Asik Bermedia Sosial Bersama Wartawan Kompas
Posted: 2023-12-06 | By: Jolene Kezia Annabelle Sulung (XI-C/23) dan Elisabeth Jessica Barita Manik (XI-F/09)
Tahukah Sanurians bahwa jumlah koneksi sinyal ponsel di Indonesia sudah mencapai 353 juta perangkat per tahun 2023? Adapun berdasarkan data oleh Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia pada pertengahan 2023 adalah 276 juta. Artinya, ada kemungkinan bahwa satu penduduk Indonesia memiliki lebih dari satu perangkat digital.Data ini disampaikan dalam diskusi “Asik Bermedia Sosial” pada tanggal 7 November 2023 di ruang kelas Santa Ursula BSD. Diskusi dibimbing oleh wartawan Kompas yang bergerak di bidang Departemen Media Sosial. Uniknya, pekerjaan sehari-hari wartawan Departemen Media Sosial adalah scrolling media sosial dan membuat konten. Salah satu serial Kompas di Tiktok yang terkenal adalah “Ada Apa Di Koran Hari Ini?” yang dirilis melalui akun @hariankompas. Lewat serial tersebut, Kompas menghadirkan berbagai trending topic dan pengetahuan baru kancah nasional maupun internasional.Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa media sosial mempunyai dampak yang positif. Selain untuk mendapatkan informasi, media sosial juga kerap kali digunakan untuk berkomunikasi dan ruang aktualisasi diri. Sudah banyak netizen Indonesia, tidak terkecuali para anak muda bangsa, yang memanfaatkan media sosial untuk mengekspresikan opini, mengasah talenta, dan mencari inovasi-inovasi  baru. Namun, media sosial juga memiliki dampak negatif jika tidak disikapi dengan bijaksana oleh para pengguna. Pertama, riuhnya tsunami konten yang mayoritas tidak memiliki kepastian akurasi. Kedua, kecanduan media sosial dan kecenderungan untuk flexing atau pamer segala sesuatu hal di media sosial. Hal ini pun dapat menyebabkan terancamnya privasi dan data pribadi sehingga sering sekali terjadi penyalahgunaan informasi.Berdasarkan data paparan oleh para wartawan Kompas di setiap kelas, penipuan online semakin meningkat. Media yang sering kali digunakan adalah melalui SMS atau telepon sebanyak 64,1%; media sosial sebanyak 12,3%; aplikasi percakapan sebanyak 9,1%; dan situs web 8,9%. Modus penipuan online pun semakin beragam dengan persentase paling banyak adalah penawaran hadiah sebesar 36,9%; link sebesar 33,8%; dan situs web palsu sebesar 27,4%.Meskipun penggunaan media sosial bukan hal yang baru lagi, tetapi masalah tertipu oleh berita palsu atau hoax masih kerap terjadi. Kemampuan untuk mengetahui perbedaan berita bohong dan berita benar perlu kita kuasai betul. Namun, nyatanya kita cenderung menyebarkan berita tanpa memperhatikan beberapa aspek penting.Hal pertama yang harus diperiksa ketika mulai membaca berita adalah judulnya. Judul berita hoax biasanya ditulis dengan cetak tebal, kapital, dan bertuliskan kata “waspada” atau “sebarkan”. Judul-judul ini biasa disebut clickbait dan bersifat mencurigakan karena judul sebuah berita sendiri seharusnya sudah meringkas berita tersebut. Hal kedua yang harus dilakukan pembaca ketika membaca berita yang janggal adalah dengan membaca tanggal publikasi. Bisa jadi berita tersebut adalah berita lama yang “dipanaskan kembali”. Ketiga, sangat penting bagi pembaca untuk mencari informasi dari sumber terpercaya karena mereka akan selalu menyajikan berita yang aktual dan faktual.Keempat, berita harus dibaca secara menyeluruh. Banyak orang yang emosinya tersulut hanya dengan membaca judulnya saja. Padahal, judul pada berita hoax tidak memiliki suatu kejelasan sama sekali. Terakhir, dapat dilakukan konfirmasi dengan pihak terkait lewat media sosial pihak tersebut. Apabila tidak dimungkinkan, alternatif lain dapat dilakukan dengan mencari berita serupa dengan sumber lain. Jika terdapat beberapa sumber yang menyatakan hal sama, maka berita tersebut benar adanya.Selain mengetahui perbedaan berita yang bohong dan yang benar, pengguna media sosial juga perlu mengetahui etika bermedia sosial yang benar. Hal ini dilakukan sebagai upaya agar terhindar dari berbagai masalah, seperti kasus-kasus terjerat UU ITE. Pertama-tama, kita tahu bahwa dalam media sosial semua orang dapat mengutarakan pemikiran dan pandangan pribadi. Maka dari itu, pengguna media sosial yang rutin mengunggah sesuatu, disarankan untuk tidak baper dengan komentar yang diberikan oleh orang lain. Walaupun rutin mengunggah, sebaiknya seorang pengguna tidak mengunggah konten pribadi ataupun aktivitas kesehariannya.  Hal ini akan membentuk suatu pola yang dapat dihafalkan oleh seseorang yang biasanya kita sebut sebagai hacker.Selain berhati-hati menghadapi hacker, pengguna media sosial juga perlu berhati-hati mengenai jejak digital, yaitu rekaman data seseorang ketika sedang menjelajahi dunia maya. Artinya, segala sesuatu yang kita unggah di media sosial akan terus tersimpan dalam sistem dan dapat digali kembali sewaktu-waktu. Maka dari itu, para wartawan Kompas juga menyarankan untuk menghindari penyebaran SARA, kekerasan, dan/atau aksi pornografi. Akan lebih baik jika dalam beropini di media sosial juga menggunakan etika bermedia yang baik, yakni yang sopan dan tidak blak-blakan.Seorang pengguna media sosial juga harus memiliki semangat READI! yang terdiri atas Responsibility atau bertanggung jawab atas semua unggahan, Empathy dengan memikirkan dampak unggahan terhadap orang lain, Authenticity yakni mengenai orisinalitas hasil unggahan dengan tidak melakukan plagiarisme, Discernment, dan Integrity dengan menyebarkan konten positif di media sosial. 
Selengkapnya
Hari Pangan Sedunia: Cegah Stunting, Tingkatkan Nilai Gizi !
Posted: 2023-11-15 | By: Artikel oleh Getsamane Eleazar Sitepu XII IPS 2/14 dan Bernardus Krisna Patriska XII MIPA 2/04
Hari Pangan Sedunia atau HPS yang diselenggarakan pada 16 Oktober 2023 dengan mengangkat stunting sebagai tema HPS oleh Keuskupan Agung Jakarta juga turut diramaikan oleh Sekolah Santa Ursula BSD. Acara HPS diikuti oleh seluruh peserta didik dengan kegiatan makan bersama dengan membawa makanan menu 4 sehat 5 sempurna. Selain dengan acara makan bersama,  peserta didik juga turut merayakan HPS kali ini dengan mengikuti lomba mading dan video pendek antarkelas. Kegiatan HPS diawali dengan penayangan video mengenai penjelasan apa itu stunting dan pentingnya memakan makanan yang memiliki gizi seimbang. Selain itu, dalam  video tersebut juga terdapat teknis mengenai acara yang akan dilaksanakan pada tanggal 16 dan 18 Oktober 2023. Acara HPS yang dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober diawali dengan pengaturan  meja tiap kelas  yang dibuat sedemikian rupa untuk menyiapkan makanan yang telah dipersiapkan dari rumah. Kriteria makanan yang dibawa tidak boleh makanan ringan tetapi masuk dalam kategori 4 sehat 5 sempurna (makanan pokok, lauk pauk, sayuran, buah-buahan, dan susu). Peserta didik kemudian berkumpul dalam kelompok masing-masing dan menyantap makanan yang telah mereka bawa. Selama makan bersama, semua peserta didik tampak saling berbagi makanan dan minuman mereka ke peserta didik yang lain bahkan, tidak sedikit dari mereka yang melakukan barter. Acara ini dilakukan dengan tujuan agar peserta didik lebih sadar bahwa memakan makanan dengan gizi seimbang merupakan hal yang sangat penting dan bisa menjadi hal yang menyenangkan untuk dilakukan oleh semua orang. Pada Rabu, 18 Oktober kegiatan HPS dilanjutkan dengan lomba membuat mading dan video singkat antarkelas. Lomba membuat mading ini diikuti oleh dua kelompok perwakilan tiap kelasnya. Peserta didik yang tidak ikut kelompok lomba mading, mengikuti lomba membuat video pendek. Lomba mading memiliki dua tema yang berbeda yaitu “Krisis Pangan di Indonesia dan/atau Negara Lain di Dunia” dan “Kesulitan Pemenuhan Kebutuhan Pangan di Kalangan Masyarakat”.  Selain itu, lomba membuat video pendek mengangkat tema “Gizi Berimbang”. Hasil akhir video pendek dapat berbentuk video sketsa atau iklan. Pemenang lomba membuat video pendek dapat disaksikan di kanal Youtube Santa Ursula BSD. Lomba ini diselenggarakan untuk mengasah kreativitas dan bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran di kalangan peserta didik dan masyarakat umum tentang stunting dan dampaknya terhadap anak Indonesia.Melalui berbagai acara ini, peserta didik diharapkan sadar akan tingginya tingkat stunting di Indonesia. Lebih dari itu, harapannya acara ini dapat menyadarkan peserta didik untuk menaruh perhatian lebih pada makanan yang mereka makan karena masih banyak masyarakat di Indonesia dan/atau dunia yang sangat sulit mendapatkan makanan. Padahal, menurut Food and Agriculture Organization (FAO) yang memperlihatkan data limbah makanan, ada 1,3 miliar ton makanan yang terbuang setiap tahunnya secara global. Kami mewawancarai dua orang peserta didik yaitu Nicholas Vesakha dan Marcela Vania dari kelas XII MIPA 2 agar kami bisa melihat seberapa jauhkah dampak dari acara HPS kali ini. Menurut Nicho dan Cela acara HPS kali ini berjalan dengan sangat baik karena dalam setiap kegiatan memiliki “nilai esensial” yang harus digali oleh para peserta didik sehingga mampu meningkatkan kesadaran murid akan stunting dan
Selengkapnya
MENGINTIP KESERUAN SEKOLAH MELALUI OPEN HOUSE 2023
Posted: 2023-11-15 | By: Vania Kirana Wardhana / XII IPS 2 / 36 | Valeska Cheryl Tekla / XII MIPA 3 / 28
Bertepatan dengan Hari Santa Ursula yang dirayakan pada tanggal 21 Oktober 2023 kemarin, Sekolah Santa Ursula BSD tahun ini kembali menyelenggarakan Open House yang dilaksanakan oleh seluruh unit pendidikan dari TK, SD, SMP dan SMA. Acara ini terbuka untuk umum, baik itu orang tua calon peserta didik, maupun teman-teman kita dari sekolah lain, sebagai jendela dari kegiatan dan kebiasaan peserta didik di sekolah ini. Open House dibuka oleh Bapak Catur beserta Suster Francesco Marianti, OSU. pada pukul 9 pagi di gerbang masuk unit SMP. Dari unit TK dan SD, sebagian peserta didik menampilkan karya mereka dalam kegiatan Little Chef, Robotics, Mini Gym, Kungfu Shaolin, dan lainnya. Mereka yang tengah duduk di unit SMP memamerkan aktivitas seru lain seperti pencak silat, pengomposan, hidroponik, animasi, dan masih banyak lagi. Terakhir, pameran kegiatan SMA juga tidak kalah banyak dan serunya, yaitu melihat sekilas ekstrakurikuler bidang bahasa seperti Bahasa Jepang, Jerman, Perancis, Korea, dan Inggris, mencicip masakan karya murid dari ekstrakurikuler masak, hingga menyaksikan penampilan band dan orkestra di auditorium. Pameran kegiatan tersebut diselenggarakan dalam waktu yang berbeda, maka dari itu para pengunjung dapat mengetahui alur acara dengan rundown yang telah dipersiapkan oleh panitia Open House. Acara Open House ini juga dilengkapi dengan seminar yang dikemas dalam bentuk talkshow yang dilaksanakan di Aula SMP SMA Santa Ursula BSD. Tema besar dalam acara seminar ini adalah “Mempersiapkan Gen Z dalam Menyongsong Bonus Demografi”. Talkshow pertama menghadirkan pembicara Bu Anti, psikolog Santa Ursula BSD, dan dr. Gabriella Sandranila, atau yang akrab disapa sebagai dr. Sandra. Bu Anti adalah alumni Sekolah Santa Ursula Jakarta, sedangkan dr. Sandra merupakan alumni Sekolah Santa Ursula BSD. Dalam seminar kali ini, para pembicara membahas mengenai masalah kesehatan mental yang sedang ramai dibicarakan dan dialami langsung oleh beberapa Gen Z. Bu Anti dan dr. Sandra juga memberikan saran bagi Gen Z untuk lebih mengenal diri kita sendiri sebagai seorang remaja. Proses ini dapat dimulai dari langkah kecil, yaitu dengan berpikir positif sebelum memulai hari. Dengan berpikir positif tersebut kita akan menjadi yakin dan percaya terhadap diri kita sendiri bahwa kita mampu melakukan seluruh aktivitas di hari tersebut. Talkshow kemudian ditutup dengan acara foto bersama seluruh peserta seminar dan berlanjut kepada acara talkshow selanjutnya. Talkshow kedua yang bertemakan “Persiapan Menuju Indonesia Emas 2045” hadir dalam bentuk podcast yang disiarkan secara langsung pada kanal YouTube Sanur On Screen saat Open House berlangsung. Podcast dibawakan oleh Ibu Eti pada sesi pertama dan mengundang narasumber Mikael (XI-C) serta Jojo (XII-MIPA.1). Pembahasan sesi ini mencakup penjelasan mengenai bonus demografi dan bagaimana keberhasilan di SMA tidak hanya ditentukan oleh nilai, tetapi berkaitan pula terhadap keaktifan di sekolah dan kemampuan untuk mengatur waktu. Fenomena bonus demografi adalah ketika jumlah penduduk usia produktif melebihi jumlah yang kurang produktif. Hal ini mampu mendukung rencana Indonesia Emas tahun 2045. Sesi kedua mengundang narasumber Emma (X-D) dan Justin (XI-C) yang dipandu oleh Ibu Setiawati. Pada bagian ini, pembahasan lebih terfokus pada bagaimana produktivitas juga ditentukan oleh kemampuan-kemampuan non-akademis yang dimiliki seseorang dan pentingnya self development.Dalam talkshow terakhir, penonton diajak untuk mengeksplorasi dunia seni dan musik bersama Ryuu Sumarga, seorang alumni Sekolah Santa Ursula BSD yang bekerja sebagai investment analyst. Kendati pekerjaannya yang tidak berhubungan dengan seni, Ryuu mampu mendalami seni musik di tengah kesibukannya bekerja. Menurutnya, seni adalah milik kita bersama yang membuat kita hidup, bersenang-senang, dan bisa menjadi alat untuk melayani sesama. Saat talkshow, penonton menyaksikan secara langsung bagaimana Ryuu memainkan gamelan rindik, instrumen tradisional asal Bali, dan mengaransemen musik di tempat menggunakan saksofon miliknya. Penampilannya ini menjadi perwujudan dari perpaduan seni, budaya, dan teknologi yang mampu menyentuh jiwa penonton. Ryuu juga mengajak kita untuk lebih banyak berkreasi daripada menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak mengembangkan diri kita. Sebagai penutup talkshow, band “Lumpuh” menampilkan lagu tradisional Manuk Dadali yang telah diaransemen menyesuaikan instrumen band. Rangkaian acara Open House berakhir pada talkshow ini.Acara Open House menjadi pengantar sekilas mengenai kehidupan di Sekolah Santa Ursula BSD. Berbagai kegiatan non-akademis yang ditawarkan dapat mengasah keterampilan siswa sesuai dengan minat dan bakatnya. Hal ini akan sangat membantu dalam pengembangan diri peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang utuh, cerdas, dan gemar melayani. Maka dari itu, bergabunglah bersama kami untuk mengikuti keseruan kegiatan di Sekolah Santa Ursula BSD!
Selengkapnya
Phalamoedya: Yang Muda Yang Berkarya
Posted: 2022-09-19 | By: Artikel oleh Elisabeth Jessica Barita Manik XI-F/09 dan Bernardus Krisna Patriska XII MIPA 2/04
Peringatan hari Sumpah Pemuda tahun ini berbeda dari biasanya, bukan dengan kegiatan upacara bendera, melainkan lewat acara pagelaran. Phalamoedya namanya. Sesuai namanya yang diambil dari bahasa Sansekerta, Phalamoedya yang berarti buah dari perbuatan pahlawan muda. Ini adalah sebuah panggung yang memberikan kesempatan bagi seluruh peserta didik SMA Santa Ursula BSD untuk menunjukkan minat dan bakatnya  dalam bermain band, menari, serta berpidato. Kegiatan ini bertujuan agar seluruh peserta didik SMA Santa Ursula BSD dapat meningkatkan rasa nasionalisme serta solidaritas mereka.Kegiatan Phalamoedya berlangsung pada tanggal 27 Oktober 2023 di halaman Auditorium Sekolah Santa Ursula BSD. Penataan panggung yang dibuat dengan konsep sederhana dan nyaman untuk dipandang dapat terlihat seakan-akan begitu mewah. Tim dekorasi dari acara Phalamoedya menunjukkan kreativitasnya dengan menggunakan berbagai berbagai kain batik dan indah dipandang mata.Acara dibuka oleh doa dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Serviam. Kemudian, acara dilanjutkan dengan penyampaian kata sambutan oleh Kepala Satuan Pendidikan SMA Santa Ursula BSD serta perwakilan dari Presidium. Setelah kata sambutan, MC hadir untuk  memandu acara Phalamoedya agar acara bisa berjalan dengan lancar. Penampilan dibuka oleh Band Wantutri yang membawakan lagu “Rasa Sayange”. Para penonton terlihat sangat antusias dan ikut bernyanyi yang membuat acara Phalamoedya 2023 semakin meriah.  Tidak hanya Band Wantutri yang turut menampilkan bakatnya, tetapi masih ada banyak penampilan dari band lain. Bermacam-macam lagu daerah mereka bawakan antara lain lagu “Sajojo”, “Ayo Mama”, “Maumere”, sampai lagu berjudul “Bendera” pun ditampilkan untuk memeriahkan acara ini. Di halaman Auditorium, penonton berdiri, berseru, dan melompat-lompat layaknya sedang menonton konser artis papan atas. Sorak-sorai dan tepukan tangan terdengar sepanjang acara.Selain band, ada pula penampilan modern dance yang ditampilkan oleh dua kelompok serta tari tradisional dari Sumatera Utara. Pidato yang dibawakan oleh Clara, Emma, dan Pak Suryo di dalam acara tersebut juga memiliki pesan dan maksud yang sangat dalam sehingga perhatian peserta didik  terfokus pada pidato. Secara garis besar, ketiga pembicara ingin mengajak seluruh generasi muda, terutama peserta didik SMA Santa Ursula BSD untuk peka dan peduli hingga menjadi agen perubahan mengenai permasalahan sampah, terkhususnya sampah plastik Lebih mencintai kebudayaan-kebudayaan di Indonesia dan menumbuhkan nasionalisme dalam diri terlebih nasionalisme untuk mau membangun Indonesia ke arah yang lebih baik. Mereka juga mengajak generasi muda untuk menjadi penggerak serta pelestari budaya di tengah era disrupsi teknologi dan globalisasi.Kejutan terakhir diberikan oleh bapak dan ibu guru yang naik ke atas panggung dan membawakan lagu keroncong berjudul Nusantaraku. Sungguh berbeda dengan penampilan para peserta didik, guru-guru menggunakan alat musik gitar akustik, ukulele, dan harmonika sebagai pengiring nyanyian mereka. Peserta didik yang terkejut tampak sangat menikmati pengalaman baru menonton penampilan musik keroncong dari para guru. Acara Phalamoedya ditutup dengan kegiatan spesial dari BURSA (Barisan Semangat Santa Ursula), sebuah komunitas Santa Ursula BSD yang bergerak untuk menjadi suporter. Mereka memimpin seluruh peserta didik untuk chanting, bersorak-sorai dan menyanyikan yel-yel bersama-sama di lapangan olahraga. Acara chanting ditutup dengan BURSA mengajak seluruh siswa untuk membuat sebuah lingkaran yang besar dan bersama-sama menyerukan  yel-yel BURSA. Peserta didik begitu bersemangat seakan-akan sedang benar-benar duduk di kursi penonton sebuah pertandingan dan menjadi suporter nomor satu.Acara Phalamoedya berjalan dengan sangat lancar. Antusiasme para siswa yang sangat luar biasa menambah keseruan acara Phalamoedya ini. Para murid terlihat sangat menikmati acara kali ini dengan ikut bernyanyi dan ikut melakukan chanting bersama BURSA. Vino dari kelas XI-C yang merupakan peserta sekaligus panitia mengatakan bahwa ia sangat menikmati acara dan berharap kegiatan seperti ini bisa sering dilakukan agar menambah solidaritas. Sebagai seorang pelajar yang telah melihat semangat para penampil di acara Phalamoedya, mari kita tingkatkan rasa nasionalisme lewat minat dan bakat kita demi Indonesia yang lebih maju.
Selengkapnya
Tips Jitu Menulis Karya Ilmiah Bersama Bapak Ibnu Wibowo!
Posted: 2023-11-03 | By: Artikel oleh: Abel / XII IPS 1 / 4 dan Vania / XII IPS 2 / 36
Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa, pada tanggal 20 September 2023, tim guru Bahasa Indonesia SMA Santa Ursula BSD mengadakan Seminar Jurnal Ilmiah sebagai upaya meningkatkan sarana dan fasilitas yang dapat mendukung proses pembelajaran peserta didik kelas XII. Seminar ini menghadirkan seorang narasumber, yakni Bapak Alexander Joseph Ibnu Wibowo, atau yang akrab disapa Bapak Ibnu, seorang dosen aktif di Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta. Sebagai seorang pendidik, fokus utama Pak Ibnu adalah pada bidang Marketing Research, Research Methodology, dan Marketing. Beliau juga memiliki pengalaman dalam melakukan berbagai penelitian, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, dengan fokus pada bidang-bidang seperti Service Dominant Logic, Value Co-Creation, General Marketing, Service Science, Market, Shaping, dan Innovation. Seminar ini berlangsung di Aula SMP-SMA Santa Ursula BSD. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh peserta didik kelas XII SMA Santa Ursula BSD. Materi untuk membuat jurnal karya ilmiah telah diberikan kepada seluruh peserta didik kelas XII, meliputi kelas jurusan MIPA, IPS dan Bahasa. Maka dari itu, selain untuk memperingatkan Bulan Bahasa, penyelenggaraan seminar ini bertujuan untuk memberikan bantuan kepada para peserta didik dalam mengembangkan jurnal ilmiah mereka masing-masing. Harapannya, hasil akhir artikel jurnal ilmiah peserta didik dapat mencapai potensi maksimal. Saat masuk pada materi seminar, tentunya Bapak Ibnu mengawalinya dengan menjabarkan konsep jurnal ilmiah, termasuk kontennya dan lembaga/institusi yang berwenang dalam menerbitkan jurnal ilmiah. Selanjutnya, beliau menguraikan sifat-sifat jurnal ilmiah yang bersifat akademis, konseptual, dan teoritis. Selain itu, dalam proses pembuatan jurnal ilmiah penting untuk menggunakan jurnal lain sebagai referensi (jurnal review), sebagai basis dalam pembuatan jurnal sendiri. Penting juga untuk memastikan jurnal-jurnal yang digunakan sebagai referensi memenuhi standar kualitas. Selama seminar ini, Bapak Ibnu juga merincikan ketentuan yang harus terpenuhi jurnal review agar artikel jurnal yang digunakan sebagai referensi memiliki kualitas yang baik. Tidak lupa juga beliau memberikan wawasan mengenai platform-platform apa saja yang dapat kita temukan untuk mencari jurnal-jurnal yang memenuhi standar kualifikasi.Dalam seminar ini pula, kami memiliki kesempatan untuk dikaji artikel jurnal ilmiahnya oleh Bapak Ibnu sendiri. Menurut kami, ini adalah kesempatan yang sangat berharga. Dari setiap jurusan, terpilih satu jurnal untuk dikaji ulang oleh Bapak Ibnu. Seperti contohnya dari jurusan IPS yang terpilih adalah jurnal miliki kelompok Alexa, Gracia, dan Fe. Mereka membahas topik mengenai Tradisi Se'i. Setelah mempresentasikan secara singkat mengenai latar belakang artikel jurnal dan isi pembahasannya. Kemudian, artikel jurnal mereka kemudian dikaji ulang dan diberi masukan oleh Bapak Ibnu. Masukan yang diberikan pun membantu kami  dalam merevisi artikel jurnal ilmiah kami.  Kesempatan mengikuti seminar mengenai menulis artikel jurnal ilmiah bersama Bapak Ibnu menjadi kesempatan berharga bagi kami, peserta didik kelas XII dalam pembuatan artikel jurnal ilmiah. Kami menjadi lebih paham dan mengerti tentang bagaimana cara membuat jurnal ilmiah yang baik dan terpercaya. Selain itu, kami lebih paham mengenai plagiarisme dan bagaimana cara menulis jurnal tanpa plagiarisme. Semoga dengan seminar ini, kami menjadi lebih bersemangat dalam membuat jurnal ilmiah kami. Terima kasih, Bapak Ibnu! 
Selengkapnya
Literasi Jembatan Prestasi
Posted: 0000-00-00 | By: Grace Patricia XII MIPA 3/ 08 dan Valeska Cheryl Tekla XII MIPA 3/ 28
Bagi sebagian orang, membaca dan menulis merupakan hal yang membosankan. Akan tetapi, tidak sedikit juga yang menjadikan kegiatan membaca dan menulis sebagai sarana pelepas penat. Kegemaran inilah yang dirasakan oleh Carla Olivia dari kelas XI-D.Pada tanggal 15 Juni 2023, Gramedia menyelenggarakan sebuah lomba daring menulis resensi buku. Syarat dari perlombaan tersebut adalah partisipan berasal dari sekolah yang memiliki fasilitas e-library. Mengetahui bahwa Santa Ursula memenuhi persyaratan tersebut, Carla berniat mengisi waktu luangnya dengan berpartisipasi dalam lomba tersebut. Ia menulis sebuah resensi untuk buku “Tulus untuk Orang yang Salah” yang berisi lantunan-lantunan puisi oleh penyair Boy Candra. Dalam resensinya yang berjudul Secarik Surat untukmu yang Tulus, Carla menumpahkan impresi dan tanggapannya terhadap buku tersebut. Tak lupa ia juga menuliskan ulasan tentang e-library Santa Ursula BSD sebagai ketentuan konten lomba tersebut. Resensi karya Carla ini dipublikasikan dalam situs Wordpress miliknya. Hal ini juga tertuang dalam  ketentuan bagi seluruh peserta lomba.Tak disangka, rasa iseng tersebut mengantar Carla menjadi juara dua dalam kompetisi resensi e-book dari Gramedia. Sebagai penghargaan, ia menerima piagam dan hadiah uang tunai. Ia mengaku terkejut sekaligus senang mendengar dirinya menempati peringkat kedua terbaik. Carla bersyukur bahwa tulisannya membuahkan pengalaman dan prestasi yang baru bagi portofolionya. Carla pun bercerita mengenai kendalanya dalam proses perlombaan. Ia perlu meluangkan waktu untuk membaca dan menulis di tengah kesibukannya berlatih teater. Lebih-lebih lagi, di tengah situasinya berlibur, koneksi internet seringkali tidak stabil sehingga sukar untuk mengakses perpustakaan daring milik sekolah. Tak jarang, perasaan malas timbul menguasai dirinya yang menyebabkan lenyapnya motivasi untuk melanjutkan ulasan. Uniknya, rasa malas ini ia tumpas dengan membuat sebuah komitmen kepada teman-temannya bahwa ia akan berpartisipasi dalam lomba ini hingga tuntas. Boleh dicoba nih bagi yang suka menunda-nunda pekerjaan dan rentan kehilangan motivasi!Carla juga membagikan tips and trick membangun kebiasaan membaca dan menulis. Menurutnya, hal pertama yang perlu dilakukan untuk meningkatkan minat literasi adalah menentukan topik bacaan yang menarik. Setelah mengenal jenis topik yang digemari, biasakan diri untuk membaca setiap harinya, dimulai dari membaca bacaan-bacaan ringkas yang banyak tersebar di sosial media, seperti di Instagram. Untuk menulis, Carla mengungkapkan pentingnya suasana hati atau mood yang positif dan referensi dari sumber lain. Ia juga berpesan bahwa melalui literasi, kita memperoleh pengetahuan baru dan mengembangkan kosakata serta gaya bahasa. Barangkali, dengan berliterasi kita mampu meraih prestasi yang membanggakan, sama seperti Carla!
Selengkapnya
Tips and Tricks Menulis Kisah Perjalanan: Sebuah Seminar dalam Rangka Bulan Bahasa oleh Agustinus Wibowo
Posted: 2023-10-14 | By: Artikel oleh Jolene Kezia Annabelle Sulung (XI-C/23) dan Elisabeth Jessica Barita Manik (XI-F/09)
Gambar oleh Pak Michael Umbu Dassa Saputra
BULAN BAHASA yang diperingati setiap bulan Oktober, kali ini dirayakan oleh peserta didik kelas XI SMA Santa Ursula BSD dengan mengikuti seminar “Gelar Wicara Travel Blogger”. Menurut sumber ditsmp.kemdikbud.go.id dalam artikelnya berjudul “Serba Serbi Bulan Bahasa Indonesia”, bulan Oktober diperingati sebagai bulan bahasa karena berlangsungnya peristiwa Sumpah Pemuda pada bulan tersebut, di mana para pemuda mengakui bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan untuk yang pertama kali.Seminar yang dilaksanakan pada hari Rabu, 27 September 2023 di Aula SMA Santa Ursula BSD ini menghadirkan bintang tamu spesial sebagai narasumber, yaitu Bapak Agustinus Wibowo. Agustinus Wibowo merupakan seorang penulis dan fotografer yang memiliki hobi jalan-jalan. Dengan uang seadanya dan kemampuan berbahasa yang pas-pasan, Agustinus Wibowo memulai perjalanannya menuju Asia Tengah melalui jalur darat segera setelah dia lulus kuliah dari Tiongkok. Beberapa buku karya beliau yang sudah terbit dan ternama adalah Selimut Debu, Garis Batas, dan Titik Nol. Melalui Selimut Debu (2011), Agustinus Wibowo bercerita mengenai perjalanannya yang mendebarkan di Afghanistan, negara yang identik dengan peristiwa perang. Kisah perjalanan ini dilanjutkan oleh beliau dalam bukunya berjudul Garis Batas (2011) yang mengambil latar di negara-negara Asia Tengah, lebih spesifiknya negara-negara pecahan Uni Soviet, seperti Tajikistan, Kirgizstan, Kazakhstan, Uzbekistan, sampai Turkmenistan. Namun, euforia berkeliling dunia ini sempat terhenti karena berita memprihatinkan dari tanah air mengenai ibunya. Kisah haru antara Agustinus Wibowo dengan ibunya dituturkan oleh beliau dalam buku ketiganya, Titik Nol (2013).Beliau membuka seminar dengan menyampaikan pentingnya mengabadikan pengalaman melalui tulisan. Dari paparan ini, peserta didik kelas XI SMA Santa Ursula BSD belajar bahwa tulisan memiliki peranan penting dalam melengkapi catatan sejarah. Hal ini dikarenakan jika kita hanya mengandalkan ingatan manusia saja tidak cukup, mengingat bahwa memori manusia seringkali tidak akurat setelah kurun waktu tertentu. Ditambah lagi dengan otak manusia yang dengan aktif berimajinasi sehingga dapat menambah atau mengurangi informasi dari suatu kegiatan yang telah terjadi. Dengan menulis, kita juga bisa melihat dunia dari perspektif lain, bersifat kritis, mengenali diri dengan berefleksi, serta berbagi pengalaman dan gagasan dengan para pembaca.Menurut Agustinus Wibowo, berdasarkan pengalamannya berkeliling dunia, penting bagi seorang penulis untuk memiliki tujuan dan target atas apa yang akan ditulis kemudian. Karya tulis yang baik memerlukan riset yang mendalam, baik sebelum melakukan perjalanan, melalui interaksi dengan penduduk setempat, maupun observasi detail yang ada. Penulis tidak dapat mengandalkan teknologi saja karena penulis akan merasa terbatas untuk menuangkan seluruh informasi tersebut menjadi sebuah rangkaian kalimat, membuat kalimat-kalimat itu seperti tidak berarti. Cerita bisa menjadi hidup ketika penulis turut mengalami kejadian yang hendak ditulisnya, yakni ikut serta merasakan dengan seluruh indra yang dimilikinya.Selain beberapa cara di atas, beliau juga memberikan beberapa rahasia menulis bagus. Pertama, penulis harus mengizinkan dirinya untuk menulis “jelek”. Dengan begitu, kita memberikan kebebasan kepada diri sendiri untuk menulis tanpa tekanan. Kedua, jangan pernah meremehkan kemampuan pembaca dalam menginterpretasikan bacaan. Berikanlah ruang bagi pembaca untuk berimajinasi sendiri mengenai adegannya. Tips ini juga seringkali diingat oleh para penulis untuk tidak info dump atau menjelaskan fakta-fakta yang tidak penting dalam cerita.“Kalau menulis non-fiksi juga harus hati-hati. Harus memanusiakan manusia. Hati-hati kalau mendeskripsikan orang. Pikirkan ‘Apakah dia mau ditulis seperti ini?’” lanjut Agustinus Wibowo mengenai rahasianya menulis bagus. Terakhir, beliau juga menyarankan agar penulis memadukan tiga aspek penting berikut dalam kisahnya, yakni paragraf narasi (perenungan), paragraf paparan pengalaman, dan percakapan. Ketiga aspek ini harus dipadukan dengan seimbang agar makna kisah dapat tersampaikan dengan baik dan pembaca tidak cepat bosan.Tunggu, apa lagi, Sanurians? Ayo, segera tulis kisahmu dan inspirasikan orang banyak!
Selengkapnya
Outward Bound Indonesia Menantang Kamu!
Posted: 2023-10-03 | By: Jolene Kezia Annabelle Sulung (XI-C/23) | Elisabeth Jessica Barita Manik (XI-F/09)
OUTWARD BOUND INDONESIA (OBI), Jatiluhur, Jawa Barat, merupakan fasilitas pendidikan luar ruang yang digunakan untuk melakukan pengembangan terhadap karakter setiap peserta. Peserta yang ikut serta dalam kegiatan ini juga beragam, mulai dari peserta didik, tenaga pendidik, sampai karyawan perusahaan. Kali ini, OBI hadir untuk memberikan pengalaman tak terlupakan bagi peserta didik SMA Santa Ursula BSD kelas XI dan tenaga pendidik Santa Ursula BSD.Peserta didik kelas XI dibagi ke dalam dua gelombang. Gelombang pertama terdiri atas peserta didik dari kelas XI A sampai XI C yang berangkat pada tanggal 4 September 2023 sampai 9 September 2023. Selanjutnya, gelombang kedua terdiri atas peserta didik kelas XI D sampai XI G yang berangkat pada tanggal 11 September 2023 hingga 16 September 2023. Satu gelombang peserta menampung kurang-lebih 80 peserta didik. Mereka dibagi ke dalam tujuh kelompok yang masing-masing beranggotakan 12 hingga 13 orang. Kegiatan OBI yang dilakukan oleh peserta didik dan tenaga pendidik merupakan rangkaian aktivitas yang unik dan anti-mainstream. Setiap individu yang ikut serta pastinya akan ditantang, baik secara mental maupun fisik untuk dapat bertahan hidup di alam. Kegiatan tersebut meliputi high ropes -rintangan bergelantungan dengan tali pada ketinggian yang telah ditentukan- untuk mengalahkan rasa takut akan ketinggian. Lalu, diikuti dengan kegiatan seperti hiking atau berjalan mendaki Bukit Lembu dengan ketinggian 792 MDPL. Peserta juga harus membawa beban kira-kira 20 kilogram, berkano atau kegiatan mendayung perahu kecil, dan rafting atau mendayung rakit bersama-sama untuk mencapai pulau selanjutnya.Uniknya, bukan hanya melatih kekuatan fisik dan mental, peserta OBI juga mendapat pelajaran berharga terkait dengan keterampilan bertahan hidup. Peserta didik diajarkan membuat rakit dengan sejumlah tong besar, bambu, dan simpul; cara memasak menggunakan trangia (kompor portabel) dan spiritus yang apinya harus dinyalakan dengan korek; dan cara mendirikan tenda. Kegiatan ini sampai ke ranah kemandirian yang terpancarkan ketika peserta melakukan solo night pada hari terakhir OBI, di mana setiap orang harus berhasil mendirikan tenda masing-masing.Semua kegiatan ini dilakukan tidak untuk percuma. Sekolah Santa Ursula BSD yakin bahwa setiap pembekalan yang diberikan dapat menjadi bekal yang berguna di masa depan. Sebagai tindak lanjut, SMA Santa Ursula BSD memutuskan untuk menjadikan OBI sebagai salah satu program dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).Sehari setelah berkegiatan di OBI, peserta didik dikumpulkan di Aula untuk melakukan refleksi pribadi, refleksi kelompok, dan sharing. Di kelas masing-masing pun, peserta didik diajak untuk membentuk suatu komitmen konkret yang bisa dilakukan berdasarkan kesepakatan seluruh peserta didik kelas XI Tahun Ajaran 2023-2024. Komitmen diambil dari nilai-nilai hidup yang didapat selama berkegiatan di alam, seperti nilai kedisiplinan dalam mengatur waktu, tanggung jawab, kerja sama, dan kepekaan terutama terhadap alam dan sesama. Kemudian, salah satu nilai lain yang terlihat jelas adalah daya juang dengan makna push yourself to the limit dan jangan banyak mengeluh karena mengeluh tidak akan mempermudah rintangan.
Selengkapnya
Sepasang Mata: Drama Musikal dari Hati ke Hati
Posted: 2023-08-10 | By: olene Kezia Annabelle Sulung (XIC/23)
SEPASANG MATA merupakan sebuah drama musikal yang tampil pada Sabtu, 29 Juli 2023 di panggung besar Ciputra Artpreneur. Hadir sebagai sebuah solusi, Badan Pelayanan Nasional Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPN PKKI) menyelenggarakan drama musikal Sepasang Mata sebagai sebuah acara penggalangan dana untuk mendukung pendidikan anak-anak di Kepulauan Buru, Keuskupan Amboina. Untuk memeriahkan acara, BPN PKKI mengundang sejumlah selebritas Indonesia, seperti Lisa A. Riyanto, Widi Dwinanda, Mo Sidik, Christian Reinaldo, dan Christine H. Polman untuk ikut bermain sebagai bintang utama dalam drama musikal Sepasang Mata.Uniknya, pertunjukkan kali ini melibatkan segenap peserta didik dari SMA Santa Ursula BSD yang mengikuti ekstrakurikuler teater sebagai tokoh pembantu dan penari latar. BPN PKKI juga serta-merta mengundang beberapa komunitas ternama, seperti Jakarta Concert Orchestra, Batavia Madrigal Singers, dan The Resonanz Children’s Choir (TRCC) untuk ikut berkarya. Tidak hanya sampai di situ, bahkan para romo juga ikut berkolaborasi bersama Rocky Pascadena dan Jamaica Cafe untuk membuat sebuah drama komedi kecil diselingi dengan nyanyian akapela. Lantas, bagaimana cerita drama musikal Sepasang Mata ini?Drama musikal Sepasang Mata turut mengangkat salah satu isu sosial yang ada di Indonesia, yakni perebutan kekuasaan. Berlatarbelakang di sebuah pabrik garmen, menjelang kepergian Tuan Besar, beliau menunjuk tiga orang untuk mengurus pabriknya; Sianita sebagai Manajer Marketing, Carlos sebagai Manajer Sales dan Purchasing, dan Sandra sebagai Manajer Keuangan. Tanpa diketahui siapapun, Tuan Besar juga menunjuk George, keponakannya, untuk mengawasi kinerja para pekerja pabrik. Melalui George, Tuan besar akhirnya mengetahui bahwa, di balik kedok kesejahteraan dan senyuman buruh-buruhnya, sedang terjadi sengketa antara kubu Sianita dan kubu Carlos demi jabatan yang lebih tinggi. Sengketa ini menjadi sengit dan berbahaya ketika tiba-tiba beberapa buruh mulai dipecat, mengundurkan diri, menghilang, dan terbunuh…Melalui drama ini, Paulus Simangunsong dan Ivan Vladimir sebagai penulis, serta Rm. Steve Winarto, Pr sebagai sutradara, mengajak para penonton dan pemain untuk tidak hanya memandang orang dengan sebelah mata, melainkan dengan sepasang mata. Namun, faktanya masih banyak manusia yang melupakan kebaikan seseorang karena hanya berfokus pada kelemahan orang tersebut. “Kita diajak untuk melihat pribadi setiap manusia berharga di mata Tuhan dan tidak boleh ada yang saling merendahkan,” ujar Romo Steve.Melalui kerja keras para pemain dan pekerja di balik layar, pesan ini tersampaikan dengan jelas sampai ke bilik penonton. Salah satunya adalah Joanna dari kelas XI D yang datang untuk mendukung temannya yang tampil. “Teater Sepasang Mata was so fun. I genuinely enjoyed dari awal sampe akhir!! I’m so glad akhirnya jadi ikut soalnya beneran dari orkestra, paduan suara, komposisi lagu, sampe pemain-pemainnya itu beneran well done banget,” ungkap Joanna. “Openingnya juga keren dan dingin banget dah. The smoke, and lighting, and all really set the mood. Chemistry pemainnya juga oke banget, dan kayaknya semua penokohan itu disengaja.” lanjutnya.Menurut Joanna, pesan moral dari drama musikal Sepasang Mata adalah pada akhirnya, semua orang adalah manusia biasa yang mempunyai hak untuk diperlakukan dengan adil dan sama rata.Kalau menurut kalian penampilannya bagaimana, Sanurians? 
Selengkapnya
Menuju Kesetaraan Pendidikan Melalui Pasar Modern 2.0
Posted: 2023-06-09 | By: Getsamane Eleazar Arapenta XI IPS 2/ 14 Grace Patricia XI MIPA 3/ 08 Valeska Cheryl Tekla XI MIPA 3/ 30
Mencerdaskan bangsa merupakan salah satu tujuan dari bangsa Indonesia. Bukan hanya pemerintah, kita, sebagai rakyat pun dapat turut berpartisipasi dalam mewujudkan visi tersebut. Melalui bazar bertajuk “Pasar Modern ala Sanur”, Santa Ursula BSD kembali mengajak para murid, guru, serta seluruh pengunjung yang hadir untuk meningkatkan kepedulian dengan berpartisipasi dalam bazar ini. Lantas, apa yang membedakan bazar kedua ini dengan yang pertama?Berbeda dengan bazar pertama, “Pasar Modern Ala Sanur” kedua ini menjadi istimewa karena seluruh laba yang diperoleh akan dialokasikan untuk dana beasiswa Yayasan Ursulin. Hal tersebut diharapkan dapat memberikan akses pendidikan yang layak bagi mereka yang belum mendapatkannya. “Dengan berdonasi dari penghasilan penjualan tersebut, kita berkontribusi dalam membantu mereka supaya bisa bersekolah dengan layak,” jelas Kia selaku koordinator acara. Acara ini sendiri berlangsung di gedung SMP dan SMA Santa Ursula BSD pada tanggal 20 Mei 2023, yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.Tak kalah asyik, acara ini juga diisi dengan beragam produk makanan dan minuman dengan total 28 gerai yang telah dipersiapkan sejak pukul 05.30 WIB, serta dimeriahkan oleh performa musik. Bazar dibuka untuk umum mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB dengan diawali dengan doa pembuka dan kata sambutan dari Sr. Francesco Marianti, OSU. Belajar dari pengalaman, persiapan setiap stan kali ini lebih matang. Sesaat setelah pintu dibuka, pengunjung sudah digiurkan oleh makanan serta minuman yang disajikan oleh murid-murid SMP di selasar gedung SMP, seperti Churros dari merek “Chuuris” dan minuman kantong blue mist dari merek “10 Sekawan” yang manis juga segar.Selanjutnya, pengunjung juga disambut dengan jajaran makanan dan minuman ringan yang disajikan oleh murid-murid TK dan SD di aula utama. Dibantu oleh orang tua, mereka menawarkan Rainbow Ice Syrup dan Spaghetti dari merek “Spaghetti Mania” yang menggugah selera. Di aula utama juga tersedia fasilitas meja serta tempat duduk bagi pengunjung untuk menyantap hidangan sembari mendengarkan performa musik. Lapangan di tengah gedung dipenuhi tenda-tenda sebagai tempat berteduh untuk makan dan duduk santai. Tersedia juga sebuah panggung kecil, dimana penampilan musik bergenre pop, rock, dan keroncong dibawakan oleh band yang terdiri dari murid, guru, dan karyawan SMA Santa Ursula BSD.Selasar gedung SMA juga dipenuhi oleh ragam makanan dan minuman dingin. Ada minuman segar dari merek “Summer Mangos” dan es mambo yang siap memuaskan dahaga. Terdapat pula kuliner lintas negara. Salah satu penjual, Gya Adilaksmi berasal dari kedai Annyeong Chingu yang menjual masakan khas Korea, yaitu Kimbap dan Yubuchobap. Ia mengungkapkan bahwa acara ini tidak semeriah acara sebelumnya karena menurunnya jumlah pengunjung yang datang. Walaupun begitu, hal tersebut tidak menutup fakta bahwa dagangannya terjual habis. Sebagai murid yang telah meluangkan waktu dan tenaganya untuk Pasar Modern ala Sanur, Gya sangat berharap sekolah akan memberikan penghargaan dan apresiasi yang layak. Dia juga menambahkan bahwa informasi yang diberikan seringkali berubah dan mendadak sehingga tidak memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan gerainya. Gya berharap agar kedua hal tersebut dapat dibenahi ke depannya.Di sisi lain, sejumlah pengunjung juga mengungkapkan isi hatinya. “Yang kedua ini sudah cukup siap ya karena pagi-pagi sudah siap melayani pelanggan. Produknya saya rasa juga sudah cukup lengkap dari makanan berat hingga jajanan kecil-kecil,” puji Priski selaku orang tua peserta didik. Alexa, salah satu peserta didik yang hadir pun turut mengekspresikan kekagumannya terhadap performa band yang lebih matang dan variatif. “Mungkin untuk sistem antreannya, bisa dibuat barisan sendiri,” tambahnya menanggapi kondisi pembelian yang kurang kondusif.Acara pun berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Menjelang penghujung acara, produk-produk tersisa dijual dengan potongan harga yang mengundang minat banyak pembeli. Hingga pada pukul 14.00WIB, semua dagangan laku terjual, menyisakan penat dan rasa puas bagi seluruh penjual maupun pengunjung. Dengan begitu, acara ini diharapkan dapat meninggalkan kesan baik bagi semua, melatih kemampuan berwirausaha, dan menanamkan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan. 
Selengkapnya
STREAM: STRATEGI SIKAPI PERKEMBANGAN ZAMAN
Posted: 2023-05-08 | By: Grace Patricia/ XI MIPA 3/ 08
Era yang serba cepat ini mengajak kita untuk turut berubah, salah satunya dalam gaya hidup. Lantas, apakah ada cara untuk mengimbangi tren tanpa meninggalkan budaya Indonesia? Jawabannya bisa ditemukan dalam kegiatan STREAM!STREAM merupakan singkatan dari Science, Technology, Religion, Engineering, Art, dan Mathematics. Eksibisi yang digelar pada tanggal 18 April 2023  di Aula SMA Santa Ursula BSD merupakan kegiatan yang diadakan sebagai bentuk kolaborasi untuk pemenuhan tugas kewirausahaan peserta didik kelas XII. Melalui STREAM, peserta didik kelas XII berkesempatan untuk melatih kemampuan berwirausaha dan berinovasi dalam menciptakan suatu kultur yang kreatif dengan memperhatikan aspek ramah lingkungan dan corak khas Nusantara.Sebanyak 11 karya siap dipamerkan, di mana masing-masing karya memiliki manfaat tersendiri, baik dalam hal rekreasi, fesyen, kosmetik, dan kuliner. Beragam karya STREAM yang menggugah mata membuat saya dan para pengunjung lainnya sungguh tak sabar untuk mengunjungi berbagai gerai yang ada. Contoh karya dalam bidang rekreasi yaitu tersedianya permainan “Bedhawangan” yaitu permainan papan bertemakan budaya mistis lokal. Ada pula “Lantara” yaitu permainan merakit papan berbentuk lentera yang bercorak rumah adat, flora, dan fauna khas Papua. Selain permainan, terdapat juga produk Painting Kit “Ragam Elok” yang mengajak kita untuk melukis di buku lukis bersama dengan cat air berbahan dasar sampah organik. Nah, selain itu, ada karya yang fokus dalam hal memanfaatkan proses daur ulang. Produk “Harotas” menawarkan sensasi menulis pada buku dari kertas daur ulang yang tak kalah kualitasnya dengan kertas dari serat kayu. Terrarium “Samasta” juga hadir menyajikan keindahan topografi Papua, cocok untuk cuci mata!Tidak hanya itu, produk fesyen dan kosmetik juga turut memeriahkan acara pameran STREAM tahun 2023.  Dengan tas jinjing Hanjewu dan lanyard Halemei dari merk dagang “Huma” serta produk kerajinan tas anyaman noken dari merk “Wamuma”, kita dapat terlihat modis dengan  tetap ramah lingkungan. Terdapat juga wewangian merek “Aromah” yang memperkenalkan kepada pengunjung tentang harum rempah Nusantara dengan tiga varian wanginya. Merk dagang “Aamatoa” tak kalah uniknya dengan meluncurkan sabun kertas berbahan  dasar buah matoa yang praktis untuk dibawa dan dipakai dimana saja.  Tak kalah asik, para pengunjung juga disajikan dengan berbagai hidangan tradisional, yaitu es krim merek “Horas” dengan variasi rasa markisa, kopi gayo, dan putu bambu. Ada pula seduhan minuman herbal, serta wedang uwuh celup yang praktis merek  “Nuraga” dengan variasi rasa wedang uwuh dan wedang jatiluwih jahe. Inovasi yang unik dan berdaya guna ini menjadi daya tarik dari STREAM tahun 2023 ini. Peserta kolaborasi dari semua jurusan ini juga terlatih untuk memiliki daya kreatif dan inovatif. Nah, jika ada kesempatan, apakah kalian semakin tertarik dan siap berpartisipasi dalam STREAM tahun selanjutnya?Artikel ini merupakan hasil dari seleksi karya tim kerja jurnalistik presidium yang diadakan pada tanggal 22 April 2023. Penulisan artikel dalam rangka seleksi tersebut diunggah ke dalam situs  Santa Ursula BSD sebagai bentuk dokumentasi kegiatan STREAM 2023 serta karya perdana dari tim kerja jurnalistik.
Selengkapnya
PENGALAMAN BERHARGA DARI PELATIHAN DI BATALYON ARHANUD
Posted: 2022-10-27 | By: Levanni Natania Limanoh XC/24
Kesempatan mendapatkan pelatihan fisik dan mental di Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Kostrad adalah kesempatan yang unik dan jarang didapat oleh peserta didik. Peserta didik kelas X SMA Santa Ursula BSD mendapatkan kesempatan berharga untuk mengikuti pelatihan fisik dan mental di Arhanud. Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, yaitu Selasa-Rabu, 20-22 September 2022. Kegiatan pelatihan di Arhanud yang semula menjadi kegiatan rutin peserta didik kelas X ini sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia. Namun, kini kegiatan pelatihan di Arhanud dapat kembali terlaksana, tentunya dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. Salah satu protokol wajib yang dilakukan oleh peserta didik adalah melakukan tes antigen sehari sebelum kegiatan berlangsung. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam ini memberikan banyak manfaat dan pengalaman berharga bagi peserta didik kelas X SMA Santa Ursula BSD, baik dari segi fisik maupun mental. Ada berbagai pelatihan yang dapat diikuti, antara lain latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), pelatihan membaca kompas, pelatihan memberikan pertolongan pertama, maupun sejumlah fun games seru lainnya. Semua kegiatan yang diselenggarakan tentunya berguna dan memiliki manfaat yang berbeda-beda bagi kehidupan peserta didik kelas X SMA Santa Ursula BSD di masa depan.Kegiatan ini dimulai pada hari Selasa, 20 September 2022, pukul 07.00 peserta didik berangkat dari sekolah Santa Ursula BSD ke Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Kostrad yang berlokasi di Tangerang Selatan. Setibanya di Batalyon Arhanud, peserta didik disambut oleh para pelatih yang tak lain ialah Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat. Peserta didik diberi penjelasan mengenai peraturan yang berlaku di sana, antara lain siswa-siswi harus menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak meninggalkan sampah dan barang-barang pribadi, menjaga tindakan, serta tidak sompral atau melontarkan kata-kata yang tidak pantas. Kegiatan yang pertama adalah latihan membaca kompas. Jika sebelumnya sebagian besar peserta didik hanya mengenal kompas digital pada gawai mereka, melalui kegiatan Arhanud ini, peserta didik menjadi kenal dan memahami cara kerja kompas analog, bahkan belajar cara membacanya. Cara membaca kompas analog dibagi menjadi dua, yaitu untuk pemakaian di siang hari dan di malam hari. Tentunya keduanya memiliki teknik membaca yang berbeda. Saat membaca kompas, kita harus lebih berkonsentrasi dan fokus. Tujuannya tidak lain agar tidak salah arah dan bisa mencapai tempat destinasi yang ingin dituju. Kegiatan selanjutnya adalah Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang dilakukan secara berkelompok sesuai peleton (regu) masing-masing. Kegiatan ini memerlukan kekompakan tim agar gerakannya kompak dan sinkron. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi dan kerja sama antarpleton. Ada pula pelatihan tentang cara memberikan pertolongan pertama. Pertolongan pertama yang diberikan berbeda-beda tergantung masalah yang dihadapi, misalnya pertolongan pertama untuk penderita patah tulang pastinya berbeda dengan pertolongan pertama untuk penderita pendarahan. Dari kegiatan ini, peserta didik dilatih untuk cekatan dan sigap dalam memberi pertolongan pertama. Kegiatan di hari pertama terus berlanjut hingga malam hari, peserta didik diberi pengarahan tentang nilai-nilai Pancasila, maupun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Pengarahan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme peserta didik untuk lebih mengenal dan memahami sejarah negara Indonesia. Pelatih TNI juga memberi pesan kepada peserta didik bahwa sebagai generasi muda penerus dan harapan bangsa tentu mempunyai tugas dan tanggung jawab besar akan masa depan bangsa Indonesia. Kegiatan hari pertama ditutup dengan acara jurit malam. Peserta harus berjalan mengikuti peta sederhana yang sudah disediakan untuk mencapai lokasi tujuan. Kegiatan ini melatih keberanian, kerja sama, sekaligus menguji kemampuan menggunakan kompas. Hari kedua dimulai dengan melakukan senam pagi bersama. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan lomba PBB dan yel-yel peleton. Semua peserta didik sangat antusias dalam mengikuti perlombaan dan berusaha secara maksimal. Selain mengasah semangat juang dan kekompakan tim, perlombaan ini juga mengajarkan sikap sportif dan pantang menyerah bagi kelompok yang belum menang. Selanjutnya, para peserta dikumpulkan di lapangan karena ada beberapa barang pribadi yang tertinggal di kamar mandi. Peserta didik kelas X dituntut untuk bersikap jujur dan berani mengakui kesalahannya. Rasa solidaritas tim juga ikut diuji karena jika ada satu anggota yang berbuat kesalahan, maka yang menerima hukuman yaitu satu peleton. Kegiatan pelatihan fisik dan mental di Batalyon Arhanud yang singkat ini memberikan kesan yang mendalam bagi peserta didik. Ada banyak hal yang didapat, mulai dari meningkatkan kedisiplinan, semangat juang, keberanian, pantang menyerah, kerja sama dalam tim, rasa cinta lingkungan, tanggung jawab, bahkan kejujuran. Semoga melalui kegiatan pelatihan dua hari satu malam ini, semakin mengasah 10 nilai Santa Ursula dalam diri peserta didik kelas X SMA Santa Ursula BSD agar dapat menjadi pribadi yang semakin utuh, cerdas, dan melayani.
Selengkapnya
Membangun Jiwa dan Raga Bersama Arhanud
Posted: 2022-10-27 | By: Jolene Kezia Annabelle Sulung (XD/19) - Sumber Fot
Sebangan 164 peserta didik SMA Santa Ursula BSD Kelas X mengikuti pelatihan fisik dan mental yang dilaksanakan di Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Kostrad. Latihan dalam rangka menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta meningkatkan daya konsentrasi peserta didik ini berlangsung mulai hari Selasa–Rabu, 20-21 September 2022. Pelatihan yang diberikan di Arhanud mencakup materi kompas dan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) Dasar. Selama 2 hari 1 malam, peserta didik akan didorong untuk menjadi lebih mandiri, peka terhadap sesama teman kelompok, dan kompak dalam menjalani segala aktivitas. Walaupun semua aktivitas dan pelatihan dilakukan di bawah terik sinar matahari, peserta didik juga tetap diharapkan untuk selalu semangat dan tidak mudah mengeluh. Materi kompas dimulai dari perkenalan komponen-komponennya. Lalu, materi ini dilanjutkan dengan cara penggunaannya sesuai dengan jenis kompas yang akan digunakan oleh kelompok. Jenis kompas sendiri dibagi menjadi dua, yakni kompas siang dan kompas malam. Dalam menggunakan kedua jenis kompas, butuh ketelitian, kesabaran, dan kerja sama dari anggota kelompok untuk saling membantu melihat arah mata angin.Materi selanjutnya yaitu materi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) Dasar, kami diajarkan apa yang diperlukan untuk mengeksekusi sikap sempurna, istirahat di tempat, hadap kanan dan hadap kiri, balik kanan, memeriksa kerapian seragam, jalan di tempat, dan sikap hormat dengan benar. Semua ini harus dilakukan oleh peserta didik dengan bersemangat, penuh energi, dan kompak, tetapi secara perlahan dan tidak terburu-buru. Dalam beraktivitas dan belajar di Arhanud, peserta didik juga diajak untuk berkreasi dalam kebersamaan saat membuat yel-yel peleton (satuan pasukan yang terdiri atas 20-40 orang). Bersama dengan tiga instruktur TNI AD yang membimbing masing-masing peleton, peserta membuat berbagai macam seruan, nyanyian dan nada, serta gerakan yang beragam untuk membuat yel-yel peleton yang terbaik. Tidak hanya pelatihan mengenai fisik dan kekuatan, peserta juga dikenalkan dan diberi penyuluhan terkait pertolongan medis sederhana oleh tentara medis Arhanud. Peserta kelas X diajarkan dan ditunjukkan bagaimana caranya menangani seseorang yang patah tulang (tertutup dan terbuka), pingsan, mempunyai luka pada kepala, patah tulang rusuk, dan patah leher. Beberapa peserta juga diperbolehkan untuk maju dan mencoba simulasi memberikan pertolongan medis. Ketika malam hari tiba, aktivitas pun masih tetap berlanjut dengan adanya penjelasan materi mengenai kebangsaan. Kami diajarkan bahwa sejak usia dini, anak-anak bangsa Indonesia harus didorong untuk memiliki sikap nasionalisme terhadap Indonesia dan membela Indonesia dengan prestasi yang dicapai oleh tiap individu. Materi kebangsaan ini dilengkapi dengan sebuah video mengenai Periode Bersiap—sebuah masa setelah Kemerdekaan Indonesia mengenai konflik dan balas dendam rakyat Indonesia terhadap tentara Jepang. Aktivitas malam diakhiri pukul 01.00 WIB melalui aktivitas Jurit Malam dengan menggunakan kompas malam. Namun, acara belum berakhir. Kegiatan di Arhanud kembali mulai pada hari Rabu, 21 September 2022 di lapangan untuk melaksanakan lomba yel-yel dan PBB Dasar antarpeleton. Lomba ini secara khusus dinilai oleh guru-guru pengajar yang ikut mendampingi pelatihan mental dan fisik. Untuk menutup acara, peserta diajak oleh para instruktur TNI AD untuk melakukan Fun Games. Namun, bukan hanya untuk unsur keseruan dan bersenang-senang, Fun Games ini masih tetap melibatkan nilai kerja sama, kesabaran, dan saling menghargai tiap individu maupun kelompok. Peserta didik didorong untuk aktif berperan dalam permainan estafet bola, memindahkan bola dengan tali, permainan outbound bulldozer, dan berbagai permainan seru lainnya.
Selengkapnya
Pengalaman Sprachcamp di Jerman
Posted: 2022-09-19 | By: Elianne Sulistyo XII IPB / 08
Sejumlah 77 pembelajar bahasa Jerman dari seluruh penjuru Indonesia bersaing untuk meraih peringkat 6 besar dalam ajang final Olimpiade Bahasa Jerman Nasional 2022. Pada tanggal 31 Januari 2022, saat hari pengumuman hasil lomba, tak disangka nama saya disebutkan sebagai juara keempat. Sebagai hasil kemenangan itu juga, saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Language Camp selama 3 minggu di Stein an der Traun, Traunreut, Jerman.Awalnya saya bersama 3 pemenang dari sekolah lain dijadwalkan untuk berangkat pada bulan Juli 2022, tidak jauh dari awal masuk sekolah. Tempat tujuan kami awalnya pun bukan Traunreut, melainkan Hamburg. Kami juga sempat kesulitan mendapatkan vaksinasi kembali, karena ternyata sinovac tidak diakui oleh pemerintah Jerman. Setelah perjuangan lama menghadapi ketidakpastian dN mengurus persyaratan keberangkatan ke Jerman, akhirnya kami dipastikan untuk berangkat tanggal 6 Agustus dan pulang tanggal 27 Agustus 2022. Selagi murid-murid Sekolah Schloss Stein menjalani libur musim panas, bangunan kosong tersebut dialihfungsikan sementara sebagai lokasi pelaksanaan Language Camp. Fasilitas yang disediakan lengkap, mulai dari asrama, kantin, lapangan dan peralatan olahraga, bahkan sampai lapangan voli pasir.  Asrama kami dibagi berdasarkan umur, anak-anak berumur 16 ke atas ditempatkan di kamar single. Fasilitas seperti sarapan, makan siang, dan makan malam semua sudah disediakan oleh panitia. Hari pertama di sana, kami diberikan waktu bebas untuk sekadar mengelilingi area sekolah dan berkenalan dengan anak-anak lain. Rutinitas setelahnya telah ditentukan dengan jadwal yang ketat. Hampir keseluruhan kegiatan tersebut dihabiskan di dalam area sekolah. Sayangnya, kami tidak diperbolehkan keluar area sekolah di waktu luang. Hanya pada hari Sabtu dan Minggu kami bisa bertamasya ke luar, itupun semua sudah diatur dan terbatas waktunya. Kami sempat mengunjungi Danau Chiemsee, Konigsee, dan Kota Salzburg di Austria. Selain itu, paling jauh kami berjalan kaki sejauh 1,5 km ke supermarket.Setiap pagi kami diwajibkan bangun jam 07.30, menyantap sarapan, lalu ikut kelas bahasa Jerman. Masing-masing anak dibagi berdasarkan kecakapannya dalam berbahasa Jerman. Saya kebetulan ditempatkan di kelas B2. Siang hari biasa dipenuhi dengan kegiatan kebersamaan, entah itu olahraga, permainan, atau yang lainnya. Setiap hari Selasa dan Kamis, program siang digantikan dengan  proyek kelompok  dan dilanjutkan dengan Interessensgruppen, dimana kami bebas memilih kegiatan yang kami minati. Kami diberikan jangka waktu panjang untuk mengerjakan proyek kelompok lintas kelas tersebut. Proyek pertama, kami dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil berdasarkan negara asal, lalu diminta untuk membuat poster dan presentasi singkat untuk sedikit memperkenalkan negara asal masing-masing kepada semua yang lain. Proyek kedua, dengan kelompok yang berbeda, kami diminta membuat sebuah video musik dari pilihan lagu-lagu Jerman yang ada. Terakhir, ada program malam. Program malam ini yang bagi saya paling menyenangkan, karena mayoritas dilakukan indoor atau di hutan belakang sekolah. Program permainan, kegiatan malam, dan perjalanan ke luar semua dirancang dan organisasikan oleh tim pengurus. Masing-masing dari mereka juga bertanggung jawab atas satu bagian asrama. Mereka yang selalu menemani kami di setiap kegiatan dan yang selalu   mengajak kami sharing untuk menutup hari. Banyak pengalaman yang terjadi ketika berada di negara orang di belahan dunia lain, begitu jauh dari orang tua, di tempat yang segalanya asing. Banyak hal baru dan menyenangkan yang terjadi. Namun banyak juga hal-hal yang tidak sesuai ekspektasi saya. Pada beberapa momen,  saya benar-benar merasa  ada perbedaan antara saya dan peserta lainnya yang terlalu besar. Dari segi penampilan, budaya, umur, perilaku, semua membuat saya terkadang sulit untuk berbaur. Walau begitu, celah yang ada tidak memupuskan harapan dan ketertarikan saya untuk menjelajahi dunia luar. Berkat kesempatan berharga yang sudah saya dapat ini, saya belajar menjadi lebih mandiri, berani, menghargai sesama, dan cepat beradaptasi. Pengalaman ini juga menghilangkan keraguan saya untuk menekuni pembelajaran bahasa dan melanjutkan studi ke Jerman ke depannya.
Selengkapnya
Berpendapat Bersama SERASI: SILENCE
Posted: 2022-09-14 | By: Karya: Vania Kirana / XI-IPS 2 / 36
Pernah mendengar tentang kasus pendiri Sekolah Selamat Pagi Indonesia? Atau kalian pernah mendengarnya dan bingung? Atau justru kalian ingin mendiskusikan serta memberikan pendapat kalian namun tidak tahu harus kemana? SERASI: SILENCE adalah solusinya! Dalam berita kali ini, saya akan menceritakan pengalaman saya mengikuti kegiatan SERASI: SILENCE ini. Pada hari Sabtu 20 Agustus 2022 yang lalu, saya berkesempatan untuk mengikuti proses berdiskusi suatu kegiatan bernama SERASI: SILENCE. Ini  adalah suatu kegiatan diskusi bersama yang diselenggarakan oleh kelompok Kaderisasi KEMALA. Dalam kegiatan ini, kami berdiskusi bersama serta berbagi pendapat mengenai tema “Pelecehan Seksual dalam Lingkungan Masyarakat yang Modern”. Secara garis besar kami membahas mengenai kasus pelecehan seksual yang dilakukan pendiri Sekolah Selamat Pagi Indonesia, yaitu Julianto Eka Putra atau JE. Kami membahas mengenai kasus ini dari berbagai sudut pandang. Mulai dari sudut pandang pelaku atau JE, sudut pandang korban, hingga dari strata sosial yang dimiliki oleh sang pelaku. Dalam proses berdiskusi ini, kami terbagi menjadi 5 kelompok besar. Saya berada dalam kelompok 1. Pada saat proses berdiskusi, semua anggota kelompok wajib memberikan pendapat mereka. Pendapat yang diberikan oleh setiap anggota kelompok sangat beragam, ada yang memilih pro kepada korban, ada pula yang merasa bahwa tuduhan korban tidak masuk akal, dan masih banyak lagi. Dari berbagai pendapat yang beragam ini, akhirnya kami dapat menyimpulkan beberapa kesimpulan. Untuk kelompok saya, kami menyimpulkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh JE salah, karena ia melakukan suatu tindakan pelecehan seksual dan menyalahgunakan strata sosial yang dimilikinya untuk menutupi kesalahannya. Dari kegiatan ini, saya belajar banyak hal. Salah satunya adalah untuk melihat suatu kasus tidak hanya dari satu sisi, tetapi juga dari banyak perspektif Hal ini membuat  saya dapat menyelesaikan kasus itu dengan lebih objektif. Selain itu,  saya belajar untuk mengungkapkan pendapat, baik pendapat itu benar atau salah, semua pendapat harus diungkapkan asalkan pendapat itu diperkuat dengan fakta yang benar-benar terjadi. Saya juga sempat mewawancarai salah satu peserta SERASI: SILENCE yaitu Jesslyn dari kelas XI IPS-2, ia mengatakan bahwa alasan ia mengikuti kegiatan ini adalah ia tertarik akan tema yang diusung oleh kelompok Kaderisasi KEMALA. Jesslyn juga berkata bahwa ia penasaran dengan kegiatan ini, sehingga ia tertarik untuk mendaftarnya. Setelah mengikuti kegiatan SERASI: SILENCE ini, Jesslyn mengungkapkan bahwa ia belajar banyak hal. Ia mengatakan bahwa dari kegiatan ini ia belajar untuk berpikir lebih kritis serta tidak melihat satu masalah hanya dengan satu sudut pandang, tetapi harus melihat dari sudut pandang lainnya. SERASI: SILENCE adalah suatu kegiatan yang sangat menarik. Semoga ke depannya akan lebih banyak kegiatan seperti ini lagi.  Jangan lupa mendaftar Serasi ya, teman-teman! 
Selengkapnya
Ayo Ikut Serasi!
Posted: 2022-09-14 | By: Bernadette Renata Anindita | XD/7
Sekolah SMA Santa Ursula BSD mengadakan acara bernama “Serasi: Silenced”. Acara ini diselenggarakan oleh peserta kaderisasi kelas XII pada tanggal 27 Agustus 2022. Pendidikan ini berbicara tentang tema “Pelecehan Seksual dalam Lingkungan Masyarakat yang Modern.” Apakah manfaat yang dapat saya dapatkan dari Serasi? Simak lebih lanjut, ya.Sebelum itu ayo tebak, apakah kepanjangan dari Serasi? Yap, betul! “Sanur Berliterasi”, atau Serasi adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh peserta didik SMA Santa Ursula BSD. Kegiatan ini awalnya dibentuk oleh Suster Francesco untuk mengasah kemampuan berdiskusi dan berpikir kritis antarsesama peserta didik. Tidak hanya tentang pendidikan pelecehan seksual, Serasi juga memiliki topik-topik lain, seperti implementasi Pancasila dan pengalamannya dalam kehidupan sehari-hari. Acara tersebut dinamai ‘Serapan’, yang dilaksanakan pada tanggal 4 Juni 2022. Berdiskusi adalah cara terbaik untuk mengekspresikan pendapat tersendiri yang tentunya unik bagi setiap orang. Mengingat bahwa salah satu dari nilai-nilai Santa Ursula adalah kerja sama. Maka dari itu, Serasi diselenggarakan dengan cara berdiskusi. Teknis diskusi yang dilakukan yaitu peserta dibagi menjadi 6 kelompok. Setiap dari peserta diberi kesempatan untuk mengekspresikan dirinya dengan cara mengutarakan pendapat kepada pembina-pembina acara ini. Peserta juga diajak untuk mempresentasikan jawabannya secara bergiliran. Dari proses tersebut, kemampuan berdiskusi dan berbicara depan umum diasah dalam kegiatan ini. Topik utama diskusi bulan ini adalah pelecehan seksual. Kasus yang didiskusikan adalah kasus Julianto Eka Putra. Kasus ini menceritakan tentang kasus pelecehan seksual seorang motivator, yang sekarang dicap sebagai predator seksual. Buktinya, ia dihukum karena ia sudah melakukan pelecehan terhadap 40 orang korban. Kasus yang menarik, bukan? Motivator yang seharusnya meninggikan semangat pelajarnya, malah melakukan sebaliknya dengan cara pelecehan. Peserta diajak berpikir dalam pertanyaan-pertanyaan yang dibuat untuk mengasah pikiran kritis. Dari jawaban-jawaban yang sudah dikumpulkan, hasil kesimpulan dipresentasikan dan hasilnya tentu bermanfaat bagi peserta. Manfaat yang bisa didapatkan dari kegiatan pada 27 Agustus ini adalah pengetahuan yang lebih luas tentang pelecehan seksual. Kegiatan ini membahas lebih dalam tentang contoh kasus pelecehan seksual, cara menanggapinya dan faktor-faktor penghambat untuk speak up (mengutarakan kejujuran). Pada umumnya, kegiatan Serasi fokus dalam melatih kemampuan berdiskusi dalam kelompok. Ini juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis setiap peserta diskusi. Kesimpulan yang ditarik bisa menjadi pelajaran bagi peserta dalam kehidupan sehari-hari. Alasan utama diskusi yang berfokus terhadap pendidikan seksualitas ini adalah kurangnya kesadaran sesama dalam menghadapi pelecehan seksual. Banyak hambatan bagi seorang korban untuk speak up . Hambatan-hambatan tersebut seperti victim blaming, pandangan masyarakat yang buruk terhadap  korban yang seharusnya tidak pantas untuk disalahkan, strata sosial pelaku yang biasanya lebih tinggi dari korban, dan tentunya masih banyak lagi. Victim blaming adalah perilaku yang menyalahkan korban, walaupun pelaku yang bertanggung jawab atas kejahatan yang dialami korban. Diskusi ini juga membahas dampak strata sosial terhadap korban pelecehan seksual. Namun pada akhirnya, pembimbing mengajak peserta untuk berani speak up untuk kasus pelecehan seksual, baik itu kasus yang dialami sendiri maupun kasus yang dialami orang di sekitar. Jangan khawatir, teman-teman! Topiknya memang terdengar cukup berat, tetapi keterbukaan terhadap sesama membuat topik yang didiskusikan terasa ringan. Semua peserta juga akan didampingi oleh pembina-pembina yang ramah. Mereka tentunya mengajak saya dan peserta Serasi untuk berpartisipasi aktif dalam berdiskusi. Banyak manfaat dari kegiatan ini yang membuatnya penting bagi kita semua.  Ke depannya, masih akan ada acara Serasi dengan topik masalah sosial yang berbeda. Jangan kelewatan, karena tentunya kegiatan ini dapat melatih kemampuan berpikir kritis kalian!  FOTO Collage kegiatan Serasi pada tanggal 27 Agustus. Sumber: dokumentasi Serasi 27 Agustus Pranya dan Shelina
Selengkapnya