BELAJAR SEJARAH TIDAK LAGI MEMBOSANKAN! INOVASI PEMBELAJARAN DENGAN VIRTUAL REALITY DI SMP SANTA URSULA BSD
Posted: 2025-08-05 | By: Raden Valentinus Biaggi
"Belajar sejarah itu membosankan! Mengantuk! Untuk apa mempelajari masa lalu? Pelajaran sejarah terlalu banyak hafalannya!". Ekspresi demikian kerap terdengar dari siswa ketika memasuki pembelajaran sejarah. Pandangan tersebut mencerminkan tantangan nyata dalam menghadirkan sejarah sebagai mata pelajaran yang menarik dan relevan di mata generasi muda.Sebagai bagian dari upaya menjawab tantangan tersebut, pembelajaran sejarah kini mulai bertransformasi, menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan karakteristik siswa yang akrab dengan teknologi. Di SMP Santa Ursula BSD, khususnya dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas VII, topik Sejarah Keberagaman Budaya Indonesia dikemas secara inovatif melalui pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR).Salah satu kendala utama dalam pembelajaran sejarah adalah kesulitan siswa dalam membayangkan peristiwa masa lalu. Bagi siswa yang tumbuh di era digital, kehidupan manusia praaksara atau masa kerajaan kuno terasa begitu jauh. Meskipun teks bacaan dan tayangan video telah tersedia, keduanya belum sepenuhnya mampu membantu siswa memahami konteks secara menyeluruh. VR berperan penting menciptakan pengalaman belajar yang masyuk, yakni benar-benar melibatkan siswa secara emosional dan intelektual dalam suasana sejarah yang imersif. Melalui VR, siswa dapat ‘menyelami’ kehidupan manusia praaksara, melihat secara langsung bagaimana mereka berinteraksi, serta mengenal alat dan bahan sederhana yang digunakan pada masa itu. Tak hanya itu, siswa juga dapat menyaksikan perkembangan budaya dan agama di nusantara, mulai dari masa Hindu, Buddha, hingga Islam, dalam simulasi yang terasa nyata dan menggugah rasa ingin tahu.Metode pembelajaran ini juga dilengkapi dengan kerja kelompok sebagai wujud penerapan nilai-nilai Serviam, yang menekankan persatuan dan totalitas. Dalam suasana belajar yang kooperatif, siswa saling mendukung dan menunjukkan kekompakan dalam memahami materi sejarah secara lebih mendalam. Dengan metode semacam ini, sejarah tidak lagi menjadi mata pelajaran yang membosankan dan penuh hafalan. Sebaliknya, ia hadir sebagai perjalanan menarik yang masyuk membawa siswa menjelajah masa lalu dengan cara yang menyenangkan, bermakna, dan tak terlupakan.
Selengkapnya
Perayaan Misa Syukur 35 Tahun Sekolah Santa Ursula BSD
Posted: 2025-08-01 | By: Yulia Mariyani
Building the Future, Preserving the Legacy, Growing Together Suasana haru dan penuh sukacita memenuhi Auditorium Sekolah Santa Ursula BSD pada Kamis, 24 Juli 2025. Seluruh siswa, guru, staf, dan anggota komunitas Santa Ursula BSD berkumpul dalam satu perayaan iman untuk mengikuti Misa Syukur Ulang Tahun ke-35 berdirinya sekolah tercinta ini. Perayaan ini menjadi momen yang istimewa karena dipimpin langsung oleh Bapak Uskup Mgr. Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta.Dalam homilinya, Bapak Uskup Suharyo mengajak seluruh umat untuk merenungkan makna syukur atas perjalanan 35 tahun Santa Ursula BSD dalam mendidik generasi muda. Beliau menekankan pentingnya menjaga semangat pelayanan, kecerdasan, dan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.Perayaan Misa berjalan khidmat dan meriah, diiringi koor gabungan siswa dan guru yang membawakan lagu-lagu liturgi dengan penuh penghayatan. Kehadiran seluruh siswa dari jenjang TK hingga SMA, para guru, staf, suster OSU, dan orang tua murid turut menyatukan hati dalam doa dan pujian. Itu semua menunjukkan kebersamaan komunitas Santa Ursula BSD dalam iman dan cinta kasih.Momentum peringatan 35 Tahun Santa Ursula BSD ini bukan hanya menjadi perayaan ulang tahun, tetapi juga sebagai bentuk refleksi dan harapan untuk membangun masa depan yang semakin berdampak. Dengan mengangkat tema "Building the Future, Preserving the Legacy, Growing Together", Sekolah Santa Ursula BSD berkomitmen untuk terus menjadi tempat pendidikan yang unggul dalam mutu dan karakter, selaras dengan semangat Santa Angela Merici.Perayaan ini ditutup dengan pemberkatan khusus dari Bapak Uskup kepada seluruh komunitas sekolah, serta persembahan simbolis dari para siswa sebagai tanda cinta dan harapan untuk Santa Ursula BSD yang terus bertumbuh menjadi berkat bagi banyak orang.
Selengkapnya
Langkah Berani di Tengah Tantangan: Pelatihan Fisik dan Mental di Yonarhanud
Posted: 2025-07-28 | By: Hannelore Maddalene Heryawan – VIII B/21
Banyak orang berkata bahwa ada hal-hal yang mustahil, dan sering kali mereka memilih menyerah ketika menghadapi hal tersebut. Saya pun sempat merasa demikian. Mengikuti pelatihan fisik dan mental selama dua hari di salah satu cabang Artileri Pertahanan Udara (Yon Arhanud) Tentara Nasional Indonesia terdengar menantang—dan jujur, tidak menyenangkan pada awalnya. Meski hati diliputi keraguan, saya tetap melangkah. Rasa cemas memang ada, tetapi antusiasme mendorong saya untuk mencoba. Dan ternyata, pengalaman ini memberi saya pelajaran yang luar biasa.Hari pertama kami disambut dengan cuaca terik. Meski awalnya terasa menyiksa, para tentara menyebutnya sebagai cuaca yang "segar". Sungguh terdengar aneh, tetapi seiring waktu, saya mulai memahami maksud mereka. Sinar matahari yang menyengat terasa lebih hangat dan menenangkan, terutama ketika disertai udara bersih yang jauh dari polusi kota. Kami memulai kegiatan dengan latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB), yang ternyata bukan sekadar latihan fisik, tetapi juga ujian kedisiplinan dan mental. Ketika kegiatan ini dilombakan, saya sempat melakukan kesalahan. Namun, saya belajar bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar dan penguatan mental.Berbagai kegiatan kami jalani: dari jadwal yang padat, makan dan bersiap dalam waktu singkat, hingga tantangan malam hari berupa misi menyampaikan pesan rahasia ke beberapa pos dalam gelap gulita. Malam itu kami bergerak diam-diam, saling memegang pundak agar tidak terpisah, dan menjaga kekompakan tim. Di siang hari, kami mengikuti outbound yang seru sekaligus menantang, seperti bermain lumpur, merayap, memanjat, dan mengayun menggunakan tali. Sebagai anak kota, ini adalah pengalaman yang menyegarkan sekaligus menguji keberanian saya.Namun, momen paling mengesankan bagi saya justru terjadi saat malam api unggun. Di tengah kelelahan, kami diingatkan akan kasih orangtua, mereka yang selalu mendoakan dan mencintai kita tanpa pamrih. Tidak ada yang bisa menggantikan kasih sayang orangtua. Refleksi malam itu menyentuh hati saya dan menjadi penutup yang penuh makna. Dua hari satu malam di Yonarhanud mengajarkan saya banyak hal: pentingnya kedisiplinan, kerja sama, keberanian, rasa syukur, dan terutama, arti kebersamaan. Pengalaman ini membuat saya menjadi pribadi yang lebih kuat, tangguh, dan peduli terhadap orang lain.
Selengkapnya
Program “Berkat” Bersama Luce
Posted: 2025-07-28 | By: Bianca 9A
Pada Jumat, 16 Mei 2025, siswa-siswi SMP Santa Ursula BSD melaksanakan aksi sosial bertajuk “Program Berkat Bersama Luce” dengan membagikan 100 paket makanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sasaran penerima meliputi petugas kebersihan, penyandang tunanetra, satpam, lansia, pengemudi ojek online, dan masyarakat kurang mampu lainnya di sekitar sekolah. Aksi ini menjadi sarana pembelajaran nyata bagi para siswa dalam menumbuhkan empati, kepedulian sosial, dan semangat berbagi yang berakar pada nilai-nilai kasih dan kemanusiaan.Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka perayaan Tahun Yubileum komunitas sekolah. Kegiatan ini juga menjadi wujud penghayatan nilai Serviam—“aku melayani”—yang menjadi dasar pendidikan karakter di Santa Ursula. Selama hampir tiga bulan, siswa mengumpulkan dana melalui program “Celengan Luce”, yaitu celengan donasi yang diedarkan setiap hari Senin di masing-masing kelas sejak 18 Februari hingga 5 Mei 2025. Pembuatan celengan dilakukan secara kreatif dengan memanfaatkan bahan-bahan daur ulang, mendorong kesadaran lingkungan sekaligus semangat kebersamaan diantara siswa.Pada 14 Mei 2025, para siswa berkumpul di Balai Warga Jl. Alamanda untuk memulai proses memasak secara gotong royong. Mereka membagi tugas, dari mengupas bawang hingga menyiapkan lauk dan nasi. Keesokan harinya, seluruh siswa yang terlibat kembali bekerja sama untuk menata makanan ke dalam kemasan. Paket makanan tersebut terdiri dari nasi, sayur, ayam, tahu/tempe, sambal, serta minuman. Pada hari pembagian, siswa kelas 9 bersama para guru pendamping membagikan makanan secara langsung ke rumah-rumah warga sekitar dan titik-titik yang telah ditentukan.Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk aksi sosial, tetapi juga sarana pembentukan karakter siswa. Melalui keterlibatan langsung dari awal hingga akhir, para siswa belajar tentang tanggung jawab, kerja sama, dan pentingnya melayani sesama tanpa pamrih. Nilai-nilai seperti kepedulian, cinta kasih, belas kasih, kesederhanaan, dan solidaritas semakin tertanam dalam diri mereka. Diharapkan pengalaman ini akan terus hidup dalam sanubari para siswa dan menjadi fondasi kuat dalam membentuk generasi muda yang berempati dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat.
Selengkapnya
Pesan Kebangkitan Nasional di Tengah Semangat Pendidikan
Posted: 2025-07-28 | By: Alfonsa Laura Keivanya W./8C/1
Pada tanggal 20 Mei 2025, Sekolah Santa Ursula BSD menyelenggarakan upacara gabungan untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional. Upacara ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali betapa strategisnya peran pendidikan sebagai kunci utama kemajuan bangsa, serta pentingnya semangat kebangkitan nasional sebagai landasan untuk terus bersatu dan berjuang demi masa depan Indonesia yang lebih baik.Amanat dari inspektur upacara memberikan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir. Amanat tersebut disampaikan secara unik, diawali dengan menyanyikan lagu anak-anak yang berisi lirik “kepala, pundak, lutut, kaki, lutut, kaki,” lengkap dengan gerakan. Lagu sederhana ini kemudian dijadikan simbol dari pesan moral yang kuat.Inspektur upacara menjelaskan bahwa "kepala" melambangkan pentingnya berpikir secara bijak. Segala tindakan harus diawali dengan pemikiran yang matang dan reflektif—sebuah nilai yang sering diungkapkan oleh Suster Francesco Marianti, OSU. Sementara itu, "pundak" menjadi lambang simpati dan empati: ketika seseorang menawarkan pundaknya untuk disandarkan, ia tidak hanya memberi dukungan fisik, tetapi juga menghadirkan kenyamanan emosional. "Lutut" dan "kaki" menjadi simbol gerakan maju yang tak kenal lelah, menggambarkan semangat untuk terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik.Amanat ini tidak hanya bersifat inspiratif, tetapi juga menjadi ajakan reflektif bagi seluruh peserta upacara untuk meninjau kembali peran mereka sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Kepala yang berpikir bijak, pundak yang peduli, serta kaki yang terus melangkah menjadi nilai-nilai luhur yang ditanamkan dalam diri para peserta didik. Nilai-nilai ini diharapkan tumbuh menjadi karakter kuat dalam diri mereka, membentuk pribadi yang utuh dan mampu menjadi agen perubahan demi Indonesia yang lebih maju dan bermartabat.
Selengkapnya
Lomba Tari Tradisional Kategori Group Tangerang Fashion Festival 2025
Posted: 2025-03-17 | By: Livia Valerie Pane IX-C/20
Pada hari Sabtu, 22 Februari 2025, sembilan perwakilan siswa dari SMP Santa Ursula BSD mengikuti lomba tari tradisional kategori group yang dilaksanakan di Mall Teraskota BSD. Persiapan yang dilakukan sangatlah membutuhkan tenaga dan waktu dari setiap perwakilan. Pertama, dimulai dengan pembentukan sembilan perwakilan yang mengkolaborasikan dua kelas ekstrakurikuler tari tradisional di SMP Santa Ursula BSD. Penggabungan kelas ini cukup membuat suasana canggung pada awal pertemuan. Namun, karena kami telah berkomitmen untuk mengikuti lomba ini, maka setiap dari kami pun saling membuka percakapan sehingga kecanggungan tersebut cepat berakhir.    Pada latihan pertama hingga keempat, kami melakukannya tanpa guru ekstrakurikuler tari tradisional dan hanya bersama satu guru pendamping dari sekolah. Latihan ini lebih difokuskan untuk kami mengulang terus-menerus tariannya dengan berbagai pola lantai, seperti pola lantai lingkaran. Tujuannya adalah agar masing-masing menghafal gerakan dengan detailnya dalam berbagai posisi supaya dapat langsung latihan pola lantai saat bersama guru ekstrakurikuler selama dua hari. Kedua, guru kami memiliki rancangan pola lantai yang sangat heboh sehingga sangat beragam dan menarik.  Namun, setelah latihan hari pertama, kami cukup khawatir pola lantai tidak selesai karena pada hari tersebut hanya selesai sekitar 1-2 menit dari total 4 menit. Perasaan ini membuat kami saling mengingatkan satu sama lain untuk berlatih secara mandiri di rumah dan menghafalkan pola lantai yang dimiliki. Keesokan harinya kami perlu lebih fokus dalam mendengarkan instruksi dari guru agar waktu yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara efektif. Akhirnya, kekhawatiran ini terselesaikan karena pola lantai dapat selesai pada latihan kedua dan kami pun dapat mengulangnya dari awal hingga akhir sebagai latihan.Hari yang ditunggu-tunggu dan menegangkan bagi kami pun tiba. Kami berkumpul di sekolah pukul 05.30 WIB untuk mempersiapkan beberapa hal, seperti makeup, baju, latihan singkat, dan lain sebagainya. Ketika tiba di lokasi lomba, rasa grogi tentu semakin terasa. Namun, kami berterima kasih karena guru-guru yang mendampingi serta orang tua yang ikut hadir sangat mendukung kami. Setelah lomba, beberapa dari kami menunggu hingga pukul 16.00 WIB untuk mendengarkan pengumuman pemenang. Selama menunggu, tentu kami merasa penasaran akan pengumuman tersebut. Akhirnya, kami dapat meraih juara 1. Sangat mengejutkan bagi kami semua dan membahagiakan pastinya karena pengalaman ini sangat bermanfaat, menambah pengalaman, dan mempererat relasi kami.
Selengkapnya
MENGUKIR PRESTASI DENGAN DIGITAL ART
Posted: 2025-03-17 | By: Angelica Crystal Kontardjo IX-B/3
Halo semua! Perkenalkan nama saya Angelica Crystal Kontardjo, siswi kelas 9B tahun pelajaran 2024/2025. Belum lama ini, saya mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam lomba menggambar digital bertema Luce and friends, maskot Yubileum 2025. Sebagai seseorang yang menyukai seni lukis, saya merasa tertantang dan bersemangat mengikuti ajang ini. Lomba ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga sebuah pengalaman untuk meningkatkan pemahaman saya dalam berkarya dan berkreasi.Awalnya, saya memutuskan untuk berpartisipasi karena ingin mendapatkan pengalaman mengikuti lomba. Pada dasarnya, saya memang tertarik pada digital art, dan bentuk seni lukis lainnya. Mengikuti perkembangan zaman, saya juga sering berlatih menggambar digital, mengetahui adanya masa depan yang cerah di bidang tersebut. Oleh sebab itu, menurut saya, lomba ini menjadi ajang untuk mengasah bakat, serta memperkaya pengetahuan dan pengalaman pribadi. Saya tahu bahwa dalam sebuah lomba, tentunya akan ada banyak kompetitor dan tekanan. Namun, saya mengikuti lomba untuk mendapatkan pengalaman dan wawasan. Oleh sebab itu, tanpa berpikir banyak, saya tetap maju dan berusaha yang terbaik. Sebagai bentuk usaha, saya melakukan latihan terlebih dahulu beberapa hari sebelumnya, untuk menyiapkan diri. Tentunya ada rasa gugup serta keraguan dalam pikiran saya, seperti takut tidak cukup baik atau kalah saing. Namun, saya memutuskan untuk terus berusaha dengan percaya diri, meyakini bahwa setiap proses memiliki nilai dan pelajaran tersendiri.Pada hari lomba, saya berangkat pukul 06.00 WIB dari sekolah Santa Ursula BSD menuju Santa Theresia Jakarta, tempat berlangsungnya kompetisi. Perasaan saya campur aduk ketika itu, ada perasaan semangat ataupun perasaan takut. Ketika lomba dimulai, saya berusaha untuk berserah kepada Tuhan dan melakukan yang terbaik. Saya percaya bagaimanapun hasilnya, pengalaman yang didapat jauh lebih berharga untuk masa depan. Ketika pemenang diumumkan, puji Tuhan saya mendapatkan juara ketiga dari 350 peserta SMP. Saya merasa sungguh bersyukur dapat meraih prestasi di ajang ini. Rupanya, usaha memang tidak pernah mengkhianati hasil, dan saya merasa bahagia bisa membawa nama baik sekolah. Kemenangan ini bukan hanya tentang mendapatkan penghargaan, tetapi juga membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan selalu membuahkan hasil.Pengalaman ini mengajarkan saya untuk selalu berusaha yang terbaik pada setiap kesempatan yang ada, karena suatu kesempatan mungkin tidak datang dua kali. Sebagai pelajar, kita tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga menunjukkan bakat dan prestasi untuk menginspirasi orang lain. Semoga di masa depan, kita semua dapat belajar untuk tidak ragu dalam mengambil kesempatan, serta mengerahkan seluruh potensi kita, karena setiap usaha kita akan membawa suatu dampak, baik bagi diri sendiri maupun inspirasi bagi orang lain.
Selengkapnya
Pengalaman Berharga
Posted: 2025-03-17 | By: Pierce Theodore Lie 9A/34
Pada saat mendapatkan informasi bahwa SMP basket putra akan mengikuti pertandingan (IPBEST ODYSSEY), saya dan tim saya merasa sangat senang. Selama masa persiapan, kami bekerja keras. Kami juga memberikan feedback satu sama lain tentang kekurangan masing-masing. Selain itu kami juga berlatih di klub kami masing-masing agar dapat berkembang lebih baik. Pada saat perlombaan dimulai, pertama kami berhadapan dengan Pahoa yang merupakan tim kuat. Pada awal sampai pertengahan hingga hampir selesai,  poin kami masih tertinggal. Namun, semangat juang, kerja keras dan kerja sama yang kami miliki, pada menit-menit terakhir kami berhasil mengejar ketertinggalan dan menang dengan selisih skor hanya beda 1 point. Tentunya hal tersebut sangat berkesan bagi kami hingga saat iniSaat sudah berada di perempat final kami berhasil menang dengan skor yang cukup jauh, sehingga membuat kami sangat bahagia. Saat kami masuk ke semifinal, kami berhadapan dengan Saint John Gading Serpong. Kami mengenal baik murid-murid dari Saint John  dan mengetahui betul, bahwa fisik dan skill mereka di atas rata-rata, sehingga tujuan kami saat melawan sekolah tersebut adalah main dengan free dan gembira. Hal tersebut membuat kami lebih enjoy dan kami dapat bermain dengan maksimal. Meskipun kami kalah, kami tetap senang karena kami berhasil memberikan perlawanan yang cukup baik. Selain itu, kami telah menemukan kesenangan sejati dari bermain basket.Pada saat perebutan juara 3 melawan Ipeka Sunter, skor kami sama pada akhir quarter 4, sehingga terjadilah overtime. Pada saat overtime Andreas foul out, tapi itu tidak membuat kami menjadi pesimis. Sebaliknya hal tersebut membuat kami lebih semangat untuk bermain. Ketika waktu tersisa 1 detik, kami masih tertinggal 2 poin. Kami mengambil time out lalu saling berdiskusi dan tidak menggunakan board. Saat kembali bermain kami melakukan strategi yang sudah kami buat.  Micah berhasil screen dua orang dengan sangat baik, sehingga Pierce bisa passing alley dengan nyaman dan Ben berhasil menambah skor dengan finishingnya di udara dengan baik yang membuat skor seimbang dan lanjut ke overtime kedua. Saat overtime kedua endurance musuh terlihat lebih lemah dari kami dan sudah ada beberapa yang cedera. Sementara itu, kami masih sangat semangat untuk bermain. Pada akhirnya kami berhasil memenangkan pertandingan dengan selisih 2 poin. Pertandingan tersebut adalah pertandingan yang paling berkesan bagi kami. Kami sangat bahagia dan bangga terhadap rekan kami.Berdasarkan pertandingan tersebut kami mendapatkan banyak sekali pembelajaran yang berharga. Kami mengetahui betul bahwa kunci dari kemenangan adalah kegigihan, kerja keras , daya juang dan pantang menyerah dalam segala hal. Kami juga belajar untuk tidak meremehkan musuh, karena beberapa kali skor kami hampir terkejar. Kami belajar untuk bekerja sama serta berkomunikasi dengan lebih efektif. Terakhir, kami tetap harus sportif terhadap lawan kami sehingga kami dapat menjaga hubungan baik antartim. Dengan semua pelajaran berharga ini, kami merasa lebih siap dan termotivasi untuk menghadapi tantangan yang akan datang. Kami yakin bahwa dengan mengaplikasikan semua nilai-nilai yang kami pelajari, kami dapat terus berkembang dan mencapai kemenangan dalam setiap pertandingan.
Selengkapnya
Hidup dalam Keserasian, Bersatu, Sehati, Sekehendak
Refleksi pada Hari Santa Angela Merici di Kampus St. Ursula Bumi Serpong Damai
Posted: 2024-02-04 | By: Christina Enung Martina
Setiap tanggal 27 Januari, komunitas sekolah-sekolah Ursulin di seluruh dunia merayakan Hari Santa Angela Merici, pendiri Ordo Santa Ursula. Namun, peringatan di Kampus Santa Ursula BSD dilakukan pada hari Jumat, 31 Januari 2025. Hari ini menjadi momen penuh makna untuk merenungkan kembali ajaran dan semangat Santa Angela dalam kehidupan sehari-hari  kita, para Sanurian . Di Kampus St. Ursula Bumi Serpong Damai, tema perayaan tahun ini adalah "Hiduplah dalam Keserasian, Bersatu, Sekehedak", sebuah panggilan bagi kita semua untuk terus menghidupi nilai-nilai kebersamaan dan persatuan dalam cinta kasih.Meneladani Keserasian dalam HidupSanta Angela Merici mengajarkan bahwa hidup dalam keserasian berarti menjaga keseimbangan antara iman, ilmu, dan perbuatan. Keserasian bukan hanya tentang hidup rukun dengan sesama, tetapi juga tentang bagaimana kita mampu menyelaraskan kehidupan spiritual dengan tindakan nyata dalam keseharian kita. Sebagai anggota komunitas pendidikan, kita diajak untuk terus mengembangkan sikap saling menghormati, berbagi, dan mendukung satu sama lain demi menciptakan lingkungan yang harmonis.Iman yang diwujudkan dalam aksi nyata– Tidak hanya menghidupi nilai-nilai keimanan secara pribadi tetapi juga menyalurkannya dalam perbuatan nyata bagi para peserta didik dan sesama warga kampus yang lain.Bersatu dalam Cinta dan PelayananInsieme   adalah inti dari komunitas Ursulin. Santa Angela menekankan pentingnya hidup dalam kebersamaan, di mana setiap individu memiliki peran unik dalam membangun komunitas yang kuat. Di tengah keberagaman yang ada, kita diajak untuk bersatu dalam cinta kasih dan pelayanan. Sebagai bagian dari keluarga besar St. Ursula BSD, kita dipanggil untuk mengembangkan sikap saling peduli, gotong royong, dan peka terhadap satu sama lain baik,  di dalam kampus maupun di luar lingkungan kampus."Bersatu dalam Cinta dan Pelayanan" dalam kehidupan kampus Sanur BSD mencerminkan semangat kebersamaan, kasih, dan dedikasi dalam pelayanan. Dalam konteks kehidupan kampus, nilai-nilai ini diwujudkan melalui: kebersamaan dan persaudaraan. Saling mendukung dalam akademik, kegiatan rohani, dan kehidupan sosial di kampus. Mengutamakan sikap peduli dan membantu satu sama lain tanpa pamrih, baik dalam lembaga, kegiatan sosial sekolah, maupun interaksi sehari-hari. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan kampus dalam pembelajaran maupun kegiatan di luar kelas.Integritas warga kampus  merupakan salah satu pilar utama dalam membangun lingkungan pendidikan yang berkualitas dan bermakna. Sebagai contoh saya mengambil peran guru di Kampus St. Ursula BSD. Seorang guru yang berintegritas tidak hanya menjadi sumber ilmu, tetapi juga menjadi teladan bagi siswa dalam bersikap dan bertindak. Integritas dan keteladanan dalam setiap tindakan kita. Satunya antara perkataan dan tindakan menjadi teladan dalam sikap dan tindakan, baik di dalam maupun di luar lingkungan kampus.Sekehedak: Mengikuti Kehendak Tuhan dengan TulusKata sekehedak dalam tema ini mengandung makna ketaatan dan kebebasan dalam menjalankan kehendak Tuhan. Santa Angela selalu mengajarkan kepada para pengikutnya untuk menjalani hidup dengan penuh kesadaran dan kebijaksanaan, mengikuti bimbingan Tuhan dengan hati yang tulus. Dalam kehidupan sehari-hari, ini dapat diwujudkan dengan bersikap jujur, bertanggung jawab, serta mengedepankan nilai-nilai kebaikan dalam setiap tindakan kita.Dalam kehidupan sebagai bagian dari warga kampus Santa Ursula BSD, konsep sekehendak—mengikuti kehendak Tuhan dengan tulus—menjadi prinsip utama yang membimbing setiap langkah, baik dalam belajar, berkarya, maupun berinteraksi dengan sesama. Menghidupi nilai ini berarti bersikap terbuka terhadap kehendak Tuhan dalam setiap aspek kehidupan, dengan hati yang penuh keikhlasan dan pengabdian. Berbicara tentang pengabdian, saya teringat obrolan saya dengan salah satu teman yang mengatakan bahwa pengabdian itu kata dasarnya pengap. Rupanya pengabdian terkadang menimbulkan rasa pengap pada orang yang melaksanakannya. Namun, pastinya melalui proses perjalanan panjang seseorang akhirnya rasa pengap akan berganti dengan sukacita. Semoga.Bagaimana menghidupi sekehendak dalam kehidupan kampus kita tercinta? Kesadaran akan kehendak Tuhan dalam kehidupan sehari-hari dapat kita lakukan dengan merenungkan dan mencari makna dari setiap pengalaman di sekolah sebagai bagian dari rencana Tuhan. Berdoa, berefleksi, dan berserah diri kepada Tuhan dalam mengambil keputusan dan menghadapi tantangan. Menjadikan belajar sebagai bentuk syukur atas talenta yang diberikan Tuhan.Dalam bidang profesionalitas guru sebagai pendidik, kita menghindari kecurangan akademik dan bersikap jujur dalam segala hal. Membawa semangat Serviam (Aku Mengabdi) dalam kehidupan sehari-hari. Berani menjadi teladan bagi anak didik sebagai agen perubahan dengan menunjukkan kebaikan, kebenaran, dan keadilan. Bersikap rendah hati, terbuka, dan menghargai perbedaan dalam komunitas kampus. Menjaga sikap saling mendukung, menghindari persaingan tidak sehat, serta selalu berbagi kebaikan.  Dengan begitu kita membawa semangat Serviam (Aku Mengabdi) dalam kehidupan sehari-hari.Mengikuti kehendak Tuhan dengan tulus berarti menjalani hidup dengan penuh kepercayaan bahwa setiap hal yang terjadi adalah bagian dari rencana-Nya. Sebagai warga kampus Santa Ursula BSD, kita diajak untuk selalu mengandalkan Tuhan dalam segala hal, menghidupi nilai-nilai kebaikan, dan menjadi pribadi yang berkontribusi bagi dunia sekitar kita.Menghidupi Spiritualitas Santa Angela di Zaman SekarangDi era modern yang penuh tantangan ini, ajaran Santa Angela tetap relevan. Keserasian, persatuan, dan kesediaan untuk mengikuti kehendak Tuhan adalah kunci untuk menghadapi berbagai dinamika kehidupan. Dengan meneladani semangatnya, kita dapat menjadi pribadi yang lebih peduli, bijaksana, dan berkomitmen untuk membawa perubahan positif di lingkungan sekitar kita.Santa Angela menekankan pentingnya kasih dalam setiap aspek kehidupan. Di era yang penuh dengan persaingan dan individualisme, kita diajak untuk menjadi pribadi yang peduli baik dalam lingkungan sekolah maupun di luar. Mengedepankan sikap hormat dan kerja sama dalam membangun komunitas yang inklusif. Menjalin hubungan yang tulus dan mendukung satu sama lain, bukan hanya dalam prestasi akademik tetapi juga dalam pertumbuhan karakter.Prinsip Serviam (Aku Mengabdi) merupakan warisan penting dari spiritualitas Santa Angela. Dalam dunia modern, pelayanan dapat diwujudkan melalui berkontribusi dalam kegiatan sosial dan pelayanan bagi yang membutuhkan, tak hanya  dalam lingkungan sekolah, tetapi juga di lingkungan, gereja,  maupun di masyarakat. Tidak hanya menunggu kesempatan untuk membantu, tetapi secara aktif mencari cara untuk berbuat baik bagi sesama.Mengingat kita hidup di era digital, tak bisa dihindarkan pengaruh media sosial menjadi hal yang biasa. Namun, sebagai warga kampus yang cerdas dan kreatif, kita hendaknya juga mempunyai hikmat dalam penggunaannya. Memanfaatkan teknologi dan media sosial secara positif untuk menyebarkan kebaikan dan inspirasi. Menggunakan berbagai  platform media sosial untuk diskusi akademik. Kita sudah memanfaatkan media untuk menciptakan forum online dengan tujuan  berbagi materi dan pengalaman.Kita sudah menggunakan berbagai  fitur untuk pengajaran, diskusi ilmiah,  atau seminar virtual. Media untuk mendokumentasikan kegiatan kampus, seperti karya siswa dalam bidang sastra, seni, budaya, dan ilmu pengetahuan,   atau lomba akademik. Dengan strategi ini, teknologi dan media sosial dapat menjadi alat yang bermanfaat untuk menyebarkan kebaikan dan inspirasi di lingkungan kampus.PenutupSpiritualitas Santa Angela Merici, pendiri Ordo Santa Ursula, tetap relevan hingga saat ini dan menjadi pedoman bagi warga Santa Ursula BSD dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Santa Angela mengajarkan nilai-nilai kasih, pelayanan, kebijaksanaan, dan ketekunan dalam iman, yang dapat diimplementasikan dalam konteks zaman modern.Sebagai bagian dari komunitas St. Ursula BSD, mari kita jadikan perayaan ini sebagai momen refleksi untuk terus menghidupi nilai-nilai yang diajarkan oleh Santa Angela Merici. Semoga semangatnya senantiasa menginspirasi kita dalam menjalani hidup dengan penuh cinta, keserasian, dan kesatuan. Berkah Dalem.
Selengkapnya
Sr. Francesco Marianti, OSU: Pelaku Serviam Sejati
Posted: 2024-12-20 | By: Christina Enung Martina
Dalam rintik hujan sore hari di pertengahan bulan Desember serta keheningan yang sarat doa, kita melepas kepergian Sr. Francesco Marianti, OSU, seorang suster Ursulin yang hidupnya menjadi cerminan sejati dari semangat Serviam—"Aku melayani". Beliau adalah pribadi yang melangkah dengan kepenuhan hati, mengasihi tanpa syarat, dan bertekun dalam pengabdian yang tak kenal lelah.Sebagai seorang Ursulin, Sr. Francesco bukan sekadar menjalankan tugas-tugas harian, tetapi sungguh menghidupi warisan spiritual dari St. Angela Merici. Dalam setiap tindakannya, tercermin kesetiaan pada tiga daya jiwa yang selalu ia refleksikan: ingatan, akal budi, dan kehendak. Dengan ingatan, Sr. Francesco senantiasa mengenang cinta Tuhan dan panggilan hidupnya sebagai pelayan. Dengan akal budi, ia bijaksana dalam menyikapi hidup, menuntun banyak jiwa yang dipercayakan kepadanya. Dan dengan kehendak yang kokoh, ia memilih untuk berbuat baik, berjuang untuk kebaikan, dan menyerahkan hidupnya sepenuhnya pada Tuhan.Menghidupi Warisan St. Angela MericiSr. Francesco menjadikan ajaran St. Angela sebagai denyut nadinya: "Lakukanlah segala sesuatu dalam semangat kasih"—dan memang demikianlah ia hidup. Beliau selalu hadir bagi siapa pun yang membutuhkan, baik dalam pelayanan pendidikan, pendampingan rohani, maupun karya-karya sederhana secara personal yang tak kasat mata tetapi begitu berarti bagi orang yang menerimanya. Kepedulian Sr. Francesco terhadap kaum muda dan perempuan menghidupkan kembali semangat St. Angela Merici, membangun generasi yang tangguh, beriman, dan penuh harapan.Dalam setiap senyumnya yang teduh, kata-kata lembutnya yang penuh penghiburan, serta tatapan matanya yang penuh kasih, kita melihat sosok yang telah menjadi berkat bagi banyak orang. Dalam teguran dengan kata-katanya yang keras, kita menemukan arah untuk tidak lena dan hanyut terbawa arus dunia.  Beliau mengajarkan kita untuk selalu berserah pada kehendak Tuhan, sambil tetap bekerja dengan sepenuh hati bagi anak didik yang kita layani.Seorang yang VisionerSr. Francesco Marianti, OSU adalah seorang biarawati visioner yang memberikan warna baru bagi zaman ini melalui pemikiran, karya, dan dedikasinya yang tiada henti. Sebagai anggota Ordo Santa Ursula (OSU), Sr. Francesco dikenal karena kepekaannya terhadap perubahan zaman dan kemampuannya untuk merespons berbagai tantangan dengan semangat inovatif yang berpijak pada nilai-nilai Injil.Dalam dunia yang terus berkembang pesat, Sr. Francesco tampil sebagai sosok pemimpin yang penuh inspirasi. Beliau memadukan tradisi spiritualitas Katolik dengan pendekatan kontemporer, menjembatani generasi muda dengan warisan kebijaksanaan Gereja. Visi Sr. Francesco berfokus pada pendidikan yang holistik dan berkelanjutan, terutama bagi kaum muda, perempuan, serta kelompok-kelompok yang terpinggirkan.Dengan gaya kepemimpinan yang inklusif dan berwawasan jauh ke depan, Sr. Francesco berhasil menggerakkan komunitasnya untuk lebih peduli pada isu-isu global seperti keadilan sosial, ekologi integral, dan perdamaian, terutama isu tentang perempuan dan anak. Beliau percaya bahwa iman harus diwujudkan dalam aksi nyata, seperti memberdayakan pendidik dan anak didiknya, menciptakan ruang-ruang dialog lintas unit di kampus Santa Ursula BSD, serta membangun sistem pendidikan yang tanggap terhadap kebutuhan zaman.Sebagai seorang visioner, Sr. Francesco tidak hanya melihat masa kini, tetapi juga merancang masa depan yang lebih baik, di mana kasih, martabat manusia, dan persaudaraan universal menjadi dasar kehidupan bersama. Karya-karyanya menjadi saksi hidup dari semangat Santa Angela Merici, pendiri Ordo Santa Ursula, yang mengajarkan pentingnya pendidikan dan pembinaan karakter sebagai kunci perubahan dunia.Sr. Francesco Marianti, OSU, adalah teladan nyata bagi siapa saja yang ingin menjadi agen perubahan dalam dunia yang serba cepat ini. Dengan kebijaksanaan, cinta kasih, dan visi yang jelas, beliau menunjukkan bahwa panggilan hidup religius memiliki peran yang sangat signifikan untuk menjawab tantangan zaman modern.Kesan Pribadi: Kehangatan Seorang Suster dan Ibu RohaniBagi kami yang mengenal beliau, Sr. Francesco bukan hanya seorang suster, tetapi juga seorang ibu rohani yang penuh cinta. Dalam kebersamaan singkat maupun panjang, beliau meninggalkan jejak yang mendalam di hati kami. Cara beliau mendengarkan dengan penuh perhatian, memberi nasihat bijak tanpa menghakimi, dan hadir dengan kehangatan yang tulus membuat siapa pun merasa diterima dan dicintai. Namun, kami pun merasakan kemarahan dan teguras keras bila kami tak sesuai dengan yang beliau harapkan. Banyak dari kami belajar dari keteladanan beliau. Keteguhan dalam doa, ketenangan di tengah badai, serta keikhlasan dalam pelayanan adalah warisan indah yang beliau tinggalkan bagi kita semua.Kini, Sr. Francesco telah kembali ke rumah Bapa, tempat segala jerih lelahnya berbuah manis. Meski raganya telah tiada, namun cahaya hidupnya tak akan pernah padam. Spiritualitas Serviam yang ia hidupi dan wariskan akan terus menyala di hati kita semua.Selamat jalan, Sr. Francesco Marianti, OSU.Engkau adalah pelaku Serviam sejati, pelita yang akan terus bersinar di hati kami. Doakanlah kami agar mampu mengikuti jejak langkahmu: melayani dengan kasih, hidup dalam kerendahan hati, dan tetap setia dalam panggilan hidup. (Ch. Enung Martina) 
Selengkapnya
Open House Santa Ursula BSD, Simfoni Kekeluargaan dan Mahakarya Siswa
Posted: 2024-11-21 | By: Kampus Ursulin Santa Ursula BSD
Sabtu pagi yang cerah di awal bulan September (7/9/2024), matahari bersinar lembut menyambut setiap langkah pengunjung yang mulai berdatangan ke Open House Santa Ursula BSD. Angin sejuk mengiringi alunan kicauan burung, seolah menjadi musik pembuka yang harmonis. Di pintu gerbang berwarna hijau khas Santa Ursula, siswa-siswi berseragam putih biru berdiri dengan senyum hangat. “Selamat pagi, selamat datang, silakan!” Mereka menyapa orang tua dan calon siswa dengan ramah, memandu mereka untuk mengenal lebih dalam kampus Santa Ursula.Ruang-ruang kelas lantai satu sudah dipenuhi pameran berbagai ekstrakurikuler yang menampilkan karya siswa, seperti kain batik dari ekskul membatik, gambar karakter dari ekskul manga, hingga baju dari ekskul desain mode. Memasuki hall utama, udara pagi dipenuhi dengan aroma makanan yang menggoda. Stand-stand makanan dikelola oleh siswa-siswi ekstrakurikuler kewirausahaan, yang dengan cekatan melayani setiap pengunjung yang penasaran. Aroma mie goreng yang baru saja diangkat dari penggorengan menyerebak, bercampur dengan wangi jeruk segar dari jus yang terus diblender di sudut lain. Bianca, seorang siswi kelas 9 yang menjaga stand jus jeruk, dengan senyum lebar melayani para pembeli. Tangannya terampil menuangkan jus ke dalam botol-botol bening yang berembun. “Harganya cuma sepuluh ribu,” ujarnya dengan ramah kepada seorang pengunjung yang menghampiri stand-nya. Jus jeruk yang ditawarkan tak hanya menyegarkan, tapi juga menarik perhatian pengunjung yang mulai berkumpul di sekitarnya. Di sisi lain, Queen, seorang siswa yang bertanggung jawab di stand mie goreng, tampak sibuk. Walaupun lelah, senyum tidak pernah lepas dari wajahnya saat menyajikan porsi demi porsi mie goreng berwarna coklat keemasan yang menggoda. Pengunjung yang sudah berkeliling sekolah terlihat antusias mengantre di depannya. “Untuk modalnya, aku cuma pakai dua ratus lima puluh ribu,” katanya dengan bangga sambil membolak-balik mie di atas wajan. Modal kecil, tapi hasilnya luar biasa. Mie gorengnya laris manis, setiap porsi yang disajikan membawa kepuasan di wajah pengunjung yang kelaparan setelah berkeliling sekolah?.Stand makanan di Open House SMP Santa Ursula BSD bukan sekadar tempat menjajakan hidangan, melainkan panggung kreatifitas di mana potensi dan bakat para siswa terpancar. Dengan cara yang penuh inovasi, mereka berhasil menarik perhatian para pengunjung, seolah mengundang setiap mata untuk melihat hasil kerja keras mereka. Tak diragukan lagi, apa yang ditampilkan menjadi bukti bahwa siswa-siswi Santa Ursula BSD dibina dengan sungguh-sungguh, mencerminkan pendidikan yang mendalam dan berkualitas. Hal ini pun seakan menjadi ajakan tersirat bagi setiap pengunjung untuk mempertimbangkan mendaftar di sekolah ini. Oleh karena itu, mari kita beri apresiasi setinggi-tingginya pada para penjual di stand-stand makanan tersebut, yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga mereka demi menghadirkan hidangan terbaik dan pengalaman yang mengesankan.Harmoni Tradisi dan TeknologiSementara pengunjung menikmati makanan, dari auditorium terdengar suara gamelan yang meramaikan suasana. Di sana, para siswa sedang memainkan Karawitan, musik tradisional Jawa yang menggema dengan ritme slendro dan pelog. Di sudut panggung, Quita, seorang pemain gong, berdiri dengan tegap, siap mengiringi denting gamelan yang lain. Setiap pukulan gongnya membawa suasana yang khusyuk, membangkitkan getaran di dada para pendengar yang terhanyut dalam irama tradisional ini. “Kadang agak sulit menyesuaikan gong dengan alat musik lain,” katanya sambil tersenyum, mengingat masa-masa latihan panjang yang dipandu oleh Pak Pudjo, guru mereka. “Untungnya Pak Pudjo sabar membimbing,” lanjutnya dengan tawa kecil?.Di auditorium, pengunjung bisa merasakan betapa mendalamnya upaya melestarikan budaya Jawa melalui Karawitan. Pak Pudjo, sang pengajar, bangga menyaksikan murid-muridnya bermain dengan penuh semangat. "Karawitan ini biasa dimainkan untuk upacara adat di Jawa, dan sekarang sering digunakan di pernikahan di Jakarta," ucapnya, penuh kebanggaan. Baginya, Karawitan adalah jembatan antara generasi, seni yang harus terus dihidupkan oleh anak-anaknya?.Di sisi lain, terdengar suara ramai yang memenuhi suatu ruang kelas. Suara riuh, semangat dengan senyuman antusias. Suatu ekstrakurikuler yang menarik perhatian para pengunjung, terutama untuk para gamers. Ketika menyambangi ruang kelas 7A, timbulah berbagai pertanyaan. Pertanyaan seperti “Sedang apa mereka berduduk-duduk?” dan “Apa guna dari ekskul ini?”. Saat memasuki ruang kelas tersebut, semua pertanyaan langsung terjawab. Terlihat ekspresi semangat berapi-api dari para siswa yang duduk di ruang kelas 7A, dengan pameran ekstrakurikuler yang tak kalah menarik bagi yang gemar bermain gim! Ekstrakurikuler tersebut adalah ekskul E-sport. Sebuah ekskul yang belajar mengenai teknik untuk berbagai games online. Banyak peminat pasti bermain berbagai games, namun terlihat dengan amat jelas bahwa game Mobile Legends memiliki peminat terbanyak. Terpampang jelas bahwa games yang dimainkan adalah games yang dapat dimainkan oleh banyak pemain atau dikenal sebagai game multiplayer. Tak ayal, para pengunjung turut serta dalam permainan esport atau dikenal juga dengan “mabar”.Salah satu orang tua yang sangat antusias dengan ekstrakurikuler di SMP Santa Ursula BSD adalah tante Rina, orang tua dari Rajendra yang mengikuti ekstrakurikuler E-sport. Terlihat dari wajahnya yang selalu tersenyum pada saat melihat lihat ekstrakurikuler yang ada. Tante Rina sangat antusias dengan ekstrakurikuler di SMP Santa Ursula BSD karena menurutnya semua ekstrakurikuler yang ada sangat menarik untuk diikuti dan menurut tante Rina juga semua ekstrakurikuler yang ada sangat bermanfaat untuk anak - anak ikuti. Tante Rina juga membebaskan anaknya untuk memilih ekstrakurikuler yang anaknya sukai dan minati, karena yang terpenting menurut tante Rina adalah anaknya dapat melakukan ekstrakurikuler dengan bahagia.Tur yang Menginspirasi: Melatih Komunikasi & Percaya Diri Sejak DiniBagi para pengunjung yang ingin lebih mengenal kampus Santa Ursula BSD, para siswa BP OSIS bertindak sebagai pemandu tur. Mereka berdiri dengan slayer kuning yang melingkar di leher, siap memandu para tamu berkeliling sekolah. Setiap langkah mereka diiringi dengan senyum, meski lelah mulai terasa setelah berjam-jam memandu. “Rute tur kali ini memang agak panjang, tapi seru,” ujar Ellena, salah satu pemandu tur yang tampak bersemangat meski sudah berjalan mengelilingi kampus beberapa kali?Tur ini membawa para tamu melewati setiap sudut sekolah, dari aula besar yang dipenuhi dengan suara orkestra dan angklung, hingga ke lapangan olahraga yang terbuka. Di setiap ruangan, pemandu menjelaskan kegiatan ekstrakurikuler yang ditawarkan, seperti desain mode, manga, hingga animasi. “Yang paling menarik buat saya adalah ketika berjalan menuju auditorium dan mendengar musik tradisional bercampur dengan modern,” kata Gavin, seorang pemandu tur lainnya yang bangga bisa memperkenalkan sekolahnya kepada para calon siswa dan orang tua.Tak hanya siswa yang antusias, orang tua yang datang pun merasa terkesan. Seorang ibu yang menemani anak laki-lakinya berkeliling mengungkapkan kekagumannya. “Santa Ursula berbeda, lingkungan sekolahnya bersih dan murid-muridnya sangat ramah,” ujarnya sambil tersenyum, menatap anaknya yang tertarik dengan salah satu kegiatan ekstrakurikuler membatik. Setiap ruangan yang mereka lewati dipenuhi dengan karya siswa yang menakjubkan, dari kain batik hingga desain mode yang kreatif?.Ibu Lia, guru pendamping yang membantu penjualan jus jeruk, tampak tersenyum ramah saat diwawancarai. "Tidak ada keluhan saat berjualan, semuanya sudah dipersiapkan dengan baik. Pembagian tugas dan anggaran sudah jelas, sehingga pelaksanaan pada hari-H sangat tertata rapi," jelasnya. Sebagai guru IPA, Ibu Lia merasa bangga dengan keterlibatan siswa dalam kegiatan ini. Menurutnya, Santa Ursula BSD memiliki nilai yang kuat, sehingga tidak perlu mengundang artis untuk menarik minat. "Saya senang melihat antusiasme pengunjung yang datang, melihat-lihat sekolah, dan membeli makanan yang dijual," tambahnya sambil tersenyum.Di penghujung hari, ketika matahari mulai turun dan pengunjung mulai pulang, Santa Ursula BSD telah berhasil menunjukkan betapa kaya dan beragamnya kehidupan di sekolah ini. Mulai dari makanan yang menggoda selera, suara tradisi yang menggetarkan jiwa, hingga semangat inovasi yang menginspirasi masa depan, semuanya bersatu dalam harmoni yang indah di acara Open House kali ini. Para siswa, guru, dan pengunjung sama-sama merasa bangga dan puas dengan acara yang berjalan sukses ini?.Tim PenulisLiputan Tour Open House:Ellena Nathania Nugroho (VIII-C), Audrey Gracella Witoko (VIII-A), Gisela Inka Divyanisa Julianto (VIII-C), Gavin Hansen Sugiarto (VIII-D), Faustina Emmanuella Bianca Tjandra (VIII-E), Devania Maheswari (IX-E)Liputan Stand Makanan:Darrel (VII-A)  , Raphael (VIII-A), Galvin (VIII-A) , Varrel (IX-B) , Fabian (IX-B)Liputan Eksibisi Ekskur:Scholastika Alfreya Graciany Saputro (VII-D), Naomi Emmanuela Winaga (VIII-B), Angela Merici (VIII-D) , Fidelia Hapsoro (VIII-D), Margaretha Olivia (IX-A), Severin Loveeta Anabelle (IX-A),, Zefanya Kinanti Gusti (IX-C).Editor:Rossalyn Asmarantika 
Selengkapnya
Program Sekolah Bersih Narkoba SMP Santa Ursula BSD
Posted: 2024-11-21 | By: Helena Evangeline Bonggo Suhartono/VII-A | Albert Manuela Putra Kimwita/VII-C
Program Sekolah Bersih Narkoba (Bersinar) adalah program yang diadakan sebagai bentuk pencegahan penyalahgunaan narkotika pada kalangan remaja di dalam sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 27 Agustus 2024 di Ruang Serbaguna Santa Ursula BSD dengan diikuti seluruh siswa kelas VII. Narasumber dalam acara ini adalah Bapak Satrya Ika Putra, S.H., M.H. yang merupakan kepala dari Badan Narkotika Nasional atau BNN. Seluruh siswa mendapatkan bimbingan tentang bahaya dari penyalahgunaan narkotika. Program ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus penyalahgunaan narkotika, pentingnya edukasi dini, peran sekolah sebagai lingkungan yang aman, dan lain-lain. Pada sesi pertama, seluruh siswa kelas VII diberi penjelasan tentang bahaya dari penyalahgunaan narkotika dan juga jenis-jenisnya, seperti; LSD, ganja, sabu-sabu, ekstasi, heroin, NPS, tembakau gorilla, dan “obat daftar G”. Kami mendapatkan perkenalan mengenai berbagai efek samping dari penggunaan narkoba, yang merupakan tanda-tanda awal dari penggunaan dalam bentuk zat adiksi, yaitu adanya perubahan emosi yang drastis dan dinamis dalam jangka waktu pendek, serta menjadi lebih kasar dan garang. Selanjutnya, dijelaskan bahwa rokok, tembakau dan vape sering kali menjadi pintu awal menuju penyalahgunaan narkotika. Akan tetapi, kami mendapat informasi bahwa vape bukanlah alternatif yang lebih sehat dibandingkan rokok, justru sebaliknya, vape dapat lebih berbahaya karena mengandung nikotin cair dalam jumlah yang lebih tinggi dibandingkan nikotin pada rokok biasa. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa vape dapat disalahgunakan untuk memasukkan narkotika atau obat-obatan terlarang lainnya yang dapat mempercepat kecanduan.Seluruh siswa kelas VII juga diingatkan untuk tidak pernah mencoba menggunakan narkotika, karena obat-obatan ini mengandung bahan yang dapat mengakibatkan kerusakan fisik, mental dan finansial. Kecanduan narkoba dapat berawal dari mencoba-coba karena pengaruh luar maupun dalam dirinya.  Kemudian menjadi penggunaan rutin, dan akhirnya berujung pada kecanduan. Efek samping dari penggunaan narkotika sering kali meliputi masalah finansial yang meningkat pesat, perubahan suasana hati yang drastis, dampak negatif pada penampilan fisik, serta kecenderungan untuk melakukan tindakan kekerasan. Oleh karena itu, seluruh siswa diingatkan kembali untuk tidak menyalahgunakan narkotika, demi berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia emas pada tahun 2045. Seluruh siswa juga mendapatkan beberapa sesi tanya jawab, di mana pertanyaan kami dijawab dengan jelas, runtut dan informatif oleh narasumber.Dalam Program Sekolah Bersinar ini, seluruh siswa kelas VII SMP Santa Ursula BSD mendapatkan kesempatan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan narkotika. Melalui acara ini, seluruh siswa diharapkan menghayati prinsip "Say No to Drugs". Semua kegiatan yang dilakukan ini sangat membantu dan mengingatkan seluruh siswa tentang bahaya penyalahgunaan narkotika. Oleh karena itu, seluruh siswa kelas VII SMP Santa Ursula BSD berterima kasih kepada Bapak Satrya Ika Putra, S.H., M.H., Bapak/Ibu guru, dan semua anggota yang ikut serta terlibat dalam program ini. 
Selengkapnya
KEGIATAN P5: “Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045: Berani Terlibat, Berani Bertanggung Jawab”
Posted: 2024-10-01 | By: Elaine Samantha Lim / IX-A | Lionela Hulda Yemima Simanjuntak / VIII-A
Pada hari Kamis, 29 Agustus 2024, seluruh siswa-siswi SMP Santa Ursula BSD mengikuti sebuah program bernama “KANVAS” yang bertema “Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045: Berani Terlibat, Berani Bertanggung Jawab”. Program ini merupakan seminar dan pembicaranya adalah seorang alumni dari SMP Santa Ursula BSD, yaitu Kak Luce Chiaro. Saat ini, ia sedang bekerja di RUS Animation Studio, menjadi FX Supervisor. Tujuan utama program ini yakni untuk meningkatkan wawasan siswa-siswi SMP Santa Ursula BSD mengenai pentingnya memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan potensi diri sendiri. Seminar diawali dengan penampilan video showreel berisi kumpulan hasil karya yang telah dibuat oleh Kak Luce bersama RUS Animation Studio. Mereka sudah pernah berkolaborasi dengan berbagai produser film animasi, seperti Barbie Mermaid Power, The Deep Season 4, Minnie Bow Toons, The Ghastly Ghoul, Cocomelon Lane, dll. Selain itu, RUS Animation Studio juga pernah bekerja sebagai 3D Team dalam pembuatan Music Video iForte ‘Inspirasi Diri’ oleh Eross Candra, Yura Yunita, dll. Selanjutnya, Kak Luce menjelaskan berbagai hal mengenai digital growth hacks: cara cerdas mengasah potensi diri dengan teknologi. Pertama, kita dapat memanfaatkan penggunaan platform pembelajaran online, seperti Youtube, Skillshare, Coursera, Udemy, dll. Tools digital yang telah tersedia memungkinkan kita untuk mempelajari berbagai keterampilan baru, mulai dari coding, desain hingga manajemen waktu. Kedua, ia juga menjelaskan mengenai “building a second brain” yakni memanfaatkan perangkat digital untuk mengelola dan menyimpan semua ide kita, yang berfungsi sebagai otak kedua. Menurut kak Luce dengan membangun otak kedua, kita akan sangat terbantu dalam mengingat hal-hal yang diperlukan. Ketiga, ia menyinggung terkait “The PARA Method” yang terdiri dari projects, area, resources, dan archive. Projects adalah proyek yang sedang kita kerjakan secara aktif, area adalah tanggung jawab atau bagian penting dari pekerjaan dan kehidupan kita, resources adalah berbagai topik yang kita minati dan pelajari, dan terakhir archive yang mencakup apa pun dari ketiga kategori sebelumnya yang tidak lagi aktif, namun kita mungkin ingin menyimpannya untuk referensi di masa mendatang. Metode ini bertujuan untuk membantu kita dalam mengatur semua tugas secara efektif dengan mengelompokkannya ke dalam empat bidang berbeda. Dalam perkembangan teknologi digital yang sangat pesat ini, kita perlu selalu ingat dan sadar untuk menggunakan AI tools dengan bijak. Terdapat berbagai pilihan aktivitas yang dapat dilakukan untuk membawa dampak positif bagi diri kita. Pertama, kita dapat berpartisipasi dalam mengikuti berbagai webinars dan virtual events yang ada. Salah satu contoh aplikasi yang dapat digunakan yakni Discord, dimana platform digital ini memungkinkan kita untuk dapat bergabung dalam berbagai komunitas. Selanjutnya, kita juga dapat membangun portofolio digital. Hal ini dapat dilakukan melalui unggahan di media sosial seperti Instagram atau melalui website. Dengan adanya portofolio digital, kita dapat mengumpulkan dan mempromosikan hasil karya, prestasi, dan segala kemampuan yang dimiliki.  Menurut Kak Luce, soft skills menjadi salah satu elemen penting yang digunakan dalam dunia kerja. Dengan adanya soft skills, dapat meningkatkan produktivitas, membangun hubungan tim, dan menciptakan lingkungan yang positif. Selain itu, ia juga menjelaskan berbagai cara untuk menjadi pemimpin yang efektif, yakni:Berikan Visi yang Jelas: pandu tim dengan tujuan yang konkret dan inspiratif.Ambil Keputusan Tepat: cepat dan bijak dalam membuat keputusan, tetap pertimbangkan masukan tim. Empati dan Dukungan: pahami kebutuhan tim dan dukung mereka untuk mencapai potensi terbaik. Motivasi dan Inspirasi: jadilah contoh dan sumber motivasi, dorong tim untuk terus berkembang. Komunikasi Terbuka: pastikan komunikasi dua arah yang jelas dan transparan.Selain itu, dikatakan bahwa terdapat beberapa cara untuk membangun tim kerja atau organisasi yang solid. Pertama, tentukan visi dan misi bersama yakni memastikan bahwa seluruh anggota tim memahami dan mendukung tujuan utama yang ingin dicapai. Kedua, merekrut orang yang tepat yaitu memilih anggota tim yang memiliki keahlian dan sikap yang mendukung keberhasilan bersama. Ketiga, distribusi tugas yang efektif yaitu mengatur tugas sesuai keahlian masing-masing anggota. Keempat, fokus pada kolaborasi dan bukan kompetisi yaitu membantu tim untuk bekerjasama dan saling mendukung, bukan bersaing satu sama lain. Terakhir, selalu melakukan evaluasi terhadap kinerja tim agar siap beradaptasi untuk mencapai hasil yang lebih baik. Dalam perjuangan Kak Luce untuk menggapai impiannya, ia menyebutkan bahwa 10 Nilai Santa Ursula menjadi suatu hal yang sangat penting. Ia mengatakan bahwa nilai-nilai tersebut penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan sejak pelajar hingga dalam dunia kerja. Terdapat beberapa nilai yang ditekankan olehnya, yaitu nilai kemandirian, kedisiplinan, daya juang, dan tanggung jawab. Berdasarkan pengalamannya pada saat berkuliah, ia dituntut untuk menjadi mandiri dan belajar melakukan segalanya sendiri, tanpa bergantung dengan orang lain. Selain itu, sebagai pemimpin yang baik, ia mengatakan bahwa kita juga perlu untuk selalu menerapkan nilai kedisiplinan. Nilai ini diterapkan oleh Kak Luce dengan cara konsisten datang lebih pagi dari jam kerja yang ditentukan. Kemudian, dalam berbagai tantangan yang Kak Luce hadapi, ia mengatakan bahwa dirinya perlu menyikapi kendala tersebut dengan penuh daya juang dan tanggung jawab. Terkadang proyek kolaborasi yang sedang dijalankan oleh timnya tidak selalu berjalan dengan mulus. Namun, ia tetap berdaya juang dalam memberikan hasil yang terbaik dan menyelesaikan tanggung jawabnya dalam proyek kolaborasi tersebut. 
Selengkapnya
Nusantara Baru, Indonesia Maju
Posted: 2024-10-01 | By: Annabelle Milano Christian VIII-C/2
Hari lahir adalah sesuatu yang patut disyukuri dan dirayakan. Tak terasa, Indonesia telah mencapai hari jadinya yang ke-79. Hari kemerdekaan tahun 2024 ini mengusung tema "Nusantara Baru, Indonesia Maju". Tema tersebut dipilih untuk memperingati kemerdekaan Indonesia bersamaan dengan penyambutan Ibu Kota Nusantara (IKN), tahun perpindahan kepemimpinan presiden, dan menuju Indonesia Emas 2045. Tahun ini menjadi kali pertama dalam sejarah Indonesia, upacara HUT RI digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.Dalam rangka merayakan HUT RI yang ke-79, unit SMP dan SMA Santa Ursula BSD mengadakan kegiatan upacara pada hari Sabtu, 17 Agustus 2024. Upacara berlangsung pukul 07.00–07.45 WIB dengan lancar dan khidmat. Kemerdekaan tahun ini tidak lepas dengan tantangan yang harus dihadapi, terutama isu lingkungan. Pada upacara tersebut, salah satu tema utama yang diangkat pada amanat inspektur upacara adalah krisis deforestasi. Deforestasi adalah proses penghilangan hutan alam dengan cara penebangan guna mengambil hasil atau mengubah fungsi lahan hutan menjadi fungsi non-hutan. Negara Indonesia memiliki salah satu hutan hujan tropis terbesar di dunia, tapi laju deforestasi yang cepat telah mengancam ekosistem dan keanekaragaman hayati yang ada.Penyebab utama deforestasi antara lain kebakaran hutan dan kepentingan ekonomi. Kebakaran hutan, baik yang disengaja maupun tidak adalah masalah besar di Indonesia. Kebakaran sering kali dilakukan untuk membersihkan lahan dengan cara yang murah dan cepat, tapi dampaknya sangat merusak lingkungan. Tingginya kebutuhan manusia berhubungan erat dengan deforestasi karena meningkatnya permintaan akan lahan, sumber daya alam, dan produk-produk konsumen. Dampak dari deforestasi ini sangat nyata yaitu perubahan iklim secara ekstrim akibat meningkatnya emisi gas rumah kaca, serta kerusakan ekosistem yang mempengaruhi siklus air dan pengendalian erosi tanah.Pelajar dapat melakukan beberapa cara untuk mengatasi deforestasi, antara lain melakukan penghijauan di sekitar lingkungan rumah serta menerapkan gaya hidup 4R, yaitu mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse), daur ulang (recycle), dan mengganti (replace). Mengurangi (reduce) dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan produk yang berpotensi menjadi sampah. Menggunakan kembali (reuse) dapat dilakukan dengan menggunakan kembali wadah atau kemasan yang telah kosong untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya. Daur ulang (recycle) dapat dilakukan dengan mengolah sampah organik menjadi kompos. Mengganti (replace) dapat dilakukan dengan mengganti penggunaan minuman kemasan dengan tumbler/botol minum yang bisa digunakan terus menerus.Sebagai generasi muda, saya prihatin dengan keadaan lingkungan akhir-akhir ini, misalnya kualitas udara yang terus memburuk sebagai salah satu akibat dari deforestasi. Lingkungan yang baik adalah salah satu unsur dalam membangun negara. Saya memanfaatkan kegiatan nyata dalam memperbaiki lingkungan yang diadakan di Kampus Santa Ursula BSD, antara lain membuat pupuk kompos dari bahan organik, pemilahan sampah, dan mempelajari bercocok tanam secara hidroponik. Mari kita syukuri kemerdekaan ini dengan melakukan langkah nyata dimulai dari sekarang. Sekecil apapun kontribusi kita, pasti akan sangat berguna bagi Indonesia tercinta. Semoga kita semua terus berkomitmen untuk membangun bangsa, menjaga persatuan, dan menciptakan masa depan yang lebih baik dan mewujudkan “Nusantara Baru, Indonesia Maju.” Dirgahayu Indonesia, sekali merdeka tetap merdeka! 
Selengkapnya
MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH PENGALAMAN SISWA-SISWI KELAS VII SMP SANTA URSULA BSD 2024-2025
Posted: 2024-08-27 | By: Gwyneth Arawinda Hatmoko 7A | Joanita Febriana Puspasari 7B | Joanita Febriana Puspasari 7C | Dominique Ayreina Kallea Sitohang 7D | Winola Amadea 7E
Kegiatan MPLS SMP Santa Ursula BSD 2024-2025 adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah untuk memperkenalkan para siswa mengenai lingkungan sekolah. Kegiatan MPLS SMP Santa Ursula dilaksanakan dari tanggal 15-20 Juli 2024. Hal ini mempunyai banyak manfaat. Salah satunya membantu siswa mengenal lingkungan baru agar dapat lebih mudah beradaptasi. Lebih dari sekedar itu, MPLS SMP Santa Ursula BSD juga membantu para siswa untuk menjadi lebih terbuka, dapat bersosialisasi, dan mengenal satu sama lain. Pengalaman ini dikemas dengan berbagai kegiatan seperti mengenal tata tertib, tagline, makna lambang Serviam, visi-misi, pedoman, 10 nilai Santa Ursula BSD, dan informasi seputar Sekolah Santa Ursula BSD. Bermacam-macam kegiatan sosialisasi dilakukan selama MPLS. Mulai dari mendapat perkenalan ke berbagai kegiatan lingkungan, membangun relasi, serta melakukan tur keliling kampus Santa Ursula BSD. Di kelas masing-masing, juga diselenggarakan pengenalan komite kelas. Komite kelas memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk terlibat aktif di kelas dalam pengambilan keputusan maupun pendapat, serta meningkatkan sifat kepemimpinan dan pemikiran kritis. Komite kelas tersebut terdiri dari komite kedisiplinan, komite studi, komite kebersihan, dna komite kesejahteraan.Hari pertama kami menginjakkan kaki kami di kampus SMP Santa Ursula dipenuhi dengan rasa gugup, cemas serta antusias. Para guru, karyawan, dan kakak kelas menerima kami sebagai anggota keluarga baru. Kebiasaan hening untuk mempersiapkan diri untuk memulai kegiatan menjadi pembuka di kelas. Beranjak dari kursi, kami melakukan doa spontan serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan penuh semangat dan suara lantang. Ibu Cicilia Budilestari selaku Kepala SMP Santa Ursula BSD memperkenalkan para guru dan karyawan. Pada saat yang sama, beliau memberi kami semua motivasi untuk menjalankan waktu di SMP dengan bertanggung jawab dan bersemangat.SMP Santa Ursula BSD mengedepankan pengembangan diri dan pembiasaan siswa terhadap nilai-nilai serta visi misi di sekolah Santa Ursula BSD, yang dibantu oleh  BP OSIS 2024. Dengan cara berbagi pengalaman dan tips cara beradaptasi di sekolah, sembari memiliki harapan kelas VII dapat belajar menyesuaikan diri dengan cepat. Hal ini berhubungan dengan personal branding yang juga diterangkan. Personal branding mengajak kami untuk lebih percaya diri dalam mengungkapkan ide,  gagasan dan mengasah bakat maupun potensi.  Dengan kegiatan MPLS ini, seluruh siswa dapat mengasah diri dan mendalami persiapan di sekolah Santa Ursula BSD. Semua kegiatan yang dilakukan ini sangat membantu kami dalam beberapa minggu awal setelah MPLS, dan tentunya akan terus membantu  kami semua.  Kegiatan MPLS yang dapat berjalan dengan lancar patut disyukuri. Dengan kegiatan ini, kami dapat memulai pengalaman bersekolah di SMP Santa Ursula BSD dengan nyaman. Oleh karena itu, kami berterima kasih kepada Bapak dan Ibu guru, kakak kelas, karyawan, serta semua orang yang terlibat dalam rangkaian acara MPLS.  
Selengkapnya
Menjadi Delegasi ke Jepang pada Usia 15 tahun : Pentingnya Fasih Berbahasa dan Literasi
Posted: 2024-04-23 | By: Amabelle Naraya Turana, IX-C/7
Perkenalkan, nama saya Amabelle Naraya Turana. Seorang siswi yang berada di bangku kelas IX, SMP Santa Ursula BSD. Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan suatu kesempatan besar yang membawa saya ke Jepang.Pada akhir tahun 2023, ada sebuah komunitas bernama "SejutaCita Future Leaders" singkatnya, SFL. SFL mengadakan salah satu kompetisi nasional terbesar dan itu adalah program keenam mereka. Ada 3 pilihan kompetisi, saya memilih semuanya, tetapi saya lebih fokus pada kompetisi esai. Saya harus dapat memperkenalkan diri dan menyampaikan aspirasi saya dalam 300 kata sesuai ketentuannya. Saat itulah saya sadar bahwa kemampuan berbahasa dan cara mengungkapkan pokok pikiran sangatlah penting. Saya tidak pernah membuat esai sebelumnya, sehingga saya harus melakukan riset terkait esai secara mandiri dan berliterasi terkait tema esai. Namun, kemampuan berbahasa dan literasi saya sudah dilatih di selama di SMP. Pembelajaran tidak lepas dari literasi non-fiksi maupun fiksi, ditambah lagi kebahasaan saya yang meningkat karena pengalaman berorganisasi dalam Presidium Siswa.Ada pertarungan pertama, kemudian saya berhasil menjadi salah satu dari 50% dari ribuan peserta. Pada bulan Desember 2023, itu adalah hari yang telah saya tunggu-tunggu, yaitu hari pengumuman. Pemenangnya adalah mereka yang terpilih dalam top 150. Disitulah saya duduk dengan jantung berdebar sangat cepat. "Amabelle Naraya Turana, SMP Santa Ursula BSD," nama saya tertera dalam file pengumuman itu.1 bulan sebelum tanggal penerbangan, saya dan 15 delegasi lainnya melakukan sesi bonding untuk mempersiapkan keberangkatan kami secara virtual. Awalnya, saya cukup takut, hanya ada dua delegasi yang masih berada di bangku SMP, termasuk saya. Delegasi lainnya sudah berada di bangku SMA, perguruan tinggi, dan bahkan ada dua di antaranya yang sudah bekerja. Namun, sesuatu yang ingin saya tingkatkan disana adalah keberanian saya untuk menyampaikan gagasan saya. Setiap kegiatan kebersamaan dan kesempatan yang ada, saya mengambilnya. Saya sering membagikan gagasan dan diminta mentor saya untuk mencatat informasi dalam setiap sesi bonding.Kami dibagi menjadi beberapa divisi dan saya dipercayakan untuk menjadi ketua divisi perlengkapan. Hal itu merupakan awalan yang bagus, saya dapat bekerja sama dengan delegasi lainnya dalam divisi itu untuk mempersiapkan buku panduan, merchandise, spanduk, dll. Tanggal 29 Februari, hari ketika kami akhirnya bertemu di bandara. Saya mencoba membuat kesan pertama yang baik dan juga mulai bercakap-cakap dengan delegasi lainnya. Saya juga berbicara dengan Kak Andhika, CEO dan penemu komunitas SFL. Beliau bertanya kepada saya, "Apa tujuan kamu di sini?" Saya menjawabnya, "Saya ingin meningkatkan keberanian saya dalam setiap aspek karena saya yang paling kecil di sini."Saya berhasil mencapai tujuan tersebut. Itu merupakan perjalanan kepemimpinan selama 6 hari dan 5 malam, tetapi saya belajar banyak. Pertama, kerjasama tim dan keberanian yang mulai diterapkan dalam sesi bonding kami. Saya harus cukup berani untuk berbagi gagasan saya dan bekerja dengan delegasi lainnya dengan perbedaan usia dan aspek lainnya. Kedua, kepekaan dan kepedulian. Di Jepang, kami harus peka dan peduli dengan satu sama lain agar tetap aman. Ketiga, kedisiplinan dan manajemen waktu. Setiap hari dalam perjalanan itu, ada banyak tujuan yang harus dicapai dan kami memiliki kebebasan untuk menjelajah area tersebut dengan tim kami sendiri, tetapi kami perlu memiliki manajemen waktu yang baik untuk tepat waktu di titik kumpul. Keempat, apresiasi dan toleransi. Jepang memiliki budaya yang sangat berbeda dari Indonesia, kami dan delegasi lainnya perlu menghormati budaya mereka yang sigap dan sangat disiplin. Bagi diri saya sendiri, saya benar-benar meningkatkan toleransi saya terhadap delegasi lain karena kami memiliki agama dan budaya yang berbeda dan hal itu sangatlah indah. Kelima, stamina. Kami bisa memulai hari kami pada pukul 4.30 pagi dan kembali ke hotel pada pukul 22.00 atau 23.00. Mentor juga memberi kami tantangan harian untuk meningkatkan kehidupan dan pelajaran kepemimpinan kami. Keenam, manajemen uang. Sebagai seorang remaja berusia 15 tahun dalam perjalanan kepemimpinan pertamanya tanpa orang tua, saya perlu mengelola uang saya dengan baik. Saya memisahkan uang saya berdasarkan kebutuhan, keinginan, dan ekstra. Kami juga menjelajahi Universitas Osaka dan Tokyo, itu adalah universitas yang sangat indah. Secara pribadi, saya menjelajahi Universitas Tokyo: Kedokteran.Pada hari terakhir, kami melakukan kegiatan sesi bonding terakhir kami. Sesi bonding tersebut dimulai pada pukul 22.30 dan berakhir pada pukul 01.00 pagi. Saya berbagi testimoni saya terhadap trip tersebut. Ada sesi apresiasi, saya memenangkan 3 besar Most Valuable Player (MVP) pada perjalanan itu dengan judul "Penuh dengan Kebaikan". "Mabelle adalah yang termuda di sini. Dia sangat hormat kepada masing-masing dari kita, tetapi dia masih cukup berani untuk mengambil setiap kesempatan selama perjalanan ini,” ucap mentor saya. Malam itu, Kak Andhika dan mentor lainnya mengatakan bahwa ini adalah hal paling berkesan yang terjadi dalam Perjalanan Kepemimpinan SFL. Banyak dari kami berbagi tentang perjuangan masa lalu kami untuk sampai ke malam itu. Saya mengagumi cerita-cerita mereka dan saya menyadari sesuatu. Orang-orang yang terlihat paling percaya diri adalah orang-orang yang sebetulnya tidak percaya diri. Orang-orang yang paling sukses memiliki perjuangan besar untuk sampai ke titik kesuksesan mereka. Terakhir, setiap orang memiliki perjuangan dalam hidup, jadi kita harus lebih peduli terhadap satu sama lain.Sebuah kehormatan bagi saya untuk membawa nama baik sekolah ini dalam perjalanan tersebut. Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan betapa bersyukurnya saya atas kesempatan ini. Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang telah mendukung saya; orang tua saya, kepala sekolah, guru-guru, dan teman-teman saya. Saya juga ingin berterima kasih kepada SejutaCita atas kepercayaan mereka kepada saya sebagai salah satu delegasi mereka. Terakhir, saya ingin berterima kasih kepada diri saya atas pengalaman organisasi yang meningkatkan kemampuan berbahasa saya. Selanjutnya, atas seluruh kesempatan hidup yang saya ambil dan ungkapkan dalam esai-esai saya. Bagi pemuda dan penerus bangsa di luar sana, ambilah kesempatan yang dapat kalian ambil. Hal terburuk yang dapat terjadi adalah jika anda gagal, tetapi bagaimana jika anda berhasil? Ada lebih banyak kesempatan yang datang untuk anda dari pengalaman networking yang hebat.
Selengkapnya