Thailand National Cheerleading Championship (TNCC) sebuah ajang perlombaan berskala internasional yang diselenggarakan oleh Thailand setiap tahunnya sejak 2009. Tahun ini diadakan di Rangsit University pada tanggal 25 - 27 Oktober 2025. Pada tahun 2019 diresmikannya kategori perlombaan baru yaitu Urban Dance dan Urban Cheer Dance. Urban dance adalah gabungan berbagai jenis tarian modern terutama break dance dan atraksi lompat serta gerakan tangan cheerleading. Berbeda dengan Urban Cheer Dance yang menampilkan gabungan tarian contemporary (gabungan tarian klasik yang lebih berfokus pada ekspresi dan fleksibilitas, seperti ballet, jazz, dan lainnya) dengan atraksi lompatan cheerleading.
Tahun ini merupakan tahun pertama Indonesia mengirimkan tim untuk bersaing di kategori Urban Dance dan Urban Cheer Dance yang terdiri dari beberapa kategori dan divisi. Mulai dari Divisi Junior 1 (usia 7 -11 tahun), Junior 2 (usia 12 - 17 tahun), dan Senior (usia 18 tahun ke atas). Terbagi dalam Kategori Doubles (berpasangan) dan Team (berkelompok). Di tahun ini, saya Emmeryn Arianna Pranoto bersama dengan Made Padma Vidyaswari terpilih mewakili Indonesia di divisi Urban Dance, kategori Junior 2 (doubles).
Setelah 3 bulan berlatih, tibalah hari perlombaan yaitu 25 Oktober 2025. Hari itu merupakan hari yang telah kami nanti - nantikan. Kami membawa nama tanah air Indonesia untuk dikenal di kancah internasional. Tentu kami sangat gugup dan terkadang membuat kami tidak percaya diri karena tim Thailand terkenal akan keunggulannya di bidang menari terutama jenis tarian break dance. Terutama setelah melihat beberapa video penampilan dari tim Thailand tahun lalu, walau tingkat gerakan sulit masih terlihat rapi dan sinkron.
Hari itu kami bersaing di divisi Urban Dance, kategori Junior 2 (doubles) yaitu modern dance dengan campuran atraksi cheerleading yang dibawakan berpasangan. Kami yang awalnya gugup sekali saling menyemangati dan memberi afirmasi positif agar tetap percaya diri. Puji Tuhan kami tampil sesuai harapan, rapih, sesuai ketukan, berekspresi, dan sinkron. Ternyata kerja keras kami selama 3 bulan latihan tidak sia - sia.
Setibanya di penghujung acara, sekali lagi doa dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berharap dapat mengharumkan nama bangsa di kejuaraan internasional. Pengumuman pemenang semakin mendekati divisi kami, jujur kami tidak banyak berharap hanya pasrah terutama melihat lawan dengan atraksi dan kesulitan gerakan yang jauh lebih rumit dan tinggi. Akhirnya pengumuman juara pun dikumandangkan. Ketika MC mengumumkan juara 3, kami merasa merinding mendengarnya. Kami saling berbisik, “Peraih posisi ketiga saja sudah lebih bagus dari kita ya, apa lagi juara 2 dan 1”. Keringat dingin menyerbu sekujur tubuh kami ketika juara 2 diumumkan. Kami kaget dan terperangah mendengar nama kami disebut sebagai juara 2.
Kami merasa senang dan lega karena berhasil mengharumkan nama Indonesia. Selain itu, kami merasa bangga karena berhasil mencetak sejarah sebagai tim Indonesia yang pertama kali memenangkan Urban Dance, kategori Junior 2 (doubles). Menurut juri sinkronisasi dan eksekusi koreografi yang kami bawakan sangat mendalam, penuh penghayatan dan kompak. Seolah tarian tersebut merupakan karya seni nyata yang terangkai dalam sebuah cerita. Tarian tersebut menciptakan koneksi antar saya dan Padma. Kami harus bisa memahami dan saling melengkapi secara kemampuan maupun relasi dan kepercayaan. Hal tersebutlah yang membuat kami dapat menampilkan yang terbaik dan meraih juara 2.
Selama proses latihan sampai dengan perlombaan, saya berpegang teguh pada 10 Nilai Santa Ursula dan 6 Nilai Serviam. Secara khusus nilai daya juang, kemandirian, kerja sama, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, totalitas dan persatuan. Menurut saya nilai - nilai tersebut dapat mengarahkan saya untuk lebih fokus pada tujuan dengan mengatur waktu rutinitas sehari - hari dan memprioritaskan hal yang penting. Nilai totalitas menjadi faktor utama karena tanpa adanya usaha saya tidak akan bisa membagi prioritas dalam segala rutinitas kegiatan saya seperti belajar; mata pelajaran, gitar, piano, bahasa Mandarin, dan modern dance . Hal ini membuktikan, kerja keras dan ambisi diperlukan untuk totalitas dalam mengerjakan segala sesuatu sehingga memperoleh hasil optimal. Karakter tersebut dapat terbentuk dalam diri saya karena sudah terbiasa sejak dini bersekolah di Santa Ursula BSD yang mengajarkan untuk mengerjakan segala sesuatu dengan sepenuh hati, sehingga kami terbiasa untuk mengatasi segala tantangan dengan terarah, terstruktur, dan tepat tujuan. Bagi saya ini bentuk aksi nyata dari 10 Nilai Santa Ursula dan Nilai Serviam yang sesuai dengan pepatah “Upaya tidak akan mengkhianati hasil”.
Mengukir Prestasi Nasional di OSIS Awards 2025
Thailand National Cheerleading Championship 2025
Mensyukuri Setiap Privilese yang Kita Miliki: Perwakilan BP OSIS SMP Santa Ursula BSD 2025 Menyambangi Rumah Singgah KAJ
MENEMUKAN KASIH ALLAH DALAM KEHENINGAN RETRET 2025
Di Balik Tantangan, Ada Pembelajaran: Refleksi dari Pelatihan di Yonif Arya Kemuning 203