SOLIDARITAS DALAM PENYEGARAN OBI
Posted: 2016-05-19 | By: Sabrina/XI.IPS 3
Kamis-Jumat, 28 - 29 April 2016, peserta didik kelas XI SMA Santa Ursula BSD mengikuti kegiatan penyegaran Outward Bound Indonesia (OBI ) sebagai kelanjutan dari kegiatan OBI yang telah dilakukan pada bulan Oktober 2015 didampingi dan difasilitasi langsung oleh Tim Instrutruktur dari OBI.  Kegiatan ini dilakukan sebagai follow up dan untuk mengingat semangat dan kerjasama yangtelah dibangun selama 6 hari di Jatiluhur.  Semangat dan kerjasama itu akan kembali di uji dalam berbagai bentuk dinamika dan permainan di dalam kelompok kecil yang terdiri dari 14 peserta didik  di dampingi oleh satu orang instruktur dari OBI.Sebelum kegiatan dimulai diawali dengan pemanasan terlebih dahulu secara bersama-sama. Terdapat 6 games antara lain : All Stand Up , Benang Kusut , Willow In The Win, Trust Lift , Traffic Jam dan Bola Toleransi.  Tidak seperti permainan pada umumnya, dibalik setiap permainan–permainan yang menyenangkan tersebut mengandung banyak nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari– hari.  Misalnya dalam permainan Benang Kusut, peserta didik yang berada di kelompok kecil membentuk lingkaran dan saling bergandengan tangan kanan dengan tangan kiri peserta didik lainnya selain yang berada disampingnya.  Setelah semua tangan berpasangan dan membentuk ikatan rumit, peserta didik diminta untuk menguraikannya kembali menjadi sebuah lingkaran tetapi gandengan tangan yang saling terikat tidak boleh terputus.  Dalam permainan tersebut, peserta didik belajar untuk bersabar dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi suatu masalah karena ketika tidak sabar maka masalah tersebut akan lebih rumit dan tidak bisa diselesaikan dengan cepat.  Selain itu melalui permainan lainnya, peserta didik dilatih untuk mampu  bekerjasama, berkomunikasi dengan efektif , suportif , percaya pada orang lain dan masih banyak lagi.Kegiatan yang diawali pukul 7.00 WIB ini diakhiri pada pukul 14.30 WIB dengan suatu proyek besar yaitu membuat suatu wadah mobilisasi untuk telur agar bisa jatuh dengan selamat dengan menggunakan bahan – bahan yang telah disediakan.  Peserta didik XI Santa Ursula BSD sangat kreatif dalam berkarya dalam membuat berbagai macam produk untuk memobilisasikan telur tersebut agar tidak pecah hingga di tanah.  Hal terpenting dari kegiatan tersebut adalah kerjasama, kekompakan dan saling percaya satu sama lain. Salam Outward Bound !
Selengkapnya
Siapakah orang miskin ?
Posted: 2015-12-03 | By: Andreas XI A1 / 5
Siapakah orang miskin? Kenapa mereka miskin ? Apa yang membuat mereka bisa bertahan ?Sebelum saya mengikuti pelatihan pra kaderisasi ( prakar ) pada tanggal 1 hingga 4 November 2015, jawaban untuk ketiga pertanyaan tersebut cukup mudah. Saya memiliki paradigma terhadap orang miskin, mungkin ada juga  yang sependapat dengan saya, bahwa orang – orang miskin itu resah, frustasi, terpuruk, tidak bertanggung jawab, tidak berdaya juang, tertutup, terbelakang, kebinguagan dan sebagainya. Mereka miskin karena mereka malas, mereka bertahan karena tuntutan untuk hidup. Tetapi, setelah saya mengikuti pelatihan prakar, pandangan saya akan orang miskin berubah. Saya diajak untuk melihat kembali realitas kehidupan orang miskin yang terjadi. Tidak hanya sebatas mengetahui saja, saya dituntut pula untuk menganalisa secara mendalam keadaan yang kini sedang terjadi dan mengaitkannya dengan tiga pertanyaan mendasar diatas. Ternyata, setelah 3 hari berpikir, berpikir, dan berpikir, pandangan saya akan orang miskin tidak semuanya benar. Orang miskin adalah orang yang juga berdaya juang, memiliki kreatifitas, bertanggung jawab, bertoleransi dan bersolidaritas, serta mereka memiliki harapan besar. Seorang kader Ursula tidak berhenti pada tahap berfikir dan prihatin, namun harus disertai tindakan nyata. Saya bisa memulai dari hal – hal kecil seperti menghargai pendapat setiap orang, tidak membeda – bedakan teman, dan mencoba bergaul dengan teman yang “tersingkirkan” di pergaulan kelas. Memang  untuk terjun langsung kelapangan dan membantu yang membutuhkan bukan hal yang mudah bagi saya. Namun, besar harapan saya agar kelak saya bisa lebih dekat dengan orang miskin dan memberikan bantuan yang lebih berarti bagi mereka. Akhir kata, saya merasa seluruh rangkaian pelatihan ini membuka mata hati serta wawasan saya terhadap orang miskin. Hanya tahu tidak cukup. Sebagai pemimpin alternatif, saya harus berani bertindak dan berani membantu sesama manusia.  
Selengkapnya
Indonesia Masih Bisa Mengguncang Dunia
Posted: 2015-11-09 | By: Andreas Galih/XI.IPA 2
“Pagi ini, 28 Oktober 1928 kami para pemuda berkumpul disini, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, dari berbagai golongan kami datang hanya untuk satu hal yaitu bangsa kami. Hari ini kami para pemuda – pemudi telah bersumpah setia pada bangsa ini, sumpah setia, jangan sia-siakan perjuangan kami jangan remehkan bangsa ini, jangan kau sepelekan Indonesia Raya mu itu, kami semua memimpikan menyanyikan lagu itu dengan gagah berani dan damai, kalau kau enggan untuk mengabdi pada bangsamu marilah kita bertukar nyawa sekarang juga!” Seperti itulah kira-kira, pesan yang akan disampaikan para pemuda-pemudi pada tahun 1928 kepada kita, para penerus mereka, kepada kita, masa depan bangsa. Untuk menghormati usaha para pemuda-pemudi yang telah mempersatukan perjuangan bangsa Indonesia lewat sumpah setia mereka, maka pada tanggal 28 Oktober 2015 peserta didik SMP dan SMA Santa Ursula BSD mengadakan upacara bendera. Seluruh petugas upacara merupakan peserta didik kelas X yang dilatih secara mandiri oleh tim Rindam Jaya SMA Santa Ursula BSD. Upacara yang dimulai tepat pukul 07.00 berjalan dengan lancar dan khidmat terutama saat pembacaan Sumpah Setia Pemuda-Pemudi oleh tiga orang petugas. Tampak terlihat para peserta upacara seperti dibawa menuju ke suasana Sumpah Setia 87 tahun yang lalu. Sebuah pesan bagi seluruh peserta didik yang merupakan generasi muda penerus bangsa coba dibangun melalui sebuah orasi yang disampaikan dengan penuh semangat oleh Naura XII IPA 3 , sebuah pesan agar kita para generasi muda bangsa mau aktif membangun bangsa, turut bertanggung jawab atas masa depan bangsa, ingin kita bawa kemanakah masa depan bangsa Indonesia, dalam orasi tersebut disebutkan juga dengan tegas dan jelas, perkataan Bung Karno “ Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”Upacara yang dilakukan di lapangan upacara SMP/SMA Santa Ursula BSD itu diakhiri dengan menyanyikan lagu Bangun Pemudi-Pemuda dan lagu daerah Hela Rotane, peserta didik dan seluruh peserta upacara turut serta menyanyikan kedua lagu tersebut dengan gembira. Selepas upacara peringatan Sumpah Pemuda, peserta didik SMA Santa Ursula BSD mengikuti talk show bersama dua narasumber : Bapak Syarif Abadi dan Bapak Ignatius Tri Handoko dengan dimoderatori oleh Michelle Gouw peserta didik XII.IPA 2. Bapak Syarif Abadi merupakan salah satu pendiri dari Yayasan Bantuan Coffee yang bergerak dalam bidang bantuan hukum bagi para korban human trafficking. Bapak Ignatius Tri Handoyo merupakan mantan Direktur Utama PT. KAI Commuter Jabodetabek. Kedua narasumber merupakan sosok pemuda bangsa yang memiliki integritas tinggi dalam pengabdian mereka kepada bangsa  melalui pekerjaan yang mereka lakukan. Bapak Ignatius Tri Handoko berhasil melakukan perubahan ke arah yang lebih baik bagi pelayanan KRL (kereta Rel Listrik) yang beroperasi di Jakarta, mulai dari perbaikan sumber daya manusia, perbaikan infrastruktur dan sistem tiket elektronik sampai menanggulangi jumlah penumpang yang naik di atap kereta. Di tangan beliau pula PT KAI Commuter Jabodetabek mengalami revolusi dan penambahan jumlah penumpang. Bapak Syarif Abadi adalah pendiri Yayasan Bantuan Coffee yang berhasil menampung dan membantu proses hukum bagi para korban perdagangan manusia secara cuma-Cuma. Beliau berhasil membiayai seluruh proses rehabilitasi korban perdagangan manusia dengan berjualan kopi yang dipasarkan di Eropa. Kedua sosok narasumber tersebut memberikan banyak pelajaran dan mampu membakar semangat peserta didik yang mengikuti talk showkarena banyak pertanyaan-pertanyaan kritis dan menarik yang diajukan kepada kedua narasumber. Dalam talk show tersebut Bapak tri Handoko berpesan agar peserta didik memiliki integritas dan berani bertanggung jawab atas masa depan bangsa, atas banyak orang, “be the man for others,” itulah yang dikatakan oleh Bapak Tri Handoko. Sumpah Setia Pemuda memang sudah terjadi 87 tahun yang lalu, namun apa yang bisa diberikan sebagai bentuk penghargaan dan meneruskan perjuangan para pendiri bangsa? Bukan dengan mengangkat senjata, tapi angkatlah bukumu, singsingkan lengan bajumu, siaplah bekerja sama mengharumkan nama bangsa, apa yang bisa kamu berikan untuk mengharumkan dan membangun bangsamu sekecil apapun, lakukanlah. Mari pemuda-pemudi Indonesia, kita guncang dunia! 
Selengkapnya
GARUDA Pembakar Jiwa Muda -Generasi muda harapan bangsa pembawa perubahan-
Posted: 2015-11-09 | By: Levinna Natalia XII IPA2/17
OSIS SMP-SMA Santa Ursula BSD menggelar acara Gelora Pembaharuan Muda (GARUDA) pada tanggal 20 Oktober 2015. Kegiatan GARUDA melibatkan seluruh anggota Sekolah Santa Ursula BSD mulai dari peserta didik, guru, karyawan, hingga orangtua peserta didik dari unit TB/TK, SD, SMP, maupun SMA. Kegiatan yang diselenggarakan di unit SMP SMA ini dibuka pada pukul 08.30 WIB secara simbolisdenganmelepasbalonolehSuster Francesco Marianti,OSU selaku Koordinator Kampus, KepalaSekolah TB/TK, SD, SMP, dan SMA, Ketua dan Wakil Ketua Panitia, dan perwakilan peserta didik TB/TK dan SD. Acara ini bertujuan agar semua pihak dapat membawa perubahan bagi bangsa asalkan memiliki semangat dan jiwa muda. Semangat dan jiwa muda adalah semangat untuk berani membawa perubahan, berani untuk berpikir inovatif dan kreatif, bersedia untuk melayani sesama, dan yang terpenting adalah semangat untuk mencintai bangsa Indonesia. Kegiatan GARUDA menjadi ajang bagi seluruh peserta didik TK, SD, SMP dan SMA untuk belajar melayani sesamanya, mulai dari lingkup kecil, yaitu adik-adik TK dan SD. Peserta didik dapat melayani dan membimbing adik-adik TK dan SD melalui “Kegiatan Bermain Bersama Kakak-Kakak SMA”. Adik-adik TK dan SD diajak untuk belajar bersama dengan membuat hasil karya sesuai dengan tingkatan kelasnya. Adapun kegiatan GARUDA dibagi dalam beberapa kelompok. Kelompok peserta didik TK dan SD kelas 1 belajar membuat tempat pensil dan menyablon tote bag.  Kelompok peserta didik SD kelas 2 dan 3 belajar membuat ondel-ondel dari kok dan menghias layang-layang.  Kelompok peserta didik  SD kelas 4,5, dan 6 belajar membuat jumputan bandana dan menghias caping. Selain itu peserta didik juga belajar untuk mengambil peran dalam melayani pengunjung dengan membuka stand games. Terdapat 5 jenis stand games yang dapat dicoba oleh pengunjung yang telah disiapkan oleh peserta didik SMP. Selama kegiatan GARUDA, pengunjung juga dapat menikmati berbagai stand makanan khas Indonesia seperti soto, ketoprak, siomay, baso, pempek dan berbagi jajanan pasar dapat dinikmati oleh pengunjung sambil diiringi dengan penampilan band dari peserta didik dan para guru yang menarik. Acara GARUDA kemudian ditutup dengan penampilan peserta didik, alumni, dan para guru dengan mengangkat tema Indonesia. Keseluruhan acara GARUDA mengingatkan semua pihak bahwa Semangat Muda berarti kesediaan untuk mengikuti perkembangan zaman tanpa melupakan jati diri sebagai Bangsa Indonesia. Mari kobarkan jiwa muda dan siap membawa perubahan bagi Indonesia!  
Selengkapnya
KEEP THE LOVE BURNING
Posted: 2015-09-12 | By: Florencia Maria XIS3/14 & Matthew Halim XIA1/24.
Almost everyone knows what love is. Love is a strong emotion, borne of affection and passion, it is an emotion everybody possesses. However, not everybody knows what true love is. True love is the highest form of love, true love has no purpose or desire. In love, there is faith, hope, solidarity, peace, justice and other great virtues. Henceforth, it is imperative for us to keep the love burning.   “Keep the love burning” was the theme of International Ursuline Youth Day (IUYD) 2015. The theme was chosen so that there would be no boundaries, no discrimination between the multitude of different countries and people, specifically in this meeting, between the schools under the Ursuline Order worldwide. Through this meeting too, were we taught about the greatest gift from God, LOVE. Love is a virtue that we must share with everyone, as opposed to keeping it for ourselves.   This was the second time IUYD was held. Previously, it was held 3 years ago, in Gunung Geulis, West Java. This time, with about 363 participants from more than 23 schools from Indonesia and other countries (including Thailand, Taiwan and Japan), IUYD was hosted by Regina Pacis, in the town of Solo. From our own school, we sent 20 representatives from junior high school and high school, accompanied by 4 teachers.   The Regina Pacis team had planned and devised many activities for the participants, one of them was the Exposure Activity. We were given the opportunity to meet and chat with local entrepreneurs and social figures, from which we learned many values. Also in the Regina Pacis team’s schedule was the performance of “Sendratari Ramayana”, a traditional dance that took place by the famous Candi Prambanan. There was also the Culture Night, where each school was to give a performance, representing their hometown culture. And to conclude and reflect on our experience there, a mass and ceremony was held.   Coming back from IUYD 2015, we learned many values that we would like to bring back and share with our friends back in Santa Ursula BSD. We’ve written them down in our 3 commitments; First, to do introspection before judging others by being discreet, open-minded, and critical with any information we receive so we can treat people equally. Second, to respect our friends, teachers and fellows, by giving effort to mingle with everyone and preventing exclusivity. Third, to invite all students to get involved in social activities and designing programs that can build connections with other schools through both formal and informal organizations, for example: holding joint events, social programs, etc.   Through our three commitments, we hope to bring change to our school, for our school to change for the better and become a blessing to many people. Let’s work together to hold our commitment to create a community of great people.  
Selengkapnya
Santa Ursula BSD Gelar Pameran Pancasila
Posted: 2015-08-26 | By:
TANGERANG SELATAN (Berita Santa Ursula BSD): Pancasila telah disepakati oleh Bangsa lndonesia menjadi dasar Negara Republik Indonesia. Seluruh nilai yang terkandung di dalamnya seperti Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah dan Keadilan Sosial menjadi nilai utama yang mesti tercermin dalam setiap bentuk Aturan/perundang-undangan, dan tindakan yang berlaku di Indonesia. Setiap individu dan organisasi atau lembaga, baik pemerintah maupun masyarakat sipil berkewajiban untuk menerapkan nilai-nilai tersebut. Selama kurun waktu 70 tahun sejak kelahirannya, Pancasila mengalami berbagai tantangan. Banyak pihak merasa bahwa belakangan ini keberadaan Pancasila hanya dianggap sebagai dasar negara belaka. Lambangnya hanya sebagai penghias dinding, Kasus-kasus kekerasan, intoleransi, dan korupsi, misalnya, menjadi tanda bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila justru tak terlihat nyata dalam potret keseharian dan kehidupan Bangsa Indonesia saat ini, Situasi itu makin menantang tatkala tak banyak pihak yang mendorong kembali penerapan nilai-nilai itu dalam kehidupan sebagai Bangsa. Pendek kata, Pancasila nyaris tak bemyawa. Sebagai lembaga pendidikan, Sekolah Santa Ursula Bumi Serpong Damai (BSD) ikut merasakan bahwa kasus-kasus tersebut sangat berlawanan dengan nilai-nilai pendidikan yang dikembangkan. Secara langsung, kasus-kasus tersebut juga sangat berlawanan dengan nilai-nilai dalam Pancasila. Santa Ursula BSD bersikap bahwa situasi ini harus diubah. Pancasila harus kembali menjadi kekuatan dan daya tekan untuk menghadapi hal-hal yang mengancam nilai kehidupan dan kemanusiaan.  Dalam rangka 70 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dan 25 Tahun Santa Ursula BSD, Keluarga Besar Sekolah Santa Ursula BSD menyelenggarakan Pameran Pancasila. Pameran yang bertema "Taman Pancasila" tersebut yang diadakan pada hari Senin, 17 Agustus 2015, pukul 09:00 -14:00 WIB di Kampus Santa Ursula BSD, JL Letnan Sutopo, Sektor 1.2, BSD, Tangerang Selatan. "Inilah sumbangan yang dapat diberikan oleh Keluarga Besar Sekolah Santa Ursula BSD dalam menanamkan kembali sekaligus mengupayakan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan. Kami sadar bahwa sebagai bagian lembaga pendidikan, kami perlu menerapkan nilai-nilai itu dalam pelajaran dan tindakan sebari-hari. Kami juga perlu mengajak seluruh anggota keluarga besar (termasuk guru, karyawan, orang tua dan Mitra kerja sekolah) untuk meresapi nilai-nilai itu dalam keseharian. Karenanya, Pameran ini akan memainkan peranan penting sebagai salah satu alat untuk menghidupkan kembali penerapan nilai-nilai Pancasila," kata Sr. Francesco, OSU, Koordinator Santa Ursula BSD. Siswa seluruh sekolah di lingkungan Santa Ursula BSD mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) akan ikut serta dalam Pameran ini. Mereka akan memamerkan karya-karya terkait Pancasila dalam bentuk foto, poster, karikatur, cerita/drama, puisi, diorama, timeline, festival film pendek, hingga live performance dari siswa di seluruh tingkatan. Kurang lebih 2000 orang yang mewakili perwakilan pemerintah, perwakilan organisasi masyarakat, orang tua siswa, akademisi, dan lain sebagainya akan menghadiri Pameran Pancasila ini. Mereka akan diajak untuk bersama-sama menggelorakan kembali penempan Pancasila dalam tindak keseharian.
Selengkapnya
HARGANAS ( Hari Keluarga Nasional )
Posted: 2015-08-19 | By: Natalia / XI IPS
Salam GENRE! Genre adalah singkatan dari Generasi Berencana. Dalam rangka Harganas yang ke-22 pemerintah kota Tangerang Selatan bersama BKKBN melangsungkan acara yang meriah dengan mengundang 22.253 pelajar tingkat SMP  dan SMA dan berhasil memecahkan rekor MURI sebagai penghargaan atas komitmen pendewasaan usia perkawinan. Pemecahan rekor MURI tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Harganas ke-22. Sebagai komunitas masyarakat Indonesia yang baik, SMA Santa Ursula BSD turut berpartisipasi dalam kegiatan yang dilangsungkan pada hari Rabu 29 Juli 2015 tersebut dengan mendatangkan siswa sebanyak 180 orang didampingi  4 guru wali kelas dan 3 guru pendamping. Tepat pukul 06.00 WIB para siswa kelas XI berangkat menggunakan bis yang telah disediakan. Pukul 6.30 WIB tiba di lokasi Harganas, lapangan Sunburst BSD.  Acara diawali dengan sambutan, tarian dan bagian terpenting ialah pengikraran 22.253 siswa-siswi untuk menunda usia perkawinan dini yakni 21 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria, tidak melakukan seks bebas, tidak menggunakan napza, tidak tawuran dan peduli terhadap lingkungan. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala BKKBN RI, Surya Chandra Surapaty, Walikota Tangerang Selatan, Hj. Airin Rachmi Diani,SH,MH serta Gubernur Banten H. Rano Karno dan para siswa dari 7 kecamatan di Tangerang Selatan. Pukul 09.30 WIB para siswa tiba kembali di sekolah. Sebagai apresiasi dari SMA Santa Ursula BSD terhadap keterlibatan para siswa dalam acara Harganas, para siswa diizinkan kembali ke rumah masing-masing. 
Selengkapnya
KOMUNIKASI EFEKTIF AWAL SEBUAH KESUKSESAN
Posted: 2015-07-14 | By: Feni/XIS1
Jumat-Sabtu, 27-28 Maret 2015 SMA Santa Ursula BSD dalam rangka Peringatan 25 tahun Sekolah Santa Ursula BSD menggelar acara Komunikasi Efektif. Acara tersebut diperuntukkan bagi orang tua siswa dan pesrta didik kelas XI SMA. Pelatihan tersebut memang dipersiapkan khusus untuk peserta didik XI SMA saja, namun berdasarakan evaluasi dari tahun sebelumya terdapat masukan positif untuk mengundang orang tua pula. Pada hari pelatihan, orang tua dan peserta didik dipisahkan di ruangan yang berbeda. Dalam proses tersebut, baik orang tua maupun peserta didik mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai keluarga yang ideal dan cara berkomunikasi dengan baik kepada orang tua dan sebaliknya. Setelah melewati hari pertama, pada hari kedua orang tua dan peserta didik berproses bersama di Aula SMP-SMA. Peserta didik dan orang tua pun saling bercerita untuk menentukan moment terbaik mereka, untuk kemudian disharingkan. Mereka juga saling bertukar surat yang menyatakan perasaan dan pesan yang tidak sempat/dapat diungkapkan dalam kehidupan sehari – hari di rumah. Di penghujung acara, para orang tua dan peserta didik harus menuliskan komitmen yang akan terus dipupuk bersama dalam keluarga., misalnya sebuah komitmen kecil seperti menyimpan gadget saat makan hingga liburan bersama. “ A Succesful Person Starts From A Succesful Family “. Semoga komitmen ini terus dijalankan dalam keluarga dan melahirkan generasi sukses penerus bangsa.
Selengkapnya
URSULINE SCHOLARSHIP FOUNDATION
Posted: 2015-07-14 | By: Florencia Maria/ XD
“No one has ever become poor by giving.” -Anne Frank-Pendidikan merupakan suatu hal yang fundamental dan menjadi hak dari setiap anak di seluruh muka bumi, tak terkecuali siapapun. Pendidikan dianggap penting karena dapat menentukan cara berpikir dan bertindak seseorang dalam menanggapi suatu hal. Sayangnya, tidak semua anak Indonesia mampu mengenyam pendidikan formal di sekolah. Hal inilah yang menjadi keprihatinan pendidikan di Indonesia, termasuk Sekolah Santa Ursula BSD.Ursuline Scholarship Foundation (USF) merupakan bentuk realisasi dan solusi nyata dari perwujudan keprihatinan pihak sekolah serta Organisasi Intra Sekolah (OSIS) di bidang pendidikan. Kegiatan pengumpulan dana selalu dilaksanakan oleh Sekolah Santa Ursula BSD bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei. Adapun USF bertujuan untuk memberikan beasiswa bagi peserta didik di lingkungan Sekolah Santa Ursula BSD maupun peserta didik dari sekolah di bawah naungan Sekolah Ursulin di Indonesia yang sangat membutuhkan biaya pendidikan secara teratur dan lancar. Program yang dilaksanakan setiap tahunnya sejak tahun ajaran 2006-2007 ini diharapkan dapat mengunggah kepedulian siswa-siswi Santa Ursula BSD dalam mewujudkan semangat Serviam. Not much from you means a lot for others adalah solusi nyata yang dapat dilakukan untuk mendukung generasi penerus bangsa untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan lebih baik. .
Selengkapnya