PELATIHAN DASAR BADAN PENGURUS OSIS SMP SANTA URSULA BSD MASA BAKTI TAHUN 2024

  • Posted: 2024-03-04
  • By: Gwen Tiffany Anabelle Marbun VIII-E/17

Kamis, 1 Februari 2024 hingga Sabtu, 3 Februari 2024, Badan Pengurus (BP) OSIS SMP Santa Ursula BSD mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan keorganisasian. Pelatihan BP OSIS ini dilakukan agar para pengurus dapat belajar menjalankan organisasi dengan baik serta mewujudkan visi dan misi OSIS SMP Santa Ursula BSD. Hari pertama pelatihan dilakukan di luar ruangan. Hari kedua dan ketiga proses kegiatan dilakukan di dalam ruangan. 

Tiga hari kegiatan diawali dengan minum teh bersama di selasar Auditorium Santa Ursula BSD. Setelah itu, dilanjutkan dengan berkumpul di ruang aula auditorium untuk berdoa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kegiatan juga diakhiri juga dengan doa bersama dan menyanyikan lagu Serviam. 

Pelatihan OSIS merupakan hal yang baru bagi sebagian besar dari kami. Awalnya kami merasa kurang tahu dan mengerti tentang apa yang akan dan perlu dilakukan. Berbagai perasaan seperti takut dianggap aneh, sok akrab, dan canggung untuk berbaur dengan anggota lain yang belum terlalu dekat dengan kami pun muncul. Kami perlu belajar untuk beradaptasi dengan lingkungan dan kebiasaan yang berbeda dengan biasanya.

Pada hari pertama, kami memperluas wawasan tentang dasar/teori berorganisasi dan melakukan simulasi rapat yang pastinya perlu dilaksanakan juga saat proses berorganisasi sebenarnya. Kami mulai mengenal lebih dalam sesama anggota pengurus melalui kegiatan di luar ruangan, atau yang disebut dengan kegiatan team building. Sebelum kegiatan itu, kami mendapatkan beberapa arahan mengenai struktur BP OSIS, tanggung jawab kami sebagai pengurus OSIS, serta tugas pengurus masing-masing. Kegiatan dilanjutkan dengan mengisi beberapa pertanyaan dari dua buah buku yang diberikan serta membentuk kelompok untuk aktivitas di luar ruangan. 

Selain itu, kami melakukan tiga simulasi dalam kelompok kecil dan satu simulasi kelompok besar, yang mencakup seluruh BP OSIS 2024. Simulasi-simulasi tersebut membutuhkan kekompakan dan komunikasi antar anggota, serta kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan misi yang diberi batasan waktu pengerjaan. Walaupun awalnya beberapa dari kami masih sedikit segan untuk berbicara aktif dan terbuka dalam bekerja sama, saat simulasi pertama dimulai, ternyata kami dapat menyambut satu sama lain dengan baik. Perlahan-lahan kami semua mulai berani untuk berbicara dan mengutarakan pendapat dan gagasan masing-masing. 

Simulasi pertama disebut dengan Chocolate River. Setiap kelompok perlu menyeberang dari titik awal ke titik akhir dengan menggunakan 7-8 buah potongan kain berbentuk persegi. Hanya kain tersebut yang boleh menyentuh ‘sungai coklat’ dan perlu disentuh oleh minimal 1 bagian tubuh dan maksimal 2 bagian tubuh. Dari simulasi ini, kami belajar untuk berkomunikasi secara efektif dan memiliki daya juang yang tinggi walaupun apa yang terjadi mungkin tidak sesuai dengan harapan. Selain itu, kami juga belajar untuk berpikir kritis dan memperhitungkan segala keputusan yang akan dijalankan. 

Simulasi kedua adalah Pampers Pole Jump. Simulasi ini yang paling berkesan bagi saya karena merupakan suatu hal baru yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Masing-masing dari kami perlu memanjat sebuah bambu tebal dengan tinggi 5-6 meter, yang diposisikan secara vertikal dan diberi pijakan. Setelah sampai di puncak, kami perlu menyentuh sebuah bola lalu melompat ke bawah dengan keadaan tetap menggunakan tali pengaman tubuh. Untuk menjaga keseimbangan bambu tersebut, anggota kelompok yang sedang tidak memanjat perlu membagi tugas untuk menarik tali dari 4 arah agar posisi bambu tetap berdiri tegak. Dari simulasi kedua kami belajar untuk percaya pada kemampuan yang dimiliki diri sendiri, percaya dengan sesama anggota tim, berani mencoba hal baru serta cara berkomunikasi dengan efektif dan efisien.  

Simulasi ketiga adalah sliding ball, dimana setiap kelompok perlu memasukkan bola sebanyak-banyaknya ke keranjang yang telah disediakan dengan menggunakan pipa-pipa kecil yang terbelah dua dan diberi tali pada bagian kiri dan kanannya. Pada simulasi ini kami belajar untuk tetap tenang dalam menghadapi segala situasi dan juga berkomunikasi dengan efektif di waktu yang cukup singkat. 

Kegiatan terakhir yang kami lakukan adalah permainan menjinakkan bom. Seluruh anggota BP OSIS berpartisipasi dalam kegiatan ini. Terdapat tiga peranan dalam simulasi ini, yaitu pemimpin yang memberikan instruksi, manajer yang menyampaikan petunjuk dari pimpinan ke pemain, dan para pemain yang perlu ‘menjinakkan bom’ dengan mengeluarkan 4 tabung berisi air, dari sebuah area berbentuk bujur sangkar menggunakan alat seadanya. Pada kegiatan terakhir ini, kami mendapat banyak hal dan pembelajaran. Kami belajar bagaimana cara berkomunikasi dan bekerja dengan efektif di tengah situasi yang tidak kondusif. Cuaca saat itu sedang hujan, dan banyak orang yang memiliki pendapat serta opini masing-masing yang belum tentu sesuai dengan petunjuk dari pimpinan yang disampaikan melalui manajer, sehingga kami perlu berlari dan mengkonfirmasi beberapa kali ke para manajer mengenai aturan dan cara menjinakkan bom. Hal kedua yang kami dapatkan adalah kami lebih mengenal diri kami sendiri, apa kekurangan kami yang perlu kami perbaiki dan menjadi evaluasi. Dalam rangkaian kegiatan dua hari selanjutnya, kami pun dilatih untuk mencari cara untuk mengatasi kekurangan yang dimiliki. Simulasi “Menjinakkan Bom” dapat dikatakan berhasil karena pada akhirnya kami berhasil menjinakkan salah satu bom, tapi dalam prosesnya kami mungkin belum sepenuhnya berhasil dalam bersikap kolaboratif dan berpikir kritis, karena kami kurang peka terhadap situasi dan kondisi sekitar yang terjadi.

Selain itu, dalam proses berorganisasi maupun keseharian, salah satu hal yang kita terapkan adalah prinsip “PDCA”, yaitu “Plan, Do, Check, Act”. Saat ingin melakukan suatu hal, kita perlu membuat rencana atau strategi awal dahulu, dan mencoba menerapkan strategi tersebut. Lalu, apabila tidak berhasil, kita perlu belajar untuk mengevaluasi strategi, kinerja, maupun diri sendiri. Setelah itu, langkah selanjutnya adalah membuat strategi baru setelah melakukan evaluasi, dan menerapkannya dalam hal yang dilakukan. Prinsip ini sangat bermanfaat dan cukup penting untuk dilakukan, agar kita dapat belajar untuk memperbaiki dan mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi.

Pada hari kedua pelatihan, kami sudah mulai  mengenal satu sama lain, dan beradaptasi dengan tanggung jawab kami sebagai bagian dari BP OSIS 2024. Meski begitu, kegiatan di hari kedua ini berbeda dari hari pertama di mana kami menemukan tantangan-tantangan baru yang perlu dihadapi. Pertama, karena kami masih dalam proses belajar mengenai berorganisasi, kami awalnya kurang memahami tugas yang diberikan. Kami juga mengalami kendala dalam membuat skala prioritas faktor-faktor keberhasilan organisasi, terlebih lagi kami perlu berdebat dengan kelompok lain. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, kami mencoba berbagai hal, seperti lebih percaya pada diri sendiri dan gagasan yang dimiliki, serta tidak overthinking.  

Dari kegiatan pelatihan di hari kedua, kami belajar banyak hal. Pertama, kami belajar untuk tetap tenang saat berbicara di depan umum dan tidak menunjukkan reaksi berlebihan saat salah berbicara. Lalu, kami juga belajar bahwa seorang pemimpin perlu memiliki wawasan luas. Tak hanya itu, salah satu hal penting yang kami dapatkan adalah belajar cara bersikap dalam diskusi, yaitu tidak boleh keras kepala dan mau menurunkan ego. Terakhir, tentunya kami belajar bagaimana struktur serta cara kerja OSIS secara lebih mendalam lagi.

Pada hari ketiga pelatihan OSIS, kami belajar menerapkan semua yang telah kami dapatkan sejak awal pelatihan, terutama ketika melakukan simulasi rapat. Ketika ada masalah yang muncul, kami sudah mulai mengetahui cara menghadapinya secara bersama, baik dalam seksi maupun sebagai suatu satu kesatuan organisasi pengurus, tetapi tetap saja, di setiap proses pastinya ada hal baru yang dapat dipelajari dan di evaluasi. Kami belajar untuk tanggap dalam menyikapi sesuatu, mampu mengatur waktu, dan teliti dalam bekerja. Dari rapat perdana BP OSIS, kami belajar untuk lebih teliti dalam bekerja, mengatur waktu dengan lebih baik, dan memperhitungkan segala masukan dengan baik. 

Seluruh rangkaian kegiatan pelatihan dari hari pertama hingga terakhir sangat berharga dan saya bersyukur atas kesempatan yang telah diberikan untuk dapat mengikuti pelatihan ini. Saya belajar banyak hal dan telah membangun relasi yang baru sehingga mendapatkan teman baru. Saya belajar untuk berkolaborasi, disiplin, berkomunikasi dengan efektif, percaya kepada diri sendiri maupun tim, bekerja dan melayani dengan semangat dan fokus, membangun relasi yang positif, serta mengevaluasi diri sendiri dan kelompok apabila diperlukan. Pelatihan ini juga membantu saya sadar akan kekurangan yang perlu saya perbaiki dan menjadi evaluasi untuk saya. Melalui pelatihan ini, saya menjadi lebih sabar dan terbuka, lebih kritis untuk berpikir sebelum bertindak, dan juga lebih peka terhadap situasi di sekitar kami. 

Saya berharap setelah pelatihan ini dapat menjalankan tugas sebagai pengurus BP OSIS 2024 dengan lebih baik dan dapat menjadi contoh yang positif bagi anggota OSIS SMP Santa Ursula BSD lainnya. Saya juga berharap agar BP OSIS tahun ini dapat menjadi organisasi yang terbuka kepada pihak internal maupun eksternal, sehingga dapat berkembang menjadi lebih baik lagi.

 

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: HTTP_REFERER

Filename: views/page_news_detail.php

Line Number: 38

Backtrace:

File: /home/sant9977/public_html/application/views/page_news_detail.php
Line: 38
Function: _error_handler

File: /home/sant9977/public_html/application/views/template.php
Line: 107
Function: view

File: /home/sant9977/public_html/application/controllers/News.php
Line: 90
Function: view

File: /home/sant9977/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Back