PENGALAMAN BERHARGA DARI PELATIHAN DI BATALYON ARHANUD
Posted: 2022-10-27 | By: Levanni Natania Limanoh XC/24
Kesempatan mendapatkan pelatihan fisik dan mental di Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Kostrad adalah kesempatan yang unik dan jarang didapat oleh peserta didik. Peserta didik kelas X SMA Santa Ursula BSD mendapatkan kesempatan berharga untuk mengikuti pelatihan fisik dan mental di Arhanud. Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, yaitu Selasa-Rabu, 20-22 September 2022.  Kegiatan pelatihan di Arhanud yang semula menjadi kegiatan rutin peserta didik kelas X ini sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia. Namun, kini kegiatan pelatihan di Arhanud dapat kembali terlaksana, tentunya dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. Salah satu protokol wajib yang dilakukan oleh peserta didik adalah melakukan tes antigen sehari sebelum kegiatan berlangsung.  Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam ini memberikan banyak manfaat dan pengalaman berharga bagi peserta didik kelas X SMA Santa Ursula BSD, baik dari segi fisik maupun mental. Ada berbagai pelatihan yang dapat diikuti, antara lain latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), pelatihan membaca kompas, pelatihan memberikan pertolongan pertama, maupun sejumlah fun games seru lainnya. Semua kegiatan yang diselenggarakan tentunya berguna dan memiliki manfaat yang berbeda-beda bagi kehidupan peserta didik kelas X SMA Santa Ursula BSD di masa depan. Kegiatan ini dimulai pada hari Selasa, 20 September 2022, pukul 07.00 peserta didik berangkat dari sekolah Santa Ursula BSD ke Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Kostrad yang berlokasi di Tangerang Selatan. Setibanya di Batalyon Arhanud, peserta didik disambut oleh para pelatih yang tak lain ialah Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat. Peserta didik diberi penjelasan mengenai peraturan yang berlaku di sana, antara lain siswa-siswi harus menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak meninggalkan sampah dan barang-barang pribadi, menjaga tindakan, serta tidak sompral atau melontarkan kata-kata yang tidak pantas.  Kegiatan yang pertama adalah latihan membaca kompas. Jika sebelumnya sebagian besar peserta didik hanya mengenal kompas digital pada gawai mereka, melalui kegiatan Arhanud ini, peserta didik menjadi kenal dan memahami cara kerja kompas analog, bahkan belajar cara membacanya. Cara membaca kompas analog dibagi menjadi dua, yaitu untuk pemakaian di siang hari dan di malam hari. Tentunya keduanya memiliki teknik membaca yang berbeda. Saat membaca kompas, kita harus lebih berkonsentrasi dan fokus. Tujuannya tidak lain agar tidak salah arah dan bisa mencapai tempat destinasi yang ingin dituju. Kegiatan selanjutnya adalah Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang dilakukan secara berkelompok sesuai peleton (regu) masing-masing. Kegiatan ini memerlukan kekompakan tim agar gerakannya kompak dan sinkron. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi dan kerja sama antarpleton.  Ada pula pelatihan tentang cara memberikan pertolongan pertama. Pertolongan pertama yang diberikan berbeda-beda tergantung masalah yang dihadapi, misalnya pertolongan pertama untuk penderita patah tulang pastinya berbeda dengan pertolongan pertama untuk penderita pendarahan. Dari kegiatan ini, peserta didik dilatih untuk cekatan dan sigap dalam memberi pertolongan pertama.  Kegiatan di hari pertama terus berlanjut hingga malam hari, peserta didik diberi pengarahan tentang nilai-nilai Pancasila, maupun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Pengarahan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme peserta didik untuk lebih mengenal dan memahami sejarah negara Indonesia. Pelatih TNI juga memberi pesan kepada peserta didik bahwa sebagai generasi muda penerus dan harapan bangsa tentu mempunyai tugas dan tanggung jawab besar akan masa depan bangsa Indonesia. Kegiatan hari pertama ditutup dengan acara jurit malam. Peserta harus berjalan mengikuti peta sederhana yang sudah disediakan untuk mencapai lokasi tujuan. Kegiatan ini melatih keberanian, kerja sama, sekaligus menguji kemampuan menggunakan kompas.  Hari kedua dimulai dengan melakukan senam pagi bersama. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan lomba PBB dan yel-yel peleton. Semua peserta didik sangat antusias dalam mengikuti perlombaan dan berusaha secara maksimal. Selain mengasah semangat juang dan kekompakan tim, perlombaan ini juga mengajarkan sikap sportif dan pantang menyerah bagi kelompok yang belum menang. Selanjutnya, para peserta dikumpulkan di lapangan karena ada beberapa barang pribadi yang tertinggal di kamar mandi. Peserta didik kelas X dituntut untuk bersikap jujur dan berani mengakui kesalahannya. Rasa solidaritas tim juga ikut diuji karena jika ada satu anggota yang berbuat kesalahan, maka yang menerima hukuman yaitu satu peleton.   Kegiatan pelatihan fisik dan mental di Batalyon Arhanud yang singkat ini memberikan kesan yang mendalam bagi peserta didik. Ada banyak hal yang didapat, mulai dari meningkatkan kedisiplinan, semangat juang, keberanian, pantang menyerah, kerja sama dalam tim, rasa cinta lingkungan, tanggung jawab, bahkan kejujuran. Semoga melalui kegiatan pelatihan dua hari satu malam ini, semakin mengasah 10 nilai Santa Ursula dalam diri peserta didik kelas X SMA Santa Ursula BSD agar dapat menjadi pribadi yang semakin utuh, cerdas, dan melayani.
Selengkapnya
Membangun Jiwa dan Raga Bersama Arhanud
Posted: 2022-10-27 | By: Jolene Kezia Annabelle Sulung (XD/19) - Sumber Fot
Sebangan 164 peserta didik SMA Santa Ursula BSD Kelas X mengikuti pelatihan fisik dan mental yang dilaksanakan di Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Kostrad. Latihan dalam rangka menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta meningkatkan daya konsentrasi peserta didik ini berlangsung mulai hari Selasa–Rabu, 20-21 September 2022.  Pelatihan yang diberikan di Arhanud mencakup materi kompas dan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) Dasar. Selama 2 hari 1 malam, peserta didik akan didorong untuk menjadi lebih mandiri, peka terhadap sesama teman kelompok, dan kompak dalam menjalani segala aktivitas. Walaupun semua aktivitas dan pelatihan dilakukan di bawah terik sinar matahari, peserta didik juga tetap diharapkan untuk selalu semangat dan tidak mudah mengeluh.  Materi kompas dimulai dari perkenalan komponen-komponennya. Lalu, materi ini dilanjutkan dengan cara penggunaannya sesuai dengan jenis kompas yang akan digunakan oleh kelompok. Jenis kompas sendiri dibagi menjadi dua, yakni kompas siang dan kompas malam. Dalam menggunakan kedua jenis kompas, butuh ketelitian, kesabaran, dan kerja sama dari anggota kelompok untuk saling membantu melihat arah mata angin. Materi selanjutnya yaitu materi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) Dasar, kami diajarkan apa yang diperlukan untuk mengeksekusi sikap sempurna, istirahat di tempat, hadap kanan dan hadap kiri, balik kanan, memeriksa kerapian seragam, jalan di tempat, dan sikap hormat dengan benar. Semua ini harus dilakukan oleh peserta didik dengan bersemangat, penuh energi, dan kompak, tetapi secara perlahan dan tidak terburu-buru.  Dalam beraktivitas dan belajar di Arhanud, peserta didik juga diajak untuk berkreasi dalam kebersamaan saat membuat yel-yel peleton (satuan pasukan yang terdiri atas 20-40 orang). Bersama dengan tiga instruktur TNI AD yang membimbing masing-masing peleton, peserta membuat berbagai macam seruan, nyanyian dan nada, serta gerakan yang beragam untuk membuat yel-yel peleton yang terbaik.  Tidak hanya pelatihan mengenai fisik dan kekuatan, peserta juga dikenalkan dan diberi penyuluhan terkait pertolongan medis sederhana oleh tentara medis Arhanud. Peserta kelas X diajarkan dan ditunjukkan bagaimana caranya menangani seseorang yang patah tulang (tertutup dan terbuka), pingsan, mempunyai luka pada kepala, patah tulang rusuk, dan patah leher. Beberapa peserta juga diperbolehkan untuk maju dan mencoba simulasi memberikan pertolongan medis.  Ketika malam hari tiba, aktivitas pun masih tetap berlanjut dengan adanya penjelasan materi mengenai kebangsaan. Kami diajarkan bahwa sejak usia dini, anak-anak bangsa Indonesia harus didorong untuk memiliki sikap nasionalisme terhadap Indonesia dan membela Indonesia dengan prestasi yang dicapai oleh tiap individu. Materi kebangsaan ini dilengkapi dengan sebuah video mengenai Periode Bersiap—sebuah masa setelah Kemerdekaan Indonesia mengenai konflik dan balas dendam rakyat Indonesia terhadap tentara Jepang. Aktivitas malam diakhiri pukul 01.00 WIB melalui aktivitas Jurit Malam dengan menggunakan kompas malam.  Namun, acara belum berakhir. Kegiatan di Arhanud kembali mulai pada hari Rabu, 21 September 2022 di lapangan untuk melaksanakan lomba yel-yel dan PBB Dasar antarpeleton. Lomba ini secara khusus dinilai oleh guru-guru pengajar yang ikut mendampingi pelatihan mental dan fisik.  Untuk menutup acara, peserta diajak oleh para instruktur TNI AD untuk melakukan Fun Games. Namun, bukan hanya untuk unsur keseruan dan bersenang-senang, Fun Games ini masih tetap melibatkan nilai kerja sama, kesabaran, dan saling menghargai tiap individu maupun kelompok. Peserta didik didorong untuk aktif berperan dalam permainan estafet bola, memindahkan bola dengan tali, permainan outbound bulldozer, dan berbagai permainan seru lainnya.
Selengkapnya
Pengalaman Sprachcamp di Jerman
Posted: 2022-09-19 | By: Elianne Sulistyo XII IPB / 08
Sejumlah 77 pembelajar bahasa Jerman dari seluruh penjuru Indonesia bersaing untuk meraih peringkat 6 besar dalam ajang final Olimpiade Bahasa Jerman Nasional 2022. Pada tanggal 31 Januari 2022, saat hari pengumuman hasil lomba, tak disangka nama saya disebutkan sebagai juara keempat. Sebagai hasil kemenangan itu juga, saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Language Camp selama 3 minggu di Stein an der Traun, Traunreut, Jerman. Awalnya saya bersama 3 pemenang dari sekolah lain dijadwalkan untuk berangkat pada bulan Juli 2022, tidak jauh dari awal masuk sekolah. Tempat tujuan kami awalnya pun bukan Traunreut, melainkan Hamburg. Kami juga sempat kesulitan mendapatkan vaksinasi kembali, karena ternyata sinovac tidak diakui oleh pemerintah Jerman. Setelah perjuangan lama menghadapi ketidakpastian dN mengurus persyaratan keberangkatan ke Jerman, akhirnya kami dipastikan untuk berangkat tanggal 6 Agustus dan pulang tanggal 27 Agustus 2022.  Selagi murid-murid Sekolah Schloss Stein menjalani libur musim panas, bangunan kosong tersebut dialihfungsikan sementara sebagai lokasi pelaksanaan Language Camp. Fasilitas yang disediakan lengkap, mulai dari asrama, kantin, lapangan dan peralatan olahraga, bahkan sampai lapangan voli pasir.  Asrama kami dibagi berdasarkan umur, anak-anak berumur 16 ke atas ditempatkan di kamar single. Fasilitas seperti sarapan, makan siang, dan makan malam semua sudah disediakan oleh panitia.  Hari pertama di sana, kami diberikan waktu bebas untuk sekadar mengelilingi area sekolah dan berkenalan dengan anak-anak lain. Rutinitas setelahnya telah ditentukan dengan jadwal yang ketat. Hampir keseluruhan kegiatan tersebut dihabiskan di dalam area sekolah. Sayangnya, kami tidak diperbolehkan keluar area sekolah di waktu luang. Hanya pada hari Sabtu dan Minggu kami bisa bertamasya ke luar, itupun semua sudah diatur dan terbatas waktunya. Kami sempat mengunjungi Danau Chiemsee, Konigsee, dan Kota Salzburg di Austria. Selain itu, paling jauh kami berjalan kaki sejauh 1,5 km ke supermarket. Setiap pagi kami diwajibkan bangun jam 07.30, menyantap sarapan, lalu ikut kelas bahasa Jerman. Masing-masing anak dibagi berdasarkan kecakapannya dalam berbahasa Jerman. Saya kebetulan ditempatkan di kelas B2. Siang hari biasa dipenuhi dengan kegiatan kebersamaan, entah itu olahraga, permainan, atau yang lainnya. Setiap hari Selasa dan Kamis, program siang digantikan dengan  proyek kelompok  dan dilanjutkan dengan Interessensgruppen, dimana kami bebas memilih kegiatan yang kami minati. Kami diberikan jangka waktu panjang untuk mengerjakan proyek kelompok lintas kelas tersebut. Proyek pertama, kami dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil berdasarkan negara asal, lalu diminta untuk membuat poster dan presentasi singkat untuk sedikit memperkenalkan negara asal masing-masing kepada semua yang lain. Proyek kedua, dengan kelompok yang berbeda, kami diminta membuat sebuah video musik dari pilihan lagu-lagu Jerman yang ada. Terakhir, ada program malam. Program malam ini yang bagi saya paling menyenangkan, karena mayoritas dilakukan indoor atau di hutan belakang sekolah. Program permainan, kegiatan malam, dan perjalanan ke luar semua dirancang dan organisasikan oleh tim pengurus. Masing-masing dari mereka juga bertanggung jawab atas satu bagian asrama. Mereka yang selalu menemani kami di setiap kegiatan dan yang selalu   mengajak kami sharing untuk menutup hari.  Banyak pengalaman yang terjadi ketika berada di negara orang di belahan dunia lain, begitu jauh dari orang tua, di tempat yang segalanya asing. Banyak hal baru dan menyenangkan yang terjadi. Namun banyak juga hal-hal yang tidak sesuai ekspektasi saya. Pada beberapa momen,  saya benar-benar merasa  ada perbedaan antara saya dan peserta lainnya yang terlalu besar. Dari segi penampilan, budaya, umur, perilaku, semua membuat saya terkadang sulit untuk berbaur. Walau begitu, celah yang ada tidak memupuskan harapan dan ketertarikan saya untuk menjelajahi dunia luar. Berkat kesempatan berharga yang sudah saya dapat ini, saya belajar menjadi lebih mandiri, berani, menghargai sesama, dan cepat beradaptasi. Pengalaman ini juga menghilangkan keraguan saya untuk menekuni pembelajaran bahasa dan melanjutkan studi ke Jerman ke depannya.
Selengkapnya
Berpendapat Bersama SERASI: SILENCE
Posted: 2022-09-14 | By: Karya: Vania Kirana / XI-IPS 2 / 36
Pernah mendengar tentang kasus pendiri Sekolah Selamat Pagi Indonesia? Atau kalian pernah mendengarnya dan bingung? Atau justru kalian ingin mendiskusikan serta memberikan pendapat kalian namun tidak tahu harus kemana? SERASI: SILENCE adalah solusinya! Dalam berita kali ini, saya akan menceritakan pengalaman saya mengikuti kegiatan SERASI: SILENCE ini.  Pada hari Sabtu 20 Agustus 2022 yang lalu, saya berkesempatan untuk mengikuti proses berdiskusi suatu kegiatan bernama SERASI: SILENCE. Ini  adalah suatu kegiatan diskusi bersama yang diselenggarakan oleh kelompok Kaderisasi KEMALA. Dalam kegiatan ini, kami berdiskusi bersama serta berbagi pendapat mengenai tema “Pelecehan Seksual dalam Lingkungan Masyarakat yang Modern”. Secara garis besar kami membahas mengenai kasus pelecehan seksual yang dilakukan pendiri Sekolah Selamat Pagi Indonesia, yaitu Julianto Eka Putra atau JE. Kami membahas mengenai kasus ini dari berbagai sudut pandang. Mulai dari sudut pandang pelaku atau JE, sudut pandang korban, hingga dari strata sosial yang dimiliki oleh sang pelaku.  Dalam proses berdiskusi ini, kami terbagi menjadi 5 kelompok besar. Saya berada dalam kelompok 1. Pada saat proses berdiskusi, semua anggota kelompok wajib memberikan pendapat mereka. Pendapat yang diberikan oleh setiap anggota kelompok sangat beragam, ada yang memilih pro kepada korban, ada pula yang merasa bahwa tuduhan korban tidak masuk akal, dan masih banyak lagi. Dari berbagai pendapat yang beragam ini, akhirnya kami dapat menyimpulkan beberapa kesimpulan. Untuk kelompok saya, kami menyimpulkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh JE salah, karena ia melakukan suatu tindakan pelecehan seksual dan menyalahgunakan strata sosial yang dimilikinya untuk menutupi kesalahannya.  Dari kegiatan ini, saya belajar banyak hal. Salah satunya adalah untuk melihat suatu kasus tidak hanya dari satu sisi, tetapi juga dari banyak perspektif Hal ini membuat  saya dapat menyelesaikan kasus itu dengan lebih objektif. Selain itu,  saya belajar untuk mengungkapkan pendapat, baik pendapat itu benar atau salah, semua pendapat harus diungkapkan asalkan pendapat itu diperkuat dengan fakta yang benar-benar terjadi. Saya juga sempat mewawancarai salah satu peserta SERASI: SILENCE yaitu Jesslyn dari kelas XI IPS-2, ia mengatakan bahwa alasan ia mengikuti kegiatan ini adalah ia tertarik akan tema yang diusung oleh kelompok Kaderisasi KEMALA. Jesslyn juga berkata bahwa ia penasaran dengan kegiatan ini, sehingga ia tertarik untuk mendaftarnya. Setelah mengikuti kegiatan SERASI: SILENCE ini, Jesslyn mengungkapkan bahwa ia belajar banyak hal. Ia mengatakan bahwa dari kegiatan ini ia belajar untuk berpikir lebih kritis serta tidak melihat satu masalah hanya dengan satu sudut pandang, tetapi harus melihat dari sudut pandang lainnya.  SERASI: SILENCE adalah suatu kegiatan yang sangat menarik. Semoga ke depannya akan lebih banyak kegiatan seperti ini lagi.  Jangan lupa mendaftar Serasi ya, teman-teman! 
Selengkapnya
Ayo Ikut Serasi!
Posted: 2022-09-14 | By: Bernadette Renata Anindita | XD/7
Sekolah SMA Santa Ursula BSD mengadakan acara bernama “Serasi: Silenced”. Acara ini diselenggarakan oleh peserta kaderisasi kelas XII pada tanggal 27 Agustus 2022. Pendidikan ini berbicara tentang tema “Pelecehan Seksual dalam Lingkungan Masyarakat yang Modern.” Apakah manfaat yang dapat saya dapatkan dari Serasi? Simak lebih lanjut, ya. Sebelum itu ayo tebak, apakah kepanjangan dari Serasi? Yap, betul! “Sanur Berliterasi”, atau Serasi adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh peserta didik SMA Santa Ursula BSD. Kegiatan ini awalnya dibentuk oleh Suster Francesco untuk mengasah kemampuan berdiskusi dan berpikir kritis antarsesama peserta didik. Tidak hanya tentang pendidikan pelecehan seksual, Serasi juga memiliki topik-topik lain, seperti implementasi Pancasila dan pengalamannya dalam kehidupan sehari-hari. Acara tersebut dinamai ‘Serapan’, yang dilaksanakan pada tanggal 4 Juni 2022.  Berdiskusi adalah cara terbaik untuk mengekspresikan pendapat tersendiri yang tentunya unik bagi setiap orang. Mengingat bahwa salah satu dari nilai-nilai Santa Ursula adalah kerja sama. Maka dari itu, Serasi diselenggarakan dengan cara berdiskusi. Teknis diskusi yang dilakukan yaitu peserta dibagi menjadi 6 kelompok. Setiap dari peserta diberi kesempatan untuk mengekspresikan dirinya dengan cara mengutarakan pendapat kepada pembina-pembina acara ini. Peserta juga diajak untuk mempresentasikan jawabannya secara bergiliran. Dari proses tersebut, kemampuan berdiskusi dan berbicara depan umum diasah dalam kegiatan ini.  Topik utama diskusi bulan ini adalah pelecehan seksual. Kasus yang didiskusikan adalah kasus Julianto Eka Putra. Kasus ini menceritakan tentang kasus pelecehan seksual seorang motivator, yang sekarang dicap sebagai predator seksual. Buktinya, ia dihukum karena ia sudah melakukan pelecehan terhadap 40 orang korban. Kasus yang menarik, bukan? Motivator yang seharusnya meninggikan semangat pelajarnya, malah melakukan sebaliknya dengan cara pelecehan. Peserta diajak berpikir dalam pertanyaan-pertanyaan yang dibuat untuk mengasah pikiran kritis. Dari jawaban-jawaban yang sudah dikumpulkan, hasil kesimpulan dipresentasikan dan hasilnya tentu bermanfaat bagi peserta.  Manfaat yang bisa didapatkan dari kegiatan pada 27 Agustus ini adalah pengetahuan yang lebih luas tentang pelecehan seksual. Kegiatan ini membahas lebih dalam tentang contoh kasus pelecehan seksual, cara menanggapinya dan faktor-faktor penghambat untuk speak up (mengutarakan kejujuran). Pada umumnya, kegiatan Serasi fokus dalam melatih kemampuan berdiskusi dalam kelompok. Ini juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis setiap peserta diskusi. Kesimpulan yang ditarik bisa menjadi pelajaran bagi peserta dalam kehidupan sehari-hari.  Alasan utama diskusi yang berfokus terhadap pendidikan seksualitas ini adalah kurangnya kesadaran sesama dalam menghadapi pelecehan seksual. Banyak hambatan bagi seorang korban untuk speak up . Hambatan-hambatan tersebut seperti victim blaming, pandangan masyarakat yang buruk terhadap  korban yang seharusnya tidak pantas untuk disalahkan, strata sosial pelaku yang biasanya lebih tinggi dari korban, dan tentunya masih banyak lagi. Victim blaming adalah perilaku yang menyalahkan korban, walaupun pelaku yang bertanggung jawab atas kejahatan yang dialami korban. Diskusi ini juga membahas dampak strata sosial terhadap korban pelecehan seksual. Namun pada akhirnya, pembimbing mengajak peserta untuk berani speak up untuk kasus pelecehan seksual, baik itu kasus yang dialami sendiri maupun kasus yang dialami orang di sekitar.  Jangan khawatir, teman-teman! Topiknya memang terdengar cukup berat, tetapi keterbukaan terhadap sesama membuat topik yang didiskusikan terasa ringan. Semua peserta juga akan didampingi oleh pembina-pembina yang ramah. Mereka tentunya mengajak saya dan peserta Serasi untuk berpartisipasi aktif dalam berdiskusi. Banyak manfaat dari kegiatan ini yang membuatnya penting bagi kita semua.  Ke depannya, masih akan ada acara Serasi dengan topik masalah sosial yang berbeda. Jangan kelewatan, karena tentunya kegiatan ini dapat melatih kemampuan berpikir kritis kalian!    FOTO Collage kegiatan Serasi pada tanggal 27 Agustus. Sumber: dokumentasi Serasi 27 Agustus Pranya dan Shelina
Selengkapnya
Gerak-Gerik Mencintai Lingkungan Pemilahan Sampah dan Pengomposan
Posted: 2022-09-14 | By: Jolene Kezia Annabelle Sulung | XD/19
Sanurians, di manakah hatimu? Tahukah Anda bahwa sebagai remaja di era globalisasi ini, penyaluran akal, jiwa, dan raga itu sangat dibutuhkan? Jangan hanya jadi kaum rebahan dong, sobat! Namun jangan khawatir, karena Seksi Pembantu Umum sudah siap dengan solusinya nih, manteman! Ya, apalagi kalau bukan kegiatan Pemilahan Sampah dan Pengomposan? Benar sekali, kegiatan ini sudah kembali beraksi. Simak artikel ini ya untuk melihat keseruannya! Kegiatan pemilahan sampah dan pengomposan ini dilakukan sepulang sekolah pada hari Jumat, 26 Agustus 2022. Program ini diawali dengan pemilahan sampah di Hall SMP-SMA dengan dampingan dari Ibu Agatha dan sejumlah panitia dari seksi Pembantu Umum. Kegiatan ini dilaksanakan oleh perwakilan peserta didik kelas  XII IPB, yaitu Gian, Marco, dan Klemens. Kegiatan pemilahan sampah tidak berlangsung lama—hanya kurang lebih 15 menit—di mana tim akan melakukan pemilahan sampah terhadap sampah yang letaknya belum sesuai dengan jenis tempat sampahnya. Setelah itu, sampah akan dimasukkan ke dalam kantong plastik yang baru dan diletakkan di belakang kantin untuk diambil karyawan nanti. Dalam melaksanakan kegiatan ini, Gian, Marco, dan Klemens sempat berbagi pengalaman sedikit mengenai kesannya mengikuti pemilahan sampah. Pertama, mereka mengatakan bahwa mereka ingin mencari kesibukan setelah jam pelajaran usai. Mereka menambahkan juga ingin merasakan kotor sedikit, serta ingin menambah pengalaman. Nah, pengomposannya gimana ya kira-kira? Pastinya tidak kalah seru. Pengomposan dilakukan di Rumah Pengomposan dekat gedung Auditorium pada pukul 13.37 WIB. Kegiatan ini dilakukan oleh Elsa, Kinan, Mae, dan Sello yang juga masih dari kelas XII IPB. Kegiatan ini dimulai dengan pengenalan mengenai mesin pencacah daun (hati-hati ya, manteman, mesinnya berisik dan banyak mengeluarkan serbuk dedaunan!). Setelah itu, mulailah proses pembagian tugas—ada yang bertugas memasukkan daun, menyodok daun masuk penggilingan, dan memegang plastik sampah untuk menampung hasil penggilingan. Sayangnya, ternyata masih banyak sampah anorganik yang tercampur di antara tumpukan daun, antara lain tisu, botol, hingga kantong plastik. Wah, hati-hati ya! Setelah selesai, hasil pencacahan daun tersebut akan masuk ke dalam barrel, yakni wadah silinder berongga, untuk proses penyimpanan daun dan bakteri pengomposan. Prosesnya mudah, Sanurians—barrel diputar 10 kali oleh Ben dan Sello. Semangat ya… Kegiatan ini dilakukan bukan hanya untuk semata-mata keren dan eksis. Namun, lebih tepatnya didasari oleh tiga nilai Santa Ursula, yakni cinta lingkungan, kepekaan, dan daya juang. Peserta didik Santa Ursula diajarkan untuk lebih memperhatikan keadaan di sekitarnya. Selain itu, peserta didik juga diajarkan untuk mengolah sampah sebagai solusi kreatif untuk menjaga kelestarian bumi.  “Dan mungkin, apa ya, kan lumayan capek—jadi kayak kita belajar daya juang juga, seperti itu,” kata Ben saat diwawancarai.\ Hasil pengomposan ini akan dijual secara pre-order (dicatat ya teman-teman!) dengan harga Rp 10.000,00. Hasil penjualannya akan masuk ke dalam kas Presidium SMA Santa Ursula BSD. Dijamin, kalian akan mendapatkan banyak banget keseruan, hiruk pikuk, dan wawasan dari dua kegiatan ini. Teman-teman dari seksi Pembantu Umumnya juga sudah terlatih loh… Nantikan keseruan lainnya dengan Tribun Ursula, ya! Teguhkan hatimu, Sanurians!
Selengkapnya
Berkenalan dengan SEMOSA: Senam Otak Sanurian
Posted: 2022-08-31 | By: Karya Levanni Natania Limanoh XC/24
Teman-teman pasti pernah merasa jenuh saat belajar, bukan? Atau merasa kurang fokus? Lalu, apa sih solusi untuk mengatasinya? Nah, senam otak adalah jawabannya! Senam otak memiliki segudang manfaat. Namun sayangnya masih sedikit orang yang tahu cara melakukannya. Oleh karena itu, Seksi Olahraga Presidium SMA Santa Ursula BSD membuat kegiatan yang disebut SEMOSA.  Sebelum menggali lebih dalam mengenai SEMOSA, mari kita mengenal senam otak terlebih dahulu, dr. Tania Savitri (2021) menyatakan bahwa Senam Otak atau Brain Gym adalah rangkaian gerakan yang bisa merangsang otak agar dapat bekerja secara optimal. Walaupun gerakan-gerakannya terlihat sederhana, senam otak dapat memberikan banyak manfaat loh, seperti meningkatkan konsentrasi dalam melakukan aktivitas sehari-hari, juga termasuk belajar. Gerakan senam otak dibuat untuk menstimulasi, meringankan, dan merelaksasi peserta didik yang sedang berada dalam situasi belajar tertentu.  Sekarang teman-teman sudah tahu pentingnya senam otak, bukan? Sayangnya, Senam otak masih jarang dan tidak rutin dilakukan oleh warga SMA Santa Ursula BSD sendiri. Menyadari pentingnya senam otak, maka Seksi Olahraga membuat program rutin bernama SEMOSA.    SEMOSA merupakan singkatan dari “SEnaM Otak SAnurian”. Kegiatan ini diperkenalkan untuk pertama kalinya pada hari Jumat, 12 Agustus 2022 dan Jumat, 18 November 2022 kepada seluruh peserta didik SMA Santa Ursula BSD. SEMOSA akan dilaksanakan secara rutin setiap Jumat pagi setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya. Melalui kegiatan ini, peserta didik SMA Santa Ursula BSD diharapkan dapat semakin fokus dan konsentrasi dalam mengikuti pembelajaran.    Berbeda dengan olahraga pada umumnya, gerakan senam otak ini sederhana sehingga tidak memerlukan lahan yang luas. Kegiatan SEMOSA akan dilakukan di ruang kelas masing-masing. Peserta didik akan melakukan senam otak dengan mengikuti video yang ditampilkan oleh guru. Video berdurasi kurang lebih selama tiga menit dengan menampilkan lima gerakan yang bervariasi. Gerakan senam otak ini melatih koordinasi  tangan kanan dan kiri untuk melakukan dua gerakan yang berbeda. Gerakan inilah yang dilakukan secara bergantian selama beberapa detik.    Gerakan-gerakannya mudah untuk dilakukan, bukan? Karena gerakan-gerakannya mudah, teman-teman juga bisa melakukannya dari rumah ya. Setelah mengetahui banyaknya manfaat senam otak, yuk mulai lakukan senam otak secara rutin dan nantikan kegiatan SEMOSA berikutnya!
Selengkapnya
Upacara HUT RI Santa Ursula 2022
Posted: 2022-08-31 | By: Getsamane Sitepu/XI IPS 2/14
Upacara Hari Kemerdekaan Indonesia ke-77 yang dilaksanakan di lapangan SMP-SMA Santa Ursula BSD pada 17 Agustus 2022 diselenggarakan secara serentak. Dimulai pada pukul enam pagi, upacara ditandai dengan salah satu petugas membaca doa pagi. Puncak dari upacara ini yaitu pengibaran bendera yang dilakukan oleh tiga murid dari kelas XII.  Bapak Catur Agus Sancoko selaku pemimpin upacara kemudian memberikan pidato dengan tema utama anak muda Indonesia yang digadang-gadang akan menjadi bonus populasi penduduk di masa depan sehingga penting untuk membina dan mendidik mereka melalui pendidikan agar menjadi bagian dari bonus populasi yang membangun Indonesia.  Upacara diakhiri dengan menyanyikan “Hari Merdeka” dan doa penutup.  Upacara ini merupakan upacara tatap muka pertama sejak 2019. Walaupun tatap muka, upacara ini dihadiri secara terbatas oleh guru dan peserta didik dikarenakan pandemi yang belum usai. Akan tetapi, menurut Bapak Tommy yang bertugas melatih siswa untuk menjadi petugas upacara ada banyak tantangan menjelang Hari-H. Beberapa contohnya yaitu seragam yang tidak muat dipakai oleh beberapa siswa petugas upacara , jadwal latihan yang kurang, dan perlunya membangun ulang kembali program paskibra yang sebelumnya terputus selama dua tahun. “Bolong-bolong” ungkap salah satu petugas upacara, Aveline Octaviane dimana ia mengaku bahwa jadwal latihan upacara tidak lengkap.   Namun di sisi lain, harapan untuk Upacara HUT RI 2023 tinggi. Pembina maupun petugas upacara berharap agar upacara tahun depan dapat berjalan seperti sedia kala dimana dapat diisi oleh semua murid baik SMP maupun SMA secara langsung.
Selengkapnya
Berubah Di Kala Pandemi
Posted: 2021-11-23 | By: Karol Yangqian.P & Servina Viviene.T
Oktober menjadi bulan perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS). Tidak ketinggalan juga OSIS SMP dan SMA Santa Ursula BSD mengadakan perayaan HPS 2021: BERDIKAMI (Berubah Di Kala Pandemi) pada Jumat, 15 Oktober 2021. Tujuan yang melatarbelakangi kegiatan ini yaitu untuk menumbuhkan kesadaran akan pangan sehat juga kepedulian terhadap sesama terutama yang membutuhkan bantuan. Dengan ini seluruh peserta didik diharapkan bisa berubah bersama ke arah yang lebih baik demi kebaikan dan kesejahteraan sesama. Pandemi tentunya merupakan waktu yang sangat sulit untuk hampir seluruh masyarakat dunia. Tidak terkecuali orang-orang yang ada di sekitar kita. Oleh karena itu, HPS 2021 ini mengangkat isu berawal dari para petani yang kesulitan menjual produk dikarenakan distribusi yang terhambat. Akhirnya berimbas pada harga pangan yang mengalami kenaikan. Tidak sampai di situ saja, selama masa pandemi ini tingkat konsumsi masyarakat Indonesia mengalami penurunan karena banyak yang terpaksa kehilangan pekerjaannya. Membuat masyarakat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya termasuk kebutuhan pangan. Namun sayangnya, di sisi lain tetap ada kelompok masyarakat yang secara ekonomi tetap stabil dan tidak terlalu merasakan dampak dari pandemi yang malah menumpulkan rasa penghargaan terhadap pangan juga kesehatan tubuhnya.  Oleh karena itu, kegiatan ini hadir sebagai salah satu aspek kecil untuk mengajak peserta didik menumbuhkan kesadaran dan kepedulian mereka akan sesama serta terhadap permasalahan pangan yang sering muncul di sekitar kita tetapi kurang kita sadari. Dengan kegiatan ini, diajak juga peserta didik untuk ikut serta dalam melakukan tindakan-tindakan kecil yang memiliki dampak yang besar bagi diri sendiri juga tentunya sesama sebagai bentuk nyata akan kesadaran tersebut.   Di hari pelaksanaan acara, seluruh peserta didik SMP dan SMA berkumpul di konferensi video kelas masing-masing pada sesi perwalian di jam terakhir untuk melakukan serangkaian kegiatan. Rangkaian kegiatan ini dipandu oleh ketua dan wakil ketua kelas serta dibantu oleh wali kelas dan beberapa tenaga pendidik pendamping. Pertama, seluruh anggota kelas diberi pemaparan mengenai tujuan dan latar belakang kegiatan peringatan HPS ini. Kemudian, untuk sedikit melepas penat setelah melakukan kegiatan pembelajaran sepanjang hari, diadakanlah sedikit ice breaking dengan bermain kuis tebak gambar bertema HPS. Setiap peserta didik maupun tenaga pendidik bisa menebak benda yang ada pada salah seorang pemain, apabila jawabannya benar maka ada fun facts mengenai gambar tersebut. Begitulah pembuka dari acara ini. Pada sesi berikutnya, peserta didik dan tenaga pendidik kelas menyaksikan sebuah tayangan video yang dibuat khusus untuk kegiatan memperingati HPS 2021 ini. Video menceritakan kisah dua orang remaja yang hidup di lingkungan dan kondisi yang berbeda dan berbanding terbalik. Geo adalah seorang pelajar pada umumnya, keadaan ekonomi keluarganya mencukupi, dan bisa menikmati berbagai hiburan di rumahnya di kala pandemi ini. Segala aktivitas ia lakukan di rumah semenjak pandemi, mulai dari sekolah hingga menonton serial favoritnya. Namun, pola makannya selama ini tidak sehat, ia seringkali menyisakan bahkan membuang makanan ke tempat sampah, membuatnya terlihat lesu, tidak bersemangat, juga penghargaannya terhadap makanan berkurang. Di sisi lain, Galih menjalani hidup yang penuh tantangan. Ia hanya seorang remaja sama seperti Geo, tetapi keadaan keluarganya kurang mampu secara ekonomi. Ditambah, pandemi ini membuat kondisi keluarganya makin terpuruk. Berjuang mencari sesuap nasi, belajar dengan fasilitas seadanya, dan melewati jam makan menjadi perjuangan sehari-harinya. Gizi yang ia peroleh juga tidak bisa dikatakan cukup. Kisah kedua tokoh ini memang fiktif, tetapi tanpa disadari banyak sekali di antara kita yang memiliki kondisi kehidupan seperti Geo dan Galih di lingkungan sekitar. Hal ini menjadi masalah-masalah faktual yang terjadi di sekitar terutama selama pandemi ini. Pandemi telah membatasi aktivitas kita dan memaksa kita berkegiatan di rumah bahkan memberikan tekanan psikologis hingga mengakibatkan kejenuhan. Beberapa orang mengalihkan rasa jenuh dan stres ini dengan mengonsumsi makanan kesukaannya secara berlebihan. Akan menjadi jika makanan yang disukai bergizi, tetapi nyatanya masih banyak orang yang mengonsumsi junk food secara berlebihan. Data pun membuktikan bahwa masih banyak masyarakat yang melakukan ini, bahkan setengah dari mereka (atau kita) menjadikan junk food sebagai alternatif sarapan. Padahal sebagian besar telah sadar akan ketidakadaannya nutrisi dan dampak baik bagi kesehatan tubuh.  Di saat sebagian masyarakat mengalami masalah dalam pola makan, sebagian lainnya justru memiliki masalah dalam memperoleh gizi itu sendiri. Semenjak pandemi melanda, banyak aktivitas ekonomi yang terpuruk terutama pada masyarakat kecil. Banyak pekerja dalam bidang formal maupun informal yang mengalami PHK, ditambah pandemi yang menyebabkan kenaikan harga pangan di seluruh dunia. Saat harga pangan semakin mahal, daya beli masyarakat justru menurun. Inilah yang terjadi di masyarakat entah kita sadari atau tidak. Dengan begitu, seluruh peserta didik diajak untuk melakukan aksi tindak lanjut untuk menanggapi permasalahan ini. Setelah menonton video, setiap peserta didik saling berbagi mengenai pengalaman berdasarkan masalah dalam video kemudian mendiskusikan apa saja yang bisa dilakukan, baik secara individual maupun sebagai kesepakatan kelas. Beberapa contoh aksi yang dilakukan seperti berbagi kepada sesama yang membutuhkan dalam bentuk donasi uang atau pangan, mengonsumsi makanan yang bergizi, tidak menyisakan makanan, berkreasi membuat makanan sehat, dan masih banyak lagi. Peserta didik juga diberi kesempatan untuk membagikan pengalaman aksinya dalam bentuk foto yang dapat dikumpulkan dari tanggal 16 sampai 23 Oktober 2021. Kemudian, foto-foto ini diunggah secara anonim di akun Instagram @pubsma dan akan segara diunggah di majalah elektronik Tribun Ursula.  Perubahan bisa dilakukan oleh siapapun tanpa terkecuali. Hanya dengan uluran tangan yang sederhana dan dalam bentuk apapun pastinya dapat membantu sesama kita. Harapan yang sangat besar diberikan kepada seluruh peserta kegiatan ini untuk mulai melakukan aksi dari sekarang dan tidak hanya ketika HPS, namun untuk seterusnya. Penulis : Karol Yangqian Poetracahya XI MIPA 1/19 Servina Viviene Tjindana XII IPB / 29
Selengkapnya
Disatukan oleh Keajaiban Toleransi Melalui SAMINAYA : Satukan Misi Nyalakan Budaya 2021
Posted: 2021-09-15 | By: Santika Cahyana X B
Belajar dan mengaplikasikan sikap toleransi secara langsung dengan 100 peserta didik di Indonesia dari 10 daerah yang berbeda merupakan hal yang tidak pernah terlintas di pikiran saya. Apalagi sampai menjalin hubungan kekeluargaan yang erat. Tentu hal yang sangat disayangkan jika terlewatkan. Kesempatan berharga ini telah saya dapatkan melalui acara SAMINAYA 2021. Acara ini merupakan sebuah acara kolaborasi antara SMA Santa Ursula Jakarta dengan SMA Santa Ursula BSD yang mengusung tema “Ikatan dalam Keberagaman”. Dengan menghadirkan muda-mudi dari seluruh penjuru Indonesia, banyaknya pendapat dan argumen seolah membuka mata saya akan keragaman di negeri ini.  Pengalaman yang mengesankan ini dibuka dengan diskusi interaktif dengan Inayah Wulandari Wahid (putri bungsu Alm. K.H. Abdurrahman Wahid) melalui ‘Titik Temu Budaya’. Toleransi merupakan salah satu keterampilan yang perlu dilatih dan terbentuk saat kita bertemu dengan keberagaman. Perbedaan adalah fakta yang paten, tidak bisa diganggu gugat, tidak bisa dihilangkan, dan tidak bisa disamakan oleh siapapun. Hal yang kita dapat lakukan adalah melihatnya sebagai kekuatan dan kekayaan. Dalam bertukar pikiran dan pendapat mengenai keragaman dan arti toleransi, kami dipecah ke dalam 10 kelompok yang berisi beberapa peserta didik dengan asal daerah yang berbeda, mencangkup SMA Santa Ursula Jakarta, SMA Santa Ursula BSD, SMAN 3 Prabumulih, SMAN 2 Sangatta Utara, SMA Xaverius Lampung, SMA Theodorus Kotamobagu, SMAN 1 Mataram, SMAN 4 Denpasar, SMAN 3 Sorong, Madrasah Aliyah Negeri 1 Ternate, dan SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur. Dalam berdinamika di kelompok inilah saya benar-benar meresapi apa arti toleransi yang sebenarnya. Beranggotakan peserta didik yang tak saling kenal, kami belajar untuk saling memahami dan menghargai setiap perbedaan yang ada. Hal yang lebih membuat saya salut dengan keajaiban toleransi adalah ketika pada akhirnya kami bersepuluh beserta dengan dua orang pendamping dapat menjadi akrab dan disatukan oleh gelak canda dan tawa. Berdinamika dan bekerja dengan orang-orang asing tidaklah mudah, apalagi ketika setiap kepalanya memiliki perbedaan pendapat dan perbedaan watak dalam bagaimana mempertahankan argumen dan keinginannya. Perbedaan waktu juga terkadang menghalangi kami dalam berdiskusi menyelesaikan projek bersama. Namun, saya ingin membuktikan bahwa toleransi memang memegang peran penting dan kekuatannya dalam mempersatukan perbedaan sangat besar. Hal lain yang membuat saya bangga mengikuti acara ini adalah pondok permainan yang diadakan pada hari terakhir (Sabtu, 21 Agustus 2021). Walaupun masih terbatas layar, adanya gim seputar pengetahuan kebudayaan ini sangat mempererat kerja sama dan kekompakan kami sebagai sebuah tim. Saya sangat bersyukur dan senang bisa menjadi salah satu peserta yang terpilih untuk mengikuti acara SAMINAYA 2021 ini. Senang rasanya mendapatkan teman-teman baru yang turns out menjadi keluarga baru saya.  Tak lupa juga rasa terima kasih saya ucapkan kepada seluruh panitia acara yang sudah merealisasikan acara SAMINAYA 2021. Berdirinya acara ini sangat mempengaruhi cara kami sebagai generasi muda dalam melihat perbedaan sebagai suatu kekayaan yang patut dirayakan bersama.
Selengkapnya
Green House : Solusi Berkebun di Sekolah
Posted: 2021-02-02 | By: Fransiska Putri Setiawati
Di tengah maraknya perkembangan teknologi, banyak hal baru yang hadir dari berbagai bidang kehidupan, salah satunya yaitu di bidang pertanian. Cara menanam tanaman sekarang ini sudah sangat modern sehingga bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu di antara banyak caranya yaitu menanam tanaman dengan metode hidroponik. Berdasarkan laman petanidigital.id, hidroponik adalah cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah. Kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh tanaman ini berasal dari air, yang mana segala kebutuhan dari tanaman itu sendiri berasal dari sana. Istilah hidroponik ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah. Penyangga tanamannya biasanya menggunakan batu apung, kerikil, sekam, serbuk gergaji, rockwool, dan sebagainya. Teknik menanam yang satu ini mulai banyak digunakan oleh masyarakat di perkotaan karena biasanya lahan di perkotaan tidak seluas lahan di pedesaan. Oh ya, apakah kalian sudah tahu bahwa Sekolah Santa Ursula BSD memiliki sebuah rumah hidroponik? Nah, sekolah yang mulai dibangun pada bulan Juli 1990 ini ternyata memiliki sebuah tempat yang dikhususkan untuk menanam, merawat, dan memanen sayuran yang ditanam secara hidroponik. Tempat tersebut diberi nama Green House. Seperti namanya, tanaman yang ditanam di sana mayoritas merupakan sayuran berdaun hijau. Letaknya ada di bagian belakang gedung SMP-SMA Santa Ursula BSD dan dekat dengan jalan raya Serpong, jadi kalian bisa melihat bangunannya jika kalian melewati kawasan Sekolah Santa Ursula BSD. Berdasarkan pemaparan informasi dari Ibu Lisianawati, berdirinya Green House ini diawali dengan adanya pelatihan tentang hidroponik yang diikuti oleh beberapa tenaga pendidik. Setelah selesai pelatihan, pihak Yayasan Santa Ursula BSD, dalam hal ini Suster Francesco membuatkan Green House sebagai langkah tindak lanjut dari pelatihan tersebut. Green House yang dibuat ini juga sudah dilengkapi dengan berbagai instalasinya yang sekarang ada di halaman Santa Ursula BSD. Green House ini juga dapat digunakan untuk kegiatan  pembelajaran. Peserta didik yang tentunya didampingi oleh tenaga pendidik diperbolehkan menanam tanaman secara berkelompok sampai pada proses panen. Nantinya hasil panen tersebut bisa dijual kepada peserta didik dan tenaga pendidik yang berminat. Secara umum, ada berbagai kegiatan yang dapat dilakukan oleh warga Sekolah Santa Ursula BSD di dalam Green House ini. Kegiatan tersebut antara lain (1) perawatan instalasi, (2) penyemaian sayur yang akan ditanam, (3) penanaman jika hasil semaian sudah siap untuk ditanam, (4) pemupukan secara teratur untuk tanaman yang sudah tumbuh, (5) proses panen sayur sesuai dengan waktunya. Biasanya varian tanaman yang ditanam secara hidroponik yaitu berbagai sayur-mayur antara lain bayam, kangkung, pakcoy, caisim, selada, dan sawi putih. Penanaman varian sayur juga disesuaikan dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh tenaga pendidik dan pihak yang merawat area Green House ini. Di tengah adanya pandemi Covid-19, perawatan Green House tetap produktif. Perawatan ini dilakukan oleh beberapa tenaga pendidik dan karyawan yang memang berminat. Selama tahun 2020, kami sudah sudah memanen sebanyak tiga kali untuk sayur pakcoy, sawi hijau, dan kangkung. Saat ini, kami baru merawat satu area tanam bayam dan pembibitan caisim. Keuntungan yang dapat dirasakan saat memiliki Green House adalah kami bisa makan sayur yang sehat dengan hasil tanam sendiri. Selain itu, kami bisa termotivasi untuk menanam sayuran secara hidroponik di rumah masing-masing. Walaupun proses penanaman secara hidroponik ini memiliki banyak keuntungan, tetapi kami juga pernah mengalami gagal panen. Penyebabnya antara lain karena terjadi mati listrik sehingga irigasi ikut terhenti. Di saat itu, kebetulan peserta didik dan tenaga pendidik sedang libur. Selain itu, penah terjadi kerusakan pada pompa air di sana. Terjadinya kejadian bocor atau meluapnya air dari tempat tanam sehingga terbuang pupuk yang sudah dituang juga menjadi salah satu faktor gagal panen. Masalah eksternal seperti saluran irigasi yang tersumbat dan sayuran yang terserang hama juga mengakibatkan sayuran yang sudah ditanam tidak tumbuh dengan baik. Semua faktor gagal panen ini bisa teratasi jika aktivitas penanaman terpantau dengan baik oleh tenaga pendidik dan peserta didik. Maka, memang diperlukan observasi dan pemeliharaan yang berkala terhadap tanaman dan instalasi hidroponik. Hal ini bertujuan untuk mencegah gagal panen dari faktor eksternal. Harapan kami agar panen sayur bisa berlimpah dan semuanya dapat bertumbuh dengan baik. Akhir kata, mari teman-teman kita lakukan bersama penanaman hidroponik. Jenis penanaman ini kaya akan manfaatnya. Kita bisa mengonsumsi sayur dengan kuaalitas yang baik. Sayur yang dihasilkan juga dapat menjadi sumber penghasilan. Selain itu, dengan melakukan penanaman secara hidroponik, kita dapat membantu sesama dengan berbagi hasil panen yang ada.
Selengkapnya
Masa Depan Organisasi Kesiswaan SMA Santa Ursula BSD
Posted: 2021-02-02 | By: Tim Badan Formatur 2020
Pandemi COVID-19 membawa perubahan yang besar yaitu bergesernya kegiatan umat manusia menjadi kegiatan berbasis daring. Masyarakat terpaksa untuk beradaptasi dalam waktu yang singkat dan menciptakan terobosan-terobosan baru agar bisa mengatasi keterbatasan di tengah pandemi ini. Hal yang sama terjadi di OSIS SMA Santa Santa Ursula BSD.             Proses pembelajaran peserta didik lewat kegiatan non-akademis saat ini sering terlupakan dari sekolah karena karena fokus sekolah yang lebih tertuju kepada pengembangan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hal ini terlihat jelas dengan peserta didik yang terpaksa mengusahakan segala sesuatunya secara mandiri. Hal inilah yang  dirasakan dan dilakukan oleh Badan Pengurus OSIS (BP OSIS) SMA Santa Ursula BSD tahun 2020. Seluruh proses yang biasanya bisa dilakukan dengan mudah, sekarang terasa menjadi begitu sulit. Mulai dari proses rapat, proses perizinan, hingga proses pembentukan BP OSIS periode selanjutnya.             Beruntung, beberapa peserta didik kelas XII yang tergabung dalam BP OSIS 2020 sudah mulai memikirkan proses pembentukan BP OSIS periode selanjutnya, atau yang biasa disingkat sebagai PEMILOS 2021, sejak bulan Juli 2020. Awalnya, mereka melakukan riset dan observasi pada PEMILOS daring yang dilaksanakan sekolah-sekolah lain agar dapat memahami proses yang dilakukan. Dengan begitu, PEMILOS 2021 diharapkan bisa dilaksanakan sebaik dan seefektif mungkin untuk almamater tercinta.             Setelah riset dan observasi, dilakukanlah brainstorming untuk menyatukan ide-ide dan pendapat dari berbagai pihak. BP OSIS 2020 sudah mulai dengan membuat konsep dan rencana kasar mengenai apa yang bisa dilakukan dan bagaimana melakukannya untuk memunculkan bayangan proses PEMILOS 2021. Segala bentuk preparasi yang diperlukan dibuat sedini mungkin karena proses tidak hanya berhenti di titik itu saja. Tahap selanjutnya yang tak kalah penting adalah berdiskusi dengan pihak sekolah agar PEMILOS 2021 tetap diadakan meski dalam kondisi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Bagian awal ini dilakukan tidak dalam waktu yang sebentar, melainkan mencapai sekitar tiga hingga empat bulan.             Pada pertengahan bulan November, sekolah memutuskan untuk tetap mengadakan PEMILOS 2021dan mengutus tim yang turut serta membantu pada tahap awal proses pemilihan BP OSIS 2020 untuk peserta didik kelas XI. Hal ini dilakukan karena tidak adanya kelompok Kaderisasi yang biasanya menjadi salah satu kriteria yang harus dimiliki oleh Ketua OSIS SMA Santa Ursula BSD. Penjaringan dimulai sejak tanggal 17 dan 18 November 2020, dimana peserta didik kelas X dan XI yang tertarik untuk menjadi BP OSIS mendaftarkan diri, kemudian dilanjutkan dengan tahap penyaringan Calon Badan Pengurus kelas XI yang dilakukan oleh tim sekolah.             Akhirnya, pada awal bulan Desember 2020, ketika BP OSIS 2020 memaparkan laporan pertanggungjawaban dan ditetapkan dalam status demisioner, dilantiklah Badan Formatur (BF) yang bertugas merencanakan dan melakukan rangkaian kegiatan PEMILOS 2021. BF yang dilantik beranggotakan 10 orang peserta didik kelas XII yang mewakili anggota BP OSIS sebelumnya, non-BP OSIS, Kaderisasi, dan non-Kaderisasi. BF bertugas dan bertanggung jawab atas seluruh proses pemilihan Ketua OSIS danpenyusunan BP OSIS 2021. Selama 13 hari kerja, BF berdinamika untuk menyesuaikan konsep-konsep kasar yang telah disusun sebelumnya sampai pada tahap eksekusi. Serangkaian tes yang terdiri dari fit and proper test, forum group discussion, dan wawancara dilakukan untuk mencari kandidat-kandidat terbaik Calon Ketua OSIS 2021. Bakal Calon Ketua OSIS yang lolos menjadi Calon Ketua OSIS akhirnya melakukan kampanye. Proses kampanye dibagi menjadi dua jenis, yaitu kampanye massa dan kampanye cerdas. Kampanye massa pada tahun ini sangat berbeda dengan tahun lalu. Akibat adanya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), pertemuan fisik antarpeserta didik yang terlibat tidak bisa dilakukan, sehingga semua proses PEMILOS 2021 dilakukan secara daring. Seluruh bentuk kampanye massa dilakukan melalui akun media sosial Calon Ketua OSIS bersama dengan tim kerjanya guna memperkenalkan visi dan misi masing-masing, serta menarik minat seluruh peserta didik dan guru agar berpartisipasi aktif dalam PEMILOS 2021. Berbeda dengan kampanye massa, kampanye cerdas dilakukan untuk menguji dan memperlihatkan kompetensi dari kedua Calon Ketua OSIS. Tahap ini terdiri atas orasi dan debat cerdas kedua calon yang disaksikan oleh seluruh peserta didik dan tenaga pendidik di SMA Santa Ursula BSD. Setelah seluruh proses kampanye selesai, PEMILOS 2021 berlanjut ke tahap yang paling penting, yaitu proses pemungutan suara yang dilakukan oleh seluruh peserta didik dan tenaga pendidik di SMA Santa Ursula BSD. Badan Formatur menyelenggarakan pemilihan ini melalui media Google Form. Hasil penghitungan suara juga disaksikan secara live oleh perwakilan kelas dan perwakilan tim kerja tiap calon ketua OSIS dengan tujuan menjunjung transparansi.  Media yang digunakan ini masih belum sempurna, terlihat dari masih adanya beberapa masalah pada rekapitulasi penghitungan suara. Namun, untuk pengalaman pertama, proses ini bisa terlaksana dengan cukup baik. Proses terakhir dari serangkaian PEMILOS 2021 adalah penyusunan kabinet BP OSIS 2021. Ketua OSIS terpilih bersama dengan Calon Ketua OSIS yang tidak terpilih mengatur dan menyusun kabinet BP OSIS 2021. Meski proses ini dilakukan bersama-sama, pada akhirnya Ketua OSIS terpilihlah yang memiliki hak prerogatif untuk memutuskan kabinet kerja BP OSIS 2021. Untuk mendukung proses ini, BF menyelenggarakan serangkaian tahap penyaringan melalui pengumpulan CV, klarifikasi CV, dan forum group discussion yang hasilnya merupakan bentuk rekomendasi dari BF kepada Ketua OSIS terpilih sebagai bahan pertimbangan. Rangkaian acara PEMILOS ini berakhir pada hari Kamis (17/12) dengan dilantiknya Andrea Felicia Subena sebagai Ketua OSIS dan seluruh Badan Pengurus OSIS SMA Santa Ursula BSD 2021. Dari proses ini, banyak hal bisa dipelajari, terutama tentang bagaimana beradaptasi dan berinovasi dalam situasi yang sulit. Walaupun seluruh proses belum sepenuhnya sempurna, PEMILOS 2021 menjadi langkah yang besar dalam memajukan bidang kesiswaan SMA Santa Ursula BSD.
Selengkapnya
SHARING ALUMNI SEKOLAH SANTA URSULA BSD
Posted: 2020-12-18 | By: Tim Psikolog Sekolah Santa Ursula BSD
BOBA TALK  Merupakan  kebanggaan  bagi  Sekolah  Santa  Ursula  BSD  saat  bertemu  kembali  dengan alumninya  yang  sudah  tersebar  di  berbagai  penjuru  dunia,  baik  untuk  menempuh  pendidikan lanjutan ataupun untuk tinggal dan bekerja. Pengalaman yang mereka miliki sangat bernilai dan kesediaan  mereka  untuk  berbagi  sangat  dinantikan.  Melihat  antusiasme  dari  para  peserta  didik  SMA  untuk  menempuh pendidikan  di  luar  negeri  serta  keinginan  yang  besar  untuk  belajar  dari pengalaman  kakak  kelasnya,  maka  sekolah  memfasilitasi  acara  bincang-bincang  dengan  para alumni.   Acara  bincang  alumni  yang  diulas  dalam  tulisan ini  adalah  Boba  Talk  bersama  kakak  beradik  Hebert Satria  J.  (alumni  tahun  2015  yang  sekarang  bekerja sebagai  Mechatronics  Designer  ASML  Belanda)  dan Christian Kayne Dwi J. (alumni tahun 2018 yang saat ini berada  di  tingkat  awal  Hochschule  Darmstasdt-Jerman). Kedua  kakak  beradik  ini  menegaskan  bahwa  mereka bukan  berasal  dari  keluarga  yang  sepenuhnya  bisa membiayai  pendidikan  mereka  sampai  di  Eropa.  Oleh karena  itu,  mereka  benar-benar  harus  berjuang  untuk mendapatkan  beasiswa,  mengatur  sendiri  biaya hidupnya, serta bekerja paruh waktu sambil kuliah.   Selain  itu,  hal  yang  ditekankan  adalah  selama belajar  di  luar  negeri,  mereka  benar-benar  menggunakan  waktunya  untuk  fokus  belajar  karena untuk mendapatkan beasiswa mereka harus memperolah nilai yang sangat baik. Dalam bincang- bincang ini yang sangat ditekankan oleh Hebert dan Kayne adalah kemandirian belajar, inisiatif untuk mencari tahu dari berbagai sumber yang ada, daya juang, serta keinginan yang kuat untuk menempuh pendidikan dan meraih kehidupan yang lebih baik.   SHARING ALUMNI - BINA NUSANTARA  Pada  tanggal  3  Desember  2020,  selain  bincang-bincang  dengan  kedua  kakak  beradik  di atas,  sekolah  juga  mengadakan  bincang-bincang  dengan  tiga  orang  alumni  yang  sedang menempuh  pendidikan  di  Universitas  Bina  Nusantara.  Ketiga  alumni  tersebut  adalah  Felicia Martina  Juwantoro  (alumni  tahun  2017  -  DKV  New  Media,  tempat  Magang:  Apple  Developer Academy  @BINUS);  Melvin  Laurel  Puka  (alumni  tahun  2017  -  Sistem  Informasi,  tempat magang: BCA); dan Fiona Michelle (Alumni 2019 – Product Design Engineer)  Memilih program studi dan perguruan tinggi yang  diinginkan  memang  bukan  hal  yang  mudah. Mencari informasi, berani mencoba, dan menantang diri  keluar  dari  zona  nyaman  adalah  beberapa  cara yang  diungkapkan  Feli,  Melvin,  dan  Fiona  untuk menyiapkan  diri  mereka  masuk  ke  dunia perkuliahan.  Ketiga  alumni  tersebut  menekankan bahwa kemampuan beradaptasi sangat penting untuk menunjang proses perkuliahan.   Dunia  kuliah  sangat  berbeda  dengan  SMA. Saat  di  SMA,  ada  banyak  orang  yang  mendukung terutama  teman  dan  guru  yang  masih  akan  selalu mengingatkan  ketika  ada  tugas  maupun  penilaian. Sementara  di  dunia  kuliah,  seorang  mahasiswa benar-benar dituntut untuk mandiri dan melakukan segala sesuatunya sendiri. Dosen tidak akan menagih, meminta tugas, ataupun mengejar mahasiswa yang belum mengumpulkan tugas. Untuk itu  dibutuhkan  kesadaran  penuh  dalam  mengatur  waktu  dan  membuat  prioritas  dari  masing- masing individu untuk melakukan tanggung jawabnya.  
Selengkapnya
DARI LASKAR, UNTUK YANG TERPINGGIRKAN
Posted: 2020-12-18 | By: Arvyno Pranata Limahardja XI MIPA 3/5 dan Angelic
Di tengah masa pandemi ini, setiap bidang kehidupan masyarakat ikut terdampak, tak terkecuali secara ekonomi. Banyak masyarakat di sekeliling kita yang terpaksa harus mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari tempat kerjanya. Hal itu berdampak pula pada keluarga mereka yang ikut merasakan kesulitan tersebut. Untuk menanggapi keadaan tersebut, kita perlu menyatukan semangat persatuan dan solidaritas kita untuk ikut memikul beban mereka pula secara bersama-sama.  Di saat yang sama, seluruh aktivitas apresiasi seni secara fisik terpaksa harus dihentikan untuk sementara waktu demi menghentikan penyebaran virus COVID-19. Meski begitu, terbuka pula kesempatan-kesempatan lain untuk kita tetap bisa menghargai dan mendukung para pembuat karya seni. Mereka ialah peserta didik yang memiliki minat dan bakat dalam bidang tersebut. Pemberian apresiasi tersebut dapat melalui platform dan media virtual yang sekarang ini bisa dengan mudah diakses oleh masyarakat luas. Berdasarkan dua alasan di atas, kemudian seksi kesenian OSIS SMA Santa Ursula BSD mengadakan LASKAR (Lelang & Ekshibisi Karya Seni) yang kemudian terbuka untuk konsumsi publik seluas-luasnya. Sesuai dengan singkatan dari LASKAR itu sendiri, rangkaian acara secara garis besar terdiri atas pameran seni yang telah diselenggarakan di tanggal 31 Oktober 2020 yang lalu dan lelang karya di tanggal 5 - 10 November 2020.  Pameran seni diadakan secara virtual melalui dua platform yang berbeda. Platform tersebut yaitu website Artsteps (bit.ly/GaleriLASKAR) dan kanal Youtube ‘Sanur on Screen’ (bit.ly/VideoTurGaleriLASKAR). Pameran seni ini sendiri telah diikuti oleh 35 kreator seni yang mempersembahkan karya-karya terbaik mereka untuk menghiasi dinding-dinding galeri tersebut. Sebelumnya, para kreator diminta dalam selang waktu tiga minggu untuk mengekspresikan pemikiran dan perasaannya tentang sebuah kata, ‘Terpinggirkan’, menjadi sebuah wujud fisik. Berdasarkan data pada tanggal 28 November 2020, pameran seni virtual ini ditutup dengan perolehan 791 kunjungan pada galeri Artsteps dan 411 kali ditonton pada Youtube. Selanjutnya, lelang karya yang telah diselenggarakan tersebut juga dibantu oleh situs live chatting, Padlet. Sebanyak 23 karya yang memang berkualitas setelah melewati proses seleksi bersama dengan para juri pilihan, terpilih untuk bisa berkesempatan dilelang di masyarakat luas. Tidak hanya masyarakat luas, teman-teman dalam komunitas SMA Santa Ursula BSD pun berkesempatan untuk bisa mengikuti acara lelang karya.  Dengan ini, pendidikan nilai yang selama ini telah digaungkan oleh sekolah SMA Santa Ursula BSD bisa terwujud secara nyata, terutama dengan mengajak para peserta didik untuk bisa menumbuhkan kepekaannya terhadap sebuah permasalahan yang sedang terjadi di sekitarnya. Melalui kegiatan ini, komunitas SMA Santa Ursula BSD semakin menghargai hakikat seni dan menjadikannya sebagai salah satu cara berbela rasa kepada sesama. Oleh karena itu, diharapkan supaya nantinya peserta didik betul-betul mampu memahami dan menghidupi arti sesungguhnya menjadi manusia-manusia yang utuh, cerdas, dan melayani dalam hidup bermasyarakat.
Selengkapnya
KESEHATAN MENTAL
Posted: 2020-11-24 | By: Tim Psikolog Santa Ursula BSD
Menurut WHO (2018), kalangan remaja dan dewasa muda paling rawan mengalami gangguan kesehatan mental. Hal ini karena pada usia ini, banyak perubahan dalam hidup, seperti mulai hidup terpisah orangtua, berpindah sekolah, atau lingkungan kerja baru yang berpotensi memicu stress atau tekanan mental. Kesehatan mental adalah keadaan sejahtera di mana setiap individu bisa mewujudkan potensi mereka sendiri. Artinya, mereka dapat mengatasi tekanan kehidupan yang normal, dapat berfungsi secara produktif dan bermanfaat, dan mampu memberikan kontribusi kepada komunitas mereka. (WHO). Menurut Kementrian Kesehatan, kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar. (https://promkes.kemkes.go.id/pengertian-kesehatan-mental).   Kesehatan mental merupakan suatu kontinum atau rentang (seperti garis), tidak dapat dilihat hitam putih. Kalau kita perhatikan kondisi emosi atau energi kita, kadang naik (senang, bahagia, ceria, antusias, bersemangat, dsb), kadang juga turun (sedih, kecewa, jenuh, putus asa, dsb). Tiap emosi memiliki kadarnya masing-masing, bisa juga saling tumpeng tindih dalam waktu yang bersamaan jadi tidak bisa dikategorikan ada atau tidak ada. Saat kondisi seseorang sedang “turun”, bukan berarti kondisi mental kita dapat langsung dinyatakan “sakit”. Coba lihat kembali seberapa jauh hal itu mengganggu aktivitas kita. Ketika sudah terasa amat mengganggu silahkan cari bantuan dari orang lain. Mengakui bahwa kita sedang merasa tidak baik-baik saja itu boleh, tidak apa-apa, dan tidak ada yang salah dengan itu.   Beberapa cara yang dapat dipakai untuk meredakan emosi, yang dapat diperlakukan seperti P3KM “Pertolongan pertama pada kesehatan mental” adalah: Melakukan relaksasi, atur nafas secara teratur, rasakan dan hayati perasaan yang muncul. Akui bahwa diri sedang butuh waktu dan jeda untuk menjadi lebih tenang. Gunakan seluruh panca indera untuk kembali berada pada “saat ini”. Bukalah mata lebar-lebar, lihatlah satu benda atau detil kecil yang selama ini luput dari perhatian. Lakukan selama beberapa menit sambil merasakan apa yang muncul di hati. Setelah menggunakan mata, silahkan lanjut ke telinga, cobalah dengarkan satu suara yang selama ini luput dari perhatian. Lakukan selama beberapa menit sambil merasakan kembali apa yang muncul di hati. Teruskan tahapan ini dengan menggunakan pancaindera yang lain. Hal yang terpenting adalah hindari melabel atau mendiagnosis diri sendiri. Terima dulu saja perasaanmu dan tetap jalani hari-hari dengan positif. Jangan sungkan cari bantuan dari orang terdekat atau orang lain yang bisa di percaya. Selamat menikmati hari-harimu. Salam sehat dan tetap semangat!
Selengkapnya
Menimba Keteladanan dari Santa Ursula
Posted: 2020-11-16 | By: Victor Puguh Harsanto
Tahun 2020, genaplah usia 30 tahun sekolah Santa Ursula BSD dalam mengarungi samudera luas pendampingan dan pembentukan karakter generasi muda dalam ranah pendidikan. Usia 30 tahun, selayaknya manusia, telah menjadi matang oleh berbagai pengalaman hidup yang mendewasakan. Sebagai penutup rangkaian perayaan 30 tahun sekolah Santa Ursula BSD, pada hari Rabu, 21 Oktober 2020 yang juga bertepatan dengan hari peringatan Santa Ursula, pihak sekolah telah menyelenggarakan peresmian dan pemberkatan patung Santa Ursula.  Pemberkatan patung nan indah ini dipimipin oleh Pastor Hendra Suteja, SJ pada pagi hari yang cerah dengan suasana dilingkupi rasa penuh syukur. Acara yang sederhana tetapi penuh makna ini dihadiri oleh seluruh tenaga pendidik dari unit TB-TK, SD, SMP, dan SMA Santa Ursula BSD. Tentunya acara ini dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.  Dengan didirikannya patung Santa Ursula ini, Pastor Hendra mengingatkan kami semua untuk semakin meneladani semangat dan keberanian dari Santa Ursula sebagai pelindung sekolah Santa Ursula, khususnya untuk melayani anak-anak muda dalam mempersiapkan hidup dan masa depan mereka. Sekarang, patung yang terbuat dari logam kuningan dengan tinggi 170 cm ini berdiri dengan kokoh dan indah di sebuah taman kecil, tepatnya di bagian pojok depan hall SMP-SMA Santa Ursula BSD. Tepat setahun yang lalu, ternyata gagasan untuk mendirikan patung Santa Ursula sudah diutarakan oleh Sr. Francesco Marianti OSU, selaku Ketua III Yayasan Sancta Ursula BSD. Beliau berharapan dengan kehadiran patung Santa Ursula ini, seluruh civitas academica sekolah Santa Ursula BSD dapat semakin mampu menimba dan mengaktualisasikan spiritualitas Santa Ursula dalam laku hidup keseharian. Patung ini juga diharapkan menjadi landmark atau penanda yang semakin mengukuhkan identitas dan kebanggaan sekolah. Kini, gagasan tersebut sudah bisa terealisasikan. Di sisi lain, pendirian patung Santa Ursula ini menjadi momen yang penting dan bersejarah karena dibarengi dengan keadaan pandemi Covid-19 yang berdampak besar dalam segala aspek hidup manusia di seluruh dunia dewasa ini. Semoga patung ini tidak hanya hadir secara fisik sebagai tetenger (Jawa: ciri; tanda khas), tetapi juga dapat selalu mendampingi kita secara spirit agar kita semua diberi kekuatan dan kesabaran di saat-saat sulit dan penuh tantangan ini. Dia akan selalu menjadi Alma Mater, Ibu yang mengayomi. Dengan kehangatan kasihnya, Santa Ursula juga akan selalu merengkuh siapa saja yang berbeban berat dan mereka yang rindu untuk pulang.   
Selengkapnya