Hari yang Dinanti
Posted: 2021-04-05 | By: Cathlin Evelyna Subena_9C_9
Januari 2020, hari dimana Badan Pengurus OSIS 2020 dibentuk dan dipertemukan sebagai satu organisasi. Banyak sekali tantangan, pengalaman, dan perasaan yang saya rasakan. Senang, kesal, sedih, bahkan lelah selama berada dalam kepengurusan OSIS tahun 2020.  Kami bertekad untuk mewujudkan VISI kami yaitu OSIS SMP SANTA URSULA BSD sebagai organisasi yang komunikatif,terbuka dan inovatif. Rasa bangga dalam diri saya muncul karena saya mampu menantang diri saya untuk menjadi bagian dalam kepengurusan OSIS tahun 2020. Dalam pengalaman pribadi saya sendiri, PEMILOS adalah hari yang paling menegangkan dimana saya harus berjuang dalam menunjukan diri saya sendiri dan menyampaikan visi misi bila saya terpilih menjadi ketua OSIS. Berkat dukungan dan tekad yang kuat, saya terpilih menjadi ketua OSIS periode 2020. Sungguh, ini merupakan suatu hal yang mengesankan dalam hidup saya.Hari pertama saya dan teman- teman berinteraksi ketika melakukan pelatihan, saya dapat mengenal dan berelasi antar satu sama lain sekaligus belajar agar menjadi satu organisasi yang saling mendukung. Kami saling berdiskusi, merancang kegiatan dan pastinya kami belajar lebih dalam mengenai organisasi OSIS. Namun, kepengurusan tahun 2020 ini mengejutkan saya dari awal tahun 2020 dimana siswa- siswi SMP Santa Ursula BSD harus melangsungkan kegiatan belajar mengajarnya secara online di rumah. Hal ini juga pastinya berdampak pada berlangsungnya kepengurusan kami, dimana kami harus merancang dan melangsungkan kegiatan OSIS secara online. Namun, berkat kerjasama dan inisiatif antar satu sama lain, saya dan teman- teman berhasil memanfaatkan teknologi dan bereksplorasi semaksimal mungkin untuk melanjutkan kegiatan di kepengurusan tahun 2020.Dalam melewati awal hingga akhir kepengurusan tahun 2020 bukanlah merupakan suatu hal yang mudah bagi saya. Sebagai Pengurus OSIS tahun 2020,  menurut saya membutuhkan tanggung jawab yang lebih dan harus memastikan agar kegiatan OSIS berjalan secara lancar tanpa adanya miss komunikasi. Terkadang saya tidak sadar akan hal- hal sederhana seperti itu sehingga pada akhirnya membuat kesalahan- kesalahan selama kepengurusan tahun 2020. Namun, inilah yang membuat saya mengerti betapa pentingnya suatu komunikasi, kerjasama dan relasi dalam suatu organisasi, maka dari itu saya mencoba sebaik mungkin agar kesalahan- kesalahan yang pernah ada pada kepengurusan tahun 2020 menjadi pelajaran untuk kedepannya.Tak terasa waktu berjalan cukup cepat. Banyak sekali kegiatan yang telah saya dan teman- teman pengurus OSIS lakukan hingga pada akhirnya tanggal 20 Januari 2021,  Badan Pengurus OSIS tahun 2020 pun akan berganti menjadi Badan Pengurus OSIS tahun 2021.Saya merasa bersyukur atas pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan selama berproses dalam satu tahun ini sehingga saya dapat mengenal lebih diri saya sendiri, mendapatkan hal- hal dan nilai kehidupan yang pastinya akan sangat berguna bagi keberlangsungan hidup saya. Saya tidak akan bisa sampai pada titik ini bila tak ada dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak, mulai dari pihak sekolah, anggota OSIS dan teman- teman seperjuangan Badan Pengurus OSIS tahun 2020. Dukungan tersebut lah yang membuat saya semangat dalam menjalani segala tanggung jawab dan tugas yang harus saya lakukan sebagai seorang pemimpin. Memang terkadang, ada saatnya dimana saya lelah dan tak bersemangat tetapi karena saya ingat akan kerja keras, tujuan akhir saya dan dukungan dari berbagai pihak, serta rasa tak ingin mengecewakan banyak orang maka saya menyemangati diri saya sendiri dan bangkit. Maka dari itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selalu mendampingi kami baik itu secara langsung ataupun tidak langsung dan mohon maaf apabila dalam kepengurusan tahun 2020 masih jauh dari kata sempurna. Harapan saya, semoga hasil satu tahun kami dalam berproses bisa memberikan satu sama lain pelajaran dari pengalaman yang ada, dan bisa bertumbuh menjadi anak yang lebih dewasa, bijaksana, serta tangguh dalam bertindak. Selalu semangat untuk kita semua!
Selengkapnya
YUK LIBURAN
Posted: 2021-03-09 | By: Monica Dwi Eskayanti
Pandemi yang terjadi saat ini dan tak terduga memupuskan harapan dan rencana sebagian besar dari kita. Salah satunya adalah rencana liburan dengan mengunjungi berbagai daerah atau negara di dunia. Namun kekecewaan ini sedikit terobati dengan pembelajaran kolaborasi kelas 8 di semester 1 ini.Dalam pembelajaran kolaborasi ini mengambil tema “Mengenal Potensi Geografis, SDA dan SDM negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN)”. Pembelajaran kolaborasi dengan satu tema besar dilihat dalam pelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Prakarya dan IPS. Untuk pelajaran IPS dan prakarya, peserta didik membuat brosur perjalanan wisata. Disinilah pembelajaran menjadi sangat menarik dan menyenangkan. Peserta didik belajar untuk merencanakan liburan yang tidak hanya untuk dirinya sendiri namun juga untuk orang lain. Peserta didik harus menentukan lokasi kunjungan wisata atau destinasi, agenda/jadwal perjalanan, memilih akomodasi berupa restoran dan tempat penginapan atau hotel, menentukan transportasi seperti pesawat dan mobil, biaya, dan lain-lain. Tidak hanya itu, semua perencanaan tadi perlu mempertimbangkan banyak hal seperti waktu, biaya, kenyamanan, dan sebagainya. Di sinilah peserta didik belajar berfikir logis dan sistematis.Dalam pelajaran prakarya, peserta didik diajarkan membuat brosur yang menarik, kreatif serta fungsinya. Sedangkan bahasa Indonesia mengajarkan bagaimana membuat kalimat efektif yang akan ditulis atau disampaikan dalam brosur tersebut. Peserta didik juga diajarkan bagaimana berbicara menceritakan potensi yang ada di negara-negara anggota ASEAN tersebut dengan baik. Bahasa Inggris mengajarkan berbagai kosakata yang biasanya muncul dengan tema “Travelling”.Pembelajaran kolaborasi ini tidak hanya dalam hal tema dan penugasan namun juga dalam hal metode pembelajaran dan teknologi. Untuk membuat brosur, peserta didik akan bekerja sama dengan teman-teman dalam kelompoknya untuk membuat perencanaan. Disinilah mereka akan belajar untuk berkomunikasi dengan efektif walaupun tidak bertemu langsung. Untuk pembuatan brosur, peserta didik dapat mengkolaborasikan berbagai aplikasi, karena brosur yang dibuat tidak hanya sekedar brosur yang dicetak namun juga brosur digital yang mampu diakses melalui media sosial. Pembelajaran daring di masa pandemi ini ternyata juga membawa dampak positif dalam dunia pendidikan. Tidak hanya pendidik namun peserta didik pun dipaksa melek teknologi. Untuk membuat brosur digital ini, peserta didik menggunakan aplikasi seperti Google slide, canva, dan sebagainya. Peserta didik juga secara mandiri banyak melakukan eksplorasi dan literasi dari berbagai media digital untuk mendapatkan sumber atau materi yang akan ditulis dalam brosur. Bagaimana hasilnya ? menakjubkan. Peserta didik mampu membuat tampilan brosur dengan sangat menarik walaupun isi dari brosur tersebut kadang terlihat tidak logis dan tidak menyakinkan. Namun bukan hasil yang utama namun proses bagaimana peserta didik belajar untuk berfikir lebih logis dan sistematis untuk orang lain.  Dengan pembelajaran kolaborasi ini peserta didik merasa lebih ringan karena dengan satu penugasan peserta didik akan mendapatkan penilaian dari berbagai bidang studi. Tema ini juga sangat menarik karena mimpi mereka untuk berlibur dapat sedikit terobati dengan keseruan menjelajah informasi daerah wisata di negara-negara Asia Tenggara walau hanya lewat media digital. Mimpi yang bukan hanya sekedar angan-angan namun mimpi yang berlandaskan data.(Mde)
Selengkapnya
SAMBUTAN KETUA OSIS SMP SANTA URSULA BSD PERIODE 2021
Posted: 2021-02-17 | By: Faith Scolstica Salim
Salam sejahtera untuk kita semua !Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya semata, kita masih diberikan kesempatan untuk menikmati indahnya anugerah kehidupan dalam tugas panggilan hidup kita masing-masing.Pada kesempatan ini, perkenankan saya, mewakili Badan Kepengurusan OSIS SMP Santa Ursula BSD periode 2021, menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bergabung di kampus Santa Ursula BSD, The School of Choice, kepada seluruh adik kelas VII. Tak lupa juga saya sampaikan selamat menyambut tahun ajaran 2021/2022 kepada semua teman kelas VIII dan kakak kelas IX.  Dengan semangat yang baru, mari kita bersama-sama berjuang agar dapat berhasil dalam studi dan memenuhi harapan-harapan kita lebih baik lagi dari hari kemarin di tahun ajaran baru ini.Kita memasuki tahun ajaran baru 2021/2022 dalam suasana dan dan proses belajar-mengajar dan kegiatan sekolah yang sungguh jauh berbeda dengan tahun-tahun ajaran sebelumnya.  Bila pada tahun ajaran sebelumnya kita selalu bisa bertatap muka dan bertegur sapa dengan para Bapak dan Ibu Guru, karyawan sekolah, dan teman-teman kita, maka pada tahun ajaran baru ini segala sesuatunya harus dilaksanakan secara online atau daring. Hal ini adalah salah satu bentuk ketaatan dan dukungan kita terhadap pemerintah Republik Indonesia untuk memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19. Terkait situasi dan kondisi pembelajaran secara daring selama masa pandemi ini, saya mengajak seluruh peserta didik unit SMP Santa Ursula BSD agar tetap belajar denga penuh semangat dan selalu tekun dalam melakukan tugas dan kewajiban guna meraih hasil dan prestasi yang terbaik.  Jalin dan tingkatkanlah relasi yang semakin baik dan kerja sama yang lebih kompak dengan Bapak dan Ibu Guru dan sesama peserta didik meskipun secara virtual.Di sisi lain, kehadiran Badan Kepengurusan OSIS yang bertugas di periode 2021 merupakan Badan Kepengurusan OSIS periode pertama yang menjadi proyek percontohan atau proyek pioneer (perintis) dimana kami harus langsung melaksanakan program-program kegiatan OSIS secara online.  Dalam melaksanakan program-program OSIS tersebut, pasti muncul keterbatasan-keterbatasan yang akan berpengaruh, baik secara langsung maupun tidak langsung, terhadap perencanaan dan pelaksanaan program OSIS yang telah disusun bersama-sama.Namun, seperti ada pepatah mengatakan, “Dimana ada kemauan, di situ ada jalan”, dan seiring dengan semangat Serviam dan SANUR Melayani, maka saya percaya bahwa melalui arahan dan bimbingan Bapak dan Ibu Guru, berkat bantuan Badan Kepengurusan OSIS periode sebelumnya, semangat dan kerja keras Badan Kepengurusan OSIS yang baru terpilih, dukungan dan doa teman-teman, serta campur tangan kuasa Tuhan Yesus, maka seluruh tantangan, kendala, dan keterbatasan ini pasti dapat kita lalui bersama. Pada akhirnya, kita bersama-sama pasti bisa keluar sebagai pemenang, bahkan lebih dari pemenang atas semua kendala dan tantangan yang kita hadapi bersama dalam keterbatasan selama pandemi ini.Di saat yang sama, saya mengajak seluruh peserta didik unit SMP Santa Ursula BSD agar tergerak hatinya untuk menyingsingkan lengan dan berpartisipasi secara aktif, baik dalam berbagai program kegiatan sekolah maupun dalam organisasi Badan Kepengurusan OSIS. Sekolah sangat membutuhkan keterlibatan kita secara nyata dan sederhana dalam berbagai terobosan ide-ide yang kreatif dan inovatif, kritik dan saran yang membangun, serta sikap saling melayani dan mendukung demi mencapai tujuan kita bersama, yaitu menjadikan SMP Santa Ursula BSD lebih baik lagi di masa yang akan datang. Akhir kata, dengan semangat Serviam, marilah kita wujudkan visi yaitu SANUR Melayani, yang memiliki kepanjangan : - Semangat, berAkal budi dan berhati Nurani, menjadi manusia Utuh, Religius, dan Melayani – sebagai semangat dan gaya hidup (way of life) bagi kita semua untuk selalu rindu memberikan yang terbaik bagi sesama dan kemuliaan Tuhan Yesus.  Terima kasih dan Tuhan Yesus memberkati, Faith Scolstica SalimKetua OSIS SMP Santa Ursula BSD Periode 2021
Selengkapnya
Cairan Ajaib Ramah Lingkungan
Posted: 2021-02-17 | By: Farrel Justyn Ariowibowo, Jennifer Yohanna Hutauru
Halo pembaca! Perkenalkan kami dari Seksi Pembantu Umum OSIS SMP Santa Ursula BSD. Kalian tahu tidak apa itu Eco Enzyme? Bagi yang belum tahu, Eco Enzyme merupakan hasil dari fermentasi limbah dapur organik. Eco Enzyme sangat mudah dibuat dengan bahan-bahan yang ada di rumah seperti gula merah, kulit buah, sayur, serta air. Manfaat dari Eco Enzyme pun sangat banyak, yaitu sebagai pembersih rumah tangga, insektisida, antiseptik, pupuk, obat penyakit luar, dan masih banyak lagi. Berdasarkan pemaparan manfaat Eco Enzyme tersebut, kami merasa bahwa Eco Enzyme perlu diketahui oleh peserta didik SMP Santa Ursula BSD. Hal ini juga mengingat bahwa bahan-bahan yang diperlukan untuk proses fermentasi Eco Enzyme sangat mudah untuk ditemukan di sekitar kita. Manfaat yang dihasilkan juga akan sangat berguna untuk kehidupan sehari-hari. Sebagai wujudnya, kami tergerak untuk memberikan informasi ini kepada peserta didik SMP Santa Ursula BSD melalui narasumber yang bernama Ibu Salmah, S.Si, S.Pd. dari tim Eco Enzyme yang kami undang dalam sebuah webinar yang dilaksanakan pada hari Senin, 16 November 2020 yang lalu.Dalam proses kerja sama kami dengan tim Eco Enzyme, kami belajar tentang cara berkomunikasi yang baik, terbuka, dan gesit dalam memberikan informasi maupun dalam bertindak. Kami juga belajar untuk menjalin relasi yang baik dengan pihak yang berada di luar sekolah Santa Ursula BSD dan membuat jaringan baru melalui kegiatan ini yang memiliki tujuan yang sama dengan tujuan OSIS SMP Santa Ursula BSD Tahun Ajaran 2020.Para peserta yang mengikuti webinar tersebut terlihat cukup antusias dalam menyimak apa yang dijelaskan oleh narasumber kami mengenai Eco Enzyme ini. Kami sendiri pun selaku panitia juga sangat terpukau dengan kehebatan Eco Enzyme ini dan sangat senang dapat berbagi kepada keluarga besar Santa Ursula BSD. Dikatakan pula oleh narasumber bahwa dengan membuat Eco Enzyme, kami sudah membantu bumi agar tetap terawat. Dengan begitu, yuk jaga kelereng biru rumah kita dengan membuat dan menggunakan Eco Enzyme!
Selengkapnya
BLENDED LEARNING - Pengalaman Pembelajaran Kolaborasi
Posted: 2021-02-11 | By: Agus Purwoko
Merebaknya wabah virus corona memaksa pelaksanaan pembelajaran berubah total, yang semula pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka langsung di kelas kemudian harus dilaksanakan secara online dengan memanfaatkan teknologi komunikasi yang ada. Berbagai mata pelajaran yang tadinya disajikan secara terpisah oleh masing-masing guru pengampu, dilaksanakan secara kolaborasi yang selanjutnya dikenal sebagai metode blended learning. Guru dari berbagai bidang studi bekerjasama membahas dan menentukan materi ajar yang mana materi ajar tersebut harus memuat nilai-nilai pendidikan dari berbagai disiplin ilmu.Pengalaman pembelajaran jarak jauh dengan metode blended learning ini mengubah paradigma kami sebagai guru, bahwasannya sebagai pendidik kami tak bisa lagi mengandalkan diri sendiri, guru harus mampu bekerjasama dengan rekan. Dalam menentukan materi ajar, tak bisa lagi hanya mementingkan target pribadi. Namun, harus mampu mengakomodasi target pembelajaran bidang studi lainnya. Demikian pula ketika menentukan target yang harus dicapai siswa, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Salah satunya adalah ketersedian bahan dan alat penunjang di rumah masing-masing siswa, utamanya pelajaran seni rupa dan prakarya.Pembelajaran kolaborasi secara daring juga membuka cakrawala baru akan pentingnya penguasaan teknologi informasi. Dulu, untuk mengajar cukup hadir di depan kelas lalu mulai menyampaikan materi ajar. Namun di masa pandemi ini, teknologi mutlak harus dikuasai karena segala sesuatu disampaikan secara virtual. Tak jarang kegiatan pembelajaran terkendala oleh masalah teknis, baik yang berkaitan dengan jaringan atau pemahaman terhadap fitur-fitur perangkat pembelajaran (software maupun hardware) Di situasi inilah para guru harus saling bekerja sama, saling belajar satu sama lain, yang merasa kurang mampu harus berani bertanya kepada yang lebih menguasai, sedangkan yang sudah mahir juga harus legowo untuk membantu yang lain.Bukan hal yang mudah menyajikan pembelajaran seni rupa dan prakarya secara daring, karena karakteristik mata pelajaran lebih mengedepankan olah rasa dengan cara praktek langsung. Dalam situasi yang normal, ketika siswa mengalami kesulitan dan mengerjakan tugasnya, guru dapat langsung merespon, memberi contoh atau memperagakan teknik berkarya yang benar. Secara psikologi, 90% bagian otak manusia lebih cepat menyerap informasi dalam bentuk visual dibandingkan kata-kata atau teks. Hal inil menjadi tantangan yang harus dicarikan solusi yang tepat. Memang ada banyak tutorial membuat prakarya di channel Youtube, namun belum tentu sesuai dengan kebutuhan siswa. Mau tidak mau sebagai guru harus belajar dan bekerja sama membuat video singkat dan slide presentasi yang menarik untuk keperluan pembelajaran. Proses perekaman gambar atau suara dan prosedur editing harus dikuasai, tak ada jalan lain kecuali terus belajar dan mengeksplorasi kemampuan diri.
Selengkapnya
English Collaborative Learning Grade 8 - Advertisement
Posted: 2021-02-11 | By:
An advertisement is very important in our life, especially in a business world. People use it in order to promote a product or service they sell. They also create interesting advertisements and some of them compete with other companies to make a catchy advertisement to attract consumers to buy their product. In order to get the consumers’ attention, it needs not only a specific skill but also creativity and originality to make an advertisement.Since an advertisement is useful in our life, we gave the  8 grader students this  material about advertisement in English lesson last semester. We had collaborative learning with other subjects, such as Social Studies, Arts, and Religion. We picked this material because it could be integrated with the essential material from other subjects and it became a school project of collaborative learning in Semester I. Advertisement is also one of the short functional text types. We gave this material because it is applicable and useful for students’ lives in the future. Furthermore, we tried to develop the students’ creativity in making an advertisement.  Last semester, the students made an advertisement about a travel agency. They had to promote a package tour to go to three destinations in South Asia. They worked in a group and made a short video of a travel agency advertisement. Their videos were very creative and attractive. They developed not only their ideas of the advertisement content, but also their skill in editing the video. Hopefully, through this project, students will be more creative and improve their skill in making and editing a short video.
Selengkapnya
BELAJAR MENGENAL PELUKIS INDONESIA DENGAN BOOK CREATOR
Posted: 2021-02-11 | By: Katarina Tri Yanu
Pembelajaran kolaborasi mempunyai kesan tersendiri di masa pandemi. Pembelajaran ini menuntut guru untuk lebih kreatif menggunakan berbagai macam media pembelajaran. Salah satunya dengan pembelajaran kolaboratif yang bertujuan membantu peserta didik mengkonstruksi pengetahuannya dengan cara menguji ide-ide dan pengalaman-pengalamannya sendiri, menerapkannya ke dalam situasi baru, dan mengintegrasikan pengetahuan baru yang diperoleh dengan pengetahuan yang telah dimilikinya. Media ajar dan metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran jarak jauh saat ini tentunya juga harus berbeda.Bahasa Indonesia berkolaborasi dengan pelajaran Seni Rupa. Materi ajar yang dipelajari oleh peserta didik kelas IX salah satunya adalah Teks Tanggapan Kritis. Peserta didik belajar mengungkapkan kritik, sanggahan, atau pujian dalam bentuk teks tanggapan secara lisan maupun tertulis dengan memperhatikan struktur dan kebahasaannya. Nilai karakter yang dikembangkan dalam pembelajaran ini adalah kritis dan santun. Kritis yang dimaksud adalah mampu menanggapi suatu hal berupa teks tanggapan sesuai dengan pemahaman dan pengetahuan melalui analisis yang matang sedangkan santun yaitu sikap hormat dan menjunjung tinggi tata karma dalam membantah sebuah sudut pandang tentang suatu masalah yang dikemukakan dalam penulisan teks tanggapan kritis.Kolaborasi yang dilakukan yakni peserta didik belajar menanggapi sebuah karya dari pelukis Indonesia. Mereka dapat memilih seorang pelukis terkenal Indonesia kemudian menulis biodata dari pelukis tersebut. Karya-karya dan ciri khas karya dari pelukis tersebut juga harus ditemukannya sendiri. Selain itu, mereka juga belajar mengenal aliran-aliran seni rupa yang dipakai oleh pelukis-pelukis tersebut. Media ajar yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah “Book Creator”. Book creator adalah sebuah alat pembelajaran sederhana untuk membuat buku atraktif. Buku ini menampilkan gambar, tulisan, dan dapat disertai dengan audio maupun video.Setelah diberi penjelasan mengenai teks tanggapan kritis serta penjelasan dari pelajaran Seni Rupa mengenai pelukis Indonesia dan aliran-aliran dalam seni rupa, peserta didik bereksplorasi secara pribadi. Hasil yang ditampilkan oleh peserta didik sangatlah mengesankan. Selain belajar membuat tanggapan terhadap karya pelukis Indonesia, mereka juga mengenal banyak pelukis Indonesia dengan cara yang kreatif.Salah satu kesan yang disampaikan peserta didik kelas IX yakni “Pengalaman mengerjakan tugas kolaborasi Bahasa Indonesia dengan Seni Rupa yakni saya diperkenalkan dengan media baru yaitu book creator. Pembelajaran menjadi lebih seru karena tidak hanya mementingkan konten pembelajaran Bahasa Indonesia saja, tetapi juga menghias dan membuat menarik karya sendiri. Dalam mengerjakan tugas ini saya dapat belajar menggunakan media baru book creator, belajar untuk lebih kreatif lagi, serta dapat memahami materi teks tanggapan kritis lebih dalam lagi.”Pembelajaran kolaboratif merupakan salah satu pilihan pembelajaran yang menarik yang dapat diterapkan dalam pembelajaran jarak jauh. Situasi yang tidak menyenangkan saat ini menuntut pembelajaran yang membuat peserta didik tertarik dan yang lebih penting mengasah daya kritis dan kreatifitasnya.
Selengkapnya
GURU DIGITAL HEBAT BERBEKAL PUBLIC SPEAKING
Posted: 2021-02-11 | By: Maria Dwi Rianti
Pandemi covid 19 yang melanda dunia saat ini telah merubah banyak hal dari berbagai aspek. Tak terkecuali Indonesia yang juga merasakan banyak dampak perubahan besar tersebut. Salah satunya dalam dunia pendidikan. Dalam dunia pendidikan yang awalnya pembelajaran dilakukan secara konvensional tatap muka di sekolah kemudian harus bermetamorfosis menjadi pembelajaran jarak jauh melalui digital di rumah.  Adanya transformasi yang mendadak inilah yang membuat guru harus lebih cepat beradaptasi. Saat ini guru harus memiliki kemampuan lebih dalam berteknologi untuk mengelola kelas, pemberian tugas, atau ujian serta tetap menanamkan nilai-nilai kehidupan bagi peserta didik. Hal itu tentunya tidaklah mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa.Awal tahun 2021 pemerintah Indonesia kembali menerapkan suatu kebijakan yang awalnya dikenal dengan istilah PSBB kini berganti dengan istilah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Oleh karena itu, banyak instansi pemerintah, swasta, sekolah, atau lembaga yang kembali menerapkan WFH (work from home) bagi semua pegawai. Pemerintah Indonesia berharap agar segala kegiatan dapat dilakukan dari rumah agar dapat menekan jumlah pasien covid 19 menurun/Indonesia terbebas dari covid 19. Hal ini yang menjadi dasar adanya “Kompetisi Guru Digital” yang diselenggarakan oleh Indihome/Telkomsel dan bekerja sama dengan Rumah Kreatif serta Communicasting Acamedy. Kompetisi ini mengajak para guru untuk lebih terampil dalam berbicara karena dari seni berbicara yang baik dan tepat dapat menciptakan pembelajaran yang menarik serta menyenangkan.Tema yang diangkat dalam kompetisi ini adalah “Dari Rumah Serba Bisa”. Tema ini sekaligus ajakan untuk para guru di seluruh Indonesia untuk tidak menyerah akan keadaan, tetapi sebaliknya menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam penyampaian pembelajaran ke peserta didik. 20 orang guru di seluruh Indonesia bergabung menjadi peserta di kompetisi tersebut. Setiap peserta akan mendapatkan waktu 2 menit untuk berbicara menyampaikan materi dengan tema yang ditentukan. Materi yang disampaikan contohnya berbagi pengalaman mengajar dengan menggunakan aplikasi/program digital, simulasi menjadi guru saat mengajar secara digital, atau pemberian motivasi guru selama pandemi berlangsung. Kompetisi ini menilai cara berbicara yang baik, tepat, dan juga sesuai dengan ketentuan para juri. Sebelum kompetisi dimulai para juri yakni Prof. Maximus Gorky S, Donny De Keizer, dan Ita Sembiring memberikan materi singkat masing-masing selama 5 menit tentang tips dan trik berbicara menarik dan efektif di depan publik.Acara ini bukanlah sekedar kompetisi biasa karena selain berkompetisi dengan guru dari seluruh Indonesia, para guru juga dibekali materi public speaking yang baik dan benar. Materi ini sungguhlah sangat berguna bagi guru di masa pandemi. Hal ini karena kesulitan terbesar yang dihadapi guru saat pembelajaran jarak jauh adalah komunikasi dan menciptakan suasana belajar menyenangkan agar peserta didik tetap tertarik meskipun pembelajaran dilakukan secara virtual. Diakhir kompetisi para juri juga memberikan evaluasi yang membangun bagi seluruh peserta. “Saat berbicara nikmatilah sehingga pendengar akan ikut merasakan hal yang disampaikan,” kata Donny De Keizer salah satu tanggapan juri yang terus teringiang diingatan. Tidak hanya para juri saja yang memberikan komentar, tetapi juga ada perwakilan siswa SMP yang memberikan komentar dari presentasi yang disampaikan para guru. Setelah kompetisi ini selesai dilanjutkan dengan adanya kelas public speaking dan pembuatan konten kreatif untuk pembelajaran. “Guru adalah Pelukis Terbaik Dunia, jadi lakukanlah yang terbaik untuk para penerus bangsa” kutipan ini disampaikan oleh Prof. Maximus Gorky S untuk memotivasi guru Indonesia dalam mengajar dalam situasi pandemi saat ini. 
Selengkapnya
Belajar di era “New Normal”
Posted: 2021-02-11 | By: Dionisia Retno Irnawati
Pembelajaran jarak jauh (PJJ)  telah menjadi bagian 'new normal' bagi Pendidikan di Indonesia dalam menjalani kehidupan di tengah pandemi virus corona. Berbagai usaha dan upaya dilakukan oleh guru agar pembelajaran dapat berlangsung dengan efektif. Dari seluruh proses dan evaluasi, pesat sekali kreativitas yang muncul dari guru untuk merancang pembelajaran yang lebih menarik. Ada yang membuat video pembelajaran, membuat rancangan pembelajarannya dengan G Sites, games dan masih banyak lagi.Model dan metode pembelajaran-pun berkembang lebih luas menyesuaikan kebutuhan pendidikan di era ini. Diperlukan suatu model dan metode pembelajaran yang tidak melenceng dari tujuan, tetap efektif, dan tentunya menyenangkan bagi peserta didik. Apa jadinya jika setiap mata pelajaran merancang pembelajarannya dan memberikan tugas sendiri-sendiri?Apa akibatnya bagi peserta didik? Tentunya komentar yang muncul dari peserta didik adalah lelah dan jenuh terhadap hal tersebut. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran kolaborasi antar mata pelajaran sehingga lebih efektif,menyenangkan, mengoptimalkan tujuan pembelajaran. Pembelajaran kolaborasi dengan prinsip Blended Learning sudah dilakukan dan diupayakan oleh guru-guru matematika SMP Santa Ursula BSD. Mata pelajaran matematika yang sarat dengan angka dan hitungan berkolaborasi dengan mata pelajaran lainnya. Pada masa "new normal" ini mata pelajaran matematika pernah berkolaborasi dengan mata pelajaran IPA, Seni Rupa, Agama Bahasa Indonesia dan Prakarya.Proses kolaborasi matematika dengan IPA dilakukan pada materi gerak tumbuhan.  Materi IPA yang diusung adalah pembuktian gerak geotropisme pada tanaman kacang hijau. Selanjutnya, mereka menuliskan hasil pengamatan dalam bentuk tabel pengamatan.Konsep yang diusung pada pembelajaran matematika adalah pengolahan data sederhana, berdasatkan konsep-konsep dasar ukuran pemusatan pada Statistika berdasarkan tabel pengamatan  yang didapatkan dari pembelajaran IPA.(membuat tabel, jumlah data, banyak data, nilai rata-rata, data tertinggi, data terendah, insert diagram garis)Dalam kolaborasi ini, pembelajaran Seni Rupa berperan melatih peserta didik dalam unsur aestetik /keindahan, karena sajian data yang berupa tabel atau grafik hasil penelitian dilengkapi  dengan ilustrasi, foto dll sehingga semakin mudah dipahami sekaligus lebih menarik dan komunikatif.Pada tahap terakhir, dari mata pelajaran Agama dan Bahasa Indonesia, peserta didik diasah untuk mampu bercerita tentang proses yang dilaluinya dari awal proses pertumbuhan tanaman kacang hijau. Peserta didik juga diajak mampu merefleksikan betapa ajaibnya Tuhan, dalam menciptakan pertumbuhan makhluknya. Berdasarkan ini, diharapkan peserta didik mampu menyadari kebesaran Tuhan dan mampu mengucap syukur atas kehidupan.Pembelajaran kolaborasi ini memuat konten:IPA (Gerak tumbuhan)MATEMATIKA(Statistika)SENI RUPA (Ilustrasi)AGAMA (Cerita pengalaman)BAHASA INDONESIA (Teks Narasi)Melalui pembelajaran kolaboratif dengan prinsip Blended Learning ini,  peserta didik diharapkan mampu berkembang dari sisi keilmuan, rasa seninya, dan juga unsur reflektifnya. Selain itu diharapkan peserta didik juga lebih tertarik dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran jarak jauh.Keuntungan lainnya dari kolaborasi ini adalah peserta didik mengenal dan belajar teknologi, karena  pengolahan data  statistik sederhana tersebut menggunakan excel
Selengkapnya
ALUMNI KEMBALI UNTUK BERBAGI
Posted: 2021-02-02 | By: Lucia Dwi Astuti
Kamis, 3 Desember 2020 peserta didik kelas IX SMP Santa Ursula BSD mendapatkan pengalaman pembelajaran IPA yang berbeda dari biasanya. Di pagi itu mereka belajar materi kesehatan reproduksi remaja langsung dari narasumber yang sangat kompeten dan berpengalaman dalam kesehatan reproduksi.  Hal lain yang berbeda adalah narasumber merupakan alumni SMA Santa Ursula BSD tahun 2001 yaitu dr. Stella Sherly Mansyur SPOG.Kegiatan ini telah direncanakan saat penyusunan rencana kegiatan pembelajaran oleh tim guru IPA SMP. Guru IPA memiliki mimpi agar dalam penyampaian materi reproduksi yang diberikan ke peserta semakin lengkap perlu penguatan dan pendalaman oleh ahlinya. Kami para guru menyadari akan keterbatasan dalam penguasaan materi perihal kesehatan reproduksi. Tidak hanya itu, suasana dan pengalaman berbeda bagi anak-anak dalam PJJ yang ingin disampaikan karena selama ini materi disampaikan oleh guru.Selain alasan materi pembelajaran, kegiatan dengan menghadirkan alumni tidak hanya sekedar berbagi pengalaman dan informasi tetapi juga membangun spirit berbagi para alumni untuk adik-adik kelas. Kehadiran alumni dalam kegiatan pembelajaran dipastikan akan memberikan inspirasi pada anak-anak akan capaian/keberhasilan para alumni Sekolah Santa Ursula BSD dan kemauan mereka untuk berbagi.Materi yang disampaikan oleh dr. Sherly tentang kesehatan reproduksi untuk remaja putra dan putri disampaikan dengan sangat ringan dan santai tetapi tersampaikan dengan jelas. Nilai-nilai penghargaan akan tubuh, pacaran (relasi intensif lawan jenis) yang sehat, dan aktivitas seks yang benar dan sehat juga menjadi materi yang disampaikan. Dokter Sherly memberikan penekanan kepada anak-anak yang sudah mulai berpacaran bahwa pacaran adalah relasi untuk belajar mengenal karakter dan saling mengembangkan satu dengan yang lain. Pacaran bukan waktu yang tepat atau belum saatnya untuk melakukan aktivitas seks. Cara penyampaian yang komunikatif dan cocok untuk para remaja inilah yang membuat kegiatan berlangsung kurang lebih selama satu jam yang dimulai pukul 08.00 dan berakhir tepat pukul 09.00 terasa begitu cepat dan tidak membosankan. Anak-anak cukup serius dan tekun mengikuti kegiatan ini meskipun hanya beberapa pertanyaan yang disampaiakan kepada dr. Sherly.Pengalaman pembelajaran dengan menghadirkan alumni Dokter Sherly ini tidak hanya memberikan pengalaman baru untuk anak-anak/peserta didik, tetapi juga bagi kami guru IPA. Berdasarkan pengalaman ini kami berencana untuk menghadirkan kembali narasumber lain yang punya kapasitas untuk memperluas pemahaman anak-anak akan suatu hal berkaitan dengan sains. Pengalaman belajar bersama alumni ini bisa menjadi salah satu konsep pembelajaran menarik di masa PJJ saat ini. 
Selengkapnya
E-Sports Masa Depan Pemuda
Posted: 2020-12-23 | By: Danu 8E_07
Di zaman modern seperti saat ini, hampir setiap orang mempunyai gawai. Kehadiran gawai memang sangat dibutuhkan setiap orang terlebih lagi di masa pandemi. Gawai menawarkan banyak layanan yang dapat membantu dan mempermudah kita dalam menjalani kehidupan sehari hari. Salah satu layanan yang ditawarkan oleh  gawai adalah game. Terkadang game sering diartikan sebagai aktivitas yang buang-buang waktu. Namun kini kita bisa mengubah aktivitas bermain game menjadi sebuah kegiatan yang positif dan menghasilkan sesuatu.Bermain game sekarang bukanlah sesuatu yang membuang-buang waktu. Kita bisa menghasilkan sesuatu dari bermain game. Contohnya yaitu dengan mengikuti kompetisi agar bisa mendapatkan uang atau membuat video lalu diunggah ke kanal Youtube pribadi. Dengan contoh di atas, sekarang bermain game dapat menjadi suatu aktivitas yang bermanfaat. Dengan mengikuti suatu kompetisi game, kita sudah bisa dikatakan sedang melakukan e-Sports karena bermain game dengan tujuan kompetisi adalah definisi dari e-Sports. E-Sports juga bisa dikatakan sebagai olahraga elektronik.Nah, sekarang saya akan menceritakan pengalaman saya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler e-Sports. Sejak awal saya memang sudah tertarik dengan dunia game. Saya pun mulai mendalami kegiatan ini. Tanpa saya sadari, saya memiliki talenta dalam bermain game. Sejak saat itu saya bermimpi bisa mengikuti kompetisi game dan bisa menghasilkan sesuatu dari talenta yang saya punya.Kegiatan e-Sports sangat membantu saya dalam mengembangkan talenta saya. Manfaatnya pun saya rasakan sekarang, saya mendapatkan banyak pengetahuan yang mampu menambah wawasan saya. Pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal saya untuk mengikuti kompetisi yang akan saya dan teman-teman saya ikuti.Ada satu hal yang saya yakini yaitu mimpi anak muda zaman sekarang tidak hanya menjadi dokter, pilot, pengusaha sukses, atau atlet olahraga. Menjadi seorang atlet e-Sports juga menjadi mimpi sebagian besar pemuda Indonesia. Saya sangat berterima kasih kepada pihak sekolah karena telah mengadakan kegiatan ekstrakurikuler e-Sports. Terima kasih juga saya ucapkan karena sudah memberi jalur kepada saya dan teman-teman di ekstrakurikuler e-Sports untuk dapat mengembangkan talenta kami dalam dunia e-Sports.
Selengkapnya
Pengalaman Seru dalam Ekstrakurikuler Jurnalistik
Posted: 2020-12-23 | By: Nicolas Andrew Febrian Pai IX-A/24
Halo semuanya….! Perkenalkan nama saya Nicolas Andrew Febrian Pai dari kelas 9A. Pada kesempatan kali ini, saya akan menceritakan atau berbagi pengalaman saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik. Saya bersama teman-teman sudah mengikuti kegiatan ini selama hampir 3 bulan. Kegiatan ini sangat menarik dan seru sampai-sampai saya sendiri tidak sadar sudah menjalaninya selama beberapa bulan.            Ekstrakurikuler jurnalistik ini mempelajari banyak hal, mulai dari cara menulis dan membuat berita, membuat infografis bahkan belajar bagaimana membuat dan mengelola blog. Sebenarnya masih banyak sekali kegiatan ataupun pembelajaran yang saya dan teman-teman lakukan. Kalau teman-teman penasaran silahkan ikut ekstrakurikuler ini, tidak ada salahnya belajar hal-hal baru. Saya sendiri ikut ekstrakurikuler jurnalistik karena penasaran bagaimana cara jurnalis bekerja terutama di era digital seperti saat ini. Selain itu, saya ingin mengembangkan kemampuan menulis saya. Saya merasa senang mengikuti jurnalistik ini karena ekspektasi saya dapat terpenuhi. Bahkan, saya mendapat materi yang tidak saya duga akan dipelajari di ekstrakurikuler ini. Menurut saya, materi jurnalistik ini sangat mudah dipahami, yang pastinya berbeda dengan materi pelajaran sekolah.Menurut saya dan teman-teman, ekstrakurikuler jurnalistik memiliki banyak manfaat, antara lain kami menjadi bisa dan mengerti cara membuat berita (tulisan ataupun video berita), kami belajar bagaimana mengkritisi suatu tulisan atau karya secara kritis, kami juga belajar mengetahui bagaimana proses seorang jurnalis merancang hingga mempublikasikan berita, bahkan kami juga belajar bagaimana membuat berita dengan memanfaatkan platform-platform yang ada di era digital ini. Intinya, semua yang diajarkan dalam ekstrakurikuler jurnalistik ini sangat bermanfaat dan cara penyajian dalam pembelajaran juga menyesuaikan keadaan kita saat ini.            Teman-teman yang memiliki hobi menulis, yang suka membuat konten blog, atau ingin menjadi jurnalis, saya sangat menyarankan untuk berpartisipasi dalam ekstrakurikuler jurnalistik. Daripada bosan dan tidak tahu ingin melakukan apa, lebih baik ikut kegiatan yang seru ini untuk mengisi waktu di akhir minggu. Saya berharap teman-teman yang ikut ekstrakurikuler jurnalistik ekspektasinya bisa terpenuhi dan bahkan bisa menerapkan materi tersebut dalam kehidupan masing-masing. Akhir kata, sampai bertemu di ekstrakurikuler jurnalistik ya! 
Selengkapnya
Animasi
Posted: 2020-12-16 | By: Sebastian Dustin Kumala IX-B/36
Ekstrakurikuler animasi ini tidak hanya mempelajari definisi, jenis, dan cara membuat animasi secara teoretis. Lebih dari itu, ekstrakurikuler animasi juga melatih diri kami untuk bisa berimajinasi dan mengekspresikan ide dalam otak kami ke dalam suatu medium. Medium yang dimaksud dalam konteks ini berupa hasil akhir sebuah animasi. Setelah mengikuti ekstrakurikuler ini, selain bisa membuat animasi, saya juga sudah mulai terbiasa untuk menggunakan aplikasi-aplikasi yang menurut saya sangat dibutuhkan di era modern ini walaupun keterampilan dalam menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut masih bersifat dasarnya saja. Dengan pengenalan terhadap aplikasi animasi, kami diharapkan dapat semakin mengembangkan kemampuan kami untuk mengeksplorasi dunia animasi yang sangat luas ini. Pengetahun yang telah saya pelajari dari ekstrakurikuler ini tidak hanya bisa saya terapkan dalam membuat animasi saja. Saya juga bisa menerapkannya dalam proyek atau tugas sekolah lainnya, misalnya keterampilan dalam memproduksi dan mengedit video untuk tugas pelajaran, membuat ilustrasi gambar atau poster, dan proyek lainnya. Berdasarkan pengalaman dan hal-hal positif yang saya dapat, saya sangat merekomendasikan kepada peserta didik di jenjang SMP untuk mengikuti ekskul ini. Untuk kalian yang menyukai kartun, anime, dan jenis animasi lainnya saja, ekstrakurikuler ini bisa jadi cocok untuk kalian. Selain itu, saya juga sangat merekomendasikan untuk kalian yang tertarik dengan video production, menggambar, dan siapapun yang ingin melatih kreativitas visualnya. Bagi kalian yang sudah memiliki pengalaman dalam membuat animasi, saya mengajak kalian untuk bergabung dalam ekstrakurikuler ini. Alasannya yaitu nanti kalian bisa mengeksplorasikan dan mengekspresikan kemampuan dan kreativitas kalian dengan lebih terarah. Untuk para pemula yang berminat, janganlah takut untuk maju dan bergabung ke dalam kelas ekstrakurikuler animasi karena kelas ini menyambut kalian para pendatang baru dengan tangan terbuka. Akhir kata, saya jamin ekstrakurikuler ini akan sangat seru dan kalian tidak akan menyesal!
Selengkapnya
Mengisi Waktu Luang dengan Public Speaking
Posted: 2020-12-16 | By: Maria Anargya Adilaksmi 9C-28
Kegiatan Public Speaking adalah kegiatan yang menyenangkan untuk dilakukan oleh saya.  Apalagi untuk mengisi waktu luang di hari Sabtu. Ya… mungkin kebanyakan orang tidak mendaftarkan dirinya karena beranggapan public speaking ada dalam diri setiap orang. Jadi mengapa harus repot-repot mengikuti ekstrakurikuler tambahan tersebut? Saya, Maria Anargya Adilaksmi, termasuk salah satu dari peserta didik yang mengikuti kegiatan tersebut juga awalnya berpikiran seperti itu. Namun, jika dipikir-pikir lagi tidak ada salahnya mencoba hal baru.Setelah satu jam mengisi dan memilih kegiatan Public Speaking pada google form, saya merasa sedikit kesal karena berpikiran nanti kelas Public Speaking kurang  seru karena banyak latihan berbicara. Namun anggapan di pikiran saya berubah ketika mengikuti pertemuan pertama kelas Public Speaking. Coach (pelatih) kami langsung menyambut peserta ekstrakurikuler Public Speaking dengan hangat. Ia juga mampu mencairkan suasana dingin dan canggung sebelumnya. Pada waktu itu, kami melakukan perkenalan diri terlebih dahulu dan melakukan ice breaking dengan sebuah permainan.Setelah pertemuan pertama itu, saya berbicara dalam hati, “Kelihatannya seru nih, tapi gue kan udah pernah ikut Public Speaking dulu di kelas 7.” Saya kembali menyesali keputusan untuk memilih ekstrakurikuler Public Speaking ini dan berencana membatalkan keikutsertaan saya dalam ekstrakurikuler ini. Namun hal tersebut tentunya akan membuat guru yang bertugas mengalami kesulitan dalam pendataan peserta ekstrakurikuler. Maka saya berubah pikiran lagi. Tibalah pertemuan kedua yang diselenggarakannya setiap 1 minggu sekali. Saya yang awalnya sedang tidak senang, semakin lama merasa gembira dan nyaman ikut ekstrakurikuler Public Speaking. Fix, ini ekstrakurikuler terbaik bagi saya. Mengapa? Alasannya sederhana, ini semua karena peraturannya. Selama pembelajaran kami tidak diperkenankan menggunakan gawai. Hal ini dikarenakan agar peserta ekstrakurikuler Public Speaking lebih fokus mengikuti sesi pelajaran yang disampaikan oleh coach. Selain itu, cara penyampaian materinya juga jelas dan padat sehingga saya dapat mengerti isi materi dengan cukup mudah. Kelebihan dari kelas public speaking ini yaitu adanya penerapan sistem timbal balik antara peserta ekskul dan coach. Kami sebagai peserta dapat mempraktikkan teori yang sudah diberikannya di depan kelas. Awal presentasi di depan kelas, saya sangat grogi. Apalagi sebagian besar pesertanya tidak saya kenali. Di saat itu saya ingat perkataan coach yaitu dalam public speaking, tidak ada materi yang salah. Rasa percaya diri dan keberanian saya pun bertambah. Nah, dari setiap presentasi, kami diberi tanggapan dan masukkan, apakah gaya bicaranya masih kaku, intonasinya dapat ditingkatkan lagi dan sebagainya. Dari situ, kami dapat mengetahui apa yang salah dalam penyampaian materi tadi dan memperbaikinya.Saya dan siswa lainnya, dalam kegiatan Public Speaking banyak mendapat pengetahuan baru. Segudang harapan juga didapatkan kepada masing-masing individu setelah mengikuti kegiatan ini. Satu hal baru yang saya sadari setelah mengikuti ekstrakurikuler Public Speaking yaitu kami dapat berbicara kepada audience dengan nyaman dan interaksinya pun berjalan dengan lancar. Memang butuh perjuangan dan keinginan untuk maju yang tinggi sehingga dapat memaksimalkan penyampaian materi yang diberikan oleh coach.         Oh iya, berbicara tentang penyampaian materi, kami diajarkan cara melakukan teknik-teknik yang dapat membantu kami dalam menyampaikan materi di depan umum secara detail. Contohnya yaitu dengan menggunakan filler words atau menutupi kata-kata yang tidak kita sadari, menyelipkan humor atau cara melelehkan suasana, dan cara-cara lainnya. Nah kalian penasaran kan? Tunggu apalagi, ayo ikuti kegiatan ekstrakurikuler Public Speaking yang diselenggarakan Sekolah Santa Ursula BSD sekarang juga. Selain menyenangkan, banyak ilmu dan keuntungan yang dapat diambil. Pembelajaran tidak hanya berpusat pada teori saja, tetapi bisa langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-harinya seperti saat menyampaikan presentasi di kelas, menyampaikan gagasan, memimpin sosialisasi, dan menjadi pembawa acara.  Dengan teknik yang sudah diajarkan, audience atau penonton dapat memahami materi yang disampaikan dengan jelas. Kalian pasti pernah melihat kalau di kelas, saat presentasi, semua peserta didiknya tidak mendengarkan teman yang sedang presentasi. Kejadian itu mungkin saja dikarenakan keterampilan Public Speaking peserta didik tersebut kurang baik sehingga tidak mendapat menarik perhatian audience. Nah, coba bayangkan jika hal tersebut terjadi pada saat kalian presentasi? Pasti kecewa kan? Nah, dalam kegiatan Public Speaking ini, banyak cara yang dapat dilakukan untuk menanggapi permasalah tersebut.
Selengkapnya
Gelorakan Semangat Antikorupsi
Posted: 2020-12-09 | By: TimLiterasi_SMP_Sanurbsd
Hallo kawan-kawan muda, pernahkah kalian mendengar atau mengetahui sebuah slogan yang berbunyi “Berani Jujur Hebat!”? Iya betul, slogan ini banyak digaungkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau yang lebih kita kenal dengan sebutan KPK. Slogan ini bukan sekadar slogan, namun lebih dari itu. Slogan ini merupakan perwujudan komitmen seluruh negara yang tergabung dalam PBB untuk bersama-sama memiliki sikap dan melakukan tindakan anti korupsi.  Fakta menunjukkan bahwa hingga hari ini korupsi menjadi problem besar bagi bangsa Indonesia dan juga negara-negara di seluruh dunia. Oleh karena itu, negara-negara di dunia yang bergabung sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sepakat untuk melaksanakan sebuah Konvensi Anti korupsi atau dikenal dengan istilah United Nations Convention Against Corruption. Konvensi ini ditandatangani di Merdia, Meksiko pada tanggal 9 Desember 2003. Berawal dari inilah maka setiap tanggal 9 Desember selalu diperingati sebagai hari Antikorupsi Sedunia. Korupsi sebagai sebuah tindakan tidak terpuji tidak hanya rawan terjadi di instansi pemerintahan maupun negara. Korupsi juga rawan terjadi di lingkungan sekolah. Pernahkah kalian mendapati perilaku yang tidak jujur, menyontek, perbuatan curang, memberi gratifikasi, maupun mark up dan manipulasi nilai?  Di masa pandemi ini, pembelajaran menggunakan model Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Minimnya pertemuan tatap muka secara fisik semakin meningkatkan kerawanan perilaku korupsi dalam kegiatan pembelajaran. Perilaku ini rawan terjadi karena berkurangnya pengawasan secara langsung oleh guru kepada peserta didik. Tak jarang kita mendengar ada peserta didik yang mencoba berbuat curang, menyontek, dan tidak jujur demi mengejar pencapaian nilai angka tertentu, atau predikat lulus. Dalam keseharian PJJ, khususnya saat jumpa virtual, tidak jarang juga kita menemui peserta didik yang tidak menyalakan mic, tidak menyalakan kamera, ataupun tidak mengumpulkan tugas dengan alasan akses internet buruk, atau  perangkat rusak. Namun, apakah benar yang terjadi sungguh-sungguh demikian? Jika tidak, itu adalah contoh perilaku koruptif. Contoh-contoh perilaku koruptif di atas dalam jangka pendek maupun jangka panjang akan merugikan diri sendiri dan semakin banyak orang.   Menghadapai fenomena korupsi di tanah air, sudah layak dan sepantasnya kita ikut terlibat dalam gerakan global antikorupsi. Kita perlu meningkatkan kepedulian untuk melawan perilaku-perilaku koruptif di sekitar kita. Bahkan dalam lingkup yang paling dekat dengan kita. Seperti slogan dari KPK, ”Berani Jujur Hebat!”, sudahkah kita sungguh-sungguh mengamalkan nilai-nilai kejujuran dalam sikap dan tindakan keseharian di sekolah selama PJJ? Betul sekali, bahwasannya sikap jujur di lingkungan sekolah dapat diawali melalui tindakan-tindakan sederhana. Perilaku anti korupsi yang dapat kita kembangkan diantaranya dengan bersedia bersikap terbuka, transparan, bertanggung jawab, memiliki integritas pribadi, menghormati orang lain, peduli pada orang lain, dan mau bekerja keras. Sebagai pembelajar kita juga perlu mengembangkan sikap menghargai karya orang lain dengan menghindari plagiarisme. Hasil belajar yang baik dalam bentuk nilai dapat terwujud melalui kerja keras dan tanggung jawab dalam belajar. Oleh sebab itu, ayo kita jauhi sikap-sikap yang ingin mendapatkan hasil baik secara instan, tapi dengan cara-cara yang curang.    Mulai sekarang, ayo gelorakan semangat Antikorupsi di lingkungan sekolah kita, agar semakin banyak anak muda yang peduli pada masa depan bangsa kita yang bebas dari korupsi. Selamat memperingati Hari Antikorupsi Sedunia. 
Selengkapnya
ODHA Adalah Saudara Kita
Posted: 2020-12-01 | By: Yulia Mariyani
HIV (Human Immunodeficiency Virus) ditemukan pertama kali pada decade 70an di Afrika. Pada tahun 1981, HIV/AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) menjangkiti manusia. AIDS terjadi ketika virus HIV menyebabkan kerusakan serius pada sistem imun. Temuan pertama terjadi pada warga Los Angeles, Amerika Serikat. Sejak saat itu AIDS menjadi salah satu penyakit mematikan di dunia. Hingga bulan Juni 2019, tercatat 349.883 warga Indonesia terjangkit penyakit ini.  Penyakit ini bukan penyakit biasa. Ahli-ahli kedokteran di dunia pun belum menemukan vaksin yang sanggup melawan keganasan HIV/AIDS hingga saat ini.  Setiap tanggal 1 Desember kita memperingati Hari AIDS Sedunia. Peringatan ini untuk memberikan kesadaran bagi masyarakat tentang bahaya penyakit AIDS yang disebabkan oleh virus HIV. Penanda peringatan ini adalah pita merah. Selain itu, peringatan Hari AIDS Sedunia juga sebagai wujud solidaritas bagi penderita HIV/AIDS yang disebut dengan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Selama ini penderita HIV/AIDS banyak mengalami diskriminasi dan stigmatisasi sehingga tersisih di masyarakat. Dalam pembelajaran kolaborasi mata pelajaran IPA, Bahasa Inggris, dan Seni kelas IX,  kami mengajak anak-anak untuk mengambil bagian dalam kampanye penyadaran anti diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS. Kampanye ini diwujudkan dalam aktivitas pembuatan poster yang serentak akan diposting di Instagram masing-masing peserta didik. Konten-konten dalam poster mengajak warganet untuk berhenti mendiskriminasi penderita HIV/AIDS. Kami berharap melalui langkah sederhana ini mampu memberikan kontribusi dalam upaya meningkatkan solidaritas bahwa ODHA adalah saudara kita. Stop diskriminasi penderita HIV/AIDS dan jangan pernah melakukan tindakan-tindakan yang beresiko terinfeksi HIV/AIDS.
Selengkapnya