SERVIAM CAMP VII - 2023
Posted: 2023-10-03 | By: (Silvi - SD)
Serviam Camp ke VII sekolah Ursulin Regio DKI Jakarta-Banten-Jawa Barat dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus sampai dengan 2 September 2023, mengambil tema ”Dalam Kebersamaan Menyongsong Masa Depan”.  Kegiatan ini diikuti oleh 8 Sekolah Dasar yaitu SD Santa Ursula Jakarta, SD Yuwati Bhakti Sukabumi, SD Santa Angela Bandung, SD Santa Ursula Bandung, SD Santa Maria Jakarta, SD Vincentius Jakarta, SD Santa Theresia, dan SD Santa Ursula BSD. Tahun ini, SD Santa Ursula BSD bertugas sebagai penyelenggara Serviam Camp 2023. Mengawali kegiatan, semua peserta diajak berkeliling untuk mengenal lingkungan Kampus Santa Ursula BSD. Mereka didampingi oleh petugas dari sie acara dan pendamping sekolah masing-masing. Selanjutnya, peserta mengikuti Upacara Pembukaan. Upacara diawali dengan devile setiap kontingen sekolah. Tepuk tangan meriah mengiringi kontingen memasuki area upacara dan menyorakkan “yel-yel” di hadapan para tamu undangan.  Kemeriahan juga tampak saat kontingen menampilkan tarian dari sekolah masing-masing. Ibu Victoria Istiningsih selaku ketua panitia Serviam Camp VII menyampaikan hal-hal yang menjadi latar belakang pelaksanaan Serviam Camp VII ini. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa melalui kegiatan Serviam Camp ini, peserta diharapkan untuk meningkatkan kepedulian dan kasih terhadap sesama maupun lingkungan, serta menjalin persaudaraan antar anggota komunitas Kampus Ursulin.  Senada dengan ketua panitia, dalam sambutannya, Sr. Ferdinanda Ngao,OSU sebagai  Ketua II Regio DKI – Banten juga menyampaikan bahwa sekarang saatnya maju BERSAMA dalam semangat SERVIAM.  Beliau mengajak semua peserta untuk terlibat dalam berbagai kegiatan yang mendukung persaudaraan, kepedulian lingkungan, mengasah semangat juang dan kerja sama, serta integritas. Beliau juga mengajak para peserta untuk menyatakan sukacita SERVIAM dalam KEBERSAMAAN. Sebagai wujud kebersamaan dan persaudaraan, semua peserta membaur dalam kelompok. Mereka tinggal dalam tenda-tenda, berisi peserta dari sekolah yang berbeda. Di sinilah keseruan dimulai. Mereka mulai saling berkenalan dan melakukan aktivitas bersama dalam kelompok. Nama Brescia digunakan untuk kelompok kampung peserta putri dan nama Dezensano digunakan untuk kampung peserta putra. Selanjutnya peserta bersama kelompoknya melakukan berbagai kegiatan.Kegiatan pada hari kedua dimulai dari bangun pagi pukul 05.00 diawali dengan doa pagi bersama, dilanjutkan dengan melakukan  olah raga di lapangan. Setelah mandi dan sarapan, peserta mulai berkegiatan yaitu membuat eco enzim, menanam hidroponik, permainan tradisional, permainan aral rintang, berkreasi menggunakan barang bekas, dan berbelanja ke pasar. Rasa lelah  tampak di wajah para peserta. Namun, mereka terlihat bersemangat mengikuti setiap kegiatan. Kegiatan paling seru adalah memasak sayur dan lauk untuk santap siang. Dimulai dengan berbelanja di pasar, semua peserta terlibat untuk mengolah bahan makanan yang telah dibeli. Selesai memasak, mereka pun menyiapkan santap siang bersama. Waaow.. terasa nikmat sekali, makanan habis tak bersisa. Setelah makan siang, peserta kembali melanjutkan kegiatan. Sore hari, peserta mempersiapkan acara api unggun. Di acara api unggun ini, semua bergembira. Setiap kontingen sekolah menampilkan potongan cerita “ Moana”  yang dikemas dalam berbagai tampilan dan menjadi satu rangkaian cerita. Di akhir kegiatan, acara ditutup dengan doa malam.Hari terakhir setelah sarapan, peserta berkumpul di ruang serbaguna. Setiap kontingen sekolah memaparkan arti simbol sekolah masing-masing. Selanjutnya, peserta diajak untuk lebih mengenal “Santa Angela”. Acara Serviam Camp VII, ditutup dengan perayaan Ekaristi di gereja Santa Monika. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Rafael Adi Pramono, OSC.  Sampai jumpa di Serviam Camp selanjutnya yang lebih seru.. sayonara.
Selengkapnya
Menyambut AI (Artificial Intelligence) dalam Dunia Pendidikan
Posted: 2020-12-09 | By: Irina Susilaningrum
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini tengah dikembangkan secara pesat.  Teknologi  ini meniru bahkan mengambil alih pekerjaan yang biasa dilakukan oleh manusia. Artificial Intelligence (AI), adalah kecerdasan yang ditunjukkan oleh mesin. Kecerdasan buatan ini merambah di seluruh bidang tak terkecuali juga dalam dunia pendidikan khususnya di era industri 4.0. Apa itu AI ?AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan merupakan simulasi kecerdasan manusia yang dilakukan oleh mesin. AI merupakan sebuah kemampuan mesin yang memberikan pengalaman langsung melalui sebuah sistem. AI banyak memperkenalkan beberapa metode yang dapat diramu ke dalam sistem pendidikan. Di masa pandemi tidak menyurutkan semangat para guru SD Santa Ursula BSD menambah wawasannya dengan mengikuti pelatihan tentang AI (Artificial Intelligence) secara daring. Pelatihan AI/kecerdasan buatan bertujuan untuk mengembangkan kompetensi guru di era digital ini. Kegiatan ini dimentori oleh Bapak Teddy Suparyanto. Kegiatan yang pertama terlaksana pada Selasa, 27 Oktober 2020. Para guru mengenal dasar-dasar AI (Artificial Intelligence). Kegiatan kedua terlaksana pada Senin, 2 November 2020. Para guru sudah melakukan praktik secara individu dengan dibimbing oleh mentor. Guru mempraktikkan berbagai metode yang ada di dalam AI. Kegiatan ketiga terlaksana pada Senin, 20 November 2020. Guru mengenal IMB cloud dan Machine Learning for Kids yang ada di dalam program AI. Kedua program ini dapat digunakan sebagai sistem pembelajaran yang berbasis teknologi. Dapat diakses secara web dan berisi konten-konten pembelajaran.   Para guru mengikuti dengan sangat antusias. Mereka terlibat langsung dalam proses kegiatan. Mereka dapat berdinamika dengan baik dalam proses mempelajari AI bersama-sama. Banyak hal yang didapatkan berkaitan dengan AI sebagai racikan secara digital dalam proses pembelajaran. Tentunya akan ada tindakan keberlanjutan sebagai output dari kegiatan ini.
Selengkapnya
LITERASI DI MASA PANDEMI ALA SD SANTA URSULA BSD
Posted: 2020-11-03 | By: Antonius Yanto
Bagaimana kegiatan literasi membaca buku di masa pandemi, apakah masih berlangsung? Memang pandemi Covid-19 membuat semua hal menjadi berubah. Mungkin, salah satunya adalah kegiatan literasi membaca yang biasanya dilakukan peserta didik di sekolah kini sedang terhenti. Namun, hal ini jangan sampai terus terjadi. Apapun kondisinya, membaca sangat penting karena membaca adalah alat untuk menstimulasi keterampilan berbahasa. Keterampilan berbahasa yang dimaksud antara lain keterampilan menyimak, menulis, membaca, berbicara, serta numerasi. Bukankah roh dasar pembelajaran di jenjang SD menekankan pada kemampuan membaca, menulis dan berhitung? Kehadiran perpustakaan sebagai penyedia fasilitas memang dibutuhkan terutama untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik. Namun sayangnya, akses langsung ke dalam perpustakaan untuk membaca dengan sendirinya pasti terhenti. Bagaimana tidak? Situasi pandemi Covid-19 memaksa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi satu-satunya cara belajar baru yang harus dilakukan sampai peserta didik diperbolehkan untuk melakukan pembelajaran seperti biasa lagi. Akibatnya, fungsi perpustakaan sebagai fasilitas penyedia buku bagi peserta didik juga tidak bias berfungsi secara optimal. Sebagai contoh, sebelum terjadi pandemi ini pengunjung perpustakaan di SD Santa Ursula BSD tiap harinya rata-rata sebanyak 170 orang. Ini merupakan sebuah gambaran minat baca yang baik. Namun pada masa pandemi seperti sekarang ini, perpustakaan tidak ada sama sekali pengunjungnya. Kegiatan literasi membaca sejak dini seharusnya sudah menjadi budaya. Kalau berbicara mengenai budaya (khususnya membaca) berarti ada unsur kebiasaan. Jadi, dalam budaya membaca ada unsur tindakan atau perbuatan untuk membaca yang dilakukan secara teratur dan berkelanjutan, baik itu sebelum masa pandemi maupun selama masa pandemi. Lalu apa yang bisa dilakukan oleh tenaga pendidik di SD Santa Ursula BSD?  Kebiasaan membaca buku secara terprogram bagi peserta didik di SD Santa Ursula BSD sudah berlangsung sejak tahun 2006. Pembiasaan membaca buku ini harus tetap berlangsung meski dalam kondisi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Bagaimana caranya? Tenaga pendidik SD Santa Ursula BSD membuat program pembagian buku dengan cara drive-thru (layanan kemudi). Orang tua peserta didik mengambil buku bacaan secara langsung di sekolah tiap kelas per harinya secara bergantian. Buku yang dibagikan ini menjadi milik peserta didik. Sampai pada bulan Oktober 2020, tenaga pendidik sudah dua kali melakukan pembagian buku. Total buku bacaan yang sudah dibagikan sebanyak 4.488 eksemplar dan majalah anak sebanyak 1496 eksemplar. Khusus kelas I SD, kelas VIII SMP, dan kelas X SMA, selain mendapat buku, mereka juga mendapatkan Tab Samsung S5e untuk menunjang pembelajaran secara daring. Semua dilakukan untuk memberikan pelayanan (Serviam) yang optimal terhadap peserta didik. Berakhirnya pandemi Covid-19 tentu menjadi harapan semua orang. Mari bersama-sama saling menjaga kesehatan, selalu pakai masker, mencuci tangan dengan menggunakan sabun, dan selalu menjaga jarak dengan orang lain.  
Selengkapnya
Parenting SD Santa Ursula BSD
Posted: 2019-09-21 | By: Antonius Yanto
Melakukan pendampingan perkembangan peserta didik untuk tumbuh menjadi manusia utuh, cerdas, dan melayani adalah arah dan pola pendidikan di Santa Ursula BSD.  Untuk mewujudkan visi tersebut, sekolah Santa Ursula BSD harus memiliki strong leadership yang kuat untuk mendorong seluruh komponen bekerja optimal di bidangnya masing-masing. Konsistensi pada tujuan mengembangkan peserta didik melalui visi yang sudah dibangun sangat diperlukan.   Keberhasilan pendidikan jelas bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Secara umum masyarakat memahami bahwa orang tua memiliki peran lebih besar dalam mendidik dan mengembangkan anaknya. Pengaruh utama terhadap pembentukan kepribadian anak ada di tangan orang tua. Merekalah yang memiliki tanggung jawab dan kuasa untuk membentuk dan mendidik anak. Mereka memiliki kekuasaan untuk menentukan output pendidikan anaknya.   Disadari atau tidak, pengalihan kuasa pendidikan dari orang tua kepada sekolah terjadi karena keterbatasan ruang, kemampuan, teknik, dan tanggung jawab pendidikan. Namun, pelimpahan tersebut tidak berarti pengambilalihan tanggung jawab orang tua oleh sekolah. Sekolah bukan lembaga “penitipan” anak sehingga proses pendidikan diserahkan semua kepada pihak kedua, yakni sekolah. Sekolah Santa Ursula BSD menyadari hal ini. Oleh sebab itu membangun relasi dengan orang tua sangat penting. Sekolah dan orang tua harus secara aktif ikut terlibat dalam proses pendidikan anak sesuai kapasitas, batasan dan ranah masing – masing. Kesearahan gerak kedua belah pihak perlu dibangun. Oleh sebab itu sangatlah penting jika parenting process dilakukan secara berkesinambungan.   Dalam meningkatkan layanan pendidikan peran orang tua sangat menentukan. Oleh sebab itu,  untuk mewujudkan kesearahan gerak dan pola pendidikan, SD Santa Ursula BSD merangkul lembaga pendidikan Selamat Pagi Indonesia. Sekolah Selamat Pagi Indonesia adalah salah satu  SMA yang berada di Batu, Jawa Timur yang didirikan oleh Bpk. Eko Julianto Putra dan merupakan sekolah gratis untuk anak tidak mampu dan yatim piatu serta terpinggirkan. SMA Selamat pagi Indonesia berhasil membentuk para siswa menjadi pribadi yang mandiri. Ini adalah salah satu alasan mengapa SD Santa Ursula BSD menjadikannya partner dalam melakukan parenting education.  Parenting ini diikuti oleh sekitar 360 orang tua siswa  kelas IV, V, dan VI yang terbagi menjadi tiga gelombang.   Bpk. Agus setyadi,  pembicara utama dalam parenting menuturkan bahwa keberhasilan pendidikan seorang ditentukan dari pola pikir orang tuanya. Orang tua yang notabene adalah orang tua “jadul” harus mampu mentransformasi diri menjadi orang tua di masa sekarang. Orang tua yang ingin menjadi sahabat, teman, ataupun kawan curhat anaknya harus menyadari beberapa hal. Pertama, jadilah orang tua yang sadar (person present). Orang tua perlu menyadari bahwa zaman telah berubah. Orang tua perlu tahu dan memahami apa yang disukai oleh anak. Dari pemahaman tersebut, orang tua akan lebih mudah masuk dalam dunianya anak. Sudah tidak zamannya lagi orang tua memaksakan kehendaknya pada anak. Kedua, jadilah best friend untuk anaknya. Orang tua perlu memahami dan mengetahui hal – hal yang sedang viral (ngetrend) saat ini sehingga anak akan tertarik untuk menggali informasi dari orang tua daripada sumber lain. Ketiga, jadilah consultant bagi anak. Menjadi sumber informasi mengenai pendidikan, kehidupan, karir, bisnis, pernikahan bagi anak adalah pilihan tepat untuk membangun kedekatan. Keempat, menjadi detective. Orang tua yang bijak, mereka akan selalu mencari tahu apa yang dilakukan dan yang terjadi pada anak. Antisipasi terhadap sebuah tindakan anak akan bisa dilakukan bila orang tua mengetahui kegiatan yang dilakukan oleh anak. Kelima, menjadi role model. Orang tua adalah panutan bagi anak – anak. Maka dari itu, orang tua harus hati – hati memilih tindakan agar tidak memberi contoh yang kurang baik bagi anak.   Pendidikan adalah tanggung jawab bersama.  Perlu kesadaran bersama bagi proses pendidikan dan perkembangan anak. Semoga kegiatan parenting ini mampu memambah kemampuan dan ketrampilan orang tua dalam  menjalani pengasuhan anak.
Selengkapnya
Kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu (PERJUSA)
Posted: 2019-05-26 | By: Ibu Irina Susilaningrum
Pramuka merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SD Santa Ursula BSD. Pada tanggal 17-18 Mei 2019 Pramuka penggalang mengadakan PERJUSA (Perkemahan Jumat Sabtu) di lingkungan SD Santa Ursula BSD. Kegiatan ini melibatkan anggota Pramuka penggalang kelas V dan VI didampingi oleh para pembina Pramuka. Tujuan dari kegiatan PERJUSA untuk mengajarkan keberanian dan kemandirian peserta didik. Berbagai kegiatan dilakukan dengan semangat dan antusias. Pada hari pertama dibuka dengan upacara pembukaan di halaman SD dipimpin oleh Ibu Ira sebagai Pembina Pramuka memakai pakaian Pramuka lengkap. Kemudian mengikuti kegiatan pos yang berkaitan dengan kepramukaan. Kegiatan pos pada hari pertama antara lain bendera semaphore, baris berbaris, tali-temali, KIM rasa. Setelah istirahat dan makan malam dilanjutkan kegiatan api unggun dengan menampilkan kreativitas setiap regu. Kegiatan terakhir di hari pertama yaitu jurit malam dan renungan. Hari kedua, kegiatan dibuka dengan mengikuti senam pagi. Setelah itu peserta didik bersiap untuk mengikuti kegiatan pos yang meliputi permainan estafet air dan karet, sandi rumput dan sandi pluit. Selain itu juga diadakan lomba memasak. Peserta didik diajarkan untuk mencintai lingkungan dengan melakukan kegiatan bersih-bersih di lingkungan sekitar sekolah. Akhir dari kegiatan PERJUSA adalah bongkar tenda dan upacara penutup. Disela upacara penutupan juga ada refleksi kegiatan selama PERJUSA. Diharapkan peserta didik dapat menerapkan nilai-nilai kemandirian, keberanian, tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. 
Selengkapnya
Karyawisata ke Cihampea
Posted: 2018-11-10 | By: Wilyani Handali
Hari begitu cerah, senyum peserta didik pun menghiasi wajah mereka. Anak-anak begitu antusias untuk menjalani kegiatan karyawisata. Kami berangkat dari sekolah SD Santa Ursula BSD hari Rabu, 24 Oktober 2018 pukul 07:00. Hari ini peserta didik kelas 3 akan karyawisata ke Cihampea. Sepanjang perjalanan peserta didik begitu senang dan tidak sabar ingin segera sampai tujuan. Setibanya kami di Cihampea kami disambut oleh kaka pendamping. Selama peserta didik belajar mengenai budaya tanah Sunda mereka akan didampingi oleh kaka yang dipanggil oleh Teteh dan Mamang (sebutan untuk Kaka dalam Bahasa Sunda). Peserta didik terbagi menjadi 10 kelompok dan setiap kelompok didampingi oleh 1 pendamping. Peserta didik mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan kebudayaan Sunda seperti, belajar angklung, membuat kue bugis, membuat minuman wedang jahe, membuat wayang dari daun singkong, melukis dengan media topi caping, belajar memainkan alat musik degung, dan belajar tari. Setelah mempelajari kesenian dan kebudayaan Sunda, peserta didik berkeliling ke desa setempat untuk melihat suasana pedesaan yang penuh dengan area sawah. Peserta didik pun belajar bagaimana cara para petani menanam padi di sawah. Di area persawahan peserta didik menanam padi yang mereka peroleh. Awalnya mereka takut untuk masuk ke sawah tetapi mereka memberanikan diri untuk turun dan merasakan seperti apa lumpur sawah. Kemudian peserta didik menuju sungai, mereka memandikan kerbau di sungai serta mengusap-usap badan kerbau. Peserta didik sangat senang mendapatkan pengalaman seperti itu. Setelah peserta didik menyelesaikan kegiatan, mereka mandi dan makan siang. Peserta didik berangkat dari Cihampea pukul 14.00 dan tiba di sekolah SD Santa Ursula BSD pukul 16.00. Mereka membawa pulang perasaan yang bahagia penuh pengalaman yang kelak dapat mereka ingat sampai mereka besar.
Selengkapnya
Karyawisata ke Kuntum Farmfield
Posted: 2018-10-27 | By: Reswara dan Dria / kelas 2
Pada hari Selasa, 23 Oktober 2018 siswa siswi kelas 2 SD Santa Ursula BSD berkaryawisata ke Kuntum Farmfield di Bogor. Kami menggunakan bus menuju ke sana. Sesampainya di sana, kami berfoto bersama terlebih dahulu. Kemudian masing-masing anak mendapat tiket masuk. Kamipun masuk, meletakkan tas dan barang bawaan di sebuah pondok kecil. Kegiatan pertama yang kami lakukan adalah memberi makan kerbau. Kami memberi makan rumput, kemudian kami menuju ke kandang kambing. Ada anak kambing dan kambing dewasa. Anak kambing diberi susu sedangkan kambing dewasa diberi rumput. Setelah itu kami menuju kandang sapi. Berikutnya kami menuju ke kandang kelinci, kelincinya lucu sekali. Mereka suka makan wortel. Setelah puas bermain dengan kelinci kamipun berjalan ke kandang marmut. Selanjutnya kami ke kandang ayam, di kandang ayam setiap anak boleh mengambil dua butir telur. Di dekat kandang ayam ada kandang angsa, kamipun memberi makan angsa-angsa itu. Suaranya berisik sekali. Setelah itu kami dibagi menjadi kelompok yang terdiri dari lima orang untuk memanen singkong. Singkongnya besar-besar. Setelah mencabut singkong, kami menangkap ikan. Kami merasa senang sekali walaupun baju kami basah semua. Akhirnya kami mandi, kemudian kami makan siang bersama. Selesailah kegiatan kami di Kuntum Farmfield. Kamipun menuju bus untuk kembali pulang ke sekolah. Sesampainya di sekolah kami diberi foto, ikan dan singkong. Hari ini sangat menyenangkan bagi anak-anak kelas 2. Semoga lain waktu kami bisa kembali ke sini.
Selengkapnya
Gigi dan Cara Perawatannya
Posted: 2018-10-06 | By: M.M Sri Indrawati
Pada hari Rabu, 3 Oktober 2018, anak-anak kelas 1 belajar tentang kesehatan gigi. Narasumber yang didatangkan adalah 3 orang tua murid yang berprofesi sebagai dokter yaitu: drg. Linus Boekitwetan, M. Kes. (orangtua Leonard kelas 1A), drg. Cynthia Sumali (orangtua Alvaro, kelas IB ), dan drg. Maureen Martina (orangtua Maxwell kelas IB ). Satu orang dokter gigi masuk kedalam satu kelas. Dokter Linus masuk ke kelas 1A, Dokter Maureen masuk ke kelas IB, dan dokter Cynthia masuk ke kelas IC. Di dalam kelas anak-anak mendapat penjelasan tentang gigi dan perawatannya melalui tayangan power point, film singkat dan juga lagu. Anak-anak terlihat antusias mendengarkan penjelasan, terlebih saat mereka melihat model gigi yang dibawa. Mereka dapat melihat macam-macam gigi serta bagian-bagian gigi melalui alat peraga yang sudah disiapkan. Saat sesi tanya jawab anak-anak terlihat bersemangat. Bagi yang menjawab benar, disediakan hadiah berupa tempat gigi tanggal yang berbentuk gigi. Mereka juga mendapat souvenir berupa tempelan kulkas yang berbentuk gigi. Setelah mendapat penjelasan tentang cara menyikat gigi yang benar, peserta didik mempraktikkan cara menyikat gigi. Peserta didik dikelompokkan menjadi empat. Setiap kelompok bergantian mempraktikkan cara menyikat gigi dengan benar. Mereka terlihat sangat senang. Dengan kegiatan ini diharapkan peserta didik dapat menyikat gigi dengan benar, rajin gosok gigi, mau makan makanan yang sehat untuk gigi, serta tidak takut dengan dokter gigi.
Selengkapnya
Lomba Paduan Suara Santa Ursula BSD
Posted: 2018-09-08 | By: Cristin Dita Irawati
Rabu, 29 Agustus 2018 Sekolah Santa Ursula BSD berangkat menuju Bandung untuk mengikuti lomba paduan suara yang diadakan oleh sekolah Santa Angela Bandung. Peserta paduan suara yang mengikuti lomba terdiri dari Los Pajarito (SD), Septem Stellarum Junior (SMP), dan Septem Stellarum Senior (SMA). Paduan suara Santa Ursula BSD dilatih oleh Kak Revi, Kak Stevani, dan Kak Hasyim. Beberapa guru pendamping yang terdiri dari guru SD, guru SMP, dan guru SMA juga ikut mendampingi para peserta. Para peserta didik yang mengikuti perlombaan ini sangat antusias sehingga mereka berlatih dengan sungguh-sungguh agar mereka dapat memberikan hasil yang terbaik. Peserta didik juga berinisiatif untuk berlatih menyanyi dalam kelompok-kelompok kecil. Tibalah waktu perlombaan, Kamis 30 Agustus 2018 kelompok Septem Stellarum Junior dan Septem Stellarum Senior tampil. Sedangkan pada hari Jumat, 31 Agustus 2018 yang tampil lomba adalah kelompok Los Pajaritos. Pengumuman tim paduan suara yang masuk ke final dilaksanakan pada hari Jumat malam pukul 18.30. Berdasarkan hasil keputusan dewan juri, peserta yang masuk babak final adalah kelompok Los Pajaritos dan Septem Stellarum Junior. Sehingga pada hari Sabtu, 1 September 2018 kelompok tersebut tampil kembali dengan kelompok paduan suara dari sekolah lain. Para peserta didik semakin serius untuk berlatih. Pengumuman Grand Champion dilakukan malam harinya pukul 20.00. Usaha dan kerja keras mereka berbuah baik, di Grand Champion kelompok Los Pajaritos mendapatkan juara I, sedangkan kelompok Septem Stellarum Junior dan Septem Stellarum mendapatkan juara II. Para peserta didik bersyukur dan sangat senang bisa memberikan hasil yang terbaik kepada Sekolah Santa Ursula BSD.
Selengkapnya