Webinar Literasi Digital “Yuk Belajar Menyenangkan Secara Online”
Posted: 2021-09-10 | By: M.M. Josyarti
Berjarak dua bulan lebih sejak gerakan literasi digital nasional dicanangkan, 20 Mei 2021 lalu, propaganda literasi digital semakin giat dilaksanakan. Gerakan yang melibatkan 110 lembaga dan komunitas ini terus mengupayakan Indonesia yang makin cakap digital melalui berbagai kegiatan di berbagai daerah.Giliran Pemda Provinsi Banten khususnya kota Tangerang Selatan bergandengan dengan Tim Siberkreasi mengadakan Webinar Literasi Digital, pada 29 Juli 2021. Diselenggarakan dalam rangka memaknai momen Hari Anak Nasional 23 Juli lalu, webinar mengangkat topik Yuk belajar Menyenangkan Secara Online, dengan sasaran peserta siswa maupun guru SMP di wilayah Tangsel, yang sampai hari ini masih menjalani proses pembelajaran jarak jauh.Sapaan awal pemandu acara, Nindy Gita dari tim siberkreasi kepada segenap peserta, menegaskan keterlibatan partisipan kegiatan yang melampaui angka 900. Sejumlah peserta merupakan tim yang terdiri dari satu dua guru dan sejumlah siswa, perwakilan dari berbagai Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Tangerang Selatan.Membahas 4 pilar literasi, webinar menghadirkan 4 pembicara yang kompeten di bidangnya masing-masing. Pada kesempatan pertama, usai membuka acara secara singkat, Bapak Walikota Tangerang Selatan, Drs. H. Benyamin Davnie langsung menyampaikan ulasan tentang pilar pertama dari keempat pilar literasi, yakni Digital Ethics.Kepada segenap peserta, Bapak Walikota mengingatkan tentang pentingnya memperhatikan etika dalam semua aktivitas di dunia digital. Mempertimbangkan seksama sebelum membagikan konten tertentu, misalnya, tidak saja dimaksudkan untuk mencegah penyebaran hoax, tetapi juga untuk menjaga integritas pribadi, karena segala sesuatu yang kita lakukan di dunia digital akan meninggalkan jejak.Sebelum melanjutkan ke pembahasan pilar literasi berikutnya, ditampilkan tayangan sambutan dari Presiden Joko Widodo, yang disampaikan pada kesempatan peluncuran Program Indonesia Makin Cakap Digital, pada 20 Mei 2021 lalu.Dalam sambutannya, Bapak Presiden mengungkapkan sekian banyak tantangan di ruang digital, mulai dari konten negatif dan hoax, penipuan daring dan perundungan siber, sampai dengan issue radikalisme berbasis digital. Selain mengedepankan sikap waspada, upaya meminimalisir dampak negatif ini dapat dilakukan dengan memproduksi dan membagikan konten positif sebanyak mungkin di ruang digital, bahkan hingga membanjirinya.Pilar digital culture kemudian disampaikan oleh Bapak Muslim Nur, S.Pd., dari Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan. Budaya digital yang perlu dikembangkan dalam proses belajar secara online saat ini terangkum dalam empat kata kunci yakni interaktivitas, kemandirian, aksesibilitas, dan pengayaan.Siswa perlu membangun pengetahuan yang dipelajarinya secara mandiri, berkolaborasi dengan pembelajar lain dalam mengaplikasikan pengetahuan untuk memecahkan masalah, dan memanfaatkan internet, serta pembelajaran berbasis komputer, untuk mengakses kekayaan informasi. Dengan demikian, para guru pun perlu membangun “budaya baru” ini dan mengambil peran mendukung siswa memenuhi tuntutan di atas.Selanjutnya, Alviko Ibnugroho, seorang motivator, sekaligus konsultan keuangan (financologist) membawakan materi pilar ketiga yaitu digital skill. Menyadari bahwa digitalisasi telah merevolusi sendi-sendi kehidupan manusia, termasuk dunia pendidikan, maka perlu dikembangkan keterampilan baru berkaitan dengan penguasaan teknologi.Berkaitan dengan hal tersebut, disampaikan 3 kata kunci belajar di dunia digital yakni, positif, kreatif, dan aksi. Penguasaan keterampilan ini perlu dimulai dengan berpikir positif, melihat kondisi belajar online sebagai baik, dan menjalaninya dengan baik. Selanjutnya berkarya secara kreatif, menjadikan tugas pembelajaran sebagai awal dari karya, dan pada akhirnya menjadikan momen belajar online ini sebagai sarana membuktikan bahwa siapapun bisa sukses. Peserta diingatkan tentang sejumlah sosok yang meraih sukses dengan memanfaatkan dunia digital seperti Nadiem Makarim (Go-jek), Achmad Zacky (Buka Lapak), dan lain-lain.Pilar terakhir, digital safety, disampaikan oleh Indriyatno Banyumurti, yang juga seorang konsultan IT, koordinator program ICT Watch, yang kerap menjadi narasumber terkait Literasi Digital. Berbagai peristiwa kejahatan mengintai kita di dunia digital. Proses untuk memastikan keamanan digital di ponsel kita, diawali dengan mengidentifikasi aset digital kita, meliputi akun email, media sosial, belanja online, dan lain-lain.Pengamanan awal dilakukan dengan membuat password yang kuat, serta password yang berbeda untuk setiap akun. Selanjutnya, perlu memeriksa ijin untuk setiap aplikasi yang digunakan di ponsel kita. Hal lain yang disampaikan pada peserta adalah langkah untuk memeriksa, sejauh mana terjadi kebocoran pada email kita, apa yang perlu dilakukan bila kebocoran terlanjur terjadi, serta tips untuk terhindar dari pencurian data pribadi.Dalam forum yang sama, sesuai dengan konteks acara merayakan Hari Anak Nasional, Forum Anak (FA) Kota Tangerang Selatan, diwakili Nur Afifah selaku wakil ketua, berkesempatan untuk mempresentasikan komunitas mereka, berikut kegiatan yang mereka lakukan selama ini. Di hadapan peserta webinar, yakni peserta didik usia SMP beserta para guru pendamping, disampaikan pula sejumlah harapan, yang dirumuskan dalam Suara Anak Indonesia versi Tangerang Selatan, antara lain berkaitan dengan penyediaan ruang ekspresi, penambahan fasilitas kesehatan, sampai dengan penurunan kasus perkawinan anak, serta penegasan sanksi bagi pelaku kekerasan dan eksploitasi anak.Selain itu, sesuai pesan Presiden Joko Widodo untuk membanjiri ruang digital dengan konten-konten positif, webinar kali ini juga menghadirkan seorang content creator yakni Decky Tri. Sosok muda yang dikenal sebagai travel bloger ini menegaskan peluang pemanfaatan internet, mulai dari mengembangkan diri dengan mendisain konten, memperluas jejaring, menjadi sarana wirausaha, belajar online. maupun untuk menikmati hiburan. Memanfaatkan jaringan internet yang tersedia bagi mereka saat ini, peserta webinar diajak untuk mengisi masa belajar di rumah dengan berbagai aktivitas positif yang kreatif.Rangkaian acara yang cukup padat ini kemudian diikuti dengan sessi tanya jawab yang dimanfaatkan dengan baik oleh peserta. Bila disimak, semua informasi yang disampaikan cukup membekali peserta untuk kembali menjalankan proses belajar online dengan lebih bersemangat, dan lebih bertanggung jawab. Karena pembelajaran menyenangkan hanya bisa terjadi ketika pembelajar memahami tujuan belajarnya dan menikmati seluruh prosesnya.
Selengkapnya
SHARING PENGALAMAN PESERTA KOMPETISI LITERASI DAN NUMERASI PESONA 2021
Posted: 2021-09-10 | By: Levanni 9C, Enrico 9D & Jolene 9D
Saya sangat bersyukur akan kesempatan yang diberikan untuk saya dan teman-teman dalam mengikuti Kompetisi Pesona Edu. Pada kompetisi ini dibagi dalam beberapa tahap, dimulai dari babak penyisihan, kemudian babak semi-final, dan yang terakhir babak final. Tentunya setiap babak memiliki tingkat kesulitan dan jenis soal yang berbeda-beda. Menurut saya, jenis dan tipe soal Kompetisi Pesona Edu adalah soal analisis, sehingga dibutuhkan kecermatan dan ketekunan dalam mengerjakannya. Beberapa hari sebelum kompetisi, kami diberi kesempatan untuk melakukan simulasi. Saat melakukan simulasi saya jadi lebih mendapat gambaran tentang jenis soal dan cara pengerjaannya.Kami mengikuti babak penyisihan pada hari Jumat, 13 Agustus 2021. Kami diberi waktu dua jam untuk mengerjakan soal yang terdiri dari 40 soal (20 butir soal numerasi dan 20 butir soal literasi), soal pada babak penyisihan terdiri dari pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, dan soal benar-salah. Soal-soal yang diberikan cukup menantang sehingga membutuhkan kecermatan dan ketelitian untuk menjawabnya. Setelah 4 hari kemudian diumumkan nama peserta yang lolos untuk mengikuti babak berikutnya dan Puji Tuhan saya berhasil lolos ke babak semi-final. Pada hari Jumat, 20 Agustus 2021, saya kembali mengikuti lomba babak semi-final dengan jumlah soal yang masih sama dengan babak sebelumnya (40 soal) dan jenis soalnya juga masih sama, tetapi saya menyadari bahwa tingkat kesulitannya meningkat sehingga membutuhkan ketelitian dan konsentrasi lebih saat mengerjakannya. Beberapa hari kemudian, diumumkan lagi nama peserta yang lolos dan saya sangat bersyukur karena saya dapat lolos sampai ke babak final 50 besar dari seluruh Indonesia dengan peringkat yang jauh lebih baik dibanding sebelumnya.Babak final diadakan pada hari Jumat, 27 Agustus 2021, soal terdiri dari 10 soal dengan jenis yang berbeda dari sebelumnya, ada tambahan jenis soal respons video, respons audio, dan uraian. Soal yang diberikan di babak final jauh lebih sulit dibanding babak-babak sebelumnya. Saya mengerjakan semua soal semaksimal mungkin. Saat ini, saya masih menunggu pengumuman hasil lomba, dan saya berharap dapat masuk dalam 6 besar lomba ini. Namun, jika tidak masuk dalam 6 besar saya juga tetap bersyukur. Hal ini karena saya dapat masuk dalam babak final dan mendapat pengalaman untuk mengikuti lomba literasi dan numerasi secara online di masa pandemi ini. Saya sangat senang dengan kesempatan yang diberikan sekolah untuk mengikuti Kompetisi Pesona Edu, saya juga berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh guru dan teman-teman.~Levanni 9C____________________________________________________________________Kompetisi Literasi dan Numerasi ini meninggalkan banyak kesan. Pada awalnya, saat mengikuti kompetisi ini, saya merasa sedikit terpaksa, sedikit latihan, dan mengerjakan dengan mentalitas “yang penting selesai”. Namun seiring berjalannya waktu, saya menyadari bahwa ini merupakan kesempatan yang patut disyukuri. Saat babak penyisihan, soal yang diberikan menantang tetapi masih familiar, seperti soal pilihan ganda dan pilihan ganda kompleks. Saya merasa senang ketika diumumkan bahwa saya masuk final. Namun, saya juga merasa gugup karena jenis soal yang baru seperti, uraian, penjelasan video, dan penjelasan audio. Saat babak final, seluruh soal berbeda dari babak sebelumnya. Jumlah soal berkurang dari 40 ke 10 soal. Namun, tingkat kesulitan soal lebih meningkat. Setelah melewati babak final, sekarang saya menunggu hasilnya meskipun belum tentu menang saya merasa bersyukur karena sudah mendapatkan pengalaman.~Enrico 9D____________________________________________________________________Lomba Pesona Edu ini memberikan saya banyak pengalaman baru, mulai dari cara kerjanya, soal-soalnya, dll. Saat pertama daftar untuk ikut lomba Pesona Edu, saya tidak pernah berpikir untuk ikut lomba ini secara serius. Hanya untuk pengalaman dan mengikutinya bersama teman. Saya juga minimalis sekali saat harus melakukan latihan. Awalnya semangat, tetapi hari demi hari, saya jadi semakin malas latihan. Di hari simulasi, saya mulai menyesal tidak latihan. Saya sangat tegang, gugup, dan jadinya keringat dingin. Apalagi saat Babak Penyisihan. Semakin dekat dengan jam mulai, saya jadi semakin sering berkata, “Tidak apa-apa, jika tidak lolos, nanti coba lagi.” Ketika saya mengumpulkannya saya sudah pasrah dengan beberapa soal. Namun, saya merasa cukup senang dapat menyelesaikannya. Ketika tahu saya lolos, saya senang tetapi kecewa karena peringkat saya terlihat sangat rendah. Di babak semifinal saya jadi semakin gugup karena takut tidak lolos dan takut tidak bisa menyelesaikan. Pada saat itu, saya jadi lebih berpasrah. Di babak final ini, saya juga menjadi semakin takut. Takut mengecewakan, takut mengerjakan soal, dan takut tidak selesai. Perasaan jadi tidak karuan, mual, dan panik, saya mengerjakan soalnya dan itu benar-benar pengalaman baru untuk saya. Soalnya membingungkan, dan harus menjelaskan caranya sangat menantang sekali. Saya semakin berpasrah saat dan saya hampir mengumpulkan tanpa ada jawaban sama sekali. Namun tidak jadi.~Jolene 9D____________________________________________________________________Pengalaman-pengalaman baru yang saya alami sepanjang kompetisi ini adalah bisa berpartisipasi dalam sebuah kompetisi melalui media digital untuk pertama kalinya. Sebelum soalnya dibagikan saya merasa tegang, walaupun perasaan itu berubah menjadi rasa puas dan pasrah ketika soalnya sudah dikumpulkan. Hal ini karena diselenggarakan secara digital, ada banyak kendala teknis yang dialami. Namun, ini menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan dan berharga bagi saya. Pengalaman berlomba bersama teman-teman dan mengerjakan soal-soal yang sangat baru bagiku.~Kevin 9E_____________________________________________________________________
Selengkapnya
SHARING PENGALAMAN PESERTA KOMPETISI LITERASI DAN NUMERASI PESONA 2021
Posted: 2021-09-10 | By: Kidung 8E, SionaAviella 8C & Azben 8D
Pengalaman SayaHalo, nama saya Beatrix Arunaya Kidung Anatha dari sekolah SMP Santa Ursula BSD. Saya akan menceritakan pengalaman mengikuti Lomba Literasi dan Numerasi. Kompetisi yang diselenggarakan ini merupakan lomba virtual pertama yang saya ikuti. Pada awalnya, saya hanya mengikuti kompetisi ini dengan rasa senang dan sekadar mencari pengalaman baru. Namun, saya tetap mencoba mengikuti kompetisi ini dengan sebaik mungkin.Di hari pelaksanaan lomba, saya merasa sangat tegang dalam mengerjakan soal. Padahal, saya sudah mencoba soal simulasi yang diberikan oleh Pesonaedu, walaupun kadang-kadang hanya mengerjakan satu kali dari dua kesempatan yang telah diberi. Soal-soal yang diberikan lumayan berbeda dengan soal sekolah. Saya bersyukur mendapat banyak pengalaman baru dari kompetisi literasi dan numerasi ini.~Kidung/8E____________________________________________________________________Hai, nama saya Siona Aviella dari sekolah SMP Santa Ursula BSD. Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi pengalaman saya ketika mengikuti kompetisi literasi dan numerasi dengan standar AKM yang diselenggarakan oleh Pesona Edu di bulan Agustus 2021. Ini merupakan pengalaman pertama saya dalam mengikuti kompetisi literasi dan numerasi. Dalam kompetensi tersebut, terdapat 3 babak yaitu penyisihan, semifinal, dan final.Awalnya, saya mengikuti kompetisi ini karena ingin mengetahui seperti bentuk soal-soal yang berkaitan dengan literasi dan numerasi serta sebagai pengalaman baru. Saat masa persiapan, saya mencoba mencari latihan-latihan soal tentang literasi dan numerasi di internet. Saya juga sempat merasa bingung kira-kira bentuk soal yang akan diberikan saat lomba nanti. Saya  berusaha berlatih dengan contoh-contoh soal yang ada di internet dan simulasi yang diberikan oleh Pesona Edu.Pada babak penyisihan dan semifinal, soal-soalnya cukup sulit terutama di bagian numerasi tetapi saya berusaha untuk mengerjakannya semampu saya. Saya sangat bersyukur dapat lolos babak penyisihan dan semifinal. Pada babak final, soal yang diberikan lebih sulit lagi dan ada penambahan jenis soal seperti respon audio dan video. Saya sempat merasa takut tidak bisa mengerjakannya sama sekali tetapi saya berusaha untuk menenangkan diri dan tetap fokus.Saya menyerahkan kepada Tuhan tentang menang atau tidaknya hasilnya nanti. Saya sangat bersyukur bisa mengikuti kompetisi ini karena saya mendapatkan pengalaman baru dan melatih saya untuk mengerjakan soal-soal hots yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi.    Jadi menurut saya, ikut dalam kompetisi ini sangat bagus karena di jaman sekarang para pelajar dituntut untuk dapat berpikir sistematis, menganalisis dengan baik, dan berpikir kritis, serta kreatif.~SionaAviella/8C____________________________________________________________________ Hai, saya Azarya Benaiah Sembiring. Saat mengikuti Kompetisi Literasi dan Numerasi PesonaEdu 2021 merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Diawali rasa penasaran dan minat akan lomba ini, akhirnya saya mendaftar. Saya bersyukur kepada Tuhan dapat maju hingga tahap final dan mendapat banyak pengalaman seperti menemukan jenis-jenis soal baru yang belum pernah saya hadapi, menguji kemampuan memahami, dan menganalisis soal, serta berpikir sistematis sekaligus kreatif. Tiap tahap punya tantangan dan kesulitan tersendiri. Mulai dari mengerjakan banyak soal di tahap penyisihan, kemudian mengerjakan soal yang lebih kompleks dibandingkan dengan tahap sebelumnya, hingga di tahap final menghadapi tantangan baru mengerjakan soal yang lebih sulit dengan respon jawaban berupa audio dan video. Berkesempatan mengikuti kompetisi ini merupakan salah satu hal positif yang saya lakukan karena mampu mengasah kemampuan literasi dan numerasi.~Azben/8D
Selengkapnya
PERTEMUAN ORANG TUA SISWA KELAS VII
Posted: 2021-09-10 | By: Monica Emy Rustanti SMP
Menciptakan generasi muda yang cerdas dan bertanggung jawab membutuhkan kerja sama yang baik antara orang tua dan pihak sekolah. Oleh karena itu, pada Sabtu, 7 Agustus 2021 diadakan pertemuan orang tua kelas VII secara daring. Pertemuan orang tua ini diawali dengan doa pembuka dan menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Satuan Pendidikan, Ibu Irene Anindyasari Rosmawati. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak sama dengan pembelajaran secara luring (luar jaringan) sehingga waktu belajarnya pun berbeda. Konteks pembelajaran jarak jauh terintegrasi pada Konten, Pedagogi, dan Teknologi.  Dalam mengembangkan ketiga komponen tersebut, bapak ibu guru bidang studi berkolaborasi memetakan materi esensial yaitu materi yang wajib dikuasai oleh peserta didik. Materi tersebut disajikan secara terintegrasi sehingga pembelajaran menjadi bermakna. Ketiga komponen tersebut dipadukan dalam pembelajaran jarak jauh dan disebut Blended learning. Selain penjelasan terkait proses pembelajaran jarak jauh, Ibu Irene juga memperkenalkan visi misi yang menjadi tujuan  sekolah serta memperkenalkan wali kelas VII yang akan mendampingi pembelajaran.Setelah mendapat sambutan dari Kepala Satuan Pendidikan SMP, orang tua peserta didik diperkenalkan juga dengan Tim Psikolog yang ikut berperan dalam pendampingan peserta didik. Peserta didik kelas VII tahun pelajaran 2021/2022 mendapat bimbingan dari Tim Psikolog sebanyak dua kali dalam seminggu.Dalam sesi ini, Tim Psikolog memaparkan materi tentang emosi remaja dan tahap perkembangan psikososial khususnya peserta didik yang saat ini duduk di bangku kelas VII. Tujuannya adalah selain mendampingi belajar peserta didik, orang tua juga dapat mendampingi peserta didik dalam perkembangan psikisnya.Pertemuan orang tua peserta didik ini dilakukan selama kurang lebih dua jam. Oleh sebab itu, sebelum dilanjutkan pada sesi tanya jawab, orang tua peserta didik diajak untuk merelaksasikan otot selama kurang lebih 5 menit kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pertemuan orangtua peserta didik kelas VII ini selain bertujuan untuk menjalin kerja sama yang baik, juga sebagai wadah komunikasi yang lebih erat antara sekolah dan keluarga sehingga proses pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. 
Selengkapnya
Belajar Berwirausaha dari Kak Irvan Christian
Posted: 2021-09-10 | By: Airis Gunawan
Irvan Christian, atau yang kerap kali dipanggil Irvan adalah seorang wirausahawan sukses yang merupakan alumni SMP Santa Ursula BSD. Ia kini menjadi manajer di bisnis laundry, yakni Love Laundry.Kak Irvan bercerita bahwa ia dulu bukanlah seorang murid unggulan, bahkan pernah dua kali tidak naik kelas. Hal itulah yang menyebabkan ia terpaksa di-drop out dari SMP Santa Ursula BSD ketika dirinya baru menyelesaikan tahun ke-duanya.Kak Irvan kemudian memutuskan untuk pindah ke sekolah swasta lain di Tangerang. Pergaulan di sana menurutnya sangat kacau, antara lain ditandai dengan penggunaan dan penyebaran obat-obatan terlarang yang begitu bebas. Kondisi di sekolah baru, ditambah dengan kondisi Kak Irvan sendiri yang tidak bersemangat belajar, membuatnya hanya bertahan selama 3 bulan di sana.Relasi kedua orang tua yang tidak rukun, bahkan sering bertengkar, menjadi salah satu faktor terbesar yang membuat Kak Irvan kurang bersemangat menjalankan pendidikannya selama bersekolah. Bahkan Kak Irvan sempat kabur dari rumah dan tinggal sementara bersama pamannya yang hanya terpaut umur tujuh tahun darinya.Ketika berumur 15 tahun, Kak Irvan mulai bekerja menjadi karyawan jasa laundry dari tawaran yang ia temukan di Warta Monika, lembar berita mingguan dari Gereja Santa Monika BSD. Selang satu tahun kemudian ia menjaga sebuah warung internet selama satu setengah tahun. Lama kelamaan Kak Irvan mulai ragu akan masa depannya, sehingga memutuskan untuk kembali bersekolah dan mengambil paket C.Namun, sekolah tak membuatnya berhenti mencari uang. Kak Irvan kembali melanjutkan bekerja, kali ini di Bank Permata selama satu tahun, lalu berpindah ke Bank Maybank selama satu setengah tahun. Meskipun begitu, gaji UMR (Upah Minimum Provinsi) yang ia terima selama satu tahun hanya naik sebanyak Rp100.000,00. Ini menyebabkan Kak Irvan tak juga tenang akan masa depannya.Saat itu, ada sebuah ruko laundry di sebelah rumah paman Kak Irvan yang sedang mencari pemilik baru. Setelah berpikir matang-matang dan mempertimbangkan jumlah tabungan yang ia miliki, Kak Irvan memutuskan untuk mengambil alih ruko itu dan melanjutkan bisnis laundry tersebut.  Nama "Love Laundry" yang berasal dari si pemilik lama, tetap ia gunakan. Seiring keadaan keluarganya yang semakin membaik, sang ibu pun ikut membantu Kak Irvan dalam mengatur bisnis laundrynya.Selama menjadi seorang wirausahawan, Kak Irvan tentunya pernah berhadapan dengan berbagai tantangan yang tak mudah untuk dilewati. Bertolak dari pengalaman berwirausaha sekian lama, Kak Irvan menyampaikan sejumlah pesan, seperti; jika ingin menjadi wirausahawan harus gerak cepat agar tidak keduluan orang lain; harus bisa menjadi manajer yang bijak tapi juga tegas terhadap para karyawannya.Selain itu, seorang wirausahawan harus pandai dalam mengolah sumber daya manusia; juga harus bisa mengatur mental dan sabar dalam melayani pelanggan. Untuk meminimalkan penggunaan biaya produksi, Kak Irvan Ia juga mencoba membuat sabun sendiri. Ini juga merupakan salah satu strategi dalam berwirausaha.Bisnis laundry yang dijalani Kak Irvan selama bertahun-tahun pastinya bukan tanpa pasang dan surut. Kak Irvan juga mengakui bahwa usahanya pun mengalami dampak pandemi virus Covid-19 dalam bentuk berkurangnya pelanggan. Rencana Kak Irvan untuk memulai bisnis EO (Event Organizer) pun harus tertunda lantaran pandemi.Bagi Kak Irvan, dukungan keluarga sangat berperan penting dalam kemajuan dirinya. Ia berpesan, jika kita memiliki keluarga yang harmonis dan berkecukupan, maka sudah sepantasnya kita bersyukur dan menikmatinya.Kak Irvan juga mengatakan bahwa ia sangat merekomendasikan para peserta sharing untuk mencoba menjadi seorang wirausahawan. Dibandingkan dengan bekerja untuk orang lain, pastinya bekerja untuk perusahaan sendiri akan lebih menyenangkan.
Selengkapnya
Sharing Kak Tasya, Alumni yang Mengikuti Passion-nya
Posted: 2021-09-10 | By: Nathaniel Davin Chen
Anastasia Suwandi atau biasa dipanggil Tasya adalah salah satu alumni Santa Ursula BSD yang berhasil meraih beasiswa private grants scholar in arts di Singapura, dan merupakan founder dari COMMO Creative.Perjuangannya untuk masuk ke SMP Santa Ursula BSD sangatlah berat, ia belajar dengan sangat giat bahkan sampai sakit. Saat SMP, Kak Tasya suka berolahraga dan memiliki ketertarikan pada seni. Meskipun berfokus mengembangkan bakatnya, Kak Tasya tidak melupakan nilai-nilai akademiknya.Ia juga suka mengikuti kompetisi di bidang seni, khususnya menggambar. Di masa kecilnya, Kak Tasya terbiasa untuk menggambar apa yang ia lihat secara langsung sehingga ia bisa mengetahui bahwa ia memiliki passion di bidang itu. Kak Tasya mengatakan bahwa hal yang kita suka mungkin bisa menjadi passion. Kita juga bisa mengenalinya dari perasaan kita terhadap aktivitas tertentu, apakah kita enjoy melakukan hal itu.Setelah SMP, Kak Tasya berkesempatan memperoleh beasiswa, yaitu Private Grants Scholar in Arts, untuk melanjutkan studinya di di Singapura. Mencari ilmu di luar negeri bukanlah hal yang mudah bagi Kak Tasya.  Awalnya ia mengalami kesulitan dalam berkomunikasi karena bahasa yang berbeda. Tetapi ia terus mendorong diri untuk belajar sehingga ia dapat beradaptasi.Kak Tasya juga menceritakan perjuangannya ketika mengalami kesulitan keuangan. Saat itu, ia memperoleh uang dari jasa lukis, membuat art model tato yang dijual dengan harga 5 dolar Singapura per lembar. Seiring berjalannya waktu, upaya ini membawa hasil yang cukup memuaskan.Pada umur 18 tahun Kak Tasya memulai bisnis COMMO Creative, sebuah perusahaan, tepatnya digital marketing agency. Awalnya, banyak yang meremehkan Kak Tasya dalam hal ini, karena ia masih muda dan perempuan. Bahkan orang tuanya cenderung kurang mempercayai rencana Kak Tasya. Mereka tidak yakin bahwa passion Kak Tasya di bidang seni bisa menghasilkan uang.Namun Kak Tasya tetap menekuni passion-nya. Hingga sekarang COMMO Creative sudah memiliki karyawan yang direkrut oleh dirinya sendiri. Kak Tasya memilih langsung orang-orang yang bisa diajak bekerja sama sebagai satu team dan juga cocok dijadikan teman untuk menjadi bagian dari perusahaannya.Kepada peserta sharing, yaitu peserta didik kelas VIII, Kak Tasya juga menunjukkan bahwa dalam diri setiap pribadi pasti ada potensi yang bisa dikembangkan hingga membuahkan prestasi, kita perlu mengenali dan menemukannya. Belum lama ini, Kak Tasya juga mulai menekuni musik dan merasa senang melakukannya. Menurut Kak Tasya, musik pun bisa merupakan passion baginya.
Selengkapnya
Upacara Virtual Perdana
Posted: 2021-09-10 | By: Kenyadewi Nastiti VIII D/24
Pada saat rapat pleno OSIS di awal bulan Agustus, terdapat pembahasan mengenai upacara virtual. Kala itu, upacara virtual baru disinggung sedikit, sehingga saya belum paham dan belum tertarik. Setelah rapat pleno, Badan Pengurus (BP) OSIS Inti ditugaskan untuk mengadakan upacara virtual, peringatan kemerdekaan ke-76 Indonesia. Dalam mengemban tugas ini saya merasa agak kesulitan dan merasa khawatir karena upacara virtual ini merupakan yang pertama kali bagi SMP Santa Ursula BSD. Kesulitan utama yang dihadapi adalah susunan acara upacara virtual yang sangat berbeda dengan upacara 17 Agustus sebelum pandemi. BP OSIS Inti harus kreatif dan dapat berinovasi dalam menerapkan upacara offline agar dapat diterapkan di upacara virtual melalui zoom meeting. Rundown upacara virtual selalu direvisi setiap adanya latihan karena ada bagian yang belum cocok, ada beberapa tahap yang belum lengkap, serta  teknis yang belum jelas.Kesulitan lain yang saya alami adalah dalam mencari petugas. Setelah berdiskusi panjang bersama teman-teman BP OSIS Inti yang lain, diputuskan untuk memilih petugas daripada membuka lowongan di grup-grup kelas untuk efisiensi waktu. Persiapan upacara virtual sudah tenggat waktu, BP Inti harus bekerja cepat dan efisien. Penanggung jawab utama, saya bertugas untuk membuat naskah, rundown acara, dan memastikan seluruh teknis jalannya upacara virtual baik dan lancar. Saya mendapat bantuan dari teman-teman BP OSIS Inti,  guru pembina OSIS, dan guru Bahasa Indonesia.Pada latihan pertama, persiapan rasanya kurang matang sehingga latihan tersendat-sendat dan teknis yang belum jelas. Para petugas dari kelas VIII dan IX yang dipilih juga belum memahami betul tugas mereka. Namun, berkat evaluasi yang diberikan para guru, latihan-latihan selanjutnya berjalan dengan lancar, baik, dan gambaran upacara virtual yang diharapkan semakin terlihat. Saya merasa senang dan bangga karena itu.Beberapa tambahan dari para guru yang saya rasa membuat upacara virtual kali ini semakin unik dan menunjukan keberagaman Indonesia, yaitu pembacaan doa dalam lima agama. Menurut saya, hal ini sangat unik dan jarang ditemui di upacara lain apalagi upacara virtual. Doa dibawakan dalam agama Katolik, Kristen, Islam, Buddha, dan Hindu. Ide ini terkesan “mendadak”, tetapi para petugas doa sangat cekatan dan hanya dalam dua kali latihan mampu membawakan doa dengan sempurna. Selain itu, ada hal baru yang saya pelajari melalui upacara virtual ini, yaitu teknologi Open Broadcaster Software (OBS). Upacara virtual kali ini sangat modern dan canggih karena menggunakan sistem OBS yang dioperasikan oleh Faith. OBS  berperan penting dalam jalannya upacara virtual kali ini, juga sangat membantu untuk spotlight dan share screen.Pada hari pelaksanaan upacara, saya merasa sangat takut dan deg-degan. Banyak kemungkinan buruk muncul di benak saya, terutama kekhawatiran upacara virtual ini akan gagal. Apalagi upacara ini merupakan upacara virtual pertama bagi SMP Santa Ursula BSD sehingga ada pula tekanan tersendiri bagi saya sebagai penanggung jawab kegiatan.Di tengah kekhawatiran saya, teman-teman BP OSIS Inti dan para guru selalu menyemangati dan meyakinkan bahwa upacara virtual kali ini pasti berhasil dan sukses. Ternyata memang benar adanya. Upacara virtual berjalan sukses dan mengundang antusiasme para peserta upacara dari kelas VII, VIII, dan IX hingga guru dan karyawan TU. Saya merasa senang dan bersyukur bisa menjadi penanggung jawab upacara virtual kali ini.
Selengkapnya
Tetap Sehat di Masa New Normal
Posted: 2021-09-10 | By: Gabriella Santoso & Helena Hanjoyo
Usai pelaksanaan Penilaian Kenaikan Kelas (PKK) tahun pelajaran 2020-2021, SMP Santa Ursula BSD mengadakan berbagai kegiatan bagi para peserta didiknya. Salah satu di antaranya adalah webinar untuk peserta didik kelas VII, yang bertema “Tetap Sehat di Masa New Normal”Webinar yang diselenggarakan pada hari Selasa, 25/05/21 ini dimulai pada pukul 07.00 pagi, di mana para murid berkumpul dalam ruang Zoom Meeting kelas masing-masing, didampingi wali kelas mereka. Dalam pertemuan tiap kelas, peserta didik mengisi lembar Google Forms Evaluasi Diri sebagai gambaran bagaimana kebiasaan baru peserta didik selama PJJ.Setelah pengisian Evaluasi Diri selama kurang lebih 30 menit, mereka berdiskusi bersama wali kelas masing-masing mengenai aktivitas serta pola makan yang mereka lakukan di masa New Normal ini. Selanjutnya, pada pukul 9.30, webinar dengan narasumber dr. Lichte Christian Purbono, salah satu alumni angkatan 2009 di SMP Santa Ursula BSD ini, dimulai.Dalam webinar ini, kami belajar mengenai virus corona atau COVID-19 yang sedang melanda dunia. Virus dengan julukan “penyakit 1000 wajah” ini dapat menginfeksi/menyerang siapa saja dengan bentuk berbagai macam penyakit. Di antaranya demam, batuk, dan nyeri tenggorokan (gejala-gejala ringan) serta sesak nafas, pneumonia, dan demam di atas 39°C atau demam refraktori (gejala-gejala sedang). Kesulitan bernafas termasuk gejala berat, dan syok sepsis termasuk gejala kritis.Untuk mencegah tertular COVID-19, haruslah kita menggunakan masker dengan benar (mulut, hidung, dagu, dan sisi-sisi pada muka tertutup), mencuci tangan dengan kompleks selama 40-60 detik, menjaga jarak minimal 2 meter, hindari menyentuh mata, mulut, dan hidung, serta tetap di rumah.Telah dibuktikan bahwa COVID-19 dapat bertahan paling lama pada benda berbahan plastik dan stainless steel, yakni selama 72 jam, diikuti oleh benda berbahan karton selama 24 jam. Virus ini dapat bertahan selama 4 jam pada tembaga, dan 3 jam di udara. Informasi ini memperkuat alasan pentingnya menerapkan langkah pencegahan di atas.Hal lain yang dapat dilakukan untuk menjaga tubuh dari virus ini adalah dengan melakukan vaksinasi. Vaksinasi tidak akan membuat tubuh menjadi kebal 100%, namun dapat menurunkan resiko kematian dan memperpendek masa penularan. Vaksin akan aman jika sesuai dengan anjuran pemerintah.Situasi pandemi membuat kita semua belajar dan bekerja dari rumah dengan memandang layar komputer atau gawai hampir sepanjang hari. Oleh karena itu, dalam webinar kali ini, kami juga belajar untuk waspada terhadap Computer Vision Syndrome atau digital eye strain.Gejala-gejala dari Computer Vision Syndrome adalah sakit kepala, nyeri pundak, penglihatan kabur, kelambatan perubahan fokus, dan penglihatan ganda serta gejala-gejala lainnya. Kemungkinan tinggi terjadinya Computer Vision Syndrome di masa new normal ini, merupakan hal lain yang harus diwaspadai.Efek dari Computer Vision Syndrome diharapkan dapat dikurangi dengan menerapkan ‘The 20-20-20 rule’. The 20-20-20 rule memiliki arti yaitu setiap 20 menit, mata kita harus beristirahat dari layar komputer, dan melihat benda sejauh 20 kaki. Postur tubuh saat melihat komputer harus tegak dengan posisi yang nyaman. Jangan lupa juga untuk berkedip, karena berkedip membuat permukaan depan mata tetap lembab.Untuk mengisi waktu selama di rumah saja, kita dapat melakukan hobi, belajar hal baru, atau mengikuti aktivitas dalam kelas/komunitas online. Kita juga dapat berolahraga. Beberapa  olahraga mudah yang direkomendasikan untuk dilakukan antara lain olahraga kardio untuk kesehatan jantung, jumping jack, yoga, senam aerobik, sit-up dan push up, dan plank.Tak lupa, dr. Lichte Christian Purbono mengajak kita semua melakukan 10 nilai Santa Ursula BSD, yaitu kedisiplinan, kerjasama, kemandirian, kejujuran, kepekaan, religiusitas, daya juang, penghargaan, tanggung jawab, dan cinta lingkungan. Dengan demikian diharapkan kita dapat tetap bersemangat dalam menjalani masa New Normal.
Selengkapnya
Berbincang Asyik dengan Andrea Mae dalam Sharing Alumni SMP Santa Ursula BSD
Posted: 2021-09-10 | By: Febronia Henderika Wodon
Andrea Mae, bisa juga dipanggil Mae. Ia merupakan peraih beasiswa ASEAN Scholarships yang juga salah satu alumni SMP Santa Ursula BSD. Saat ini ia menjadi mahasiswa Psychology-Life Science (double major) di National University of Singapore.Proses ia mencari beasiswa untuk bersekolah sangatlah menarik. Pada awalnya ia sendiri tidak pernah berencana untuk mengambil beasiswa, sampai suatu saat mamanya memberitahukan bahwa ada beasiswa di Singapura dari ASEAN Scholarships. Setelah mencari info dari internet, Kak Mae mencoba untuk mendaftarkan diri dan tak disangka ternyata diterima.Saat masih bersekolah di SMP Santa Ursula BSD, Kak Mae pernah menjadi Ketua OSIS. Pastinya menjadi Ketua OSIS bukanlah hal yang mudah, banyak tugas yang harus dikerjakan dan rapat yang harus diikuti.Namun, Kak Mae tidak terlalu kesulitan untuk membagi waktu antara sekolah dan urusan OSIS. Ia mengatakan bahwa ia tidak belajar terus-menerus, tetapi saat belajar di kelas ataupun di rumah ia mengusahakan untuk fokus agar bisa memahami materi dengan baik.Sebagai siswa, Kak Mae juga pernah mengalami rasa malas belajar. Bertolak dari pengalamannya, ia memberikan tips untuk menghadapi kecenderunganseperti ini, antara lain:1. Jangan menerapkan sistem SKS (Sistem Kebut Semalam). Menurut Kak Mae, dalam Psikologi dikatakan bahwa mempelajari semua materi dalam satu waktu tidaklah efektif, karena bisa saja materi yang dipelajari tidak masuk ke otak kita.2. Hal penting yang harus kita terapkan dalam diri kita yaitu konsisten dalam belajar.3. Belajar bisa dilakukan secara bertahap, perlahan-lahan, dengan membuat target-target kecil atau sederhana. Setelah memasang target,harus fokus untuk memenuhui target tersebut, tetapi tetap diselingi istirahat atau melakukan kegiatan lain. Saat istirahat, sebaiknya tidak diisi kegiatan menonton video yg ber-series karena akan menghabiskan banyak waktu.4. Enjoy dalam belajar merupakan hal yang penting.Setelah 3 tahun menempuh pendidikan di SMP dan beberapa bulan di SMA Santa Ursula BSD, Kak Mae melanjutkan pendidikan di Singapura. Di sana, ia mengulang satu tahun SMP lalu melanjutkan SMA dan perguruan tinggi. Kak Mae mengatakan, ia sudah familiar dengan sistem pendidikan di Singapura.Menjalankan pendidikan di negeri orang pasti ada tantangannya. Kak Mae pun merasakan hal tersebut.Kesulitan yang ia alami adalah penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi yang digunakan di Singapura.Kak Mae mengatakan, pada awalnya ia sangat kesulitan dalam hal listening, sehingga sulit pula untuk mengikuti tempo belajar yang cepat. Meskipun begitu, Kak Mae tidak pernah malu untuk bertanya kepada guru maupun teman-temannya.Dari pengalaman mengatasi kesulitan tersebut, kepada peserta sharing Kak Mae memberikan beberapa tips untuk mempelajari Bahasa Inggris, yaitu:1. Mengerjakan soal-soal yang dapatmelatih penguasaan grammar.2. Membaca berita yang topiknya menarik, supaya semakin banyak kosa kata dan grammar yang dikuasai.3. Berbicara di depan kaca atau berbicara sendiri dalam Bahasa Inggris agar lebih fasih dan lebih percaya diri untuk berbicara Bahasa Inggris.4. Menonton video/ film berbahasa Inggris dengan subtitle Bahasa Inggris.Kesulitan lain hal yang dialami Kak Mae selama tinggal dan belajar di Singapura, adalah dalam menguasai materi pembelajaran yang semakin lama semakin dalam, sehingga membutuhkan waktu belajar yang semakin banyak. Kak Mae juga merasa sedih karena sejak pandemi covid-19, ia belum bisa bertemu lagi dengan keluarganya. Padahal sebelum pandemi, Kak Mae pulang ke Indonesia dua kali setiap tahunnyaDi manapun kita berada, tidak menutup kemungkinan bahwa ada orang yang kurang baik di sekitar kita. Di Singapura, Kak Mae pernah mendengar cerita dari teman yang mengalami pengalaman kurang menyenangkan dari warga setempat (stigma). Namun Kak Mae sendiri belum pernah mengalaminya sampai saat ini.Kak Mae juga bersyukur karena mempunyai guru dan teman yang baik hati, sabar dan suportif. Secara khusus mengenai teman-teman, Kak Mae menceritakan pengalaman saat pertama kali berada di Singapura. Kecanggungan yang ia alami saat bertemu dengan orang baru, bisa dicairkan karena teman-teman di sana sangat welcome. Mereka berbagi cerita mengenai masa kecilnya di Indonesia dan di Singapura serta sistem pendidikan yang berbeda antara Indonesia dan Singapura.Semasa SMA, juga saat menjalani kuliah sekarang, Kak Mae mengisi waktu luangnya dengan kegiatan-kegiatan seperti choir, 2nd student council, hostel life, kegiatan ekstra kurikuler, dan masih banyak lagi. Dengan mengikuti banyak kegiatan, relasi Kak Mae dengan orang-orang di sekitar semakin baikdan semakin luas, semakin banyak kenalan yang ia miliki.Sebagai siswa yang masih menempuh pendidikan di jenjang SMP, sharing dari Kak Mae ini sungguh dapat kami manfaatkan untuk menyiapkan diri menghadapi tantangan dan peluang studi kami di waktu yang akan datang.
Selengkapnya
Amanat Pembina Upacara Virtual Memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke 76 Republik Indonesia
Posted: 2021-09-10 | By: Petrus Haryo Sabtono
Selamat pagi Suster, Bapak/Ibu Guru, Karyawan, dan Peserta didik SMP Santa Ursula BSDSalam sehat bagi kita semuaPuji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan kesehatan sehingga kita dapat mengikuti Upacara Kemerdekaan Indonesia yang ke-76 ini dari rumah masing-masing.Sungguh di hari yang sangat bersejarah ini, saya diberi kesempatan agar dapat menyampaikan sepatah dua patah kata dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-76 secara online di kampus Santa Ursula BSD yang kita cintai.Setiap 17 Agustus negeri kita berpesta untuk memeriahkan hari Kemerdekaan. 17 Agustus merupakan hari dimana seluruh bangsa Indonesia mengenang kembali jasa-jasa para pahlawan yang telah meraih kemerdekaan dan para pejuang bangsa di masa-masa sulit seperti ini.Apa yang kita pelajari dari para pahlawan dan para pejuang bangsa ini?Pemerintah Indonesia mengambil tema Kemerdekaan 17 Agustus yang ke-76 ini adalah “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”.Dari para pahlawan dan para pejuang bangsa inilah kita belajar menjadi tangguh.Tangguh dalam hal apa?Tangguh dalam menghadapi situasi serba tidak pasti ini, Pandemi Covid-19.Situasi ini membuat banyak tekanan pada tiap orang, tak terkecuali anak-anak maupun remaja.Rutinitas sekolah terganggu, pertemanan harus dilakukan jarak jauh, hingga kita tidak bisa melakukan upacara kemerdekaan seperti dulu ketika sebelum pandemi.Semua perubahan mendadak ini tentu menimbulkan kekecewaan, tapi kita perlu mengasah kemampuan kita dalam beradaptasi.Khususnya, remaja generasi Z dan generasi milenial harus mampu menanamkan karakter tangguh untuk melewati masa-masa new-normal di tengah perjuangan melawan pandemi virus corona.Dengan mengembangkan karakter tangguh, remaja akan mulai terbiasa untuk lebih cepat beradaptasi dalam menghadapi tantangan.Generasi ini juga harus bisa belajar memberikan rasa empatinya serta memiliki mental yang kuat untuk senantiasa bangkit dari situasi yang tidak menguntungkan.Karakter tangguh bisa meningkatkan kemampuan remaja untuk lebih memahami orang lain serta meningkatkan kemampuan remaja untuk melakukan hal-hal positif yang memberikan manfaat bagi orang lain.Dengan karakter tangguh itu, maka kamu dan kita semua disini akan memiliki keyakinan dengan kemampuan dan perasaan:“Saya bisa melakukannya!!!”, maka itu akan mengubah tantangan menjadi kesempatan untuk tumbuh dan terus berkembang seperti pohon.Sebuah pohon yang rindang dapat terus tumbuh menjulang ke atas namun tidak melupakan untuk melebarkan jangkauan ranting-rantingnya ke samping. Jangkauan ranting dan dedaunan yang akan melindungi kehidupan lain yang bernaung di bawahnya.Pohon tidak akan pernah bertindak egois untuk hanya tumbuh menjulang memenuhi kebutuhannya akan sinar matahari dan melupakan unsur kehidupan lain yang ada di sekitarnya.Akhir kata mari kita serukan bersama 3 kali kata merdeka,“Merdeka.. Merdeka.. Merdeka….” Terimakasih, salam sehat dan tetap semangatIndonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh
Selengkapnya
Webinar Bijak Menggunakan Media Sosial
Posted: 2021-09-10 | By: Gabriella Birgita Simanjuntak 8E/16
Media sosial sudah tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari kita semua. Media sosial sudah menjadi konsumsi harian hampir setiap manusia. Pada awalnya, hanya orang tua yang menggunakan media sosial. Namun, sekarang balita pun sudah mulai memakai media sosial. Berdasarkan Kamus Oxford, media sosial adalah situs dan aplikasi yang membuat penggunanya dapat menciptakan dan membagikan konten atau bergabung dalam jejaring sosial.Seiring berkembangnya zaman, mulai banyak jenis-jenis media sosial yang bermunculan. Pengguna media sosial pun semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Perkembangan terus terjadi sampai terkadang pengguna media sosial mulai melupakan bahwa semua pengguna tetap wajib untuk menggunakan media sosial dengan bijak sehingga mulai banyak pengguna yang menyalahgunakan media sosial untuk hal-hal negatif.Dalam rangka untuk menghindari penyalahgunaan tersebut, SMP Santa Ursula BSD mengadakan sebuah webinar. Webinar ini adalah webinar yang mengimbau para murid untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Webinar ini dilaksanakan pada Senin, 24 Mei 2021 melewati pertemuan virtual di zoom. Narasumber webinar ini adalah Khara Gracia yang merupakan seorang praktisi media sosial.Media sosial memiliki beberapa fungsi, beberapa contohnya adalah untuk menunjukkan identitas, berkomunikasi, membuat reputasi, untuk membagikan pengalaman, membuat sebuah kelompok berdasarkan kesamaan, dan lain-lain. Walau terdengar sepele, media sosial bisa menjadi hal yang sangat berbahaya bila digunakan dengan cara yang salah. Berikut ini cara untuk menggunakan media sosial dengan bijak untuk menghindari bahaya penggunaan media sosial:1. Hargailah diri sendiri. Janganlah bagikan kata-kata tidak sopan maupun hal-hal tidak senonoh lainnya.2. Perhatikan orang asing yang mengajak berkenalan melalui media sosial. Orang asing tersebut bisa saja berbahaya.3. Pikirlah berkali-kali sebelum membagikan suatu hal di media sosial.4. Jangan lakukan hal yang berbahaya hanya untuk membesarkan nama di media sosial.5. Bagikan dan berilah komentar positif.6. Janganlah buang-buang waktu untuk membagikan terlalu banyak hal di media sosial. Tidak semua hal perlu dibagikan di media sosial.
Selengkapnya
Pengalaman UKBI
Posted: 2021-09-10 | By: Karen Amaris Baroek & Alexandra Renata Hardi
Apakah kalian tahu apa itu UKBI? Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia ( UKBI ) adalah sarana uji untuk mengukur kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia secara lisan maupun tertulis. Tes UKBI digunakan untuk menguji kemahiran seseorang dalam memahami dengaran dan bacaan. Selain itu, tes tersebut juga menguji pemahaman seseorang dalam penerapan kaidah berbahasa Indonesia. Tes ini juga bersifat adaptif, artinya tes tersebut beradaptasi dengan kemampuan berbahasa Indonesia peserta dalam tingkat kesulitan soal dan jumlahnya.Beberapa hari sebelum UKBI, kami mendapatkan pendampingan dari guru-guru bahasa Indonesia SMP Santa Ursula BSD. Saat pendampingannya, kami diberi penjelasan tentang UKBI, cara pelaksanaannya, dan melakukan registrasi bersama. Saat registrasi, kami bersama teman-teman yang lain menentukan tanggal, waktu mengerjakan UKBI, mengisi data, dan mengunggah foto pribadi. Kami juga ditunjukkan cara melakukan simulasi agar bisa menyiapkan diri untuk UKBI.Simulasi merupakan media latihan kami untuk merasakan jalannya tes UKBI. Simulasi tersebut berisi halaman pengisian data diri, seksi mendengarkan, seksi merespons kaidah, dan seksi membaca.  Pada akhir simulasi kami diberi hasil atau skor untuk mengetahui seberapa baik kemampuan kami dan pada seksi mana kami harus meningkatkan kemampuan diri. Simulasi tersebut cukup lengkap dan mirip dalam hal soal serta media pengerjaan, walaupun jumlah soal yang diberikan dalam simulasi tidak sebanding dengan soal yang ada di dalam tesSaat pelaksanaan tes, kami merasa tegang dan gugup, ditambah lagi tekanan karena adanya timer dengan jumlah waktu yang singkat untuk setiap soal. Bagian pertama adalah seksi mendengarkan. Kami dibacakan suatu bacaan, lalu diberi beberapa soal untuk dijawab. Waktu yang diberikan tidak lama untuk mengerjakan soal. Bagian berikutnya adalah merespons kaidah. Di bagian ini, kami mencari kesalahan lalu membenarkan kesalahan tersebut yang terdapat dalam kalimat. Pada bagian ini terdapat banyak soal yang harus dikerjakan, tapi waktu yang diberikan juga lebih panjang. Jenis soal merespons kaidah sangat mirip dengan pertanyaan pada simulasi.Seksi ketiga adalah seksi membaca, terdiri atas satu teks untuk beberapa pertanyaan. Seperti seksi-seksi sebelumnya kami diberikan batas waktu untuk setiap bagian soal. Semua pertanyaan secara keseluruhan sangat fokus untuk menguji kecermatan serta pemahaman kami terhadap bacaan, dialog/monolog, maupun contoh kaidah yang diberikan. Saat selesai ujian, kami diarahkan kembali ke halaman utama dan mendapatkan hasil ujian kami, serta petunjuk untuk mengisi daftar hadir.Mengerjakan UKBI tentunya merupakan pengalaman yang mengesankan dan tantangan yang baik. Selama mengerjakan soal, kamera di gawai saya sempat mati beberapa kali, dan membuat saya harus berhenti mengerjakan soal untuk memperbaikinya walaupun waktu terus berjalan. Seksi terakhir sangat menguji kecermatan dan kesabaran saya karena panjangnya bacaan yang diberikan. Keberadaan timer juga memberi kesan yang menegangkan, dan menguji kemampuan manajemen waktu dan ketenangan para peserta UKBI. Dari pengalaman ini, saya belajar untuk memiliki daya juang yang kuat, kejujuran, kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab, semuanya termasuk dalam 10 Nilai Santa Ursula. Setelah melalui pengalaman ini, saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk melakukan UKBI.Setelah mengikuti ujian UKBI adaptif ini, saya belajar beberapa hal. Ujian ini membuat saya berpikir dan merefleksikan kemampuan berbahasa saya sendiri, serta cara saya menghadapi sebuah ujian. Ujian ini juga memberi saya pelajaran untuk tetap tenang saat menghadapi tekanan, mengantisipasi, tangguh walaupun susah dan soal yang diberikan cukup banyak, dan terbuka akan kegagalan, contohnya jika saya tidak berhasil menyelesaikan semua soal dengan tepat waktu saya mencoba kembali dan tidak berkecil hati terlalu lama. Saya juga menerapkan berbagai nilai Santa Ursula BSD seperti kedisiplinan dan kepekaan terhadap waktu, kemandirian, kejujuran, daya juang, serta tanggung jawab saat pengerjaan soal. Secara keseluruhan menurut saya ini adalah pengalaman yang mengesankan dan bisa dicoba bagi yang tertarik untuk mengukur kemampuan berbahasa Indonesia mereka.
Selengkapnya
Pengalaman Unik Saat MPLS
Posted: 2021-09-09 | By: Gregorius Rayindra VII B
Pada tanggal 12 Juli 2021 sampai 17 Juli 2021, saya mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Satu hari sebelum pertemuan virtual melalui zoom dimulai, saya sudah merasa deg-degan. Saat masuk ke dalam pertemuan virtual ini, saya bisa merasakan bahwa nilai kedisiplinan dijaga di SMP Santa Ursula BSD karena saya dan siswa-siswi lainnya diminta untuk menyalakan kamera dan me-rename nama sesuai format yang sudah  diberikan. Selain itu, guru-guru SMP sangat ramah dengan cara menyapa saya dan siswa-siswi lainnya. Tidak hanya itu, guru-guru SMP juga terbuka, ceria, dan bersemangat saat perkenalan. Hal tersebut membuat saya dan siswa-siswi lainnya menerima energi positif. Breakout-room setiap kelas pun dilakukan. Saya merasa sedikit takut karena saya belum mengenal beberapa teman dan hanya mengenal teman dari SD Santa Ursula BSD. Selain itu, saya juga belum mengenal wali kelas saya. Akan tetapi, semua menjadi berjalan lancar dan baik setelah perkenalan dan perbincangan antarsiswa bersama dengan wali kelas.Hal yang dijelaskan di MPLS memang cukup banyak, tetapi hal tersebut disajikan dalam bentuk yang unik seperti power point, video, atau pun permainan virtual. Hal yang dijelaskan di dalam MPLS saya catat karena sangat penting dan cukup banyak. Hal-hal tersebut antara lain  visi misi sekolah, 10 nilai Santa Ursula, nilai KKM, aturan di SMP Santa Ursula, dan pengenalan ruang-ruang yang ada di sekolah. Setelah ada penjelasan dari para guru di ruang zoom besar, semua siswa masuk ke breakout room kelas masing-masing bersama wali kelas menegaskan kembali hal-hal yang sudah dijelaskan. Pembahasan dilakukan dengan tanya jawab dan juga kuis. Di dalam MPLS, tidak hanya ada penjelasan dan pembahasan, ada juga kegiatan ice breaking (permainan) yang melatih fokus. Selain itu, MPLS Santa Ursula BSD mengenalkan gaya pembelajaran di SMP Santa Ursula melalui Quizizz dan tebak-tebakan yang melatih ketelitian dan melaih berpikir tingkat tinggi. Penjelasan dan Pengenalan Kampus dirangkum dalam bentuk yang unik dan tidak monoton.Dari semua kegiatan MPLS SMP Santa Ursula BSD saya merasakan diterima di sekolah. MPLS Santa Ursula BSD sangat seru dengan adanya ice breakingdan kuis-kuis. Saya juga belajar untuk terbuka, ramah terhadap orang baru, belajar fokus, memahami dengan baik penjelasan Bapak Ibu Guru, teliti, dan kritis dalam menanggapi suatu hal.
Selengkapnya
Pelantikan Digital Badan Pengurus OSIS Periode 2021
Posted: 2021-04-05 | By: SASA IXE 07
Pertama kali dalam sejarah, pelantikan badan pengurus OSIS dilakukan secara digital. Hal ini tak pernah diduga dan proses persiapan serta seleksi dilakukan selama kurang lebih dua bulan. Semua proses dari mulai tes tertulis, tes wawancara, bahkan sampai pesta demokrasi pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS (Pemilos) 2021 dilakukan secara digital. Panitia tidak memiliki pilihan lain karena tatap muka secara langsung sangat tidak dimungkinkan. Panitia menggunakan berbagai media sosial yang dimiliki untuk berkomunikasi. Hampir setiap hari melakukan rapat melalui zoom meeting dan membahas hal-hal lainnya melalui whatsapp group. Hal ini dilakukan agar semua dapat berjalan dengan lancar.Proses yang dilalui penuh tantangan. Terutama saat menyeleksi anggota OSIS yang sudah mendaftar. Jumlah pendaftar cukup banyak, panitia dibantu para wali kelas dan pembina OSIS untuk menyeleksi tes dan wawancara. Kedua hal itu dilakukan dalam kurun waktu yang cukup panjang. Panitia membutuhkan waktu dari pagi hingga malam untuk membahas hasil tes dan menentukan nama serta jabatan yang tepat untuk mereka yang terpilih. Kami memerlukan fleksibilitas waktu yang tinggi. Hal tersebut sulit didapatkan karena kami harus membagi waktu dengan belajar dan mengerjakan tugas sekolah.Tidak hanya itu, persiapan Pemilos juga cukup rumit. Banyak aspek yang harus dipikirkan dan disiapkan dengan matang karena dilakukan secara digital. Pemilos secara digital ini harus mempertimbangkan keefektifan waktu, tetapi suasana yang diciptakan harus menyenangkan. Hal ini karena seluruh anggota OSIS dan dewan guru ikut serta dalam Pesta Demokrasi tersebut. Semua yang dilakukan itu memiliki satu tujuan yakni untuk regenerasi. Oleh karena itu, rangkaian segala proses dari awal tes hingga Pemilos berakhir di pelatikan badan pengurus OSIS 2021.Pelantikan badan pengurus OSIS menandakan bahwa tugas Badan Formatur OSIS 2020 sudah selesai. Berjalannya OSIS pada tahun 2021 akan dilanjutkan oleh mereka yang telah terpilih. Pengalaman mempersiapkan acara yang besar ini secara digital sangatlah berkesan. Komunikasi merupakan kunci berjalannya rangkaian pemilihan BP OSIS tahun 2021. Bila komunikasi tidak bisa berjalan dengan efektif, maka acara sebesar ini tidak akan berjalan dengan lancar. Segala perubahan akibat pandemi covid 19 ini menantang kami semua untuk beradaptasi dan hal inilah yang membuat segalanya bermakna. Kami harus berpikir kritis, inovatif, dan dapat mencuri celah agar semua yang biasa dilakukan secara offline di sekolah menjadi online di rumah. Selain itu, persiapan acara ini memperkuat kerja sama dalam tim.Di balik persiapan yang cukup panjang ini, panitia mengucapkan banyak terima kasih atas kerja keras dari Badan Formatur OSIS 2020 yang telah menyiapkan segala sesuatu dengan sangat baik. Tidak hanya itu, panitia juga mengucapkan terima kasih untuk pembina OSIS yakni Ibu Devi, Ibu Lia, dan Ibu Eus yang telah membimbing Badan Pengurus OSIS 2020 dalam menjalankan tugas. Akhir kata, proficiat untuk Badan Pengurus OSIS 2021 dan selamat menjalan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Selengkapnya
MENGAPA TRANSISI ENERGI ITU PENTING?
Posted: 2021-04-05 | By: Monica Emy Rustanti
Saat ini banyak peserta didik yang kurang memiliki kesadaran menghemat energi mulai dari rumah. Mereka merasa orang tua memiliki kemampuan finansial untuk membayar listrik sebagai sumber energi di rumah mereka. Faktanya perilaku seperti ini tidak bersahabat terhadap kelestarian lingkungan dimana sumber energi listrik yang selama ini mereka pakai bersumber dari sumberdaya yang tidak dapat diperbarui yaitu sumberdaya fosil. Diberbagai belahan dunia sudah banyak negara-negara yang mulai beralih ke sumber energi baru dan terbarukan, seperti air, angin, cahaya matahari, panas bumi, dan bioenergi.Pemahaman akan pentingnya sumber energi baru dan terbarukan sangat penting dimiliki oleh generasi muda. Untuk itu kami berencana  memberikan pengayaan materi mengenai sumber energi terbarukan dan proses transisi energi.  Kami mengadakan kegiatan sharing session sebagai pengayaan materi tersebut secara daring. Dari penelusuran kami, IESR adalah lembaga think tank yang memiliki perhatian dan fokus pada berbagai kajian tentang isu energi baru dan terbarukan. Untuk itu kami mengundang IESR untuk berbagi pengetahuan kepada peserta didik kami. Sharing Session yang dilaksanakan pada hari Rabu, 10 Februari 2021 dengan pembicara bapak Gandabhaskara Saputra dari Institute for Essential Services Reform (IESR). Kegiatan ini ditujukan kepada seluruh siswa kelas VII yang sedang mempelajari materi energi dalam kehidupan sehari-hari. Diawali dengan bermain game dari slido.com yang di dalamnya terdapat 5 pertanyaan terkait tentang energi, kemudian dilanjutkan dengan mengenal jenis energi terbarukan, mengelompokkan energi berdasarkan sumbernya, dan apa yang perlu kita lakukan agar bumi ini tetap terjaga. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperluas pemahaman siswa tentang penggunaan energi yang berdampak pada keadaan bumi. Semakin cerdas menggunakan energi, maka semakin terjaga kelestarian bumi pertiwi.Dalam sharing ini, pembicara memberi pemahaman tentang penggunaan listrik dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, hampir setiap orang pasti memiliki handphone. Tentunya setiap handphone memerlukan listrik untuk mengisi daya. Pengisian daya yang berlebih, akan menghabiskan listrik berlebih juga. Akibatnya, energi fosil yang diambil dari alam untuk menciptakan listrik, lama kelamaan akan habis. Di pulau jawa, hampir setiap daerah sudah mendapat aliran listrik yang cukup memadai, tetapi di luar pulau jawa ada daerah yang masih belum teraliri listrik. Lalu bagaimana dengan daerah yang belum teraliri listrik? Pertanyaan tersebut mengajak siswa berpikir bagaimana cara untuk menghemat energi yang dipakai sehari-hari baik di rumah maupun dalam lingkungan hidup masing-masing.Materi ini berkaitan dengan salah satu nilai yang diterapkan di Sekolah Santa Ursula BSD yaitu cinta lingkungan. Penghematan energi dalam kehidupan sehari-hari merupakan salah satu wujud kita untuk mencintai alam sekitar kita. Siswa-siswi sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Banyak pertanyaan yang ingin disampaikan kepada pembicara. Namun, karena waktu yang terbatas, pertanyaan tersebut masih mereka simpan untuk ditanyakan pada saat pembelajaran jarak jauh berlangsung. Selain berguna untuk siswa-siswi kelas VII materi yang dibawakan pada kegiatan ini juga memperluas wawasan pengetahuan untuk bapak-ibu guru IPA yang mengikutinya. Sebagai salah satu bentuk apresiasi kepada siswa-siswi kelas VII karena telah mengikuti kegiatan hari ini, sesi terakhir ditutup dengan pemberian doorprice kecil untuk 5 siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dari pembicara dan moderator.
Selengkapnya
PENDIDIKAN SEKSUALITAS PESERTA DIDIK KELAS 8
Posted: 2021-04-05 | By: Ganis Ritma Ayu Pratama
Masa remaja merupakan peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Ada banyak perubahan yang dialami remaja, seperti perubahan fisik, cara pikir, dan emosi yang mana ketiganya saling berkaitan. Selain perubahan dalam diri remaja itu sendiri, harapan dari orang-orang sekitar mereka pun berubah. Remaja biasanya diharapkan lebih bisa bertanggung jawab terhadap dirinya. Adanya perubahan yang dialami dan harapan yang diberikan pada remaja seringkali membuat mereka menjadi tidak nyaman namun sekaligus bertanya-tanya mengenai apa yang bisa dilakukan.Oleh karena itu, SMP Santa Ursula BSD memfasilitasi keingintahuan tersebut dengan memberikan kegiatan pendidikan seksualitas. Kegiatan ini diberikan oleh tim psikolog Santa Ursula BSD kepada peserta didik kelas 8 dengan mempertimbangkan beberapa hal seperti kondisi proses adaptasi mereka di SMP yang semakin matang (dibandingkan saat mereka masih berada di kelas 7) dan terjalinnya relasi pertemanan yang semakin erat, bahkan mulai banyak yang menyukai lawan jenis. Fokus dalam pendidikan seksualitas yang diberikan adalah penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain termasuk bagaimana berperilaku serta menampilkan diri di media sosial.Kegiatan ini dilakukan di setiap kelas 8 secara virtual selama dua hari (pukul 07.00 – 11.00) sesuai dengan waktu Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dijalani peserta didik. Materi hari pertama lebih banyak membahas mengenai perubahan fisik yang dialami remaja serta bagaimana cara menjaga dan merawat diri. Kemudian di hari kedua, pembahasan lebih banyak ditekankan mengenai relasi remaja dengan lingkungan sosialnya. Dalam kegiatan ini, ada beberapa topik materi yang diberikan dalam kelompok yang lebih kecil (kelompok laki-laki dan kelompok perempuan). Beberapa metode penyampaian materi seperti sharing, diskusi kelompok, pemutaran video, dan permainan (quiz) juga digunakan untuk mempertahankan atensi peserta didik.Peserta didik cukup bisa mengikuti rangkaian kegiatan ini meskipun ada kalanya perlu lebih didorong untuk mau mengungkapkan pendapatnya. Berdasarkan hasil evaluasi, melalui kegiatan ini mereka belajar bahwa setiap pribadi itu unik dan berharga sehingga perlu disyukuri dan dijaga. Mereka pun belajar bagaimana cara bersikap dan menjalin relasi yang baik dengan orang lain. Sebagian besar dari mereka mengungkapkan sesi berbagi pengalaman/cerita dan saling memberi apresiasi antar teman merupakan bagian yang berkesan semakin membuat mereka percaya diri.
Selengkapnya