MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH PENGALAMAN SISWA-SISWI KELAS VII SMP SANTA URSULA BSD 2024-2025
Posted: 2024-08-27 | By: Gwyneth Arawinda Hatmoko 7A | Joanita Febriana Puspasari 7B | Joanita Febriana Puspasari 7C | Dominique Ayreina Kallea Sitohang 7D | Winola Amadea 7E
Kegiatan MPLS SMP Santa Ursula BSD 2024-2025 adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah untuk memperkenalkan para siswa mengenai lingkungan sekolah. Kegiatan MPLS SMP Santa Ursula dilaksanakan dari tanggal 15-20 Juli 2024. Hal ini mempunyai banyak manfaat. Salah satunya membantu siswa mengenal lingkungan baru agar dapat lebih mudah beradaptasi. Lebih dari sekedar itu, MPLS SMP Santa Ursula BSD juga membantu para siswa untuk menjadi lebih terbuka, dapat bersosialisasi, dan mengenal satu sama lain. Pengalaman ini dikemas dengan berbagai kegiatan seperti mengenal tata tertib, tagline, makna lambang Serviam, visi-misi, pedoman, 10 nilai Santa Ursula BSD, dan informasi seputar Sekolah Santa Ursula BSD. Bermacam-macam kegiatan sosialisasi dilakukan selama MPLS. Mulai dari mendapat perkenalan ke berbagai kegiatan lingkungan, membangun relasi, serta melakukan tur keliling kampus Santa Ursula BSD. Di kelas masing-masing, juga diselenggarakan pengenalan komite kelas. Komite kelas memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk terlibat aktif di kelas dalam pengambilan keputusan maupun pendapat, serta meningkatkan sifat kepemimpinan dan pemikiran kritis. Komite kelas tersebut terdiri dari komite kedisiplinan, komite studi, komite kebersihan, dna komite kesejahteraan.Hari pertama kami menginjakkan kaki kami di kampus SMP Santa Ursula dipenuhi dengan rasa gugup, cemas serta antusias. Para guru, karyawan, dan kakak kelas menerima kami sebagai anggota keluarga baru. Kebiasaan hening untuk mempersiapkan diri untuk memulai kegiatan menjadi pembuka di kelas. Beranjak dari kursi, kami melakukan doa spontan serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan penuh semangat dan suara lantang. Ibu Cicilia Budilestari selaku Kepala SMP Santa Ursula BSD memperkenalkan para guru dan karyawan. Pada saat yang sama, beliau memberi kami semua motivasi untuk menjalankan waktu di SMP dengan bertanggung jawab dan bersemangat.SMP Santa Ursula BSD mengedepankan pengembangan diri dan pembiasaan siswa terhadap nilai-nilai serta visi misi di sekolah Santa Ursula BSD, yang dibantu oleh  BP OSIS 2024. Dengan cara berbagi pengalaman dan tips cara beradaptasi di sekolah, sembari memiliki harapan kelas VII dapat belajar menyesuaikan diri dengan cepat. Hal ini berhubungan dengan personal branding yang juga diterangkan. Personal branding mengajak kami untuk lebih percaya diri dalam mengungkapkan ide,  gagasan dan mengasah bakat maupun potensi.  Dengan kegiatan MPLS ini, seluruh siswa dapat mengasah diri dan mendalami persiapan di sekolah Santa Ursula BSD. Semua kegiatan yang dilakukan ini sangat membantu kami dalam beberapa minggu awal setelah MPLS, dan tentunya akan terus membantu  kami semua.  Kegiatan MPLS yang dapat berjalan dengan lancar patut disyukuri. Dengan kegiatan ini, kami dapat memulai pengalaman bersekolah di SMP Santa Ursula BSD dengan nyaman. Oleh karena itu, kami berterima kasih kepada Bapak dan Ibu guru, kakak kelas, karyawan, serta semua orang yang terlibat dalam rangkaian acara MPLS.  
Selengkapnya
Menjadi Delegasi ke Jepang pada Usia 15 tahun : Pentingnya Fasih Berbahasa dan Literasi
Posted: 2024-04-23 | By: Amabelle Naraya Turana, IX-C/7
Perkenalkan, nama saya Amabelle Naraya Turana. Seorang siswi yang berada di bangku kelas IX, SMP Santa Ursula BSD. Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan suatu kesempatan besar yang membawa saya ke Jepang.Pada akhir tahun 2023, ada sebuah komunitas bernama "SejutaCita Future Leaders" singkatnya, SFL. SFL mengadakan salah satu kompetisi nasional terbesar dan itu adalah program keenam mereka. Ada 3 pilihan kompetisi, saya memilih semuanya, tetapi saya lebih fokus pada kompetisi esai. Saya harus dapat memperkenalkan diri dan menyampaikan aspirasi saya dalam 300 kata sesuai ketentuannya. Saat itulah saya sadar bahwa kemampuan berbahasa dan cara mengungkapkan pokok pikiran sangatlah penting. Saya tidak pernah membuat esai sebelumnya, sehingga saya harus melakukan riset terkait esai secara mandiri dan berliterasi terkait tema esai. Namun, kemampuan berbahasa dan literasi saya sudah dilatih di selama di SMP. Pembelajaran tidak lepas dari literasi non-fiksi maupun fiksi, ditambah lagi kebahasaan saya yang meningkat karena pengalaman berorganisasi dalam Presidium Siswa.Ada pertarungan pertama, kemudian saya berhasil menjadi salah satu dari 50% dari ribuan peserta. Pada bulan Desember 2023, itu adalah hari yang telah saya tunggu-tunggu, yaitu hari pengumuman. Pemenangnya adalah mereka yang terpilih dalam top 150. Disitulah saya duduk dengan jantung berdebar sangat cepat. "Amabelle Naraya Turana, SMP Santa Ursula BSD," nama saya tertera dalam file pengumuman itu.1 bulan sebelum tanggal penerbangan, saya dan 15 delegasi lainnya melakukan sesi bonding untuk mempersiapkan keberangkatan kami secara virtual. Awalnya, saya cukup takut, hanya ada dua delegasi yang masih berada di bangku SMP, termasuk saya. Delegasi lainnya sudah berada di bangku SMA, perguruan tinggi, dan bahkan ada dua di antaranya yang sudah bekerja. Namun, sesuatu yang ingin saya tingkatkan disana adalah keberanian saya untuk menyampaikan gagasan saya. Setiap kegiatan kebersamaan dan kesempatan yang ada, saya mengambilnya. Saya sering membagikan gagasan dan diminta mentor saya untuk mencatat informasi dalam setiap sesi bonding.Kami dibagi menjadi beberapa divisi dan saya dipercayakan untuk menjadi ketua divisi perlengkapan. Hal itu merupakan awalan yang bagus, saya dapat bekerja sama dengan delegasi lainnya dalam divisi itu untuk mempersiapkan buku panduan, merchandise, spanduk, dll. Tanggal 29 Februari, hari ketika kami akhirnya bertemu di bandara. Saya mencoba membuat kesan pertama yang baik dan juga mulai bercakap-cakap dengan delegasi lainnya. Saya juga berbicara dengan Kak Andhika, CEO dan penemu komunitas SFL. Beliau bertanya kepada saya, "Apa tujuan kamu di sini?" Saya menjawabnya, "Saya ingin meningkatkan keberanian saya dalam setiap aspek karena saya yang paling kecil di sini."Saya berhasil mencapai tujuan tersebut. Itu merupakan perjalanan kepemimpinan selama 6 hari dan 5 malam, tetapi saya belajar banyak. Pertama, kerjasama tim dan keberanian yang mulai diterapkan dalam sesi bonding kami. Saya harus cukup berani untuk berbagi gagasan saya dan bekerja dengan delegasi lainnya dengan perbedaan usia dan aspek lainnya. Kedua, kepekaan dan kepedulian. Di Jepang, kami harus peka dan peduli dengan satu sama lain agar tetap aman. Ketiga, kedisiplinan dan manajemen waktu. Setiap hari dalam perjalanan itu, ada banyak tujuan yang harus dicapai dan kami memiliki kebebasan untuk menjelajah area tersebut dengan tim kami sendiri, tetapi kami perlu memiliki manajemen waktu yang baik untuk tepat waktu di titik kumpul. Keempat, apresiasi dan toleransi. Jepang memiliki budaya yang sangat berbeda dari Indonesia, kami dan delegasi lainnya perlu menghormati budaya mereka yang sigap dan sangat disiplin. Bagi diri saya sendiri, saya benar-benar meningkatkan toleransi saya terhadap delegasi lain karena kami memiliki agama dan budaya yang berbeda dan hal itu sangatlah indah. Kelima, stamina. Kami bisa memulai hari kami pada pukul 4.30 pagi dan kembali ke hotel pada pukul 22.00 atau 23.00. Mentor juga memberi kami tantangan harian untuk meningkatkan kehidupan dan pelajaran kepemimpinan kami. Keenam, manajemen uang. Sebagai seorang remaja berusia 15 tahun dalam perjalanan kepemimpinan pertamanya tanpa orang tua, saya perlu mengelola uang saya dengan baik. Saya memisahkan uang saya berdasarkan kebutuhan, keinginan, dan ekstra. Kami juga menjelajahi Universitas Osaka dan Tokyo, itu adalah universitas yang sangat indah. Secara pribadi, saya menjelajahi Universitas Tokyo: Kedokteran.Pada hari terakhir, kami melakukan kegiatan sesi bonding terakhir kami. Sesi bonding tersebut dimulai pada pukul 22.30 dan berakhir pada pukul 01.00 pagi. Saya berbagi testimoni saya terhadap trip tersebut. Ada sesi apresiasi, saya memenangkan 3 besar Most Valuable Player (MVP) pada perjalanan itu dengan judul "Penuh dengan Kebaikan". "Mabelle adalah yang termuda di sini. Dia sangat hormat kepada masing-masing dari kita, tetapi dia masih cukup berani untuk mengambil setiap kesempatan selama perjalanan ini,” ucap mentor saya. Malam itu, Kak Andhika dan mentor lainnya mengatakan bahwa ini adalah hal paling berkesan yang terjadi dalam Perjalanan Kepemimpinan SFL. Banyak dari kami berbagi tentang perjuangan masa lalu kami untuk sampai ke malam itu. Saya mengagumi cerita-cerita mereka dan saya menyadari sesuatu. Orang-orang yang terlihat paling percaya diri adalah orang-orang yang sebetulnya tidak percaya diri. Orang-orang yang paling sukses memiliki perjuangan besar untuk sampai ke titik kesuksesan mereka. Terakhir, setiap orang memiliki perjuangan dalam hidup, jadi kita harus lebih peduli terhadap satu sama lain.Sebuah kehormatan bagi saya untuk membawa nama baik sekolah ini dalam perjalanan tersebut. Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan betapa bersyukurnya saya atas kesempatan ini. Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang telah mendukung saya; orang tua saya, kepala sekolah, guru-guru, dan teman-teman saya. Saya juga ingin berterima kasih kepada SejutaCita atas kepercayaan mereka kepada saya sebagai salah satu delegasi mereka. Terakhir, saya ingin berterima kasih kepada diri saya atas pengalaman organisasi yang meningkatkan kemampuan berbahasa saya. Selanjutnya, atas seluruh kesempatan hidup yang saya ambil dan ungkapkan dalam esai-esai saya. Bagi pemuda dan penerus bangsa di luar sana, ambilah kesempatan yang dapat kalian ambil. Hal terburuk yang dapat terjadi adalah jika anda gagal, tetapi bagaimana jika anda berhasil? Ada lebih banyak kesempatan yang datang untuk anda dari pengalaman networking yang hebat.
Selengkapnya
Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Tulang Kelas VII SMP Santa Ursula BSD
Posted: 2024-04-23 | By: Rosa 7D no 34
Pada hari Jumat, 22 Maret 2024, siswa - siswi VII mengikuti penyuluhan / edukasi tentang kesehatan tulang dari Spine Clinic yang dilakukan di Aula Santa Ursula BSD. Selama kegiatan ini, kami didampingi oleh dr. Grace Shandy dari Spine Clinic dan dijelaskan mengenai kesehatan tulang, secara spesifiknya tentang skoliosis. Pada saat kegiatan ini, orang tua siswa-siswi VII juga diundang untuk mengikuti kegiatan secara online melalui zoom. Penyuluhan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kepekaan siswa-siswi VII mengenai kesehatan tulang belakang mereka.Kegiatan ini dimulai dengan bu Lia yang memberikan pengantar sebelum penyuluhan. Setelah itu, kami dikenalkan dengan dr. Grace Shandy dari Spine Clinic. Kami diberikan penjelasan tentang skoliosis, dan penyebabnya yang ternyata 80% kasus skoliosis tidak diketahui penyebabnya. Lalu, kami diperlihatkan cara mendeteksi skoliosis di rumah dengan Adams Forward Bend Test . Salah satu siswa VII maju ke depan dan mencontohkan cara melakukan Adams Forward Bend Test bersama dengan dr. Grace Shandy. Kami juga dijelaskan bahwa ternyata perempuan memiliki kecenderungan terpapar skoliosis lebih tinggi daripada laki-laki dengan perbandingan 1 : 8, dan skoliosis cenderung terjadi pada masa pertumbuhan karena masa pertumbuhan merupakan saat-saat tulang belakang mulai mengeras.Setelah itu, kami juga diberikan penjelasan tentang penanganan skoliosis yaitu dengan terapi skoliosis menggunakan brace dan latihan rutin. Kami juga diperlihatkan perubahan bentuk tulang belakang sebelum melakukan terapi skoliosis dan setelah melakukan terapi skoliosis, dan dijelaskan bahwa terapi skoliosis paling baik dilakukan pada masa pertumbuhan. Terapi skoliosis juga membutuhkan kedisiplinan dalam menggunakan brace dan melakukan latihan rutin.Setelah itu, terdapat sesi tanya jawab dimana siswa-siswi VII dapat menanyakan pertanyaan-pertanyaan mengenai skoliosis yang lalu dijawab oleh Dr. Grace Shandy. Orang tua siswa-siswi VII juga menanyakan pertanyaan-pertanyaan melalui kolom chat dalam zoom. Setelah itu, dr. Grace Shandy diberikan penghargaan dari sekolah oleh Ibu Cicil selaku Kepala Sekolah SMP Santa Ursula BSD. Selanjutnya, 2 siswa/i VII diminta untuk maju ke depan dan menyampaikan apa yang mereka dapatkan dari penyuluhan ini. Dari penyuluhan ini, kami mampu mengetahui lebih dalam tentang skoliosis dan kami dapat lebih peka terhadap kesehatan tulang belakang tubuh kami masing-masing. Kami juga dapat belajar banyak hal dan mendapatkan banyak wawasan mengenai skoliosis dan kesehatan tulang belakang.
Selengkapnya
KEGIATAN PENDIDIKAN SEKSUALITAS KELAS VIII SMP SANTA URSULA BSD
Posted: 2024-03-15 | By: Livia Valerie Pane VIII C/20 | Mikaela Anandita Wardhana VIII C/23
Kamis- Jumat, 22 dan 23 Februari 2024, siswa kelas VIII SMP Santa Ursula mengikuti kegiatan pendidikan seksualitas yang berlangsung di ruang Sport Hall dan ruang Serbaguna. Selama berlangsungnya kegiatan, kami, siswi perempuan dan siswa laki-laki berada di ruangan yang berbeda. Hal ini bertujuan agar selama proses kami dapat lebih terbuka dan tidak perlu merasa malu. Untuk membantu sesi pembelajaran ini, sekolah memfasilitasi narasumber yang akan mendampingi kami dalam proses berlangsungnya kegiatan. Pada hari pertama kami siswi perempuan didampingi oleh seorang psikolog bernama Ibu Rika Kistina, atau lebih dikenal dengan panggilan Ibu Rika. Sedangkan siswa laki-laki didampingi oleh seorang psikolog bernama Pak Edwin.Pada hari pertama, kami diberikan pemahaman tentang perkembangan psikologi remaja perempuan dan laki-laki. Dalam kegiatan ini, para murid dijelaskan dengan runtut dan jelas mengenai berbagai perkembangan dan pubertas yang akan kami hadapi. Contohnya tentang perubahan fisik seperti suara remaja perempuan dan laki-laki akan berubah semenjak mengalami pubertas. Namun, sebelumnya para psikolog tentu mengajarkan ke para siswa kelas VIII bahwa perubahan yang kami alami saat pubertas adalah hal yang normal dan perlu disyukuri karena setiap remaja merupakan pribadi yang unik, berharga, dan istimewa. Selain tentang perkembangan fisik, pada hari pertama Ibu Rika menjelaskan perubahan sikap, pergaulan dan perasaan yang terjadi pada remaja selama masa pubertas. Ibu Rika juga mengajarkan tentang pubertas mendorong terjadinya berbagai perubahan dalam psikologi setiap remaja sehingga para siswa kelas VIII harus mampu menanggapinya dengan bijak. Ibu Rika juga  memberitahukan dan menjelaskan bahwa tentu setiap remaja yang mengalami pubertas akan menghadapi perubahan psikologi sehingga hal tersebut dapat berkaitan dengan sikap dan pergaulan mereka yang turut ikut berubah. Penjelasan yang diberikan dari para psikolog baik untuk siswa laki-laki maupun perempuan bertujuan agar kami sadar dan dapat mengelola emosi dengan lebih baik serta bijak. Tentunya kami juga dijelaskan tentang cara menghargai diri serta orang lain sebagai remaja laki-laki dan perempuan.  Selama sesi sosialisasi berlangsung, para siswa diberikan kesempatan untuk bertanya. Berbagai pertanyaan yang para siswa berikan akan dijawab oleh Ibu Rika dengan senang hati dan jelas sehingga para siswa dapat lebih terbantu dan mengerti. Selain itu, para siswa pun diberikan cara untuk mengelola perkataan yang diucapkan orang lain ke kami. Upaya ini diharapkan dapat membantu para remaja pubertas untuk menghadapi lingkungan sosial mereka. Maka hari itu, berakhirlah kegiatan pada hari pertama dengan menyenangkan dan bermanfaat!Setelah hari pertama dengan narasumber yaitu psikolog, pada hari kedua dilakukan bersama para dokter yang merupakan alumni Santa Ursula BSD. Hari kedua pun sama, setelah pembukaan, diberikan beberapa review, dan kuis berhadiah yang dilakukan di ruang Serbaguna. Kegiatan ini dilakukan di dua tempat yaitu ruang sport hall untuk para siswa perempuan sedangkan siswa laki-laki akan berada di ruang Serbaguna. Pada siswa perempuan didampingi  narasumber yaitu Dokter Grace, sedangkan siswa laki-laki didampingi narasumber Dokter Gave. Pada hari kedua ini kami lebih dijelaskan mengenai sistem reproduktif manusia. Kami, para siswi perempuan tidak hanya mempelajari sistem reproduktif wanita, tetapi kami juga sedikit menyinggung mengenai sistem reproduktif pada tubuh pria. Dokter Grace menjelaskan banyak hal. Beberapa diantaranya adalah organ-organ reproduksi wanita dan pria, proses pembentukan bayi, pubertas fisik pada perempuan, tips saat mengalami menstruasi serta penyakit-penyakit yang dapat menyerang sistem reproduktif. Hal yang cukup ditekankan selama proses kegiatan adalah poin mengenai “say NO to FREE SEX”. Hal tersebut menjadi penting karena kita sebagai remaja perempuan perlu menjaga sistem reproduktif kita agar tidak agar tidak jatuh di tangan yang salah. Pada akhirnya dampak dari free sex sangatlah fatal, menimbulkan potensi terkena penyakit HPV (Human Papillomavirus ).Selama proses kegiatan, para siswi sangat aktif dalam berinteraksi. Dokter Grace juga sangat responsif  dalam menjawab pertanyaan yang diberikan dengan memberikan jawaban yang mudah untuk kami pahami. Saat proses tanya jawab, para siswi cukup banyak menyinggung mengenai kehamilan. Seperti kelainan pada bayi, proses melahirkan, hingga pertanyaan ‘Bagaimana sih rasanya hamil?’ Meskipun hal-hal tersebut masih dalam jangka waktu yang jauh, bagi kami para remaja, tetapi antusias dari kami semakin membuat Dokter Grace semangat dalam menjawab serta menjelaskan satu persatu pertanyaan kami.Setelah belajar bersama Dokter Grace, sekarang saatnya mengucapkan perpisahan dan kembali melanjutkan kegiatan bersama Ibu Anti. Ibu Anti menceritakan mengenai pengalamannya saat pertama kali bertemu dengan suaminya hingga proses perjalanan yang mereka lalui. Selanjutnya, kami dan Ibu Anti juga melakukan sharing mengenai sudut pandang kami terhadap red flag dan green flag yang ada pada laki-laki. Suasana ruangan menjadi cukup ramai, dipenuhi dengan antusias para siswi untuk menjawab hal-hal tersebut.Setelah berkegiatan pada hari itu kami belajar pentingnya menjaga, merawat, dan mensyukuri perubahan fisik maupun psikologi yang kita miliki. Seluruh remaja perempuan dan laki-laki merupakan remaja yang unik, berharga, dan istimewa. Pubertas merupakan hal yang alami dan normal terjadi di semua orang, maka sebagai sesama remaja kita perlu saling menghargai perbedaan dan perubahan tersebut. Kami lebih mengenal tentang diri sendiri sebagai remaja laki-laki dan perempuan. Kami juga semakin mampu menjaga serta mengenal pribadi kami masing-masing, baik dari segi mental maupun fisik. Semua hal yang kami pelajari selama dua hari itu tentu sangat bermanfaat. Sesi tanya jawab juga menjadi hal yang berkesan karena banyak sekali pertanyaan yang para siswa berikan dan tentunya dari rasa keingintahuan kami. Berkat para narasumber yang mau menjawabnya dengan runtut, jelas, dan mudah dimengerti, kami dapat memahaminya dengan lebih baik dan menambah wawasan baru. 
Selengkapnya
PELATIHAN DASAR BADAN PENGURUS OSIS SMP SANTA URSULA BSD MASA BAKTI TAHUN 2024
Posted: 2024-03-04 | By: Gwen Tiffany Anabelle Marbun VIII-E/17
Kamis, 1 Februari 2024 hingga Sabtu, 3 Februari 2024, Badan Pengurus (BP) OSIS SMP Santa Ursula BSD mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan keorganisasian. Pelatihan BP OSIS ini dilakukan agar para pengurus dapat belajar menjalankan organisasi dengan baik serta mewujudkan visi dan misi OSIS SMP Santa Ursula BSD. Hari pertama pelatihan dilakukan di luar ruangan. Hari kedua dan ketiga proses kegiatan dilakukan di dalam ruangan. Tiga hari kegiatan diawali dengan minum teh bersama di selasar Auditorium Santa Ursula BSD. Setelah itu, dilanjutkan dengan berkumpul di ruang aula auditorium untuk berdoa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kegiatan juga diakhiri juga dengan doa bersama dan menyanyikan lagu Serviam. Pelatihan OSIS merupakan hal yang baru bagi sebagian besar dari kami. Awalnya kami merasa kurang tahu dan mengerti tentang apa yang akan dan perlu dilakukan. Berbagai perasaan seperti takut dianggap aneh, sok akrab, dan canggung untuk berbaur dengan anggota lain yang belum terlalu dekat dengan kami pun muncul. Kami perlu belajar untuk beradaptasi dengan lingkungan dan kebiasaan yang berbeda dengan biasanya.Pada hari pertama, kami memperluas wawasan tentang dasar/teori berorganisasi dan melakukan simulasi rapat yang pastinya perlu dilaksanakan juga saat proses berorganisasi sebenarnya. Kami mulai mengenal lebih dalam sesama anggota pengurus melalui kegiatan di luar ruangan, atau yang disebut dengan kegiatan team building. Sebelum kegiatan itu, kami mendapatkan beberapa arahan mengenai struktur BP OSIS, tanggung jawab kami sebagai pengurus OSIS, serta tugas pengurus masing-masing. Kegiatan dilanjutkan dengan mengisi beberapa pertanyaan dari dua buah buku yang diberikan serta membentuk kelompok untuk aktivitas di luar ruangan. Selain itu, kami melakukan tiga simulasi dalam kelompok kecil dan satu simulasi kelompok besar, yang mencakup seluruh BP OSIS 2024. Simulasi-simulasi tersebut membutuhkan kekompakan dan komunikasi antar anggota, serta kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan misi yang diberi batasan waktu pengerjaan. Walaupun awalnya beberapa dari kami masih sedikit segan untuk berbicara aktif dan terbuka dalam bekerja sama, saat simulasi pertama dimulai, ternyata kami dapat menyambut satu sama lain dengan baik. Perlahan-lahan kami semua mulai berani untuk berbicara dan mengutarakan pendapat dan gagasan masing-masing. Simulasi pertama disebut dengan Chocolate River. Setiap kelompok perlu menyeberang dari titik awal ke titik akhir dengan menggunakan 7-8 buah potongan kain berbentuk persegi. Hanya kain tersebut yang boleh menyentuh ‘sungai coklat’ dan perlu disentuh oleh minimal 1 bagian tubuh dan maksimal 2 bagian tubuh. Dari simulasi ini, kami belajar untuk berkomunikasi secara efektif dan memiliki daya juang yang tinggi walaupun apa yang terjadi mungkin tidak sesuai dengan harapan. Selain itu, kami juga belajar untuk berpikir kritis dan memperhitungkan segala keputusan yang akan dijalankan. Simulasi kedua adalah Pampers Pole Jump. Simulasi ini yang paling berkesan bagi saya karena merupakan suatu hal baru yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Masing-masing dari kami perlu memanjat sebuah bambu tebal dengan tinggi 5-6 meter, yang diposisikan secara vertikal dan diberi pijakan. Setelah sampai di puncak, kami perlu menyentuh sebuah bola lalu melompat ke bawah dengan keadaan tetap menggunakan tali pengaman tubuh. Untuk menjaga keseimbangan bambu tersebut, anggota kelompok yang sedang tidak memanjat perlu membagi tugas untuk menarik tali dari 4 arah agar posisi bambu tetap berdiri tegak. Dari simulasi kedua kami belajar untuk percaya pada kemampuan yang dimiliki diri sendiri, percaya dengan sesama anggota tim, berani mencoba hal baru serta cara berkomunikasi dengan efektif dan efisien.  Simulasi ketiga adalah sliding ball, dimana setiap kelompok perlu memasukkan bola sebanyak-banyaknya ke keranjang yang telah disediakan dengan menggunakan pipa-pipa kecil yang terbelah dua dan diberi tali pada bagian kiri dan kanannya. Pada simulasi ini kami belajar untuk tetap tenang dalam menghadapi segala situasi dan juga berkomunikasi dengan efektif di waktu yang cukup singkat. Kegiatan terakhir yang kami lakukan adalah permainan menjinakkan bom. Seluruh anggota BP OSIS berpartisipasi dalam kegiatan ini. Terdapat tiga peranan dalam simulasi ini, yaitu pemimpin yang memberikan instruksi, manajer yang menyampaikan petunjuk dari pimpinan ke pemain, dan para pemain yang perlu ‘menjinakkan bom’ dengan mengeluarkan 4 tabung berisi air, dari sebuah area berbentuk bujur sangkar menggunakan alat seadanya. Pada kegiatan terakhir ini, kami mendapat banyak hal dan pembelajaran. Kami belajar bagaimana cara berkomunikasi dan bekerja dengan efektif di tengah situasi yang tidak kondusif. Cuaca saat itu sedang hujan, dan banyak orang yang memiliki pendapat serta opini masing-masing yang belum tentu sesuai dengan petunjuk dari pimpinan yang disampaikan melalui manajer, sehingga kami perlu berlari dan mengkonfirmasi beberapa kali ke para manajer mengenai aturan dan cara menjinakkan bom. Hal kedua yang kami dapatkan adalah kami lebih mengenal diri kami sendiri, apa kekurangan kami yang perlu kami perbaiki dan menjadi evaluasi. Dalam rangkaian kegiatan dua hari selanjutnya, kami pun dilatih untuk mencari cara untuk mengatasi kekurangan yang dimiliki. Simulasi “Menjinakkan Bom” dapat dikatakan berhasil karena pada akhirnya kami berhasil menjinakkan salah satu bom, tapi dalam prosesnya kami mungkin belum sepenuhnya berhasil dalam bersikap kolaboratif dan berpikir kritis, karena kami kurang peka terhadap situasi dan kondisi sekitar yang terjadi.Selain itu, dalam proses berorganisasi maupun keseharian, salah satu hal yang kita terapkan adalah prinsip “PDCA”, yaitu “Plan, Do, Check, Act”. Saat ingin melakukan suatu hal, kita perlu membuat rencana atau strategi awal dahulu, dan mencoba menerapkan strategi tersebut. Lalu, apabila tidak berhasil, kita perlu belajar untuk mengevaluasi strategi, kinerja, maupun diri sendiri. Setelah itu, langkah selanjutnya adalah membuat strategi baru setelah melakukan evaluasi, dan menerapkannya dalam hal yang dilakukan. Prinsip ini sangat bermanfaat dan cukup penting untuk dilakukan, agar kita dapat belajar untuk memperbaiki dan mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi.Pada hari kedua pelatihan, kami sudah mulai  mengenal satu sama lain, dan beradaptasi dengan tanggung jawab kami sebagai bagian dari BP OSIS 2024. Meski begitu, kegiatan di hari kedua ini berbeda dari hari pertama di mana kami menemukan tantangan-tantangan baru yang perlu dihadapi. Pertama, karena kami masih dalam proses belajar mengenai berorganisasi, kami awalnya kurang memahami tugas yang diberikan. Kami juga mengalami kendala dalam membuat skala prioritas faktor-faktor keberhasilan organisasi, terlebih lagi kami perlu berdebat dengan kelompok lain. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, kami mencoba berbagai hal, seperti lebih percaya pada diri sendiri dan gagasan yang dimiliki, serta tidak overthinking.  Dari kegiatan pelatihan di hari kedua, kami belajar banyak hal. Pertama, kami belajar untuk tetap tenang saat berbicara di depan umum dan tidak menunjukkan reaksi berlebihan saat salah berbicara. Lalu, kami juga belajar bahwa seorang pemimpin perlu memiliki wawasan luas. Tak hanya itu, salah satu hal penting yang kami dapatkan adalah belajar cara bersikap dalam diskusi, yaitu tidak boleh keras kepala dan mau menurunkan ego. Terakhir, tentunya kami belajar bagaimana struktur serta cara kerja OSIS secara lebih mendalam lagi.Pada hari ketiga pelatihan OSIS, kami belajar menerapkan semua yang telah kami dapatkan sejak awal pelatihan, terutama ketika melakukan simulasi rapat. Ketika ada masalah yang muncul, kami sudah mulai mengetahui cara menghadapinya secara bersama, baik dalam seksi maupun sebagai suatu satu kesatuan organisasi pengurus, tetapi tetap saja, di setiap proses pastinya ada hal baru yang dapat dipelajari dan di evaluasi. Kami belajar untuk tanggap dalam menyikapi sesuatu, mampu mengatur waktu, dan teliti dalam bekerja. Dari rapat perdana BP OSIS, kami belajar untuk lebih teliti dalam bekerja, mengatur waktu dengan lebih baik, dan memperhitungkan segala masukan dengan baik. Seluruh rangkaian kegiatan pelatihan dari hari pertama hingga terakhir sangat berharga dan saya bersyukur atas kesempatan yang telah diberikan untuk dapat mengikuti pelatihan ini. Saya belajar banyak hal dan telah membangun relasi yang baru sehingga mendapatkan teman baru. Saya belajar untuk berkolaborasi, disiplin, berkomunikasi dengan efektif, percaya kepada diri sendiri maupun tim, bekerja dan melayani dengan semangat dan fokus, membangun relasi yang positif, serta mengevaluasi diri sendiri dan kelompok apabila diperlukan. Pelatihan ini juga membantu saya sadar akan kekurangan yang perlu saya perbaiki dan menjadi evaluasi untuk saya. Melalui pelatihan ini, saya menjadi lebih sabar dan terbuka, lebih kritis untuk berpikir sebelum bertindak, dan juga lebih peka terhadap situasi di sekitar kami. Saya berharap setelah pelatihan ini dapat menjalankan tugas sebagai pengurus BP OSIS 2024 dengan lebih baik dan dapat menjadi contoh yang positif bagi anggota OSIS SMP Santa Ursula BSD lainnya. Saya juga berharap agar BP OSIS tahun ini dapat menjadi organisasi yang terbuka kepada pihak internal maupun eksternal, sehingga dapat berkembang menjadi lebih baik lagi. 
Selengkapnya
Pergerakan Serentak Si Pasukan Pengibar Bendera Di Hari Pahlawan 10 November 2023
Posted: 2023-11-29 | By: -
Selasa pada tanggal 31 Oktober kami dipanggil oleh bu Yati untuk mengikuti pertemuan singkat di istirahat kedua. Kami ditunjuk sebagai pasukan pengibar bendera untuk upacara Hari Pahlawan 10 November. Siangnya kami melakukan latihan PBB singkat namun hanya berlatih menyamakan tempo. Keesokan harinya kami menuju lapangan untuk berlatih PBB lebih lanjut dan pembagian peran. Kami berlatih kurang lebih selama 12 hari. Masa-masa latihan merupakan hal yang sangat menyenangkan. Berlatih bersama teman-teman dan bekerjasama untuk membangun keserasian. Meskipun begitu, pasti ada lelahnya setiap hari. Terkadang, ada juga yang berhalangan karena jadwalnya yang tidak sesuai, dan lain-lainnya. Seiring dengan latihan-latihan setiap hari, ada yang sudah mulai sakit, tetapi masih memaksa untuk melanjutkan latihan. Hal itu terjadi karena kita menikmati masa-masa latihan kami. Setelah berminggu2 akhirnya kami tiba di hari-h dimana kami mengadakan upacara. Banyak yang gugup dan lain sebagainya, tetapi kami coba menjadi paskibra yang profesional sehingga kami menenangkan diri kami masing-masing. Setelah selesai pengibaran bendera, sebenarnya ada kesalahan yang terjadi, namun kami mencoba untuk menghiraukannya. Dalam proses upacara, ada salah satu dari kami yang mendadak berkunang-kunang parah dan pusing, sehingga dia berhenti sejenak untuk duduk dan menenangkan diri. Setelah itu, semua pasukan aman. Pada akhir upacara, kami sangat amat lega. Semua keluh kesah kami keluarkan setelah itu, pusing, kunang-kunang, pegal, dan lain-lain. Hal yang paling menyenangkan juga pada saat hampir semua petugas upacara diberi es teh manis untuk meningkatkan energi dan gula yang ada pada teh. Semua serentak menghela nafas disambi dengan menikmati es teh manis yang diberi. Sungguh pengalaman yang menyenangkan. Hari-h upacara kami sepasukan merasa tegang sekali. Detak jantung berdegup kencang dan perasaan kami campur aduk. Kami semua semangat bertugas namun takut membuat kesalahan. Akhirnya pengibaran bendera dilakukan. Terjadi sedikit masalah saat mengikat bendera namun semua masalah dapat diselesaikan dengan sigap dan semua berjalan dengan lancar. Meskipun telah selesai mengibar bendera kami tetap merasa tegang, bahkan sampai ada yang mual. Kami semua baru merasakan kelegaan, kebanggan, dan kebahagiaan yang luar biasa setelah selesai upacara. Momen - momen bersama kami selama latihan dan upacara tidak akan pernah terlupakan
Selengkapnya
WASABI : Waktu Sanurian Berekspresi
Posted: 2023-11-29 | By: Natania Nalini Dewanto IX-A/29 Franceline Alicia Wirharjanto IX-B/15 Caecilia Keira Wen IX-C/10 z | Dokumentasi (cr : Nathan 9E)
Puluhan anak berkumpul setelah bel istirahat berbunyi. Telinga mereka disambut alunan musik ketika memasuki hall. Tangan yang masih memegang makanan maupun peralatan ekstrakurikuler, bukan alasan bagi mereka untuk tidak berkumpul bersama di hall menikmati pertunjukan. Banyak yang bernyanyi maupun banyak yang diam takjub menikmati. Itulah “Waktu Sanurian Berekspresi” atau “Wasabi”.“Waktu Sanurian Berekspresi” atau “Wasabi” adalah program kolaborasi antara Seksi Kesenian Presidium SMP Santa Ursula BSD 2023 dengan Presidium SMA 2023. Program ini berupa pertunjukkan musik yang diadakan pada hari Sabtu setiap bulan. SMP hadir memeriahkan acara pada hari Sabtu minggu kedua, dan SMA pada minggu keempat.“Wasabi” selalu diawali dari proses pendaftaran, kemudian dilanjutkan dengan proses seleksi dari peserta didik yang sudah mendaftar di kegiatan “Wasabi”. Proses seleksi ini  dilakukan oleh Seksi Kesenian. Setelah melalui proses seleksi, bagi peserta didik yang terpilih untuk menjadi talent di kegiatan “Wasabi” akan di briefing mengenai jadwal latihan, tata tertib, timeline dari “Wasabi” pada bulan tersebut, dan sebagainya. Tentunya untuk memberikan penampilan serta  mengekspresikan diri mereka dengan sebaik mungkin, seluruh talent kegiatan “Wasabi” melakukan latihan baik di sekolah maupun di luar sekolah. Latihan yang dilakukan di lingkungan sekolah berada dalam pengawasan panitia dari kegiatan “Wasabi” atau Seksi Kesenian itu sendiri. Melalui proses berlatih ini, talent kegiatan “Wasabi” bukan hanya dapat menyempurnakan penampilan yang akan mereka berikan. Namun juga belajar untuk terbuka terhadap pendapat, kritik, dan saran yang membangun, serta manajemen waktu dan mengatur skala prioritas mereka sebagai talent di kegiatan “Wasabi” maupun pelajar. Selain itu, melalui proses tersebut peserta didik juga mendapatkan berbagai nilai-nilai hidup, terutama 10 nilai Santa Ursula  seperti nilai penghargaan, daya juang, kepekaan, tanggung jawab, kemandirian, dan sebagainya.Setelah berproses dalam latihan, para talent akan melaksanakan dua kali check sound  sebelum pelaksanaan “Wasabi”di hari-H. Setelah semua persiapan sudah matang, maka akan dimulai “Wasabi”. Belakang panggung, tempat dipenuhinya keringat, teriakan, maupun tangisan menjadi saksi dari “Wasabi” ini. Tempat tersimpannya sejuta perasaan ini menjadi tempat kami maupun para talent berkembang dan bertumbuh bersama.“Wasabi” terdapat sekitar 3 sampai 4 penampilan. Dalam sehari dapat dipenuhi oleh talent SMP, talent SMA, maupun kolaborasi. Semua penonton nyanyi dengan riang sambil menikmati waktu istirahat mereka. Dalam semua euforia ini, juga masih ada teman-teman ekstrakurikuler fotografi yang bekerja keras mengabadikan momen-momen ini.Berikut adalah salah satu cerita talent kami yang mengikuti “Wasabi” bernama Nayo/VII-D. Ia bercerita bahwa pengalaman “Wasabi” kemarin sangat membangkitkan rasa kepercayaan dirinya dan menjadi sebuah ajang bagi dirinya menjadi seorang “superstar”.Sayangnya, program “Wasabi” pada tahun 2023 sudah berakhir, ditandai dengan “Wasabi” terakhir pada 18 November 2023. Pada “Wasabi” itupun kami Seksi Kesenian mempersembahkan sebuah lagu sebagai ucapan terima kasih dan pamit. Sekian dari kami Seksi Kesenian 2023, besar harapan kami agar “Wasabi” ini dapat terus dilanjutkan dan berkembang di pengurusan berikutnya sehingga menjadi sebuah wadah bagi siswa mengembangkan jiwa seni mereka. 
Selengkapnya
Pengalaman Mengikuti Program Wasabi
Posted: 2023-11-29 | By: Celia Aiko Handoko VIII-B/8, Ignatius Kensho Talendralim VIII-B/20, Jeane Marisca Putri Anggriyanto VIII-B/23, Regina Ivanka Yudistira VIII-B/33, Micah Jody Dharma VIII-E/26
Wasabi merupakan program yang dibuat oleh Seksi Kesenian Presidium SMP-SMA Santa Ursula BSD. Wasabi adalah singkatan dari “Waktu Sanurian Berekspresi”. Dalam program ini, peserta didik atau guru SMP-SMA Santa Ursula BSD diberi ruang dan kesempatan untuk menunjukan keterampilan dan bakatnya dalam bermusik, bernyanyi, atau menari dalam bentuk kelompok yang terdiri dari maksimal 5 orang. Program ini dilaksanakan pada setiap hari Sabtu minggu kedua dan keempat pada saat jam istirahat. Lokasinya berada di hall SMP-SMA Santa Ursula BSD. Wasabi sudah dilaksanakan dari bulan September sampai bulan November ini adalah yang terakhir.Saat pertama kali mendengar program ini, kami sangat antusias untuk mendaftar. Mula-mula kami membentuk band yang terdiri dari Celia VIII-B, Kensho VIII-B, Jeane VIII-B, Ivanka VIII-B, dan Micah VIII-E. Dalam program Wasabi ini, semua instrumen harus dimainkan oleh siswa-siswi sendiri dan tidak boleh mengambil dari platform musik apapun. Disini kami membagi beberapa peran, yaitu Celia dan Jeane akan bernyanyi, Ivanka dan Kensho bermain gitar, dan Micah bermain keyboard. Kami sempat ingin mendaftar beberapa kali, namun merasa ragu-ragu sehingga tidak jadi mendaftar. Kami pertama kali ingin mendaftar pada bulan September untuk Wasabi bulan Oktober. Namun, kami tidak jadi karena lupa dan ternyata sudah melewati batas waktu pendaftarannya. Bulan selanjutnya, kami kembali hampir mendaftar dan tidak jadi lagi karena kami merasa belum siap dan mengalami beberapa kendala lainnya. Pada kesempatan berikutnya, kami mendengar bahwa akan diadakan Wasabi terakhir dan belum tentu akan diadakan lagi. Oleh karena itu, kami tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan langsung mendaftar.Dari sekian pendaftar, kami lolos untuk tampil di Wasabi yang dilaksanakan pada Sabtu, 18 November 2023. Sebelum sampai hari pelaksanaan, kami mengikuti rangkaian proses persiapan. Kami berlatih dengan meminjam kelas yang diawasi oleh seksi kesenian. Kami berlatih sebanyak dua kali pada hari Senin, 13 November 2023 dan Selasa, 14 November 2023 sepulang sekolah. Keesokan harinya, kami melakukan checksound bersama dengan kelompok band yang lainnya. Kami disaksikan oleh anggota seksi kesenian. Pada saat melakukan checksound, kami tampil selayaknya pada hari pelaksanaan nanti. Tiba hari Sabtu, 18 November 2023. Pagi sebelum ekstrakurikuler pertama dimulai, kami melakukan checksound terakhir sebelum nantinya akan perform. Saat giliran kami untuk checksound, kami mengalami sebuah kendala dengan gitar yang akan digunakan oleh Kensho. Kendala terdapat pada amplifier yang akan digunakan sehingga suaranya tidak dapat keluar dengan sempurna. Pada akhirnya kami memutuskan untuk meminjam gitar milik teman yang juga akan tampil di hari itu. Saat waktu istirahat tiba, kami segera berkumpul di hall SMP-SMA Santa Ursula BSD. Kami merasa deg-degan dan gugup, namun sekaligus penuh semangat. Suasana hall sangatlah ramai dan penuh dengan antusiasme siswa-siswi dan teman-teman kami yang menonton. Kami berhasil melaluinya dengan baik, lagu yang kami tampilkan bertajuk “Jadi Kekasihku Saja” oleh Keisya Levronka. Kami merasa sangat lega dan bangga setelah kami tampil. Terlebih mendengar antusias penonton saat ikut bernyanyi dan tepuk tangan. Kami sangat bersyukur karena semua hal berjalan dengan lancar, kami juga sangat bahagia karena dapat melihat dan mendengar semua peserta didik dan guru ikut bernyanyi serta dukungan dari teman-teman kami. Selama menjalani rangkaian proses ini, tentu kami mengalami beberapa kendala. Contohnya adalah dalam berlatih memainkan lagu yang kami pilih di instrumen. Butuh waktu cukup banyak untuk melatihnya dan terkadang saat akan menyanyikan dari awal sampai akhir tersendat karena belum lancar. Selain itu, kami juga tidak memiliki gitar yang dapat disambungkan ke amplifier sehingga akhirnya kami harus meminjam dari teman lain. Kami merasa senang dan bangga bisa menjadi bagian dari program Wasabi ini. Meskipun tidak luput dari adanya kendala selama persiapan, kami berhasil menghadapi tantangan tersebut dengan baik dan dapat dinikmati oleh orang lain. Bagi kami, program Wasabi tidak hanya memberikan kami kesempatan untuk mengekspresikan diri melalui bermain musik dan bernyanyi, tetapi juga membantu memperkuat rasa kebersamaan dan kerjasama dalam sebuah kelompok. Program ini menjadi kenangan yang spesial dan berharga bagi kami. Kami merasa bersyukur telah memutuskan untuk mendaftar dan berpartisipasi dalam program Wasabi. Program Wasabi mengajarkan kami banyak hal termasuk kepercayaan diri untuk tampil di depan orang banyak. Kami harap, kami dapat memberikan kesan dan kenangan yang indah bagi para penonton sebagai salah satu kelompok yang tampil dalam Wasabi paling terakhir ini.
Selengkapnya
Pengalaman Lomba Mural
Posted: 2023-11-28 | By: Maika/IX-A, Alicia/IX-B, Chika/IX-C, Michiko/IX-D, Metta/IX-E
 Kalian tahu tidak, SMP Santa Ursula BSD memenangkan juara peringkat kedua pada lomba menggambar mural di acara SYNC 2023 Comeback St. John BSD, lho! Penasaran tidak dengan cerita kami? diliterasi kali ini, kami akan ceritakan semua pengalaman kami nih, mulai dari awal kami diumumkan akan mengikuti lomba sampai pengumuman pemenang. Selamat membaca! Pada 18 Agustus 2023, di tengah-tengah jam pelajaran ke-5, Guru mata pelajaran seni kami yaitu Pak Kris, memanggil kami berlima satu-per-satu lalu kami diajak mengobrol di depan ruang guru. Pak Kris memberi tahu kami bahwa dari setiap kelas dari angkatan 29 dipilih satu perwakilan untuk mewakili SMP Santa Ursula BSD untuk mengikuti lomba mural di sekolah St. John BSD, dan ternyata kami berlima yang terpilih. Kami berlima sangat terkejut dan bingung saat mendengar hal itu, bahkan ada dua diantara kami yang tidak tahu adanya lomba mural itu. Kami diberitahukan bahwa tema dalam lomba mural ini adalah “Art Beyond AI”. Setelah selesai, kami semua kembali ke kelas masing-masing dalam keadaan masih sangat bingung dan tidak percaya diri. “Padahal di kelasku ada yang lebih jago melukis daripada aku, lho!” Ini adalah kata-kata yang merupakan reaksi pertama kami di saat itu. Setelah itu, kami melakukan pertemuan bersama pak Kris di sekolah untuk membahas mengenai konsep dalam lomba mural ini. Kami mencari beberapa inspirasi di media sosial untuk dijadikan sebagai ide dalam membuat konsep untuk mural. Kami sempat kebingungan karena terdapat banyak sekali ide yang bermunculan dari media sosial maupun dari kelompok. Pada akhirnya, kami menemukan ide yang tepat untuk dijadikan konsep mural kami. Namun, tidak berhenti di situ, setelah  menemukan konsep yang menurut kami sesuai, kami  melakukan zoom meeting pada tanggal 25 Agustus 2023. Di dalam zoom meeting tersebut, kami berusaha untuk memvisualisasikan konsep kami ke dalam aplikasi jamboard. Akhirnya, kami pun berhasil mendapatkan beberapa cara untuk menuangkannya ke dalam kertas. Pada 30 Agustus 2023, kami pun memutuskan untuk berkumpul di Kokoho setelah pulang sekolah untuk mulai membuat sketsa lukisan mural yang akan kami buat. Awalnya kami sedikit kesulitan untuk mengaplikasikan ide kami ke dalam kertas. Namun, kami tetap berusaha untuk memanfaatkan waktu secara efektif. Kami dapat menghasilkan sketsa kasar seiring berjalannya proses menggambar sketsa, kami juga bertanya kepada Pak Kris melalui WhatsApp Group apakah ada saran atau masukan untuk sketsa yang telah dibuat.H-1 lomba, kami  kembali bertemu di Kokoho untuk menyelesaikan sketsa lukisan mural kami agar bisa segera dikirimkan ke panitia lomba mural. Di hari yang sama kami juga membeli perlengkapan yang dibutuhkan untuk lomba mural karena ada beberapa warna yang belum ada di sekolah. Untungnya perlengkapan yang kami perlukan tersedia di toko yang berada di dekat sekolah, sehingga kami dapat membeli perlengkapan yang kami butuhkan dan kembali ke Kokoho untuk menyelesaikan sketsa kami.Pada 2 September 2023 lomba lukis mural diadakan, kami pergi ke sekolah untuk berkumpul dan akan pergi bersama-sama ke St. John BSD. Kami berkumpul pada pukul 07.20 WIB. kemudian berangkat pada pukul 07.30 WIB. Kami tiba di St. John BSD pada pukul 07.35 WIB. dan kami bersiap-siap untuk mengikuti lomba dengan mengeluarkan perlengkapan yang diperlukan untuk kegiatan lomba yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Pertama kami mulai dengan menggambar sketsa dasar di kayu triplek yang sudah disediakan oleh panitia. Proses ini cukup  memakan waktu kurang lebih sekitar  2 jam, keterbatasan waktu tersebut membuat kami hanya memiliki waktu  3 jam untuk melukis sketsanya. Namun, hal yang membuat kami takut adalah mayoritas dari kami belum memiliki banyak pengalaman melukis mural dan melukis menggunakan cat acrylic. Meskipun terdapat kendala, kami tetap merasa lega karena kami sudah berusaha dan melakukan yang terbaik, serta berhasil menyelesaikan mural dengan tepat waktu.Pemenang dari lomba mural diumumkan pada tanggal 6 September 2023. Selama 4 hari menunggu, kami berlima sangat antusias namun diselimuti juga dengan rasa takut. Kami tahu bahwa ini adalah pengalaman pertama kami membuat mural secara berkelompok pada papan triplek, kami menyadari hasilnya masih kurang optimal. Hal ini membuat kami  takut  karena kami tidak ingin mengecewakan Pak Kris, sekolah dan teman-teman yang telah mendukung kami. Walaupun terlihat mustahil bagi kami, kami tetap berharap meraih juara. Pagi hingga siang berlalu dan kami semua antusias menunggu direct message dari panitia lomba yang mengumumkan pemenangnya. Kami menunggu hingga malam, namun masih belum ada informasi apapun. Di saat antusiasme kami mulai goyah, pada pukul 20.34 WIB, kami mendapat informasi bahwa kami adalah salah satu pemenang lomba mural dan kami diundang mengikuti acara penutupan. Kami sangat terkejut dan senang sekali, kami tidak menyangka dapat meraih juara pada perlombaan ini.Kalender telah menunjukan tanggal 9 September 2023, yaitu hari dimana SYNC Comeback 2023 akan ditutup. Pada pukul 4 sore kami mulai berkumpul di St. John BSD. Saat sudah waktunya untuk pengumuman pemenang dari setiap kategori lomba, hati kami kembali berdebar-debar. Pembawa acara pun menyebut dengan lantang “Sekarang akan diumumkan pemenang dari lomba mural tingkat SMP”. Jujur saja kami sudah yakin akan mendapatkan juara 3, melihat karya-karya dari sekolah lain yang memang terlihat lebih berpengalaman dari pada kami. Ternyata tidak sesuai ekspektasi kami, justru nama sekolah lain yang disebut sebagai juara 3 spontan kami berteriak-teriak saking senangnya mengetahui bahwa ternyata kami mendapat peringkat yang lebih tinggi dari yang kami kira. Akhirnya kami mendengar pembawa acara mengatakan “Juara 2 berhasil diraih oleh….SMP Santa Ursula BSD”. Kami tidak dapat menahan kebahagiaan kami dan dengan penuh rasa bangga, kami menaiki panggung mengambil piala dan juga sertifikat lomba, kami tersenyum lebar karena sadar bahwa kami berhasil mengharumkan nama sekolah kami, SMP SANTA URSULA BSD.Dari pengalaman ini, kami dapat belajar untuk memiliki daya juang yang tinggi, bekerjasama dalam kelompok, dan saling menghargai serta saling mendukung satu dengan yang lainnya. Proses dari awal hingga akhir tentunya tidak mudah, seperti yang teman-teman lihat, terdapat banyak trial dan error yang harus kami lalui terlebih dahulu untuk mencapai titik keberhasilan ini. Meskipun begitu, kami tetap memiliki tekad yang kuat untuk berusaha dalam menyusun konsep mural, membuat sketsa, menentukan warna, hingga saat mengikuti lomba. Selama berproses, kami tetap berdiskusi secara online maupun offline agar bisa menghasilkan  karya yang menarik dan indah dengan kreativitas kami. Puji Tuhan, segala usaha yang telah kami kerahkan bisa membuahkan hasil yang memuaskan. Semua ini juga dapat terwujud berkat banyaknya dukungan dari guru-guru kami, terutama Pak Kris, dan teman-teman serta orang tua kami. Kami sungguh bersyukur atas banyaknya dukungan yang kami terima seiring berjalannya proses lomba kami. Selain itu, kami juga belajar untuk saling menghargai satu dengan yang lain, baik dalam berpendapat, menggunakan waktu sebaik mungkin serta semakin menghargai orang tua yang sudah mengantar kami untuk bertemu teman-teman dalam persiapan perlombaan.Sebelum kami mengakhiri sharing pengalaman ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah yang sudah memberikan kesempatan kami mengikuti lomba lukis mural, kepada Pak Kris yang sudah membimbing, dan mendampingi selama kami berproses dalam persiapan lomba mural, sehingga kami berhasil menghasilkan karya yang dapat mengharumkan nama SMP Santa Ursula BSD di luar sana. Tentunya kami juga tidak akan lupa untuk berterimakasih kepada teman-teman semua dan juga orang tua kami yang sudah mau mendukung kami dari awal hingga akhir. Semoga pengalaman kami ini dapat menginspirasi teman-teman semua untuk berani keluar dari zona nyaman dan percaya diri akan bakat-bakat kalian, terima kasih. 
Selengkapnya
Pengalaman Pembelajaran Sistem Gerak
Posted: 2023-10-27 | By: Ignatius Kensho Talendralim 8B/20 | Irenio Rafael Sompie 8B/21
Pada saat mempelajari materi sistem gerak, kami diberikan tugas untuk mengeksplorasi fleksibilitas otot dalam seni bela diri  pada hari Kamis tanggal 31 Agustus 2023. Setelah mengeksplorasi, kami diberikan tugas untuk memilih tiga gerakan dari bela diri yang dipilih sebelumnya untuk dilatih dan dianalisis cara kerja ototnya secara sinergi dan antagonis. Selanjutnya pada hari Senin, 11 September kami menuju ruang serbaguna untuk presentasi sekaligus mempraktikkan bela diri kami. Kami juga diberikan opsi untuk melakukan bela diri secara berpasangan. Sembari menunggu giliran, kami berlatih agar saat presentasi gerakan bisa berjalan dengan lancar. Kami juga berinisiatif membuat gerakan kombinasi agar presentasi terlihat lebih variatif.Saat pertama kali diberikan tugas ini, kami merasa biasa saja karena yang ada dalam pikiran hanya tugas PJJ biasa, tetapi kami terkejut karena di pertemuan selanjutnya diminta untuk praktik. Kami merasa senang dan bangga setelah melakukan praktik sistem gerak ini karena cukup lancar dan kami sudah menampilkan yang terbaik.Materi ini dapat bermanfaat untuk pertahanan diri karena secara tidak langsung kami sedang mempelajari ilmu bela diri saat pembelajaran ini berlangsung. Bela diri adalah seni untuk mempertahankan diri bukan untuk membahayakan orang lain, sehingga dibutuhkan kesadaran dalam diri kita masing-masing untuk tidak menyalahgunakannya. Cara pembelajaran seperti ini cukup unik dan menarik, sekaligus lebih efektif. Kami dapat lebih dimengerti karena dapat melakukan praktik secara langsung dibandingkan hanya membaca pada buku atau menonton video. Pembelajaran ini juga membutuhkan persiapan yang matang sebelum melakukan praktik.
Selengkapnya
Pengalaman Berlomba Mobile Legends di Abdi Siswa Cup XIII
Posted: 2023-10-27 | By: Matthew Dwyane Dwiartono IXD/29
ulan Agustus 2023, perwakilan dari tim esports SMP Santa Ursula BSD diumumkan akan mewakili sekolah di Abdi Siswa Cup XIII dalam ajang Mobile Legends yang diadakan Sekolah Abdi Siswa Patra. Perwakilan dari tim esports SMP Santa Ursula BSD adalah Marcio IX-A, Hosea IX-A, Jevan IX-A, Brenda IX-D, Matthew IX-D, dan Jouvin IX-E. Lomba tersebut berlangsung pada tanggal 22-29 September 2023.Rabu, 20 September 2023 saya dan Marcio menghadiri technical meeting yang diadakan di Sekolah Abdi Siswa Patra pada pukul 13:00. Dalam acara tersebut, kami mendapatkan beberapa informasi tentang perlombaan yaitu jadwal lomba, aturan perlombaan, dan pembagian grup pertandingan. Kami diumumkan akan bertanding hari Sabtu, 23 September 2023 secara offline atau hadir ke Sekolah Abdi Siswa Patra.Sabtu, 23 September 2023 kami akan menjalani babak grup dan hari Senin, 25 September sampai dengan Selasa, 26 September 2023 kami bertarung di babak gugur jika kami lolos dari babak grup. Ada 20 tim yang terbagi menjadi 4 grup, beberapa sekolah mengirim 2 perwakilan untuk sekolah mereka. Kami tergabung di grup B bersama dengan peserta dari SMP Abdi Siswa Patra A, SMP Notre Dame Jakarta A, SMP Abdi Siswa Aries B, dan SMP Notre Dame Jakarta B. Kami perlu mengamankan posisi 2 teratas untuk mendapat tiket agar lolos ke babak gugur.Sabtu, 23 September 2023 pukul 13:45 saya bersama tim bertanding di fase grup. Kami bertanding secara online dari rumah masing-masing menggunakan aplikasi discord. Pertandingan pertama dimulai pada pukul 13:45. Setelah pulang dari kegiatan ekstrakurikuler, kami langsung pulang agar bisa mempersiapkan diri sebelum pertandingan dimulai. Pada saat pertandingan discord kami diwajibkan menyalakan kamera dan menyalakan mikrofon selama pertandingan berlangsung untuk mencegah kecurangan yang terjadi.Setiap kemenangan yang kami peroleh akan menghasilkan 3 poin dan jika kalah kami tidak mendapatkan poin. Kemudian kami bertanding sebanyak 4 kali. Dalam pertandingan tersebut, kami berhasil memenangkan setiap pertandingan dan menjadi pemuncak klasemen. Oleh karena itu, kami berhasil mengamankan tempat di fase gugur. Setelah selesai bertanding pada hari itu, kami melakukan evaluasi tentang strategi yang akan kami terapkan di fase gugur dan mematangkan persiapan tim.Senin, 25 September kami pergi ke Abdi Siswa Patra. Suasana cukup ramai dan banyak stand makanan di sana. Banyak juga lomba lain yang sedang berlangsung seperti basket, futsal, modern dance, dsb. Kami bertanding di perempat final melawan peserta dari SMPK Sang Timur Tomang. Hal ini menjadi masalah bagi kami karena tim lain sudah mendapat pengalaman bertanding secara langsung pada saat fase grup. Namun, bagi kami hal ini menjadi pengalaman pertama mengikuti pertandingan secara langsung dalam Abdi Siswa Cup. Sebelum pertandingan ini berlangsung, kami merasa sangat gugup. Dalam pertandingan ini, kami berhasil menang secara mudah dengan skor 2-0. Kami merasa sangat senang karena bisa mendapat kemenangan tanpa balas.Sebelum melanjutkan ke pertandingan selanjutnya, kami diberi evaluasi dari coach David selaku pendamping dan pelatih esport di sekolah kami. Coach David mengevaluasi tentang kesalahan kami dalam bermain dan memberi persiapan sebelum kami bertanding di semifinal. Kemudian, di hari yang sama kami harus memperebutkan tiket final melawan SMA Tarsisius II. Namun, kami kalah dengan skor 0-2. Hal itu dikarenakan,  mereka lebih dewasa dari segi mental dan fisik. Hal ini juga membuktikan bahwa kami masih jauh dari kata sempurna. Kami juga mengalami masalah internal, dimana ada perbedaan pendapat di antara tim esport SMP Santa Ursula BSD. Kami bermain dengan sangat buruk dan banyak miskomunikasi yang terjadi. Pada malam di hari yang sama kami melakukan evaluasi dan penguatan dari Coach David untuk persiapan perebutan juara 3 yang akan kami laksanakan besok harinya.Selasa, 26 September 2023 kami menuju Abdi Siswa Patra untuk memperebutkan juara III. Semangat kami pada saat itu sangat membara. Suasana di Abdi Siswa Patra sangat ramai, banyak peserta yang datang dari berbagai sekolah untuk bertanding di lomba tersebut. Sebelum kami bertanding, kami makan terlebih dahulu untuk mengisi tenaga. Kami mengubah susunan pemain dengan memainkan Marcio menggantikan Brenda untuk melawan peserta dari SMA Santo Leo. Pertandingan tersebut berjalan sesuai yang kami harapkan. Kami bermain dengan rapi dan berhasil memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 2-0. Oleh karena itu, kami berhasil mendapat juara III. Kami bersyukur karena sudah diberi kesempatan untuk bertanding dan membawa nama sekolah. Meskipun mendapatkan juara III, kami tetap bersyukur karena bisa mendapat pengalaman ini. Awalnya kami berpikir di lomba ini hanya akan mendapatkan nilai kerja sama dalam tim. Akan tetapi, pada kenyataannya kami belajar banyak nilai-nilai yang sangat berharga diantaranya nilai daya juang, kerja sama, disiplin, dan penghargaan. Banyak kejadian yang menguji kekompakan kami dalam bekerja sama. Ada juga masalah internal yang terjadi selama kami bertanding, tetapi dapat diselesaikan bersama-sama sebagai satu tim. Kami belajar untuk menghargai musuh yang menjadi lawan. Saya berharap jika kami diberi kesempatan untuk bertanding lagi kami akan mencoba untuk memperoleh hasil yang lebih baik.
Selengkapnya
Etika Bermedia Sosial
Posted: 2023-10-13 | By: Melania Devika Arsanti VIII A/26
Jumat, 6 Oktober 2023, siswa-siswi kelas VIII dan IX SMP Santa Ursula BSD mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan bersama wartawan KOMPAS. Sosialisasi ini bertema “Etika Bermedia Sosial.” Di kelas VIIIA, kami bertemu dengan Kak Roro sebagai pembicara pada kegiatan kali ini. Kak Roro atau yang memiliki nama lengkap Roro Ajeng Sekar Arum, berprofesi sebagai Digital Strategist dan Content Writer. Ia tertarik dengan dunia sastra sejak ia kecil dan memutuskan untuk menjadikan tulisannya sebagai media ekspresinya. Di zaman sekarang, siapa sih yang tidak punya media sosial? Di Indonesia sendiri, sudah ada 167 juta pengguna media sosial. Terdapat juga 353 juta koneksi sinyal ponsel yang di mana, setiap orang dapat memiliki lebih dari satu akun. Tingginya pengguna media sosial meningkat ketika masa pandemi. Semua masyarakat pasti membutuhkan media sosial untuk berkomunikasi di tengah pandemi. Komunikasi merupakan salah satu pentingnya media sosial di zaman ini. Media sosial juga berfungsi sebagai tempat mendapatkannya informasi terbaru. Hal tersebut membuat pengguna media sosial menjadi lebih peka akan kondisi dan isu-isu terbaru. Dengan adanya media sosial, setiap orang bisa mengekspresikan diri mereka di media sosial atau dengan kata lain media sosial adalah ruang ekspresi. Berapa lama kalian bermain atau menggunakan gadget dan bermain media sosial? Media sosial sendiri memiliki efek yang dapat mengganggu kehidupan sehari hari. Terlalu lama bermain media sosial dapat menimbulkan masalah kecanduan konten maupun tren. Nah, terdapat juga istilah tsunami konten yang bermakna munculnya konten-konten yang diminati atau tidak diminati. Konten-konten tersebut dapat muncul karena adanya algoritma dari media sosial. Selain itu, keamanan dan privasi data merupakan hal yang sangat perlu dijaga jika memiliki akun di media sosial. Kita dapat memilah data yang ingin dibagikan ataupun tunjukan. Media sosial digunakan oleh banyak orang. Setiap pengguna bebas memposting apa yang mereka ingin posting. Pernahkah kalian mendengar atau membaca kata flexing? Kata tersebut sering diartikan sebagai perilaku seseorang yang memamerkan hartanya di media sosial atau lebih singkatnya adalah pamer. Flexing juga bisa diartikan sebagai sikap orang yang tidak memiliki empati. Orang tersebut dengan seenaknya memposting keadaannya yang jauh lebih baik atau enak dari pada orang lain. Hal ini juga merupakan efek dari media sosial.Berita bohong merupakan permasalahan yang marak terjadi di media sosial. Untuk dapat membedakan berita asli dan hoaks terdapat beberapa tips. Pertama, ketika kita membaca judul berita tersebut, kita jangan langsung percaya. Kita dapat memverifikasi informasi tersebut dengan mencari sumber fakta dari media yang kredibel. Lalu, kita harus memahami perasaan kita ketika membaca berita tersebut. Berita bohong atau hoaks biasanya dapat dengan mudah membuat kita marah ataupun kesal. Kemudian, jika terdapat foto atau video, kita dapat menggunakan situs image.google.com untuk memverifikasi kebenarannya. Jangan lupa untuk melihat tanggal publikasi berita tersebut. Yang terakhir, jangan langsung menyebarkan berita tersebut. Kita semua harus bisa memilah berita yang akan kita baca atau sebar. Dalam menggunakan media sosial, terdapat etika untuk tetap menjaga kesejahteraan bersama. Pertama, sebelum memposting sesuatu, cobalah untuk berpikir dampak jangka panjangnya. Kedua, amankan privasi diri. Pastikan kita tidak menyebarkan informasi atau data pribadi ke media sosial karena, apa yang telah kita posting merupakan konsumsi umum. Lalu, jangan lupa untuk mengatur waktu penggunaan media sosial. Dengan mengatur waktu penggunaan, dapat mengurangi resiko kecanduan. Kemudian, hindari cyberbullying, flexing, dan doxing. Jika kita melakukan hal tersebut, akan ada jejak digital yang bisa dikatakan abadi. Yang terakhir adalah, tidak usah baper dengan komentar dan postingan orang lain apalagi sampai menanggapinya dengan cara yang tidak sopan. Apa itu READI? READI merupakan kepanjangan dari responsibility, empathy, authenticity, discernment, dan integrity. Responsibility mengingatkan kita untuk siap bertanggung jawab atas apa yang telah kita unggah. Empathy dapat membuat kita sadar untuk memikirkan dampak yang akan ditimbulkan dari postingan kita. Authenticity membuat kita sadar untuk tidak perlu susah payah menjadi orang lain. Jadilah diri sendiri. Lalu ada discernment yang mengingatkan kita untuk lebih teliti dan berpikir kritis ketika melihat berita. Jangan langsung menyebarkan berita yang belum pasti kebenarannya. Yang terakhir adalah integrity yang menyadarkan kita untuk melakukan hal yang benar dan melawan hal yang salah. Dari kegiatan ini, banyak sekali ilmu baru yang kami dapatkan. Kami dapat memahami seberapa penting etika dalam penggunaan media sosial. Kami juga tahu seberapa pentingnya tanggung jawab atas apa yang telah dilakukan di media sosial. Kegiatan ini juga membantu kami semua untuk membedakan berita hoaks dengan cara berpikir kritis. Pembelajaran yang telah kami dapat akan sangat berguna untuk masa depan kami.  Setelah sosialisasi ini, saya akan lebih waspada dalam menghadapi berita hoax. Saya akan lebih teliti dan berpikir kritis dalam memilih berita yang akan saya baca atau sebar. Selain itu, saya akan lebih hati-hati dalam mengunggah sesuatu di media sosial. Ketika sedang berkomunikasi dengan teman, saya akan menggunakan bahasa yang sopan. Yang terakhir, saya akan mengajak teman-teman saya untuk menerapkan etika ketika menggunakan media sosial.
Selengkapnya
Drama Musikal Ken Dedes
Posted: 2023-10-02 | By: Sharon Widjaja, VIIIC/31
Eki Dance Company kembali mengadakan sebuah pertunjukan drama musikal legenda, “Ken Dedes” untuk kedua kalinya. Pertunjukan drama musikal “Ken Dedes” re-run diadakan di Gedung Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan selama dua hari, yakni pada hari Sabtu, 16 September dan hari Minggu, 17 September 2023. Drama Musikal “Ken Dedes” merupakan karya terakhir sutradara koreografer Rusdy Rukmarata sebelum wafat.Drama musikal ini mengangkat sebuah kisah besar Nusantara yang menyajikan kisah hidup "Ken Dedes” dan lingkungan di sekitarnya. Cerita dimulai dari latar belakang, lalu pernikahan paksa Ken Dedes dengan Tunggul Ametung, perselingkuhan antara Ken Dedes dan Ken Arok, pertengkaran Ken Dedes dan Ken Umang yang merupakan istri sah Ken Arok, serta perebutan tahta kerajaan anak kandung Ken Dedes dengan anak kandung Ken Arok. Drama musikal “Ken Dedes”, bukan sekedar hiburan, melainkan juga ajang refleksi untuk bercermin dan introspeksi sebagai suatu pelajaran.Tujuh ketua Presidium SMP Santa Ursula 2023 bersama dengan tiga guru pendamping mendapatkan kesempatan berharga dari Suster Francesco untuk menghadiri drama musikal “Ken Dedes” re-run, pada hari Sabtu 16 September 2023 pukul 13.30-16.00 WIB. Hal ini merupakan kesempatan dan pengalaman yang sangat berkesan untuk kami semua karena setelah menyaksikan drama musikal “Ken Dedes”, kami mendapatkan berbagai pesan/nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata kami, terutama dalam berorganisasi. Pada saat kami menonton “Ken Dedes”, kami dapat merasakan alur cerita dan emosi para pemeran. Seluruh pemeran dapat memainkan perannya dengan sangat performatif dengan melakukan gerakan-gerakan dengan suara yang stabil, baik ketika berbincang maupun bernyanyi. Sikap performatif dari setiap pemain membuat penonton dapat mengerti alur cerita sehingga dapat merasakan perasaan yang dialami para tokoh. Keberhasilan para pemain itu salah satu yang memotivasi dan pesan bagi kami. Penampilan mereka yang yang menarik tersebut tentunya tidak dapat dicapai apabila bukan dari sikap daya juang. Dari sikap tersebut, kami akan selalu berjuang dan memberikan yang terbaik dalam setiap hal yang kami lakukan sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Tanpa nilai kekompakan dan kerja sama antar pemeran dan petugas di luar pandangan kamera, para pemain tidak mungkin dapat menghasilkan keberhasilan dalam penampilan ini. Kerja sama tersebut sangat dibutuhkan dalam menjalani suatu acara, program, organisasi, dsb. Salah satu bentuk dari kekompakan mereka adalah sikap mendukung satu sama lain serta nilai kepekaan, kegigihan, fokus, dan keyakinan bahwa mereka dapat melakukannya dengan optimal. Selain itu, kami juga mendapatkan nilai hidup di antaranya daya juang, kepekaan, kesetiaan, ketulusan, kebijakan, kejujuran, kekompakan, dan kasih/kepedulian. Hal ini dapat dilihat dari rumah tangga Tunggul Ametung dengan “Ken Dedes” yang merupakan pernikahan paksa, mereka terpaksa harus lebih berjuang untuk saling mencintai satu sama lain dengan tulus dan percaya akan satu sama lain. Lemahnya nilai kebersamaan dan kesetiaan terlihat dalam rumah tangga Ken Arok dan Ken Umang. Ketidaksetiaan dan ketertarikan terhadap godaaan inilah yang membuat rumah tangga mereka rusak dan terpecah belah dengan terjadinya perselingkuhan. Nilai yang kurang diterapkan dalam rumah tangga Tunggul Ametung dan “Ken Dedes” dapat kita jadikan pelajaran untuk kehidupan kami sekarang dan juga nanti. Kami juga belajar untuk menjadi orang yang bijaksana dalam bertindak dengan memikirkan dan mempertimbangkan segala hal yang akan terpengaruhi oleh tindakan kami, baik secara langsung maupun tidak langsung.Setelah drama musikal “Ken Dedes” berakhir, kami mendapatkan kesempatan untuk berbincang dengan Raja Mangkunegara X, Gusti Pangeran Haryo Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo, yang biasa dipanggil dengan Gusti Bhre. Gusti Bhre memberikan kalimat motivasi untuk seluruh kaum muda dan OSIS di Indonesia serta untuk Presidium SMP Santa Ursula BSD 2023 sendiri. Sebagai kenang-kenangan, para Ketua Presidium sempat berfoto dengan Gusti Bhre. Selain bertemu dengan Gusti Bhre, kami juga bertemu dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin serta Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Namun, kami tidak berkomunikasi dengan beliau-beliau. Selain berbincang dan berfoto dengan Gusti Bhre, kami juga berfoto, berbincang sebentar, dan mendapatkan tanda tangan para pemeran drama musikal “Ken Dedes”. Gusti Bhre dan pemain drama musikal “Ken Dedes”, memiliki sifat rendah hati. Meskipun Gusti Bhre merupakan orang penting, beliau tetap meluangkan waktunya untuk merespon para Ketua Presidium. Begitu juga dengan para pemeran yang mungkin sudah lelah karena banyaknya latihan dan baru selesai pertunjukkan, mereka tetap bersedia menanggapi kami dengan penuh keceriaan. Setelah acara tersebut berakhir, para Ketua Presidium sempat diwawancarai oleh pihak penyelenggara “Ken Dedes” yang akan diunggah di media sosial, Instagram, Eki Dance Company. Akhir cerita, kami dari pihak Presidium ingin berterima kasih sebesar-besarnya kepada Suster Francesco yang sudah memberikan kami kesempatan dan pengalaman yang sangat berharga ini.
Selengkapnya
SERVIAM CHARITY CHALLENGE
Posted: 2023-10-02 | By: Reswara Ana Fransz VIIB/ 36
Berolahraga merupakan salah satu hal penting yang harus kita lakukan. Kegiatan ini bisa berupa senam, workout, yoga, bersepeda, dan juga berlari. Olahraga bisa membantu kita memantapkan otot serta tulang pada tubuh kita. Salah satu kegiatan yang  mengajak banyak orang untuk berolahraga dengan bersama adalah “SCC” atau “Serviam Charity Challenge”. Lari bersama secara tatap muka / offline run tersebut digelar oleh Alumni Serviam Indonesia (IASI) di SCBD Lot-17, Jakarta Selatan, Minggu, 17 September 2023, mulai sekitar pk 07.00-17.00 WIB.Kegiatan ini dimeriahkan oleh alumni, murid, serta guru-guru sekolah-sekolah Ursulin sebanyak tiga ribu peserta. Peserta mengikuti kegiatan ini yang terbagi menjadi tiga kategori, yaitu 2,5k, 6k, dan virtual run. Ditargetkan donasi terkumpul hingga Rp 5 miliar. Peserta perlu berdonasi minimal Rp200.000,00 untuk kategori 2,5 km, Rp300.000,00 untuk kategori 6 km, dan Rp.50.000,00 untuk kategori virtual run.Peserta “SCC” memulai perlombaan lari ini di lokasi start awal sekitar pukul 06.40 WIB. Sekitar pukul 07.20 WIB, beberapa peserta sudah sampai di garis finish dan mendapat medali serta snack berupa buah apel, pisang, dan air mineral. Untuk menambah semangat pada pagi hari, para peserta menari bersama setelah selesai berlari.  Di dalam kawasan SCBD tersebut, terdapat tenda yang berupa tempat check up atau pengecekan kesehatan tanpa dipungut biaya atau gratis. Pengecekan kesehatan berupa cek darah. Hal ini diadakan karena kegiatan SCC bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).Selain olahraga berlari, diadakan juga bazaar yang menjual berbagai makanan dan minuman. Stand SD Santa Ursula BSD yang penjualnya adalah beberapa siswa SD menjual es potong pelangi dan minuman segar berisi buah-buahan. Suasana tentu ramai sekali, tetapi kebersihan di tempat ini tetap terjaga. Peserta dalam kegiatan ini tetap menjaga kebersihan dengan membuang sampah selalu pada tempatnya, sehingga pada akhir acara kondisi tempat tersebut pun tetap bersih. Dalam kegiatan ini, saya tampil bersama Bapak dan Ibu guru Sekolah Santa Ursula BSD. Penampilan ini merupakan penampilan keroncong, dengan nama “Band Keroncong Zamrud Khatulistiwa”. Alat musik yang digunakan adalah  cak (dimainkan oleh Pak Catur, kepala  SMA), cuk (dimainkan oleh Pak Oky, guru SMA), biola (dimainkan oleh Pak Yogi, guru SD), cello (dimainkan oleh Ibu Yuli, guru TK), bass (dimainkan oleh Pak Paulus, guru SD), dan keyboard (dimainkan oleh Pak Hartono, guru SD). Dalam grup ini, terdapat 4 penyanyi yaitu saya, Maureen/V-A, Ibu Ida (guru TK), dan Ibu Darpi (guru TK).Kegiatan ini diakhiri dengan meriahnya penampilan dari grup musisi bernama “RAN”. Grup ini merupakan salah satu grup musisi asal tanah air yang digemari di kalangan millenial, Gen Z, maupun Gen Alpha. Tentu banyak sekali yang berkumpul untuk menyaksikannya penampilan mereka, baik yang baru saja datang, maupun yang merupakan peserta SCC pada pagi hari. Penampilan ini merupakan penampilan terakhir untuk menutup acara tersebut pada pukul 17.00 WIB. Saya berterima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk berolahraga bersama pada kegiatan “SCC” ini. Kegiatan ini membuat saya teringat bahwa apa pun yang ingin kita dapatkan tidak dapat dilakukan secara instan. Bekerja keraslah agar berhasil mendapatkannya. Sama seperti perlombaan, kita harus berusaha agar bisa menang dan mendapat juara. Kegiatan ini bukan hanya bertujuan untuk mendapat kemenangan, tetapi  untuk menambah eratnya hubungan dengan teman serta keluarga kita masing-masing. “Kamu harus berjuang untuk mencapai mimpimu. Kamu harus berkorban dan bekerja keras untuk itu.” -Lionel Messi 
Selengkapnya
GRAFIO
Posted: 2023-09-21 | By: Ferdinand Pieter Israel Sanadi Noach (IXE/09)
Grafio adalah singkatan dari Gerakan Fisik dan Otak. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi dari Presidium Siswa dan Tim Fisik dan Mental (FITAL) SMP Santa Ursula BSD yang bertujuan melatih fisik dan kemampuan bekerja otak para siswa kelas VII dan VII. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 17 Mei 2023 dari pukul 07.00 - 12.00 WIB. Konsep Grafio adalah setiap kelas mengunjungi pos-pos dengan game yang berbeda-beda pada setiap posnya sehingga setiap pemain akan berganti pos secara bergilir hingga setiap pos tersebut dilewati. Ada 10 pos serta 1 game besar di akhir kegiatan, yang memiliki poin terbesar. Poin yang didapatkan kelas pada setiap game akan dicatat oleh petugas pada masing-masing pos dan kemudian ditotalkan pada akhir game. Sebelum kegiatan  dimulai, para siswa  meletakkan tas mereka di sport hall, lalu berkumpul  di lapangan untuk berdoa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan melakukan pemanasan untuk mengurangi risiko cedera. Setelah itu, para siswa per kelas diminta untuk berpindah ke pos masing-masing yang sudah ditentukan dan dibagikan oleh Panitia Presidium dan Tim FITAL. Jenis-jenis game yang dimainkan dalam kegiatan ini antara lain Tendang Rintang, Lampion, Bola Kuis, Babi Buta, dan Tebak Gambar.Game di pos 1 adalah Tendang Rintang. Pada game ini, seluruh siswa dalam kelas akan secara bergantian menendang bola ke arah cone-cone yang dihalangi oleh rintangan-rintangan Untuk mendapatkan poin, bola yang ditendang siswa harus melewati rintangan yang tersedia dan berhasil menjatuhkan minimal 1 cone. Semakin banyak cone yang berhasil dijatuhkan, semakin banyak poin yang didapatkan oleh kelas tersebut. Game di pos 2 adalah Lampion (Lempar Bola dapat Poin). Setiap siswa akan berdiri di belakang garis batas yang ditentukan panitia lalu melempar bola ke arah keranjang-keranjang yang sudah disediakan secara bergilir. Besarnya poin yang didapatkan ditentukan sesuai jarak antara batas melempar, dan letak keranjang. Untuk mendapatkan poin, bola yang dilempar siswa harus berhasil masuk ke salah satu keranjang, poin yang didapatkan juga bergantung pada besarnya poin pada keranjang tersebut.Game di pos 3 adalah Bola Kuis. Siswa dalam kelas akan berbaris menjadi satu banjar, kemudian mulai dari siswa yang berada di paling depan secara bergilir berlari untuk mengambil bola yang sudah diberi angka. Setiap angka memiliki pertanyaan masing-masing yang sudah disiapkan oleh panitia. Untuk mendapatkan poin, siswa harus menjawab pertanyaan berdasarkan angka yang didapatkan dengan benar. Semakin sulit pertanyaannya, semakin besar poinnya. Siswa yang telah menjawab pertanyaan akan berpindah ke paling belakang, dan begitu seterusnya.Game di pos 4 adalah Babi Buta. Setiap kelas akan bermain 4 ronde dengan anggota/perwakilan kelas yang berbeda pada tiap rondenya. Setiap ronde akan ada 8 sampai 10 siswa yang bermain dengan salah satunya menjadi pemimpin. Seluruh anggota kecuali pemimpinnya akan melewati rintangan-rintangan yang sudah disediakan menggunakan penutup mata. Tugas pemimpin adalah untuk mengarahkan dan memberikan instruksi kepada seluruh anggotanya sehingga para anggota dapat melewati rintangan dengan penutup mata sampai ke garis finish. Setelah istirahat kedua, dilaksanakan permainan terakhir, yaitu Tebak Gambar. Seluruh siswa kelas VII dan VIII akan dikumpulkan di lapangan basket SMP dan berbaris sesuai kelas masing-masing. Setiap kelas akan mengirimkan satu siswa sebagai perwakilan kelas ke depan. Perwakilan-perwakilan dari setiap kelas akan mendapatkan sebuah kata untuk di gambar secara bergantian. Urutan menggambar akan ditentukan melalui undian. Setiap perwakilan akan diberi waktu menggambar selama 2 menit. Jika misal perwakilan VIIA adalah urutan pertama yang sedang menggambar, maka kelas VIIA lah yang boleh menjawab selama 2 menit tersebut. Jika kelas VIIA tidak dapat menjawab, akan dilempar ke kelas manapun yang menyebutkan yel-yel kelas paling cepat. Untuk mendapatkan poin, kelas harus berhasil menyebutkan kata yang digambar oleh perwakilan kelasnya.Pukul 11.30 permainan terakhir selesai, seluruh siswa diminta berkumpul di gedung serbaguna untuk melakukan evaluasi dan pengumuman pemenang dari kegiatan Grafio ini. Pada kegiatan ini, kelas VIII-B mendapatkan juara kedua dan kelas VIII-E mendapatkan juara pertama. Kedua juara tersebut mendapatkan hadiah berupa parcel snack serta alat dan perlengkapan menulis bagi pemenang juara pertama.Kegiatan Grafio ini berjalan dengan lancar. Grafio merupakan aktivitas yang melibatkan seluruh anggota kelas dan menguji kerja sama masing-masing kelas. Semua siswa antusias mengikuti game di setiap pos. Mereka sangat bersemangat melakukan kompetisi antarkelas dan berjuang untuk mendapatkan yang terbaik. Selain itu, Grafio juga mengembangkan sikap jujur, adil, dan sportif dalam diri siswa, serta menjadi hiburan bagi siswa setelah melalui satu semester sekolah.
Selengkapnya
Seminar Kesehatan Tulang pada Remaja bersama dr. Ray Hendry, Sp.OT
Posted: 2023-09-21 | By: Benedict Amadeus Deru Sila VIID/04 dan Dionisius Prandra A.B. VIIIB/11
Jumat, 2 Juni 2023 Pukul 7.00 hingga pukul 08.30, siswa kelas VII dan VIII mengikuti seminar tulang dengan narasumber dr. Ray Henry, Sp.OT yang bekerja sebagai dokter spesialis orthopedic yang bekerja di tiga rumah sakit sekaligus, yaitu Rumah sakit Santo Carolus Gading Serpong, Rumah Sakit Bethsaida Serpong, dan Rumah Sakit Mentari. Dokter Henry menempuh kuliah di bidang ortopedi sekitar 4 tahun lamanya di luar  negeri. Pada awal kegiatan, dr Hendry memberikan sedikit perkenalan seperti tempat beliau bekerja, hobi, dan rutinitas yang sering beliau lakukan sehari hari. Saat itu dr Henry berkata beliau suka berlari atau sering disebut olahraga kardiovaskular. Setelah perkenalan singkat dari beliau, dr Hendry menjelaskan kepada kami “The Rules Of Presentation” di mana kami dijelaskan apa yang harus kami taati dan kami laksanakan saat mendengarkan seminar tulang dari beliau. Salah satu aturan itu adalah “saat menjawab pertanyaan,  yang berdiri paling cepat akan mendapat kesempatan menjawab terlebih dahulu”. Setelah dijelaskan mengenai yang harus dilaksanakan, dr Hendry memberikan sebuah pertanyaan kepada kami semua. Pertanyaan yang diberikan dr Hendry tentu berkaitan dengan tulang yaitu “Apa tulang utama manusia?” sontak beberapa siswa menjawab, bila kami menjawab pertanyaan yang diberikan dengan benar, dr Hendry akan memberikan hadiah kecil berupa snack. Lalu dr Henry mulai memberikan kami seminar yang tentang tulang. Saat seminar berlangsung, materi yang diberikan oleh dr. Henry sangat edukatif dan beberapa bahkan merupakan ilmu baru yang belum kami ketahui. Pada materi ini dr. Hendry menjelaskan ilmu seputar tulang kepada kami dengan beberapa pernyataan yang harus kamu jawab apakah pernyataan tersebut merupakan fakta atau mitos. Beberapa dari itu adalah: “Drinking milk is a must.”, “Improper body position causes scoliosis.”, dan “Night baths can cause rheumatism”. Pada bagian kali ini, ada beberapa hal yang mengejutkan, contohnya saat dr. Henry mengatakan bahwa “Improper body position causes scoliosis” itu salah. Beliau mengatakan skoliosis merupakan penyakit bawaan lahir dan 90% dari kasus penyakit skoliosis belum diketahui dan secara penelitian posisi tubuh yang salah tidak akan menyebabkan skoliosis pada orang yang tidak pernah didiagnosis memiliki skoliosis.Pertanyaan yang kedua adalah “Drinking milk is a must.” juga kurang tepat, karena minum susu itu kegiatan yang boleh dilakukan sesuai selera. Minum susu tidak wajib karena beberapa orang tidak menyukai susu dan kalsium juga bisa didapatkan dari makanan/minuman lain seperti daging. Pernyataan yang terakhir adalah “Night baths can cause rheumatism”. Menurut dr. Henry, ini salah karena mandi malam tidak akan menyebabkan kita terkena rematik karena sekali lagi rematik merupakan penyakit bawaan sehingga orang yang tidak didiagnosa memiliki penyakit rematik tidak akan terpengaruh, tetapi kata dr. Henry, hal ini dapat terjadi apabila orang itu memiliki penyakit rematik. Mandi di malam hari akan memicu penyakit rematiknya sehingga penyakit rematiknya akan kambuh saat mandi di malam hari. Hal-hal tadi merupakan salah satu ilmu baru yang kami belum ketahui. Dr. Henry membenarkan hal itu sehingga kita semua tidak salah persepsi tentang beberapa hal tadi.  Sebelum melanjutkan materi presentasi, seperti biasa dr. Hendry memberikan pertanyaan kepada kami seputar tulang. Setelah ada yang berhasil menjawab, dr Hendry melanjutkan materinya  mengenai salah satu kelainan tulang yaitu skoliosis. Di bagian ini kami dijelaskan tentang penyakit tulang bengkok/miring yang bernama skoliosis, dr Henry mengatakan bahwa skoliosis banyak terjadi pada remaja zaman sekarang. Skoliosis membuat tulang belakang kita tidak lurus dan akan mempengaruhi postur tubuh penderitanya. Dr Henry mengatakan bahwa jika scoliosisnya terlalu parah maka biasanya akan mengganggu perkembangan paru - paru saat bernafas sehingga penderitanya akan mengalami sesak nafas. Lalu dr Henry memberitahu kepada kita bahwa cara mengetahui apakah orang itu memiliki skoliosis adalah melihat punggung orang itu saat berdiri tegak, dan bisa juga dengan cara orang itu diminta membungkuk dan kita melihat punggung dari orang tersebut. Saat kita membungkuk tulang belakang kita akan muncul/menonjol di punggung sehingga dapat dilihat dengan jelas.Hal terakhir dijelaskan dr Hendry adalah tentang “pen and screw” di mana bila tulang patah terlalu parah, maka akan ditaruh penopang seperti tulang tambahan yang akan di taruh di dalam tulang kita agar tulang yang patah cepat sembuh. Kami diajarkan jika ada orang terdekat yang tulangnya patah, apa tindakan yang harus dilakukan oleh kami dan tindakan yang akan dilakukan dokter jika pasien tersebut tulangnya patah sudah lama atau perpindahan posisinya sangat jauh. Setelah itu, dr Hendry melakukan penutup singkat dan seminar tulang pun selesai. Dari seminar ini, kami jadi tahu bagaimana bentuk dan bahaya/efek samping dari penyakit atau kelainan pada tulang seperti skoliosis. Kami juga jadi tahu bagaimana cara menangani patah tulang yang terlalu parah dan cara menjaga kesehatan tulang kami. Tulang sangatlah berharga dan patut dijaga, karena tulang merupakan struktur pembentuk tubuh.
Selengkapnya