PEMILOS 2019
Posted: 2019-02-09 | By: Faustine 9A/ 14
Sejak bulan Desember 2018 hingga Januari 2019, saya dan anggota badan formatur OSIS mengadakan rapat secara terus-menerus untuk merancang dan mempersiapkan properti  yang dibutuhkan saat hari H pelaksaan pemilos 2019. Kami terbagi dalam beberapa seksi dan saya berperan sebagai koordinator seksi acara. Dibutukan kerja keras dan waktu yang tidak sebentar bagi kami semua untuk menyelesaikan rancangan pemilos 2019. Kami saling membantu satu sama lain agar dapat menyelesaikan rancangan dengan cepat dan optimal. Pada hari Senin, 21 Januari 2019, diadakan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS SMP periode 2019/2020. Pemilos diadakan di aula SMP-SMA Santa Ursula BSD dan diikuti oleh seluruh guru dan siswa/siswi SMP Santa Ursula BSD. Tema dari pemilos 2019 adalah “MAPALUS”, artinya suatu sistem atau teknik kerja sama dengan mengutamakan kepentingan bersama. Istilah itu diambil dari budaya suku Minahasa. Dekorasi yang digunakan bertemakan Indonesia. Kami mendekorasi panggung dengan beberapa bangunan adat yang terkenal di Indonesia.  Pemilos dimulai pada pukul 09.30 dan berakhir pukul 12.45. Selama pemilos berlangsung, saya duduk di paling belakang  besama beberapa orang lainnya sebagai time keeper. Rangkaian acara pemilos dimulai dengan pembukaan dari MC dan kata sambutan dari Ibu Cicil. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penampilan band Daun Pepaya, perwakilan dari kelas 9C. Selanjutnya, ada pidato dan sesi tanya jawab calon ketua OSIS (cakatos) 1, yaitu Payo 8A dan langsung disambung dengan pidato dan sesi tanya jawab calon wakil ketua OSIS (cawaketos) 1, yaitu Farrel 7A. Setelah itu, ada performance dari band 9A yang dilanjutkan dengan pidato dan sesi tanya jawab caketos 2, yaitu Jasmine 8A lalu diikuti dengan pidato dan sesi tanya jawab cawaketos 2, Caroline 7D. Kemudian, acara dilanjutkan dengan penampilan yang luar biasa dari tim modern dance kelas 9 yang bernama Indigo. Setelah performance dari Indigo berakhir, dilanjutkan dengan pidato dan sesi tanya jawab caketos 3, Bayu 8B. Selanjutnya ada pidato dan sesi tanya jawab cawaketos 3, yaitu Malda 7C. Selanjutnya, siswa/siswi dan guru diberi waktu istirahat selama kurang lebih 10 menit. Setelah istirahat, rangkaian acara dilanjutkan dengan penjelasan mengenai tata cara pencoblosan. Pencoblosan pun dilakukan oleh seluruh siswa/siswi dan guru. Selama pencobosan, siswa/siswi yang masih menunggu giliran untuk mencoblos, menyaksikan 5 video musikalisasi puisi dari kelas 9. Selain video muskialisasi puisi, ditampilkan pula dokumentasi kegiatan-kegiatan yang telah diadakan oleh OSIS 2018. Setelah proses pencoblosan selesai, pemilos ditutup dengan flashmob dari badan formatur OSIS. Kami menarikan tarian “Maumere” yang berasal dari Ende.  Kami mengajak siswa/siswi lainnya untuk ikut menari bersama dan rangkaian acara pemilos pun berakhir.  Keesokan harinya, saya dan beberapa anggota badan formatur OSIS lainnya melakukan penghitungan surat suara. Kami juga melakukan peninjauan ulang terhadap nama-nama calon Badan Pengurus OSIS 2019. Beberapa hari kemudian, nama-nama Badan Pengurus OSIS 2019 dipajang di softboard. Saya merasa sangat senang karena pemilos 2019 dapat berjalan dengan lancar dan menurut saya hasil kerja keras selama ini memuaskan.  
Selengkapnya
SOSOK PANUTAN HIDUP “ANGELA MERICI”
Posted: 2019-02-03 | By: Sergio Lucasandro/9A/30
Sejarah Hidup Santa Angela Merici adalah seorang pendiri Ordo Suster Ursulin dan Suster-suster Angelin. Pada tahun 1484, ketika Angela masih berumur 10 tahun orang tuanya meninggal dunia.  Ia pun kemudian tinggal bersama dengan pamannya. Sebagai anggota Ordo Santo Fransiskus, Angela membuka sekolah-sekolah agama untuk para gadis di kota kelahirannya Desenzanodan di Brescia, Italia. Pada tahun 1524 ia berziarah ke Tanah Suci dan mengalami kebutaan di Kreta. Untungnya sepulangnya dari ziarah matanya pun sembuh. Pada tahun 1525, Klemens VII tidak berhasil membujuknya untuk berkarya di Roma. Ia mengalami sebuah penampakan pada tahun 1506 dan setelah itu ia mendirikan Serikat Ursulin dan Brescia pada tahun 1535. Ia kemudian menjadi pembesar di kelompok ini sampai kematiannya. Serikat ini didirikan untuk memerangi kebejatan moral dan membina iman kaum wanita muda. Mula-mula tanpa kaul resmi, para suster hidup di luar biara untuk merasul. Angela juga menulis buku wasiat, Nasihat Rohani, dan Aturan Ordo. Ia dinyatakan kudus pada tahun 1807 Angela meninggal pada tanggal 27 Januari 1540.  Tanggal kematiannya tersebut kemudian dijadikan tanggal untuk merayakan hidupnya. Pengalaman Hidup Selama saya bersekolah di Santa Ursula BSD dari saya belajar di Taman Bermain (TB) selalu diceritakan kisah tentang Angela Merici. Jujur awalanya saya bigung dan tidak mengerti tentang beliau. Siapa sebenernya beliau itu? Mungkin karena masih terlalu kecil jadi saya belum begitu mengenal dan memahami tokoh gereja yakni Angela Merici. Di jenjang SD saya mulai diperkenalkan peran hidup Santa Angela Merici. Angela Merici adalah seorang yang sangat rendah hati dan penyayang. Ia sangat mengasihi Kristus sebagaimana Kristus mengasihinya. Selama saya belajar sejarah dan biografi Santa Angela Merici, saya menemukan berbagai macam keunikan dalam diri Angela Merici. Selama masa hidupnya, beliau selalu berdoa dan menyerahkan diri pada Tuhan. Hal itu yang sangat menginsipirasi saya setiap harinya.  Saya belajar untuk mempercayai bahwa Tuhan itu Maha Penyayang bagi semua anaknya. Selama ini saya belum mengenal Santa Angela Merici saya belum percaya bahwa Tuhan itu mencintai saya. Namun, lama-kelamaan saya mencoba mengenal beliau lebih dalam dan  semakin menumbuhkan rasa cinta saya kepada Tuhan. Pindah ke jenjang yang lebih tinggi (SMP), saya mempelajari banyak hal tentang Santa Angela Merici. Terutama pada nasihatnya yang keenam yaitu “Bagi Anda Hiduplah dalam sedemikian rupa sehingga Anda menjadi contoh bagi Saya.” Memurut saya itu merupakan suatu nasihat yang dapat kita teladani.Makna nasihat itu menjelaskan bahwa hidup kita sebenarnya biasa saja, tetapi kita bisa menjadi berkat bagi orang disekitar kita.  Saya punya satu pengalaman yang ingin saya bagikan yakni ketika saya sedang dalam kegagalan dan saya merasa sangat terpuruk dalam hal itu. Saya ingat salah satu nasihatnya yaitu “Yakinlah dan percayalah maka Tuhan akan selalu ada di samping Anda.” Saat saya mengingat nasihat itu saya langsung berdoa dan minta pertolongan pada-Nya. Angela Merici adalah orang yang sangat patut untuk kita teladani dari sikap hidupnya. Beliau merupakan orang yang sangat mencintai Kristus Yesus hingga Ia merelakan diri untuk menjadi biarawati. Saat ini Santa Angela Merici merupakan pelindung dan pendiri dari Ordo Santa Ursula (OSU) dan jiwa pelayanan serta pasrah akan panggilannya dalam hidup patut menjadi inspirasi kita dalam menyikapi kehidupan. Pelajaran yang saya dapat dari sosok Angela Merici adalah hidup kita harus berpasrah pada Tuhan dan selalu percaya bahwa Tuhan itu selalu hadir dalam setiap langkah kita.  
Selengkapnya
FLA@MUS
Posted: 2018-11-19 | By: Agatha Kiara Christy - VII D/ 2
Selasa, 30 Oktober 2018 pukul 06.30, wajah-wajah ceria siswa kelas VII Santa Ursula BSD sudah berkumpul untuk karyawisata. Mereka akan mengunjungi Kota Tua, kota yang bersejarah, berjalan-jalan sambil belajar ke Museum Sejarah Indonesia, Museum Fatahillah, Museum Wayang, dan Museum Bank Mandiri. Kami berangkat dari sekolah pukul 07.00. Di dalam perjalanan, ternyata  di depan kawasan Monas ada suatu demo, tidak jelas sedang demo tentang apa, tetapi membuat kemacetan. Akhirnya kami sampai di museum yang pertama, yaitu, Museum Gajah/ Museum Sejarah Indonesia. Kami belajar dari kakak-kakak pemandu tentang batu-batu prasasti dari zaman kerajaan nusantara.  Setelah itu, kami menuju Kota Tua dan terjebak macet karena demo yang sedang terjadi. Sesampainya di sana, kami dibagi menjadi beberapa kelompok. Kelompok kuning dan coklat mengunjungi Museum Wayang. Di sana kami belajar bahwa ternyata wayang ada berbagai jenis dan memiliki beberapa manfaat. Ada yang dipakai untuk pementasan, pesta, dan upacara adat.  Kami langsung menuju Museum Fatahillah. Ternyata, dulu, di penjara bawah tanah museum ini pernah dipakai untuk menahan Cut Nyak Dien. Di museum ini kami belajar banyak tentang sejarah bangsa Indonesia. Lalu, kelompok kami menuju ke Museum Bank Mandiri. Pemandu wisata kami mengatakan bahwa ada sebuah ruangan yang dipakai sebagai tempat syuting mata batin dan ada beberapa temanku yang masuk. Di museum ini banyak sejarah tentang perbankan di Indonesia sejak zaman Belanda dan sampai zaman modern. Hal ini sangat menarik karena kita belajar tentang kemajuan teknologi bangsa Indonesia. Kami sangat bersyukur kepada Tuhan karena sudah memberi kami kesempatan untuk mempelajari sejarah Indonesia dan mendampingi kami selama perjalanan sehingga selamat sampai BSD kembali. Kami bersyukur dapat merasakan perjuangan para pahlwan yang, berkat kepatriotisme mereka, kami mampu merdeka sampai saat ini.  
Selengkapnya
Pengalaman Lomba Speech di UIN Syarif Hidayatullah
Posted: 2018-11-17 | By: Alice - IXA/1
Pada tanggal 3 Oktober lalu, saya, Rachel, dan Velma berkumpul dan berangkat menuju Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Saya dan Velma mengikuti lomba speech dan Rachel mengikuti storytelling. Saya sangatlah gugup dan takut lupa karena ini merupakan lomba pidato pertama saya. Untungnya, ini bukanlah pertama kali saya tampil di depan banyak orang. Kami datang setengah jam lebih awal dari jam registrasi ulang. Saya dan Velma sayangnya harus terpisah dengan Rachel karena tempat lomba yang berbeda. Saya dan Velma menghabiskan waktu untuk mempersiapkan bahan lomba. Kami juga sempat bertemu dengan seorang mahasiswa yang membantu kami berlatih. Saya mendapat nomor undian lima, itu membuat saya semakin gugup.   Sekitar pukul 14.00, kami memasuki ruangan lomba. Setelah pembukaan, satu demi satu peserta maju tampil. Semakin lama saya semakin gugup. Namun, saya yakin kerja keras saya selama sebulan terakhir ini tidak akan mengkhianati saya. Peserta lain tampil dengan beragam gaya. Ada yang bernyanyi, ada yang terlihat sangat yakin, dan ada juga yang ternyata lupa dan gugup. Tiba giliran saya. Topik yang saya pilih adalah kesadaran membaca. Dengan perasaan yang masih gugup, saya perlahan meraih mikrofon dan memulai pidato. Saya sungguh bersyukur saya mampu menyampaikan pidato tersebut dengan lancar. Beberapa kalimat saya sempat lupa, tetapi langsung dapat saya atasi dengan improvisasi. Saya cukup puas dengan penampilan saya, walau saya rasa bagian pertanyaan dari juri, saya dapat menjawab lebih baik. Sekitar pukul 16.00, semua peserta selesai tampil. Kami pun menunggu panitia menghitung total skor. Dari tiap grup akan dipilih sebanyak 5 orang. Saya masuk dalam grup kedua. Jika saya dapat masuk dalam lima besar, maka saya akan ke babak final pada Rabu minggu depan, melawan 14 peserta lain. Pengumuman dimulai dari skor terendah. Rachel yang sudah selesai dengan lombanya dan masuk ke babak final, menghampiri kami. Sampai urutan kedua, tidak ada nama saya ataupun Velma. Saya hanya dapat menggenggam tangan Rachel lebih kuat. MC pun mengumumkan yang mendapat skor tertinggi. Saya mendengarnya hanya terdiam di tempat duduk. Nama saya telah disebut. Saya akan masuk ke babak final! Senang? Lebih dari senang. Saya maju ke depan dan berfoto bersama juri. Setelahnya, saya mengambil undian untuk topik babak final. Saya mendapatkan topik tentang financial education. Wah, inilah topik yang paling saya tidak inginkan, tetapi tetap harus saya jalankan. Hari Kamis esok, saya harus berlatih dan naskah harus selesaikan secepatnya. Namun pada hari Sabtu, saya mendadak diberitahu bahwa topik financial education dihilangkan dan sebagai gantinya, kami boleh memilih antara perang narkoba atau pembetulan lingkungan hidup. Saya memilih topik pertama dan segera mengirimkan naskah kepada Ibu Kristin untuk dicek. H-1 saya dan Rachel berlatih lagi. Kami sangat menyayangkan Velma tidak dapat masuk ke final. Saya semakin takut untuk babak final, karena dibandingkan dengan babak penyisihan, kami memiliki waktu sebulan untuk berlatih, sedangkan final hanya diberi waktu seminggu. Malamnya saya berlatih terus, tetapi saya belum puas juga. Beberapa bagian terlewat dan terlupakan serta improvisasi saya kacau balau. Esok hari, saya dan Rachel datang pagi - pagi ke sekolah untuk berangkat kembali ke UIN, kali ini didampingi Ibu Rina. Saya sangat khawatir akan penampilan saya hari ini. Saya tetap berlatih meski sudah berada dalam ojek online. Pada lomba kali ini saya mendapat nomor undian enam. Beberapa peserta sebelum saya sangatlah gugup dan lupa-lupa. Alasan mereka sebagian besar adalah karena topik asli mereka, financial education, dihapuskan secara tiba-tiba. Ketika ingin berlatih, mereka harus bertabrakan dengan segala kegiatan sekolah. Naskah mereka yang tadinya sudah selesai dengan segala informasi yang sudah dicari harus dibuat ulang karena pergantian topik.  Sekarang waktunya saya tampil. Saya berusaha sebaik mungkin dan puji syukur saya tidak lupa ataupun salah ucap kata. Walau ada beberapa kalimat yang saya lupakan pada awal pembukaan, saya lega karena dapat menyampaikan pidato saya dengan baik. Tekanan untuk babak ini sungguh terasa. Saya merasa saingan saya menumpuk bagai gunung. Memang tujuan lomba ini adalah untuk mencari pengalaman, tetapi pasti ada keinginan untuk menang di setiap orang. Setelah menunggu berjam-jam, kini tiba waktunya untuk pengumuman. Acara closing diawali dengan dinyanyikannya beberapa ayat Al-Quran dan penampilan dari mahasiswa. Kemudian, pengumuman pemenang. Dimulai dari lomba storytelling, Rachel meraih juara kedua. Saya sungguh bangga karena Rachel sudah dua kali mengikuti lomba storytelling, termasuk yang saat ini dan pada kedua perlombaan ini dia meraih juara. Tiba waktunya untuk speech. Pengumuman dimulai dari juara pertama. Juara pertama diberikan kepada peserta lomba dari sekolah St. John, juara kedua diberikan kepada peserta lomba dari sekolah Cakra Buana. Kemudian juara ketiga adalah saya. Saya sangat senang. Ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti lomba pidato. Saya merasa bangga dapat meraih juara ketiga.   
Selengkapnya
STUDY SKILL WORKSHOP
Posted: 2018-11-09 | By: Yulia Mariyani
Study skill workshop merupakan pelatihan yang ditujukan untuk tenaga pendidik di Santa Ursula BSD. Pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari mulai Selasa, 16 Oktober sampai dengan Kamis, 18 Oktober 2018 sejak pukul 07:30-16:00 WIB ini memiliki tiga topik yang berbeda setiap harinya. Hari pertama merupakan pelatihan tentang mind mapping. Sebelum kami belajar membuat mind map, kami diperkenalkan dengan teori mind map Tony Buzan, keuntungan memakai mind map untuk guru dan siswa yang ternyata sangat bagus daripada memakai power point karena sekaligus melatih kreativitas guru dan siswa. Selain itu, kami diajari beberapa cara kerja otak. Ada tiga cara kerja otak, yaitu menggunakan otak kiri dan kanan (seimbang), radian bukan linear, dan radian dalam imajinasi dan asosiasi. Setelah kami mempelajari dan memahami teori mind map, kami diajari bagaimana cara membuat mind map dan cara mencari kata kunci. Kami juga sharing mengenai apa saja yang menjadi masalah kami selama kami mengajar dengan metode linear/menggunakan power point. Ternyata memang otak kita hanya bisa menyerap >42,5% pada setiap materi. Untuk menanggulangi terbuangnya materi, maka kita dianjurkan menggunakan mind map pada saat menjelaskan materi itu sendiri.  Pada hari kedua, kami belajar tentang speed reading. Seperti hari sebelumnya, kami diperkenalkan dengan teori speed reading, faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang membaca cepat, tujuan membaca cepat, dan manfaat membaca cepat. Setelah diperkenalkan dengan berbagai macam teori, kami berlatih membaca dan menghitung berapa kecepatan kata per menit setiap peserta. Ternyata, kecepatan membaca kami dikategorikan lambat karena masih antara 150-250 kpm. Setelah berlatih dan mengetahui hasil-hasil kecepatan membaca kami, kami diajari bagaimana membaca dengan cepat dan paham bacaan, yaitu dengan mencari kata kunci perkalimat.  Hari terakhir, kami belajar tentang super memory. Pertama kami melakukan pretest, yaitu memperhatikan beberapa nama benda yang tertera di depan selama satu menit, lalu kami menuliskannya di kertas. Hal itu bertujuan untuk melihat seberapa ingat kita akan benda-benda tersebut. Ada beberapa peserta yang tidak bisa menuliskan secara urut tetapi ada juga yang ingat sama persis. Setelah melakukan pretest, kami diberikan teori-teori mengenai ingatan jangka panjang dan ingatan jangka pendek, juga bagaimana cara mengingat. Pelatihan ini sangat bermanfaat, karena selain bisa mengetahui hal baru, juga metode-metode bisa diterapkan saat mengajarkan materi di kelas. Peserta pelatihan terdiri dari 13 guru unit SMP dan 11 guru unit SD.  
Selengkapnya
Berbagi Beras dalam Rangka memperingati Hari Pangan Sedunia
Posted: 2018-11-03 | By: Maydha/8C
Jika apa yang kulakukan dapat membuatmu tersenyum,  maka aku akan terus melakukannya,  wahai Ibu Pertiwi Pada hari Sabtu, 20 Oktober 2018 SMP Santa Ursula BSD berbagi beras dengan orang-orang yang kurang mampu dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia tanggal 16 Oktober 2018. Beras yang terkumpul merupakan hasil sumbangan dari siswa-siswi SMP Santa Ursula BSD pada tanggal 11-13 Oktober 2018. Lebih dari satu kuintal beras telah terkumpul.  Setelah disortir dan dicek kebersihannya, beras dimasukkan ke dalam kantong yang masing-masing berisi 2 kilogram beras. Setelah selesai kami menuju ke titik lokasi sambil membagikan beras kepada orang yang kurang mampu seperti petugas kebersihan jalan, juru parkir, dan pemulung. Kegiatan ini dilatarbelakangi rasa peduli kepada sesama, terutama mereka yang berkekurangan dalam pangan. Kami melihat keadaan sekitar masih banyak orang-orang yang harus berjuang sekuat tenaga untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari. Dalam rangka menghidupi nilai kepekaan dalam sepuluh nilai Santa Ursula BSD, kami ingin sedikit membantu mereka dengan membagikan beras. “Tujuannya, agar mereka dapat merasakan hal yang sama seperti yang kita rasakan,” ungkap Andrea, koordinator seksi sosial Badan Pengurus OSIS. Pembagian beras dilakukan di sepanjang jalan menuju Anggrek Loka dan Jalan BSD Raya Utama. Salah satu hal yang sangat berkesan dari kegiatan ini adalah senyuman dari mereka yang menerima beras. Mereka mengucapkan terima kasih berkali-kali, beberapa bahkan sampai mendoakan siswa-siswi yang membagikan.  Kegiatan ini mengajarkan siswa bahwa tidak perlu hal besar untuk membawa senyuman untuk orang lain. Tidak hanya itu, meskipun masih siswa-siswi SMP, kami bisa melakukan hal kecil, tapi bermakna untuk orang lain yaitu dengan berbagi. Mari terus berbagi karena melalui berbagi tidak akan mengurangi apapun yang kita miliki.  
Selengkapnya
Anjang Kasih ke Panti Wreda Bina Bhakti
Posted: 2018-11-03 | By: Bernadeta Adventa Ruma - IX A / 7
Matahari bersinar terik di Sekolah Santa Ursula BSD, para murid dari kelas 9 A,B &  C  pergi ke tujuan masing-masing dalam rangka kegiatan “ANJANG KASIH” yang diadakan pada tanggal 22 Oktober 2018. Pada pukul 7 pagi teman kami, Patricia dari kelas 9B, memimpin doa pagi di Hall SMP & SMA Santa Ursula BSD. Setelah berdoa, ada sedikit sepatah kata nasehat dari Kepala Sekolah SMP Santa Ursula, Ibu Irene kepada para murid kelas 9 yang akan pergi pada hari itu. Setelah selesai para murid berkumpul di kelompok masing-masing dan memesan transportasi online atau mengabarkan kepada sopirnya bahwa mereka akan berangkat. Kelompok saya membawa buah tangan untuk opa-omanya yaitu roti isi kacang merah. Saya berkesempatan datang ke Panti Werdha Yayasan Bina Bhakti yang terletak di Babakan, sehingga letaknya tidak begitu jauh dari sekolah dan juga biaya kesana tidak terlalu mahal sehingga para murid berpatungan untuk membayar transportasi online yang mereka pesan. Kami juga didampingi oleh 2 guru yaitu Pak Joko dan Bu Lia. Setelah sampai di Bina Bhati, satu persatu anak mulai masuk ke kawasan yang ditinggali oleh oma-opa yang tinggal di Bina Bhakti. Kami diarahkan ke kantor dimana pengurus Yayasan Bina Bhakti bekerja. Kami ditanyakan bantuan apa saja yang dapat kami lakukan untuk oma-opa,  kemudian kami dibagi ke dalam 2 kelompok (Ganjil & Genap), dan saya dapat kelompok ganjil dan bergabung ke dalam kelompok 1.  Jumlah murid SMP Santa Ursula BSD yang datang ke Bina Bhakti sekitar 30 orang, sehingga dapat dibagi pas dalam 2 kelompok. Kelompok saya kebagian di ruangan dimana opa dan oma sedang duduk santai di luar ruangan. Kami dipersilahkan untuk berbicara ke opa & oma yang ada. Saya dan Helena berbicara bersama oma yang bernama Oma Leni. Oma Leni merupakan orang Belanda karena kedua orang tuanya berasal dari Belanda. Umur Oma Leni sekitar 90 tahun dan Oma Leni pernah menyaksikan Proklamasi Kemerdekaan di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. Kami menanyakan banyak pertanyaan kepada Oma Leni sekitar Penjajahan Belanda dan Jepang di Indonesia. Oma Leni begitu baik hati karena mau menceritakan masa lalunya kepada saya dan Helena. Kemudian jam istirahat bagi para murid, Oma Leni cukup sedih karena oma ingin saya tetap duduk dan berbicara bersama, tetapi saya harus balik karena saya juga sedang lapar dan nanti akan ada acara bersama pengunjung lain. Setelah istirahat, kami diarahkan menuju acara yang diadakan pengunjung lain. Cukup ramai karena opa-omanya juga banyak. Kami disuguhkan dengan penampilan dari pengunjung dan opa-oma yang mau bergabung. Teman-teman kami juga ikut menyuguhkan suatu bakat dalam acara tersebut, Rachel dari 9A & Abigail dari 9B menampilkan lagu Can’t Stop Falling In Love karya Elvis Presley. Para tamu serta oma-opa yang ada terhibur dengan penampilan dari mereka berdua.  Setelah itu kami murid SMP Santa Ursula BSD menyanyikan lagu Mars Serviam di depan banyak orang. Awalnya banyak anak  yang menolak, tetapi karena semua anak harus tampil jadi mereka terpaksa harus maju ke depan. Lagu Mars Serviam dipimpin oleh Rachel dari 9A, dan yang memegang mik-nya adalah Abigail dan saya. Setelah acara selesai kami membantu para karyawan untuk merapihkan kursi-kursi yang pada saat acara digunakan. Kemudian kami pamit kepada opa-oma yang ada di Bina Bhakti dan mengucapkan terima kasih kepada pengurus yang ada disana. Lalu kami ditanya berapa anak yang tidak ikut makan ke Mcdonald, totalnya 6 anak termasuk saya tidak ikut bersama teman-teman lainnya makan bersama di Mcdonald. Bu Lia ikut menemani kami pulang menuju sekolah. Setelah sampai di sekolah sekitar pukul 12.40 WIB kami diperbolehkan untuk pulang.  
Selengkapnya
Wisata Budaya kelas VIII ke Setu Babakan
Posted: 2018-11-03 | By: Patricia Mae Tanumihardja/8D
Pada tanggal 23 dan 24 Oktober 2018, peserta didik SMP Santa Ursula BSD kelas VIII melakukan perjalanan wisata budaya ke Setu Babakan, Jakarta Selatan. Setu Babakan merupakan sebuah area yang diperuntukkan untuk pelestarian warisan budaya betawi. Di sana ada beberapa tempat belajar budaya khas betawi, yaitu belajar menari Sirikuning, berkenalan dengan alat  musik Gambang Kromong, masuk ke museum, membuat miniatur ondel-ondel, membuat kembang goyang, minum bir pletok, dan membuat kerak telor. Setu Babakan memiliki  zona statis yang dibeli pemerintah dan zona dinamis yaitu di bagian perdagangan. Lalu kami disajikan sebuah tarian khas Betawi oleh penari profesional. Mereka menari dengan tangan yang  lentik sehingga memberi kesan seperti merak yang anggun saat menari.  Kami masuk sesuai kelompok yang sudah dibagi di kelas pada pertemuan sebelumnya. Wisata budaya kali ini dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama untuk kelas VIII A dan VIII B dan gelombang kedua untuk VIII C, VIII D, dan VIII E. Hal ini dilakukan agar semua kegiatan bisa berjalan dengan lancar. Setelah sampai di Setu Babakan, kami belajar menari tarian Sirikuning. Kegiatan ini kami lakukan di lantai atas. Lantainya terbuat dari kayu. Kami harus berhati-hati saat naik atau turun tangga agar kepala kami tidak terbentur dinding saat turun.  Setelah itu kami diperkenalkan alat musik khas Betawi yaitu Gambang Kromong. Gambang terbuat dari kayu dan kromong terbuat dari perunggu. Untuk memperindah suara, alat musik Gambang Kromong dipadukan dengan alat musik tradisional lainnya seperti Kong Ahyan yang terbuat dari kayu, Tehyan yang mirip seperti biola yang lebih, dan Gong. Alat musik tehyan mirip seperti biola. Gambang Kromong merupakan pengaruh budaya Tiongkok terlihat dari alat ukiran dari alat musik yang memiliki gaya ukiran Tiongkok. Lalu kami pergi ke museum Betawi. Di sana kami melihat baju pengantin khas betawi yang banyak macamnya. Saya juga melihat ondel ondel, batik betawi, alat musik Betawi, bahkan beberapa miniatur becak, dan  masih banyak lagi. Setelah itu, kakak pemandu mengajak kami untuk meminum minuman khas betawi yaitu bir pletok.  Kami melihat dua rumah adat Indonesia antara lain rumah adat Joglo dan rumah adat Kebaya. Di rumah Joglo, kami ,membuat miniatur ondel ondel. Pertama kami diberi sebuah kok, dan beberapa potongan flanel untuk membuat pakaiannya. Lalu kami juga diberi spidol untuk menggambar wajah ondel ondel. Setelah itu, kami membuat kudapan khas Betawi yaitu Kembang Goyang. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat kembang goyang adalah terigu beras, telur, mentega, santan, garam, gula, air putih, dan juga minyak.  Cetakan Kembang Goyang terbuat dari semacam besi berbentuk seperti bunga dan gagangnya terbuat dari bambu. Rasanya sangat lezat.  Namanya “Selendang Mayang”. Minuman ini terbuat dari sagu aren, tepung beras, garam, gula merah, gula putih, santan, juga pewarna makanan (hijau dan merah). Mayang artinya cantik. Rasa santan pada selendang mayang menambah nafsu makan karena itu, selendang mayang sangat sesuai dengan para penyuka santan atau  untuk menyegarkan tubuh di hari yang terik dan panas.  Setelah itu, kami belajar membuat kerak telor, masing-masing dari kami diberi satu kompor untuk membuat kerak telor. Satu-persatu dari kami belajar membuat dengan arahan petugas, juga belajar membumbuinya. Sebelum kegiatan bebas, kami pergi ke tempat dimana batik-batik dibuat dan bagaimana cara membuatnya. Kami belajar bagaimana cara membuat, bagaimana cara melukis, dan ala tapa saja yang digunakan.  Kegiatan terakhir kami sebelum pulang adalah kegiatan bebas. Artinya kami dipersilakan untuk pergi di sekitar tempat ini, setelah makan siang. Banyak dari kami berkeliling sambil berfoto-foto. Pukul menunjukkan waktu sudah pukul 15.00 WIB. Kami berkumpul dan membuat baris berdasarkan kelompok masing masing, lalu mengucapkan terima kasih dan tidak lupa untuk berdoa.  
Selengkapnya
PENGUMPULAN DANA UNTUK KORBAN BENCANA DI PALU, SIGI, DAN DONGGALA
Posted: 2018-10-25 | By: Maio - 8E/18
Belum lama ini Sulawesi bagian tengah diguncang gempa dan dilanda tsunami. Gempa dengan kekuatan 7,7 Skala Richter memakan banyak korban jiwa dan diperparah dengan adanya tsunami yang mampu memporak-porandakan kota Palu, Sigi, dan Donggala. Masyarakat yang menjadi korban semakin menderita karena terkena berbagai macam penyakit dari flu, mual, diare dan masih banyak lagi. Akibat dari gempa dan tsunami tidak hanya kerusakan bangunan, tetapi banyak korban jiwa yang meninggal. Jumlah korban yang meninggal lebih dari 2.045 jiwa, 10.679 orang luka-luka, ribuan orang masih mengungsi di berbagai wilayah, dan masih banyak masyarakat yang hilang karena belum dievakuasi.  Kampus Santa Ursula BSD pun tidak tinggal diam. Kami melakukan tindakan agar dapat membantu para korban di Palu, Sigi, dan Donggala. Ada beberapa hal yang dilakukan Santa Ursula BSD, salah satunya adalah mengumpulkan dana pada tanggal 2-3 Oktober 2018. Pengumpulan dana dilakukan pada pagi hari sebelum bel masuk menuju kelas. Di depan pintu gerbang SMP Santa Ursula BSD akan ada anggota seksi sosial dari OSIS memegang sebuah kotak. Kotak tersebut digunakan untuk mengumpulkan  amplop yang berisi uang dari para peserta didik SMP Santa Ursula BSD.  Menurut Karol, selaku anggota dari seksi sosial OSIS SMP Santa Ursula BSD mengatakan bahwa, “Jumlah dana yang terkumpul akan dijadikan satu dengan unit TB-TK, SD, SMP, SMA serta Yayasan dan kemudian akan diserahkan ke Keuskupan Manado.” Karol merasa senang bisa membantu teman-teman yang ada di Sulawesi Tengah meskipun bantuan yang diberikan belum seberapa, tetapi Karol merasa bangga karena peserta didik SMP Santa Ursula BSD peduli terhadap peristiwa tersebut. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh siswa, guru, dan seluruh orangtua yang turut berpartisipasi dalam menyumbang dana. Semoga bantuan dari sekolah Santa Ursula BSD dapat membantu meringankan penderitaan saudara kita di Palu, Sigi, dan Donggala  
Selengkapnya
Hari Pangan Sedunia 2018- Dalam Kebhinekaan, Pangan Mempersatukan
Posted: 2018-10-20 | By: admin
Hari Pangan Sedunia diperingati pada Selasa, 16 Oktober 2018. Tema peringatan Hari Pangan Sedunia- KAJ 2018 adalah Keluarga sebagai Komunitas Berbagi Pangan. Komunitas Santa Ursula BSD memperingati Hari Pangan Sedunia dengan tema “Dalam Kebhinekaan, Pangan mempersatukan”. Berbagai Kegiatan dilakukan dalam memperingati HPS diantaranya adalah siswa TB – TK menonton film pendek tentang pangan, setelah itu mereka makan bersama berupa kue tradisional (klepon, mutiara dan kue pisang) dan minuman tradisional (cendol, es kelapa dan cincau). Kue dan minuman tradisional disiapkan oleh guru serta beberapa orang tua siswa yang membantu.  Siswa SD memperingatinya dengan membawa berbagai macam kue tradisional. Siswa di setiap kelas dibagi dalam kelompok dan kelompok tersebut menentukan kue tradisional yang akan dibawa dan dimakan bersama-sama dengan kelompok dan guru. Siswa SMP  memperingatinya dengan membawa berbagai macam kue/makanan tradisional dan dimakan bersama-sama dengan teman sekelas dan guru.  Siswa SMA memperingatinya dengan makan bersama berupa nasi, lauk pauk tradisional (Pecel, sate, gado-gado, dll), kue tradisional dan buah-buahan. Makanan yang mereka bawa harus cukup untuk kelompoknya dan tidak boleh ada makanan yang terbuang/tersisa. Siswa harus menghabiskan makanan yang mereka bawa. Tujuan dari peringatan Hari Pangan Nasional adalah siswa dapat saling berbagi, menghargai makanan dan mengenal berbagai macam makanan tradisional Indonesia. Selain itu pada hari tersebut siswa SMP dan SMA tidak diperkenankan membawa gadget dengan tujuan agar lebih mempererat interaksi tatap muka (face to face) bersama teman dan guru.  
Selengkapnya
Lomba Pramuka di SMPK Penabur Gading Serpong
Posted: 2018-10-10 | By: Bonaventura Bagas - IXC/7
Pramuka Penggalang pangkalan SMP Santa Ursula BSD, Gugus depan TS 02-085 - 02-086 “Serviam-BSD” mengikuti lomba yang diadakan di SMPK Penabur, Gading Serpong. Lomba dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 Oktober 2018 . Jenis lomba yang diadakan adalah Senam Semaphore dan Variasi Pasukan Baris- Berbaris (PBB). Lomba ini diikuti oleh dua Regu yakni Regu Putri yang bernama Regu Coreopis dan Regu Putra yang bernama Regu Impeesa. Kedua regu ini dibentuk melalui seleksi anggota pramuka. Tujuan mengikuti lomba adalah meningkatkan ketangkasan dan keterampilan di bidang Pramuka serta mendapatkan pengalaman baru. Persiapan dalam mengikuti lomba Pramuka tidaklah mudah. Kami mengadakan latihan intensif setiap hari sepulang sekolah mulai dari hari Kamis, 19 September 2018 hingga H-1 lomba. Awalnya kami melakukan pembentukan regu, latihan gerakan variasi, dan pembentukan tanda regu sampai hari pelaksanaan lomba pun tiba. Pukul 08.00 kami berkumpul di hall SMP-SMA Santa Ursula BSD untuk berangkat ke SMPK Penabur, Gading Serpong. Pukul 09.00 kami tiba di SMPK Penabur, Gading Serpong, kami bersiap-siap untuk lomba Variasi PBB. Sebelumnya, kami mengambil undian nomor urut. Kami mendapat nomor urut 12 (putri) dan 13 (putra).  Saat menunggu giliran tampil, kami menyaksikan peserta dari sekolah lain yang berlomba PBB. Kami kagum dengan ketegasan dan kelincahan mereka dalam berbaris. Namun, kami tidak putus asa, kami yakin bisa mengikuti lomba dengan usaha yang maksimal. Setelah sekian lama menunggu, giliran pasukan kami untuk tampil. Sebelum tampil di depan dewan juri, kami berdoa terlebih dahulu agar diberi berkat dalam melaksanakan lomba. Tepat pukul 12.00 siang kami telah selesai melaksanakan lomba PBB dan diberi waktu istirahat selama satu jam. Kami pun membeli makan dan minuman untuk menunggu waktu lomba yang kedua, yaitu Senam Semaphore. Kami menggunakan waktu yang ada untuk berlatih kembali gerakan yang telah dirancang. Tepat pukul 15.00 sore, usai melaksanakan kedua lomba, kami menunggu waktu pengumuman  di hall utama. Saat pengumuman pemenang dibacakan, kami merasa sedikit kecewa karena kami tidak memenangkan lomba. Akhirnya, kami pun menerima hasilnya dengan lapang dada dan berjabat tangan dengan para peserta pemenang lomba dari sekolah lain. Sportivitas, kerja sama, fokus, dan pantang menyerah hal itulah yang kami pelajari mulai dari awal persiapan hingga lomba berlangsung. Kami percaya bahwa perjuangan kami selama latihan akan membuat diri kami semakin berguna di kemudian hari. Bagi kami, kemenangan bukanlah keistimewaan semata, tetapi usaha yang kami lakukan itulah yang terpenting. Salam Pramuka!  
Selengkapnya
Isi Minuman Jujur dan Hemat (IMAN UMAT)
Posted: 2018-09-24 | By: Iona VIII A / 21
IMAN UMAT atau singkatan dari Isi Minuman Jujur dan Hemat merupakan sebuah program yang dibuat oleh OSIS SMP Santa Ursula BSD. Program ini cukup menguntungkan bagi para peserta didik SMP Santa Ursula BSD. Peserta didik dapat mengisi air minum sesuai yang diinginkan dan membayarnya dengan sukarela. Iman Umat ini terletak di depan ruang OSIS, di sebelah perpustakaan. Peserta didik dapat mengisi air minum pada saat istirahat pertama, istirahat kedua, setelah pelajaran olah raga, maupun saat pulang sekolah. Program yang dimulai pada tanggal 6 Agustus 2018 yang lalu, merupakan usulan dari angkatan OSIS tahun 2016-2017 dan tahun ini angkatan OSIS tahun 2017-2018 yang  mewujudkan usulan tersebut. Program ini diusulkan oleh OSIS bidang seksi Pembantu Umum atau disebut PU yang juga bekerja sama dengan seksi Olah Raga. Tentu saja program ini mendapat keuntungan besar bagi OSIS SMP Santa Ursula BSD karena banyak anak yang tak ingin repot- repot ke kantin hanya untuk mengisi air minum dan membayar sesuai ketentuan. Setelah berjalan beberapa waktu, ternyata program ini ada juga hambatannya seperti galon yang sewaktu-waktu dapat bocor. Kemudian para anggota OSIS pun harus membeli, membawa, dan mengganti galon tersebut secara mandiri sehingga cukup merepotkan. Alasan OSIS SMP Santa Ursula BSD membuat program IMAN UMAT  adalah mereka ingin menerapkan win-win solution. Para peserta didik dapat mengisi air minum sesuai yang diinginkan dan membayar uang sukarela. Lalu uang sukarela tersebut akan dijadikan  sebagai uang kas OSIS untuk kegiatan kegiatan  OSIS lainnya.  
Selengkapnya
Tali Kasih untuk Saudaraku di Lombok
Posted: 2018-09-24 | By: Maydha VIIIC/23
Kulihat ibu pertiwisedang bersusah hati...Air matanya berlinang #setetescintauntukibupertiwi Gempa bumi yang melanda Lombok telah memporak-porandakan kota wisata tersebut. Saat ini, tercatat ada puluhan ribu rumah yang rusak, sehingga berhari-hari tinggal di pengungsian. Pengungsi tentu sangat memerlukan pakaian, karena sebagian besar pakaian mereka ditinggal di rumah. Sebagai bentuk kepedulian kepada saudara yang ada di Lombok. Siswa SMP Santa Ursula BSD bekerja sama mengumpulkan pakaian layak pakai disumbangkan sebagai bentuk kepadulian kepada saudara yang ada di Lombok. Pengumpulan pakaian ini dilaksanakan pada Senin dan Selasa, 27 - 28 Agustus 2018. Dalam dua hari pengumpulan, lebih dari 25 karung pakaian. Namun, pakaian ini tidak langsung begitu saja disumbangkan. Pakaian yang terkumpul kemudian dipilah oleh pengurus OSIS untuk memastikan bahwa pakaian itu benar-benar layak pakai, seperti pakaian dalam bekas yng tidak dapat ikut disumbangkan. Pakaian layak pakai adalah pakaian yang belum berlubang atau robek dan belum terlalu usang. Pakaian layak pakai selanjutnya dilipat rapi lalu dikategorikan menjadi pakai anak-anak, dewasa, baju, dan celana. Hal ini dilakukan agar memudahkan pengungsi mencari pakaian yang mereka butuhkan. Selanjutnya, pakaian-pakaian ini akan dikirim ke Lombok melalui kantor pos. “Stay safe, stay strong Lombok,” ujar Andrea Felicia (kelas IXB) salah satu siswa yang berperan aktif dalam menyortir pakaian layak pakai. Tidak hanya pakaian layak pakai yang kami kirimkan ke Lombok, tetapi kampus Santa Ursula (TB-TK, SD, SMP, SMA) menggalang dana sebagai wujud kongkret kasih buat saudara di Lombok. Kegiatan ini diharapkan untuk semakin peduli terhadap sesama yang membutuhkan.
Selengkapnya
Nonton Bareng Film
Posted: 2018-04-20 | By: Fany, VIIIA/31
Sekolah Santa Ursula BSD tak hanya tempat untuk belajar ilmu eksak semata, namun juga untuk menjalin kebersamaan antar siswa. Untuk menjalin kebersamaan tersebut, kali ini sekolah mengadakan acara nonton bareng film Terbang: Menembus Langit yang diselenggarakan di Theater XXI ÆON Mall BSD City pada Jumat, 20 April 2018 lalu. Nampaknya siswa-siswi dengan antusias mengikuti acara ini. Acara nonton bareng ini diikuti oleh para guru, siswa kelas 8, siswa kelas 9, siswa kelas 10, dan siswa kelas 11 Sekolah Santa Ursula BSD. Film dimulai kira-kira pukul 11.45. Sebelum menonton, kami diajak untuk berfoto bersama salah seorang kru film yang ternyata merupakan salah satu alumni Sekolah St. Ursula BSD. Film ini berdurasi kira-kira 120 menit. Mengisahkan tentang pemuda keturunan Tionghoa. Pemuda tersebut harus berjuang keras agar bisa meraih kesuksesan. Dalam meraih kesuksesannya tersebut ia harus melewati segala rintangan. Hingga akhirnya pemuda tersebut harus pergi dari Kalimantan merantau ke Surabaya hingga ke Jakarta. Banyak sekali amanat dan nilai yang terkandung dalam alur cerita film ini. Mulai dari kekeluargaan, daya juang, ketaatan, dan masih banyak lagi. Tak seperti film layar lebar lainnya, film ini sangat relevan dengan realita yang terjadi dimasa kini dimana banyak sekali anak muda yang mau memulai usahanya sendiri namun takut gagal maka film ini cocok untuk menginspirasi muda-mudi masa kini. Selesai menonton, keramaian terjadi di lobby XXI karena ternyata aktor dari film ini, yaitu Dion Wiyoko datang langsung untuk menyapa kami. Suasana tenang berubah menjadi sedikit ricuh karena banyaknya siswi yang mengidolakan Dion Wiyoko sebagai sosok yang tampan dan patut diteladani. Tentu-nya acara ini membuat kami (siswa-siswi Sekolah St. Ursula BSD) sangat senang serta dapat menjalin kebersaman antar siswa secara lebih dekat dan mengambil banyak sekali pelajaran dari film ini sehingga nantinya pelajaran ini menjadi sebagian kecil dari bekal kami dimasa mendatang. Terimakasih kami ucapkan kepada Sr. Francesco Marianti, OSU karena telah bersedia mengadakan acara nonton bareng ini.
Selengkapnya
Peduli Sampah di Santa Ursula BSD
Posted: 2018-01-16 | By: (Candy Bakry IX C)
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata “sampah”? Jijik, jorok, bau yang tak sedap, atau reaksi ingin muntah ketika kamu berusaha untuk membayangkannya? Hal seperti itulah yang sebagian besar peserta didik SMP dan SMA Santa Ursula BSD tunjukkan, ketika mereka dikumpulkan di aula sekolah untuk mendengarkan penjelasan dari perwakilan OSIS SMP-SMA mengenai kegiatan “Sampah, untuk Memperingati Hari Santa Ursula”. Kegiatan tersebut dilakukan pada hari Jumat tanggal 20 Oktober 2017. Sesuai dengan nama kegiatannya, acara ini memang dilakukan untuk memperingati hari pesta nama Santa Ursula, yang menjadi Santa pelindung sekolah. Acara ini dikemas dalam bentuk perlombaan. Lomba yang diadakan terkesan unik, karena seluruh anggota kelas diminta untuk membawa sampah organik dari rumah. Sampah yang sudah terkumpul, kemudian ditimbang dan dibagi sesuai dengan jumlah anggota kelas. Pemenang perlombaan ini adalah kelas yang memiliki rata-rata bobot sampah terberat. Peserta harus cermat mengumpulkan sampah, karena jika panitia menemukan sampah plastik, tissue, kaleng, ataupun kertas, maka kelas tersebut akan didiskualifikasi. Tidak hanya itu saja, jika dalam pelaksanaannya terdapat anggota kelas yang tidak membawa sampah, maka kelas tersebut pun akan didiskualifikasi. Yohanes Mikha Boediarto (kelas XII IPS) selaku ketua panitia menjelaskan, bahwa kegiatan ini bertujuan agar peserta didik lebih peka terhadap kebersihan lingkungan. Selain itu, acara ini diharapkan dapat mendorong peserta didik untuk membuang sampah dengan bijak, meminimalisir produksi sampah harian (rumah tangga), dan lebih mensyukuri barang maupun makanan yang mereka miliki. Saat pagi hari, peserta didik datang ke sekolah dengan membawa kantong plastik yang berisi sampah organik. Ekspresi mereka beraneka ragam, ada yang terlihat jijik tetapi ada juga yang tersenyum lebar karena merasa dirinyalah yang paling banyak membawa sampah. Saat memasuki kelas, peserta didik disambut gembira oleh teman-temannya yang bahagia menyambut kedatangan sampah di kelas mereka. Tentu bau kelas menjadi tidak sedap, tapi mereka tetap harus bertahan sampai kelas mereka mendapat kesempatan untuk menimbang sampahnya. Acara dimulai dengan ibadat yang dipimpin oleh petugas OSIS. Dalam renungan ibadat tersebut, peserta didik diajak untuk menyadari akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Selanjutnya dilakukan penimbangan sampah dari masing-masing kelas. Kegiatan ini dilakukan di lapangan SMP-SMA, yang terbagi ke dalam empat titik lokasi penimbangan. Setiap kelas bergiliran untuk menimbang sampah yang mereka kumpulkan. Setelah pemilahan dan penimbangan yang dilakukan oleh panitia selesai, peserta didik dikumpulkan di hall SMP-SMA untuk mendengarkan pengumuman pemenang. Pemenang lomba dari SMP diberikan kepada kelas IX C dengan sampah seberat 49 kg dan pemenang dari SMA diberikan kepada kelas XII IPS 3 dengan sampah yang terkumpul seberat 174 kg. Perwakilan dari masing-masing kelas diminta maju untuk mengambil hadiah. Hadiah yang didapat adalah uang tunai sebesar 250 ribu rupiah. Semoga dari kegiatan ini peserta didik menyadari pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup.  
Selengkapnya