Tempat latihan gimnastik saya cukup jauh dari rumah, jadi saya memiliki waktu kurang lebih 1 jam di mobil. Dalam perjalanan pulang, biasanya saya makan malam dan menyelesaikan tugas-tugas yang dapat dikerjakan di mobil, atau belajar untuk tes formatif maupun sumatif. Saat tiba di rumah, saya hanya perlu mandi dan menyelesaikan beberapa tugas yang belum selesai. Kemudian, saya menyempatkan diri untuk latihan piano sebelum tidur pada pukul 22.00 WIB atau pukul 22.30 WIB.

Demikian rutinitas saya setiap hari. Pertanyaan besarnya adalah: apakah semua strategi tersebut benar-benar berhasil? Ya, strategi tersebut berhasil membantu saya dalam menjaga nilai dan prestasi baik di sekolah, gimnastik, dan piano. Seperti yang kita ketahui bersama, mata pelajaran inti di hampir seluruh institusi pendidikan formal dunia meliputi matematika, sains dan bahasa. Nilai saya di mata pelajaran tersebut adalah 94 untuk Matematika, 88 untuk Sains dan 92 untuk Bahasa Inggris – bukan nilai yang sempurna, namun dapat dianggap cukup baik, bukan?

Dalam ujian piano bulan Maret 2025, saya berhasil mendapatkan peringkat ke-3 tertinggi dari 73 siswa di tingkat V Sekolah Musik YPM dengan nilai 94.00 dan mendapatkan beberapa award:

  • Award for Outstanding Performance
  • Award for Achievement
  • Award for Musical Playing in Performance
  • Prize for Good Scale: F Major
  • The Etude Prize: Carl Czerny: Etude Op. 299 No. 11 - Presto
  • Prize for Good Polyphonic Style: Johann Sebastian Bach: Kleine Präludien und Fughetten BWV 937
  • Prize for Good Interpretation in Character Pieces:
  • Dmitri Kabalevsky: Op. 27 No. 19 "War Dance" - Allegro energico
  • Prize for Theory & Solfeggio

Selain itu, saya juga berhasil meraih Juara II dalam Kompetisi Piano Pemuda Pelajar yang diadakan oleh Opus Nusantara pada April 2025.

Dalam kegiatan gimnastik, saya berhasil memenangkan beberapa medali, seperti:

  1. Nilai tertinggi ke-4 dalam alat Balance Beam dan nilai tertinggi ke-7 All-Around dalam Singapore Prime Invitational Meet pada bulan Juni 2025 yang lalu. Saya berkompetisi bersama 500+ pesenam dari 32 club yang berasal dari 6 negara.
  2. Meraih medali emas (nilai tertinggi) dalam alat Balance Beam & medali perunggu (nilai ke-3 tertinggi) pada alat Uneven Bars pada Jakarta Open Competition bulan Juni 2025.
  3. Meraih medali emas (nilai tertinggi) pada alat Balance Beam dalam Babak Kualifikasi PORPROV dan Kejuaraan Daerah Jawa Barat pada Desember 2025dan saya berhasil melaju ke PORPROV Jawa Barat 2025 nanti, untuk berjuang memenangkan tiket berkompetisi di ajang Pekan Olahraga Nasional / PON 2028.

    Demikianlah strategi saya untuk berprestasi sebagai pelajar, atlet gimnastik, dan pianis.