Keseruan Mysterium Aegyptus
Posted: 2023-09-20 | By: Alena Michelle Himawan VIIIC/4
Pada hari Selasa, 6 Juni 2023, siswa  kelas VII dan VIII SMP Santa Ursula BSD mengikuti permainan “Mysterium Aegyptus” yang diadakan oleh Presidium Siswa 2023. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 07.00 hingga 08.15.Tentunya, kegiatan ini membutuhkan persiapan yang cukup panjang. Oleh karena itu,  satu bulan sebelum pelaksanaan kegiatan dipilihlah 4 perwakilan dari Presidium, untuk menjadi penanggung jawab kegiatan, yaitu Elaine/VIIE, Queenas/VIID, Joshua/VIID, dan Michelle/VIIIC. Dari situlah persiapan untuk kegiatan "Mysterium Aegyptus"  akhir tahun dimulai. Minggu pertama dapat dikatakan cukup  sibuk, jika dilihat dari seluruh rangkaian persiapan acara. Saat itu keempat penanggung jawab harus memikirkan permainan yang dapat dimainkan oleh 367 siswa  dengan waktu yang cukup singkat. Lalu, lahirlah ide permainan yang berkaitan dengan time travel dan Mesir. Tidak sampai di situ saja, para penanggung jawab dihadapi dengan berbagai tantangan lainnya selama mempersiapkan acara ini. Menurut saya, keadaan yang paling berkesan adalah di pagi hari, sebelum kegiatan dimulai. Satu kata untuk pagi itu, chaotic namun sangat seru.Ketika bel sekolah berdering di pagi hari, menandakan waktunya untuk memulai kegiatan. Setiap kelas beserta wali kelasnya, dan 2 anggota presidium yang sudah ditentukan, tak lupa berdoa dan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” untuk memulai hari. Pada saat itu seluruh murid tidak mengetahui bahwa akan ada permainan ini, karena kegiatan ini merupakan kegiatan kejutan untuk murid. Lalu, 2 anggota presidium setiap kelasnya memperlihatkan slide presentasi yang akan digunakan untuk kegiatan. Pada pukul 07.05 hingga 07.15 anggota Presidium yang bertugas memperkenalkan diri kepada siswa  di kelas, serta menjelaskan peraturan dan cara memainkan permainan. Pada saat itu, siswa  terlihat antusias untuk mengikuti permainan.Akhirnya permainan pun dimulai. Pertama, anggota Presidium memberikan kata kunci pertama mereka yaitu sebuah tulisan mengenai Mesir Kuno.  Siswa perlu berdiskusi untuk memecahkan kata kunci tersebut. Ada beberapa kelas yang menyelesaikan jauh lebih cepat dari perkiraan, dan ada juga kelas yang menyelesaikan lebih lambat. Pada tulisan tersebut, terdapat kata-kata yang dengan sengaja disalahkan penulisannya. Misalnya “anugerah” menjadi “anugdrah”. Nah, cara memecahkan clue tersebut adalah para siswa  harus teliti dalam membaca tulisan tersebut, huruf yang sebenarnya merupakan jawaban. Hasil dari kata kunci pertama adalah “egypt poster” yang merupakan kata kunci kedua.Kata kunci yang kedua penuh dengan trik! Para siswa harus melepas salah satu poster yang ada di kelas. Dibalik poster tersebut terdapat petunjuk kode morse. Lalu, mereka harus mencari kode morse yang harus dipecahkan yang terdapat di poster kedua. Namun karena kode morse di poster kedua sedikit buram, harus teliti banget yaa. Jawaban dari kata kunci kedua adalah “treasure hunt”. Sungguh menakjubkan banyak kelas yang memecahkan kata kunci jauh lebih cepat dari yang diharapkan loh. Keren-keren banget ya! Setelah itu ada kata kunci ketiga. Sedikit berbeda dari kata kunci sebelumnya, pada clue ketiga ini dibagi lagi menjadi 2 kata kunci yang berbeda.Awalnya kelas dibagi menjadi 2 tim. Tim pertama berjumlah 3 orang dan tim kedua adalah sisanya. Tim pertama yang terdiri dari 3 orang akan keluar kelas dan melakukan permainan treasure hunt, seru banget kan! Mereka harus mencari sebuah amplop yang berisikan aksara Mesir Kuno yang bernama hieroglif. Mereka harus menerjemahkan aksara tersebut. Jawaban akhirnya adalah “of Egypt”. Tim kedua tidak kalah seru. Mereka bermain hangman di dalam kelas. Jawaban akhir dari hangman tersebut adalah “The Mystery”. Seluruh siswa/i harus menggabungkan kedua jawaban tersebut menjadi “The Mystery of Egypt” yaitu jawaban akhir dari permainan ini. Fun fact: “Mysterium Aegyptus” berarti “The Mystery of Egypt” atau “Misteri Mesir” dalam bahasa Latin!Setelah permainan selesai ada beberapa kelas yang menghabiskan waktu dengan bermain games lain ataupun karaoke. Setelah itu, pada pukul 8.15 kami berjalan ke Sport Hall dengan bantuan Tim FITAL untuk kegiatan Melphoria.Permainan ini bukan sekedar untuk mengisi waktu luang, tetapi juga dapat mengasah ketelitian, daya juang, kerja sama, dan mempererat hubungan para siswa. Selama permainan ini, para siswa dibebaskan untuk menyampaikan ide maupun pendapat mereka sehingga diharapkan dapat juga mengasah keberanian mereka dan tidak malu untuk menyampaikan gagasan. Kegiatan hari itu sangat seru dan bermanfaat.
Selengkapnya
Meriahnya Melphoria
Posted: 2023-09-20 | By: Theresa Rara Dewani Parahita VIIIE/35
Pada hari Selasa, 6 Juni 2023 siswa kelas VII dan VIII SMP Santa Ursula BSD mengikuti sebuah acara yang diselenggarakan oleh presidium siswa Santa Ursula BSD, yaitu Melphoria. Semua siswa dikumpulkan di Sport Hall Santa Ursula BSD dan acara ini berlangsung dari pukul 08.35 sampai pukul 11.00.Pertama-tama kami semua diperkenalkan oleh MC Melphoria yang sa ngat keren yaitu Andra VIIIB, Edith VIIIC, dan juga Jennifer VIIE. Setelah mendengarkan kata pengantar dari Bu Irene, acara inti pun langsung dimulai. Penampilan pertama yaitu Chika/VIII-C dan Carlo/VIII-D yang membawakan lagu Golden Hour - JVKE. Chika tampil sangat anggun saat membawakannya sehingga kami pun ikut bernyanyi bersama. Lalu penampilan kedua adalah Shita/VIII-E dan Abraham/VII-B dengan lagu C.H.R.I.S.Y.E - Diskoria. Duo penynayi ini sukses membuat kami berteriak histeris. Nuel, Vina, dan Gavin dari VIII-A ini juga tidak kalah mengesankan dengan penampilan mereka. Vina menyanyikan lagu Bicara-The Overtunes dengan iringan gitar akustik Nuel dan Gavin.Acara ini diselingi dengan drama menarik yang dibawakan oleh Richelle/VII-B, Abel//VII-C, Thasia/VII-C, Anicka/VII-E, Fayola/VIII-A, Risa/VIII-B, Rafael/VIII-B, dan Nayra/VIII-D. Drama yang mereka persembahkan bertemakan penjelajahan waktu antara masa Mesir kuno dan di masa depan. Drama ini sangatlah menarik karena tema yang diambil juga cukup jarang untuk dipilih. Selain itu, tingkah laku tokoh-tokohnya juga sukses membuat kami tertawa riang.Penampilan selanjutnya adalah Igo/VII-C, Thyera/VIII-D, dan Angelo/VII-D yang membawakan lagu R U Mine - Arctic Monkeys. Mereka tampil dengan busana hitam, berbeda dari yang lain, yang membuat kesannya lebih “macho”. Trio VIII-E juga tentunya tidak ingin kalah. Joanne, Ezrily, dan Nathan membawakan lagu Perfect - One direction. Selanjutnya penampilan dari duo VII-B yaitu Jeane dan Kevin yang membawakan lagu Kamu - Coboy Junior. Walaupun musiknya sempat terhenti di tengah-tengah mereka bernyanyi, tetapi acara ini tidak akan berhenti begitu saja. Penonton langsung sigap membantu dengan bertepuk tangan yang dapat membantu menjadi instrumen sederhana, sungguh mengesankan! Setelah beristirahat, penampilan dilanjutkan oleh Ara/VII-B, Devania/VII-E, Kinzie/VII-E, Inez/VIII-E, Laura/VII-B, dan Rachel/VIII-B. Mereka menampilkan dance battle yang sangat epic! Diiringi dengan lagu-lagu yang upbeat, membuat dance battle terasa seru dan menarik. Gerakan mereka pun juga sukses membuat kami tercengang. Dance battle kali ini dimenangkan oleh Rachel dan Deva. Setelahnya ada penampilan dari Elaine/VII-A dan Dio/VII-E yang membawakan lagu All Of Me - John Legend. Dengan keadaan lampu dipadamkan, membuat suasananya romantis. Kami semua pun juga ikut bernyanyi bersama.Acara diselingi dengan ice breaking. Kami diberikan pertanyaan seputar musik dan kami semua bisa menjawabnya. Setelah itu, kami semua dikejutkan dengan penampilan Bapak dan Ibu guru yang mengagetkan. Tampil dengan kostum yang nyentrik puas membuat kami semua tertawa. Mereka menampilkan dance yang sangat amat menarik, apalagi saat bagian Gangnam Style membuat kami semua tertawa tanpa henti dan sangat menikmati sajian dari Bapak dan Ibu guru. Setelah selesai dengan penampilan mengejutkan ini, semua kontestan dari acara Melphoria naik ke panggung dan menyanyikan lagu Best Song Ever - One Direction sebagai lagu penutupan dari acara hari ini. Setelah itu kami semua menutup acara dengan berdoa dan menyanyikan lagu “Serviam”.Dari acara kali ini, kami semua dibebaskan dari lelah dan beban yang berat selama tahun pelajaran kali ini. Kami semua dapat bernyanyi bersama dan menikmati waktu bersama selama masa SMP kali ini. Melphoria The Best Show Ever!
Selengkapnya
Pengalaman Mengikuti Sesi Penyuluhan Narkotika
Posted: 2023-08-25 | By: Natheswara-VIIC
Pada hari Jumat tanggal 4 Agustus 2023 di SMP Santa Ursula BSD diadakan sesi Penyuluhan Narkotika oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).  Pembicara pada sesi penyuluhan tersebut adalah Ibu Gerda dan Kakak Fiona dari BNN. Sesi penyuluhan diadakan sekitar pukul 07.00 WIB di Ruang Serbaguna dan dihadiri oleh seluruh siswa kelas VII.  Ini merupakan pertama kalinya saya mengikuti sesi penyuluhan tentang narkotika.  Saya merasa sangat antusias mengikuti sesi ini karena saya akan mendapatkan informasi mengenai narkotika.Sesi penyuluhan diawali dengan penjelasan tentang jenis-jenis narkotika oleh Ibu Gerda dan Kakak Fiona.  Jenis-jenis narkotika yang dijelaskan ada banyak seperti kokain, morphine, ganja, ekstasi, dan lain sebagainya.  Saya mendapat penjelasan tentang tingkat bahaya setiap jenis narkotika. Meskipun demikian, sebenarnya narkotika boleh dipakai, tetapi hanya dengan izin seorang dokter sebagai pilihan berobat terakhir.  Pada bagian selanjutnya saya dijelaskan tentang akibat narkotika pada tubuh seperti dehidrasi, kecanduan, merusak organ tubuh, kematian overdosis, dan lain sebagainya.  Ibu Gerda dan kakak Fiona kemudian menjelaskan agar para siswa menolak ajakan seseorang yang menawarkan narkotika.Setelah sesi penyuluhan tentang narkotika, saya sebagai anak remaja merasa kalau saya harus lebih berhati-hati dan waspada tentang narkotika.  Semua informasi yang saya dapatkan sangat menarik dan membantu, karena sekarang saya mengerti banyak tentang bahaya narkotika, cara menghindarinya, dan larangan untuk tidak menggunakannya.   Kesimpulan dari sesi ini adalah kita harus senantiasa waspada dan berhati-hati dengan bahaya narkotika.  Penggunaan narkotika harus seizin dokter dan tidak sembarangan digunakan.
Selengkapnya
Lika liku perpisahan saNBes’28
Posted: 2023-08-25 | By: Gideon/9B & Shereen/9C
Perpisahan adalah hal yang dihindari semua orang, namun kami harus mempersiapkan acara tersebut. Itulah tugas kami sebagai panitia. Sepuluh murid perwakilan dari masing-masing kelas harus membentuk sebuah acara dan memikirkan perpisahan lebih awal. Tekanan yang kami rasakan besar, acara ini harus memiliki makna, dan dikenang oleh angkatan 28. Bagaimana caranya? Tak mudah pastinya, 10 orang yang belum pernah bekerja bersama harus menggabungkan pemikirannya untuk mencapai suatu tujuan bersama. Rapat hampir setiap hari, pulang sore, pusing dengan ide ide, revisi rundown, membeli perlengkapan, uji coba dan masih banyak lagi, itulah yang kami lakukan sebagai panitia. Jujur, di awal kami bekerja sangat lambat, bisa dibilang hampir tidak ada kemajuan setiap rapat. Namun waktu terus berjalan, tidak disangka saat itu perpisahan tinggal 3 bulan lagi. Kami sadar bahwa kami harus segera memikirkan konsep detail acara perpisahan. Mulai dari situ, kami mencari ide dari berbagai sumber, melakukan riset, mengajak wali kelas rapat dan lain sebagainya. Lalu, apa konsep perpisahan angkatan ini? Angkatan tahun ini mengambil nama “Eterious” sebagai tema dan semboyan angkatan. Eterious sendiri berarti persahabatan yang eternal (abadi), solidarity (solid), dan marvelous (menakjubkan). Tanpa disadari hari itu telah tiba (26/05/2023). Ya, hari perpisahan untuk angkatan 28. Semua hasil rapat, kegiatan, rundown yang sudah kami rancang akan terlaksana hari itu. Berbagai perasaan kami rasakan, kami takut acara tidak akan berjalan sesuai rencana, waktu yang molor dan berbagai pemikiran lainnya. Kami hanya bisa menjalankan tugas semaksimal mungkin sesuai apa yang sudah kami rencanakan. Tidak disangka, kami mendapatkan banyak respon positif dari teman-teman angkatan 28 beserta bapak ibu guru. Di akhir acara, di mana hal itu akan menjadi acara puncak dari perpisahan, semua teman-teman dan bapak ibu guru merasakan vibes perpisahan. Banyak dari teman-teman angkatan 28 yang menangis terharu, sedih dan perasaan lainnya, karena sebentar lagi mereka berpisah dari teman-temannya yang akan pindah sekolah dan lain-lain. Pepatah mengatakan “usaha tidak akan mengkhianati hasil”, itulah hal nyata yang kami rasakan. Semua usaha, suka duka, tenaga dan waktu yang sudah kami curahkan, terbayar dengan “ETERIOUS”. Itulah hasil nyata dari kerja keras kami. Banyak orang berpikir menjadi panitia adalah hal rumit, tidak menyenangkan, ribet dan lain sebagainya. Tapi, kami tidak menyesal menjadi bagian dari panitia perpisahan, dan kesempatan tersebut tidak bisa diulang lagi. Banyak hal yang kami pelajari dari acara perpisahan ini. Kami sadar, tidak semua yang kami inginkan akan terlaksana dengan sempurna, tetapi dari situlah kami belajar untuk lebih kreatif, fleksibel, membuat perencanaan, bekerja sama dan lainnya. Tentunya, acara ini tidak akan berjalan dengan lancar tanpa adanya dukungan dari Suster Francesco, Ibu Irene selaku kepala sekolah, serta bapak ibu guru yang kami hormati, tenaga penunjang, pihak Rumah Perubahan dan pastinya yang kami kasihi teman-teman angkatan 28. Di balik semua itu, kami mengucapkan terima kasih juga kepada seluruh anggota panitia yang telah berpartisipasi dalam melancarkan acara perpisahan. Itulah lika-liku perpisahan Sanbes 28.
Selengkapnya
Mengintip Meriahnya Pesta Kuliner di “Pasar Modern ala Sanur BSD”
Posted: 2023-05-07 | By: Vina/8A, Angeline/8B, Risa/8B, Hana/8B, Vania 9C
Pada Sabtu, 18 Maret 2023 lalu, sekolah Santa Ursula BSD mengadakan bazar bertajuk “Pasar Modern ala Sanur”, yang diadakan di hall, juga selasar SMP dan SMA. Event ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan berakhir pada 14.00 WIB. Meja dan kursi di setiap stand sudah disediakan oleh pihak sekolah dan para penjual mulai mempersiapkan produk mereka dari pukul 06.00 WIBPasar Modern ala Sanur atau yang disingkat Pasmod ini merupakan gagasan dari Suster Francesco selaku ketua Yayasan Ursulin terhadap kemampuan peserta didik dalam bidang niaga, terutama para peserta ekstrakurikuler kewirausahaan. Potensi yang ditunjukkan ini kemudian berhasil menggebrak bazar dengan variasi makanan yang unik.Pemilihan nama “Pasar Modern ala Sanur” pun bukan tanpa alasan. Seno, selaku guru tingkat SMP mengatakan, bahwa nama Pasmod ditetapkan supaya pengunjung tahu bahwa siswa-siswi sedang melakukan sesi berjualan, bukan sekadar belajar. Selama berlangsungnya pembelajaran tatap muka, Santa Ursula BSD telah melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. Namun, untuk satu hari saja, sekolah tidak menjalankan protokol kesehatan terlalu ketat seperti hari-hari biasa. “Ini merupakan pertama kalinya setelah 2 tahun pandemi, Santa Ursula BSD membuka acara tanpa melakukan protokol ketat,” tutur Suster Francesco dalam sambutan. Meski begitu, para pengunjung disarankan tetap menggunakan masker selama berada di area kampus.Pasmod ala Sanur ini menyediakan berbagai fasilitas, diantaranya tempat parkir di area TK, SD, serta SMP, toilet, dan beberapa tempat duduk. Tak lupa, untuk memeriahkan acara, band amatir yang dibentuk oleh sekumpulan siswa-siswi SMA turut menarik minat pengunjung untuk memenuhi area panggung kecil. Puncaknya, pada pukul 12.00 waktu setempat, antrian mulai kembali memadati selasar hingga memanjang sampai ke lapangan rumput yang berada di tengah-tengah gedung SMP dan SMA. Suasana menjadi kurang kondusif, tetapi para penjual tetap mempertahankan dagangannya hingga keramaian berkurang.Ragam macam makanan dan minuman inilah yang menjadi faktor ketertarikan pengunjung. Mulai dari crepe roll dari brand CREPEYOUOUT, makaroni keju dari brand MAKE-A-RONY dan MAC n MELT, es serut dari brand WARUNG MPOK NENSI dan MPOK LINTANG, soft drink dari brand SEPULUH SEKAWAN, dan masih banyak lagi menu unik lainnya. Seluruh produk dibanderol mulai Rp2.500,00 hingga Rp30.000,00. Banyak pengunjung yang telah datang lebih awal untuk sekadar mengikuti rangkaian acara, juga mendukung anak dan teman mereka. “Hari ini saya datang untuk support anak saya, bersama istri juga keluarga yang lain,” ucap Thomas selaku orang tua peserta didik.Di sisi lain, para penjual juga mengungkapkan isi hati mereka. “Saya tidak menyangka, angka penjualan makaroni karbonara stand kami sudah mencapai sekitar 60 porsi padahal baru 2 jam event ini dibuka,” ungkap Hana selaku pedagang. “Kami sempat kewalahan oleh tumpukan order dari para pengunjung sampai harus menutup pesanan terlebih dahulu,” lanjutnya.Untuk menciptakan produk yang istimewa, para penjual perlu mencari inspirasi semenarik mungkin, kemudian diolah kembali. Tak lupa, menyesuaikan usia konsumen yang berasal dari semua kalangan. “Kelompok saya terinspirasi dari video pembuatan crepe roll, dan kayaknya banyak peminatnya,” ungkap Angeline selaku salah satu anggota kelompok penjaja.Setelah makanan dan minuman habis terjual, acara ditutup oleh penampilan band dari murid-murid SMA, yang tentunya sangat menyenangkan bagi para pengunjung. Selain memberikan hiburan yang menyegarkan, adanya momen menyanyi bersama menambah atmosfer yang lebih hidup dan energik.  
Selengkapnya
Mengasah Wawasan Kepemimpinan Melalui Pelatihan Presidium Siswa SMP 2023
Posted: 2023-05-05 | By: Natania Nalini Dewanto- 8A/29
Presidium Siswa SMP Santa Ursula BSD periode 2023 berkesempatan melengkapi bekal keterampilan berorganisasi yang dibutuhkan dalam menjalankan tugasnya. Bekal kali ini merupakan kegiatan pelatihan yang diselenggarakan pada hari Jumat dan Sabtu, 28-29 April 2023, bertempat di Kampus Santa Ursula BSD.Mengawali rangkaian kegiatan pelatihan, Suster Francesco Marianti OSU, selaku Koordinator Kampus Santa Ursula BSD, berkenan memberikan pesan penyemangat bagi peserta yang terdiri dari ketua presidium serta para koordinator seksi. Pada kesempatan ini, Suster Francesco mengisahkan pengalamannya saat bersekolah di Santa Ursula Jalan Pos, Jakarta. Ketika itu, Suster Francesco berjuang mempelajari Bahasa Belanda, serta mengikuti banyak kegiatan ekstrakurikuler, baik di dalam maupun di luar sekolah. Suster Francesco juga menyampaikan bahwa beliau berusaha keras untuk memperoleh prestasi akademik yang baik, namun tidak ingin menjadi peringkat satu, karena menurut Suster, peringkat satu hanyalah kutu buku. Sedangkan beliau ingin mempelajari banyak hal baru.Usai perbincangan dengan Suster Francesco, kami memulai kegiatan pelatihan, didampingi oleh dua orang pelatih, yakni Bapak Tino dan Bapak Cherry. Tugas pertama yang kami terima adalah menilai diri kami sendiri. Tugas ini merupakan sebuah cara untuk kami mengenal diri kami lebih baik, mengenai kelebihan dan kekurangan kami yang perlu dikembangkan. Tugas ini juga merupakan kesempatan untuk mengenal teman-teman kami dengan lebih baik. Setelah tugas ini, kami diperkenalkan dengan pohon kepemimpinan. Bagaimana sebuah pohon mencerminkan seorang pemimpin. Akarnya merupakan nilai-nilai yang menjadi pondasinya, batang dan cabang merupakan proses yang ia lewati, dan buah merupakan hasilnya. Salah satu hasil tersebut adalah teladan.Setelah mempelajari banyak hal mengenai kepemimpinan, kami diajak keluar dari gedung sekolah, menuju area terbuka di depan auditorium. Di sana kami bertemu dengan Kak Cherry dan menerapkan ilmu yang kami dapatkan melalui permainan. Pertama, kami memulai dengan pengenalan dan permainan untuk melatih fokus. Lalu kami mulai bermain tangkap bola, di mana kami harus melempar bola ke teman di kanan kami, sekaligus menerima bola dari kiri kami dengan satu tangan. Permainan kedua merupakan permainan  magic stick. Dalam permainan ini kami harus meletakkan sebuah tiang yang panjang bersama-sama, menggunakan dua jari. Permainan ini merupakan salah satu yang tersulit. Terakhir, permainan yang kami lakukan adalah membalikkan karpet. Permainan ini dilakukan dengan cara membalikkan karpet, namun seluruh anggota tim harus tetap berada di atas karpet. Selesai permainan ini, kami melakukan evaluasi dan diperkenalkan dengan hal baru yaitu tiga kegiatan komunikasi formal : debat, diskusi, dan rapat. Kegiatan ini mengakhiri rangkaian kegiatan pelatihan hari pertama, untuk kemudian dilanjutkan pada hari berikutnya. Pelatihan hari kedua diawali dengan review dan dilanjutkan dengan permainan komunikasi. Seorang pemimpin perlu wawasan luas terdiri dari pengetahuan dan pengalaman. Wawasan mereka diuji melalui permainan ini. Pada permainan ini, kami diberi satu kata dan perlu membicarakan kata itu selama satu menit. Kata yang diberikan berasal dari berbagai topik, seperti tokoh politik, masalah lingkungan, dan kejahatan. Selesai permainan ini, kami mengerjakan sebuah tugas di mana kami mengurutkan faktor keberhasilan dan kemajuan OSIS. Setelah tugas selesai dilakukan peserta secara perorangan, proses dilanjutkan dengan diskusi di dalam kelompok, untuk mendapatkan rutan faktor keberhasilan yang disepakati bersama. Selanjutnya, antar kelompok berdebat untuk mendapatkan keputusan bersama mengenai urutan faktor keberhasilan dan kemajuan OSIS SMP Santa Ursula BSD. Kegiatan ini merupakan penerapan kegiatan komunikasi formal yaitu debat dan diskusi. Kelanjutan dari kegiatan tersebut, kami melakukan sebuah role play rapat. Rapat merupakan bentuk komunikasi formal yang terakhir. Rapat ini membahas Visi-Misi Presidium dan program-program rutin yang akan diadakan oleh seksi-seksi. Dalam mempersiapkan rapat ini, ketua melakukan pembahasan mengenai visi-misi, sedangkan koordinator seksi merumuskan program kegiatan. Rangkaian kegiatan selama dua hari pelatihan ini diakhiri dengan sesi foto dan pengucapan yel-yel.  Bagi saya secara pribadi, pengalaman mengikuti kegiatan ini merupakan sebuah kesempatan yang sangat bermanfaat. Saya mendapatkan wawasan baru mengenai menjadi seorang pemimpin dan mengenai kinerja suatu organisasi. Saya juga belajar pentingnya peran komunikasi dalam suatu organisasi. 
Selengkapnya
Pengalaman Berdrama Fabel di Ruang Audio Visual
Posted: 2023-01-17 | By:
Dalam rangka merayakan Bulan Bahasa tahun 2022, SMP Santa Ursula BSD mengadakan lomba yang diikuti oleh seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX. Bidang studi Prakarya, Agama, dan Bahasa Indonesia mengadakan proyek kolaborasi bagi para siswa kelas VII SMP Santa Ursula BSD. Siswa kelas VII dibimbing oleh guru dari ketiga bidang studi untuk membuat sebuah drama fabel yang mengandung nilai-nilai Santa Angela dan Santa Ursula dalam kelompok. Selain itu, siswa membuat topeng hewan yang akan digunakan saat pementasan secara individu. Proyek kali ini mengajak siswa-siswi untuk mengembangkan dan meningkatkan kreativitas dalam pementasan sebuah drama fabel.Drama fabel dipentaskan di ruangan audio visual. Ruangan audio visual tidak sebesar ruangan kelas. Awalnya, ruangan ini digunakan untuk menonton film sehingga terdapat banyak kaset film yang disimpan di lemari kaca. Namun, akibat pandemi Covid-19, ruangan tersebut dialihfungsikan menjadi ruang audio visual. Di sana terdapat beberapa sofa, sebuah meja kecil, sound system, PC, pengeras suara, green screen, lighting, dan kamera. Terdapat pula dua buah televisi. Televisi pertama menghadap ke green screen. Sedangkan, televisi kedua menghadap ke audiens. Kedua televisi tersebut terletak di tengah ruangan dan saling membelakangi. Ruang audio visual penuh akan peralatan yang canggih, tetapi tetap memberikan kesan yang nyaman.Proses menampilkan drama di ruangan audio visual ini cukup panjang. Guru Bahasa Indonesia berulang kali mengingatkan murid untuk tenang dan berhati-hati saat berada dalam ruangan audio visual karena terdapat banyak barang yang mudah pecah dan barang elektronik yang pastinya tidak murah. Sesampainya di ruangan audio visual, siswa dan siswi dibantu oleh guru maupun teman untuk memakai mikrofon. Staf audio visual juga membantu untuk memasangkan background yang akan digunakan pada video dari green screen. Siswa dan siswi dijelaskan letak center pada area rekaman agar tidak menutupi kamera yang terletak di tengah. Staf audio visual membantu kami melakukan pengecekan audio untuk memastikan suara siswa/siswi terdengar. Kemudian, proses perekaman dan pementasan drama fabel pun dilakukan.Pengalaman membuat drama fabel di ruangan audio visual ini membawa banyak kesan bagi bapak/ibu guru dan teman-teman. Siswa dan siswa kelas VII tahun pelajaran 2022-2023 mendapatkan sebuah kesempatan sebagai angkatan pertama dari SMP Santa Ursula BSD yang menggunakan ruangan audio visual. Kegiatan ini adalah suatu hal yang baru bagi siswa dan siswi kelas VII sehingga mereka merasa sangat antusias dalam menjalaninya.“Saya sangat kagum karena ternyata ruangannya cukup besar, tidak sekecil yang saya bayangkan. Selain itu, ada banyak perabotan yang sangat profesional, seperti kamera, lampu-lampu, dan PC-nya juga. Lalu, ada banyak DVD film-film, mulai dari yang jadul sampai yang tergolong baru rilis juga dipajang di ruangan tersebut,” ujar seorang siswi kelas VII.Menurut beberapa siswa kelas VII, ruangan tersebut melebihi ekspektasi mereka. Beberapa juga mengatakan bahwa ruangan audio visual sangat menarik dan peralatannya sangat lengkap. Tentunya, dalam proses pembuatan sampai dengan pementasan fabel, ada beberapa kendala yang dialami. Namun, kendala tersebut bisa diatasi segera. Secara keseluruhan, berdrama fabel di ruang audio visual merupakan sebuah pengalaman ini sangat berkesan dan menyenangkan. Semoga kegiatan maupun pembelajaran di semester selanjutnya bisa mengoptimalkan ruang audio visual kembali.Penulis:Nathanea Uno Kristavina 7ABrigitta Angelic Zandra 7BMaura Keilani Harijanto 7CAncilla Queenashe Purwono 7DElaine Athena Alexandra Susanto 7E
Selengkapnya
Berlatih Merawat Alam Melalui Kegiatan Back to Nature
Posted: 2023-01-17 | By: Crystal dan Glory 7B
Kegiatan “Back to Nature”, merupakan kegiatan bagi siswa-siswi kelas VII SMP Santa Ursula BSD, mengakhiri masa belajar semester pertama tahun pelajaran 2022-2023. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6-7 Desember 2022. Pada kegiatan ini, para siswa diajak untuk mengenal lebih banyak tentang alam di sekitarnya. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menyadarkan para siswa, akan kepentingan mereka sebagai masyarakat dalam merawat alam.Selama berkegiatan, siswa dalam setiap kelas, dibagi menjadi 6 kelompok. Dalam kegiatan ini, terdapat beberapa aktivitas, yaitu membuat kolase berupa poster dari sampah kering, menggali lubang biopori, membuat sistem hidroponik menggunakan botol plastik, melakukan pengomposan, memilah sampah, dan sebagainya. Semua aktivitas dalam kegiatan ini dilakukan secara berkelompok, sehingga setiap anggota harus bertanggung jawab atas tugas atau bagian mereka masing-masing.Semua kegiatan yang dilakukan merupakan usaha untuk mengurangi sampah organik maupun anorganik. Contohnya, ketika membuat poster kolase dari tanaman kering, kami menggunakan sampah daun kering untuk hal yang bermanfaat. Begitu juga dengan penggunaan botol plastik bekas, untuk membudidayakan tanaman. Plastik termasuk jenis sampah anorganik yang sulit terurai oleh mikroorganisme. Oleh sebab itu, kita harus terlibat dalam pengurangan sampah plastik sebesar mungkin, supaya lingkungan tetap sehat dan subur.Saat berkegiatan, kami juga belajar untuk bersikap jujur, dan mau bekerja sama dalam kelompok. Kami juga diajarkan untuk lebih dekat dengan alam dan berani untuk keluar dari zona nyaman. Beberapa dari kami belum terbiasa memegang sampah, sehingga cenderung merasa jijik, dalam kegiatan memilah sampah. Dari situ, kami dapat belajar untuk berani melakukan pekerjaan yang tidak selalu sesuai dengan keinginan kami, dan juga menjadi rendah hati.Sebagai siswa-siswi Santa Ursula BSD kami harus mengingat 10 nilai Santa Ursula dan mempraktikkannya. Kali ini adalah saat di mana kami harus mempraktikkannya, mulai dari kedisiplinan, kerjasama, kemandirian, kejujuran, kepekaan, daya juang, penghargaan, tanggung jawab, dan cinta lingkungan. Kami di sini dilatih agar dapat menjadi pribadi yang disiplin dalam mengatur waktu, lalu kami juga saling bekerja sama agar dapat mencapai tujuan bersama.Seperti saat kami membuat kolase, kami hanya diberi waktu selama 1 jam lewat 45 menit. Kami harus belajar mengatur waktu dengan disiplin, serta bertanggung jawab. Kami juga dilatih untuk peka ketika memungut sampah. Kami harus sadar mengenai betapa banyaknya sampah di lingkungan sekitar, serta melakukan tindak lanjut yang tepat terhadap situasi tersebut.Kegiatan “Back to Nature” ini, merupakan cara untuk menyadarkan para peserta didik Santa Ursula BSD, mengenai betapa pentingnya merawat alam. Penyelenggaraan kegiatan ini didukung oleh Panitia Sepuluh, yaitu perwakilan siswa yang dipilih untuk membantu mengarahkan kegiatan ini. Meskipun pada hari penyelenggaraan kami alami hujan deras yang sempat menghentikan aktivitas di area terbuka, namun pada akhirnya seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memuaskan.Kegiatan akhir tahun ini juga dapat melegakan pikiran kami dari materi pelajaran dan tugas-tugas, serta membawa kami kembali ke alam dan lingkungan sekitar. Sebagai peserta didik SMP Santa Ursula BSD, kegiatan ini membantu kami mengembangkan diri menjadi manusia yang cerdas, utuh, dan melayani. “If we take care of nature, nature will take care of us.” - Cassandra Linares
Selengkapnya
Cerita Exportour
Posted: 2023-01-17 | By: Ivannov Restu Sudrajat 8E/12
Exportour adalah acara yang diselenggarakan oleh Seksi Olahraga Presidium Siswa SMP Santa Ursula BSD. Exportour merupakan kegiatan yang spesial dirancang untuk mengakhiri pembelajaran semester satu dalam tahun pelajaran 2022-2023.Kegiatan Exportour diadakan pada tanggal 1-2 Desember 2022. Di dalam Exportour terdapat 7 perlombaan, yakni futsal sarung, red light green light, pukul air, tarik tambang, estafet kelereng, dan balap karung. Pelaksanaan seluruh mata lomba dijadwalkan dalam dua hari, sejak pagi hingga siang, sesuai jam kegiatan sekolah pada umumnya.Dibutuhkan waktu lebih dari dua minggu bagi tim pelaksana untuk merancang, merencanakan, serta mematangkan ide untuk acara ini. Tim pelaksana terdiri dari Seksi Olahraga bersama dengan tiga Ketua Presidium Siswa SMP Santa Ursula BSD.Pada awalnya, banyak sekali ide dan gagasan yang muncul. Kami kemudian menyeleksi, mengambil ide yang paling efektif dan praktis untuk dilaksanakan pada hari H. Dalam proses ini kami menerima banyak kritik dari guru untuk semakin mematangkan rencana acara ini.Menurut kami, hal yang paling rumit dari Exportour ini adalah perencanaan waktu. Agar seluruh mata lomba selesai dalam waktu yang tersedia, kami harus menghitung setiap menit yang ada, karena pelaksanaan acara ini dijadwalkan dari pukul 07:00-12:00. Tiap menitnya sangat berarti bagi kami saat membuat rundown acara.Sepanjang persiapan, cukup banyak kendala yang membuat kami berkeluh kesah saat itu. Namun kami mencari jalan keluarnya secara bersama-sama. Sebagai contoh, kami membuat bagan untuk setiap perlombaan. Bagan untuk masing-masing perlombaan kami buat secara adil. Untuk perlombaan tarik tambang dan futsal sarung, kelas-kelas yang saling berlawanan dipilih secara acak. Sedangkan untuk perlombaan balon meledak, pukul air, estafet kelereng, dan balap karung, dipilih berdasarkan kelas per angkatan.Ketika proposal kami sudah diterima dan disetujui oleh kepala sekolah, kami berfokus menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan pada hari H. Selain menyiapkan arena dan peralatan untuk setiap mata lomba, kami juga menyiapkan perlengkapan medis untuk berjaga-jaga bila dibutuhkan.Selain itu, untuk lebih memperoleh gambaran pelaksanaan, kami melakukan gladi bersih untuk acara Exportour sebanyak 2 kali. Pada hari pertama gladi bersih,  terjadi banyak sekali kendala. Dari situ kami pelajari kendala yang ada, dan kami perbaiki semaksimal mungkin. Pada hari kedua gladi bersih, seluruh presidium siswa diajak untuk ikut, dan kali ini gladi bersih berlangsung cukup lancar.Waktu pelaksanaan akhirnya tiba. Pada hari pertama, ada 3 angkatan (siswa kelas 7-9) sekaligus yang mengikuti acara Exportour. Sebagai panitia, kami merasa grogi pada awalnya untuk menghadapi situasi yang menantang ini. Namun pada saat pelaksanaan, hampir seluruh acara berjalan dengan lancar karena kami sebagai panitia menjalankan tugas kami masing-masing dengan baik. Para siswa pada umumnya mengikuti kegiatan ini dengan gembira dan bersemangat.Namun terkadang kami juga merasa lelah ketika ada beberapa siswa yang sulit untuk diatur. Apalagi mengatur siswa dari 3 angkatan sekaligus, ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Acara Exportour pada hari pertama berlangsung cukup baik. Kegiatan usai pukul 12:00 lewat beberapa menit.Belajar dari pengalaman hari pertama, pada hari kedua, kami semua sudah siap. Di hari kedua ini ada insiden yang seharusnya tidak perlu terjadi, yakni keributan dalam pertandingan futsal sarung antara kelas 8 dan 9. Kejadian ini kami sesalkan, karena acara ini dimaksudkan untuk membangun keakraban di antara siswa peserta lomba, juga untuk bersenang-senang bersama, setelah menjalani masa belajar satu semester.Pada akhirnya, sebagai panitia kami semua merasa senang karena acara Exportour ini dapat berjalan dengan lancar. Walaupun sempat kami alami sedikit rasa tertekan, namun dapat kami temukan jalan keluarnya bersama-sama. Tanpa mengabaikan kritikan dari sejumlah siswa, acara Exportour ini berjalan dengan sangat baik. Bagaimanapun, kami khususnya Seksi Olahraga sebagai panitia inti acara, akan belajar dari kesalahan, agar selanjutnya dapat semakin memberikan yang terbaik.
Selengkapnya
KELUAR DARI ZONA NYAMAN DENGAN MENGIKUTI KEGIATAN FISIK DAN MENTAL
Posted: 2023-01-17 | By: Fayola Andrina Wijaya VIII - B/13
Kamis, 22 September 2022 diadakan acara Pelatihan Fisik dan Mental oleh SMP Santa Ursula BSD. Acara Pelatihan Fisik dan Mental ini diadakan di Arhanud Serpong. Tahun ini adalah tahun ketiga SMP Santa Ursula BSD mengadakan Pelatihan Fisik dan Mental di Arhanud. Sebelum dilakukan di Batalyon ARHANUD 1 KOSTRAD Serpong, kegiatan ini dilakukan di Dodiklatpur RINDAM JAYA.Kegiatan Fisik dan Mental ini diadakan untuk mengembangkan fisik dan mental siswa-siswi agar para siswa dapat tumbuh menjadi murid dengan kepribadian yang tangguh dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan hidup. Siswa-siswi diajarkan tentang Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Selain itu, siswa-siswi juga diajarkan untuk menjadi orang yang disiplin, bersyukur dengan apa yang kita miliki, dan tidak membuang-buang makanan.Pelatihan Fisik dan Mental ini bertujuan agar siswa-siswi mampu mengukur batas kemampuannya sehingga tidak memaksakan diri. Seperti sikap untuk pantang menyerah dalam menghadapi setiap tantangan. Kegiatan ini mengajak peserta didik untuk keluar dari zona nyaman, rasa takut, dan batasan-batasan pemikirannya serta adanya kerja sama tim dan rasa kepedulian kepada sesama. Jika satu orang melakukan kesalahan, tentu diberi sanksi. Namun sanksi ini bukan hanya diterapkan pada satu orang namun seluruh anggota pleton.Di pagi hari Kamis, 22 September 2022 semua peserta didik kelas VIII telah berkumpul dalam tiga baris  di lapangan sekolah SMP Santa Ursula BSD sesuai kelas masing-masing. Barisan-barisan tersebut lalu dibagi dan dimasukkan dalam 4 pleton. Isi setiap pleton tentu berbeda-beda, jadi peserta didik dapat mengenal murid dari kelas lain. Setelah pleton sudah dibuat, kami masuk dalam truk yang disebut ‘Truck REO’. Setiap truk mampu membawa kurang lebih 27 murid. Perjalanan dari sekolah Santa Ursula BSD menuju Batalyon ARHANUD 1 KOSTRAD Serpong tidak membutuhkan waktu yang lama. Hanya sekitar 15 sampai 20 menit.Setelah sampai di tujuan, peserta didik masuk dalam pleton masing-masing di lapangan rumput. Peserta didik lalu di cek kesehatan, apakah ada riwayat sakit. Kegiatan diawali dengan perkenalan pelatih-pelatih yang akan mengajarkan kami. Lalu kami dipisahkan sesuai pleton dan pelatihan pun dimulai. Kami diajarkan PBB secara detail dan cara menggunakan kompas malam dan siang. Setelah itu kami membuat yel-yel bersama, kami sangat kompetitif karena yel-yel kami akan dinilai. Bukan hanya yel-yel saja yang akan dinilai, tetapi PBB kami juga dinilai. Saya masuk dalam pleton 3, dan pleton 3 menang dalam yel-yelnya. Saya dan anggota pleton 3 yang lain sudah berpikir bahwa kami akan kalah. Ternyata Tuhan berkata lain.Kami bukan hanya diajarkan cara PBB, menggunakan kompas malam & siang, tetapi juga belajar bersyukur dengan apa yang kita miliki, dan saling toleransi kepada teman yang berbeda agama. Kami juga diajarkan untuk saling peduli terhadap teman-teman, seperti membantu menghabiskan makanannya, saling mengingatkan untuk membawa topi, dan cara bekerja dalam tim. Kegiatan Fisik dan Mental juga menuntut adanya kerja sama tim dan rasa kepedulian terhadap sesama anggota.Pelatihan Fisik dan Mental ini sangat seru dan asyik. Kami dapat belajar banyak dalam pelatihan di Batalyon ARHANUD 1 KOSTRAD Serpong ini. Terlebih kami dapat saling mengenal orang-orang yang beda kelas. Pelajaran yang kami dapat juga diikuti dengan masa-masa bahagia yang akan diingat di ke depannya. Setelah mengikuti pelatihan Fisik dan Mental di Batalyon ARHANUD 1 KOSTRAD Serpong, postur saya menjadi lebih bagus, saya tidak lagi membuang-buang makanan saya, lebih rajin berdoa, lebih berani untuk maju di depan banyak orang, dan menjadi lebih mudah bersosialisasi.
Selengkapnya
PELATIHAN FISIK DAN MENTAL DI BATALYON ARHANUD 1 KOSTRAD SERPONG
Posted: 2023-01-17 | By: Aurelia Tandera VIIIB / 3
Kegiatan pelatihan mental dan fisik sudah direncanakan pada tanggal 22-23 September 2022.. Oleh karena itu, sebelum pelaksanaan siswa kelas VIII SMP Santa Ursula BSD dipersiapkan oleh para guru, tentara, dan kakak kelas sebelumnya melalui 2 pertemuan persiapan mental dan fisik. Selain 2 pelatihan itu kami juga sudah menghadiri beberapa sosialisasi yang dipakai untuk memberikan kami informasi tentang barang-barang yang perlu disiapkan, jadwal (waktu kegiatan dan pelatihan), barang-barang yang perlu disiapkan, dan sedikit gambaran tentang kegiatan akan berlangsung. Tak hanya murid saja, orang tua juga menghadiri sosialisasi.            Rabu, 21 September 2022  siswa-siswi melakukan tes antigen di sekolah pukul 06.30. Hal ini dilaksanakan agar tidak ada anak yang positif dan mengikuti kegiatan pelatihan fisik dan mental. Seperti pada umumnya hidung akan terasa gatal dan tidak enak setelah antigen atau yang terkenal dengan kata di-colok di era ini.            Kamis, 22 September 2022 hari yang dinantikan telah tiba. Pada hari ini siswa-siswi kelas VIII SMP Santa Ursula BSD berkumpul di lapangan olahraga sekolah melakukan persiapan sebelum keberangkatan. Kami berkumpul di lapangan dan duduk sesuai pleton. Kami berbaris sesuai jenis kelamin. Siswa di sisi kiri sementara siswi di sisi kanan. Dari barisan yang sudah terbentuk ini, dibentuklah 4 pleton dengan jumlah anggota sekitar 44-45 murid. Setelah itu, setiap kelompok menentukan siapa yang akan menjadi ketua masing-masing pleton dan kebetulan semua ketuanya berupa siswa. Setelah pleton dibuat kami mulai berjalan untuk menaiki truk tentara atau yang disebut dengan truck REO. Selama perjalanan kesejukan udara sangat terasa karena jendela di truk terbuka lebar. Selain itu, suasana juga terasa nyaman dan ramai oleh celotehan siswa kelas VIII.Sesampainya di sana kami diminta untuk menaruh barang di tempat tidur. Tentunya tempat tidur laki-laki dan perempuan terpisah. Lokasinya seperti di garasi yang luas dan cukup untuk 110 orang perempuan dengan ekstra untuk beberapa guru pendamping.Setelah itu, kami memulai kegiatan. Kegiatan pertama adalah Peraturan Baris Berbaris. Dalam kegiatan ini hal yang paling ditekankan adalah kekompakkan pleton. Ada juga moto yang perlu diperhatikan yakni “satu salah, semua akan sengsara bersama”.Sekitar pukul 10.00 kami pun beristirahat makan snack. Kami duduk berhadapan dengan satu sama lain dan makanan harus habis, jika ada yang tidak mampu maka kami harus saling membantu satu sama lain. Namun, saya akui makannya enak, ada risol, kue sus, lemper, dan makanan tradisional berwarna hijau. Perlu diingat bahwa waktu makan yang diberikan tidaklah lama sehingga makan harus lebih cepat daripada biasanya. Setelah selesai, kami pun melanjutkan kegiatan yakni PBB. Selain itu, kami juga mulai mempelajari cara memakai kompas siang dan malam.            Pukul 12.00 lewat menandai bahwa waktunya makan siang. Seperti biasa kami duduk berhadapan. Sebelum makan kami diberi waktu untuk berdoa sesuai kepercayaan masing-masing. Sepanjang waktu makan para pelatih (tentara) menghitung berdasarkan detik sehingga kami terburu-buru dan harus saling membantu. Karena cuaca terlihat mendung, selesai makan kami masuk ke dalam ruang untuk melakukan ibadah sesuai agama masing-masing. Setelah selesai ibadah, kami diberikan sedikit penjelasan tentang cara menangani orang yang sakit seperti ketika ia pingsan dan patah tulang. Namun sayangnya, akibat dari hujan lebat di luar suara menjadi kurang jelas.            Setelah hujan reda, kami kembali berkumpul di lapangan berdasarkan kelompok dan membuat yel-yel. Setiap pleton sibuk menentukan yel-yel masing-masing. Selain itu, beberapa kelompok sepertinya mulai beraksi untuk menerapkan kompas siang.            Waktu sudah sore, kami semua berkumpul di lapangan dan menyaksikan yel-yel yang telah dibuat oleh masing-masing peloton. Kemudian kami diberikan sedikit pengarahan dan informasi bahwa PBB dan yel-yel akan dilombakan. Setelah itu, kami semua dipersilakan untuk kembali ke tempat tidur dan kemudian mandi. Ketika mandi, saya merasakan pengalaman yang luar biasa yang tidak pernah saya alami sebelumnya. Saya harus berbagi satu kamar mandi untuk 10 orang dan mengusahakan mandi dengan waktu seefektif mungkin.            Setelah mandi, kami diberikan penjelasan mengenai Pancasila dan Indonesia. Setelah selesai kami dipersilahkan untuk makan malam. Tentunya berdoa dulu, namun karena kami duduk di kursi kami tidak saling berhadapan satu sama lain. Setelah makan malam, kami melaksanakan ibadah. Lampu dimatikan, suasananya hening, dan hanya terlihat cahaya dari lilin. Salah satu murid membacakan teks, teks tersebut bercerita mengenai ibu dan ayah. Diiringi dengan lagu yang membuat suasana sangat membuat terharu sehiingga beberapa yang menangis terharu mengingat orang tua mereka.Apakah kegiatan sudah selesai? Tentu tidak, kegiatan terus berlangsung dengan kegiatan kompas malam dengan satu pleton dibagi menjadi dua dengan satu kelompok terdiri dari 22 atau 23 orang. Setiap kelompok harus mengunjungi 4 pos dan menggambar, gambar yang ada di sana. Kami harus melaksanakan semua ini dengan saling memegang punggung satu sama lain. Karena sudah malam dan setelah hujan rumput menjadi basah membuat sepatu menjadi sangat basah dan berisi dengan air. Beberapa kelompok yang tersesat beberapa kali karena tidak tepat dalam membaca kompas.Kegiatan malam ditutup dengan makan snack yang kami semua bawa. Sebelumnya, snack tersebut sudah dikumpulkan menjadi satu dan dibagikan lagi agar kami semua dapat memakannya. Pada akhirnya, kegiatan berakhir jam 00.00 lewat sehingga waktu tidur kami hanya 3-4 jam karena pukul 4 pagi sudah harus bangun.            Jumat, 23 September 2022 Kegiatan pagi dimulai pukul 5 pagi lewat. Kegiatan pagi dimulai dengan senam yang dipimpin oleh para tentara. Setelah senam, kami semua diberikan izin untuk mandi. Namun, karena keterbatasan waktu nampaknya beberapa murid tidak mandi dan hanya ganti baju.Setelah itu kami semua, kembali ke lapangan dan mempraktikkan yel-yel masing-masing kelompok. Tibalah waktu makan snack dan snack kali ini sedikit unik yaitu kami harus menyuapin satu sama lain dan bertukar makanan. Setelah makan snack selesai, para panitia melombakan PBB. Menurut saya semuanya lumayan bagus. Para pelatih berkata bahwa rata-rata kesalahan setiap kelompok berasal dari ketua kelompok. Berikutnya, adalah lomba yel-yel. Setiap pleton menampilkan yel-yel sebaik mereka dan masing-masing sangatlah unik meskipun memang benar ada yang mirip.Beberapa barang milik siswa banyak yang tertinggal dan tidak mengakuinya sehingga kami semua harus merayap yang membuat baju kami semua berlumpur. Konsekuensi tersebut harus kami jalani karena kami tidak peduli dan tidak mengenal barang pribadi kami masing-masing. Waktu cepat berlalu, dan kami pun makan siang sekitar pukul 12. Namun karena ini merupakan makan terakhir kami di sana, kami diberikan dispensasi dan kesempatan untuk menikmati makanan. Setelah selesai setiap pleton berfoto di depan patung garuda.Setelah berfoto kami semua melakukan fun games, ada yang membuat bola sampai pada tujuan namun tidak ada kelompok yang berhasil, menggiring karpet, dan melewati rintangan dengan tutup mata. Setelah selesai, waktu menunjukkan pukul 15.00 sehingga kami melakukan upacara penutupan. Dalam acara penutupan beberapa murid membagikan kesan dan saran kegiatan ini.Kami semua bersiap-siap untuk pulang dan menaiki truck REO. Sampai di sekolah lebih dari pukul 16.00. Nah, dari semua yang saya lalui pada kegiatan pelatihan mental dan fisik Arhanud ini saya dapat mempelajari banyak hal. Bersikap berani dalam segala hal termasuk jika saya memang salah maka saya sebaiknya mengakui hal tersebut, menghargai sesama, disiplin waktu dan sikap, melakukan segala hal dengan cepat, dan tidak terlalu pilih-pilih. Sebagai tindak lanjut dari semua hal ini, saya akan mencoba untuk lebih disiplin di setiap saat, seperti saat belajar maka saya akan fokus dalam belajar dan tidak melakukan hal yang lain. Jika saya bersalah, maka saya akan mengakui kesalahan saya dan belajar dari kesalahan tersebut agar tidak mengulanginya lagi. Selain itu, saya akan mencoba mengikuti rutinitas baru yang dibuat oleh orang tua saya agar saya dapat menjadi orang yang sukses. Tak lupa, saya akan berusaha mengurangi komplain saya
Selengkapnya
Pengalaman Mengikuti Pelatihan FITAL di Arhanud
Posted: 2023-01-17 | By: Michiko / 8D / 23
Pelatihan FITAL SMP Santa Ursula BSD kelas 8 siap berangkat!!! Kami berangkat dari sekolah naik tronton menuju YON ARHANUD 1. Saat pertama sampai di Arhanud, suasana berubah dari rileks menjadi agak canggung dan tegang karena saya dan teman-teman yang lain sudah masuk ke dalam area militer. Saya mulai agak takut karena pelatihan ini dipimpin oleh kakak-kakak TNI.Kami memulai kegiatan di peleton masing-masing dengan latihan PBB. Ternyata, tidak sesulit yang saya kira, malahan saya menikmatinya walaupun cuaca saat itu panas. Setelah itu kami pun disediakan makanan “ringan” yang tidak ringan, kami hanya diberikan beberapa hitungan untuk menghabiskannya. Tentu saja, saya otomatis panik karena HARUS menghabiskan semuanya, tidak boleh ada yang tersisa. Untungnya habis dalam sekejap, tapi saya jadi kenyang sekali. Ini pun akhirnya merugikan saya saat jam makan siang. Sama seperti saat makan snack, makan siang pun diwaktu, dan saya tidak kuat untuk menghabiskan lauknya. Akhirnya saya dibantu teman untuk menghabiskannya. Dari sini, saya dapat belajar bahwa kerja sama sangat dibutuhkan dalam sebuah tim. Kami melakukan banyak hal lagi, seperti belajar cara menggunakan kompas siang dan malam, membuat yel-yel untuk kelompok, dan ada fun games juga. Menurut saya, kegiatan yang paling menarik selama kegiatan fital ini adalah saat kami semua diminta untuk tiarap lalu merayap. Walaupun itu sebenarnya adalah suatu bentuk hukuman untuk kami, saya justru bersenang-senang  menjalaninya.  Jarang sekali saya bisa tidur-tiduran di antara rerumputan dan tanah. Memang akhirnya baju dan celana saya kotor semua, tetapi ini menjadi suatu  momen yang akan selalu saya ingat. Tidak hanya itu yang menurut saya paling menarik. Saat malam hari, sekitar pukul 11-12 malam, kami praktek menggunakan kompas malam. Peleton kami dibagi menjadi 2 regu dan ternyata bukan bagian menggunakan kompasnya yang sulit, tetapi lebih sulit berkoordinasi dengan teman-teman agar bisa menemukan target yang dicari. Kami sempat ribut beberapa kali karena sempat salah sasaran. Akibatnya, regu saya tidak dapat menemukan semua target tepat waktu.Setelah kegiatan pelatihan ini, saya jadi memiliki lebih banyak teman dari kelas lain. Tidak hanya sebatas kenal dengan mereka, saya pun bisa mengembangkan skills saya dalam bekerja sama serta belajar untuk menjadi mandiri, lebih sigap, dan bertanggung jawab dalam apapun yang saya lakukan. Apabila saya tidak memiliki tanggung jawab untuk melakukan sesuatu, maka itu tidak hanya akan merugikan diri sendiri, tapi merugikan orang lain. Seperti pesan yang disampaikan kakak TNI yang saya ingat sampai sekarang, “Jangan gara-gara saya, teman saya jadi sengsara”.
Selengkapnya
“Bedah” Berbagi Itu Indah
Posted: 2022-09-21 | By: Seksi Sosial Presidium SMP Santa Ursula BSD 2022
Pada hari Jumat, 12 Agustus 2022 Indonesia memperingati Hari Remaja Nasional. Berkaitan dengan peringatan itu, Seksi Sosial Presidium 2022 SMP Santa Ursula BSD membuat program donasi yang disebut BeDah kepanjangan dari Berbagi itu Indah.Hari Remaja Internasional diperingati karena peran-peran yang sudah dilakukan oleh remaja dalam kehidupan masyarakat dan hari bagi anak muda untuk mengeksplorasi potensi dalam dirinya. Perayaan ini juga digunakan sebagai ajang bagi remaja-remaja untuk saling berbagi ilmu pengetahuan dan berbagai hal yang mereka miliki. Hari remaja Internasional sendiri berasal dari hasil rekomendasi World Conference of Ministers Responsible for Youth yang diadakan di Lisbon pada 8-12 Agustus 1998. Majelis Umum PBB menetapkan 12 Agustus sebagai Hari Remaja Internasional dalam resolusi 54/120 Tahun 1999. Dalam rangka Hari Remaja Nasional serta dimulainya pembelajaran secara tatap muka bagi siswa kelas VII, VIII, dan IX, Seksi Sosial 2022 mengadakan program donasi. Donasi berupa kegiatan mengumpulkan barang yang mempunyai sifat sukarela tanpa adanya batasan dan tidak mengharapkan imbalan ataupun keuntungan. Seksi Sosial  Presidium SMP Santa Ursula BSD mengadakan kegiatan donasi untuk menjalin kebersamaan dengan anak-anak Panti Asuhan Griya Yatim dan Dhuafa 1, Panti Asuhan Griya Yatim dan Dhuafa 2, serta Panti Asuhan Mekar Lestari. Di program BeDah, kami juga bekerja sama dengan seksi Publikasi SMP Santa Ursula. Seksi Publikasi membantu kami memilah barang barang dan juga mendokumentasikan kegiatan kami mengunjungi tiga panti asuhan tersebut. Program BeDah ini bertujuan untuk memperingati Hari Remaja Internasional dan memberi kesempatan kepada siswa dan siswi SMP Santa Ursula BSD untuk berbagi dengan anak-anak di panti asuhan. Dalam program ini, kami meminta siswa-siswi SMP Santa Ursula BSD untuk mendonasikan barang secara sukarela. Dalam program ini, siswa-siswi  SMP Santa Ursula BSD mengumpulkan berbagai macam keperluan dan barang seperti buku tulis, alat tulis, dan buku cerita untuk diberikan kepada anak-anak di panti asuhan. Barang-barang donasi, kami bawa ke tiga Panti Asuhan yaitu Panti Asuhan Griya Yatim dan Dhuafa 1, Panti Asuhan Griya Yatim dan Dhuafa 2, serta Panti Asuhan Mekar Lestari. Di setiap panti, kami juga menghabiskan sedikit waktu untuk mengobrol dengan anak-anak Panti Asuhan. Kami senang sekali karena sudah bisa berbagi setelah dilanda pandemi. Mulailah dari diri kita sendiri untuk membangun sikap empati dan menularkan kepada orang di sekitar kita. Salam Serviam! 
Selengkapnya
INTROVERT BUKAN SEBUAH HAMBATAN
Posted: 2022-09-21 | By: Mikhaela Rise Kenyo Utomo (IX-A)
Perkenalkan saya, Rise dan saya mau berbagi pengalaman bertemu bintang tamu terkenal dalam acara “Talkshow With Alumni” Kamis, 9 Juni 2022.  Pertama, saya sempat bingung dan penasaran dengan bintang tamu yang akan hadir. Setelah tahu kalau bintang tamu tersebut adalah Kak Amelia Tantono, saya kaget karena Kak Amelia begitu panggilannya merupakan youtuber asal Indonesia yang bermukim di Korea dengan pengikut sebanyak 539. Dia juga terkenal di kalangan remaja yang menggemari grup band asal Korea termasuk saya atau disebut Kpop stan. Dalam dunia Kpop, stan biasanya dipakai untuk menggambarkan seseorang yang mengidolakan agensi atau grup idola tertentu. Kak Amelia sempat memainkan drama Korea berjudul Lunch Box bersama aktor asal Korea Selatan bernama Ji Soo. Karena saya merupakan salah satu penggemar grup band asal Korea dan pecinta drama Korea, semakin penasaranlah saya dengan ayang akan diberikan oleh Kak Amelia.Kak Amelia memulai sharing dengan bercerita mengenai masa sekolahnya waktu duduk di bangku SMP Santa Ursula BSD. Ia bercerita bahwa dulu merupakan seorang yang introvert yang lebih memilih dan nyaman menghabiskan waktu serta energi untuk diri sendiri. Mendengar hal itu, saya cukup kaget karena yang saya ketahui dari internet dan saluran youtube miliknya, Kak Amelia merupakan guru Bahasa Indonesia NCT Dream dan sempat berperan menjadi MC dalam acara Shopee yang dibintangi tamu NCT Dream. Namun, setelah mendengar lebih lanjut akan sharing Kak Amelia, ia bercerita bahwa walaupun seorang introvert, Kak Amelia juga sering menjadi ketua kelas, wakil kelas, dan bendahara. Ketika diajak untuk bergabung menjadi pengurus OSIS, Kak Amelia menolak karena tidak begitu tertarik untuk mengikuti organisasi. Namun, sekarang Kak Amelia menyesal dulu tidak mengikuti organisasi sekolah (OSIS) karena ternyata mengikuti sebuah organisasi dapat menjadi pengalaman yang baik dan dapat membantu kita untuk pengalaman kita ke depannya. Kepala Sekolah SMP Santa Ursula BSD yaitu Ibu Irene juga sempat memilih Kak Amelia untuk mengikuti lomba story telling bahasa Inggris karena Kak Amelia sendiri sejak dulu memang suka dan berbakat dalam hal berakting. Kak Amelia menerima tawaran dari Ibu Irene dan berlatih untuk mengikuti lomba tersebut sampai akhirnya memenangkan lomba tersebut. Namun tidak selesai sampai di situ, Kak Amelia juga ditawarkan untuk mengikuti lomba pidato dan dari situ, Kak Amelia memberanikan diri untuk keluar dari zona nyamannya dan mengikuti lomba tersebut. Dengan tekun berlatih pidato, Kak Amelia memenangkan lomba tersebut dengan menduduki posisi juara pertama. Saya terharu mendengar kelanjutan sharing Kak Amelia yang bercerita bahwa menjadi introvert tidak menjadi hambatan Kak Amelia untuk terus berkarya sampai sekarang karena Kak Amelia memberi motivasi yang membuat saya tertampar akan prestasi saya selama masa SMP ini. Kak Amelia memberi motivasi bahwa kita sebagai pelajar perlu memberanikan diri untuk mencoba tantangan baru dan keluar dari zona nyaman agar kita dapat lebih luas mengeksplorasi kemampuan-kemampuan yang kita miliki dari diri kita yang mungkin kita sendiri belum mengetahuinya. Kak Amelia juga mengatakan bahwa jika kita memiliki minat akan suatu hal, berlatihlah untuk meningkatkan dan memperbaiki hal yang kita minati karena berlatih dengan tekun membuat kita menjadi lebih optimal. Pada dasarnya kita semua tidak terlahir sempurna dan karenanya kita perlu berlatih dan terus memperbaiki hal tersebut karena bisa saja hal tersebut dapat menjadi bakat dan kekuatan kita. Terakhir, Kak Amelia mengatakan kalau hal-hal yang besar dimulai dari hal-hal kecil dahulu sehingga kita perlu sabar dan menghargai proses yang kita alami untuk mencapai suatu hal yang kita impikan.  
Selengkapnya
Ekskul Esports Santa Ursula BSD
Posted: 2022-09-19 | By: Seno
Esports merupakan  salah satu cabang olahraga  berbasis  elektronik.  Dalam permainannya,  peserta  ditantang  untuk menyelesaikan   pertandingan  yang telah diprogram  dalam  suatu game tertentu, seperti  Mobile Legends, Fortnite, League of Legends, Counter-Strike, Call of Duty, dan PUGB. Oleh karena itu, dibutuhkan peralatan  elektronik  seperti  handphone, komputer/PC,   atau konsol  game seperti  PlayStation, Xbox, dan Nintendo untuk bermain  esports. Di Indonesia,  esports telah  diakui  sebagai olahraga  prestasi  di bawah KONI dan dinaungi  oleh PB ESI atau Pengurus besar Esports Indonesia.  Saat ini, esports sudah dapat  mengikuti pertandingan  tingkat  nasional  seperti Pekan Olahraga Nasional  (PON).   Santa Ursula BSD yang memiliki  visi cerdas, utuh, dan melayani menyadari bahwa peserta didik di zaman sekarang telah terlahir sebagai generasi digital. Berdasarkan hal itulah, sekolah merancang kegiatan non akademik yang dapat mengembangkan  talenta peserta didik di bidang digital. Salah satunya adalah es port.   Sekolah Santa Ursula BSD telah menjadikan esports sebagai cabang ekstrakurikuler. Tahun ini merupakan tahun ketiga peserta didik Santa Ursula BSD belajar berkolaborasi, teamwork, berpikir sistematis,  dan strategis dalam ekstrakurikuler  esports. Dalam prosesnyapeserta didik didampingi  oleh coach David dan coach Dexter yang merupakan anggota dari Pengurus besar Esports Indonesia wilayah Banten.
Selengkapnya