Semangat Kemerdekaan di TB-TK Santa Ursula BSD
Posted: 2016-09-08 | By: ( Anita )
Wajah peserta didik tampak kagum melihat para tenaga pendidik yang menyambut mereka dengan baju bernuansa merah. Hari ini, 19 Agustus 2016, kegiatan para peserta didik di sekolah akan dimeriahkan dengan pelaksanaan perlombaan. Ada empat macam perlombaan; lomba mengiring bola, lomba membuat menara, lomba estafet simpai, dan lomba menyanyikan lagu “Hari Merdeka”. Beberapa hari sebelumnya, semua peserta didik telah memilih lomba yang akan mereka ikuti dan seluruh peserta didik telah menjalani simulasi perlombaan hari ini.   Para peserta didik berkumpul di Hall TK dengan wajah bersemangat dan siap mengikuti perlombaan. Sebelum perlombaan dimulai, salah satu tenaga pendidik menjelaskan bahwa tujuan perlombaan bukanlah untuk menang atau kalah tetapi untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus. Kemudian, seluruh peserta didik dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan perlombaan masing-masing. Seluruh perlombaan berlangsung dengan meriah. Ketika giliran TK A yang berlomba, peserta didik TK B menjadi penonton dan sebaliknya. Seruan semangat dan kegembiraan mewarnai perlombaan hingga selesai.   Setelah seluruh lomba usai, seluruh peserta didik kembali berkumpul di hall TK untuk mendengarkan pengumuman juara lomba. Juara I, II dan III menerima hadiah, dan dengan gembira mereka membukanya bersama-sama. Semua peserta didik mendapatkan bagian dari hadiah tersebut dan menikmatinya bersama-sama. Selamat bergembira!   
Selengkapnya
Pementasan TK A Santa Ursula BSD -Aku Berani dan Mandiri-
Posted: 2016-03-21 | By: Ibu Yuliana
Keberanian anak usia dini perlu dikembangkan dan dilatih bersama teman-teman yang ada di lingkungan sekolah. Motivasi dari orangtua serta para tenaga pendidik pun sangat diperlukan agar para peserta didik berani tampil di hadapan banyak orang. Sikap tanggung jawab, disiplin, saling menghargai, dan kerja sama saat latihan ternyata dapat menunjang keberanian para peserta didik pada saat tampil di atas panggung. Melatih kemandirian anak usia dini juga dibutuhkan ruang, waktu, dan kegiatan yang dapat menunjang tugas perkembangannya. Sebagai salah satu wujud untuk mengembangkan kemandirian serta keberanian saat tampil, maka TK A mengadakan pementasan yang mengikutsertakan seluruh peserta didik TK A Santa Ursula BSD.Pementasan yang diselenggarakan pada hari Selasa, 2 Februari 2016 dihadiri oleh Suster Francesco Marianti, OSU, para kepala sekolah dari unit SD, SMP, SMA, serta orangtua peserta didik TK A. Tepat pukul 09.00, tampak dua pemandu acara cilik naik ke atas panggung dan memberikan sambutan yang ceria kepada semua yang hadir. Ibu Ratna, selaku kepala sekolah TB-TK memberikan kata sambutan sebelum pementasan dimulai. Acara demi acara dilalui dengan penuh gelak tawa dari para penonton yang hadir. Tak terasa acara pementasan sudah sampai pada penampilan terakhir. Seluruh peserta didik TK A dan tenaga pendidik bersama-sama menyanyikan lagu “Mari Berdendang”. Para peserta didik tampak gembira karena telah tampil dengan baik di hadapan orangtua mereka. Setelah pementasan selesai, seluruh peserta didik pulang bersama orangtua dengan membawa bingkisan. Tentunya pengalaman pementasan ini akan menjadi pengalaman yang berharga bagi para peserta didik. Terima kasih atas penampilan terbaikmu!
Selengkapnya
Pentas Seni Taman Bermain
Posted: 2015-11-09 | By:
Pada hari Jumat, 23 Oktober 2015 para peserta didik Taman Bermain Santa Ursula BSD menyelenggarakan pentas seni yang bertempat di auditorium lantai bawah Santa Ursula BSD. Acara ini diselenggarakan untuk melatih keberanian untuk tampil di depan umum, membangun rasa percaya diri, melatih kedisiplinan dan daya juang serta menunjukkan kemampuan peserta didik taman bermain yang telah bersekolah selama kurang lebih tiga bulan. Pentas seni ini melibatkan seluruh peserta didik taman bermain dan beberapa peserta didik TK sebagai petugasnya. Para orangtua peserta didik tampak sangat antusias untuk menyaksikan pentas ini, terbukti dengan penuhnya bangku penonton. Pentas seni ini menampilkan atraksi peserta didik dari taman bermain seperti senam, menari dan menyanyi.   Saat penampilan, para peserta didik masih dibantu oleh tenaga pendidik yang memberi contoh. Gaya menari yang masih sedikit kaku dan cara menyanyikan lagu dengan lirik yang masih kurang jelas berhasil menarik perhatian para penonton. Adanya aksi peserta didik yang bersaing untuk berdiri di depan microphone dan turun dari panggung saat penampilan belum selesai juga mengundang tawa para orangtua. Meski demikian, para orangtua tampak kagum dan bangga. Sebuah acara pentas seni sederhana yang menampilkan atraksi lucu dari peserta didik taman bermain seperti menari, menyanyi, dan senam ini telah membuka hati para orangtua dan tenaga pendidik tentang betapa uniknya setiap anak.  
Selengkapnya
Siapakah Santa Ursula?
Posted: 2015-11-09 | By: Ratna Kumala
Kisah kehidupan Ursula tidak banyak diketahuidan banyak telah bercampur dengan legenda. Akan tetapi, hal itu tidak mengurangi nilai keperawanan dan kemartiran Ursula dan kawan-kawannya. Nama Ursula dikenal luas karena usahanya untuk membela ajaran iman dan mempertahankan kemurnian dirinya. Diilhami oleh kepribadiannya itu, Santa Angela Merici tidak segan-segan memilih Ursula sebagai pelindung bagi tarekat religius suster-suster yang didirikannya di Brescia pada tahun 1535. Tarekat suster-suster itu kini lazim dikenal dengan nama Tarekat Suster-Suster Ursulin (OSU).   Tarekat ini juga berkarya di beberapa wilayah keuskupan di Indonesia. Menurut buku Kisah Orang Kudus, Ursula hidup pada abad ke-4. Ia dikenal sebagai puteri seorang raja Inggris. Banyak pemuda tertarik padanya karena parasnya yang sangat cantik. Suatu ketika datanglah sebuah lamaran pernikahan dari seorang raja kafir, yang dengan tegas ia tolak. Untuk menghindari terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan, Ursula bersama para pembantunya melarikan diri ke Eropa. Setelah lama berlayar, mereka tiba di Koln, Jerman. Sesampainya di sana, dia bersama pembantu-pembantunya ditangkap oleh orang-orang dari suku bangsa Hun. Mereka dipaksa untuk menyangkal imannya dan berusaha merampas keperawanannya. Di dalam kondisi tersebut, Ursula tetap gigih membela diri. Akhirnya ia bersama pembantu-pembantunya dibunuh. Jenazah mereka kiranya dimakamkan oleh orang-orang Kristen yang ada di sana.   Santa Ursula dan kawan-kawannya dihormati Gereja sebagai orang kudus. Perlindungannya yang suci atas tarekat Ursulin yang didirikan Santa Angela Merici membuat tarekat itu berkembang menjadi suatu lembaga religius yang besar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sosok Santa Ursula menjadi sosok menginspirasi karena ia adalah seorang perempuan yang tegas, pemberani serta rela mengorbankan dirinya bagi sebuah kebenaran.  
Selengkapnya