Webinar Bijak Menggunakan Media Sosial
Posted: 2021-09-10 | By: Gabriella Birgita Simanjuntak 8E/16
Media sosial sudah tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari kita semua. Media sosial sudah menjadi konsumsi harian hampir setiap manusia. Pada awalnya, hanya orang tua yang menggunakan media sosial. Namun, sekarang balita pun sudah mulai memakai media sosial. Berdasarkan Kamus Oxford, media sosial adalah situs dan aplikasi yang membuat penggunanya dapat menciptakan dan membagikan konten atau bergabung dalam jejaring sosial. Seiring berkembangnya zaman, mulai banyak jenis-jenis media sosial yang bermunculan. Pengguna media sosial pun semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Perkembangan terus terjadi sampai terkadang pengguna media sosial mulai melupakan bahwa semua pengguna tetap wajib untuk menggunakan media sosial dengan bijak sehingga mulai banyak pengguna yang menyalahgunakan media sosial untuk hal-hal negatif. Dalam rangka untuk menghindari penyalahgunaan tersebut, SMP Santa Ursula BSD mengadakan sebuah webinar. Webinar ini adalah webinar yang mengimbau para murid untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Webinar ini dilaksanakan pada Senin, 24 Mei 2021 melewati pertemuan virtual di zoom. Narasumber webinar ini adalah Khara Gracia yang merupakan seorang praktisi media sosial. Media sosial memiliki beberapa fungsi, beberapa contohnya adalah untuk menunjukkan identitas, berkomunikasi, membuat reputasi, untuk membagikan pengalaman, membuat sebuah kelompok berdasarkan kesamaan, dan lain-lain. Walau terdengar sepele, media sosial bisa menjadi hal yang sangat berbahaya bila digunakan dengan cara yang salah. Berikut ini cara untuk menggunakan media sosial dengan bijak untuk menghindari bahaya penggunaan media sosial: 1. Hargailah diri sendiri. Janganlah bagikan kata-kata tidak sopan maupun hal-hal tidak senonoh lainnya. 2. Perhatikan orang asing yang mengajak berkenalan melalui media sosial. Orang asing tersebut bisa saja berbahaya. 3. Pikirlah berkali-kali sebelum membagikan suatu hal di media sosial. 4. Jangan lakukan hal yang berbahaya hanya untuk membesarkan nama di media sosial. 5. Bagikan dan berilah komentar positif. 6. Janganlah buang-buang waktu untuk membagikan terlalu banyak hal di media sosial. Tidak semua hal perlu dibagikan di media sosial.
Selengkapnya
Pengalaman UKBI
Posted: 2021-09-10 | By: Karen Amaris Baroek & Alexandra Renata Hardi
Apakah kalian tahu apa itu UKBI? Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia ( UKBI ) adalah sarana uji untuk mengukur kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia secara lisan maupun tertulis. Tes UKBI digunakan untuk menguji kemahiran seseorang dalam memahami dengaran dan bacaan. Selain itu, tes tersebut juga menguji pemahaman seseorang dalam penerapan kaidah berbahasa Indonesia. Tes ini juga bersifat adaptif, artinya tes tersebut beradaptasi dengan kemampuan berbahasa Indonesia peserta dalam tingkat kesulitan soal dan jumlahnya. Beberapa hari sebelum UKBI, kami mendapatkan pendampingan dari guru-guru bahasa Indonesia SMP Santa Ursula BSD. Saat pendampingannya, kami diberi penjelasan tentang UKBI, cara pelaksanaannya, dan melakukan registrasi bersama. Saat registrasi, kami bersama teman-teman yang lain menentukan tanggal, waktu mengerjakan UKBI, mengisi data, dan mengunggah foto pribadi. Kami juga ditunjukkan cara melakukan simulasi agar bisa menyiapkan diri untuk UKBI. Simulasi merupakan media latihan kami untuk merasakan jalannya tes UKBI. Simulasi tersebut berisi halaman pengisian data diri, seksi mendengarkan, seksi merespons kaidah, dan seksi membaca.  Pada akhir simulasi kami diberi hasil atau skor untuk mengetahui seberapa baik kemampuan kami dan pada seksi mana kami harus meningkatkan kemampuan diri. Simulasi tersebut cukup lengkap dan mirip dalam hal soal serta media pengerjaan, walaupun jumlah soal yang diberikan dalam simulasi tidak sebanding dengan soal yang ada di dalam tes Saat pelaksanaan tes, kami merasa tegang dan gugup, ditambah lagi tekanan karena adanya timer dengan jumlah waktu yang singkat untuk setiap soal. Bagian pertama adalah seksi mendengarkan. Kami dibacakan suatu bacaan, lalu diberi beberapa soal untuk dijawab. Waktu yang diberikan tidak lama untuk mengerjakan soal. Bagian berikutnya adalah merespons kaidah. Di bagian ini, kami mencari kesalahan lalu membenarkan kesalahan tersebut yang terdapat dalam kalimat. Pada bagian ini terdapat banyak soal yang harus dikerjakan, tapi waktu yang diberikan juga lebih panjang. Jenis soal merespons kaidah sangat mirip dengan pertanyaan pada simulasi.Seksi ketiga adalah seksi membaca, terdiri atas satu teks untuk beberapa pertanyaan. Seperti seksi-seksi sebelumnya kami diberikan batas waktu untuk setiap bagian soal. Semua pertanyaan secara keseluruhan sangat fokus untuk menguji kecermatan serta pemahaman kami terhadap bacaan, dialog/monolog, maupun contoh kaidah yang diberikan. Saat selesai ujian, kami diarahkan kembali ke halaman utama dan mendapatkan hasil ujian kami, serta petunjuk untuk mengisi daftar hadir. Mengerjakan UKBI tentunya merupakan pengalaman yang mengesankan dan tantangan yang baik. Selama mengerjakan soal, kamera di gawai saya sempat mati beberapa kali, dan membuat saya harus berhenti mengerjakan soal untuk memperbaikinya walaupun waktu terus berjalan. Seksi terakhir sangat menguji kecermatan dan kesabaran saya karena panjangnya bacaan yang diberikan. Keberadaan timer juga memberi kesan yang menegangkan, dan menguji kemampuan manajemen waktu dan ketenangan para peserta UKBI. Dari pengalaman ini, saya belajar untuk memiliki daya juang yang kuat, kejujuran, kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab, semuanya termasuk dalam 10 Nilai Santa Ursula. Setelah melalui pengalaman ini, saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk melakukan UKBI. Setelah mengikuti ujian UKBI adaptif ini, saya belajar beberapa hal. Ujian ini membuat saya berpikir dan merefleksikan kemampuan berbahasa saya sendiri, serta cara saya menghadapi sebuah ujian. Ujian ini juga memberi saya pelajaran untuk tetap tenang saat menghadapi tekanan, mengantisipasi, tangguh walaupun susah dan soal yang diberikan cukup banyak, dan terbuka akan kegagalan, contohnya jika saya tidak berhasil menyelesaikan semua soal dengan tepat waktu saya mencoba kembali dan tidak berkecil hati terlalu lama. Saya juga menerapkan berbagai nilai Santa Ursula BSD seperti kedisiplinan dan kepekaan terhadap waktu, kemandirian, kejujuran, daya juang, serta tanggung jawab saat pengerjaan soal. Secara keseluruhan menurut saya ini adalah pengalaman yang mengesankan dan bisa dicoba bagi yang tertarik untuk mengukur kemampuan berbahasa Indonesia mereka.
Selengkapnya
Pengalaman Unik Saat MPLS
Posted: 2021-09-09 | By: Gregorius Rayindra VII B
Pada tanggal 12 Juli 2021 sampai 17 Juli 2021, saya mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Satu hari sebelum pertemuan virtual melalui zoom dimulai, saya sudah merasa deg-degan. Saat masuk ke dalam pertemuan virtual ini, saya bisa merasakan bahwa nilai kedisiplinan dijaga di SMP Santa Ursula BSD karena saya dan siswa-siswi lainnya diminta untuk menyalakan kamera dan me-rename nama sesuai format yang sudah  diberikan. Selain itu, guru-guru SMP sangat ramah dengan cara menyapa saya dan siswa-siswi lainnya. Tidak hanya itu, guru-guru SMP juga terbuka, ceria, dan bersemangat saat perkenalan. Hal tersebut membuat saya dan siswa-siswi lainnya menerima energi positif. Breakout-room setiap kelas pun dilakukan. Saya merasa sedikit takut karena saya belum mengenal beberapa teman dan hanya mengenal teman dari SD Santa Ursula BSD. Selain itu, saya juga belum mengenal wali kelas saya. Akan tetapi, semua menjadi berjalan lancar dan baik setelah perkenalan dan perbincangan antarsiswa bersama dengan wali kelas. Hal yang dijelaskan di MPLS memang cukup banyak, tetapi hal tersebut disajikan dalam bentuk yang unik seperti power point, video, atau pun permainan virtual. Hal yang dijelaskan di dalam MPLS saya catat karena sangat penting dan cukup banyak. Hal-hal tersebut antara lain  visi misi sekolah, 10 nilai Santa Ursula, nilai KKM, aturan di SMP Santa Ursula, dan pengenalan ruang-ruang yang ada di sekolah. Setelah ada penjelasan dari para guru di ruang zoom besar, semua siswa masuk ke breakout room kelas masing-masing bersama wali kelas menegaskan kembali hal-hal yang sudah dijelaskan. Pembahasan dilakukan dengan tanya jawab dan juga kuis. Di dalam MPLS, tidak hanya ada penjelasan dan pembahasan, ada juga kegiatan ice breaking (permainan) yang melatih fokus. Selain itu, MPLS Santa Ursula BSD mengenalkan gaya pembelajaran di SMP Santa Ursula melalui Quizizz dan tebak-tebakan yang melatih ketelitian dan melaih berpikir tingkat tinggi. Penjelasan dan Pengenalan Kampus dirangkum dalam bentuk yang unik dan tidak monoton. Dari semua kegiatan MPLS SMP Santa Ursula BSD saya merasakan diterima di sekolah. MPLS Santa Ursula BSD sangat seru dengan adanya ice breakingdan kuis-kuis. Saya juga belajar untuk terbuka, ramah terhadap orang baru, belajar fokus, memahami dengan baik penjelasan Bapak Ibu Guru, teliti, dan kritis dalam menanggapi suatu hal.
Selengkapnya
Pelantikan Digital Badan Pengurus OSIS Periode 2021
Posted: 2021-04-05 | By: SASA IXE 07
Pertama kali dalam sejarah, pelantikan badan pengurus OSIS dilakukan secara digital. Hal ini tak pernah diduga dan proses persiapan serta seleksi dilakukan selama kurang lebih dua bulan. Semua proses dari mulai tes tertulis, tes wawancara, bahkan sampai pesta demokrasi pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS (Pemilos) 2021 dilakukan secara digital. Panitia tidak memiliki pilihan lain karena tatap muka secara langsung sangat tidak dimungkinkan. Panitia menggunakan berbagai media sosial yang dimiliki untuk berkomunikasi. Hampir setiap hari melakukan rapat melalui zoom meeting dan membahas hal-hal lainnya melalui whatsapp group. Hal ini dilakukan agar semua dapat berjalan dengan lancar. Proses yang dilalui penuh tantangan. Terutama saat menyeleksi anggota OSIS yang sudah mendaftar. Jumlah pendaftar cukup banyak, panitia dibantu para wali kelas dan pembina OSIS untuk menyeleksi tes dan wawancara. Kedua hal itu dilakukan dalam kurun waktu yang cukup panjang. Panitia membutuhkan waktu dari pagi hingga malam untuk membahas hasil tes dan menentukan nama serta jabatan yang tepat untuk mereka yang terpilih. Kami memerlukan fleksibilitas waktu yang tinggi. Hal tersebut sulit didapatkan karena kami harus membagi waktu dengan belajar dan mengerjakan tugas sekolah. Tidak hanya itu, persiapan Pemilos juga cukup rumit. Banyak aspek yang harus dipikirkan dan disiapkan dengan matang karena dilakukan secara digital. Pemilos secara digital ini harus mempertimbangkan keefektifan waktu, tetapi suasana yang diciptakan harus menyenangkan. Hal ini karena seluruh anggota OSIS dan dewan guru ikut serta dalam Pesta Demokrasi tersebut. Semua yang dilakukan itu memiliki satu tujuan yakni untuk regenerasi. Oleh karena itu, rangkaian segala proses dari awal tes hingga Pemilos berakhir di pelatikan badan pengurus OSIS 2021. Pelantikan badan pengurus OSIS menandakan bahwa tugas Badan Formatur OSIS 2020 sudah selesai. Berjalannya OSIS pada tahun 2021 akan dilanjutkan oleh mereka yang telah terpilih. Pengalaman mempersiapkan acara yang besar ini secara digital sangatlah berkesan. Komunikasi merupakan kunci berjalannya rangkaian pemilihan BP OSIS tahun 2021. Bila komunikasi tidak bisa berjalan dengan efektif, maka acara sebesar ini tidak akan berjalan dengan lancar. Segala perubahan akibat pandemi covid 19 ini menantang kami semua untuk beradaptasi dan hal inilah yang membuat segalanya bermakna. Kami harus berpikir kritis, inovatif, dan dapat mencuri celah agar semua yang biasa dilakukan secara offline di sekolah menjadi online di rumah. Selain itu, persiapan acara ini memperkuat kerja sama dalam tim. Di balik persiapan yang cukup panjang ini, panitia mengucapkan banyak terima kasih atas kerja keras dari Badan Formatur OSIS 2020 yang telah menyiapkan segala sesuatu dengan sangat baik. Tidak hanya itu, panitia juga mengucapkan terima kasih untuk pembina OSIS yakni Ibu Devi, Ibu Lia, dan Ibu Eus yang telah membimbing Badan Pengurus OSIS 2020 dalam menjalankan tugas. Akhir kata, proficiat untuk Badan Pengurus OSIS 2021 dan selamat menjalan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Selengkapnya
MENGAPA TRANSISI ENERGI ITU PENTING?
Posted: 2021-04-05 | By: Monica Emy Rustanti
Saat ini banyak peserta didik yang kurang memiliki kesadaran menghemat energi mulai dari rumah. Mereka merasa orang tua memiliki kemampuan finansial untuk membayar listrik sebagai sumber energi di rumah mereka. Faktanya perilaku seperti ini tidak bersahabat terhadap kelestarian lingkungan dimana sumber energi listrik yang selama ini mereka pakai bersumber dari sumberdaya yang tidak dapat diperbarui yaitu sumberdaya fosil. Diberbagai belahan dunia sudah banyak negara-negara yang mulai beralih ke sumber energi baru dan terbarukan, seperti air, angin, cahaya matahari, panas bumi, dan bioenergi. Pemahaman akan pentingnya sumber energi baru dan terbarukan sangat penting dimiliki oleh generasi muda. Untuk itu kami berencana  memberikan pengayaan materi mengenai sumber energi terbarukan dan proses transisi energi.  Kami mengadakan kegiatan sharing session sebagai pengayaan materi tersebut secara daring. Dari penelusuran kami, IESR adalah lembaga think tank yang memiliki perhatian dan fokus pada berbagai kajian tentang isu energi baru dan terbarukan. Untuk itu kami mengundang IESR untuk berbagi pengetahuan kepada peserta didik kami.   Sharing Session yang dilaksanakan pada hari Rabu, 10 Februari 2021 dengan pembicara bapak Gandabhaskara Saputra dari Institute for Essential Services Reform (IESR). Kegiatan ini ditujukan kepada seluruh siswa kelas VII yang sedang mempelajari materi energi dalam kehidupan sehari-hari. Diawali dengan bermain game dari slido.com yang di dalamnya terdapat 5 pertanyaan terkait tentang energi, kemudian dilanjutkan dengan mengenal jenis energi terbarukan, mengelompokkan energi berdasarkan sumbernya, dan apa yang perlu kita lakukan agar bumi ini tetap terjaga. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperluas pemahaman siswa tentang penggunaan energi yang berdampak pada keadaan bumi. Semakin cerdas menggunakan energi, maka semakin terjaga kelestarian bumi pertiwi. Dalam sharing ini, pembicara memberi pemahaman tentang penggunaan listrik dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, hampir setiap orang pasti memiliki handphone. Tentunya setiap handphone memerlukan listrik untuk mengisi daya. Pengisian daya yang berlebih, akan menghabiskan listrik berlebih juga. Akibatnya, energi fosil yang diambil dari alam untuk menciptakan listrik, lama kelamaan akan habis. Di pulau jawa, hampir setiap daerah sudah mendapat aliran listrik yang cukup memadai, tetapi di luar pulau jawa ada daerah yang masih belum teraliri listrik. Lalu bagaimana dengan daerah yang belum teraliri listrik? Pertanyaan tersebut mengajak siswa berpikir bagaimana cara untuk menghemat energi yang dipakai sehari-hari baik di rumah maupun dalam lingkungan hidup masing-masing. Materi ini berkaitan dengan salah satu nilai yang diterapkan di Sekolah Santa Ursula BSD yaitu cinta lingkungan. Penghematan energi dalam kehidupan sehari-hari merupakan salah satu wujud kita untuk mencintai alam sekitar kita. Siswa-siswi sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Banyak pertanyaan yang ingin disampaikan kepada pembicara. Namun, karena waktu yang terbatas, pertanyaan tersebut masih mereka simpan untuk ditanyakan pada saat pembelajaran jarak jauh berlangsung. Selain berguna untuk siswa-siswi kelas VII materi yang dibawakan pada kegiatan ini juga memperluas wawasan pengetahuan untuk bapak-ibu guru IPA yang mengikutinya. Sebagai salah satu bentuk apresiasi kepada siswa-siswi kelas VII karena telah mengikuti kegiatan hari ini, sesi terakhir ditutup dengan pemberian doorprice kecil untuk 5 siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dari pembicara dan moderator.
Selengkapnya
PENDIDIKAN SEKSUALITAS PESERTA DIDIK KELAS 8
Posted: 2021-04-05 | By: Ganis Ritma Ayu Pratama
Masa remaja merupakan peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Ada banyak perubahan yang dialami remaja, seperti perubahan fisik, cara pikir, dan emosi yang mana ketiganya saling berkaitan. Selain perubahan dalam diri remaja itu sendiri, harapan dari orang-orang sekitar mereka pun berubah. Remaja biasanya diharapkan lebih bisa bertanggung jawab terhadap dirinya. Adanya perubahan yang dialami dan harapan yang diberikan pada remaja seringkali membuat mereka menjadi tidak nyaman namun sekaligus bertanya-tanya mengenai apa yang bisa dilakukan. Oleh karena itu, SMP Santa Ursula BSD memfasilitasi keingintahuan tersebut dengan memberikan kegiatan pendidikan seksualitas. Kegiatan ini diberikan oleh tim psikolog Santa Ursula BSD kepada peserta didik kelas 8 dengan mempertimbangkan beberapa hal seperti kondisi proses adaptasi mereka di SMP yang semakin matang (dibandingkan saat mereka masih berada di kelas 7) dan terjalinnya relasi pertemanan yang semakin erat, bahkan mulai banyak yang menyukai lawan jenis. Fokus dalam pendidikan seksualitas yang diberikan adalah penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain termasuk bagaimana berperilaku serta menampilkan diri di media sosial. Kegiatan ini dilakukan di setiap kelas 8 secara virtual selama dua hari (pukul 07.00 – 11.00) sesuai dengan waktu Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dijalani peserta didik. Materi hari pertama lebih banyak membahas mengenai perubahan fisik yang dialami remaja serta bagaimana cara menjaga dan merawat diri. Kemudian di hari kedua, pembahasan lebih banyak ditekankan mengenai relasi remaja dengan lingkungan sosialnya. Dalam kegiatan ini, ada beberapa topik materi yang diberikan dalam kelompok yang lebih kecil (kelompok laki-laki dan kelompok perempuan). Beberapa metode penyampaian materi seperti sharing, diskusi kelompok, pemutaran video, dan permainan (quiz) juga digunakan untuk mempertahankan atensi peserta didik. Peserta didik cukup bisa mengikuti rangkaian kegiatan ini meskipun ada kalanya perlu lebih didorong untuk mau mengungkapkan pendapatnya. Berdasarkan hasil evaluasi, melalui kegiatan ini mereka belajar bahwa setiap pribadi itu unik dan berharga sehingga perlu disyukuri dan dijaga. Mereka pun belajar bagaimana cara bersikap dan menjalin relasi yang baik dengan orang lain. Sebagian besar dari mereka mengungkapkan sesi berbagi pengalaman/cerita dan saling memberi apresiasi antar teman merupakan bagian yang berkesan semakin membuat mereka percaya diri.
Selengkapnya
Hari yang Dinanti
Posted: 2021-04-05 | By: Cathlin Evelyna Subena_9C_9
Januari 2020, hari dimana Badan Pengurus OSIS 2020 dibentuk dan dipertemukan sebagai satu organisasi. Banyak sekali tantangan, pengalaman, dan perasaan yang saya rasakan. Senang, kesal, sedih, bahkan lelah selama berada dalam kepengurusan OSIS tahun 2020.  Kami bertekad untuk mewujudkan VISI kami yaitu OSIS SMP SANTA URSULA BSD sebagai organisasi yang komunikatif,terbuka dan inovatif. Rasa bangga dalam diri saya muncul karena saya mampu menantang diri saya untuk menjadi bagian dalam kepengurusan OSIS tahun 2020. Dalam pengalaman pribadi saya sendiri, PEMILOS adalah hari yang paling menegangkan dimana saya harus berjuang dalam menunjukan diri saya sendiri dan menyampaikan visi misi bila saya terpilih menjadi ketua OSIS. Berkat dukungan dan tekad yang kuat, saya terpilih menjadi ketua OSIS periode 2020. Sungguh, ini merupakan suatu hal yang mengesankan dalam hidup saya. Hari pertama saya dan teman- teman berinteraksi ketika melakukan pelatihan, saya dapat mengenal dan berelasi antar satu sama lain sekaligus belajar agar menjadi satu organisasi yang saling mendukung. Kami saling berdiskusi, merancang kegiatan dan pastinya kami belajar lebih dalam mengenai organisasi OSIS. Namun, kepengurusan tahun 2020 ini mengejutkan saya dari awal tahun 2020 dimana siswa- siswi SMP Santa Ursula BSD harus melangsungkan kegiatan belajar mengajarnya secara online di rumah. Hal ini juga pastinya berdampak pada berlangsungnya kepengurusan kami, dimana kami harus merancang dan melangsungkan kegiatan OSIS secara online. Namun, berkat kerjasama dan inisiatif antar satu sama lain, saya dan teman- teman berhasil memanfaatkan teknologi dan bereksplorasi semaksimal mungkin untuk melanjutkan kegiatan di kepengurusan tahun 2020. Dalam melewati awal hingga akhir kepengurusan tahun 2020 bukanlah merupakan suatu hal yang mudah bagi saya. Sebagai Pengurus OSIS tahun 2020,  menurut saya membutuhkan tanggung jawab yang lebih dan harus memastikan agar kegiatan OSIS berjalan secara lancar tanpa adanya miss komunikasi. Terkadang saya tidak sadar akan hal- hal sederhana seperti itu sehingga pada akhirnya membuat kesalahan- kesalahan selama kepengurusan tahun 2020. Namun, inilah yang membuat saya mengerti betapa pentingnya suatu komunikasi, kerjasama dan relasi dalam suatu organisasi, maka dari itu saya mencoba sebaik mungkin agar kesalahan- kesalahan yang pernah ada pada kepengurusan tahun 2020 menjadi pelajaran untuk kedepannya. Tak terasa waktu berjalan cukup cepat. Banyak sekali kegiatan yang telah saya dan teman- teman pengurus OSIS lakukan hingga pada akhirnya tanggal 20 Januari 2021,  Badan Pengurus OSIS tahun 2020 pun akan berganti menjadi Badan Pengurus OSIS tahun 2021.Saya merasa bersyukur atas pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan selama berproses dalam satu tahun ini sehingga saya dapat mengenal lebih diri saya sendiri, mendapatkan hal- hal dan nilai kehidupan yang pastinya akan sangat berguna bagi keberlangsungan hidup saya. Saya tidak akan bisa sampai pada titik ini bila tak ada dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak, mulai dari pihak sekolah, anggota OSIS dan teman- teman seperjuangan Badan Pengurus OSIS tahun 2020. Dukungan tersebut lah yang membuat saya semangat dalam menjalani segala tanggung jawab dan tugas yang harus saya lakukan sebagai seorang pemimpin. Memang terkadang, ada saatnya dimana saya lelah dan tak bersemangat tetapi karena saya ingat akan kerja keras, tujuan akhir saya dan dukungan dari berbagai pihak, serta rasa tak ingin mengecewakan banyak orang maka saya menyemangati diri saya sendiri dan bangkit. Maka dari itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selalu mendampingi kami baik itu secara langsung ataupun tidak langsung dan mohon maaf apabila dalam kepengurusan tahun 2020 masih jauh dari kata sempurna. Harapan saya, semoga hasil satu tahun kami dalam berproses bisa memberikan satu sama lain pelajaran dari pengalaman yang ada, dan bisa bertumbuh menjadi anak yang lebih dewasa, bijaksana, serta tangguh dalam bertindak. Selalu semangat untuk kita semua!
Selengkapnya
YUK LIBURAN
Posted: 2021-03-09 | By: Monica Dwi Eskayanti
Pandemi yang terjadi saat ini dan tak terduga memupuskan harapan dan rencana sebagian besar dari kita. Salah satunya adalah rencana liburan dengan mengunjungi berbagai daerah atau negara di dunia. Namun kekecewaan ini sedikit terobati dengan pembelajaran kolaborasi kelas 8 di semester 1 ini. Dalam pembelajaran kolaborasi ini mengambil tema “Mengenal Potensi Geografis, SDA dan SDM negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN)”. Pembelajaran kolaborasi dengan satu tema besar dilihat dalam pelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Prakarya dan IPS.  Untuk pelajaran IPS dan prakarya, peserta didik membuat brosur perjalanan wisata. Disinilah pembelajaran menjadi sangat menarik dan menyenangkan. Peserta didik belajar untuk merencanakan liburan yang tidak hanya untuk dirinya sendiri namun juga untuk orang lain. Peserta didik harus menentukan lokasi kunjungan wisata atau destinasi, agenda/jadwal perjalanan, memilih akomodasi berupa restoran dan tempat penginapan atau hotel, menentukan transportasi seperti pesawat dan mobil, biaya, dan lain-lain. Tidak hanya itu, semua perencanaan tadi perlu mempertimbangkan banyak hal seperti waktu, biaya, kenyamanan, dan sebagainya. Di sinilah peserta didik belajar berfikir logis dan sistematis. Dalam pelajaran prakarya, peserta didik diajarkan membuat brosur yang menarik, kreatif serta fungsinya. Sedangkan bahasa Indonesia mengajarkan bagaimana membuat kalimat efektif yang akan ditulis atau disampaikan dalam brosur tersebut. Peserta didik juga diajarkan bagaimana berbicara menceritakan potensi yang ada di negara-negara anggota ASEAN tersebut dengan baik. Bahasa Inggris mengajarkan berbagai kosakata yang biasanya muncul dengan tema “Travelling”. Pembelajaran kolaborasi ini tidak hanya dalam hal tema dan penugasan namun juga dalam hal metode pembelajaran dan teknologi. Untuk membuat brosur, peserta didik akan bekerja sama dengan teman-teman dalam kelompoknya untuk membuat perencanaan. Disinilah mereka akan belajar untuk berkomunikasi dengan efektif walaupun tidak bertemu langsung. Untuk pembuatan brosur, peserta didik dapat mengkolaborasikan berbagai aplikasi, karena brosur yang dibuat tidak hanya sekedar brosur yang dicetak namun juga brosur digital yang mampu diakses melalui media sosial.  Pembelajaran daring di masa pandemi ini ternyata juga membawa dampak positif dalam dunia pendidikan. Tidak hanya pendidik namun peserta didik pun dipaksa melek teknologi. Untuk membuat brosur digital ini, peserta didik menggunakan aplikasi seperti Google slide, canva, dan sebagainya. Peserta didik juga secara mandiri banyak melakukan eksplorasi dan literasi dari berbagai media digital untuk mendapatkan sumber atau materi yang akan ditulis dalam brosur.  Bagaimana hasilnya ? menakjubkan. Peserta didik mampu membuat tampilan brosur dengan sangat menarik walaupun isi dari brosur tersebut kadang terlihat tidak logis dan tidak menyakinkan. Namun bukan hasil yang utama namun proses bagaimana peserta didik belajar untuk berfikir lebih logis dan sistematis untuk orang lain.    Dengan pembelajaran kolaborasi ini peserta didik merasa lebih ringan karena dengan satu penugasan peserta didik akan mendapatkan penilaian dari berbagai bidang studi. Tema ini juga sangat menarik karena mimpi mereka untuk berlibur dapat sedikit terobati dengan keseruan menjelajah informasi daerah wisata di negara-negara Asia Tenggara walau hanya lewat media digital. Mimpi yang bukan hanya sekedar angan-angan namun mimpi yang berlandaskan data.(Mde)
Selengkapnya
SAMBUTAN KETUA OSIS SMP SANTA URSULA BSD PERIODE 2021
Posted: 2021-02-17 | By: Faith Scolstica Salim
Salam sejahtera untuk kita semua ! Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya semata, kita masih diberikan kesempatan untuk menikmati indahnya anugerah kehidupan dalam tugas panggilan hidup kita masing-masing. Pada kesempatan ini, perkenankan saya, mewakili Badan Kepengurusan OSIS SMP Santa Ursula BSD periode 2021, menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bergabung di kampus Santa Ursula BSD, The School of Choice, kepada seluruh adik kelas VII. Tak lupa juga saya sampaikan selamat menyambut tahun ajaran 2021/2022 kepada semua teman kelas VIII dan kakak kelas IX.  Dengan semangat yang baru, mari kita bersama-sama berjuang agar dapat berhasil dalam studi dan memenuhi harapan-harapan kita lebih baik lagi dari hari kemarin di tahun ajaran baru ini. Kita memasuki tahun ajaran baru 2021/2022 dalam suasana dan dan proses belajar-mengajar dan kegiatan sekolah yang sungguh jauh berbeda dengan tahun-tahun ajaran sebelumnya.  Bila pada tahun ajaran sebelumnya kita selalu bisa bertatap muka dan bertegur sapa dengan para Bapak dan Ibu Guru, karyawan sekolah, dan teman-teman kita, maka pada tahun ajaran baru ini segala sesuatunya harus dilaksanakan secara online atau daring. Hal ini adalah salah satu bentuk ketaatan dan dukungan kita terhadap pemerintah Republik Indonesia untuk memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19.  Terkait situasi dan kondisi pembelajaran secara daring selama masa pandemi ini, saya mengajak seluruh peserta didik unit SMP Santa Ursula BSD agar tetap belajar denga penuh semangat dan selalu tekun dalam melakukan tugas dan kewajiban guna meraih hasil dan prestasi yang terbaik.  Jalin dan tingkatkanlah relasi yang semakin baik dan kerja sama yang lebih kompak dengan Bapak dan Ibu Guru dan sesama peserta didik meskipun secara virtual. Di sisi lain, kehadiran Badan Kepengurusan OSIS yang bertugas di periode 2021 merupakan Badan Kepengurusan OSIS periode pertama yang menjadi proyek percontohan atau proyek pioneer (perintis) dimana kami harus langsung melaksanakan program-program kegiatan OSIS secara online.  Dalam melaksanakan program-program OSIS tersebut, pasti muncul keterbatasan-keterbatasan yang akan berpengaruh, baik secara langsung maupun tidak langsung, terhadap perencanaan dan pelaksanaan program OSIS yang telah disusun bersama-sama. Namun, seperti ada pepatah mengatakan, “Dimana ada kemauan, di situ ada jalan”, dan seiring dengan semangat Serviam dan SANUR Melayani, maka saya percaya bahwa melalui arahan dan bimbingan Bapak dan Ibu Guru, berkat bantuan Badan Kepengurusan OSIS periode sebelumnya, semangat dan kerja keras Badan Kepengurusan OSIS yang baru terpilih, dukungan dan doa teman-teman, serta campur tangan kuasa Tuhan Yesus, maka seluruh tantangan, kendala, dan keterbatasan ini pasti dapat kita lalui bersama. Pada akhirnya, kita bersama-sama pasti bisa keluar sebagai pemenang, bahkan lebih dari pemenang atas semua kendala dan tantangan yang kita hadapi bersama dalam keterbatasan selama pandemi ini. Di saat yang sama, saya mengajak seluruh peserta didik unit SMP Santa Ursula BSD agar tergerak hatinya untuk menyingsingkan lengan dan berpartisipasi secara aktif, baik dalam berbagai program kegiatan sekolah maupun dalam organisasi Badan Kepengurusan OSIS. Sekolah sangat membutuhkan keterlibatan kita secara nyata dan sederhana dalam berbagai terobosan ide-ide yang kreatif dan inovatif, kritik dan saran yang membangun, serta sikap saling melayani dan mendukung demi mencapai tujuan kita bersama, yaitu menjadikan SMP Santa Ursula BSD lebih baik lagi di masa yang akan datang.  Akhir kata, dengan semangat Serviam, marilah kita wujudkan visi yaitu SANUR Melayani, yang memiliki kepanjangan : - Semangat, berAkal budi dan berhati Nurani, menjadi manusia Utuh, Religius, dan Melayani – sebagai semangat dan gaya hidup (way of life) bagi kita semua untuk selalu rindu memberikan yang terbaik bagi sesama dan kemuliaan Tuhan Yesus.    Terima kasih dan Tuhan Yesus memberkati,   Faith Scolstica Salim Ketua OSIS SMP Santa Ursula BSD Periode 2021
Selengkapnya
Cairan Ajaib Ramah Lingkungan
Posted: 2021-02-17 | By: Farrel Justyn Ariowibowo, Jennifer Yohanna Hutauru
Halo pembaca! Perkenalkan kami dari Seksi Pembantu Umum OSIS SMP Santa Ursula BSD. Kalian tahu tidak apa itu Eco Enzyme? Bagi yang belum tahu, Eco Enzyme merupakan hasil dari fermentasi limbah dapur organik. Eco Enzyme sangat mudah dibuat dengan bahan-bahan yang ada di rumah seperti gula merah, kulit buah, sayur, serta air. Manfaat dari Eco Enzyme pun sangat banyak, yaitu sebagai pembersih rumah tangga, insektisida, antiseptik, pupuk, obat penyakit luar, dan masih banyak lagi.  Berdasarkan pemaparan manfaat Eco Enzyme tersebut, kami merasa bahwa Eco Enzyme perlu diketahui oleh peserta didik SMP Santa Ursula BSD. Hal ini juga mengingat bahwa bahan-bahan yang diperlukan untuk proses fermentasi Eco Enzyme sangat mudah untuk ditemukan di sekitar kita. Manfaat yang dihasilkan juga akan sangat berguna untuk kehidupan sehari-hari. Sebagai wujudnya, kami tergerak untuk memberikan informasi ini kepada peserta didik SMP Santa Ursula BSD melalui narasumber yang bernama Ibu Salmah, S.Si, S.Pd. dari tim Eco Enzyme yang kami undang dalam sebuah webinar yang dilaksanakan pada hari Senin, 16 November 2020 yang lalu. Dalam proses kerja sama kami dengan tim Eco Enzyme, kami belajar tentang cara berkomunikasi yang baik, terbuka, dan gesit dalam memberikan informasi maupun dalam bertindak. Kami juga belajar untuk menjalin relasi yang baik dengan pihak yang berada di luar sekolah Santa Ursula BSD dan membuat jaringan baru melalui kegiatan ini yang memiliki tujuan yang sama dengan tujuan OSIS SMP Santa Ursula BSD Tahun Ajaran 2020. Para peserta yang mengikuti webinar tersebut terlihat cukup antusias dalam menyimak apa yang dijelaskan oleh narasumber kami mengenai Eco Enzyme ini. Kami sendiri pun selaku panitia juga sangat terpukau dengan kehebatan Eco Enzyme ini dan sangat senang dapat berbagi kepada keluarga besar Santa Ursula BSD. Dikatakan pula oleh narasumber bahwa dengan membuat Eco Enzyme, kami sudah membantu bumi agar tetap terawat. Dengan begitu, yuk jaga kelereng biru rumah kita dengan membuat dan menggunakan Eco Enzyme!
Selengkapnya
BLENDED LEARNING - Pengalaman Pembelajaran Kolaborasi
Posted: 2021-02-11 | By: Agus Purwoko
Merebaknya wabah virus corona memaksa pelaksanaan pembelajaran berubah total, yang semula pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka langsung di kelas kemudian harus dilaksanakan secara online dengan memanfaatkan teknologi komunikasi yang ada. Berbagai mata pelajaran yang tadinya disajikan secara terpisah oleh masing-masing guru pengampu, dilaksanakan secara kolaborasi yang selanjutnya dikenal sebagai metode blended learning. Guru dari berbagai bidang studi bekerjasama membahas dan menentukan materi ajar yang mana materi ajar tersebut harus memuat nilai-nilai pendidikan dari berbagai disiplin ilmu. Pengalaman pembelajaran jarak jauh dengan metode blended learning ini mengubah paradigma kami sebagai guru, bahwasannya sebagai pendidik kami tak bisa lagi mengandalkan diri sendiri, guru harus mampu bekerjasama dengan rekan. Dalam menentukan materi ajar, tak bisa lagi hanya mementingkan target pribadi. Namun, harus mampu mengakomodasi target pembelajaran bidang studi lainnya. Demikian pula ketika menentukan target yang harus dicapai siswa, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Salah satunya adalah ketersedian bahan dan alat penunjang di rumah masing-masing siswa, utamanya pelajaran seni rupa dan prakarya. Pembelajaran kolaborasi secara daring juga membuka cakrawala baru akan pentingnya penguasaan teknologi informasi. Dulu, untuk mengajar cukup hadir di depan kelas lalu mulai menyampaikan materi ajar. Namun di masa pandemi ini, teknologi mutlak harus dikuasai karena segala sesuatu disampaikan secara virtual. Tak jarang kegiatan pembelajaran terkendala oleh masalah teknis, baik yang berkaitan dengan jaringan atau pemahaman terhadap fitur-fitur perangkat pembelajaran (software maupun hardware) Di situasi inilah para guru harus saling bekerja sama, saling belajar satu sama lain, yang merasa kurang mampu harus berani bertanya kepada yang lebih menguasai, sedangkan yang sudah mahir juga harus legowo untuk membantu yang lain. Bukan hal yang mudah menyajikan pembelajaran seni rupa dan prakarya secara daring, karena karakteristik mata pelajaran lebih mengedepankan olah rasa dengan cara praktek langsung. Dalam situasi yang normal, ketika siswa mengalami kesulitan dan mengerjakan tugasnya, guru dapat langsung merespon, memberi contoh atau memperagakan teknik berkarya yang benar. Secara psikologi, 90% bagian otak manusia lebih cepat menyerap informasi dalam bentuk visual dibandingkan kata-kata atau teks. Hal inil menjadi tantangan yang harus dicarikan solusi yang tepat. Memang ada banyak tutorial membuat prakarya di channel Youtube, namun belum tentu sesuai dengan kebutuhan siswa. Mau tidak mau sebagai guru harus belajar dan bekerja sama membuat video singkat dan slide presentasi yang menarik untuk keperluan pembelajaran. Proses perekaman gambar atau suara dan prosedur editing harus dikuasai, tak ada jalan lain kecuali terus belajar dan mengeksplorasi kemampuan diri.
Selengkapnya
English Collaborative Learning Grade 8 - Advertisement
Posted: 2021-02-11 | By:
An advertisement is very important in our life, especially in a business world. People use it in order to promote a product or service they sell. They also create interesting advertisements and some of them compete with other companies to make a catchy advertisement to attract consumers to buy their product. In order to get the consumers’ attention, it needs not only a specific skill but also creativity and originality to make an advertisement. Since an advertisement is useful in our life, we gave the  8 grader students this  material about advertisement in English lesson last semester. We had collaborative learning with other subjects, such as Social Studies, Arts, and Religion. We picked this material because it could be integrated with the essential material from other subjects and it became a school project of collaborative learning in Semester I.  Advertisement is also one of the short functional text types. We gave this material because it is applicable and useful for students’ lives in the future. Furthermore, we tried to develop the students’ creativity in making an advertisement.  Last semester, the students made an advertisement about a travel agency. They had to promote a package tour to go to three destinations in South Asia. They worked in a group and made a short video of a travel agency advertisement. Their videos were very creative and attractive. They developed not only their ideas of the advertisement content, but also their skill in editing the video. Hopefully, through this project, students will be more creative and improve their skill in making and editing a short video.
Selengkapnya
BELAJAR MENGENAL PELUKIS INDONESIA DENGAN BOOK CREATOR
Posted: 2021-02-11 | By: Katarina Tri Yanu
Pembelajaran kolaborasi mempunyai kesan tersendiri di masa pandemi. Pembelajaran ini menuntut guru untuk lebih kreatif menggunakan berbagai macam media pembelajaran. Salah satunya dengan pembelajaran kolaboratif yang bertujuan membantu peserta didik mengkonstruksi pengetahuannya dengan cara menguji ide-ide dan pengalaman-pengalamannya sendiri, menerapkannya ke dalam situasi baru, dan mengintegrasikan pengetahuan baru yang diperoleh dengan pengetahuan yang telah dimilikinya. Media ajar dan metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran jarak jauh saat ini tentunya juga harus berbeda. Bahasa Indonesia berkolaborasi dengan pelajaran Seni Rupa. Materi ajar yang dipelajari oleh peserta didik kelas IX salah satunya adalah Teks Tanggapan Kritis. Peserta didik belajar mengungkapkan kritik, sanggahan, atau pujian dalam bentuk teks tanggapan secara lisan maupun tertulis dengan memperhatikan struktur dan kebahasaannya. Nilai karakter yang dikembangkan dalam pembelajaran ini adalah kritis dan santun. Kritis yang dimaksud adalah mampu menanggapi suatu hal berupa teks tanggapan sesuai dengan pemahaman dan pengetahuan melalui analisis yang matang sedangkan santun yaitu sikap hormat dan menjunjung tinggi tata karma dalam membantah sebuah sudut pandang tentang suatu masalah yang dikemukakan dalam penulisan teks tanggapan kritis. Kolaborasi yang dilakukan yakni peserta didik belajar menanggapi sebuah karya dari pelukis Indonesia. Mereka dapat memilih seorang pelukis terkenal Indonesia kemudian menulis biodata dari pelukis tersebut. Karya-karya dan ciri khas karya dari pelukis tersebut juga harus ditemukannya sendiri. Selain itu, mereka juga belajar mengenal aliran-aliran seni rupa yang dipakai oleh pelukis-pelukis tersebut. Media ajar yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah “Book Creator”. Book creator adalah sebuah alat pembelajaran sederhana untuk membuat buku atraktif. Buku ini menampilkan gambar, tulisan, dan dapat disertai dengan audio maupun video. Setelah diberi penjelasan mengenai teks tanggapan kritis serta penjelasan dari pelajaran Seni Rupa mengenai pelukis Indonesia dan aliran-aliran dalam seni rupa, peserta didik bereksplorasi secara pribadi. Hasil yang ditampilkan oleh peserta didik sangatlah mengesankan. Selain belajar membuat tanggapan terhadap karya pelukis Indonesia, mereka juga mengenal banyak pelukis Indonesia dengan cara yang kreatif. Salah satu kesan yang disampaikan peserta didik kelas IX yakni “Pengalaman mengerjakan tugas kolaborasi Bahasa Indonesia dengan Seni Rupa yakni saya diperkenalkan dengan media baru yaitu book creator. Pembelajaran menjadi lebih seru karena tidak hanya mementingkan konten pembelajaran Bahasa Indonesia saja, tetapi juga menghias dan membuat menarik karya sendiri. Dalam mengerjakan tugas ini saya dapat belajar menggunakan media baru book creator, belajar untuk lebih kreatif lagi, serta dapat memahami materi teks tanggapan kritis lebih dalam lagi.”Pembelajaran kolaboratif merupakan salah satu pilihan pembelajaran yang menarik yang dapat diterapkan dalam pembelajaran jarak jauh. Situasi yang tidak menyenangkan saat ini menuntut pembelajaran yang membuat peserta didik tertarik dan yang lebih penting mengasah daya kritis dan kreatifitasnya.
Selengkapnya
GURU DIGITAL HEBAT BERBEKAL PUBLIK SPEAKING
Posted: 2021-02-11 | By: Maria Dwi Rianti
Pandemi covid 19 yang melanda dunia saat ini telah merubah banyak hal dari berbagai aspek. Tak terkecuali Indonesia yang juga merasakan banyak dampak perubahan besar tersebut. Salah satunya dalam dunia pendidikan. Dalam dunia pendidikan yang awalnya pembelajaran dilakukan secara konvensional tatap muka di sekolah kemudian harus bermetamorfosis menjadi pembelajaran jarak jauh melalui digital di rumah.  Adanya transformasi yang mendadak inilah yang membuat guru harus lebih cepat beradaptasi. Saat ini guru harus memiliki kemampuan lebih dalam berteknologi untuk mengelola kelas, pemberian tugas, atau ujian serta tetap menanamkan nilai-nilai kehidupan bagi peserta didik. Hal itu tentunya tidaklah mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa. Awal tahun 2021 pemerintah Indonesia kembali menerapkan suatu kebijakan yang awalnya dikenal dengan istilah PSBB kini berganti dengan istilah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Oleh karena itu, banyak instansi pemerintah, swasta, sekolah, atau lembaga yang kembali menerapkan WFH (work from home) bagi semua pegawai. Pemerintah Indonesia berharap agar segala kegiatan dapat dilakukan dari rumah agar dapat menekan jumlah pasien covid 19 menurun/Indonesia terbebas dari covid 19. Hal ini yang menjadi dasar adanya “Kompetisi Guru Digital” yang diselenggarakan oleh Indihome/Telkomsel dan bekerja sama dengan Rumah Kreatif serta Communicasting Acamedy. Kompetisi ini mengajak para guru untuk lebih terampil dalam berbicara karena dari seni berbicara yang baik dan tepat dapat menciptakan pembelajaran yang menarik serta menyenangkan. Tema yang diangkat dalam kompetisi ini adalah “Dari Rumah Serba Bisa”. Tema ini sekaligus ajakan untuk para guru di seluruh Indonesia untuk tidak menyerah akan keadaan, tetapi sebaliknya menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam penyampaian pembelajaran ke peserta didik. 20 orang guru di seluruh Indonesia bergabung menjadi peserta di kompetisi tersebut. Setiap peserta akan mendapatkan waktu 2 menit untuk berbicara menyampaikan materi dengan tema yang ditentukan. Materi yang disampaikan contohnya berbagi pengalaman mengajar dengan menggunakan aplikasi/program digital, simulasi menjadi guru saat mengajar secara digital, atau pemberian motivasi guru selama pandemi berlangsung. Kompetisi ini menilai cara berbicara yang baik, tepat, dan juga sesuai dengan ketentuan para juri. Sebelum kompetisi dimulai para juri yakni Prof. Maximus Gorky S, Donny De Keizer, dan Ita Sembiring memberikan materi singkat masing-masing selama 5 menit tentang tips dan trik berbicara menarik dan efektif di depan publik. Acara ini bukanlah sekedar kompetisi biasa karena selain berkompetisi dengan guru dari seluruh Indonesia, para guru juga dibekali materi public speaking yang baik dan benar. Materi ini sungguhlah sangat berguna bagi guru di masa pandemi. Hal ini karena kesulitan terbesar yang dihadapi guru saat pembelajaran jarak jauh adalah komunikasi dan menciptakan suasana belajar menyenangkan agar peserta didik tetap tertarik meskipun pembelajaran dilakukan secara virtual. Diakhir kompetisi para juri juga memberikan evaluasi yang membangun bagi seluruh peserta. “Saat berbicara nikmatilah sehingga pendengar akan ikut merasakan hal yang disampaikan,” kata Donny De Keizer salah satu tanggapan juri yang terus teringiang diingatan. Tidak hanya para juri saja yang memberikan komentar, tetapi juga ada perwakilan siswa SMP yang memberikan komentar dari presentasi yang disampaikan para guru. Setelah kompetisi ini selesai dilanjutkan dengan adanya kelas public speaking dan pembuatan konten kreatif untuk pembelajaran. “Guru adalah Pelukis Terbaik Dunia, jadi lakukanlah yang terbaik untuk para penerus bangsa” kutipan ini disampaikan oleh Prof. Maximus Gorky S untuk memotivasi guru Indonesia dalam mengajar dalam situasi pandemi saat ini.  
Selengkapnya
Belajar di era “New Normal”
Posted: 2021-02-11 | By: Dionisia Retno Irnawati
Pembelajaran jarak jauh (PJJ)  telah menjadi bagian 'new normal' bagi Pendidikan di Indonesia dalam menjalani kehidupan di tengah pandemi virus corona. Berbagai usaha dan upaya dilakukan oleh guru agar pembelajaran dapat berlangsung dengan efektif.  Dari seluruh proses dan evaluasi, pesat sekali kreativitas yang muncul dari guru untuk merancang pembelajaran yang lebih menarik. Ada yang membuat video pembelajaran, membuat rancangan pembelajarannya dengan G Sites, games dan masih banyak lagi. Model dan metode pembelajaran-pun berkembang lebih luas menyesuaikan kebutuhan pendidikan di era ini. Diperlukan suatu model dan metode pembelajaran yang tidak melenceng dari tujuan, tetap efektif, dan tentunya menyenangkan bagi peserta didik. Apa jadinya jika setiap mata pelajaran merancang pembelajarannya dan memberikan tugas sendiri-sendiri? Apa akibatnya bagi peserta didik? Tentunya komentar yang muncul dari peserta didik adalah lelah dan jenuh terhadap hal tersebut. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran kolaborasi antar mata pelajaran sehingga lebih efektif,menyenangkan, mengoptimalkan tujuan pembelajaran.  Pembelajaran kolaborasi dengan prinsip Blended Learning sudah dilakukan dan diupayakan oleh guru-guru matematika SMP Santa Ursula BSD. Mata pelajaran matematika yang sarat dengan angka dan hitungan berkolaborasi dengan mata pelajaran lainnya. Pada masa "new normal" ini mata pelajaran matematika pernah berkolaborasi dengan mata pelajaran IPA, Seni Rupa, Agama Bahasa Indonesia dan Prakarya. Proses kolaborasi matematika dengan IPA dilakukan pada materi gerak tumbuhan.  Materi IPA yang diusung adalah pembuktian gerak geotropisme pada tanaman kacang hijau. Selanjutnya, mereka menuliskan hasil pengamatan dalam bentuk tabel pengamatan. Konsep yang diusung pada pembelajaran matematika adalah pengolahan data sederhana, berdasatkan konsep-konsep dasar ukuran pemusatan pada Statistika berdasarkan tabel pengamatan  yang didapatkan dari pembelajaran IPA. (membuat tabel, jumlah data, banyak data, nilai rata-rata, data tertinggi, data terendah, insert diagram garis) Dalam kolaborasi ini, pembelajaran Seni Rupa berperan melatih peserta didik dalam unsur aestetik /keindahan, karena sajian data yang berupa tabel atau grafik hasil penelitian dilengkapi  dengan ilustrasi, foto dll sehingga semakin mudah dipahami sekaligus lebih menarik dan komunikatif. Pada tahap terakhir, dari mata pelajaran Agama dan Bahasa Indonesia, peserta didik diasah untuk mampu bercerita tentang proses yang dilaluinya dari awal proses pertumbuhan tanaman kacang hijau. Peserta didik juga diajak mampu merefleksikan betapa ajaibnya Tuhan, dalam menciptakan pertumbuhan makhluknya. Berdasarkan ini, diharapkan peserta didik mampu menyadari kebesaran Tuhan dan mampu mengucap syukur atas kehidupan. Pembelajaran kolaborasi ini memuat konten: IPA (Gerak tumbuhan) MATEMATIKA(Statistika) SENI RUPA (Ilustrasi) AGAMA (Cerita pengalaman) BAHASA INDONESIA (Teks Narasi) Melalui pembelajaran kolaboratif dengan prinsip Blended Learning ini,  peserta didik diharapkan mampu berkembang dari sisi keilmuan, rasa seninya, dan juga unsur reflektifnya. Selain itu diharapkan peserta didik juga lebih tertarik dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran jarak jauh. Keuntungan lainnya dari kolaborasi ini adalah peserta didik mengenal dan belajar teknologi, karena  pengolahan data  statistik sederhana tersebut menggunakan excel
Selengkapnya
ALUMNI KEMBALI UNTUK BERBAGI
Posted: 2021-02-02 | By: Lucia Dwi Astuti
Kamis, 3 Desember 2020 peserta didik kelas IX SMP Santa Ursula BSD mendapatkan pengalaman pembelajaran IPA yang berbeda dari biasanya. Di pagi itu mereka belajar materi kesehatan reproduksi remaja langsung dari narasumber yang sangat kompeten dan berpengalaman dalam kesehatan reproduksi.  Hal lain yang berbeda adalah narasumber merupakan alumni SMA Santa Ursula BSD tahun 2001 yaitu dr. Stella Sherly Mansyur SPOG. Kegiatan ini telah direncanakan saat penyusunan rencana kegiatan pembelajaran oleh tim guru IPA SMP. Guru IPA memiliki mimpi agar dalam penyampaian materi reproduksi yang diberikan ke peserta semakin lengkap perlu penguatan dan pendalaman oleh ahlinya. Kami para guru menyadari akan keterbatasan dalam penguasaan materi perihal kesehatan reproduksi. Tidak hanya itu, suasana dan pengalaman berbeda bagi anak-anak dalam PJJ yang ingin disampaikan karena selama ini materi disampaikan oleh guru. Selain alasan materi pembelajaran, kegiatan dengan menghadirkan alumni tidak hanya sekedar berbagi pengalaman dan informasi tetapi juga membangun spirit berbagi para alumni untuk adik-adik kelas. Kehadiran alumni dalam kegiatan pembelajaran dipastikan akan memberikan inspirasi pada anak-anak akan capaian/keberhasilan para alumni Sekolah Santa Ursula BSD dan kemauan mereka untuk berbagi. Materi yang disampaikan oleh dr. Sherly tentang kesehatan reproduksi untuk remaja putra dan putri disampaikan dengan sangat ringan dan santai tetapi tersampaikan dengan jelas. Nilai-nilai penghargaan akan tubuh, pacaran (relasi intensif lawan jenis) yang sehat, dan aktivitas seks yang benar dan sehat juga menjadi materi yang disampaikan. Dokter Sherly memberikan penekanan kepada anak-anak yang sudah mulai berpacaran bahwa pacaran adalah relasi untuk belajar mengenal karakter dan saling mengembangkan satu dengan yang lain. Pacaran bukan waktu yang tepat atau belum saatnya untuk melakukan aktivitas seks. Cara penyampaian yang komunikatif dan cocok untuk para remaja inilah yang membuat kegiatan berlangsung kurang lebih selama satu jam yang dimulai pukul 08.00 dan berakhir tepat pukul 09.00 terasa begitu cepat dan tidak membosankan. Anak-anak cukup serius dan tekun mengikuti kegiatan ini meskipun hanya beberapa pertanyaan yang disampaiakan kepada dr. Sherly. Pengalaman pembelajaran dengan menghadirkan alumni Dokter Sherly ini tidak hanya memberikan pengalaman baru untuk anak-anak/peserta didik, tetapi juga bagi kami guru IPA. Berdasarkan pengalaman ini kami berencana untuk menghadirkan kembali narasumber lain yang punya kapasitas untuk memperluas pemahaman anak-anak akan suatu hal berkaitan dengan sains. Pengalaman belajar bersama alumni ini bisa menjadi salah satu konsep pembelajaran menarik di masa PJJ saat ini.  
Selengkapnya