Anjang Kasih ke Panti Wreda Bina Bhakti
Posted: 2018-11-03 | By: Bernadeta Adventa Ruma - IX A / 7
Matahari bersinar terik di Sekolah Santa Ursula BSD, para murid dari kelas 9 A,B &  C  pergi ke tujuan masing-masing dalam rangka kegiatan “ANJANG KASIH” yang diadakan pada tanggal 22 Oktober 2018. Pada pukul 7 pagi teman kami, Patricia dari kelas 9B, memimpin doa pagi di Hall SMP & SMA Santa Ursula BSD. Setelah berdoa, ada sedikit sepatah kata nasehat dari Kepala Sekolah SMP Santa Ursula, Ibu Irene kepada para murid kelas 9 yang akan pergi pada hari itu. Setelah selesai para murid berkumpul di kelompok masing-masing dan memesan transportasi online atau mengabarkan kepada sopirnya bahwa mereka akan berangkat. Kelompok saya membawa buah tangan untuk opa-omanya yaitu roti isi kacang merah. Saya berkesempatan datang ke Panti Werdha Yayasan Bina Bhakti yang terletak di Babakan, sehingga letaknya tidak begitu jauh dari sekolah dan juga biaya kesana tidak terlalu mahal sehingga para murid berpatungan untuk membayar transportasi online yang mereka pesan. Kami juga didampingi oleh 2 guru yaitu Pak Joko dan Bu Lia. Setelah sampai di Bina Bhati, satu persatu anak mulai masuk ke kawasan yang ditinggali oleh oma-opa yang tinggal di Bina Bhakti. Kami diarahkan ke kantor dimana pengurus Yayasan Bina Bhakti bekerja. Kami ditanyakan bantuan apa saja yang dapat kami lakukan untuk oma-opa,  kemudian kami dibagi ke dalam 2 kelompok (Ganjil & Genap), dan saya dapat kelompok ganjil dan bergabung ke dalam kelompok 1.  Jumlah murid SMP Santa Ursula BSD yang datang ke Bina Bhakti sekitar 30 orang, sehingga dapat dibagi pas dalam 2 kelompok. Kelompok saya kebagian di ruangan dimana opa dan oma sedang duduk santai di luar ruangan. Kami dipersilahkan untuk berbicara ke opa & oma yang ada. Saya dan Helena berbicara bersama oma yang bernama Oma Leni. Oma Leni merupakan orang Belanda karena kedua orang tuanya berasal dari Belanda. Umur Oma Leni sekitar 90 tahun dan Oma Leni pernah menyaksikan Proklamasi Kemerdekaan di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. Kami menanyakan banyak pertanyaan kepada Oma Leni sekitar Penjajahan Belanda dan Jepang di Indonesia. Oma Leni begitu baik hati karena mau menceritakan masa lalunya kepada saya dan Helena. Kemudian jam istirahat bagi para murid, Oma Leni cukup sedih karena oma ingin saya tetap duduk dan berbicara bersama, tetapi saya harus balik karena saya juga sedang lapar dan nanti akan ada acara bersama pengunjung lain. Setelah istirahat, kami diarahkan menuju acara yang diadakan pengunjung lain. Cukup ramai karena opa-omanya juga banyak. Kami disuguhkan dengan penampilan dari pengunjung dan opa-oma yang mau bergabung. Teman-teman kami juga ikut menyuguhkan suatu bakat dalam acara tersebut, Rachel dari 9A & Abigail dari 9B menampilkan lagu Can’t Stop Falling In Love karya Elvis Presley. Para tamu serta oma-opa yang ada terhibur dengan penampilan dari mereka berdua.  Setelah itu kami murid SMP Santa Ursula BSD menyanyikan lagu Mars Serviam di depan banyak orang. Awalnya banyak anak  yang menolak, tetapi karena semua anak harus tampil jadi mereka terpaksa harus maju ke depan. Lagu Mars Serviam dipimpin oleh Rachel dari 9A, dan yang memegang mik-nya adalah Abigail dan saya. Setelah acara selesai kami membantu para karyawan untuk merapihkan kursi-kursi yang pada saat acara digunakan. Kemudian kami pamit kepada opa-oma yang ada di Bina Bhakti dan mengucapkan terima kasih kepada pengurus yang ada disana. Lalu kami ditanya berapa anak yang tidak ikut makan ke Mcdonald, totalnya 6 anak termasuk saya tidak ikut bersama teman-teman lainnya makan bersama di Mcdonald. Bu Lia ikut menemani kami pulang menuju sekolah. Setelah sampai di sekolah sekitar pukul 12.40 WIB kami diperbolehkan untuk pulang.  
Selengkapnya
Wisata Budaya kelas VIII ke Setu Babakan
Posted: 2018-11-03 | By: Patricia Mae Tanumihardja/8D
Pada tanggal 23 dan 24 Oktober 2018, peserta didik SMP Santa Ursula BSD kelas VIII melakukan perjalanan wisata budaya ke Setu Babakan, Jakarta Selatan. Setu Babakan merupakan sebuah area yang diperuntukkan untuk pelestarian warisan budaya betawi. Di sana ada beberapa tempat belajar budaya khas betawi, yaitu belajar menari Sirikuning, berkenalan dengan alat  musik Gambang Kromong, masuk ke museum, membuat miniatur ondel-ondel, membuat kembang goyang, minum bir pletok, dan membuat kerak telor. Setu Babakan memiliki  zona statis yang dibeli pemerintah dan zona dinamis yaitu di bagian perdagangan. Lalu kami disajikan sebuah tarian khas Betawi oleh penari profesional. Mereka menari dengan tangan yang  lentik sehingga memberi kesan seperti merak yang anggun saat menari.  Kami masuk sesuai kelompok yang sudah dibagi di kelas pada pertemuan sebelumnya. Wisata budaya kali ini dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama untuk kelas VIII A dan VIII B dan gelombang kedua untuk VIII C, VIII D, dan VIII E. Hal ini dilakukan agar semua kegiatan bisa berjalan dengan lancar. Setelah sampai di Setu Babakan, kami belajar menari tarian Sirikuning. Kegiatan ini kami lakukan di lantai atas. Lantainya terbuat dari kayu. Kami harus berhati-hati saat naik atau turun tangga agar kepala kami tidak terbentur dinding saat turun.  Setelah itu kami diperkenalkan alat musik khas Betawi yaitu Gambang Kromong. Gambang terbuat dari kayu dan kromong terbuat dari perunggu. Untuk memperindah suara, alat musik Gambang Kromong dipadukan dengan alat musik tradisional lainnya seperti Kong Ahyan yang terbuat dari kayu, Tehyan yang mirip seperti biola yang lebih, dan Gong. Alat musik tehyan mirip seperti biola. Gambang Kromong merupakan pengaruh budaya Tiongkok terlihat dari alat ukiran dari alat musik yang memiliki gaya ukiran Tiongkok. Lalu kami pergi ke museum Betawi. Di sana kami melihat baju pengantin khas betawi yang banyak macamnya. Saya juga melihat ondel ondel, batik betawi, alat musik Betawi, bahkan beberapa miniatur becak, dan  masih banyak lagi. Setelah itu, kakak pemandu mengajak kami untuk meminum minuman khas betawi yaitu bir pletok.  Kami melihat dua rumah adat Indonesia antara lain rumah adat Joglo dan rumah adat Kebaya. Di rumah Joglo, kami ,membuat miniatur ondel ondel. Pertama kami diberi sebuah kok, dan beberapa potongan flanel untuk membuat pakaiannya. Lalu kami juga diberi spidol untuk menggambar wajah ondel ondel. Setelah itu, kami membuat kudapan khas Betawi yaitu Kembang Goyang. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat kembang goyang adalah terigu beras, telur, mentega, santan, garam, gula, air putih, dan juga minyak.  Cetakan Kembang Goyang terbuat dari semacam besi berbentuk seperti bunga dan gagangnya terbuat dari bambu. Rasanya sangat lezat.  Namanya “Selendang Mayang”. Minuman ini terbuat dari sagu aren, tepung beras, garam, gula merah, gula putih, santan, juga pewarna makanan (hijau dan merah). Mayang artinya cantik. Rasa santan pada selendang mayang menambah nafsu makan karena itu, selendang mayang sangat sesuai dengan para penyuka santan atau  untuk menyegarkan tubuh di hari yang terik dan panas.  Setelah itu, kami belajar membuat kerak telor, masing-masing dari kami diberi satu kompor untuk membuat kerak telor. Satu-persatu dari kami belajar membuat dengan arahan petugas, juga belajar membumbuinya. Sebelum kegiatan bebas, kami pergi ke tempat dimana batik-batik dibuat dan bagaimana cara membuatnya. Kami belajar bagaimana cara membuat, bagaimana cara melukis, dan ala tapa saja yang digunakan.  Kegiatan terakhir kami sebelum pulang adalah kegiatan bebas. Artinya kami dipersilakan untuk pergi di sekitar tempat ini, setelah makan siang. Banyak dari kami berkeliling sambil berfoto-foto. Pukul menunjukkan waktu sudah pukul 15.00 WIB. Kami berkumpul dan membuat baris berdasarkan kelompok masing masing, lalu mengucapkan terima kasih dan tidak lupa untuk berdoa.  
Selengkapnya
PENGUMPULAN DANA UNTUK KORBAN BENCANA DI PALU, SIGI, DAN DONGGALA
Posted: 2018-10-25 | By: Maio - 8E/18
Belum lama ini Sulawesi bagian tengah diguncang gempa dan dilanda tsunami. Gempa dengan kekuatan 7,7 Skala Richter memakan banyak korban jiwa dan diperparah dengan adanya tsunami yang mampu memporak-porandakan kota Palu, Sigi, dan Donggala. Masyarakat yang menjadi korban semakin menderita karena terkena berbagai macam penyakit dari flu, mual, diare dan masih banyak lagi. Akibat dari gempa dan tsunami tidak hanya kerusakan bangunan, tetapi banyak korban jiwa yang meninggal. Jumlah korban yang meninggal lebih dari 2.045 jiwa, 10.679 orang luka-luka, ribuan orang masih mengungsi di berbagai wilayah, dan masih banyak masyarakat yang hilang karena belum dievakuasi.  Kampus Santa Ursula BSD pun tidak tinggal diam. Kami melakukan tindakan agar dapat membantu para korban di Palu, Sigi, dan Donggala. Ada beberapa hal yang dilakukan Santa Ursula BSD, salah satunya adalah mengumpulkan dana pada tanggal 2-3 Oktober 2018. Pengumpulan dana dilakukan pada pagi hari sebelum bel masuk menuju kelas. Di depan pintu gerbang SMP Santa Ursula BSD akan ada anggota seksi sosial dari OSIS memegang sebuah kotak. Kotak tersebut digunakan untuk mengumpulkan  amplop yang berisi uang dari para peserta didik SMP Santa Ursula BSD.  Menurut Karol, selaku anggota dari seksi sosial OSIS SMP Santa Ursula BSD mengatakan bahwa, “Jumlah dana yang terkumpul akan dijadikan satu dengan unit TB-TK, SD, SMP, SMA serta Yayasan dan kemudian akan diserahkan ke Keuskupan Manado.” Karol merasa senang bisa membantu teman-teman yang ada di Sulawesi Tengah meskipun bantuan yang diberikan belum seberapa, tetapi Karol merasa bangga karena peserta didik SMP Santa Ursula BSD peduli terhadap peristiwa tersebut. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh siswa, guru, dan seluruh orangtua yang turut berpartisipasi dalam menyumbang dana. Semoga bantuan dari sekolah Santa Ursula BSD dapat membantu meringankan penderitaan saudara kita di Palu, Sigi, dan Donggala  
Selengkapnya
Hari Pangan Sedunia 2018- Dalam Kebhinekaan, Pangan Mempersatukan
Posted: 2018-10-20 | By: admin
Hari Pangan Sedunia diperingati pada Selasa, 16 Oktober 2018. Tema peringatan Hari Pangan Sedunia- KAJ 2018 adalah Keluarga sebagai Komunitas Berbagi Pangan. Komunitas Santa Ursula BSD memperingati Hari Pangan Sedunia dengan tema “Dalam Kebhinekaan, Pangan mempersatukan”. Berbagai Kegiatan dilakukan dalam memperingati HPS diantaranya adalah siswa TB – TK menonton film pendek tentang pangan, setelah itu mereka makan bersama berupa kue tradisional (klepon, mutiara dan kue pisang) dan minuman tradisional (cendol, es kelapa dan cincau). Kue dan minuman tradisional disiapkan oleh guru serta beberapa orang tua siswa yang membantu.  Siswa SD memperingatinya dengan membawa berbagai macam kue tradisional. Siswa di setiap kelas dibagi dalam kelompok dan kelompok tersebut menentukan kue tradisional yang akan dibawa dan dimakan bersama-sama dengan kelompok dan guru. Siswa SMP  memperingatinya dengan membawa berbagai macam kue/makanan tradisional dan dimakan bersama-sama dengan teman sekelas dan guru.  Siswa SMA memperingatinya dengan makan bersama berupa nasi, lauk pauk tradisional (Pecel, sate, gado-gado, dll), kue tradisional dan buah-buahan. Makanan yang mereka bawa harus cukup untuk kelompoknya dan tidak boleh ada makanan yang terbuang/tersisa. Siswa harus menghabiskan makanan yang mereka bawa. Tujuan dari peringatan Hari Pangan Nasional adalah siswa dapat saling berbagi, menghargai makanan dan mengenal berbagai macam makanan tradisional Indonesia. Selain itu pada hari tersebut siswa SMP dan SMA tidak diperkenankan membawa gadget dengan tujuan agar lebih mempererat interaksi tatap muka (face to face) bersama teman dan guru.  
Selengkapnya
Lomba Pramuka di SMPK Penabur Gading Serpong
Posted: 2018-10-10 | By: Bonaventura Bagas - IXC/7
Pramuka Penggalang pangkalan SMP Santa Ursula BSD, Gugus depan TS 02-085 - 02-086 “Serviam-BSD” mengikuti lomba yang diadakan di SMPK Penabur, Gading Serpong. Lomba dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 Oktober 2018 . Jenis lomba yang diadakan adalah Senam Semaphore dan Variasi Pasukan Baris- Berbaris (PBB). Lomba ini diikuti oleh dua Regu yakni Regu Putri yang bernama Regu Coreopis dan Regu Putra yang bernama Regu Impeesa. Kedua regu ini dibentuk melalui seleksi anggota pramuka. Tujuan mengikuti lomba adalah meningkatkan ketangkasan dan keterampilan di bidang Pramuka serta mendapatkan pengalaman baru. Persiapan dalam mengikuti lomba Pramuka tidaklah mudah. Kami mengadakan latihan intensif setiap hari sepulang sekolah mulai dari hari Kamis, 19 September 2018 hingga H-1 lomba. Awalnya kami melakukan pembentukan regu, latihan gerakan variasi, dan pembentukan tanda regu sampai hari pelaksanaan lomba pun tiba. Pukul 08.00 kami berkumpul di hall SMP-SMA Santa Ursula BSD untuk berangkat ke SMPK Penabur, Gading Serpong. Pukul 09.00 kami tiba di SMPK Penabur, Gading Serpong, kami bersiap-siap untuk lomba Variasi PBB. Sebelumnya, kami mengambil undian nomor urut. Kami mendapat nomor urut 12 (putri) dan 13 (putra).  Saat menunggu giliran tampil, kami menyaksikan peserta dari sekolah lain yang berlomba PBB. Kami kagum dengan ketegasan dan kelincahan mereka dalam berbaris. Namun, kami tidak putus asa, kami yakin bisa mengikuti lomba dengan usaha yang maksimal. Setelah sekian lama menunggu, giliran pasukan kami untuk tampil. Sebelum tampil di depan dewan juri, kami berdoa terlebih dahulu agar diberi berkat dalam melaksanakan lomba. Tepat pukul 12.00 siang kami telah selesai melaksanakan lomba PBB dan diberi waktu istirahat selama satu jam. Kami pun membeli makan dan minuman untuk menunggu waktu lomba yang kedua, yaitu Senam Semaphore. Kami menggunakan waktu yang ada untuk berlatih kembali gerakan yang telah dirancang. Tepat pukul 15.00 sore, usai melaksanakan kedua lomba, kami menunggu waktu pengumuman  di hall utama. Saat pengumuman pemenang dibacakan, kami merasa sedikit kecewa karena kami tidak memenangkan lomba. Akhirnya, kami pun menerima hasilnya dengan lapang dada dan berjabat tangan dengan para peserta pemenang lomba dari sekolah lain. Sportivitas, kerja sama, fokus, dan pantang menyerah hal itulah yang kami pelajari mulai dari awal persiapan hingga lomba berlangsung. Kami percaya bahwa perjuangan kami selama latihan akan membuat diri kami semakin berguna di kemudian hari. Bagi kami, kemenangan bukanlah keistimewaan semata, tetapi usaha yang kami lakukan itulah yang terpenting. Salam Pramuka!  
Selengkapnya
Isi Minuman Jujur dan Hemat (IMAN UMAT)
Posted: 2018-09-24 | By: Iona VIII A / 21
IMAN UMAT atau singkatan dari Isi Minuman Jujur dan Hemat merupakan sebuah program yang dibuat oleh OSIS SMP Santa Ursula BSD. Program ini cukup menguntungkan bagi para peserta didik SMP Santa Ursula BSD. Peserta didik dapat mengisi air minum sesuai yang diinginkan dan membayarnya dengan sukarela. Iman Umat ini terletak di depan ruang OSIS, di sebelah perpustakaan. Peserta didik dapat mengisi air minum pada saat istirahat pertama, istirahat kedua, setelah pelajaran olah raga, maupun saat pulang sekolah. Program yang dimulai pada tanggal 6 Agustus 2018 yang lalu, merupakan usulan dari angkatan OSIS tahun 2016-2017 dan tahun ini angkatan OSIS tahun 2017-2018 yang  mewujudkan usulan tersebut. Program ini diusulkan oleh OSIS bidang seksi Pembantu Umum atau disebut PU yang juga bekerja sama dengan seksi Olah Raga. Tentu saja program ini mendapat keuntungan besar bagi OSIS SMP Santa Ursula BSD karena banyak anak yang tak ingin repot- repot ke kantin hanya untuk mengisi air minum dan membayar sesuai ketentuan. Setelah berjalan beberapa waktu, ternyata program ini ada juga hambatannya seperti galon yang sewaktu-waktu dapat bocor. Kemudian para anggota OSIS pun harus membeli, membawa, dan mengganti galon tersebut secara mandiri sehingga cukup merepotkan. Alasan OSIS SMP Santa Ursula BSD membuat program IMAN UMAT  adalah mereka ingin menerapkan win-win solution. Para peserta didik dapat mengisi air minum sesuai yang diinginkan dan membayar uang sukarela. Lalu uang sukarela tersebut akan dijadikan  sebagai uang kas OSIS untuk kegiatan kegiatan  OSIS lainnya.  
Selengkapnya
Tali Kasih untuk Saudaraku di Lombok
Posted: 2018-09-24 | By: Maydha VIIIC/23
Kulihat ibu pertiwisedang bersusah hati...Air matanya berlinang #setetescintauntukibupertiwi Gempa bumi yang melanda Lombok telah memporak-porandakan kota wisata tersebut. Saat ini, tercatat ada puluhan ribu rumah yang rusak, sehingga berhari-hari tinggal di pengungsian. Pengungsi tentu sangat memerlukan pakaian, karena sebagian besar pakaian mereka ditinggal di rumah. Sebagai bentuk kepedulian kepada saudara yang ada di Lombok. Siswa SMP Santa Ursula BSD bekerja sama mengumpulkan pakaian layak pakai disumbangkan sebagai bentuk kepadulian kepada saudara yang ada di Lombok. Pengumpulan pakaian ini dilaksanakan pada Senin dan Selasa, 27 - 28 Agustus 2018. Dalam dua hari pengumpulan, lebih dari 25 karung pakaian. Namun, pakaian ini tidak langsung begitu saja disumbangkan. Pakaian yang terkumpul kemudian dipilah oleh pengurus OSIS untuk memastikan bahwa pakaian itu benar-benar layak pakai, seperti pakaian dalam bekas yng tidak dapat ikut disumbangkan. Pakaian layak pakai adalah pakaian yang belum berlubang atau robek dan belum terlalu usang. Pakaian layak pakai selanjutnya dilipat rapi lalu dikategorikan menjadi pakai anak-anak, dewasa, baju, dan celana. Hal ini dilakukan agar memudahkan pengungsi mencari pakaian yang mereka butuhkan. Selanjutnya, pakaian-pakaian ini akan dikirim ke Lombok melalui kantor pos. “Stay safe, stay strong Lombok,” ujar Andrea Felicia (kelas IXB) salah satu siswa yang berperan aktif dalam menyortir pakaian layak pakai. Tidak hanya pakaian layak pakai yang kami kirimkan ke Lombok, tetapi kampus Santa Ursula (TB-TK, SD, SMP, SMA) menggalang dana sebagai wujud kongkret kasih buat saudara di Lombok. Kegiatan ini diharapkan untuk semakin peduli terhadap sesama yang membutuhkan.
Selengkapnya
Nonton Bareng Film
Posted: 2018-04-20 | By: Fany, VIIIA/31
Sekolah Santa Ursula BSD tak hanya tempat untuk belajar ilmu eksak semata, namun juga untuk menjalin kebersamaan antar siswa. Untuk menjalin kebersamaan tersebut, kali ini sekolah mengadakan acara nonton bareng film Terbang: Menembus Langit yang diselenggarakan di Theater XXI ÆON Mall BSD City pada Jumat, 20 April 2018 lalu. Nampaknya siswa-siswi dengan antusias mengikuti acara ini. Acara nonton bareng ini diikuti oleh para guru, siswa kelas 8, siswa kelas 9, siswa kelas 10, dan siswa kelas 11 Sekolah Santa Ursula BSD. Film dimulai kira-kira pukul 11.45. Sebelum menonton, kami diajak untuk berfoto bersama salah seorang kru film yang ternyata merupakan salah satu alumni Sekolah St. Ursula BSD. Film ini berdurasi kira-kira 120 menit. Mengisahkan tentang pemuda keturunan Tionghoa. Pemuda tersebut harus berjuang keras agar bisa meraih kesuksesan. Dalam meraih kesuksesannya tersebut ia harus melewati segala rintangan. Hingga akhirnya pemuda tersebut harus pergi dari Kalimantan merantau ke Surabaya hingga ke Jakarta. Banyak sekali amanat dan nilai yang terkandung dalam alur cerita film ini. Mulai dari kekeluargaan, daya juang, ketaatan, dan masih banyak lagi. Tak seperti film layar lebar lainnya, film ini sangat relevan dengan realita yang terjadi dimasa kini dimana banyak sekali anak muda yang mau memulai usahanya sendiri namun takut gagal maka film ini cocok untuk menginspirasi muda-mudi masa kini. Selesai menonton, keramaian terjadi di lobby XXI karena ternyata aktor dari film ini, yaitu Dion Wiyoko datang langsung untuk menyapa kami. Suasana tenang berubah menjadi sedikit ricuh karena banyaknya siswi yang mengidolakan Dion Wiyoko sebagai sosok yang tampan dan patut diteladani. Tentu-nya acara ini membuat kami (siswa-siswi Sekolah St. Ursula BSD) sangat senang serta dapat menjalin kebersaman antar siswa secara lebih dekat dan mengambil banyak sekali pelajaran dari film ini sehingga nantinya pelajaran ini menjadi sebagian kecil dari bekal kami dimasa mendatang. Terimakasih kami ucapkan kepada Sr. Francesco Marianti, OSU karena telah bersedia mengadakan acara nonton bareng ini.
Selengkapnya
Peduli Sampah di Santa Ursula BSD
Posted: 2018-01-16 | By: (Candy Bakry IX C)
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata “sampah”? Jijik, jorok, bau yang tak sedap, atau reaksi ingin muntah ketika kamu berusaha untuk membayangkannya? Hal seperti itulah yang sebagian besar peserta didik SMP dan SMA Santa Ursula BSD tunjukkan, ketika mereka dikumpulkan di aula sekolah untuk mendengarkan penjelasan dari perwakilan OSIS SMP-SMA mengenai kegiatan “Sampah, untuk Memperingati Hari Santa Ursula”. Kegiatan tersebut dilakukan pada hari Jumat tanggal 20 Oktober 2017. Sesuai dengan nama kegiatannya, acara ini memang dilakukan untuk memperingati hari pesta nama Santa Ursula, yang menjadi Santa pelindung sekolah. Acara ini dikemas dalam bentuk perlombaan. Lomba yang diadakan terkesan unik, karena seluruh anggota kelas diminta untuk membawa sampah organik dari rumah. Sampah yang sudah terkumpul, kemudian ditimbang dan dibagi sesuai dengan jumlah anggota kelas. Pemenang perlombaan ini adalah kelas yang memiliki rata-rata bobot sampah terberat. Peserta harus cermat mengumpulkan sampah, karena jika panitia menemukan sampah plastik, tissue, kaleng, ataupun kertas, maka kelas tersebut akan didiskualifikasi. Tidak hanya itu saja, jika dalam pelaksanaannya terdapat anggota kelas yang tidak membawa sampah, maka kelas tersebut pun akan didiskualifikasi. Yohanes Mikha Boediarto (kelas XII IPS) selaku ketua panitia menjelaskan, bahwa kegiatan ini bertujuan agar peserta didik lebih peka terhadap kebersihan lingkungan. Selain itu, acara ini diharapkan dapat mendorong peserta didik untuk membuang sampah dengan bijak, meminimalisir produksi sampah harian (rumah tangga), dan lebih mensyukuri barang maupun makanan yang mereka miliki. Saat pagi hari, peserta didik datang ke sekolah dengan membawa kantong plastik yang berisi sampah organik. Ekspresi mereka beraneka ragam, ada yang terlihat jijik tetapi ada juga yang tersenyum lebar karena merasa dirinyalah yang paling banyak membawa sampah. Saat memasuki kelas, peserta didik disambut gembira oleh teman-temannya yang bahagia menyambut kedatangan sampah di kelas mereka. Tentu bau kelas menjadi tidak sedap, tapi mereka tetap harus bertahan sampai kelas mereka mendapat kesempatan untuk menimbang sampahnya. Acara dimulai dengan ibadat yang dipimpin oleh petugas OSIS. Dalam renungan ibadat tersebut, peserta didik diajak untuk menyadari akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Selanjutnya dilakukan penimbangan sampah dari masing-masing kelas. Kegiatan ini dilakukan di lapangan SMP-SMA, yang terbagi ke dalam empat titik lokasi penimbangan. Setiap kelas bergiliran untuk menimbang sampah yang mereka kumpulkan. Setelah pemilahan dan penimbangan yang dilakukan oleh panitia selesai, peserta didik dikumpulkan di hall SMP-SMA untuk mendengarkan pengumuman pemenang. Pemenang lomba dari SMP diberikan kepada kelas IX C dengan sampah seberat 49 kg dan pemenang dari SMA diberikan kepada kelas XII IPS 3 dengan sampah yang terkumpul seberat 174 kg. Perwakilan dari masing-masing kelas diminta maju untuk mengambil hadiah. Hadiah yang didapat adalah uang tunai sebesar 250 ribu rupiah. Semoga dari kegiatan ini peserta didik menyadari pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup.  
Selengkapnya
Open House SMP Santa Ursula BSD 2016
Posted: 2016-09-08 | By: (Maria Irene Rahmandalina)
Musik sebagai sarana pengembangan diri dan membangun kemandirian.  Lewat musik peserta didik dapat belajar sekaligus menemukan nilai-nilai, seperti kepekaan, kerjasama, dan kedisiplinan.  Tema inilah yang  diusung dalam Open House sekolah Santa Ursula BSD. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 6 Agustus 2016 yang  dihadiri oleh orangtua peserta didik  TB/TK, SD kelas I, SMP kelas VII, dan SMA kelas X.  Open House menjadi kesempatan bagi orangtua untuk mengenal dan melihat lebih dalam Sekolah Santa Ursula BSD mewujudkan visinya melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler dengan fasilitas yang memadai dan  ditujukan untuk menunjang dan mengoptimalkan proses pendidikan. Dalam sambutannya, Sr Francesco Marianti, O.S.U. sebagai koodinator sekolah Santa Ursula BSD, menekankan dua hal, pertama pentingnya pendidikan musik bagi peserta didik, terutama di zaman ini. Peserta didik ditantang untuk menggunakan media secara cerdas. Tenaga pendidik dan orangtua dapat membantu peserta didik untuk lebih bijaksana dalam menggunakan gawai.  Kedua, komunikasi  antara peserta didik dengan guru dan peserta didik dengan orangtua sebaiknya komunikasi efektif, yang dilakukan secara dialogis.  Komunikasi antara orangtua dan sekolah merupakan suatu bentuk relasi yang perlu dilakukan secara baik  karena berisi informasi dan situasi kepada orang tua tentang putra-putrinya dalam mengembangkan keutuhan pribadi peserta didik.  Sekolah Santa Ursula BSD menginginkan sekolah tetap bertumbuh, mampu mengikuti kemajuan zaman sehingga peserta didik yang telah menamatkan sekolah menjadi pribadi yang mencapai proses keutuhan dan kecerdasannya. Mereka mampu memimpin diri sendiri dan dapat melayani dalam lingkungan dan masyarakat. Diakhir sambutannya,  Sr Francesco mengajak hadirin untuk menyaksikan tayangkan video yang berisi berbagai kegiatan ekstrakurikuler,  yang dilaksanakan di berbagai unit dari TB/TK sampai SMA.  Kemudian orangtua didampingi para guru menuju unit sekolah masing-masing, dimana putra-putrinya belajar.  Di unit SMP/SMA ditampilkan ekstrakurikuler kreatif yang dapat digunakan di masa depan, seperti pergamano, polimer clay, craft jewelry, pengomposan, robotic, kecantikan, dan kungfu shaolin.
Selengkapnya
Peserta Lomba Desain Batik Maju ke Tingkat Provinsi
Posted: 2016-05-19 | By: Angelina Sabaryati
Dalam upaya meningkatkan mutu sumberdaya manusia Indonesia agar mampu bersaing dalam era globalisasi yang berkarakter dan patriotik, pemerintah memandang perlu untuk menciptakan dan meningkatkan layanan pendidikan kepada seluruh warga negara, termasuk pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Selain itu, berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan juga terus diselenggarakan baik dalam bentuk kegiatan pembelajaran maupun dalam bentuk kegiatan kesiswaan. Salah satu kegiatan peningkatan mutu yang diselenggarakan tingkat SMP dan yang sederajat adalah Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Kegiatan semacam ini merupakan salah satu wahana yang efektif untuk mengekspresikan kompetensi estetika, sekaligus menumbuhkan karakter, budi pekerti dan nilai-nilai kasih sayang, serta melestarikan kebuayaan bangsa di bidang seni. Diharapkan budaya bangsa di bidang seni ini bisa dipentaskan ke jenjang internasional.Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tahun 2016 meliputi: Lomba Vokal Group, Festival Kreatifitas Seni Tari, Festival Musik Tradisional, Seni Baca Al-Qur’an, Lomba Cipta Cerpen, Lomba Story Telling, Lomba Gitar Solo, Lomba Menyanyi Solo, Debat Bahasa Indonesia, Lomba Seni Karya, Lomba Desain Poster, Lomba Baca Puisi, Lomba Seni Lukis, Lomba Desain Motif Batik, Lomba Cipta Lagu, dan Lomba Cipta Puisi.Dalam FLS2N tahun ini, SMP Santa Ursula BSD mengirimkan peserta untuk lomba Gitar Solo, Desain Batik, dan Cipta Lagu. Salah satu peserta untuk lomba Desain Batik yaitu Callista Stephine Yu dari 8C memenangkan juara pertama untuk tingkat kota Tangerang Selatan. Dengan demikian, Callista akan maju ke tingkat provinsi mewakili Tangerang Selatan. Selamat untuk Callista!
Selengkapnya
SMP Santa Ursula BSD Meraih Juara II Lomba Daur Ulang Tingkat Kota
Posted: 2016-05-19 | By: Tim BUKIT SMP
Barang bekas bisa disulap menjadi barang yang berguna, bernilai seni, dan bernilai ekonomis. Seni kriya akhir-akhir ini banyak menggunakan barang-barang bekas dengan cara mendaur ulang. Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemprosesan, pendistribusian, dan pembuatan produk/material bekas pakai, serta komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga dalam proses hierarki sampah 4R (Reduce,Reuse, Recycle, and Replace).Mendaur ulang barang bekas mungkin menghasilkan barang lain yang lebih menarik.  Seperti halnya yang dilakukan para siswa SMP Santa Ursula dalam pelajaran Seni Rupa yang berkarya menggunakan barang bekas. Salah satu  peserta didik mengikutkan karyanya dalam Festival Lomba Seni Siswa di tingkat rayon dan masuk ke tingkat kota dengan peringkat juara kedua. Angelica Maureen Elti, atau Lica, mengirimkan karyanya berupa holder selotip yang terbuat dari akrilik bekas kemasan. Akrilik tersebut dibuat menjadi holder selotip yang berbentuk kuda lumping. Karya kreatif bisa dihasilkan dari barang bekas. Karya siapa yang akan menyusul?
Selengkapnya
Pramuka Peduli Kebersihan di Luar Sekolah
Posted: 2016-03-21 | By: Gudep Serviam BSD TS 02-127-128
Permasalahan sampah nasional sudah cukup meresahkan. Saat ini, Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik ke laut terbanyak kedua di dunia. Sebuah penelitian yang diterbitkan di www.sciencemag.org Februari tahun lalu menyebutkan, Indonesia berada di peringkat kedua di dunia penyumbang sampah plastik ke laut  setelah Tiongkok, disusul Filipina, Vietnam, dan Sri Lanka. Permasalahan sampah tak bisa dianggap enteng. Sampah bisa menimbulkan bencana, seperti yang terjadi dalam tragedi longsornya sampah di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005 silam. Tragedi ini memicu dicanangkannya Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati tepat di tanggal insiden itu terjadi.Puncak peringatan HPSN 2016 akan dilaksanakan 21 Februari 2016 pada car free day di Bundaran Hotel Indonesia. Presiden Joko Widodo dijadwalkan turut hadir pada acara tersebut. Pramuka Penggalang SMP Santa Ursula BSD pun tidak mau ketinggalan dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional ini. Anggota gerakan berlambangkan tunas kelapa ini melakukan aksi memungut sampah nonorganik (tisu, kertas, plastik, dan kaleng) di luar pagar sekolah Santa Ursula BSD. Kegiatan ini dilakukan pada hari Rabu, 24 Februari 2015, bertepatan dengan jadwal mereka latihan Pramuka dari pukul 13.30 sampai pukul 15.00. Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan. Dalam upacara itu Kakak Pembina FX Jakasusila menjadi pembina upacara. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan pemungutan sampah. Pemungutan sampah dibagi menjadi enam titik lokasi. Setiap titik dibersihkan oleh satu regu atau dua regu, tergantung dari intensitas sampah yang ada. Setelah kegiatan memungut sampah dilaksanakan, para peserta menyantap kudapan tradisional yang dibawa dalam setiap regu. Dalam upacara penutup Kak Jaka mengadakan refleksi secara lisan bagi para anggota Pramuka. Dari refleksi tersebut mereka menyatakan sangat senang mengikuti kegiatan ini karena bisa memberikan dampak bagi lingkungan dan dilakukan secara bersama-sama. Dengan adanya kegiatan ini para peserta didik belajar mengenai nilai kerja sama, cinta lingkungan, kepedulian, dan rela berkorban.
Selengkapnya
Pengomposan di SMP Santa Ursula BSD
Posted: 2016-03-21 | By: Adi/ 8C
Pengomposan adalah proses di mana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Sampah yang digunakan untuk pengomposan  berasal dari tumbuhan dan dedaunan yang jatuh dari pohon. Untuk mempercepat terjadinya pengomposan, sampah diberi ragi/bakteri. Hasil dari pengomposan sampah organik ini disebuk kompos yang dapat dijadikan pupuk untuk menambah kesuburan tanaman.SMP Santa Ursula BSD juga melakukan kegiatan pengomposan. Kegiatan ini merupakan kegiatan dari Badan Pengurus OSIS (khususnya seksi Pembantu Umum) dan didampingi guru-guru IPA juga wali kelas. Kegiatan ini dilakukan di Rumah Pengomposan, sebelah lapangan olahraga SMA. “Membuat kompos itu ternyata tidak sesusah yang saya bayangkan,” kata salah satu teman yang mengikuti kegiatan pengomposan. Untuk dapat menjadikan sampah menjadi kompos, ada beberapa langkah yang harus diikuti, yaitu:-    Menggiling dedaunan dengan mesin penggiling-    Memberikan ragi kepada daun hasil gilingan-    Mengaduk ragi hingga tersebar rata ke seluruh hasil gilingan-    Memasukkan dedaunan yang sudah digiling dan diberi ragi ke tong pengomposan-    Menunggu sekitar seminggu-dua minggu, lalu mengambil dedaunan yang sudah dimasukkan ke tong pengomposan untuk diayak-    Mengayak dedaunan dengan alat pengayak-    Mengemas hasil ayakan ke dalam plastik seberat dua kilogramDemi melakukan itu semua, kegiatan dibagi dalam dua tahap. Yang pertama adalah menggiling dedaunan dan disimpan di dalam tong pengomposan dan yang kedua adalah mengayak hasil pengomposan. Kegiatan pengomposan ini diadakan setiap hari Selasa dan Sabtu sepulang sekolah oleh kelas yang bertugas dengan mengirimkan lima siswa perwakilannya. Tentu saja, hal ini dibantu oleh OSIS dari seksi PU dan guru-guru IPA serta wali kelas SMP Santa Ursula BSD.Tujuan melakukan pengomposan ini adalah untuk mengurangi sampah, khususnya sampah organik,  dan menghasilkan sesuatu yang berguna dari sampah, yaitu pupuk kompos. Pupuk ini sangat berguna untuk membuat tanaman semakin subur dan tidak membahayakan tanah karena terbuat dari bahan organik. Ada banyak sekali manfaat dari pembuatan kompos. Tidak hanya untuk manfaat dalam aspek ekonomi, tapi dalam aspek lingkungan dan untuk tanaman yang diberi kompos itu sendiri. Kini BP OSIS SMP Santa Ursula BSD mulai menjual pupuk kompos hasil dari kegiatan di atas. Bagi yang ingin memesan, dapat menghubungi BP OSIS SMP Santa Ursula BSD.
Selengkapnya
Santa Ursula BSD di Indonesia International Robot Show 2016
Posted: 2016-03-21 | By: Andrew / 7B
SMP dan SMA Santa Ursula BSD mengikutsertakan 26 orang  peserta didik dalam ajang The 2nd Indonesia Internasional Robot Show. Kegiatan ini berlangsung dari hari Sabtu - Minggu, 20-21 Februari 2016, bertempat di Lippo Mall Puri, tepatnya di lantai dasar Atrium Phase II. Kegiatan ini merupakan ajang perlombaan robotika yang dapat dijadikan tolak ukur untuk  melihat prestasi peserta didik dalam hal robotik dari setiap sekolah. Robotika itu sendiri meliputi beberapa hal, yaitu: science, skill, team work, kreativitas, berpikir kritis, matematika, dan teknik. Pada kegiatan ini panitia juga mengajak serta beberapa relasi dari Singapura dan Hongkong.Indonesia Internasional Robot Show tahun ini meliputi beberapa kergiatan yaitu pameran robot, kompetisi robot, games robotik, dan pameran pendidikan. kategori kompetisi dalam kegiatan ini adalah : Lego Speed Building (untuk TK), I Robo Speed Building (SD kelas 1-2), Soccer Robot Jr. (SD kelas 3-6), Soccer Robot Sr. (SMP), Sumo Robot (peserta bebas untuk umum),  Labyrinth Solver (SD/SMP), dan Creative Robot (peserta bebas untuk umum).Dalam ajang tersebut, SMP Santa Ursula mendapatkan kejuaraan untuk kategori Soccer Robot Sr sebagai juara I yang dimenangkan oleh Bobby (7A), Stiven (7B), dan Dylan (7E). Masih dalam Soccer Robot Sr., SMP Santa Ursula juga memenangkan juara II dengan tim Michael (7A), Nico (7B), dan Anto (7B). Kategori Labyrinth Solver SMP Santa Ursula memenangkan juara ke III dengan peserta Keke dan Andrew  dari kelas 7B. Sementara untuk kategori Sumo Robot sebagai juara III dengan peserta Christo (9D). Dengan begitu sekolah SMP Santa Ursula mendapat juara di setiap kategori perlombaan yang diikuti. Sungguh merupakan hasil yang sangat membanggakan bagi sekolah Santa Ursula BSD. Dari lomba ini para peserta didik mendapatkan suatu pengalaman berharga bahwa kesuksesan diraih bukan karena keberuntungan tapi diraih dengan kerja keras.
Selengkapnya