Dari Rasa Ragu Jadi Prestasi: Pengalaman Mengikuti Lomba Menulis Cerita Rohani Remaja MPK KAJ
Posted: 2025-10-24 | By: Livia Meilia / VII-A / 26 Editor: Raden Valentinus Biaggi
           Halo apa kabar semuanya! Saya Livia. Pada kesempatan ini akan berbagi pengalaman mengikuti Lomba Menulis Cerita Rohani Remaja yang diselenggarakan MPK KAJ. Pada saat itu saya dan teman-teman diminta untuk membuat sebuah cerita rohani yang mengandung nilai-nilai rohani Katolik dan enam nilai Serviam. Saat mendengar pengumuman itu saya kurang percaya diri, karena merasa kurang berbakat dalam menulis cerita apalagi bertema rohani, tetapi di sisi lain, juga tetap berupaya agar mampu membuat cerita seoptimal mungkin. Proses yang dijalani juga termasuk memakan waktu. Awalnya harus menemukan konsep dari cerita yang akan dibuat. Setelah itu mencari beberapa ayat Alkitab yang cocok dengan naskah. Dalam membuat naskah ini juga memerlukan bantuan dari Tuhan supaya mampu diberikan ide-ide yang kreatif.            Konsep yang diangkat ialah kisah anak perempuan dengan mimpi ditentang ayah. Semua pribadi memiliki cita-cita yang sangat ambisius, tetapi di sisi lain ada juga orang tua yang ingin anaknya hidup dengan bahagia. Maka ia ingin anaknya menjalani profesi yang mapan, sebaliknya seorang anak pasti ingin mewujudkan impiannya. Dari kisah ini dapat dipelajari bahwa setiap masalah harus diselesaikan dengan ‘kepala dingin’, meskipun penyelesaiannya tidak semulus yang diharapkan. Sebagai penulis, saya merasa bahwa setiap orang boleh dan pantas memiliki harapan dan cita-cita ‘setinggi langit’. Faktanya impian perlu digapai dengan penuh usaha dan upaya sehingga, jika telah memutuskan untuk memiliki cita-cita diperlukan juga keberanian untuk mencapainya dengan niat yang besar.            Kisah yang saya tulis pada lomba MPK KAJ, sejatinya saya merasa kurang percaya diri karena pasti banyak  penulis yang cerita lebih bagus. Meski begitu, saya juga masih memiliki harapan agar bisa menjadi pemenang dari lomba tersebut. Tak disangka, ternyata masuk ke dalam nominasi pemenang Lomba Menulis Cerita Rohani! Saya mendapat balasan dari pihak lomba MPK KAJ. Waktu itu saya merasa tidak percaya bahwa bisa menjadi salah satu pemenang lomba. Mulanya pengumuman dijadwalkan pada 30 Agustus 2025, tetapi situasi dan kondisi yang kurang kondusif, maka acara diundur menjadi 20 September 2025. Saya merasa cukup sedih mendengar kabar tersebut, tetapi masih bersemangat untuk menunggu hasil pengumuman.             Tiba waktunya pengumuman pemenang lomba, rasa gugup kembali muncul. Ketika slide pemenang Lomba Menulis Cerita Remaja ditampilkan, detak jantung sangat tidak beraturan. Ternyata saya diumumkan menjadi pemenang harapan 2. Saya bersyukur karena mampu menjadi salah satu pemenang lomba tersebut. Saya sangat berterima kasih kepada bapak dan ibu guru yang mendukung, juga untuk teman-teman. Kiranya dengan apa telah bagikan dapat menjadi sarana berkat bagi kita semua. Terima kasih!***
Selengkapnya
“Langkah Kecil, Impian Besar – Mendampingi Anak Meraih Masa Depan” Talk Show untuk Orang Tua Siswa Kelas IX SMP Santa Ursula BSD
Posted: 2025-10-06 | By: Ika Sugianti – Psikolog SMP Santa Ursula BSD
Di era penuh informasi seperti sekarang, mendampingi anak menentukan pilihan studi lanjut bukanlah perkara mudah. Melalui talk show yang diadakan pada Sabtu, 27 September 2025 lalu, hadir tiga narasumber talkshow dengan berbagai perspektif yang saling melengkapi, yaitu Ibu Priska Ayuningdiah Hutami, M.Psi, Psikolog, Pandu Amartya sebagai alumni, dan Bapak Prasetyantoko yang merupakan ayah dari Pandu Amartya sekaligus akademisi yang pernah menjabat sebagai Rektor Unika Atmajaya tahun 2015 – 2023.Dalam Talk Show tersebut ada banyak hal yang bisa menjadi refleksi bagi para orang tua, antara lain pernyataan dari Bapak Prasetyantoko yang berbunyi, “The best choice is not a first choice”. Pertanyaan ini muncul setelah Pandu Amartya menceritakan kisah perjalanannya sejak ia berada di SMA hingga saat ini. Berbagai kegagalan ia alami. Pilihan yang ia buat pun tidak sepenuhnya tepat, sebagai contoh, pilihannya masuk jurusan MIPA di SMA dilatarbelakangi oleh minatnya dengan dunia bawah laut. Namun setelah ia tidak berhasil di MIPA, ia memilih untuk pindah ke jurusan IPS dan memulai kembali perjuangannya dari awal. Kesulitan tidak membuatnya patah semangat, Pandu terus berusaha mencapai cita-citanya. Kegagalan kembali ia alami saat berusaha mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Jepang karena nilai IELTS dan SAT nya tidak mencukupi. Akhirnya Pandu berhasil diterima di Universitas Indonesia jurusan Perpustakaan dan Informasi. Sambil kuliah, ia tetap mengusahakan beasiswa untuk bisa pergi ke Jepang. Ketekunannya berhasil membuat Pandu mendapatkan beasiswa pertukaran pelajar ke Universitas Kyoto, Jepang. Kegagalan yang ia ceritakan dengan begitu gamblang menginspirasi banyak orang tua yang hadir.Ketekunan dan disiplin sangat penting untuk dipupuk selama anak berada di bangku sekolah. Orang tua perlu memberikan ruang untuk anak berimajinasi melalui berbagai cara yang ia minati agar ia bisa mendapatkan rasa percaya diri, kata kuncinya adalah membuka diri. Sebetulnya tidak ada rumus yang spesifik dalam mendampingi anak meraih masa depannya, semuanya ada pada rasa yang membentuk relasi antar orang tua dan anak. Sehingga, dalam rangka memotivasi anak, Ibu Priska dan Pak Pras memberikan penekanan pada kata aspirasi, yaitu memberikan ruang untuk anak menyampaikan pandangannya sehingga ia bisa mendapatkan inspirasi dengan caranya sendiri melalui kerjasama serta kolaborasi dengan orang tua, sekolah, dan berbagai pihak. Inspirasi menjadi hal yang penting karena hal ini lebih dalam dari motivasi. Untuk itu, orang tua perlu mendorong dan mengajak anak melakukan eksplorasi sehingga ia bisa mendapatkan inspirasi yang bisa jadi bekalnya meraih masa depan. #SantaUrsulaBSD #Serviam #TalkShow #SMPSantaUrsulaBSD
Selengkapnya
Langkah Nyata OSIS SMP Santa Ursula BSD Demi Indonesia Maju
Posted: 2025-08-26 | By: Annabelle Milano Christian (Ketua OSIS SMP Santa Ursula BSD)
Hari kemerdekaan bukan hanya momentum untuk merayakan kebebasan, tetapi juga kesempatan untuk merenungkan perjuangan panjang bangsa dan memperbaharui komitmen dalam membangun masa depan. Pada tahun 2025 ini, Indonesia genap berusia 80 tahun. Hari kemerdekaan tahun ini mengangkat tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju." Tema ini menggambarkan semangat bangsa Indonesia dalam memperkuat persatuan serta mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.Tema ini adalah ajakan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu dalam semangat kebangsaan, menjaga kedaulatan nasional di tengah tantangan global, serta bersama-sama membangun negeri menuju masa depan yang lebih baik. “Bersatu Berdaulat” mencerminkan pentingnya hidup rukun dan saling menghargai, meskipun kita berasal dari latar belakang yang berbeda. “Rakyat Sejahtera” berarti setiap rakyat Indonesia berhak mendapatkan kehidupan yang layak, mulai dari akses yang setara terhadap pendidikan, makanan bergizi, layanan kesehatan, hingga kesempatan untuk berkembang. Lalu, “Indonesia Maju” adalah harapan agar negara kita bisa terus berkembang, maju dalam teknologi, pendidikan, dan ekonomi agar bisa bersaing di tingkat dunia dan membawa kebanggaan bagi seluruh rakyat.Dalam rangka ikut serta merayakan HUT RI yang ke-80, unit SMP dan SMA Santa Ursula BSD mengadakan upacara bendera pada Minggu, 17 Agustus 2025 pukul 07.00-08.00. Upacara dilaksanakan dengan khidmat dan penuh semangat nasionalisme. Melalui upacara ini, para siswa mengembangkan rasa cinta tanah air serta pemahaman akan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan meneruskan nilai-nilai kemerdekaan.Di lingkungan Santa Ursula BSD, semangat “Bersatu” dapat diterapkan melalui kebersamaan antar siswa tanpa memandang latar belakang, serta menjunjung tinggi nilai solidaritas dan toleransi. “Berdaulat” sebagai pelajar bisa diartikan sebagai kemampuan untuk berpikir kritis, bertanggung jawab atas pilihan, dan berani menyuarakan pendapat dengan cara yang sopan. Sementara itu, upaya menciptakan “Rakyat Sejahtera” dapat dimulai dari kepedulian sosial di lingkungan sekitar, misalnya dengan terlibat dalam aksi sosial sekolah, berbagi kepada mereka yang membutuhkan, atau menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah. Visi “Indonesia Maju” pun dapat diraih jika para siswa terus berkomitmen dalam belajar dengan sungguh-sungguh dan aktif dalam kegiatan yang mampu mengembangkan potensi diri.SMP Santa Ursula BSD memiliki OSIS sebagai wadah organisasi siswa. Banyak kegiatan OSIS yang mendukung pelaksanaan tema hari kemerdekaan ke-80 ini, misalnya aksi sosial lintas agama saat perayaan Idul Adha. Kegiatan ini mengajak para siswa untuk berdonasi berupa kurban yang diberikan kepada umat muslim di sekitar sekolah. Badan Pengurus OSIS juga menyelenggarakan kompetisi olahraga antar kelas yang melatih kebersamaan dan kekompakan. Badan Pengurus OSIS juga mengadakan program yang membantu siswa-siswi untuk semakin mengenal dan melestarikan budaya Indonesia. Kegiatan-kegiatan tersebut menjadi upaya dan langkah nyata untuk membiasakan diri menjadi warga negara yang bersatu dan berdaulat untuk nantinya berpartisipasi memajukan kesejahteraan rakyat demi Indonesia maju. Sebagai siswa Santa Ursula BSD, saya percaya bahwa langkah-langkah kecil yang kita lakukan setiap hari dapat menjadi bagian dari kontribusi besar bagi bangsa. Mulai dari disiplin belajar, menghargai guru dan teman, berperilaku sopan, dan merawat lingkungan. Dalam era globalisasi dan digitalisasi yang penuh tantangan, nilai-nilai kebangsaan terutama Pancasila tetap menjadi pedoman yang membimbing kita agar tidak kehilangan arah. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, kita dapat menjadi pribadi yang adil, peduli, dan bertanggung jawab, yang merupakan fondasi kuat dalam menjaga kesatuan bangsa. Mari kita jaga semangat kemerdekaan ini dalam kehidupan sehari-hari. Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk terus menjaga warisan perjuangan para pahlawan dengan semangat kebangsaan yang tulus. Tema tahun ini mengajak kita untuk tidak hanya bangga menjadi warga negara Indonesia, tetapi juga aktif berperan dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan, yaitu Indonesia yang bersatu, berdaulat, sejahtera, dan maju. Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-80! Bersatu kita kuat, maju bersama kita bisa!
Selengkapnya
Catatan Tim Stand Pameran Pembelajaran SMP di Open Campus Santa Ursula BSD, 23 Agustus 2025
Posted: 2025-08-26 | By: Petrus Haryo Sabtono (Guru IPS dan Pendidikan Pancasila SMP Santa Ursula BSD)
Hari ini Sabtu, 23 Agustus 2025 dalam rangkaian Open Campus Santa Ursula BSD pada Pameran Pembelajaran SMP, suasana terasa begitu hidup. Banyak pengunjung datang, terutama orang tua calon siswa yang tengah mencari sekolah terbaik untuk anak-anak mereka. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah seputar tes masuk Santa Ursula BSD. Menariknya, sebagian besar orang tua yang bertanya berasal dari sekolah plus atau internasional, tempat bahasa asing lebih banyak digunakan sehari-hari. Kekhawatiran mereka sama: “Apakah anak saya bisa mengikuti tes masuk yang menggunakan Bahasa Indonesia?”Kegelisahan itu wajar. Namun, saya dan Ibu Rianti (Guru Bahasa Indonesia SMP Santa Ursula BSD) menyampaikan bahwa di Santa Ursula BSD, kuncinya adalah literasi. Kami membagikan tips sederhana yang bisa dipraktekkan orang tua di rumah.1. Ajak anak membaca berita secara rutin.2. Buat pertanyaan sederhana dengan rumus adiksimba (5W+1H).3. Tutup kembali teks berita, lalu minta anak menjawab pertanyaan yang sudah dibuat.4. Dampingi anak secara konsisten hingga hari tes tiba.Metode sederhana ini terbukti membantu anak terbiasa memahami bacaan, sekaligus melatih kemampuan menyampaikan gagasan dalam Bahasa Indonesia.Menariknya, orang tua yang mendengar penjelasan ini tidak hanya lega, tetapi juga semakin tertarik pada Santa Ursula BSD. Mereka melihat sendiri bahwa sekolah ini tidak hanya menekankan akademik, tetapi lebih dulu menanamkan nilai-nilai hidup. Mereka juga menyaksikan bagaimana pembelajaran di sini tidak berhenti pada teori, melainkan nyata dalam karya siswa yang dipamerkan.Lingkungan sekolah yang asri, adem, dan nyaman, ditambah dengan fasilitas yang memadai, semakin memperkuat keyakinan mereka. Apalagi, para siswa yang terlibat aktif menjelaskan pengalaman belajar mereka dengan penuh semangat. Testimoni langsung dari anak-anak inilah yang membuat orang tua merasa lebih yakin bahwa Santa Ursula BSD adalah pilihan tepat.Terima kasih untuk para siswa yang dengan penuh Semangat Serviam turut membantu acara Open Campus Santa Ursula BSD. Dari pengalaman kecil ini kita belajar, bahwa literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga jembatan untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan keyakinan. Serviam
Selengkapnya
Kemeriahan Open Campus Santa Ursula BSD 2025
Posted: 2025-08-26 | By: Reagan IX-E/30
Setiap tahun, Santa Ursula BSD menyelenggarakan acara "Open Campus", dan tahun ini terasa istimewa serta paling meriah. Saya berkesempatan hadir bersama lima teman, yaitu Viona, Rara, Rosa, Peter, dan Hugo Wang. Yang membuat Open Campus tahun ini berbeda adalah variasi acaranya. Jika tahun sebelumnya lebih banyak menampilkan fasilitas sekolah seperti kelas, auditorium, aula, dan lainnya, maka tahun ini ditambah dengan sajian kuliner yang beragam serta permainan seru berhadiah.Salah satu hal pertama yang menarik perhatian saya adalah stan makanan di area SMP. Menu favorit saya adalah kentang goreng panjang yang gurih dengan bumbu pas. Selain itu, tersedia pula aneka minuman kekinian seperti Thai tea, teh, Milo, hingga matcha, yang semuanya lezat dan menyegarkan. Namun, bagi saya, bagian paling berkesan justru terdapat pada area permainan yang berada di tingkat TK. Pada awalnya saya mengira permainan tersebut hanya ditujukan untuk siswa TK dan SD, tetapi ternyata terbuka bagi seluruh pengunjung. Permainan yang disediakan sederhana namun sangat menyenangkan, terutama permainan basket yang berhasil saya ikuti. Melalui permainan tersebut, saya mendapatkan pengalaman menarik sekaligus beberapa hadiah yang bermanfaat, seperti buku Beatrix Potter dan krayon. Pengalaman ini semakin istimewa karena menunjukkan bahwa kegiatan Open Campus tidak hanya informatif, tetapi juga mampu menghadirkan suasana kebersamaan dan kegembiraan bagi semua peserta.Permainan yang disediakan tidak hanya murah, tetapi juga menyenangkan, karena setiap peserta dipastikan mendapat hadiah, meskipun tidak menang. Hal inilah yang menjadikan pengalaman Open Campus kali ini begitu berkesan dan penuh keceriaan.Saya berharap kegiatan Open Campus seperti ini dapat diadakan lebih sering, karena selain memperkenalkan sekolah, juga menciptakan kebersamaan yang hangat melalui acara yang kreatif dan menyenangkan.Terima kasih kepada Santa Ursula BSD atas penyelenggaraan Open Campus tahun ini, sekaligus selamat ulang tahun yang ke-35. Semoga semakin jaya dan terus menjadi sekolah yang menginspirasi banyak generasi.
Selengkapnya
MEMBANGUN PERTEMANAN YANG SEHAT
Posted: 2025-08-21 | By: Mary Chriselle Vania | VII-B/ 18
Pada tanggal 14 Agustus 2025, siswa kelas VII SMP Santa Ursula BSD mengikuti seminar bersama dengan kakak-kakak dari Studio Djiwa. Studio Djiwa adalah organisasi kesehatan mental dengan media seni yang didirikan pada tanggal 20 Mei 2020 dan bergerak aktif di sosial media.         Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah menulis tentang “Apa itu teman untukku?” serta menuliskan pengalaman yang paling berkesan dengan teman-teman yang ditulis pada note kecil warna-warni. Lalu, kami dijelaskan tentang “Apa itu pertemanan?” yang artinya jembatan antara hati kita dengan hati orang lain. Mulai dari rasa aman, dimengerti, dan diterima. Kemudian, aktivitas berikutnya yaitu “Mendeskripsikan teman zaman SD dan menggambar simbol harapan bersama teman seperjuangan di SMP”.           Setelah itu, kami dijelaskan tentang quotes “Manusia gak bisa hidup tanpa orang lain”. Kata mutiara tersebut menjelaskan tentang manusia yang membutuhkan teman. Keutamaan/ pentingnya pertemanan adalah untuk kesamaan dalam hal minat dan hobi, membantu belajar (menambah ilmu dan wawasan), serta meningkatkan perasaan positif secara psikologis. Manfaat psikologis pertemanan adalah mulai dari mengurangi rasa kesepian dan stress, membentuk rasa kebersamaan dan komunitas, mendorong perilaku sehat, dukungan emosional, membangun kepercayaan diri serta mendorong menjadi pribadi yang lebih baik.          Setelah melakukan aktivitas/permainan, Kakak-Kakak dari Studio Djiwa menjelaskan tentang ciri-ciri pertemanan sehat dan pertemanan yang tidak sehat. Ciri-ciri pertemanan yang sehat adalah saling menghormati, tumbuh bersama satu sama lain, menyehatkan dan menambah pengetahuan/wawasan, menerima apa adanya, saling menghargai perbedaan, serta aman dan terjamin. Sedangkan ciri ciri pertemanan yang kurang sehat adalah saling mengejek dan bergosip, merasa terancam ketika salah satu pihak bertumbuh, merasa hampa dan menguras energi, mengharuskan bertindak seperti orang lain agar diterima, serta menyebarkan rahasia orang lain.        Setelah membahas tentang pertemanan, kami dijelaskan tentang perundungan. Perundungan atau bullying adalah perilaku secara langsung atau tidak langsung dalam bentuk fisik dan verbal menyakiti orang lain. Dampak bullying terhadap korban adalah menghilangkan kepercayaan diri, membuat prestasi menurun, menyebabkan kesedihan yang berlarut hingga bisa saja menjadi pelaku bullying. Kami juga melakukan refleksi diri tentang semua hal yang telah dijelaskan di seminar pada hari itu.       Setelah itu, kami diajarkan cara menjadi teman yang baik yaitu mendengarkan tanpa menghakimi, ada saat dibutuhkan, mengapresiasi pencapaian, menghargai perasaan dan batasan, mengajak dan melibatkan, menciptakan safe space serta menjaga rahasia dan kepercayaan. Pertemanan positif adalah pertemanan yang sehat dan saling mendukung, bukan menjatuhkan serta Low Maintenance Friendship yaitu tetap dekat walaupun jarang bertemu. Aktivitas terakhir yaitu Dinding Harapan, menempelkan kertas tentang “mendeskripsikan teman dan harapan bersama teman di SMP” menggunakan simbol-simbol.Seminar ini memberikan kesadaran baru bagi kami bahwa menjaga pertemanan yang sehat dan menjauhi tindakan bullying bukan hanya bermanfaat bagi orang lain, tetapi juga bagi diri sendiri. Kami menyadari bahwa perilaku positif dalam berinteraksi dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih nyaman, aman, dan penuh dengan rasa saling menghargai. Saya akan berusaha untuk lebih selektif dalam memilih teman agar bisa saling mendukung dan membawa pengaruh baik.
Selengkapnya
MENJAGA MENTAL DAN TUBUH, MENOLAK NARKOBA
Posted: 2025-08-20 | By: Joanna Renata Darmawan | VIIA/20
SMP Santa Ursula BSD melakukan seminar anti narkoba. Seminar ini dilakukan pada tanggal 14 Agustus 2025, di aula SMP dan SMA Santa Ursula BSD. Kegiatan ini dihadiri diikuti oleh semua kelas VII dengan narasumber dari Badan Narkotika Nasional Kota Tangerang Selatan.Di awal acara kami ditunjukkan video mengenai adiksi. Narasumber, yaitu Kak Gerda Roselin Napitupulu, M.K.M menjelaskan tentang narkoba, jenis-jenisnya, dampak, efek, dan juga cara menghindari narkoba. Pertama, narkoba itu singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif. Narkoba, biasanya berbentuk zat atau obat untuk mengurangi rasa nyeri yang memberikan efek samping seperti hilang kesadaran, halusinasi atau menjadi hiperaktif. Jika narkoba dikonsumsi terlalu banyak dan terus-menerus dapat menyebabkan ketergantungan.Kedua, jenis dan dampak narkoba. Jenis- jenis narkoba antara lain:Depresan untuk menenangkan saraf, merelaksasi otot, dan mengurangi kecemasan. Contohnya, panadol, marijuana, fentanyl, tembakau.Stimulan untuk mendorong kerja saraf sampai memaksa seseorang bekerja lebih. Contohnya, biji kopi, rokok, obat-obatan.Halusinogen mempengaruhi panca indera seseorang sehingga menyebabkan seseorang berhalusinasi atau menjadi hiperaktif. Contohnya, rokok, fungi, obat terlarang.Sementara itu, dampak dari narkoba adalah mengalami gangguan kesehatan, ketergantungan, sulit mengontrol diri, dan menyebabkan masalah seperti masalah hukum dan keuangan. Di masa sekarang, banyak aktor telah tertangkap menggunakan narkoba dan dampaknya kepada mereka sangat buruk. Mulai dari reputasi dan perubahan wajah, dari orang biasa menjadi jerawatan atau terlihat lebih tua.Maka dari itu, Kak Gerda mengatakan bahwa cara menghindari narkoba dengan membangun pertemanan baik dan berdampak positif bagi diri kita sebagai remaja. Jangan mudah percaya oleh pengaruh buruk dan mencari kegiatan yang membuat kita sibuk seperti melakukan hobi yang positif. Jika ada seseorang yang mencoba memberikan narkoba segera melapor kepada orang yang kita percaya. Pada akhir seminar diadakan sesi tanya-jawab dengan siswa. Seminar ini menyadarkan kepada kita bahwa narkoba itu hal yang sangat serius dan berbahaya jika dicoba. Dampak yang ditimbulkan tidak sebanding risikonya. Oleh karena itu, kita harus menjaga kesehatan mental dan tubuh kita seperti, makan dan tidur cukup. Lalu, membuat lingkungan baik di sekitar kita dengan melakukan hobi yang positif. Semoga siswa-siswi dalam seminar ini dapat hidup lebih sehat dan terus bertumbuh tanpa bantuan narkoba.
Selengkapnya
Seminar Kesehatan Tulang: “Tulang Kuat, Masa Depan Sehat”
Posted: 2025-08-13 | By: Selena Louise Kwa 8E/ 30
Pada tanggal 7 Agustus 2025, siswa-siswi kelas VII dan VIII SMP Santa Ursula BSD mengikuti seminar bertema “Tulang Kuat, Masa Depan Sehat” yang diselenggarakan di aula sekolah. Acara ini menghadirkan dr. Grace Shandy Siahaan dari Spine Clinic sebagai narasumber.Dalam paparannya, dr. Shandy mengajak para siswa mengenal lebih dalam mengenai skoliosis, yaitu kondisi ketika tulang belakang membengkok ke samping menyerupai huruf C atau S. Ia menjelaskan bahwa skoliosis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti genetik, pertumbuhan tulang pada masa pubertas, dan lebih sering dialami oleh perempuan. Menariknya, sekitar 80% kasus skoliosis tidak diketahui penyebab pastinya.Beberapa tanda skoliosis yang perlu diperhatikan antara lain bahu yang tidak sejajar, tulang belikat yang menonjol, atau postur tubuh yang tidak simetris. Untuk membantu deteksi dini, dr. Shandy memperkenalkan “Adam’s Forward Bending Test”, yang kemudian dipraktekkan langsung bersama beberapa siswa. Tes sederhana ini dapat dilakukan sebulan sekali sebagai langkah awal penting dalam menjaga kesehatan tulang belakang.Seminar ini juga menegaskan bahwa skoliosis bukanlah hambatan atau disabilitas. Sebagai contoh, Usain Bolt pelari tercepat di dunia juga pernah mengalami skoliosis. Dengan penanganan yang tepat dan semangat yang kuat, setiap orang tetap dapat hidup aktif dan sehat.Selain memberikan edukasi medis, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran bahwa masih banyak remaja yang mengalami skoliosis namun belum mendapatkan terapi yang dibutuhkan. Para siswa diajak untuk menjaga kesehatan diri sendiri sekaligus tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, peduli, dan bertanggung jawab baik terhadap tubuh mereka maupun terhadap lingkungan sekitar.Seminar ini menjadi langkah kecil namun berarti dalam membangun masa depan yang lebih sehat.
Selengkapnya
JANGAN PERNAH MENYERAH: MERAIH MIMPI DENGAN TEKAD
Posted: 2025-08-13 | By: Adelaide Matahari Samboh Suharmoko | Kelas VII C/ 1
Tournament August Ferry Raturandang (AFR) Remaja Tenis kembali diadakan untuk ke-127 kalinya pada tanggal 1-3 Agustus 2025 di Sekolah ACS Jakarta. Turnamen ini merupakan turnamen tingkat nasional. Lebih dari 100 peserta dari berbagai kelompok umur mengikuti turnamen tersebut. Banyak peserta dari berbagai daerah mengikuti turnamen ini, seperti dari daerah Bandung, Kalimantan, dan berbagai daerah seluruh Nusantara. Saya, Adel dari kelas VIIC turut berpartisipasi pada KU (Kelompok Umur) 14 Tahun PI (Putri), meskipun saya berumur 12 tahun.Pertandingan pertama saya di turnamen kali ini terjadi pada hari Sabtu, 2 Agustus 2025. Saya memenangkan ronde pertama dengan skor 6-0, 6-1, meskipun saya berada di bawah terik sinar matahari. Saya juga memenangkan ronde kedua dengan skor 6-1, 6-0 waktu itu dalam  keadaan mual. Bahkan saya muntah-muntah selama pertandingan tersebut, tetapi saya terus berjuang sampai akhir pertandingan. Babak semifinal dilanjutkan pada hari Minggu, 3 Agustus 2025. Di semifinal, saya melawan peserta dari Bandung yang tidak pernah saya kalahkan sejak berumur 9.  Perasaan saya cukup gugup, sampai mual di tengah pertandingan tersebut. Saya merasa lelah selama pertandingan berlangsung karena bertanding pertandingan ini dilaksanakan di bawah sinar matahari yang sangat panas. Namun, akhirnya saya mampu memenangi pertandingan tersebut untuk pertama kalinya dan masuk ke final dengan skor yang cukup erat, 7-5, 6-3. Pada saat final, saya melawan salah satu teman dekat saya. Meskipun ia teman dekat, saya tidak membiarkan lengah dan terlena. Saya tetap bermain dengan gagah dan melawannya, meskipun saya terkejut karena permainannya lebih baik daripada biasanya. Pada poin terakhir, match point, saya berdoa kepada Tuhan sebelum memukul bola. Setelah memukul bola saya mencoba untuk mengembalikan bola tersebut ke lapangan, sehingga lawan kewalahan mengembalikan kembali bola tersebut. Puji Tuhan saya memenangkan poin dan memenangkan seluruh turnamen. Saya menatap wajah mama yang selama ini rela membiayai saya sambil mengepalkan tangan di dada. Setelah itu, saya bersalaman dengan lawan, lalu ada beberapa fotografer yang mengambil foto kami, para peserta turnamen untuk dokumentasi. Akhirnya, untuk pertama kalinya di turnamen ini dari sekian banyak mengikutinya saya mendapatkan juara 1 tunggal putri. Saya sangat senang bercampur bangga serta melompat di podium dengan sukacita. Setelah penerimaan piala dan piagam, saya didatangi oleh beberapa fotografer untuk diwawancarai.Saya menyadari bahwa setiap orang memiliki impian yang ingin dicapai, sama seperti saya yang bercita-cita menjadi pemain tenis profesional. Perjalanan menuju impian tersebut tentu tidak selalu mudah, tetapi saya percaya bahwa kegigihan dan tekad akan membawa kita pada hasil yang diharapkan. Melalui pengalaman dan keyakinan ini, saya ingin mengingatkan semua orang untuk tidak pernah menyerah, apa pun tantangan yang dihadapi. Teruslah melangkah, jalani hidup dengan semangat, dan raih mimpi yang telah kita tetapkan karena pada akhirnya usaha yang konsisten akan menjadi jembatan menuju kesuksesan.
Selengkapnya
Kegiatan MPLS: Melompat Lebih Tinggi
Posted: 2025-08-04 | By: Gde Arya Natheswara Pamadya 9C/10 Dan Alfonsa Laura Keivanya Wibisono 9C/1
Pada tanggal 14 Juli 2025 SMP Santa Ursula BSD melakukan kegiatan MPLS (Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah) selama seminggu. MPLS kali ini memiliki tema melompat lebih tinggi yang diambil dari judul lagu karya Sheila On 7. Tema ini menunjukkan bahwa siswa/siswi harus siap memasuki jenjang yang lebih tinggi dan melakukan yang terbaik. Bagi siswa/i kelas VIII dan IX mereka bertugas untuk menjadi contoh dan lebih mengembangkan diri mereka untuk tahun ajaran baru. MPLS sendiri memiliki tujuan untuk mengembangkan semangat belajar dan berkegiatan para siswa di sekolah. Ini termasuk hal yang wajib bagi sekolah karena siswa/siswi wajib mengenal  lebih lanjut tentang sekolah. Jika tidak, siswa/siswi bisa memiliki kendala dalam beradaptasi di lingkungan tersebut, terutama bagi siswa/i yang berasal dari sekolah yang berbeda. Di masa ini, siswa/siswi banyak berkenalan satu dengan yang lain. Hal ini menjadi proses yang membantu mereka merasa semakin nyaman di sekolah. MPLS merupakan kegiatan yang selalu dilakukan semua sekolah.Terdapat beberapa manfaat besar dari MPLS, termasuk manfaat bagi relasi siswa/siswi dan guru, kegiatan pembelajaran, serta kelancaran kegiatan di sekolah. Siswa/siswi mendapat ruang terbuka khususnya dalam berkenalan dengan teman lain dan guru, yang merupakan kesempatan untuk mengekspresikan pendapat serta topik-topik pembicaraan di antara siswa/siswi. Kegiatan pembelajaran juga dapat berjalan dengan lancar karena siswa/siswi dan guru dapat menjadi lebih akrab. Hal ini membantu kelancaran pembelajaran karena tidak adanya rasa canggung, sehingga siswa dapat bertanya atau berpendapat secara terbuka. Melalui MPLS, siswa/siswi dapat memahami aturan-aturan yang ada di sekolah sehingga aturan dapat ditaati untuk setiap orang.Pada saat perkenalan, kepala sekolah kami ibu Cicilia Budilestari memperkenalkan semua guru , tata usaha dan karyawan serta tim yayasan Santa Ursula BSD . Kemudian Ibu Cicil  menjelaskan tentang bagaimana kegiatan sehari-hari di sekolah kami berlangsung , diikuti penjelasan mengenai aturan sekolah. SMP Santa Ursula BSD juga memiliki yel yel tersendiri. Tentunya, siswa/siswi juga diajarkan yel-yel tersebut semasa MPLS. Yel-yel ini menunjukkan nilai-nilai sekolah Santa Ursula BSD, yang juga sesuai dengan tema MPLS kali ini. Dalam masa MPLS, kami juga melakukan sosialisasi ekstrakurikuler. Di mana terdapat beberapa pertunjukan dari berbagai ekstrakurikuler serta stand-stand untuk memperlihatkan hasil kegiatan ekstrakurikuler mereka.MPLS ini merupakan hal penting yang bermakna bagi komunitas Ursulin Santa Ursula BSD. Mulai dari masa pertama kali masuk sekolah, sampai akhir tahun pelajaran. Dengan adanya MPLS ini, kami teringat agar selalu siap untuk melompat lebih tinggi dan melakukan yang terbaik.
Selengkapnya
BELAJAR SEJARAH TIDAK LAGI MEMBOSANKAN! INOVASI PEMBELAJARAN DENGAN VIRTUAL REALITY DI SMP SANTA URSULA BSD
Posted: 2025-08-05 | By: Raden Valentinus Biaggi
"Belajar sejarah itu membosankan! Mengantuk! Untuk apa mempelajari masa lalu? Pelajaran sejarah terlalu banyak hafalannya!". Ekspresi demikian kerap terdengar dari siswa ketika memasuki pembelajaran sejarah. Pandangan tersebut mencerminkan tantangan nyata dalam menghadirkan sejarah sebagai mata pelajaran yang menarik dan relevan di mata generasi muda.Sebagai bagian dari upaya menjawab tantangan tersebut, pembelajaran sejarah kini mulai bertransformasi, menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan karakteristik siswa yang akrab dengan teknologi. Di SMP Santa Ursula BSD, khususnya dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas VII, topik Sejarah Keberagaman Budaya Indonesia dikemas secara inovatif melalui pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR).Salah satu kendala utama dalam pembelajaran sejarah adalah kesulitan siswa dalam membayangkan peristiwa masa lalu. Bagi siswa yang tumbuh di era digital, kehidupan manusia praaksara atau masa kerajaan kuno terasa begitu jauh. Meskipun teks bacaan dan tayangan video telah tersedia, keduanya belum sepenuhnya mampu membantu siswa memahami konteks secara menyeluruh. VR berperan penting menciptakan pengalaman belajar yang masyuk, yakni benar-benar melibatkan siswa secara emosional dan intelektual dalam suasana sejarah yang imersif. Melalui VR, siswa dapat ‘menyelami’ kehidupan manusia praaksara, melihat secara langsung bagaimana mereka berinteraksi, serta mengenal alat dan bahan sederhana yang digunakan pada masa itu. Tak hanya itu, siswa juga dapat menyaksikan perkembangan budaya dan agama di nusantara, mulai dari masa Hindu, Buddha, hingga Islam, dalam simulasi yang terasa nyata dan menggugah rasa ingin tahu.Metode pembelajaran ini juga dilengkapi dengan kerja kelompok sebagai wujud penerapan nilai-nilai Serviam, yang menekankan persatuan dan totalitas. Dalam suasana belajar yang kooperatif, siswa saling mendukung dan menunjukkan kekompakan dalam memahami materi sejarah secara lebih mendalam. Dengan metode semacam ini, sejarah tidak lagi menjadi mata pelajaran yang membosankan dan penuh hafalan. Sebaliknya, ia hadir sebagai perjalanan menarik yang masyuk membawa siswa menjelajah masa lalu dengan cara yang menyenangkan, bermakna, dan tak terlupakan.
Selengkapnya
Perayaan Misa Syukur 35 Tahun Sekolah Santa Ursula BSD
Posted: 2025-08-01 | By: Yulia Mariyani
Building the Future, Preserving the Legacy, Growing Together Suasana haru dan penuh sukacita memenuhi Auditorium Sekolah Santa Ursula BSD pada Kamis, 24 Juli 2025. Seluruh siswa, guru, staf, dan anggota komunitas Santa Ursula BSD berkumpul dalam satu perayaan iman untuk mengikuti Misa Syukur Ulang Tahun ke-35 berdirinya sekolah tercinta ini. Perayaan ini menjadi momen yang istimewa karena dipimpin langsung oleh Bapak Uskup Mgr. Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta.Dalam homilinya, Bapak Uskup Suharyo mengajak seluruh umat untuk merenungkan makna syukur atas perjalanan 35 tahun Santa Ursula BSD dalam mendidik generasi muda. Beliau menekankan pentingnya menjaga semangat pelayanan, kecerdasan, dan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.Perayaan Misa berjalan khidmat dan meriah, diiringi koor gabungan siswa dan guru yang membawakan lagu-lagu liturgi dengan penuh penghayatan. Kehadiran seluruh siswa dari jenjang TK hingga SMA, para guru, staf, suster OSU, dan orang tua murid turut menyatukan hati dalam doa dan pujian. Itu semua menunjukkan kebersamaan komunitas Santa Ursula BSD dalam iman dan cinta kasih.Momentum peringatan 35 Tahun Santa Ursula BSD ini bukan hanya menjadi perayaan ulang tahun, tetapi juga sebagai bentuk refleksi dan harapan untuk membangun masa depan yang semakin berdampak. Dengan mengangkat tema "Building the Future, Preserving the Legacy, Growing Together", Sekolah Santa Ursula BSD berkomitmen untuk terus menjadi tempat pendidikan yang unggul dalam mutu dan karakter, selaras dengan semangat Santa Angela Merici.Perayaan ini ditutup dengan pemberkatan khusus dari Bapak Uskup kepada seluruh komunitas sekolah, serta persembahan simbolis dari para siswa sebagai tanda cinta dan harapan untuk Santa Ursula BSD yang terus bertumbuh menjadi berkat bagi banyak orang.
Selengkapnya
Langkah Berani di Tengah Tantangan: Pelatihan Fisik dan Mental di Yonarhanud
Posted: 2025-07-28 | By: Hannelore Maddalene Heryawan – VIII B/21
Banyak orang berkata bahwa ada hal-hal yang mustahil, dan sering kali mereka memilih menyerah ketika menghadapi hal tersebut. Saya pun sempat merasa demikian. Mengikuti pelatihan fisik dan mental selama dua hari di salah satu cabang Artileri Pertahanan Udara (Yon Arhanud) Tentara Nasional Indonesia terdengar menantang—dan jujur, tidak menyenangkan pada awalnya. Meski hati diliputi keraguan, saya tetap melangkah. Rasa cemas memang ada, tetapi antusiasme mendorong saya untuk mencoba. Dan ternyata, pengalaman ini memberi saya pelajaran yang luar biasa.Hari pertama kami disambut dengan cuaca terik. Meski awalnya terasa menyiksa, para tentara menyebutnya sebagai cuaca yang "segar". Sungguh terdengar aneh, tetapi seiring waktu, saya mulai memahami maksud mereka. Sinar matahari yang menyengat terasa lebih hangat dan menenangkan, terutama ketika disertai udara bersih yang jauh dari polusi kota. Kami memulai kegiatan dengan latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB), yang ternyata bukan sekadar latihan fisik, tetapi juga ujian kedisiplinan dan mental. Ketika kegiatan ini dilombakan, saya sempat melakukan kesalahan. Namun, saya belajar bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar dan penguatan mental.Berbagai kegiatan kami jalani: dari jadwal yang padat, makan dan bersiap dalam waktu singkat, hingga tantangan malam hari berupa misi menyampaikan pesan rahasia ke beberapa pos dalam gelap gulita. Malam itu kami bergerak diam-diam, saling memegang pundak agar tidak terpisah, dan menjaga kekompakan tim. Di siang hari, kami mengikuti outbound yang seru sekaligus menantang, seperti bermain lumpur, merayap, memanjat, dan mengayun menggunakan tali. Sebagai anak kota, ini adalah pengalaman yang menyegarkan sekaligus menguji keberanian saya.Namun, momen paling mengesankan bagi saya justru terjadi saat malam api unggun. Di tengah kelelahan, kami diingatkan akan kasih orangtua, mereka yang selalu mendoakan dan mencintai kita tanpa pamrih. Tidak ada yang bisa menggantikan kasih sayang orangtua. Refleksi malam itu menyentuh hati saya dan menjadi penutup yang penuh makna. Dua hari satu malam di Yonarhanud mengajarkan saya banyak hal: pentingnya kedisiplinan, kerja sama, keberanian, rasa syukur, dan terutama, arti kebersamaan. Pengalaman ini membuat saya menjadi pribadi yang lebih kuat, tangguh, dan peduli terhadap orang lain.
Selengkapnya
Program “Berkat” Bersama Luce
Posted: 2025-07-28 | By: Bianca 9A
Pada Jumat, 16 Mei 2025, siswa-siswi SMP Santa Ursula BSD melaksanakan aksi sosial bertajuk “Program Berkat Bersama Luce” dengan membagikan 100 paket makanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sasaran penerima meliputi petugas kebersihan, penyandang tunanetra, satpam, lansia, pengemudi ojek online, dan masyarakat kurang mampu lainnya di sekitar sekolah. Aksi ini menjadi sarana pembelajaran nyata bagi para siswa dalam menumbuhkan empati, kepedulian sosial, dan semangat berbagi yang berakar pada nilai-nilai kasih dan kemanusiaan.Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka perayaan Tahun Yubileum komunitas sekolah. Kegiatan ini juga menjadi wujud penghayatan nilai Serviam—“aku melayani”—yang menjadi dasar pendidikan karakter di Santa Ursula. Selama hampir tiga bulan, siswa mengumpulkan dana melalui program “Celengan Luce”, yaitu celengan donasi yang diedarkan setiap hari Senin di masing-masing kelas sejak 18 Februari hingga 5 Mei 2025. Pembuatan celengan dilakukan secara kreatif dengan memanfaatkan bahan-bahan daur ulang, mendorong kesadaran lingkungan sekaligus semangat kebersamaan diantara siswa.Pada 14 Mei 2025, para siswa berkumpul di Balai Warga Jl. Alamanda untuk memulai proses memasak secara gotong royong. Mereka membagi tugas, dari mengupas bawang hingga menyiapkan lauk dan nasi. Keesokan harinya, seluruh siswa yang terlibat kembali bekerja sama untuk menata makanan ke dalam kemasan. Paket makanan tersebut terdiri dari nasi, sayur, ayam, tahu/tempe, sambal, serta minuman. Pada hari pembagian, siswa kelas 9 bersama para guru pendamping membagikan makanan secara langsung ke rumah-rumah warga sekitar dan titik-titik yang telah ditentukan.Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk aksi sosial, tetapi juga sarana pembentukan karakter siswa. Melalui keterlibatan langsung dari awal hingga akhir, para siswa belajar tentang tanggung jawab, kerja sama, dan pentingnya melayani sesama tanpa pamrih. Nilai-nilai seperti kepedulian, cinta kasih, belas kasih, kesederhanaan, dan solidaritas semakin tertanam dalam diri mereka. Diharapkan pengalaman ini akan terus hidup dalam sanubari para siswa dan menjadi fondasi kuat dalam membentuk generasi muda yang berempati dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat.
Selengkapnya
Pesan Kebangkitan Nasional di Tengah Semangat Pendidikan
Posted: 2025-07-28 | By: Alfonsa Laura Keivanya W./8C/1
Pada tanggal 20 Mei 2025, Sekolah Santa Ursula BSD menyelenggarakan upacara gabungan untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional. Upacara ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali betapa strategisnya peran pendidikan sebagai kunci utama kemajuan bangsa, serta pentingnya semangat kebangkitan nasional sebagai landasan untuk terus bersatu dan berjuang demi masa depan Indonesia yang lebih baik.Amanat dari inspektur upacara memberikan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir. Amanat tersebut disampaikan secara unik, diawali dengan menyanyikan lagu anak-anak yang berisi lirik “kepala, pundak, lutut, kaki, lutut, kaki,” lengkap dengan gerakan. Lagu sederhana ini kemudian dijadikan simbol dari pesan moral yang kuat.Inspektur upacara menjelaskan bahwa "kepala" melambangkan pentingnya berpikir secara bijak. Segala tindakan harus diawali dengan pemikiran yang matang dan reflektif—sebuah nilai yang sering diungkapkan oleh Suster Francesco Marianti, OSU. Sementara itu, "pundak" menjadi lambang simpati dan empati: ketika seseorang menawarkan pundaknya untuk disandarkan, ia tidak hanya memberi dukungan fisik, tetapi juga menghadirkan kenyamanan emosional. "Lutut" dan "kaki" menjadi simbol gerakan maju yang tak kenal lelah, menggambarkan semangat untuk terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik.Amanat ini tidak hanya bersifat inspiratif, tetapi juga menjadi ajakan reflektif bagi seluruh peserta upacara untuk meninjau kembali peran mereka sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Kepala yang berpikir bijak, pundak yang peduli, serta kaki yang terus melangkah menjadi nilai-nilai luhur yang ditanamkan dalam diri para peserta didik. Nilai-nilai ini diharapkan tumbuh menjadi karakter kuat dalam diri mereka, membentuk pribadi yang utuh dan mampu menjadi agen perubahan demi Indonesia yang lebih maju dan bermartabat.
Selengkapnya
Lomba Tari Tradisional Kategori Group Tangerang Fashion Festival 2025
Posted: 2025-03-17 | By: Livia Valerie Pane IX-C/20
Pada hari Sabtu, 22 Februari 2025, sembilan perwakilan siswa dari SMP Santa Ursula BSD mengikuti lomba tari tradisional kategori group yang dilaksanakan di Mall Teraskota BSD. Persiapan yang dilakukan sangatlah membutuhkan tenaga dan waktu dari setiap perwakilan. Pertama, dimulai dengan pembentukan sembilan perwakilan yang mengkolaborasikan dua kelas ekstrakurikuler tari tradisional di SMP Santa Ursula BSD. Penggabungan kelas ini cukup membuat suasana canggung pada awal pertemuan. Namun, karena kami telah berkomitmen untuk mengikuti lomba ini, maka setiap dari kami pun saling membuka percakapan sehingga kecanggungan tersebut cepat berakhir.    Pada latihan pertama hingga keempat, kami melakukannya tanpa guru ekstrakurikuler tari tradisional dan hanya bersama satu guru pendamping dari sekolah. Latihan ini lebih difokuskan untuk kami mengulang terus-menerus tariannya dengan berbagai pola lantai, seperti pola lantai lingkaran. Tujuannya adalah agar masing-masing menghafal gerakan dengan detailnya dalam berbagai posisi supaya dapat langsung latihan pola lantai saat bersama guru ekstrakurikuler selama dua hari. Kedua, guru kami memiliki rancangan pola lantai yang sangat heboh sehingga sangat beragam dan menarik.  Namun, setelah latihan hari pertama, kami cukup khawatir pola lantai tidak selesai karena pada hari tersebut hanya selesai sekitar 1-2 menit dari total 4 menit. Perasaan ini membuat kami saling mengingatkan satu sama lain untuk berlatih secara mandiri di rumah dan menghafalkan pola lantai yang dimiliki. Keesokan harinya kami perlu lebih fokus dalam mendengarkan instruksi dari guru agar waktu yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara efektif. Akhirnya, kekhawatiran ini terselesaikan karena pola lantai dapat selesai pada latihan kedua dan kami pun dapat mengulangnya dari awal hingga akhir sebagai latihan.Hari yang ditunggu-tunggu dan menegangkan bagi kami pun tiba. Kami berkumpul di sekolah pukul 05.30 WIB untuk mempersiapkan beberapa hal, seperti makeup, baju, latihan singkat, dan lain sebagainya. Ketika tiba di lokasi lomba, rasa grogi tentu semakin terasa. Namun, kami berterima kasih karena guru-guru yang mendampingi serta orang tua yang ikut hadir sangat mendukung kami. Setelah lomba, beberapa dari kami menunggu hingga pukul 16.00 WIB untuk mendengarkan pengumuman pemenang. Selama menunggu, tentu kami merasa penasaran akan pengumuman tersebut. Akhirnya, kami dapat meraih juara 1. Sangat mengejutkan bagi kami semua dan membahagiakan pastinya karena pengalaman ini sangat bermanfaat, menambah pengalaman, dan mempererat relasi kami.
Selengkapnya