80 tahun sudah lewat sejak Indonesia merdeka tetapi apakah sistemnya sudah merdeka dan makmur, terutama dalam hal pendidikan? Meskipun telah mengalami banyak perubahan dan upaya menuju kemerdekaan, sebenarnya pendidikan di Indonesia masih dalam proses menuju kemerdekaan yang sesungguhnya.
Dari sebelum terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, sistem pendidikan yang diterapkan di negara ini sudah memperlihatkan ketidakadilan dalam hal pendidikan, dimana perempuan lebih sulit mendapatkan akses pendidikan daripada pria. Hal ini mencerminkan bahwa kemerdekaan yang sesungguhnya bukan hanya soal pengakuan politik, tetapi juga tentang kebebasan dan keadilan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan.
Kemerdekaan pendidikan bukan hanya semata-mata bebas dari perjuangan fisik atau pengaruh asing, tetapi juga dalam hal diskriminasi, ketidakadilan, dan keterbatasan yang menghambat warga negara Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Setiap anak, tanpa kecuali, memiliki hak untuk mendapatkan ilmu dan pendidikan yang berkualitas yang dapat membentuk karakter dan kepribadian diri. Namun, apakah pendidikan ini sudah merata dan diterima setiap warga negara yang tinggal di negara Indonesia? Persentase warga negara Indonesia yang mendapatkan ilmu berkualitas khususnya melalui pendidikan tinggi masih tercatat rendah, terdapat hanya sekitar 6-10% penduduk yang menamatkan pendidikan di perguruan tinggi. Meskipun lebih banyak penduduk yang memiliki ijazah SMA, tetapi jumlah yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi masih jauh lebih kecil.
Padahal, kemerdekaan dalam aspek pendidikan harusnya mampu menghapus penghalang sosial dan budaya yang selama ini membatasi akses pendidikan, khususnya bagi perempuan, kelompok marginal, dan daerah tertinggal. Merdeka berarti pendidikan seharusnya tidak menjadi privilege sebagian orang, melainkan menjadi hak dasar yang diwujudkan dalam sistem yang inklusif dan merata. Selain itu, merdeka dalam pendidikan berarti bebas dalam berekspresi, berkarya, dan berinovasi demi kebaikkan sesama dan membangun relasi yang adil dan makmur di kalangan masyarakat tanpa merasa takut dikucilkan atau dihakimi. Pendidikan yang merdeka harus membentuk generasi yang kritis, mandiri, dan bertanggung jawab, yang mampu menghadapi tantangan global sekaligus menjaga nilai-nilai luhur budaya bangsa.
Selain akses dan kualitas pendidikan, aspek penting lain dalam mewujudkan kemerdekaan pendidikan adalah kurikulum yang diterapkan sebagai panduan belajar mengajar di seluruh jenjang pendidikan. Kurikulum merupakan cerminan nilai-nilai, tujuan, dan arah pembangunan sebuah bangsa dalam konteks pendidikan. Di masa ini, sistem pendidikan sudah berkembang mengikuti alur globalisasi. Dunia mulai memanfaatkan teknologi dan lebih fleksibel dalam membangun karakter murid dan tenaga pendidik di sekolah. Kurikulum yang diterapkan sekarang, yaitu Kurikulum Merdeka, memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengeksplorasi minat, bakat, dan kreativitas sesuai dengan kebutuhan zaman.
Namun, dalam pelaksanaannya, tantangan dalam mewujudkan pendidikan yang merdeka dengan kurikulum ini masih cukup besar. Perbedaan sumber daya, ketersediaan fasilitas, dan kesiapan guru di berbagai daerah menjadi sulit untuk mengatur dan menciptakan keadilan dalam sistem pendidikan. Maka dengan itu, menurut saya, Indonesia masih perlu mengembangkan dan memahami makna kemerdekaan dari aspek pendidikan secara mendalam, kita sebagai rakyatnya diajak untuk lebih aktif berkontribusi dalam memperbaiki sistem pendidikan Indonesia. Hanya dengan pendidikan yang benar-benar merdeka dan adil, bangsa ini dapat mewujudkan kemerdekaan sejati. Kemerdekaan yang membawa kesejahteraan dan kemajuan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Apakah Indonesia Sudah Merdeka? Sebuah Tulisan Reflektif yang Ditulis dalam Memperingati 80 Tahun Pasca Kemerdekaan Republik Indonesia
Menyelami Building The Future, Preserving the Legacy, Growing Together dalam Talk Show Inspiratif bersama Rosianna Silalahi
Deutsch ist ein Plus (Bahasa Jerman adalah Nilai Plus)
Kegiatan Upacara Bendera Perayaan Hari Kemerdekaan Ke-80 Republik Indonesia di Santa Ursula BSD: Dari Semangat Kebangsaan hingga Refleksi Sosial
PEMERIKSAAN KESEHATAN MENUJU KEGIATAN OUTWARD BOUND INDONESIA
//