Goresan Seni Anak Muda Tentang Pancasila
Posted: 2024-07-24 | By: Jolene Sulung (XI-C/23) | Gambar Jolenne XI-A, pemenang lomba angkatan SMA | Foto oleh Gede Nararya Vatsa
Mengakomodasi minat dan bakat para peserta didik merupakan salah satu misi penting dari Santa Ursula BSD. Pelbagai seminar dan acara sudah diadakan untuk memperkenalkan maupun mengembangkan talenta-talenta yang ada. Kegiatan kali ini juga tidak jauh berbeda, pun memiliki keunikannya sendiri. Pada Senin dan Selasa, 3 dan 4 Juni 2024, Santa Ursula BSD kembali mengadakan sebuah pagelaran dengan judul “Pameran Seni Rupa ‘Pendidikan Pancasila’” yang diadakan di Hall SMP-SMA Santa Ursula BSD. Pagelaran dihadiri oleh seluruh peserta didik SD, SMP, dan SMA Santa Ursula BSD. Dengan teknis berkeliling, setiap kelas akan diberikan waktu 15 menit untuk melihat dan menikmati seluruh karya seni rupa yang dipajang secara leluasa.Selain untuk menunjang bakat peserta didik dalam hal seni rupa, pagelaran ini juga diadakan agar peserta didik dapat melihat dan memahami implementasi dari nilai-nilai Pancasila. Bukan hanya semata simbol atau teori, Pancasila juga dapat menjadi prinsip yang mendasari seluruh perbuatan dan perkataan kita.Spesialnya, karya-karya ini merupakan ukiran tangan teman-teman—sesama peserta didik dari seluruh jenjang—yang memiliki antusiasme yang sama terhadap kesenangan menggambar dan artistik. Dengan total 139 peserta didik, mereka semua berlomba untuk menghasilkan seni rupa terbaik. Lantas, terpilih empat terunggul yang akan ditunjuk menjadi juara dari masing-masing jenjang pendidikan. Untuk jenjang SMA, juara satu berhasil dicapai oleh Jolenne Willona (XI-A), juara dua oleh Patricia Renatta (XI-D), juara tiga oleh Carla Olivia (XI-D), dan juara harapan oleh Kayla Anatta (X-C). Penjurian dilakukan dengan saksama oleh tim juri dari sekolah. “Aspek-aspek yang dinilai ada estetika bentuk visual, kesesuaian tema dengan bentuk visual, dan kreativitas dalam menggunakan bahan dan media gambar,” kata Pak Andi, koordinator panitia pagelaran Pancasila 2024.Persiapan pun dilakukan dengan matang dan menyeluruh oleh tim panitia. Mulai dari perencanaan tahapan dalam proses lomba, tingkat kesulitan menggambar, penjelasan teknis proses lomba, menentukan tema yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, maupun aturan-aturan dalam proses menggambar. Pertama, peserta hanya diperbolehkan memakai pensil hitam putih, pensil warna, spidol, dan/atau krayon. Kedua, peserta tidak diperbolehkan menggunakan referensi gambar dalam bentuk apapun selama proses menggambar dilakukan saat lomba. Perlombaan dilakukan secara luring pada hari Sabtu, 25 Mei 2024 di Aula SMP-SMA Santa Ursula BSD, pukul 07.00 sampai dengan 12.00.Merespons hal ini, satu hari sebelum lomba menggambar, Jolenne sempat latihan bersketsa dan mengingat-ingat visual pakaian adat agar photographic memory-nya terlatih. “Inspirasi saya sebenarnya diambil dari keberagaman budaya di Indonesia ... karena di sini saya mengambil tema sila ke-3 dari Pancasila, jadi saya mencoba menyampaikan bentuk persatuan dan kebersamaan antarperbedaan budaya yang ada di Indonesia, mulai dari pakaian adat hingga rumah tradisionalnya. Saya juga menggambar pohon beringin sebagai simbol dari Persatuan Indonesia dan wujud Ibu Pertiwi di tengah sebagai pemersatu dan tempat berlindung masyarakat Indonesia,” jelas Jolenne mengenai gambarnya.Lalu, ide ini direalisasikan menggunakan teknik arsiran pensil warna. Sementara itu, background gambarnya diwarnai menggunakan krayon supaya lebih mudah untuk gradasi. Dia pun mengaku tak menyangka ketika diumumkan sebagai juara pertama lomba menggambar dari SMA karena memang tidak berekspektasi apa-apa. “Saya sama sekali enggak nyangka bakal menang karena saat proses saya merasa gambar saya berantakan banget.  Tapi, ya, saya bersyukur banget, sih, karena usaha saya lima jam gambar bisa membuahkan hasil.”Tidak hanya Jolenne, peserta lomba menggambar lainnya juga memiliki karya rupa yang tidak kalah keren. Banyak lukisan yang digambar dengan penuh detail dan menarik, bahkan sampai menggunakan teknik menggambar anime. Hal serupa juga disampaikan oleh sesama pengunjung pagelaran yang menuliskannya di booth kesan dan pesan. Banyak sekali yang menuliskan, “Pada bagus-bagus banget!” ataupun “Perlu sertifikat penghargaaan, sih, ini.”
Selengkapnya
BCA, Berliterasi dengan Cara Asik!
Posted: 2024-07-24 | By: Maria Levenia Kusnadi / XD / 22 | Foto diambil oleh Pak Maikel
Pada hari Kamis, 30 Mei 2024, segenap kelas X Santa Ursula BSD mengikuti seminar yang bertemakan “Literasi Keuangan”. Seminar ini disajikan langsung oleh kakak-kakak dari BCA, loh! Anggotanya terdiri dari Kak Aloy, Kak Agnes, Kak Feli, Kak Saras, dan Kak Maria. Wah, banyak banget, ya! Kegiatan berlangsung dari pukul 09.30-12.10 WIB di Aula Santa Ursula BSD. Kegiatan ini dibuka dengan perkenalan diri dari masing-masing kakak pembicara dan ice breaking tebak gambar. Siapa nih, yang kangen sama permainan tebak gambar? Setelahnya, Kak Aloy mempresentasikan sekilas mengenai BCA dan program-programnya untuk mendukung generasi muda seperti kita ini yaitu mengatur keuangan sejak dini. Langkah-langkah yang direkomendasikan adalah atur dan sisih, dimana pengeluaran lebih kecil daripada penyimpanan. Ada pula quotes yang cocok untuk  kita, bunyinya “Biaya hidup itu murah, yang mahal itu gaya hidup”. Selain itu, mengenai tabungan, yakni “Jangan menabung dari apa yang tersisa setelah dibelanjakan, tetapi belanjakanlah apa yang tersisa setelah menabung”. Quotes ini berasal dari salah satu orang terkaya di dunia, Warren Buffett.Kak Aloy mengajarkan, bahwa dalam alokasi keuangan ada beberapa tingkat. Mulai dari Needs (Kebutuhan), Wants (Keinginan), Debts (Hutang), Savings (Simpanan/Tabungan), Investment (Investasi). Sedangkan dalam bentuk persentase, dibagi sebagai berikut : Needs (Kebutuhan) sebesar 50% atau 60%Wants (Keinginan) sebesar 15% atau 10%Debts (Utang) sebesar 0% atau 30%Savings (Simpanan/Tabungan) sebesar 15% atau 10%Investment (Investasi) sebesar 0% atau 20%Persentase tersebut berisi catatan mengenai jumlah hutang dan investasi. Jika ingin atau akan berutang, maka jangan sisihkan keuangan pada investasi. Sedangkan, jika ingin berinvestasi, jangan berutang dalam bentuk apapun dan kepada siapapun. Nah, teman-teman tahu nggak nih? Utang ternyata tidak selalu dalam artian yang buruk, loh! Ada hutang yang baik dan buruk. Utang baik produktif dan memberikan manfaat, contohnya sebagai modal untuk membuka bisnis atau berinvestasi. Kalau utang buruk, biasanya bersifat konsumtif dan tidak memberikan manfaat, contohnya untuk membayar cicilan rumah dan belanja barang mewah. Kemudian, para pembicara juga diberi tahu tentang macam-macam bentuk investasi, seperti saham, emas, properti, reksa dana, dan bentuk lainnya. Kak Aloy juga berbagi ilmu tentang yang sedang viral sekarang. Yap betul, pinjol alias pinjaman online. Sebenarnya, melakukan kegiatan pinjol ini sah-sah saja, asal dari perusahaan yang sudah terdaftar di OJK ya, agar aman dari penipuan. Setelah meminjam sejumlah dana, jangan lupa untuk membayar tagihannya, ya! Jangan malah gali lubang tutup lubang, mengutang untuk menutupi utang lainnya. Begitu pula dengan aplikasi saham, teman-teman harus bijak dalam memilih aplikasi yang terpercaya, jangan mudah termakan iklan, ya!Pada akhir sesi, Kak Saras menjelaskan tentang beasiswa yang ditawarkan oleh pihak BCA langsung. Beasiswa ini diberikan dalam bentuk Program Pendidikan Bisnis dan Perbankan (PPBP) dan Program Pendidikan Teknik Informatika (PPTI). Jika teman-teman berhasil mendapatkan beasiswa ini, teman-teman akan melanjutkan studi di BCA Learning Institute, yang terletak di Sentul, Bogor. Banyak keuntungan yang diperoleh, seperti kesempatan bekerja di BCA, uang saku dan makan sudah diberikan secara penuh oleh BCA, pembelajaran terjun ke lapangan langsung (praktek bekerja), fasilitas tempat pembelajaran yang lengkap, dan lainnya. Selama mengikuti proses pembelajaran ini, para mahasiswa hanya perlu waktu 2,5 tahun untuk lulus non-gelar. Teknisnya, di BCA Learning Institute ini, mahasiswa akan mengerjakan skripsi di kampus lain untuk mendapatkan gelar, seperti Atma Jaya. Jadi, hanya membayar uang skripsi dan syarat sebelum mengerjakan skripsi. Kalau kalian tertarik, boleh kali daftar.Saat kegiatan ini berlangsung, peserta didik kelas X Santa Ursula BSD juga aktif dalam bertanya mengenai topik keuangan, terutama inflasi. Sampai-sampai, kakaknya kewalahan untuk menjawab. “Pertanyaannya out of the box—di luar perkiraan banget,” ujar Kak Agnes yang diserbu banyak pertanyaan. “Di sini paling aktif, hebat,” kata Kak Aloy di tengah banyaknya pertanyaan yang dilontarkan peserta didik. Peserta didik yang merespon dan bertanya juga diberikan berbagai macam hadiah, seperti gelas, buku catatan, dan hadiah menarik lainnya. Seru, bukan? Berliterasi tentang keuangan sejak dini, tentunya penting dan menjadi salah satu faktor untuk hidup sukses di masa yang akan datang.  
Selengkapnya
Menyimak Dasar dan Tips Public Speaking
Posted: 2024-07-24 | By: Yohanes Sutraguna (XD/37) | Foto oleh Lorensius Eka Setiawan
Public speaking adalah aktivitas berbicara secara langsung di depan umum. Public speaking juga merupakan sebuah keterampilan yang dapat digunakan untuk membangun hubungan antara komunikator (pihak yang menyampaikan pesan) dan komunikan (pihak yang menerima pesan). Hal ini bertujuan agar pesan yang disampaikan dapat diterima dan dicerna oleh komunikan dengan mudah, serta selaras dengan maksud pembahasan dari komunikator.Public speaking merupakan salah satu keterampilan yang paling dibutuhkan di era modern saat ini. Dunia pekerjaan saat ini mengharuskan kita untuk mampu berkomunikasi, berinteraksi, serta berkolaborasi dengan individu atau kelompok lainnya, sehingga keterampilan dalam berbicara akan sangat berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan dan relasi yang dihasilkan. Selain itu, keterampilan berbicara juga akan mempengaruhi audiens untuk mendengarkan dan memahami pesan yang disampaikan dengan lengkap. Maka dari itu, pemahaman dan keterampilan public speaking yang baik merupakan hal krusial terutama untuk anak muda, agar dapat bertahan dan terus berkembang di masa depan.Keterampilan public speaking dapat mulai dipelajari sejak usia dini. Pelatihan keterampilan public speaking di usia dini akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan anak dalam berkomunikasi dan bersosialisasi di masa mendatang. Hal ini menjadi salah satu tugas bagi sekolah setingkat SD, SMP, dan SMA untuk mematangkan keterampilan dan kemampuan anak dalam public speaking. Santa Ursula BSD merupakan sekolah yang peduli akan karakter, budi, dan kecerdasan dari anak-anaknya. Sekolah ini selalu mementingkan pengembangan karakter untuk membekali perjalanan hidup peserta didik di masa depan. Public speaking sebagai salah satu keterampilan yang penting di masa depan, telah mendapatkan banyak perhatian dari sekolah untuk diajarkan dan diimplementasikan pada murid-muridnya, terutama dalam proses belajar mengajar. Menanggapi hal tersebut, tim guru SMA Santa Ursula BSD mengadakan seminar public speaking untuk peserta didik kelas X dan XI, dengan mengundang seorang alumnus yang telah lulus di jurusan Ilmu Komunikasi, yakni Aditya Putra Dinata. Aditya Putra Dinata yang kini menjadi seorang MC dan penyiar radio diundang untuk menjadi pembicara dalam seminar public speaking kelas X dan XI pada Senin, 27 Mei 2024. Seminar ini dibuka oleh Ibu Erijani selaku perwakilan tim guru SMA Santa Ursula BSD yang menegaskan bahwa kemampuan public speaking peserta didik SMA di sekolah masih sangat kurang dan perlu pendampingan secara intensif. Selain beliau, banyak pula guru-guru lain yang sependapat dengan pernyataan Ibu Erijani tersebut. Oleh karena itu, pembinaan keterampilan public speaking menjadi hal yang diperlukan peserta didik SMA untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan mereka dalam berbicara di depan umum.Kak Aditya pun maju dan menyapa kami, peserta didik kelas X yang sudah duduk bersila dengan tenang. Ia memulai dengan menanyakan kendala yang sering dialami peserta didik  kelas X saat berbicara di depan umum. Ternyata tak percaya diri, takut salah bicara, tak menguasai materi pembicaraan, sering ngeblank, dan overthinking adalah hal yang sering muncul saat berbicara di depan umum.Kak Adit pun melanjutkan materi pembahasannya dengan menanggapi permasalahan-permasalahan yang telah disebutkan tadi. Lalu, ia mulai menjelaskan tentang teknik-teknik public speaking seperti cara menyiapkan materi, mempersiapkan alur presentasi (pembuka, isi, dan penutup), serta mempelajari teknik berbicara dan bahasa tubuh yang baik. Ia menjelaskan tentang rumus presentasi yaitu “persiapan + teknik”, di dalamnya mengandung (1) materi, (2) outline, dan (3) power point. Dalam konteks rumus presentasi tersebut, materi terdiri dari detail acara, event ( issue/problem/solution), dan ditambah dengan persiapan mental. Materi yang kita persiapkan harus memuat detail dari pembicaraan kita, serta menjelaskan permasalahan, kendala, dan solusi dari keduanya. Outline adalah gambaran atau sketsa yang berkaitan dengan merangkai pembukaan, konteks, serta penutup dari suatu pembicaraan. Dalam presentasi, pembukaan yang baik dapat memuat fakta/pantun/quotes/storytelling/QnA untuk mengikat dan menarik perhatian audiens. Konteks dalam presentasi kita perlu memuat topik dan permasalahan yang sedang dibahas untuk menegaskan poin utama materi kepada audiens. Terakhir, penutup dari pembicaraan kita dapat memuat rekap dari materi pembahasan, serta ajakan untuk menindak lanjut permasalahan yang ada.Selain struktur presentasi itu sendiri, kita juga perlu memerhatikan bahan visual dari materi yang akan ditunjukkan kepada audiens. Dalam membuat power point atau slide, hal yang perlu diperhatikan adalah rumus KISS (Keep It Simple & Short) dan PEGAWAI (PEnulisan-GAmbar-WArna-warnI). Rumus KISS mengajarkan kita untuk membuat materi dengan cara yang sederhana dan ringkas. Ini bertujuan agar power point dapat menyampaikan poin-poin penting materi untuk membantu pembicara menyampaikan pesannya dengan sistematis. Rumus PEGAWAI mengajarkan kita untuk mengembangkan aspek visual dalam power point atau slide yang hendak kita tampilkan untuk audiens. Kedua hal ini akan sangat membantu audiens untuk tergerak dan tertarik pada materi yang kita sampaikan, sehingga dapat memahami materi dengan lebih lengkap.Setelah menjelaskan tentang teknik persiapan dan pembuatan materi, Kak Adit lanjut menjelaskan tentang teknik vokal dan bahasa tubuh dalam public speaking. Teknik vokal yang dimaksud antara lain adalah intonasi, artikulasi, aksentuasi, pemilihan kata-kata, smiling voice, filler word, tempo, dan jeda. Intonasi adalah lantunan nada dari suara kita saat berbicara. Intonasi berperan untuk membuat pembicaraan tak terkesan monoton. Selain itu, artikulasi merupakan kejelasan dalam pelafalan kata yang tentunya perlu diperhatikan agar semua audiens dapat menangkap isi pembicaraan dengan tepat. Ada pula aksentuasi yang merupakan penekanan terhadap kata-kata tertentu dengan nada suara, sehingga memudahkan audiens untuk fokus pada poin-poin penting dari pembicara. Smiling voice adalah teknik bersuara yang fokus dalam mengatur nada bicara, agar terdengar bahagia dan menarik. Di sisi lain, ada filler word yakni kata-kata yang keluar tanpa sadar seperti ‘ermm.., euhh.., hm..,’ dapat merusak kualitas pembicaraan kita, sehingga perlu dihindari. Terakhir, tempo dan jeda merupakan hal yang dapat membantu kita dalam berbicara agar tidak terburu-buru dan tetap tenang mengikuti alur presentasi yang telah disiapkan.Selain dari teknik vokal, Kak Adit juga menjelaskan tentang teknik bahasa tubuh. Poin-poin utama dari teknik bahasa tubuh menurut Kak Adit adalah penampilan, postur tubuh, gerakan tangan dan kaki, serta kontak mata. Penampilan merupakan representasi dari pembicara itu sendiri, rapi dalam berpenampilan cenderung akan menghasilkan kepercayaan diri yang lebih tinggi. Postur tubuh yang tegak akan sangat mempengaruhi cara audiens memandang sang pembicara, posisi tegak dan kokoh akan menciptakan persepsi bahwa sosok tersebut percaya diri dan andal. Gerakan tangan dan kaki berperan sebagai mulut kedua dari sang pembicara. Hal tersebut dapat membantu audiens dalam memahami dan memvisualisasikan materi dengan lebih baik. Kontak mata dengan audiens pun merupakan hal yang penting. Kak Adit juga membantah suatu ajaran klasik yaitu “Kalau takut liat matanya, liat aja jidat/alisnya”. Ia mengatakan bahwa hal tersebut adalah “Big no”, sebab kita justru akan membuang waktu untuk mencari jidat atau alis audiens.Kemudian Kak Adit mengingatkan untuk selalu melibatkan audiens dalam pembicaraan. Melibatkan audiens akan membuat audiens merasa menjadi bagian dari pembicaraan, bukan hanya sekadar mendengar dan menangkap isi pembicaraan. Hal ini guna menarik perhatian audiens untuk terus fokus mendengarkan isi materi kita, sehingga kita dapat menghadirkan suasana yang interaktif dan menyenangkan. Setelah selesai menyampaikan materi public speaking, Kak Adit mengajak lima anak untuk maju dan memperagakan materi yang sebelumnya ia ajarkan. Lima anak pun maju ke depan secara serentak, yakni Rafa, Bastian, Evan, Isaac, dan Philipe. Nampaknya, mereka merupakan teman dekat yang saling mendorong untuk maju bersama.Setelah di depan Kak Adit memberikan lima materi presentasi secara spontan dan masing-masing anak diberikan waktu 30 detik untuk merencanakan pembicaraannya. Ternyata, kelima anak tersebut berhasil menyampaikan materi dengan gaya dan teknik yang cukup baik. Masih banyak sekali kesalahan teknis yang dapat diperbaiki, tetapi usaha yang mereka tampilkan untuk mengimplementasikan teknik public speaking yang baik dapat diacungkan jempol. Dari tes singkat yang diberikan Kak Adit, dapat kita simpulkan bahwa ilmu public speaking lebih banyak berkaitan dengan latihan praktik secara langsung. Teori dan materi yang telah disampaikan hanya ditujukan untuk memandu praktik public speaking yang sesungguhnya dan itu perlu dilatih dengan giat. Selain itu, kita juga mengetahui bahwa seorang public speaker harus mampu merumuskan pembicaraannya dalam waktu yang sangat singkat, sebab ia harus siap dengan segala kemungkinan yang terjadi dalam suatu acara. Setelah sesi berakhir, Kak Adit mengucapkan salam terakhirnya dan kembali ke kursi belakang. Penutup acara pun kembali diambil alih oleh Ibu Erijani dan peserta didik dipersilakan kembali ke kelasnya masing-masing. Materi pembelajaran di sekolah mungkin sudah tamat, segala penilaian dan tugas pun tak lagi mengganggu keseharian kami lagi untuk tahun ajaran ini. Akan tetapi selalu ada buah yang dapat dipetik dan benih untuk ditanam, salah satu wujud aslinya adalah ilmu public speaking yang Kak Adit turunkan pada kami semua hari itu. 
Selengkapnya
Kelas XI Banyak Drama, deh!
Posted: 2024-05-31 | By: Jolene Sulung (XI-C/23) | Foto oleh Abigael Allegra Tarang/XI-B
Ulangan dan tugas terbukti tidak menyusutkan antusiasme peserta didik kelas XI untuk menonton drama. Walau hanya memiliki waktu persiapan selama dua bulan, sebanyak sepuluh judul drama siap tampil pada Rabu dan Kamis, 16 dan 17 Mei 2024 di Gedung Serbaguna Santa Ursula BSD. Berbagai genre teater yang dieksplor secara matang, seperti genre pertemanan (BEBAS), romansa (Aladdin), keluarga (Sedap-Sedap Ngeri dan Ada Tapi Kosong), komedi (Laundry Show dan Cek Toko Sebelah), politik (DPR Musikal), sosiologi (Perempuan & Semesta),  pendidikan (Stip & Pensil), serta horor (Gak Lagi-Lagi). Kebanyakan drama pun merupakan adaptasi dari karya sastra Indonesia.Semua drama ini merupakan hasil dari kerja sama sembilan unsur pementasan drama, yakni pimpinan produksi, sutradara, pemeran, penata panggung, bendahara dan sekretaris, penata artistik (properti), videografer dan fotografer, desainer poster, serta ilustrator musik. Mereka semua mengerahkan yang terbaik untuk menghasilkan performa yang maksimal.“Aku bangga banget, sih, kelompok aku bisa perform sebagus itu. Se-menghayati itu, walau pas latihan kadang suka bercanda, mereka keren-keren semua. Ditambah lagi drama kita yang komedi, membuat latihan-latihan kita dipenuhi canda dan tawa,” jawab Icha dari kelas XI-F selaku pimpinan produksi drama Gak Lagi-Lagi.Walaupun begitu, proses yang dilalui oleh sepuluh kelompok tersebut tidaklah mudah.“Enjoy banget, tapi jujur stres karena cuman sekitar beberapa bulan doang proses latihan dan persiapannya ... mana bentrokan sama tugas-tugas lain, kan, ya,” respon Icha.Hal yang serupa juga dialami oleh Cynthia dari kelas XI-C sebagai bagian dari tim produksi Cek Toko Sebelah, “Proses menuju hari-H penampilan drama sangatlah sulit karena project drama ini dilakukan ketika kami sedang ada drama lain, dan waktunya juga terasa singkat. Sulit bagi kami semua untuk mengatur jadwal. Proses yang paling susah ada di bagian acting dan properti. Untuk bisa memerankan karakter dalam drama dibutuhkan proses yang agak rumit, mulai dari menghafalkan naskah, latihan penjiwaan karakter, dan lain sebagainya. Selain itu, untuk membuat properti dalam drama ini juga sangat sulit karena dibutuhkan banyak properti besar yang bisa terlihat oleh banyak penonton.”Untungnya, semua tantangan ini dapat dilalui dengan baik. Banyak peserta didik yang mengungkapkan kekagumannya dan rasa bangganya terhadap drama teman-temannya di penghujung acara. Tidak terkecuali guru-guru dari mata pelajaran lain, seperti Pak Suryo dan Ibu Ratih. Bahkan, tim guru Bahasa Indonesia pun tidak bisa menyembunyikan ketakjubannya.“Saat proses gladi dan latihan di kelas beda banget hasilnya .... Jadi, guru benar-benar tidak expect bisa sebagus ini. Keren! Bagaimana semua kelompok berhasil mengemas drama sesuai dengan yang telah direncanakan,” ungkap Pak Marcel dari bangku juri drama.Pelajaran moral yang ingin diajarkan oleh tim guru Bahasa Indonesia pun juga tepat sasaran. Berbagai nilai hidup bisa digali, seperti kerja sama, komunikasi, manajemen waktu, solidaritas, pantang menyerah, kreativitas, cara mengorganisasikan pertunjukkan dalam skala yang besar, dan moto ‘The Show Must Go On!’ yang melekat parah semasa pertunjukkan.“Kita enggak boleh blackout lama-lama, jadi mau enggak mau—untuk ke adegan selanjutnya—masih ada bekas lipstik berdarah gitu di muka. Kita juga harus mengakali status kita sebagai pelajar dengan modal terbatas, tapi tetap bisa bikin performance yang keren,” lanjut Icha mengenang persiapan drama horornya.Berbeda dengan Icha, kelompok drama Cynthia banyak belajar mengenai cara mengatur emosi. “Untuk mempersiapkan proyek ini pastinya melelahkan. Namun, dengan kita bawa santai dan tidak mudah tersulut emosi, maka setiap masalah akan segera ditemukan solusinya. Setiap orang pasti bisa melakukan kesalahan; sebagai anggota kelompok yang baik, kita harus tetap mendukungnya dan meyakinkan diri mereka untuk tetap tenang.”Bijak banget, sih, ini .... Memang tidak sia-sia serasa pontang-panting di proyek drama kali ini.Sayangnya, semua proses pasti akan bertemu akhir. Pementasan drama Bahasa Indonesia diakhiri dengan evaluasi dari seluruh peserta didik. Sstt ... rumornya, proyek pementasan drama kemungkinan akan dilakukan lagi di tahun depan, lho!“Kalau evaluasi dari peserta didik bagus, dan dapat dukungan dari sekolah—bisa jadi drama diadakan lagi dalam skala besar seperti ini,” jawab Ibu Bella, guru Bahasa Indonesia SMA Santa Ursula BSD.Bagaimana, Sanurians? Kalian jadi semakin penasaran dengan drama-dramanya, ya? Daripada penasaran, gimana kalau kalian aja yang buat? Biar semakin terasa dan lengkap pengalamannya. Hehehe … ditunggu, ya! 
Selengkapnya
REFLEKSI DUNIA PENDIDIKAN TERHADAP PROSES DEMOKRASI PEMILU 2024
Posted: 2024-05-20 | By: Ch. Enung Martina
“Politiae Legius Non Leges Politii Adoptandae” Politik harus tunduk pada hukum, bukan sebaliknya. Politik secara ringkas adalah segala sesuatu yang bersangkutan dengan kekuasaan, pemerintahan, proses memerintah dan bentuk organisasi pemerintahan, lembaga/institusi, tujuan negara atau pemerintahannya. Ilmu politik membahas secara sistematis dan analitis masalah kenegaraan, dan merupakan ilmu sosial yang paling tua di dunia. Kenyataannya pendidikan politik untuk masyarakat luas maupun sekolah-sekolah, tidak dianggap penting. Karena itu banyak terjadi masyarakat awam, bahkan kaum terpelajar sekalipun  menjadi buta akan politik. Bila terjadi hukum tunduk pada politik, seperti yang terjadi di negeri kita tercinta ini, sebagai masyarakat awam tak bisa melakukan apa-apa. Dan parahnya lagi, pada saat Pemilu yang seharusnya menjadi pesta demokrasi, demokrasi ternyata malah mati. Ironis, bukan? Proses pemilu adalah sarana konvensional dalam merotasi pergantian kekuasaan. Guna mewujudkan pemilu yang berkualitas, negara perlu menjamin adanya standar keberlangsungan proses pemilihan secara bebas, rahasia, jujur dan adil didukung dengan ketersediaan perangkat atau lembaga penyelenggara yang imparsial, profesional dan dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga dalam kondisi iklim demokrasi suatu negara yang baik maka semakin kuat pelaksanaan norma democratic values sebagai dasar dari ethical political behaviour penyelenggara negara.Namun dalam konteks Pemilu 2024 yang sudah terselenggara beberapa waktu lalu, telah banyak memberikan catatan kusam bagi sejarah demokrasi  di Indonesia. Campur tangan kekuasaan untuk memenangkan salah satu paslon dengan vulgar dipertontonkan, keberpihakan Presiden, keterlibatan menteri-menteri untuk andil berkampanye, sistem penghitungan yang problematik dan dugaan penyalahgunaan aparatur negara hingga politisasi bantuan sosial menjelang hari-hari pemilihan berlangsung menjadi sekian banyak masalah yang terangkat ke permukaan.Prabowo-Gribran telah ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden terpilih melalui Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Nomor 504 Tahun 2024. Meraup suara 58,59% + Menang di 20 provinsi dari 38 provinsi. Kemunduran demokrasi tersebut menjadi refleksi bagi dunia pendidikan. Dua pertanyaan refleksi disampaikan oleh  narasumber Agustinus Prasetyantoko, M.Sc., Ph.D G. dalam kegiatan Seminar Pendidikan Politik untuk Guru Santa Ursula BSD. pertanyaan pertama : Apa ‘REFLEKSI” atas realitas politik tersebut?’ dan ‘Bagaimana kita (dunia Pendidikan) harus bersikap?’.Dalam Pemilu 2024 yang telah  berlangsung,  kita telah mengalami keadaan politik hukum yang tidak sehat. Kepentingan individu, kelompok dan keluarga lebih diutamakan dibandingkan kepentingan rakyat. Pagar pembatas potensi penyalahgunaan kekuasaan dalam konstitusi tak dihiraukan, dan tak sedikit dilanggar maupun ditafsirkan sesuai kepentingan kekuasaan. Menyaksikan kondisi politik hukum yang sedang terjadi, ini menandakan bahwa politik di Indonesia  memang memiliki power lebih kuat dibandingkan hukum.Realitas politik menunjukkan kemunduran demokrasi. Pemilu 2024 bukan soal siapa presiden dan wakil presidennya, tetapi bagaimana proses demokrasi telah cacat (flawed democracy). Akar kemunduran demokrasi bisa jadi karena ”personifikasi negara”. Perlu refleksi dan daya kritis. Tantangan demokrasi sangat berat, sehingga perlu konsolidasi pendidikan demokrasi dari dunia pendidikan. Menjadi sebuah tantangan bagi dunia pendidikan  untuk mencari cara bagaimana membawa generasi bangsa untuk lebih melek politik. Wacana keberlanjutan menjadi kisi-kisi penting bagaimana kita dapat memprediksi kondisi kepatuhan hukum di masa depan di tangan pasangan terpilih tersebut. Pasca terjadinya kemerosotan standar etika demokrasi karena problematika putusan MK,  tidak ada yang dapat diharapkan soal supremasi hukum dan perbaikan iklim demokrasi dari Presiden terpilih Pemilu 2024 saat ini. Pastinya kejadian yang kita alami sekarang ini, tak ingin kita ulang kembali pada masa yang akan datang. Itulah gunanya pendidikan politik diberikan kepada generasi muda. Pendidikan politik tidak terbatas soal pemilihan umum. Karena itu, pendidikan politik perlu dilakukan terus-menerus atau berkelanjutan karena menyangkut sistem nilai sehingga para siswa dapat menjadi warga negara yang berdaya politik yang baik. David Easton (Sirozi, 2005: 49) mengatakan bahwa ‘salah satu kondisi fundamental untuk mempertahankan suatu sistem politik adalah bahwa ketika generasi muda dalam suatu masyarakat menginjak dewasa, mereka harus menguasai ilmu pengetahuan, nilai-nilai, dan sikap-sikap sebagaimana diharapkan oleh para anggota dan sistem yang ada’.  Berdasarkan pendapat David Easton tersebut, terlepas dari apakah sistem politik negara tersebut baik atau buruk, jika sistem tersebut ingin tetap berlanjut, maka dalam artian luas sistem tersebut harus mampu mendidik anggota masyarakatnya, terutama generasi muda untuk memainkan peran-peran tertentu yang diharapkan dari mereka. Pendidikan politik memegang peranan penting untuk dapat mendidik generasi muda agar mendapat pemahaman yang jelas terhadap berbagai konsep dan simbol politik, terutama dalam membentuk kesadaran politiknya. Pendidikan politik menjadi sarana bagi para pemuda untuk mematangkan pemahamannya terhadap orientasi politik fundamental yang mesti dimiliki untuk dapat membentuk kesadaran politik yang tinggi. Kesadaran politik yang dimiliki seseorang tidak datang dengan sendirinya,  tetapi melalui proses yang panjang. Walaupun keluarga, media massa, dan pengalaman politik turut menentukan proses pembentukan kesadaran politik seseorang, namun peranan lembaga lembaga pendidikan pun tidak bisa dikesampingkan.Lewat pendidikan politik individu diajarkan bagaimana mereka mengumpulkan informasi dari berbagai media massa, diperkenalkan mengenai struktur politik, lembaga-lembaga politik, lembaga-lembaga pemerintahan. Tujuan utama yang dimiliki oleh pendidikan politik. Pertama, dengan adanya pendidikan politik diharapkan setiap individu dapat mengenal dan memahami nilai – nilai ideal yang terkandung dalam sistem politik yang sedang diterapkan. Kedua, bahwa dengan adanya pendidikan politik setiap individu tidak hanya sekedar tahu saja tapi juga lebih jauh dapat menjadi seorang warga negara yang memiliki kesadaran politik untuk mampu mengemban tanggung jawab yang ditunjukkan dengan adanya perubahan sikap dan peningkatan kadar partisipasi dalam dunia politik.Subyek belajar dalam kegiatan pendidikan politik ialah individu-individu yang tengah belajar atau siswa belajar. Sekolah, panti dan lembaga-lembaga tertentu merupakan lokasi proses belajar. Sedangkan “guru” adalah organisatoris dari semua proses belajar politik. Guru tidak menjadi sumber pengetahuan satu-satunya, sebab semua individu yang tengah belajar politik itu juga ikut memberikan saham dalam pemberian informasi, selaku organisator, guru bertugas untuk :Memberikan jalan dan fasilitas kemudahan, agar para siswa bisa mendapatkan informasi yang akurat tentang Melatih siswa berpikir kritis dan mandiri (menjadi pribadi otonom)Mendorong siswa bertingkah laku/berbuat politik lurus dan benar, sesuai dengan naluri kemanusiaannya serta hati nuraninya Pendidikan politik bisa dimulai dengan kegiatan persekolahan sehari-hari. Misalnya dimulai dari belajar kepemimpinan di kelas, belajar melayani dalam kegiatan pembelajaran, kegiatan – kegiatan di laur kelas, ekstrakurikuler, dan kegiatan lain yang menunjang, Selain itu, untuk tingkat SMP dan SMA, penerapan pendidikan politik pada peserta didik dilakukan siswa pada saat pemilihan umum ketua OSIS.  Pendidikan politik juga dapat diperoleh siswa melalui pelajaran yang diberikan oleh guru secara langsung melalui pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan kegiatan literasi terkait politik.Diharapkan kepada semua pihak khususnya guru dapat memberikan pendidikan politik yang baik kepada peserta didik.  Peran guru akan sangat berpengaruh terhadap pendidikan politik bagi peserta didik di sekolah, Karena kita tahu bahwa kemajuan suatu negara tidak hanya tergantung pada kekuatan ekonomi, tetapi juga kekuatan politiknya. Pendidikan politik yang baik akan membentuk generasi penerus yang cerdas dan kritis dalam mengambil keputusan di masa sekarang dan mendatang.
Selengkapnya
Asik Bermedia Sosial Bersama Wartawan Kompas
Posted: 2023-12-06 | By: Jolene Kezia Annabelle Sulung (XI-C/23) dan Elisabeth Jessica Barita Manik (XI-F/09)
Tahukah Sanurians bahwa jumlah koneksi sinyal ponsel di Indonesia sudah mencapai 353 juta perangkat per tahun 2023? Adapun berdasarkan data oleh Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia pada pertengahan 2023 adalah 276 juta. Artinya, ada kemungkinan bahwa satu penduduk Indonesia memiliki lebih dari satu perangkat digital.Data ini disampaikan dalam diskusi “Asik Bermedia Sosial” pada tanggal 7 November 2023 di ruang kelas Santa Ursula BSD. Diskusi dibimbing oleh wartawan Kompas yang bergerak di bidang Departemen Media Sosial. Uniknya, pekerjaan sehari-hari wartawan Departemen Media Sosial adalah scrolling media sosial dan membuat konten. Salah satu serial Kompas di Tiktok yang terkenal adalah “Ada Apa Di Koran Hari Ini?” yang dirilis melalui akun @hariankompas. Lewat serial tersebut, Kompas menghadirkan berbagai trending topic dan pengetahuan baru kancah nasional maupun internasional.Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa media sosial mempunyai dampak yang positif. Selain untuk mendapatkan informasi, media sosial juga kerap kali digunakan untuk berkomunikasi dan ruang aktualisasi diri. Sudah banyak netizen Indonesia, tidak terkecuali para anak muda bangsa, yang memanfaatkan media sosial untuk mengekspresikan opini, mengasah talenta, dan mencari inovasi-inovasi  baru. Namun, media sosial juga memiliki dampak negatif jika tidak disikapi dengan bijaksana oleh para pengguna. Pertama, riuhnya tsunami konten yang mayoritas tidak memiliki kepastian akurasi. Kedua, kecanduan media sosial dan kecenderungan untuk flexing atau pamer segala sesuatu hal di media sosial. Hal ini pun dapat menyebabkan terancamnya privasi dan data pribadi sehingga sering sekali terjadi penyalahgunaan informasi.Berdasarkan data paparan oleh para wartawan Kompas di setiap kelas, penipuan online semakin meningkat. Media yang sering kali digunakan adalah melalui SMS atau telepon sebanyak 64,1%; media sosial sebanyak 12,3%; aplikasi percakapan sebanyak 9,1%; dan situs web 8,9%. Modus penipuan online pun semakin beragam dengan persentase paling banyak adalah penawaran hadiah sebesar 36,9%; link sebesar 33,8%; dan situs web palsu sebesar 27,4%.Meskipun penggunaan media sosial bukan hal yang baru lagi, tetapi masalah tertipu oleh berita palsu atau hoax masih kerap terjadi. Kemampuan untuk mengetahui perbedaan berita bohong dan berita benar perlu kita kuasai betul. Namun, nyatanya kita cenderung menyebarkan berita tanpa memperhatikan beberapa aspek penting.Hal pertama yang harus diperiksa ketika mulai membaca berita adalah judulnya. Judul berita hoax biasanya ditulis dengan cetak tebal, kapital, dan bertuliskan kata “waspada” atau “sebarkan”. Judul-judul ini biasa disebut clickbait dan bersifat mencurigakan karena judul sebuah berita sendiri seharusnya sudah meringkas berita tersebut. Hal kedua yang harus dilakukan pembaca ketika membaca berita yang janggal adalah dengan membaca tanggal publikasi. Bisa jadi berita tersebut adalah berita lama yang “dipanaskan kembali”. Ketiga, sangat penting bagi pembaca untuk mencari informasi dari sumber terpercaya karena mereka akan selalu menyajikan berita yang aktual dan faktual.Keempat, berita harus dibaca secara menyeluruh. Banyak orang yang emosinya tersulut hanya dengan membaca judulnya saja. Padahal, judul pada berita hoax tidak memiliki suatu kejelasan sama sekali. Terakhir, dapat dilakukan konfirmasi dengan pihak terkait lewat media sosial pihak tersebut. Apabila tidak dimungkinkan, alternatif lain dapat dilakukan dengan mencari berita serupa dengan sumber lain. Jika terdapat beberapa sumber yang menyatakan hal sama, maka berita tersebut benar adanya.Selain mengetahui perbedaan berita yang bohong dan yang benar, pengguna media sosial juga perlu mengetahui etika bermedia sosial yang benar. Hal ini dilakukan sebagai upaya agar terhindar dari berbagai masalah, seperti kasus-kasus terjerat UU ITE. Pertama-tama, kita tahu bahwa dalam media sosial semua orang dapat mengutarakan pemikiran dan pandangan pribadi. Maka dari itu, pengguna media sosial yang rutin mengunggah sesuatu, disarankan untuk tidak baper dengan komentar yang diberikan oleh orang lain. Walaupun rutin mengunggah, sebaiknya seorang pengguna tidak mengunggah konten pribadi ataupun aktivitas kesehariannya.  Hal ini akan membentuk suatu pola yang dapat dihafalkan oleh seseorang yang biasanya kita sebut sebagai hacker.Selain berhati-hati menghadapi hacker, pengguna media sosial juga perlu berhati-hati mengenai jejak digital, yaitu rekaman data seseorang ketika sedang menjelajahi dunia maya. Artinya, segala sesuatu yang kita unggah di media sosial akan terus tersimpan dalam sistem dan dapat digali kembali sewaktu-waktu. Maka dari itu, para wartawan Kompas juga menyarankan untuk menghindari penyebaran SARA, kekerasan, dan/atau aksi pornografi. Akan lebih baik jika dalam beropini di media sosial juga menggunakan etika bermedia yang baik, yakni yang sopan dan tidak blak-blakan.Seorang pengguna media sosial juga harus memiliki semangat READI! yang terdiri atas Responsibility atau bertanggung jawab atas semua unggahan, Empathy dengan memikirkan dampak unggahan terhadap orang lain, Authenticity yakni mengenai orisinalitas hasil unggahan dengan tidak melakukan plagiarisme, Discernment, dan Integrity dengan menyebarkan konten positif di media sosial. 
Selengkapnya
Hari Pangan Sedunia: Cegah Stunting, Tingkatkan Nilai Gizi !
Posted: 2023-11-15 | By: Artikel oleh Getsamane Eleazar Sitepu XII IPS 2/14 dan Bernardus Krisna Patriska XII MIPA 2/04
Hari Pangan Sedunia atau HPS yang diselenggarakan pada 16 Oktober 2023 dengan mengangkat stunting sebagai tema HPS oleh Keuskupan Agung Jakarta juga turut diramaikan oleh Sekolah Santa Ursula BSD. Acara HPS diikuti oleh seluruh peserta didik dengan kegiatan makan bersama dengan membawa makanan menu 4 sehat 5 sempurna. Selain dengan acara makan bersama,  peserta didik juga turut merayakan HPS kali ini dengan mengikuti lomba mading dan video pendek antarkelas. Kegiatan HPS diawali dengan penayangan video mengenai penjelasan apa itu stunting dan pentingnya memakan makanan yang memiliki gizi seimbang. Selain itu, dalam  video tersebut juga terdapat teknis mengenai acara yang akan dilaksanakan pada tanggal 16 dan 18 Oktober 2023. Acara HPS yang dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober diawali dengan pengaturan  meja tiap kelas  yang dibuat sedemikian rupa untuk menyiapkan makanan yang telah dipersiapkan dari rumah. Kriteria makanan yang dibawa tidak boleh makanan ringan tetapi masuk dalam kategori 4 sehat 5 sempurna (makanan pokok, lauk pauk, sayuran, buah-buahan, dan susu). Peserta didik kemudian berkumpul dalam kelompok masing-masing dan menyantap makanan yang telah mereka bawa. Selama makan bersama, semua peserta didik tampak saling berbagi makanan dan minuman mereka ke peserta didik yang lain bahkan, tidak sedikit dari mereka yang melakukan barter. Acara ini dilakukan dengan tujuan agar peserta didik lebih sadar bahwa memakan makanan dengan gizi seimbang merupakan hal yang sangat penting dan bisa menjadi hal yang menyenangkan untuk dilakukan oleh semua orang. Pada Rabu, 18 Oktober kegiatan HPS dilanjutkan dengan lomba membuat mading dan video singkat antarkelas. Lomba membuat mading ini diikuti oleh dua kelompok perwakilan tiap kelasnya. Peserta didik yang tidak ikut kelompok lomba mading, mengikuti lomba membuat video pendek. Lomba mading memiliki dua tema yang berbeda yaitu “Krisis Pangan di Indonesia dan/atau Negara Lain di Dunia” dan “Kesulitan Pemenuhan Kebutuhan Pangan di Kalangan Masyarakat”.  Selain itu, lomba membuat video pendek mengangkat tema “Gizi Berimbang”. Hasil akhir video pendek dapat berbentuk video sketsa atau iklan. Pemenang lomba membuat video pendek dapat disaksikan di kanal Youtube Santa Ursula BSD. Lomba ini diselenggarakan untuk mengasah kreativitas dan bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran di kalangan peserta didik dan masyarakat umum tentang stunting dan dampaknya terhadap anak Indonesia.Melalui berbagai acara ini, peserta didik diharapkan sadar akan tingginya tingkat stunting di Indonesia. Lebih dari itu, harapannya acara ini dapat menyadarkan peserta didik untuk menaruh perhatian lebih pada makanan yang mereka makan karena masih banyak masyarakat di Indonesia dan/atau dunia yang sangat sulit mendapatkan makanan. Padahal, menurut Food and Agriculture Organization (FAO) yang memperlihatkan data limbah makanan, ada 1,3 miliar ton makanan yang terbuang setiap tahunnya secara global. Kami mewawancarai dua orang peserta didik yaitu Nicholas Vesakha dan Marcela Vania dari kelas XII MIPA 2 agar kami bisa melihat seberapa jauhkah dampak dari acara HPS kali ini. Menurut Nicho dan Cela acara HPS kali ini berjalan dengan sangat baik karena dalam setiap kegiatan memiliki “nilai esensial” yang harus digali oleh para peserta didik sehingga mampu meningkatkan kesadaran murid akan stunting dan
Selengkapnya
MENGINTIP KESERUAN SEKOLAH MELALUI OPEN HOUSE 2023
Posted: 2023-11-15 | By: Vania Kirana Wardhana / XII IPS 2 / 36 | Valeska Cheryl Tekla / XII MIPA 3 / 28
Bertepatan dengan Hari Santa Ursula yang dirayakan pada tanggal 21 Oktober 2023 kemarin, Sekolah Santa Ursula BSD tahun ini kembali menyelenggarakan Open House yang dilaksanakan oleh seluruh unit pendidikan dari TK, SD, SMP dan SMA. Acara ini terbuka untuk umum, baik itu orang tua calon peserta didik, maupun teman-teman kita dari sekolah lain, sebagai jendela dari kegiatan dan kebiasaan peserta didik di sekolah ini. Open House dibuka oleh Bapak Catur beserta Suster Francesco Marianti, OSU. pada pukul 9 pagi di gerbang masuk unit SMP. Dari unit TK dan SD, sebagian peserta didik menampilkan karya mereka dalam kegiatan Little Chef, Robotics, Mini Gym, Kungfu Shaolin, dan lainnya. Mereka yang tengah duduk di unit SMP memamerkan aktivitas seru lain seperti pencak silat, pengomposan, hidroponik, animasi, dan masih banyak lagi. Terakhir, pameran kegiatan SMA juga tidak kalah banyak dan serunya, yaitu melihat sekilas ekstrakurikuler bidang bahasa seperti Bahasa Jepang, Jerman, Perancis, Korea, dan Inggris, mencicip masakan karya murid dari ekstrakurikuler masak, hingga menyaksikan penampilan band dan orkestra di auditorium. Pameran kegiatan tersebut diselenggarakan dalam waktu yang berbeda, maka dari itu para pengunjung dapat mengetahui alur acara dengan rundown yang telah dipersiapkan oleh panitia Open House. Acara Open House ini juga dilengkapi dengan seminar yang dikemas dalam bentuk talkshow yang dilaksanakan di Aula SMP SMA Santa Ursula BSD. Tema besar dalam acara seminar ini adalah “Mempersiapkan Gen Z dalam Menyongsong Bonus Demografi”. Talkshow pertama menghadirkan pembicara Bu Anti, psikolog Santa Ursula BSD, dan dr. Gabriella Sandranila, atau yang akrab disapa sebagai dr. Sandra. Bu Anti adalah alumni Sekolah Santa Ursula Jakarta, sedangkan dr. Sandra merupakan alumni Sekolah Santa Ursula BSD. Dalam seminar kali ini, para pembicara membahas mengenai masalah kesehatan mental yang sedang ramai dibicarakan dan dialami langsung oleh beberapa Gen Z. Bu Anti dan dr. Sandra juga memberikan saran bagi Gen Z untuk lebih mengenal diri kita sendiri sebagai seorang remaja. Proses ini dapat dimulai dari langkah kecil, yaitu dengan berpikir positif sebelum memulai hari. Dengan berpikir positif tersebut kita akan menjadi yakin dan percaya terhadap diri kita sendiri bahwa kita mampu melakukan seluruh aktivitas di hari tersebut. Talkshow kemudian ditutup dengan acara foto bersama seluruh peserta seminar dan berlanjut kepada acara talkshow selanjutnya. Talkshow kedua yang bertemakan “Persiapan Menuju Indonesia Emas 2045” hadir dalam bentuk podcast yang disiarkan secara langsung pada kanal YouTube Sanur On Screen saat Open House berlangsung. Podcast dibawakan oleh Ibu Eti pada sesi pertama dan mengundang narasumber Mikael (XI-C) serta Jojo (XII-MIPA.1). Pembahasan sesi ini mencakup penjelasan mengenai bonus demografi dan bagaimana keberhasilan di SMA tidak hanya ditentukan oleh nilai, tetapi berkaitan pula terhadap keaktifan di sekolah dan kemampuan untuk mengatur waktu. Fenomena bonus demografi adalah ketika jumlah penduduk usia produktif melebihi jumlah yang kurang produktif. Hal ini mampu mendukung rencana Indonesia Emas tahun 2045. Sesi kedua mengundang narasumber Emma (X-D) dan Justin (XI-C) yang dipandu oleh Ibu Setiawati. Pada bagian ini, pembahasan lebih terfokus pada bagaimana produktivitas juga ditentukan oleh kemampuan-kemampuan non-akademis yang dimiliki seseorang dan pentingnya self development.Dalam talkshow terakhir, penonton diajak untuk mengeksplorasi dunia seni dan musik bersama Ryuu Sumarga, seorang alumni Sekolah Santa Ursula BSD yang bekerja sebagai investment analyst. Kendati pekerjaannya yang tidak berhubungan dengan seni, Ryuu mampu mendalami seni musik di tengah kesibukannya bekerja. Menurutnya, seni adalah milik kita bersama yang membuat kita hidup, bersenang-senang, dan bisa menjadi alat untuk melayani sesama. Saat talkshow, penonton menyaksikan secara langsung bagaimana Ryuu memainkan gamelan rindik, instrumen tradisional asal Bali, dan mengaransemen musik di tempat menggunakan saksofon miliknya. Penampilannya ini menjadi perwujudan dari perpaduan seni, budaya, dan teknologi yang mampu menyentuh jiwa penonton. Ryuu juga mengajak kita untuk lebih banyak berkreasi daripada menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak mengembangkan diri kita. Sebagai penutup talkshow, band “Lumpuh” menampilkan lagu tradisional Manuk Dadali yang telah diaransemen menyesuaikan instrumen band. Rangkaian acara Open House berakhir pada talkshow ini.Acara Open House menjadi pengantar sekilas mengenai kehidupan di Sekolah Santa Ursula BSD. Berbagai kegiatan non-akademis yang ditawarkan dapat mengasah keterampilan siswa sesuai dengan minat dan bakatnya. Hal ini akan sangat membantu dalam pengembangan diri peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang utuh, cerdas, dan gemar melayani. Maka dari itu, bergabunglah bersama kami untuk mengikuti keseruan kegiatan di Sekolah Santa Ursula BSD!
Selengkapnya
Phalamoedya: Yang Muda Yang Berkarya
Posted: 2022-09-19 | By: Artikel oleh Elisabeth Jessica Barita Manik XI-F/09 dan Bernardus Krisna Patriska XII MIPA 2/04
Peringatan hari Sumpah Pemuda tahun ini berbeda dari biasanya, bukan dengan kegiatan upacara bendera, melainkan lewat acara pagelaran. Phalamoedya namanya. Sesuai namanya yang diambil dari bahasa Sansekerta, Phalamoedya yang berarti buah dari perbuatan pahlawan muda. Ini adalah sebuah panggung yang memberikan kesempatan bagi seluruh peserta didik SMA Santa Ursula BSD untuk menunjukkan minat dan bakatnya  dalam bermain band, menari, serta berpidato. Kegiatan ini bertujuan agar seluruh peserta didik SMA Santa Ursula BSD dapat meningkatkan rasa nasionalisme serta solidaritas mereka.Kegiatan Phalamoedya berlangsung pada tanggal 27 Oktober 2023 di halaman Auditorium Sekolah Santa Ursula BSD. Penataan panggung yang dibuat dengan konsep sederhana dan nyaman untuk dipandang dapat terlihat seakan-akan begitu mewah. Tim dekorasi dari acara Phalamoedya menunjukkan kreativitasnya dengan menggunakan berbagai berbagai kain batik dan indah dipandang mata.Acara dibuka oleh doa dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Serviam. Kemudian, acara dilanjutkan dengan penyampaian kata sambutan oleh Kepala Satuan Pendidikan SMA Santa Ursula BSD serta perwakilan dari Presidium. Setelah kata sambutan, MC hadir untuk  memandu acara Phalamoedya agar acara bisa berjalan dengan lancar. Penampilan dibuka oleh Band Wantutri yang membawakan lagu “Rasa Sayange”. Para penonton terlihat sangat antusias dan ikut bernyanyi yang membuat acara Phalamoedya 2023 semakin meriah.  Tidak hanya Band Wantutri yang turut menampilkan bakatnya, tetapi masih ada banyak penampilan dari band lain. Bermacam-macam lagu daerah mereka bawakan antara lain lagu “Sajojo”, “Ayo Mama”, “Maumere”, sampai lagu berjudul “Bendera” pun ditampilkan untuk memeriahkan acara ini. Di halaman Auditorium, penonton berdiri, berseru, dan melompat-lompat layaknya sedang menonton konser artis papan atas. Sorak-sorai dan tepukan tangan terdengar sepanjang acara.Selain band, ada pula penampilan modern dance yang ditampilkan oleh dua kelompok serta tari tradisional dari Sumatera Utara. Pidato yang dibawakan oleh Clara, Emma, dan Pak Suryo di dalam acara tersebut juga memiliki pesan dan maksud yang sangat dalam sehingga perhatian peserta didik  terfokus pada pidato. Secara garis besar, ketiga pembicara ingin mengajak seluruh generasi muda, terutama peserta didik SMA Santa Ursula BSD untuk peka dan peduli hingga menjadi agen perubahan mengenai permasalahan sampah, terkhususnya sampah plastik Lebih mencintai kebudayaan-kebudayaan di Indonesia dan menumbuhkan nasionalisme dalam diri terlebih nasionalisme untuk mau membangun Indonesia ke arah yang lebih baik. Mereka juga mengajak generasi muda untuk menjadi penggerak serta pelestari budaya di tengah era disrupsi teknologi dan globalisasi.Kejutan terakhir diberikan oleh bapak dan ibu guru yang naik ke atas panggung dan membawakan lagu keroncong berjudul Nusantaraku. Sungguh berbeda dengan penampilan para peserta didik, guru-guru menggunakan alat musik gitar akustik, ukulele, dan harmonika sebagai pengiring nyanyian mereka. Peserta didik yang terkejut tampak sangat menikmati pengalaman baru menonton penampilan musik keroncong dari para guru. Acara Phalamoedya ditutup dengan kegiatan spesial dari BURSA (Barisan Semangat Santa Ursula), sebuah komunitas Santa Ursula BSD yang bergerak untuk menjadi suporter. Mereka memimpin seluruh peserta didik untuk chanting, bersorak-sorai dan menyanyikan yel-yel bersama-sama di lapangan olahraga. Acara chanting ditutup dengan BURSA mengajak seluruh siswa untuk membuat sebuah lingkaran yang besar dan bersama-sama menyerukan  yel-yel BURSA. Peserta didik begitu bersemangat seakan-akan sedang benar-benar duduk di kursi penonton sebuah pertandingan dan menjadi suporter nomor satu.Acara Phalamoedya berjalan dengan sangat lancar. Antusiasme para siswa yang sangat luar biasa menambah keseruan acara Phalamoedya ini. Para murid terlihat sangat menikmati acara kali ini dengan ikut bernyanyi dan ikut melakukan chanting bersama BURSA. Vino dari kelas XI-C yang merupakan peserta sekaligus panitia mengatakan bahwa ia sangat menikmati acara dan berharap kegiatan seperti ini bisa sering dilakukan agar menambah solidaritas. Sebagai seorang pelajar yang telah melihat semangat para penampil di acara Phalamoedya, mari kita tingkatkan rasa nasionalisme lewat minat dan bakat kita demi Indonesia yang lebih maju.
Selengkapnya
Tips Jitu Menulis Karya Ilmiah Bersama Bapak Ibnu Wibowo!
Posted: 2023-11-03 | By: Artikel oleh: Abel / XII IPS 1 / 4 dan Vania / XII IPS 2 / 36
Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa, pada tanggal 20 September 2023, tim guru Bahasa Indonesia SMA Santa Ursula BSD mengadakan Seminar Jurnal Ilmiah sebagai upaya meningkatkan sarana dan fasilitas yang dapat mendukung proses pembelajaran peserta didik kelas XII. Seminar ini menghadirkan seorang narasumber, yakni Bapak Alexander Joseph Ibnu Wibowo, atau yang akrab disapa Bapak Ibnu, seorang dosen aktif di Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta. Sebagai seorang pendidik, fokus utama Pak Ibnu adalah pada bidang Marketing Research, Research Methodology, dan Marketing. Beliau juga memiliki pengalaman dalam melakukan berbagai penelitian, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, dengan fokus pada bidang-bidang seperti Service Dominant Logic, Value Co-Creation, General Marketing, Service Science, Market, Shaping, dan Innovation. Seminar ini berlangsung di Aula SMP-SMA Santa Ursula BSD. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh peserta didik kelas XII SMA Santa Ursula BSD. Materi untuk membuat jurnal karya ilmiah telah diberikan kepada seluruh peserta didik kelas XII, meliputi kelas jurusan MIPA, IPS dan Bahasa. Maka dari itu, selain untuk memperingatkan Bulan Bahasa, penyelenggaraan seminar ini bertujuan untuk memberikan bantuan kepada para peserta didik dalam mengembangkan jurnal ilmiah mereka masing-masing. Harapannya, hasil akhir artikel jurnal ilmiah peserta didik dapat mencapai potensi maksimal. Saat masuk pada materi seminar, tentunya Bapak Ibnu mengawalinya dengan menjabarkan konsep jurnal ilmiah, termasuk kontennya dan lembaga/institusi yang berwenang dalam menerbitkan jurnal ilmiah. Selanjutnya, beliau menguraikan sifat-sifat jurnal ilmiah yang bersifat akademis, konseptual, dan teoritis. Selain itu, dalam proses pembuatan jurnal ilmiah penting untuk menggunakan jurnal lain sebagai referensi (jurnal review), sebagai basis dalam pembuatan jurnal sendiri. Penting juga untuk memastikan jurnal-jurnal yang digunakan sebagai referensi memenuhi standar kualitas. Selama seminar ini, Bapak Ibnu juga merincikan ketentuan yang harus terpenuhi jurnal review agar artikel jurnal yang digunakan sebagai referensi memiliki kualitas yang baik. Tidak lupa juga beliau memberikan wawasan mengenai platform-platform apa saja yang dapat kita temukan untuk mencari jurnal-jurnal yang memenuhi standar kualifikasi.Dalam seminar ini pula, kami memiliki kesempatan untuk dikaji artikel jurnal ilmiahnya oleh Bapak Ibnu sendiri. Menurut kami, ini adalah kesempatan yang sangat berharga. Dari setiap jurusan, terpilih satu jurnal untuk dikaji ulang oleh Bapak Ibnu. Seperti contohnya dari jurusan IPS yang terpilih adalah jurnal miliki kelompok Alexa, Gracia, dan Fe. Mereka membahas topik mengenai Tradisi Se'i. Setelah mempresentasikan secara singkat mengenai latar belakang artikel jurnal dan isi pembahasannya. Kemudian, artikel jurnal mereka kemudian dikaji ulang dan diberi masukan oleh Bapak Ibnu. Masukan yang diberikan pun membantu kami  dalam merevisi artikel jurnal ilmiah kami.  Kesempatan mengikuti seminar mengenai menulis artikel jurnal ilmiah bersama Bapak Ibnu menjadi kesempatan berharga bagi kami, peserta didik kelas XII dalam pembuatan artikel jurnal ilmiah. Kami menjadi lebih paham dan mengerti tentang bagaimana cara membuat jurnal ilmiah yang baik dan terpercaya. Selain itu, kami lebih paham mengenai plagiarisme dan bagaimana cara menulis jurnal tanpa plagiarisme. Semoga dengan seminar ini, kami menjadi lebih bersemangat dalam membuat jurnal ilmiah kami. Terima kasih, Bapak Ibnu! 
Selengkapnya
Literasi Jembatan Prestasi
Posted: 0000-00-00 | By: Grace Patricia XII MIPA 3/ 08 dan Valeska Cheryl Tekla XII MIPA 3/ 28
Bagi sebagian orang, membaca dan menulis merupakan hal yang membosankan. Akan tetapi, tidak sedikit juga yang menjadikan kegiatan membaca dan menulis sebagai sarana pelepas penat. Kegemaran inilah yang dirasakan oleh Carla Olivia dari kelas XI-D.Pada tanggal 15 Juni 2023, Gramedia menyelenggarakan sebuah lomba daring menulis resensi buku. Syarat dari perlombaan tersebut adalah partisipan berasal dari sekolah yang memiliki fasilitas e-library. Mengetahui bahwa Santa Ursula memenuhi persyaratan tersebut, Carla berniat mengisi waktu luangnya dengan berpartisipasi dalam lomba tersebut. Ia menulis sebuah resensi untuk buku “Tulus untuk Orang yang Salah” yang berisi lantunan-lantunan puisi oleh penyair Boy Candra. Dalam resensinya yang berjudul Secarik Surat untukmu yang Tulus, Carla menumpahkan impresi dan tanggapannya terhadap buku tersebut. Tak lupa ia juga menuliskan ulasan tentang e-library Santa Ursula BSD sebagai ketentuan konten lomba tersebut. Resensi karya Carla ini dipublikasikan dalam situs Wordpress miliknya. Hal ini juga tertuang dalam  ketentuan bagi seluruh peserta lomba.Tak disangka, rasa iseng tersebut mengantar Carla menjadi juara dua dalam kompetisi resensi e-book dari Gramedia. Sebagai penghargaan, ia menerima piagam dan hadiah uang tunai. Ia mengaku terkejut sekaligus senang mendengar dirinya menempati peringkat kedua terbaik. Carla bersyukur bahwa tulisannya membuahkan pengalaman dan prestasi yang baru bagi portofolionya. Carla pun bercerita mengenai kendalanya dalam proses perlombaan. Ia perlu meluangkan waktu untuk membaca dan menulis di tengah kesibukannya berlatih teater. Lebih-lebih lagi, di tengah situasinya berlibur, koneksi internet seringkali tidak stabil sehingga sukar untuk mengakses perpustakaan daring milik sekolah. Tak jarang, perasaan malas timbul menguasai dirinya yang menyebabkan lenyapnya motivasi untuk melanjutkan ulasan. Uniknya, rasa malas ini ia tumpas dengan membuat sebuah komitmen kepada teman-temannya bahwa ia akan berpartisipasi dalam lomba ini hingga tuntas. Boleh dicoba nih bagi yang suka menunda-nunda pekerjaan dan rentan kehilangan motivasi!Carla juga membagikan tips and trick membangun kebiasaan membaca dan menulis. Menurutnya, hal pertama yang perlu dilakukan untuk meningkatkan minat literasi adalah menentukan topik bacaan yang menarik. Setelah mengenal jenis topik yang digemari, biasakan diri untuk membaca setiap harinya, dimulai dari membaca bacaan-bacaan ringkas yang banyak tersebar di sosial media, seperti di Instagram. Untuk menulis, Carla mengungkapkan pentingnya suasana hati atau mood yang positif dan referensi dari sumber lain. Ia juga berpesan bahwa melalui literasi, kita memperoleh pengetahuan baru dan mengembangkan kosakata serta gaya bahasa. Barangkali, dengan berliterasi kita mampu meraih prestasi yang membanggakan, sama seperti Carla!
Selengkapnya
Tips and Tricks Menulis Kisah Perjalanan: Sebuah Seminar dalam Rangka Bulan Bahasa oleh Agustinus Wibowo
Posted: 2023-10-14 | By: Artikel oleh Jolene Kezia Annabelle Sulung (XI-C/23) dan Elisabeth Jessica Barita Manik (XI-F/09)
Gambar oleh Pak Michael Umbu Dassa Saputra
BULAN BAHASA yang diperingati setiap bulan Oktober, kali ini dirayakan oleh peserta didik kelas XI SMA Santa Ursula BSD dengan mengikuti seminar “Gelar Wicara Travel Blogger”. Menurut sumber ditsmp.kemdikbud.go.id dalam artikelnya berjudul “Serba Serbi Bulan Bahasa Indonesia”, bulan Oktober diperingati sebagai bulan bahasa karena berlangsungnya peristiwa Sumpah Pemuda pada bulan tersebut, di mana para pemuda mengakui bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan untuk yang pertama kali.Seminar yang dilaksanakan pada hari Rabu, 27 September 2023 di Aula SMA Santa Ursula BSD ini menghadirkan bintang tamu spesial sebagai narasumber, yaitu Bapak Agustinus Wibowo. Agustinus Wibowo merupakan seorang penulis dan fotografer yang memiliki hobi jalan-jalan. Dengan uang seadanya dan kemampuan berbahasa yang pas-pasan, Agustinus Wibowo memulai perjalanannya menuju Asia Tengah melalui jalur darat segera setelah dia lulus kuliah dari Tiongkok. Beberapa buku karya beliau yang sudah terbit dan ternama adalah Selimut Debu, Garis Batas, dan Titik Nol. Melalui Selimut Debu (2011), Agustinus Wibowo bercerita mengenai perjalanannya yang mendebarkan di Afghanistan, negara yang identik dengan peristiwa perang. Kisah perjalanan ini dilanjutkan oleh beliau dalam bukunya berjudul Garis Batas (2011) yang mengambil latar di negara-negara Asia Tengah, lebih spesifiknya negara-negara pecahan Uni Soviet, seperti Tajikistan, Kirgizstan, Kazakhstan, Uzbekistan, sampai Turkmenistan. Namun, euforia berkeliling dunia ini sempat terhenti karena berita memprihatinkan dari tanah air mengenai ibunya. Kisah haru antara Agustinus Wibowo dengan ibunya dituturkan oleh beliau dalam buku ketiganya, Titik Nol (2013).Beliau membuka seminar dengan menyampaikan pentingnya mengabadikan pengalaman melalui tulisan. Dari paparan ini, peserta didik kelas XI SMA Santa Ursula BSD belajar bahwa tulisan memiliki peranan penting dalam melengkapi catatan sejarah. Hal ini dikarenakan jika kita hanya mengandalkan ingatan manusia saja tidak cukup, mengingat bahwa memori manusia seringkali tidak akurat setelah kurun waktu tertentu. Ditambah lagi dengan otak manusia yang dengan aktif berimajinasi sehingga dapat menambah atau mengurangi informasi dari suatu kegiatan yang telah terjadi. Dengan menulis, kita juga bisa melihat dunia dari perspektif lain, bersifat kritis, mengenali diri dengan berefleksi, serta berbagi pengalaman dan gagasan dengan para pembaca.Menurut Agustinus Wibowo, berdasarkan pengalamannya berkeliling dunia, penting bagi seorang penulis untuk memiliki tujuan dan target atas apa yang akan ditulis kemudian. Karya tulis yang baik memerlukan riset yang mendalam, baik sebelum melakukan perjalanan, melalui interaksi dengan penduduk setempat, maupun observasi detail yang ada. Penulis tidak dapat mengandalkan teknologi saja karena penulis akan merasa terbatas untuk menuangkan seluruh informasi tersebut menjadi sebuah rangkaian kalimat, membuat kalimat-kalimat itu seperti tidak berarti. Cerita bisa menjadi hidup ketika penulis turut mengalami kejadian yang hendak ditulisnya, yakni ikut serta merasakan dengan seluruh indra yang dimilikinya.Selain beberapa cara di atas, beliau juga memberikan beberapa rahasia menulis bagus. Pertama, penulis harus mengizinkan dirinya untuk menulis “jelek”. Dengan begitu, kita memberikan kebebasan kepada diri sendiri untuk menulis tanpa tekanan. Kedua, jangan pernah meremehkan kemampuan pembaca dalam menginterpretasikan bacaan. Berikanlah ruang bagi pembaca untuk berimajinasi sendiri mengenai adegannya. Tips ini juga seringkali diingat oleh para penulis untuk tidak info dump atau menjelaskan fakta-fakta yang tidak penting dalam cerita.“Kalau menulis non-fiksi juga harus hati-hati. Harus memanusiakan manusia. Hati-hati kalau mendeskripsikan orang. Pikirkan ‘Apakah dia mau ditulis seperti ini?’” lanjut Agustinus Wibowo mengenai rahasianya menulis bagus. Terakhir, beliau juga menyarankan agar penulis memadukan tiga aspek penting berikut dalam kisahnya, yakni paragraf narasi (perenungan), paragraf paparan pengalaman, dan percakapan. Ketiga aspek ini harus dipadukan dengan seimbang agar makna kisah dapat tersampaikan dengan baik dan pembaca tidak cepat bosan.Tunggu, apa lagi, Sanurians? Ayo, segera tulis kisahmu dan inspirasikan orang banyak!
Selengkapnya
Outward Bound Indonesia Menantang Kamu!
Posted: 2023-10-03 | By: Jolene Kezia Annabelle Sulung (XI-C/23) | Elisabeth Jessica Barita Manik (XI-F/09)
OUTWARD BOUND INDONESIA (OBI), Jatiluhur, Jawa Barat, merupakan fasilitas pendidikan luar ruang yang digunakan untuk melakukan pengembangan terhadap karakter setiap peserta. Peserta yang ikut serta dalam kegiatan ini juga beragam, mulai dari peserta didik, tenaga pendidik, sampai karyawan perusahaan. Kali ini, OBI hadir untuk memberikan pengalaman tak terlupakan bagi peserta didik SMA Santa Ursula BSD kelas XI dan tenaga pendidik Santa Ursula BSD.Peserta didik kelas XI dibagi ke dalam dua gelombang. Gelombang pertama terdiri atas peserta didik dari kelas XI A sampai XI C yang berangkat pada tanggal 4 September 2023 sampai 9 September 2023. Selanjutnya, gelombang kedua terdiri atas peserta didik kelas XI D sampai XI G yang berangkat pada tanggal 11 September 2023 hingga 16 September 2023. Satu gelombang peserta menampung kurang-lebih 80 peserta didik. Mereka dibagi ke dalam tujuh kelompok yang masing-masing beranggotakan 12 hingga 13 orang. Kegiatan OBI yang dilakukan oleh peserta didik dan tenaga pendidik merupakan rangkaian aktivitas yang unik dan anti-mainstream. Setiap individu yang ikut serta pastinya akan ditantang, baik secara mental maupun fisik untuk dapat bertahan hidup di alam. Kegiatan tersebut meliputi high ropes -rintangan bergelantungan dengan tali pada ketinggian yang telah ditentukan- untuk mengalahkan rasa takut akan ketinggian. Lalu, diikuti dengan kegiatan seperti hiking atau berjalan mendaki Bukit Lembu dengan ketinggian 792 MDPL. Peserta juga harus membawa beban kira-kira 20 kilogram, berkano atau kegiatan mendayung perahu kecil, dan rafting atau mendayung rakit bersama-sama untuk mencapai pulau selanjutnya.Uniknya, bukan hanya melatih kekuatan fisik dan mental, peserta OBI juga mendapat pelajaran berharga terkait dengan keterampilan bertahan hidup. Peserta didik diajarkan membuat rakit dengan sejumlah tong besar, bambu, dan simpul; cara memasak menggunakan trangia (kompor portabel) dan spiritus yang apinya harus dinyalakan dengan korek; dan cara mendirikan tenda. Kegiatan ini sampai ke ranah kemandirian yang terpancarkan ketika peserta melakukan solo night pada hari terakhir OBI, di mana setiap orang harus berhasil mendirikan tenda masing-masing.Semua kegiatan ini dilakukan tidak untuk percuma. Sekolah Santa Ursula BSD yakin bahwa setiap pembekalan yang diberikan dapat menjadi bekal yang berguna di masa depan. Sebagai tindak lanjut, SMA Santa Ursula BSD memutuskan untuk menjadikan OBI sebagai salah satu program dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).Sehari setelah berkegiatan di OBI, peserta didik dikumpulkan di Aula untuk melakukan refleksi pribadi, refleksi kelompok, dan sharing. Di kelas masing-masing pun, peserta didik diajak untuk membentuk suatu komitmen konkret yang bisa dilakukan berdasarkan kesepakatan seluruh peserta didik kelas XI Tahun Ajaran 2023-2024. Komitmen diambil dari nilai-nilai hidup yang didapat selama berkegiatan di alam, seperti nilai kedisiplinan dalam mengatur waktu, tanggung jawab, kerja sama, dan kepekaan terutama terhadap alam dan sesama. Kemudian, salah satu nilai lain yang terlihat jelas adalah daya juang dengan makna push yourself to the limit dan jangan banyak mengeluh karena mengeluh tidak akan mempermudah rintangan.
Selengkapnya
Sepasang Mata: Drama Musikal dari Hati ke Hati
Posted: 2023-08-10 | By: olene Kezia Annabelle Sulung (XIC/23)
SEPASANG MATA merupakan sebuah drama musikal yang tampil pada Sabtu, 29 Juli 2023 di panggung besar Ciputra Artpreneur. Hadir sebagai sebuah solusi, Badan Pelayanan Nasional Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPN PKKI) menyelenggarakan drama musikal Sepasang Mata sebagai sebuah acara penggalangan dana untuk mendukung pendidikan anak-anak di Kepulauan Buru, Keuskupan Amboina. Untuk memeriahkan acara, BPN PKKI mengundang sejumlah selebritas Indonesia, seperti Lisa A. Riyanto, Widi Dwinanda, Mo Sidik, Christian Reinaldo, dan Christine H. Polman untuk ikut bermain sebagai bintang utama dalam drama musikal Sepasang Mata.Uniknya, pertunjukkan kali ini melibatkan segenap peserta didik dari SMA Santa Ursula BSD yang mengikuti ekstrakurikuler teater sebagai tokoh pembantu dan penari latar. BPN PKKI juga serta-merta mengundang beberapa komunitas ternama, seperti Jakarta Concert Orchestra, Batavia Madrigal Singers, dan The Resonanz Children’s Choir (TRCC) untuk ikut berkarya. Tidak hanya sampai di situ, bahkan para romo juga ikut berkolaborasi bersama Rocky Pascadena dan Jamaica Cafe untuk membuat sebuah drama komedi kecil diselingi dengan nyanyian akapela. Lantas, bagaimana cerita drama musikal Sepasang Mata ini?Drama musikal Sepasang Mata turut mengangkat salah satu isu sosial yang ada di Indonesia, yakni perebutan kekuasaan. Berlatarbelakang di sebuah pabrik garmen, menjelang kepergian Tuan Besar, beliau menunjuk tiga orang untuk mengurus pabriknya; Sianita sebagai Manajer Marketing, Carlos sebagai Manajer Sales dan Purchasing, dan Sandra sebagai Manajer Keuangan. Tanpa diketahui siapapun, Tuan Besar juga menunjuk George, keponakannya, untuk mengawasi kinerja para pekerja pabrik. Melalui George, Tuan besar akhirnya mengetahui bahwa, di balik kedok kesejahteraan dan senyuman buruh-buruhnya, sedang terjadi sengketa antara kubu Sianita dan kubu Carlos demi jabatan yang lebih tinggi. Sengketa ini menjadi sengit dan berbahaya ketika tiba-tiba beberapa buruh mulai dipecat, mengundurkan diri, menghilang, dan terbunuh…Melalui drama ini, Paulus Simangunsong dan Ivan Vladimir sebagai penulis, serta Rm. Steve Winarto, Pr sebagai sutradara, mengajak para penonton dan pemain untuk tidak hanya memandang orang dengan sebelah mata, melainkan dengan sepasang mata. Namun, faktanya masih banyak manusia yang melupakan kebaikan seseorang karena hanya berfokus pada kelemahan orang tersebut. “Kita diajak untuk melihat pribadi setiap manusia berharga di mata Tuhan dan tidak boleh ada yang saling merendahkan,” ujar Romo Steve.Melalui kerja keras para pemain dan pekerja di balik layar, pesan ini tersampaikan dengan jelas sampai ke bilik penonton. Salah satunya adalah Joanna dari kelas XI D yang datang untuk mendukung temannya yang tampil. “Teater Sepasang Mata was so fun. I genuinely enjoyed dari awal sampe akhir!! I’m so glad akhirnya jadi ikut soalnya beneran dari orkestra, paduan suara, komposisi lagu, sampe pemain-pemainnya itu beneran well done banget,” ungkap Joanna. “Openingnya juga keren dan dingin banget dah. The smoke, and lighting, and all really set the mood. Chemistry pemainnya juga oke banget, dan kayaknya semua penokohan itu disengaja.” lanjutnya.Menurut Joanna, pesan moral dari drama musikal Sepasang Mata adalah pada akhirnya, semua orang adalah manusia biasa yang mempunyai hak untuk diperlakukan dengan adil dan sama rata.Kalau menurut kalian penampilannya bagaimana, Sanurians? 
Selengkapnya
Menuju Kesetaraan Pendidikan Melalui Pasar Modern 2.0
Posted: 2023-06-09 | By: Getsamane Eleazar Arapenta XI IPS 2/ 14 Grace Patricia XI MIPA 3/ 08 Valeska Cheryl Tekla XI MIPA 3/ 30
Mencerdaskan bangsa merupakan salah satu tujuan dari bangsa Indonesia. Bukan hanya pemerintah, kita, sebagai rakyat pun dapat turut berpartisipasi dalam mewujudkan visi tersebut. Melalui bazar bertajuk “Pasar Modern ala Sanur”, Santa Ursula BSD kembali mengajak para murid, guru, serta seluruh pengunjung yang hadir untuk meningkatkan kepedulian dengan berpartisipasi dalam bazar ini. Lantas, apa yang membedakan bazar kedua ini dengan yang pertama?Berbeda dengan bazar pertama, “Pasar Modern Ala Sanur” kedua ini menjadi istimewa karena seluruh laba yang diperoleh akan dialokasikan untuk dana beasiswa Yayasan Ursulin. Hal tersebut diharapkan dapat memberikan akses pendidikan yang layak bagi mereka yang belum mendapatkannya. “Dengan berdonasi dari penghasilan penjualan tersebut, kita berkontribusi dalam membantu mereka supaya bisa bersekolah dengan layak,” jelas Kia selaku koordinator acara. Acara ini sendiri berlangsung di gedung SMP dan SMA Santa Ursula BSD pada tanggal 20 Mei 2023, yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.Tak kalah asyik, acara ini juga diisi dengan beragam produk makanan dan minuman dengan total 28 gerai yang telah dipersiapkan sejak pukul 05.30 WIB, serta dimeriahkan oleh performa musik. Bazar dibuka untuk umum mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB dengan diawali dengan doa pembuka dan kata sambutan dari Sr. Francesco Marianti, OSU. Belajar dari pengalaman, persiapan setiap stan kali ini lebih matang. Sesaat setelah pintu dibuka, pengunjung sudah digiurkan oleh makanan serta minuman yang disajikan oleh murid-murid SMP di selasar gedung SMP, seperti Churros dari merek “Chuuris” dan minuman kantong blue mist dari merek “10 Sekawan” yang manis juga segar.Selanjutnya, pengunjung juga disambut dengan jajaran makanan dan minuman ringan yang disajikan oleh murid-murid TK dan SD di aula utama. Dibantu oleh orang tua, mereka menawarkan Rainbow Ice Syrup dan Spaghetti dari merek “Spaghetti Mania” yang menggugah selera. Di aula utama juga tersedia fasilitas meja serta tempat duduk bagi pengunjung untuk menyantap hidangan sembari mendengarkan performa musik. Lapangan di tengah gedung dipenuhi tenda-tenda sebagai tempat berteduh untuk makan dan duduk santai. Tersedia juga sebuah panggung kecil, dimana penampilan musik bergenre pop, rock, dan keroncong dibawakan oleh band yang terdiri dari murid, guru, dan karyawan SMA Santa Ursula BSD.Selasar gedung SMA juga dipenuhi oleh ragam makanan dan minuman dingin. Ada minuman segar dari merek “Summer Mangos” dan es mambo yang siap memuaskan dahaga. Terdapat pula kuliner lintas negara. Salah satu penjual, Gya Adilaksmi berasal dari kedai Annyeong Chingu yang menjual masakan khas Korea, yaitu Kimbap dan Yubuchobap. Ia mengungkapkan bahwa acara ini tidak semeriah acara sebelumnya karena menurunnya jumlah pengunjung yang datang. Walaupun begitu, hal tersebut tidak menutup fakta bahwa dagangannya terjual habis. Sebagai murid yang telah meluangkan waktu dan tenaganya untuk Pasar Modern ala Sanur, Gya sangat berharap sekolah akan memberikan penghargaan dan apresiasi yang layak. Dia juga menambahkan bahwa informasi yang diberikan seringkali berubah dan mendadak sehingga tidak memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan gerainya. Gya berharap agar kedua hal tersebut dapat dibenahi ke depannya.Di sisi lain, sejumlah pengunjung juga mengungkapkan isi hatinya. “Yang kedua ini sudah cukup siap ya karena pagi-pagi sudah siap melayani pelanggan. Produknya saya rasa juga sudah cukup lengkap dari makanan berat hingga jajanan kecil-kecil,” puji Priski selaku orang tua peserta didik. Alexa, salah satu peserta didik yang hadir pun turut mengekspresikan kekagumannya terhadap performa band yang lebih matang dan variatif. “Mungkin untuk sistem antreannya, bisa dibuat barisan sendiri,” tambahnya menanggapi kondisi pembelian yang kurang kondusif.Acara pun berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Menjelang penghujung acara, produk-produk tersisa dijual dengan potongan harga yang mengundang minat banyak pembeli. Hingga pada pukul 14.00WIB, semua dagangan laku terjual, menyisakan penat dan rasa puas bagi seluruh penjual maupun pengunjung. Dengan begitu, acara ini diharapkan dapat meninggalkan kesan baik bagi semua, melatih kemampuan berwirausaha, dan menanamkan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan. 
Selengkapnya
STREAM: STRATEGI SIKAPI PERKEMBANGAN ZAMAN
Posted: 2023-05-08 | By: Grace Patricia/ XI MIPA 3/ 08
Era yang serba cepat ini mengajak kita untuk turut berubah, salah satunya dalam gaya hidup. Lantas, apakah ada cara untuk mengimbangi tren tanpa meninggalkan budaya Indonesia? Jawabannya bisa ditemukan dalam kegiatan STREAM!STREAM merupakan singkatan dari Science, Technology, Religion, Engineering, Art, dan Mathematics. Eksibisi yang digelar pada tanggal 18 April 2023  di Aula SMA Santa Ursula BSD merupakan kegiatan yang diadakan sebagai bentuk kolaborasi untuk pemenuhan tugas kewirausahaan peserta didik kelas XII. Melalui STREAM, peserta didik kelas XII berkesempatan untuk melatih kemampuan berwirausaha dan berinovasi dalam menciptakan suatu kultur yang kreatif dengan memperhatikan aspek ramah lingkungan dan corak khas Nusantara.Sebanyak 11 karya siap dipamerkan, di mana masing-masing karya memiliki manfaat tersendiri, baik dalam hal rekreasi, fesyen, kosmetik, dan kuliner. Beragam karya STREAM yang menggugah mata membuat saya dan para pengunjung lainnya sungguh tak sabar untuk mengunjungi berbagai gerai yang ada. Contoh karya dalam bidang rekreasi yaitu tersedianya permainan “Bedhawangan” yaitu permainan papan bertemakan budaya mistis lokal. Ada pula “Lantara” yaitu permainan merakit papan berbentuk lentera yang bercorak rumah adat, flora, dan fauna khas Papua. Selain permainan, terdapat juga produk Painting Kit “Ragam Elok” yang mengajak kita untuk melukis di buku lukis bersama dengan cat air berbahan dasar sampah organik. Nah, selain itu, ada karya yang fokus dalam hal memanfaatkan proses daur ulang. Produk “Harotas” menawarkan sensasi menulis pada buku dari kertas daur ulang yang tak kalah kualitasnya dengan kertas dari serat kayu. Terrarium “Samasta” juga hadir menyajikan keindahan topografi Papua, cocok untuk cuci mata!Tidak hanya itu, produk fesyen dan kosmetik juga turut memeriahkan acara pameran STREAM tahun 2023.  Dengan tas jinjing Hanjewu dan lanyard Halemei dari merk dagang “Huma” serta produk kerajinan tas anyaman noken dari merk “Wamuma”, kita dapat terlihat modis dengan  tetap ramah lingkungan. Terdapat juga wewangian merek “Aromah” yang memperkenalkan kepada pengunjung tentang harum rempah Nusantara dengan tiga varian wanginya. Merk dagang “Aamatoa” tak kalah uniknya dengan meluncurkan sabun kertas berbahan  dasar buah matoa yang praktis untuk dibawa dan dipakai dimana saja.  Tak kalah asik, para pengunjung juga disajikan dengan berbagai hidangan tradisional, yaitu es krim merek “Horas” dengan variasi rasa markisa, kopi gayo, dan putu bambu. Ada pula seduhan minuman herbal, serta wedang uwuh celup yang praktis merek  “Nuraga” dengan variasi rasa wedang uwuh dan wedang jatiluwih jahe. Inovasi yang unik dan berdaya guna ini menjadi daya tarik dari STREAM tahun 2023 ini. Peserta kolaborasi dari semua jurusan ini juga terlatih untuk memiliki daya kreatif dan inovatif. Nah, jika ada kesempatan, apakah kalian semakin tertarik dan siap berpartisipasi dalam STREAM tahun selanjutnya?Artikel ini merupakan hasil dari seleksi karya tim kerja jurnalistik presidium yang diadakan pada tanggal 22 April 2023. Penulisan artikel dalam rangka seleksi tersebut diunggah ke dalam situs  Santa Ursula BSD sebagai bentuk dokumentasi kegiatan STREAM 2023 serta karya perdana dari tim kerja jurnalistik.
Selengkapnya