E-Sports Masa Depan Pemuda
Posted: 2020-12-23 | By: Danu 8E_07
Di zaman modern seperti saat ini, hampir setiap orang mempunyai gawai. Kehadiran gawai memang sangat dibutuhkan setiap orang terlebih lagi di masa pandemi. Gawai menawarkan banyak layanan yang dapat membantu dan mempermudah kita dalam menjalani kehidupan sehari hari. Salah satu layanan yang ditawarkan oleh  gawai adalah game. Terkadang game sering diartikan sebagai aktivitas yang buang-buang waktu. Namun kini kita bisa mengubah aktivitas bermain game menjadi sebuah kegiatan yang positif dan menghasilkan sesuatu. Bermain game sekarang bukanlah sesuatu yang membuang-buang waktu. Kita bisa menghasilkan sesuatu dari bermain game. Contohnya yaitu dengan mengikuti kompetisi agar bisa mendapatkan uang atau membuat video lalu diunggah ke kanal Youtube pribadi. Dengan contoh di atas, sekarang bermain game dapat menjadi suatu aktivitas yang bermanfaat. Dengan mengikuti suatu kompetisi game, kita sudah bisa dikatakan sedang melakukan e-Sports karena bermain game dengan tujuan kompetisi adalah definisi dari e-Sports. E-Sports juga bisa dikatakan sebagai olahraga elektronik. Nah, sekarang saya akan menceritakan pengalaman saya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler e-Sports. Sejak awal saya memang sudah tertarik dengan dunia game. Saya pun mulai mendalami kegiatan ini. Tanpa saya sadari, saya memiliki talenta dalam bermain game. Sejak saat itu saya bermimpi bisa mengikuti kompetisi game dan bisa menghasilkan sesuatu dari talenta yang saya punya. Kegiatan e-Sports sangat membantu saya dalam mengembangkan talenta saya. Manfaatnya pun saya rasakan sekarang, saya mendapatkan banyak pengetahuan yang mampu menambah wawasan saya. Pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal saya untuk mengikuti kompetisi yang akan saya dan teman-teman saya ikuti. Ada satu hal yang saya yakini yaitu mimpi anak muda zaman sekarang tidak hanya menjadi dokter, pilot, pengusaha sukses, atau atlet olahraga. Menjadi seorang atlet e-Sports juga menjadi mimpi sebagian besar pemuda Indonesia. Saya sangat berterima kasih kepada pihak sekolah karena telah mengadakan kegiatan ekstrakurikuler e-Sports. Terima kasih juga saya ucapkan karena sudah memberi jalur kepada saya dan teman-teman di ekstrakurikuler e-Sports untuk dapat mengembangkan talenta kami dalam dunia e-Sports.
Selengkapnya
Pengalaman Seru dalam Ekstrakurikuler Jurnalistik
Posted: 2020-12-23 | By: Nicolas Andrew Febrian Pai IX-A/24
Halo semuanya….! Perkenalkan nama saya Nicolas Andrew Febrian Pai dari kelas 9A. Pada kesempatan kali ini, saya akan menceritakan atau berbagi pengalaman saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik. Saya bersama teman-teman sudah mengikuti kegiatan ini selama hampir 3 bulan. Kegiatan ini sangat menarik dan seru sampai-sampai saya sendiri tidak sadar sudah menjalaninya selama beberapa bulan.             Ekstrakurikuler jurnalistik ini mempelajari banyak hal, mulai dari cara menulis dan membuat berita, membuat infografis bahkan belajar bagaimana membuat dan mengelola blog. Sebenarnya masih banyak sekali kegiatan ataupun pembelajaran yang saya dan teman-teman lakukan. Kalau teman-teman penasaran silahkan ikut ekstrakurikuler ini, tidak ada salahnya belajar hal-hal baru. Saya sendiri ikut ekstrakurikuler jurnalistik karena penasaran bagaimana cara jurnalis bekerja terutama di era digital seperti saat ini. Selain itu, saya ingin mengembangkan kemampuan menulis saya. Saya merasa senang mengikuti jurnalistik ini karena ekspektasi saya dapat terpenuhi. Bahkan, saya mendapat materi yang tidak saya duga akan dipelajari di ekstrakurikuler ini. Menurut saya, materi jurnalistik ini sangat mudah dipahami, yang pastinya berbeda dengan materi pelajaran sekolah. Menurut saya dan teman-teman, ekstrakurikuler jurnalistik memiliki banyak manfaat, antara lain kami menjadi bisa dan mengerti cara membuat berita (tulisan ataupun video berita), kami belajar bagaimana mengkritisi suatu tulisan atau karya secara kritis, kami juga belajar mengetahui bagaimana proses seorang jurnalis merancang hingga mempublikasikan berita, bahkan kami juga belajar bagaimana membuat berita dengan memanfaatkan platform-platform yang ada di era digital ini. Intinya, semua yang diajarkan dalam ekstrakurikuler jurnalistik ini sangat bermanfaat dan cara penyajian dalam pembelajaran juga menyesuaikan keadaan kita saat ini.             Teman-teman yang memiliki hobi menulis, yang suka membuat konten blog, atau ingin menjadi jurnalis, saya sangat menyarankan untuk berpartisipasi dalam ekstrakurikuler jurnalistik. Daripada bosan dan tidak tahu ingin melakukan apa, lebih baik ikut kegiatan yang seru ini untuk mengisi waktu di akhir minggu. Saya berharap teman-teman yang ikut ekstrakurikuler jurnalistik ekspektasinya bisa terpenuhi dan bahkan bisa menerapkan materi tersebut dalam kehidupan masing-masing. Akhir kata, sampai bertemu di ekstrakurikuler jurnalistik ya!  
Selengkapnya
Animasi
Posted: 2020-12-16 | By: Sebastian Dustin Kumala IX-B/36
Ekstrakurikuler animasi ini tidak hanya mempelajari definisi, jenis, dan cara membuat animasi secara teoretis. Lebih dari itu, ekstrakurikuler animasi juga melatih diri kami untuk bisa berimajinasi dan mengekspresikan ide dalam otak kami ke dalam suatu medium. Medium yang dimaksud dalam konteks ini berupa hasil akhir sebuah animasi.  Setelah mengikuti ekstrakurikuler ini, selain bisa membuat animasi, saya juga sudah mulai terbiasa untuk menggunakan aplikasi-aplikasi yang menurut saya sangat dibutuhkan di era modern ini walaupun keterampilan dalam menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut masih bersifat dasarnya saja. Dengan pengenalan terhadap aplikasi animasi, kami diharapkan dapat semakin mengembangkan kemampuan kami untuk mengeksplorasi dunia animasi yang sangat luas ini. Pengetahun yang telah saya pelajari dari ekstrakurikuler ini tidak hanya bisa saya terapkan dalam membuat animasi saja. Saya juga bisa menerapkannya dalam proyek atau tugas sekolah lainnya, misalnya keterampilan dalam memproduksi dan mengedit video untuk tugas pelajaran, membuat ilustrasi gambar atau poster, dan proyek lainnya.   Berdasarkan pengalaman dan hal-hal positif yang saya dapat, saya sangat merekomendasikan kepada peserta didik di jenjang SMP untuk mengikuti ekskul ini. Untuk kalian yang menyukai kartun, anime, dan jenis animasi lainnya saja, ekstrakurikuler ini bisa jadi cocok untuk kalian. Selain itu, saya juga sangat merekomendasikan untuk kalian yang tertarik dengan video production, menggambar, dan siapapun yang ingin melatih kreativitas visualnya. Bagi kalian yang sudah memiliki pengalaman dalam membuat animasi, saya mengajak kalian untuk bergabung dalam ekstrakurikuler ini. Alasannya yaitu nanti kalian bisa mengeksplorasikan dan mengekspresikan kemampuan dan kreativitas kalian dengan lebih terarah. Untuk para pemula yang berminat, janganlah takut untuk maju dan bergabung ke dalam kelas ekstrakurikuler animasi karena kelas ini menyambut kalian para pendatang baru dengan tangan terbuka. Akhir kata, saya jamin ekstrakurikuler ini akan sangat seru dan kalian tidak akan menyesal!
Selengkapnya
Mengisi Waktu Luang dengan Public Speaking
Posted: 2020-12-16 | By: Maria Anargya Adilaksmi 9C-28
Kegiatan Public Speaking adalah kegiatan yang menyenangkan untuk dilakukan oleh saya.  Apalagi untuk mengisi waktu luang di hari Sabtu. Ya… mungkin kebanyakan orang tidak mendaftarkan dirinya karena beranggapan public speaking ada dalam diri setiap orang. Jadi mengapa harus repot-repot mengikuti ekstrakurikuler tambahan tersebut? Saya, Maria Anargya Adilaksmi, termasuk salah satu dari peserta didik yang mengikuti kegiatan tersebut juga awalnya berpikiran seperti itu. Namun, jika dipikir-pikir lagi tidak ada salahnya mencoba hal baru. Setelah satu jam mengisi dan memilih kegiatan Public Speaking pada google form, saya merasa sedikit kesal karena berpikiran nanti kelas Public Speaking kurang  seru karena banyak latihan berbicara. Namun anggapan di pikiran saya berubah ketika mengikuti pertemuan pertama kelas Public Speaking. Coach (pelatih) kami langsung menyambut peserta ekstrakurikuler Public Speaking dengan hangat. Ia juga mampu mencairkan suasana dingin dan canggung sebelumnya. Pada waktu itu, kami melakukan perkenalan diri terlebih dahulu dan melakukan ice breaking dengan sebuah permainan. Setelah pertemuan pertama itu, saya berbicara dalam hati, “Kelihatannya seru nih, tapi gue kan udah pernah ikut Public Speaking dulu di kelas 7.” Saya kembali menyesali keputusan untuk memilih ekstrakurikuler Public Speaking ini dan berencana membatalkan keikutsertaan saya dalam ekstrakurikuler ini. Namun hal tersebut tentunya akan membuat guru yang bertugas mengalami kesulitan dalam pendataan peserta ekstrakurikuler. Maka saya berubah pikiran lagi.  Tibalah pertemuan kedua yang diselenggarakannya setiap 1 minggu sekali. Saya yang awalnya sedang tidak senang, semakin lama merasa gembira dan nyaman ikut ekstrakurikuler Public Speaking. Fix, ini ekstrakurikuler terbaik bagi saya. Mengapa? Alasannya sederhana, ini semua karena peraturannya. Selama pembelajaran kami tidak diperkenankan menggunakan gawai. Hal ini dikarenakan agar peserta ekstrakurikuler Public Speaking lebih fokus mengikuti sesi pelajaran yang disampaikan oleh coach. Selain itu, cara penyampaian materinya juga jelas dan padat sehingga saya dapat mengerti isi materi dengan cukup mudah. Kelebihan dari kelas public speaking ini yaitu adanya penerapan sistem timbal balik antara peserta ekskul dan coach. Kami sebagai peserta dapat mempraktikkan teori yang sudah diberikannya di depan kelas. Awal presentasi di depan kelas, saya sangat grogi. Apalagi sebagian besar pesertanya tidak saya kenali. Di saat itu saya ingat perkataan coach yaitu dalam public speaking, tidak ada materi yang salah. Rasa percaya diri dan keberanian saya pun bertambah. Nah, dari setiap presentasi, kami diberi tanggapan dan masukkan, apakah gaya bicaranya masih kaku, intonasinya dapat ditingkatkan lagi dan sebagainya. Dari situ, kami dapat mengetahui apa yang salah dalam penyampaian materi tadi dan memperbaikinya. Saya dan siswa lainnya, dalam kegiatan Public Speaking banyak mendapat pengetahuan baru. Segudang harapan juga didapatkan kepada masing-masing individu setelah mengikuti kegiatan ini. Satu hal baru yang saya sadari setelah mengikuti ekstrakurikuler Public Speaking yaitu kami dapat berbicara kepada audience dengan nyaman dan interaksinya pun berjalan dengan lancar. Memang butuh perjuangan dan keinginan untuk maju yang tinggi sehingga dapat memaksimalkan penyampaian materi yang diberikan oleh coach.          Oh iya, berbicara tentang penyampaian materi, kami diajarkan cara melakukan teknik-teknik yang dapat membantu kami dalam menyampaikan materi di depan umum secara detail. Contohnya yaitu dengan menggunakan filler words atau menutupi kata-kata yang tidak kita sadari, menyelipkan humor atau cara melelehkan suasana, dan cara-cara lainnya. Nah kalian penasaran kan? Tunggu apalagi, ayo ikuti kegiatan ekstrakurikuler Public Speaking yang diselenggarakan Sekolah Santa Ursula BSD sekarang juga. Selain menyenangkan, banyak ilmu dan keuntungan yang dapat diambil. Pembelajaran tidak hanya berpusat pada teori saja, tetapi bisa langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-harinya seperti saat menyampaikan presentasi di kelas, menyampaikan gagasan, memimpin sosialisasi, dan menjadi pembawa acara.    Dengan teknik yang sudah diajarkan, audience atau penonton dapat memahami materi yang disampaikan dengan jelas. Kalian pasti pernah melihat kalau di kelas, saat presentasi, semua peserta didiknya tidak mendengarkan teman yang sedang presentasi. Kejadian itu mungkin saja dikarenakan keterampilan Public Speaking peserta didik tersebut kurang baik sehingga tidak mendapat menarik perhatian audience. Nah, coba bayangkan jika hal tersebut terjadi pada saat kalian presentasi? Pasti kecewa kan? Nah, dalam kegiatan Public Speaking ini, banyak cara yang dapat dilakukan untuk menanggapi permasalah tersebut.
Selengkapnya
Gelorakan Semangat Antikorupsi
Posted: 2020-12-09 | By: TimLiterasi_SMP_Sanurbsd
Hallo kawan-kawan muda, pernahkah kalian mendengar atau mengetahui sebuah slogan yang berbunyi “Berani Jujur Hebat!”? Iya betul, slogan ini banyak digaungkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau yang lebih kita kenal dengan sebutan KPK. Slogan ini bukan sekadar slogan, namun lebih dari itu. Slogan ini merupakan perwujudan komitmen seluruh negara yang tergabung dalam PBB untuk bersama-sama memiliki sikap dan melakukan tindakan anti korupsi.  Fakta menunjukkan bahwa hingga hari ini korupsi menjadi problem besar bagi bangsa Indonesia dan juga negara-negara di seluruh dunia. Oleh karena itu, negara-negara di dunia yang bergabung sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sepakat untuk melaksanakan sebuah Konvensi Anti korupsi atau dikenal dengan istilah United Nations Convention Against Corruption. Konvensi ini ditandatangani di Merdia, Meksiko pada tanggal 9 Desember 2003. Berawal dari inilah maka setiap tanggal 9 Desember selalu diperingati sebagai hari Antikorupsi Sedunia. Korupsi sebagai sebuah tindakan tidak terpuji tidak hanya rawan terjadi di instansi pemerintahan maupun negara. Korupsi juga rawan terjadi di lingkungan sekolah. Pernahkah kalian mendapati perilaku yang tidak jujur, menyontek, perbuatan curang, memberi gratifikasi, maupun mark up dan manipulasi nilai?  Di masa pandemi ini, pembelajaran menggunakan model Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Minimnya pertemuan tatap muka secara fisik semakin meningkatkan kerawanan perilaku korupsi dalam kegiatan pembelajaran. Perilaku ini rawan terjadi karena berkurangnya pengawasan secara langsung oleh guru kepada peserta didik. Tak jarang kita mendengar ada peserta didik yang mencoba berbuat curang, menyontek, dan tidak jujur demi mengejar pencapaian nilai angka tertentu, atau predikat lulus. Dalam keseharian PJJ, khususnya saat jumpa virtual, tidak jarang juga kita menemui peserta didik yang tidak menyalakan mic, tidak menyalakan kamera, ataupun tidak mengumpulkan tugas dengan alasan akses internet buruk, atau  perangkat rusak. Namun, apakah benar yang terjadi sungguh-sungguh demikian? Jika tidak, itu adalah contoh perilaku koruptif. Contoh-contoh perilaku koruptif di atas dalam jangka pendek maupun jangka panjang akan merugikan diri sendiri dan semakin banyak orang.   Menghadapai fenomena korupsi di tanah air, sudah layak dan sepantasnya kita ikut terlibat dalam gerakan global antikorupsi. Kita perlu meningkatkan kepedulian untuk melawan perilaku-perilaku koruptif di sekitar kita. Bahkan dalam lingkup yang paling dekat dengan kita. Seperti slogan dari KPK, ”Berani Jujur Hebat!”, sudahkah kita sungguh-sungguh mengamalkan nilai-nilai kejujuran dalam sikap dan tindakan keseharian di sekolah selama PJJ? Betul sekali, bahwasannya sikap jujur di lingkungan sekolah dapat diawali melalui tindakan-tindakan sederhana. Perilaku anti korupsi yang dapat kita kembangkan diantaranya dengan bersedia bersikap terbuka, transparan, bertanggung jawab, memiliki integritas pribadi, menghormati orang lain, peduli pada orang lain, dan mau bekerja keras. Sebagai pembelajar kita juga perlu mengembangkan sikap menghargai karya orang lain dengan menghindari plagiarisme. Hasil belajar yang baik dalam bentuk nilai dapat terwujud melalui kerja keras dan tanggung jawab dalam belajar. Oleh sebab itu, ayo kita jauhi sikap-sikap yang ingin mendapatkan hasil baik secara instan, tapi dengan cara-cara yang curang.    Mulai sekarang, ayo gelorakan semangat Antikorupsi di lingkungan sekolah kita, agar semakin banyak anak muda yang peduli pada masa depan bangsa kita yang bebas dari korupsi. Selamat memperingati Hari Antikorupsi Sedunia. 
Selengkapnya
ODHA Adalah Saudara Kita
Posted: 2020-12-01 | By: Yulia Mariyani
HIV (Human Immunodeficiency Virus) ditemukan pertama kali pada decade 70an di Afrika. Pada tahun 1981, HIV/AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) menjangkiti manusia. AIDS terjadi ketika virus HIV menyebabkan kerusakan serius pada sistem imun. Temuan pertama terjadi pada warga Los Angeles, Amerika Serikat. Sejak saat itu AIDS menjadi salah satu penyakit mematikan di dunia. Hingga bulan Juni 2019, tercatat 349.883 warga Indonesia terjangkit penyakit ini.  Penyakit ini bukan penyakit biasa. Ahli-ahli kedokteran di dunia pun belum menemukan vaksin yang sanggup melawan keganasan HIV/AIDS hingga saat ini.  Setiap tanggal 1 Desember kita memperingati Hari AIDS Sedunia. Peringatan ini untuk memberikan kesadaran bagi masyarakat tentang bahaya penyakit AIDS yang disebabkan oleh virus HIV. Penanda peringatan ini adalah pita merah. Selain itu, peringatan Hari AIDS Sedunia juga sebagai wujud solidaritas bagi penderita HIV/AIDS yang disebut dengan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Selama ini penderita HIV/AIDS banyak mengalami diskriminasi dan stigmatisasi sehingga tersisih di masyarakat. Dalam pembelajaran kolaborasi mata pelajaran IPA, Bahasa Inggris, dan Seni kelas IX,  kami mengajak anak-anak untuk mengambil bagian dalam kampanye penyadaran anti diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS. Kampanye ini diwujudkan dalam aktivitas pembuatan poster yang serentak akan diposting di Instagram masing-masing peserta didik. Konten-konten dalam poster mengajak warganet untuk berhenti mendiskriminasi penderita HIV/AIDS. Kami berharap melalui langkah sederhana ini mampu memberikan kontribusi dalam upaya meningkatkan solidaritas bahwa ODHA adalah saudara kita. Stop diskriminasi penderita HIV/AIDS dan jangan pernah melakukan tindakan-tindakan yang beresiko terinfeksi HIV/AIDS.
Selengkapnya
MERAYAKAN PENGABDIAN HATI DI TENGAH PANDEMI JADI SEPOTONG RENUNGAN DI HARI GURU
Posted: 2020-12-01 | By: Maria Dwi Rianti
Setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional di Indonesia. Sehari saja guru menjadi sosok istimewa dan semuanya turut merayakan pengabdian hati tanpa tanda jasa ini. Yayasan Sancta Ursula BSD pun melakukan hal yang sama merayakan pengabdian hati yang berbeda. Kali ini mencoba dengan versi yang baru yakni virtual. “Dari guru, oleh guru, dan untuk guru” itu ungkapan yang menjadi dasar acara hari guru virtual diadakan. Situasi pandemi tidak menjadikan guru untuk berdiam diri dan mematikan kreativitas. Justru sebaliknya, guru harus menunjukkan kreativitas yang tanda batas.  Latar belakang inilah yang menjadikan sebuah konsep pertunjukkan seni sederhana tanpa membatasi kreativitas guru di Yayasan Sancta Ursula BSD. Konsep acara tersebut yakni setiap unit dari TB-TK sampai dengan SMA mempersembahkan sebuah pertunjukkan seni sederhana yang dibuat dalam bentuk video. Video-video tersebut pulalah yang ditampilkan saat hari guru berlangsung secara daring. Panitia acara bergerak cepat dalam menyusun dan membuat konsep acara. Ketua panitia yakni Ibu Cicilia Budilestari membagi koordinator untuk tiap unit, di unit TB-TK ada Ibu Stefani, di SD ada Pak Murgianto, SMP ada Ibu Rianti, dan SMA ada Pak Victor. Setiap nama yang disebutkan bertanggung jawab penuh atas video pertunjukkan seni dari unitnya. Panitia juga membuat konsep video ucapan “Dari Guru, Untuk Guru” serta ucapan hari guru dari peserta didik bersama orang tua di setiap unitnya. Tidak hanya itu, panitia juga menuangkan ide untuk mengambarkan situasi sekolah di saat pandemi dari unit TB-TK sampai dengan SMA. Acara tersebut akan diadakan virtual dengan menggunakan aplikasi Zoom yang memiliki batas jumlah peserta 1.500 milik unit SMA. Oleh karena itu, dikonseplah latar virtual untuk zoom meeting di hari pelaksanaan.  Tepat di hari Rabu, 25 November 2020, Kampus Santa Ursula BSD merayakan “Hari Guru”. Proses pembelajaran pada hari itu ditiadakan. Hari itu sengaja dibuat spesial untuk guru dalam merayakan pengabdian hati di tengah pandemi. Tepat pukul 07.30 semua guru, karyawan, staf yayasan, dan Suster Francesco berkumpul di dalam aplikasi Zoom Meeting. Mereka semua hadir menggunakan pakaian batik motif bebas sebagai dresscode sesuai dengan ketentuan. Tidak hanya itu, mereka yang hadir pun menggunakan latar virtual zoom yang dirancang sebanyak tiga bentuk yang berbeda. Hal ini dimaksudkan agar situasinya semakin semarak dan meriah. Meskipun, di awal acara ada beberapa guru yang kesulitan saat menggunakan latar virtual zoom. Namun, semua dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan.  Acara Hari Guru virtual tersebut dibuka dengan suara indah dan nyaring dari ketua panitia yakni Ibu Cicil, selagi menunggu semua peserta hadir, diputarlah lagu yang berjudul “Guruku Tersayang”. Ibu Cicil juga mengingatkan agar semua peserta yang hadir di acara hari guru virtual dapat mengubah format nama pada aplikasi Zoom menjadi “unit_nama panggilan” contohnya “SMP_Cicil”.  Setelah semua peserta berkumpul, tepat di pukul 08.00 WIB Ibu Cicil menyerahkan acara ke Ibu Listianawati sebagai pemandu acara (MC). Ibu Lis membuka acara dengan penuh semangat. Acara pun dimulai dengan doa pembukaan. Setelah doa pembukaan, panitia memutarkan video pertama yang berjudul “Memori vs Pandemi”. Video itu menampilkan situasi di sekolah sebelum pandemi dan ketika pandemi. Rasa rindu pada situasi sekolah pun menyeruak saat melihat tampilan saat video diputarkan. Ada beberapa guru yang matanya sudah berkaca-kaca saat video itu diputarkan. Hal itu mengingatkan kembali bahwa perubahan dapat bergerak cepat, tanpa memandang siap atau tidaknya kita menghadapi semua itu.  Setelah video “Memori vs Pandemi” selesai diputar, acara selanjutnya adalah penampilan dari unit TB/TK. Video tersebut diberi judul “Empat Kata Ajaib”.  Video tersebut menampilkan enam orang guru unit TB-TK yang sedang melakukan gerakan seirama dengan lagu yang diputar. Ketika menyaksikan video tersebut, muncul rasa senang dan bahagia pada diri kami karena guru-guru TB-TK melakukannya dengan penuh semangat dan ekspresi yang menyenangkan pula. Kemudian, acara dilanjutkan dengan video pemutaran ucapan “Dari Guru, Untuk Guru” sesi kedua. Video ini akan diputarkan sebagai selingan video pertunjukan seni tiap unit.  Unit SMP menampilkan sebuah video drama yang menggambarkan sosok guru yang bekerja dari pagi hingga malam saat pandemi berlangsung hingga kerepotan guru saat mengajar virtual. Video unit SMP juga ada pembacaan puisi berjudul “Energi Cinta” dan ditutup dengan nyanyi bersama lagu “Kita” dari Sheila on 7. Video ini menjadi sepotong renungan di hari guru untuk menilik hati kita bahwa pekerjaan seberat apapun yang dihadapi dan dilakukan akan terasa ringan karena adanya energi cinta.  Unit SD menampilkan video berjudul “Pemantik Asa” yang berisi penampilan busana yang digunakan para guru saat pandemi. Video yang dibuat SD ini menarik dan seru. Semua guru SD terlibat di dalam video ini dan berhasil membuat peserta Hari Guru virtual terbahak-bahak dengan tinggah laku guru SD yang lucu di dalam video.  Penampilan terakhir ditutup oleh unit SMA. Para guru SMA menampilkan Q&A para guru terhadap pertanyaan-pertanyaan seputar guru dan pribadinya sebagai guru. Kemudian, adanya pantun dari Ibu Sulis dan Pak Tomy dengan gaya busana nyetrik dan lucu. Video tersebut ditutup dengan deklamasi puisi yang sangat indah oleh Ibu Evy. Setelah video SMA berakhir, kemudian ada sepatah dua patah kata dari Suster Francesco. Suster menyampaikan sebuah kata mutiara yang sangat berkesan dan menghangatkan hati.    Yuk kawan-kawan Menyambut hari guru Libur bebas merdeka canda dan bisa melucu   Mari kawan kita berjuang Bawa buku laptop dan jangan lupa bawa uang Mampir ke pasar modern Karena ada waktu luang Cuci mata cuci mulut sebelum pulang   Terima kasih atas pengabdian di Santa Ursula tercinta Mari pupuk dan kembangkan kebersamaan dengan kasih dan kesetiaan -Sr. Francesco   Untaian kata-kata tersebut sangat berkesan karena merupakan wujud nyata suster dalam mendukung dan menguatkan para gurunya di tengah pandemi. Akhirnya acara “Hari Guru” ditutup dengan foto bersama secara virtual lalu berdoa dan mengumandangkan lagu “Serviam”. Hari guru tahun ini terasa berbeda. Tak ada tatapan hangat dan keceriaan dari para peserta didik yang dirasakan. Memori akan tetap tinggal dalam kenangan karena adanya pandemi. Namun, guru harus terus berkreasi dan tetap tekun melayani karena Serviam di hati. Kehadiran teman seprofesi dalam balutan insieme dan semangat serviam memacu para guru untuk tetap tangguh menghadapi perubahan dan tantangan yang nanti terjadi. Selamat merayakan pengabdian hati di tengah pandemi. Jadikan ini sebagai potongan renungan untuk melangkah dan melayani dalam genggaman insieme dan Serviam di hati.      
Selengkapnya
SUMPAH PEMUDA DALAM MASA PANDEMI
Posted: 2020-12-01 | By: Kayla Zahrah Gandi 9C/25
Hari Sumpah Pemuda yang diperingati pada tanggal 28 Oktober adalah hari yang sangat penting bagi pemuda-pemudi Bangsa Indonesia. Di hari itulah pemuda-pemudi Indonesia memunculkan kembali semangat berbangsa, berbahasa, dan tanah air yang satu yaitu Indonesia. Hari Sumpah  Pemuda berawal dari Kongres Pemuda II yang dilangsungkan selama dua hari yaitu tanggal 27-28 Oktober 1928 di Batavia. Kongres ini dilakukan di dua Gedung, hari pertama dilaksanakan di Gedung Katholikee Jongelingen Bond atau Gedung Pemuda Katolik dan hari kedua dilaksanakan di Gedung Oost Java (sekarang di Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat). Kongres Pemuda II ini memiliki satu tujuan utama yaitu memperkuat kesadaran kebangsaan dan memperteguh persatuan Indonesia.  Konggres Pemuda kedua menghasilkan Sumpah Pemuda. Sumpah  Pemuda memiliki tiga bunyi, yaitu “Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia”, “Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia”, dan “ Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. Menurut Azyumardi Azra, Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak sejarah bangsa Indonesia dalam mengawali kesadaran kebangsaan. Peristiwa bersejarah mengajarkan nilai-nilai persatuan bangsa. Sumpah Pemuda membuktikan bahwa perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia dapat disatukan dengan wujud Bhinneka Tunggal Ika. Berhubung dengan adanya penyebaran virus Covid-19, SMP Santa Ursula BSD tidak dapat menyelenggarakan upacara untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda. Maka dari itu, BP OSIS Santa Ursula BSD membuat program untuk membantu pemuda-pemudi Indonesia mengingat kembali nilai-nilai Sumpah Pemuda dan kaitannya dengan jaman sekarang. Bentuknya adalah Podcast yang berdurasi 15 menit. Podcast yang diberi nama “Sanurians’ POV : Sumpah Pemuda di Jaman Sekarang” ini sangat bermanfaat dan seru untuk didengarkan. Selain topiknya yang seru, podcast ini menggunakan bahasa yang santai sehingga nyaman untuk didengarkan, terutama oleh anak muda. Sanurians’ POV dapat didengarkan di aplikasi Anchor atau melalui link berikut : https://anchor.fm/osis-sanurbsd-2020/episodes/Sanurians-POV--Sumpah-Pemuda-Edition-ell745  
Selengkapnya
Kreatif dengan Batik di Tengah Pandemi? Apakah bisa?
Posted: 2020-11-23 | By:
Halo, perkenalkan nama saya Kirana dari kelas 8D, dan saya ingin membagikan pengalaman kami, penanggung jawab, dalam mengadakan perlombaan yang sebelumnya belum pernah dilakukan. Nah kita semua tahu, di jaman modern ini banyak anak bangsa yang sering kali melupakan budayanya. Mungkin masih banyak yang peduli, tapi banyak juga yang tidak tahu – menahu. Oleh karena itu, dalam rangka Hari Batik Nasional, BP OSIS SMP Santa Ursula BSD memutuskan untuk mengadakan lomba yang berkaitan dengan batik. Setelah berdiskusi, kami semua memutuskan lomba ini akan dinamakan sebagai ‘Lomba Ambhatik’. Sedikit penjelasan, ‘Ambhatik’ adalah Bahasa Jawa batik. Kemudian, semua penanggung jawab Ambhatik juga sudah ditentukan. Hampir semua dari penanggung jawab Ambhatik belum pernah menjadi panitia suatu acara, sehingga lewat pelaksanaan lomba ini, kami bisa belajar mengenai banyak hal baru. Setelah itu, kami mulai berdiskusi dan rapat, hingga akhirnya ditentukan 3 lomba sebagai jenis lomba untuk diikuti, yaitu; Fashion Illustration, OOTD, dan video. Lomba – lombanya menari, bukan? Semua lomba tersebut harus fokus kepada batik dan menjadikan batik sebagai unsur utamanya. Lomba ini tidak wajib, sehingga kami kurang yakin bahwa akan banyak yang berminat, bisa jadi mungkin karena mereka malas. Namun kami tetap mencoba dan melaksanakan sosialisasi dengan lancar. 3 hari setelah sosialisasi, baru 2 orang yang daftar sehingga kami merasa kurang yakin dan sedikit gugup. Kami berpikir, “Bagaimana kalau yang mendaftar hanya 2 orang saja?” Namun ternyata, makin banyak teman – teman kita yang tertarik dan ikut mendaftar sehingga total jumlah peserta adalah 26 orang. Jumlah peserta sendiri sebenarnya di luar ekspektasi. Tahap selanjutnya, kami menyeleksi karya – karya peserta. Nantinya, 4 karya dari lomba Fashion Illustration dan OOTD akan terpilih untuk diunggah di story @humasmp. Semua karya peserta sangat bagus sehingga kami mengalami perbedaan pendapat saat proses seleksi berlangsung, namun akhirnya terpilih juga 8 karya untuk diunggah. Sedangkan untuk lomba video, langsung kami tentukan pemenangnya. Proses seleksi ini sedikit telat dari jadwal awal kami dan mungkin itu hal yang harus diperbaiki. Nah, proses voting di story humas sendiri memakan waktu sekitar 2 – 3 hari. 24 jam pertama adalah voting kedelapan kandidat dalam bidang masing – masing. Nha, pemenang Fashion Illustration akhirnya terpilih. Tetapi pemenang OOTD belum sehingga kami harus voting sekali lagi. Kemudian setelah 24 jam akhirnya kami telah menemukan para pemenang.  Tunggu sebentar, pemenang memang sudah ditemukan, tetapi masih ada beberapa hal yang harus dilakukan. Seperti, mengedit story dan feeds, kemudian mengunggahnya, dan masih ada beberapa hal yang harus dilakukan.  Nah, lewat lomba ini, bukan hanya saya saja yang belajar banyak hal, namun kami semua belajar banyak hal baru. Kegiatan ini sendiri diadakan karena banyak generasi masa kini yang kurang mengetahui budaya Indonesia. Berhubung Hari Batik Nasional baru saja dirayakan dan batik adalah salah satu kain khas Indonesia yang sangat terkenal, maka kami memulai dari situ. Pada akhirnya, kami lihat ternyata kami cukup berhasil. Bila melihat karya teman – teman, kami tahu bahwa generasi masa kini sangat kreatif dan bisa mengembangkan banyak ide menggunakan batik. Semoga ke depannya kita semua bisa ikut melestarikan budaya bangsa. Sampai jumpa! Pemenang Pertama Fashion Illustration, Maria Sagita B.L.S 9B/27 Pemenang Lomba OOTD, Natya Nindyanisaka 8B/27 Link hasil Ambhatik: https://www.instagram.com/humasmp/  
Selengkapnya
AMBHATIK BAGI BATIK INDONESIA
Posted: 2020-11-23 | By: Yohana Margrita Lunabella IXD/37
Bulan Oktober 2020, Badan Pengurus OSIS SMP Santa Ursula BSD membuat satu program menarik yang diberi nama Ambhatik. Ambhatik adalah satu kata yang berasal dari bahasa Jawa kuno yang berarti batik. Dalam rangka hari Batik Nasional, badan pengurus OSIS SMP Santa Ursula, BSD mengadakan lomba dalam program Ambhatik.  Ambhatik memiliki tiga kategori lomba yaitu fashion/OOTD (Oufit Of The Day), design illustration, dan video. Ketiga kategori tersebut bertema batik Indonesia dan dilakukan secara daring. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta pada budaya, keberagaman Indonesia, dan mengkreasikan batik di era modern.  Proses persiapan acara Ambhatik dimulai pada tanggal 21 September 2020. Pada hari itu, kami mengajukan diri untuk menjadi penanggung jawab program Ambhatik. Saat itu, seluruh Badan Pengurus OSIS SMP melaksanakan rapat secara online untuk berdiskusi tentang program-program yang akan dilaksanakan selanjutnya. Semua badan pengurus setuju untuk melaksanakan program Ambhatik dan membicarakan lebih lanjut mengenai program tersebut.  Setelah rapat bersama Badan Pengurus OSIS, kami sebagai penanggung jawab program Ambhatik melanjutkan diskusi tentang Ambhatik. Kami juga berdiskusi dengan sesama pengurus OSIS dan Pembina. Dalam rapat, kami saling berbagi pendapat dan ide, menentukan hal-hal, dan membagi tugas. Diskusi berjalan dengan lancar dan semua berperan dalam pengambilan keputusan. Kami pun mulai menyiapkan materi untuk sosialisasi program.  Pada tanggal 13 Oktober 2020 hingga 14 Oktober 2020, kami melakukan sosialisasi program kepada angkatan kelas VII, VIII, dan IX. Kami dapat bekerjasama dengan baik sehingga sosialisasi berjalan dengan lancar. Semua materi tersampaikan dengan baik dan para peserta sosialisasi berperan aktif dengan bertanya. Setelah sosialisasi, kami mulai membagikan tautan google form yang akan digunakan untuk mendaftarkan diri sekaligus mengumpulkan karya peserta melalui grup whatsapp setiap kelas.  Pada awalnya, peserta yang mendaftar hanya sedikit dan kami sempat takut bahwa lomba tidak akan bisa berjalan karena kurangnya peserta. Namun, setelah menunggu beberapa lama, jumlah peserta sedikit demi sedikit mulai bertambah. Kami pun sangat lega dan senang. Tanggal 22 Oktober 2020 adalah batas akhir pendaftaran dan pengumpulan karya. Setelah itu, kami melaksanakan rapat melalui zoom untuk menyeleksi semua hasil karya. Pemenang dari kategori video telah ditentukan. Kategori OOTD dan design illustration telah diseleksi 4 karya dari masing-masing kategori.  Pada tanggal 25 Oktober 2020, kami melakukan voting melalui story Instagram @humasmp untuk menentukan pemenang dari kategori OOTD dan design illustration. Setelah kami mendapatkan hasil voting dan menentukan juara pertama dan kedua dari masing-masing kategori, kami mengumumkan pemenang melalui post Instagram @humasmp pada tanggal 30 Oktober 2020. Para pemenang segera menghubungi kami untuk membicarakan teknis pengiriman hadiah yang berupa saldo go-pay dan e-certificate. Secara keseluruhan, program Ambhatik dapat berjalan dengan baik. Komunikasi dilakukan dengar lancar dan seluruh panitia ikut berpartisipasi. Para peserta pun membuat karya dengan maksimal dan mengikuti lomba dengan antusias. Demikian cerita pelaksanaan program Ambhatik tahun 2020. Semoga cerita ini dapat menginspirasi kalian! Penanggung jawab : Theresia Cheryl Aureline, Kirana Anjani Pranoto, Kresentia Febriona Winanda F, Fransiskus Adna Ardaya Ardhiputra, Yohana Margrita Lunabella.
Selengkapnya
Kami Suka Berbagi
Posted: 2020-11-16 | By: Yulia Mariyani
Masa pandemik seperti sekarang ini dialami oleh semua orang di seluruh dunia. Semua hal menjadi sangat terbatasi terlebih berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan secara fisik. Sungguh keadaan ini pada awalnya menjadi sangat sulit untuk kita lakukan. Namun, kita tidak boleh putus asa dan harus berani beradaptasi dengan semua kebiasaan baru ini. Beradaptasi dalam situasi sekarang ini memang tidak mudah bagi semua orang, termasuk bagi saya seorang pendidik dan sebagai wali kelas VII tahun pelajaran 2020/2021. Perjumpaan secara fisik sangatlah penting bagi saya untuk mengenal lebih dalam tentang anak didik saya. Di sisi lain, dengan adanya pandemi Covid-19, semua tenaga pendidik melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Tentunya ini merupakan keadaan yang tidak biasa bagi saya dan peserta didik saya. Tak jarang kami mendapati ada peserta didik yang kesulitan dalam mengikuti PJJ, misalkan kendala teknis dalam pengumpulan tugas dan mengikuti penilaian. Kami para wali kelas harus sigap dalam menyelesaikan masalah tersebut dengan berbagai cara yang tentunya secara virtual. Saya selaku wali kelas VII E saat ini, belum pernah sekali pun bertatap muka secara langsung dengan peserta didik kelas VII E. Zoom atau Google Meet menjadi saksi pertemuan kami. Kegiatan perwalian yang berlangsung selama 30 menit sebanyak dua kali tiap minggunya benar-benar menjadi momen yang berharga untuk saya pribadi.  Jika saya ditanya, “Apakah saya cukup mengenal peserta didik jika hanya dengan pertemuan virtual?” Dengan jujur saya katakan, “Tentu itu tidak cukup bahkan sangat kurang.” Perlu kita ingat bersama bahwa peserta didik kelas VII biasanya berasal dari asal sekolah dasar yang beragam, ada yang dari sekolah nasional bahkan dari sekolah internasional sekali pun. Berkenaan dengan keadaan tersebut, banyak cara yang diupayakan oleh wali kelas VII–termasuk saya–untuk lebih mengenal peserta didiknya masing-masing. Kami merancang jadwal untuk menelepon ke setiap peserta didik serta melakukan pertemuan tatap muka secara virtual atau video call dengan tiap peserta didik. Semua usaha ini kami lakukan dengan harapan dapat lebih mengenal peserta didik di kelas VII. Membuat peserta didik kelas VII untuk bisa saling mengenal juga tidaklah mudah. Hal ini bisa terjadi karena mereka belum pernah berinteraksi secara langsung. Bahkan ada pula peserta didik yang belum mengenal sama sekali teman-temannya. Melihat kondisi tersebut, akhirnya salah satu usaha yang bisa saya lakukan yaitu membuat forum berbagi dan berdiskusi untuk kelas VII E di luar jam pembelajaran. Kegiatan ini saya lakukan dengan harapan dapat membuat kelas semakin akrab, kompak, saling membantu, dan saling berbagi.  Langkah pertama yang saya lakukan yaitu dengan mengajak diskusi peserta didik kelas VII E melalui Whatsapp grup kelas. Tak disangka ternyata ajakan saya tersebut mendapat sambutan baik dari mereka. Mereka sangat antusias untuk mengikuti forum dialog dan berbagi di kelas VII E sesuai dengan arahan yang saya berikan. Dalam diskusi tersebut, kami mengambil kesepakatan yaitu kegiatan diskusi dan berbagi akan dilakukan setiap hari Sabtu pukul 13.00 WIB dan dilakukan pada dua minggu sekali. Akhirnya kami juga sepakat memberi nama forum ini “KAMI SUKA BERBAGI (Keluarga 7E)”. Apa yang bisa dibagikan dalam forum ini? Semua hal bisa dibagikan oleh peserta didik, yang penting hal tersebut merupakan hal yang menarik dan positif. Saya juga memberikan tawaran kepada peserta didik kelas VII E siapa saja boleh berbagi dengan melakukan proses pendaftaran terlebih dahulu.  Saya juga melibatkan peserta didik yang lain untuk membuat pengumuman untuk kegiatan tersebut. Kegiatan perdana kami mulai dengan kegiatan berbagi oleh 7E_23_Keiko. Ia berbagi tentang cara membuat puding istimewa. Kedua,  7E_32_Divo berbagi cara bagaimana membuat permainan sederhana menggunakan aplikasi Kahoot!. Ketiga, 7E_25_Laurent berbagi tips dalam membuat permainan sendiri dengan menggunakan coding sederhana. Keempat, 7E_29_Martin berbagi resep bagaimana cara membuat cireng. Kelima 7E_8_Lianne berbagi cara membuat boba milk tea super segar, dan masih akan berlanjut ke peserta didik yang lainnya. Menurut saya, kegiatan forum “KAMI SUKA BERBAGI” ini menghasilkan dampak yang sangat positif. Peserta didik berani mempresentasikan apa yang ingin dibagikan  kepada teman-temannya. Di sisi lain, peserta didik yang lain sebagai penyimak dapat menanggapi konten berbagi ini dengan mengajukan berbagai pertanyaan. Keberlangsungan kegiatan ini menghasilkan suasana yang hangat dengan dibalut oleh obrolan santai di dalamnya. Semoga kegiatan ini bisa menjadi wadah saya dan seluruh peserta didik kelas VII E untuk saling mengenal satu dengan yang lainnya.  
Selengkapnya
PERAYAAN HARI PANGAN SEDUNIA (HPS) SMP SANTA URSULA BSD
Posted: 2020-11-03 | By: Clara Surtilah
Hari Pangan Sedunia diperingati setiap tanggal 16 Oktober. Peristiwa ini berawal dari konferensi FAO (Food and Agriculture Organization of the United Nations) yang ke XX pada bulan November 1976 di Roma. Koferensi ini mencetuskan resolusi No. 179 mengenai World Food Day. Gereja Katolik pun mendukung gerekan tersebut. Berkat resolusi tersebut, setiap tanggal 16 Oktober semua Keuskupan akan menjadi penggerak untuk memperingati Hari Pangan Sedunia ini dengan berbagai kegiatan dan aksi kepedulian. Hal ini juga diikuti oleh sekolah-sekolah Katolik, termasuk sekolah Santa Ursula BSD. Tahun-tahun sebelumnya SMP Santa Ursula BSD banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang mendukung perayaan Hari Pangan Sedunia, terlebih kegiatan yang merujuk kepada kepedulian pangan. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pangan orang lain terutama yang sangat membutuhkan uluran tangan kami. Kegiatan HPS yang biasa kami lakukan berupa pengumpulan dana yang dan pengumpulan beras (jimpitan) yang dilakukan seminggu sekali selama bulan Oktober. Hasil dari pengumpulan uang diserahkan kepada pihak Keuskupan, sedangkan beras yang terkumpul akan dibagikan kepada mereka yang membutuhkan seperti para pekerja penyapu jalanan, pemulung, dan gelandangan di area BSD. Peringatan Hari Pangan Sedunia tahun ini bertepatan dengan krisis global akibat pandemi COVID-19. OSIS SMP Santa Ursula BSD tidak dapat bereksplorasi banyak untuk memperingati HPS tahun ini. Kegiatan HPS tahun ini dilakukan secara virtual karena kami tidak dimungkinkan untuk mengumpulkan uang dan beras (jumputan) lagi. Perayaan yang kami lakukan berupa kegiatan penyadaran diri akan pentingnya menghargai makanan dan pentingnya makan makanan sehat. Kegiatan HPS SMP Santa Ursula tahun 2020 ini dilakukan dengan cara mengadakan makan bersama yang dilakukan pada hari Selasa, 20 Oktober 2020 pukul 10.30 WIB pada jam perwalian. Kegiatan makan bersama ini mengusung tema “Makan Makanan Sehat dan Ngobrol Bersama Sebagai Keluarga” ini memakai Zoom atau Google Meet. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh masing-masing wali kelas dan guru pendamping. Kami menyimak video pendek yang berjudul “Berbeda-beda Tetapi Tetap Makan” sambil makan makanan yang tersedia di rumah masing-masing. Video tersebut menjelaskan ragam pilihan makanan pokok yang ada di wilayah Nusantara ini. Tidak hanya beras saja, tetapi ada sagu, singkong, ubi, jewawut, sorgum, jagung, yang dapat dijadikan sebagai bahan pangan dalam rangka ketahanan pangan di masa pandemi ini. Melalui kegiatan ini, kami diajak untuk dapat menghargai dan peduli terhadap makanan yang kami santap setiap hari sebagai kebutuhan dasar dan makan makanan yang disajikan keluarga (orang tua) dengan penuh syukur. Di samping hal tersebut, kami juga diharapkan memiliki kesadaran untuk menghabiskan makanan yang telah diambil sebagai bentuk tanggung jawab dan penghargaan terhadap makanan.  Kegiatan yang lain berkenaan dengan HPS adalah berbagi cerita dari BP OSIS dengan tema “Makan Sehat, Menanan, dan Berbagi” yang mengacu pada tema HPS Keuskupan Agung Jakarta 2020. Kegiatan berbagi cerita tersebut dilakukan tiap jenjang kelas pada jam refleksi pukul 10.30 WIB pada Senin, 19 Oktober 2020  untuk kelas VII, Rabu, 21 Oktober 2020 untuk kelas VIII, dan Jumat, 23 Oktober 2020 untuk kelas IX. Anggota BP OSIS yang berbagi cerita adalah Cathlin Evelyna Subena kelas 9C dan Virgiana Maria (Vivi) kelas 9C. Melalui kegiatan HPS yang dilaksanakan dengan sangat sederhana ini, kami semakin memiliki kesadaran akan pentingnya makan makanan yang sehat dan menghargainya sebagai bentuk syukur kepada Tuhan. 
Selengkapnya
Belajar Menjadi Seorang Pemimpin
Posted: 2020-10-13 | By: Nicolas Andrew Febrian Pai/IXA
Perkenalkan saya Nicolas Andrew Febrian Pai dari kelas IXA. Akhirnya, acara talkshow dengan judul “Merdeka di Tengah Pandemi” sudah sampai tahap terakhir atau selesai. Nah, sebagai informasi, saya adalah Penanggung Jawab dari acara tersebut. Ya, namanya saja penanggung jawab, sudah pasti harus bertanggung jawab terhadap acara tersebut. Sebenarnya, tugas penanggung jawab tidak banyak, tapi besar. Ini adalah kali pertama saya menjadi penanggung jawab dalam kegiatan OSIS. Bagi saya, hal itu tantangan untuk terus belajar dan saya tidak pernah menjadikan itu sebagai beban. Bagi saya menjadi seorang penanggung jawab tidaklah mudah. Tidak hanya itu, untuk menjadi seorang penanggung jawab juga bukan sekedar nama yang tercantum dalam sebuah proposal. Istilah mudahnya bukan sebagai nama pajangan saja. Lalu, tugas penanggung jawab apa saja sih? Sulit atau mudah? Menurut saya sendiri, tugas penanggung jawab itu sederhana yaitu mengatur proses/rencana hingga kegiatan atau acara itu diselenggarakan. Nah, seperti yang saya jelaskan, tugas penanggung jawab tidak banyak, tapi besar. Maksudnya besar adalah porsinya jauh lebih banyak.  Setelah menjadi penanggung jawab, saya belajar banyak hal, banyak pakai banget. Pertama, saya belajar untuk bisa membagi waktu, antara kegiatan sekolah, les, dan OSIS. Pembagian waktunya juga tidak sembarangan karena saya sendiri cukup sibuk dengan PR dan tugas sekolah. Kedua, Saya belajar untuk berpikir dan bertindak cepat saat ada masalah yang tiba-tiba datang, contoh saat itu, ada masalah di zoom meeting kelas VII saat sosialisasi tentang kegiatan talkshow ini. Alhasil, saya dan teman-teman membuat zoom meeting yang baru agar bisa melakukan sosialisasi. Terakhir, pastinya saya belajar untuk mengembangkan nilai kepemimpinan. Menurut saya, menjadi seorang pemimpin itu harus terus belajar dan mau menerima kritik dari orang lain. Saya sangat senang bisa menjadi penanggung jawab untuk pertama kalinya. Saya juga senang karena acara talkshow selama dua hari ini berjalan di luar ekspetasi kami panitia. Dalam berproses, tentu ada banyak kendala, seperti salah konsep, stuck atau pembahasannya itu-itu saja dalam menentukan poin pembicaraan, dan masih banyak lagi kalau mau dikupas satu per satu. Ini semua juga berkat kerja keras dari tim 17 Agustus, tanpa mereka saya juga bukan apa-apa. Harapannya, semoga OSIS bisa menjadikan kegiatan ini sebagai inspirasi dan akan membuat acara yang lebih menarik di masa mendatang. 
Selengkapnya
SHARING IS CARING
Posted: 2020-10-13 | By: Maria Dwi Rianti-Guru Bahasa Indonesia
Bulan Agustus ini Indonesia merayakan hari Kemerdekaannya. Namun, tahun ini sangat berbeda dari segi situasi dan perayaannya. Perayaan kemerdekaan tahun 2020 ini sangat sepi. Kita semua merayakannya di rumah dengan berdoa dan menyaksikan pengibaran serta penurun bendera merah putih. Pandemi covid-19 membuat situasi kemerdekaan menjadi sangat berbeda. Namun, hal itu tidak mengurungkan semangat kemerdekaan yang sudah diwariskan para pahlawan kemerdekaan. Semangat kemerdekaan inilah yang menjadi inspirasi anak-anak OSIS SMP Santa Ursula BSD untuk membuat suatu kegiatan. Kegiatan yang dapat memberikan dampak positif bagi anggota OSIS meskipun dari rumah. Kegiatan tersebut adalah talkshow. Pembahasaannya cukup berat, tetapi dibawakan dengan ringan dan santai. Proses kegiatan talkshow tidaklah mudah. Tim 17 Agustus yang dikoordinasi oleh Nicko harus berkali-kali mengalami gagal, menunda, dan mengganti. Saya melihat proses mereka untuk membuat acara sangatlah menakjubkan. Tim 17 Agustus mau menerima kritik dan bersedia untuk mengganti. Mereka juga tidak sungkan untuk menerima masukan dan memperbaiki. Semangat muda yang mereka bawa inilah yang membuat saya semakin bersemangat menjadi seorang pembicara. Awalnya tim 17 Agustus ini meminta saya untuk menjadi seorang pembicara di kegiatan webinar OSIS yang bertemakan kemerdekaan. Saya agak ragu menjawabnya, jawaban saya lebih ke penolakan, tetapi saya memberikan kesempatan OSIS untuk berdiskusi kembali mengenai konsep kegiatan mereka. Sampai akhirnya mereka menentukan untuk mengganti konsep kegiatan dari webinar menjadi talkshow. Setelah tim 17 Agustus sudah siap dan mantap untuk menyelenggarakan kegiatan talkshow, tahap selanjutnya adalah menentukan topic pembicaraan. Akhirnya, kami memutuskan untuk menggunakan tema “Kemerdekaan di Tengah Pandemi” . Tema ini sangat relevan dengan keadaan saat ini. Tujuan pemilihan tema ini pun ingin mengajak anak muda lainnya khususnya siswa SMP Santa Ursula BSD untuk tetap produktif melakukan hal positif meskipun di rumah saja. Tidak hanya itu, dengan tema “Kemerdekaan di Tengah Pandemi” mengajak siswa SMP Santa Ursula BSD memaknai sebuah kemerdekaan tidak hanya sebatas makna leksikalnya saja, tetapi mengambil makna kemerdekaan dan melakukannya. Topik ini sangat menarik, saya dan Ibu Rustanti berdiskusi bersama untuk penyampaian topik ini agar tidak terlalu berat. Kami memutuskan untuk mengambil contoh yang sangat dekat dengan siswa SMP Santa Ursula BSD dan menggabungkannya dengan pengalaman kami dalam pemaknaan kemerdekaan. Acara talkshow secara garis besar berjalan dengan sangat besar. Banyak tanggapan positif yang diberikan. Siswa SMP Santa Ursula BSD memberikan tanggapan positif dan ingin diadakan kegiatan seperti ini lagi melalui wali kelas mereka. Hal itu membuat saya senang karena tujuan diadakan acara talkshow dapat tersampaikan dengan baik. Namun, kami juga menerima beberapa kritikan dan saran untuk acara tersebut. Buat saya acara talkshow ini memampukan saya bahwa sharing is caring itu sangat penting. Menjadi seorang pembicara bagi saya adalah pengalaman pertama di SMP Santa Ursula BSD. Perasaan campur aduk harus menjadi pembicara meskipun sudah biasa menjadi seorang pembicara di depan kelas. Namun, situasi talkshow  sempat membuat saya tidak percaya diri. Hal itu tidak berjalan lama. Melihat antusias anak-anak saat menyaksikan talkshow  membuat saya rasa tidak percaya diri saya berkurang dan saya mampu membaca acara dengan santai dan ringan. Tidak hanya itu, saya juga senang dapat berbagi ilmu dengan Abigail dan Jose yang menjadi pembawa acara. Mereka berdua sangat kooperatif sangat dibimbing dan diarahkan. Saya juga senang tim 17 Agustus mampu mempunya kerja sama yang solid, sehingga segala tantangan yang dihadapi dapat diselesaikan dan mereka mampu belajar menjadi seorang pemimpin yang baik. Oleh karena itu, sharing is caring menjadikan seorang belajar dan berkembang menjadi lebih baik. Yuk, lakukan sharing is caring dalam kehidupan sehari-hari.
Selengkapnya
Music From Home
Posted: 2020-08-29 | By: Maria Shelina Christmadiani IX-C/30
Perkenalkan nama saya Maria Shelina Christmadiani biasa dipanggil Shelina. Saya di sini akan menceritakan pengalaman saya dari pembelajaran Tugas IPA kelas VIII Tahun Pelajaran 2019-2020 dengan materi Bunyi. Sejujurnya ketika saya baru mulai belajar materi bunyi, saya kebingungan sekali ditambah dengan adanya PJJ selama COVID-19. Namun dengan dibantunya penjelasan berupa praktek dari guru, saya menjadi lebih mengerti dan bisa mulai memahami sedikit demi sedikit. Lalu salah satu project dari tugas pembelajaran bunyi ini adalah Music From Home. Dalam tugas tersebut para siswa diminta untuk memainkan sebuah lagu dari peralatan rumah dan mengajak anggota keluarga untuk ikut berpartisipasi. Caranya bisa dengan mengisi tiap gelas dengan volume air yang berbeda, atau dengan membuat nada dengan gelas. Namun, saya sendiri memilih untuk menggunakan peralatan rumah dengan cara memainkan layaknya sebuah band. Awalnya saya membicarakannya dahulu dengan ibu saya, kemudian memberitahukan kepada kakak dan ayah saya. Awalnya, saya mengira keluarga saya tidak ingin terlibat dan akan sulit untuk diajak  membantu saya mengerjakan tugas ini tetapi ternyata keluarga saya mau terlibat membuat tugas Music From Home. Kami menggunakan galon bekas sebagai drum, gelas, dan sendok untuk ketukan sekaligus peramai serta menggunakan alat bantuan yaitu gitar. Sebelumnya kami berdiskusi untuk membawakan lagu apa dan akan bagaimana sehingga akhirnya kami memilih untuk membawakan lagu berjudul Cantik oleh KAHITNA. Lalu setelah berdiskusi dan memutuskan akan seperti apa, kami mulai latihan. Latihan ini sebenarnya bisa dikatakan cukup singkat. Musik yang dimainkan juga simpel dan mudah sehingga di hari itu juga kami langsung merekam. Dari tugas Music From Home ini saya mendapatkan nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan juga kerja sama. Kami merasakan bahwa dengan kami membuat video tugas ini, secara tidak langsung kami saling berkomunikasi dan mempererat hubungan kekeluargaan. Kebersamaan juga terasa ketika sedang berlatih dan ketika ingin memulai rekaman. Kami merasa senang karena bisa melakukan hal kecil yang sederhana dan bisa membuat semua senang.  
Selengkapnya
Belajar PJJ? Ini Tipsnya
Posted: 2020-08-28 | By: Cathlin Evelyna Subena 9C/9, Gregory William Sutji
Pada tanggal 10 Juli 2020 yang lalu, kami membuat video singkat berisi tips selama belajar di rumah yang terdiri dari scene kami masing-masing yaitu Greg, Luna, Nicho, dan Cathlin. Kami membuat tips ini karena berdasarkan pengalaman kami, terdapat banyak godaan selama pembelajaran jarak jauh. Contoh godaan yang pertama adalah rasa malas karena sudah nyaman melakukan aktivitas di rumah. Contoh yang kedua adalah pembagian waktu untuk tidur, makan, belajar menjadi tidak teratur dan contoh yang terakhir karena tergoda untuk menunda-nunda mengerjakan tugas sampai mendekati deadline pengumpulan tugas. Hal ini dapat terjadi karena terlalu banyak menonton film, bermain games dan sosial media.  Menurut kami, setiap orang perlu menemukan tips belajar di rumah selama PJJ agar lebih mudah dalam menggunakan cara belajar masing-masing karena pastinya akan lebih efektif sebab yang mengetahui kesukaan atau cara yang tepat untuk belajar sekaligus mengendalikan godaan selama berada di rumah adalah diri sendiri.  Kesimpulannya, tujuan kami membuat tips ini agar menginspirasi banyak orang terutama untuk teman- teman kelas 7 sehingga kami harap siapapun yang menyaksikan video singkat kami dapat terinspirasi, dan mendapat pembelajaran dari tips yang kami buat, serta menemukan cara belajar masing- masing selama PJJ. Nah penasaran kan apa saja tips yang kami buat? Yuk simak video kami!   
Selengkapnya