Pengalaman Mengikuti Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT)

  • Posted: 2022-05-24
  • By: Vania Auberta Manalu (VIIIA)

Kamis, 07 April 2022 adalah kali pertama aku mengikuti PTMT di sekolah Santa Ursula BSD. Selama kurang lebih dua tahun, aku menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) di SMP. Jujur saja, PJJ itu membosankan untukku. Setiap hari, aku hanya duduk di kamar dan memandang laptop. Tidak banyak berinteraksi dengan teman sekelas, dan kesepian. Banyak juga kesulitan yang harus dihadapi setiap harinya. Kadang internet atau lampu mati, laptop ngelag, tugas tidak bisa dibuka dan lain-lain. Masalah-masalah tersebut mungkin kedengarannya sepele, tetapi itu bisa menggangguku. Kadang aku menjadi tidak fokus saat belajar dan memilih melakukan hal lain, karena merasa bosan.

Akan tetapi, aku bisa bertahan dan menyikapi hal itu dengan baik. Aku berusaha memperbanyak interaksi dengan teman-teman lain walaupun melalui media online. Setidaknya aku tidak merasa sendiri dan kesepian lagi. Selain itu, aku juga mengubah gaya belajarku. Aku berusaha mencari gaya belajar yang paling sesuai untukku sehingga aku semakin giat belajar dan tidak bosan lagi selama belajar. Untuk masalah internet dan laptop, aku tidak bisa mengendalikannya karena itu di luar kemampuanku. Akan tetapi aku bisa mencegah hal-hal yang tidak enak terjadi, seperti tidak lupa untuk refresh dan update laptop, menyediakan tethering untuk cadangan internet dan lain-lain. Dengan melakukan hal-hal tersebut, kesulitanku bisa sedikit berkurang.

Saat masih menjalani kegiatan PJJ, ada pengumuman dari sekolah tentang kesempatan mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas. Aku sangat senang sekali mendengar hal itu dan langsung berencana untuk mendaftar. Namun tentu saja aku harus menanyakan hal tersebut kepada orang tua terlebih dahulu. Setelah aku berdiskusi dengan Papa dan mengetahui bahwa aku ingin sekali mengikuti PTMT dan mereka mendukungku sepenuh hati. Sebenarnya, Papa dan Mama sempat kuatir, tetapi Papa dan Mama mengetahui bahwa sekolah Santa Ursula BSD memiliki protokol kesehatan yang ketat sehingga akan membuatku aman dan nyaman untuk mengikuti PTMT. Pada akhirnya, aku dapat pergi ke sekolah untuk mengikuti PTMT untuk pertama kalinya.

Sejujurnya aku merasa sangat gugup menghadapi PTMT untuk pertama kalinya, aku takut tidak bisa menjalaninya dengan baik dan lancar. Akan tetapi, aku tetap merasa bahagia bisa menghirup udara di sekolah. Saat aku sampai di sekolah, aku disambut oleh beberapa guru di gerbang SMP. Wah, senang rasanya bisa disambut baik oleh guru-guru. Sebelum masuk, aku harus melakukan beberapa protokol, yaitu mencuci tangan, mengecek suhu, memakai hand sanitizer, penyemprotan desinfektan dan scan barcode pedulilindungi.

Lalu aku berjalan menuju ke kelasku sambil menyapa beberapa guru yang kutemui. Saat mendekati ruang kelas, aku mulai merasakan keindahan sekolah dan hijaunya taman di sekolah. Suasana di sekolah yang ramai membuatku senang karena saat PJJ aku tidak bisa merasakan hal seperti ini. Di depan kelas aku bertemu wali kelasku dan melakukan absensi. Lalu aku masuk ke kelas dan mengambil name tag. Tidak lupa, aku menaruh lembar surat pernyataan orang tua.

Aku bertemu dengan guru dan teman-temanku. Aku senang bisa berbincang banyak hal. Saling menanyakan kabar dan saling berbagi perasaan. Guru dan teman-teman adalah orang-orang yang sangat seru untuk diajak ngobrol dan bercanda satu sama lain. Walaupun aku baru mengobrol dengan beberapa teman, belum dengan semua teman yang hadir, tetapi aku tetap senang bisa bertemu langsung dengan mereka semua. Tentu saja aku akan memanfaatkan kesempatan dengan baik karena aku jarang merasakan momen seperti ini.

Setelah berbincang-bincang dengan guru dan teman-teman, aku masuk ke kelas untuk mengikuti pembelajaran Matematika dan IPA. Kami mendalami materi dan membahas banyak hal mengenai materi. Aku menyadari bahwa pembahasan lebih menyenangkan saat PTMT di sekolah. Aku sendiri merasa lebih fokus karena bisa berinteraksi langsung dengan guru-guru yang mengajar.

Setelah pelajaran IPA, aku keluar kelas dengan teman-teman untuk beristirahat. Kami semua makan di depan kelas sambil berbincang-bincang. Ada banyak guru juga di depan kelas yang ikut berbincang-bincang dengan kami. Setelah makan, aku mencuci tangan lalu kembali ke dalam kelas, mempersiapkan diri untuk pelajaran berikutnya, yakni Matematika.

Sama halnya dengan IPA, saat mengikuti pelajaran Matematika, kami melakukan pembahasan mengenai materi, dan bertanya jawab dengan guru-guru. Teman-teman yang mengikuti PJJ dari rumah mereka masing-masing pun tetap bisa melakukan tanya jawab. Pembahasan kali ini sangat panjang namun menyenangkan sehingga kami tidak sadar bahwa jam pulang sudah terlewati. Kami membereskan barang-barang yang kami bawa seperti laptop, buku catatan, kotak pensil ke dalam tas. Setelah semua selesai, kami mengakhiri pembelajaran hari ini dengan berdoa dan menyanyikan Mars Serviam.

Setelah semuanya selesai, kami diminta untuk tetap di dalam kelas sambil menunggu dijemput. Aku langsung mengabari orang tuaku bahwa aku sudah selesai. Beberapa menit kemudian, orang tua ku memberi kabar bahwa mereka sudah sampai di parkiran sekolah. Aku langsung keluar dari kelas dan tidak lupa mengucapkan selamat tinggal pada guru yang ada di kelas. Sebelum turun, aku harus mengantri untuk mengukur suhu dan mencatatnya. Ternyata suhu tubuhku tidak berubah sejak tadi pagi. Lalu aku turun ke bawah menuju parkiran dan juga mengucapkan selamat tinggal kepada guru-guru.

Demikianlah pengalamanku saat mengikuti PTMT. Ternyata PTMT sangat menyenangkan! Jika PTMT diadakan lagi, aku berencana untuk mendaftar dan pergi ke sekolah lagi. Aku pun berharap keadaan semakin baik dan sekolah bisa membuka full pembelajaran tatap muka karena aku ingin bertemu dengan teman-temanku yang lain.

Sedangkan teman-teman yang belum mengikuti PTMT, tentu masing-masing mempunyai alasan tersendiri. Oleh karena itu, jangan bersedih ya teman-teman! Kita terus berharap akan ada kesempatan lain, saat kita semua akhirnya bisa bertemu. Mari terus menjaga kesehatan dan manaati protokol kesehatan!

Foto : Pembelajaran Matematika di kelas VIIIA, diambil oleh Ibu Angeline Ratih S.

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: HTTP_REFERER

Filename: views/page_news_detail.php

Line Number: 38

Backtrace:

File: /home/sant9977/public_html/application/views/page_news_detail.php
Line: 38
Function: _error_handler

File: /home/sant9977/public_html/application/views/template.php
Line: 107
Function: view

File: /home/sant9977/public_html/application/controllers/News.php
Line: 90
Function: view

File: /home/sant9977/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Back