Pengalaman Mengikuti Pelatihan Seven Habits

  • Posted: 2021-10-11
  • By: Ellyse Joanne Sentosa & Aurelius Emmanuel Lim

Ellyse Joanne Sentosa

Sejak Senin, 20 September sampai dengan Rabu, 22 September 2021, selama tiga hari berturut-turut, murid SMP Santa Ursula BSD angkatan ke-27, mengikuti Pelatihan seven habits. Dalam pelatihan ini kami mempelajari tentang bagaimana menjadi pribadi yang efektif dalam melaksanakan segala kegiatan sehari-hari.

Seven habits atau tujuh kebiasaan yang terdiri dari: Be Proaktif, Begin with The End in Mind, Put First Things First, Think Win-Win, Seek First to Understand Then To Be Understood, Synergize, dan Sharpen the Saw, memberikan sebuah landasan bagi seseorang agar dapat berpikir secara cerdas dan efektif, serta bersikap peduli terhadap orang-orang di sekitarnya. Pelatihan ini diselenggarakan dengan alasan yang penting, yaitu untuk mengubah pola pikir atau kebiasaan para murid agar dapat menjadi pribadi yang inovatif.

Secara pribadi, saya sedang berjuang untuk mengaplikasikan hal yang telah dipelajari ke dalam kehidupan saya. Saya merasa bersyukur dapat mengenal tujuh kebiasaan pada umur saya sekarang ini. Mengubah kebiasaan tentunya bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan waktu yang lama. Dengan memulai dari sekarang, saya dapat mencoba untuk mengubah kebiasaan buruk saya, sebelum kebiasaan tersebut berakar di dalam diri saya.

Kak Allen Nenere, pembicara dari Dunamis, dengan baik menyampaikan materi kepada kami. Dari sudut pandang saya, penjelasan yang diberikan Kak Allen sangatlah santai tetapi bermakna. Hal-hal yang disampaikannya membuat saya berpikir ulang tentang tindakan saya selama ini. Penjelasan pembicara juga sangatlah lengkap, bahkan pertanyaan yang belum sempat saya tanyakan, sudah terjawab terlebih dahulu.

Penyampaian materi dari pembicara sangatlah interaktif, sehingga  tidak terasa seperti berada di sebuah seminar. Kami juga melakukan kerja kelompok, atau diskusi interaktif, dan menuliskan hasilnya pada slide powerpoint yang telah disediakan. Di akhir setiap tahap, Kak Allen selalu meminta murid untuk menjelaskan atau menceritakan maksud dari tulisannya. Beberapa kali peristiwa yang saya tulis tampaknya menarik perhatian, sehingga saya diminta untuk menyampaikan penjelasan.

Pembahasan materi untuk setiap habit juga disertai tayangan video singkat yang menarik. Setelah menyaksikan, Kak Allen akan meminta kami berbagi informasi yang didapatkan dari video tersebut. Sebagai tambahan, saya sangat menyukai aksen yang digunakan Kak Allen saat menyebutkan beberapa kata dalam bahasa Inggris. Ungkapan ini tidak terlalu relevan dengan materi,  tetapi memberikan kesan bahwa pembicara piawai dalam berbahasa.

Penyampaian materi yang interaktif membuat mayoritas murid terlibat dalam pembahasan. Bahkan mereka yang biasanya jarang berpendapat saat pembelajaran di kelas pun dapat berpartisipasi dalam menjelaskan tulisan masing-masing pada slide powerpoint. Memang kendala jaringan kadang-kadang membuat beberapa dari kami tidak dapat terlibat sepenuhnya.

Secara pribadi, seluruh pembelajaran sangatlah penting. Namun yang paling menonjol dan membuat saya berpikir ulang kemudian mengakui kebenarannya adalah pernyataan “We’re in control of how we feel, not our feelings”. Pernyataan tersebut berhubungan erat dengan kebiasaan saya yang masih mudah tersinggung dan terlalu sensitif.

Selain itu,  juga timbul kesadaran dalam diri saya yang berkaitan dengan habit kedua (Begin With The End in Mind), bahwa membuat perencanaan sangatlah penting. Hal tersebut telah membuka mata saya akan pentingnya membuat jadwal. Selain itu, ketika membuat jadwal, big rocks (hal penting) harus diutamakan terlebih dahulu sebelum small rocks (hal yang kurang penting), agar semua dapat diselesaikan sesuai dengan skala prioritasnya.

Sebagai penutup, saya ingin berterima kasih kepada sekolah atas kesempatan yang diberikan bagi saya dan teman-teman untuk mengikuti pelatihan seven habits ini. Sekarang saya semakin memiliki landasan untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Saya berharap, angkatan-angkatan selanjutnya juga mendapatkan kesempatan mengenal seven habits, karena materi ini sangatlah penting untuk membentuk kepribadian anak muda zaman sekarang, menjadi orang yang sukses dan inovatif di kemudian hari.

 

Aurelius Emmanuel Lim

Seven Habits adalah tujuh kebiasaan manusia yang efektif. Habit pertama ‘Be Proactive’, habit kedua ‘Begin With the End in Mind’, habit ketiga ‘Put First Things First’, habit keempat ‘Think Win-Win, habit kelima ‘Seek First to Understand,Then to Be Understood, habit keenam ‘Synergize’, dan habit ketujuh ‘Sharpen the Saw’. Sebenarnya saya sudah mengenal seven habits sejak lama, tapi sangatlah sulit bagi saya untuk menjalaninya.

Dari ketujuh habits, yang menarik untuk saya adalah habit pertama dan habit  ketiga. Habit ‘Be Proactive’ adalah habit di mana kita harus berpikir dahulu sebelum bertindak. Sedangkan habit ‘Put First Things First’ adalah habit di mana kita harus mendahulukan kepentingan yang besar dahulu baru kepentingan yang kecil.

Kedua habits tersebut sangatlah relate dengan kehidupan saya. Saya cenderung bertindak dulu baru berpikir, dan saya juga lebih suka mementingkan hal yang kecil baru hal yang besar.

Saat pelatihan dimulai, kami masuk dalam kelompok yang telah ditentukan, kemudian menamai dan memilih simbol kelompok dan mempresentasikannya. Sepanjang proses pelatihan, kami selalu diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat tentang materi yang dibahas.

Selama pelatihan kami didampingi oleh Kak Allen dan Kak Eugene. Penjelasan Kak Allen sebagai fasilitator, sangatlah bagus dan menarik. Informasi yang diberikan mudah dimengerti, dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Sedangkan Kak Eugene menurut saya sangatlah baik dalam membuat tayangan materi yang lengkap dan menarik.

Dari pelatihan ini saya mendapatkan banyak pelajaran. Mulai dari bersikap proaktif dan tidak reaktif, mendahulukan kepentingan yang besar dulu baru kepentingan yang kecil, dan masih banyak lagi. Pokoknya banyak deh pelajaran yang bisa diambil.

Saya sangat berterima kasih kepada pihak sekolah atas kesempatan mengikuti pelatihan seven habits. Setelah saya mengikuti kegiatan ini, saya merasa bahwa kebiasaan yang saya lakukan sangatlah tidak efektif. Saya akan terus berusaha mengubahnya menjadi kebiasaan yang efektif. Semoga para pembaca termotivasi untuk mengikuti kegiatan seven habits dan mengubah kebiasaan yang tidak efektif.

Foto diambil oleh Eugene Hiroshi (Dunamis)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: HTTP_REFERER

Filename: views/page_news_detail.php

Line Number: 38

Backtrace:

File: /home/sant9977/public_html/application/views/page_news_detail.php
Line: 38
Function: _error_handler

File: /home/sant9977/public_html/application/views/template.php
Line: 107
Function: view

File: /home/sant9977/public_html/application/controllers/News.php
Line: 90
Function: view

File: /home/sant9977/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Back