MENGUKIR PRESTASI DENGAN DIGITAL ART
Posted: 2025-03-17 | By: Angelica Crystal Kontardjo IX-B/3
Halo semua! Perkenalkan nama saya Angelica Crystal Kontardjo, siswi kelas 9B tahun pelajaran 2024/2025. Belum lama ini, saya mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam lomba menggambar digital bertema Luce and friends, maskot Yubileum 2025. Sebagai seseorang yang menyukai seni lukis, saya merasa tertantang dan bersemangat mengikuti ajang ini. Lomba ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga sebuah pengalaman untuk meningkatkan pemahaman saya dalam berkarya dan berkreasi.Awalnya, saya memutuskan untuk berpartisipasi karena ingin mendapatkan pengalaman mengikuti lomba. Pada dasarnya, saya memang tertarik pada digital art, dan bentuk seni lukis lainnya. Mengikuti perkembangan zaman, saya juga sering berlatih menggambar digital, mengetahui adanya masa depan yang cerah di bidang tersebut. Oleh sebab itu, menurut saya, lomba ini menjadi ajang untuk mengasah bakat, serta memperkaya pengetahuan dan pengalaman pribadi. Saya tahu bahwa dalam sebuah lomba, tentunya akan ada banyak kompetitor dan tekanan. Namun, saya mengikuti lomba untuk mendapatkan pengalaman dan wawasan. Oleh sebab itu, tanpa berpikir banyak, saya tetap maju dan berusaha yang terbaik. Sebagai bentuk usaha, saya melakukan latihan terlebih dahulu beberapa hari sebelumnya, untuk menyiapkan diri. Tentunya ada rasa gugup serta keraguan dalam pikiran saya, seperti takut tidak cukup baik atau kalah saing. Namun, saya memutuskan untuk terus berusaha dengan percaya diri, meyakini bahwa setiap proses memiliki nilai dan pelajaran tersendiri.Pada hari lomba, saya berangkat pukul 06.00 WIB dari sekolah Santa Ursula BSD menuju Santa Theresia Jakarta, tempat berlangsungnya kompetisi. Perasaan saya campur aduk ketika itu, ada perasaan semangat ataupun perasaan takut. Ketika lomba dimulai, saya berusaha untuk berserah kepada Tuhan dan melakukan yang terbaik. Saya percaya bagaimanapun hasilnya, pengalaman yang didapat jauh lebih berharga untuk masa depan. Ketika pemenang diumumkan, puji Tuhan saya mendapatkan juara ketiga dari 350 peserta SMP. Saya merasa sungguh bersyukur dapat meraih prestasi di ajang ini. Rupanya, usaha memang tidak pernah mengkhianati hasil, dan saya merasa bahagia bisa membawa nama baik sekolah. Kemenangan ini bukan hanya tentang mendapatkan penghargaan, tetapi juga membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan selalu membuahkan hasil.Pengalaman ini mengajarkan saya untuk selalu berusaha yang terbaik pada setiap kesempatan yang ada, karena suatu kesempatan mungkin tidak datang dua kali. Sebagai pelajar, kita tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga menunjukkan bakat dan prestasi untuk menginspirasi orang lain. Semoga di masa depan, kita semua dapat belajar untuk tidak ragu dalam mengambil kesempatan, serta mengerahkan seluruh potensi kita, karena setiap usaha kita akan membawa suatu dampak, baik bagi diri sendiri maupun inspirasi bagi orang lain.
Selengkapnya
Pengalaman Berharga
Posted: 2025-03-17 | By: Pierce Theodore Lie 9A/34
Pada saat mendapatkan informasi bahwa SMP basket putra akan mengikuti pertandingan (IPBEST ODYSSEY), saya dan tim saya merasa sangat senang. Selama masa persiapan, kami bekerja keras. Kami juga memberikan feedback satu sama lain tentang kekurangan masing-masing. Selain itu kami juga berlatih di klub kami masing-masing agar dapat berkembang lebih baik. Pada saat perlombaan dimulai, pertama kami berhadapan dengan Pahoa yang merupakan tim kuat. Pada awal sampai pertengahan hingga hampir selesai,  poin kami masih tertinggal. Namun, semangat juang, kerja keras dan kerja sama yang kami miliki, pada menit-menit terakhir kami berhasil mengejar ketertinggalan dan menang dengan selisih skor hanya beda 1 point. Tentunya hal tersebut sangat berkesan bagi kami hingga saat iniSaat sudah berada di perempat final kami berhasil menang dengan skor yang cukup jauh, sehingga membuat kami sangat bahagia. Saat kami masuk ke semifinal, kami berhadapan dengan Saint John Gading Serpong. Kami mengenal baik murid-murid dari Saint John  dan mengetahui betul, bahwa fisik dan skill mereka di atas rata-rata, sehingga tujuan kami saat melawan sekolah tersebut adalah main dengan free dan gembira. Hal tersebut membuat kami lebih enjoy dan kami dapat bermain dengan maksimal. Meskipun kami kalah, kami tetap senang karena kami berhasil memberikan perlawanan yang cukup baik. Selain itu, kami telah menemukan kesenangan sejati dari bermain basket.Pada saat perebutan juara 3 melawan Ipeka Sunter, skor kami sama pada akhir quarter 4, sehingga terjadilah overtime. Pada saat overtime Andreas foul out, tapi itu tidak membuat kami menjadi pesimis. Sebaliknya hal tersebut membuat kami lebih semangat untuk bermain. Ketika waktu tersisa 1 detik, kami masih tertinggal 2 poin. Kami mengambil time out lalu saling berdiskusi dan tidak menggunakan board. Saat kembali bermain kami melakukan strategi yang sudah kami buat.  Micah berhasil screen dua orang dengan sangat baik, sehingga Pierce bisa passing alley dengan nyaman dan Ben berhasil menambah skor dengan finishingnya di udara dengan baik yang membuat skor seimbang dan lanjut ke overtime kedua. Saat overtime kedua endurance musuh terlihat lebih lemah dari kami dan sudah ada beberapa yang cedera. Sementara itu, kami masih sangat semangat untuk bermain. Pada akhirnya kami berhasil memenangkan pertandingan dengan selisih 2 poin. Pertandingan tersebut adalah pertandingan yang paling berkesan bagi kami. Kami sangat bahagia dan bangga terhadap rekan kami.Berdasarkan pertandingan tersebut kami mendapatkan banyak sekali pembelajaran yang berharga. Kami mengetahui betul bahwa kunci dari kemenangan adalah kegigihan, kerja keras , daya juang dan pantang menyerah dalam segala hal. Kami juga belajar untuk tidak meremehkan musuh, karena beberapa kali skor kami hampir terkejar. Kami belajar untuk bekerja sama serta berkomunikasi dengan lebih efektif. Terakhir, kami tetap harus sportif terhadap lawan kami sehingga kami dapat menjaga hubungan baik antartim. Dengan semua pelajaran berharga ini, kami merasa lebih siap dan termotivasi untuk menghadapi tantangan yang akan datang. Kami yakin bahwa dengan mengaplikasikan semua nilai-nilai yang kami pelajari, kami dapat terus berkembang dan mencapai kemenangan dalam setiap pertandingan.
Selengkapnya
Hidup dalam Keserasian, Bersatu, Sehati, Sekehendak
Refleksi pada Hari Santa Angela Merici di Kampus St. Ursula Bumi Serpong Damai
Posted: 2024-02-04 | By: Christina Enung Martina
Setiap tanggal 27 Januari, komunitas sekolah-sekolah Ursulin di seluruh dunia merayakan Hari Santa Angela Merici, pendiri Ordo Santa Ursula. Namun, peringatan di Kampus Santa Ursula BSD dilakukan pada hari Jumat, 31 Januari 2025. Hari ini menjadi momen penuh makna untuk merenungkan kembali ajaran dan semangat Santa Angela dalam kehidupan sehari-hari  kita, para Sanurian . Di Kampus St. Ursula Bumi Serpong Damai, tema perayaan tahun ini adalah "Hiduplah dalam Keserasian, Bersatu, Sekehedak", sebuah panggilan bagi kita semua untuk terus menghidupi nilai-nilai kebersamaan dan persatuan dalam cinta kasih.Meneladani Keserasian dalam HidupSanta Angela Merici mengajarkan bahwa hidup dalam keserasian berarti menjaga keseimbangan antara iman, ilmu, dan perbuatan. Keserasian bukan hanya tentang hidup rukun dengan sesama, tetapi juga tentang bagaimana kita mampu menyelaraskan kehidupan spiritual dengan tindakan nyata dalam keseharian kita. Sebagai anggota komunitas pendidikan, kita diajak untuk terus mengembangkan sikap saling menghormati, berbagi, dan mendukung satu sama lain demi menciptakan lingkungan yang harmonis.Iman yang diwujudkan dalam aksi nyata– Tidak hanya menghidupi nilai-nilai keimanan secara pribadi tetapi juga menyalurkannya dalam perbuatan nyata bagi para peserta didik dan sesama warga kampus yang lain.Bersatu dalam Cinta dan PelayananInsieme   adalah inti dari komunitas Ursulin. Santa Angela menekankan pentingnya hidup dalam kebersamaan, di mana setiap individu memiliki peran unik dalam membangun komunitas yang kuat. Di tengah keberagaman yang ada, kita diajak untuk bersatu dalam cinta kasih dan pelayanan. Sebagai bagian dari keluarga besar St. Ursula BSD, kita dipanggil untuk mengembangkan sikap saling peduli, gotong royong, dan peka terhadap satu sama lain baik,  di dalam kampus maupun di luar lingkungan kampus."Bersatu dalam Cinta dan Pelayanan" dalam kehidupan kampus Sanur BSD mencerminkan semangat kebersamaan, kasih, dan dedikasi dalam pelayanan. Dalam konteks kehidupan kampus, nilai-nilai ini diwujudkan melalui: kebersamaan dan persaudaraan. Saling mendukung dalam akademik, kegiatan rohani, dan kehidupan sosial di kampus. Mengutamakan sikap peduli dan membantu satu sama lain tanpa pamrih, baik dalam lembaga, kegiatan sosial sekolah, maupun interaksi sehari-hari. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan kampus dalam pembelajaran maupun kegiatan di luar kelas.Integritas warga kampus  merupakan salah satu pilar utama dalam membangun lingkungan pendidikan yang berkualitas dan bermakna. Sebagai contoh saya mengambil peran guru di Kampus St. Ursula BSD. Seorang guru yang berintegritas tidak hanya menjadi sumber ilmu, tetapi juga menjadi teladan bagi siswa dalam bersikap dan bertindak. Integritas dan keteladanan dalam setiap tindakan kita. Satunya antara perkataan dan tindakan menjadi teladan dalam sikap dan tindakan, baik di dalam maupun di luar lingkungan kampus.Sekehedak: Mengikuti Kehendak Tuhan dengan TulusKata sekehedak dalam tema ini mengandung makna ketaatan dan kebebasan dalam menjalankan kehendak Tuhan. Santa Angela selalu mengajarkan kepada para pengikutnya untuk menjalani hidup dengan penuh kesadaran dan kebijaksanaan, mengikuti bimbingan Tuhan dengan hati yang tulus. Dalam kehidupan sehari-hari, ini dapat diwujudkan dengan bersikap jujur, bertanggung jawab, serta mengedepankan nilai-nilai kebaikan dalam setiap tindakan kita.Dalam kehidupan sebagai bagian dari warga kampus Santa Ursula BSD, konsep sekehendak—mengikuti kehendak Tuhan dengan tulus—menjadi prinsip utama yang membimbing setiap langkah, baik dalam belajar, berkarya, maupun berinteraksi dengan sesama. Menghidupi nilai ini berarti bersikap terbuka terhadap kehendak Tuhan dalam setiap aspek kehidupan, dengan hati yang penuh keikhlasan dan pengabdian. Berbicara tentang pengabdian, saya teringat obrolan saya dengan salah satu teman yang mengatakan bahwa pengabdian itu kata dasarnya pengap. Rupanya pengabdian terkadang menimbulkan rasa pengap pada orang yang melaksanakannya. Namun, pastinya melalui proses perjalanan panjang seseorang akhirnya rasa pengap akan berganti dengan sukacita. Semoga.Bagaimana menghidupi sekehendak dalam kehidupan kampus kita tercinta? Kesadaran akan kehendak Tuhan dalam kehidupan sehari-hari dapat kita lakukan dengan merenungkan dan mencari makna dari setiap pengalaman di sekolah sebagai bagian dari rencana Tuhan. Berdoa, berefleksi, dan berserah diri kepada Tuhan dalam mengambil keputusan dan menghadapi tantangan. Menjadikan belajar sebagai bentuk syukur atas talenta yang diberikan Tuhan.Dalam bidang profesionalitas guru sebagai pendidik, kita menghindari kecurangan akademik dan bersikap jujur dalam segala hal. Membawa semangat Serviam (Aku Mengabdi) dalam kehidupan sehari-hari. Berani menjadi teladan bagi anak didik sebagai agen perubahan dengan menunjukkan kebaikan, kebenaran, dan keadilan. Bersikap rendah hati, terbuka, dan menghargai perbedaan dalam komunitas kampus. Menjaga sikap saling mendukung, menghindari persaingan tidak sehat, serta selalu berbagi kebaikan.  Dengan begitu kita membawa semangat Serviam (Aku Mengabdi) dalam kehidupan sehari-hari.Mengikuti kehendak Tuhan dengan tulus berarti menjalani hidup dengan penuh kepercayaan bahwa setiap hal yang terjadi adalah bagian dari rencana-Nya. Sebagai warga kampus Santa Ursula BSD, kita diajak untuk selalu mengandalkan Tuhan dalam segala hal, menghidupi nilai-nilai kebaikan, dan menjadi pribadi yang berkontribusi bagi dunia sekitar kita.Menghidupi Spiritualitas Santa Angela di Zaman SekarangDi era modern yang penuh tantangan ini, ajaran Santa Angela tetap relevan. Keserasian, persatuan, dan kesediaan untuk mengikuti kehendak Tuhan adalah kunci untuk menghadapi berbagai dinamika kehidupan. Dengan meneladani semangatnya, kita dapat menjadi pribadi yang lebih peduli, bijaksana, dan berkomitmen untuk membawa perubahan positif di lingkungan sekitar kita.Santa Angela menekankan pentingnya kasih dalam setiap aspek kehidupan. Di era yang penuh dengan persaingan dan individualisme, kita diajak untuk menjadi pribadi yang peduli baik dalam lingkungan sekolah maupun di luar. Mengedepankan sikap hormat dan kerja sama dalam membangun komunitas yang inklusif. Menjalin hubungan yang tulus dan mendukung satu sama lain, bukan hanya dalam prestasi akademik tetapi juga dalam pertumbuhan karakter.Prinsip Serviam (Aku Mengabdi) merupakan warisan penting dari spiritualitas Santa Angela. Dalam dunia modern, pelayanan dapat diwujudkan melalui berkontribusi dalam kegiatan sosial dan pelayanan bagi yang membutuhkan, tak hanya  dalam lingkungan sekolah, tetapi juga di lingkungan, gereja,  maupun di masyarakat. Tidak hanya menunggu kesempatan untuk membantu, tetapi secara aktif mencari cara untuk berbuat baik bagi sesama.Mengingat kita hidup di era digital, tak bisa dihindarkan pengaruh media sosial menjadi hal yang biasa. Namun, sebagai warga kampus yang cerdas dan kreatif, kita hendaknya juga mempunyai hikmat dalam penggunaannya. Memanfaatkan teknologi dan media sosial secara positif untuk menyebarkan kebaikan dan inspirasi. Menggunakan berbagai  platform media sosial untuk diskusi akademik. Kita sudah memanfaatkan media untuk menciptakan forum online dengan tujuan  berbagi materi dan pengalaman.Kita sudah menggunakan berbagai  fitur untuk pengajaran, diskusi ilmiah,  atau seminar virtual. Media untuk mendokumentasikan kegiatan kampus, seperti karya siswa dalam bidang sastra, seni, budaya, dan ilmu pengetahuan,   atau lomba akademik. Dengan strategi ini, teknologi dan media sosial dapat menjadi alat yang bermanfaat untuk menyebarkan kebaikan dan inspirasi di lingkungan kampus.PenutupSpiritualitas Santa Angela Merici, pendiri Ordo Santa Ursula, tetap relevan hingga saat ini dan menjadi pedoman bagi warga Santa Ursula BSD dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Santa Angela mengajarkan nilai-nilai kasih, pelayanan, kebijaksanaan, dan ketekunan dalam iman, yang dapat diimplementasikan dalam konteks zaman modern.Sebagai bagian dari komunitas St. Ursula BSD, mari kita jadikan perayaan ini sebagai momen refleksi untuk terus menghidupi nilai-nilai yang diajarkan oleh Santa Angela Merici. Semoga semangatnya senantiasa menginspirasi kita dalam menjalani hidup dengan penuh cinta, keserasian, dan kesatuan. Berkah Dalem.
Selengkapnya
Sr. Francesco Marianti, OSU: Pelaku Serviam Sejati
Posted: 2024-12-20 | By: Christina Enung Martina
Dalam rintik hujan sore hari di pertengahan bulan Desember serta keheningan yang sarat doa, kita melepas kepergian Sr. Francesco Marianti, OSU, seorang suster Ursulin yang hidupnya menjadi cerminan sejati dari semangat Serviam—"Aku melayani". Beliau adalah pribadi yang melangkah dengan kepenuhan hati, mengasihi tanpa syarat, dan bertekun dalam pengabdian yang tak kenal lelah.Sebagai seorang Ursulin, Sr. Francesco bukan sekadar menjalankan tugas-tugas harian, tetapi sungguh menghidupi warisan spiritual dari St. Angela Merici. Dalam setiap tindakannya, tercermin kesetiaan pada tiga daya jiwa yang selalu ia refleksikan: ingatan, akal budi, dan kehendak. Dengan ingatan, Sr. Francesco senantiasa mengenang cinta Tuhan dan panggilan hidupnya sebagai pelayan. Dengan akal budi, ia bijaksana dalam menyikapi hidup, menuntun banyak jiwa yang dipercayakan kepadanya. Dan dengan kehendak yang kokoh, ia memilih untuk berbuat baik, berjuang untuk kebaikan, dan menyerahkan hidupnya sepenuhnya pada Tuhan.Menghidupi Warisan St. Angela MericiSr. Francesco menjadikan ajaran St. Angela sebagai denyut nadinya: "Lakukanlah segala sesuatu dalam semangat kasih"—dan memang demikianlah ia hidup. Beliau selalu hadir bagi siapa pun yang membutuhkan, baik dalam pelayanan pendidikan, pendampingan rohani, maupun karya-karya sederhana secara personal yang tak kasat mata tetapi begitu berarti bagi orang yang menerimanya. Kepedulian Sr. Francesco terhadap kaum muda dan perempuan menghidupkan kembali semangat St. Angela Merici, membangun generasi yang tangguh, beriman, dan penuh harapan.Dalam setiap senyumnya yang teduh, kata-kata lembutnya yang penuh penghiburan, serta tatapan matanya yang penuh kasih, kita melihat sosok yang telah menjadi berkat bagi banyak orang. Dalam teguran dengan kata-katanya yang keras, kita menemukan arah untuk tidak lena dan hanyut terbawa arus dunia.  Beliau mengajarkan kita untuk selalu berserah pada kehendak Tuhan, sambil tetap bekerja dengan sepenuh hati bagi anak didik yang kita layani.Seorang yang VisionerSr. Francesco Marianti, OSU adalah seorang biarawati visioner yang memberikan warna baru bagi zaman ini melalui pemikiran, karya, dan dedikasinya yang tiada henti. Sebagai anggota Ordo Santa Ursula (OSU), Sr. Francesco dikenal karena kepekaannya terhadap perubahan zaman dan kemampuannya untuk merespons berbagai tantangan dengan semangat inovatif yang berpijak pada nilai-nilai Injil.Dalam dunia yang terus berkembang pesat, Sr. Francesco tampil sebagai sosok pemimpin yang penuh inspirasi. Beliau memadukan tradisi spiritualitas Katolik dengan pendekatan kontemporer, menjembatani generasi muda dengan warisan kebijaksanaan Gereja. Visi Sr. Francesco berfokus pada pendidikan yang holistik dan berkelanjutan, terutama bagi kaum muda, perempuan, serta kelompok-kelompok yang terpinggirkan.Dengan gaya kepemimpinan yang inklusif dan berwawasan jauh ke depan, Sr. Francesco berhasil menggerakkan komunitasnya untuk lebih peduli pada isu-isu global seperti keadilan sosial, ekologi integral, dan perdamaian, terutama isu tentang perempuan dan anak. Beliau percaya bahwa iman harus diwujudkan dalam aksi nyata, seperti memberdayakan pendidik dan anak didiknya, menciptakan ruang-ruang dialog lintas unit di kampus Santa Ursula BSD, serta membangun sistem pendidikan yang tanggap terhadap kebutuhan zaman.Sebagai seorang visioner, Sr. Francesco tidak hanya melihat masa kini, tetapi juga merancang masa depan yang lebih baik, di mana kasih, martabat manusia, dan persaudaraan universal menjadi dasar kehidupan bersama. Karya-karyanya menjadi saksi hidup dari semangat Santa Angela Merici, pendiri Ordo Santa Ursula, yang mengajarkan pentingnya pendidikan dan pembinaan karakter sebagai kunci perubahan dunia.Sr. Francesco Marianti, OSU, adalah teladan nyata bagi siapa saja yang ingin menjadi agen perubahan dalam dunia yang serba cepat ini. Dengan kebijaksanaan, cinta kasih, dan visi yang jelas, beliau menunjukkan bahwa panggilan hidup religius memiliki peran yang sangat signifikan untuk menjawab tantangan zaman modern.Kesan Pribadi: Kehangatan Seorang Suster dan Ibu RohaniBagi kami yang mengenal beliau, Sr. Francesco bukan hanya seorang suster, tetapi juga seorang ibu rohani yang penuh cinta. Dalam kebersamaan singkat maupun panjang, beliau meninggalkan jejak yang mendalam di hati kami. Cara beliau mendengarkan dengan penuh perhatian, memberi nasihat bijak tanpa menghakimi, dan hadir dengan kehangatan yang tulus membuat siapa pun merasa diterima dan dicintai. Namun, kami pun merasakan kemarahan dan teguras keras bila kami tak sesuai dengan yang beliau harapkan. Banyak dari kami belajar dari keteladanan beliau. Keteguhan dalam doa, ketenangan di tengah badai, serta keikhlasan dalam pelayanan adalah warisan indah yang beliau tinggalkan bagi kita semua.Kini, Sr. Francesco telah kembali ke rumah Bapa, tempat segala jerih lelahnya berbuah manis. Meski raganya telah tiada, namun cahaya hidupnya tak akan pernah padam. Spiritualitas Serviam yang ia hidupi dan wariskan akan terus menyala di hati kita semua.Selamat jalan, Sr. Francesco Marianti, OSU.Engkau adalah pelaku Serviam sejati, pelita yang akan terus bersinar di hati kami. Doakanlah kami agar mampu mengikuti jejak langkahmu: melayani dengan kasih, hidup dalam kerendahan hati, dan tetap setia dalam panggilan hidup. (Ch. Enung Martina) 
Selengkapnya
Open House Santa Ursula BSD, Simfoni Kekeluargaan dan Mahakarya Siswa
Posted: 2024-11-21 | By: Kampus Ursulin Santa Ursula BSD
Sabtu pagi yang cerah di awal bulan September (7/9/2024), matahari bersinar lembut menyambut setiap langkah pengunjung yang mulai berdatangan ke Open House Santa Ursula BSD. Angin sejuk mengiringi alunan kicauan burung, seolah menjadi musik pembuka yang harmonis. Di pintu gerbang berwarna hijau khas Santa Ursula, siswa-siswi berseragam putih biru berdiri dengan senyum hangat. “Selamat pagi, selamat datang, silakan!” Mereka menyapa orang tua dan calon siswa dengan ramah, memandu mereka untuk mengenal lebih dalam kampus Santa Ursula.Ruang-ruang kelas lantai satu sudah dipenuhi pameran berbagai ekstrakurikuler yang menampilkan karya siswa, seperti kain batik dari ekskul membatik, gambar karakter dari ekskul manga, hingga baju dari ekskul desain mode. Memasuki hall utama, udara pagi dipenuhi dengan aroma makanan yang menggoda. Stand-stand makanan dikelola oleh siswa-siswi ekstrakurikuler kewirausahaan, yang dengan cekatan melayani setiap pengunjung yang penasaran. Aroma mie goreng yang baru saja diangkat dari penggorengan menyerebak, bercampur dengan wangi jeruk segar dari jus yang terus diblender di sudut lain. Bianca, seorang siswi kelas 9 yang menjaga stand jus jeruk, dengan senyum lebar melayani para pembeli. Tangannya terampil menuangkan jus ke dalam botol-botol bening yang berembun. “Harganya cuma sepuluh ribu,” ujarnya dengan ramah kepada seorang pengunjung yang menghampiri stand-nya. Jus jeruk yang ditawarkan tak hanya menyegarkan, tapi juga menarik perhatian pengunjung yang mulai berkumpul di sekitarnya. Di sisi lain, Queen, seorang siswa yang bertanggung jawab di stand mie goreng, tampak sibuk. Walaupun lelah, senyum tidak pernah lepas dari wajahnya saat menyajikan porsi demi porsi mie goreng berwarna coklat keemasan yang menggoda. Pengunjung yang sudah berkeliling sekolah terlihat antusias mengantre di depannya. “Untuk modalnya, aku cuma pakai dua ratus lima puluh ribu,” katanya dengan bangga sambil membolak-balik mie di atas wajan. Modal kecil, tapi hasilnya luar biasa. Mie gorengnya laris manis, setiap porsi yang disajikan membawa kepuasan di wajah pengunjung yang kelaparan setelah berkeliling sekolah?.Stand makanan di Open House SMP Santa Ursula BSD bukan sekadar tempat menjajakan hidangan, melainkan panggung kreatifitas di mana potensi dan bakat para siswa terpancar. Dengan cara yang penuh inovasi, mereka berhasil menarik perhatian para pengunjung, seolah mengundang setiap mata untuk melihat hasil kerja keras mereka. Tak diragukan lagi, apa yang ditampilkan menjadi bukti bahwa siswa-siswi Santa Ursula BSD dibina dengan sungguh-sungguh, mencerminkan pendidikan yang mendalam dan berkualitas. Hal ini pun seakan menjadi ajakan tersirat bagi setiap pengunjung untuk mempertimbangkan mendaftar di sekolah ini. Oleh karena itu, mari kita beri apresiasi setinggi-tingginya pada para penjual di stand-stand makanan tersebut, yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga mereka demi menghadirkan hidangan terbaik dan pengalaman yang mengesankan.Harmoni Tradisi dan TeknologiSementara pengunjung menikmati makanan, dari auditorium terdengar suara gamelan yang meramaikan suasana. Di sana, para siswa sedang memainkan Karawitan, musik tradisional Jawa yang menggema dengan ritme slendro dan pelog. Di sudut panggung, Quita, seorang pemain gong, berdiri dengan tegap, siap mengiringi denting gamelan yang lain. Setiap pukulan gongnya membawa suasana yang khusyuk, membangkitkan getaran di dada para pendengar yang terhanyut dalam irama tradisional ini. “Kadang agak sulit menyesuaikan gong dengan alat musik lain,” katanya sambil tersenyum, mengingat masa-masa latihan panjang yang dipandu oleh Pak Pudjo, guru mereka. “Untungnya Pak Pudjo sabar membimbing,” lanjutnya dengan tawa kecil?.Di auditorium, pengunjung bisa merasakan betapa mendalamnya upaya melestarikan budaya Jawa melalui Karawitan. Pak Pudjo, sang pengajar, bangga menyaksikan murid-muridnya bermain dengan penuh semangat. "Karawitan ini biasa dimainkan untuk upacara adat di Jawa, dan sekarang sering digunakan di pernikahan di Jakarta," ucapnya, penuh kebanggaan. Baginya, Karawitan adalah jembatan antara generasi, seni yang harus terus dihidupkan oleh anak-anaknya?.Di sisi lain, terdengar suara ramai yang memenuhi suatu ruang kelas. Suara riuh, semangat dengan senyuman antusias. Suatu ekstrakurikuler yang menarik perhatian para pengunjung, terutama untuk para gamers. Ketika menyambangi ruang kelas 7A, timbulah berbagai pertanyaan. Pertanyaan seperti “Sedang apa mereka berduduk-duduk?” dan “Apa guna dari ekskul ini?”. Saat memasuki ruang kelas tersebut, semua pertanyaan langsung terjawab. Terlihat ekspresi semangat berapi-api dari para siswa yang duduk di ruang kelas 7A, dengan pameran ekstrakurikuler yang tak kalah menarik bagi yang gemar bermain gim! Ekstrakurikuler tersebut adalah ekskul E-sport. Sebuah ekskul yang belajar mengenai teknik untuk berbagai games online. Banyak peminat pasti bermain berbagai games, namun terlihat dengan amat jelas bahwa game Mobile Legends memiliki peminat terbanyak. Terpampang jelas bahwa games yang dimainkan adalah games yang dapat dimainkan oleh banyak pemain atau dikenal sebagai game multiplayer. Tak ayal, para pengunjung turut serta dalam permainan esport atau dikenal juga dengan “mabar”.Salah satu orang tua yang sangat antusias dengan ekstrakurikuler di SMP Santa Ursula BSD adalah tante Rina, orang tua dari Rajendra yang mengikuti ekstrakurikuler E-sport. Terlihat dari wajahnya yang selalu tersenyum pada saat melihat lihat ekstrakurikuler yang ada. Tante Rina sangat antusias dengan ekstrakurikuler di SMP Santa Ursula BSD karena menurutnya semua ekstrakurikuler yang ada sangat menarik untuk diikuti dan menurut tante Rina juga semua ekstrakurikuler yang ada sangat bermanfaat untuk anak - anak ikuti. Tante Rina juga membebaskan anaknya untuk memilih ekstrakurikuler yang anaknya sukai dan minati, karena yang terpenting menurut tante Rina adalah anaknya dapat melakukan ekstrakurikuler dengan bahagia.Tur yang Menginspirasi: Melatih Komunikasi & Percaya Diri Sejak DiniBagi para pengunjung yang ingin lebih mengenal kampus Santa Ursula BSD, para siswa BP OSIS bertindak sebagai pemandu tur. Mereka berdiri dengan slayer kuning yang melingkar di leher, siap memandu para tamu berkeliling sekolah. Setiap langkah mereka diiringi dengan senyum, meski lelah mulai terasa setelah berjam-jam memandu. “Rute tur kali ini memang agak panjang, tapi seru,” ujar Ellena, salah satu pemandu tur yang tampak bersemangat meski sudah berjalan mengelilingi kampus beberapa kali?Tur ini membawa para tamu melewati setiap sudut sekolah, dari aula besar yang dipenuhi dengan suara orkestra dan angklung, hingga ke lapangan olahraga yang terbuka. Di setiap ruangan, pemandu menjelaskan kegiatan ekstrakurikuler yang ditawarkan, seperti desain mode, manga, hingga animasi. “Yang paling menarik buat saya adalah ketika berjalan menuju auditorium dan mendengar musik tradisional bercampur dengan modern,” kata Gavin, seorang pemandu tur lainnya yang bangga bisa memperkenalkan sekolahnya kepada para calon siswa dan orang tua.Tak hanya siswa yang antusias, orang tua yang datang pun merasa terkesan. Seorang ibu yang menemani anak laki-lakinya berkeliling mengungkapkan kekagumannya. “Santa Ursula berbeda, lingkungan sekolahnya bersih dan murid-muridnya sangat ramah,” ujarnya sambil tersenyum, menatap anaknya yang tertarik dengan salah satu kegiatan ekstrakurikuler membatik. Setiap ruangan yang mereka lewati dipenuhi dengan karya siswa yang menakjubkan, dari kain batik hingga desain mode yang kreatif?.Ibu Lia, guru pendamping yang membantu penjualan jus jeruk, tampak tersenyum ramah saat diwawancarai. "Tidak ada keluhan saat berjualan, semuanya sudah dipersiapkan dengan baik. Pembagian tugas dan anggaran sudah jelas, sehingga pelaksanaan pada hari-H sangat tertata rapi," jelasnya. Sebagai guru IPA, Ibu Lia merasa bangga dengan keterlibatan siswa dalam kegiatan ini. Menurutnya, Santa Ursula BSD memiliki nilai yang kuat, sehingga tidak perlu mengundang artis untuk menarik minat. "Saya senang melihat antusiasme pengunjung yang datang, melihat-lihat sekolah, dan membeli makanan yang dijual," tambahnya sambil tersenyum.Di penghujung hari, ketika matahari mulai turun dan pengunjung mulai pulang, Santa Ursula BSD telah berhasil menunjukkan betapa kaya dan beragamnya kehidupan di sekolah ini. Mulai dari makanan yang menggoda selera, suara tradisi yang menggetarkan jiwa, hingga semangat inovasi yang menginspirasi masa depan, semuanya bersatu dalam harmoni yang indah di acara Open House kali ini. Para siswa, guru, dan pengunjung sama-sama merasa bangga dan puas dengan acara yang berjalan sukses ini?.Tim PenulisLiputan Tour Open House:Ellena Nathania Nugroho (VIII-C), Audrey Gracella Witoko (VIII-A), Gisela Inka Divyanisa Julianto (VIII-C), Gavin Hansen Sugiarto (VIII-D), Faustina Emmanuella Bianca Tjandra (VIII-E), Devania Maheswari (IX-E)Liputan Stand Makanan:Darrel (VII-A)  , Raphael (VIII-A), Galvin (VIII-A) , Varrel (IX-B) , Fabian (IX-B)Liputan Eksibisi Ekskur:Scholastika Alfreya Graciany Saputro (VII-D), Naomi Emmanuela Winaga (VIII-B), Angela Merici (VIII-D) , Fidelia Hapsoro (VIII-D), Margaretha Olivia (IX-A), Severin Loveeta Anabelle (IX-A),, Zefanya Kinanti Gusti (IX-C).Editor:Rossalyn Asmarantika 
Selengkapnya
Program Sekolah Bersih Narkoba SMP Santa Ursula BSD
Posted: 2024-11-21 | By: Helena Evangeline Bonggo Suhartono/VII-A | Albert Manuela Putra Kimwita/VII-C
Program Sekolah Bersih Narkoba (Bersinar) adalah program yang diadakan sebagai bentuk pencegahan penyalahgunaan narkotika pada kalangan remaja di dalam sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 27 Agustus 2024 di Ruang Serbaguna Santa Ursula BSD dengan diikuti seluruh siswa kelas VII. Narasumber dalam acara ini adalah Bapak Satrya Ika Putra, S.H., M.H. yang merupakan kepala dari Badan Narkotika Nasional atau BNN. Seluruh siswa mendapatkan bimbingan tentang bahaya dari penyalahgunaan narkotika. Program ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus penyalahgunaan narkotika, pentingnya edukasi dini, peran sekolah sebagai lingkungan yang aman, dan lain-lain. Pada sesi pertama, seluruh siswa kelas VII diberi penjelasan tentang bahaya dari penyalahgunaan narkotika dan juga jenis-jenisnya, seperti; LSD, ganja, sabu-sabu, ekstasi, heroin, NPS, tembakau gorilla, dan “obat daftar G”. Kami mendapatkan perkenalan mengenai berbagai efek samping dari penggunaan narkoba, yang merupakan tanda-tanda awal dari penggunaan dalam bentuk zat adiksi, yaitu adanya perubahan emosi yang drastis dan dinamis dalam jangka waktu pendek, serta menjadi lebih kasar dan garang. Selanjutnya, dijelaskan bahwa rokok, tembakau dan vape sering kali menjadi pintu awal menuju penyalahgunaan narkotika. Akan tetapi, kami mendapat informasi bahwa vape bukanlah alternatif yang lebih sehat dibandingkan rokok, justru sebaliknya, vape dapat lebih berbahaya karena mengandung nikotin cair dalam jumlah yang lebih tinggi dibandingkan nikotin pada rokok biasa. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa vape dapat disalahgunakan untuk memasukkan narkotika atau obat-obatan terlarang lainnya yang dapat mempercepat kecanduan.Seluruh siswa kelas VII juga diingatkan untuk tidak pernah mencoba menggunakan narkotika, karena obat-obatan ini mengandung bahan yang dapat mengakibatkan kerusakan fisik, mental dan finansial. Kecanduan narkoba dapat berawal dari mencoba-coba karena pengaruh luar maupun dalam dirinya.  Kemudian menjadi penggunaan rutin, dan akhirnya berujung pada kecanduan. Efek samping dari penggunaan narkotika sering kali meliputi masalah finansial yang meningkat pesat, perubahan suasana hati yang drastis, dampak negatif pada penampilan fisik, serta kecenderungan untuk melakukan tindakan kekerasan. Oleh karena itu, seluruh siswa diingatkan kembali untuk tidak menyalahgunakan narkotika, demi berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia emas pada tahun 2045. Seluruh siswa juga mendapatkan beberapa sesi tanya jawab, di mana pertanyaan kami dijawab dengan jelas, runtut dan informatif oleh narasumber.Dalam Program Sekolah Bersinar ini, seluruh siswa kelas VII SMP Santa Ursula BSD mendapatkan kesempatan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan narkotika. Melalui acara ini, seluruh siswa diharapkan menghayati prinsip "Say No to Drugs". Semua kegiatan yang dilakukan ini sangat membantu dan mengingatkan seluruh siswa tentang bahaya penyalahgunaan narkotika. Oleh karena itu, seluruh siswa kelas VII SMP Santa Ursula BSD berterima kasih kepada Bapak Satrya Ika Putra, S.H., M.H., Bapak/Ibu guru, dan semua anggota yang ikut serta terlibat dalam program ini. 
Selengkapnya
KEGIATAN P5: “Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045: Berani Terlibat, Berani Bertanggung Jawab”
Posted: 2024-10-01 | By: Elaine Samantha Lim / IX-A | Lionela Hulda Yemima Simanjuntak / VIII-A
Pada hari Kamis, 29 Agustus 2024, seluruh siswa-siswi SMP Santa Ursula BSD mengikuti sebuah program bernama “KANVAS” yang bertema “Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045: Berani Terlibat, Berani Bertanggung Jawab”. Program ini merupakan seminar dan pembicaranya adalah seorang alumni dari SMP Santa Ursula BSD, yaitu Kak Luce Chiaro. Saat ini, ia sedang bekerja di RUS Animation Studio, menjadi FX Supervisor. Tujuan utama program ini yakni untuk meningkatkan wawasan siswa-siswi SMP Santa Ursula BSD mengenai pentingnya memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan potensi diri sendiri. Seminar diawali dengan penampilan video showreel berisi kumpulan hasil karya yang telah dibuat oleh Kak Luce bersama RUS Animation Studio. Mereka sudah pernah berkolaborasi dengan berbagai produser film animasi, seperti Barbie Mermaid Power, The Deep Season 4, Minnie Bow Toons, The Ghastly Ghoul, Cocomelon Lane, dll. Selain itu, RUS Animation Studio juga pernah bekerja sebagai 3D Team dalam pembuatan Music Video iForte ‘Inspirasi Diri’ oleh Eross Candra, Yura Yunita, dll. Selanjutnya, Kak Luce menjelaskan berbagai hal mengenai digital growth hacks: cara cerdas mengasah potensi diri dengan teknologi. Pertama, kita dapat memanfaatkan penggunaan platform pembelajaran online, seperti Youtube, Skillshare, Coursera, Udemy, dll. Tools digital yang telah tersedia memungkinkan kita untuk mempelajari berbagai keterampilan baru, mulai dari coding, desain hingga manajemen waktu. Kedua, ia juga menjelaskan mengenai “building a second brain” yakni memanfaatkan perangkat digital untuk mengelola dan menyimpan semua ide kita, yang berfungsi sebagai otak kedua. Menurut kak Luce dengan membangun otak kedua, kita akan sangat terbantu dalam mengingat hal-hal yang diperlukan. Ketiga, ia menyinggung terkait “The PARA Method” yang terdiri dari projects, area, resources, dan archive. Projects adalah proyek yang sedang kita kerjakan secara aktif, area adalah tanggung jawab atau bagian penting dari pekerjaan dan kehidupan kita, resources adalah berbagai topik yang kita minati dan pelajari, dan terakhir archive yang mencakup apa pun dari ketiga kategori sebelumnya yang tidak lagi aktif, namun kita mungkin ingin menyimpannya untuk referensi di masa mendatang. Metode ini bertujuan untuk membantu kita dalam mengatur semua tugas secara efektif dengan mengelompokkannya ke dalam empat bidang berbeda. Dalam perkembangan teknologi digital yang sangat pesat ini, kita perlu selalu ingat dan sadar untuk menggunakan AI tools dengan bijak. Terdapat berbagai pilihan aktivitas yang dapat dilakukan untuk membawa dampak positif bagi diri kita. Pertama, kita dapat berpartisipasi dalam mengikuti berbagai webinars dan virtual events yang ada. Salah satu contoh aplikasi yang dapat digunakan yakni Discord, dimana platform digital ini memungkinkan kita untuk dapat bergabung dalam berbagai komunitas. Selanjutnya, kita juga dapat membangun portofolio digital. Hal ini dapat dilakukan melalui unggahan di media sosial seperti Instagram atau melalui website. Dengan adanya portofolio digital, kita dapat mengumpulkan dan mempromosikan hasil karya, prestasi, dan segala kemampuan yang dimiliki.  Menurut Kak Luce, soft skills menjadi salah satu elemen penting yang digunakan dalam dunia kerja. Dengan adanya soft skills, dapat meningkatkan produktivitas, membangun hubungan tim, dan menciptakan lingkungan yang positif. Selain itu, ia juga menjelaskan berbagai cara untuk menjadi pemimpin yang efektif, yakni:Berikan Visi yang Jelas: pandu tim dengan tujuan yang konkret dan inspiratif.Ambil Keputusan Tepat: cepat dan bijak dalam membuat keputusan, tetap pertimbangkan masukan tim. Empati dan Dukungan: pahami kebutuhan tim dan dukung mereka untuk mencapai potensi terbaik. Motivasi dan Inspirasi: jadilah contoh dan sumber motivasi, dorong tim untuk terus berkembang. Komunikasi Terbuka: pastikan komunikasi dua arah yang jelas dan transparan.Selain itu, dikatakan bahwa terdapat beberapa cara untuk membangun tim kerja atau organisasi yang solid. Pertama, tentukan visi dan misi bersama yakni memastikan bahwa seluruh anggota tim memahami dan mendukung tujuan utama yang ingin dicapai. Kedua, merekrut orang yang tepat yaitu memilih anggota tim yang memiliki keahlian dan sikap yang mendukung keberhasilan bersama. Ketiga, distribusi tugas yang efektif yaitu mengatur tugas sesuai keahlian masing-masing anggota. Keempat, fokus pada kolaborasi dan bukan kompetisi yaitu membantu tim untuk bekerjasama dan saling mendukung, bukan bersaing satu sama lain. Terakhir, selalu melakukan evaluasi terhadap kinerja tim agar siap beradaptasi untuk mencapai hasil yang lebih baik. Dalam perjuangan Kak Luce untuk menggapai impiannya, ia menyebutkan bahwa 10 Nilai Santa Ursula menjadi suatu hal yang sangat penting. Ia mengatakan bahwa nilai-nilai tersebut penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan sejak pelajar hingga dalam dunia kerja. Terdapat beberapa nilai yang ditekankan olehnya, yaitu nilai kemandirian, kedisiplinan, daya juang, dan tanggung jawab. Berdasarkan pengalamannya pada saat berkuliah, ia dituntut untuk menjadi mandiri dan belajar melakukan segalanya sendiri, tanpa bergantung dengan orang lain. Selain itu, sebagai pemimpin yang baik, ia mengatakan bahwa kita juga perlu untuk selalu menerapkan nilai kedisiplinan. Nilai ini diterapkan oleh Kak Luce dengan cara konsisten datang lebih pagi dari jam kerja yang ditentukan. Kemudian, dalam berbagai tantangan yang Kak Luce hadapi, ia mengatakan bahwa dirinya perlu menyikapi kendala tersebut dengan penuh daya juang dan tanggung jawab. Terkadang proyek kolaborasi yang sedang dijalankan oleh timnya tidak selalu berjalan dengan mulus. Namun, ia tetap berdaya juang dalam memberikan hasil yang terbaik dan menyelesaikan tanggung jawabnya dalam proyek kolaborasi tersebut. 
Selengkapnya
Nusantara Baru, Indonesia Maju
Posted: 2024-10-01 | By: Annabelle Milano Christian VIII-C/2
Hari lahir adalah sesuatu yang patut disyukuri dan dirayakan. Tak terasa, Indonesia telah mencapai hari jadinya yang ke-79. Hari kemerdekaan tahun 2024 ini mengusung tema "Nusantara Baru, Indonesia Maju". Tema tersebut dipilih untuk memperingati kemerdekaan Indonesia bersamaan dengan penyambutan Ibu Kota Nusantara (IKN), tahun perpindahan kepemimpinan presiden, dan menuju Indonesia Emas 2045. Tahun ini menjadi kali pertama dalam sejarah Indonesia, upacara HUT RI digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.Dalam rangka merayakan HUT RI yang ke-79, unit SMP dan SMA Santa Ursula BSD mengadakan kegiatan upacara pada hari Sabtu, 17 Agustus 2024. Upacara berlangsung pukul 07.00–07.45 WIB dengan lancar dan khidmat. Kemerdekaan tahun ini tidak lepas dengan tantangan yang harus dihadapi, terutama isu lingkungan. Pada upacara tersebut, salah satu tema utama yang diangkat pada amanat inspektur upacara adalah krisis deforestasi. Deforestasi adalah proses penghilangan hutan alam dengan cara penebangan guna mengambil hasil atau mengubah fungsi lahan hutan menjadi fungsi non-hutan. Negara Indonesia memiliki salah satu hutan hujan tropis terbesar di dunia, tapi laju deforestasi yang cepat telah mengancam ekosistem dan keanekaragaman hayati yang ada.Penyebab utama deforestasi antara lain kebakaran hutan dan kepentingan ekonomi. Kebakaran hutan, baik yang disengaja maupun tidak adalah masalah besar di Indonesia. Kebakaran sering kali dilakukan untuk membersihkan lahan dengan cara yang murah dan cepat, tapi dampaknya sangat merusak lingkungan. Tingginya kebutuhan manusia berhubungan erat dengan deforestasi karena meningkatnya permintaan akan lahan, sumber daya alam, dan produk-produk konsumen. Dampak dari deforestasi ini sangat nyata yaitu perubahan iklim secara ekstrim akibat meningkatnya emisi gas rumah kaca, serta kerusakan ekosistem yang mempengaruhi siklus air dan pengendalian erosi tanah.Pelajar dapat melakukan beberapa cara untuk mengatasi deforestasi, antara lain melakukan penghijauan di sekitar lingkungan rumah serta menerapkan gaya hidup 4R, yaitu mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse), daur ulang (recycle), dan mengganti (replace). Mengurangi (reduce) dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan produk yang berpotensi menjadi sampah. Menggunakan kembali (reuse) dapat dilakukan dengan menggunakan kembali wadah atau kemasan yang telah kosong untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya. Daur ulang (recycle) dapat dilakukan dengan mengolah sampah organik menjadi kompos. Mengganti (replace) dapat dilakukan dengan mengganti penggunaan minuman kemasan dengan tumbler/botol minum yang bisa digunakan terus menerus.Sebagai generasi muda, saya prihatin dengan keadaan lingkungan akhir-akhir ini, misalnya kualitas udara yang terus memburuk sebagai salah satu akibat dari deforestasi. Lingkungan yang baik adalah salah satu unsur dalam membangun negara. Saya memanfaatkan kegiatan nyata dalam memperbaiki lingkungan yang diadakan di Kampus Santa Ursula BSD, antara lain membuat pupuk kompos dari bahan organik, pemilahan sampah, dan mempelajari bercocok tanam secara hidroponik. Mari kita syukuri kemerdekaan ini dengan melakukan langkah nyata dimulai dari sekarang. Sekecil apapun kontribusi kita, pasti akan sangat berguna bagi Indonesia tercinta. Semoga kita semua terus berkomitmen untuk membangun bangsa, menjaga persatuan, dan menciptakan masa depan yang lebih baik dan mewujudkan “Nusantara Baru, Indonesia Maju.” Dirgahayu Indonesia, sekali merdeka tetap merdeka! 
Selengkapnya
MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH PENGALAMAN SISWA-SISWI KELAS VII SMP SANTA URSULA BSD 2024-2025
Posted: 2024-08-27 | By: Gwyneth Arawinda Hatmoko 7A | Joanita Febriana Puspasari 7B | Joanita Febriana Puspasari 7C | Dominique Ayreina Kallea Sitohang 7D | Winola Amadea 7E
Kegiatan MPLS SMP Santa Ursula BSD 2024-2025 adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah untuk memperkenalkan para siswa mengenai lingkungan sekolah. Kegiatan MPLS SMP Santa Ursula dilaksanakan dari tanggal 15-20 Juli 2024. Hal ini mempunyai banyak manfaat. Salah satunya membantu siswa mengenal lingkungan baru agar dapat lebih mudah beradaptasi. Lebih dari sekedar itu, MPLS SMP Santa Ursula BSD juga membantu para siswa untuk menjadi lebih terbuka, dapat bersosialisasi, dan mengenal satu sama lain. Pengalaman ini dikemas dengan berbagai kegiatan seperti mengenal tata tertib, tagline, makna lambang Serviam, visi-misi, pedoman, 10 nilai Santa Ursula BSD, dan informasi seputar Sekolah Santa Ursula BSD. Bermacam-macam kegiatan sosialisasi dilakukan selama MPLS. Mulai dari mendapat perkenalan ke berbagai kegiatan lingkungan, membangun relasi, serta melakukan tur keliling kampus Santa Ursula BSD. Di kelas masing-masing, juga diselenggarakan pengenalan komite kelas. Komite kelas memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk terlibat aktif di kelas dalam pengambilan keputusan maupun pendapat, serta meningkatkan sifat kepemimpinan dan pemikiran kritis. Komite kelas tersebut terdiri dari komite kedisiplinan, komite studi, komite kebersihan, dna komite kesejahteraan.Hari pertama kami menginjakkan kaki kami di kampus SMP Santa Ursula dipenuhi dengan rasa gugup, cemas serta antusias. Para guru, karyawan, dan kakak kelas menerima kami sebagai anggota keluarga baru. Kebiasaan hening untuk mempersiapkan diri untuk memulai kegiatan menjadi pembuka di kelas. Beranjak dari kursi, kami melakukan doa spontan serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan penuh semangat dan suara lantang. Ibu Cicilia Budilestari selaku Kepala SMP Santa Ursula BSD memperkenalkan para guru dan karyawan. Pada saat yang sama, beliau memberi kami semua motivasi untuk menjalankan waktu di SMP dengan bertanggung jawab dan bersemangat.SMP Santa Ursula BSD mengedepankan pengembangan diri dan pembiasaan siswa terhadap nilai-nilai serta visi misi di sekolah Santa Ursula BSD, yang dibantu oleh  BP OSIS 2024. Dengan cara berbagi pengalaman dan tips cara beradaptasi di sekolah, sembari memiliki harapan kelas VII dapat belajar menyesuaikan diri dengan cepat. Hal ini berhubungan dengan personal branding yang juga diterangkan. Personal branding mengajak kami untuk lebih percaya diri dalam mengungkapkan ide,  gagasan dan mengasah bakat maupun potensi.  Dengan kegiatan MPLS ini, seluruh siswa dapat mengasah diri dan mendalami persiapan di sekolah Santa Ursula BSD. Semua kegiatan yang dilakukan ini sangat membantu kami dalam beberapa minggu awal setelah MPLS, dan tentunya akan terus membantu  kami semua.  Kegiatan MPLS yang dapat berjalan dengan lancar patut disyukuri. Dengan kegiatan ini, kami dapat memulai pengalaman bersekolah di SMP Santa Ursula BSD dengan nyaman. Oleh karena itu, kami berterima kasih kepada Bapak dan Ibu guru, kakak kelas, karyawan, serta semua orang yang terlibat dalam rangkaian acara MPLS.  
Selengkapnya
Menjadi Delegasi ke Jepang pada Usia 15 tahun : Pentingnya Fasih Berbahasa dan Literasi
Posted: 2024-04-23 | By: Amabelle Naraya Turana, IX-C/7
Perkenalkan, nama saya Amabelle Naraya Turana. Seorang siswi yang berada di bangku kelas IX, SMP Santa Ursula BSD. Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan suatu kesempatan besar yang membawa saya ke Jepang.Pada akhir tahun 2023, ada sebuah komunitas bernama "SejutaCita Future Leaders" singkatnya, SFL. SFL mengadakan salah satu kompetisi nasional terbesar dan itu adalah program keenam mereka. Ada 3 pilihan kompetisi, saya memilih semuanya, tetapi saya lebih fokus pada kompetisi esai. Saya harus dapat memperkenalkan diri dan menyampaikan aspirasi saya dalam 300 kata sesuai ketentuannya. Saat itulah saya sadar bahwa kemampuan berbahasa dan cara mengungkapkan pokok pikiran sangatlah penting. Saya tidak pernah membuat esai sebelumnya, sehingga saya harus melakukan riset terkait esai secara mandiri dan berliterasi terkait tema esai. Namun, kemampuan berbahasa dan literasi saya sudah dilatih di selama di SMP. Pembelajaran tidak lepas dari literasi non-fiksi maupun fiksi, ditambah lagi kebahasaan saya yang meningkat karena pengalaman berorganisasi dalam Presidium Siswa.Ada pertarungan pertama, kemudian saya berhasil menjadi salah satu dari 50% dari ribuan peserta. Pada bulan Desember 2023, itu adalah hari yang telah saya tunggu-tunggu, yaitu hari pengumuman. Pemenangnya adalah mereka yang terpilih dalam top 150. Disitulah saya duduk dengan jantung berdebar sangat cepat. "Amabelle Naraya Turana, SMP Santa Ursula BSD," nama saya tertera dalam file pengumuman itu.1 bulan sebelum tanggal penerbangan, saya dan 15 delegasi lainnya melakukan sesi bonding untuk mempersiapkan keberangkatan kami secara virtual. Awalnya, saya cukup takut, hanya ada dua delegasi yang masih berada di bangku SMP, termasuk saya. Delegasi lainnya sudah berada di bangku SMA, perguruan tinggi, dan bahkan ada dua di antaranya yang sudah bekerja. Namun, sesuatu yang ingin saya tingkatkan disana adalah keberanian saya untuk menyampaikan gagasan saya. Setiap kegiatan kebersamaan dan kesempatan yang ada, saya mengambilnya. Saya sering membagikan gagasan dan diminta mentor saya untuk mencatat informasi dalam setiap sesi bonding.Kami dibagi menjadi beberapa divisi dan saya dipercayakan untuk menjadi ketua divisi perlengkapan. Hal itu merupakan awalan yang bagus, saya dapat bekerja sama dengan delegasi lainnya dalam divisi itu untuk mempersiapkan buku panduan, merchandise, spanduk, dll. Tanggal 29 Februari, hari ketika kami akhirnya bertemu di bandara. Saya mencoba membuat kesan pertama yang baik dan juga mulai bercakap-cakap dengan delegasi lainnya. Saya juga berbicara dengan Kak Andhika, CEO dan penemu komunitas SFL. Beliau bertanya kepada saya, "Apa tujuan kamu di sini?" Saya menjawabnya, "Saya ingin meningkatkan keberanian saya dalam setiap aspek karena saya yang paling kecil di sini."Saya berhasil mencapai tujuan tersebut. Itu merupakan perjalanan kepemimpinan selama 6 hari dan 5 malam, tetapi saya belajar banyak. Pertama, kerjasama tim dan keberanian yang mulai diterapkan dalam sesi bonding kami. Saya harus cukup berani untuk berbagi gagasan saya dan bekerja dengan delegasi lainnya dengan perbedaan usia dan aspek lainnya. Kedua, kepekaan dan kepedulian. Di Jepang, kami harus peka dan peduli dengan satu sama lain agar tetap aman. Ketiga, kedisiplinan dan manajemen waktu. Setiap hari dalam perjalanan itu, ada banyak tujuan yang harus dicapai dan kami memiliki kebebasan untuk menjelajah area tersebut dengan tim kami sendiri, tetapi kami perlu memiliki manajemen waktu yang baik untuk tepat waktu di titik kumpul. Keempat, apresiasi dan toleransi. Jepang memiliki budaya yang sangat berbeda dari Indonesia, kami dan delegasi lainnya perlu menghormati budaya mereka yang sigap dan sangat disiplin. Bagi diri saya sendiri, saya benar-benar meningkatkan toleransi saya terhadap delegasi lain karena kami memiliki agama dan budaya yang berbeda dan hal itu sangatlah indah. Kelima, stamina. Kami bisa memulai hari kami pada pukul 4.30 pagi dan kembali ke hotel pada pukul 22.00 atau 23.00. Mentor juga memberi kami tantangan harian untuk meningkatkan kehidupan dan pelajaran kepemimpinan kami. Keenam, manajemen uang. Sebagai seorang remaja berusia 15 tahun dalam perjalanan kepemimpinan pertamanya tanpa orang tua, saya perlu mengelola uang saya dengan baik. Saya memisahkan uang saya berdasarkan kebutuhan, keinginan, dan ekstra. Kami juga menjelajahi Universitas Osaka dan Tokyo, itu adalah universitas yang sangat indah. Secara pribadi, saya menjelajahi Universitas Tokyo: Kedokteran.Pada hari terakhir, kami melakukan kegiatan sesi bonding terakhir kami. Sesi bonding tersebut dimulai pada pukul 22.30 dan berakhir pada pukul 01.00 pagi. Saya berbagi testimoni saya terhadap trip tersebut. Ada sesi apresiasi, saya memenangkan 3 besar Most Valuable Player (MVP) pada perjalanan itu dengan judul "Penuh dengan Kebaikan". "Mabelle adalah yang termuda di sini. Dia sangat hormat kepada masing-masing dari kita, tetapi dia masih cukup berani untuk mengambil setiap kesempatan selama perjalanan ini,” ucap mentor saya. Malam itu, Kak Andhika dan mentor lainnya mengatakan bahwa ini adalah hal paling berkesan yang terjadi dalam Perjalanan Kepemimpinan SFL. Banyak dari kami berbagi tentang perjuangan masa lalu kami untuk sampai ke malam itu. Saya mengagumi cerita-cerita mereka dan saya menyadari sesuatu. Orang-orang yang terlihat paling percaya diri adalah orang-orang yang sebetulnya tidak percaya diri. Orang-orang yang paling sukses memiliki perjuangan besar untuk sampai ke titik kesuksesan mereka. Terakhir, setiap orang memiliki perjuangan dalam hidup, jadi kita harus lebih peduli terhadap satu sama lain.Sebuah kehormatan bagi saya untuk membawa nama baik sekolah ini dalam perjalanan tersebut. Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan betapa bersyukurnya saya atas kesempatan ini. Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang telah mendukung saya; orang tua saya, kepala sekolah, guru-guru, dan teman-teman saya. Saya juga ingin berterima kasih kepada SejutaCita atas kepercayaan mereka kepada saya sebagai salah satu delegasi mereka. Terakhir, saya ingin berterima kasih kepada diri saya atas pengalaman organisasi yang meningkatkan kemampuan berbahasa saya. Selanjutnya, atas seluruh kesempatan hidup yang saya ambil dan ungkapkan dalam esai-esai saya. Bagi pemuda dan penerus bangsa di luar sana, ambilah kesempatan yang dapat kalian ambil. Hal terburuk yang dapat terjadi adalah jika anda gagal, tetapi bagaimana jika anda berhasil? Ada lebih banyak kesempatan yang datang untuk anda dari pengalaman networking yang hebat.
Selengkapnya
Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Tulang Kelas VII SMP Santa Ursula BSD
Posted: 2024-04-23 | By: Rosa 7D no 34
Pada hari Jumat, 22 Maret 2024, siswa - siswi VII mengikuti penyuluhan / edukasi tentang kesehatan tulang dari Spine Clinic yang dilakukan di Aula Santa Ursula BSD. Selama kegiatan ini, kami didampingi oleh dr. Grace Shandy dari Spine Clinic dan dijelaskan mengenai kesehatan tulang, secara spesifiknya tentang skoliosis. Pada saat kegiatan ini, orang tua siswa-siswi VII juga diundang untuk mengikuti kegiatan secara online melalui zoom. Penyuluhan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kepekaan siswa-siswi VII mengenai kesehatan tulang belakang mereka.Kegiatan ini dimulai dengan bu Lia yang memberikan pengantar sebelum penyuluhan. Setelah itu, kami dikenalkan dengan dr. Grace Shandy dari Spine Clinic. Kami diberikan penjelasan tentang skoliosis, dan penyebabnya yang ternyata 80% kasus skoliosis tidak diketahui penyebabnya. Lalu, kami diperlihatkan cara mendeteksi skoliosis di rumah dengan Adams Forward Bend Test . Salah satu siswa VII maju ke depan dan mencontohkan cara melakukan Adams Forward Bend Test bersama dengan dr. Grace Shandy. Kami juga dijelaskan bahwa ternyata perempuan memiliki kecenderungan terpapar skoliosis lebih tinggi daripada laki-laki dengan perbandingan 1 : 8, dan skoliosis cenderung terjadi pada masa pertumbuhan karena masa pertumbuhan merupakan saat-saat tulang belakang mulai mengeras.Setelah itu, kami juga diberikan penjelasan tentang penanganan skoliosis yaitu dengan terapi skoliosis menggunakan brace dan latihan rutin. Kami juga diperlihatkan perubahan bentuk tulang belakang sebelum melakukan terapi skoliosis dan setelah melakukan terapi skoliosis, dan dijelaskan bahwa terapi skoliosis paling baik dilakukan pada masa pertumbuhan. Terapi skoliosis juga membutuhkan kedisiplinan dalam menggunakan brace dan melakukan latihan rutin.Setelah itu, terdapat sesi tanya jawab dimana siswa-siswi VII dapat menanyakan pertanyaan-pertanyaan mengenai skoliosis yang lalu dijawab oleh Dr. Grace Shandy. Orang tua siswa-siswi VII juga menanyakan pertanyaan-pertanyaan melalui kolom chat dalam zoom. Setelah itu, dr. Grace Shandy diberikan penghargaan dari sekolah oleh Ibu Cicil selaku Kepala Sekolah SMP Santa Ursula BSD. Selanjutnya, 2 siswa/i VII diminta untuk maju ke depan dan menyampaikan apa yang mereka dapatkan dari penyuluhan ini. Dari penyuluhan ini, kami mampu mengetahui lebih dalam tentang skoliosis dan kami dapat lebih peka terhadap kesehatan tulang belakang tubuh kami masing-masing. Kami juga dapat belajar banyak hal dan mendapatkan banyak wawasan mengenai skoliosis dan kesehatan tulang belakang.
Selengkapnya
KEGIATAN PENDIDIKAN SEKSUALITAS KELAS VIII SMP SANTA URSULA BSD
Posted: 2024-03-15 | By: Livia Valerie Pane VIII C/20 | Mikaela Anandita Wardhana VIII C/23
Kamis- Jumat, 22 dan 23 Februari 2024, siswa kelas VIII SMP Santa Ursula mengikuti kegiatan pendidikan seksualitas yang berlangsung di ruang Sport Hall dan ruang Serbaguna. Selama berlangsungnya kegiatan, kami, siswi perempuan dan siswa laki-laki berada di ruangan yang berbeda. Hal ini bertujuan agar selama proses kami dapat lebih terbuka dan tidak perlu merasa malu. Untuk membantu sesi pembelajaran ini, sekolah memfasilitasi narasumber yang akan mendampingi kami dalam proses berlangsungnya kegiatan. Pada hari pertama kami siswi perempuan didampingi oleh seorang psikolog bernama Ibu Rika Kistina, atau lebih dikenal dengan panggilan Ibu Rika. Sedangkan siswa laki-laki didampingi oleh seorang psikolog bernama Pak Edwin.Pada hari pertama, kami diberikan pemahaman tentang perkembangan psikologi remaja perempuan dan laki-laki. Dalam kegiatan ini, para murid dijelaskan dengan runtut dan jelas mengenai berbagai perkembangan dan pubertas yang akan kami hadapi. Contohnya tentang perubahan fisik seperti suara remaja perempuan dan laki-laki akan berubah semenjak mengalami pubertas. Namun, sebelumnya para psikolog tentu mengajarkan ke para siswa kelas VIII bahwa perubahan yang kami alami saat pubertas adalah hal yang normal dan perlu disyukuri karena setiap remaja merupakan pribadi yang unik, berharga, dan istimewa. Selain tentang perkembangan fisik, pada hari pertama Ibu Rika menjelaskan perubahan sikap, pergaulan dan perasaan yang terjadi pada remaja selama masa pubertas. Ibu Rika juga mengajarkan tentang pubertas mendorong terjadinya berbagai perubahan dalam psikologi setiap remaja sehingga para siswa kelas VIII harus mampu menanggapinya dengan bijak. Ibu Rika juga  memberitahukan dan menjelaskan bahwa tentu setiap remaja yang mengalami pubertas akan menghadapi perubahan psikologi sehingga hal tersebut dapat berkaitan dengan sikap dan pergaulan mereka yang turut ikut berubah. Penjelasan yang diberikan dari para psikolog baik untuk siswa laki-laki maupun perempuan bertujuan agar kami sadar dan dapat mengelola emosi dengan lebih baik serta bijak. Tentunya kami juga dijelaskan tentang cara menghargai diri serta orang lain sebagai remaja laki-laki dan perempuan.  Selama sesi sosialisasi berlangsung, para siswa diberikan kesempatan untuk bertanya. Berbagai pertanyaan yang para siswa berikan akan dijawab oleh Ibu Rika dengan senang hati dan jelas sehingga para siswa dapat lebih terbantu dan mengerti. Selain itu, para siswa pun diberikan cara untuk mengelola perkataan yang diucapkan orang lain ke kami. Upaya ini diharapkan dapat membantu para remaja pubertas untuk menghadapi lingkungan sosial mereka. Maka hari itu, berakhirlah kegiatan pada hari pertama dengan menyenangkan dan bermanfaat!Setelah hari pertama dengan narasumber yaitu psikolog, pada hari kedua dilakukan bersama para dokter yang merupakan alumni Santa Ursula BSD. Hari kedua pun sama, setelah pembukaan, diberikan beberapa review, dan kuis berhadiah yang dilakukan di ruang Serbaguna. Kegiatan ini dilakukan di dua tempat yaitu ruang sport hall untuk para siswa perempuan sedangkan siswa laki-laki akan berada di ruang Serbaguna. Pada siswa perempuan didampingi  narasumber yaitu Dokter Grace, sedangkan siswa laki-laki didampingi narasumber Dokter Gave. Pada hari kedua ini kami lebih dijelaskan mengenai sistem reproduktif manusia. Kami, para siswi perempuan tidak hanya mempelajari sistem reproduktif wanita, tetapi kami juga sedikit menyinggung mengenai sistem reproduktif pada tubuh pria. Dokter Grace menjelaskan banyak hal. Beberapa diantaranya adalah organ-organ reproduksi wanita dan pria, proses pembentukan bayi, pubertas fisik pada perempuan, tips saat mengalami menstruasi serta penyakit-penyakit yang dapat menyerang sistem reproduktif. Hal yang cukup ditekankan selama proses kegiatan adalah poin mengenai “say NO to FREE SEX”. Hal tersebut menjadi penting karena kita sebagai remaja perempuan perlu menjaga sistem reproduktif kita agar tidak agar tidak jatuh di tangan yang salah. Pada akhirnya dampak dari free sex sangatlah fatal, menimbulkan potensi terkena penyakit HPV (Human Papillomavirus ).Selama proses kegiatan, para siswi sangat aktif dalam berinteraksi. Dokter Grace juga sangat responsif  dalam menjawab pertanyaan yang diberikan dengan memberikan jawaban yang mudah untuk kami pahami. Saat proses tanya jawab, para siswi cukup banyak menyinggung mengenai kehamilan. Seperti kelainan pada bayi, proses melahirkan, hingga pertanyaan ‘Bagaimana sih rasanya hamil?’ Meskipun hal-hal tersebut masih dalam jangka waktu yang jauh, bagi kami para remaja, tetapi antusias dari kami semakin membuat Dokter Grace semangat dalam menjawab serta menjelaskan satu persatu pertanyaan kami.Setelah belajar bersama Dokter Grace, sekarang saatnya mengucapkan perpisahan dan kembali melanjutkan kegiatan bersama Ibu Anti. Ibu Anti menceritakan mengenai pengalamannya saat pertama kali bertemu dengan suaminya hingga proses perjalanan yang mereka lalui. Selanjutnya, kami dan Ibu Anti juga melakukan sharing mengenai sudut pandang kami terhadap red flag dan green flag yang ada pada laki-laki. Suasana ruangan menjadi cukup ramai, dipenuhi dengan antusias para siswi untuk menjawab hal-hal tersebut.Setelah berkegiatan pada hari itu kami belajar pentingnya menjaga, merawat, dan mensyukuri perubahan fisik maupun psikologi yang kita miliki. Seluruh remaja perempuan dan laki-laki merupakan remaja yang unik, berharga, dan istimewa. Pubertas merupakan hal yang alami dan normal terjadi di semua orang, maka sebagai sesama remaja kita perlu saling menghargai perbedaan dan perubahan tersebut. Kami lebih mengenal tentang diri sendiri sebagai remaja laki-laki dan perempuan. Kami juga semakin mampu menjaga serta mengenal pribadi kami masing-masing, baik dari segi mental maupun fisik. Semua hal yang kami pelajari selama dua hari itu tentu sangat bermanfaat. Sesi tanya jawab juga menjadi hal yang berkesan karena banyak sekali pertanyaan yang para siswa berikan dan tentunya dari rasa keingintahuan kami. Berkat para narasumber yang mau menjawabnya dengan runtut, jelas, dan mudah dimengerti, kami dapat memahaminya dengan lebih baik dan menambah wawasan baru. 
Selengkapnya
PELATIHAN DASAR BADAN PENGURUS OSIS SMP SANTA URSULA BSD MASA BAKTI TAHUN 2024
Posted: 2024-03-04 | By: Gwen Tiffany Anabelle Marbun VIII-E/17
Kamis, 1 Februari 2024 hingga Sabtu, 3 Februari 2024, Badan Pengurus (BP) OSIS SMP Santa Ursula BSD mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan keorganisasian. Pelatihan BP OSIS ini dilakukan agar para pengurus dapat belajar menjalankan organisasi dengan baik serta mewujudkan visi dan misi OSIS SMP Santa Ursula BSD. Hari pertama pelatihan dilakukan di luar ruangan. Hari kedua dan ketiga proses kegiatan dilakukan di dalam ruangan. Tiga hari kegiatan diawali dengan minum teh bersama di selasar Auditorium Santa Ursula BSD. Setelah itu, dilanjutkan dengan berkumpul di ruang aula auditorium untuk berdoa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kegiatan juga diakhiri juga dengan doa bersama dan menyanyikan lagu Serviam. Pelatihan OSIS merupakan hal yang baru bagi sebagian besar dari kami. Awalnya kami merasa kurang tahu dan mengerti tentang apa yang akan dan perlu dilakukan. Berbagai perasaan seperti takut dianggap aneh, sok akrab, dan canggung untuk berbaur dengan anggota lain yang belum terlalu dekat dengan kami pun muncul. Kami perlu belajar untuk beradaptasi dengan lingkungan dan kebiasaan yang berbeda dengan biasanya.Pada hari pertama, kami memperluas wawasan tentang dasar/teori berorganisasi dan melakukan simulasi rapat yang pastinya perlu dilaksanakan juga saat proses berorganisasi sebenarnya. Kami mulai mengenal lebih dalam sesama anggota pengurus melalui kegiatan di luar ruangan, atau yang disebut dengan kegiatan team building. Sebelum kegiatan itu, kami mendapatkan beberapa arahan mengenai struktur BP OSIS, tanggung jawab kami sebagai pengurus OSIS, serta tugas pengurus masing-masing. Kegiatan dilanjutkan dengan mengisi beberapa pertanyaan dari dua buah buku yang diberikan serta membentuk kelompok untuk aktivitas di luar ruangan. Selain itu, kami melakukan tiga simulasi dalam kelompok kecil dan satu simulasi kelompok besar, yang mencakup seluruh BP OSIS 2024. Simulasi-simulasi tersebut membutuhkan kekompakan dan komunikasi antar anggota, serta kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan misi yang diberi batasan waktu pengerjaan. Walaupun awalnya beberapa dari kami masih sedikit segan untuk berbicara aktif dan terbuka dalam bekerja sama, saat simulasi pertama dimulai, ternyata kami dapat menyambut satu sama lain dengan baik. Perlahan-lahan kami semua mulai berani untuk berbicara dan mengutarakan pendapat dan gagasan masing-masing. Simulasi pertama disebut dengan Chocolate River. Setiap kelompok perlu menyeberang dari titik awal ke titik akhir dengan menggunakan 7-8 buah potongan kain berbentuk persegi. Hanya kain tersebut yang boleh menyentuh ‘sungai coklat’ dan perlu disentuh oleh minimal 1 bagian tubuh dan maksimal 2 bagian tubuh. Dari simulasi ini, kami belajar untuk berkomunikasi secara efektif dan memiliki daya juang yang tinggi walaupun apa yang terjadi mungkin tidak sesuai dengan harapan. Selain itu, kami juga belajar untuk berpikir kritis dan memperhitungkan segala keputusan yang akan dijalankan. Simulasi kedua adalah Pampers Pole Jump. Simulasi ini yang paling berkesan bagi saya karena merupakan suatu hal baru yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Masing-masing dari kami perlu memanjat sebuah bambu tebal dengan tinggi 5-6 meter, yang diposisikan secara vertikal dan diberi pijakan. Setelah sampai di puncak, kami perlu menyentuh sebuah bola lalu melompat ke bawah dengan keadaan tetap menggunakan tali pengaman tubuh. Untuk menjaga keseimbangan bambu tersebut, anggota kelompok yang sedang tidak memanjat perlu membagi tugas untuk menarik tali dari 4 arah agar posisi bambu tetap berdiri tegak. Dari simulasi kedua kami belajar untuk percaya pada kemampuan yang dimiliki diri sendiri, percaya dengan sesama anggota tim, berani mencoba hal baru serta cara berkomunikasi dengan efektif dan efisien.  Simulasi ketiga adalah sliding ball, dimana setiap kelompok perlu memasukkan bola sebanyak-banyaknya ke keranjang yang telah disediakan dengan menggunakan pipa-pipa kecil yang terbelah dua dan diberi tali pada bagian kiri dan kanannya. Pada simulasi ini kami belajar untuk tetap tenang dalam menghadapi segala situasi dan juga berkomunikasi dengan efektif di waktu yang cukup singkat. Kegiatan terakhir yang kami lakukan adalah permainan menjinakkan bom. Seluruh anggota BP OSIS berpartisipasi dalam kegiatan ini. Terdapat tiga peranan dalam simulasi ini, yaitu pemimpin yang memberikan instruksi, manajer yang menyampaikan petunjuk dari pimpinan ke pemain, dan para pemain yang perlu ‘menjinakkan bom’ dengan mengeluarkan 4 tabung berisi air, dari sebuah area berbentuk bujur sangkar menggunakan alat seadanya. Pada kegiatan terakhir ini, kami mendapat banyak hal dan pembelajaran. Kami belajar bagaimana cara berkomunikasi dan bekerja dengan efektif di tengah situasi yang tidak kondusif. Cuaca saat itu sedang hujan, dan banyak orang yang memiliki pendapat serta opini masing-masing yang belum tentu sesuai dengan petunjuk dari pimpinan yang disampaikan melalui manajer, sehingga kami perlu berlari dan mengkonfirmasi beberapa kali ke para manajer mengenai aturan dan cara menjinakkan bom. Hal kedua yang kami dapatkan adalah kami lebih mengenal diri kami sendiri, apa kekurangan kami yang perlu kami perbaiki dan menjadi evaluasi. Dalam rangkaian kegiatan dua hari selanjutnya, kami pun dilatih untuk mencari cara untuk mengatasi kekurangan yang dimiliki. Simulasi “Menjinakkan Bom” dapat dikatakan berhasil karena pada akhirnya kami berhasil menjinakkan salah satu bom, tapi dalam prosesnya kami mungkin belum sepenuhnya berhasil dalam bersikap kolaboratif dan berpikir kritis, karena kami kurang peka terhadap situasi dan kondisi sekitar yang terjadi.Selain itu, dalam proses berorganisasi maupun keseharian, salah satu hal yang kita terapkan adalah prinsip “PDCA”, yaitu “Plan, Do, Check, Act”. Saat ingin melakukan suatu hal, kita perlu membuat rencana atau strategi awal dahulu, dan mencoba menerapkan strategi tersebut. Lalu, apabila tidak berhasil, kita perlu belajar untuk mengevaluasi strategi, kinerja, maupun diri sendiri. Setelah itu, langkah selanjutnya adalah membuat strategi baru setelah melakukan evaluasi, dan menerapkannya dalam hal yang dilakukan. Prinsip ini sangat bermanfaat dan cukup penting untuk dilakukan, agar kita dapat belajar untuk memperbaiki dan mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi.Pada hari kedua pelatihan, kami sudah mulai  mengenal satu sama lain, dan beradaptasi dengan tanggung jawab kami sebagai bagian dari BP OSIS 2024. Meski begitu, kegiatan di hari kedua ini berbeda dari hari pertama di mana kami menemukan tantangan-tantangan baru yang perlu dihadapi. Pertama, karena kami masih dalam proses belajar mengenai berorganisasi, kami awalnya kurang memahami tugas yang diberikan. Kami juga mengalami kendala dalam membuat skala prioritas faktor-faktor keberhasilan organisasi, terlebih lagi kami perlu berdebat dengan kelompok lain. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, kami mencoba berbagai hal, seperti lebih percaya pada diri sendiri dan gagasan yang dimiliki, serta tidak overthinking.  Dari kegiatan pelatihan di hari kedua, kami belajar banyak hal. Pertama, kami belajar untuk tetap tenang saat berbicara di depan umum dan tidak menunjukkan reaksi berlebihan saat salah berbicara. Lalu, kami juga belajar bahwa seorang pemimpin perlu memiliki wawasan luas. Tak hanya itu, salah satu hal penting yang kami dapatkan adalah belajar cara bersikap dalam diskusi, yaitu tidak boleh keras kepala dan mau menurunkan ego. Terakhir, tentunya kami belajar bagaimana struktur serta cara kerja OSIS secara lebih mendalam lagi.Pada hari ketiga pelatihan OSIS, kami belajar menerapkan semua yang telah kami dapatkan sejak awal pelatihan, terutama ketika melakukan simulasi rapat. Ketika ada masalah yang muncul, kami sudah mulai mengetahui cara menghadapinya secara bersama, baik dalam seksi maupun sebagai suatu satu kesatuan organisasi pengurus, tetapi tetap saja, di setiap proses pastinya ada hal baru yang dapat dipelajari dan di evaluasi. Kami belajar untuk tanggap dalam menyikapi sesuatu, mampu mengatur waktu, dan teliti dalam bekerja. Dari rapat perdana BP OSIS, kami belajar untuk lebih teliti dalam bekerja, mengatur waktu dengan lebih baik, dan memperhitungkan segala masukan dengan baik. Seluruh rangkaian kegiatan pelatihan dari hari pertama hingga terakhir sangat berharga dan saya bersyukur atas kesempatan yang telah diberikan untuk dapat mengikuti pelatihan ini. Saya belajar banyak hal dan telah membangun relasi yang baru sehingga mendapatkan teman baru. Saya belajar untuk berkolaborasi, disiplin, berkomunikasi dengan efektif, percaya kepada diri sendiri maupun tim, bekerja dan melayani dengan semangat dan fokus, membangun relasi yang positif, serta mengevaluasi diri sendiri dan kelompok apabila diperlukan. Pelatihan ini juga membantu saya sadar akan kekurangan yang perlu saya perbaiki dan menjadi evaluasi untuk saya. Melalui pelatihan ini, saya menjadi lebih sabar dan terbuka, lebih kritis untuk berpikir sebelum bertindak, dan juga lebih peka terhadap situasi di sekitar kami. Saya berharap setelah pelatihan ini dapat menjalankan tugas sebagai pengurus BP OSIS 2024 dengan lebih baik dan dapat menjadi contoh yang positif bagi anggota OSIS SMP Santa Ursula BSD lainnya. Saya juga berharap agar BP OSIS tahun ini dapat menjadi organisasi yang terbuka kepada pihak internal maupun eksternal, sehingga dapat berkembang menjadi lebih baik lagi. 
Selengkapnya
Pergerakan Serentak Si Pasukan Pengibar Bendera Di Hari Pahlawan 10 November 2023
Posted: 2023-11-29 | By: -
Selasa pada tanggal 31 Oktober kami dipanggil oleh bu Yati untuk mengikuti pertemuan singkat di istirahat kedua. Kami ditunjuk sebagai pasukan pengibar bendera untuk upacara Hari Pahlawan 10 November. Siangnya kami melakukan latihan PBB singkat namun hanya berlatih menyamakan tempo. Keesokan harinya kami menuju lapangan untuk berlatih PBB lebih lanjut dan pembagian peran. Kami berlatih kurang lebih selama 12 hari. Masa-masa latihan merupakan hal yang sangat menyenangkan. Berlatih bersama teman-teman dan bekerjasama untuk membangun keserasian. Meskipun begitu, pasti ada lelahnya setiap hari. Terkadang, ada juga yang berhalangan karena jadwalnya yang tidak sesuai, dan lain-lainnya. Seiring dengan latihan-latihan setiap hari, ada yang sudah mulai sakit, tetapi masih memaksa untuk melanjutkan latihan. Hal itu terjadi karena kita menikmati masa-masa latihan kami. Setelah berminggu2 akhirnya kami tiba di hari-h dimana kami mengadakan upacara. Banyak yang gugup dan lain sebagainya, tetapi kami coba menjadi paskibra yang profesional sehingga kami menenangkan diri kami masing-masing. Setelah selesai pengibaran bendera, sebenarnya ada kesalahan yang terjadi, namun kami mencoba untuk menghiraukannya. Dalam proses upacara, ada salah satu dari kami yang mendadak berkunang-kunang parah dan pusing, sehingga dia berhenti sejenak untuk duduk dan menenangkan diri. Setelah itu, semua pasukan aman. Pada akhir upacara, kami sangat amat lega. Semua keluh kesah kami keluarkan setelah itu, pusing, kunang-kunang, pegal, dan lain-lain. Hal yang paling menyenangkan juga pada saat hampir semua petugas upacara diberi es teh manis untuk meningkatkan energi dan gula yang ada pada teh. Semua serentak menghela nafas disambi dengan menikmati es teh manis yang diberi. Sungguh pengalaman yang menyenangkan. Hari-h upacara kami sepasukan merasa tegang sekali. Detak jantung berdegup kencang dan perasaan kami campur aduk. Kami semua semangat bertugas namun takut membuat kesalahan. Akhirnya pengibaran bendera dilakukan. Terjadi sedikit masalah saat mengikat bendera namun semua masalah dapat diselesaikan dengan sigap dan semua berjalan dengan lancar. Meskipun telah selesai mengibar bendera kami tetap merasa tegang, bahkan sampai ada yang mual. Kami semua baru merasakan kelegaan, kebanggan, dan kebahagiaan yang luar biasa setelah selesai upacara. Momen - momen bersama kami selama latihan dan upacara tidak akan pernah terlupakan
Selengkapnya
WASABI : Waktu Sanurian Berekspresi
Posted: 2023-11-29 | By: Natania Nalini Dewanto IX-A/29 Franceline Alicia Wirharjanto IX-B/15 Caecilia Keira Wen IX-C/10 z | Dokumentasi (cr : Nathan 9E)
Puluhan anak berkumpul setelah bel istirahat berbunyi. Telinga mereka disambut alunan musik ketika memasuki hall. Tangan yang masih memegang makanan maupun peralatan ekstrakurikuler, bukan alasan bagi mereka untuk tidak berkumpul bersama di hall menikmati pertunjukan. Banyak yang bernyanyi maupun banyak yang diam takjub menikmati. Itulah “Waktu Sanurian Berekspresi” atau “Wasabi”.“Waktu Sanurian Berekspresi” atau “Wasabi” adalah program kolaborasi antara Seksi Kesenian Presidium SMP Santa Ursula BSD 2023 dengan Presidium SMA 2023. Program ini berupa pertunjukkan musik yang diadakan pada hari Sabtu setiap bulan. SMP hadir memeriahkan acara pada hari Sabtu minggu kedua, dan SMA pada minggu keempat.“Wasabi” selalu diawali dari proses pendaftaran, kemudian dilanjutkan dengan proses seleksi dari peserta didik yang sudah mendaftar di kegiatan “Wasabi”. Proses seleksi ini  dilakukan oleh Seksi Kesenian. Setelah melalui proses seleksi, bagi peserta didik yang terpilih untuk menjadi talent di kegiatan “Wasabi” akan di briefing mengenai jadwal latihan, tata tertib, timeline dari “Wasabi” pada bulan tersebut, dan sebagainya. Tentunya untuk memberikan penampilan serta  mengekspresikan diri mereka dengan sebaik mungkin, seluruh talent kegiatan “Wasabi” melakukan latihan baik di sekolah maupun di luar sekolah. Latihan yang dilakukan di lingkungan sekolah berada dalam pengawasan panitia dari kegiatan “Wasabi” atau Seksi Kesenian itu sendiri. Melalui proses berlatih ini, talent kegiatan “Wasabi” bukan hanya dapat menyempurnakan penampilan yang akan mereka berikan. Namun juga belajar untuk terbuka terhadap pendapat, kritik, dan saran yang membangun, serta manajemen waktu dan mengatur skala prioritas mereka sebagai talent di kegiatan “Wasabi” maupun pelajar. Selain itu, melalui proses tersebut peserta didik juga mendapatkan berbagai nilai-nilai hidup, terutama 10 nilai Santa Ursula  seperti nilai penghargaan, daya juang, kepekaan, tanggung jawab, kemandirian, dan sebagainya.Setelah berproses dalam latihan, para talent akan melaksanakan dua kali check sound  sebelum pelaksanaan “Wasabi”di hari-H. Setelah semua persiapan sudah matang, maka akan dimulai “Wasabi”. Belakang panggung, tempat dipenuhinya keringat, teriakan, maupun tangisan menjadi saksi dari “Wasabi” ini. Tempat tersimpannya sejuta perasaan ini menjadi tempat kami maupun para talent berkembang dan bertumbuh bersama.“Wasabi” terdapat sekitar 3 sampai 4 penampilan. Dalam sehari dapat dipenuhi oleh talent SMP, talent SMA, maupun kolaborasi. Semua penonton nyanyi dengan riang sambil menikmati waktu istirahat mereka. Dalam semua euforia ini, juga masih ada teman-teman ekstrakurikuler fotografi yang bekerja keras mengabadikan momen-momen ini.Berikut adalah salah satu cerita talent kami yang mengikuti “Wasabi” bernama Nayo/VII-D. Ia bercerita bahwa pengalaman “Wasabi” kemarin sangat membangkitkan rasa kepercayaan dirinya dan menjadi sebuah ajang bagi dirinya menjadi seorang “superstar”.Sayangnya, program “Wasabi” pada tahun 2023 sudah berakhir, ditandai dengan “Wasabi” terakhir pada 18 November 2023. Pada “Wasabi” itupun kami Seksi Kesenian mempersembahkan sebuah lagu sebagai ucapan terima kasih dan pamit. Sekian dari kami Seksi Kesenian 2023, besar harapan kami agar “Wasabi” ini dapat terus dilanjutkan dan berkembang di pengurusan berikutnya sehingga menjadi sebuah wadah bagi siswa mengembangkan jiwa seni mereka. 
Selengkapnya
Pengalaman Mengikuti Program Wasabi
Posted: 2023-11-29 | By: Celia Aiko Handoko VIII-B/8, Ignatius Kensho Talendralim VIII-B/20, Jeane Marisca Putri Anggriyanto VIII-B/23, Regina Ivanka Yudistira VIII-B/33, Micah Jody Dharma VIII-E/26
Wasabi merupakan program yang dibuat oleh Seksi Kesenian Presidium SMP-SMA Santa Ursula BSD. Wasabi adalah singkatan dari “Waktu Sanurian Berekspresi”. Dalam program ini, peserta didik atau guru SMP-SMA Santa Ursula BSD diberi ruang dan kesempatan untuk menunjukan keterampilan dan bakatnya dalam bermusik, bernyanyi, atau menari dalam bentuk kelompok yang terdiri dari maksimal 5 orang. Program ini dilaksanakan pada setiap hari Sabtu minggu kedua dan keempat pada saat jam istirahat. Lokasinya berada di hall SMP-SMA Santa Ursula BSD. Wasabi sudah dilaksanakan dari bulan September sampai bulan November ini adalah yang terakhir.Saat pertama kali mendengar program ini, kami sangat antusias untuk mendaftar. Mula-mula kami membentuk band yang terdiri dari Celia VIII-B, Kensho VIII-B, Jeane VIII-B, Ivanka VIII-B, dan Micah VIII-E. Dalam program Wasabi ini, semua instrumen harus dimainkan oleh siswa-siswi sendiri dan tidak boleh mengambil dari platform musik apapun. Disini kami membagi beberapa peran, yaitu Celia dan Jeane akan bernyanyi, Ivanka dan Kensho bermain gitar, dan Micah bermain keyboard. Kami sempat ingin mendaftar beberapa kali, namun merasa ragu-ragu sehingga tidak jadi mendaftar. Kami pertama kali ingin mendaftar pada bulan September untuk Wasabi bulan Oktober. Namun, kami tidak jadi karena lupa dan ternyata sudah melewati batas waktu pendaftarannya. Bulan selanjutnya, kami kembali hampir mendaftar dan tidak jadi lagi karena kami merasa belum siap dan mengalami beberapa kendala lainnya. Pada kesempatan berikutnya, kami mendengar bahwa akan diadakan Wasabi terakhir dan belum tentu akan diadakan lagi. Oleh karena itu, kami tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan langsung mendaftar.Dari sekian pendaftar, kami lolos untuk tampil di Wasabi yang dilaksanakan pada Sabtu, 18 November 2023. Sebelum sampai hari pelaksanaan, kami mengikuti rangkaian proses persiapan. Kami berlatih dengan meminjam kelas yang diawasi oleh seksi kesenian. Kami berlatih sebanyak dua kali pada hari Senin, 13 November 2023 dan Selasa, 14 November 2023 sepulang sekolah. Keesokan harinya, kami melakukan checksound bersama dengan kelompok band yang lainnya. Kami disaksikan oleh anggota seksi kesenian. Pada saat melakukan checksound, kami tampil selayaknya pada hari pelaksanaan nanti. Tiba hari Sabtu, 18 November 2023. Pagi sebelum ekstrakurikuler pertama dimulai, kami melakukan checksound terakhir sebelum nantinya akan perform. Saat giliran kami untuk checksound, kami mengalami sebuah kendala dengan gitar yang akan digunakan oleh Kensho. Kendala terdapat pada amplifier yang akan digunakan sehingga suaranya tidak dapat keluar dengan sempurna. Pada akhirnya kami memutuskan untuk meminjam gitar milik teman yang juga akan tampil di hari itu. Saat waktu istirahat tiba, kami segera berkumpul di hall SMP-SMA Santa Ursula BSD. Kami merasa deg-degan dan gugup, namun sekaligus penuh semangat. Suasana hall sangatlah ramai dan penuh dengan antusiasme siswa-siswi dan teman-teman kami yang menonton. Kami berhasil melaluinya dengan baik, lagu yang kami tampilkan bertajuk “Jadi Kekasihku Saja” oleh Keisya Levronka. Kami merasa sangat lega dan bangga setelah kami tampil. Terlebih mendengar antusias penonton saat ikut bernyanyi dan tepuk tangan. Kami sangat bersyukur karena semua hal berjalan dengan lancar, kami juga sangat bahagia karena dapat melihat dan mendengar semua peserta didik dan guru ikut bernyanyi serta dukungan dari teman-teman kami. Selama menjalani rangkaian proses ini, tentu kami mengalami beberapa kendala. Contohnya adalah dalam berlatih memainkan lagu yang kami pilih di instrumen. Butuh waktu cukup banyak untuk melatihnya dan terkadang saat akan menyanyikan dari awal sampai akhir tersendat karena belum lancar. Selain itu, kami juga tidak memiliki gitar yang dapat disambungkan ke amplifier sehingga akhirnya kami harus meminjam dari teman lain. Kami merasa senang dan bangga bisa menjadi bagian dari program Wasabi ini. Meskipun tidak luput dari adanya kendala selama persiapan, kami berhasil menghadapi tantangan tersebut dengan baik dan dapat dinikmati oleh orang lain. Bagi kami, program Wasabi tidak hanya memberikan kami kesempatan untuk mengekspresikan diri melalui bermain musik dan bernyanyi, tetapi juga membantu memperkuat rasa kebersamaan dan kerjasama dalam sebuah kelompok. Program ini menjadi kenangan yang spesial dan berharga bagi kami. Kami merasa bersyukur telah memutuskan untuk mendaftar dan berpartisipasi dalam program Wasabi. Program Wasabi mengajarkan kami banyak hal termasuk kepercayaan diri untuk tampil di depan orang banyak. Kami harap, kami dapat memberikan kesan dan kenangan yang indah bagi para penonton sebagai salah satu kelompok yang tampil dalam Wasabi paling terakhir ini.
Selengkapnya