KEGIATAN Hari Pangan Nasional 2019
Posted: 2019-10-19 | By: Ferdinand Justin / 8C / 16
Sabtu tanggal 19 Oktober 2019 sekolah kami SMP Santa Ursula BSD mengadakan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia atau bisa disebut dengan HPS. Kegiatan yang dilakukan adalah membagikan beras kepada pekerja jalanan yang kurang mampu seperti tukang sapu jalan dan tukang parkir. Beras yang dibagikan adalah hasil sumbangan dari siswa-siswi SMP Santa Ursula BSD yang telah dikumpulkan dari tanggal 7-9 Oktober 2019 yang lalu. Tim pembagi beras dibagi ke dalam kelompok lebih kecil masing-masing kelompok harus menyediakan satu mobil untuk mengantar ke tempat tujuan dan membagikan beras ke orang yang tidak mampu. Di kelompok saya, Jojo yang menyediakan mobilnya.  Pembagian beras dilakukan oleh dua orang perwakilan di setiap kelas VII dan kelas VIII. Pembagian beras dilakukan ke lima tempat dan  kelompok saya yaitu kelompok C yang terdiri atas enam anggota/siswa dan satu orang guru yang mendamping kelompok kami yaitu Bu Devi dan orang tua Jojo yang ingin mengantarkan kami ke tempat tujuan. Kami melakukan pembagian di sekitar AEON mall. Saat saya memberikan beras kepada ibu/bapak  penyapu jalanan saya merasa sedih karena mereka bekerja keras, walaupun mereka sudah berumur. Di salah satu tempat kami membagikan beras, mereka (para pekerja jalanan) mengelilingi kami untuk mendapatkan beras. Saat ingin kembali ke sekolah kami mulai bercerita satu sama lain di dalam kelompok membicarakan tentang perasaan kami saat membagikan beras. Menurut saya, kegiatan ini merupakan pengalaman pertama yang sangat berharga. Saya baru pertama kali bisa menyumbangkan beras bersama dengan teman-teman. Rasanya senang sekali dapat membantu orang lain yang membutuhkan. Saya sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk membagikan beras dan dapat berbuat baik pada orang lain. Kedepannya, saya harap dapat melakukan kegiatan seperti ini lagi di tahun berikutnya.  
Selengkapnya
Parenting Session bagi Orang tua Peserta Didik kelas VII SMP Santa Ursula BSD
Posted: 2019-09-12 | By: M.M. Josyarti
Saat memasuki usia remaja awal, proses pematangan fungsi seksual dalam tubuh seorang anak berakibat memunculkan rasa tidak nyaman akan diri sendiri yang cenderung diekspresikan dalam perilaku negatif. Tak heran bila orang tua kerap mengeluh sulit berelasi dengan anak remaja mereka yang tidak lagi menampilkan sosok anak manis dan patuh. Dewasa ini, relasi tak harmonis tersebut cenderung diperparah adanya gap antar generasi. Orang tua dari anak usia SMP pada umumnya berasal dari generasi X, sementara anak-anak mereka adalah generasi Z dengan karakteristik sangat berbeda satu sama lain.  Topik inilah yang diangkat dalam sesi parenting bagi orang tua peserta didik kelas VII. Narasumbernya adalah Ibu Charlotte Priatna. Kegiatan ini diselenggarakan selama lima hari berturut-turut untuk orang tua peserta didik kelas VIIA hingga VIIE. Kegiatan berlangsung dari hari Senin, 2 September hingga Jumat, 6 September 2019. Pada pembukaan Ibu Charlotte memberikan apresiasi khusus bagi para Ayah yang mengambil waktu untuk menghadiri sesi ini. Hal ini menjadi fokus pembicaraan dan ditegaskan kembali karena kecenderungan umum untuk menyerahkan urusan pengasuhan anak semata kepada sosok Ibu adalah sepenuhnya keliru. Pada tahap nature di awal masa hidup seorang anak, peran Ibu memang sangat dominan. Namun selanjutnya, terlebih saat anak berada di usia remaja, proses yang berlangsung memasuki tahap nurture, saat di mana Ayah harus lebih mengambil peran.  Dalam hal ini warga generasi X, para orang tua adalah angkatan yang tumbuh besar dalam kondisi ekonomi tidak pasti, sehingga terbentuk menjadi tangguh dan bermental tahan banting. Karakter lain yang menandai generasi ini adalah kemandirian dan kemahiran beradaptasi. Kemandirian yang terkondisi oleh kurangnya bonding dengan orang tua (generasi sebelumnya adalah baby boomer adalah angkatan pekerja keras dan sangat mementingkan pekerjaan), berdampak pada kesulitan orang tua menunjukkan afeksi dalam relasinya dengan anak. Pilihan untuk menjadi teman ’ngobrol’ yang menyenangkan, ternyata bisa menjadi ”kebablasan”, sehingga anak lupa akan status orang tua sebagai pemegang otoritas di rumah.  Pengalaman-pengalaman “miscommunication” dalam relasi orang tua - anak kemudian digali pada kesempatan diskusi antar peserta yang duduk berdekatan. Selain mengungkap pengalaman berbeda pola pikir dengan sang buah hati, peserta juga ditantang untuk menemukan “apa yang harus dilakukan” dalam situasi tersebut. Tuntunan untuk diskusi tertera dalam lembar panduan yang diterima oleh setiap orang tua di awal pertemuan juga memuat rangkuman materi parenting. Dalam menanggapi sharing hasil diskusi, Ibu Charlotte menuntun peserta untuk lebih jauh mengenali karakteristik remaja muda mereka. Anak-anak usia kelas VII sebagai generasi Z adalah angkatan yang sejak lahirnya telah menjadi mahir dengan dunia digital dan jaringan internet. Para teenagers ini kemudian diberi julukan screenagers, sangat akrab dengan layar gadget mereka. Keistimewaan ini menjadikan mereka sangat peduli teknologi baru, tetapi cenderung terikat pada gadget; tidak hanya itu mencoba hal baru, tetapi mudah bosan; mempunyai kreativitas tinggi, tetapi bermental instan; sangat percaya diri, tetapi kurang hormat pada orang lain; pintar dan handal, tetapi lemah dalam komitmen, loyalitas, tidak serius, santai, tidak peduli, dan egosentris.  Perbedaan tajam antar dua generasi ini membuat gaya parenting orang tua generasi X untuk anak generasi Z berpeluang memunculkan sejumlah permasalahan. Kesulitan orang tua membangun relasi, membatasi keterbukaan anak, sementara kebebasan berekspresi yang diterima anak, membuat konflik dan debat sering terjadi. Selain itu, tuntutan orang tua yang berlebihan cenderung membut anak menarik diri.  Secara khusus berkaitan dengan hal terakhir, Ibu Charlotte memperkenalkan konsep atelophobia yakni phobia terhadap ketidaksempurnaan atau takut tidak menjadi cukup baik; ketakutan yang ekstrim akan kegagalan mencapai kesempurnaan dalam tindakan, gagasan, maupun keyakinan seseorang. Atelophobia pada remaja bisa mengarah pada kondisi depresi sampai keputusan untuk mengakhiri hidup ini sangat mungkin berawal dari akumulasi pengalaman gagal memenuhi tuntutan orang tua.  Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk membantu anak membangun harapan. Kekuatan harapan dapat mengalahkan keputusasaan. Ini terbukti dari pengalaman pendampingan Ibu Charlotte terhadap seorang siswa kelas XI yang terancam tinggal kelas karena memiliki tujuh nilai kurang. Guru, wali kelas, maupun pembimbing sudah mengingatkan siswa tersebut tentang kondisinya dan mendorongnya untuk memperbaiki, tetapi ia ’tak bergerak’. Kepada siswa tersebut, Ibu Charlotte menyatakan bahwa setelah melihat nilainya, ia yakin bahwa siswa tersebut bisa naik kelas. Mereka membicarakan empat nilai yang mendekati KKM yang perlu menjadi fokus perbaikannya, dan tiga nilai lainnya yang akan ditinggalkan. Namun, ia tetap memenuhi persyaratan kenaikan kelas. Pada akhirnya, siswa tersebut berhasil naik kelas.  Kesempatan tanya jawab yang disediakan di akhir sesi dimanfaatkan dengan baik oleh peserta hingga pertemuan diakhiri setelah berlangsung selama 90 menit. Durasi waktu yang relatif pendek ini tampaknya terisi cukup efektif. Hal ini dapat disimpulkan dari hasil evaluasi peserta terhadap kegiatan yang dilakukan setelah sesi berakhir. Semoga saja, bekal yang diperoleh peserta melalui kegiatan ini tidak sebatas menambah wawasan dan melengkapi khasanah pengetahuan mereka, melainkan sungguh menggerakkan para orang tua ini untuk memperbaharui relasi dengan anak  serta dapat menjembatani jurang relasi antar mereka.  
Selengkapnya
Melatih Fisik dan Mental Menjadikan Diri yang Gesit dan Bertanggung Jawab
Posted: 2019-09-12 | By: Bintang/Kelas VIII
Senin, 26 Agustus 2019 kami angkatan kelas VIII mengikuti kegitan fisik dan mental. Kami diharapkan berkumpul pukul 06.00 di lapangan olah raga SMP. Akan tetapi, masih saja ada yang terlambat. Pukul 06.00 kami diberi pengarahan singkat oleh para guru dan Ibu Irene selaku kepala sekolah. Sekitar pukul 07.00 kami dijemput dengan mobil tentara. Di dalam mobil terdapat dua orang pendamping dan satu guru. Perjalanan menuju Arhanud kira-kira 30 menit. Setelah sampai di sana kami baris sesuai kelas. Setiap kelas mendapat empat orang pendamping. Pada awalnya kami diberikan pengarahan singkat oleh salah satu tentara. Setelah pengarahan selesai kami melakukan PBB. Beberapa jam kemudian kami mendapatkan makanan kecil pertama. Sebelum makan snack kami harus duduk berhadapan dan mendekatkan kedua boks makan, lalu menaruh minum di kanan boks masing-masing. Kemudian, kami berdoa dalam kepercayaan kami masing-masing dan baru mulai makan snack. Pada saat proses makan snack waktu makan kami di hitung. Setelah makan snack kami kembali melakukan PBB, tetapi cuaca semakin panas jadi kami semua kepanasan dan sudah mulai capai. Setelah melakukan PBB kami diberikan materi cara menggunakan kompas malam dan kompas pagi serta cara memberikan pertolongan pertama. Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 06.00 kami semua melakukan ibadah. Waktu beribadah selesai, kami melanjutkan aktivitas kami dengan bersih-bersih (mandi). Ini merupakan kegiatan yang tidak saya sukai. Hal ini karena kami harus mandi dengan cepat dan harus mandi secara bersamaan. Satu kamar mandi diisi oleh tujuh orang. Pada malam harinya kami dibentuk kelompok, setiap kelas dibagi menjadi dua kelompok untuk melakukan kompas malam. Sekitar pukul 08.00 kami menyelesaikan kompas malam dan dilanjutkan dengan jurit malam. Situasi pada saat jurit malam tidak menyeramkan, hanya terdengar suara baskom jatuh, atau suara kaleng jatuh. Kami juga diarahkan untuk mengikuti arah lilin yang menyala agar sampai ke garis finish. Pukul 00.00 jurit malam pun selesai. Kami diberi pengarahan untuk tidur dan bangun kembali pada pukul 04.00. Keesokan harinya kami bangun dan bersiap untuk melakukan kegiatan. Kegiatan yang kami lakukan pertama adalah senam pagi dan sarapan. Kemudian pukul 07.00 kami melakukan permainan. Ada banyak sekali permainan yang melibatkan kerjasama kelompok kelas. Setelah melakukan permainan, pukul 12.00 kami melakukan ibadah. Tepat pukul 02.00 kami melakukan lomba PBB. Juara lomba PBB jatuh pada kelas VIII B dan hadiah dari perlombaan adalah diperbolehkan pulang terlebih dahulu. Setelah selesai pengumuman pemenang, kami berfoto dengan para tentara. Namun, sebelum berfoto kami diberi pengarahan terakhir. Salah satu tentara yang menurut saya sangat baik adalah Kak Ramdan, dia sangat sabar juga baik. Ada juga beberapa dari teman saya yang sangat menyukai tentara-tentara lain contohnya Kak Bayu dan Kak Purnama. Pengalaman fisik dan mental ini saya belajar untuk selalu berterima kasih akan makanan yang kita dapat dan jangan pilih-pilih saat makan. Saya juga belajar untuk bersikap gesit juga bertanggung jawab atas barang sendiri. Setelah mengikuti pelatihan ini saya menjadi lebih mandiri, gesit, dan bertanggung jawab. Saya pun merasa senang bisa mengikuti pelatihan, meskipun tubuh ini sangat lelah.  
Selengkapnya
Parenting Zaman Now : Pembelajaran dari Direktur Sekolah Selamat Pagi Indonesia
Posted: 2019-08-12 | By: Ibu Yulia Mariyani
Sekolah Santa Ursula BSD memberikan perhatian yang besar terkait pemahaman cara mengasuh anak yang perlu dilakukan oleh orang tua peserta didik. Perhatian ini berangkat dari keyakinan bahwa keberhasilan pembelajaran peserta didik di sekolah tidak dapat dilepaskan dari pola asuh anak dalam keluarga.   Tidak kurang dari 540 orang tua hadir dalam Seminar Parenting yang diadakan tiga hari yaitu Senin-Rabu, 5-7 Agustus 2019. Seluruh orang tua siswa SMP Santa Ursula BSD diundang untuk berpartisipasi dalam acara parenting ini. Kegiatan yang diadakan selama dua jam ini menghadirkan narasumber  Bapak Agus Setiadi selaku Direktur Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI). Sekolah ini berlokasi di Batu, Malang, Jawa Timur Belajar dari  Bapak Agus Setiadi Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) merupakan sekolah dengan karakteristik yang unik dan inspiratif. Sekolah SPI adalah sekolah gratis dengan latar belakang siswa yang multikultural dari seluruh Indonesia. Peserta didik yang diterima oleh sekolah ini memiliki ketentuan yang tidak biasa yani  siswa  tersebut harus yatim piatu, yatim/ piatu, tidak mampu secara ekonomi, dan tidak pandai.  Sekolah yang berdiri pada tahun 2007 ini memiliki tiga aturan utama bagi seluruh peserta didiknya. Rambu-rambu bagi peserta didik yaitu tidak boleh pindah agama, tidak boleh pacaran, dan tidak boleh mencuri. Saat ini jumlah siswa yang diterima SPI berjumlah 90 anak setiap angkatannya. 5 (lima) Karakteristik Orang Tua Zaman Now  Dalam paparannya, Bapak Agus Setiadi menyampaikan lima karakteristik utama yang perlu dikembangkan oleh orang tua kekinian dalam pengasuhan anak. Kelima karakteristik ini adalah orang tua menjalankan peran sebagai present person, memposisikan diri sebagai best friend, menempatkan diri sebagai consultant, menjalankan fungsi sebagai detective, dan role model bagi anaknya. Mari kita lihat satu persatu kelima karakteristik ini.  1. Present Person Langkah awal menjalankan peran sebagai present person adalah orang tua harus menyadari keadaan anak dan peran utama sebagai orang tua zaman now. Orang tua harus selalu update, tetapi harus selektif terhadap hal-hal yang menjadi dunia anak zaman sekarang (film, lagu, makanan, sosial media, dan lain-lain).  2. Best Friend Orang tua memposisikan diri sebagai teman bagi anak. Tindakan sederhana yang dapat dilakukan adalah membuat anak menjadi nyaman dengan cara masuk melalui pintu anak, keluar melalui pintu orang tua. Adapun yang dimaksud adalah masuk dengan cara yang disukai anak dan keluar/hasil akhir dalam harapan (persepektif) orang tua.  3. Consultant Dengan menjadi best friend, orangtua akan lebih dapat menjalankan perannya sebagai consultant dalam mendampingi dan memberikan masukan kepada anak terkait dengan pendidikan, karier,  pernikahan (memilih jodoh yang tepat), wealth management, dan kehidupan.   4. Detective Ketika menjadi detektif  orang tua harus “kepo” atau memiliki rasa ingin tahu yang tinggi untuk memahami dan melayani anak. Dalama hal ini orang tua selalu berusaha mencari tahu hal yang sedang dialami, disukai oleh anaknya berdasarkan rasa ingin tahu dan belajar dari anak tanpa rasa curiga. 5. Role Model Keteladanan (role model) menjadi aspek yang sangat penting bagi perkembangan kepribadian anak. Dalam hal ini, orang tua harus menjadi contoh bagi anaknya karena anak zaman sekarang tidak bisa diperintah, anak belajar dari hal yang mereka lihat.   
Selengkapnya
Nonton Bareng Film "Say, I Love You"
Posted: 2019-08-12 | By: Ignacio Kelas IX
Setelah mengadakan acara nobar film “Lima” beberapa tahun yang lalu, Sekolah Santa Ursula BSD kembali mengadakan acara nobar film “Say, I Love You” yang berada di CGV Cinemaxx Teras Kota, BSD. Sebelumnya guru-guru Sekolah Santa Ursula BSD telah menonton film ini pada hari Jumat (26/7), kemudian pihak film pun berbicara kepada Suster Francesco Marianti, OSU. untuk menawarkan beberapa hal, salah satunya dengan mengadakan acara nobar lagi untuk murid Sekolah Santa Ursula BSD dan Suster pun setuju untuk mendanai acara nobar khusus SMP Kelas IX dan siswa SMA kelas X, XI, dan XII.  Pada hari Senin (29/7/2019), kami pun berkumpul di hall dan pergi ke Teras Kota dengan kendaraan yang sebelumnya sudah disetujui setiap kelompok siswa. Kami pun tiba di Teras Kota, kemudian kami pergi ke bioskop dan mengabsensi diri kepada wali kelas masing-masing. Beberapa murid yang membawa uang diperbolehkan untuk membeli makanan yang akan disantap di dalam studio. Kami pun memasuki studio dan memilih tempat duduk yang nyaman.  Film diputar pada pukul 12.00 dan berakhir lebih kurang dua jam setelahnya. Setelah film tersebut usai, kami didatangi sekelompok orang dan beberapa MC yang membahas film tersebut untuk membuat kami lebih paham akan kejadian-kejadian yang terjadi di film tersebut. Setelah itu, kami pun pergi ke tujuan kami masing-masing. Menurut saya, dengan diadakan film tersebut yang bertumpu pada peristiwa nyata diharapkan siswa-siswi merefleksi diri serta semakin memahami arti dan nilai-nilai hidup. Dalam film tersebut, ditunjukkan peristiwa nyata dimana siswa-siswi di Sekolah Selamat Pagi Indonesia merupakan anak terlantar maupun yatim-piatu. Dengan melihat situasi hidup mereka yang seperti itu diharapkan siswa-siswi semakin meningkatkan penghargaannya kepada orang tua. Perasaan saya tampaknya campur-aduk ketika menonton film “Say I Love You.” Ada kalanya saya merasa kesal dan ada juga dimana saya merasa termotivasi, serta sesekali tersentuh hati saya.  Ada beberapa adegan menarik yang patut untuk dibahas, salah satunya yaitu proses dimana Koh Jul selaku pemilik sekolah turun tangan untuk mengubah tingkah laku perserta didik di sana. Koh Jul menjadi tokoh favorit saya di dalam film karena ia telah berjuang secara kreatif untuk mengubah pandangan murid-murid di sana. Ia menjadi tokoh yang menarik karena selama dalam proses itu, ia mengatakan beberapa kalimat motivasi yang membekas dalam hati saya. “Big Dream, Big Hope, Big Spirit, Big Action, Big Success,” serta “Life is A Choice” adalah salah satu dari kalimat motivasi dan renungan yang dipaparkan oleh beliau. Dengan mimpi yang besar akan mengacu kepada harapan yang besar. Memiliki harapan yang besar dibutuhkan semangat besar untuk melakukan hal-hal yang besar yang akan mengacu pada kesuksesan yang besar pula. Itulah arti dari motivasi pertama yang Koh Jul ucapkan yang membangun semangat murid-murid di sana, dari sekolah yang dikatakan buruk menjadi sekolah yang kreatif dan seru.  Nilai-nilai apa yang dapat diambil dari peristiwa-peristiwa dalam film? Tentu, semua 10 nilai Santa Ursula dapat kita lihat di dalam film tersebut. Dalam persiapan debut pertamanya terdapat kerja sama dan daya juang. Ada juga penghargaan, cinta lingkungan dalam memelihara tanaman, religiusitas pada agama masing-masing, tanggung jawab dan kejujuran untuk mengakui kesalahan serta kedisiplinan dan kemandirian.  Akhir kata, saya berterima kasih kepada Suster Franceso Marianti, OSU. dan Sekolah Santa Ursula BSD yang telah memberi kesempatan untuk belajar secara non-akademis melalui tontonan yang penuh dengan pemahaman dan arti hidup.  
Selengkapnya
Berani Tampil dan Asah Bakatmu
Posted: 2019-08-05 | By: Dinda Puspita Sari 9B/6
Lima ratus siswa SMP Santa Ursula BSD tentu saja memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Kemampuan setiap anak tidak bisa diukur hanya dari satu sisi pandang. Diperlukan banyak kesempatan untuk mencari dan mengasah bakat dalam diri anak masing-masing. Menurut saya, hal itu sudah ditunjukkan pada kebiasaan di sekolah Santa Ursula BSD ini. Dari pilihan ekstrakurikuler yang beragam, tidak menutup kemungkinan bagi anak untuk mengeksplor lebih dalam yang dimiliki dalam dirinya.  Pengalaman saya dimulai ketika saya masuk ke SMP Santa Ursula BSD. Pada awal kelas tujuh, saya sangat bingung ketika membaca daftar ekstrakurikuler apa saja yang ada di SMP Santa Ursula BSD. Pada akhirnya, saya memutuskan untuk bergabung dalam ekstrakurikuler Karawitan dan Polymer Clay. Ketika saya mengikuti kedua ekstrakurikuler tersebut, saya merasa dua-duanya bukan dalam bidang yang saya kuasai. Namun, saya mendapatkan banyak pengalaman yang seru dan kedua ekstrakurikuler tersebut dapat memperluas wawasan saya.  Kelas VIII merupakan tahun yang seru bagi saya. Saya dapat bergabung dalam ekstrakurikuler Floorball dan Menulis Kreatif. Walaupun saya tahu bahwa olahraga bukan hobi saya, saya ingin menggali lebih potensi yang dimiliki oleh diri saya sendiri. Menulis juga bukan merupakan hobi saya. Pengalaman menulis satu halaman kertas folio setiap pertemuannya melatih saya untuk menjadi pribadi yang lebih tekun dan disiplin. Dari sinilah saya dapat menyimpulkan, apapun kegiatan yang sudah kita pilih pasti ada hal positif yang membuat diri kita semakin berkembang. Saya diberikan kesempatan untuk menjadi Badan Pengurus OSIS periode 2019. Semua tes sebelum menjadi Badan Pengurus OSIS, saya ikuti. Mulai dari tes tertulis dan wawancara. Saya tidak menyangka akan diterima dan dapat bergabung dalam divisi yang sangat saya inginkan. Seksi HUMAS merupakan kesempatan terbesar saya untuk mengembangkan hobi dan bakat yang ada dalam diri saya. Fotografi dan editing adalah dua hal yang paling saya senangi. Selama ada kegiatan yang dirancang oleh Badan Pengurus OSIS, seksi HUMAS akan berperan sebagai sarana dokumentasi. Mulai dari mendokumentasikan video dan foto, juga mewawancarai beberapa warga sekolah mengenai kegiatan yang baru saja dilaksanakan.  Kegiatan Inilah Sosialisasi dan Dokumentasinya Sanur (INSINYUR) merupakan pengenalan ekstrakurikuler yang ada di SMP Santa Ursula BSD. “INSINYUR” diadakan pada hari Rabu, 17 Juli 2019 lalu. Saya dan teman-teman dari seksi HUMAS menjadi panitia dokumentasi. Pengalaman ini tentu saja sangat berkesan. Kendala-kendala yang kami hadapi melatih kami untuk lebih cepat tanggap. Awalnya, kami membawa tiga buah kamera dan empat memory card, tetapi baterai dari dua kamera habis dan tiga dari memory card tidak memiliki ruang penyimpanan lagi. Walaupun demikian, kami berhasil mengatasi kendala yang ada. Semua kegiatan yang sudah disiapkan dapat terdokumentasikan dengan baik. Menurut saya, saya dan teman-teman dari seksi HUMAS sudah bekerja secara maksimal dan kami mendapatkan hasil yang sangat memuaskan.  
Selengkapnya
INSINYUR SANUR BSD
Posted: 2019-08-04 | By: Karol IX-A
Selama tiga tahun saya duduk di bangku SMP, ini merupakan sosialisasi yang paling mengesankan bagi saya. Pada dasarnya kita tidak bisa hanya mengasah hard skills saja, tetapi soft skills juga harus dilatih agar kita tidak hanya pandai dalam pengetahuannya saja, juga pandai dalam keterampilan dan sikap. Hal ini diwujudkan di Santa Ursula BSD dengan adanya 10 nilai yang diterapkan oleh seluruh keluarga Santa Ursula BSD serta program-program yang dibuat oleh OSIS. Selain itu, Santa Ursula BSD juga menawarkan berbagai macam ekstrakurikuler dan pembinaan yang dapat diikuti seluruh siswa-siswi. Semua ini disosialisasikan melalui program Insinyur. Insinyur yang merupakan singkatan dari Ini Sosialisasi dan Dokumentasinya Sanur, adalah program yang direalisasikan oleh Badan Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (BP OSIS) SMP Santa Ursula BSD dan dilaksanakan pada Rabu (17/7/2019). Siswa-siswi diberi gambaran mengenai berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan, baik oleh sekolah maupun OSIS, sebagai wujud implementasi dari pengembangan soft skills peserta didik. Kegiatan tersebut meliputi kegiatan ekstrakurikuler, pembinaan sore, serta program OSIS. Siswa-siswi yang pernah mengikuti ekstrakurikuler atau pembinaan sore yang bersangkutan diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman mereka selama berproses dalam kegiatan yang diikuti. Di sisi lain, program yang telah dibuat oleh BP OSIS disosialisasikan oleh Badan Pengurus OSIS itu sendiri. Kami berada di ruang serbaguna sepanjang satu hari sekolah untuk menyaksikan penampilan-penampilan singkat serta sharing dari teman-teman kami. Untuk ekstrakurikuler, terdapat penampilan dari modern dance, daur ulang, desain mode, pergamano, membatik, guitar club, taekwondo, dan pencak silat. Sedangkan untuk pembinaan sore ada hidroponik, pramuka, dan kungfu shaolin. Kami juga menyaksikan sosialisasi ekstrakurikuler yang baru-baru ini didatangkan ke sekolah ini yaitu art factory, coding, dan animasi. Tidak hanya dari ekstrakurikuler dan pembinaan sore saja, kami juga menyaksikan penampilan dari band-band yang anggotanya pun sangat berbakat dan mampu mengguncangkan seluruh isi ruangan. Secara keseluruhan, setiap penampilan mampu menampilkan bakat mereka dengan baik dan dengan cara mereka tersendiri serta mampu berbagi apa yang mereka dapatkan berupa pengalaman, kesan, serta pengetahuan. Dari BP OSIS sendiri, program yang mereka telah buat mereka sosialisasikan di sela-sela pergantian penampilan. Salah satu program yang baru bagi saya yaitu Pantun Tangga kepanjangan dari Sopan Santun Tangga. Pada dasarnya kita diajak untuk tertib dalam menggunakan tangga yang ada di sekolah dengan mengikuti jalur naik dan turun yang sudah ditentukan untuk meminimalisir kemacetan di tangga. Untuk mendukung sosialisasi, mereka juga menampilkan video dokumentasi dari kegiatan yang sudah berjalan. Maka dari itu, mereka sebut program ini sebagai Ini Sosialisasi dan Dokumentasinya Sanur. Ada penampilan video mengenai beberapa kegiatan ekstrakurikuler dan program OSIS yang telah berjalan seperti pengomposan dan pemilahan yang kontennya cukup mencairkan suasana. Acara ini sangat berkesan bagi saya sebagai peserta yang menyaksikan keseluruhan acara dari awal sampai akhir. Selama satu hari ini saya belajar bahwa setiap kegiatan yang diselenggarakan di sekolah meski itu sering dipandang buruk oleh beberapa siswa memiliki ceritanya tersendiri yang unik dan berkesan serta banyak yang dapat dipelajari. Selain itu, dengan adanya pengembangan soft skills seperti ini dapat melahirkan orang-orang yang sangat berbakat. Semoga melalui acara ini orang-orang menjadi mulai ingin mengembangkan bakat serta keterampilan mereka dan semua orang bisa menerima manfaatnya.  
Selengkapnya
Wawasan Kebaharian untuk Pramuka Santa Ursula BSD
Posted: 2019-05-26 | By: admin
Waktu yang ditunggu akhirnya datang juga. Setelah kami mempersiapkan yel-yel dan beberapa perlengkapan pentas regu, akhirnya pada tanggal 11 Mei 2019 Pramuka Santa Ursula BSD berangkat ke Pangkalan TNI-AL Pondok Dayung Tanjung Priok. Tepatnya pukul 06.00 WIB kami anggota pramuka berkumpul di lapangan olahraga. Kami masuk ke dalam regu kami masing – masing untuk kegiatan apel pagi. Dalam kegiatan tersebut Kak Jaka yang bertugas sebagai pembina menyampaikan beberapa wejangan kepada kami, terutama tentang kesopanan, kemandirian, disiplin, dan keselamatan diri. Selesai apel, kami masuk ke dalam regu untuk bergotong-royong memindahkan barang bawaan kami ke truk yang akan kami kendarai. Iya, memang ada yang menarik dari perjalanan kali ini. Kendaraan yang akan kami gunakan adalah sebuah truk yang biasanya mengangkut pasukan tentara. Kami sangat antusias sekali untuk segera merasakan mengendarai truk tersebut. Akhirnya pukul 07.00 kami siap berangkat dan sampai di Pangkalan AL Tanjung Priok pukul 09.00. Sesampainya di sana, kami melihat sebuah patung katak yang sangat besar di seberang pulau. Ternyata kami harus menyeberang ke pulau tersebut. Pulau itu adalah pulau Pondok Dayung yang digunakan sebagai markas TNI AL di pangkalan Tanjung Priok. Kami menyeberang menggunakan kapal kecil, dan sekitar 5 menit kami sudah sampai di pulau tersebut. Pasukan katak menyambut kami, dan terjawab sudah rasa penasaran kami terhadap patung katak raksasa tadi. Perjalanan kami belum selesai, ternyata pulau itu tyidak sekecil yang terlihat. Kami masih harus berjalan masuk, sampai kami melihat barisan kapal-kapal besar yang sedang parkir di dermaga. Megah sekali, dan jelas kapal=kapal tersebut jarang kami temui. Kapal-kapal itu terlihat sangat besar dan dilengkapi dengan senjata, sehingga menimbulkan kesan gagah. Kami diantar ke sebuah kapal yang bernama Kapal Lawser. Sebelum kami memasuki kapal, kami melakukan upacara pembukaan. Di dalam upacara tersebut, Kak Levi memperkenalkan diri sebagai pimpinan di Kapal Lawser tersebut. Setiap regu didampingi oleh 2 TNI. Kami pun diajak masuk ke kapal untuk meletakkan barang-barang kami. Setelah itu, setiap regu di bawa untuk berkeliling melihat dan mengenal setiap ruang kapal beserta dengan persenjataan yang ada di dalamnya.  Selesai kegiatan tersebut, kami makan bersama. Acara dilanjutkan dengan permainan. Kami harus mendatangi empat pos untuk menyelesaikan setiap tugas yang diberikan oleh pembina di pos tersebut. Pos – pos tersebut antara lain; pos pionering, hula hoop, rahasia, dan kim cium (menebak suatu rempah dengan mencium bau dari benda tersebut). Setelah itu, kami istirahat sekitar 10 menit sembari menikmati snack . Kegiatan yang tak kalah menarik adalah ketika kami diajarkan mendayung.Kegiatan ini dinanti-nanti oleh kami karena hal ini tidak biasa dalam kehidupan kami sehari-hari. Sebelum mereka masuk ke dalam sekoci, mereka diajarkan cara mendayung dan semua aturan yang harus ditaati selama mendayung. Kemudian, kami masuk ke dalam sekoci yang memuat delapan orang termasuk dua orang tentara yang membantu membimbing kami. Hari itu ditutup dengan menonton pengetahuan bahari dan penampilan dari setiap regu. Video yang diputarkan berisi kehidupan sebagai tentara angkatan laut dan kehidupan dalam kapal. Video tersebut mengajarkan kami untuk memperluas pengetahuan bahari. Ke esokan harinya, kami bangun pukul 05.00 WIB. Pagi itu kami berolahraga ringan dengan senam, jalan santai atau lari pagi. Setelah itu Kak Theo meminta kami untuk mandi dan membereskan barang bawaan kami. acara dilanjutkan dengan makan bersama. Selesai makan, kami kembali dikumpulkan untuk melakukan upacara penutup. Selesai upacara kami kembali ke BSD. Pukul 12.00 WIB kami sampai di sekolah. Selesai membereskan peralatan pramuka, kami langsung diperkenankan untuk pulang. Acara ini sangat berkesan bagi kami. Kami belajar untuk bersyukur karena setiap hari masih bisa bertemu dengan keluarga.  
Selengkapnya
Pendampingan Seksualitas Remaja SMP St. Ursula BSD “Remaja Berkualitas, Remaja Santa Ursula BSD”
Posted: 2019-03-04 | By: Ibu Anti & Ibu Josyarti
“Roller coaster, roller coaster ….spinning all around and around for a world baby Roller coaster, roller coaster. For a minute we were up, but the next we were falling down”. (Roller Coaster by Justin Bieber)Masa remaja adalah masa yang bisa disamakan dengan roller coaster. Tidak pernah mudah menjadi remaja karena lingkungan di sekeliling mereka memiliki segudang standard yang harus mereka penuhi. Pada saat yang sama, aktivitas hormonal yang mematangkan fungsi seksual dalam tubuh mereka pun membawa dampak fisik dan psikis yang menuntut penyesuaian tersendiri.  Di sisi lain, kehidupan remaja masa kini penuh tantangan, diperkuat kehadiran media sosial dengan berbagai peluang dampaknya yang telah sedemikian terkoneksi dengan kehidupan mereka.Demikian pula halnya dengan menjadi orangtua dari anak remaja. Bukanlah hal mudah untuk berhadapan dengan dan bersikap tepat terhadap gejolak emosi remaja yang kadang tidak terduga sama sekali. Gejolak emosi yang muncul dari remaja bisa berbentuk antusiasme yang tinggi, kegembiraan yang meluap-luap, namun bisa juga tampil dalam bentuk penolakan, pemberontakan, kemarahan, serta emosi lain yang tidak selalu bisa diduga penyebabnya. Tak jarang orangtua menanggapi luapan emosi tersebut dengan emosi pula karena tidak cukup memperoleh penghargaan, bahkan diabaikan oleh anaknya. Untuk membantu remaja menyikapi berbagai tantangan tersebut, SMP Santa Ursula BSD menyelenggarakan kegiatan pendampingan Seksualitas bagi siswa kelas VIII. Selama tiga hari, sejak tanggal 6 hingga 8 Februari 2019, Ibu Ani Fegda dan timnya mendampingi siswa membangun pemahaman mendalam tentang seksualitas manusia sebagai anugerah Illahi. Secara umum ada 4 topik besar yang menjadi fokus dalam kegiatan ini, yaitu:Dimensi Psikoseksual: Identitasku dan Underwear Rules Dimensi Reproduksi: Aku Menjaga MilikkuDimensi Psikososial: Aku BerhargaDimensi Sosial : Aku dan DiaDalam penyajian setiap topik termuat dimensi spiritual yang kuat sehingga setiap pembicara selalu berpegang pada pedoman spiritualitas Kristiani dan nilai penghargaan. Pada hari ketiga, orangtua diundang untuk mendapatkan sessi parenting bersama Ibu Ani Fegda, mengacu pada pengalaman dua hari berproses bersama anak-anak mereka. Pada kesempatan yang sama, Ibu Ani Fegda melibatkan empat orang tua siswa untuk berbagi kisah sebagai orang tua dari remaja generasi Z milenial. Sessi talkshow ini dirancang sebagai media untuk menyampaikan tips dalam menghadapi remaja, serta membangun kesadaran orang tua untuk berani memberikan kemerdekaan terpimpin kepada remaja milenial mereka.Sementara para orangtua beraktivitas bersama Ibu Ani Fegda, seluruh siswa, didampingi wali kelas masing-masing, berproses mengendapkan materi yang mereka terima, dalam bentuk refleksi pribadi, vlog propaganda remaja berkualitas, serta komitmen kelas, yang kemudian dipresentasikan di depan forum orang tua.  Hal yang menjadi amat penting dalam sesi ini adalah pertemuan “Satu Hati”, saat setiap orang tua bertemu dengan anak mereka masing-masing. Pertemuan ini didominasi oleh perasaan haru baik dari orangtua maupun anak. Keduanya saling memberikan kertas berbentuk hati yang sebelumnya sudah diisi dengan ungkapan perasaan terdalam bagi satu sama lain. Penting untuk digarisbawahi bahwa keluarga merupakan tempat bertumbuh bagi setiap individu di dalamnya. Keluarga menjadi tempat yang paling aman bagi setiap anggotanya untuk bisa menjadi diri sendiri apa adanya. Oleh karena itu, baik orangtua maupun anak perlu sama-sama belajar untuk semakin bisa saling memahami dan saling menerima. Sebagaimana anak-anak yang tampil dengan komitmen mereka, dalam pertemuan ini, orangtua berkomitmen untuk lebih banyak mendengarkan anak. 
Selengkapnya
Cinta Lingkungan dengan Menanam Pohon di TPU Cibadung
Posted: 2019-03-04 | By: Abigail/7E
Pramuka Penggalang Serviam SMP Santa Ursula BSDAkhirnya, hari yang kami tunggu-tunggu, tanggal 09 Februari 2019, datang juga. kami, sebagai Tim Pramuka Penggalang Serviam Santa Ursula BSD, akan menanam pohon yang kami siapkan sejak beberapa hari yang lalu. Lebih dari 100 pohon kayu telah terkumpul. Setelah menyelesaikan kegiatan belajar di sekolah, kami mengenakan seragam pramuka kami dan mengangkat semua tanaman-tanaman kami ke dalam truk. Dua truk tentara TNI AD telah siap untuk mengantar kami menuju lokasi yang telah ditentukan untuk menanam pohon yaitu TPBU Giri Tama, Tonjong, Parung, Bogor. Setelah makan siang di sekolah, kami mulai berangkat menuju lokasi. Kurang lebih 30 orang peserta penggalang dan kakak pembina menumpang truk tentara TNI AD. Diperjalanan sangat mengasyikkan karena di masing-masing truk, kami banyak bermain dan bercanda, sehingga panas terik matahari seolah tak terasa lagi. Perjalanan tersebut memakan waktu sekitar 45 menit. Setelah sampai, kami turun dan juga menurunkan pohon kami. Beberapa bapak-bapak petugas, membantu dan mengajari kami, melubangi tanah dan menanam pohon.Ternyata sulit melubangi tanah dan menanam pohon. Kami harus mengerahkan sekuat tenaga untuk melubangi tanah.  Ditambah lagi, dengan cuaca yang semakin terik. Tanah lokasi penanaman merupakan tanah berbukik dan ada jurang di salah satu sisinya. Satu demi satu pohon kami tanam. Kami membuka plastik media tanam pohon yang kami bawa. Pucuk merah, ketapang, mangga, belimbing, jambu merupakan beberapa tanaman yang berhasil kami tanam. Kurang lebih pukul 15.00 WIB kegiatan menanam telah selesai. Kami mulai membersihkan sampah - sampah agar tidak ada yang tertinggal dan membereskan barang - barang bawaan kami. Setelah itu, kami istirahat memakan donat dan minum. Ada juga beberapa anak yang pergi ke kebun untuk memetic buah duku bersama dengan petugas TPBU Giri Tama. Pukul 16.00 WIB kami beranjak pulang ke sekolah. Walaupun lelah dan terik matahari masih menyengat, tapi kami semua kembali dengan hati yang senang karena kami pada hari ini mendapat pelajaran yang berharga. Kami diajarkan cara menanam pohon dan tentunya melestarikan alam. Semoga pohon-pohon yang telah kami tanam dapat bertumbuh subur dan berguna bagi masyarakat sekitarnya. 
Selengkapnya
PEMILOS 2019
Posted: 2019-02-09 | By: Faustine 9A/ 14
Sejak bulan Desember 2018 hingga Januari 2019, saya dan anggota badan formatur OSIS mengadakan rapat secara terus-menerus untuk merancang dan mempersiapkan properti  yang dibutuhkan saat hari H pelaksaan pemilos 2019. Kami terbagi dalam beberapa seksi dan saya berperan sebagai koordinator seksi acara. Dibutukan kerja keras dan waktu yang tidak sebentar bagi kami semua untuk menyelesaikan rancangan pemilos 2019. Kami saling membantu satu sama lain agar dapat menyelesaikan rancangan dengan cepat dan optimal. Pada hari Senin, 21 Januari 2019, diadakan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS SMP periode 2019/2020. Pemilos diadakan di aula SMP-SMA Santa Ursula BSD dan diikuti oleh seluruh guru dan siswa/siswi SMP Santa Ursula BSD. Tema dari pemilos 2019 adalah “MAPALUS”, artinya suatu sistem atau teknik kerja sama dengan mengutamakan kepentingan bersama. Istilah itu diambil dari budaya suku Minahasa. Dekorasi yang digunakan bertemakan Indonesia. Kami mendekorasi panggung dengan beberapa bangunan adat yang terkenal di Indonesia.  Pemilos dimulai pada pukul 09.30 dan berakhir pukul 12.45. Selama pemilos berlangsung, saya duduk di paling belakang  besama beberapa orang lainnya sebagai time keeper. Rangkaian acara pemilos dimulai dengan pembukaan dari MC dan kata sambutan dari Ibu Cicil. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penampilan band Daun Pepaya, perwakilan dari kelas 9C. Selanjutnya, ada pidato dan sesi tanya jawab calon ketua OSIS (cakatos) 1, yaitu Payo 8A dan langsung disambung dengan pidato dan sesi tanya jawab calon wakil ketua OSIS (cawaketos) 1, yaitu Farrel 7A. Setelah itu, ada performance dari band 9A yang dilanjutkan dengan pidato dan sesi tanya jawab caketos 2, yaitu Jasmine 8A lalu diikuti dengan pidato dan sesi tanya jawab cawaketos 2, Caroline 7D. Kemudian, acara dilanjutkan dengan penampilan yang luar biasa dari tim modern dance kelas 9 yang bernama Indigo. Setelah performance dari Indigo berakhir, dilanjutkan dengan pidato dan sesi tanya jawab caketos 3, Bayu 8B. Selanjutnya ada pidato dan sesi tanya jawab cawaketos 3, yaitu Malda 7C. Selanjutnya, siswa/siswi dan guru diberi waktu istirahat selama kurang lebih 10 menit. Setelah istirahat, rangkaian acara dilanjutkan dengan penjelasan mengenai tata cara pencoblosan. Pencoblosan pun dilakukan oleh seluruh siswa/siswi dan guru. Selama pencobosan, siswa/siswi yang masih menunggu giliran untuk mencoblos, menyaksikan 5 video musikalisasi puisi dari kelas 9. Selain video muskialisasi puisi, ditampilkan pula dokumentasi kegiatan-kegiatan yang telah diadakan oleh OSIS 2018. Setelah proses pencoblosan selesai, pemilos ditutup dengan flashmob dari badan formatur OSIS. Kami menarikan tarian “Maumere” yang berasal dari Ende.  Kami mengajak siswa/siswi lainnya untuk ikut menari bersama dan rangkaian acara pemilos pun berakhir.  Keesokan harinya, saya dan beberapa anggota badan formatur OSIS lainnya melakukan penghitungan surat suara. Kami juga melakukan peninjauan ulang terhadap nama-nama calon Badan Pengurus OSIS 2019. Beberapa hari kemudian, nama-nama Badan Pengurus OSIS 2019 dipajang di softboard. Saya merasa sangat senang karena pemilos 2019 dapat berjalan dengan lancar dan menurut saya hasil kerja keras selama ini memuaskan.  
Selengkapnya
SOSOK PANUTAN HIDUP “ANGELA MERICI”
Posted: 2019-02-03 | By: Sergio Lucasandro/9A/30
Sejarah Hidup Santa Angela Merici adalah seorang pendiri Ordo Suster Ursulin dan Suster-suster Angelin. Pada tahun 1484, ketika Angela masih berumur 10 tahun orang tuanya meninggal dunia.  Ia pun kemudian tinggal bersama dengan pamannya. Sebagai anggota Ordo Santo Fransiskus, Angela membuka sekolah-sekolah agama untuk para gadis di kota kelahirannya Desenzanodan di Brescia, Italia. Pada tahun 1524 ia berziarah ke Tanah Suci dan mengalami kebutaan di Kreta. Untungnya sepulangnya dari ziarah matanya pun sembuh. Pada tahun 1525, Klemens VII tidak berhasil membujuknya untuk berkarya di Roma. Ia mengalami sebuah penampakan pada tahun 1506 dan setelah itu ia mendirikan Serikat Ursulin dan Brescia pada tahun 1535. Ia kemudian menjadi pembesar di kelompok ini sampai kematiannya. Serikat ini didirikan untuk memerangi kebejatan moral dan membina iman kaum wanita muda. Mula-mula tanpa kaul resmi, para suster hidup di luar biara untuk merasul. Angela juga menulis buku wasiat, Nasihat Rohani, dan Aturan Ordo. Ia dinyatakan kudus pada tahun 1807 Angela meninggal pada tanggal 27 Januari 1540.  Tanggal kematiannya tersebut kemudian dijadikan tanggal untuk merayakan hidupnya. Pengalaman Hidup Selama saya bersekolah di Santa Ursula BSD dari saya belajar di Taman Bermain (TB) selalu diceritakan kisah tentang Angela Merici. Jujur awalanya saya bigung dan tidak mengerti tentang beliau. Siapa sebenernya beliau itu? Mungkin karena masih terlalu kecil jadi saya belum begitu mengenal dan memahami tokoh gereja yakni Angela Merici. Di jenjang SD saya mulai diperkenalkan peran hidup Santa Angela Merici. Angela Merici adalah seorang yang sangat rendah hati dan penyayang. Ia sangat mengasihi Kristus sebagaimana Kristus mengasihinya. Selama saya belajar sejarah dan biografi Santa Angela Merici, saya menemukan berbagai macam keunikan dalam diri Angela Merici. Selama masa hidupnya, beliau selalu berdoa dan menyerahkan diri pada Tuhan. Hal itu yang sangat menginsipirasi saya setiap harinya.  Saya belajar untuk mempercayai bahwa Tuhan itu Maha Penyayang bagi semua anaknya. Selama ini saya belum mengenal Santa Angela Merici saya belum percaya bahwa Tuhan itu mencintai saya. Namun, lama-kelamaan saya mencoba mengenal beliau lebih dalam dan  semakin menumbuhkan rasa cinta saya kepada Tuhan. Pindah ke jenjang yang lebih tinggi (SMP), saya mempelajari banyak hal tentang Santa Angela Merici. Terutama pada nasihatnya yang keenam yaitu “Bagi Anda Hiduplah dalam sedemikian rupa sehingga Anda menjadi contoh bagi Saya.” Memurut saya itu merupakan suatu nasihat yang dapat kita teladani.Makna nasihat itu menjelaskan bahwa hidup kita sebenarnya biasa saja, tetapi kita bisa menjadi berkat bagi orang disekitar kita.  Saya punya satu pengalaman yang ingin saya bagikan yakni ketika saya sedang dalam kegagalan dan saya merasa sangat terpuruk dalam hal itu. Saya ingat salah satu nasihatnya yaitu “Yakinlah dan percayalah maka Tuhan akan selalu ada di samping Anda.” Saat saya mengingat nasihat itu saya langsung berdoa dan minta pertolongan pada-Nya. Angela Merici adalah orang yang sangat patut untuk kita teladani dari sikap hidupnya. Beliau merupakan orang yang sangat mencintai Kristus Yesus hingga Ia merelakan diri untuk menjadi biarawati. Saat ini Santa Angela Merici merupakan pelindung dan pendiri dari Ordo Santa Ursula (OSU) dan jiwa pelayanan serta pasrah akan panggilannya dalam hidup patut menjadi inspirasi kita dalam menyikapi kehidupan. Pelajaran yang saya dapat dari sosok Angela Merici adalah hidup kita harus berpasrah pada Tuhan dan selalu percaya bahwa Tuhan itu selalu hadir dalam setiap langkah kita.  
Selengkapnya
FLA@MUS
Posted: 2018-11-19 | By: Agatha Kiara Christy - VII D/ 2
Selasa, 30 Oktober 2018 pukul 06.30, wajah-wajah ceria siswa kelas VII Santa Ursula BSD sudah berkumpul untuk karyawisata. Mereka akan mengunjungi Kota Tua, kota yang bersejarah, berjalan-jalan sambil belajar ke Museum Sejarah Indonesia, Museum Fatahillah, Museum Wayang, dan Museum Bank Mandiri. Kami berangkat dari sekolah pukul 07.00. Di dalam perjalanan, ternyata  di depan kawasan Monas ada suatu demo, tidak jelas sedang demo tentang apa, tetapi membuat kemacetan. Akhirnya kami sampai di museum yang pertama, yaitu, Museum Gajah/ Museum Sejarah Indonesia. Kami belajar dari kakak-kakak pemandu tentang batu-batu prasasti dari zaman kerajaan nusantara.  Setelah itu, kami menuju Kota Tua dan terjebak macet karena demo yang sedang terjadi. Sesampainya di sana, kami dibagi menjadi beberapa kelompok. Kelompok kuning dan coklat mengunjungi Museum Wayang. Di sana kami belajar bahwa ternyata wayang ada berbagai jenis dan memiliki beberapa manfaat. Ada yang dipakai untuk pementasan, pesta, dan upacara adat.  Kami langsung menuju Museum Fatahillah. Ternyata, dulu, di penjara bawah tanah museum ini pernah dipakai untuk menahan Cut Nyak Dien. Di museum ini kami belajar banyak tentang sejarah bangsa Indonesia. Lalu, kelompok kami menuju ke Museum Bank Mandiri. Pemandu wisata kami mengatakan bahwa ada sebuah ruangan yang dipakai sebagai tempat syuting mata batin dan ada beberapa temanku yang masuk. Di museum ini banyak sejarah tentang perbankan di Indonesia sejak zaman Belanda dan sampai zaman modern. Hal ini sangat menarik karena kita belajar tentang kemajuan teknologi bangsa Indonesia. Kami sangat bersyukur kepada Tuhan karena sudah memberi kami kesempatan untuk mempelajari sejarah Indonesia dan mendampingi kami selama perjalanan sehingga selamat sampai BSD kembali. Kami bersyukur dapat merasakan perjuangan para pahlwan yang, berkat kepatriotisme mereka, kami mampu merdeka sampai saat ini.  
Selengkapnya
Pengalaman Lomba Speech di UIN Syarif Hidayatullah
Posted: 2018-11-17 | By: Alice - IXA/1
Pada tanggal 3 Oktober lalu, saya, Rachel, dan Velma berkumpul dan berangkat menuju Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Saya dan Velma mengikuti lomba speech dan Rachel mengikuti storytelling. Saya sangatlah gugup dan takut lupa karena ini merupakan lomba pidato pertama saya. Untungnya, ini bukanlah pertama kali saya tampil di depan banyak orang. Kami datang setengah jam lebih awal dari jam registrasi ulang. Saya dan Velma sayangnya harus terpisah dengan Rachel karena tempat lomba yang berbeda. Saya dan Velma menghabiskan waktu untuk mempersiapkan bahan lomba. Kami juga sempat bertemu dengan seorang mahasiswa yang membantu kami berlatih. Saya mendapat nomor undian lima, itu membuat saya semakin gugup.   Sekitar pukul 14.00, kami memasuki ruangan lomba. Setelah pembukaan, satu demi satu peserta maju tampil. Semakin lama saya semakin gugup. Namun, saya yakin kerja keras saya selama sebulan terakhir ini tidak akan mengkhianati saya. Peserta lain tampil dengan beragam gaya. Ada yang bernyanyi, ada yang terlihat sangat yakin, dan ada juga yang ternyata lupa dan gugup. Tiba giliran saya. Topik yang saya pilih adalah kesadaran membaca. Dengan perasaan yang masih gugup, saya perlahan meraih mikrofon dan memulai pidato. Saya sungguh bersyukur saya mampu menyampaikan pidato tersebut dengan lancar. Beberapa kalimat saya sempat lupa, tetapi langsung dapat saya atasi dengan improvisasi. Saya cukup puas dengan penampilan saya, walau saya rasa bagian pertanyaan dari juri, saya dapat menjawab lebih baik. Sekitar pukul 16.00, semua peserta selesai tampil. Kami pun menunggu panitia menghitung total skor. Dari tiap grup akan dipilih sebanyak 5 orang. Saya masuk dalam grup kedua. Jika saya dapat masuk dalam lima besar, maka saya akan ke babak final pada Rabu minggu depan, melawan 14 peserta lain. Pengumuman dimulai dari skor terendah. Rachel yang sudah selesai dengan lombanya dan masuk ke babak final, menghampiri kami. Sampai urutan kedua, tidak ada nama saya ataupun Velma. Saya hanya dapat menggenggam tangan Rachel lebih kuat. MC pun mengumumkan yang mendapat skor tertinggi. Saya mendengarnya hanya terdiam di tempat duduk. Nama saya telah disebut. Saya akan masuk ke babak final! Senang? Lebih dari senang. Saya maju ke depan dan berfoto bersama juri. Setelahnya, saya mengambil undian untuk topik babak final. Saya mendapatkan topik tentang financial education. Wah, inilah topik yang paling saya tidak inginkan, tetapi tetap harus saya jalankan. Hari Kamis esok, saya harus berlatih dan naskah harus selesaikan secepatnya. Namun pada hari Sabtu, saya mendadak diberitahu bahwa topik financial education dihilangkan dan sebagai gantinya, kami boleh memilih antara perang narkoba atau pembetulan lingkungan hidup. Saya memilih topik pertama dan segera mengirimkan naskah kepada Ibu Kristin untuk dicek. H-1 saya dan Rachel berlatih lagi. Kami sangat menyayangkan Velma tidak dapat masuk ke final. Saya semakin takut untuk babak final, karena dibandingkan dengan babak penyisihan, kami memiliki waktu sebulan untuk berlatih, sedangkan final hanya diberi waktu seminggu. Malamnya saya berlatih terus, tetapi saya belum puas juga. Beberapa bagian terlewat dan terlupakan serta improvisasi saya kacau balau. Esok hari, saya dan Rachel datang pagi - pagi ke sekolah untuk berangkat kembali ke UIN, kali ini didampingi Ibu Rina. Saya sangat khawatir akan penampilan saya hari ini. Saya tetap berlatih meski sudah berada dalam ojek online. Pada lomba kali ini saya mendapat nomor undian enam. Beberapa peserta sebelum saya sangatlah gugup dan lupa-lupa. Alasan mereka sebagian besar adalah karena topik asli mereka, financial education, dihapuskan secara tiba-tiba. Ketika ingin berlatih, mereka harus bertabrakan dengan segala kegiatan sekolah. Naskah mereka yang tadinya sudah selesai dengan segala informasi yang sudah dicari harus dibuat ulang karena pergantian topik.  Sekarang waktunya saya tampil. Saya berusaha sebaik mungkin dan puji syukur saya tidak lupa ataupun salah ucap kata. Walau ada beberapa kalimat yang saya lupakan pada awal pembukaan, saya lega karena dapat menyampaikan pidato saya dengan baik. Tekanan untuk babak ini sungguh terasa. Saya merasa saingan saya menumpuk bagai gunung. Memang tujuan lomba ini adalah untuk mencari pengalaman, tetapi pasti ada keinginan untuk menang di setiap orang. Setelah menunggu berjam-jam, kini tiba waktunya untuk pengumuman. Acara closing diawali dengan dinyanyikannya beberapa ayat Al-Quran dan penampilan dari mahasiswa. Kemudian, pengumuman pemenang. Dimulai dari lomba storytelling, Rachel meraih juara kedua. Saya sungguh bangga karena Rachel sudah dua kali mengikuti lomba storytelling, termasuk yang saat ini dan pada kedua perlombaan ini dia meraih juara. Tiba waktunya untuk speech. Pengumuman dimulai dari juara pertama. Juara pertama diberikan kepada peserta lomba dari sekolah St. John, juara kedua diberikan kepada peserta lomba dari sekolah Cakra Buana. Kemudian juara ketiga adalah saya. Saya sangat senang. Ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti lomba pidato. Saya merasa bangga dapat meraih juara ketiga.   
Selengkapnya
STUDY SKILL WORKSHOP
Posted: 2018-11-09 | By: Yulia Mariyani
Study skill workshop merupakan pelatihan yang ditujukan untuk tenaga pendidik di Santa Ursula BSD. Pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari mulai Selasa, 16 Oktober sampai dengan Kamis, 18 Oktober 2018 sejak pukul 07:30-16:00 WIB ini memiliki tiga topik yang berbeda setiap harinya. Hari pertama merupakan pelatihan tentang mind mapping. Sebelum kami belajar membuat mind map, kami diperkenalkan dengan teori mind map Tony Buzan, keuntungan memakai mind map untuk guru dan siswa yang ternyata sangat bagus daripada memakai power point karena sekaligus melatih kreativitas guru dan siswa. Selain itu, kami diajari beberapa cara kerja otak. Ada tiga cara kerja otak, yaitu menggunakan otak kiri dan kanan (seimbang), radian bukan linear, dan radian dalam imajinasi dan asosiasi. Setelah kami mempelajari dan memahami teori mind map, kami diajari bagaimana cara membuat mind map dan cara mencari kata kunci. Kami juga sharing mengenai apa saja yang menjadi masalah kami selama kami mengajar dengan metode linear/menggunakan power point. Ternyata memang otak kita hanya bisa menyerap >42,5% pada setiap materi. Untuk menanggulangi terbuangnya materi, maka kita dianjurkan menggunakan mind map pada saat menjelaskan materi itu sendiri.  Pada hari kedua, kami belajar tentang speed reading. Seperti hari sebelumnya, kami diperkenalkan dengan teori speed reading, faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang membaca cepat, tujuan membaca cepat, dan manfaat membaca cepat. Setelah diperkenalkan dengan berbagai macam teori, kami berlatih membaca dan menghitung berapa kecepatan kata per menit setiap peserta. Ternyata, kecepatan membaca kami dikategorikan lambat karena masih antara 150-250 kpm. Setelah berlatih dan mengetahui hasil-hasil kecepatan membaca kami, kami diajari bagaimana membaca dengan cepat dan paham bacaan, yaitu dengan mencari kata kunci perkalimat.  Hari terakhir, kami belajar tentang super memory. Pertama kami melakukan pretest, yaitu memperhatikan beberapa nama benda yang tertera di depan selama satu menit, lalu kami menuliskannya di kertas. Hal itu bertujuan untuk melihat seberapa ingat kita akan benda-benda tersebut. Ada beberapa peserta yang tidak bisa menuliskan secara urut tetapi ada juga yang ingat sama persis. Setelah melakukan pretest, kami diberikan teori-teori mengenai ingatan jangka panjang dan ingatan jangka pendek, juga bagaimana cara mengingat. Pelatihan ini sangat bermanfaat, karena selain bisa mengetahui hal baru, juga metode-metode bisa diterapkan saat mengajarkan materi di kelas. Peserta pelatihan terdiri dari 13 guru unit SMP dan 11 guru unit SD.  
Selengkapnya
Berbagi Beras dalam Rangka memperingati Hari Pangan Sedunia
Posted: 2018-11-03 | By: Maydha/8C
Jika apa yang kulakukan dapat membuatmu tersenyum,  maka aku akan terus melakukannya,  wahai Ibu Pertiwi Pada hari Sabtu, 20 Oktober 2018 SMP Santa Ursula BSD berbagi beras dengan orang-orang yang kurang mampu dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia tanggal 16 Oktober 2018. Beras yang terkumpul merupakan hasil sumbangan dari siswa-siswi SMP Santa Ursula BSD pada tanggal 11-13 Oktober 2018. Lebih dari satu kuintal beras telah terkumpul.  Setelah disortir dan dicek kebersihannya, beras dimasukkan ke dalam kantong yang masing-masing berisi 2 kilogram beras. Setelah selesai kami menuju ke titik lokasi sambil membagikan beras kepada orang yang kurang mampu seperti petugas kebersihan jalan, juru parkir, dan pemulung. Kegiatan ini dilatarbelakangi rasa peduli kepada sesama, terutama mereka yang berkekurangan dalam pangan. Kami melihat keadaan sekitar masih banyak orang-orang yang harus berjuang sekuat tenaga untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari. Dalam rangka menghidupi nilai kepekaan dalam sepuluh nilai Santa Ursula BSD, kami ingin sedikit membantu mereka dengan membagikan beras. “Tujuannya, agar mereka dapat merasakan hal yang sama seperti yang kita rasakan,” ungkap Andrea, koordinator seksi sosial Badan Pengurus OSIS. Pembagian beras dilakukan di sepanjang jalan menuju Anggrek Loka dan Jalan BSD Raya Utama. Salah satu hal yang sangat berkesan dari kegiatan ini adalah senyuman dari mereka yang menerima beras. Mereka mengucapkan terima kasih berkali-kali, beberapa bahkan sampai mendoakan siswa-siswi yang membagikan.  Kegiatan ini mengajarkan siswa bahwa tidak perlu hal besar untuk membawa senyuman untuk orang lain. Tidak hanya itu, meskipun masih siswa-siswi SMP, kami bisa melakukan hal kecil, tapi bermakna untuk orang lain yaitu dengan berbagi. Mari terus berbagi karena melalui berbagi tidak akan mengurangi apapun yang kita miliki.  
Selengkapnya