Pengalaman Berdrama Fabel di Ruang Audio Visual
Posted: 2023-01-17 | By:
Dalam rangka merayakan Bulan Bahasa tahun 2022, SMP Santa Ursula BSD mengadakan lomba yang diikuti oleh seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX. Bidang studi Prakarya, Agama, dan Bahasa Indonesia mengadakan proyek kolaborasi bagi para siswa kelas VII SMP Santa Ursula BSD. Siswa kelas VII dibimbing oleh guru dari ketiga bidang studi untuk membuat sebuah drama fabel yang mengandung nilai-nilai Santa Angela dan Santa Ursula dalam kelompok. Selain itu, siswa membuat topeng hewan yang akan digunakan saat pementasan secara individu. Proyek kali ini mengajak siswa-siswi untuk mengembangkan dan meningkatkan kreativitas dalam pementasan sebuah drama fabel.Drama fabel dipentaskan di ruangan audio visual. Ruangan audio visual tidak sebesar ruangan kelas. Awalnya, ruangan ini digunakan untuk menonton film sehingga terdapat banyak kaset film yang disimpan di lemari kaca. Namun, akibat pandemi Covid-19, ruangan tersebut dialihfungsikan menjadi ruang audio visual. Di sana terdapat beberapa sofa, sebuah meja kecil, sound system, PC, pengeras suara, green screen, lighting, dan kamera. Terdapat pula dua buah televisi. Televisi pertama menghadap ke green screen. Sedangkan, televisi kedua menghadap ke audiens. Kedua televisi tersebut terletak di tengah ruangan dan saling membelakangi. Ruang audio visual penuh akan peralatan yang canggih, tetapi tetap memberikan kesan yang nyaman.Proses menampilkan drama di ruangan audio visual ini cukup panjang. Guru Bahasa Indonesia berulang kali mengingatkan murid untuk tenang dan berhati-hati saat berada dalam ruangan audio visual karena terdapat banyak barang yang mudah pecah dan barang elektronik yang pastinya tidak murah. Sesampainya di ruangan audio visual, siswa dan siswi dibantu oleh guru maupun teman untuk memakai mikrofon. Staf audio visual juga membantu untuk memasangkan background yang akan digunakan pada video dari green screen. Siswa dan siswi dijelaskan letak center pada area rekaman agar tidak menutupi kamera yang terletak di tengah. Staf audio visual membantu kami melakukan pengecekan audio untuk memastikan suara siswa/siswi terdengar. Kemudian, proses perekaman dan pementasan drama fabel pun dilakukan.Pengalaman membuat drama fabel di ruangan audio visual ini membawa banyak kesan bagi bapak/ibu guru dan teman-teman. Siswa dan siswa kelas VII tahun pelajaran 2022-2023 mendapatkan sebuah kesempatan sebagai angkatan pertama dari SMP Santa Ursula BSD yang menggunakan ruangan audio visual. Kegiatan ini adalah suatu hal yang baru bagi siswa dan siswi kelas VII sehingga mereka merasa sangat antusias dalam menjalaninya.“Saya sangat kagum karena ternyata ruangannya cukup besar, tidak sekecil yang saya bayangkan. Selain itu, ada banyak perabotan yang sangat profesional, seperti kamera, lampu-lampu, dan PC-nya juga. Lalu, ada banyak DVD film-film, mulai dari yang jadul sampai yang tergolong baru rilis juga dipajang di ruangan tersebut,” ujar seorang siswi kelas VII.Menurut beberapa siswa kelas VII, ruangan tersebut melebihi ekspektasi mereka. Beberapa juga mengatakan bahwa ruangan audio visual sangat menarik dan peralatannya sangat lengkap. Tentunya, dalam proses pembuatan sampai dengan pementasan fabel, ada beberapa kendala yang dialami. Namun, kendala tersebut bisa diatasi segera. Secara keseluruhan, berdrama fabel di ruang audio visual merupakan sebuah pengalaman ini sangat berkesan dan menyenangkan. Semoga kegiatan maupun pembelajaran di semester selanjutnya bisa mengoptimalkan ruang audio visual kembali.Penulis:Nathanea Uno Kristavina 7ABrigitta Angelic Zandra 7BMaura Keilani Harijanto 7CAncilla Queenashe Purwono 7DElaine Athena Alexandra Susanto 7E
Selengkapnya
Berlatih Merawat Alam Melalui Kegiatan Back to Nature
Posted: 2023-01-17 | By: Crystal dan Glory 7B
Kegiatan “Back to Nature”, merupakan kegiatan bagi siswa-siswi kelas VII SMP Santa Ursula BSD, mengakhiri masa belajar semester pertama tahun pelajaran 2022-2023. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6-7 Desember 2022. Pada kegiatan ini, para siswa diajak untuk mengenal lebih banyak tentang alam di sekitarnya. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menyadarkan para siswa, akan kepentingan mereka sebagai masyarakat dalam merawat alam.Selama berkegiatan, siswa dalam setiap kelas, dibagi menjadi 6 kelompok. Dalam kegiatan ini, terdapat beberapa aktivitas, yaitu membuat kolase berupa poster dari sampah kering, menggali lubang biopori, membuat sistem hidroponik menggunakan botol plastik, melakukan pengomposan, memilah sampah, dan sebagainya. Semua aktivitas dalam kegiatan ini dilakukan secara berkelompok, sehingga setiap anggota harus bertanggung jawab atas tugas atau bagian mereka masing-masing.Semua kegiatan yang dilakukan merupakan usaha untuk mengurangi sampah organik maupun anorganik. Contohnya, ketika membuat poster kolase dari tanaman kering, kami menggunakan sampah daun kering untuk hal yang bermanfaat. Begitu juga dengan penggunaan botol plastik bekas, untuk membudidayakan tanaman. Plastik termasuk jenis sampah anorganik yang sulit terurai oleh mikroorganisme. Oleh sebab itu, kita harus terlibat dalam pengurangan sampah plastik sebesar mungkin, supaya lingkungan tetap sehat dan subur.Saat berkegiatan, kami juga belajar untuk bersikap jujur, dan mau bekerja sama dalam kelompok. Kami juga diajarkan untuk lebih dekat dengan alam dan berani untuk keluar dari zona nyaman. Beberapa dari kami belum terbiasa memegang sampah, sehingga cenderung merasa jijik, dalam kegiatan memilah sampah. Dari situ, kami dapat belajar untuk berani melakukan pekerjaan yang tidak selalu sesuai dengan keinginan kami, dan juga menjadi rendah hati.Sebagai siswa-siswi Santa Ursula BSD kami harus mengingat 10 nilai Santa Ursula dan mempraktikkannya. Kali ini adalah saat di mana kami harus mempraktikkannya, mulai dari kedisiplinan, kerjasama, kemandirian, kejujuran, kepekaan, daya juang, penghargaan, tanggung jawab, dan cinta lingkungan. Kami di sini dilatih agar dapat menjadi pribadi yang disiplin dalam mengatur waktu, lalu kami juga saling bekerja sama agar dapat mencapai tujuan bersama.Seperti saat kami membuat kolase, kami hanya diberi waktu selama 1 jam lewat 45 menit. Kami harus belajar mengatur waktu dengan disiplin, serta bertanggung jawab. Kami juga dilatih untuk peka ketika memungut sampah. Kami harus sadar mengenai betapa banyaknya sampah di lingkungan sekitar, serta melakukan tindak lanjut yang tepat terhadap situasi tersebut.Kegiatan “Back to Nature” ini, merupakan cara untuk menyadarkan para peserta didik Santa Ursula BSD, mengenai betapa pentingnya merawat alam. Penyelenggaraan kegiatan ini didukung oleh Panitia Sepuluh, yaitu perwakilan siswa yang dipilih untuk membantu mengarahkan kegiatan ini. Meskipun pada hari penyelenggaraan kami alami hujan deras yang sempat menghentikan aktivitas di area terbuka, namun pada akhirnya seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memuaskan.Kegiatan akhir tahun ini juga dapat melegakan pikiran kami dari materi pelajaran dan tugas-tugas, serta membawa kami kembali ke alam dan lingkungan sekitar. Sebagai peserta didik SMP Santa Ursula BSD, kegiatan ini membantu kami mengembangkan diri menjadi manusia yang cerdas, utuh, dan melayani. “If we take care of nature, nature will take care of us.” - Cassandra Linares
Selengkapnya
Cerita Exportour
Posted: 2023-01-17 | By: Ivannov Restu Sudrajat 8E/12
Exportour adalah acara yang diselenggarakan oleh Seksi Olahraga Presidium Siswa SMP Santa Ursula BSD. Exportour merupakan kegiatan yang spesial dirancang untuk mengakhiri pembelajaran semester satu dalam tahun pelajaran 2022-2023.Kegiatan Exportour diadakan pada tanggal 1-2 Desember 2022. Di dalam Exportour terdapat 7 perlombaan, yakni futsal sarung, red light green light, pukul air, tarik tambang, estafet kelereng, dan balap karung. Pelaksanaan seluruh mata lomba dijadwalkan dalam dua hari, sejak pagi hingga siang, sesuai jam kegiatan sekolah pada umumnya.Dibutuhkan waktu lebih dari dua minggu bagi tim pelaksana untuk merancang, merencanakan, serta mematangkan ide untuk acara ini. Tim pelaksana terdiri dari Seksi Olahraga bersama dengan tiga Ketua Presidium Siswa SMP Santa Ursula BSD.Pada awalnya, banyak sekali ide dan gagasan yang muncul. Kami kemudian menyeleksi, mengambil ide yang paling efektif dan praktis untuk dilaksanakan pada hari H. Dalam proses ini kami menerima banyak kritik dari guru untuk semakin mematangkan rencana acara ini.Menurut kami, hal yang paling rumit dari Exportour ini adalah perencanaan waktu. Agar seluruh mata lomba selesai dalam waktu yang tersedia, kami harus menghitung setiap menit yang ada, karena pelaksanaan acara ini dijadwalkan dari pukul 07:00-12:00. Tiap menitnya sangat berarti bagi kami saat membuat rundown acara.Sepanjang persiapan, cukup banyak kendala yang membuat kami berkeluh kesah saat itu. Namun kami mencari jalan keluarnya secara bersama-sama. Sebagai contoh, kami membuat bagan untuk setiap perlombaan. Bagan untuk masing-masing perlombaan kami buat secara adil. Untuk perlombaan tarik tambang dan futsal sarung, kelas-kelas yang saling berlawanan dipilih secara acak. Sedangkan untuk perlombaan balon meledak, pukul air, estafet kelereng, dan balap karung, dipilih berdasarkan kelas per angkatan.Ketika proposal kami sudah diterima dan disetujui oleh kepala sekolah, kami berfokus menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan pada hari H. Selain menyiapkan arena dan peralatan untuk setiap mata lomba, kami juga menyiapkan perlengkapan medis untuk berjaga-jaga bila dibutuhkan.Selain itu, untuk lebih memperoleh gambaran pelaksanaan, kami melakukan gladi bersih untuk acara Exportour sebanyak 2 kali. Pada hari pertama gladi bersih,  terjadi banyak sekali kendala. Dari situ kami pelajari kendala yang ada, dan kami perbaiki semaksimal mungkin. Pada hari kedua gladi bersih, seluruh presidium siswa diajak untuk ikut, dan kali ini gladi bersih berlangsung cukup lancar.Waktu pelaksanaan akhirnya tiba. Pada hari pertama, ada 3 angkatan (siswa kelas 7-9) sekaligus yang mengikuti acara Exportour. Sebagai panitia, kami merasa grogi pada awalnya untuk menghadapi situasi yang menantang ini. Namun pada saat pelaksanaan, hampir seluruh acara berjalan dengan lancar karena kami sebagai panitia menjalankan tugas kami masing-masing dengan baik. Para siswa pada umumnya mengikuti kegiatan ini dengan gembira dan bersemangat.Namun terkadang kami juga merasa lelah ketika ada beberapa siswa yang sulit untuk diatur. Apalagi mengatur siswa dari 3 angkatan sekaligus, ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Acara Exportour pada hari pertama berlangsung cukup baik. Kegiatan usai pukul 12:00 lewat beberapa menit.Belajar dari pengalaman hari pertama, pada hari kedua, kami semua sudah siap. Di hari kedua ini ada insiden yang seharusnya tidak perlu terjadi, yakni keributan dalam pertandingan futsal sarung antara kelas 8 dan 9. Kejadian ini kami sesalkan, karena acara ini dimaksudkan untuk membangun keakraban di antara siswa peserta lomba, juga untuk bersenang-senang bersama, setelah menjalani masa belajar satu semester.Pada akhirnya, sebagai panitia kami semua merasa senang karena acara Exportour ini dapat berjalan dengan lancar. Walaupun sempat kami alami sedikit rasa tertekan, namun dapat kami temukan jalan keluarnya bersama-sama. Tanpa mengabaikan kritikan dari sejumlah siswa, acara Exportour ini berjalan dengan sangat baik. Bagaimanapun, kami khususnya Seksi Olahraga sebagai panitia inti acara, akan belajar dari kesalahan, agar selanjutnya dapat semakin memberikan yang terbaik.
Selengkapnya
KELUAR DARI ZONA NYAMAN DENGAN MENGIKUTI KEGIATAN FISIK DAN MENTAL
Posted: 2023-01-17 | By: Fayola Andrina Wijaya VIII - B/13
Kamis, 22 September 2022 diadakan acara Pelatihan Fisik dan Mental oleh SMP Santa Ursula BSD. Acara Pelatihan Fisik dan Mental ini diadakan di Arhanud Serpong. Tahun ini adalah tahun ketiga SMP Santa Ursula BSD mengadakan Pelatihan Fisik dan Mental di Arhanud. Sebelum dilakukan di Batalyon ARHANUD 1 KOSTRAD Serpong, kegiatan ini dilakukan di Dodiklatpur RINDAM JAYA.Kegiatan Fisik dan Mental ini diadakan untuk mengembangkan fisik dan mental siswa-siswi agar para siswa dapat tumbuh menjadi murid dengan kepribadian yang tangguh dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan hidup. Siswa-siswi diajarkan tentang Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Selain itu, siswa-siswi juga diajarkan untuk menjadi orang yang disiplin, bersyukur dengan apa yang kita miliki, dan tidak membuang-buang makanan.Pelatihan Fisik dan Mental ini bertujuan agar siswa-siswi mampu mengukur batas kemampuannya sehingga tidak memaksakan diri. Seperti sikap untuk pantang menyerah dalam menghadapi setiap tantangan. Kegiatan ini mengajak peserta didik untuk keluar dari zona nyaman, rasa takut, dan batasan-batasan pemikirannya serta adanya kerja sama tim dan rasa kepedulian kepada sesama. Jika satu orang melakukan kesalahan, tentu diberi sanksi. Namun sanksi ini bukan hanya diterapkan pada satu orang namun seluruh anggota pleton.Di pagi hari Kamis, 22 September 2022 semua peserta didik kelas VIII telah berkumpul dalam tiga baris  di lapangan sekolah SMP Santa Ursula BSD sesuai kelas masing-masing. Barisan-barisan tersebut lalu dibagi dan dimasukkan dalam 4 pleton. Isi setiap pleton tentu berbeda-beda, jadi peserta didik dapat mengenal murid dari kelas lain. Setelah pleton sudah dibuat, kami masuk dalam truk yang disebut ‘Truck REO’. Setiap truk mampu membawa kurang lebih 27 murid. Perjalanan dari sekolah Santa Ursula BSD menuju Batalyon ARHANUD 1 KOSTRAD Serpong tidak membutuhkan waktu yang lama. Hanya sekitar 15 sampai 20 menit.Setelah sampai di tujuan, peserta didik masuk dalam pleton masing-masing di lapangan rumput. Peserta didik lalu di cek kesehatan, apakah ada riwayat sakit. Kegiatan diawali dengan perkenalan pelatih-pelatih yang akan mengajarkan kami. Lalu kami dipisahkan sesuai pleton dan pelatihan pun dimulai. Kami diajarkan PBB secara detail dan cara menggunakan kompas malam dan siang. Setelah itu kami membuat yel-yel bersama, kami sangat kompetitif karena yel-yel kami akan dinilai. Bukan hanya yel-yel saja yang akan dinilai, tetapi PBB kami juga dinilai. Saya masuk dalam pleton 3, dan pleton 3 menang dalam yel-yelnya. Saya dan anggota pleton 3 yang lain sudah berpikir bahwa kami akan kalah. Ternyata Tuhan berkata lain.Kami bukan hanya diajarkan cara PBB, menggunakan kompas malam & siang, tetapi juga belajar bersyukur dengan apa yang kita miliki, dan saling toleransi kepada teman yang berbeda agama. Kami juga diajarkan untuk saling peduli terhadap teman-teman, seperti membantu menghabiskan makanannya, saling mengingatkan untuk membawa topi, dan cara bekerja dalam tim. Kegiatan Fisik dan Mental juga menuntut adanya kerja sama tim dan rasa kepedulian terhadap sesama anggota.Pelatihan Fisik dan Mental ini sangat seru dan asyik. Kami dapat belajar banyak dalam pelatihan di Batalyon ARHANUD 1 KOSTRAD Serpong ini. Terlebih kami dapat saling mengenal orang-orang yang beda kelas. Pelajaran yang kami dapat juga diikuti dengan masa-masa bahagia yang akan diingat di ke depannya. Setelah mengikuti pelatihan Fisik dan Mental di Batalyon ARHANUD 1 KOSTRAD Serpong, postur saya menjadi lebih bagus, saya tidak lagi membuang-buang makanan saya, lebih rajin berdoa, lebih berani untuk maju di depan banyak orang, dan menjadi lebih mudah bersosialisasi.
Selengkapnya
PELATIHAN FISIK DAN MENTAL DI BATALYON ARHANUD 1 KOSTRAD SERPONG
Posted: 2023-01-17 | By: Aurelia Tandera VIIIB / 3
Kegiatan pelatihan mental dan fisik sudah direncanakan pada tanggal 22-23 September 2022.. Oleh karena itu, sebelum pelaksanaan siswa kelas VIII SMP Santa Ursula BSD dipersiapkan oleh para guru, tentara, dan kakak kelas sebelumnya melalui 2 pertemuan persiapan mental dan fisik. Selain 2 pelatihan itu kami juga sudah menghadiri beberapa sosialisasi yang dipakai untuk memberikan kami informasi tentang barang-barang yang perlu disiapkan, jadwal (waktu kegiatan dan pelatihan), barang-barang yang perlu disiapkan, dan sedikit gambaran tentang kegiatan akan berlangsung. Tak hanya murid saja, orang tua juga menghadiri sosialisasi.            Rabu, 21 September 2022  siswa-siswi melakukan tes antigen di sekolah pukul 06.30. Hal ini dilaksanakan agar tidak ada anak yang positif dan mengikuti kegiatan pelatihan fisik dan mental. Seperti pada umumnya hidung akan terasa gatal dan tidak enak setelah antigen atau yang terkenal dengan kata di-colok di era ini.            Kamis, 22 September 2022 hari yang dinantikan telah tiba. Pada hari ini siswa-siswi kelas VIII SMP Santa Ursula BSD berkumpul di lapangan olahraga sekolah melakukan persiapan sebelum keberangkatan. Kami berkumpul di lapangan dan duduk sesuai pleton. Kami berbaris sesuai jenis kelamin. Siswa di sisi kiri sementara siswi di sisi kanan. Dari barisan yang sudah terbentuk ini, dibentuklah 4 pleton dengan jumlah anggota sekitar 44-45 murid. Setelah itu, setiap kelompok menentukan siapa yang akan menjadi ketua masing-masing pleton dan kebetulan semua ketuanya berupa siswa. Setelah pleton dibuat kami mulai berjalan untuk menaiki truk tentara atau yang disebut dengan truck REO. Selama perjalanan kesejukan udara sangat terasa karena jendela di truk terbuka lebar. Selain itu, suasana juga terasa nyaman dan ramai oleh celotehan siswa kelas VIII.Sesampainya di sana kami diminta untuk menaruh barang di tempat tidur. Tentunya tempat tidur laki-laki dan perempuan terpisah. Lokasinya seperti di garasi yang luas dan cukup untuk 110 orang perempuan dengan ekstra untuk beberapa guru pendamping.Setelah itu, kami memulai kegiatan. Kegiatan pertama adalah Peraturan Baris Berbaris. Dalam kegiatan ini hal yang paling ditekankan adalah kekompakkan pleton. Ada juga moto yang perlu diperhatikan yakni “satu salah, semua akan sengsara bersama”.Sekitar pukul 10.00 kami pun beristirahat makan snack. Kami duduk berhadapan dengan satu sama lain dan makanan harus habis, jika ada yang tidak mampu maka kami harus saling membantu satu sama lain. Namun, saya akui makannya enak, ada risol, kue sus, lemper, dan makanan tradisional berwarna hijau. Perlu diingat bahwa waktu makan yang diberikan tidaklah lama sehingga makan harus lebih cepat daripada biasanya. Setelah selesai, kami pun melanjutkan kegiatan yakni PBB. Selain itu, kami juga mulai mempelajari cara memakai kompas siang dan malam.            Pukul 12.00 lewat menandai bahwa waktunya makan siang. Seperti biasa kami duduk berhadapan. Sebelum makan kami diberi waktu untuk berdoa sesuai kepercayaan masing-masing. Sepanjang waktu makan para pelatih (tentara) menghitung berdasarkan detik sehingga kami terburu-buru dan harus saling membantu. Karena cuaca terlihat mendung, selesai makan kami masuk ke dalam ruang untuk melakukan ibadah sesuai agama masing-masing. Setelah selesai ibadah, kami diberikan sedikit penjelasan tentang cara menangani orang yang sakit seperti ketika ia pingsan dan patah tulang. Namun sayangnya, akibat dari hujan lebat di luar suara menjadi kurang jelas.            Setelah hujan reda, kami kembali berkumpul di lapangan berdasarkan kelompok dan membuat yel-yel. Setiap pleton sibuk menentukan yel-yel masing-masing. Selain itu, beberapa kelompok sepertinya mulai beraksi untuk menerapkan kompas siang.            Waktu sudah sore, kami semua berkumpul di lapangan dan menyaksikan yel-yel yang telah dibuat oleh masing-masing peloton. Kemudian kami diberikan sedikit pengarahan dan informasi bahwa PBB dan yel-yel akan dilombakan. Setelah itu, kami semua dipersilakan untuk kembali ke tempat tidur dan kemudian mandi. Ketika mandi, saya merasakan pengalaman yang luar biasa yang tidak pernah saya alami sebelumnya. Saya harus berbagi satu kamar mandi untuk 10 orang dan mengusahakan mandi dengan waktu seefektif mungkin.            Setelah mandi, kami diberikan penjelasan mengenai Pancasila dan Indonesia. Setelah selesai kami dipersilahkan untuk makan malam. Tentunya berdoa dulu, namun karena kami duduk di kursi kami tidak saling berhadapan satu sama lain. Setelah makan malam, kami melaksanakan ibadah. Lampu dimatikan, suasananya hening, dan hanya terlihat cahaya dari lilin. Salah satu murid membacakan teks, teks tersebut bercerita mengenai ibu dan ayah. Diiringi dengan lagu yang membuat suasana sangat membuat terharu sehiingga beberapa yang menangis terharu mengingat orang tua mereka.Apakah kegiatan sudah selesai? Tentu tidak, kegiatan terus berlangsung dengan kegiatan kompas malam dengan satu pleton dibagi menjadi dua dengan satu kelompok terdiri dari 22 atau 23 orang. Setiap kelompok harus mengunjungi 4 pos dan menggambar, gambar yang ada di sana. Kami harus melaksanakan semua ini dengan saling memegang punggung satu sama lain. Karena sudah malam dan setelah hujan rumput menjadi basah membuat sepatu menjadi sangat basah dan berisi dengan air. Beberapa kelompok yang tersesat beberapa kali karena tidak tepat dalam membaca kompas.Kegiatan malam ditutup dengan makan snack yang kami semua bawa. Sebelumnya, snack tersebut sudah dikumpulkan menjadi satu dan dibagikan lagi agar kami semua dapat memakannya. Pada akhirnya, kegiatan berakhir jam 00.00 lewat sehingga waktu tidur kami hanya 3-4 jam karena pukul 4 pagi sudah harus bangun.            Jumat, 23 September 2022 Kegiatan pagi dimulai pukul 5 pagi lewat. Kegiatan pagi dimulai dengan senam yang dipimpin oleh para tentara. Setelah senam, kami semua diberikan izin untuk mandi. Namun, karena keterbatasan waktu nampaknya beberapa murid tidak mandi dan hanya ganti baju.Setelah itu kami semua, kembali ke lapangan dan mempraktikkan yel-yel masing-masing kelompok. Tibalah waktu makan snack dan snack kali ini sedikit unik yaitu kami harus menyuapin satu sama lain dan bertukar makanan. Setelah makan snack selesai, para panitia melombakan PBB. Menurut saya semuanya lumayan bagus. Para pelatih berkata bahwa rata-rata kesalahan setiap kelompok berasal dari ketua kelompok. Berikutnya, adalah lomba yel-yel. Setiap pleton menampilkan yel-yel sebaik mereka dan masing-masing sangatlah unik meskipun memang benar ada yang mirip.Beberapa barang milik siswa banyak yang tertinggal dan tidak mengakuinya sehingga kami semua harus merayap yang membuat baju kami semua berlumpur. Konsekuensi tersebut harus kami jalani karena kami tidak peduli dan tidak mengenal barang pribadi kami masing-masing. Waktu cepat berlalu, dan kami pun makan siang sekitar pukul 12. Namun karena ini merupakan makan terakhir kami di sana, kami diberikan dispensasi dan kesempatan untuk menikmati makanan. Setelah selesai setiap pleton berfoto di depan patung garuda.Setelah berfoto kami semua melakukan fun games, ada yang membuat bola sampai pada tujuan namun tidak ada kelompok yang berhasil, menggiring karpet, dan melewati rintangan dengan tutup mata. Setelah selesai, waktu menunjukkan pukul 15.00 sehingga kami melakukan upacara penutupan. Dalam acara penutupan beberapa murid membagikan kesan dan saran kegiatan ini.Kami semua bersiap-siap untuk pulang dan menaiki truck REO. Sampai di sekolah lebih dari pukul 16.00. Nah, dari semua yang saya lalui pada kegiatan pelatihan mental dan fisik Arhanud ini saya dapat mempelajari banyak hal. Bersikap berani dalam segala hal termasuk jika saya memang salah maka saya sebaiknya mengakui hal tersebut, menghargai sesama, disiplin waktu dan sikap, melakukan segala hal dengan cepat, dan tidak terlalu pilih-pilih. Sebagai tindak lanjut dari semua hal ini, saya akan mencoba untuk lebih disiplin di setiap saat, seperti saat belajar maka saya akan fokus dalam belajar dan tidak melakukan hal yang lain. Jika saya bersalah, maka saya akan mengakui kesalahan saya dan belajar dari kesalahan tersebut agar tidak mengulanginya lagi. Selain itu, saya akan mencoba mengikuti rutinitas baru yang dibuat oleh orang tua saya agar saya dapat menjadi orang yang sukses. Tak lupa, saya akan berusaha mengurangi komplain saya
Selengkapnya
Pengalaman Mengikuti Pelatihan FITAL di Arhanud
Posted: 2023-01-17 | By: Michiko / 8D / 23
Pelatihan FITAL SMP Santa Ursula BSD kelas 8 siap berangkat!!! Kami berangkat dari sekolah naik tronton menuju YON ARHANUD 1. Saat pertama sampai di Arhanud, suasana berubah dari rileks menjadi agak canggung dan tegang karena saya dan teman-teman yang lain sudah masuk ke dalam area militer. Saya mulai agak takut karena pelatihan ini dipimpin oleh kakak-kakak TNI.Kami memulai kegiatan di peleton masing-masing dengan latihan PBB. Ternyata, tidak sesulit yang saya kira, malahan saya menikmatinya walaupun cuaca saat itu panas. Setelah itu kami pun disediakan makanan “ringan” yang tidak ringan, kami hanya diberikan beberapa hitungan untuk menghabiskannya. Tentu saja, saya otomatis panik karena HARUS menghabiskan semuanya, tidak boleh ada yang tersisa. Untungnya habis dalam sekejap, tapi saya jadi kenyang sekali. Ini pun akhirnya merugikan saya saat jam makan siang. Sama seperti saat makan snack, makan siang pun diwaktu, dan saya tidak kuat untuk menghabiskan lauknya. Akhirnya saya dibantu teman untuk menghabiskannya. Dari sini, saya dapat belajar bahwa kerja sama sangat dibutuhkan dalam sebuah tim. Kami melakukan banyak hal lagi, seperti belajar cara menggunakan kompas siang dan malam, membuat yel-yel untuk kelompok, dan ada fun games juga. Menurut saya, kegiatan yang paling menarik selama kegiatan fital ini adalah saat kami semua diminta untuk tiarap lalu merayap. Walaupun itu sebenarnya adalah suatu bentuk hukuman untuk kami, saya justru bersenang-senang  menjalaninya.  Jarang sekali saya bisa tidur-tiduran di antara rerumputan dan tanah. Memang akhirnya baju dan celana saya kotor semua, tetapi ini menjadi suatu  momen yang akan selalu saya ingat. Tidak hanya itu yang menurut saya paling menarik. Saat malam hari, sekitar pukul 11-12 malam, kami praktek menggunakan kompas malam. Peleton kami dibagi menjadi 2 regu dan ternyata bukan bagian menggunakan kompasnya yang sulit, tetapi lebih sulit berkoordinasi dengan teman-teman agar bisa menemukan target yang dicari. Kami sempat ribut beberapa kali karena sempat salah sasaran. Akibatnya, regu saya tidak dapat menemukan semua target tepat waktu.Setelah kegiatan pelatihan ini, saya jadi memiliki lebih banyak teman dari kelas lain. Tidak hanya sebatas kenal dengan mereka, saya pun bisa mengembangkan skills saya dalam bekerja sama serta belajar untuk menjadi mandiri, lebih sigap, dan bertanggung jawab dalam apapun yang saya lakukan. Apabila saya tidak memiliki tanggung jawab untuk melakukan sesuatu, maka itu tidak hanya akan merugikan diri sendiri, tapi merugikan orang lain. Seperti pesan yang disampaikan kakak TNI yang saya ingat sampai sekarang, “Jangan gara-gara saya, teman saya jadi sengsara”.
Selengkapnya
“Bedah” Berbagi Itu Indah
Posted: 2022-09-21 | By: Seksi Sosial Presidium SMP Santa Ursula BSD 2022
Pada hari Jumat, 12 Agustus 2022 Indonesia memperingati Hari Remaja Nasional. Berkaitan dengan peringatan itu, Seksi Sosial Presidium 2022 SMP Santa Ursula BSD membuat program donasi yang disebut BeDah kepanjangan dari Berbagi itu Indah.Hari Remaja Internasional diperingati karena peran-peran yang sudah dilakukan oleh remaja dalam kehidupan masyarakat dan hari bagi anak muda untuk mengeksplorasi potensi dalam dirinya. Perayaan ini juga digunakan sebagai ajang bagi remaja-remaja untuk saling berbagi ilmu pengetahuan dan berbagai hal yang mereka miliki. Hari remaja Internasional sendiri berasal dari hasil rekomendasi World Conference of Ministers Responsible for Youth yang diadakan di Lisbon pada 8-12 Agustus 1998. Majelis Umum PBB menetapkan 12 Agustus sebagai Hari Remaja Internasional dalam resolusi 54/120 Tahun 1999. Dalam rangka Hari Remaja Nasional serta dimulainya pembelajaran secara tatap muka bagi siswa kelas VII, VIII, dan IX, Seksi Sosial 2022 mengadakan program donasi. Donasi berupa kegiatan mengumpulkan barang yang mempunyai sifat sukarela tanpa adanya batasan dan tidak mengharapkan imbalan ataupun keuntungan. Seksi Sosial  Presidium SMP Santa Ursula BSD mengadakan kegiatan donasi untuk menjalin kebersamaan dengan anak-anak Panti Asuhan Griya Yatim dan Dhuafa 1, Panti Asuhan Griya Yatim dan Dhuafa 2, serta Panti Asuhan Mekar Lestari. Di program BeDah, kami juga bekerja sama dengan seksi Publikasi SMP Santa Ursula. Seksi Publikasi membantu kami memilah barang barang dan juga mendokumentasikan kegiatan kami mengunjungi tiga panti asuhan tersebut. Program BeDah ini bertujuan untuk memperingati Hari Remaja Internasional dan memberi kesempatan kepada siswa dan siswi SMP Santa Ursula BSD untuk berbagi dengan anak-anak di panti asuhan. Dalam program ini, kami meminta siswa-siswi SMP Santa Ursula BSD untuk mendonasikan barang secara sukarela. Dalam program ini, siswa-siswi  SMP Santa Ursula BSD mengumpulkan berbagai macam keperluan dan barang seperti buku tulis, alat tulis, dan buku cerita untuk diberikan kepada anak-anak di panti asuhan. Barang-barang donasi, kami bawa ke tiga Panti Asuhan yaitu Panti Asuhan Griya Yatim dan Dhuafa 1, Panti Asuhan Griya Yatim dan Dhuafa 2, serta Panti Asuhan Mekar Lestari. Di setiap panti, kami juga menghabiskan sedikit waktu untuk mengobrol dengan anak-anak Panti Asuhan. Kami senang sekali karena sudah bisa berbagi setelah dilanda pandemi. Mulailah dari diri kita sendiri untuk membangun sikap empati dan menularkan kepada orang di sekitar kita. Salam Serviam! 
Selengkapnya
INTROVERT BUKAN SEBUAH HAMBATAN
Posted: 2022-09-21 | By: Mikhaela Rise Kenyo Utomo (IX-A)
Perkenalkan saya, Rise dan saya mau berbagi pengalaman bertemu bintang tamu terkenal dalam acara “Talkshow With Alumni” Kamis, 9 Juni 2022.  Pertama, saya sempat bingung dan penasaran dengan bintang tamu yang akan hadir. Setelah tahu kalau bintang tamu tersebut adalah Kak Amelia Tantono, saya kaget karena Kak Amelia begitu panggilannya merupakan youtuber asal Indonesia yang bermukim di Korea dengan pengikut sebanyak 539. Dia juga terkenal di kalangan remaja yang menggemari grup band asal Korea termasuk saya atau disebut Kpop stan. Dalam dunia Kpop, stan biasanya dipakai untuk menggambarkan seseorang yang mengidolakan agensi atau grup idola tertentu. Kak Amelia sempat memainkan drama Korea berjudul Lunch Box bersama aktor asal Korea Selatan bernama Ji Soo. Karena saya merupakan salah satu penggemar grup band asal Korea dan pecinta drama Korea, semakin penasaranlah saya dengan ayang akan diberikan oleh Kak Amelia.Kak Amelia memulai sharing dengan bercerita mengenai masa sekolahnya waktu duduk di bangku SMP Santa Ursula BSD. Ia bercerita bahwa dulu merupakan seorang yang introvert yang lebih memilih dan nyaman menghabiskan waktu serta energi untuk diri sendiri. Mendengar hal itu, saya cukup kaget karena yang saya ketahui dari internet dan saluran youtube miliknya, Kak Amelia merupakan guru Bahasa Indonesia NCT Dream dan sempat berperan menjadi MC dalam acara Shopee yang dibintangi tamu NCT Dream. Namun, setelah mendengar lebih lanjut akan sharing Kak Amelia, ia bercerita bahwa walaupun seorang introvert, Kak Amelia juga sering menjadi ketua kelas, wakil kelas, dan bendahara. Ketika diajak untuk bergabung menjadi pengurus OSIS, Kak Amelia menolak karena tidak begitu tertarik untuk mengikuti organisasi. Namun, sekarang Kak Amelia menyesal dulu tidak mengikuti organisasi sekolah (OSIS) karena ternyata mengikuti sebuah organisasi dapat menjadi pengalaman yang baik dan dapat membantu kita untuk pengalaman kita ke depannya. Kepala Sekolah SMP Santa Ursula BSD yaitu Ibu Irene juga sempat memilih Kak Amelia untuk mengikuti lomba story telling bahasa Inggris karena Kak Amelia sendiri sejak dulu memang suka dan berbakat dalam hal berakting. Kak Amelia menerima tawaran dari Ibu Irene dan berlatih untuk mengikuti lomba tersebut sampai akhirnya memenangkan lomba tersebut. Namun tidak selesai sampai di situ, Kak Amelia juga ditawarkan untuk mengikuti lomba pidato dan dari situ, Kak Amelia memberanikan diri untuk keluar dari zona nyamannya dan mengikuti lomba tersebut. Dengan tekun berlatih pidato, Kak Amelia memenangkan lomba tersebut dengan menduduki posisi juara pertama. Saya terharu mendengar kelanjutan sharing Kak Amelia yang bercerita bahwa menjadi introvert tidak menjadi hambatan Kak Amelia untuk terus berkarya sampai sekarang karena Kak Amelia memberi motivasi yang membuat saya tertampar akan prestasi saya selama masa SMP ini. Kak Amelia memberi motivasi bahwa kita sebagai pelajar perlu memberanikan diri untuk mencoba tantangan baru dan keluar dari zona nyaman agar kita dapat lebih luas mengeksplorasi kemampuan-kemampuan yang kita miliki dari diri kita yang mungkin kita sendiri belum mengetahuinya. Kak Amelia juga mengatakan bahwa jika kita memiliki minat akan suatu hal, berlatihlah untuk meningkatkan dan memperbaiki hal yang kita minati karena berlatih dengan tekun membuat kita menjadi lebih optimal. Pada dasarnya kita semua tidak terlahir sempurna dan karenanya kita perlu berlatih dan terus memperbaiki hal tersebut karena bisa saja hal tersebut dapat menjadi bakat dan kekuatan kita. Terakhir, Kak Amelia mengatakan kalau hal-hal yang besar dimulai dari hal-hal kecil dahulu sehingga kita perlu sabar dan menghargai proses yang kita alami untuk mencapai suatu hal yang kita impikan.  
Selengkapnya
Ekskul Esports Santa Ursula BSD
Posted: 2022-09-19 | By: Seno
Esports merupakan  salah satu cabang olahraga  berbasis  elektronik.  Dalam permainannya,  peserta  ditantang  untuk menyelesaikan   pertandingan  yang telah diprogram  dalam  suatu game tertentu, seperti  Mobile Legends, Fortnite, League of Legends, Counter-Strike, Call of Duty, dan PUGB. Oleh karena itu, dibutuhkan peralatan  elektronik  seperti  handphone, komputer/PC,   atau konsol  game seperti  PlayStation, Xbox, dan Nintendo untuk bermain  esports.Di Indonesia,  esports telah  diakui  sebagai olahraga  prestasi  di bawah KONI dan dinaungi  oleh PB ESI atau Pengurus besar Esports Indonesia.  Saat ini, esports sudah dapat  mengikuti pertandingan  tingkat  nasional  seperti Pekan Olahraga Nasional  (PON). Santa Ursula BSD yang memiliki  visi cerdas, utuh, dan melayani menyadari bahwa peserta didik di zaman sekarang telah terlahir sebagai generasi digital. Berdasarkan hal itulah, sekolah merancang kegiatan non akademik yang dapat mengembangkan  talenta peserta didik di bidang digital. Salah satunya adalah es port. Sekolah Santa Ursula BSD telah menjadikan esports sebagai cabang ekstrakurikuler. Tahun ini merupakan tahun ketiga peserta didik Santa Ursula BSD belajar berkolaborasi, teamwork, berpikir sistematis,  dan strategis dalam ekstrakurikuler  esports. Dalam prosesnyapeserta didik didampingi  oleh coach David dan coach Dexter yang merupakan anggota dari Pengurus besar Esports Indonesia wilayah Banten.
Selengkapnya
Bincang-bincang Seputar Media Sosial bersama Vincentius Diaz
Posted: 2022-07-22 | By: Theresa Rara Dewani Parahita - VIIE
Pada hari Senin tanggal 6 Juni 2022, kami siswa kelas VII mengikuti acara talkshow bertajuk Kreatif Bermedia Sosial. Tamu yang diundang adalah salah satu content creator Indonesia, bernama Vincentius Diaz. Acara dibuka dengan doa, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah Ibu Irene selaku Kepala Sekolah SMP menyampaikan ungkapan pengantar, maka acara talkshow pun dimulai.Pertama-tama, Kak Diaz memperkenalkan dirinya. Ternyata salah satu content creator yang sangat berbakat ini, berasal dari SMP Santa Ursula BSD lho! Ia lulus SMP pada tahun 2009. Setelah menamatkan jenjang studi SMA juga di Santa Ursula BSD, Kak Diaz melanjutkan studinya di Universitas Atmajaya. Sebelum menjadi content creator, Kak Diaz pun pernah bekerja di salah satu bank yang ada di Jakarta, namun pekerjaan tersebut sekarang telah ia tinggalkan.Pada awalnya, Kak Diaz membuat konten di bidang gaming, dan memainkan game Mobile Legend. Akan tetapi, karena mengalami kesulitan untuk mengedit videonya, maka ia belajar dari aplikasi Youtube tentang cara mengedit video. Melalui proses belajar tersebut, Kak Diaz merasa bahwa ternyata editing lebih menyenangkan dibandingkan gaming. Oleh karena itu, pada tahun 2019, Kak Diaz mulai membuat konten video di bidang editing.Ternyata, Kak Diaz mendapat inspirasi untuk kontennya dari orang lain! Kak Diaz mengaku bahwa ia terinspirasi dari konten orang lain, lalu ia melakukan remake dalam gaya videonya sendiri. Salah satu tokoh yang sangat menginspirasi Kak Diaz adalah content creator luar negeri bernama Zach King, sampai-sampai Kak Diaz ini dijuluki “Zach King-nya Indonesia”.Di dalam pekerjaannya ini, tentu Kak Diaz pernah mengalami kesulitan. Namun Kak Diaz memiliki solusinya sendiri untuk setiap kesulitan yang ditemui. Jika sedang tidak memiliki ide, ia terima saja kondisi tersebut dan menggantinya dengan melakukan refreshing. Kegiatan refreshing Kak Diaz lakukan dengan cara jalan-jalan mencari udara segar, bertemu dengan teman-teman, dan melihat konten orang lain. Dengan melakukan refreshing tersebut, Kak Diaz pun bisa mendapat ide untuk konten-kontennya. Tentang hal ini Kak Diaz mengatakan “Pekerjaan jangan dibawa stress!”Selanjutnya Kak Diaz membagikan syarat-syarat penting yang perlu diperhatikan bila hendak menjadi seorang content creator. Salah satunya adalah: jangan berharap untuk langsung terkenal! “Usahakan jangan ingin terkenal dengan cara cepat atau instan,” ujarnya. Menurut Kak Diaz, hal ini memiliki kerugian yang besar, yaitu bisa cepat terkenal, tetapi bisa juga cepat menurun. Pesan penting lain dari Kak Diaz adalah, “Buatlah konten yang memuat passion atau karakteristik kalian di situ, dan menurut kalian konten itu dapat berguna bagi orang lain!”.Kak Diaz juga memberi tahu kami tentang cara mengatur waktu, antara waktu bekerja atau belajar, dengan waktu bermain. Cara yang biasa dilakukan Kak Diaz untuk mengatur waktu adalah, membuat timeline dan memisahkan waktu antara bekerja dan bermain. Jika diajak main padat waktu kerja, maka ia akan memastikan terlebih dahulu apakah pekerjaannya bisa ditinggalkan. Bila ia tidak terlalu sibuk, dan masih ada cukup waktu sebelum deadline, maka ia bisa bermain.Jika kita ingin menjadi content creator, hal pertama yang harus kita perhatikan adalah menyiapkan diri. Hate comment atau komen negatif di media sosial sangat banyak bertebaran. Seorang content creator yang besar, mempunyai kemungkinan lebih besar pula untuk memperoleh komen negatif. Maka dari itu, kita harus menyiapkan diri untuk menghadapinya.Hal berikutnya adalah tidak memperhatikan atau membaca komen negatif. Bisa juga komen negatif itu bisa kita tanggapi menggunakan konten bakat kita. Dan yang terakhir adalah, bicara dengan orang terdekat (keluarga atau teman yang bisa dipercaya) dan meminta pembelaan atau nasehat dari mereka.Pada kesempatan talkshow kali ini, Kak Diaz pun membagikan informasi tentang hal apa saja yang biasa dilakukan oleh content creator, seperti dia. Pertama, Kak Diaz menjelaskan tentang cara mendapat uang dari bermain media sosial. Biasanya content creator mendapatkan uang dari endorse atau mempromosikan suatu brand. Bisa juga mendapat uang dari iklan-iklan yang muncul pada aplikasi Youtube. Kemungkinan lain adalah dengan cara afiliasi. Afiliasi adalah menjual suatu produk, baik itu produk milik orang lain, maupun produk milik kita sendiri.Sharing lain yang Kak Diaz sampaikan adalah tentang keuntungan dan kerugian yang didapat jika menjadi content creator. Keuntungan yang didapat adalah, jika ada suatu brand yang meminta untuk dipromosikan, maka kita bisa mendapat barang dari brand tersebut dengan gratis. Untuk kerugian biasa didapat adalah, tidak bisa menerima suatu brand dengan sembarangan, dan views video bisa saja menurun jika suatu brand meminta mempromosikan barangnya dengan cara yang basic atau biasa saja.Acara talkshow ini juga diselingi oleh kegiatan quiz seputar penjelasan dari Kak Diaz. Pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan, bisa dijawab semua dengan murid kelas VII. Artinya, siswa kelas VII semua memperhatikan apa saja yang disampaikan oleh Kak Diaz!Kegiatan selanjutnya adalah sesi tanya jawab. Pada sesi ini, banyak juga pertanyaan yang diajukan kepada Kak Diaz. Seperti contohnya, ada yang bertanya “Mengapa konten kita bisa mucul di FYP TikTok?” Kak Diaz menjawab bahwa TikTok memiliki algoritma. Yaitu TikTok biasanya memunculkan video atau konten yang relate dengan hal yang kita sukai. Ketika kita membuat konten yang menarik dan konten yang viral, maka kemungkinan konten kita masuk ke FYP akan semakin besar.Pertanyaan kedua “Bagaimana cara menghadapi jika konten kita dicuri orang lain?” Kak Diaz pun memberikan tips agar konten kita tidak dicuri. Caranya adalah dengan memberikan watermark pada setiap video yang kita buat, atau menampakkan wajah kita di video agar diketahui bahwa konten itu milik kita.Selanjutnya ditanyakan tentang hal-hal yang dipelajari Kak Diaz semasa bersekolah di Santa Ursula BSD, yang bisa berguna dalam pekerjaannya. Kak Diaz tentunya bisa menjawab dong! Menurut Kak Diaz, Sanur mengajarkan untuk selalu datang tepat waktu, sehingga Kak Diaz selalu menggunakan kebiasaan baik tersebut di pekerjaannya. Selain itu, nilai tanggung jawab dan menjaga lingkungan pun digunakan di pekerjaan Kak Diaz.Kak Diaz juga menyampaikan mengapa dirinya menerima ajakan talkshow di Santa Ursula BSD. Ia ingin memberi feedback atau informasi untuk para murid Sanur, karena dulunya ia sudah pernah diajar oleh para guru-guru di sanur. Kak Diaz memang keren banget deh!
Selengkapnya
Sambutan Koordinator Ketua Presidium Siswa SMP Santa Ursula BSD 2022
Posted: 2022-05-24 | By: Kenya Dewi Nastiti - VIIID
Selamat pagi Kepala SMP Santa Ursula BSD, Ibu Irene Anindyasari Rosmawati, Bapak Ibu guru, dan Badan Pengurus OSIS SMP Santa Ursula BSD yang saya hormati. Juga teman-teman  yang saya kasihi. Salam sehat dan sejahtera untuk kita semua.Pada hari yang spesial ini, mari kita panjatkan puji dan syukur atas rahmat  kesehatan yang dianugerahkan Tuhan kepada kita. Sehingga hari ini kita semua dapat berkumpul bersama secara online, dalam keadaan sehat dan bersemangat.Untuk memulai pidato ini, saya ingin mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada bapak ibu dan teman teman semua, atas dukungan, kontribusi, dan semangat yang selalu diberikan kepada saya dan teman-teman Presidium Siswa 2022, sejak tahap seleksi, pelatihan, hingga pelantikan yang dilaksanakan saat ini.Melalui dukungan positif yang senantiasa dicurahkan pada kami, hari ini dengan bangga saya dan teman-teman Badan Pengurus OSIS  2022, secara resmi telah dilantik sebagai Pengurus OSIS dan siap bertugas untuk menjalankan periode kepengurusan baru.Yang lebih istimewa di kepengurusan 2022 ini, tidak hanya periode dan badan pengurusnya saja yang baru, tapi sistem kerja dan struktur kepengurusan OSIS periode kali ini jauh berbeda daripada tahun-tahun sebelumnya. Kini, kami tidak lagi disebut sebagai Badan Pengurus OSIS, kami adalah Presidium Siswa SMP St. Ursula BSD 2022.Pasti hadirin semua bertanya-tanya, Mengapa harus presidium? Dan sesungguhnya apa itu presidium? Benar, sesuai apa yang saya dan rekan-rekan ketua sosialisasikan sebelumnya, tahun ini pertama kalinya OSIS SMP St. Ursula BSD tidak hanya memiliki 1, melainkan 7 orang ketua yang akan memimpin dan mengelola organisasi ini untuk 1 periode kedepan.Tentu perubahan struktur ini akan menjadi tantangan baru bagi seluruh presidium siswa SMP St. Ursula BSD dan keberlangsungan OSIS SMP St. Ursula BSD. Memang tidak akan mudah untuk menyatukan 7 orang ketua yang pastinya memiliki tujuan, ide, dan cara pandang yang berbeda tentang organisasi ini. Dan ke-7 ketua ini ditantang untuk bersama-sama memimpin OSIS dengan visi dan misi yang sama.Namun, saya yakin bahwa, kami, presidium siswa SMP St.Ursula BSD memiliki satu prinsip yang sama-sama kami pegang teguh, yaitu prinsip untuk bekerja secara efektif dan efisien, supaya membuahkan hasil konkret dari program-program yang dijalankan. Prinsip inilah yang kelak menjadi pedoman kami dalam bekerja dan bertugas untuk memimpin dan mengelola organisasi selama periode 2022 ini. Sehingga, Presidium Siswa SMP St. Ursula BSD dapat  menjadi role model dalam sikap, perkataan dan perilaku, khususnya bagi siswa-siswi SMP St. Ursula BSD.Maka, dengan penuh rasa hormat dan kerendahan hati, saya mohon bantuan dari seluruh tenaga pendidik dan teman-teman semua untuk memberikan dukungan positif dan partisipasi aktif demi menyukseskan Presidium Siswa SMP St.Ursula BSD yang pertama ini. Saya harap teman-teman dan Bapak Ibu, juga selalu menantikan dan ikut berpartisipasi dalam program ataupun kegiatan yang dilaksanakan Presidium Siswa SMP St. Ursula BSD periode 2022.Saya juga mengajak teman-teman Presidium Siswa OSIS SMP St. Ursula BSD untuk bersama-sama memimpin dan mengelola OSIS ini dengan maksimal dan penuh tanggung jawab. Agar kelak, seluruh harapan akan OSIS periode ini dapat terwujud.  Dan kita semua dapat menjadi pioner dalam menerapkan 10 nilai Santa Ursula untuk bersama-sama mewujudkan visi sekolah.Akhir kata, terimakasih atas waktu dan tempat yang telah diberikan pada saya untuk menyampaikan pidato pada hari ini. Mohon maaf apabila ada perkataan saya yang kurang berkenan selama menyampaikan pidato ini. Terimakasih dan Selamat untuk Presidium Siswa SMP  St. Ursula BSD 2022.
Selengkapnya
Terbentuknya Presidium Siswa 2022
Posted: 2022-05-24 | By: Kresentia Febriona Winanda Fajaryani/ IX B
Dimulainya tahun 2022 menjadi akhir bagi Badan Pengurus OSIS 2021 untuk menjalankan kepengurusannya. Setelah melewati berbagai proses bersama, kini saatnya bagi kami untuk melepas jabatan dan menyerahkan seluruh hasil kerja keras kami pada pengurus di periode mendatang. Maka dari itu, mulai tanggal 2 Desember 2021 hingga 2 Februari 2022, Badan Formatur mengadakan seleksi untuk memilih calon-calon badan pengurus yang akan menjadi penerus OSIS SMP Santa Ursula BSD.Proses dalam menyeleksi hingga mengadakan pelantikan ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Demikian pula bagi para calon badan pengurus, tentu proses ini tidaklah mudah,karena mereka diwajibkan untuk melalui serangkaian tes yakni tertulis dan wawancara. Melalui proses pemilihan ini juga, Badan Formatur 2021 mengalami hal yang luar biasa dalam mengurus seleksi, audiensi, hingga pelantikan calon penerus Badan Pengurus OSIS 2021.Proses pertama yang Badan Formatur lakukan dalam membentuk badan pengurus periode 2022 dimulai dengan seleksi tes tertulis dan wawancara yang diadakan pada Senin, 17 Januari hingga Sabtu, 22 Januari 2022. Melalui tes tertulis ini, Badan Formatur dapat mengetahui pilihan bidang kerja atau seksi yang diminati masing-masing calon badan pengurus, serta kemampuan mereka dalam memecahkan suatu masalah, atau yang biasa disebut dengan problem solving. Sedangkan melalui tes wawancara, Badan Formatur dapat melihat kemampuan public speaking, dan improvisasi calon badan pengurus dalam menjelaskan minatnya terhadap OSIS SMP Santa Ursula BSD.Proses seleksi tes tertulis dan wawancara ini berjalan dengan lancar. Pada tes tertulis, semua kandidat dapat menjawab pertanyaan dengan cukup baik. Walaupun banyak yang tidak tuntas dalam pengerjaan, kandidat berusaha sebaik mungkin untuk menjawab soal dengan waktu yang terbatas. Sedangkan pada tes wawancara, semua kandidat mendapatkan gilirannya masing-masing dan bisa berbicara dengan baik, sehingga proses ini dapat berjalan dengan tepat waktu. Maka melalui proses tersebut, dimulai dari 127 siswa yang mendaftar, kini terpilihlah 30 siswa yang akan menjadi calon penerus BP OSIS periode 2021.Di dalam suatu kepengurusan organisasi, tentu dibutuhkan seorang ketua dan wakil yang akan mengkoordinir kinerja kelompok tersebut. Oleh karena itu, proses kedua yang Badan Formatur lakukan dalam membentuk Badan Kepengurusan 2022 adalah dengan melakukan audiensi calon ketua dan wakil ketua.Audiensi sendiri adalah proses recording pidato calon ketua dan wakil ketua yang akan ditampilkan pada saat PEMILOS 2022. Audiensi ini dihadiri oleh para guru dan Badan Pengurus OSIS 2021. Selama proses berlangsung, baik guru-guru maupun Badan Pengurus OSIS 2021 dapat bertanya kepada calon ketua dan wakil mengenai visi misi setiap individu. Proses audiensi ini dapat mengalir dan sesuai dengan waktu yang diberikan. Para calon ketua dan wakil dapat menyampaikan materi mereka dengan baik, sehingga hasil record audiensi ini dapat digunakan untuk PEMILOS 2022.Setelah mengadakan audiensi, kini saatnya bagi anggota OSIS untuk memilih ketua dan wakil ketua yang akan mengurus di periode ke depannya. Tema atau judul PEMILOS 2022 ini adalah Encanto yang memiliki arti pesona. Kami memilih arti pesona karena calon ketua dan wakil ketua tentunya memiliki pesona tersendiri yang akan ditunjukkan saat pemilihan ketua, agar menarik perhatian para murid serta guru. Proses PEMILOS ini berjalan dengan lancar. Menggunakan hak pilihnya, semua siswa terlihat menikmati acara dan antusias dalam memilih calon ketua.Setelah mengadakan PEMILOS, Badan Formatur dikejutkan dengan berita bahwa akan dilakukan pergantian sistem OSIS, yang sekarang berganti nama menjadi Presidium Siswa. Pada sistem ini, akan terdapat 7 ketua dan 5 seksi, maka dari itu mulai kepengurusan tahun 2022 ini, hingga berikutnya, OSIS akan diganti dengan Presidium Siswa. Sebelum diadakannya pelantikan, para calon Presidium Siswa wajib mengikuti pelatihan terlebih dahulu. Dalam pelatihan tersebut mereka juga sempat membagi peran, yang akhirnya menjadi struktur Organisasi Presidium Siswa 2022.Setelah membagi peran dan membentuk struktur organisasi, Badan Formatur dan calon Presidium Siswa sepakat untuk melakukan pelantikan pada Rabu, 2 Februari 2022. Proses pelantikan ini berjalan dengan lancar, bahkan selesai sebelum waktu perkiraan di timeline. Semua siswa yang sudah dilantik kemudian melanjutkan acara dengan foto, bersama para pembina dan BP OSIS periode 2021.Akhir kata, kami BP OSIS 2021 berharap Presidium Siswa dapat membangun dan memajukan organisasi SMP Santa Ursula BSD serta menjadi versi kami yang lebih baik. Terima kasih BP OSIS 2021, dan selamat bertugas Presidium Siswa 2022!Penulis adalah Sekretaris I Badan Pengurus OSIS SMP Santa Ursula BSD 2021 dan anggota Badan Formatur
Selengkapnya
Perjalanan Menjadi Presidium Siswa SMP Santa Ursula BSD
Posted: 2022-05-24 | By: Valerie Graceline Darsojo - VIII E
Selama dua hari di bulan Maret, tepatnya dari tanggal 18 hingga 19, kami calon Presidium SMP Santa Ursula BSD menghadiri pelatihan online bersama Suster Francesco Marianti, OSU, sebelum dilantik menjadi anggota presidium siswa. Saya, Valerie Graceline Darsojo merupakan salah satu calon yang mengikuti pelatihan tersebut.Sebelum menghadiri pelatihan presidium online, saya mengikuti beberapa tahapan seleksi,  dimulai dari tes tertulis dalam google forms, serta tes tertulis dan tes wawancara bagi siswa yang terpilih dari kelas masing-masing. Dari beberapa tahapan tes, terpilih 30 siswa sebagai calon presidium.Selang beberapa minggu setelah tes dilaksanakan, kami pun menghadiri pelatihan yang dibimbing langsung oleh Suster Francesco bersama dengan Pak Hakim dan Pak Tino. Pada hari pertama pelatihan, kami diminta untuk memikirkan peran dari seorang ketua, wakil ketua, bendahara, dan sekretaris, yang kemudian akan kami utarakan satu per satu di depan calon anggota lainnya.Dari berbagai pendapat yang ada, kami berdiskusi untuk mendapatkan satu peran yang dapat melambangkan peranan lainnya. Setelah diskusi selesai, saya bersama teman-teman lainnya diberi kesempatan untuk mengajukan diri, siapa yang ingin menjadi calon ketua, wakil ketua, bendahara, dan sekretaris. Calon yang tidak memilih 4 peranan tersebut akan berperan sebagai ambulans (peran pelengkap).Setelah memilih peranan masing-masing, kami dibagi menjadi kelompok sesuai dengan peranan yang kami pilih. Di kelompok tersebut, kami diminta untuk memikirkan apa saja tugas dari peranan yang kami pilih dan mempresentasikan hasil brainstorming kelompok untuk dievaluasi oleh Suster.Pada hari kedua pelatihan, kami melanjutkan presentasi kami mengenai hasil brainstorming, apa tugas dari seorang ketua, wakil ketua, bendahara, sekretaris, serta ambulans. Presentasi kemudian dilanjutkan dengan penjelasan suster mengenai konsep presidium yang akan diterapkan pada OSIS SMP Santa Ursula BSD 2022. Pelatihan Presidium Siswa SMP Santa Ursula BSD diakhiri dengan rapat yang dipimpin oleh 7 ketua presidium untuk menentukan peran masing-masing anggota presidium, serta membahas teknis sosialisasi konsep presidium dan pelantikan anggota presidium.Saya pribadi merasa sangat senang dan beruntung karena bisa mendapatkan kesempatan langsung dibimbing oleh Suster Francesco. Saya juga mendapatkan banyak ilmu baru dari pelatihan ini, salah satunya mengenai konsep presidium. Saya harap dengan mengikuti Presidium Siswa SMP Santa Ursula BSD, saya dapat berkembang menjadi pribadi yang lebih mandiri, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Selengkapnya
Pengalaman Mengikuti Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT)
Posted: 2022-05-24 | By: Vania Auberta Manalu (VIIIA)
Kamis, 07 April 2022 adalah kali pertama aku mengikuti PTMT di sekolah Santa Ursula BSD. Selama kurang lebih dua tahun, aku menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) di SMP. Jujur saja, PJJ itu membosankan untukku. Setiap hari, aku hanya duduk di kamar dan memandang laptop. Tidak banyak berinteraksi dengan teman sekelas, dan kesepian. Banyak juga kesulitan yang harus dihadapi setiap harinya. Kadang internet atau lampu mati, laptop ngelag, tugas tidak bisa dibuka dan lain-lain. Masalah-masalah tersebut mungkin kedengarannya sepele, tetapi itu bisa menggangguku. Kadang aku menjadi tidak fokus saat belajar dan memilih melakukan hal lain, karena merasa bosan.Akan tetapi, aku bisa bertahan dan menyikapi hal itu dengan baik. Aku berusaha memperbanyak interaksi dengan teman-teman lain walaupun melalui media online. Setidaknya aku tidak merasa sendiri dan kesepian lagi. Selain itu, aku juga mengubah gaya belajarku. Aku berusaha mencari gaya belajar yang paling sesuai untukku sehingga aku semakin giat belajar dan tidak bosan lagi selama belajar. Untuk masalah internet dan laptop, aku tidak bisa mengendalikannya karena itu di luar kemampuanku. Akan tetapi aku bisa mencegah hal-hal yang tidak enak terjadi, seperti tidak lupa untuk refresh dan update laptop, menyediakan tethering untuk cadangan internet dan lain-lain. Dengan melakukan hal-hal tersebut, kesulitanku bisa sedikit berkurang.Saat masih menjalani kegiatan PJJ, ada pengumuman dari sekolah tentang kesempatan mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas. Aku sangat senang sekali mendengar hal itu dan langsung berencana untuk mendaftar. Namun tentu saja aku harus menanyakan hal tersebut kepada orang tua terlebih dahulu. Setelah aku berdiskusi dengan Papa dan mengetahui bahwa aku ingin sekali mengikuti PTMT dan mereka mendukungku sepenuh hati. Sebenarnya, Papa dan Mama sempat kuatir, tetapi Papa dan Mama mengetahui bahwa sekolah Santa Ursula BSD memiliki protokol kesehatan yang ketat sehingga akan membuatku aman dan nyaman untuk mengikuti PTMT. Pada akhirnya, aku dapat pergi ke sekolah untuk mengikuti PTMT untuk pertama kalinya.Sejujurnya aku merasa sangat gugup menghadapi PTMT untuk pertama kalinya, aku takut tidak bisa menjalaninya dengan baik dan lancar. Akan tetapi, aku tetap merasa bahagia bisa menghirup udara di sekolah. Saat aku sampai di sekolah, aku disambut oleh beberapa guru di gerbang SMP. Wah, senang rasanya bisa disambut baik oleh guru-guru. Sebelum masuk, aku harus melakukan beberapa protokol, yaitu mencuci tangan, mengecek suhu, memakai hand sanitizer, penyemprotan desinfektan dan scan barcode pedulilindungi.Lalu aku berjalan menuju ke kelasku sambil menyapa beberapa guru yang kutemui. Saat mendekati ruang kelas, aku mulai merasakan keindahan sekolah dan hijaunya taman di sekolah. Suasana di sekolah yang ramai membuatku senang karena saat PJJ aku tidak bisa merasakan hal seperti ini. Di depan kelas aku bertemu wali kelasku dan melakukan absensi. Lalu aku masuk ke kelas dan mengambil name tag. Tidak lupa, aku menaruh lembar surat pernyataan orang tua.Aku bertemu dengan guru dan teman-temanku. Aku senang bisa berbincang banyak hal. Saling menanyakan kabar dan saling berbagi perasaan. Guru dan teman-teman adalah orang-orang yang sangat seru untuk diajak ngobrol dan bercanda satu sama lain. Walaupun aku baru mengobrol dengan beberapa teman, belum dengan semua teman yang hadir, tetapi aku tetap senang bisa bertemu langsung dengan mereka semua. Tentu saja aku akan memanfaatkan kesempatan dengan baik karena aku jarang merasakan momen seperti ini.Setelah berbincang-bincang dengan guru dan teman-teman, aku masuk ke kelas untuk mengikuti pembelajaran Matematika dan IPA. Kami mendalami materi dan membahas banyak hal mengenai materi. Aku menyadari bahwa pembahasan lebih menyenangkan saat PTMT di sekolah. Aku sendiri merasa lebih fokus karena bisa berinteraksi langsung dengan guru-guru yang mengajar.Setelah pelajaran IPA, aku keluar kelas dengan teman-teman untuk beristirahat. Kami semua makan di depan kelas sambil berbincang-bincang. Ada banyak guru juga di depan kelas yang ikut berbincang-bincang dengan kami. Setelah makan, aku mencuci tangan lalu kembali ke dalam kelas, mempersiapkan diri untuk pelajaran berikutnya, yakni Matematika.Sama halnya dengan IPA, saat mengikuti pelajaran Matematika, kami melakukan pembahasan mengenai materi, dan bertanya jawab dengan guru-guru. Teman-teman yang mengikuti PJJ dari rumah mereka masing-masing pun tetap bisa melakukan tanya jawab. Pembahasan kali ini sangat panjang namun menyenangkan sehingga kami tidak sadar bahwa jam pulang sudah terlewati. Kami membereskan barang-barang yang kami bawa seperti laptop, buku catatan, kotak pensil ke dalam tas. Setelah semua selesai, kami mengakhiri pembelajaran hari ini dengan berdoa dan menyanyikan Mars Serviam.Setelah semuanya selesai, kami diminta untuk tetap di dalam kelas sambil menunggu dijemput. Aku langsung mengabari orang tuaku bahwa aku sudah selesai. Beberapa menit kemudian, orang tua ku memberi kabar bahwa mereka sudah sampai di parkiran sekolah. Aku langsung keluar dari kelas dan tidak lupa mengucapkan selamat tinggal pada guru yang ada di kelas. Sebelum turun, aku harus mengantri untuk mengukur suhu dan mencatatnya. Ternyata suhu tubuhku tidak berubah sejak tadi pagi. Lalu aku turun ke bawah menuju parkiran dan juga mengucapkan selamat tinggal kepada guru-guru.Demikianlah pengalamanku saat mengikuti PTMT. Ternyata PTMT sangat menyenangkan! Jika PTMT diadakan lagi, aku berencana untuk mendaftar dan pergi ke sekolah lagi. Aku pun berharap keadaan semakin baik dan sekolah bisa membuka full pembelajaran tatap muka karena aku ingin bertemu dengan teman-temanku yang lain.Sedangkan teman-teman yang belum mengikuti PTMT, tentu masing-masing mempunyai alasan tersendiri. Oleh karena itu, jangan bersedih ya teman-teman! Kita terus berharap akan ada kesempatan lain, saat kita semua akhirnya bisa bertemu. Mari terus menjaga kesehatan dan manaati protokol kesehatan!Foto : Pembelajaran Matematika di kelas VIIIA, diambil oleh Ibu Angeline Ratih S.
Selengkapnya
Hari Pertama PTMT*-ku
Posted: 2022-05-24 | By: Johan Alexander Salim (VIIC)
Setelah dua tahun saya melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena pandemi covid-19, akhirnya pada 5 April kemarin, saya bisa mengalami kembali rasanya pembelajaran tatap muka (PTM). Rasanya sangat berbeda, banyak sekali hal yang berubah dan pengalaman baru yang saya rasakan. Sebelum-sebelumnya saya selalu bertemu teman-teman dan guru melalui zoom dan berbincang-bincang dengan mereka di dalam whatsapp.  Namun beberapa hari lalu, saya bertemu dengan setengah dari mereka dan juga bertemu dengan guru-guru. Rasanya sangat menyenangkan bisa bertemu dengan mereka.Menurut saya setelah mengikuti  pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT), pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan mudah dimengerti. Terlebih lagi ketika PTMT, gangguan seperti handphone yang berbunyi, rasa ingin bermain atau nonton saat pelajaran, dan banyak gangguan lain yang seringkali mengganggu saya pada saat belajar secara daring, akan menjadi jauh berkurang.Mungkin untuk beberapa orang seperti saya akan lebih susah untuk konsentrasi dan memahami pelajaran daring. Maka dari itu pasti pembelajaran PTMT akan menjadi solusi yang cukup baik. Dalam pembelajaran online, terkadang suasana menjadi lebih kaku dan bosan di pelajaran. Namun ketika PTMT, rasanya sangat seru karena beberapa kali guru bercanda dengan murid-murid saat pelajaran. Selain itu, murid pun bisa lebih akrab dengan guru-guru karena bertemu langsung dan bercakap-cakap langsung.Walaupun PTMT sangat menarik dan seru, tentu saja kita tidak bisa melupakan pandemi covid-19 yang masih ada. Menurut pengalaman dan pemahaman pribadi, saya merasa bahwa seharusnya tidak apa-apa bertemu langsung dengan orang lain, selama kita memastikan kalau kita sehat dan tidak mengalami sakit apapun. Selain itu, masker tetap harus selalu dipakai dan harus menerapkan prokes lain. Meskipun menurut pengalaman saya, pada kesempatan PTMT tersebut murid-murid kurang menerapkan ketentuan tentang jaga jarak.Pada awalnya mungkin ada orang tua yang tidak memperbolehkan anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka karena pandemi, atau bahkan kita sendiri sebagai murid yang kuatir. Namun kalau ada motivasi, pasti kita bisa berusaha mencari solusinya. Bagi saya sendiri, saya sangat ingin mengalami PTMT, dan saya bersyukur karena orang tua saya memperbolehkan, sehingga saya bisa mengikutinya.Pada saat PTMT tentu saja banyak hal menarik terjadi. Contohnya saya sangat penasaran dengan guru-guru dan teman-teman saya pada saat bertemu. Saya sangat senang sekali ketika akhirnya bisa bertemu dengan guru-guru dan teman-teman saya untuk pertama kalinya. Pada saat masuk sekolah, rasa penasaran saya sudah sangat tinggi, sehingga setelah melewati beberapa tahap sebelum masuk kelas dan menyalami guru yang saya temui, saya langsung menaruh tas saya dan berjalan-jalan keliling-keliling.Saat itu saya pergi melihat kelas-kelas lain dari luar, juga masuk ke ruang perpustakaan. Di sana saya melihat-lihat buku-buku yang ditempatkan di rak, juga bertemu dengan beberapa guru. Saya sangat senang ketika bisa bertemu, apalagi sempat bercanda ria dengan teman-teman dan guru-guru di sekolah.Ketika memasuki sekolah memang cukup banyak hal yang harus diperhatikan, tetapi menurut saya hal tersebut mudah-mudah saja. Pada saat mau masuk, cuci tangan terlebih dahulu, mengukur suhu, dan disemprot desinfektan. Masuk ke gedung, scan peduli lindungi, dan menuju tangga sesuai arahan guru-guru, tidak lupa juga untuk menyapa guru-guru yang kalian temui pada saat dalam perjalanan.Jika sudah naik melewati tangga, ada beberapa guru lagi yang akan mengarahkan ke kelas kita masing-masing. Di pintu masuk kelas juga ada barcode peduli lindungi, bila kita sudah melakukan scan di pintu masuk sekolah, kita tidak perlu melakukannya lagi. Di dalam kelas, murid-murid bebas dalam memilih tempat duduk. Pada pukul 7:30, semuanya sudah harus ada di kelas, duduk di bangku masing-masing dan memulai pelajaran.Saat istirahat, kita diperbolehkan makan di luar ataupun di dalam kelas, asalkan tidak berbincang-bincang saat makan. Ketika pulang, kita menunggu di kelas sampai orang tua sudah tiba di parkiran. Ketika sudah dijemput, kita turun melalui tangga, keluar gedung sekolah dan check out peduli lindungi. Kita juga diminta untuk langsung pulang tanpa pergi ke tempat lain lagi.Proses belajar IPA dan Matematika yang saya alami pada kesempatan PTMT kali ini, rasanya sangat berbeda dibandingkan dengan ketika PJJ. Kami dapat berkomunikasi lebih terbuka dengan guru dan sebaliknya, yang membuat pelajaran terasa lebih santai. Selain itu, ketika belajar kita tidak terganggu dengan berbagai hal yang biasanya mengganggu kita untuk fokus. Tampaknya guru-guru pun dapat memberikan penjelasan secara lebih mudah karena berhadapan langsung dengan murid-muridnya. Pelajaran IPA dan Matematika pun akhirnya bisa menjadi menyenangkan dan mudah karena alasan-alasan ini.Menurut saya, kesempatan kali ini sebaiknya jangan disia-siakan, karena sangat seru dan menyenangkan. Saran saya, teman-teman yang belum mengikuti PTMT perlu mencobanya. Terlebih lagi teman-teman yang mungkin kurang aktif pada saat PJJ melalui zoom, ataupun dalam perbincangan di grup whatsapp. Saya menyarankan demikian karena kita akan bertemu dengan banyak teman dan berkenalan dengan mereka. Ini membuat suasana akan lebih terbuka dan kita lebih bisa berkomunikasi satu sama lain. Selamat mencoba.*PTMT : Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
Selengkapnya