GARUDA Pembakar Jiwa Muda -Generasi muda harapan bangsa pembawa perubahan-
Posted: 2015-11-09 | By: Levinna Natalia XII IPA2/17
OSIS SMP-SMA Santa Ursula BSD menggelar acara Gelora Pembaharuan Muda (GARUDA) pada tanggal 20 Oktober 2015. Kegiatan GARUDA melibatkan seluruh anggota Sekolah Santa Ursula BSD mulai dari peserta didik, guru, karyawan, hingga orangtua peserta didik dari unit TB/TK, SD, SMP, maupun SMA. Kegiatan yang diselenggarakan di unit SMP SMA ini dibuka pada pukul 08.30 WIB secara simbolisdenganmelepasbalonolehSuster Francesco Marianti,OSU selaku Koordinator Kampus, KepalaSekolah TB/TK, SD, SMP, dan SMA, Ketua dan Wakil Ketua Panitia, dan perwakilan peserta didik TB/TK dan SD. Acara ini bertujuan agar semua pihak dapat membawa perubahan bagi bangsa asalkan memiliki semangat dan jiwa muda. Semangat dan jiwa muda adalah semangat untuk berani membawa perubahan, berani untuk berpikir inovatif dan kreatif, bersedia untuk melayani sesama, dan yang terpenting adalah semangat untuk mencintai bangsa Indonesia. Kegiatan GARUDA menjadi ajang bagi seluruh peserta didik TK, SD, SMP dan SMA untuk belajar melayani sesamanya, mulai dari lingkup kecil, yaitu adik-adik TK dan SD. Peserta didik dapat melayani dan membimbing adik-adik TK dan SD melalui “Kegiatan Bermain Bersama Kakak-Kakak SMA”. Adik-adik TK dan SD diajak untuk belajar bersama dengan membuat hasil karya sesuai dengan tingkatan kelasnya. Adapun kegiatan GARUDA dibagi dalam beberapa kelompok. Kelompok peserta didik TK dan SD kelas 1 belajar membuat tempat pensil dan menyablon tote bag.  Kelompok peserta didik SD kelas 2 dan 3 belajar membuat ondel-ondel dari kok dan menghias layang-layang.  Kelompok peserta didik  SD kelas 4,5, dan 6 belajar membuat jumputan bandana dan menghias caping. Selain itu peserta didik juga belajar untuk mengambil peran dalam melayani pengunjung dengan membuka stand games. Terdapat 5 jenis stand games yang dapat dicoba oleh pengunjung yang telah disiapkan oleh peserta didik SMP. Selama kegiatan GARUDA, pengunjung juga dapat menikmati berbagai stand makanan khas Indonesia seperti soto, ketoprak, siomay, baso, pempek dan berbagi jajanan pasar dapat dinikmati oleh pengunjung sambil diiringi dengan penampilan band dari peserta didik dan para guru yang menarik. Acara GARUDA kemudian ditutup dengan penampilan peserta didik, alumni, dan para guru dengan mengangkat tema Indonesia. Keseluruhan acara GARUDA mengingatkan semua pihak bahwa Semangat Muda berarti kesediaan untuk mengikuti perkembangan zaman tanpa melupakan jati diri sebagai Bangsa Indonesia. Mari kobarkan jiwa muda dan siap membawa perubahan bagi Indonesia!  
Selengkapnya
KEEP THE LOVE BURNING
Posted: 2015-09-12 | By: Florencia Maria XIS3/14 & Matthew Halim XIA1/24.
Almost everyone knows what love is. Love is a strong emotion, borne of affection and passion, it is an emotion everybody possesses. However, not everybody knows what true love is. True love is the highest form of love, true love has no purpose or desire. In love, there is faith, hope, solidarity, peace, justice and other great virtues. Henceforth, it is imperative for us to keep the love burning.   “Keep the love burning” was the theme of International Ursuline Youth Day (IUYD) 2015. The theme was chosen so that there would be no boundaries, no discrimination between the multitude of different countries and people, specifically in this meeting, between the schools under the Ursuline Order worldwide. Through this meeting too, were we taught about the greatest gift from God, LOVE. Love is a virtue that we must share with everyone, as opposed to keeping it for ourselves.   This was the second time IUYD was held. Previously, it was held 3 years ago, in Gunung Geulis, West Java. This time, with about 363 participants from more than 23 schools from Indonesia and other countries (including Thailand, Taiwan and Japan), IUYD was hosted by Regina Pacis, in the town of Solo. From our own school, we sent 20 representatives from junior high school and high school, accompanied by 4 teachers.   The Regina Pacis team had planned and devised many activities for the participants, one of them was the Exposure Activity. We were given the opportunity to meet and chat with local entrepreneurs and social figures, from which we learned many values. Also in the Regina Pacis team’s schedule was the performance of “Sendratari Ramayana”, a traditional dance that took place by the famous Candi Prambanan. There was also the Culture Night, where each school was to give a performance, representing their hometown culture. And to conclude and reflect on our experience there, a mass and ceremony was held.   Coming back from IUYD 2015, we learned many values that we would like to bring back and share with our friends back in Santa Ursula BSD. We’ve written them down in our 3 commitments; First, to do introspection before judging others by being discreet, open-minded, and critical with any information we receive so we can treat people equally. Second, to respect our friends, teachers and fellows, by giving effort to mingle with everyone and preventing exclusivity. Third, to invite all students to get involved in social activities and designing programs that can build connections with other schools through both formal and informal organizations, for example: holding joint events, social programs, etc.   Through our three commitments, we hope to bring change to our school, for our school to change for the better and become a blessing to many people. Let’s work together to hold our commitment to create a community of great people.  
Selengkapnya
Santa Ursula BSD Gelar Pameran Pancasila
Posted: 2015-08-26 | By:
TANGERANG SELATAN (Berita Santa Ursula BSD): Pancasila telah disepakati oleh Bangsa lndonesia menjadi dasar Negara Republik Indonesia. Seluruh nilai yang terkandung di dalamnya seperti Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah dan Keadilan Sosial menjadi nilai utama yang mesti tercermin dalam setiap bentuk Aturan/perundang-undangan, dan tindakan yang berlaku di Indonesia. Setiap individu dan organisasi atau lembaga, baik pemerintah maupun masyarakat sipil berkewajiban untuk menerapkan nilai-nilai tersebut. Selama kurun waktu 70 tahun sejak kelahirannya, Pancasila mengalami berbagai tantangan. Banyak pihak merasa bahwa belakangan ini keberadaan Pancasila hanya dianggap sebagai dasar negara belaka. Lambangnya hanya sebagai penghias dinding, Kasus-kasus kekerasan, intoleransi, dan korupsi, misalnya, menjadi tanda bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila justru tak terlihat nyata dalam potret keseharian dan kehidupan Bangsa Indonesia saat ini, Situasi itu makin menantang tatkala tak banyak pihak yang mendorong kembali penerapan nilai-nilai itu dalam kehidupan sebagai Bangsa. Pendek kata, Pancasila nyaris tak bemyawa. Sebagai lembaga pendidikan, Sekolah Santa Ursula Bumi Serpong Damai (BSD) ikut merasakan bahwa kasus-kasus tersebut sangat berlawanan dengan nilai-nilai pendidikan yang dikembangkan. Secara langsung, kasus-kasus tersebut juga sangat berlawanan dengan nilai-nilai dalam Pancasila. Santa Ursula BSD bersikap bahwa situasi ini harus diubah. Pancasila harus kembali menjadi kekuatan dan daya tekan untuk menghadapi hal-hal yang mengancam nilai kehidupan dan kemanusiaan.  Dalam rangka 70 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dan 25 Tahun Santa Ursula BSD, Keluarga Besar Sekolah Santa Ursula BSD menyelenggarakan Pameran Pancasila. Pameran yang bertema "Taman Pancasila" tersebut yang diadakan pada hari Senin, 17 Agustus 2015, pukul 09:00 -14:00 WIB di Kampus Santa Ursula BSD, JL Letnan Sutopo, Sektor 1.2, BSD, Tangerang Selatan. "Inilah sumbangan yang dapat diberikan oleh Keluarga Besar Sekolah Santa Ursula BSD dalam menanamkan kembali sekaligus mengupayakan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan. Kami sadar bahwa sebagai bagian lembaga pendidikan, kami perlu menerapkan nilai-nilai itu dalam pelajaran dan tindakan sebari-hari. Kami juga perlu mengajak seluruh anggota keluarga besar (termasuk guru, karyawan, orang tua dan Mitra kerja sekolah) untuk meresapi nilai-nilai itu dalam keseharian. Karenanya, Pameran ini akan memainkan peranan penting sebagai salah satu alat untuk menghidupkan kembali penerapan nilai-nilai Pancasila," kata Sr. Francesco, OSU, Koordinator Santa Ursula BSD. Siswa seluruh sekolah di lingkungan Santa Ursula BSD mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) akan ikut serta dalam Pameran ini. Mereka akan memamerkan karya-karya terkait Pancasila dalam bentuk foto, poster, karikatur, cerita/drama, puisi, diorama, timeline, festival film pendek, hingga live performance dari siswa di seluruh tingkatan. Kurang lebih 2000 orang yang mewakili perwakilan pemerintah, perwakilan organisasi masyarakat, orang tua siswa, akademisi, dan lain sebagainya akan menghadiri Pameran Pancasila ini. Mereka akan diajak untuk bersama-sama menggelorakan kembali penempan Pancasila dalam tindak keseharian.
Selengkapnya
HARGANAS ( Hari Keluarga Nasional )
Posted: 2015-08-19 | By: Natalia / XI IPS
Salam GENRE! Genre adalah singkatan dari Generasi Berencana. Dalam rangka Harganas yang ke-22 pemerintah kota Tangerang Selatan bersama BKKBN melangsungkan acara yang meriah dengan mengundang 22.253 pelajar tingkat SMP  dan SMA dan berhasil memecahkan rekor MURI sebagai penghargaan atas komitmen pendewasaan usia perkawinan. Pemecahan rekor MURI tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Harganas ke-22. Sebagai komunitas masyarakat Indonesia yang baik, SMA Santa Ursula BSD turut berpartisipasi dalam kegiatan yang dilangsungkan pada hari Rabu 29 Juli 2015 tersebut dengan mendatangkan siswa sebanyak 180 orang didampingi  4 guru wali kelas dan 3 guru pendamping. Tepat pukul 06.00 WIB para siswa kelas XI berangkat menggunakan bis yang telah disediakan. Pukul 6.30 WIB tiba di lokasi Harganas, lapangan Sunburst BSD.  Acara diawali dengan sambutan, tarian dan bagian terpenting ialah pengikraran 22.253 siswa-siswi untuk menunda usia perkawinan dini yakni 21 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria, tidak melakukan seks bebas, tidak menggunakan napza, tidak tawuran dan peduli terhadap lingkungan. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala BKKBN RI, Surya Chandra Surapaty, Walikota Tangerang Selatan, Hj. Airin Rachmi Diani,SH,MH serta Gubernur Banten H. Rano Karno dan para siswa dari 7 kecamatan di Tangerang Selatan. Pukul 09.30 WIB para siswa tiba kembali di sekolah. Sebagai apresiasi dari SMA Santa Ursula BSD terhadap keterlibatan para siswa dalam acara Harganas, para siswa diizinkan kembali ke rumah masing-masing. 
Selengkapnya
KOMUNIKASI EFEKTIF AWAL SEBUAH KESUKSESAN
Posted: 2015-07-14 | By: Feni/XIS1
Jumat-Sabtu, 27-28 Maret 2015 SMA Santa Ursula BSD dalam rangka Peringatan 25 tahun Sekolah Santa Ursula BSD menggelar acara Komunikasi Efektif. Acara tersebut diperuntukkan bagi orang tua siswa dan pesrta didik kelas XI SMA. Pelatihan tersebut memang dipersiapkan khusus untuk peserta didik XI SMA saja, namun berdasarakan evaluasi dari tahun sebelumya terdapat masukan positif untuk mengundang orang tua pula. Pada hari pelatihan, orang tua dan peserta didik dipisahkan di ruangan yang berbeda. Dalam proses tersebut, baik orang tua maupun peserta didik mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai keluarga yang ideal dan cara berkomunikasi dengan baik kepada orang tua dan sebaliknya. Setelah melewati hari pertama, pada hari kedua orang tua dan peserta didik berproses bersama di Aula SMP-SMA. Peserta didik dan orang tua pun saling bercerita untuk menentukan moment terbaik mereka, untuk kemudian disharingkan. Mereka juga saling bertukar surat yang menyatakan perasaan dan pesan yang tidak sempat/dapat diungkapkan dalam kehidupan sehari – hari di rumah. Di penghujung acara, para orang tua dan peserta didik harus menuliskan komitmen yang akan terus dipupuk bersama dalam keluarga., misalnya sebuah komitmen kecil seperti menyimpan gadget saat makan hingga liburan bersama. “ A Succesful Person Starts From A Succesful Family “. Semoga komitmen ini terus dijalankan dalam keluarga dan melahirkan generasi sukses penerus bangsa.
Selengkapnya
URSULINE SCHOLARSHIP FOUNDATION
Posted: 2015-07-14 | By: Florencia Maria/ XD
“No one has ever become poor by giving.” -Anne Frank-Pendidikan merupakan suatu hal yang fundamental dan menjadi hak dari setiap anak di seluruh muka bumi, tak terkecuali siapapun. Pendidikan dianggap penting karena dapat menentukan cara berpikir dan bertindak seseorang dalam menanggapi suatu hal. Sayangnya, tidak semua anak Indonesia mampu mengenyam pendidikan formal di sekolah. Hal inilah yang menjadi keprihatinan pendidikan di Indonesia, termasuk Sekolah Santa Ursula BSD.Ursuline Scholarship Foundation (USF) merupakan bentuk realisasi dan solusi nyata dari perwujudan keprihatinan pihak sekolah serta Organisasi Intra Sekolah (OSIS) di bidang pendidikan. Kegiatan pengumpulan dana selalu dilaksanakan oleh Sekolah Santa Ursula BSD bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei. Adapun USF bertujuan untuk memberikan beasiswa bagi peserta didik di lingkungan Sekolah Santa Ursula BSD maupun peserta didik dari sekolah di bawah naungan Sekolah Ursulin di Indonesia yang sangat membutuhkan biaya pendidikan secara teratur dan lancar. Program yang dilaksanakan setiap tahunnya sejak tahun ajaran 2006-2007 ini diharapkan dapat mengunggah kepedulian siswa-siswi Santa Ursula BSD dalam mewujudkan semangat Serviam. Not much from you means a lot for others adalah solusi nyata yang dapat dilakukan untuk mendukung generasi penerus bangsa untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan lebih baik. .
Selengkapnya