Mensyukuri Setiap Privilese yang Kita Miliki: Perwakilan BP OSIS SMP Santa Ursula BSD 2025 Menyambangi Rumah Singgah KAJ
Posted: 2026-01-08 | By: Sabia Minerva Marendra / IX-C
Santa Ursula BSD merupakan salah satu dari segelintir sekolah yang sangat mendalami dan memprioritaskan pendidikan karakter bagi siswa-siswinya. Sekolah menyediakan bahan dan sarana pendidikan karakter yang begitu lengkap, salah satunya yang begitu lekat dengan kehidupan sehari-hari siswa-siswi adalah 6 Nilai Serviam dan 10 Nilai Santa Ursula yang saling mendukung untuk pemenuhan 3 Daya Jiwa. Santa Ursula BSD sangat memegang teguh nilai-nilai tersebut demi terbentuknya karakter siswa berbasis ajaran Katolik yang siap beradaptasi menghadapi tuntutan zaman.Dalam penerapan nilai-nilai tersebut, sekolah tidak melulu menggunakan metode doktrin atau pengajaran intensif. Nilai-nilai tersebut acap kali dibalut dalam pengadaan kegiatan-kegiatan kreatif yang diselenggarakan organisasi tertentu. Salah satu kegiatan kreatif yang baru saja diadakan adalah kegiatan garapan Badan Pengurus OSIS SMP Santa Ursula BSD masa bakti tahun 2025. Kegiatan yang dimaksud diberi nama “SENADA” yang merupakan singkatan dari “Sanurian Berekspresi dalam Desain Merchandise”. Program “SENADA” tahun 2025 sendiri mengusung tema “Embrace the Spirit of Serviam”, yang pada dasarnya mengajak siswa-siswi SMP Santa Ursula BSD untuk semakin memahami dan menerapkan nilai-nilai ajaran sekolah dalam hidup sehari-hari. Program “SENADA” sendiri memiliki dua bentuk kegiatan. Kegiatan pertama, adalah lomba desain merchandise yang terbuka bagi semua siswa-siswi SMP Santa Ursula BSD. Lomba ini diadakan pada bulan Agustus - September 2025 dan diikuti sebanyak 37 siswa lintas angkatan kelas VII - IX. Lima hasil desain terbaik diambil dan dicetak menjadi dua bentuk merchandise yaitu bentuk kaos oblong dan totebag. Kegiatan kedua adalah penjualan merchandise tersebut. Merchandise dijual kepada anggota komunitas internal Kampus Santa Ursula BSD lintas unit, mulai dari KB sampai SMA, tak lupa menyertakan guru-guru, karyawan, dan pengurus Yayasan. Proses penjualan dilaksanakan pada bulan November 2025 lalu. Seluruh keuntungan yang didapatkan dari penjualan ini disumbangkan kepada Yayasan Rumah Teduh Suryo.Yayasan Rumah Teduh Suryo sendiri merupakan proyek rumah singgah milik KAJ yang didirikan oleh Rm. Josep Susanto, Pr. Yayasan ini menyediakan tempat ‘singgah’ bagi pasien anak-anak dan orangtua mereka yang berdomisili di luar DKI Jakarta dan dirujuk untuk melakukan pengobatan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Rumah singgah ini berlokasi di daerah Senen, Jakarta Pusat.Pada hari Rabu, 17 Desember 2025, perwakilan dari Badan Pengurus OSIS SMP Santa Ursula BSD yakni dua (2) anggota Seksi Sosial dan dua (2) anggota Seksi Kesenian pergi mengunjungi Rumah Teduh Suryo untuk melakukan simbolisasi penyerahan uang donasi. Kesan pertama saya terhadap rumah singgah tersebut sangatlah positif. Dinding-dinding bangunan dicat warna-warni menimbulkan kesan optimis yang begitu kuat. Setiap sudut rumah juga bersih, tertata rapi, dan terlihat nyaman ditinggali. Saat kami berkunjung, kami disambut hangat oleh pengurus yayasan. Kami juga menemui beberapa pasien dan keluarga yang sedang menjalani hari di dalam bangunan tersebut. Setelah berbincang-bincang dengan pengurus yayasan, kami mengetahui bahwa RTS kala itu tengah menampung 34 pasien anak beserta keluarga mereka masing-masing. Pasien-pasien tersebut mengidap penyakit kronis tidak menular yang berbeda-beda.Selama di sana, satu hal yang paling menonjol bagi saya dalam dinamika kehidupan penghuni RTS adalah suasana kekeluargaan yang begitu kental. Kami dijelaskan bahwa penghuni RTS telah mengikuti seleksi ketat sebelum diizinkan tinggal. Salah satu kriterianya adalah memiliki Surat Resmi Keterangan Tidak Mampu dan harus berdomisili di luar provinsi DKI Jakarta. Fakta ini mendorong saya untuk menyadari bahwa setiap penghuni di sana memiliki nasib yang sama, menanggung beban yang sama berat, sehingga mereka saling memahami keadaan satu sama lain. Pemahaman dan pengertian yang ada tersirat jelas dalam kehangatan interaksi antar penghuni yang sedikit saya saksikan di sana. Selain itu, kami juga dijelaskan bahwa para keluarga pasien tidak semerta-merta hidup enak di dalam rumah singgah tersebut. Mereka harus menjalankan kewajiban rumah tangga, mulai dari menyapu hingga memasak, secara bergantian, secara bersama-sama. Hal ini pastinya menambah kekompakan dan persaudaraan yang ada di sana. Bagi saya, hal ini begitu indah dan menjadi bukti nyata bahwa hangat kemanusiaan masih tetap eksis di era gempuran digital yang begitu kuat saat ini.Di atas kehangatan dalam interaksi penghuni RTS, tentunya saya juga kembali disadarkan akan pentingnya selalu bersyukur atas segala karunia Allah yang masih saya terima sampai saat ini, secara khusus karunia kesehatan. Melihat senyum dan semangat adik-adik pasien RTS yang sedang berjuang melawan penyakit benar-benar membuka mata saya bahwa mereka saja masih bisa bersyukur dan tersenyum menjalani hari-hari penuh tantangan. Berarti saya yang beruntung juga harus lebih sering melakukannya. Setelah kunjungan hari itu, program “SENADA” tidak lagi hanya sekedar program OSIS yang saya rencanakan dan laksanakan bersama teman-teman OSIS. Namun, program “SENADA” ternyata menjadi pengingat bagi saya untuk selalu bersyukur dan selalu berusaha menebarkan kehangatan persaudaraan bagi semua orang di sekitar saya. Saya sadar bahwa nilai Kepekaan, Persatuan, Pelayanan, serta Cinta dan Belas Kasih, yang sering disebut-sebut di sekolah, bukan hanya sekedar barisan kata,  melainkan strategi nyata bagi kita untuk mempertahankan relasi antar manusia yang nyata, berbasis kepedulian, cinta, dan pelayanan seturut kehendak dan ajaran Tuhan kita Yesus Kristus dalam berbagai tuntutan zaman yang kita hadapi. 
Selengkapnya
MENEMUKAN KASIH ALLAH DALAM KEHENINGAN RETRET 2025
Posted: 2025-12-27 | By: Valentinus Matthew Danurwendo / 9C | Editor : Yulia Mariyani
Sejak pertama kali kaki saya melangkah memasuki tempat retret, ada suasana hening yang berbeda seakan-akan ada sesuatu yang lembut namun kuat yang sedang menunggu kami. Kami datang siap membuka hati dan mengubah cara kami memandang hidup. Suasana yang tenang, rapi, dan penuh damai membuat saya merasa bahwa perjalanan batin ini bukan sekadar rutinitas sekolah, tetapi sebuah undangan untuk bertemu dengan diri sendiri dan Allah yang hadir secara nyata. Pada kesempatan ini saya ingin menceritakan pengalaman retret yang saya ikuti pada tanggal 26–28 November 2025. Kegiatan retret ini dibagi menjadi tiga kelompok: Kelompok 1 mengikuti retret pada 24–26 November 2025, Kelompok 2 pada 26–28 November 2025, dan Kelompok 3 pada 28–30 November 2025. Pembagian kelompok dilakukan secara acak dan seluruh pesertanya merupakan siswa beragama Katolik, sementara teman-teman yang non-Katolik juga akan mengikuti retret pada waktu yang berbeda sehingga semua tetap mendapatkan kesempatan yang sama. Retret kali ini mengusung tema “Imanuel: Allah Beserta Kita,” yang mengajak kami menyadari bahwa kehadiran Allah bukan hanya sekedar pengetahuan, tetapi pengalaman nyata yang menyentuh seluruh diri, baik jasmani maupun rohani. Kami belajar tentang tiga daya jiwa yaitu pikiran, hati, dan kehendak yang masing-masing memiliki peran penting dalam hidup beriman. Hati dipanggil untuk mengalami kasih Allah dan menggerakkan kami untuk mengasihi serta menunjukkan empati kepada sesama; kehendak menuntun kami untuk tetap memilih kebaikan dan kesetiaan kepada Tuhan meskipun menghadapi perubahan besar dalam kehidupan sosial, alam, dan teknologi; sementara pikiran mengarahkan kami untuk memahami kehendak-Nya secara jernih, membedakan benar dan salah, serta mengolah informasi dengan bijaksana. Pelajaran ini menegaskan bahwa Allah hadir dalam seluruh aspek hidup kita dan membimbing pertumbuhan kita secara utuh. Selain materi, saya juga mengalami hal-hal menarik, misalnya kesempatan untuk melayani teman-teman melalui kelompok piket dengan membersihkan piring, alat makan, dan menata meja makan. Tindakan sederhana itu membuat saya semakin memahami bahwa apa yang dipelajari tentang pikiran, hati, dan kehendak bukan sekadar teori, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata: hati mengajarkan empati, kehendak mendorong untuk tetap membantu meski lelah, dan pikiran menyadarkan bahwa pelayanan kecil pun merupakan panggilan Tuhan untuk hidup dalam kasih. Saat sesi refleksi, ketika kami saling berbagi pengalaman dan saling menguatkan, saya benar-benar merasakan bahwa Allah hadir di antara kami. Imanuel yang menuntun kami bertumbuh melalui kebersamaan, pelayanan, dan kepedulian. Dari retret ini, saya menyadari bahwa kehadiran Allah tidak hanya dirasakan dalam doa atau materi rohani, tetapi juga dalam pengalaman sehari-hari. Pikiran membantu kami membuat keputusan yang bijak, hati menggerakkan kami untuk mengasihi, dan kehendak meneguhkan pilihan untuk tetap berbuat baik. Retret ini mengajarkan bahwa hidup beriman bukan hanya tentang kata-kata, tetapi tentang tindakan nyata yang mencerminkan kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Selengkapnya
Di Balik Tantangan, Ada Pembelajaran: Refleksi dari Pelatihan di Yonif Arya Kemuning 203
Posted: 2025-12-08 | By: Shine Tiara Nafthaly/8B/28 dan Genevieve Fiorentine Santioso/8C/14
Kabar mengikuti kegiatan pelatihan fisik dan mental bukanlah hal yang menyenangkan bagi semua siswa SMP Santa Ursula BSD. Banyak dari kami yang mengira kegiatan ini akan terasa berat dijalani. Kegiatan yang dilakukan selama 2 hari terdengar menyiksa, apalagi dijemur di bawah sinar matahari selama berjam-jam, makan diberi waktu, dan latihan baris - berbaris. Tidak biasa akan segala hal yang harus dilakukan dengan serba cepat dan tepat juga menjadi sebuah tantangan tersendiri. Pada Kamis, 16 dan 23 Oktober 2025, kami mulai dipersiapkan untuk latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dengan kakak kelas yang merupakan tim Fital (fisik dan mental). Setiap kelas didampingi 2 kakak kelas yang membimbing kami dalam materi PBB serta pembuatan yel-yel. Hari yang mendebarkan itu pun tiba. Pada 29 - 30 Oktober 2025 kami berangkat ke Yonif Arya Kemuning 203, Tangerang untuk mendapatkan pelatihan fisik mental langsung dari Pelatih TNI dan didampingi oleh wali kelas. Selama dua hari kegiatan kami akan dipenuhi dengan gerak cekatan, jadwal latihan fisik yang padat, dan bertahan di bawah panasnya terik matahari. Beberapa siswa terlihat tidak kuat saat awal upacara pembukaan dan latihan PBB. Namun, setelah istirahat 10 menit mereka kembali bergabung dalam pelatihan. Meskipun terasa sakit, semua berusaha ikut melanjutkan latihan setelah beristirahat sejenak karena tidak ada kesempatan untuk menjadi “manja”. Setiap detik yang berlalu sangat berharga. Terlihat dari waktu makan yang diberikan sangat singkat. Pengalaman yang pasti sulit untuk kami, tapi ini menjadi pelajaran untuk belajar cekatan. Namun, pandangan kami mulai berubah seiring kegiatan berlangsung. Ternyata, para pelatih yakni anggota TNI di Yonif Arya Kemuning 203, tidak sekeras yang kami kira. Para pelatih memang bersikap tegas, tetapi tetap ramah dan tahu batas waktu untuk serius atau bercanda. Kami diberi arahan dengan instruksi yang jelas membuat kami semakin paham tentang bentuk kedisiplinan dan kebersamaan, bukan menakuti. Perlahan-lahan, kami semua mulai beradaptasi dengan aturan dan sistem yang diterapkan, dan justru kami menikmati setiap alur kegiatan. Dalam kegiatan PBB, kami diajarkan untuk lebih peka dalam mendengarkan instruksi, meluruskan barisan kanan dan depan. Kami dilatih untuk lebih konsentrasi di saat badan mulai lelah. Dalam pelatihan ini ada juga yang seru yaitu kami diajak melakukan permainan yang menantang seperti menyeberangi kolam dengan jembatan dari tambang dan memanjat tebing dengan pengaman yang sudah terpasang di badan kami. Hal ini mengajarkan kepada kami tentang rasa percaya diri dan daya juang dengan kemampuan kami sendiri. Banyak momen yang meninggalkan kesan mendalam, salah satunya saat malam api unggun bersama. Kami semua duduk melingkar di sekitar nyala api yang hangat sambil menampilkan berbagai pertunjukan dari setiap kelas. Ada yang menampilkan drama musikal dengan genre percintaan atau hubungan orang tua dan anak. Setiap kelas juga menunjukkan yel-yel dengan waktu singkat yang diberikan, bahkan, ada momen saat kami semua berlari sambil bernyanyi mengelilingi api unggun. Suasana malam itu terasa hidup, penuh tawa, dan menyatukan seluruh siswa dalam semangat yang sama.Melalui pelatihan fisik dan mental ini kami menjadi lebih memahami bahwa disiplin bukan berarti keras, melainkan cara untuk menghargai waktu dan tanggung jawab atas setiap tindakan yang dilakukan. Kerja sama dan kekompakan tidak hanya dibutuhkan di lapangan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Kejujuran pun ikut muncul dalam pengalaman ini, seperti tidak membuang makanan yang diberikan sebagai bentuk penghargaan.Kini, kami menyadari bahwa pelatihan di Yonif Arya Kemuning 203 bukan sekadar latihan fisik dan mental, melainkan perjalanan pembelajaran yang membentuk karakter, mengajarkan arti kebersamaan, kedisiplinan, dan keteguhan hati untuk selalu menjalani setiap rintangan dengan semangat yang membara. Nilai-nilai itulah yang akan siswa-siswi SMP Santa Ursula BSD simpan, bawa, dan terapkan di masyarakat.
Selengkapnya
Seminar Seksualitas: Pentingnya Edukasi Seksualitas pada Remaja di Era Digital
Posted: 2025-10-24 | By: Jovanka Benedicta Sormin VIIIE/ 17 | Editor : Yulia Mariyani
Pada tanggal 8–9 Oktober 2025, SMP Santa Ursula BSD menyelenggarakan seminar seksualitas bagi siswa dan siswi kelas VIII. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar mengenai pentingnya edukasi seksualitas di kalangan remaja, khususnya di era digital yang sarat akan informasi tanpa batas. Dalam seminar ini, sekolah menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, antara lain dr. Meta, dr. Yudi, Kak Ray, Kak Valen, serta beberapa pembicara lain yang ahli di bidang pendidikan, kesehatan, dan psikologi remaja.Pada hari pertama, para siswa memperoleh pengetahuan tentang pentingnya memahami seksualitas secara sehat dan bertanggung jawab. Masa remaja merupakan periode yang sangat tepat untuk menanamkan pemahaman tersebut karena pada usia ini seseorang mulai mengalami perubahan fisik, emosional, dan sosial yang membutuhkan bimbingan yang benar. Dalam sesi ini, siswa diajarkan cara merawat diri dengan benar serta diajak mengenal langkah pencegahan terhadap kekerasan seksual melalui konsep “Tote Lala”, singkatan dari Tolak, Teriak, Lari, dan Lapor. Prinsip ini mengajarkan remaja untuk berani berkata tidak terhadap segala bentuk pelecehan serta segera mencari pertolongan kepada orang dewasa yang dapat dipercaya.Selain itu, peserta seminar juga mendapat materi tentang self-esteem atau harga diri. Para siswa diajak untuk lebih percaya diri, menghargai diri sendiri, dan mampu menerima kelebihan maupun kekurangan masing-masing. Dalam kegiatan kelompok, mereka saling menulis tiga hal baik tentang teman sekelasnya. Aktivitas ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa saling menghormati, mempererat hubungan antar teman, serta menanamkan nilai positif agar siswa tidak mudah meremehkan diri sendiri maupun orang lain. Dengan demikian, para remaja diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan menghargai martabat manusia.Pada hari kedua, para siswa mendapatkan materi mengenai pengaruh penggunaan gadget dan internet terhadap perilaku remaja, terutama bahaya pornografi. Para narasumber menjelaskan bahwa pornografi merupakan bentuk media baik gambar, video, maupun cerita yang menampilkan hal-hal yang tidak pantas untuk dilihat, khususnya bagi anak-anak dan remaja. Paparan terhadap konten tersebut dapat berdampak buruk pada perkembangan moral dan psikologis seseorang. Oleh karena itu, para siswa diajak untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan gawai, membatasi akses terhadap konten dewasa, dan memilih tontonan yang bersifat edukatif serta membangun karakter.Materi berikutnya membahas tentang dating and sexual orientation atau pemahaman mengenai hubungan dan orientasi seksual. Para narasumber menjelaskan bahwa orientasi seksual merupakan bentuk ketertarikan seseorang terhadap lawan jenis maupun sesama jenis, baik secara emosional, romantis, maupun fisik. Perasaan tersebut merupakan bagian dari dinamika perkembangan remaja yang wajar, namun tetap harus disikapi dengan sikap saling menghormati, menjaga batasan, serta berpegang pada nilai-nilai moral dan ajaran agama. Remaja juga diingatkan untuk peka terhadap tanda-tanda kekerasan dalam hubungan dan berani melindungi diri ketika menghadapi situasi yang tidak sehat.Melalui seminar ini, para siswa memperoleh banyak pelajaran berharga tentang bagaimana menjadi pribadi yang bertanggung jawab dalam menjaga diri, berani menolak segala bentuk kekerasan, dan bijak dalam menyaring informasi di era digital. Mereka juga diajak untuk lebih menghargai diri sebagai ciptaan Tuhan yang berharga dan bermartabat. Sebagai citra Allah, setiap individu dipanggil untuk menjaga kesucian diri dan memelihara nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.Kegiatan seminar seksualitas di SMP Santa Ursula BSD menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang cerdas secara moral, bijak secara digital, dan tangguh menghadapi tantangan zaman. Melalui edukasi seksualitas yang tepat, para remaja diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang menghargai diri sendiri, menghormati orang lain, serta mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab di tengah arus perubahan sosial yang semakin kompleks.
Selengkapnya
Pagelaran Sabang Merauke, The Indonesian Broadway
Posted: 2025-10-24 | By: Lionela Hulda Yemima Simanjunta/IX | Editor : Maria Dwi Rianti
Perkenalkan nama saya Lionela Hulda Yemima Simanjuntak dari kelas IX. Bulan Agustus lalu saya mendapat kesempatan untuk mengikuti pementasan bernama Pagelaran Sabang Merauke, The Indonesian Broadway dengan tema Hikayat Nusantara. Pementasan tersebut dilaksanakan pada tanggal 23-24 Agustus 2025 dengan total 4 pertunjukan. Pagelaran Sabang Merauke merupakan pertunjukan yang menampilkan budaya Indonesia. Pagelaran ini bisa disebut The Indonesian Broadway, yang menampilkan 351 penari dari total 600 seniman.  Pagelaran Sabang Merauke, The Indonesian Broadway pertama kali dilaksanakan  pada tahun 2022. Tahun ini, Pagelaran Sabang Merauke, The Indonesian Broadway membawakan tema berjudul “Hikayat Nusantara” yang mengusung cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia seperti Yuyu Kangkang, Malin Kundang, Si Tumang Sangkuriang, Mahadewi, dan Calon Arang, yang dikemas aransemen lagu, tarian, busana, etnik, serta keunikan setiap daerah.  Latihan untuk Pagelaran Sabang Merauke dilakukan selama 2 bulan yang dimulai pada bulan Juni. Saya terlibat dalam scene Opening-Prolog , Jakarta, Bali, dan Inspirasi Diri dengan jenis tarian modern. Opening-prologue merupakan bagian pertama dari pagelaran ini yang menunjukkan bahwa terdapat potensi bahaya laten. Scene Jakarta dengan lagu Keroncong Kemayoran menceritakan tentang keramaian di Jakarta. Pada bagian Bali menceritakan tentang kisah Ratna Manggali yang harus menyeimbangkan terang dengan gelap. Jadwal latihan cukup padat dilakukan di Jakarta dan di Yogyakarta. Proses latihan di Yogyakarta melibatkan seluruh penari dari Sabang sampai Merauke. Saya latihan untuk Pagelaran Sabang Merauke di Yogyakarta sebanyak dua minggu, pada bulan Juli dan Agustus.  Selama berlatih di Yogyakarta banyak tantangan dan pelajaran yang saya dapatkan. Saya belajar untuk menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan melaksanakan segala latihan dengan totalitas dengan semangat persatuan. Pada proses latihan di Yogyakarta dan Jakarta, ini pertama kali saya jauh dari orangtua dengan total waktu selama tiga minggu yaitu dua minggu di Yogyakarta dan satu minggu di Indonesia Arena. Saya belajar menjadi pribadi yang mandiri disiplin karena selama proses latihan kami harus melakukan segala sesuatu sendiri dan harus disiplin dengan jadwal latihan yang diberikan (datang 1 jam sebelum latihan). Saya juga menghadapi tantangan yaitu tetap harus mengerjakan tugas yang diberikan oleh sekolah. Hal tersebut tentunya sulit untuk dilakukan, mengetahui jadwal yang padat di Yogyakarta. Namun, karena saya memiliki tanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diberikan saya mencoba untuk mengerjakannya di waktu senggang.  Apapun yang dilakukan selama latihan sampai pementasan harus dilakukan dengan totalitas. Saya sudah berkomitmen untuk mengikuti pementasan ini jadi hasilnya pun harus maksimal dan memuaskan. Pada Pagelaran Sabang Merauke ini saya juga harus bersikap terbuka dengan lingkungan saya. Saat di Yogyakarta saya bertemu dan berkenalan dengan banyak sekali orang baru dengan berbagai macam karakter. Saya belajar untuk beradaptasi dengan orang-orang yang terlibat dan juga beradaptasi dengan perubahan yang diberikan di setiap scene nya. Dari pagelaran ini saya berkenalan dengan banyak sekal Saya merasa bahwa persatuan di pagelaran ini sangatlah kuat, energi kebersamaannya mampu membuat setiap individu merasa menjadi satu kesatuan yang utuh. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pagelaran Sabang Merauke, The Indonesian Broadway karena sudah memberi kesempatan yang berharga bagi saya. Pada Pagelaran ini saya tidak hanya belajar tentang kebudayaan Indonesia yang luas, saya juga belajar tentang nilai-nilai hidup seperti tanggung jawab, kemandirian, kedisiplinan. Saya juga semakin bangga dengan budaya Indonesia yang beragam dan unik. Dari pagelaran ini saya bisa kenal dengan banyak sekali teman dari Sabang sampai Merauke sama seperti nama pagelaran yang kami tampilkan.  Sebagai generasi muda kita diingatkan kembali untuk menjadi individu yang baik dan berguna bagi bangsa dan negara yang tidak lupa dengan budaya dan mencoba melestarikan budaya Indonesia, karena budaya yang beragam ini hanya Indonesia yang punya.
Selengkapnya
Belajar Bersama Talitha Kum International : Pencegahan dan Penanganan TPPO
Posted: 2025-10-24 | By: Arthur Faris Pratama IX A/1 | Editor : Yulia Mariyani
Talitha Kum International merupakan jaringan biarawati internasional yang berkomitmen memerangi kejahatan perdagangan manusia (human trafficking). Organisasi ini didirikan pada tahun 2009 oleh International Union of Superiors General (UISG) di Roma. Nama “Talitha Kum” diambil dari Injil Markus 5:41 yang berarti “Anak, bangunlah”, melambangkan harapan dan kebangkitan bagi para korban perdagangan manusia. Sejak berdiri, Talitha Kum mengalami perkembangan yang pesat. Pada tahun 2013, jaringan ini telah hadir di 75 negara dengan melibatkan sekitar 600 biarawati, dan dua tahun kemudian jumlahnya meningkat menjadi 80 negara dengan lebih dari 1.100 biarawati yang aktif melayani. Salah satu tokoh penting dalam gerakan ini adalah Suster Aboy (Acilino MPM).Misi utama Talitha Kum adalah mewujudkan dunia yang bebas dari tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi lintas negara, lintas agama, dan lintas organisasi dengan fokus pada empat bidang utama, yaitu pencegahan (preventif), penyelamatan korban (rescue), rehabilitasi, dan reintegrasi sosial. Program pencegahan dilaksanakan melalui sosialisasi di sekolah, gereja, dan paroki, serta pelatihan bagi pendidik, pemuka agama, dan kaum muda agar memiliki kesadaran dan kemampuan untuk mengenali serta mencegah tindak perdagangan manusia di lingkungannya.Perdagangan manusia merupakan aib kemanusiaan sekaligus pelanggaran hak asasi manusia yang sangat serius. Modus yang sering digunakan pelaku antara lain menawarkan pekerjaan bergaji tinggi melalui media sosial, memberikan persyaratan yang tampak mudah seperti biaya keberangkatan gratis, atau melakukan rekrutmen tanpa prosedur resmi. Berdasarkan definisi TPPO, terdapat tiga komponen utama, yaitu proses (meliputi perekrutan, pengangkutan, pemindahan, penampungan, dan penerimaan korban), cara (seperti pemaksaan, penipuan, penculikan, penyalahgunaan kekuasaan, atau pemberian hutang), dan tujuan (yakni eksploitasi baik secara seksual maupun tenaga kerja). Untuk korban anak, meskipun tanpa unsur paksaan, perbuatan tersebut tetap dikategorikan sebagai TPPO karena eksploitasi berarti memanfaatkan tenaga, keterampilan, atau tubuh seseorang secara tidak manusiawi untuk keuntungan pihak lain.Modus eksploitasi perdagangan manusia kini semakin beragam. Salah satunya adalah penipuan berkedok agensi artis atau model palsu yang meminta korban mengirimkan foto pribadi tanpa kontrak kerja yang jelas. Ada pula tawaran kerja atau sekolah di luar negeri dengan prosedur yang tidak transparan dan tanpa seleksi ketat. Selain itu, eksploitasi daring (online grooming) juga semakin marak. Dalam modus ini, pelaku mendekati korban melalui media sosial dengan berpura-pura menjadi teman, kemudian membangun kepercayaan untuk tujuan eksploitasi.Untuk mencegah terjerat dalam jaringan perdagangan manusia, setiap orang perlu bersikap waspada dan bijak. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain berpikir matang sebelum mengambil keputusan, memilih teman dan relasi dengan hati-hati, tidak mudah percaya kepada orang asing, tidak sembarangan memberikan data pribadi, serta mewaspadai tawaran kerja atau pendidikan yang tidak jelas asal-usulnya. Konsultasi dengan orang tua, guru, atau pihak berwenang juga sangat penting, terutama ketika menerima tawaran dari pihak yang tidak dikenal. Penggunaan media sosial pun harus bijak, karena keselamatan jauh lebih berharga daripada sekadar gengsi.Salah satu bentuk perdagangan manusia yang semakin marak di era digital adalah Online Sexual Exploitation of Children (OSEC), yaitu eksploitasi seksual anak melalui internet. Dalam kasus ini, pelaku sering memproduksi Laporan Seksual Anak (LSAM) berupa foto atau video digital yang mengeksploitasi anak. Modus yang digunakan antara lain membangun kepercayaan korban, memberikan hadiah, meminta foto atau video tidak pantas, hingga melakukan pemerasan dan ancaman. Bentuk eksploitasi seksual daring ini dapat berupa sexting (pengiriman atau penerimaan konten seksual melalui media sosial), pemerasan seksual (sextortion), maupun pelecehan melalui siaran langsung (live streaming). Para pelaku bisa bersifat situasional, yaitu melakukan kejahatan karena adanya kesempatan, atau preferensial, yaitu mereka yang memiliki kecenderungan seksual terhadap anak.Keberadaan Talitha Kum Internasional menjadi sangat penting sebagai garda terdepan dalam melawan perdagangan manusia. Melalui kolaborasi global serta fokus pada pencegahan dan pendampingan korban, jaringan ini membawa harapan baru bagi para penyintas dan mengajak masyarakat dunia untuk lebih peduli terhadap isu kemanusiaan ini. Perjuangan melawan TPPO bukan hanya tugas lembaga tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama untuk menjaga martabat dan keselamatan setiap manusia.
Selengkapnya
Dari Rasa Ragu Jadi Prestasi: Pengalaman Mengikuti Lomba Menulis Cerita Rohani Remaja MPK KAJ
Posted: 2025-10-24 | By: Livia Meilia / VII-A / 26 Editor: Raden Valentinus Biaggi
           Halo apa kabar semuanya! Saya Livia. Pada kesempatan ini akan berbagi pengalaman mengikuti Lomba Menulis Cerita Rohani Remaja yang diselenggarakan MPK KAJ. Pada saat itu saya dan teman-teman diminta untuk membuat sebuah cerita rohani yang mengandung nilai-nilai rohani Katolik dan enam nilai Serviam. Saat mendengar pengumuman itu saya kurang percaya diri, karena merasa kurang berbakat dalam menulis cerita apalagi bertema rohani, tetapi di sisi lain, juga tetap berupaya agar mampu membuat cerita seoptimal mungkin. Proses yang dijalani juga termasuk memakan waktu. Awalnya harus menemukan konsep dari cerita yang akan dibuat. Setelah itu mencari beberapa ayat Alkitab yang cocok dengan naskah. Dalam membuat naskah ini juga memerlukan bantuan dari Tuhan supaya mampu diberikan ide-ide yang kreatif.            Konsep yang diangkat ialah kisah anak perempuan dengan mimpi ditentang ayah. Semua pribadi memiliki cita-cita yang sangat ambisius, tetapi di sisi lain ada juga orang tua yang ingin anaknya hidup dengan bahagia. Maka ia ingin anaknya menjalani profesi yang mapan, sebaliknya seorang anak pasti ingin mewujudkan impiannya. Dari kisah ini dapat dipelajari bahwa setiap masalah harus diselesaikan dengan ‘kepala dingin’, meskipun penyelesaiannya tidak semulus yang diharapkan. Sebagai penulis, saya merasa bahwa setiap orang boleh dan pantas memiliki harapan dan cita-cita ‘setinggi langit’. Faktanya impian perlu digapai dengan penuh usaha dan upaya sehingga, jika telah memutuskan untuk memiliki cita-cita diperlukan juga keberanian untuk mencapainya dengan niat yang besar.            Kisah yang saya tulis pada lomba MPK KAJ, sejatinya saya merasa kurang percaya diri karena pasti banyak  penulis yang cerita lebih bagus. Meski begitu, saya juga masih memiliki harapan agar bisa menjadi pemenang dari lomba tersebut. Tak disangka, ternyata masuk ke dalam nominasi pemenang Lomba Menulis Cerita Rohani! Saya mendapat balasan dari pihak lomba MPK KAJ. Waktu itu saya merasa tidak percaya bahwa bisa menjadi salah satu pemenang lomba. Mulanya pengumuman dijadwalkan pada 30 Agustus 2025, tetapi situasi dan kondisi yang kurang kondusif, maka acara diundur menjadi 20 September 2025. Saya merasa cukup sedih mendengar kabar tersebut, tetapi masih bersemangat untuk menunggu hasil pengumuman.             Tiba waktunya pengumuman pemenang lomba, rasa gugup kembali muncul. Ketika slide pemenang Lomba Menulis Cerita Remaja ditampilkan, detak jantung sangat tidak beraturan. Ternyata saya diumumkan menjadi pemenang harapan 2. Saya bersyukur karena mampu menjadi salah satu pemenang lomba tersebut. Saya sangat berterima kasih kepada bapak dan ibu guru yang mendukung, juga untuk teman-teman. Kiranya dengan apa telah bagikan dapat menjadi sarana berkat bagi kita semua. Terima kasih!***
Selengkapnya
“Langkah Kecil, Impian Besar – Mendampingi Anak Meraih Masa Depan” Talk Show untuk Orang Tua Siswa Kelas IX SMP Santa Ursula BSD
Posted: 2025-10-06 | By: Ika Sugianti – Psikolog SMP Santa Ursula BSD
Di era penuh informasi seperti sekarang, mendampingi anak menentukan pilihan studi lanjut bukanlah perkara mudah. Melalui talk show yang diadakan pada Sabtu, 27 September 2025 lalu, hadir tiga narasumber talkshow dengan berbagai perspektif yang saling melengkapi, yaitu Ibu Priska Ayuningdiah Hutami, M.Psi, Psikolog, Pandu Amartya sebagai alumni, dan Bapak Prasetyantoko yang merupakan ayah dari Pandu Amartya sekaligus akademisi yang pernah menjabat sebagai Rektor Unika Atmajaya tahun 2015 – 2023.Dalam Talk Show tersebut ada banyak hal yang bisa menjadi refleksi bagi para orang tua, antara lain pernyataan dari Bapak Prasetyantoko yang berbunyi, “The best choice is not a first choice”. Pertanyaan ini muncul setelah Pandu Amartya menceritakan kisah perjalanannya sejak ia berada di SMA hingga saat ini. Berbagai kegagalan ia alami. Pilihan yang ia buat pun tidak sepenuhnya tepat, sebagai contoh, pilihannya masuk jurusan MIPA di SMA dilatarbelakangi oleh minatnya dengan dunia bawah laut. Namun setelah ia tidak berhasil di MIPA, ia memilih untuk pindah ke jurusan IPS dan memulai kembali perjuangannya dari awal. Kesulitan tidak membuatnya patah semangat, Pandu terus berusaha mencapai cita-citanya. Kegagalan kembali ia alami saat berusaha mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Jepang karena nilai IELTS dan SAT nya tidak mencukupi. Akhirnya Pandu berhasil diterima di Universitas Indonesia jurusan Perpustakaan dan Informasi. Sambil kuliah, ia tetap mengusahakan beasiswa untuk bisa pergi ke Jepang. Ketekunannya berhasil membuat Pandu mendapatkan beasiswa pertukaran pelajar ke Universitas Kyoto, Jepang. Kegagalan yang ia ceritakan dengan begitu gamblang menginspirasi banyak orang tua yang hadir.Ketekunan dan disiplin sangat penting untuk dipupuk selama anak berada di bangku sekolah. Orang tua perlu memberikan ruang untuk anak berimajinasi melalui berbagai cara yang ia minati agar ia bisa mendapatkan rasa percaya diri, kata kuncinya adalah membuka diri. Sebetulnya tidak ada rumus yang spesifik dalam mendampingi anak meraih masa depannya, semuanya ada pada rasa yang membentuk relasi antar orang tua dan anak. Sehingga, dalam rangka memotivasi anak, Ibu Priska dan Pak Pras memberikan penekanan pada kata aspirasi, yaitu memberikan ruang untuk anak menyampaikan pandangannya sehingga ia bisa mendapatkan inspirasi dengan caranya sendiri melalui kerjasama serta kolaborasi dengan orang tua, sekolah, dan berbagai pihak. Inspirasi menjadi hal yang penting karena hal ini lebih dalam dari motivasi. Untuk itu, orang tua perlu mendorong dan mengajak anak melakukan eksplorasi sehingga ia bisa mendapatkan inspirasi yang bisa jadi bekalnya meraih masa depan. #SantaUrsulaBSD #Serviam #TalkShow #SMPSantaUrsulaBSD
Selengkapnya
Langkah Nyata OSIS SMP Santa Ursula BSD Demi Indonesia Maju
Posted: 2025-08-26 | By: Annabelle Milano Christian (Ketua OSIS SMP Santa Ursula BSD)
Hari kemerdekaan bukan hanya momentum untuk merayakan kebebasan, tetapi juga kesempatan untuk merenungkan perjuangan panjang bangsa dan memperbaharui komitmen dalam membangun masa depan. Pada tahun 2025 ini, Indonesia genap berusia 80 tahun. Hari kemerdekaan tahun ini mengangkat tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju." Tema ini menggambarkan semangat bangsa Indonesia dalam memperkuat persatuan serta mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.Tema ini adalah ajakan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu dalam semangat kebangsaan, menjaga kedaulatan nasional di tengah tantangan global, serta bersama-sama membangun negeri menuju masa depan yang lebih baik. “Bersatu Berdaulat” mencerminkan pentingnya hidup rukun dan saling menghargai, meskipun kita berasal dari latar belakang yang berbeda. “Rakyat Sejahtera” berarti setiap rakyat Indonesia berhak mendapatkan kehidupan yang layak, mulai dari akses yang setara terhadap pendidikan, makanan bergizi, layanan kesehatan, hingga kesempatan untuk berkembang. Lalu, “Indonesia Maju” adalah harapan agar negara kita bisa terus berkembang, maju dalam teknologi, pendidikan, dan ekonomi agar bisa bersaing di tingkat dunia dan membawa kebanggaan bagi seluruh rakyat.Dalam rangka ikut serta merayakan HUT RI yang ke-80, unit SMP dan SMA Santa Ursula BSD mengadakan upacara bendera pada Minggu, 17 Agustus 2025 pukul 07.00-08.00. Upacara dilaksanakan dengan khidmat dan penuh semangat nasionalisme. Melalui upacara ini, para siswa mengembangkan rasa cinta tanah air serta pemahaman akan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan meneruskan nilai-nilai kemerdekaan.Di lingkungan Santa Ursula BSD, semangat “Bersatu” dapat diterapkan melalui kebersamaan antar siswa tanpa memandang latar belakang, serta menjunjung tinggi nilai solidaritas dan toleransi. “Berdaulat” sebagai pelajar bisa diartikan sebagai kemampuan untuk berpikir kritis, bertanggung jawab atas pilihan, dan berani menyuarakan pendapat dengan cara yang sopan. Sementara itu, upaya menciptakan “Rakyat Sejahtera” dapat dimulai dari kepedulian sosial di lingkungan sekitar, misalnya dengan terlibat dalam aksi sosial sekolah, berbagi kepada mereka yang membutuhkan, atau menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah. Visi “Indonesia Maju” pun dapat diraih jika para siswa terus berkomitmen dalam belajar dengan sungguh-sungguh dan aktif dalam kegiatan yang mampu mengembangkan potensi diri.SMP Santa Ursula BSD memiliki OSIS sebagai wadah organisasi siswa. Banyak kegiatan OSIS yang mendukung pelaksanaan tema hari kemerdekaan ke-80 ini, misalnya aksi sosial lintas agama saat perayaan Idul Adha. Kegiatan ini mengajak para siswa untuk berdonasi berupa kurban yang diberikan kepada umat muslim di sekitar sekolah. Badan Pengurus OSIS juga menyelenggarakan kompetisi olahraga antar kelas yang melatih kebersamaan dan kekompakan. Badan Pengurus OSIS juga mengadakan program yang membantu siswa-siswi untuk semakin mengenal dan melestarikan budaya Indonesia. Kegiatan-kegiatan tersebut menjadi upaya dan langkah nyata untuk membiasakan diri menjadi warga negara yang bersatu dan berdaulat untuk nantinya berpartisipasi memajukan kesejahteraan rakyat demi Indonesia maju. Sebagai siswa Santa Ursula BSD, saya percaya bahwa langkah-langkah kecil yang kita lakukan setiap hari dapat menjadi bagian dari kontribusi besar bagi bangsa. Mulai dari disiplin belajar, menghargai guru dan teman, berperilaku sopan, dan merawat lingkungan. Dalam era globalisasi dan digitalisasi yang penuh tantangan, nilai-nilai kebangsaan terutama Pancasila tetap menjadi pedoman yang membimbing kita agar tidak kehilangan arah. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, kita dapat menjadi pribadi yang adil, peduli, dan bertanggung jawab, yang merupakan fondasi kuat dalam menjaga kesatuan bangsa. Mari kita jaga semangat kemerdekaan ini dalam kehidupan sehari-hari. Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk terus menjaga warisan perjuangan para pahlawan dengan semangat kebangsaan yang tulus. Tema tahun ini mengajak kita untuk tidak hanya bangga menjadi warga negara Indonesia, tetapi juga aktif berperan dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan, yaitu Indonesia yang bersatu, berdaulat, sejahtera, dan maju. Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-80! Bersatu kita kuat, maju bersama kita bisa!
Selengkapnya
Catatan Tim Stand Pameran Pembelajaran SMP di Open Campus Santa Ursula BSD, 23 Agustus 2025
Posted: 2025-08-26 | By: Petrus Haryo Sabtono (Guru IPS dan Pendidikan Pancasila SMP Santa Ursula BSD)
Hari ini Sabtu, 23 Agustus 2025 dalam rangkaian Open Campus Santa Ursula BSD pada Pameran Pembelajaran SMP, suasana terasa begitu hidup. Banyak pengunjung datang, terutama orang tua calon siswa yang tengah mencari sekolah terbaik untuk anak-anak mereka. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah seputar tes masuk Santa Ursula BSD. Menariknya, sebagian besar orang tua yang bertanya berasal dari sekolah plus atau internasional, tempat bahasa asing lebih banyak digunakan sehari-hari. Kekhawatiran mereka sama: “Apakah anak saya bisa mengikuti tes masuk yang menggunakan Bahasa Indonesia?”Kegelisahan itu wajar. Namun, saya dan Ibu Rianti (Guru Bahasa Indonesia SMP Santa Ursula BSD) menyampaikan bahwa di Santa Ursula BSD, kuncinya adalah literasi. Kami membagikan tips sederhana yang bisa dipraktekkan orang tua di rumah.1. Ajak anak membaca berita secara rutin.2. Buat pertanyaan sederhana dengan rumus adiksimba (5W+1H).3. Tutup kembali teks berita, lalu minta anak menjawab pertanyaan yang sudah dibuat.4. Dampingi anak secara konsisten hingga hari tes tiba.Metode sederhana ini terbukti membantu anak terbiasa memahami bacaan, sekaligus melatih kemampuan menyampaikan gagasan dalam Bahasa Indonesia.Menariknya, orang tua yang mendengar penjelasan ini tidak hanya lega, tetapi juga semakin tertarik pada Santa Ursula BSD. Mereka melihat sendiri bahwa sekolah ini tidak hanya menekankan akademik, tetapi lebih dulu menanamkan nilai-nilai hidup. Mereka juga menyaksikan bagaimana pembelajaran di sini tidak berhenti pada teori, melainkan nyata dalam karya siswa yang dipamerkan.Lingkungan sekolah yang asri, adem, dan nyaman, ditambah dengan fasilitas yang memadai, semakin memperkuat keyakinan mereka. Apalagi, para siswa yang terlibat aktif menjelaskan pengalaman belajar mereka dengan penuh semangat. Testimoni langsung dari anak-anak inilah yang membuat orang tua merasa lebih yakin bahwa Santa Ursula BSD adalah pilihan tepat.Terima kasih untuk para siswa yang dengan penuh Semangat Serviam turut membantu acara Open Campus Santa Ursula BSD. Dari pengalaman kecil ini kita belajar, bahwa literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga jembatan untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan keyakinan. Serviam
Selengkapnya
Kemeriahan Open Campus Santa Ursula BSD 2025
Posted: 2025-08-26 | By: Reagan IX-E/30
Setiap tahun, Santa Ursula BSD menyelenggarakan acara "Open Campus", dan tahun ini terasa istimewa serta paling meriah. Saya berkesempatan hadir bersama lima teman, yaitu Viona, Rara, Rosa, Peter, dan Hugo Wang. Yang membuat Open Campus tahun ini berbeda adalah variasi acaranya. Jika tahun sebelumnya lebih banyak menampilkan fasilitas sekolah seperti kelas, auditorium, aula, dan lainnya, maka tahun ini ditambah dengan sajian kuliner yang beragam serta permainan seru berhadiah.Salah satu hal pertama yang menarik perhatian saya adalah stan makanan di area SMP. Menu favorit saya adalah kentang goreng panjang yang gurih dengan bumbu pas. Selain itu, tersedia pula aneka minuman kekinian seperti Thai tea, teh, Milo, hingga matcha, yang semuanya lezat dan menyegarkan. Namun, bagi saya, bagian paling berkesan justru terdapat pada area permainan yang berada di tingkat TK. Pada awalnya saya mengira permainan tersebut hanya ditujukan untuk siswa TK dan SD, tetapi ternyata terbuka bagi seluruh pengunjung. Permainan yang disediakan sederhana namun sangat menyenangkan, terutama permainan basket yang berhasil saya ikuti. Melalui permainan tersebut, saya mendapatkan pengalaman menarik sekaligus beberapa hadiah yang bermanfaat, seperti buku Beatrix Potter dan krayon. Pengalaman ini semakin istimewa karena menunjukkan bahwa kegiatan Open Campus tidak hanya informatif, tetapi juga mampu menghadirkan suasana kebersamaan dan kegembiraan bagi semua peserta.Permainan yang disediakan tidak hanya murah, tetapi juga menyenangkan, karena setiap peserta dipastikan mendapat hadiah, meskipun tidak menang. Hal inilah yang menjadikan pengalaman Open Campus kali ini begitu berkesan dan penuh keceriaan.Saya berharap kegiatan Open Campus seperti ini dapat diadakan lebih sering, karena selain memperkenalkan sekolah, juga menciptakan kebersamaan yang hangat melalui acara yang kreatif dan menyenangkan.Terima kasih kepada Santa Ursula BSD atas penyelenggaraan Open Campus tahun ini, sekaligus selamat ulang tahun yang ke-35. Semoga semakin jaya dan terus menjadi sekolah yang menginspirasi banyak generasi.
Selengkapnya
MEMBANGUN PERTEMANAN YANG SEHAT
Posted: 2025-08-21 | By: Mary Chriselle Vania | VII-B/ 18
Pada tanggal 14 Agustus 2025, siswa kelas VII SMP Santa Ursula BSD mengikuti seminar bersama dengan kakak-kakak dari Studio Djiwa. Studio Djiwa adalah organisasi kesehatan mental dengan media seni yang didirikan pada tanggal 20 Mei 2020 dan bergerak aktif di sosial media.         Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah menulis tentang “Apa itu teman untukku?” serta menuliskan pengalaman yang paling berkesan dengan teman-teman yang ditulis pada note kecil warna-warni. Lalu, kami dijelaskan tentang “Apa itu pertemanan?” yang artinya jembatan antara hati kita dengan hati orang lain. Mulai dari rasa aman, dimengerti, dan diterima. Kemudian, aktivitas berikutnya yaitu “Mendeskripsikan teman zaman SD dan menggambar simbol harapan bersama teman seperjuangan di SMP”.           Setelah itu, kami dijelaskan tentang quotes “Manusia gak bisa hidup tanpa orang lain”. Kata mutiara tersebut menjelaskan tentang manusia yang membutuhkan teman. Keutamaan/ pentingnya pertemanan adalah untuk kesamaan dalam hal minat dan hobi, membantu belajar (menambah ilmu dan wawasan), serta meningkatkan perasaan positif secara psikologis. Manfaat psikologis pertemanan adalah mulai dari mengurangi rasa kesepian dan stress, membentuk rasa kebersamaan dan komunitas, mendorong perilaku sehat, dukungan emosional, membangun kepercayaan diri serta mendorong menjadi pribadi yang lebih baik.          Setelah melakukan aktivitas/permainan, Kakak-Kakak dari Studio Djiwa menjelaskan tentang ciri-ciri pertemanan sehat dan pertemanan yang tidak sehat. Ciri-ciri pertemanan yang sehat adalah saling menghormati, tumbuh bersama satu sama lain, menyehatkan dan menambah pengetahuan/wawasan, menerima apa adanya, saling menghargai perbedaan, serta aman dan terjamin. Sedangkan ciri ciri pertemanan yang kurang sehat adalah saling mengejek dan bergosip, merasa terancam ketika salah satu pihak bertumbuh, merasa hampa dan menguras energi, mengharuskan bertindak seperti orang lain agar diterima, serta menyebarkan rahasia orang lain.        Setelah membahas tentang pertemanan, kami dijelaskan tentang perundungan. Perundungan atau bullying adalah perilaku secara langsung atau tidak langsung dalam bentuk fisik dan verbal menyakiti orang lain. Dampak bullying terhadap korban adalah menghilangkan kepercayaan diri, membuat prestasi menurun, menyebabkan kesedihan yang berlarut hingga bisa saja menjadi pelaku bullying. Kami juga melakukan refleksi diri tentang semua hal yang telah dijelaskan di seminar pada hari itu.       Setelah itu, kami diajarkan cara menjadi teman yang baik yaitu mendengarkan tanpa menghakimi, ada saat dibutuhkan, mengapresiasi pencapaian, menghargai perasaan dan batasan, mengajak dan melibatkan, menciptakan safe space serta menjaga rahasia dan kepercayaan. Pertemanan positif adalah pertemanan yang sehat dan saling mendukung, bukan menjatuhkan serta Low Maintenance Friendship yaitu tetap dekat walaupun jarang bertemu. Aktivitas terakhir yaitu Dinding Harapan, menempelkan kertas tentang “mendeskripsikan teman dan harapan bersama teman di SMP” menggunakan simbol-simbol.Seminar ini memberikan kesadaran baru bagi kami bahwa menjaga pertemanan yang sehat dan menjauhi tindakan bullying bukan hanya bermanfaat bagi orang lain, tetapi juga bagi diri sendiri. Kami menyadari bahwa perilaku positif dalam berinteraksi dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih nyaman, aman, dan penuh dengan rasa saling menghargai. Saya akan berusaha untuk lebih selektif dalam memilih teman agar bisa saling mendukung dan membawa pengaruh baik.
Selengkapnya
MENJAGA MENTAL DAN TUBUH, MENOLAK NARKOBA
Posted: 2025-08-20 | By: Joanna Renata Darmawan | VIIA/20
SMP Santa Ursula BSD melakukan seminar anti narkoba. Seminar ini dilakukan pada tanggal 14 Agustus 2025, di aula SMP dan SMA Santa Ursula BSD. Kegiatan ini dihadiri diikuti oleh semua kelas VII dengan narasumber dari Badan Narkotika Nasional Kota Tangerang Selatan.Di awal acara kami ditunjukkan video mengenai adiksi. Narasumber, yaitu Kak Gerda Roselin Napitupulu, M.K.M menjelaskan tentang narkoba, jenis-jenisnya, dampak, efek, dan juga cara menghindari narkoba. Pertama, narkoba itu singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif. Narkoba, biasanya berbentuk zat atau obat untuk mengurangi rasa nyeri yang memberikan efek samping seperti hilang kesadaran, halusinasi atau menjadi hiperaktif. Jika narkoba dikonsumsi terlalu banyak dan terus-menerus dapat menyebabkan ketergantungan.Kedua, jenis dan dampak narkoba. Jenis- jenis narkoba antara lain:Depresan untuk menenangkan saraf, merelaksasi otot, dan mengurangi kecemasan. Contohnya, panadol, marijuana, fentanyl, tembakau.Stimulan untuk mendorong kerja saraf sampai memaksa seseorang bekerja lebih. Contohnya, biji kopi, rokok, obat-obatan.Halusinogen mempengaruhi panca indera seseorang sehingga menyebabkan seseorang berhalusinasi atau menjadi hiperaktif. Contohnya, rokok, fungi, obat terlarang.Sementara itu, dampak dari narkoba adalah mengalami gangguan kesehatan, ketergantungan, sulit mengontrol diri, dan menyebabkan masalah seperti masalah hukum dan keuangan. Di masa sekarang, banyak aktor telah tertangkap menggunakan narkoba dan dampaknya kepada mereka sangat buruk. Mulai dari reputasi dan perubahan wajah, dari orang biasa menjadi jerawatan atau terlihat lebih tua.Maka dari itu, Kak Gerda mengatakan bahwa cara menghindari narkoba dengan membangun pertemanan baik dan berdampak positif bagi diri kita sebagai remaja. Jangan mudah percaya oleh pengaruh buruk dan mencari kegiatan yang membuat kita sibuk seperti melakukan hobi yang positif. Jika ada seseorang yang mencoba memberikan narkoba segera melapor kepada orang yang kita percaya. Pada akhir seminar diadakan sesi tanya-jawab dengan siswa. Seminar ini menyadarkan kepada kita bahwa narkoba itu hal yang sangat serius dan berbahaya jika dicoba. Dampak yang ditimbulkan tidak sebanding risikonya. Oleh karena itu, kita harus menjaga kesehatan mental dan tubuh kita seperti, makan dan tidur cukup. Lalu, membuat lingkungan baik di sekitar kita dengan melakukan hobi yang positif. Semoga siswa-siswi dalam seminar ini dapat hidup lebih sehat dan terus bertumbuh tanpa bantuan narkoba.
Selengkapnya
Seminar Kesehatan Tulang: “Tulang Kuat, Masa Depan Sehat”
Posted: 2025-08-13 | By: Selena Louise Kwa 8E/ 30
Pada tanggal 7 Agustus 2025, siswa-siswi kelas VII dan VIII SMP Santa Ursula BSD mengikuti seminar bertema “Tulang Kuat, Masa Depan Sehat” yang diselenggarakan di aula sekolah. Acara ini menghadirkan dr. Grace Shandy Siahaan dari Spine Clinic sebagai narasumber.Dalam paparannya, dr. Shandy mengajak para siswa mengenal lebih dalam mengenai skoliosis, yaitu kondisi ketika tulang belakang membengkok ke samping menyerupai huruf C atau S. Ia menjelaskan bahwa skoliosis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti genetik, pertumbuhan tulang pada masa pubertas, dan lebih sering dialami oleh perempuan. Menariknya, sekitar 80% kasus skoliosis tidak diketahui penyebab pastinya.Beberapa tanda skoliosis yang perlu diperhatikan antara lain bahu yang tidak sejajar, tulang belikat yang menonjol, atau postur tubuh yang tidak simetris. Untuk membantu deteksi dini, dr. Shandy memperkenalkan “Adam’s Forward Bending Test”, yang kemudian dipraktekkan langsung bersama beberapa siswa. Tes sederhana ini dapat dilakukan sebulan sekali sebagai langkah awal penting dalam menjaga kesehatan tulang belakang.Seminar ini juga menegaskan bahwa skoliosis bukanlah hambatan atau disabilitas. Sebagai contoh, Usain Bolt pelari tercepat di dunia juga pernah mengalami skoliosis. Dengan penanganan yang tepat dan semangat yang kuat, setiap orang tetap dapat hidup aktif dan sehat.Selain memberikan edukasi medis, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran bahwa masih banyak remaja yang mengalami skoliosis namun belum mendapatkan terapi yang dibutuhkan. Para siswa diajak untuk menjaga kesehatan diri sendiri sekaligus tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, peduli, dan bertanggung jawab baik terhadap tubuh mereka maupun terhadap lingkungan sekitar.Seminar ini menjadi langkah kecil namun berarti dalam membangun masa depan yang lebih sehat.
Selengkapnya
JANGAN PERNAH MENYERAH: MERAIH MIMPI DENGAN TEKAD
Posted: 2025-08-13 | By: Adelaide Matahari Samboh Suharmoko | Kelas VII C/ 1
Tournament August Ferry Raturandang (AFR) Remaja Tenis kembali diadakan untuk ke-127 kalinya pada tanggal 1-3 Agustus 2025 di Sekolah ACS Jakarta. Turnamen ini merupakan turnamen tingkat nasional. Lebih dari 100 peserta dari berbagai kelompok umur mengikuti turnamen tersebut. Banyak peserta dari berbagai daerah mengikuti turnamen ini, seperti dari daerah Bandung, Kalimantan, dan berbagai daerah seluruh Nusantara. Saya, Adel dari kelas VIIC turut berpartisipasi pada KU (Kelompok Umur) 14 Tahun PI (Putri), meskipun saya berumur 12 tahun.Pertandingan pertama saya di turnamen kali ini terjadi pada hari Sabtu, 2 Agustus 2025. Saya memenangkan ronde pertama dengan skor 6-0, 6-1, meskipun saya berada di bawah terik sinar matahari. Saya juga memenangkan ronde kedua dengan skor 6-1, 6-0 waktu itu dalam  keadaan mual. Bahkan saya muntah-muntah selama pertandingan tersebut, tetapi saya terus berjuang sampai akhir pertandingan. Babak semifinal dilanjutkan pada hari Minggu, 3 Agustus 2025. Di semifinal, saya melawan peserta dari Bandung yang tidak pernah saya kalahkan sejak berumur 9.  Perasaan saya cukup gugup, sampai mual di tengah pertandingan tersebut. Saya merasa lelah selama pertandingan berlangsung karena bertanding pertandingan ini dilaksanakan di bawah sinar matahari yang sangat panas. Namun, akhirnya saya mampu memenangi pertandingan tersebut untuk pertama kalinya dan masuk ke final dengan skor yang cukup erat, 7-5, 6-3. Pada saat final, saya melawan salah satu teman dekat saya. Meskipun ia teman dekat, saya tidak membiarkan lengah dan terlena. Saya tetap bermain dengan gagah dan melawannya, meskipun saya terkejut karena permainannya lebih baik daripada biasanya. Pada poin terakhir, match point, saya berdoa kepada Tuhan sebelum memukul bola. Setelah memukul bola saya mencoba untuk mengembalikan bola tersebut ke lapangan, sehingga lawan kewalahan mengembalikan kembali bola tersebut. Puji Tuhan saya memenangkan poin dan memenangkan seluruh turnamen. Saya menatap wajah mama yang selama ini rela membiayai saya sambil mengepalkan tangan di dada. Setelah itu, saya bersalaman dengan lawan, lalu ada beberapa fotografer yang mengambil foto kami, para peserta turnamen untuk dokumentasi. Akhirnya, untuk pertama kalinya di turnamen ini dari sekian banyak mengikutinya saya mendapatkan juara 1 tunggal putri. Saya sangat senang bercampur bangga serta melompat di podium dengan sukacita. Setelah penerimaan piala dan piagam, saya didatangi oleh beberapa fotografer untuk diwawancarai.Saya menyadari bahwa setiap orang memiliki impian yang ingin dicapai, sama seperti saya yang bercita-cita menjadi pemain tenis profesional. Perjalanan menuju impian tersebut tentu tidak selalu mudah, tetapi saya percaya bahwa kegigihan dan tekad akan membawa kita pada hasil yang diharapkan. Melalui pengalaman dan keyakinan ini, saya ingin mengingatkan semua orang untuk tidak pernah menyerah, apa pun tantangan yang dihadapi. Teruslah melangkah, jalani hidup dengan semangat, dan raih mimpi yang telah kita tetapkan karena pada akhirnya usaha yang konsisten akan menjadi jembatan menuju kesuksesan.
Selengkapnya
Kegiatan MPLS: Melompat Lebih Tinggi
Posted: 2025-08-04 | By: Gde Arya Natheswara Pamadya 9C/10 Dan Alfonsa Laura Keivanya Wibisono 9C/1
Pada tanggal 14 Juli 2025 SMP Santa Ursula BSD melakukan kegiatan MPLS (Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah) selama seminggu. MPLS kali ini memiliki tema melompat lebih tinggi yang diambil dari judul lagu karya Sheila On 7. Tema ini menunjukkan bahwa siswa/siswi harus siap memasuki jenjang yang lebih tinggi dan melakukan yang terbaik. Bagi siswa/i kelas VIII dan IX mereka bertugas untuk menjadi contoh dan lebih mengembangkan diri mereka untuk tahun ajaran baru. MPLS sendiri memiliki tujuan untuk mengembangkan semangat belajar dan berkegiatan para siswa di sekolah. Ini termasuk hal yang wajib bagi sekolah karena siswa/siswi wajib mengenal  lebih lanjut tentang sekolah. Jika tidak, siswa/siswi bisa memiliki kendala dalam beradaptasi di lingkungan tersebut, terutama bagi siswa/i yang berasal dari sekolah yang berbeda. Di masa ini, siswa/siswi banyak berkenalan satu dengan yang lain. Hal ini menjadi proses yang membantu mereka merasa semakin nyaman di sekolah. MPLS merupakan kegiatan yang selalu dilakukan semua sekolah.Terdapat beberapa manfaat besar dari MPLS, termasuk manfaat bagi relasi siswa/siswi dan guru, kegiatan pembelajaran, serta kelancaran kegiatan di sekolah. Siswa/siswi mendapat ruang terbuka khususnya dalam berkenalan dengan teman lain dan guru, yang merupakan kesempatan untuk mengekspresikan pendapat serta topik-topik pembicaraan di antara siswa/siswi. Kegiatan pembelajaran juga dapat berjalan dengan lancar karena siswa/siswi dan guru dapat menjadi lebih akrab. Hal ini membantu kelancaran pembelajaran karena tidak adanya rasa canggung, sehingga siswa dapat bertanya atau berpendapat secara terbuka. Melalui MPLS, siswa/siswi dapat memahami aturan-aturan yang ada di sekolah sehingga aturan dapat ditaati untuk setiap orang.Pada saat perkenalan, kepala sekolah kami ibu Cicilia Budilestari memperkenalkan semua guru , tata usaha dan karyawan serta tim yayasan Santa Ursula BSD . Kemudian Ibu Cicil  menjelaskan tentang bagaimana kegiatan sehari-hari di sekolah kami berlangsung , diikuti penjelasan mengenai aturan sekolah. SMP Santa Ursula BSD juga memiliki yel yel tersendiri. Tentunya, siswa/siswi juga diajarkan yel-yel tersebut semasa MPLS. Yel-yel ini menunjukkan nilai-nilai sekolah Santa Ursula BSD, yang juga sesuai dengan tema MPLS kali ini. Dalam masa MPLS, kami juga melakukan sosialisasi ekstrakurikuler. Di mana terdapat beberapa pertunjukan dari berbagai ekstrakurikuler serta stand-stand untuk memperlihatkan hasil kegiatan ekstrakurikuler mereka.MPLS ini merupakan hal penting yang bermakna bagi komunitas Ursulin Santa Ursula BSD. Mulai dari masa pertama kali masuk sekolah, sampai akhir tahun pelajaran. Dengan adanya MPLS ini, kami teringat agar selalu siap untuk melompat lebih tinggi dan melakukan yang terbaik.
Selengkapnya