Pentas Seni Taman Bermain
Posted: 2015-11-09 | By:
Pada hari Jumat, 23 Oktober 2015 para peserta didik Taman Bermain Santa Ursula BSD menyelenggarakan pentas seni yang bertempat di auditorium lantai bawah Santa Ursula BSD. Acara ini diselenggarakan untuk melatih keberanian untuk tampil di depan umum, membangun rasa percaya diri, melatih kedisiplinan dan daya juang serta menunjukkan kemampuan peserta didik taman bermain yang telah bersekolah selama kurang lebih tiga bulan. Pentas seni ini melibatkan seluruh peserta didik taman bermain dan beberapa peserta didik TK sebagai petugasnya. Para orangtua peserta didik tampak sangat antusias untuk menyaksikan pentas ini, terbukti dengan penuhnya bangku penonton. Pentas seni ini menampilkan atraksi peserta didik dari taman bermain seperti senam, menari dan menyanyi.   Saat penampilan, para peserta didik masih dibantu oleh tenaga pendidik yang memberi contoh. Gaya menari yang masih sedikit kaku dan cara menyanyikan lagu dengan lirik yang masih kurang jelas berhasil menarik perhatian para penonton. Adanya aksi peserta didik yang bersaing untuk berdiri di depan microphone dan turun dari panggung saat penampilan belum selesai juga mengundang tawa para orangtua. Meski demikian, para orangtua tampak kagum dan bangga. Sebuah acara pentas seni sederhana yang menampilkan atraksi lucu dari peserta didik taman bermain seperti menari, menyanyi, dan senam ini telah membuka hati para orangtua dan tenaga pendidik tentang betapa uniknya setiap anak.  
Selengkapnya
Siapakah Santa Ursula?
Posted: 2015-11-09 | By: Ratna Kumala
Kisah kehidupan Ursula tidak banyak diketahuidan banyak telah bercampur dengan legenda. Akan tetapi, hal itu tidak mengurangi nilai keperawanan dan kemartiran Ursula dan kawan-kawannya. Nama Ursula dikenal luas karena usahanya untuk membela ajaran iman dan mempertahankan kemurnian dirinya. Diilhami oleh kepribadiannya itu, Santa Angela Merici tidak segan-segan memilih Ursula sebagai pelindung bagi tarekat religius suster-suster yang didirikannya di Brescia pada tahun 1535. Tarekat suster-suster itu kini lazim dikenal dengan nama Tarekat Suster-Suster Ursulin (OSU).   Tarekat ini juga berkarya di beberapa wilayah keuskupan di Indonesia. Menurut buku Kisah Orang Kudus, Ursula hidup pada abad ke-4. Ia dikenal sebagai puteri seorang raja Inggris. Banyak pemuda tertarik padanya karena parasnya yang sangat cantik. Suatu ketika datanglah sebuah lamaran pernikahan dari seorang raja kafir, yang dengan tegas ia tolak. Untuk menghindari terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan, Ursula bersama para pembantunya melarikan diri ke Eropa. Setelah lama berlayar, mereka tiba di Koln, Jerman. Sesampainya di sana, dia bersama pembantu-pembantunya ditangkap oleh orang-orang dari suku bangsa Hun. Mereka dipaksa untuk menyangkal imannya dan berusaha merampas keperawanannya. Di dalam kondisi tersebut, Ursula tetap gigih membela diri. Akhirnya ia bersama pembantu-pembantunya dibunuh. Jenazah mereka kiranya dimakamkan oleh orang-orang Kristen yang ada di sana.   Santa Ursula dan kawan-kawannya dihormati Gereja sebagai orang kudus. Perlindungannya yang suci atas tarekat Ursulin yang didirikan Santa Angela Merici membuat tarekat itu berkembang menjadi suatu lembaga religius yang besar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sosok Santa Ursula menjadi sosok menginspirasi karena ia adalah seorang perempuan yang tegas, pemberani serta rela mengorbankan dirinya bagi sebuah kebenaran.  
Selengkapnya