KEGIATAN PENDIDIKAN SEKSUALITAS KELAS VIII SMP SANTA URSULA BSD

  • Posted: 2024-03-15
  • By: Livia Valerie Pane VIII C/20 | Mikaela Anandita Wardhana VIII C/23

Kamis- Jumat, 22 dan 23 Februari 2024, siswa kelas VIII SMP Santa Ursula mengikuti kegiatan pendidikan seksualitas yang berlangsung di ruang Sport Hall dan ruang Serbaguna. Selama berlangsungnya kegiatan, kami, siswi perempuan dan siswa laki-laki berada di ruangan yang berbeda. Hal ini bertujuan agar selama proses kami dapat lebih terbuka dan tidak perlu merasa malu. Untuk membantu sesi pembelajaran ini, sekolah memfasilitasi narasumber yang akan mendampingi kami dalam proses berlangsungnya kegiatan. Pada hari pertama kami siswi perempuan didampingi oleh seorang psikolog bernama Ibu Rika Kistina, atau lebih dikenal dengan panggilan Ibu Rika. Sedangkan siswa laki-laki didampingi oleh seorang psikolog bernama Pak Edwin.

Pada hari pertama, kami diberikan pemahaman tentang perkembangan psikologi remaja perempuan dan laki-laki. Dalam kegiatan ini, para murid dijelaskan dengan runtut dan jelas mengenai berbagai perkembangan dan pubertas yang akan kami hadapi. Contohnya tentang perubahan fisik seperti suara remaja perempuan dan laki-laki akan berubah semenjak mengalami pubertas. Namun, sebelumnya para psikolog tentu mengajarkan ke para siswa kelas VIII bahwa perubahan yang kami alami saat pubertas adalah hal yang normal dan perlu disyukuri karena setiap remaja merupakan pribadi yang unik, berharga, dan istimewa. 

Selain tentang perkembangan fisik, pada hari pertama Ibu Rika menjelaskan perubahan sikap, pergaulan dan perasaan yang terjadi pada remaja selama masa pubertas. Ibu Rika juga mengajarkan tentang pubertas mendorong terjadinya berbagai perubahan dalam psikologi setiap remaja sehingga para siswa kelas VIII harus mampu menanggapinya dengan bijak. Ibu Rika juga  memberitahukan dan menjelaskan bahwa tentu setiap remaja yang mengalami pubertas akan menghadapi perubahan psikologi sehingga hal tersebut dapat berkaitan dengan sikap dan pergaulan mereka yang turut ikut berubah. Penjelasan yang diberikan dari para psikolog baik untuk siswa laki-laki maupun perempuan bertujuan agar kami sadar dan dapat mengelola emosi dengan lebih baik serta bijak. Tentunya kami juga dijelaskan tentang cara menghargai diri serta orang lain sebagai remaja laki-laki dan perempuan.  

Selama sesi sosialisasi berlangsung, para siswa diberikan kesempatan untuk bertanya. Berbagai pertanyaan yang para siswa berikan akan dijawab oleh Ibu Rika dengan senang hati dan jelas sehingga para siswa dapat lebih terbantu dan mengerti. Selain itu, para siswa pun diberikan cara untuk mengelola perkataan yang diucapkan orang lain ke kami. Upaya ini diharapkan dapat membantu para remaja pubertas untuk menghadapi lingkungan sosial mereka. Maka hari itu, berakhirlah kegiatan pada hari pertama dengan menyenangkan dan bermanfaat!

Setelah hari pertama dengan narasumber yaitu psikolog, pada hari kedua dilakukan bersama para dokter yang merupakan alumni Santa Ursula BSD. Hari kedua pun sama, setelah pembukaan, diberikan beberapa review, dan kuis berhadiah yang dilakukan di ruang Serbaguna. Kegiatan ini dilakukan di dua tempat yaitu ruang sport hall untuk para siswa perempuan sedangkan siswa laki-laki akan berada di ruang Serbaguna. Pada siswa perempuan didampingi  narasumber yaitu Dokter Grace, sedangkan siswa laki-laki didampingi narasumber Dokter Gave. Pada hari kedua ini kami lebih dijelaskan mengenai sistem reproduktif manusia. Kami, para siswi perempuan tidak hanya mempelajari sistem reproduktif wanita, tetapi kami juga sedikit menyinggung mengenai sistem reproduktif pada tubuh pria. 

Dokter Grace menjelaskan banyak hal. Beberapa diantaranya adalah organ-organ reproduksi wanita dan pria, proses pembentukan bayi, pubertas fisik pada perempuan, tips saat mengalami menstruasi serta penyakit-penyakit yang dapat menyerang sistem reproduktif. Hal yang cukup ditekankan selama proses kegiatan adalah poin mengenai “say NO to FREE SEX”. Hal tersebut menjadi penting karena kita sebagai remaja perempuan perlu menjaga sistem reproduktif kita agar tidak agar tidak jatuh di tangan yang salah. Pada akhirnya dampak dari free sex sangatlah fatal, menimbulkan potensi terkena penyakit HPV (Human Papillomavirus ).

Selama proses kegiatan, para siswi sangat aktif dalam berinteraksi. Dokter Grace juga sangat responsif  dalam menjawab pertanyaan yang diberikan dengan memberikan jawaban yang mudah untuk kami pahami. Saat proses tanya jawab, para siswi cukup banyak menyinggung mengenai kehamilan. Seperti kelainan pada bayi, proses melahirkan, hingga pertanyaan ‘Bagaimana sih rasanya hamil?’ Meskipun hal-hal tersebut masih dalam jangka waktu yang jauh, bagi kami para remaja, tetapi antusias dari kami semakin membuat Dokter Grace semangat dalam menjawab serta menjelaskan satu persatu pertanyaan kami.

Setelah belajar bersama Dokter Grace, sekarang saatnya mengucapkan perpisahan dan kembali melanjutkan kegiatan bersama Ibu Anti. Ibu Anti menceritakan mengenai pengalamannya saat pertama kali bertemu dengan suaminya hingga proses perjalanan yang mereka lalui. Selanjutnya, kami dan Ibu Anti juga melakukan sharing mengenai sudut pandang kami terhadap red flag dan green flag yang ada pada laki-laki. Suasana ruangan menjadi cukup ramai, dipenuhi dengan antusias para siswi untuk menjawab hal-hal tersebut.

Setelah berkegiatan pada hari itu kami belajar pentingnya menjaga, merawat, dan mensyukuri perubahan fisik maupun psikologi yang kita miliki. Seluruh remaja perempuan dan laki-laki merupakan remaja yang unik, berharga, dan istimewa. Pubertas merupakan hal yang alami dan normal terjadi di semua orang, maka sebagai sesama remaja kita perlu saling menghargai perbedaan dan perubahan tersebut. Kami lebih mengenal tentang diri sendiri sebagai remaja laki-laki dan perempuan. Kami juga semakin mampu menjaga serta mengenal pribadi kami masing-masing, baik dari segi mental maupun fisik. Semua hal yang kami pelajari selama dua hari itu tentu sangat bermanfaat. Sesi tanya jawab juga menjadi hal yang berkesan karena banyak sekali pertanyaan yang para siswa berikan dan tentunya dari rasa keingintahuan kami. Berkat para narasumber yang mau menjawabnya dengan runtut, jelas, dan mudah dimengerti, kami dapat memahaminya dengan lebih baik dan menambah wawasan baru.

 

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: HTTP_REFERER

Filename: views/page_news_detail.php

Line Number: 38

Backtrace:

File: /home/sant9977/public_html/application/views/page_news_detail.php
Line: 38
Function: _error_handler

File: /home/sant9977/public_html/application/views/template.php
Line: 107
Function: view

File: /home/sant9977/public_html/application/controllers/News.php
Line: 90
Function: view

File: /home/sant9977/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Back