PENDAMPINGAN ORANGTUA PESERTA DIDIK TB-TK SANTA URSULA BSD
Posted: 2021-01-06 | By: Tim Psikolog Santa Ursula BSD
Butuh orang sekampung untuk membesarkan seorang anak. Kalimat ini pasti sering terdengar oleh orangtua karena membesarkan anak jaman now, apalagi ditengah pandemi seperti sekarang ini, sangatlah menantang. Hebatnya para orangtua sekarang selalu mencari berbagai sumber untuk memperkaya pengetahuan mereka terkait tumbuh kembang anak. Maraknya berbagai webinar dengan beragam topik saat ini pun tersedia di media sosial sehingga orangtua dapat dengan mudah mengakses dan mendapatkan informasi terkait tumbuh kembang anak-anak mereka. Sekolah Santa Ursula BSD pun melihat bahwa pendampingan orangtua sangat penting dilakukan terutama mulai dari jenjang terkecil. Untuk itu, pada tanggal 19 dan 26 November 2020, sekolah mengadakan pertemuan dengan orangtua Taman Bermain dan Taman Kanak-kanak yang diisi dengan sesi bincang- bincang bersama psikolog sekolah terkait stimulasi dan tumbuh kembang anak. Melalui pertemuan ini, orangtua diajak untuk mengingat kembali bahwa perkembangan setiap anak unik dan berbeda-beda. Untuk itu, orangtua perlu berproses bersama anak, menerima segala kelebihan dan kekurangannya, serta beraktivitas bersama anak agar tumbuh kembang anak optimal serta relasi antara orangtua dan anak terus dapat terjalin baik. Ibarat membangun rumah yang memerlukan pondasi kuat agar rumah tersebut kokoh, demikian pula dengan proses perkembangan anak. Pondasi yang paling dasar dalam perkembangan anak antara lain perkembangan panca indera, sementara kemampuan membaca, menulis, berhitung merupakan perkembangan yang berada di tingkat atas. Itulah sebabnya Sekolah Santa Ursula BSD tidak mengajarkan membaca, menulis, berhitung di tingkat Taman Kanak-kanak. Di jenjang Taman Bermain dan Taman Kanak kanak, orangtua seringkali cemas akan tuntutan yang akan diberikan kepada anak di Sekolah Dasar terutama terkait dengan kemampuan mereka dalam membaca dan menulis. Namun, sebagai sekolah yang menerapkan pendidikan berkelanjutan, SD Santa Ursula BSD pun tidak menjadikan membaca dan menulis sebagai prasyarat untuk masuk SD. Anak-anak dengan perkembangan dasar yang matang akan dengan cepat menguasai kemampuan lanjutan yang perlu ia kuasai di tahap berikutnya. Untuk itu, ketika seorang anak mengalami kendala dalam tahapan perkembangannya, orangtua disarankan untuk memberikan rangsangan terutama pada tahap perkembangan tersebut. Dengan demikian pondasi perkembangan anak akan semakin kokoh. Di tingkat Taman Bermain dan Taman Kanak kanak ini, stimulasi dilakukan melalui bermain dan aktivitas sehari-hari. Penting bagi orangtua memperkenalkan berbagai macam tekstur untuk merangsang panca indera anak. Sekolah pun memberikan contoh dengan mengenalkan lem jenis tertentu yang digunakan dengan cara dicolek dengan jari. Dengan demikian, anak belajar untuk tahu tekstur lengket. Berbagai panduan aktivitas yang diberikan oleh sekolah, dapat di modifikasi pula oleh orangtua sesuai kebutuhan anak untuk keperluan stimulasi tumbuh kembang mereka. Orangtua pun dipersilahkan untuk selalu mengomunikasikan kepada pihak sekolah mengenai apapun yang mereka temukan selama proses belajar bersama anak-anak. Dalam hal ini, guru dan psikolog sekolah sangat terbuka untuk berkomunikasi secara langsung dengan orangtua. Pada pertemuan ini, orangtua juga diingatkan untuk selalu merawat dirinya dan mencari cara untuk melepaskan stress ataupun tekanan yang dirasakan karena setiap emosi yang dirasakan oleh orangtua pasti turut dirasakan pula oleh anak-anak. Sebagai pengingat akhir, orangtua diajak untuk slow down sejenak, memperlambat langkah, dan menikmati setiap saat bersama anak-anak karena masa kanak-kanak akan sangat cepat berlalu.
Selengkapnya
HARI PANGAN SEDUNIA
Posted: 2020-11-03 | By: The Anita Andriyani
Hari Pangan Sedunia atau HPS yang jatuh pada tanggal 16 Oktober 2020 mengusung tema “Makanan Sehat, Menanam dan Berbagi”. Bagi peserta didik TB-TK, Hari Pangan Sedunia menjadi kesempatan untuk mengingat kembali bahwa masih ada orang lain yang belum bisa makan makanan yang sehat atau bahkan yang cukup. Peserta didik mendengarkan penjelasan tenaga pendidik mengenai Hari Pangan Sedunia dan alasan mengapa kami merayakannya. Tenaga pendidik juga melakukan tanya jawab dengan peserta didik mengenai kegiatan ini. Ketika tenaga pendidik bertanya kepada peserta didik mengenai aktivitas yang bisa mereka lakukan untuk menunjukkan toleransi kepada teman-teman yang berkekurangan, bermacam-macam jawaban dicetuskan oleh mereka. Ada yang menjawab bahwa kita perlu berbagi makan kepada pengemis di jalan dan menghabiskan makanan yang sudah diambil. Ada pula yang dengan lantang menyebutkan, “Tidak boleh rakus!” Lalu peserta didik lain menimpali dengan, “Bilang terima kasih sama mama karena sudah menyiapkan makanan.” Beberapa peserta didik lainnya juga menyatakan mereka sedih melihat teman-teman yang kekurangan makan. Seorang peserta didik juga mengingatkan bahwa kita perlu selalu mengucap syukur untuk semua makanan yang kita makan.  Diskusi dan tanya jawab itu ditutup dengan doa makan yang dipimpin oleh salah satu peserta didik. Tak lupa mereka mengucap syukur kepada Tuhan atas makanan yang akan mereka makan. Dalam rangka Hari Pangan Sedunia, semua peserta didik TB-TK memakan makanan yang berbahan dasar tahu atau tempe. Meskipun kegiatan Hari Pangan Sedunia dilakukan dalam pertemuan daring, tetapi semangat peserta didik untuk memakan bekal mereka masing-masing tetap terasa. Beberapa peserta didik yang kurang menyukai tahu atau tempe juga tetap mau mencoba bekal mereka dan menghabiskannya. Di akhir pertemuan, tenaga pendidik kembali mengingatkan peserta didik untuk selalu bersyukur.   
Selengkapnya
Kafe Pelangi di TB-TK Santa Ursula BSD
Posted: 2020-03-06 | By: Ibu Stefannie Monica S.
Pada hari Kamis, 16 Januari 2020, area TB-TK Santa Ursula BSD terlihat meriah dengan pita dan balon yang bernuansa pelangi. Hari ini TK Santa Ursula Jakarta, TK Vincentius, TK Santa Theresia, dan TK Santa Maria akan bermain ke Kafe Pelangi di TB-TK Santa Ursula BSD. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara dalam merayakan 30 tahun Santa Ursula BSD. Semua yang bertugas di kafe tersebut adalah peserta didik TK B. Untuk itu, tenaga pendidik TB-TK sudah mempersiapkan seluruh rangkaian acara dengan baik. Di Kafe Pelangi, bukan hanya ada stand makanan dan minuman, tetapi juga bioskop dan stand permainan dimana terdapat permainann-permainan serta hadiah yang menarik jika memenangkan permainan. Di stand makanan ada menu-menu yang bervariasi seperti Hairy Pasta, Bakso, Mini Burger, Animal Soup, Chicken Bento, French Fries, Mini Pao, dan Chocolate Fondue. Sedangkan di stand minuman ada Infused Water, Honey with Mint, Popsicle Ice, dan Jelly Belly Ice. Tepat jam 08.00 pagi, seluruh peserta didik dan tenaga pendidik dari empat sekolah berkumpul di Ruang Serbaguna untuk membuka acara Kafe Pelangi dengan senam bersama. Setelah acara pembukaan selesai, mereka mengunjungi kafe dan bioskop serta permainan secara bergantian. Suasananya begitu meriah dan banyak anak-anak yang terlihat bersemangat. Pada pukul 10.00, peserta didik dari keempat sekolah mulai menaiki kendaraan masing-masing untuk kembali ke sekolah mereka.  Sungguh membanggakan melihat peserta didik bekerja sama dan bekerja keras melayani pengunjung yang datang. Peserta didik dari sekolah lain juga terlihat senang dan menikmati makanan dan minuman yang disediakan. Proficiat untuk peserta didik TK B!  
Selengkapnya
Cerdas Mendampingi Buah Hati
Posted: 2018-10-03 | By: Valeria Tri Istiyanti
Menjadi orangtua di zaman now memiliki tantangan tersendiri. Anak-anak yang kita hadapi memiliki karakteristik yang berbeda dengan zaman sebelumnya. Mereka lebih melek teknologi dan seorang digital native. Untuk menambah wawasan orangtua berkaitan dengan anak zaman now, maka pada hari Kamis, 27 September 2018, TB-TK Santa Ursula BSD mengundang Ibu Feke Angge Pramita, M.Psi.,Psi. sebagai narasumber untuk membahas tema “Cerdas Mendampingi Buah Hati”. Pada pertemuan kali ini, orangtua diharapkan dapat datang bersama dengan pasangannya. Pertemuan dimulai pukul 08.00 dengan pembahasan karakteristik anak jaman now. Mereka merupakan anak-anak yang sangat mahir menggunakan teknologi, sehingga mudah mengakses informasi dari berbagai sumber seperti smartphone, komputer, dan melalui tayangan televisi. Akibatnya, mereka kurang interaksi tatap muka dan memiliki waktu bersosialisasi serta bermain di luar. Dalam pengasuhan anak, kedua figur yaitu ayah dan ibu sangatlah penting, karena keduanya saling melengkapi. Anak-anak akan belajar bagaimana peran laki-laki dan peran perempuan terutama di dalam keluarga. Orangtua yang dimaksudkan di sini bukan hanya ayah dan ibunya saja, melainkan semua orang dewasa di sekitarnya. Guru, saudara, kakek dan nenek, supir, pengasuh, om dan tante; mereka juga berperan dalam mendidik anak. Oleh karena itu, adanya komunikasi yang baik antara semua yang terlibat akan menjadi kunci keberhasilan dalam mendidik anak. Orangtua juga perlu mengetahui bahwa setiap perilaku anak pasti ada sebabnya. Dengan adanya observasi dan investigasi yang menyeluruh, diharapkan orangtua dapat menanggapi dengan bijaksana. Tantangan terbesar bagi orangtua dan anak jaman now adalah kurangnya waktu, minimnya interaksi, dan banyaknya penggunaan gadget serta alat elektronik lainnya. Dalam menghadapi tantangan ini, orangtua diharapkan dapat meluangkan waktu secara kualitas maupun kuantitas dengan anak agar anak mendapatkan memori yang positif untuk perkembangan mereka. Dengan memenuhi kebutuhan anak akan kasih sayang, stimulasi, perhatian, perlindungan, dan kesehatan, anak akan berkembang sesuai dengan tugas perkembangan usianya. Sebagai penutup, Ibu Feka memberikan beberapa tips dalam mendampingi anak; mendengar aktif, bermain bersama, dan hadir serta ada untuk anak. Semoga pertemuan ini bermanfaat bagi orangtua dalam mendampingi buah hati.
Selengkapnya
Jalan-Jalan Edukatif TK
Posted: 2018-01-16 | By: (Yuliana)
Setiap tahun, TB-TK Santa Ursula BSD mengadakan jalan-jalan edukatif untuk peserta didik. Kegiatan ini ditujukan untuk mengenalkan lingkungan publik di luar sekolah, sehingga peserta didik mendapatkan pengalaman baru serta memahami aturan di luar sekolah. Oleh karena itu pada tanggal 31 Oktober 2017, peserta didik TK A berangkat menuju Pizza Hut untuk mengikuti kegiatan Pizza Maker Junior, sedangkan peserta didik TK B berangkat menuju Gramedia World BSD pada tanggal 2 November 2017. Seluruh peserta didik tampak sangat bersemangat mengikuti acara jalan-jalan ini. Beberapa dari mereka bahkan datang lebih pagi ke sekolah Pada hari Selasa, 31 Oktober 2017, peserta didik TK A datang dengan wajah ceria memasuki Pizza Hut. Acara Pizza Maker Junior berjalan dengan lancar. Peserta didik mendapat kesempatan untuk mengamati langsung cara pembuatan pizza dengan membuat pizza mereka sendiri. Wajah mereka tampak senang ketika mereka memakan pizza buatan mereka dan ice tea. Ada pula peserta didik yang menyisihkan beberapa potongan pizza mereka untuk orangtua. Setelah kenyang makan pizza, peserta didik TK A kembali ke sekolah dengan membawa balon hias. Sebagai kenang-kenangan, mereka membawa goodie bag berisi topi, celemek, dan buku gambar. Tak berapa lama kemudian, pada hari Kamis, 2 November 2017, peserta didik TK B pergi menuju Gramedia World BSD. Setelah sampai, mereka diberikan pengarahan di depan gedung Gramedia. Setelah acara bersama dengan pembawa acara dari Gramedia, peserta didik TK B dibagi menjadi kelompok kecil untuk menjelajahi area Gramedia. Tampak beberapa peserta didik yang sibuk memilih buku yang akan mereka beli. Saat kembali ke sekolah, mereka bercerita tentang buku yang mereka beli dengan temannya. Sungguh suatu pengalaman yang berkesan bagi peserta didik TK A dan TK B!
Selengkapnya