Hari Pertama PTMT*-ku

  • Posted: 2022-05-24
  • By: Johan Alexander Salim (VIIC)

Setelah dua tahun saya melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena pandemi covid-19, akhirnya pada 5 April kemarin, saya bisa mengalami kembali rasanya pembelajaran tatap muka (PTM). Rasanya sangat berbeda, banyak sekali hal yang berubah dan pengalaman baru yang saya rasakan. Sebelum-sebelumnya saya selalu bertemu teman-teman dan guru melalui zoom dan berbincang-bincang dengan mereka di dalam whatsapp.  Namun beberapa hari lalu, saya bertemu dengan setengah dari mereka dan juga bertemu dengan guru-guru. Rasanya sangat menyenangkan bisa bertemu dengan mereka.

Menurut saya setelah mengikuti  pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT), pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan mudah dimengerti. Terlebih lagi ketika PTMT, gangguan seperti handphone yang berbunyi, rasa ingin bermain atau nonton saat pelajaran, dan banyak gangguan lain yang seringkali mengganggu saya pada saat belajar secara daring, akan menjadi jauh berkurang.

Mungkin untuk beberapa orang seperti saya akan lebih susah untuk konsentrasi dan memahami pelajaran daring. Maka dari itu pasti pembelajaran PTMT akan menjadi solusi yang cukup baik. Dalam pembelajaran online, terkadang suasana menjadi lebih kaku dan bosan di pelajaran. Namun ketika PTMT, rasanya sangat seru karena beberapa kali guru bercanda dengan murid-murid saat pelajaran. Selain itu, murid pun bisa lebih akrab dengan guru-guru karena bertemu langsung dan bercakap-cakap langsung.

Walaupun PTMT sangat menarik dan seru, tentu saja kita tidak bisa melupakan pandemi covid-19 yang masih ada. Menurut pengalaman dan pemahaman pribadi, saya merasa bahwa seharusnya tidak apa-apa bertemu langsung dengan orang lain, selama kita memastikan kalau kita sehat dan tidak mengalami sakit apapun. Selain itu, masker tetap harus selalu dipakai dan harus menerapkan prokes lain. Meskipun menurut pengalaman saya, pada kesempatan PTMT tersebut murid-murid kurang menerapkan ketentuan tentang jaga jarak.

Pada awalnya mungkin ada orang tua yang tidak memperbolehkan anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka karena pandemi, atau bahkan kita sendiri sebagai murid yang kuatir. Namun kalau ada motivasi, pasti kita bisa berusaha mencari solusinya. Bagi saya sendiri, saya sangat ingin mengalami PTMT, dan saya bersyukur karena orang tua saya memperbolehkan, sehingga saya bisa mengikutinya.

Pada saat PTMT tentu saja banyak hal menarik terjadi. Contohnya saya sangat penasaran dengan guru-guru dan teman-teman saya pada saat bertemu. Saya sangat senang sekali ketika akhirnya bisa bertemu dengan guru-guru dan teman-teman saya untuk pertama kalinya. Pada saat masuk sekolah, rasa penasaran saya sudah sangat tinggi, sehingga setelah melewati beberapa tahap sebelum masuk kelas dan menyalami guru yang saya temui, saya langsung menaruh tas saya dan berjalan-jalan keliling-keliling.

Saat itu saya pergi melihat kelas-kelas lain dari luar, juga masuk ke ruang perpustakaan. Di sana saya melihat-lihat buku-buku yang ditempatkan di rak, juga bertemu dengan beberapa guru. Saya sangat senang ketika bisa bertemu, apalagi sempat bercanda ria dengan teman-teman dan guru-guru di sekolah.

Ketika memasuki sekolah memang cukup banyak hal yang harus diperhatikan, tetapi menurut saya hal tersebut mudah-mudah saja. Pada saat mau masuk, cuci tangan terlebih dahulu, mengukur suhu, dan disemprot desinfektan. Masuk ke gedung, scan peduli lindungi, dan menuju tangga sesuai arahan guru-guru, tidak lupa juga untuk menyapa guru-guru yang kalian temui pada saat dalam perjalanan.

Jika sudah naik melewati tangga, ada beberapa guru lagi yang akan mengarahkan ke kelas kita masing-masing. Di pintu masuk kelas juga ada barcode peduli lindungi, bila kita sudah melakukan scan di pintu masuk sekolah, kita tidak perlu melakukannya lagi. Di dalam kelas, murid-murid bebas dalam memilih tempat duduk. Pada pukul 7:30, semuanya sudah harus ada di kelas, duduk di bangku masing-masing dan memulai pelajaran.

Saat istirahat, kita diperbolehkan makan di luar ataupun di dalam kelas, asalkan tidak berbincang-bincang saat makan. Ketika pulang, kita menunggu di kelas sampai orang tua sudah tiba di parkiran. Ketika sudah dijemput, kita turun melalui tangga, keluar gedung sekolah dan check out peduli lindungi. Kita juga diminta untuk langsung pulang tanpa pergi ke tempat lain lagi.

Proses belajar IPA dan Matematika yang saya alami pada kesempatan PTMT kali ini, rasanya sangat berbeda dibandingkan dengan ketika PJJ. Kami dapat berkomunikasi lebih terbuka dengan guru dan sebaliknya, yang membuat pelajaran terasa lebih santai. Selain itu, ketika belajar kita tidak terganggu dengan berbagai hal yang biasanya mengganggu kita untuk fokus. Tampaknya guru-guru pun dapat memberikan penjelasan secara lebih mudah karena berhadapan langsung dengan murid-muridnya. Pelajaran IPA dan Matematika pun akhirnya bisa menjadi menyenangkan dan mudah karena alasan-alasan ini.

Menurut saya, kesempatan kali ini sebaiknya jangan disia-siakan, karena sangat seru dan menyenangkan. Saran saya, teman-teman yang belum mengikuti PTMT perlu mencobanya. Terlebih lagi teman-teman yang mungkin kurang aktif pada saat PJJ melalui zoom, ataupun dalam perbincangan di grup whatsapp. Saya menyarankan demikian karena kita akan bertemu dengan banyak teman dan berkenalan dengan mereka. Ini membuat suasana akan lebih terbuka dan kita lebih bisa berkomunikasi satu sama lain. Selamat mencoba.

*PTMT : Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: HTTP_REFERER

Filename: views/page_news_detail.php

Line Number: 38

Backtrace:

File: /home/sant9977/public_html/application/views/page_news_detail.php
Line: 38
Function: _error_handler

File: /home/sant9977/public_html/application/views/template.php
Line: 107
Function: view

File: /home/sant9977/public_html/application/controllers/News.php
Line: 90
Function: view

File: /home/sant9977/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Back