Semangat Berbagi di Kelas TK B Santa Ursula BSD
Posted: 2021-07-11 | By: Yuliana Erika Murti
Meski melalui pembelajaran jarak jauh, peserta didik di kelas TK B tetap dapat merayakan kegembiraan dan semangat Paskah melalui kegiatan-kegiatan yang dirancang oleh tenaga pendidik. Salah satu kegiatan tersebut adalah membuat celengan menggunakan barang bekas. Pada tanggal 17 Februari 2021, tepatnya pada hari Rabu Abu, peserta didik kelas TK B diajak untuk membuat satu celengan sederhana. Celengan tersebut dibuat dengan menggunakan barang bekas yang mereka miliki di rumah. Tenaga pendidik berpesan bahwa isi dari celengan itu akan digunakan untuk membantu kaum duafa yang membutuhkan pertolongan.Pada hari Rabu, 31 Maret 2021, tenaga pendidik mengajak peserta didik kelas TK B untuk membuka celengan yang sudah diisi sebelumnya. Lalu, tenaga pendidik dan peserta didik berdiskusi tentang apa yang akan mereka lakukan dengan isi dari celengan tersebut. Alhasil, tindakan yang dilakukan oleh setiap peserta didik berbeda-beda. Ada yang memberikan sembako kepada petugas kebersihan di kompleks tempat tinggalnya, ada pula yang memberikan makanan kepada tukang becak. Selain itu, cukup banyak peserta didik yang memilih untuk memberikan makanan kepada para pelayan jasa antar online yang mengantarkan barang atau makanan ke rumah mereka. Kegiatan ini memang terbilang sangat sederhana, tetapi memiliki nilai hidup yang sangat berharga. Peserta didik diajak untuk peduli dan berbagi di tengah kondisi yang sulit. Peserta didik diarahkan untuk peka melihat bahwa di sekitar mereka masih ada orang-orang yang membutuhkan uluran tangan mereka.
Selengkapnya
Perayaan Hari Ibu di Unit TB-TK Santa Ursula BSD
Posted: 2021-07-11 | By: Anna Paskantiningsih
Hari Rabu, 16 Desember 2020 adalah hari istimewa untuk peserta didik     unit TB-TK Santa Ursula BSD. Hari itu adalah hari terakhir mereka bersekolah di semester satu. Tenaga pendidik merancang sebuah acara khusus untuk menjadikan akhir semester satu ini bermakna bagi mereka. Melalui serangkaian acara yang dikemas sedemikian rupa, peserta didik diajak untuk berterima kasih  bukan hanya kepada ibu tetapi kepada kedua orang tua yang selalu mendampingi mereka selama pembelajaran jarak jauh berlangsung.Di jenjang TB, peserta didik menyaksikan film pendek dari Shimajiro berjudul “Hari Kelahiranku”. Setelah itu, mereka menyimak pesan singkat dari orang tua melalui media video. Dengan bimbingan dari tenaga pendidik, peserta didik diarahkan untuk mengucapkan terima kasih dan memeluk orang tua mereka masing-masing. Terlihat pula peserta didik dan orang tua mereka masing-masing saling memeluk dengan erat. Bahkan ada beberapa orang tua menangis karena terharu.Di jenjang TK, peserta didik diajak membuat hasil karya dari bahan-bahan yang diberikan oleh tenaga pendidik untuk tiap orang tua. Dari bahan-bahan tersebut, ada peserta didik yang membuat gambar dan ada pula yang membuat kartu ucapan. Setelah selesai, peserta didik memberikan hasil karya tersebut dan mengucapkan terima kasih sambil berpelukan dengan orang tua mereka masing-masing.  Melalui acara sederhana ini, peserta didik diharapkan mampu menumbuhkan dan mengembangkan nilai penghargaan, kepekaan, dan rasa empati. Pembelajaran jarak jauh, terutama di unit TB dan TK tidak akan berhasil tanpa kerja sama antara tenaga pendidik dan orang tua. Ucapan terima kasih ini kami sampaikan kepada semua orang tua atas kerja sama yang terjalin baik sampai saat ini.
Selengkapnya
Kegiatan Berjalan-jalan Virtual
Posted: 2021-07-11 | By: Anna Paskantiningsih
Salah satu kegiatan yang sangat ditunggu peserta didik TB-TK adalah kegiatan berjalan-jalan. Mereka sangat antusias ketika mendengar kata berjalan-jalan. Melalui kegiatan berjalan-jalan, peserta didik juga dapat mengenal nilai-nilai tanggung jawab, kemandirian, kedisiplinan, dan nilai-nilai lainnya. Saat ini, kegiatan berjalan-jalan di unit TB-TK Santa Ursula BSD berbeda dengan kegiatan berjalan-jalan sebelum masa pandemi Covid-19. Kegiatan ini dilakukan secara virtual. Meskipun demikian, kegiatan ini didesain dengan tidak mengubah rasa antusias peserta didik terhadap kegiatan Jalan-Jalan Virtual. Tenaga pendidik merencanakan dan menyiapkannya secara detail sehingga kegiatan Jalan-Jalan Virtual dapat terwujud dengan baik. Para tenaga pendidik unit TB-TK menyiapkan dengan matang mengenai tujuan kegiatan, lokasi, media yang digunakan, rundown kegiatan, serta sosialisasi kegiatan kepada peserta didik dan orang tua.Hari Jumat, 27 November 2020, peserta didik unit TB berjalan-jalan ke kebun binatang, sedangkan kelas TK A memilih pabrik biskuit dan kelas TK B memilih pabrik susu sebagai tempat tujuan kegiatan Jalan-Jalan Virtual. Walaupun bentuk kegiatan ini dilakukan secara virtual, peserta didik mengikuti dan menikmati dengan semangat. Di hari berikutnya tenaga pendidik mengajak peserta didik untuk mengingat kembali apa yang dilihat, apa yang terjadi, apa yang dirasakan pada saat peserta didik mengikuti kegiatan Jalan-Jalan Virtual. Hal ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik dengan diarahkan pula oleh tenaga pendidik. Peserta didik menuangkan hasil evaluasinya melalui kegiatan menggambar dan menceritakan hasil karyanya. Semoga kegiatan Jalan-Jalan Virtual kali ini bisa berkesan untuk peserta didik.
Selengkapnya
Kegiatan Membuat Sandwich di TB-TK -1
Posted: 2021-02-02 | By: Ibu Lorensia Dwinda Aprilia
Kegiatan belajar di TB-TK Santa Ursula BSD dilakukan dengan metode yang menyenangkan, yaitu bermain. Kali ini, tenaga pendidik mengajak peserta didik untuk membuat roti isi atau sandwich. Hal ini tentunya dilakukan secara daring.Dalam proses pembuatan sandwich, tentu ada tahap yang harus dilalui oleh tenaga pendidik dan peserta didik. Di awal kegiatan, tenaga pendidik memberi contoh cara membuat sandwich. Namun, bukan berarti peserta didik harus mengikuti cara yang sama persis dengan apa yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Tenaga pendidik memberi kebebasan kepada peserta didik untuk membuat sandwich-nya sendiri. Mereka akan menentukan sendiri isian rotinya, urutan meletakkannya, dan sebagainya.Semua proses di atas dilakukan dengan upaya agar peserta didik terlatih untuk berpikir dan mengembangkan daya kreativitasnya. Di sisi lain, tidak menutup kemungkinan pula nanti dalam proses pembuata sandwich terjadinya kesalahan. Pada momen inilah tenaga pendidik mengingatkan lagi bahwa melakukan kesalahan atau kekeliruan itu tidak apa-apa, bahkan sudah lumrah sebagai manusia. Tugas tenaga pendidik lebih untuk memotivasi peserta didik untuk mau dan berani mencoba lagi. Di akhir sesi, akhirnya mereka bisa menikmati roti isi atau sandwich hasil buatannya mereka sendiri.Dalam kegiatan membuat sandwich inilah, peserta didik juga belajar cara berpikir komputasi atau computational thinking. Kemampuan computational thinking melatih otak untuk terbiasa berpikir secara terstruktur, kritis, dan logis. Bagaimana kita bisa mengajarkan computational thinking pada anak usia dini? Tentunya dengan metode bermain, seperti kegiatan membuat sandwich ini. Kegiatannya memang terlihat sangat sederhana. Namun dengan cara inilah, peserta didik dapat belajar banyak hal.
Selengkapnya
PENDAMPINGAN ORANGTUA PESERTA DIDIK TB-TK SANTA URSULA BSD
Posted: 2021-01-06 | By: Tim Psikolog Santa Ursula BSD
Butuh orang sekampung untuk membesarkan seorang anak. Kalimat ini pasti sering terdengar oleh orangtua karena membesarkan anak jaman now, apalagi ditengah pandemi seperti sekarang ini, sangatlah menantang. Hebatnya para orangtua sekarang selalu mencari berbagai sumber untuk memperkaya pengetahuan mereka terkait tumbuh kembang anak. Maraknya berbagai webinar dengan beragam topik saat ini pun tersedia di media sosial sehingga orangtua dapat dengan mudah mengakses dan mendapatkan informasi terkait tumbuh kembang anak-anak mereka. Sekolah Santa Ursula BSD pun melihat bahwa pendampingan orangtua sangat penting dilakukan terutama mulai dari jenjang terkecil. Untuk itu, pada tanggal 19 dan 26 November 2020, sekolah mengadakan pertemuan dengan orangtua Taman Bermain dan Taman Kanak-kanak yang diisi dengan sesi bincang- bincang bersama psikolog sekolah terkait stimulasi dan tumbuh kembang anak. Melalui pertemuan ini, orangtua diajak untuk mengingat kembali bahwa perkembangan setiap anak unik dan berbeda-beda. Untuk itu, orangtua perlu berproses bersama anak, menerima segala kelebihan dan kekurangannya, serta beraktivitas bersama anak agar tumbuh kembang anak optimal serta relasi antara orangtua dan anak terus dapat terjalin baik. Ibarat membangun rumah yang memerlukan pondasi kuat agar rumah tersebut kokoh, demikian pula dengan proses perkembangan anak. Pondasi yang paling dasar dalam perkembangan anak antara lain perkembangan panca indera, sementara kemampuan membaca, menulis, berhitung merupakan perkembangan yang berada di tingkat atas. Itulah sebabnya Sekolah Santa Ursula BSD tidak mengajarkan membaca, menulis, berhitung di tingkat Taman Kanak-kanak. Di jenjang Taman Bermain dan Taman Kanak kanak, orangtua seringkali cemas akan tuntutan yang akan diberikan kepada anak di Sekolah Dasar terutama terkait dengan kemampuan mereka dalam membaca dan menulis. Namun, sebagai sekolah yang menerapkan pendidikan berkelanjutan, SD Santa Ursula BSD pun tidak menjadikan membaca dan menulis sebagai prasyarat untuk masuk SD. Anak-anak dengan perkembangan dasar yang matang akan dengan cepat menguasai kemampuan lanjutan yang perlu ia kuasai di tahap berikutnya. Untuk itu, ketika seorang anak mengalami kendala dalam tahapan perkembangannya, orangtua disarankan untuk memberikan rangsangan terutama pada tahap perkembangan tersebut. Dengan demikian pondasi perkembangan anak akan semakin kokoh. Di tingkat Taman Bermain dan Taman Kanak kanak ini, stimulasi dilakukan melalui bermain dan aktivitas sehari-hari. Penting bagi orangtua memperkenalkan berbagai macam tekstur untuk merangsang panca indera anak. Sekolah pun memberikan contoh dengan mengenalkan lem jenis tertentu yang digunakan dengan cara dicolek dengan jari. Dengan demikian, anak belajar untuk tahu tekstur lengket. Berbagai panduan aktivitas yang diberikan oleh sekolah, dapat di modifikasi pula oleh orangtua sesuai kebutuhan anak untuk keperluan stimulasi tumbuh kembang mereka. Orangtua pun dipersilahkan untuk selalu mengomunikasikan kepada pihak sekolah mengenai apapun yang mereka temukan selama proses belajar bersama anak-anak. Dalam hal ini, guru dan psikolog sekolah sangat terbuka untuk berkomunikasi secara langsung dengan orangtua. Pada pertemuan ini, orangtua juga diingatkan untuk selalu merawat dirinya dan mencari cara untuk melepaskan stress ataupun tekanan yang dirasakan karena setiap emosi yang dirasakan oleh orangtua pasti turut dirasakan pula oleh anak-anak. Sebagai pengingat akhir, orangtua diajak untuk slow down sejenak, memperlambat langkah, dan menikmati setiap saat bersama anak-anak karena masa kanak-kanak akan sangat cepat berlalu.
Selengkapnya
HARI PANGAN SEDUNIA
Posted: 2020-11-03 | By: The Anita Andriyani
Hari Pangan Sedunia atau HPS yang jatuh pada tanggal 16 Oktober 2020 mengusung tema “Makanan Sehat, Menanam dan Berbagi”. Bagi peserta didik TB-TK, Hari Pangan Sedunia menjadi kesempatan untuk mengingat kembali bahwa masih ada orang lain yang belum bisa makan makanan yang sehat atau bahkan yang cukup. Peserta didik mendengarkan penjelasan tenaga pendidik mengenai Hari Pangan Sedunia dan alasan mengapa kami merayakannya. Tenaga pendidik juga melakukan tanya jawab dengan peserta didik mengenai kegiatan ini. Ketika tenaga pendidik bertanya kepada peserta didik mengenai aktivitas yang bisa mereka lakukan untuk menunjukkan toleransi kepada teman-teman yang berkekurangan, bermacam-macam jawaban dicetuskan oleh mereka. Ada yang menjawab bahwa kita perlu berbagi makan kepada pengemis di jalan dan menghabiskan makanan yang sudah diambil. Ada pula yang dengan lantang menyebutkan, “Tidak boleh rakus!” Lalu peserta didik lain menimpali dengan, “Bilang terima kasih sama mama karena sudah menyiapkan makanan.” Beberapa peserta didik lainnya juga menyatakan mereka sedih melihat teman-teman yang kekurangan makan. Seorang peserta didik juga mengingatkan bahwa kita perlu selalu mengucap syukur untuk semua makanan yang kita makan.  Diskusi dan tanya jawab itu ditutup dengan doa makan yang dipimpin oleh salah satu peserta didik. Tak lupa mereka mengucap syukur kepada Tuhan atas makanan yang akan mereka makan. Dalam rangka Hari Pangan Sedunia, semua peserta didik TB-TK memakan makanan yang berbahan dasar tahu atau tempe. Meskipun kegiatan Hari Pangan Sedunia dilakukan dalam pertemuan daring, tetapi semangat peserta didik untuk memakan bekal mereka masing-masing tetap terasa. Beberapa peserta didik yang kurang menyukai tahu atau tempe juga tetap mau mencoba bekal mereka dan menghabiskannya. Di akhir pertemuan, tenaga pendidik kembali mengingatkan peserta didik untuk selalu bersyukur.   
Selengkapnya
Kafe Pelangi di TB-TK Santa Ursula BSD
Posted: 2020-03-06 | By: Ibu Stefannie Monica S.
Pada hari Kamis, 16 Januari 2020, area TB-TK Santa Ursula BSD terlihat meriah dengan pita dan balon yang bernuansa pelangi. Hari ini TK Santa Ursula Jakarta, TK Vincentius, TK Santa Theresia, dan TK Santa Maria akan bermain ke Kafe Pelangi di TB-TK Santa Ursula BSD. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara dalam merayakan 30 tahun Santa Ursula BSD. Semua yang bertugas di kafe tersebut adalah peserta didik TK B. Untuk itu, tenaga pendidik TB-TK sudah mempersiapkan seluruh rangkaian acara dengan baik. Di Kafe Pelangi, bukan hanya ada stand makanan dan minuman, tetapi juga bioskop dan stand permainan dimana terdapat permainann-permainan serta hadiah yang menarik jika memenangkan permainan. Di stand makanan ada menu-menu yang bervariasi seperti Hairy Pasta, Bakso, Mini Burger, Animal Soup, Chicken Bento, French Fries, Mini Pao, dan Chocolate Fondue. Sedangkan di stand minuman ada Infused Water, Honey with Mint, Popsicle Ice, dan Jelly Belly Ice. Tepat jam 08.00 pagi, seluruh peserta didik dan tenaga pendidik dari empat sekolah berkumpul di Ruang Serbaguna untuk membuka acara Kafe Pelangi dengan senam bersama. Setelah acara pembukaan selesai, mereka mengunjungi kafe dan bioskop serta permainan secara bergantian. Suasananya begitu meriah dan banyak anak-anak yang terlihat bersemangat. Pada pukul 10.00, peserta didik dari keempat sekolah mulai menaiki kendaraan masing-masing untuk kembali ke sekolah mereka.  Sungguh membanggakan melihat peserta didik bekerja sama dan bekerja keras melayani pengunjung yang datang. Peserta didik dari sekolah lain juga terlihat senang dan menikmati makanan dan minuman yang disediakan. Proficiat untuk peserta didik TK B!  
Selengkapnya
Cerdas Mendampingi Buah Hati
Posted: 2018-10-03 | By: Valeria Tri Istiyanti
Menjadi orangtua di zaman now memiliki tantangan tersendiri. Anak-anak yang kita hadapi memiliki karakteristik yang berbeda dengan zaman sebelumnya. Mereka lebih melek teknologi dan seorang digital native. Untuk menambah wawasan orangtua berkaitan dengan anak zaman now, maka pada hari Kamis, 27 September 2018, TB-TK Santa Ursula BSD mengundang Ibu Feke Angge Pramita, M.Psi.,Psi. sebagai narasumber untuk membahas tema “Cerdas Mendampingi Buah Hati”. Pada pertemuan kali ini, orangtua diharapkan dapat datang bersama dengan pasangannya. Pertemuan dimulai pukul 08.00 dengan pembahasan karakteristik anak jaman now. Mereka merupakan anak-anak yang sangat mahir menggunakan teknologi, sehingga mudah mengakses informasi dari berbagai sumber seperti smartphone, komputer, dan melalui tayangan televisi. Akibatnya, mereka kurang interaksi tatap muka dan memiliki waktu bersosialisasi serta bermain di luar. Dalam pengasuhan anak, kedua figur yaitu ayah dan ibu sangatlah penting, karena keduanya saling melengkapi. Anak-anak akan belajar bagaimana peran laki-laki dan peran perempuan terutama di dalam keluarga. Orangtua yang dimaksudkan di sini bukan hanya ayah dan ibunya saja, melainkan semua orang dewasa di sekitarnya. Guru, saudara, kakek dan nenek, supir, pengasuh, om dan tante; mereka juga berperan dalam mendidik anak. Oleh karena itu, adanya komunikasi yang baik antara semua yang terlibat akan menjadi kunci keberhasilan dalam mendidik anak. Orangtua juga perlu mengetahui bahwa setiap perilaku anak pasti ada sebabnya. Dengan adanya observasi dan investigasi yang menyeluruh, diharapkan orangtua dapat menanggapi dengan bijaksana. Tantangan terbesar bagi orangtua dan anak jaman now adalah kurangnya waktu, minimnya interaksi, dan banyaknya penggunaan gadget serta alat elektronik lainnya. Dalam menghadapi tantangan ini, orangtua diharapkan dapat meluangkan waktu secara kualitas maupun kuantitas dengan anak agar anak mendapatkan memori yang positif untuk perkembangan mereka. Dengan memenuhi kebutuhan anak akan kasih sayang, stimulasi, perhatian, perlindungan, dan kesehatan, anak akan berkembang sesuai dengan tugas perkembangan usianya. Sebagai penutup, Ibu Feka memberikan beberapa tips dalam mendampingi anak; mendengar aktif, bermain bersama, dan hadir serta ada untuk anak. Semoga pertemuan ini bermanfaat bagi orangtua dalam mendampingi buah hati.
Selengkapnya