Bincang-bincang Seputar Media Sosial bersama Vincentius Diaz
Posted: 2022-07-22 | By: Theresa Rara Dewani Parahita - VIIE
Pada hari Senin tanggal 6 Juni 2022, kami siswa kelas VII mengikuti acara talkshow bertajuk Kreatif Bermedia Sosial. Tamu yang diundang adalah salah satu content creator Indonesia, bernama Vincentius Diaz. Acara dibuka dengan doa, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah Ibu Irene selaku Kepala Sekolah SMP menyampaikan ungkapan pengantar, maka acara talkshow pun dimulai. Pertama-tama, Kak Diaz memperkenalkan dirinya. Ternyata salah satu content creator yang sangat berbakat ini, berasal dari SMP Santa Ursula BSD lho! Ia lulus SMP pada tahun 2009. Setelah menamatkan jenjang studi SMA juga di Santa Ursula BSD, Kak Diaz melanjutkan studinya di Universitas Atmajaya. Sebelum menjadi content creator, Kak Diaz pun pernah bekerja di salah satu bank yang ada di Jakarta, namun pekerjaan tersebut sekarang telah ia tinggalkan. Pada awalnya, Kak Diaz membuat konten di bidang gaming, dan memainkan game Mobile Legend. Akan tetapi, karena mengalami kesulitan untuk mengedit videonya, maka ia belajar dari aplikasi Youtube tentang cara mengedit video. Melalui proses belajar tersebut, Kak Diaz merasa bahwa ternyata editing lebih menyenangkan dibandingkan gaming. Oleh karena itu, pada tahun 2019, Kak Diaz mulai membuat konten video di bidang editing. Ternyata, Kak Diaz mendapat inspirasi untuk kontennya dari orang lain! Kak Diaz mengaku bahwa ia terinspirasi dari konten orang lain, lalu ia melakukan remake dalam gaya videonya sendiri. Salah satu tokoh yang sangat menginspirasi Kak Diaz adalah content creator luar negeri bernama Zach King, sampai-sampai Kak Diaz ini dijuluki “Zach King-nya Indonesia”. Di dalam pekerjaannya ini, tentu Kak Diaz pernah mengalami kesulitan. Namun Kak Diaz memiliki solusinya sendiri untuk setiap kesulitan yang ditemui. Jika sedang tidak memiliki ide, ia terima saja kondisi tersebut dan menggantinya dengan melakukan refreshing. Kegiatan refreshing Kak Diaz lakukan dengan cara jalan-jalan mencari udara segar, bertemu dengan teman-teman, dan melihat konten orang lain. Dengan melakukan refreshing tersebut, Kak Diaz pun bisa mendapat ide untuk konten-kontennya. Tentang hal ini Kak Diaz mengatakan “Pekerjaan jangan dibawa stress!” Selanjutnya Kak Diaz membagikan syarat-syarat penting yang perlu diperhatikan bila hendak menjadi seorang content creator. Salah satunya adalah: jangan berharap untuk langsung terkenal! “Usahakan jangan ingin terkenal dengan cara cepat atau instan,” ujarnya. Menurut Kak Diaz, hal ini memiliki kerugian yang besar, yaitu bisa cepat terkenal, tetapi bisa juga cepat menurun. Pesan penting lain dari Kak Diaz adalah, “Buatlah konten yang memuat passion atau karakteristik kalian di situ, dan menurut kalian konten itu dapat berguna bagi orang lain!”. Kak Diaz juga memberi tahu kami tentang cara mengatur waktu, antara waktu bekerja atau belajar, dengan waktu bermain. Cara yang biasa dilakukan Kak Diaz untuk mengatur waktu adalah, membuat timeline dan memisahkan waktu antara bekerja dan bermain. Jika diajak main padat waktu kerja, maka ia akan memastikan terlebih dahulu apakah pekerjaannya bisa ditinggalkan. Bila ia tidak terlalu sibuk, dan masih ada cukup waktu sebelum deadline, maka ia bisa bermain. Jika kita ingin menjadi content creator, hal pertama yang harus kita perhatikan adalah menyiapkan diri. Hate comment atau komen negatif di media sosial sangat banyak bertebaran. Seorang content creator yang besar, mempunyai kemungkinan lebih besar pula untuk memperoleh komen negatif. Maka dari itu, kita harus menyiapkan diri untuk menghadapinya. Hal berikutnya adalah tidak memperhatikan atau membaca komen negatif. Bisa juga komen negatif itu bisa kita tanggapi menggunakan konten bakat kita. Dan yang terakhir adalah, bicara dengan orang terdekat (keluarga atau teman yang bisa dipercaya) dan meminta pembelaan atau nasehat dari mereka. Pada kesempatan talkshow kali ini, Kak Diaz pun membagikan informasi tentang hal apa saja yang biasa dilakukan oleh content creator, seperti dia. Pertama, Kak Diaz menjelaskan tentang cara mendapat uang dari bermain media sosial. Biasanya content creator mendapatkan uang dari endorse atau mempromosikan suatu brand. Bisa juga mendapat uang dari iklan-iklan yang muncul pada aplikasi Youtube. Kemungkinan lain adalah dengan cara afiliasi. Afiliasi adalah menjual suatu produk, baik itu produk milik orang lain, maupun produk milik kita sendiri. Sharing lain yang Kak Diaz sampaikan adalah tentang keuntungan dan kerugian yang didapat jika menjadi content creator. Keuntungan yang didapat adalah, jika ada suatu brand yang meminta untuk dipromosikan, maka kita bisa mendapat barang dari brand tersebut dengan gratis. Untuk kerugian biasa didapat adalah, tidak bisa menerima suatu brand dengan sembarangan, dan views video bisa saja menurun jika suatu brand meminta mempromosikan barangnya dengan cara yang basic atau biasa saja. Acara talkshow ini juga diselingi oleh kegiatan quiz seputar penjelasan dari Kak Diaz. Pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan, bisa dijawab semua dengan murid kelas VII. Artinya, siswa kelas VII semua memperhatikan apa saja yang disampaikan oleh Kak Diaz! Kegiatan selanjutnya adalah sesi tanya jawab. Pada sesi ini, banyak juga pertanyaan yang diajukan kepada Kak Diaz. Seperti contohnya, ada yang bertanya “Mengapa konten kita bisa mucul di FYP TikTok?” Kak Diaz menjawab bahwa TikTok memiliki algoritma. Yaitu TikTok biasanya memunculkan video atau konten yang relate dengan hal yang kita sukai. Ketika kita membuat konten yang menarik dan konten yang viral, maka kemungkinan konten kita masuk ke FYP akan semakin besar. Pertanyaan kedua “Bagaimana cara menghadapi jika konten kita dicuri orang lain?” Kak Diaz pun memberikan tips agar konten kita tidak dicuri. Caranya adalah dengan memberikan watermark pada setiap video yang kita buat, atau menampakkan wajah kita di video agar diketahui bahwa konten itu milik kita. Selanjutnya ditanyakan tentang hal-hal yang dipelajari Kak Diaz semasa bersekolah di Santa Ursula BSD, yang bisa berguna dalam pekerjaannya. Kak Diaz tentunya bisa menjawab dong! Menurut Kak Diaz, Sanur mengajarkan untuk selalu datang tepat waktu, sehingga Kak Diaz selalu menggunakan kebiasaan baik tersebut di pekerjaannya. Selain itu, nilai tanggung jawab dan menjaga lingkungan pun digunakan di pekerjaan Kak Diaz. Kak Diaz juga menyampaikan mengapa dirinya menerima ajakan talkshow di Santa Ursula BSD. Ia ingin memberi feedback atau informasi untuk para murid Sanur, karena dulunya ia sudah pernah diajar oleh para guru-guru di sanur. Kak Diaz memang keren banget deh!
Selengkapnya
Sambutan Koordinator Ketua Presidium Siswa SMP Santa Ursula BSD 2022
Posted: 2022-05-24 | By: Kenya Dewi Nastiti - VIIID
Selamat pagi Kepala SMP Santa Ursula BSD, Ibu Irene Anindyasari Rosmawati, Bapak Ibu guru, dan Badan Pengurus OSIS SMP Santa Ursula BSD yang saya hormati. Juga teman-teman  yang saya kasihi. Salam sehat dan sejahtera untuk kita semua. Pada hari yang spesial ini, mari kita panjatkan puji dan syukur atas rahmat  kesehatan yang dianugerahkan Tuhan kepada kita. Sehingga hari ini kita semua dapat berkumpul bersama secara online, dalam keadaan sehat dan bersemangat. Untuk memulai pidato ini, saya ingin mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada bapak ibu dan teman teman semua, atas dukungan, kontribusi, dan semangat yang selalu diberikan kepada saya dan teman-teman Presidium Siswa 2022, sejak tahap seleksi, pelatihan, hingga pelantikan yang dilaksanakan saat ini. Melalui dukungan positif yang senantiasa dicurahkan pada kami, hari ini dengan bangga saya dan teman-teman Badan Pengurus OSIS  2022, secara resmi telah dilantik sebagai Pengurus OSIS dan siap bertugas untuk menjalankan periode kepengurusan baru. Yang lebih istimewa di kepengurusan 2022 ini, tidak hanya periode dan badan pengurusnya saja yang baru, tapi sistem kerja dan struktur kepengurusan OSIS periode kali ini jauh berbeda daripada tahun-tahun sebelumnya. Kini, kami tidak lagi disebut sebagai Badan Pengurus OSIS, kami adalah Presidium Siswa SMP St. Ursula BSD 2022. Pasti hadirin semua bertanya-tanya, Mengapa harus presidium? Dan sesungguhnya apa itu presidium? Benar, sesuai apa yang saya dan rekan-rekan ketua sosialisasikan sebelumnya, tahun ini pertama kalinya OSIS SMP St. Ursula BSD tidak hanya memiliki 1, melainkan 7 orang ketua yang akan memimpin dan mengelola organisasi ini untuk 1 periode kedepan. Tentu perubahan struktur ini akan menjadi tantangan baru bagi seluruh presidium siswa SMP St. Ursula BSD dan keberlangsungan OSIS SMP St. Ursula BSD. Memang tidak akan mudah untuk menyatukan 7 orang ketua yang pastinya memiliki tujuan, ide, dan cara pandang yang berbeda tentang organisasi ini. Dan ke-7 ketua ini ditantang untuk bersama-sama memimpin OSIS dengan visi dan misi yang sama. Namun, saya yakin bahwa, kami, presidium siswa SMP St.Ursula BSD memiliki satu prinsip yang sama-sama kami pegang teguh, yaitu prinsip untuk bekerja secara efektif dan efisien, supaya membuahkan hasil konkret dari program-program yang dijalankan. Prinsip inilah yang kelak menjadi pedoman kami dalam bekerja dan bertugas untuk memimpin dan mengelola organisasi selama periode 2022 ini. Sehingga, Presidium Siswa SMP St. Ursula BSD dapat  menjadi role model dalam sikap, perkataan dan perilaku, khususnya bagi siswa-siswi SMP St. Ursula BSD. Maka, dengan penuh rasa hormat dan kerendahan hati, saya mohon bantuan dari seluruh tenaga pendidik dan teman-teman semua untuk memberikan dukungan positif dan partisipasi aktif demi menyukseskan Presidium Siswa SMP St.Ursula BSD yang pertama ini. Saya harap teman-teman dan Bapak Ibu, juga selalu menantikan dan ikut berpartisipasi dalam program ataupun kegiatan yang dilaksanakan Presidium Siswa SMP St. Ursula BSD periode 2022. Saya juga mengajak teman-teman Presidium Siswa OSIS SMP St. Ursula BSD untuk bersama-sama memimpin dan mengelola OSIS ini dengan maksimal dan penuh tanggung jawab. Agar kelak, seluruh harapan akan OSIS periode ini dapat terwujud.  Dan kita semua dapat menjadi pioner dalam menerapkan 10 nilai Santa Ursula untuk bersama-sama mewujudkan visi sekolah. Akhir kata, terimakasih atas waktu dan tempat yang telah diberikan pada saya untuk menyampaikan pidato pada hari ini. Mohon maaf apabila ada perkataan saya yang kurang berkenan selama menyampaikan pidato ini. Terimakasih dan Selamat untuk Presidium Siswa SMP  St. Ursula BSD 2022.
Selengkapnya
Terbentuknya Presidium Siswa 2022
Posted: 2022-05-24 | By: Kresentia Febriona Winanda Fajaryani/ IX B
Dimulainya tahun 2022 menjadi akhir bagi Badan Pengurus OSIS 2021 untuk menjalankan kepengurusannya. Setelah melewati berbagai proses bersama, kini saatnya bagi kami untuk melepas jabatan dan menyerahkan seluruh hasil kerja keras kami pada pengurus di periode mendatang. Maka dari itu, mulai tanggal 2 Desember 2021 hingga 2 Februari 2022, Badan Formatur mengadakan seleksi untuk memilih calon-calon badan pengurus yang akan menjadi penerus OSIS SMP Santa Ursula BSD. Proses dalam menyeleksi hingga mengadakan pelantikan ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Demikian pula bagi para calon badan pengurus, tentu proses ini tidaklah mudah,karena mereka diwajibkan untuk melalui serangkaian tes yakni tertulis dan wawancara. Melalui proses pemilihan ini juga, Badan Formatur 2021 mengalami hal yang luar biasa dalam mengurus seleksi, audiensi, hingga pelantikan calon penerus Badan Pengurus OSIS 2021. Proses pertama yang Badan Formatur lakukan dalam membentuk badan pengurus periode 2022 dimulai dengan seleksi tes tertulis dan wawancara yang diadakan pada Senin, 17 Januari hingga Sabtu, 22 Januari 2022. Melalui tes tertulis ini, Badan Formatur dapat mengetahui pilihan bidang kerja atau seksi yang diminati masing-masing calon badan pengurus, serta kemampuan mereka dalam memecahkan suatu masalah, atau yang biasa disebut dengan problem solving. Sedangkan melalui tes wawancara, Badan Formatur dapat melihat kemampuan public speaking, dan improvisasi calon badan pengurus dalam menjelaskan minatnya terhadap OSIS SMP Santa Ursula BSD. Proses seleksi tes tertulis dan wawancara ini berjalan dengan lancar. Pada tes tertulis, semua kandidat dapat menjawab pertanyaan dengan cukup baik. Walaupun banyak yang tidak tuntas dalam pengerjaan, kandidat berusaha sebaik mungkin untuk menjawab soal dengan waktu yang terbatas. Sedangkan pada tes wawancara, semua kandidat mendapatkan gilirannya masing-masing dan bisa berbicara dengan baik, sehingga proses ini dapat berjalan dengan tepat waktu. Maka melalui proses tersebut, dimulai dari 127 siswa yang mendaftar, kini terpilihlah 30 siswa yang akan menjadi calon penerus BP OSIS periode 2021. Di dalam suatu kepengurusan organisasi, tentu dibutuhkan seorang ketua dan wakil yang akan mengkoordinir kinerja kelompok tersebut. Oleh karena itu, proses kedua yang Badan Formatur lakukan dalam membentuk Badan Kepengurusan 2022 adalah dengan melakukan audiensi calon ketua dan wakil ketua. Audiensi sendiri adalah proses recording pidato calon ketua dan wakil ketua yang akan ditampilkan pada saat PEMILOS 2022. Audiensi ini dihadiri oleh para guru dan Badan Pengurus OSIS 2021. Selama proses berlangsung, baik guru-guru maupun Badan Pengurus OSIS 2021 dapat bertanya kepada calon ketua dan wakil mengenai visi misi setiap individu. Proses audiensi ini dapat mengalir dan sesuai dengan waktu yang diberikan. Para calon ketua dan wakil dapat menyampaikan materi mereka dengan baik, sehingga hasil record audiensi ini dapat digunakan untuk PEMILOS 2022. Setelah mengadakan audiensi, kini saatnya bagi anggota OSIS untuk memilih ketua dan wakil ketua yang akan mengurus di periode ke depannya. Tema atau judul PEMILOS 2022 ini adalah Encanto yang memiliki arti pesona. Kami memilih arti pesona karena calon ketua dan wakil ketua tentunya memiliki pesona tersendiri yang akan ditunjukkan saat pemilihan ketua, agar menarik perhatian para murid serta guru. Proses PEMILOS ini berjalan dengan lancar. Menggunakan hak pilihnya, semua siswa terlihat menikmati acara dan antusias dalam memilih calon ketua. Setelah mengadakan PEMILOS, Badan Formatur dikejutkan dengan berita bahwa akan dilakukan pergantian sistem OSIS, yang sekarang berganti nama menjadi Presidium Siswa. Pada sistem ini, akan terdapat 7 ketua dan 5 seksi, maka dari itu mulai kepengurusan tahun 2022 ini, hingga berikutnya, OSIS akan diganti dengan Presidium Siswa. Sebelum diadakannya pelantikan, para calon Presidium Siswa wajib mengikuti pelatihan terlebih dahulu. Dalam pelatihan tersebut mereka juga sempat membagi peran, yang akhirnya menjadi struktur Organisasi Presidium Siswa 2022. Setelah membagi peran dan membentuk struktur organisasi, Badan Formatur dan calon Presidium Siswa sepakat untuk melakukan pelantikan pada Rabu, 2 Februari 2022. Proses pelantikan ini berjalan dengan lancar, bahkan selesai sebelum waktu perkiraan di timeline. Semua siswa yang sudah dilantik kemudian melanjutkan acara dengan foto, bersama para pembina dan BP OSIS periode 2021. Akhir kata, kami BP OSIS 2021 berharap Presidium Siswa dapat membangun dan memajukan organisasi SMP Santa Ursula BSD serta menjadi versi kami yang lebih baik. Terima kasih BP OSIS 2021, dan selamat bertugas Presidium Siswa 2022! Penulis adalah Sekretaris I Badan Pengurus OSIS SMP Santa Ursula BSD 2021 dan anggota Badan Formatur  
Selengkapnya
Perjalanan Menjadi Presidium Siswa SMP Santa Ursula BSD
Posted: 2022-05-24 | By: Valerie Graceline Darsojo - VIII E
Selama dua hari di bulan Maret, tepatnya dari tanggal 18 hingga 19, kami calon Presidium SMP Santa Ursula BSD menghadiri pelatihan online bersama Suster Francesco Marianti, OSU, sebelum dilantik menjadi anggota presidium siswa. Saya, Valerie Graceline Darsojo merupakan salah satu calon yang mengikuti pelatihan tersebut. Sebelum menghadiri pelatihan presidium online, saya mengikuti beberapa tahapan seleksi,  dimulai dari tes tertulis dalam google forms, serta tes tertulis dan tes wawancara bagi siswa yang terpilih dari kelas masing-masing. Dari beberapa tahapan tes, terpilih 30 siswa sebagai calon presidium. Selang beberapa minggu setelah tes dilaksanakan, kami pun menghadiri pelatihan yang dibimbing langsung oleh Suster Francesco bersama dengan Pak Hakim dan Pak Tino. Pada hari pertama pelatihan, kami diminta untuk memikirkan peran dari seorang ketua, wakil ketua, bendahara, dan sekretaris, yang kemudian akan kami utarakan satu per satu di depan calon anggota lainnya. Dari berbagai pendapat yang ada, kami berdiskusi untuk mendapatkan satu peran yang dapat melambangkan peranan lainnya. Setelah diskusi selesai, saya bersama teman-teman lainnya diberi kesempatan untuk mengajukan diri, siapa yang ingin menjadi calon ketua, wakil ketua, bendahara, dan sekretaris. Calon yang tidak memilih 4 peranan tersebut akan berperan sebagai ambulans (peran pelengkap). Setelah memilih peranan masing-masing, kami dibagi menjadi kelompok sesuai dengan peranan yang kami pilih. Di kelompok tersebut, kami diminta untuk memikirkan apa saja tugas dari peranan yang kami pilih dan mempresentasikan hasil brainstorming kelompok untuk dievaluasi oleh Suster. Pada hari kedua pelatihan, kami melanjutkan presentasi kami mengenai hasil brainstorming, apa tugas dari seorang ketua, wakil ketua, bendahara, sekretaris, serta ambulans. Presentasi kemudian dilanjutkan dengan penjelasan suster mengenai konsep presidium yang akan diterapkan pada OSIS SMP Santa Ursula BSD 2022. Pelatihan Presidium Siswa SMP Santa Ursula BSD diakhiri dengan rapat yang dipimpin oleh 7 ketua presidium untuk menentukan peran masing-masing anggota presidium, serta membahas teknis sosialisasi konsep presidium dan pelantikan anggota presidium. Saya pribadi merasa sangat senang dan beruntung karena bisa mendapatkan kesempatan langsung dibimbing oleh Suster Francesco. Saya juga mendapatkan banyak ilmu baru dari pelatihan ini, salah satunya mengenai konsep presidium. Saya harap dengan mengikuti Presidium Siswa SMP Santa Ursula BSD, saya dapat berkembang menjadi pribadi yang lebih mandiri, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Selengkapnya
Pengalaman Mengikuti Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT)
Posted: 2022-05-24 | By: Vania Auberta Manalu (VIIIA)
Kamis, 07 April 2022 adalah kali pertama aku mengikuti PTMT di sekolah Santa Ursula BSD. Selama kurang lebih dua tahun, aku menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) di SMP. Jujur saja, PJJ itu membosankan untukku. Setiap hari, aku hanya duduk di kamar dan memandang laptop. Tidak banyak berinteraksi dengan teman sekelas, dan kesepian. Banyak juga kesulitan yang harus dihadapi setiap harinya. Kadang internet atau lampu mati, laptop ngelag, tugas tidak bisa dibuka dan lain-lain. Masalah-masalah tersebut mungkin kedengarannya sepele, tetapi itu bisa menggangguku. Kadang aku menjadi tidak fokus saat belajar dan memilih melakukan hal lain, karena merasa bosan. Akan tetapi, aku bisa bertahan dan menyikapi hal itu dengan baik. Aku berusaha memperbanyak interaksi dengan teman-teman lain walaupun melalui media online. Setidaknya aku tidak merasa sendiri dan kesepian lagi. Selain itu, aku juga mengubah gaya belajarku. Aku berusaha mencari gaya belajar yang paling sesuai untukku sehingga aku semakin giat belajar dan tidak bosan lagi selama belajar. Untuk masalah internet dan laptop, aku tidak bisa mengendalikannya karena itu di luar kemampuanku. Akan tetapi aku bisa mencegah hal-hal yang tidak enak terjadi, seperti tidak lupa untuk refresh dan update laptop, menyediakan tethering untuk cadangan internet dan lain-lain. Dengan melakukan hal-hal tersebut, kesulitanku bisa sedikit berkurang. Saat masih menjalani kegiatan PJJ, ada pengumuman dari sekolah tentang kesempatan mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas. Aku sangat senang sekali mendengar hal itu dan langsung berencana untuk mendaftar. Namun tentu saja aku harus menanyakan hal tersebut kepada orang tua terlebih dahulu. Setelah aku berdiskusi dengan Papa dan mengetahui bahwa aku ingin sekali mengikuti PTMT dan mereka mendukungku sepenuh hati. Sebenarnya, Papa dan Mama sempat kuatir, tetapi Papa dan Mama mengetahui bahwa sekolah Santa Ursula BSD memiliki protokol kesehatan yang ketat sehingga akan membuatku aman dan nyaman untuk mengikuti PTMT. Pada akhirnya, aku dapat pergi ke sekolah untuk mengikuti PTMT untuk pertama kalinya. Sejujurnya aku merasa sangat gugup menghadapi PTMT untuk pertama kalinya, aku takut tidak bisa menjalaninya dengan baik dan lancar. Akan tetapi, aku tetap merasa bahagia bisa menghirup udara di sekolah. Saat aku sampai di sekolah, aku disambut oleh beberapa guru di gerbang SMP. Wah, senang rasanya bisa disambut baik oleh guru-guru. Sebelum masuk, aku harus melakukan beberapa protokol, yaitu mencuci tangan, mengecek suhu, memakai hand sanitizer, penyemprotan desinfektan dan scan barcode pedulilindungi. Lalu aku berjalan menuju ke kelasku sambil menyapa beberapa guru yang kutemui. Saat mendekati ruang kelas, aku mulai merasakan keindahan sekolah dan hijaunya taman di sekolah. Suasana di sekolah yang ramai membuatku senang karena saat PJJ aku tidak bisa merasakan hal seperti ini. Di depan kelas aku bertemu wali kelasku dan melakukan absensi. Lalu aku masuk ke kelas dan mengambil name tag. Tidak lupa, aku menaruh lembar surat pernyataan orang tua. Aku bertemu dengan guru dan teman-temanku. Aku senang bisa berbincang banyak hal. Saling menanyakan kabar dan saling berbagi perasaan. Guru dan teman-teman adalah orang-orang yang sangat seru untuk diajak ngobrol dan bercanda satu sama lain. Walaupun aku baru mengobrol dengan beberapa teman, belum dengan semua teman yang hadir, tetapi aku tetap senang bisa bertemu langsung dengan mereka semua. Tentu saja aku akan memanfaatkan kesempatan dengan baik karena aku jarang merasakan momen seperti ini. Setelah berbincang-bincang dengan guru dan teman-teman, aku masuk ke kelas untuk mengikuti pembelajaran Matematika dan IPA. Kami mendalami materi dan membahas banyak hal mengenai materi. Aku menyadari bahwa pembahasan lebih menyenangkan saat PTMT di sekolah. Aku sendiri merasa lebih fokus karena bisa berinteraksi langsung dengan guru-guru yang mengajar. Setelah pelajaran IPA, aku keluar kelas dengan teman-teman untuk beristirahat. Kami semua makan di depan kelas sambil berbincang-bincang. Ada banyak guru juga di depan kelas yang ikut berbincang-bincang dengan kami. Setelah makan, aku mencuci tangan lalu kembali ke dalam kelas, mempersiapkan diri untuk pelajaran berikutnya, yakni Matematika. Sama halnya dengan IPA, saat mengikuti pelajaran Matematika, kami melakukan pembahasan mengenai materi, dan bertanya jawab dengan guru-guru. Teman-teman yang mengikuti PJJ dari rumah mereka masing-masing pun tetap bisa melakukan tanya jawab. Pembahasan kali ini sangat panjang namun menyenangkan sehingga kami tidak sadar bahwa jam pulang sudah terlewati. Kami membereskan barang-barang yang kami bawa seperti laptop, buku catatan, kotak pensil ke dalam tas. Setelah semua selesai, kami mengakhiri pembelajaran hari ini dengan berdoa dan menyanyikan Mars Serviam. Setelah semuanya selesai, kami diminta untuk tetap di dalam kelas sambil menunggu dijemput. Aku langsung mengabari orang tuaku bahwa aku sudah selesai. Beberapa menit kemudian, orang tua ku memberi kabar bahwa mereka sudah sampai di parkiran sekolah. Aku langsung keluar dari kelas dan tidak lupa mengucapkan selamat tinggal pada guru yang ada di kelas. Sebelum turun, aku harus mengantri untuk mengukur suhu dan mencatatnya. Ternyata suhu tubuhku tidak berubah sejak tadi pagi. Lalu aku turun ke bawah menuju parkiran dan juga mengucapkan selamat tinggal kepada guru-guru. Demikianlah pengalamanku saat mengikuti PTMT. Ternyata PTMT sangat menyenangkan! Jika PTMT diadakan lagi, aku berencana untuk mendaftar dan pergi ke sekolah lagi. Aku pun berharap keadaan semakin baik dan sekolah bisa membuka full pembelajaran tatap muka karena aku ingin bertemu dengan teman-temanku yang lain. Sedangkan teman-teman yang belum mengikuti PTMT, tentu masing-masing mempunyai alasan tersendiri. Oleh karena itu, jangan bersedih ya teman-teman! Kita terus berharap akan ada kesempatan lain, saat kita semua akhirnya bisa bertemu. Mari terus menjaga kesehatan dan manaati protokol kesehatan! Foto : Pembelajaran Matematika di kelas VIIIA, diambil oleh Ibu Angeline Ratih S.
Selengkapnya
Hari Pertama PTMT*-ku
Posted: 2022-05-24 | By: Johan Alexander Salim (VIIC)
Setelah dua tahun saya melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena pandemi covid-19, akhirnya pada 5 April kemarin, saya bisa mengalami kembali rasanya pembelajaran tatap muka (PTM). Rasanya sangat berbeda, banyak sekali hal yang berubah dan pengalaman baru yang saya rasakan. Sebelum-sebelumnya saya selalu bertemu teman-teman dan guru melalui zoom dan berbincang-bincang dengan mereka di dalam whatsapp.  Namun beberapa hari lalu, saya bertemu dengan setengah dari mereka dan juga bertemu dengan guru-guru. Rasanya sangat menyenangkan bisa bertemu dengan mereka. Menurut saya setelah mengikuti  pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT), pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan mudah dimengerti. Terlebih lagi ketika PTMT, gangguan seperti handphone yang berbunyi, rasa ingin bermain atau nonton saat pelajaran, dan banyak gangguan lain yang seringkali mengganggu saya pada saat belajar secara daring, akan menjadi jauh berkurang. Mungkin untuk beberapa orang seperti saya akan lebih susah untuk konsentrasi dan memahami pelajaran daring. Maka dari itu pasti pembelajaran PTMT akan menjadi solusi yang cukup baik. Dalam pembelajaran online, terkadang suasana menjadi lebih kaku dan bosan di pelajaran. Namun ketika PTMT, rasanya sangat seru karena beberapa kali guru bercanda dengan murid-murid saat pelajaran. Selain itu, murid pun bisa lebih akrab dengan guru-guru karena bertemu langsung dan bercakap-cakap langsung. Walaupun PTMT sangat menarik dan seru, tentu saja kita tidak bisa melupakan pandemi covid-19 yang masih ada. Menurut pengalaman dan pemahaman pribadi, saya merasa bahwa seharusnya tidak apa-apa bertemu langsung dengan orang lain, selama kita memastikan kalau kita sehat dan tidak mengalami sakit apapun. Selain itu, masker tetap harus selalu dipakai dan harus menerapkan prokes lain. Meskipun menurut pengalaman saya, pada kesempatan PTMT tersebut murid-murid kurang menerapkan ketentuan tentang jaga jarak. Pada awalnya mungkin ada orang tua yang tidak memperbolehkan anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka karena pandemi, atau bahkan kita sendiri sebagai murid yang kuatir. Namun kalau ada motivasi, pasti kita bisa berusaha mencari solusinya. Bagi saya sendiri, saya sangat ingin mengalami PTMT, dan saya bersyukur karena orang tua saya memperbolehkan, sehingga saya bisa mengikutinya. Pada saat PTMT tentu saja banyak hal menarik terjadi. Contohnya saya sangat penasaran dengan guru-guru dan teman-teman saya pada saat bertemu. Saya sangat senang sekali ketika akhirnya bisa bertemu dengan guru-guru dan teman-teman saya untuk pertama kalinya. Pada saat masuk sekolah, rasa penasaran saya sudah sangat tinggi, sehingga setelah melewati beberapa tahap sebelum masuk kelas dan menyalami guru yang saya temui, saya langsung menaruh tas saya dan berjalan-jalan keliling-keliling. Saat itu saya pergi melihat kelas-kelas lain dari luar, juga masuk ke ruang perpustakaan. Di sana saya melihat-lihat buku-buku yang ditempatkan di rak, juga bertemu dengan beberapa guru. Saya sangat senang ketika bisa bertemu, apalagi sempat bercanda ria dengan teman-teman dan guru-guru di sekolah. Ketika memasuki sekolah memang cukup banyak hal yang harus diperhatikan, tetapi menurut saya hal tersebut mudah-mudah saja. Pada saat mau masuk, cuci tangan terlebih dahulu, mengukur suhu, dan disemprot desinfektan. Masuk ke gedung, scan peduli lindungi, dan menuju tangga sesuai arahan guru-guru, tidak lupa juga untuk menyapa guru-guru yang kalian temui pada saat dalam perjalanan. Jika sudah naik melewati tangga, ada beberapa guru lagi yang akan mengarahkan ke kelas kita masing-masing. Di pintu masuk kelas juga ada barcode peduli lindungi, bila kita sudah melakukan scan di pintu masuk sekolah, kita tidak perlu melakukannya lagi. Di dalam kelas, murid-murid bebas dalam memilih tempat duduk. Pada pukul 7:30, semuanya sudah harus ada di kelas, duduk di bangku masing-masing dan memulai pelajaran. Saat istirahat, kita diperbolehkan makan di luar ataupun di dalam kelas, asalkan tidak berbincang-bincang saat makan. Ketika pulang, kita menunggu di kelas sampai orang tua sudah tiba di parkiran. Ketika sudah dijemput, kita turun melalui tangga, keluar gedung sekolah dan check out peduli lindungi. Kita juga diminta untuk langsung pulang tanpa pergi ke tempat lain lagi. Proses belajar IPA dan Matematika yang saya alami pada kesempatan PTMT kali ini, rasanya sangat berbeda dibandingkan dengan ketika PJJ. Kami dapat berkomunikasi lebih terbuka dengan guru dan sebaliknya, yang membuat pelajaran terasa lebih santai. Selain itu, ketika belajar kita tidak terganggu dengan berbagai hal yang biasanya mengganggu kita untuk fokus. Tampaknya guru-guru pun dapat memberikan penjelasan secara lebih mudah karena berhadapan langsung dengan murid-muridnya. Pelajaran IPA dan Matematika pun akhirnya bisa menjadi menyenangkan dan mudah karena alasan-alasan ini. Menurut saya, kesempatan kali ini sebaiknya jangan disia-siakan, karena sangat seru dan menyenangkan. Saran saya, teman-teman yang belum mengikuti PTMT perlu mencobanya. Terlebih lagi teman-teman yang mungkin kurang aktif pada saat PJJ melalui zoom, ataupun dalam perbincangan di grup whatsapp. Saya menyarankan demikian karena kita akan bertemu dengan banyak teman dan berkenalan dengan mereka. Ini membuat suasana akan lebih terbuka dan kita lebih bisa berkomunikasi satu sama lain. Selamat mencoba. *PTMT : Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
Selengkapnya
Tim Ursa 2 Meraih Juara Kedua dalam Turnamen e-Sport Gebyar Santa Angela
Posted: 2022-04-18 | By: Darius Marcio M, Marvel Jevan S, Aurelius Jouvin
Pada tanggal 19-20 Januari 2022, dua tim dari SMP Santa Ursula yakni Ursa 1 dan Ursa 2, mengikuti Turnamen e-Sport Gebyar Santa Angela, yang diselenggarakan oleh Sekolah Santa Angela Bandung. Turnamen ini berlangsung secara daring. Peserta bertanding dalam ruang virtual, dan pertandingan yang berlangsung disiarkan secara langsung melalui youtube. Dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi ini, kami berlatih setiap hari, didampingi oleh Coach David Ananda Emy, guru Ekstrakurikuler e-Sport yang mengajar kami. Proses persiapan ini berlangsung selama kurang lebih dua minggu. Kami adalah tim URSA 2, yang terdiri dari 6 orang siswa kelas VII. Dalam game, kami masing-masing menggunakan nama khusus, yaitu Cio (Cio_467), Jevan (Jevan), Aurelius Jouvin (DONEIEL), Vino (#Yummy_), Matthew (Sciros.), dan Hosea (Hoseaa.) Dalam turnamen hari pertama, kami memperoleh giliran bermain di pertandingan pertama. Pemain yang bermain di game pertama adalah Cio, Jevan, Vino, Matthew dan Hosea. Sebelum memulai pertandingan, kami membuat strategi dan berdoa agar dapat memenangkan pertandingan. Kami bermain dengan penuh percaya diri dan mengutamakan kerja sama. Pertandingan pertama pun dimulai, kami bermain dengan strategi yang sudah di tentukan pelatih kami. Kami bermain dengan baik dan dapat memenangkan pertandingan babak pertama. Pertandingan kedua dimulai di hari berikutnya. Kami menganalisis tim yang akan kami lawan melalui rekaman pertandingan. Kami memutuskan untuk mengganti Vino dengan Jouvin, dan menyusun draft untuk melawan tim berikutnya. Pertandingan kedua berlangsung dengan sangat baik, kami unggul dari menit awal sampai akhir. Hasilnya, kami menang pertandingan kedua dan lanjut ke babak final. Memasuki babak final, kami menghadapi lawan yang cukup berat. Mereka memiliki kerja sama dan gameplay yang lebih bagus. Meskipun sungguh berusaha, namun kali ini kami mengalami kekalahan cukup telak. Kekalahan tersebut menempatkan kami pada posisi juara kedua dalam turnamen ini. Meskipun belum meraih posisi juara pertama, kami tetap merasa bangga karena pencapaian itu adalah hasil kerja keras kami. Karena turnamen ini diselenggarakan pada jam sekolah, maka saat bertanding, kami terpaksa meninggalkan kegiatan pembelajaran di kelas kami masing-masing. Namun, dengan berpartisipasi dalam turnamen ini, kami justru mendapat kesempatan belajar nilai-nilai hidup, khususnya kerja sama, sportivitas, kerja keras dan pantang menyerah.
Selengkapnya
Mengusung Kookie Monster Dalam Kompetisi Entrepreneur
Posted: 2022-04-11 | By: Valerie Widjaja & Lavita Agastya
Dalam kelas Ekstrakurikuler Kewirausahaan di SMP Santa Ursula BSD, siswa diarahkan untuk membentuk kelompok-kelompok pembuatan brand. Sebagai peserta cabang ekstrakurikuler ini, kami adalah kelompok yang beranggotakan 5 orang yakni Lavita Agastya, Valerie Widjaja, Isabela Klaire, Karen Amaris, dan Rafaela Carissa Arlivia. Selama ini kami telah bersama-sama merintis produk kelompok: menghasilkan produk, me-launching, dan menjualnya. Produk kami adalah cookies yang sehat, dan nama brand kami adalah Kookie Monster. Hingga pada suatu kesempatan  kami memperoleh kabar dari Coach Tian, pengajar kami, bahwa Sekolah Stella Maris akan mengadakan lomba entrepreneurship. Informasi ini disampaikan saat kami mengikuti kelas virtual Ekstrakurikuler Kewirausahaan. Proposal lomba ini kemudian dibagikan melalui chat room. Kami sekelompok serentak bersemangat untuk mendengar info lainnya. Pada 17 Januari 2022, panitia acara mengumumkan bahwa anggota maksimal dalam tim adalah 4 orang. Hal ini tentu menjadi kendala bagi kami. Kami lalu berdiskusi dan memutuskan cara menentukan keempat orang yang mewakili kelompok untuk mengikuti perlombaan Entrepreneurs Day Stella Maris ini. Dari proses ini terpilih 4 nama anggota yang menjadi perwakilan kelompok dalam mengikuti lomba, selain Karen Amaris. Meskipun begitu, hal ini tidak menjadi pemecah belah kami. Kami tetap bersemangat dan berusaha sebaik mungkin untuk memberikan yang terbaik. Karen tetap berpartisipasi dalam lomba, hanya saja tidak ikut presentasi di babak final. Maka ia pun ikut berjuang dan menyemangati di balik layar. Hari-hari sebelum lomba, kami membuat beberapa prototype produk kami. Kami juga menyiapkan yang terbaik untuk mengikuti lomba ini. Selain itu, kami juga berlatih untuk berbicara di depan umum agar presentasi yang kami berikan dapat memperoleh hasil yang maksimal. Kami sangat excited untuk mengikuti lomba ini. Pada 4 Februari 2022, diadakan technical meeting. Di sana, kami memperoleh penjelasan tentang kriteria penilaian, tahapan perlombaan, urutan kelompok, dan lain-lain. Kami juga diminta untuk mengumpulkan proposal bisnis kami, dan dikumpulkan pada 8 Februari 2022. Selama 4 hari tersebut, kami membuat proposal bersama. Dalam pembuatan proposal, banyak kendala yang kami alami. Seperti perbedaan pendapat, kesulitan menyusun kalimat, dan masih banyak lagi. Namun kami selalu menyelesaikan masalah ini bersama-sama dengan berdiskusi dan saling menolong. Pada 9 Februari 2022, diadakan opening Entrepreneurs Day Stella Maris. Pada kesempatan ini, kami juga memperoleh penjelasan mengenai teknis pembuatan poster yang merupakan babak selanjutnya. Usai kegiatan, kami bersama langsung membuat poster karena deadline pengumpulannya di hari itu juga. Sebagaimana sebelumnya, kami juga mengalami beberapa kendala, terlebih karena waktu kerja yang sangat singkat. Namun kami terus bekerja keras dan memberikan yang terbaik. Alhasil, kami dapat mengumpulkan tepat waktu dan puas terhadap poster yang kami hasilkan. Pada 10 Februari 2022, diadakan babak selanjutnya yaitu presentasi poster. Namun karena presentasi poster ini dilakukan pada jam sekolah, jadi presentasi poster hanya dilakukan oleh perwakilan tim kami, yaitu Lavita dan Caca. Anggota kelompok kami sempat kesulitan di hari sebelumnya dalam berlatih mempresentasikan poster. Namun kami tetap pantang menyerah dalam berlatih presentasi. Kookie Monster mendapat urutan presentasi ke 43. Dengan demikian kami dapat memperhatikan cara presentasi kelompok sebelumnya, dan mempersiapkan presentasi kami sendiri dengan lebih baik. Awalnya, kami takut jika presentasi poster kami memakan waktu lama, karena kami hanya diberi waktu 1-2 menit. Namun, pada akhirnya kami dapat mempresentasikan poster kami sesuai dengan waktu yang ditentukan. Semula, hasil dari babak presentasi poster ini akan diumumkan pada pk. 10.00. Namun kemudian diundur menjadi pk. 13.00. Selama waktu itu, kami berusaha untuk optimis dan percaya diri akan hasilnya. Kami juga selalu berpikir positif. Tibalah saatnya pengumuman 10 besar yang lolos ke babak selanjutnya. Ternyata kelompok kami adalah salah satunya. Selain kelompok kami, 3 kelompok perwakilan Santa Ursula lainnya pun lolos ke babak selanjutnya. Kami merasa sangat senang dan bersyukur. Karena kami lolos memasuki babak 10 besar, kami diminta untuk mempersiapkan presentasi babak final yang akan diadakan pada 11 Februari 2022. Pada hari tersebut, kami mempersiapkan dengan optimal. Kami juga berlatih berpresentasi. Proses kami tidak selalu berjalan sesuai dengan yang kami inginkan. Kendala yang kami alami kali ini juga berupa kondisi nervous, negative-thinking, dan lain-lain. Namun kami selalu support satu sama lain. Kami juga saling membantu jika ada yang merasa kesulitan. Hari pelaksanaan babak final pun tiba. Karena diselenggarakan sejak pagi hari, kami meminta izin dari guru pengajar kami masing-masing untuk meninggalkan zoom pembelajaran kemudian join zoom babak final. Rangkaian acara pada babak final diawali dengan opening yang meliputi doa bersama, penjelasan teknis acara, kriteria penilaian, dan lain-lain. Kami memperoleh urutan ke-7 untuk mempresentasikan produk kami di hadapan dewan juri. Ini berarti kelompok kami masuk ke sesi 2, yang dilakukan setelah istirahat. Selama menunggu giliran, kami mencermati kelompok lain berpresentasi. Kami juga saling menyemangati dan men-support. Rasanya waktu berjalan begitu cepat, ketika akhirnya kelompok 7 yaitu Kookie Monster, diminta untuk berpresentasi. Presentasi kelompok kami berjalan dengan lancar. Kami memperkenalkan bisnis kami, menjelaskan tujuan kami membangun bisnis, target market, keunggulan bisnis kami, dan sebagainya. Setelah berpresentasi, juri mengajukan beberapa pertanyaan kepada kami. Pertanyaan-pertanyaan ini dapat kami jawab dengan baik. Respon yang diberikan juri pun juga baik. Kami puas dengan hasil presentasi yang kami berikan di hari tersebut. Pengumuman pemenang dilakukan melalui youtube Stella Maris, pada keesokan harinya, 12 Februari 2022. Kami merasa sangat antusias dan tidak sabar menunggu hasilnya. Pengumuman pemenang lomba tingkat SMP disampaikan mulai dari peraih harapan ketiga. Kami mulai merasa nervous karena sampai dengan peraih harapan pertama, nama kelompok kami tidak muncul. Namun kami tetap optimis, hingga saat MC mengatakan bahwa kelompok kami mendapatkan juara kedua. Kami tidak menyangka bahwa kelompok kami akan berada di posisi nomor 2. Kami sangat bersyukur kepada Tuhan karena atas berkat-Nya, kami dapat memperoleh juara 2 dalam lomba ini.  Kami juga bersyukur karena memiliki anggota kelompok yang mau saling membantu dan saling support.  Untuk pencapaian ini, tentu saja kami sangat berterima kasih kepada Coach Tian yang telah membimbing kami dari yang awalnya tidak mengetahui banyak mengenai bisnis, sampai kami membuat brand sendiri di usia kami yang masih muda. Tentunya perasaan kami sangat bahagia dan senang saat mengetahui bahwa kami dapat memenangkan juara kedua pada lomba ini.  Lebih jauh tentang produk kelompok kami, Kookie Monster adalah cookies yang sehat. Hal ini dikarenakan kami menjual cookies menggunakan bahan-bahan pilihan yang sehat, sehingga mengurangi resiko adanya penyakit akibat makanan tidak sehat. Ide kami ini tercetus ketika menemukan permasalahan bahwa ada sebanyak 44% jajanan anak yang tidak sehat. Selain itu,  hanya 0,9 persen kantin yang sehat dari total 178.240 sekolah. Selain itu, kami juga menggunakan kemasan yang ramah lingkungan dan meminimalisir penggunaan plastik. Ini merupakan keputusan kami, menanggapi informasi dari Ocean Conservancy yang menunjukkan bahwa 9 dari 10 jenis sampah terbanyak yang ditemukan di pantai, berkaitan dengan makanan dan minuman. Pada sekitar bulan Desember 2021, kami sempat me-launching cookies buatan kami. Cookies tersebut kami namakan brown sugar cookies with coconut. Pada saat itu, produk kami sudah terjual sebanyak 14 boxes. Namun, kami memutuskan untuk hiatus terlebih dahulu agar dapat memperbaiki kualitas produk kami. Hal ini kami lakukan setelah menerima kritik, saran, dan melakukan refleksi bersama. Setelah hiatus selama beberapa lama, kami berhasil menciptakan 4 produk baru dan 2 diantaranya masih dalam tahap perbaikan. Kami berencana untuk melakukan re-launching pada bulan April. Walau banyaknya toko cookies di luar sana, kami memiliki keunggulan sendiri yaitu sehat dan berkualitas, ramah lingkungan, dan melestarikan budaya daerah.  Saat ini, kami aktif membuat konten di instagram @kookie.monster.id sembari mempersiapkan launching kami.
Selengkapnya
Mengisi Pandemi dengan Prestasi (Tingkat Nasional)
Posted: 2022-03-15 | By: Siona Aviella
MENGIKUTI KOMPETISI LITERASI DAN NUMERASIHai, perkenalkan nama saya Siona Aviella dari kelas 8C SMP Santa Ursula BSD. Saya hendak menceritakan pengalaman saya ketika mengikuti Kompetisi Literasi dan Numerasi Tingkat Nasional. Kompetisi ini diselenggarakan oleh PesonaEdu, pada bulan Agustus 2021. Saat itu saya berkompetisi dalam kategori kelas 7, sesuai jenjang kelas saya pada saat itu.Kompetisi tersebut merupakan kompetisi penguasaan literasi dan numerasi yang tidak terbatas pada mata pelajaran tertentu. Jenis soal-soalnya mengacu kepada standar AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) yang bersifat HOTS (High Order Thinking Skill). Karena berlangsung dalam situasi pandemi, kompetisi ini diselenggarakan secara daring (online), meliputi tiga babak atau tahapan, yaitu babak penyisihan, semifinal, dan final.Sebagai kompetisi tingkat nasional, jumlah peserta yang mengikuti kompetisi ini cukup banyak dan merupakan perwakilan sekolah dari berbagai daerah di Indonesia. Selain dari SMP Santa Ursula BSD, peserta kompetisi juga datang dari SMP Labschool Jakarta, SMP Kolese Kanisius Jakarta, SMPK Penabur Jakarta, SMPN dari Jakarta, Bandung, Semarang, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan masih banyak lagi.Adapun ketentuan jumlah peserta yang masuk ke babak semifinal adalah 300 peserta dengan nilai tertinggi. Jumlah peserta yang masuk ke babak final adalah 50 peserta dengan nilai tertinggi. Pada akhirnya, hanya dipilih 6 peserta dengan nilai tertinggi sebagai pemenang.  Jadi, untuk bisa lolos ke babak final dan meraih juara, peserta menghadapi persaingan yang cukup ketat.Sebelumnya saya tidak pernah mengikuti kompetisi literasi dan numerasi. Bahkan semasa SD, saya belum pernah mendengar tentang soal-soal literasi dan numerasi. Ini membuat saya merasa penasaran dan memutuskan untuk mengikuti kompetisi ini. Untuk partisipasi yang merupakan pengalaman pertama ini, saya mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Saya berlatih soal-soal tentang literasi dan numerasi di internet dan simulasi yang diberikan oleh PesonaEdu. Soal-soal yang kami hadapi baik di babak penyisihan maupun semifinal, menurut saya cukup sulit. Soal-soal di bagian numerasi khususnya, membutuhkan analisis yang tepat serta ketelitian. Dari 22 siswa kelas 7 SMP Santa Ursula BSD yang menjadi peserta kompetisi ini, terdapat 14 siswa yang berhasil lolos ke babak semifinal. Dari jumlah tersebut, 3 orang di antaranya melaju ke babak final. Saya sangat bersyukur dapat melewati babak penyisihan dan semifinal dengan baik.Saat di babak final, saya sempat merasa sedikit gugup dan takut tidak bisa mengerjakan karena tingkat kesulitan soal-soalnya lebih tinggi lagi. Selain itu, ada penambahan jenis soal baru seperti respon audio dan video. Akan tetapi saya berusaha untuk tetap tenang dan fokus dalam mengerjakan.Pada hari pengumuman, saya menunggu informasi hasil kompetisi dengan perasaan sedikit tegang. Ketika akhirnya nama pemenang diumumkan, saya sempat merasa terkejut karena tidak menyangka bahwa saya mendapat juara harapan 1. Tentu saja saya bersyukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya selama saya mengikuti kompetisi ini. Selain itu, sebagai perwakilan dari sekolah, saya merasa sangat senang karena dapat mempersembahkan prestasi ini untuk SMP Santa Ursula BSD.Saya sangat bersyukur bisa mengikuti kompetisi ini karena saya mendapatkan pengalaman baru. Kompetisi ini melatih saya untuk menguasai soal-soal literasi dan numerasi yang bersifat HOTS, sekaligus melatih daya kritis dan analitis saya. Selain itu hasil yang saya capai dari kompetisi ini pun menambah deretan prestasi yang pernah saya raih.Dengan mengikuti kompetisi ini saya juga mendapatkan beberapa nilai hidup yaitu bahwa sesulit apapun masalah yang dihadapi, misalnya ketika menghadapi soal-soal yang memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi, saya tidak menyerah. Saya tetap berusaha semaksimal mungkin, tetap fokus, dan tidak lupa mengandalkan Tuhan.Saya merasa belum puas dengan hasil yang saya dapatkan dari kompetisi ini. Jika nanti ada kesempatan, saya akan berusaha jauh lebih baik lagi. Saya pun mendorong teman-teman untuk mengikuti kompetisi seperti ini. Menurut saya ini bagus dan penting, karena di zaman sekarang para pelajar dituntut untuk dapat berpikir sistematis, analitis, dan kritis.
Selengkapnya
Mengisi Pandemi dengan Prestasi (Tingkat Regional - Kota Tangerang Selatan)
Posted: 2022-03-15 | By: Ammarryyo Quinnan Yudhistira Idrian
MERAIH JUARA KETIGA DALAM TURNAMEN TENIS MEJASituasi pandemi memang sangat membatasi, namun kita tidak boleh berhenti melakukan kegiatan yang menjadi kewajiban, juga mengembangkan diri lewat hobi dan kegemaran. Perkenalkan saya Ryyo, siswa kelas VIIIC, hendak menceritakan pengalaman saya dalam dunia tenis meja.Saya mengenal tenis meja sejak tahun 2018. Pada dasarnya saya memang suka berolahraga, mulai dari basket, renang, badminton, sepakbola, dan yang lainnya. Dari semua cabang olahraga itu saya memilih tenis meja untuk saya tekuni dan mencoba meraih prestasi.Pada awalnya pilihan ini lebih karena saran dari orang tua, dan karena mereka pula saya bisa sampai di titik ini. Namun bagi saya sendiri, ada hal yang menarik dari tenis meja atau pingpong. Menurut opini saya, dari cabang olahraga pingpong ini kita bisa berlatih fokus dan konsentrasi, karena kita harus lincah saat bermain dan fokus melihat bola yang pergi ke sebelah kanan kita maupun sebelah kiri kita.Untuk menekuni tenis meja, saya bergabung dengan club BABA (Batuah Baganal). Selain berlatih di sana, saya pun giat melakukan latihan di rumah. Saya pernah mempunyai jadwal rutin untuk berlatih, yang kemudian berubah sejak pandemi melanda. Sebenarnya pada awal pandemi saya masih melakukan latihan di rumah hampir setiap hari. Namun bersama waktu, bertambah pula tugas-tugas dari sekolah, sehingga jam latihan saya berkurang.Ketika mengetahui ada kompetisi tenis meja yang bisa saya ikuti, saya mencoba berlatih kembali. Untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi ini, saya melakukan latihan setiap hari Kamis, Jumat, dan Sabtu. Selain di hari-hari tersebut, saya masih mempunyai banyak tugas dari sekolah. Umumnya tugas-tugas sekolah tersebut masih bisa saya selesaikan. Akan tetapi ada juga tugas yang akhirnya terlambat saya kumpulkan.Turnamen yang saya ikuti ini diselenggarakan oleh Persatuan Tenis Meja Karbonek. Kategori yang tersedia adalah SD, SMP, SMA, dan divisi. Saya mengikuti kategori SMP. Pada awalnya saya merasa tegang saat menjalani pertandingan. Apalagi menurut saya, para pemain lawan juga cukup berat untuk dikalahkan. Ini membuat saya pun sempat merasa pesimis.Namun berangsur-angsur saya bisa menenangkan diri. Pertandingan demi pertandingan, satu persatu saya lewati. Saya bertanding sebanyak 4 babak sehingga saya meraih juara tiga. Untuk pencapaian ini, saya memperoleh hadiah yang diserahkan oleh Bapak Benyamin Davnie selaku Wali Kota Tangerang Selatan. Tentu saja saya merasa senang, dan orang tua saya pun merasa bangga.Dari pengalaman bertanding ini saya belajar bahwa saya harus tetap optimis dalam melakukan hal apapun, dan saya harus yakin dengan kemampuan diri saya. Kita bisa mendorong diri untuk melakukan sesuatu sampai dengan atau bahkan melampaui batas kemampuan kita. Pengalaman ini juga mendorong saya untuk terus berlatih. Saya mempunyai rencana untuk terus mengembangkan prestasi saya, dan berusaha meraih prestasi dalam hal - hal yang saya lakukan.
Selengkapnya
Mengisi Pandemi dengan Prestasi (Tingkat Internasional)
Posted: 2022-03-15 | By: Celine Keiko Handoko
MENGIKUTI KOMPETISI HARPA INTERNATIONAL 2020Halo, perkenalkan nama saya Celine, siswa dari kelas VIIIC. Melalui tulisan ini saya hendak berbagi cerita tentang pengalaman saya mengikuti kompetisi harpa. Kompetisi ini saya ikuti ketika saya masih duduk di bangku SD kelas VI.Saya mulai belajar bermain harpa pada umur 5 tahun. Sejak kelas 3 SD, saya beberapa kali diundang untuk berpartisipasi dalam sejumlah acara konser di Jakarta. Namun, kondisi berubah semenjak pandemi Covid-19 melanda. Dengan diberlakukannya berbagai pembatasan, saya lebih jarang tampil.Meskipun telah berkali-kali berpartisipasi dalam kegiatan konser, namun sampai saat itu saya tidak pernah mengikuti kompetisi. Hal ini karena pada dasarnya saya tidak terlalu suka di-judge. Akan tetapi, saat mengetahui akan adanya “Virtual International Music Competition 2020”, saya mulai berubah pikiran. Berhubung kompetisi ini diadakan secara online, saya mau mencoba dan menjadikan ini sebagai pengalaman baru. Dengan kondisi sudah jarang tampil, saya menjadi lebih gugup dalam mengikuti kompetisi ini. Oleh karena itu, saya berusaha berlatih harpa setiap hari untuk mempersiapkan diri. Namun usaha ini tidaklah mudah untuk saya lakukan.Hal yang paling sulit adalah manajemen waktu. Dengan harus mengerjakan tugas sekolah, belajar, les, dan latihan untuk kompetisi, saya hampir tidak punya waktu untuk melakukan hal lain. Meskipun demikian, usaha keras saya selama persiapan ini dikuatkan oleh orang tua yang selalu mendukung dan tidak pernah absen untuk menyemangati saya.Untuk kompetisi ini, saya perlu menyiapkan 2 lagu yaitu lagu wajib dan lagu bebas. Sesuai dengan usia saya pada saat itu, saya mengikuti kompetisi di kategori Primary School. Menurut saya, lagu wajib yang harus saya pelajari tidak termasuk sulit, tetapi untuk lagu bebas, saya memilih untuk memainkan lagu yang cukup advanced.Hal yang membedakan kompetisi secara online dari kompetisi biasa adalah saya dapat merekam video berulang- ulang kali sampai saya merasa puas dengan permainan saya. Setelah merekam beberapa kali, akhirnya ada rekaman yang menurut saya sudah bagus dan dapat dikirim. Sebelum mengumpulkan video rekaman tersebut, saya hanya bisa berdoa bersama orang tua dan menyerahkan semua usaha saya pada Tuhan.Pada awalnya, harapan saya dalam mengikuti kompetisi adalah untuk menambah pengalaman, bukan untuk mendapatkan posisi, karena saya ingat selalu ajaran orang tua saya bahwa saya harus melakukan yang terbaik dan biarkan Tuhan melakukan sisanya. Namun entah bagaimana, saya merasa lebih gugup pada saat menunggu pengumuman hasil daripada saat memainkan harpa. Setelah beberapa minggu, orang tua saya memberitahukan bahwa hasil kompetisi sudah diumumkan.Saat orang tua memberitahu bahwa saya memenangkan juara pertama dalam kategori yang diikuti, saya merasa sangat bahagia dan bersyukur. Yang membuat saya lebih senang lagi adalah keluarga saya merasa bangga kepada saya.Menurut saya, kompetisi ini penting untuk pengalaman dan mendorong saya untuk lebih maju sebagai pemain harpa. Selanjutnya, saya akan terus latihan dan bermain harpa untuk menjadi pemain harpa yang lebih baik.
Selengkapnya
Pengalaman Membuat G-Sites Dalam Kegiatan Kolaborasi
Posted: 2022-03-07 | By: Beatrix Arunaya Kidung Anatha 8E/7
Bekerja di dalam kelompok dapat meningkatkan efektivitas bekerja dan membantu kita untuk mencapai hasil yang terbaik Di bulan Oktober 2021 yang lalu, saya dan lima teman saya ditugaskan oleh guru kami untuk membuat suatu website (G-sites) dengan tema “Lingkungan Sosial di Masa Pandemi”. Kami dapat memilih tiga pelajaran untuk dikaitkan dengan tema tersebut. Kelompok kami memilih pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA. Di awal kerja kelompok, tentu kami harus membagi tugas setiap individu kelompok. Ada yang mencari data ekonomi di masa pandemi, pentingnya gizi untuk tubuh, dan masih banyak lagi. Kami diberi waktu dua minggu untuk menyelesaikan website kami.  Setelah tiga hari bekerja, kami mengira bahwa pekerjaan kami telah selesai sebab semua tulisan telah dipasang di G-sites yang kami buat. Ternyata, G-sites tersebut masih jauh dari kata ‘selesai’ sebab yang ada di website tersebut hanyalah tulisan. Guru kami mengatakan bahwa untuk membuat G-sites tersebut terlihat menarik, kami bisa membuat video, infografis, komik, dan banyak lagi. Lantas, kami pun segera membuat hal-hal tersebut (infografis, video, komik, dan sebagainya), berdasarkan tugas yang telah dibagikan di awal kolaborasi. Untuk Di proses pengerjaan, semuanya berjalan dengan lancar, walau terasa lelah karena memerlukan waktu yang cukup banyak, tetapi hal-hal yang harus dikerjakan tidaklah sedikit. Setelah selesai membuat komik, infografis, video, dan poster, kami segera menaruhnya di G-sites yang sedang kami buat. Awalnya, kami menggunakan warna dasar coklat untuk seluruh website kami. Tetapi kemudian kami menggantinya dengan warna biru, hijau, dan pink. Menurut guru, G-sites kami akan terlihat membosankan jika menggunakan warna yang monokromatis. Setelah hampir dua minggu, G-sites yang kami buat pun selesai. Hasil karya ini kami beri nama Pintu Perjuangan. Dalam G-sites kami, pengunjung dapat memperoleh informasi tentang covid-19, data kasus yang terjadi di Indonesia serta dampaknya dalam berbagai bidang, ulasan khusus tentang gizi, serta artikel tentang penggunaan masker. Jujur, kegiatan kolaborasi ini lumayan melelahkan. Namun, banyak sekali hal yang saya pelajari dari kegiatan ini. Saya belajar untuk bisa mengatur waktu, mengembangkan nilai tanggung jawab dan toleransi, serta belajar bekerja sama. Overall, saya merasa senang saat sedang membuat G-sites dan lega sekaligus bangga saat website yang kami buat telah jadi.
Selengkapnya
Mengenal Minuman Isotonik Melalui Kegiatan Jalan-jalan Virtual
Posted: 2022-01-25 | By: Skolastika Letishia Riyanti Prita Dewi
Pada hari Rabu 8 Desember 2021 lalu, saya, para guru, dan teman-teman kelas VII pergi jalan-jalan virtual ke suatu tempat. Tetapi, sebelum jalan-jalan virtual dimulai, saya dan teman-teman semua melakukan suatu kegiatan yang sangat seru! Kegiatan pertama dilakukan dengan kelompok yang sebelumnya sudah dibagi. Kami seperti menjadi detektif untuk mengetahui suatu penyakit/virus/bakteri dari kasus-kasus yang ada di dalam suatu website. Setelah selesai, semua kelompok bergabung dalam kelas masing-masing, dan menceritakan bagaimana cara setiap kelompok menyelesaikan kasus-kasus yang dibicarakan. Kegiatan kedua juga bersama kelompok. Setiap kelompok melakukan riset online mengenai minuman isotonik. Saya, kelompok saya, dan pastinya kelompok lainnya mendapat banyak informasi tentang minuman isotonik seperti manfaat dan kandungannya. Baru kegiatan pertama dan kedua saja sudah sangat seru, karena dapat berdiskusi dan bercanda-canda dengan teman di dalam kelompok! Tidak kalah seru dengan kegiatan pertama dan kedua, pada kegiatan ketiga, saya dengan semua teman dan guru pergi ke salah satu pabrik yang memproduksi minuman isotonik yaitu Pocari Sweat yaitu PT Amerta Indah Otsuka, di Sukabumi, Jawa Barat. Saya serta semua teman dan guru disambut seorang yang bernama Kakak Idah sebagai pembawa acara. Beliau menjelaskan proses produksi Pocari Sweat dari tahap pembuatan cairannya, botol, pengisian, pengecekan, sampai tahap botol-botol yang sudah terisi tersebut siap diantar, juga manfaat minuman isotonik terutama Pocari Sweat. Ternyata, dalam memproduksi suatu produk harus benar-benar diperhatikan kualitas isi dan kemasan, sehingga cukup rumit. Pada kesempatan ini Kak Idah dibantu oleh dua orang anggota tim. Salah satunya mengajak kami semua berkeliling di pabrik milik PT Amerta Indah Otsuka, yang memproduksi Pocari Sweat. Sedangkan satu orang lainnya membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan pada sesi tanya jawab. Saya merasa senang sekali saat mengalami kegiatan jalan-jalan virtual ini. Salah satu alasannya karena ini pertama kalinya saya jalan-jalan virtual dengan teman-teman dan para guru di SMP Santa Ursula BSD! Acara jalan-jalan virtual ini sangat mengasyikkan dan super menyenangkan! Penjelasan yang diberikan bermanfaat dan tidak membosankan. Akan tetapi tentu saja, karena masih dalam situasi pandemi covid-19, jalan-jalan mengelilingi pabrik kali ini hanya dilakukan secara online. Sempat muncul perasaan sedih, karena kami tidak dapat melihat secara langsung. Saya ingin cepat-cepat pergi lagi secara offline melihat tempatnya yang menarik. Dari kegiatan selama satu hari itu ada pelajaran/nilai-nilai yang dapat diperoleh juga, yaitu 1.      Kerja sama Saya dapat belajar bekerja sama untuk menyelesaikan suatu kasus dan mendiskusikannya sehingga mendapat hasil dari berbagai macam pendapat. Dalam kegiatan pertama dan kedua nilai tersebut terlihat jelas, karena memang dilakukan secara berkelompok. 2.      Pantang menyerah Saat menyelesaikan suatu kasus pada kegiatan pertama saya dapat belajar untuk pantang menyerah sampai mendapat jawaban/kesimpulannya. Jika bingung, saya coba baca lagi data-data mengenai kasusnya dan berdiskusi dengan teman tanpa ada rasa menyerah. 3.      Lebih berani Dalam kelompok pastinya saat berdiskusi dapat berani mengemukakan pendapat masing-masing. Saat kegiatan ketiga pada sesi tanya jawab pun dapat berani menanyakan hal yang sebelumnya saya belum ketahui. Sehingga saat mengungkapkan atau menanyakan suatu hal saya dapat mencoba lebih berani. 4.      Menghargai Saat mendengarkan orang yang sedang bicara, otomatis saya sudah belajar untuk menghargai orang lain dari hal kecil. Bukan hanya mendengarkan, tetapi juga tidak memotong pembicaraan serta (dalam keadaan daring) tetap menyalakan kamera dan hadir di sana. Jika kita menghargai orang lain, mereka juga akan menghargai kita, contohnya saat berbicara balik akan didengarkan dan akan ditanggapi.
Selengkapnya
Berlaga PUBG Mobile dalam Turnamen Gonzaga Festival
Posted: 2022-01-25 | By: Gabriel Bravino Lucky Susilo & Kennard Dwiandra Pu
Tanggal 14 September sampai 16 September 2021 adalah hari-hari di mana kami mengikuti Turnamen Gonzaga Festival di ajang PUBG Mobile. Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 14.00 sampai selesai di setiap harinya. Pada Turnamen kali ini SMP Santa Ursula BSD membawa 2 tim inti di ajang PUBG Mobile, yaitu Ursa A dan Ursa B di mana masing-masing timnya beranggotakan 5 pemain (4 pemain inti dan 1 pemain cadangan). Tim Ursa A beranggotakan Gabriel Bravino, Theofilus Putra, Adrian Putra, Matthew Rafael, dan Cornelius Matthew. Sedangkan  Tim Ursa B beranggotakan Maximilian Marco, Jonathan Harris, Phillipe Juniar, Antonius Ardyan, dan Kennard Dwiandra. Kami memilih anggota tim seperti ini karena kami sudah pernah bersama sebelumnya. Sebelum berpartisipasi dalam turnamen ini, kami telah melakukan latihan dan persiapan yang cukup matang. Latihan dan persiapan sudah kami mulai sejak dua minggu sebelum kompetisi berlangsung. Persiapan yang kami lakukan adalah membentuk kerjasama dalam tim, menentukan dropzone dalam game, melatih komunikasi, dan yang pastinya mempelajari hal-hal yang perlu dipelajari di dalam permainan PUBG Mobile. Sehari sebelum turnamen Gonzaga Festival dimulai, kami juga  melakukan doa bersama, dan saling menyemangati setiap anggota tim, baik Tim Ursa  A maupun Tim Ursa B. Pada hari-H pertandingan, kami melakukan briefing singkat bersama tim. Kami melakukan persiapan terakhir sebelum bertanding, dan meminta pertolongan pada Tuhan dalam doa yang dipimpin oleh Theo. Kami juga selalu melakukan evaluasi setiap kali kami selesai bermain. Selama Turnamen berlangsung, pastinya kami mendapatkan berbagai pengalaman yang cukup menarik. Mental kami yang diuji agar tetap kuat di saat tim kami kalah, juga saat kami harus menerima kenyataan yang cukup pahit. Meskipun telah sungguh berusaha, ternyata kami belum berhasil mencapai target kami untuk berada dalam posisi tiga besar. Akan tetapi kami tetap bersyukur atas pengalaman bertanding kali ini.  Dari kegagalan tersebut kami dapat mempelajari apa yang salah, dengan mengintrospeksi diri kami masing-masing. Pengalaman ini pun kami jadikan sebagai motivasi untuk berjuang kembali pada kesempatan yang akan datang. Bagaimanapun, kami tetap bangga karena dapat mewakili sekolah.
Selengkapnya
Eksplorasi Virtual Kelas VII : Bermain, Belajar, dan Beranjangsana
Posted: 2022-01-25 | By: Theodora Sihaloho
Tidak terasa semester satu telah berlalu, pembelajaran dapat dilalui dengan penuh perjuangan dan diakhiri dengan Penilaian Akhir Semester. Untuk memberi apresiasi atas seluruh proses ini, telah didesain aktivitas yang menarik dan bersifat rekreatif bagi peserta didik, oleh sekelompok guru SMP Santa Ursula yang tergabung dalam tim jalan-jalan virtual. Secara khusus bagi peserta didik kelas VII, kegiatan yang bersifat santai namun mengedukasi ini, dinamai Kegiatan Eksplorasi Virtual. Mengangkat situasi aktual yakni pandemi yang masih dialami, kegiatan dirancang dalam bentuk aktivitas berkelompok, meliputi permainan, pembelajaran yang memuat analisa dan kajian, serta  sebuah kunjungan. Lokasi yang dipilih untuk aktivitas terakhir adalah PT Amerta Indah Otsuka Sukabumi, produsen minuman isotonik Pocari Sweat. Melalui kegiatan ini diharapkan peserta didik dapat mengembangkan sikap kritis, rasa ingin tahu, kemampuan bekerjasama, dan keberanian untuk membagikan hal yang didapatkan. Pada hari Rabu, 8 Desember 2021, setelah melakukan absensi pagi, doa bersama, dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pk. 07.30, rangkaian kegiatan diawali dengan permainan Disease Detective. Melalui aktivitas yang dilakukan secara berkelompok ini, peserta didik diajak mengenali, menentukan jenis wabah, dan solusinya. Ditemukan bahwa dalam situasi wabah (pandemi), dibutuhkan stamina dan daya tahan tubuh yang baik. Peserta didik kemudian mempelajari bahwa daya tahan tubuh yang baik diperoleh jika tubuh dalam kondisi homeostatis, cairan tubuh dalam keadaan seimbang, dengan elektrolit tubuh yang tepat. Dalam keadaan tertentu, keadaan homeostatis dicapai dengan bantuan cairan elektrolit tambahan. Agar dapat mengambil sikap kritis, tidak salah pilih, dan tepat dalam mengkonsumsi cairan elektrolit saat dibutuhkan, peserta didik diajak mengenali kandungan zat dan fungsinya, dari beberapa produk minuman isotonik. Berbekal semua temuan dari proses tersebut, seluruh peserta didik kelas VII kemudian melakukan kunjungan virtual ke salah satu pabrik minuman isotonik, yakni PT Amerta Indah Otsuka Sukabumi, produsen  Pocari Sweat. Dalam kunjungan ini peserta didik dikenalkan tentang latar belakang dan sejarah berdirinya PT Amerta Indah Otsuka, juga tentang proses produksi minuman isotonik yang berlangsung di sana.
Selengkapnya
Pengalamanku Berkompetisi dalam Bebras Challenge 2021
Posted: 2021-12-15 | By: Carlo Marville Harefa
Halo, perkenalkan nama saya Carlo Marville Harefa, biasa dipanggil Carlo. Saya duduk di kelas VIID. Saya lebih mengenal mengenai Computational Thinking (CT) pada kelas VII, namun ternyata tanpa disadari, saya telah menerapkan CT sejak SD. Computational Thinking adalah cara memecahkan masalah dengan logis seperti yang dilakukan oleh komputer. Kompetisi Bebras ini menguji kemampuan CT peserta untuk menyelesaikan masalah. Saya mulai mengenal Bebras sejak kelas VI SD Santa Ursula BSD, di mana setiap akhir minggu wali kelas memberikan 3 soal Bebras untuk dipecahkan murid. Namun saya baru mengikuti kompetisi Bebras pada kelas VII ini. Ketika pertama kali diumumkan akan dilaksanakan lomba Bebras, saya tergerak mengikuti tantangan ini karena saya ingin mencoba kemampuan CT saya, terutama dari soal-soal Bebras yang sudah saya dapatkan pada kelas VI. Saya juga ingin menambah pengalaman saya dengan mengikuti lomba Bebras. Orang tua saya juga mendorong dan mendukung saya untuk terus mengasah kemampuan CT. Saya tidak memiliki target tertentu yang ingin diraih karena tujuan saya mengikuti kompetisi Bebras adalah mencari jenis soal dan cara berpikir yang baru untuk mengasah kemampuan. Untuk mempersiapkan diri mengikuti kompetisi Bebras, saya berlatih mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh sekolah. Sekolah juga menyediakan dua kali pertemuan virtual untuk menyiapkan siswa yang akan mengikuti kompetisi ini. Latihan yang disediakan sekolah sangat membantu karena menjelaskan cara berpikir serta menunjukkan bentuk soal-soal Bebras agar lebih familiar. Pada saat latihan, ada beberapa soal yang menurut saya cukup sulit untuk diselesaikan. Hal yang saya lakukan untuk mengatasinya adalah dengan menentukan kembali kata kunci dari soal untuk memudahkan pemecahan masalah. Pada hari pelaksanaan lomba, saya merasa agak gugup karena ini adalah pengalaman pertama kali buat saya. Sebelum lomba saya berdoa bersama orang tua saya dan berusaha untuk relax serta tetap tenang. Terdapat 15 soal cerita untuk dipecahkan. Cara saya mengerjakan adalah dengan menentukan poin-poin penting pada soal. Jika ada soal yang membingungkan, saya melewati dulu soal tersebut dan mengerjakan soal yang lain untuk mereset mindset agar bisa berpikir dengan lebih jernih. Soal-soal pada lomba tidak ada yang sama dengan soal latihan yang sudah pernah dilatih saat persiapan di sekolah, namun cara berpikir dalam menyelesaikan soal lumayan mirip dengan latihan. Menurut saya soalnya memang relatif mudah karena dari kecil saya sudah sering mengikuti lomba Matematika yang mengharuskan untuk berpikir logis, dan ditambah dengan latihan dari sekolah. Semua soal dapat saya selesaikan dalam 45 menit yang disediakan. Meskipun demikian, saya tidak menduga sama sekali bahwa dalam kompetisi yang baru pertama kali saya ikuti ini, saya bisa meraih juara kedua. Saya merasa terkejut sekaligus gembira mengetahui hasil istimewa ini. Kedua orang tua saya pun merasa sangat bangga kepada saya. Dari pengalaman berlomba kali ini, saya memetik beberapa pembelajaran untuk hidup saya. Di antaranya adalah menerapkan CT dalam menyelesaikan permasalahan, melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda, berpikir optimis, pantang menyerah, dan belajar tenang dalam menyelesaikan permasalahan. Selanjutnya, saya ingin terus belajar dan melatih kemampuan CT saya. Saya juga ingin mengikuti lomba Bebras tahun depan.
Selengkapnya