Diskusi Pancasila 2017
Posted: 2018-01-16 | By: (Anastasia Patricia Mendrofa / XI-IPB)
Belakangan ini, Pancasila sedang ditantang. Untuk menyikapi hal tersebut, SMA Santa Ursula BSD mengundang sebanyak tiga narasumber dalam forum diskusi yang dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Oktober 2017. Ketiga narasumber ini adalah Asvi Warman Adam, Franz Magnis-Suseno, dan Nugie. Masing-masing narasumber membahas mengenai Pancasila sesuai dengan bidang keahliannya. Acara diskusi ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas XII dan beberapa peserta didik dari kelas XI dan X serta seluruh  tenaga pendidik SMA. Asvi Warman Adam memulai diskusi dengan menjelaskan secara ringkas mengenai sejarah kelahiran Pancasila. Pada mulanya, muncul rumusan ideologi bangsa, hingga akhirnya pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno pertama kali menyebut rumusan tersebut dengan nama “Pancasila” dalam pidatonya. Salah satu hari nasional yang berhubungan dengan Pancasila adalah pada tanggal 1 Oktober, yaitu Hari Kesaktian Pancasila. Namun, hari nasional ini menjadi hari peringatan untuk kejadian 30 September 1965 yang menewaskan tujuh jenderal dan ribuan korban yang dituduh sebagai PKI.Franz Magnis-Suseno lalu menjelaskan mengenai Pancasila di zaman sekarang. Menurut beliau, ideologi negara Indonesia ditantang pada kasus Ahok yang terjadi bulan Juni lalu. Fundamentalisme agama mulai bermunculan dan menentang Pancasila dengan cara ingin mengubah Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi negara berlandaskan agama Islam. Padahal, teks Sumpah Pemuda pada tahun 1928 hendak mempertahankan kemajemukan yang dimiliki oleh Indonesia. Pancasila hanya dapat dipertahankan apabila semua orang saling menerima perbedaan masing-masing sehingga terciptalah kedamaian. Nugie, sebagai narasumber terakhir, mengawali pendapatnya dengan memutar lagu bertajuk “Indonesia Pemimpin Dunia”. Beliau bercerita mengenai pengalamannya pergi ke Aceh dengan penduduk mayoritas beragama Islam. Nugie berdoa sesuai dengan ajaran agamanya, tetapi masyarakat Aceh tidak mempermasalahkan hal tersebut. Media mainstream-lah yang mencitrakan mereka berbeda dan membentuk stereotip yang salah. Untuk dapat merasakan makna Pancasila, maka kita harus merasa bangga terhadap negara terlebih dahulu.Forum diskusi ini mengajak semua peserta didik sebagai generasi yang akan meneruskan keberlangsungan Indonesia, untuk terus mempertahankan kebinekaan bangsa. Perbedaan jangan memisahkan kita, tetapi justru melengkapkan.
Selengkapnya
Outward Bound: Belajar Bersama Alam
Posted: 2018-01-16 | By: (Jesslyn XI IPS 3 dan Tiara XI IPB)
A ship is safe in harbor but that’s not what ships are built for. Sebuah perkataan dari John A. Shedd menjadi semangat 150 siswa kelas XI SMA Santa Ursula BSD yang mengikuti kegiatan Outward Bound Indonesia tahun 2017. Dipisah menjadi dua gelombang, gelombang pertama dengan 65 peserta didik dan guru-guru berangkat pada 06.00 dini hari menuju OBI Eco Campus di Waduk Jatiluhur, Purwakarta. Kegiatan ini berjalan selama 6 hari dimana bagi gelombang satu berlangsung pada tanggal 2-7 Oktober disusul dengan gelombang 2 pada tanggal 9-14 Oktober. “Hari yang dinanti pun tiba, perasaan senang, sedih, antusias, dan takut pun bercampur menjadi satu.” Saat tiba di Jatiluhur seluruh peserta berkumpul di Great Hall Outward Bound Indonesia. Di sana diperkenalkanlah setiap instruktur dan divisi yang akan bekerja bersama. Selama 6 hari perjalanan, seluruh peserta yaitu siswa dan guru dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil beranggotakan 12-13 orang yang didampingi oleh 2-3 pendamping. Enam hari di Waduk Jatiluhur dipenuhi dengan berbagai kegiatan seperti canoeing, rafting, hiking, dan solo night. Hari pertama dihabiskan untuk menumbuhkan kepercayaan dan kerjasama dalam kelompok dengan bermain outbound. Di dalam kegiatan high ropes, peserta saling membantu untuk melewati rintangan, lalu dilanjutkan dengan canoeing. Kegiatan kedua adalah hiking. Dengan beban tas ransel yang diisi tenda, peralatan masak, bahan makanan, pakaian, dan barang-barang pribadi, peserta harus mencari koordinat untuk sampai di pintu gerbang pendakian lalu mendaki ke puncak gunung. “Saat hiking, kami sangat merasa lelah dengan beban yang begitu berat dan harus berjalan menanjak dengan kontur jalan yang tidak beraturan disertai guyuran hujan yang membuat kami sering terpeleset jatuh,” ujar salah satu peserta. Di puncak, peserta dapat menikmati pemandangan 700 meter di atas permukaan laut. Hari berikutnya dimulai dengan kegiatan canoeing, dimana peserta akan mendayung canoe untuk mencapai 4 titik koordinat yang telah ditentukan. Kegiatan yang tidak kalah seru dengan kegiatan lain adalah merakit. Peserta diminta untuk membuat sebuah rakit dari drum dan tongkat bambu. Dengan rakit yang dibuat, peserta harus bekerja sama dalam kelompok untuk mendayung rakit tersebut ke sebuah titik koordinat. Berbeda dengan kegiatan lainnya, kegiatan terakhir ini dilakukan secara pribadi, yaitu solo night. Pada malam terakhir dilaksanakan kegiatan solo night di mana setiap peserta menghabiskan satu malam mulai dari membuat tenda dan tidur menggunakan alas tidur di alam terbuka serta beratapkan jas hujan.Enam hari keluar dari kebiasaan dan kegiatan sehari-hari di sekolah dan terjun ke alam bebas telah menjadi memori dan pengalaman tak terlupakan. Alam menjadi guru yang telah mengajarkan banyak hal bagi peserta, mulai dari belajar keluar dari zona nyaman, berpikir positif, kerjasama, daya juang dan masih banyak lagi hal yang tentu didapatkan oleh peserta kegiatan Outward Bound Indonesia.
Selengkapnya
Kunjungan Mother Cecilia Wang
Posted: 2017-10-18 | By: Redaksi Bukit
Pada hari Sabtu, 2 September 2017, adalah sebuah momen kebanggaan bagi sekolah Santa Ursula BSD. Pada hari ini, sekolah kami menerima menerima kunjungan dari Pimpinan Tertinggi Ursulin di Roma, Mother Cecilia Wang. Sekitar jam 08.00 pagi, rombongan tamu telah sampai di area sekolah Santa Ursula BSD. Rombongan tersebut segera disambut Suster Francesco dan para kepala sekolah. Saat tiba di kampus, rombongan Mother Cecilia Wang disambut oleh alunan dari Gamelan Bali. Sambil berjalan menuju TK, mereka juga menikmati alunan lagu dari alat musik Angklung dan Kolintang. Di setiap penampilan tersebut, baik alat musik maupun lagu yang dimainkan, dijelaskan dalam Bahasa Inggris.Sesampainya di TB-TK, mereka disambut oleh penampilan dari paduan suara TK. Suara tepuk tangan terdengar ketika lagu “Seven Habit” mengakhiri penampilan paduan suara TK. Beberapa peserta didik TK B kemudian mengajak Mother Cecilia Wang, OSU dan Suster Mary Therese, OSU untuk mengelilingi area TK sambil menjelaskan tentang program The Leader in Me. Seusai tur di TK, para tamu segera diarahkan menuju auditorium untuk menyaksikan pertunjukkan paduan suara Septem Stellarum.Dari sana, mereka menuju unit SD menggunakan mobil untuk melihat penampilan dari alat musik tradisional Degung dan tur ke taman IPA. Perjalanan para tamu diakhiri di area SMP dan SMA dimana mereka disambut dengan penampilan pencak silat dan membatik. Setelah tur singkat ke perpustakaan SMP- SMA, Mother Cecilia Wang, OSU dan Suster Mary Therese, OSU menikmati makan siang dengan makanan tradisional Indonesia, Nasi Tumpeng dengan diiringi alunan lagu keroncong oleh beberapa tenaga pendidik. Sungguh pengalaman yang sangat membanggakan bagi kami semua!
Selengkapnya
Pameran Pendidikan Santa Ursula BSD 2017
Posted: 2017-10-18 | By: Veronica Lestari
Pameran pendidikan adalah salah satu acara yang diadakan setiap tahunnya oleh sekolah Santa Ursula BSD. Tahun ini Pameran Pendidikan Santa Ursula BSD atau PPSU mengambil tema ‘Facing The Disruption Era’. Acara ini diadakan pada hari Sabtu, 16 September 2017. Ada lebih dari 40 perguruan tinggi negeri, swasta dan luar negeri seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), LSPR, Trisakti, Kyushu University, NAFA dan masih banyak lagi. Acara ini diawali dengan tari kolosal dari peserta didik dan tenaga pendidik pada pukul 08.00 yang dilanjutkan dengan pidato singkat oleh Ibu Anik selaku Kepala Sekolah.Di pameran pendidikan ini peserta didik dapat langsung melakukan tanya-jawab dengan perwakilan dari kampus yang mereka minati. Salah satu universitas yaitu Ottimo Internasional memberikan semacam demo masak dan hasil masakan yang dapat dicicipi oleh para pengunjung. Tak hanya menghadirkan universitas, pameran pendidikan juga menghadirkan agen pendidikan. Untuk memfasilitasi peserta didik yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai universitas yang mereka minati, ada sesi presentasi setiap setengah jam di tiga ruangan yang sudah disiapkan sebelumnya. Tahun ini, hadir pula seorang motivator perempuan, Merry Riana untuk mengisi acara motivational class yang dilakukan di aula sekolah. Sebelum masuk ke dalam area pameran, pengunjung akan disapa dan diberikan flyer oleh penerima tamu. Beberapa stand makanan dan minuman yang memenuhi hall SMP-SMA disediakan untuk pengunjung yang sudah lelah berkeliling. Yang paling menyenangkan adalah adanya seksi radio yang memberikan informasi dan memainkan lagu-lagu. Acara yang berlangsung selama kurang lebih 7 jam ini, ditutup oleh penampilan band anak kelas X. Sekitar 1300 pengunjung hadir pada pameran pendidikan tahun ini.
Selengkapnya
Bazaar Aussi 2017
Posted: 2017-10-18 | By: Elisabet, Veronica Lestari, Joseph Kristanto, dan
Bazaar Aussi kembali diselenggarakan tahun ini di Santa Ursula BSD pada hari Sabtu, 9 September 2017. Tujuan dari acara ini adalah menggalang dana untuk renovasi Panti Werdha milik Aussi. Acara yang dimulai pukul 07.00 ini memiliki rangkaian acara yang beragam, seperti karnaval untuk peserta didik TB-TK dan SD, berbagai macam permainan, stand aksesoris dan makanan, undian behadiah, dan lainnya. Banyak alumni Sekolah Ursulin juga turut berpartisipasi dalam terselenggaranya Bazaar Aussi. Acara ini dibuka tepat pada pukul 08.00 pagi dengan kata sambutan dari ketua panitia Bazaar Aussi. Setelah itu, peserta didik TB-TK dan SD memulai parade karnaval dengan menggunakan pakaian daur ulang yang diiringi oleh alunan megah dari musik gamelan bali. Kurang lebih ada 131 peserta didik yang mengikuti acara karnaval ini. Kostum yang mereka gunakan dibuat dari bahan daur ulang yang beraneka ragam, seperti plastik, bungkus makanan, daun, dan bahan-bahan lain. Parade karnaval ini berlangsung di sepanjang jalan di depan gedung SMP-SMA sampai dengan gedung TB-TK dan diakhiri dengan fashion show.Sementara itu, di selasar SMP dan SMA Santa Ursula BSD berdirilah stand makanan dan minuman yang berderet dengan rapi sehingga setiap pengunjung dapat berkeliling lalu makan sambil duduk di kursi serta meja yang sudah disediakan di tengah lapangan. Jika para pengunjung tidak ingin lelah mengantri, terdapat buku menu yang disediakan di setiap meja. Pelayan dari setiap meja yang adalah peserta didik SMA Santa Ursula BSD, selalu siap sedia menulis pesanan makanan dan minuman yang ingin dibeli pengunjung. Pesanan yang sudah selesai dibuat langsung diantarkan ke meja masing-masing.Berbeda dengan bazaar di gedung SMP dan SMA Santa Ursula BSD yang dikoordinasi oleh peserta didik SMA, peserta didik SMP Santa Ursula BSD bertanggung jawab untuk stand permainan yang berlangsung di beberapa kelas serta hall SD Santa Ursula BSD. Berbagai permainan yang ditawarkan seluruhnya merupakan hasil ide kreatif peserta didik SMP Santa Ursula BSD yang dipersiapkan dengan baik. Tidak hanya permainan saja yang ditawarkan, terdapat beberapa kelas juga yang menawarkan photo booth yang didesain dengan berbagai tema yang unik. Setiap pengunjung yang telah selesai bermain dan berhasil meraih beberapa poin akan mendapat hadiah sesuai ketentuan hasil poin yang diperoleh. Semakin besar poin yang dicetak, maka hadiah yang dapat diperoleh pun semakin menarik.Selain itu, dijual pula kupon undian sebesar Rp 10.000,00 untuk setiap kuponnya. Pengundian dilakukan pada pukul 13.00. Banyak hadiah yang ditawarkan, seperti televisi, lemari es, mesin cuci, dan lain-lain. Hasil penjualan kupon undian akan digunakan untuk membantu renovasi Panti Werdha AUSSI Kusuma Lestari. Akan tetapi setiap awal pasti punya akhir. Begitu pula dengan bazaar ini. Bazaar yang berlangsung sejak pukul 08.00 pagi ini pun akhirnya diakhiri pada pukul 17.00.
Selengkapnya
Pembekalan Rohani Lifeteen
Posted: 2016-09-08 | By: (Nabilla XI-IPS1, Fransisca & Alexandra Aulianta X
Di usia remaja, kita pasti menemukan berbagai situasi yang membuat kita merasa bingung dan ragu. Padahal, banyak hal yang harus kita pilih pada usia tersebut, dan keputusan-keputusan tersebut akan berdampak pada masa depan kita. Untuk mempersiapkan para siswanya, masa orientasi siswa di SMA Santa Ursula tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan, dan salah satu kegiatannya ialah Lifeteen. Dalam kegiatan ini, siswa-siswi kelas X, XI, dan XII mendapatkan wawasan baru mengenai realita di dunia dengan latar belakang agama Katolik. Kegiatan yang baru pertama kali diadakan ini meliputi ice breaking, kesaksian, serta forum diskusi yang memutar otak dan mengasah kemampuan berbicara di depan umum. Kegiatan ini berlangsung mulai dari Kamis, 21 Juli 2016 sampai Sabtu, 23 Juli 2016 dan bertempatan di Aula SMP-SMA Santa Ursula BSD. Siswa siswi kelas XI merupakan angkatan pertama yang mendapatkan Lifeteen. Tema yang diangkat adalah Truth. Selama proses seminar, siswa-siswi kelas XI diberikan lima pertanyaan dan pertanyaan tersebut harus didiskusikan di dalam kelompok. Diskusi berjalan dengan seru saat siswa-siswi dituntut untuk memberikan pendapat mereka tentang hal-hal seperti pernikahan beda agama, batas-batas pacaran yang benar, pernikahan sesama jenis, aborsi, dan kebenaran dalam gereja. Meskipun topik-topik yang di angkat cukup berat, namun kebanyakan siswa menikmatinya. “Menyenangkan khususnya saat kami berdiskusi tentang isu-isu sosial akhir-akhir ini,” ujar Mandy (XI IPB). Tema yang diangkat di seminar untuk kelas XII adalah Life Mission. Tema ini memang krusial, mengingat para siswa di kelas XII sebentar lagi akan lulus, dan mereka harus mengetahui apa tujuan hidup mereka serta bagaimana caranya untuk berkarya di masyarakat. Pada one-way seminar ini, siswa dapat bertanya pada fasilitator tentang berbagai hal atau sekadar sharing. Seminar tersebut berlangsung dari pukul 08.00 hingga pukul 12.00. Siswa disadarkan bahwa pekerjaan yang akan dijalani di masa depan tak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk Tuhan dan masyarakat. “Saya merasa termotivasi untuk lebih semangat mengejar cita-cita saya. Karena dari awal saya ingin melayani Tuhan dan bermanfaat bagi sesama,” ucap Devin Ardisa, salah satu siswa kelas XII. Hari ketiga Lifeteen merupakan giliran siswa siswi kelas X. Pada awal kegiatan, antusiasme mereka dipacu dengan nyanyian serta tarian. Selanjutnya dimulai sesi pembicaraan dengan topik-topik yang menarik dan dekat dengan remaja, seperti menjalankan tugas sebagai laki-laki dan perempuan dan menemukan kebahagian. Pada sesi-sesi tersebut, mereka juga dimotivasi untuk dekat dengan Tuhan dalam menghadapi godaan duniawi. Dilengkapi dengan sesi tanya jawab, siswa-siswi juga diberikan kesempatan untuk menyatakan pendapat serta bertanya. Banyak dari siswa-siswi kelas X yang merasa menjadi lebih dekat dengan Tuhan. “Saya belajar bahwa kebahagiaan itu bukan hanya dengan kesenangan seperti bermain games, membeli barang yang diinginkan, dan sebagainya. Tetapi, dengan berdamai kepada diri sendiri dan juga mendekatkan diri dengan Tuhan maka saya akan dapat mendapatkan kebahagiaan.” ujar Deno dari XD. Sebagai bagian dari acara, Camp Lifeteen diadakan pada tanggal 18-21 Juli (4 hari, 3 malam). Peserta kegiatan yang diadakan di Rizen Kedaton, Gunung Geulis, Bogor, Jawa Barat ini adalah 15 orang anggota prakar beragama katolik yang telah dipilih oleh Suster Francesco Marianti OSU. Camp ini mengusung tema yang berbeda dari seminar yang diadakan di sekolah, yaitu Breakthrough. Para peserta mengaku mendapatkan banyak nilai hidup dari games yang mereka mainkan di camp tersebut, misalnya kerjasama dan penghargaan. Mereka menjadi termotivasi dan memiliki tujuan hidup yang lebih jelas, serta lebih dewasa. Berbeda dengan para peserta seminar, para peserta camp menyatakan bahwa acara camping ini lebih menarik, berkelanjutan dan mendalam mengenai pengolahan diri. Selain SMA Santa Ursula BSD, ada beberapa sekolah dan paroki lain yang mengikuti camp ini, seperti Paroki Regina Caeli PIK, Maria Bunda Karmel, St. Laurensia, Santa Ursula Jalan Pos, dan sebagainya. Tapi hal itu justru membuat para peserta mendapat teman baru dan dapat berbaur. Menurut para peserta, kegiatan ini adalah pengalaman yang sangat berharga dalam hidup mereka.
Selengkapnya
SOLIDARITAS DALAM PENYEGARAN OBI
Posted: 2016-05-19 | By: Sabrina/XI.IPS 3
Kamis-Jumat, 28 - 29 April 2016, peserta didik kelas XI SMA Santa Ursula BSD mengikuti kegiatan penyegaran Outward Bound Indonesia (OBI ) sebagai kelanjutan dari kegiatan OBI yang telah dilakukan pada bulan Oktober 2015 didampingi dan difasilitasi langsung oleh Tim Instrutruktur dari OBI.  Kegiatan ini dilakukan sebagai follow up dan untuk mengingat semangat dan kerjasama yangtelah dibangun selama 6 hari di Jatiluhur.  Semangat dan kerjasama itu akan kembali di uji dalam berbagai bentuk dinamika dan permainan di dalam kelompok kecil yang terdiri dari 14 peserta didik  di dampingi oleh satu orang instruktur dari OBI.Sebelum kegiatan dimulai diawali dengan pemanasan terlebih dahulu secara bersama-sama. Terdapat 6 games antara lain : All Stand Up , Benang Kusut , Willow In The Win, Trust Lift , Traffic Jam dan Bola Toleransi.  Tidak seperti permainan pada umumnya, dibalik setiap permainan–permainan yang menyenangkan tersebut mengandung banyak nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari– hari.  Misalnya dalam permainan Benang Kusut, peserta didik yang berada di kelompok kecil membentuk lingkaran dan saling bergandengan tangan kanan dengan tangan kiri peserta didik lainnya selain yang berada disampingnya.  Setelah semua tangan berpasangan dan membentuk ikatan rumit, peserta didik diminta untuk menguraikannya kembali menjadi sebuah lingkaran tetapi gandengan tangan yang saling terikat tidak boleh terputus.  Dalam permainan tersebut, peserta didik belajar untuk bersabar dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi suatu masalah karena ketika tidak sabar maka masalah tersebut akan lebih rumit dan tidak bisa diselesaikan dengan cepat.  Selain itu melalui permainan lainnya, peserta didik dilatih untuk mampu  bekerjasama, berkomunikasi dengan efektif , suportif , percaya pada orang lain dan masih banyak lagi.Kegiatan yang diawali pukul 7.00 WIB ini diakhiri pada pukul 14.30 WIB dengan suatu proyek besar yaitu membuat suatu wadah mobilisasi untuk telur agar bisa jatuh dengan selamat dengan menggunakan bahan – bahan yang telah disediakan.  Peserta didik XI Santa Ursula BSD sangat kreatif dalam berkarya dalam membuat berbagai macam produk untuk memobilisasikan telur tersebut agar tidak pecah hingga di tanah.  Hal terpenting dari kegiatan tersebut adalah kerjasama, kekompakan dan saling percaya satu sama lain. Salam Outward Bound !
Selengkapnya
Siapakah orang miskin ?
Posted: 2015-12-03 | By: Andreas XI A1 / 5
Siapakah orang miskin? Kenapa mereka miskin ? Apa yang membuat mereka bisa bertahan ?Sebelum saya mengikuti pelatihan pra kaderisasi ( prakar ) pada tanggal 1 hingga 4 November 2015, jawaban untuk ketiga pertanyaan tersebut cukup mudah. Saya memiliki paradigma terhadap orang miskin, mungkin ada juga  yang sependapat dengan saya, bahwa orang – orang miskin itu resah, frustasi, terpuruk, tidak bertanggung jawab, tidak berdaya juang, tertutup, terbelakang, kebinguagan dan sebagainya. Mereka miskin karena mereka malas, mereka bertahan karena tuntutan untuk hidup. Tetapi, setelah saya mengikuti pelatihan prakar, pandangan saya akan orang miskin berubah. Saya diajak untuk melihat kembali realitas kehidupan orang miskin yang terjadi. Tidak hanya sebatas mengetahui saja, saya dituntut pula untuk menganalisa secara mendalam keadaan yang kini sedang terjadi dan mengaitkannya dengan tiga pertanyaan mendasar diatas. Ternyata, setelah 3 hari berpikir, berpikir, dan berpikir, pandangan saya akan orang miskin tidak semuanya benar. Orang miskin adalah orang yang juga berdaya juang, memiliki kreatifitas, bertanggung jawab, bertoleransi dan bersolidaritas, serta mereka memiliki harapan besar. Seorang kader Ursula tidak berhenti pada tahap berfikir dan prihatin, namun harus disertai tindakan nyata. Saya bisa memulai dari hal – hal kecil seperti menghargai pendapat setiap orang, tidak membeda – bedakan teman, dan mencoba bergaul dengan teman yang “tersingkirkan” di pergaulan kelas. Memang  untuk terjun langsung kelapangan dan membantu yang membutuhkan bukan hal yang mudah bagi saya. Namun, besar harapan saya agar kelak saya bisa lebih dekat dengan orang miskin dan memberikan bantuan yang lebih berarti bagi mereka. Akhir kata, saya merasa seluruh rangkaian pelatihan ini membuka mata hati serta wawasan saya terhadap orang miskin. Hanya tahu tidak cukup. Sebagai pemimpin alternatif, saya harus berani bertindak dan berani membantu sesama manusia.  
Selengkapnya
Indonesia Masih Bisa Mengguncang Dunia
Posted: 2015-11-09 | By: Andreas Galih/XI.IPA 2
“Pagi ini, 28 Oktober 1928 kami para pemuda berkumpul disini, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, dari berbagai golongan kami datang hanya untuk satu hal yaitu bangsa kami. Hari ini kami para pemuda – pemudi telah bersumpah setia pada bangsa ini, sumpah setia, jangan sia-siakan perjuangan kami jangan remehkan bangsa ini, jangan kau sepelekan Indonesia Raya mu itu, kami semua memimpikan menyanyikan lagu itu dengan gagah berani dan damai, kalau kau enggan untuk mengabdi pada bangsamu marilah kita bertukar nyawa sekarang juga!” Seperti itulah kira-kira, pesan yang akan disampaikan para pemuda-pemudi pada tahun 1928 kepada kita, para penerus mereka, kepada kita, masa depan bangsa. Untuk menghormati usaha para pemuda-pemudi yang telah mempersatukan perjuangan bangsa Indonesia lewat sumpah setia mereka, maka pada tanggal 28 Oktober 2015 peserta didik SMP dan SMA Santa Ursula BSD mengadakan upacara bendera. Seluruh petugas upacara merupakan peserta didik kelas X yang dilatih secara mandiri oleh tim Rindam Jaya SMA Santa Ursula BSD. Upacara yang dimulai tepat pukul 07.00 berjalan dengan lancar dan khidmat terutama saat pembacaan Sumpah Setia Pemuda-Pemudi oleh tiga orang petugas. Tampak terlihat para peserta upacara seperti dibawa menuju ke suasana Sumpah Setia 87 tahun yang lalu. Sebuah pesan bagi seluruh peserta didik yang merupakan generasi muda penerus bangsa coba dibangun melalui sebuah orasi yang disampaikan dengan penuh semangat oleh Naura XII IPA 3 , sebuah pesan agar kita para generasi muda bangsa mau aktif membangun bangsa, turut bertanggung jawab atas masa depan bangsa, ingin kita bawa kemanakah masa depan bangsa Indonesia, dalam orasi tersebut disebutkan juga dengan tegas dan jelas, perkataan Bung Karno “ Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”Upacara yang dilakukan di lapangan upacara SMP/SMA Santa Ursula BSD itu diakhiri dengan menyanyikan lagu Bangun Pemudi-Pemuda dan lagu daerah Hela Rotane, peserta didik dan seluruh peserta upacara turut serta menyanyikan kedua lagu tersebut dengan gembira. Selepas upacara peringatan Sumpah Pemuda, peserta didik SMA Santa Ursula BSD mengikuti talk show bersama dua narasumber : Bapak Syarif Abadi dan Bapak Ignatius Tri Handoko dengan dimoderatori oleh Michelle Gouw peserta didik XII.IPA 2. Bapak Syarif Abadi merupakan salah satu pendiri dari Yayasan Bantuan Coffee yang bergerak dalam bidang bantuan hukum bagi para korban human trafficking. Bapak Ignatius Tri Handoyo merupakan mantan Direktur Utama PT. KAI Commuter Jabodetabek. Kedua narasumber merupakan sosok pemuda bangsa yang memiliki integritas tinggi dalam pengabdian mereka kepada bangsa  melalui pekerjaan yang mereka lakukan. Bapak Ignatius Tri Handoko berhasil melakukan perubahan ke arah yang lebih baik bagi pelayanan KRL (kereta Rel Listrik) yang beroperasi di Jakarta, mulai dari perbaikan sumber daya manusia, perbaikan infrastruktur dan sistem tiket elektronik sampai menanggulangi jumlah penumpang yang naik di atap kereta. Di tangan beliau pula PT KAI Commuter Jabodetabek mengalami revolusi dan penambahan jumlah penumpang. Bapak Syarif Abadi adalah pendiri Yayasan Bantuan Coffee yang berhasil menampung dan membantu proses hukum bagi para korban perdagangan manusia secara cuma-Cuma. Beliau berhasil membiayai seluruh proses rehabilitasi korban perdagangan manusia dengan berjualan kopi yang dipasarkan di Eropa. Kedua sosok narasumber tersebut memberikan banyak pelajaran dan mampu membakar semangat peserta didik yang mengikuti talk showkarena banyak pertanyaan-pertanyaan kritis dan menarik yang diajukan kepada kedua narasumber. Dalam talk show tersebut Bapak tri Handoko berpesan agar peserta didik memiliki integritas dan berani bertanggung jawab atas masa depan bangsa, atas banyak orang, “be the man for others,” itulah yang dikatakan oleh Bapak Tri Handoko. Sumpah Setia Pemuda memang sudah terjadi 87 tahun yang lalu, namun apa yang bisa diberikan sebagai bentuk penghargaan dan meneruskan perjuangan para pendiri bangsa? Bukan dengan mengangkat senjata, tapi angkatlah bukumu, singsingkan lengan bajumu, siaplah bekerja sama mengharumkan nama bangsa, apa yang bisa kamu berikan untuk mengharumkan dan membangun bangsamu sekecil apapun, lakukanlah. Mari pemuda-pemudi Indonesia, kita guncang dunia! 
Selengkapnya
GARUDA Pembakar Jiwa Muda -Generasi muda harapan bangsa pembawa perubahan-
Posted: 2015-11-09 | By: Levinna Natalia XII IPA2/17
OSIS SMP-SMA Santa Ursula BSD menggelar acara Gelora Pembaharuan Muda (GARUDA) pada tanggal 20 Oktober 2015. Kegiatan GARUDA melibatkan seluruh anggota Sekolah Santa Ursula BSD mulai dari peserta didik, guru, karyawan, hingga orangtua peserta didik dari unit TB/TK, SD, SMP, maupun SMA. Kegiatan yang diselenggarakan di unit SMP SMA ini dibuka pada pukul 08.30 WIB secara simbolisdenganmelepasbalonolehSuster Francesco Marianti,OSU selaku Koordinator Kampus, KepalaSekolah TB/TK, SD, SMP, dan SMA, Ketua dan Wakil Ketua Panitia, dan perwakilan peserta didik TB/TK dan SD. Acara ini bertujuan agar semua pihak dapat membawa perubahan bagi bangsa asalkan memiliki semangat dan jiwa muda. Semangat dan jiwa muda adalah semangat untuk berani membawa perubahan, berani untuk berpikir inovatif dan kreatif, bersedia untuk melayani sesama, dan yang terpenting adalah semangat untuk mencintai bangsa Indonesia. Kegiatan GARUDA menjadi ajang bagi seluruh peserta didik TK, SD, SMP dan SMA untuk belajar melayani sesamanya, mulai dari lingkup kecil, yaitu adik-adik TK dan SD. Peserta didik dapat melayani dan membimbing adik-adik TK dan SD melalui “Kegiatan Bermain Bersama Kakak-Kakak SMA”. Adik-adik TK dan SD diajak untuk belajar bersama dengan membuat hasil karya sesuai dengan tingkatan kelasnya. Adapun kegiatan GARUDA dibagi dalam beberapa kelompok. Kelompok peserta didik TK dan SD kelas 1 belajar membuat tempat pensil dan menyablon tote bag.  Kelompok peserta didik SD kelas 2 dan 3 belajar membuat ondel-ondel dari kok dan menghias layang-layang.  Kelompok peserta didik  SD kelas 4,5, dan 6 belajar membuat jumputan bandana dan menghias caping. Selain itu peserta didik juga belajar untuk mengambil peran dalam melayani pengunjung dengan membuka stand games. Terdapat 5 jenis stand games yang dapat dicoba oleh pengunjung yang telah disiapkan oleh peserta didik SMP. Selama kegiatan GARUDA, pengunjung juga dapat menikmati berbagai stand makanan khas Indonesia seperti soto, ketoprak, siomay, baso, pempek dan berbagi jajanan pasar dapat dinikmati oleh pengunjung sambil diiringi dengan penampilan band dari peserta didik dan para guru yang menarik. Acara GARUDA kemudian ditutup dengan penampilan peserta didik, alumni, dan para guru dengan mengangkat tema Indonesia. Keseluruhan acara GARUDA mengingatkan semua pihak bahwa Semangat Muda berarti kesediaan untuk mengikuti perkembangan zaman tanpa melupakan jati diri sebagai Bangsa Indonesia. Mari kobarkan jiwa muda dan siap membawa perubahan bagi Indonesia!  
Selengkapnya
KEEP THE LOVE BURNING
Posted: 2015-09-12 | By: Florencia Maria XIS3/14 & Matthew Halim XIA1/24.
Almost everyone knows what love is. Love is a strong emotion, borne of affection and passion, it is an emotion everybody possesses. However, not everybody knows what true love is. True love is the highest form of love, true love has no purpose or desire. In love, there is faith, hope, solidarity, peace, justice and other great virtues. Henceforth, it is imperative for us to keep the love burning.   “Keep the love burning” was the theme of International Ursuline Youth Day (IUYD) 2015. The theme was chosen so that there would be no boundaries, no discrimination between the multitude of different countries and people, specifically in this meeting, between the schools under the Ursuline Order worldwide. Through this meeting too, were we taught about the greatest gift from God, LOVE. Love is a virtue that we must share with everyone, as opposed to keeping it for ourselves.   This was the second time IUYD was held. Previously, it was held 3 years ago, in Gunung Geulis, West Java. This time, with about 363 participants from more than 23 schools from Indonesia and other countries (including Thailand, Taiwan and Japan), IUYD was hosted by Regina Pacis, in the town of Solo. From our own school, we sent 20 representatives from junior high school and high school, accompanied by 4 teachers.   The Regina Pacis team had planned and devised many activities for the participants, one of them was the Exposure Activity. We were given the opportunity to meet and chat with local entrepreneurs and social figures, from which we learned many values. Also in the Regina Pacis team’s schedule was the performance of “Sendratari Ramayana”, a traditional dance that took place by the famous Candi Prambanan. There was also the Culture Night, where each school was to give a performance, representing their hometown culture. And to conclude and reflect on our experience there, a mass and ceremony was held.   Coming back from IUYD 2015, we learned many values that we would like to bring back and share with our friends back in Santa Ursula BSD. We’ve written them down in our 3 commitments; First, to do introspection before judging others by being discreet, open-minded, and critical with any information we receive so we can treat people equally. Second, to respect our friends, teachers and fellows, by giving effort to mingle with everyone and preventing exclusivity. Third, to invite all students to get involved in social activities and designing programs that can build connections with other schools through both formal and informal organizations, for example: holding joint events, social programs, etc.   Through our three commitments, we hope to bring change to our school, for our school to change for the better and become a blessing to many people. Let’s work together to hold our commitment to create a community of great people.  
Selengkapnya
Santa Ursula BSD Gelar Pameran Pancasila
Posted: 2015-08-26 | By:
TANGERANG SELATAN (Berita Santa Ursula BSD): Pancasila telah disepakati oleh Bangsa lndonesia menjadi dasar Negara Republik Indonesia. Seluruh nilai yang terkandung di dalamnya seperti Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah dan Keadilan Sosial menjadi nilai utama yang mesti tercermin dalam setiap bentuk Aturan/perundang-undangan, dan tindakan yang berlaku di Indonesia. Setiap individu dan organisasi atau lembaga, baik pemerintah maupun masyarakat sipil berkewajiban untuk menerapkan nilai-nilai tersebut. Selama kurun waktu 70 tahun sejak kelahirannya, Pancasila mengalami berbagai tantangan. Banyak pihak merasa bahwa belakangan ini keberadaan Pancasila hanya dianggap sebagai dasar negara belaka. Lambangnya hanya sebagai penghias dinding, Kasus-kasus kekerasan, intoleransi, dan korupsi, misalnya, menjadi tanda bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila justru tak terlihat nyata dalam potret keseharian dan kehidupan Bangsa Indonesia saat ini, Situasi itu makin menantang tatkala tak banyak pihak yang mendorong kembali penerapan nilai-nilai itu dalam kehidupan sebagai Bangsa. Pendek kata, Pancasila nyaris tak bemyawa. Sebagai lembaga pendidikan, Sekolah Santa Ursula Bumi Serpong Damai (BSD) ikut merasakan bahwa kasus-kasus tersebut sangat berlawanan dengan nilai-nilai pendidikan yang dikembangkan. Secara langsung, kasus-kasus tersebut juga sangat berlawanan dengan nilai-nilai dalam Pancasila. Santa Ursula BSD bersikap bahwa situasi ini harus diubah. Pancasila harus kembali menjadi kekuatan dan daya tekan untuk menghadapi hal-hal yang mengancam nilai kehidupan dan kemanusiaan.  Dalam rangka 70 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dan 25 Tahun Santa Ursula BSD, Keluarga Besar Sekolah Santa Ursula BSD menyelenggarakan Pameran Pancasila. Pameran yang bertema "Taman Pancasila" tersebut yang diadakan pada hari Senin, 17 Agustus 2015, pukul 09:00 -14:00 WIB di Kampus Santa Ursula BSD, JL Letnan Sutopo, Sektor 1.2, BSD, Tangerang Selatan. "Inilah sumbangan yang dapat diberikan oleh Keluarga Besar Sekolah Santa Ursula BSD dalam menanamkan kembali sekaligus mengupayakan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan. Kami sadar bahwa sebagai bagian lembaga pendidikan, kami perlu menerapkan nilai-nilai itu dalam pelajaran dan tindakan sebari-hari. Kami juga perlu mengajak seluruh anggota keluarga besar (termasuk guru, karyawan, orang tua dan Mitra kerja sekolah) untuk meresapi nilai-nilai itu dalam keseharian. Karenanya, Pameran ini akan memainkan peranan penting sebagai salah satu alat untuk menghidupkan kembali penerapan nilai-nilai Pancasila," kata Sr. Francesco, OSU, Koordinator Santa Ursula BSD. Siswa seluruh sekolah di lingkungan Santa Ursula BSD mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) akan ikut serta dalam Pameran ini. Mereka akan memamerkan karya-karya terkait Pancasila dalam bentuk foto, poster, karikatur, cerita/drama, puisi, diorama, timeline, festival film pendek, hingga live performance dari siswa di seluruh tingkatan. Kurang lebih 2000 orang yang mewakili perwakilan pemerintah, perwakilan organisasi masyarakat, orang tua siswa, akademisi, dan lain sebagainya akan menghadiri Pameran Pancasila ini. Mereka akan diajak untuk bersama-sama menggelorakan kembali penempan Pancasila dalam tindak keseharian.
Selengkapnya
HARGANAS ( Hari Keluarga Nasional )
Posted: 2015-08-19 | By: Natalia / XI IPS
Salam GENRE! Genre adalah singkatan dari Generasi Berencana. Dalam rangka Harganas yang ke-22 pemerintah kota Tangerang Selatan bersama BKKBN melangsungkan acara yang meriah dengan mengundang 22.253 pelajar tingkat SMP  dan SMA dan berhasil memecahkan rekor MURI sebagai penghargaan atas komitmen pendewasaan usia perkawinan. Pemecahan rekor MURI tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Harganas ke-22. Sebagai komunitas masyarakat Indonesia yang baik, SMA Santa Ursula BSD turut berpartisipasi dalam kegiatan yang dilangsungkan pada hari Rabu 29 Juli 2015 tersebut dengan mendatangkan siswa sebanyak 180 orang didampingi  4 guru wali kelas dan 3 guru pendamping. Tepat pukul 06.00 WIB para siswa kelas XI berangkat menggunakan bis yang telah disediakan. Pukul 6.30 WIB tiba di lokasi Harganas, lapangan Sunburst BSD.  Acara diawali dengan sambutan, tarian dan bagian terpenting ialah pengikraran 22.253 siswa-siswi untuk menunda usia perkawinan dini yakni 21 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria, tidak melakukan seks bebas, tidak menggunakan napza, tidak tawuran dan peduli terhadap lingkungan. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala BKKBN RI, Surya Chandra Surapaty, Walikota Tangerang Selatan, Hj. Airin Rachmi Diani,SH,MH serta Gubernur Banten H. Rano Karno dan para siswa dari 7 kecamatan di Tangerang Selatan. Pukul 09.30 WIB para siswa tiba kembali di sekolah. Sebagai apresiasi dari SMA Santa Ursula BSD terhadap keterlibatan para siswa dalam acara Harganas, para siswa diizinkan kembali ke rumah masing-masing. 
Selengkapnya
KOMUNIKASI EFEKTIF AWAL SEBUAH KESUKSESAN
Posted: 2015-07-14 | By: Feni/XIS1
Jumat-Sabtu, 27-28 Maret 2015 SMA Santa Ursula BSD dalam rangka Peringatan 25 tahun Sekolah Santa Ursula BSD menggelar acara Komunikasi Efektif. Acara tersebut diperuntukkan bagi orang tua siswa dan pesrta didik kelas XI SMA. Pelatihan tersebut memang dipersiapkan khusus untuk peserta didik XI SMA saja, namun berdasarakan evaluasi dari tahun sebelumya terdapat masukan positif untuk mengundang orang tua pula. Pada hari pelatihan, orang tua dan peserta didik dipisahkan di ruangan yang berbeda. Dalam proses tersebut, baik orang tua maupun peserta didik mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai keluarga yang ideal dan cara berkomunikasi dengan baik kepada orang tua dan sebaliknya. Setelah melewati hari pertama, pada hari kedua orang tua dan peserta didik berproses bersama di Aula SMP-SMA. Peserta didik dan orang tua pun saling bercerita untuk menentukan moment terbaik mereka, untuk kemudian disharingkan. Mereka juga saling bertukar surat yang menyatakan perasaan dan pesan yang tidak sempat/dapat diungkapkan dalam kehidupan sehari – hari di rumah. Di penghujung acara, para orang tua dan peserta didik harus menuliskan komitmen yang akan terus dipupuk bersama dalam keluarga., misalnya sebuah komitmen kecil seperti menyimpan gadget saat makan hingga liburan bersama. “ A Succesful Person Starts From A Succesful Family “. Semoga komitmen ini terus dijalankan dalam keluarga dan melahirkan generasi sukses penerus bangsa.
Selengkapnya
URSULINE SCHOLARSHIP FOUNDATION
Posted: 2015-07-14 | By: Florencia Maria/ XD
“No one has ever become poor by giving.” -Anne Frank-Pendidikan merupakan suatu hal yang fundamental dan menjadi hak dari setiap anak di seluruh muka bumi, tak terkecuali siapapun. Pendidikan dianggap penting karena dapat menentukan cara berpikir dan bertindak seseorang dalam menanggapi suatu hal. Sayangnya, tidak semua anak Indonesia mampu mengenyam pendidikan formal di sekolah. Hal inilah yang menjadi keprihatinan pendidikan di Indonesia, termasuk Sekolah Santa Ursula BSD.Ursuline Scholarship Foundation (USF) merupakan bentuk realisasi dan solusi nyata dari perwujudan keprihatinan pihak sekolah serta Organisasi Intra Sekolah (OSIS) di bidang pendidikan. Kegiatan pengumpulan dana selalu dilaksanakan oleh Sekolah Santa Ursula BSD bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei. Adapun USF bertujuan untuk memberikan beasiswa bagi peserta didik di lingkungan Sekolah Santa Ursula BSD maupun peserta didik dari sekolah di bawah naungan Sekolah Ursulin di Indonesia yang sangat membutuhkan biaya pendidikan secara teratur dan lancar. Program yang dilaksanakan setiap tahunnya sejak tahun ajaran 2006-2007 ini diharapkan dapat mengunggah kepedulian siswa-siswi Santa Ursula BSD dalam mewujudkan semangat Serviam. Not much from you means a lot for others adalah solusi nyata yang dapat dilakukan untuk mendukung generasi penerus bangsa untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan lebih baik. .
Selengkapnya