Creating a Poem with Ms. Anggum
Posted: 2026-02-26 | By: English Teachers
On Thursday, 12 February 2026, from 13.30 to 15.00, the Sanurian English Club held an inspiring and creative session with the theme “Love the Nature through a Poem.” The activity aimed to help students understand the basic theory of poetry and express their ideas and feelings through simple yet meaningful poems.The meeting began with an explanation of the theory of poetry. The teacher introduced the definition of a poem, its purpose, and types of poem. Students learned that a poem does not always have to be long or complicated. Instead, it should express thoughts and emotions in a creative and imaginative way. Several examples of short poems were shared to help students understand how words can create strong images and feelings.After learning the theory, students were invited to observe a living thing around them. They could choose plants in the school garden, small animals they noticed, or even their friends as inspiration. The purpose of this activity was to train students to pay attention to details, such as colors, movements, sounds, and feelings, so they could describe them vividly in their poems.Next, students began creating their own short poems. They were encouraged to use simple language but meaningful expressions. Some students wrote about flowers, while others described nature, small trees, and so on. The classroom atmosphere was calm and focused, yet full of creativity and excitement.At the end of the session, several students volunteered to read their poems aloud in front of the group. This activity helped them build confidence in speaking English. Overall, the English Club activity was both educational and enjoyable. Students not only learned the theory of poetry but also practiced observing, writing, and reading in English. The session successfully encouraged creativity, confidence, and a deeper appreciation for the beauty of words.Here are the examples of students’ poems.My 4 SeasonsBy : Chloe Adiwinata Wind and blue skies Birds fly and flowers swayHere I am, sitting by the benchWaiting for you to pass my way Summer arrivesAnd time fliesThe Sun shines so bright Like my life when you arrive  But fall is different Not like the othersIt's calm and quiet Yet speaks the most in the back of my mind And now it's cold outsideThough it's warm in my heartThe way we danced through the moonlightDrinking hot chocolate with our favorite vibes This is our storyThis is our lifeThis is our memoryThis is our light This is who we areAnd who we'll always beLet it be recorded with timeThe four best seasons of my life Life from the eyes of the leavesBy : Eliana Trees overgrown by mossLike a hug after a lossWarmth spreading all across The breeze rattles the TreesFlowers pollinated by the beesLife must be easy, so carefree Trees grow , nonestopRecovering even after a chop Giving shelter to all, even the birds who sit a top
Selengkapnya
Sains, Iman, dan Aksi: Semangat Prapaskah 2026 dalam Pembelajaran IPA Energi Terbarukan
Posted: 2026-02-25 | By: Tim Guru IPA SMP Santa Ursula BSD
Semangat pembelajaran bermakna kembali dihidupi oleh Tim Guru IPA SMP Santa Ursula BSD melalui kegiatan eksplorasi energi terbarukan yang tidak hanya memperkaya wawasan sains siswa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran ekologis yang mendalam. Pembelajaran ini menjadi semakin relevan dalam terang Surat Gembala Prapaskah 2026 bertema “Kepedulian pada Alam Ciptaan” yang dikeluarkan oleh Keuskupan Agung Jakarta. Seruan tersebut mengajak seluruh umat untuk membangun pertobatan ekologis sebagai wujud iman yang nyata dalam menjaga bumi, rumah kita bersama.Dalam pembelajaran IPA, siswa tidak hanya mempelajari konsep energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan air secara teoritis, tetapi juga diajak melihat praktik konkret di lingkungan sekolah. Pemasangan panel surya di area sekolah menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam mendukung penggunaan energi bersih dan ramah lingkungan. Kehadiran panel surya ini bukan sekadar fasilitas teknologi, melainkan sarana edukasi hidup yang menunjukkan bahwa pilihan terhadap energi terbarukan adalah langkah nyata berpihak pada keselamatan bumi.Melalui pendekatan pembelajaran bermakna dan berkelanjutan, siswa diajak memahami bahwa krisis lingkungan bukan sekadar isu global yang jauh dari kehidupan mereka. Guru memfasilitasi ruang diskusi reflektif: mengapa energi fosil semakin menipis dan berdampak pada perubahan iklim? Bagaimana generasi muda dapat menjadi bagian dari solusi? Apa konsekuensi dari gaya hidup yang boros energi? Pertanyaan-pertanyaan ini membantu siswa mengintegrasikan pengetahuan kognitif dengan sikap dan nilai yang mereka hidupi.Masa Prapaskah 2026 semakin memperdalam proses pembelajaran ini. Masa refleksi dan pertobatan tidak hanya dimaknai sebagai praktik spiritual pribadi, tetapi juga sebagai panggilan untuk memperbaiki relasi dengan alam ciptaan. Inspirasi dari ensiklik Laudato Si' karya Paus Fransiskus menegaskan bahwa merawat bumi adalah bagian dari tanggung jawab iman. Seruan Gereja tersebut diterjemahkan secara konkret di ruang kelas melalui komitmen aksi nyata.Sebagai wujud tanggung jawab pribadi, setiap siswa tidak hanya diajak membuat komitmen secara lisan atau tertulis, tetapi juga menjalankannya melalui aksi yang terukur dan dapat dipantau. Selama masa Prapaskah 2026, siswa diminta mencatat secara konsisten kebiasaan hemat energi dan air yang dilakukan setiap hari di rumah. Misalnya, siswa menetapkan target mematikan lampu saat ruangan tidak digunakan, mencabut charger dan perangkat elektronik yang tidak digunakan, membatasi penggunaan pendingin ruangan atau kipas angin hanya saat benar-benar diperlukan, serta memanfaatkan cahaya matahari pada siang hari sebagai sumber penerangan alami.Dalam hal penghematan air, siswa melakukan langkah konkret seperti membatasi waktu mandi maksimal lima menit, menampung air bekas cucian beras untuk menyiram tanaman, memastikan keran tertutup rapat setelah digunakan, serta melaporkan kebocoran air di rumah kepada orang tua. Beberapa siswa bahkan diajak berdiskusi bersama keluarga untuk menghitung perkiraan penggunaan listrik mingguan melalui meteran rumah dan membandingkannya setelah dua minggu menjalankan komitmen hemat energi.Pembelajaran energi terbarukan ini memperlihatkan bagaimana sains, iman, dan aksi sosial dapat berjalan beriringan. Di SMP Santa Ursula BSD, pendidikan tidak berhenti pada penguasaan materi, tetapi bertujuan membentuk pribadi yang utuh: cerdas secara intelektual, peka secara sosial, dan bertanggung jawab secara ekologis. Dalam terang Surat Gembala Prapaskah 2026, sekolah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang berpihak pada keselamatan bumi dan keberlanjutan masa depan.  Salam Serviam!
Selengkapnya
No Baper-baper Club – Belajar Berkomunikasi Menggunakan Teknik I-Message
Posted: 2026-02-25 | By: Tim BK SMP Santa Ursula BSD
Pada awal semester ke-2, siswa kelas VII diajak untuk mempelajari teknik komunikasi I-message atau pesan “saya” di jam pembelajaran Bimbingan Konseling (BK). Teknik komunikasi ini dikembangkan oleh seorang ahli bernama Thomas Gordon (1962), yang dikenal sebagai Gordon Model atau Parent Effectiveness Training (PET). Teori ini berfokus pada komunikasi interpersonal tanpa kekerasan, pendengaran aktif, dan penyelesaian konflik tanpa kalah (win-win). Konsep utamanya meliputi I-message (pesan "Saya") untuk mengekspresikan perasaan tanpa menuduh, serta membangun disiplin diri. Dalam setiap jam pelajaran BK, siswa selalu diajak untuk mengenali perasaannya dan memberikan skala pada perasaan yang ia rasakan sehingga siswa makin mengenali dirinya. Dalam salah satu teori emosi yang dikemukakan oleh Daniel Goleman (1995), kecerdasan Emosional (Emotional Intelligence/EQ) jauh lebih menentukan kesuksesan hidup dan profesional (sekitar 80%) dibandingkan IQ. EQ melibatkan kemampuan mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri sendiri serta orang lain, yang terbagi ke dalam lima komponen utama: kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial. Untuk itu, penting sekali setiap siswa selalu diajak untuk menyadari diri dan perasaannya.Kolase Foto:Tahap selanjutnya, setelah siswa terbiasa untuk mengenali dan memberikan skala pada perasaannya, mereka diajak untuk belajar berkomunikasi dengan cara mengungkapkan perasaannya seperti dalam teori komunikasi dari Thomas Gordon. Dalam teori komunikasi tersebut ada banyak tahapan dalam berkomunikasi, namun siswa kelas 7 hanya diperkenalkan pada Teknik I-message atau pesan “saya”. Teknik I-message atau pesan saya merupakan teknik komunikasi yang berfokus pada perasaan atau keyakinan pembicara tanpa menuduh atau menyalahkan lawan bicara. Ini membantu menyampaikan pesan secara tegas dan mendorong tanggung jawab serta membuat siswa terhindar dari konflik relasi berkepanjangan serta rasa baper yang sering mereka alami.Rumus: Saya merasa [perasaan] + bila kamu [perilaku] + saya ingin [harapan].Dengan mempelajari Teknik ini, siswa diharapkan dapat meningkatkan hubungan interpersonal dan disiplin diri, terutama dalam lingkungan keluarga dan relasi pertemanan mereka di kelas. Setelah memahami konsepnya secara teoritis, siswa diajak untuk membuat contoh dengan menciptakan situasi serta kata-kata dengan prinsip I-message. Mereka juga diajak untuk membuat role play sederhana secara berkelompok dengan durasi kurang lebih 2 menit untuk menunjukkan praktek penggunaan I-message secara langsung. Contoh role play siswa dapat diakses melalui QR Code.
Selengkapnya
RISE (Reviving Indonesia’s Forest Ecosystem)
Posted: 2026-02-25 | By: Nadia (VII-D), Ziba (VII-E), and Regina (VII-E)
On Monday 9th February 2026, the students of Grade 7  went on a field trip to “Hutan Organik” in Megamendung. The trip was accompanied by our homeroom teachers and several other teachers as well. The purpose of this trip was to learn about organic farming and forest conservation, understand the importance of protecting our ecosystem, and connect more closely with nature.The trip started by bus from school, then we continued the journey by minibus to reach Hutan Organik Megamendung. The journey took about two hours. Some of us slept during the ride, while others talked with their friends. When we finally arrived, most of us felt excited. The sky was painted with baby blues and warm greys, the smell of the rain tingling the tips of our noses and nerves with a sense of calm just like it always did on these particularly damp days. When we first stepped into the main aula, everyone was already clad in their rain suits, fresh water droplets still rolling from the plastic material. Of course, everyone was uncomfortable, who wouldn’t be in time like this? The air was balmy, almost humid even though the drizzling outside continued on. Everyone was mushed together in that aula, trying to fit inside the space that had a maximum capacity for only half of us. But still, we all dealt with it. At last , we all made it work and the teachers and staff managed to handle it very well. Then, we all sat to each other neatly.While waiting for the main activities to begin, we played a mini game. Since we could not choose what team, we had to socialize with new people, which was a great way to bond with one another. The whole minigame was basically just playing rock paper scissors. However, the catch was that every time one team won, the losing team had to join the winning team. In the end, the team with the most members became the winner. Then, it was finally time to begin the real activity: hiking. It was not some sort of mountain climbing, where the top was thousands of meters tall, but just a brief walk through the forest. Before that, we went to visit the original founder’s grave. Which was located near the chicken pen. Amidst walking, the staff explained about the types of trees that are planted in the forest. They also mentioned that there were approximately 14.000 trees planted. The last activity was a Q&A session with Bu Rosita. We were very excited because we were curious about her story. We wanted to know what motivated her to build this forest and how she managed it. From the discussion, we learned that Bu Rosita truly cares about the future. She realized that planting trees comes with many benefits since trees are used for many things. The recent floods in Indonesia were caused by extreme deforestation. Their roots help absorb and store water in the soil, in order to avoid flash floods or landslides. Other than that, planting trees can help with air pollution since trees let out oxygen during photosynthesis. That is why she believes planting trees is one of the best solutions.From the Q&A session, we learned that Bu Rosita first had to improve the soil condition because it was originally acidic and not fertile. She added fertilizer to make the soil more fertile. After that, she planted vegetables first because they are easier to grow and can also help improve the soil quality. Once the soil became healthier and more fertile, Bu Rosita then started planting coffee trees. This is because coffee helps hydrate plants by improving soil structure, which helps with the water infiltration. Other than planting it, using it to water plants is also a very good way to make them grow faster. From the discussion, we were also interested in one of our friends’ questions. He asked why Bu Rosita did not plant oil palm trees since they grow faster and can make a lot of money. Bu Rosita explained that oil palm trees absorb a large amount of water to grow. Most of the water is used for transpiration, transporting nutrients, and maintaining the quality of the fruit. However, using too much water can harm the environment and cause water shortages.During the trip, we also learned several important life values. We had to adjust and adapt to many things, such as the food, the place, and other unfamiliar situations. Teamwork was very important during the mini games and the hiking activities. Even when we were not working in teams, we still had to look out for one another and keep each other safe. We also needed to be respectful by avoiding inappropriate language, listening carefully to instructions, and controlling ourselves, especially on the bus and when someone was speaking in front of us. At the end of the day, we felt very grateful for the opportunity to explore the forest. The activities there were very exciting. Everything about the forest was a new experience for us, so it was all very interesting. Even though the place felt unfamiliar, especially compared to the city we live in, the people there left a very good impression. Everyone was friendly and generous, which made me feel safer and more confident while exploring the forest.   In conclusion, this field trip was not only about learning about nature, but also about important life lessons. We learned that protecting the environment is not only the government’s job, but also our responsibility. Bu Rosita showed us that real change needs courage and sacrifice. She even sold her house to replant the forest because she cares about the future of our Earth. From this trip, we understood that changing the world can start from small actions. We can plant trees, reduce plastic use, save water, and take care of our surroundings. If everyone does small good actions, we can make a big difference. We hope that in the future more people will care about problems like air pollution, water pollution, and global warming. With technology and strong awareness, we believe we can create a cleaner and greener world. This trip reminded us that the future of the Earth is in our hands.
Selengkapnya
Pelantikan OSIS SMP Santa Ursula BSD 2026: Menghidupi Cinta, Integritas, dan Tanggung Jawab dalam Semangat Serviam
Posted: 2026-02-20 | By: Yulia Mariyani
SMP Santa Ursula BSD menggelar pelantikan Badan Pengurus OSIS periode 2026 dalam suasana penuh syukur dan harapan. Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Sekolah, Ibu Cicilia Budilestari, para guru, staf, serta seluruh siswa ini menjadi momen penting dalam estafet kepemimpinan organisasi siswa di lingkungan sekolah. Pada kesempatan tersebut, perwakilan Badan Pengurus OSIS 2025, Annabelle Milano Christian (Bella) ketua OSIS 2025, menyampaikan ungkapan terima kasih atas dukungan yang diberikan selama masa kepengurusan 2025. Ia mengapresiasi peran Kepala Sekolah, para guru, serta seluruh siswa yang telah mendukung terlaksananya berbagai program kerja dengan baik. Menurutnya, keberhasilan program OSIS 2025 tidak terlepas dari kerja sama dan kontribusi seluruh warga sekolah. Ia juga menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada rekan-rekan pengurus OSIS 2025 atas dedikasi, pelayanan, serta kerja keras yang telah diberikan selama satu tahun kepengurusan. Di akhir sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf apabila selama masa tugas terdapat kekurangan, sekaligus berharap kepengurusan yang baru dapat melanjutkan serta mengembangkan program-program yang telah dirintis.Tongkat estafet kepemimpinan kini berada di tangan Ketua OSIS 2026, Dominique Ayreina Kallea Sitohang. Dalam sambutannya, Kallea mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin OSIS tahun 2026. Ia menyadari bahwa kepercayaan tersebut merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Kallea menegaskan komitmennya untuk memimpin dengan tulus, rendah hati, dan penuh integritas. Ia berharap OSIS 2026 dapat menjadi organisasi yang inklusif, berkarakter, serta mampu memberikan dampak positif bagi seluruh siswa. Lebih dari sekadar organisasi formal, OSIS diharapkan menjadi keluarga yang solid saling mendukung dalam suka dan duka, serta berjalan bersama dalam setiap langkah pelayanan.Dalam sambutannya, Kallea juga memberikan apresiasi kepada Badan Pengurus OSIS 2025 atas dedikasi dan pencapaian yang telah diraih. Ia menyampaikan bahwa semangat dan usaha yang telah ditunjukkan kepengurusan sebelumnya menjadi motivasi dan inspirasi untuk melanjutkan karya pelayanan di tahun yang baru. Pelantikan ini bukan hanya seremonial pergantian kepengurusan, melainkan momentum pembaruan komitmen untuk terus menghadirkan kepemimpinan yang melayani dalam semangat Serviam. Seluruh warga sekolah diharapkan dapat terus memberikan dukungan agar OSIS 2026 mampu menjadi wadah bagi siswa untuk berinovasi, berkembang, serta memberikan kontribusi terbaik bagi komunitas SMP Santa Ursula BSD. Salam Serviam!
Selengkapnya
Pengalaman Mengikuti Pertandingan Basket di Yogyakarta
Posted: 2026-02-03 | By: Mikayla Elaine Simamora 8C
Pada tanggal 17 - 21 Desember 2025, saya Asriel Mikayla Elaine Simamora berkesempatan mengikuti pertandingan basket di Yogyakarta bersama tim The Hawk Basketball KU 16 Putri. Meskipun kami menggunakan transportasi yang berbeda-beda menuju Yogyakarta tetapi satu hari sebelum pertandingan dimulai kami sudah berkumpul di hotel tempat kami menginap selama beberapa hari kedepan. Sebagai bagian dari persiapan fisik dan mental, waktu tersebut dimanfaatkan untuk beristirahat, latihan pola, melakukan evaluasi ringan, serta membangun kekompakan tim. Persiapan ini sangat penting karena jadwal pertandingan yang cukup padat. Turnamen basket ini diikuti oleh berbagai tim dari beberapa daerah sehingga persaingan berlangsung ketat. Setiap pagi sebelum pertandingan, seluruh anggota tim The Hawk KU 16 Putri melakukan conditioning (latihan fisik, kekompakan, dan teknik bermain) bersama untuk menjaga kebugaran dan kesiapan fisik. Kegiatan conditioning dipimpin oleh pelatih agar performa pemain tetap optimal saat bertanding. Selain melatih fisik, kegiatan ini juga menumbuhkan disiplin dan rasa tanggung jawab dalam tim.Kami menjalani tiga pertandingan secara berturut-turut. Pada pertandingan pertama, kami sempat memimpin hingga quarter ketiga. Namun, di akhir quarter ketiga lawan berhasil mengejar poin dan pada quarter keempat kami tertinggal hingga akhirnya mengalami kekalahan. Dalam pertandingan tersebut, salah satu anggota kami juga mengalami cedera. Hal itu membuat mental kami turun dan membuat tim kami kalah. Pertandingan kedua berlangsung sangat sengit meskipun kami harus bermain dengan kekurangan satu pemain akibat cedera dari pertandingan sebelumnya. Seluruh pemain berusaha saling menutupi kekurangan dan tetap bermain maksimal. Hingga akhir pertandingan, selisih skor hanya terpaut setengah poin. Namun, hasil akhir kembali belum berpihak kepada tim kami.Pada pertandingan ketiga, kami kembali menghadapi tantangan karena satu pemain absen akibat sakit, sementara pemain yang sebelumnya cedera sudah dapat bermain, meskipun belum dalam kondisi maksimal. Keadaan tersebut membuat pertandingan terasa berat. Akan tetapi, kami tetap berjuang dengan semangat dan menjunjung tinggi sportivitas meskipun harus menerima kekalahan. Dengan hasil dari tiga pertandingan tersebut, tim The Hawk Basketball KU 16 Putri belum berhasil melaju ke babak semifinal. Meskipun demikian, kami tetap menerima hasil pertandingan dengan sikap sportif dan berlapang dada. Setelah seluruh pertandingan selesai, kami masih tinggal di hotel selama tiga hari karena jadwal pemesanan disesuaikan dengan tanggal turnamen. Beberapa anggota tim memilih pulang lebih awal karena memiliki keperluan lain. Selama waktu luang, sebagian tim mengikuti kegiatan river tubing, meskipun saya tidak ikut karena kondisi tubuh yang kurang fit. Selain itu, ada juga anggota tim yang memanfaatkan waktu untuk berenang di Umbul Sigedang - Kapilaler. Pada hari berikutnya, kami juga mengunjungi Malioboro sebagai bagian dari kegiatan kebersamaan. Kami bersama-sama menonton pertandingan final KU 17 Putra yang berlangsung dengan sangat menarik. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman tambahan yang menyenangkan dan mempererat hubungan antar anggota tim. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan makan seafood bersama sebagai bentuk kebersamaan dan penutup kegiatan di Yogyakarta. Mengikuti pertandingan basket di Yogyakarta bersama tim The Hawk Basketball KU 16 Putri memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya sebagai atlet muda berusia 13 tahun.  Meskipun belum berhasil masuk ke babak semifinal, pengalaman ini mengajarkan saya tentang arti kerja sama, ketangguhan, dan sportivitas dalam menghadapi kemenangan maupun kekalahan. Saya juga belajar untuk tetap berjuang dan bertanggung jawab meskipun menghadapi keterbatasan kondisi tim. Pengalaman ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan bermain basket. Saya berharap kedepannya dapat tampil lebih baik dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi tim. WE THE HAWK!!
Selengkapnya
LDK OSIS : JEJAK AWAL MENJADI PEMIMPIN
Posted: 2026-02-03 | By: Scholastika Alfreya Graciany Saputro/VIII-D
Pada Kamis–Jumat, 29–30 Januari 2026, seluruh Calon Badan Pengurus OSIS (BP OSIS) 2026 mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang dilaksanakan di Talaga Cikeas. Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan fasilitator dari Merry Riana Positive Psychology (MRPP) dengan tujuan membentuk karakter kepemimpinan peserta melalui penguatan rasa percaya diri, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam tim. Hari pertama LDK diawali dengan sesi pembekalan oleh guru pendamping dan Ibu Cicil selaku Kepala Satuan SMP Santa Ursula BSD. Seluruh peserta kemudian berangkat menuju lokasi menggunakan bus pada pukul 07.00 WIB dan tiba di Talaga Cikeas sekitar pukul 08.30 WIB. Setibanya di lokasi, peserta disambut oleh tim fasilitator MRPP dan mengikuti Opening Session, yang berisi pengenalan aturan, kebiasaan, serta nilai-nilai yang akan diterapkan selama kegiatan berlangsung.Peserta kemudian dibagi ke dalam tiga kelompok besar dan mengikuti sesi perkenalan serta dinamika kelompok. Sesi pembelajaran pertama mengangkat tema Leader vs Boss, yang mengajak peserta memahami perbedaan antara kepemimpinan yang berorientasi pada perintah dan kepemimpinan yang mengedepankan keteladanan. Kegiatan dilanjutkan dengan berbagai permainan luar ruang bertema Joyful Leader, seperti oper bola, lengan gurita, spider web, dan labirin, yang melatih kerjasama, komunikasi, dan keberanian dalam mengambil keputusan. Setelah seluruh permainan selesai, masing-masing kelompok melakukan sesi refleksi bersama kakak pembimbing untuk mengevaluasi proses, tantangan, serta pembelajaran yang diperoleh. Pada malam hari, peserta mengikuti sesi The Alignment Leader dan Gratitude, yang menekankan pentingnya peran setiap individu dalam tim serta membangun budaya saling menghargai melalui pemberian apresiasi antar peserta. Sesi ini menjadi momen yang hangat, penuh kebersamaan, dan berkesan.Hari kedua diawali dengan Morning Activity sebelum pukul 06.00 WIB, dilanjutkan dengan sarapan bersama. Kegiatan kemudian berlanjut pada sesi Priority Management, di mana peserta mempelajari pengelolaan waktu dan prioritas menggunakan konsep Eisenhower Matrix. Setelah itu, peserta mengikuti sesi Smart Meeting and Planning yang membekali mereka dengan keterampilan menyelenggarakan rapat yang efektif, terstruktur, dan menghasilkan rencana aksi yang jelas melalui simulasi rapat OSIS.Sebagai penutup, seluruh calon BP OSIS 2026 menuliskan komitmen bersama dan memberikan cap tangan pada kanvas sebagai simbol tanggung jawab dan janji kepengurusan. Kegiatan LDK OSIS 2026 ditutup dengan sesi foto bersama dan kepulangan peserta. Melalui LDK ini, seluruh peserta tidak hanya memperoleh materi kepemimpinan, tetapi juga menanamkan nilai integritas, kedisiplinan, kepedulian, dan sinergi sebagai bekal untuk menjalankan tugas sebagai BP OSIS 2026: Berintegritas, Sinergis, dan Visioner.
Selengkapnya
Antara Sekolah, Atlet Gimnastik & Piano
Posted: 2026-02-03 | By: Cheryl Samantha Sidharta / VIII C
Sebagai siswa SMP Santa Ursula BSD, atlet senam profesional, dan junior pianist di Sekolah Musik Yayasan Pendidikan Musik (YPM), mengatur waktu antara sekolah, profesi, dan les piano menjadi tantangan yang cukup besar. Baik sekolah formal maupun sekolah musik memiliki standar tinggi yang harus dipenuhi. Di sisi lain, sebagai atlet gimnastik profesional, masih banyak kejuaraan senam yang harus saya ikuti dan ditargetkan oleh klub maupun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor. Antara sekolah, gimnastik dan piano, mana yang harus saya pilih dan yang saya prioritaskan? Ketiganya adalah prioritas utama saya. Pertanyaan berikutnya, bagaimana saya membagi waktu untuk belajar pelajaran sekolah, latihan gimnastik (hampir setiap sore hingga malam), dan latihan piano secara rutin?Setiap hari saya harus berangkat dari rumah menuju ke sekolah pukul 05.45 WIB karena jarak rumah saya dengan sekolah adalah 23.7 km. Biasanya saya tiba di sekolah pukul 06.30 jadi saya masih memiliki waktu untuk berinteraksi dengan teman-teman. Selain sibuk dengan pelajaran sekolah, latihan gimnastik dan piano, sosialisasi dengan teman-teman (dengan aura positif) adalah vitamin penting demi menjaga mood agar setiap harinya saya dapat memulai kelas dengan semangat dan ceria. Satu hal yang sangat saya hindari dalam bersosialisasi adalah bergosip karena gosip akan menghilangkan suasana positif (strategi ke-1: jaga pikiran tetap segar dan positif). Selama pelajaran, saya harus benar-benar fokus dan memahami apa yang dijelaskan guru. Saya tidak akan ragu bertanya saat saya kurang paham akan hal yang diajarkan (strategi ke-2: pahami secara mendalam setiap topik yang diajarkan pada hari tersebut, jangan menunda). Saya selalu membuat catatan berwarna-warni dengan kata-kata saya sendiri, hal ini membantu saya lebih mudah mengingat apa yang telah dipelajari untuk ujian mendatang (strategi ke-3: buat catatan saya menarik dengan gaya saya sendiri).Demi menghemat waktu, setiap harinya saya makan siang di mobil (strategi ke-4: efisiensi waktu). Saya selalu menjaga pola makan sehat dengan menghindari makanan cepat saji atau makanan dengan MSG dan selalu makan makanan yang dibuat oleh ibu atau nenek saya  (strategi ke-5: selalu konsumsi makanan bersih dan sehat untuk menjaga tubuh saya tetap sehat). Inilah strategi utama saya, pisahkan antara tugas yang dapat dikerjakan di mobil dan tugas yang tidak dapat dikerjakan di mobil. Kemudian, urutkan berdasarkan tenggat waktu dari guru (strategi ke-6: rencanakan daftar tugas dan urutan pengerjaan). Tugas yang tidak dapat dikerjakan di mobil, saya kerjakan di rumah. Saya hanya memiliki waktu 1 jam sebelum saya berangkat untuk latihan gimnastik. Saya berusaha menjaga fokus dan menghindari hal-hal yang dapat mengganggu fokus saya, terutama gadget (strategi ke-7: fokus sepenuhnya saat mengerjakan tugas). Latihan gimnastik biasanya dilakukan dari pukul 16.00 WIB sampai dengan 19.30 WIB. Tempat latihan gimnastik saya cukup jauh dari rumah, jadi saya memiliki waktu kurang lebih 1 jam di mobil. Dalam perjalanan pulang, biasanya saya makan malam dan menyelesaikan tugas-tugas yang dapat dikerjakan di mobil, atau belajar untuk tes formatif maupun sumatif. Saat tiba di rumah, saya hanya perlu mandi dan menyelesaikan beberapa tugas yang belum selesai. Kemudian, saya menyempatkan diri untuk latihan piano sebelum tidur pada pukul 22.00 WIB atau pukul 22.30 WIB.Demikian rutinitas saya setiap hari. Pertanyaan besarnya adalah: apakah semua strategi tersebut benar-benar berhasil? Ya, strategi tersebut berhasil membantu saya dalam menjaga nilai dan prestasi baik di sekolah, gimnastik, dan piano. Seperti yang kita ketahui bersama, mata pelajaran inti di hampir seluruh institusi pendidikan formal dunia meliputi matematika, sains dan bahasa. Nilai saya di mata pelajaran tersebut adalah 94 untuk Matematika, 88 untuk Sains dan 92 untuk Bahasa Inggris – bukan nilai yang sempurna, namun dapat dianggap cukup baik, bukan?Dalam ujian piano bulan Maret 2025, saya berhasil mendapatkan peringkat ke-3 tertinggi dari 73 siswa di tingkat V Sekolah Musik YPM dengan nilai 94.00 dan mendapatkan beberapa award:Award for Outstanding PerformanceAward for AchievementAward for Musical Playing in PerformancePrize for Good Scale: F MajorThe Etude Prize: Carl Czerny: Etude Op. 299 No. 11 - PrestoPrize for Good Polyphonic Style: Johann Sebastian Bach: Kleine Präludien und Fughetten BWV 937Prize for Good Interpretation in Character Pieces:Dmitri Kabalevsky: Op. 27 No. 19 "War Dance" - Allegro energicoPrize for Theory & SolfeggioSelain itu, saya juga berhasil meraih Juara II dalam Kompetisi Piano Pemuda Pelajar yang diadakan oleh Opus Nusantara pada April 2025.Dalam kegiatan gimnastik, saya berhasil memenangkan beberapa medali, seperti:Nilai tertinggi ke-4 dalam alat Balance Beam dan nilai tertinggi ke-7 All-Around dalam Singapore Prime Invitational Meet pada bulan Juni 2025 yang lalu. Saya berkompetisi bersama 500+ pesenam dari 32 club yang berasal dari 6 negara.Meraih medali emas (nilai tertinggi) dalam alat Balance Beam & medali perunggu (nilai ke-3 tertinggi) pada alat Uneven Bars pada Jakarta Open Competition bulan Juni 2025.Meraih medali emas (nilai tertinggi) pada alat Balance Beam dalam Babak Kualifikasi PORPROV dan Kejuaraan Daerah Jawa Barat pada Desember 2025, dan saya berhasil melaju ke PORPROV Jawa Barat 2025 nanti, untuk berjuang memenangkan tiket berkompetisi di ajang Pekan Olahraga Nasional / PON 2028.Demikianlah strategi saya untuk berprestasi sebagai pelajar, atlet gimnastik, dan pianis.
Selengkapnya
Mengukir Prestasi Nasional di OSIS Awards 2025
Posted: 2026-01-08 | By: Annabelle Milano Christian IX-C/2
OSIS Awards 2025 adalah ajang penghargaan dan apresiasi untuk OSIS yang telah berkontribusi nyata dalam memajukan pendidikan Indonesia melalui peran aktif berbagi informasi, mengajak hidup sehat, menjaga serta melestarikan lingkungan dan memberikan dampak positif bagi warga sekolah dan masyarakat. Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Patriot Pelajar Mahasiswa, dan Forum OSIS Merah Putih. Kategori penghargaan dalam program ini adalah OSIS Informatif Nasional, OSIS Inspiratif Nasional, OSIS Bugar Nasional, dan OSIS Asri Nasional. OSIS Informatif Nasional adalah penghargaan untuk OSIS yang aktif menyebarkan informasi program Kemendikdasmen kepada warga sekolah, sedangkan OSIS Inspiratif Nasional adalah Penghargaan untuk OSIS yang memberikan dampak nyata kepada warga sekolah dan masyarakat dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua dan berpartisipasi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. OSIS Bugar Nasional adalah penghargaan untuk OSIS yang berkontribusi dalam bidang kesehatan dan proaktif mengajak warga sekolah untuk menjaga kesehatan melalui program-program kesehatan preventif dan promotif, sedangkan OSIS Asri Nasional adalah penghargaan untuk OSIS yang aktif berkontribusi dalam isu lingkungan hidup melalui program-program ramah lingkungan, konservasi, dan edukasi kesadaran lingkungan. Program OSIS Awards 2025 dapat diikuti oleh jenjang SMP/MTs/Sederajat dan SMK/SMA/MA/Sederajat seluruh Indonesia. OSIS SMP Santa Ursula BSD mendaftar via Google Form pada 5 Desember 2025 dan mengajukan program dalam kategori penghargaan OSIS Inspiratif Nasional, OSIS Bugar Nasional, dan OSIS Asri Nasional. Kami menyusun Google Sheet berisi signifikansi, dampak, keberlanjutan, kolaborasi, partisipasi, dan dokumentasi program yang kami ajukan sebagai kelengkapan dokumen pendaftaran. Banyak sekali data yang harus kami kumpulkan sebagai persyaratan awal dan ternyata 478 sekolah se-Indonesia dan bahkan sekolah Indonesia di luar negri sangat antusias menjadi peserta. OSIS sekolah yang lolos ke babak final diumumkan pada 21 Desember 2025 dan puji syukur OSIS SMP Santa Ursula BSD lolos di ketiga kategori yang kami daftarkan, yaitu OSIS Inspiratif, Bugar, dan Asri Nasional. Kami sangat senang dan bangga karena hanya 10 OSIS sekolah yang berhasil masuk ke babak final di setiap kategori dari ratusan sekolah yang menjadi peserta. Perjuangan belum berakhir, jadwal lomba babak final baru diumumkan pada hari yang sama dan saya sangat terkejut karena ternyata diadakan pada rentang waktu libur Natal yaitu tanggal 25 - 27 Desember 2025. Keadaan ini menjadi tantangan tersendiri karena sekolah sudah libur sedangkan saya masih perlu mengumpulkan dokumentasi serta konsultasi dengan guru pembimbing, belum lagi ada acara Natal di keluarga yang harus terus berjalan. Namun saya tidak menyerah dengan keadaan ini. Kami terus maju dengan dukungan penuh dari kepala sekolah dan guru pembimbing. Lomba babak final berupa presentasi program unggulan  hanya dalam waktu 8 menit ditambah 4 menit untuk tanya jawab dengan dewan juri secara daring. Hal ini disampaikan pada Technical Meeting yang diadakan pada 23 Desember 2025 yang juga membahas mengenai kriteria presentasi dan penilaian.  Sungguh suatu perjuangan untuk menyusun 3 kategori presentasi program dan berlatih secara maksimal dalam rentang waktu persiapan yang sangat singkat. Program yang saya presentasikan untuk kategori OSIS Inspiratif Nasional adalah program “SENADA (Sanurian Berekspresi dalam Desain Merchandise)”, “Aksi Idul Fitri” (program mengumpulkan donasi untuk berbagi takjil kepada masyarakat pada bulan Idul Fitri), dan “Aksi Idul Adha” (program mengumpulkan donasi untuk dibelikan hewan kurban dan disumbangkan kepada mushola yang membutuhkan). Program yang saya presentasikan untuk kategori OSIS Bugar Nasional adalah “SUNRISE (Sanurian Sehat)”, “MORFISSA (Morning Fit and Fresh Sanur)”, dan Seminar Pentingnya Menjaga Gizi Seimbang. Untuk kategori OSIS Asri Nasional, saya mempresentasikan program pengomposan, pemilahan sampah, dan hidroponik. Tantangan paling besar adalah saya harus menyampaikan program unggulan tersebut dalam waktu singkat, sehingga saya harus menyiapkan narasi yang padat, informatif, serta jelas. Strategi saya adalah banyak menampilkan foto dan video program unggulan pada slide sementara keterangan saya sampaikan dalam narasi menjelaskan slide tersebut. Saya merasa mendapat tambahan pengalaman untuk bekerja dalam tekanan tenggat waktu sambil menjaga rasa optimis dan pantang menyerah. Pada 24 Desember 2025 saya berkesempatan ke sekolah bertemu dengan Ibu Cicil dan Ibu Lia untuk bertanya serta mendapatkan banyak input sebagai persiapan presentasi di babak final. Saya merasa bersyukur karena tidak sendirian dalam persiapan singkat ini. Kemudian saya masih berkali-kali merevisi presentasi serta berlatih terus menerus sehingga waktu presentasi sesuai dengan kriteria. Presentasi harus dikumpulkan kepada panitia pada 25 Desember 2025 dan kebetulan waktunya bertepatan dengan misa Natal yang keluarga saya ikuti. Saya merasa sulit konsentrasi ikut misa pada saat itu karena khawatir terlambat mengumpulkan bahan presentasi dan diskualifikasi. Saya juga merasa sedih karena harus pulang lebih cepat dari acara Natal keluarga di rumah oma, namun saya mempunyai tanggung jawab untuk mempersiapkan lomba sebaik mungkin keesokan paginya.  Jadwal presentasi saya dilaksanakan pada 26 Desember 2025 secara daring. Saya mendapat giliran pertama untuk mempresentasikan kategori OSIS Inspiratif Nasional, yaitu pukul 07.30-07.45. Saya mempresentasikan kategori OSIS Bugar Nasional pada pukul 14.45-15.00 dan OSIS Asri Nasional pada pukul 15.00-15.15. Jeda waktu dari presentasi pertama ke presentasi kedua cukup panjang, jadi saya bisa berlatih dan bersiap dengan memanfaatkan waktu tersebut. Masalah datang di pagi hari saat presentasi, jaringan internet wifi di rumah saya tiba-tiba rusak sehingga saya hanya memiliki jaringan internet dari kuota data. Keadaan ini cukup membuat khawatir karena presentasi sangat bergantung pada kelancaran sinyal internet, saya berdoa minta agar Tuhan melancarakan semua usaha yang sudah disiapkan. Puji syukur presentasi berjalan dengan sangat lancar. Saya dapat menyampaikan materi sesuai latihan dan tepat waktu. Saya juga merasa mampu menjawab seluruh pertanyaan yang diberikan dengan baik dan maksimal. Selanjutnya kami hanya bisa menunggu pengumuman pemenang di minggu berikutnya. Perasaan saya bercampur antara lega sudah selesai presentasi tapi juga takut dan penasaran dengan hasil nanti. Semua saya serahkan kepada Tuhan dan saya senang sudah berusaha dengan sangat maksimal mewakili OSIS SMP Santa Ursula BSD. Akhirnya hari yang ditunggu pun tiba. Pada 29 Desember 2025 diumumkan pemenang dari ajang OSIS Awards 2025. Pengumuman disampaikan lewat webinar yang dihadiri oleh Bapak Anang Ristanto, S.E., M.A. sebagai Kepala Komunikasi dan Humas Kemendikbudristek. OSIS SMP Santa Ursula BSD berhasil meraih juara 1 dalam kategori penghargaan OSIS Asri Nasional dan juara 2 dalam kategori penghargaan OSIS Inspiratif Nasional berkat kerja keras, dukungan, serta doa dari bapak/ibu guru dan teman-teman. Saya merasa sangat bersyukur, senang, puas, dan bangga atas pencapaian ini mulai dari persiapan hingga pengumuman pemenang.  Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Ibu Cicilia Budilestari atas kesempatan yang diberikan untuk saya mewakili OSIS SMP Santa Ursula BSD lewat presentasi pada final OSIS Awards 2025 dan Ibu Yulia Mariyani yang telah memberikan banyak bimbingan selama persiapan dan pelaksanaan. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Badan Pengurus OSIS 2025 yang telah merancang dan melaksanakan program OSIS dengan sangat baik. Tidak lupa saya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas seluruh doa dan dukungan dari guru pendamping OSIS, bapak/ibu guru, dan teman-teman. Saya mendapat banyak pelajaran dan pengalaman berharga melalui lomba tingkat nasional ini. Semoga OSIS SMP Santa Ursula BSD dapat terus berkembang lewat program yang berdampak positif bagi seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitar.
Selengkapnya
Thailand National Cheerleading Championship 2025
Posted: 2026-01-08 | By: Emmeryn Arianna Pranoto/ 8C
Thailand National Cheerleading Championship (TNCC) sebuah ajang perlombaan berskala internasional yang diselenggarakan oleh Thailand setiap tahunnya sejak 2009. Tahun ini diadakan di Rangsit University pada tanggal 25 - 27 Oktober 2025.  Pada tahun 2019 diresmikannya kategori perlombaan baru yaitu Urban Dance dan Urban Cheer Dance. Urban dance adalah gabungan berbagai jenis tarian modern terutama break dance dan atraksi lompat serta gerakan tangan cheerleading. Berbeda dengan Urban Cheer Dance yang menampilkan gabungan tarian contemporary (gabungan tarian klasik yang lebih berfokus pada ekspresi dan fleksibilitas, seperti ballet, jazz, dan lainnya) dengan atraksi lompatan cheerleading.Tahun ini merupakan tahun pertama Indonesia mengirimkan tim untuk bersaing di kategori Urban Dance dan Urban Cheer Dance  yang terdiri dari beberapa kategori dan divisi. Mulai dari Divisi Junior 1 (usia 7 -11 tahun), Junior 2 (usia 12 - 17 tahun), dan Senior (usia 18 tahun ke atas). Terbagi dalam Kategori Doubles (berpasangan) dan Team (berkelompok). Di tahun ini, saya Emmeryn Arianna Pranoto bersama dengan Made Padma Vidyaswari terpilih mewakili Indonesia di divisi Urban Dance, kategori Junior 2 (doubles).Setelah 3 bulan berlatih, tibalah hari perlombaan yaitu 25 Oktober 2025. Hari itu merupakan hari yang telah kami nanti - nantikan. Kami membawa nama tanah air Indonesia untuk dikenal di kancah internasional. Tentu kami sangat gugup dan terkadang membuat kami tidak percaya diri karena tim Thailand terkenal akan keunggulannya di bidang menari terutama jenis tarian break dance. Terutama setelah melihat beberapa video penampilan dari tim Thailand tahun lalu, walau tingkat gerakan sulit masih terlihat rapi dan sinkron.          Hari itu kami bersaing di divisi Urban Dance, kategori Junior 2 (doubles) yaitu modern dance dengan campuran atraksi cheerleading yang dibawakan berpasangan. Kami yang awalnya gugup sekali saling menyemangati dan memberi afirmasi positif agar tetap percaya diri. Puji Tuhan kami tampil sesuai harapan, rapih, sesuai ketukan, berekspresi, dan sinkron. Ternyata kerja keras kami selama 3 bulan latihan tidak sia - sia.         Setibanya  di penghujung acara, sekali lagi doa dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berharap dapat mengharumkan nama bangsa di kejuaraan internasional. Pengumuman pemenang semakin mendekati divisi kami, jujur kami tidak banyak berharap hanya pasrah terutama melihat lawan dengan atraksi dan kesulitan gerakan yang jauh lebih rumit dan tinggi. Akhirnya pengumuman juara pun dikumandangkan. Ketika MC mengumumkan juara 3, kami merasa merinding mendengarnya. Kami saling berbisik, “Peraih posisi ketiga saja sudah lebih bagus dari kita ya,  apa lagi juara 2 dan 1”. Keringat dingin menyerbu sekujur tubuh kami ketika juara 2 diumumkan. Kami kaget dan terperangah mendengar nama kami disebut sebagai juara 2.Kami merasa senang dan lega karena berhasil mengharumkan nama Indonesia. Selain itu, kami merasa bangga karena berhasil mencetak sejarah sebagai tim Indonesia yang pertama kali memenangkan Urban Dance, kategori Junior 2 (doubles). Menurut juri sinkronisasi dan eksekusi koreografi yang kami bawakan sangat mendalam, penuh penghayatan dan kompak. Seolah tarian tersebut merupakan karya seni nyata yang terangkai dalam sebuah cerita. Tarian tersebut menciptakan koneksi antar saya dan Padma. Kami harus bisa memahami dan saling melengkapi secara kemampuan maupun relasi dan kepercayaan. Hal tersebutlah yang membuat kami dapat menampilkan yang terbaik dan meraih juara 2. Selama proses latihan sampai dengan perlombaan, saya berpegang teguh pada 10 Nilai Santa Ursula dan 6 Nilai Serviam. Secara khusus nilai daya juang, kemandirian, kerja sama, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, totalitas dan persatuan. Menurut saya nilai - nilai tersebut dapat mengarahkan saya untuk lebih fokus pada tujuan dengan mengatur waktu rutinitas sehari - hari dan memprioritaskan hal yang penting. Nilai totalitas menjadi faktor utama karena tanpa adanya usaha saya tidak akan bisa membagi prioritas dalam segala rutinitas kegiatan saya seperti belajar; mata pelajaran, gitar, piano, bahasa Mandarin, dan modern dance . Hal ini membuktikan, kerja keras dan ambisi diperlukan untuk totalitas dalam mengerjakan segala sesuatu sehingga memperoleh hasil optimal. Karakter tersebut dapat terbentuk dalam diri saya karena sudah terbiasa sejak dini bersekolah di Santa Ursula BSD yang mengajarkan untuk mengerjakan segala sesuatu dengan sepenuh hati, sehingga kami terbiasa untuk mengatasi segala tantangan dengan terarah, terstruktur, dan tepat tujuan. Bagi saya ini bentuk aksi nyata dari 10 Nilai Santa Ursula dan Nilai Serviam yang sesuai dengan pepatah “Upaya tidak akan mengkhianati hasil”.
Selengkapnya
Mensyukuri Setiap Privilese yang Kita Miliki: Perwakilan BP OSIS SMP Santa Ursula BSD 2025 Menyambangi Rumah Singgah KAJ
Posted: 2026-01-08 | By: Sabia Minerva Marendra / IX-C
Santa Ursula BSD merupakan salah satu dari segelintir sekolah yang sangat mendalami dan memprioritaskan pendidikan karakter bagi siswa-siswinya. Sekolah menyediakan bahan dan sarana pendidikan karakter yang begitu lengkap, salah satunya yang begitu lekat dengan kehidupan sehari-hari siswa-siswi adalah 6 Nilai Serviam dan 10 Nilai Santa Ursula yang saling mendukung untuk pemenuhan 3 Daya Jiwa. Santa Ursula BSD sangat memegang teguh nilai-nilai tersebut demi terbentuknya karakter siswa berbasis ajaran Katolik yang siap beradaptasi menghadapi tuntutan zaman.Dalam penerapan nilai-nilai tersebut, sekolah tidak melulu menggunakan metode doktrin atau pengajaran intensif. Nilai-nilai tersebut acap kali dibalut dalam pengadaan kegiatan-kegiatan kreatif yang diselenggarakan organisasi tertentu. Salah satu kegiatan kreatif yang baru saja diadakan adalah kegiatan garapan Badan Pengurus OSIS SMP Santa Ursula BSD masa bakti tahun 2025. Kegiatan yang dimaksud diberi nama “SENADA” yang merupakan singkatan dari “Sanurian Berekspresi dalam Desain Merchandise”. Program “SENADA” tahun 2025 sendiri mengusung tema “Embrace the Spirit of Serviam”, yang pada dasarnya mengajak siswa-siswi SMP Santa Ursula BSD untuk semakin memahami dan menerapkan nilai-nilai ajaran sekolah dalam hidup sehari-hari. Program “SENADA” sendiri memiliki dua bentuk kegiatan. Kegiatan pertama, adalah lomba desain merchandise yang terbuka bagi semua siswa-siswi SMP Santa Ursula BSD. Lomba ini diadakan pada bulan Agustus - September 2025 dan diikuti sebanyak 37 siswa lintas angkatan kelas VII - IX. Lima hasil desain terbaik diambil dan dicetak menjadi dua bentuk merchandise yaitu bentuk kaos oblong dan totebag. Kegiatan kedua adalah penjualan merchandise tersebut. Merchandise dijual kepada anggota komunitas internal Kampus Santa Ursula BSD lintas unit, mulai dari KB sampai SMA, tak lupa menyertakan guru-guru, karyawan, dan pengurus Yayasan. Proses penjualan dilaksanakan pada bulan November 2025 lalu. Seluruh keuntungan yang didapatkan dari penjualan ini disumbangkan kepada Yayasan Rumah Teduh Suryo.Yayasan Rumah Teduh Suryo sendiri merupakan proyek rumah singgah milik KAJ yang didirikan oleh Rm. Josep Susanto, Pr. Yayasan ini menyediakan tempat ‘singgah’ bagi pasien anak-anak dan orangtua mereka yang berdomisili di luar DKI Jakarta dan dirujuk untuk melakukan pengobatan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Rumah singgah ini berlokasi di daerah Senen, Jakarta Pusat.Pada hari Rabu, 17 Desember 2025, perwakilan dari Badan Pengurus OSIS SMP Santa Ursula BSD yakni dua (2) anggota Seksi Sosial dan dua (2) anggota Seksi Kesenian pergi mengunjungi Rumah Teduh Suryo untuk melakukan simbolisasi penyerahan uang donasi. Kesan pertama saya terhadap rumah singgah tersebut sangatlah positif. Dinding-dinding bangunan dicat warna-warni menimbulkan kesan optimis yang begitu kuat. Setiap sudut rumah juga bersih, tertata rapi, dan terlihat nyaman ditinggali. Saat kami berkunjung, kami disambut hangat oleh pengurus yayasan. Kami juga menemui beberapa pasien dan keluarga yang sedang menjalani hari di dalam bangunan tersebut. Setelah berbincang-bincang dengan pengurus yayasan, kami mengetahui bahwa RTS kala itu tengah menampung 34 pasien anak beserta keluarga mereka masing-masing. Pasien-pasien tersebut mengidap penyakit kronis tidak menular yang berbeda-beda.Selama di sana, satu hal yang paling menonjol bagi saya dalam dinamika kehidupan penghuni RTS adalah suasana kekeluargaan yang begitu kental. Kami dijelaskan bahwa penghuni RTS telah mengikuti seleksi ketat sebelum diizinkan tinggal. Salah satu kriterianya adalah memiliki Surat Resmi Keterangan Tidak Mampu dan harus berdomisili di luar provinsi DKI Jakarta. Fakta ini mendorong saya untuk menyadari bahwa setiap penghuni di sana memiliki nasib yang sama, menanggung beban yang sama berat, sehingga mereka saling memahami keadaan satu sama lain. Pemahaman dan pengertian yang ada tersirat jelas dalam kehangatan interaksi antar penghuni yang sedikit saya saksikan di sana. Selain itu, kami juga dijelaskan bahwa para keluarga pasien tidak semerta-merta hidup enak di dalam rumah singgah tersebut. Mereka harus menjalankan kewajiban rumah tangga, mulai dari menyapu hingga memasak, secara bergantian, secara bersama-sama. Hal ini pastinya menambah kekompakan dan persaudaraan yang ada di sana. Bagi saya, hal ini begitu indah dan menjadi bukti nyata bahwa hangat kemanusiaan masih tetap eksis di era gempuran digital yang begitu kuat saat ini.Di atas kehangatan dalam interaksi penghuni RTS, tentunya saya juga kembali disadarkan akan pentingnya selalu bersyukur atas segala karunia Allah yang masih saya terima sampai saat ini, secara khusus karunia kesehatan. Melihat senyum dan semangat adik-adik pasien RTS yang sedang berjuang melawan penyakit benar-benar membuka mata saya bahwa mereka saja masih bisa bersyukur dan tersenyum menjalani hari-hari penuh tantangan. Berarti saya yang beruntung juga harus lebih sering melakukannya. Setelah kunjungan hari itu, program “SENADA” tidak lagi hanya sekedar program OSIS yang saya rencanakan dan laksanakan bersama teman-teman OSIS. Namun, program “SENADA” ternyata menjadi pengingat bagi saya untuk selalu bersyukur dan selalu berusaha menebarkan kehangatan persaudaraan bagi semua orang di sekitar saya. Saya sadar bahwa nilai Kepekaan, Persatuan, Pelayanan, serta Cinta dan Belas Kasih, yang sering disebut-sebut di sekolah, bukan hanya sekedar barisan kata,  melainkan strategi nyata bagi kita untuk mempertahankan relasi antar manusia yang nyata, berbasis kepedulian, cinta, dan pelayanan seturut kehendak dan ajaran Tuhan kita Yesus Kristus dalam berbagai tuntutan zaman yang kita hadapi. 
Selengkapnya
MENEMUKAN KASIH ALLAH DALAM KEHENINGAN RETRET 2025
Posted: 2025-12-27 | By: Valentinus Matthew Danurwendo / 9C | Editor : Yulia Mariyani
Sejak pertama kali kaki saya melangkah memasuki tempat retret, ada suasana hening yang berbeda seakan-akan ada sesuatu yang lembut namun kuat yang sedang menunggu kami. Kami datang siap membuka hati dan mengubah cara kami memandang hidup. Suasana yang tenang, rapi, dan penuh damai membuat saya merasa bahwa perjalanan batin ini bukan sekadar rutinitas sekolah, tetapi sebuah undangan untuk bertemu dengan diri sendiri dan Allah yang hadir secara nyata. Pada kesempatan ini saya ingin menceritakan pengalaman retret yang saya ikuti pada tanggal 26–28 November 2025. Kegiatan retret ini dibagi menjadi tiga kelompok: Kelompok 1 mengikuti retret pada 24–26 November 2025, Kelompok 2 pada 26–28 November 2025, dan Kelompok 3 pada 28–30 November 2025. Pembagian kelompok dilakukan secara acak dan seluruh pesertanya merupakan siswa beragama Katolik, sementara teman-teman yang non-Katolik juga akan mengikuti retret pada waktu yang berbeda sehingga semua tetap mendapatkan kesempatan yang sama. Retret kali ini mengusung tema “Imanuel: Allah Beserta Kita,” yang mengajak kami menyadari bahwa kehadiran Allah bukan hanya sekedar pengetahuan, tetapi pengalaman nyata yang menyentuh seluruh diri, baik jasmani maupun rohani. Kami belajar tentang tiga daya jiwa yaitu pikiran, hati, dan kehendak yang masing-masing memiliki peran penting dalam hidup beriman. Hati dipanggil untuk mengalami kasih Allah dan menggerakkan kami untuk mengasihi serta menunjukkan empati kepada sesama; kehendak menuntun kami untuk tetap memilih kebaikan dan kesetiaan kepada Tuhan meskipun menghadapi perubahan besar dalam kehidupan sosial, alam, dan teknologi; sementara pikiran mengarahkan kami untuk memahami kehendak-Nya secara jernih, membedakan benar dan salah, serta mengolah informasi dengan bijaksana. Pelajaran ini menegaskan bahwa Allah hadir dalam seluruh aspek hidup kita dan membimbing pertumbuhan kita secara utuh. Selain materi, saya juga mengalami hal-hal menarik, misalnya kesempatan untuk melayani teman-teman melalui kelompok piket dengan membersihkan piring, alat makan, dan menata meja makan. Tindakan sederhana itu membuat saya semakin memahami bahwa apa yang dipelajari tentang pikiran, hati, dan kehendak bukan sekadar teori, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata: hati mengajarkan empati, kehendak mendorong untuk tetap membantu meski lelah, dan pikiran menyadarkan bahwa pelayanan kecil pun merupakan panggilan Tuhan untuk hidup dalam kasih. Saat sesi refleksi, ketika kami saling berbagi pengalaman dan saling menguatkan, saya benar-benar merasakan bahwa Allah hadir di antara kami. Imanuel yang menuntun kami bertumbuh melalui kebersamaan, pelayanan, dan kepedulian. Dari retret ini, saya menyadari bahwa kehadiran Allah tidak hanya dirasakan dalam doa atau materi rohani, tetapi juga dalam pengalaman sehari-hari. Pikiran membantu kami membuat keputusan yang bijak, hati menggerakkan kami untuk mengasihi, dan kehendak meneguhkan pilihan untuk tetap berbuat baik. Retret ini mengajarkan bahwa hidup beriman bukan hanya tentang kata-kata, tetapi tentang tindakan nyata yang mencerminkan kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Selengkapnya
Di Balik Tantangan, Ada Pembelajaran: Refleksi dari Pelatihan di Yonif Arya Kemuning 203
Posted: 2025-12-08 | By: Shine Tiara Nafthaly/8B/28 dan Genevieve Fiorentine Santioso/8C/14
Kabar mengikuti kegiatan pelatihan fisik dan mental bukanlah hal yang menyenangkan bagi semua siswa SMP Santa Ursula BSD. Banyak dari kami yang mengira kegiatan ini akan terasa berat dijalani. Kegiatan yang dilakukan selama 2 hari terdengar menyiksa, apalagi dijemur di bawah sinar matahari selama berjam-jam, makan diberi waktu, dan latihan baris - berbaris. Tidak biasa akan segala hal yang harus dilakukan dengan serba cepat dan tepat juga menjadi sebuah tantangan tersendiri. Pada Kamis, 16 dan 23 Oktober 2025, kami mulai dipersiapkan untuk latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dengan kakak kelas yang merupakan tim Fital (fisik dan mental). Setiap kelas didampingi 2 kakak kelas yang membimbing kami dalam materi PBB serta pembuatan yel-yel. Hari yang mendebarkan itu pun tiba. Pada 29 - 30 Oktober 2025 kami berangkat ke Yonif Arya Kemuning 203, Tangerang untuk mendapatkan pelatihan fisik mental langsung dari Pelatih TNI dan didampingi oleh wali kelas. Selama dua hari kegiatan kami akan dipenuhi dengan gerak cekatan, jadwal latihan fisik yang padat, dan bertahan di bawah panasnya terik matahari. Beberapa siswa terlihat tidak kuat saat awal upacara pembukaan dan latihan PBB. Namun, setelah istirahat 10 menit mereka kembali bergabung dalam pelatihan. Meskipun terasa sakit, semua berusaha ikut melanjutkan latihan setelah beristirahat sejenak karena tidak ada kesempatan untuk menjadi “manja”. Setiap detik yang berlalu sangat berharga. Terlihat dari waktu makan yang diberikan sangat singkat. Pengalaman yang pasti sulit untuk kami, tapi ini menjadi pelajaran untuk belajar cekatan. Namun, pandangan kami mulai berubah seiring kegiatan berlangsung. Ternyata, para pelatih yakni anggota TNI di Yonif Arya Kemuning 203, tidak sekeras yang kami kira. Para pelatih memang bersikap tegas, tetapi tetap ramah dan tahu batas waktu untuk serius atau bercanda. Kami diberi arahan dengan instruksi yang jelas membuat kami semakin paham tentang bentuk kedisiplinan dan kebersamaan, bukan menakuti. Perlahan-lahan, kami semua mulai beradaptasi dengan aturan dan sistem yang diterapkan, dan justru kami menikmati setiap alur kegiatan. Dalam kegiatan PBB, kami diajarkan untuk lebih peka dalam mendengarkan instruksi, meluruskan barisan kanan dan depan. Kami dilatih untuk lebih konsentrasi di saat badan mulai lelah. Dalam pelatihan ini ada juga yang seru yaitu kami diajak melakukan permainan yang menantang seperti menyeberangi kolam dengan jembatan dari tambang dan memanjat tebing dengan pengaman yang sudah terpasang di badan kami. Hal ini mengajarkan kepada kami tentang rasa percaya diri dan daya juang dengan kemampuan kami sendiri. Banyak momen yang meninggalkan kesan mendalam, salah satunya saat malam api unggun bersama. Kami semua duduk melingkar di sekitar nyala api yang hangat sambil menampilkan berbagai pertunjukan dari setiap kelas. Ada yang menampilkan drama musikal dengan genre percintaan atau hubungan orang tua dan anak. Setiap kelas juga menunjukkan yel-yel dengan waktu singkat yang diberikan, bahkan, ada momen saat kami semua berlari sambil bernyanyi mengelilingi api unggun. Suasana malam itu terasa hidup, penuh tawa, dan menyatukan seluruh siswa dalam semangat yang sama.Melalui pelatihan fisik dan mental ini kami menjadi lebih memahami bahwa disiplin bukan berarti keras, melainkan cara untuk menghargai waktu dan tanggung jawab atas setiap tindakan yang dilakukan. Kerja sama dan kekompakan tidak hanya dibutuhkan di lapangan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Kejujuran pun ikut muncul dalam pengalaman ini, seperti tidak membuang makanan yang diberikan sebagai bentuk penghargaan.Kini, kami menyadari bahwa pelatihan di Yonif Arya Kemuning 203 bukan sekadar latihan fisik dan mental, melainkan perjalanan pembelajaran yang membentuk karakter, mengajarkan arti kebersamaan, kedisiplinan, dan keteguhan hati untuk selalu menjalani setiap rintangan dengan semangat yang membara. Nilai-nilai itulah yang akan siswa-siswi SMP Santa Ursula BSD simpan, bawa, dan terapkan di masyarakat.
Selengkapnya
Seminar Seksualitas: Pentingnya Edukasi Seksualitas pada Remaja di Era Digital
Posted: 2025-10-24 | By: Jovanka Benedicta Sormin VIIIE/ 17 | Editor : Yulia Mariyani
Pada tanggal 8–9 Oktober 2025, SMP Santa Ursula BSD menyelenggarakan seminar seksualitas bagi siswa dan siswi kelas VIII. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar mengenai pentingnya edukasi seksualitas di kalangan remaja, khususnya di era digital yang sarat akan informasi tanpa batas. Dalam seminar ini, sekolah menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, antara lain dr. Meta, dr. Yudi, Kak Ray, Kak Valen, serta beberapa pembicara lain yang ahli di bidang pendidikan, kesehatan, dan psikologi remaja.Pada hari pertama, para siswa memperoleh pengetahuan tentang pentingnya memahami seksualitas secara sehat dan bertanggung jawab. Masa remaja merupakan periode yang sangat tepat untuk menanamkan pemahaman tersebut karena pada usia ini seseorang mulai mengalami perubahan fisik, emosional, dan sosial yang membutuhkan bimbingan yang benar. Dalam sesi ini, siswa diajarkan cara merawat diri dengan benar serta diajak mengenal langkah pencegahan terhadap kekerasan seksual melalui konsep “Tote Lala”, singkatan dari Tolak, Teriak, Lari, dan Lapor. Prinsip ini mengajarkan remaja untuk berani berkata tidak terhadap segala bentuk pelecehan serta segera mencari pertolongan kepada orang dewasa yang dapat dipercaya.Selain itu, peserta seminar juga mendapat materi tentang self-esteem atau harga diri. Para siswa diajak untuk lebih percaya diri, menghargai diri sendiri, dan mampu menerima kelebihan maupun kekurangan masing-masing. Dalam kegiatan kelompok, mereka saling menulis tiga hal baik tentang teman sekelasnya. Aktivitas ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa saling menghormati, mempererat hubungan antar teman, serta menanamkan nilai positif agar siswa tidak mudah meremehkan diri sendiri maupun orang lain. Dengan demikian, para remaja diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan menghargai martabat manusia.Pada hari kedua, para siswa mendapatkan materi mengenai pengaruh penggunaan gadget dan internet terhadap perilaku remaja, terutama bahaya pornografi. Para narasumber menjelaskan bahwa pornografi merupakan bentuk media baik gambar, video, maupun cerita yang menampilkan hal-hal yang tidak pantas untuk dilihat, khususnya bagi anak-anak dan remaja. Paparan terhadap konten tersebut dapat berdampak buruk pada perkembangan moral dan psikologis seseorang. Oleh karena itu, para siswa diajak untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan gawai, membatasi akses terhadap konten dewasa, dan memilih tontonan yang bersifat edukatif serta membangun karakter.Materi berikutnya membahas tentang dating and sexual orientation atau pemahaman mengenai hubungan dan orientasi seksual. Para narasumber menjelaskan bahwa orientasi seksual merupakan bentuk ketertarikan seseorang terhadap lawan jenis maupun sesama jenis, baik secara emosional, romantis, maupun fisik. Perasaan tersebut merupakan bagian dari dinamika perkembangan remaja yang wajar, namun tetap harus disikapi dengan sikap saling menghormati, menjaga batasan, serta berpegang pada nilai-nilai moral dan ajaran agama. Remaja juga diingatkan untuk peka terhadap tanda-tanda kekerasan dalam hubungan dan berani melindungi diri ketika menghadapi situasi yang tidak sehat.Melalui seminar ini, para siswa memperoleh banyak pelajaran berharga tentang bagaimana menjadi pribadi yang bertanggung jawab dalam menjaga diri, berani menolak segala bentuk kekerasan, dan bijak dalam menyaring informasi di era digital. Mereka juga diajak untuk lebih menghargai diri sebagai ciptaan Tuhan yang berharga dan bermartabat. Sebagai citra Allah, setiap individu dipanggil untuk menjaga kesucian diri dan memelihara nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.Kegiatan seminar seksualitas di SMP Santa Ursula BSD menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang cerdas secara moral, bijak secara digital, dan tangguh menghadapi tantangan zaman. Melalui edukasi seksualitas yang tepat, para remaja diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang menghargai diri sendiri, menghormati orang lain, serta mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab di tengah arus perubahan sosial yang semakin kompleks.
Selengkapnya
Pagelaran Sabang Merauke, The Indonesian Broadway
Posted: 2025-10-24 | By: Lionela Hulda Yemima Simanjunta/IX | Editor : Maria Dwi Rianti
Perkenalkan nama saya Lionela Hulda Yemima Simanjuntak dari kelas IX. Bulan Agustus lalu saya mendapat kesempatan untuk mengikuti pementasan bernama Pagelaran Sabang Merauke, The Indonesian Broadway dengan tema Hikayat Nusantara. Pementasan tersebut dilaksanakan pada tanggal 23-24 Agustus 2025 dengan total 4 pertunjukan. Pagelaran Sabang Merauke merupakan pertunjukan yang menampilkan budaya Indonesia. Pagelaran ini bisa disebut The Indonesian Broadway, yang menampilkan 351 penari dari total 600 seniman.  Pagelaran Sabang Merauke, The Indonesian Broadway pertama kali dilaksanakan  pada tahun 2022. Tahun ini, Pagelaran Sabang Merauke, The Indonesian Broadway membawakan tema berjudul “Hikayat Nusantara” yang mengusung cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia seperti Yuyu Kangkang, Malin Kundang, Si Tumang Sangkuriang, Mahadewi, dan Calon Arang, yang dikemas aransemen lagu, tarian, busana, etnik, serta keunikan setiap daerah.  Latihan untuk Pagelaran Sabang Merauke dilakukan selama 2 bulan yang dimulai pada bulan Juni. Saya terlibat dalam scene Opening-Prolog , Jakarta, Bali, dan Inspirasi Diri dengan jenis tarian modern. Opening-prologue merupakan bagian pertama dari pagelaran ini yang menunjukkan bahwa terdapat potensi bahaya laten. Scene Jakarta dengan lagu Keroncong Kemayoran menceritakan tentang keramaian di Jakarta. Pada bagian Bali menceritakan tentang kisah Ratna Manggali yang harus menyeimbangkan terang dengan gelap. Jadwal latihan cukup padat dilakukan di Jakarta dan di Yogyakarta. Proses latihan di Yogyakarta melibatkan seluruh penari dari Sabang sampai Merauke. Saya latihan untuk Pagelaran Sabang Merauke di Yogyakarta sebanyak dua minggu, pada bulan Juli dan Agustus.  Selama berlatih di Yogyakarta banyak tantangan dan pelajaran yang saya dapatkan. Saya belajar untuk menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan melaksanakan segala latihan dengan totalitas dengan semangat persatuan. Pada proses latihan di Yogyakarta dan Jakarta, ini pertama kali saya jauh dari orangtua dengan total waktu selama tiga minggu yaitu dua minggu di Yogyakarta dan satu minggu di Indonesia Arena. Saya belajar menjadi pribadi yang mandiri disiplin karena selama proses latihan kami harus melakukan segala sesuatu sendiri dan harus disiplin dengan jadwal latihan yang diberikan (datang 1 jam sebelum latihan). Saya juga menghadapi tantangan yaitu tetap harus mengerjakan tugas yang diberikan oleh sekolah. Hal tersebut tentunya sulit untuk dilakukan, mengetahui jadwal yang padat di Yogyakarta. Namun, karena saya memiliki tanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diberikan saya mencoba untuk mengerjakannya di waktu senggang.  Apapun yang dilakukan selama latihan sampai pementasan harus dilakukan dengan totalitas. Saya sudah berkomitmen untuk mengikuti pementasan ini jadi hasilnya pun harus maksimal dan memuaskan. Pada Pagelaran Sabang Merauke ini saya juga harus bersikap terbuka dengan lingkungan saya. Saat di Yogyakarta saya bertemu dan berkenalan dengan banyak sekali orang baru dengan berbagai macam karakter. Saya belajar untuk beradaptasi dengan orang-orang yang terlibat dan juga beradaptasi dengan perubahan yang diberikan di setiap scene nya. Dari pagelaran ini saya berkenalan dengan banyak sekal Saya merasa bahwa persatuan di pagelaran ini sangatlah kuat, energi kebersamaannya mampu membuat setiap individu merasa menjadi satu kesatuan yang utuh. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pagelaran Sabang Merauke, The Indonesian Broadway karena sudah memberi kesempatan yang berharga bagi saya. Pada Pagelaran ini saya tidak hanya belajar tentang kebudayaan Indonesia yang luas, saya juga belajar tentang nilai-nilai hidup seperti tanggung jawab, kemandirian, kedisiplinan. Saya juga semakin bangga dengan budaya Indonesia yang beragam dan unik. Dari pagelaran ini saya bisa kenal dengan banyak sekali teman dari Sabang sampai Merauke sama seperti nama pagelaran yang kami tampilkan.  Sebagai generasi muda kita diingatkan kembali untuk menjadi individu yang baik dan berguna bagi bangsa dan negara yang tidak lupa dengan budaya dan mencoba melestarikan budaya Indonesia, karena budaya yang beragam ini hanya Indonesia yang punya.
Selengkapnya
Belajar Bersama Talitha Kum International : Pencegahan dan Penanganan TPPO
Posted: 2025-10-24 | By: Arthur Faris Pratama IX A/1 | Editor : Yulia Mariyani
Talitha Kum International merupakan jaringan biarawati internasional yang berkomitmen memerangi kejahatan perdagangan manusia (human trafficking). Organisasi ini didirikan pada tahun 2009 oleh International Union of Superiors General (UISG) di Roma. Nama “Talitha Kum” diambil dari Injil Markus 5:41 yang berarti “Anak, bangunlah”, melambangkan harapan dan kebangkitan bagi para korban perdagangan manusia. Sejak berdiri, Talitha Kum mengalami perkembangan yang pesat. Pada tahun 2013, jaringan ini telah hadir di 75 negara dengan melibatkan sekitar 600 biarawati, dan dua tahun kemudian jumlahnya meningkat menjadi 80 negara dengan lebih dari 1.100 biarawati yang aktif melayani. Salah satu tokoh penting dalam gerakan ini adalah Suster Aboy (Acilino MPM).Misi utama Talitha Kum adalah mewujudkan dunia yang bebas dari tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi lintas negara, lintas agama, dan lintas organisasi dengan fokus pada empat bidang utama, yaitu pencegahan (preventif), penyelamatan korban (rescue), rehabilitasi, dan reintegrasi sosial. Program pencegahan dilaksanakan melalui sosialisasi di sekolah, gereja, dan paroki, serta pelatihan bagi pendidik, pemuka agama, dan kaum muda agar memiliki kesadaran dan kemampuan untuk mengenali serta mencegah tindak perdagangan manusia di lingkungannya.Perdagangan manusia merupakan aib kemanusiaan sekaligus pelanggaran hak asasi manusia yang sangat serius. Modus yang sering digunakan pelaku antara lain menawarkan pekerjaan bergaji tinggi melalui media sosial, memberikan persyaratan yang tampak mudah seperti biaya keberangkatan gratis, atau melakukan rekrutmen tanpa prosedur resmi. Berdasarkan definisi TPPO, terdapat tiga komponen utama, yaitu proses (meliputi perekrutan, pengangkutan, pemindahan, penampungan, dan penerimaan korban), cara (seperti pemaksaan, penipuan, penculikan, penyalahgunaan kekuasaan, atau pemberian hutang), dan tujuan (yakni eksploitasi baik secara seksual maupun tenaga kerja). Untuk korban anak, meskipun tanpa unsur paksaan, perbuatan tersebut tetap dikategorikan sebagai TPPO karena eksploitasi berarti memanfaatkan tenaga, keterampilan, atau tubuh seseorang secara tidak manusiawi untuk keuntungan pihak lain.Modus eksploitasi perdagangan manusia kini semakin beragam. Salah satunya adalah penipuan berkedok agensi artis atau model palsu yang meminta korban mengirimkan foto pribadi tanpa kontrak kerja yang jelas. Ada pula tawaran kerja atau sekolah di luar negeri dengan prosedur yang tidak transparan dan tanpa seleksi ketat. Selain itu, eksploitasi daring (online grooming) juga semakin marak. Dalam modus ini, pelaku mendekati korban melalui media sosial dengan berpura-pura menjadi teman, kemudian membangun kepercayaan untuk tujuan eksploitasi.Untuk mencegah terjerat dalam jaringan perdagangan manusia, setiap orang perlu bersikap waspada dan bijak. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain berpikir matang sebelum mengambil keputusan, memilih teman dan relasi dengan hati-hati, tidak mudah percaya kepada orang asing, tidak sembarangan memberikan data pribadi, serta mewaspadai tawaran kerja atau pendidikan yang tidak jelas asal-usulnya. Konsultasi dengan orang tua, guru, atau pihak berwenang juga sangat penting, terutama ketika menerima tawaran dari pihak yang tidak dikenal. Penggunaan media sosial pun harus bijak, karena keselamatan jauh lebih berharga daripada sekadar gengsi.Salah satu bentuk perdagangan manusia yang semakin marak di era digital adalah Online Sexual Exploitation of Children (OSEC), yaitu eksploitasi seksual anak melalui internet. Dalam kasus ini, pelaku sering memproduksi Laporan Seksual Anak (LSAM) berupa foto atau video digital yang mengeksploitasi anak. Modus yang digunakan antara lain membangun kepercayaan korban, memberikan hadiah, meminta foto atau video tidak pantas, hingga melakukan pemerasan dan ancaman. Bentuk eksploitasi seksual daring ini dapat berupa sexting (pengiriman atau penerimaan konten seksual melalui media sosial), pemerasan seksual (sextortion), maupun pelecehan melalui siaran langsung (live streaming). Para pelaku bisa bersifat situasional, yaitu melakukan kejahatan karena adanya kesempatan, atau preferensial, yaitu mereka yang memiliki kecenderungan seksual terhadap anak.Keberadaan Talitha Kum Internasional menjadi sangat penting sebagai garda terdepan dalam melawan perdagangan manusia. Melalui kolaborasi global serta fokus pada pencegahan dan pendampingan korban, jaringan ini membawa harapan baru bagi para penyintas dan mengajak masyarakat dunia untuk lebih peduli terhadap isu kemanusiaan ini. Perjuangan melawan TPPO bukan hanya tugas lembaga tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama untuk menjaga martabat dan keselamatan setiap manusia.
Selengkapnya