Cinta Lingkungan: Menumbuhkan Kepedulian, Menghidupi Ekologi dalam Aksi
Posted: 2026-07-01 | By: Marco/ IX B, Divya/IX C, Oliver/ IX E (Pembantu Umum, Badan Pengurus OSIS 2025)
Kegiatan Cinta Lingkungan merupakan salah satu program yang diselenggarakan di Kampus Santa Ursula BSD untuk menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sejak dini. Melalui berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan, peserta didik diajak untuk memahami bahwa menjaga kelestarian alam bukan hanya sebuah kewajiban, melainkan juga wujud nyata cinta dan rasa syukur atas anugerah bumi yang kita tempati bersama.Di jenjang SMP, terdapat tiga kegiatan utama dalam rangkaian program Cinta Lingkungan, yaitu pengomposan, pemilahan sampah, dan hidroponik. Secara khusus, Seksi Pembantu Umum BP OSIS 2025 bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan pengomposan dan pemilahan sampah serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.Kegiatan pengomposan dilakukan dengan memanfaatkan daun-daun kering yang dikumpulkan dari pepohonan di lingkungan Kampus Santa Ursula BSD. Daun-daun tersebut digiling hingga lebih halus, kemudian difermentasikan sehingga dapat diolah menjadi kompos organik yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman. Melalui proses ini, kami belajar bahwa sesuatu yang sering dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah kembali menjadi sumber kehidupan yang baru.Sementara itu, kegiatan pemilahan sampah dilakukan dengan memilah kembali sampah yang terdapat di berbagai tempat sampah di lingkungan SMP Santa Ursula BSD. Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran peserta didik untuk memilah sampah secara mandiri dan bertanggung jawab. Dengan memahami jenis-jenis sampah serta cara pengelolaannya, kami belajar bahwa menjaga lingkungan dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.Melalui seluruh rangkaian kegiatan Cinta Lingkungan, kami mempelajari nilai kehidupan yang luhur, yaitu mencintai dan menjaga alam melalui tindakan nyata. Kami menyadari bahwa perubahan besar tidak selalu harus dimulai dari langkah yang besar. Justru, kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan dengan kesadaran dan ketekunan dapat memberikan dampak yang berarti bagi lingkungan di sekitar kita.Program ini juga bersifat inklusif. Tidak hanya dijalankan oleh Badan Pengurus OSIS, kegiatan ini mengajak seluruh siswa dan siswi untuk turut berpartisipasi aktif. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, Seksi Pembantu Umum secara bergantian mengajak dan mendampingi setiap kelas untuk terlibat dalam kegiatan pemilahan sampah dan pengomposan. Seiring berjalannya waktu, komunikasi yang awalnya terasa canggung berkembang menjadi lebih akrab, hangat, dan interaktif. Dari sini, kami belajar bahwa kepedulian terhadap lingkungan juga dapat menjadi sarana untuk membangun relasi dan bekerja sama dengan sesama.Semangat cinta lingkungan juga kami sebarkan melalui berbagai media. Video rekap mingguan dipublikasikan melalui Instagram Story akun @humasmp, sementara video tutorial diunggah melalui kanal YouTube Sanur Caught On Tape. Tidak hanya itu, pengalaman dan pembelajaran yang kami peroleh juga kami bagikan kepada pihak eksternal melalui program SAHABAT 2026 dengan mengundang BP OSIS SMP Al Izhar Pondok Labu. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi dan pembelajaran bersama untuk saling menginspirasi dalam menjaga lingkungan.Kegiatan Cinta Lingkungan di Kampus Santa Ursula BSD mengajarkan kami untuk peduli dan bertanggung jawab terhadap alam melalui tindakan yang sederhana namun bermakna. Melalui pengomposan dan pemilahan sampah, kami belajar bahwa apa yang tampak sebagai limbah dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai guna, bahkan bernilai ekonomis. Lebih dari itu, kami belajar untuk menghargai setiap proses, sekecil apa pun, yang dapat membawa perubahan positif bagi lingkungan. Kami berharap semangat cinta lingkungan ini terus tumbuh, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, menjaga bumi bukanlah tugas segelintir orang, melainkan panggilan bersama untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi sekarang dan yang akan datang. Salam Ekologis!
Selengkapnya
MORFFISA: Menumbuhkan Semangat Hidup Sehat dan Cinta Budaya dalam Semangat Serviam
Posted: 2026-07-01 | By: Seksi Olahraga, Badan Pengurus OSIS 2026.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, kehidupan remaja saat ini tidak dapat dipisahkan dari dunia digital. Kemudahan yang ditawarkan teknologi sering kali membuat aktivitas fisik dan interaksi langsung semakin berkurang. Menyadari tantangan tersebut, Seksi Olahraga OSIS SMP Santa Ursula BSD menghadirkan program MORFFISA (Morning Fresh & Fit @Sanur) sebagai sarana untuk mengajak seluruh siswa membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus mengenal kembali kekayaan budaya Indonesia melalui kegiatan senam pagi dan permainan tradisional.Kegiatan MORFFISA dilaksanakan secara rutin dua kali dalam sebulan sebelum pembelajaran dimulai. Melalui gerakan senam yang energik dan berbagai permainan tradisional seperti gobak sodor, bakiak, dan bentengan, siswa diajak untuk bergerak aktif, bekerja sama, serta menikmati kebersamaan dengan teman-teman. Kegiatan sederhana ini menjadi pengingat bahwa kesehatan fisik merupakan bagian penting dalam proses belajar dan pengembangan diri. Tubuh yang sehat dan bugar membantu siswa untuk lebih siap menjalani aktivitas belajar dengan penuh semangat dan sukacita.Lebih dari sekadar kegiatan olahraga, MORFFISA juga menjadi wadah untuk menghidupi nilai-nilai Serviam, khususnya totalitas dan kepekaan. Totalitas diwujudkan melalui kesungguhan siswa dalam mengikuti setiap kegiatan, memberikan usaha terbaik, dan berpartisipasi secara aktif. Sementara itu, kepekaan tercermin dalam kesadaran untuk menjaga serta melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda. Melalui pengalaman bermain bersama, siswa belajar menghargai kebersamaan, sportivitas, dan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.Melalui MORFFISA, SMP Santa Ursula BSD berharap dapat membentuk generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap budaya dan lingkungan sekitarnya. Kebiasaan baik yang dibangun secara konsisten akan menjadi bekal berharga bagi siswa untuk bertumbuh menjadi pribadi yang utuh, berkarakter, dan siap melayani. Dengan semangat Serviam, setiap langkah, gerakan, dan kebersamaan yang terjalin dalam MORFFISA menjadi wujud nyata pembelajaran yang mengembangkan tubuh, hati, dan jiwa secara seimbang.
Selengkapnya
Antusiasme dan Sportivitas Warnai Hari Pertama KREAVORA
Posted: 2026-07-01 | By: Olivia Jemima Dewandra/ VII E
“KREAVORA”, singkatan dari Kreasi dan Olahraga, merupakan program kolaborasi Seksi Olahraga dan Seksi Kesenian BP OSIS 2026 SMP Santa Ursula BSD yang mengusung tema “Art in Motion”. Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari, yaitu pada Jumat, 5 Juni 2026 dan Senin, 8 Juni 2026, dengan melibatkan seluruh siswa kelas VII dan VIII. Melalui KREAVORA, siswa diajak untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menunjukkan kemampuan di bidang olahraga dalam suasana yang penuh semangat dan kebersamaan.Hari pertama KREAVORA diawali dengan berkumpulnya seluruh siswa di lapangan olahraga SMP Santa Ursula BSD. Acara dibuka dengan doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta Senam Anak Indonesia Hebat sebagai pemanasan sebelum pertandingan dimulai. Setelah sambutan dari Kepala SMP Santa Ursula BSD, Ibu Cicilia Budilestari, panitia menjelaskan peraturan setiap cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Pada hari pertama para siswa mengikuti pertandingan futsal, basket, voli modifikasi, dan bola tembak. Selain itu, terdapat pula lomba pembuatan short video yang diikuti oleh perwakilan setiap kelas untuk mendokumentasikan keseruan kegiatan.Suasana lapangan pun berubah menjadi semakin meriah ketika pertandingan dimulai. Sorakan dukungan dari para penonton, bunyi peluit wasit, dan komentar yang membakar semangat menciptakan atmosfer kompetisi yang seru sekaligus hangat. Setiap kelas menunjukkan kekompakan dan semangat juang yang tinggi. Bahkan, beberapa kelas membawa banner sebagai bentuk dukungan kepada tim mereka. Tidak hanya para pemain yang tampil maksimal, peserta lomba short video juga berkeliling mengabadikan berbagai momen menarik sepanjang kegiatan, mulai dari aksi di lapangan hingga ekspresi kegembiraan para siswa.Meski cuaca semakin panas menjelang siang, semangat para peserta tidak surut. Dengan sistem pertandingan gugur, setiap tim berusaha memberikan penampilan terbaiknya untuk melaju ke babak selanjutnya. Ada yang harus menerima kekalahan, ada pula yang berhasil meraih kemenangan. Namun, di akhir pertandingan, seluruh pemain saling berjabat tangan dan memberikan apresiasi satu sama lain sebagai bentuk sportivitas. Kegiatan hari pertama ditutup dengan doa bersama dan menyanyikan lagu Mars Serviam.KREAVORA tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi, mempererat relasi antar teman, serta belajar mengenai kerja sama, sportivitas, dan integritas. Kebersamaan yang tercipta sepanjang kegiatan menunjukkan bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan. Nilai-nilai Serviam, khususnya integritas, tercermin melalui sikap jujur, adil, dan bertanggung jawab yang ditunjukkan para siswa. Melalui pengalaman ini, siswa SMP Santa Ursula BSD diajak untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang utuh, cerdas, dan melayani.
Selengkapnya
Mewujudkan Semangat Persatuan Melalui Aksi Idul Adha 2026
Posted: 2026-07-01 | By: Joan VIII-B, Oliv VII-E
Pada tanggal 26 dan 27 Mei 2026, umat Islam di Indonesia merayakan Hari Raya Idul Adha, sebuah perayaan yang sarat akan makna pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Sebagai bangsa yang kaya akan keberagaman suku, budaya, ras, dan agama, Indonesia menjunjung tinggi nilai toleransi dan saling menghormati antarumat beragama. Dalam semangat tersebut, Seksi Sosial SMP dan SMA Santa Ursula BSD kembali menyelenggarakan program Aksi Idul Adha 2026 sebagai wujud nyata kepedulian dan penghargaan kepada saudara-saudari Muslim di lingkungan sekitar.Program ini dilaksanakan melalui kegiatan penggalangan dana atau kolekte yang melibatkan seluruh siswa-siswi SMP dan SMA Santa Ursula BSD. Dana yang terkumpul digunakan untuk membeli hewan kurban yang kemudian disumbangkan kepada Musala Al-Ikhlas. Melalui kegiatan ini, para siswa diajak untuk menghayati nilai-nilai cinta kasih, pelayanan, dan toleransi, sekaligus belajar untuk hadir dan berbagi dengan sesama tanpa memandang perbedaan latar belakang agama maupun budaya.Kolekte Idul Adha dilaksanakan sebanyak dua kali di masing-masing jenjang. Di tingkat SMA, kolekte pertama dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2026, dan kolekte kedua pada Kamis, 16 April 2026. Sementara itu, di tingkat SMP, kolekte pertama dilaksanakan pada Selasa, 14 April 2026, dan kolekte kedua pada Selasa, 21 April 2026. Berkat partisipasi dan kemurahan hati seluruh warga sekolah, terkumpul dana gabungan SMP dan SMA sebesar Rp22.557.500.Dana tersebut kemudian digunakan untuk pembelian hewan kurban. Uang muka (down payment) diberikan pada Selasa, 12 Mei 2026, sedangkan pelunasan sekaligus penyerahan kambing kepada Musala Al-Ikhlas dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026. Penyerahan hewan kurban dilakukan oleh perwakilan Seksi Sosial SMP dan SMA Santa Ursula BSD, yaitu Joan VIII-B dan Oliv VII-E dari SMP, serta Brian XI-C, Ara X-D, Tania XI-D, Keira XI-E, dan Kanaka X-E dari SMA. Kegiatan penyerahan berlangsung di Musala Al-Ikhlas, Kampung Dadap, dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.Melalui program ini, kami memperoleh banyak pengalaman dan pembelajaran yang berharga. Di luar lingkungan sekolah, kami belajar untuk berjumpa, berdialog, dan bekerja sama dengan orang-orang yang sebelumnya belum kami kenal. Kami belajar tentang etika, komunikasi, serta pentingnya menghargai setiap pribadi dan perbedaan yang ada di sekitar kami. Di balik berbagai tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan kegiatan, tumbuh rasa syukur yang semakin mendalam atas keberagaman yang menjadi bagian dari kehidupan bersama.Aksi Idul Adha 2026 tidak hanya menjadi sarana untuk menyalurkan bantuan berupa hewan kurban, tetapi juga menjadi jembatan yang mempererat tali persaudaraan antara siswa, guru, karyawan, dan masyarakat. Sejalan dengan semangat Serviam, kami diajak untuk terus mengembangkan sikap peduli, melayani dengan tulus, serta membangun relasi yang penuh kasih dan penghargaan terhadap sesama. Kami berharap manfaat dari program ini tidak berhenti pada perayaan Idul Adha tahun ini saja. Semoga relasi yang telah terjalin tetap terjaga, nilai-nilai yang dipelajari terus dihidupi, dan semangat berbagi serta toleransi senantiasa tumbuh dalam hati setiap anggota komunitas Santa Ursula BSD.
Selengkapnya
Winning Isn’t Everything, Learning Is
Posted: 2026-06-09 | By: Cheryl Samantha Sidharta/ VIII C
Winning and losing are both completely normal parts of life. No one can win all the time, and no one should feel ashamed for losing. What truly matters is how we respond to both situations. In my opinion, success is a gift from God, not something we are automatically guaranteed to receive. Because of that, we should stay grateful when we win and stay strong when we lose.I learned this from my experience at the 2026 National Gymnastics Championship (Kejuaraan Nasional Senam Artistik). My team won first place in the junior team category, but I did not win anything in the uneven bar event finals. At first, I felt disappointed, but later I realized that losing can actually teach us many important lessons. When we lose, we are able to see our mistakes more clearly and understand what we need to improve in the future.Another important thing I learned is that hard work and the process are more valuable than simply standing on the podium. During the competition, I pushed myself out of my comfort zone and gave my best effort. Even without winning every event, I was still proud of the progress I made. Losing does not mean we are weak, sometimes it is the first step toward becoming better and stronger.At the same time, winning should never make us stop improving. Whether we succeed or fail, we should always keep our motivation and continue working hard to become the best version of ourselves. In the end, the real achievement is not only about medals or trophies, but also about growth, discipline, and never giving up.
Selengkapnya
The Kid in the Hallway
Posted: 2026-06-09 | By: Hillary Michelle Utomo/ VI D
What happens when our own dreams feel out of reach to us?I still remember standing in the school hallway during recess. Kids were coming and going as usual. Some were joking around, some were running toward the cafeteria, and some were busy chatting with their friends. Amidst all that commotion, I was actually lost in my own thoughts. What if I’m not smart enough? What if I’ve tried my best, but still fail? At that moment, those questions felt much louder than the school bell. This journey didn’t start with a victory. Quite the opposite. There were competitions that did not go the way I hoped. There was a scholarship I’d been looking forward to, preparing for, and praying for, but in the end, it was awarded to someone else. It felt like knocking on the same door over and over again and hearing no answer from the other side. The most exhausting part wasn’t the failure itself. The most exhausting part was having to convince myself to try again. But that’s where I began to learn something that cannot be found in textbooks or exam papers. I learned that a person’s worth isn’t increased by a medal and isn’t diminished by a rejection. I learned that courage often looks very simple: come back, learn again, and try again.While attending Santa Ursula BSD since kindergarten, I grew up embracing the Serviam values. These values weren’t always conveyed through formal lessons. Sometimes they came through teachers who continued to believe in me even when I doubted myself. Sometimes they came through friends who encouraged me after a disappointing result. Sometimes they came through the chance to start over.When I received all those awards, I was certainly grateful. But what stands out most in my memory isn’t the day the results were announced. What stands out most are all the days leading up to it.The days when I had to study even when I was tired. The days when I doubted my own abilities. The days when I failed, felt disappointed, and then slowly found a reason to get back up again.Perhaps that is why, when I look back, I no longer think of the medals first. What I remember instead is a child who once stood in the school hallway, wondering if he was good enough. And as it turned out, he didn’t need an answer. He just needed to keep moving forward. Because in the end, light doesn’t always come from victory. Sometimes, growth does not come from winning. It comes from learning, persevering, and refusing to give up.
Selengkapnya
Perayaan Syukur dan Pelepasan Siswa Kelas IX: “Bersyukur, Mengasihi, dan Siap Diutus”
Posted: 2026-06-09 | By: Tim Perayaan Syukur Kelas IX Angkatan 31 SMP Santa Ursula BSD
Suasana penuh syukur, haru, dan sukacita mewarnai Perayaan Syukur dan Pelepasan siswa kelas IX yang dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh siswa kelas IX beserta orang tua, para tamu undangan, guru dan tenaga kependidikan, serta Sr. Moekti K. Gondosasmito, OSU yang turut hadir memberikan dukungan dan doa bagi para siswa yang akan melanjutkan perjalanan pendidikan ke jenjang berikutnya.Mengusung tema “Bersyukur, Mengasihi, dan Siap Diutus”, perayaan ini menjadi momen istimewa untuk mengenang perjalanan selama tiga tahun menempuh pendidikan di SMP Santa Ursula BSD. Selama masa tersebut, kami tidak hanya dibentuk melalui proses pembelajaran akademik, tetapi juga melalui pembinaan karakter, pertumbuhan iman, serta berbagai pengalaman yang membantu kami bertumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama.Perayaan syukur diawali dengan Ekaristi yang dipersembahkan oleh RD Dionnysius Yumaryo Gustyn Manopo. Dalam suasana doa dan refleksi yang khidmat, seluruh siswa diajak untuk mengucap syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan di bangku SMP. Rasa syukur tersebut tidak hanya ditujukan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan, tetapi juga atas setiap pengalaman, tantangan, persahabatan, pembelajaran, serta kasih Tuhan yang senantiasa menyertai dalam setiap proses kehidupan.Melalui homili dan rangkaian perayaan Ekaristi, kami diajak untuk semakin menyadari bahwa setiap perjalanan hidup merupakan bagian dari rencana Tuhan untuk membentuk pribadi yang lebih matang dan beriman. Perayaan ini juga menjadi momen refleksi agar kami mampu melangkah ke masa depan dengan hati yang penuh syukur, kasih, dan pengharapan.Tema “Mengasihi” menjadi pengingat bagi seluruh siswa akan pentingnya membangun relasi yang baik dengan sesama melalui sikap peduli, saling menghargai, memaafkan, dan melayani. Nilai-nilai tersebut telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah dan akan terus kami bawa dalam perjalanan selanjutnya.Sementara itu, tema “Siap Diutus” mengajak kami untuk melangkah dengan penuh semangat dan harapan menuju masa depan. Setelah dibekali dengan nilai-nilai Kristiani dan semangat Serviam yang artinya aku mengabdi, kami diutus untuk menjadi pribadi yang mampu membawa terang, kasih, dan kebaikan di tengah masyarakat. Semangat Serviam diharapkan terus hidup dalam diri setiap siswa melalui sikap rendah hati, tanggung jawab, kepedulian terhadap sesama, serta kesediaan untuk melayani dengan tulus di mana pun berada.Selain menjadi perayaan atas akhir perjalanan di jenjang SMP, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi siswa dan orang tua untuk melihat kembali proses pertumbuhan yang telah dilalui bersama. Kehadiran orang tua dalam perayaan ini menjadi simbol dukungan, cinta, dan kebersamaan yang senantiasa menyertai langkah kami dalam meraih cita-cita.Suasana haru terasa ketika kami mengenang berbagai pengalaman yang telah dilalui bersama teman, guru, dan seluruh warga sekolah. Namun, di balik perpisahan tersebut tersimpan harapan besar agar setiap siswa mampu melanjutkan perjalanan hidup dengan penuh iman, semangat belajar, dan keberanian untuk berkarya. Melalui Perayaan Syukur dan Pelepasan ini, kami diajak untuk terus bersyukur atas setiap anugerah kehidupan, menghidupi kasih dalam relasi dengan sesama, serta siap diutus menjadi pribadi yang utuh, cerdas, dan melayani. Semoga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama di SMP Santa Ursula BSD senantiasa menjadi bekal berharga dalam setiap langkah kami ke depan.
Selengkapnya
Kegiatan Sosial Kelas IX Angkatan 31: Wujud Nyata Semangat Serviam
Posted: 2026-05-29 | By: Tim Bakti Sosial Kelas IX Angkatan 31
Sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan tiga tahun yang telah dilalui di SMP Santa Ursula BSD, siswa kelas IX Angkatan 31 melaksanakan kegiatan sosial di SDN Pancawati 02 Caringin, Bogor, pada Selasa, 26 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata perwujudan nilai Serviam yang selama ini ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.Selama menempuh pendidikan di SMP Santa Ursula BSD, kami tidak hanya belajar mengenai ilmu pengetahuan dan pencapaian akademik, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang peduli, berbelarasa, dan mampu hadir bagi sesama. Oleh karena itu, menjelang akhir perjalanan kami di jenjang SMP, kami diajak untuk merefleksikan rasa syukur melalui aksi berbagi dan pelayanan kepada orang lain.Dalam kegiatan tersebut, kami menyerahkan sebanyak 437 paket alat tulis kepada seluruh siswa SDN Pancawati 02. Paket yang diberikan terdiri atas berbagai perlengkapan belajar yang diharapkan dapat membantu dan mendukung semangat belajar anak-anak di sekolah tersebut. Selain itu, kami juga memberikan sumbangan berupa buku-buku bacaan untuk perpustakaan sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan budaya literasi dan kecintaan membaca sejak usia dini.Kegiatan sosial ini disambut dengan penuh sukacita oleh pihak sekolah, para guru, serta seluruh siswa SDN Pancawati 02. Kehangatan dan antusiasme tampak dalam setiap sapaan, senyuman, dan kebersamaan yang terjalin selama kegiatan berlangsung. Tidak hanya berbagi barang, kami juga belajar untuk berbagi perhatian, kepedulian, waktu, dan kasih kepada sesama.Melalui pengalaman ini, kami semakin menyadari bahwa pendidikan sejati tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk hati yang peka terhadap kebutuhan orang lain. Semangat Serviam  “Aku Mengabdi” diwujudkan melalui tindakan nyata untuk hadir, peduli, dan melayani dengan tulus. Nilai pelayanan, kerja sama, kepedulian sosial, serta rasa syukur menjadi bagian penting yang dihidupi bersama dalam kegiatan ini.Kegiatan sosial ini juga menjadi momen refleksi bagi kami untuk melihat kembali perjalanan mereka selama tiga tahun di SMP Santa Ursula BSD. Banyak pengalaman, pembelajaran, persahabatan, dan nilai kehidupan yang telah kami terima dan alami bersama. Semua proses tersebut menjadi bagian dari pembentukan diri agar kami mampu bertumbuh menjadi pribadi yang utuh, cerdas, dan melayani sehingga dapat menjadi berkat bagi lingkungan di sekitarnya. Di tengah langkah menuju jenjang pendidikan berikutnya, kami diajak untuk terus membawa semangat Serviam dalam kehidupan sehari-hari: memiliki hati yang peduli, rendah hati untuk melayani, serta keberanian untuk membawa kasih dan harapan bagi sesama.Semoga pengalaman ini menjadi kenangan bermakna yang terus hidup dalam hati kami. Dengan hati yang penuh syukur atas penyertaan Tuhan dan perjalanan selama tiga tahun di SMP Santa Ursula BSD, kami  melangkah maju sebagai generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu menjadi terang dan berkat bagi sesama.
Selengkapnya
HARMONIS: Hari dan Momen Bersama Sahabat Kharis
Posted: 2026-05-07 | By: Helena Evangeline Bonggo Suhartono/VIII-A
Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi memegang peranan penting dalam membangun relasi yang harmonis antar sesama. Komunikasi yang baik berawal dari adanya empati dan solidaritas dalam diri, yang tercermin melalui cara kita berinteraksi dengan siapapun tanpa memandang perbedaan. Melalui komunikasi yang tepat, kita dapat memahami perasaan, kebutuhan, serta kondisi orang lain. Oleh karena itu, Seksi Sosial OSIS SMP 2026 merancang program HARMONIS sebagai upaya untuk menumbuhkan empati dan solidaritas dalam berkomunikasi.HARMONIS merupakan singkatan dari “Hari dan Momen Bersama Sahabat Kharis”, sebuah program yang melibatkan perwakilan siswa-siswi SMP Santa Ursula BSD sebagai panitia. Program ini bertujuan untuk mengajak siswa belajar menerima keberagaman melalui kolaborasi dengan Rumah Belajar Kharis, yaitu komunitas bagi individu berkebutuhan khusus di Paroki Gereja Santa Monika. Selain itu, kegiatan ini juga dirancang untuk mengembangkan sikap belas kasih, kepedulian terhadap sesama, semangat berbagi, serta jiwa pelayanan dalam diri siswa.Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, pukul 09.00–12.30 WIB, bertempat di Hall SMP–SMA Santa Ursula BSD. Seluruh rangkaian acara disusun secara terstruktur agar berjalan lancar dan memberikan pengalaman yang bermakna bagi seluruh peserta. Acara diawali dengan kedatangan anak-anak dari Rumah Belajar Kharis sekitar pukul 10.00 WIB, yang disambut hangat oleh pembawa acara, Gloria dan Winola. Suasana kebersamaan semakin terasa melalui nyanyian lagu “Hari Ini Kurasa Bahagia” yang menciptakan atmosfer ceria dan menyenangkan.Sebelum memasuki inti kegiatan, pembawa acara memberikan penjelasan mengenai aktivitas yang akan dilakukan, yaitu kolase daun kering dan paper quilling. Anak-anak dari Rumah Belajar Kharis dibagi ke dalam dua kelompok sesuai aktivitas. Dalam setiap kegiatan, panitia pendamping berperan aktif mendampingi, memberikan arahan sederhana, membantu secara fisik bila diperlukan, serta membangun interaksi yang hangat agar suasana tetap nyaman dan akrab. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup pada pukul 12.20 WIB oleh pembawa acara, menandai berakhirnya seluruh kegiatan dengan penuh sukacita.Program HARMONIS memberikan dampak positif, baik bagi panitia maupun anak-anak Rumah Belajar Kharis. Para panitia merasakan kehangatan melalui interaksi langsung yang menumbuhkan empati, kesabaran, solidaritas, serta kepedulian dalam berkomunikasi. Di sisi lain, anak-anak Rumah Belajar Kharis menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam setiap kegiatan yang diikuti. Suasana kebersamaan yang penuh kebahagiaan menjadi bukti bahwa program ini berhasil mencapai tujuannya.Bagi saya pribadi sebagai panitia, momen paling berkesan terjadi saat berinteraksi langsung dengan salah satu anak Rumah Belajar Kharis dalam kegiatan kolase daun kering. Pada awalnya, saya merasa canggung dan kesulitan untuk berkomunikasi karena belum terbiasa dengan situasi tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, interaksi yang terjalin justru menumbuhkan rasa solidaritas dan kepedulian dalam diri saya. Setiap respons yang diberikan mengajarkan saya untuk lebih sabar, peka, dan menghargai setiap bentuk komunikasi, sekecil apa pun itu. Pengalaman ini memberikan pembelajaran mendalam bahwa komunikasi tidak selalu harus sempurna, melainkan cukup dilakukan dengan ketulusan hati.Pada akhirnya, program HARMONIS menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya memberikan pembelajaran sosial, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kemanusiaan serta mempererat rasa solidaritas di antara para panitia. Oleh karena itu, penting untuk terus menjaga dan menghidupi nilai-nilai yang telah ditanamkan selama program ini dalam kehidupan sehari-hari. Nilai empati, kesabaran, dan kepedulian tidak seharusnya berhenti ketika program berakhir, melainkan terus diterapkan dalam berbagai situasi. Dengan demikian, makna dari program HARMONIS akan terus memberikan dampak yang berkelanjutan.
Selengkapnya
“SAHABAT”: Where Difference Becomes Harmony
Posted: 2026-05-07 | By: Catalina Ruby Kirana Wibowo\VIIC-9 | Miranda Jane Kusuma \ VIIB-22
Kegiatan “SAHABAT” menjadi momen penuh makna yang mempererat persahabatan antara Badan Pengurus OSIS SMP Santa Ursula BSD dan SMP Al-Izhar Pondok Labu. Pertemuan pertama dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026, di kampus Santa Ursula BSD. Seluruh peserta disambut dengan hangat melalui sesi perkenalan, sambutan dari kepala sekolah dan guru pendamping, serta presentasi mengenai program cinta lingkungan seperti pengomposan, pemilahan sampah, dan hidroponik. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi para siswa untuk saling mengenal sekaligus belajar mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup.Setelah sesi presentasi dan tur kampus, para peserta mengikuti berbagai kegiatan dinamika kelompok di auditorium. Melalui permainan edukatif dan aktivitas lingkungan, para anggota OSIS dari kedua sekolah belajar membangun kerja sama, komunikasi, dan rasa kebersamaan. Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat, disertai canda tawa yang semakin mencairkan suasana. Kegiatan dilanjutkan dengan makan siang bersama yang menjadi kesempatan untuk berbagi cerita dan pengalaman antarsiswa. Pertemuan ini menjadi awal terjalinnya relasi yang hangat dan penuh persahabatan antara kedua sekolah.Sebagai kunjungan balasan, pada Jumat, 13 Maret 2026, Badan Pengurus OSIS SMP Santa Ursula BSD berkunjung ke SMP Al-Izhar Pondok Labu. Kedatangan rombongan disambut dengan penuh keramahan dan antusiasme. Para peserta diajak berkeliling sekolah untuk mengenal lingkungan serta fasilitas yang dimiliki SMP Al-Izhar Pondok Labu. Selain memperluas wawasan, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa saling menghargai terhadap budaya dan lingkungan sekolah yang berbeda.Dalam kunjungan tersebut, para peserta mengikuti diskusi kelompok untuk merancang berbagai ide kolaborasi yang dapat dilakukan di masa mendatang. Selain itu, terdapat kegiatan kreatif berupa eco print pada tote bag menggunakan bahan-bahan alami seperti daun dan bunga. Kegiatan ini mengajarkan kreativitas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan. Para siswa juga membuat parsel berisi sembako yang kemudian diberikan kepada para karyawan sekolah sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama.Rangkaian kegiatan “SAHABAT” ditutup dengan buka puasa bersama yang mencerminkan nilai toleransi, penghargaan, dan kebersamaan di tengah keberagaman latar belakang. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga membangun persahabatan yang hangat, saling mendukung, dan inspiratif. Diharapkan kolaborasi antara SMP Santa Ursula BSD dan SMP Al-Izhar Pondok Labu dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan positif di masa mendatang, sehingga semangat persahabatan dan kerja sama semakin erat terjalin.
Selengkapnya
Workshop News Anchor with Ms. Sekar Wanda, TV One News Achor
Posted: 2026-04-10 | By: Gwyneth (8A), Madeline (8B), Eliana (8D), Adrienne (9B)
On Friday, March 13th from 13.30 to 15.00 WIB, Santa Ursula BSD’s English Club hosted a workshop on “Be a Confident News Anchor”, with 32 attending participants. This workshop was the first held by the school’s English Club hence, it became not just an experience, but a lesson for both the attending and hosting students. The workshop was led by a news anchor herself, Ms. Sekar Wanda. Ms. Sekar is a news anchor for TvOne Indonesia. The participants learned about both knowledge and experience from a professional. With this, we learned more than just from textbooks or videos, but here we learnt from real experiences.Ms. Sekar Wanda opened the session by discussing “butterfly moments,” referring to the nervousness often experienced during public speaking. She then provided a broad explanation of what public speaking is and emphasized its importance as a skill to master. Everyone was invited to share their perspectives, highlighting  its usefulness for opportunities such as working abroad and traveling.The session continued with practical tips on managing nervousness and improving speaking skills. Ms. Sekar Wanda explained that effective public speaking requires clarity, confidence, and composure. She encouraged participants to project confidence even when they feel nervous, reinforcing the idea of “fake it till you make it.”She also introduced techniques to engage an audience, such as starting with a compelling story, asking questions, or sharing interesting facts. These strategies help to create a connection between the speaker and the audience. In the purpose of helping us participants visualize the act, Ms. Sekar showed several videos of herself during a live reporting session for TvOne. To gain a full experience, several volunteers participated in a mock interview activity to practice their public speaking skills. The exercise was lively and entertaining, providing both practice and enjoyment for everyone involved. Although the room occasionally became noisy, it was managed effectively, and Ms. Sekar Wanda appeared to thoroughly enjoy the experience.The session ended with a few words of appreciation from the school principal, Mrs. Cicilia Budilestari to Ms. Sekar Wanda, showing our gratefulness and appreciation to her. We then continued with the closing prayer and a group selfie. Though not everyone may dream to be a news anchor, this workshop has guided us through a lot of tips and tricks to public speaking, a key role in chasing hopes and opportunities. One may not be naturally confident like others so with this workshop, we've been educated to help us build our confidence through a few things such as practicing at home, learning from other's experiences, and more. One trick in particular that has really helped many through public speaking so far is "fake it 'till you make it". It may not seem like much but confidence for some isn't just something that comes overnight. However, we also learned that you certainly can fake being assured in yourself until you really feel like you can speak in front of a crowd. To do that, surely you must master the overall topic and to be ready to go off script. For instance, people regularly forget the word-to-word script upon speaking in front of a crowd. So, by mastering the issue, you'll be ready to face the blanks that often come up in your head when you panic. In addition to that, be sure in what you're going to say to convince the crowd in going deeper into the issue that's brought upon them. Body language is a seemingly insignificant thing to pay attention to when practicing. However, every movement from head to toe can influence the way people perceive you. Therefore, having proper body language including eye contact, proper posture, clear pronunciation and articulation, are key aspects to public speaking in general. In conclusion, this workshop was a space for growth. The growth of a student’s skills, and the growth of their confidence. Not everyone may attend to become a real news anchor, or maybe some may change their minds. But the one thing that will never change is that public speaking skills and the confidence they learned will never go to waste. 
Selengkapnya
Pengalaman Paduan Suara Septem Stellarum dalam Saint Angela International Choir Festival 2026
Posted: 2026-03-31 | By: Giorgio Praditya Widihartono | VIII-E
Pada tanggal 9–15 Februari 2026, Paduan Suara Septem Stellarum mengikuti Saint Angela International Choir Festival (SAICF) 2026 di Bandung pada kategori Mixed Youth (M1). Persiapan menuju lomba ini terbilang cukup singkat karena latihan intensif baru dimulai pada awal Januari. Walaupun demikian, seluruh anggota paduan suara tetap berusaha mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh agar dapat memberikan penampilan terbaik.Sehari sebelum perlombaan dimulai, kami melakukan uji coba panggung di Sekolah Santa Angela, Bandung. Melihat panggung yang besar dan megah membuat saya merasa senang sekaligus gugup. Namun, rasa gugup tersebut perlahan berkurang karena kami percaya dengan latihan dan persiapan yang telah dilakukan.Pada hari perlombaan, suasana tegang sangat terasa ketika kami mempersiapkan diri dan menunggu giliran tampil. Sebelum naik ke panggung, kami melakukan vocalizing dan mendapatkan arahan terakhir dari pelatih serta konduktor kami. Saat akhirnya tampil di panggung, rasa gugup masih ada, tetapi perlahan berubah menjadi semangat dan kepercayaan diri untuk menyanyikan setiap lagu dengan sebaik mungkin.Selama berada di Bandung, kami tidak hanya berlatih, tetapi juga belajar banyak hal bersama. Kami tetap menjalani latihan secara mandiri ketika pelatih tidak dapat mendampingi. Beberapa anggota bergantian memimpin latihan, sementara yang lain memberikan masukan dan evaluasi. Dari pengalaman ini kami belajar tentang tanggung jawab, keberanian memimpin, serta pentingnya kerja sama dalam sebuah tim. Selain itu, kebersamaan selama menginap dan beraktivitas bersama juga membuat hubungan antaranggota menjadi semakin akrab.Momen yang paling membahagiakan adalah ketika diumumkan bahwa Septem Stellarum berhasil lolos ke babak Grand Champion. Kami semua merasa sangat senang dan semakin bersemangat untuk memberikan penampilan terbaik pada babak tersebut. Pada hari penampilan Grand Champion, kami kembali mempersiapkan diri dengan latihan terakhir sebelum tampil di panggung.Meskipun pada akhirnya kami belum berhasil meraih gelar Grand Champion, kami tetap merasa bangga karena Septem Stellarum berhasil meraih Juara 1 pada kategori Mixed Youth. Prestasi tersebut menjadi hasil dari kerja keras, latihan, dan kebersamaan yang telah kami jalani selama proses persiapan hingga perlombaan.Bagi saya pribadi, pengalaman mengikuti lomba ini sangat berharga. Saya belajar untuk lebih percaya diri, bertanggung jawab, serta menghargai kerja sama dalam tim. Selain itu, kebersamaan selama kegiatan ini juga menjadi kenangan yang tidak terlupakan. Semoga dari pengalaman ini, saya dan juga semua anggota Septem Stellarum dapat berkembang dengan jauh lebih baik lagi.
Selengkapnya
Sharing the Ursuline Spirit: APUEC 2026 Visit to Santa Ursula BSD
Posted: 2026-03-12 | By: Annabelle Milano Christian 9C/2
The Asia-Pacific Ursuline Education Conference (APUEC) 2026 is an important event in revitalizing collaboration among Ursuline educational institutions in the Asia-Pacific region. The conference was held in Jakarta from March 2–6, 2026 and served as a space for reflection for Ursuline educators. APUEC 2026 carried the theme “Living Angela’s Spirit, Building Bridges for the Future.” Through APUEC, sisters, teachers, school leaders, and Ursuline education practitioners from different countries gathered to discuss various topics in the field of education. The agenda included educational reflection sessions, educator training, cross-country discussions, and visits to Ursuline schools in Indonesia as a means of sharing educational practices. On Thursday, March 5, 2026, 25 APUEC representatives from Ursuline schools around the world (Cambodia, the UK, Taiwan, India, Thailand, Ireland, and Indonesia) visited the Santa Ursula BSD campus. The visit took place from 08:00 to 12:00. At 08.30 the 25 representatives arrived at the Santa Ursula BSD campus and were dropped off at the junior high school gate. Their arrival was warmly welcomed in the SMP-SMA Hall with a gamelan Bali performance by the junior high school students. Afterwards, the representatives listened to the opening remarks from the MC explaining the schedule of the day’s activities and the description of the welcome drinks and snacks prepared by senior high school students from the cooking extracurricular club. The welcome drink served was lemon grass tea. The welcome snacks included kue lumpur, kue mangkok, combro, sosis solo, and many more. After that, the 25 APUEC representatives were divided into five groups to begin the campus tour at 09:00. Each group was accompanied by one teacher and one student. During the campus tour, the representatives visited the four school units on the Santa Ursula BSD campus: Kindergarten (TK), Elementary School (SD – Auditorium), Junior High School (SMP), and Senior High School (SMA). They also visited the hydroponic house, composting area, kitchen, and the SMP-SMA library. The order of locations for each group was different to avoid overlapping schedules. During the campus tour session, they were very enthusiastic, interested, and curious about the facilities available at the Santa Ursula BSD campus, which are very complete. They actively asked questions, took notes, and documented the visit. In my group, there were representatives from Thailand, Taiwan, and Indonesia. They were very active and enthusiastic throughout the campus tour. We shared many stories about the unique characteristics of our respective schools, such as the daily uniforms worn, the learning process, and project-based examinations. The campus tour session for all groups ended at the Santa Ursula BSD Auditorium. At 09:45, the representatives were invited to go to the third floor of the Auditorium to attend the next series of events, which was watching performances by Santa Ursula BSD students. The kindergarten students performed a traditional dance called “Sipatokaan” from North Sulawesi. The elementary school students played degung, when the junior high school students played angklung. Both traditional musical instruments originate from West Java. Next, the senior high school students performed using the traditional musical instrument kolintang, which comes from North Sulawesi. Then, the choir group Los Pajaritos performed the song “Aleluia and Fidia”. Finally, the choir group Septem Stellarum performed the song “ Cantate Domino and Rise” After the performances in the Auditorium, the APUEC representatives were guided by the campus tour guides back to the SMP-SMA Hall for lunch at 11:00. Before lunch, the representatives listened to an explanation about the food prepared by the senior high school students from the cooking extracurricular club. Keroncong music was played during lunch. Their visit to the Santa Ursula BSD campus concluded at 12:00. The representatives then said their goodbyes to continue the next agenda of APUEC 2026. The visit of the APUEC 2026 representatives to the Santa Ursula BSD campus became a memorable experience for everyone involved. This meeting strengthened the bonds among Ursuline schools from different countries and provided a valuable opportunity to learn from one another and share experiences in the field of education. Through this conference, Ursuline schools are expected to continue growing as holistic educational communities that are intelligent and service-oriented, contributing to the education of the nation and becoming a blessing to the people around them.
Selengkapnya
Menapaki Jakarta, Menumbuhkan Toleransi
Posted: 2026-03-06 | By: Raden Valentinus Biaggi
Perusakan rumah doa di Padang, persekusi jemaat POUK di Tangerang, hingga penyerangan tempat retret di Sukabumi menjadi pengingat bahwa intoleransi masih menjadi tantangan nyata dalam kehidupan berbangsa di Indonesia. Dalam konteks tersebut, pendidikan memiliki peran penting untuk menanamkan nilai penghargaan terhadap keberagaman sejak dini.Sebagai lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan persaudaraan dalam keberagaman, SMP Santa Ursula BSD berupaya membentuk siswa yang tidak hanya memahami toleransi sebagai konsep, tetapi juga mampu menghidupinya dalam pengalaman nyata. Melalui kegiatan Eksplorasi Budaya, siswa diajak belajar langsung di ruang sosial yang sesungguhnya.Pada Selasa (24/2) dan Rabu (25/2), siswa kelas VIII mengikuti kegiatan eksplorasi budaya dengan mengunjungi lima tempat ibadah dari agama yang berbeda di Jakarta, yaitu Gereja Katedral Jakarta, Gereja Immanuel Gambir, Vihara Sapta Ronggo, Pura Agung Wira Satya Bhuana, serta kawasan Masjid Istiqlal yang diakhiri di Terowongan Silaturahmi.Kegiatan ini bertujuan untuk membantu siswa mengenal keragaman praktik ibadah melalui pemahaman tata cara, simbol, serta kebiasaan keagamaan yang berbeda. Tidak hanya itu, siswa juga dilatih untuk menjaga sikap, tutur kata, serta cara berpakaian yang pantas saat berada di lingkungan sakral milik komunitas iman lain sebagai wujud penghormatan terhadap perbedaan keyakinan.Menariknya, pembelajaran tidak hanya terjadi di tempat tujuan. Dalam kegiatan ini, siswa juga dilatih mengembangkan kecakapan hidup dengan merencanakan perjalanan secara mandiri menggunakan transportasi umum di Jakarta. Setiap kelompok menyusun rute, memperkirakan waktu tempuh, serta mengelola biaya perjalanan sejak keberangkatan hingga kembali ke sekolah. Moda transportasi seperti angkot, bus TransJakarta, MRT, hingga KRL dimanfaatkan siswa dalam proses perjalanan tersebut.Pengalaman membaur dengan masyarakat luas di ruang publik menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Siswa tidak hanya belajar mengenai toleransi antaragama, tetapi juga belajar tentang kesederhanaan, empati, serta tanggung jawab sebagai warga kota yang hidup dalam masyarakat multikultural.Seluruh kelompok berkumpul pada pukul 13.00 di Terowongan Silaturahmi sebuah ruang penghubung antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral yang menjadi simbol persatuan di tengah keberagaman. Di tempat tersebut, siswa diajak merefleksikan pengalaman mereka selama kegiatan berlangsung, sekaligus memahami bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan secara damai.“Kegiatan eksplorasi budaya ini sangat bermanfaat karena saya jadi lebih memahami keragaman cara ibadah dan kebiasaan agama lain secara langsung. Kegiatan ini juga melatih saya untuk bersikap sopan dan menghargai teman-teman yang sedang berpuasa pada hari pelaksanaan,” ujar Alexa Christabel Kesuma dari kelas VIII A.Selain memberikan pemahaman mengenai toleransi, perjalanan bersama teman-teman menggunakan transportasi umum juga menjadi pengalaman yang berkesan bagi siswa. “Kegiatan ini sangat menyenangkan dan menjadi pengalaman baru karena kami bisa bepergian bersama teman-teman menggunakan transportasi umum,” ungkap Aaron Cornelius Kontardjo.Melalui kegiatan eksplorasi budaya ini, diharapkan siswa mampu mengembangkan sikap terbuka terhadap perbedaan, serta tetap mencintai dan mempertahankan identitas iman Kristiani sebagai bagian dari jati diri yang kokoh dalam kehidupan bermasyarakat.
Selengkapnya
Kelas VIII Beraksi, Budaya Sunda Jadi Inspirasi!
Posted: 2026-02-26 | By: Siswa SMP
Pada Jumat, 6 Februari 2026, SMP Santa Ursula BSD memiliki suasana yang berbeda dari biasanya. Siswa-siswi kelas VIII baru saja menggelar acara SAMEKAR yang berarti Sanurian Motekar yang dalam Bahasa Sunda berarti kreatif. Acara ini merupakan hasil tindak lanjut dari perjalanan karyawisata mereka ke Sundanese Cultural Park, Tamansari, Bogor. Sebagai siswa yang ikut menyaksikan, kami merasa acara ini bukan sekadar pemenuhan tugas sekolah, melainkan sebuah bentuk hiburan yang edukatif dan berkesan. Siswa-siswi juga dapat mengalami suasana yang berbeda pada hari itu.Acara ini terdiri dari 3 sesi yaitu istirahat pertama pukul 09.15 WIB, dilanjutkan dengan kunjungan siswa-siswi kelas IV SD, sesi istirahat kedua pukul 11.45 WIB, dan diakhiri dengan refleksi serta evaluasi murid SMP. Jika biasanya kami menggunakan waktu istirahat untuk memakan bekal atau berinteraksi dengan teman, kali ini kami menyaksikan penampilan Tari Jaipong dan Pencak Silat di Hall SMP/SMA Santa Ursula BSD. Penampilan tersebut dibawakan oleh 8 penari Tari Jaipong dan 6 penampil Pencak Silat dengan sangat keren dan mengesankan.Tari Jaipong adalah sebuah jenis tarian tradisional budaya Sunda yang pertama kali diperkenalkan pada sekitar tahun 1970-an oleh seorang seniman bernama Gugum Gumbira. Secara umum, tarian ini melambangkan semangat, keceriaan, dan keharmonisan hidup masyarakat Sunda. Selain itu, Tari Jaipong juga menjadi suatu sarana komunikasi budaya yang mampu mempererat hubungan sosial di masyarakat. Sementara itu, olahraga pencak silat merupakan seni ketangkasan tubuh tradisional asal Jawa Barat yang mengajarkan teknik bela diri, serta menanamkan nilai-nilai disiplin, keberanian, serta ketangguhan. Pencak berarti gerak dasar bela diri yang memiliki peraturan, sedangkan silat memiliki arti gerakan bela diri yang utuh dan bersumber dari rohani. Fungsinya tidak hanya untuk membela diri, namun juga sebagai seni pertunjukan.Shine, salah satu penampil Tari Jaipong, berbagi cerita kepada kami mengenai dedikasinya selama masa persiapan. Ia mengakui adanya rasa lelah karena harus menjalani latihan intensif hingga pukul 15.00 setiap hari selama hampir dua minggu. Hal senada disampaikan oleh Avner, penampil Pencak Silat, yang merasa proses latihan menjadi tantangan tersendiri akibat keterbatasan waktu. Namun, segala kendala tersebut terbayar dengan kepuasan mereka atas keberhasilan penampilan pada hari pelaksanaan.   Semangat melestarikan budaya juga terpancar kuat dari daya juang para penampil. Shine mengingatkan kita semua bahwa budaya adalah identitas bangsa yang harus senantiasa dijaga, sementara Avner dan timnya membuktikan bahwa kekompakan adalah kunci utama di balik pertunjukan yang memukau. Melalui setiap gerakan yang penuh tenaga dan kebanggaan, kami dapat merasakan dedikasi tulus yang mereka berikan untuk acara ini.Apresiasi juga datang dari para penonton. Micha dari kelas 9C merasa kagum dan mengatakan bahwa acara ini unik serta menyenangkan karena siswa-siswi SMP dapat menonton pertunjukan seni sambil bersantai. Selain itu, Xavier dari kelas 7B pun setuju bahwa suasana istirahat menjadi lebih meriah dan membangkitkan semangat. Mendengar hal tersebut, Lionel selaku bagian dari kelompok kepanitiaan merasa senang karena sebagian besar peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Tim kepanitiaan bahkan menerima banyak pujian, baik dari tenaga pendidik maupun sesama siswa.Di balik kemeriahan tersebut, terdapat kerja keras dari sekitar 80 orang panitia. Aaron dan Tishia dari Divisi Perlengkapan bercerita bahwa mereka harus membagi waktu istirahat dan pulang lebih sore demi menyiapkan kebutuhan teknis. Selain kendala waktu, Lionel sebagai Panitia Inti mengakui bahwa menyatukan berbagai pendapat merupakan tantangan tersendiri. Ia juga menjelaskan bahwa proses dekorasi membutuhkan waktu lama demi menghasilkan visual yang berkualitas. Kami merasa dedikasi tersebut tidak sia-sia, karena dekorasi yang kreatif berhasil menciptakan atmosfer budaya Sunda yang sangat kental.Keseruan pun berlanjut saat kami berkumpul di aula untuk mendengarkan penjelasan mengenai makna di balik karya-karya seni Sunda yang ditunjukkan pada hari itu. Kami mempelajari filosofi tarian hingga makna motif lukisan pada kipas tradisional, seperti motif Mega Mendung (Awan Sunda), Bulu Hayam, dan Kawung Aren. Ternyata, selembar kipas anyaman bambu menyimpan pesan mendalam tentang persatuan dan keharmonisan manusia dengan alam. Sesi kuis interaktif pada akhir penjelasan juga membuat suasana menjadi sangat seru, karena kami ditantang menunjukkan pemahaman kami. Setelah itu, kami juga melakukan refleksi bersama melalui media kertas post-it warna-warni sebagai penutup acara SAMEKAR. Melalui tulisan-tulisan tersebut, terlihat jelas bahwa acara SAMEKAR berhasil menanamkan rasa cinta yang lebih besar terhadap budaya Indonesia, meninggalkan kesan mendalam bagi kami semua tentang pentingnya menjaga warisan nenek moyang.Perjalanan dari kunjungan karyawisata hingga berakhirnya program SAMEKAR meninggalkan kesan yang mendalam bagi seluruh siswa SMP Santa Ursula BSD. Kami merasa beruntung karena berkesempatan untuk mengenal lebih dekat budaya Sunda dan memahami filosofi di balik setiap tradisinya. Lebih dari sekadar tugas, pengalaman ini mengajarkan kami nilai-nilai penting, seperti rasa hormat saat mengapresiasi karya orang lain, sikap disiplin dalam berproses, serta kekuatan kolaborasi yang menjadi kunci utama keberhasilan acara kami.Secara keseluruhan, acara SAMEKAR merupakan sebuah keberhasilan kolektif yang memadukan kreativitas, edukasi, dan pelestarian budaya. Melalui penampilan seni Tari Jaipong dan Pencak Silat, serta pameran karya seni tradisional, acara ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pelaporan hasil karyawisata, tetapi juga berhasil menanamkan rasa bangga dan cinta terhadap identitas budaya Sunda di lingkungan sekolah. Dedikasi tinggi dari para penampil dan kerja keras panitia terbukti mampu menciptakan atmosfer belajar yang unik dan inspiratif bagi seluruh warga sekolah, sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya Indonesia agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.Tim Reporter / Jurnalis  : Mary Chriselle Vania / 7B / 18Celica Amanda Sutanto / 8B / 9Klaudius Rafael Setiawan / 8E / 23 Narasumber : Jerome Xavier Jarmanto / 7B / 13Aaron Cornelius Kontardjo / 8A / 1Lionel Dwitama Sandjaya / 8B / 21Shine Tiara Nafthaly 8B / 28Tishia Adeline Tanumihardja 8B / 32Avner Aurelius Simanjorang / 8D / 4Michaela Sarah Putri Darmudji / 9C / 21
Selengkapnya