Pengalaman Lomba Mural
Posted: 2023-11-28 | By: Maika/IX-A, Alicia/IX-B, Chika/IX-C, Michiko/IX-D, Metta/IX-E
 Kalian tahu tidak, SMP Santa Ursula BSD memenangkan juara peringkat kedua pada lomba menggambar mural di acara SYNC 2023 Comeback St. John BSD, lho! Penasaran tidak dengan cerita kami? diliterasi kali ini, kami akan ceritakan semua pengalaman kami nih, mulai dari awal kami diumumkan akan mengikuti lomba sampai pengumuman pemenang. Selamat membaca! Pada 18 Agustus 2023, di tengah-tengah jam pelajaran ke-5, Guru mata pelajaran seni kami yaitu Pak Kris, memanggil kami berlima satu-per-satu lalu kami diajak mengobrol di depan ruang guru. Pak Kris memberi tahu kami bahwa dari setiap kelas dari angkatan 29 dipilih satu perwakilan untuk mewakili SMP Santa Ursula BSD untuk mengikuti lomba mural di sekolah St. John BSD, dan ternyata kami berlima yang terpilih. Kami berlima sangat terkejut dan bingung saat mendengar hal itu, bahkan ada dua diantara kami yang tidak tahu adanya lomba mural itu. Kami diberitahukan bahwa tema dalam lomba mural ini adalah “Art Beyond AI”. Setelah selesai, kami semua kembali ke kelas masing-masing dalam keadaan masih sangat bingung dan tidak percaya diri. “Padahal di kelasku ada yang lebih jago melukis daripada aku, lho!” Ini adalah kata-kata yang merupakan reaksi pertama kami di saat itu. Setelah itu, kami melakukan pertemuan bersama pak Kris di sekolah untuk membahas mengenai konsep dalam lomba mural ini. Kami mencari beberapa inspirasi di media sosial untuk dijadikan sebagai ide dalam membuat konsep untuk mural. Kami sempat kebingungan karena terdapat banyak sekali ide yang bermunculan dari media sosial maupun dari kelompok. Pada akhirnya, kami menemukan ide yang tepat untuk dijadikan konsep mural kami. Namun, tidak berhenti di situ, setelah  menemukan konsep yang menurut kami sesuai, kami  melakukan zoom meeting pada tanggal 25 Agustus 2023. Di dalam zoom meeting tersebut, kami berusaha untuk memvisualisasikan konsep kami ke dalam aplikasi jamboard. Akhirnya, kami pun berhasil mendapatkan beberapa cara untuk menuangkannya ke dalam kertas. Pada 30 Agustus 2023, kami pun memutuskan untuk berkumpul di Kokoho setelah pulang sekolah untuk mulai membuat sketsa lukisan mural yang akan kami buat. Awalnya kami sedikit kesulitan untuk mengaplikasikan ide kami ke dalam kertas. Namun, kami tetap berusaha untuk memanfaatkan waktu secara efektif. Kami dapat menghasilkan sketsa kasar seiring berjalannya proses menggambar sketsa, kami juga bertanya kepada Pak Kris melalui WhatsApp Group apakah ada saran atau masukan untuk sketsa yang telah dibuat.H-1 lomba, kami  kembali bertemu di Kokoho untuk menyelesaikan sketsa lukisan mural kami agar bisa segera dikirimkan ke panitia lomba mural. Di hari yang sama kami juga membeli perlengkapan yang dibutuhkan untuk lomba mural karena ada beberapa warna yang belum ada di sekolah. Untungnya perlengkapan yang kami perlukan tersedia di toko yang berada di dekat sekolah, sehingga kami dapat membeli perlengkapan yang kami butuhkan dan kembali ke Kokoho untuk menyelesaikan sketsa kami.Pada 2 September 2023 lomba lukis mural diadakan, kami pergi ke sekolah untuk berkumpul dan akan pergi bersama-sama ke St. John BSD. Kami berkumpul pada pukul 07.20 WIB. kemudian berangkat pada pukul 07.30 WIB. Kami tiba di St. John BSD pada pukul 07.35 WIB. dan kami bersiap-siap untuk mengikuti lomba dengan mengeluarkan perlengkapan yang diperlukan untuk kegiatan lomba yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Pertama kami mulai dengan menggambar sketsa dasar di kayu triplek yang sudah disediakan oleh panitia. Proses ini cukup  memakan waktu kurang lebih sekitar  2 jam, keterbatasan waktu tersebut membuat kami hanya memiliki waktu  3 jam untuk melukis sketsanya. Namun, hal yang membuat kami takut adalah mayoritas dari kami belum memiliki banyak pengalaman melukis mural dan melukis menggunakan cat acrylic. Meskipun terdapat kendala, kami tetap merasa lega karena kami sudah berusaha dan melakukan yang terbaik, serta berhasil menyelesaikan mural dengan tepat waktu.Pemenang dari lomba mural diumumkan pada tanggal 6 September 2023. Selama 4 hari menunggu, kami berlima sangat antusias namun diselimuti juga dengan rasa takut. Kami tahu bahwa ini adalah pengalaman pertama kami membuat mural secara berkelompok pada papan triplek, kami menyadari hasilnya masih kurang optimal. Hal ini membuat kami  takut  karena kami tidak ingin mengecewakan Pak Kris, sekolah dan teman-teman yang telah mendukung kami. Walaupun terlihat mustahil bagi kami, kami tetap berharap meraih juara. Pagi hingga siang berlalu dan kami semua antusias menunggu direct message dari panitia lomba yang mengumumkan pemenangnya. Kami menunggu hingga malam, namun masih belum ada informasi apapun. Di saat antusiasme kami mulai goyah, pada pukul 20.34 WIB, kami mendapat informasi bahwa kami adalah salah satu pemenang lomba mural dan kami diundang mengikuti acara penutupan. Kami sangat terkejut dan senang sekali, kami tidak menyangka dapat meraih juara pada perlombaan ini.Kalender telah menunjukan tanggal 9 September 2023, yaitu hari dimana SYNC Comeback 2023 akan ditutup. Pada pukul 4 sore kami mulai berkumpul di St. John BSD. Saat sudah waktunya untuk pengumuman pemenang dari setiap kategori lomba, hati kami kembali berdebar-debar. Pembawa acara pun menyebut dengan lantang “Sekarang akan diumumkan pemenang dari lomba mural tingkat SMP”. Jujur saja kami sudah yakin akan mendapatkan juara 3, melihat karya-karya dari sekolah lain yang memang terlihat lebih berpengalaman dari pada kami. Ternyata tidak sesuai ekspektasi kami, justru nama sekolah lain yang disebut sebagai juara 3 spontan kami berteriak-teriak saking senangnya mengetahui bahwa ternyata kami mendapat peringkat yang lebih tinggi dari yang kami kira. Akhirnya kami mendengar pembawa acara mengatakan “Juara 2 berhasil diraih oleh….SMP Santa Ursula BSD”. Kami tidak dapat menahan kebahagiaan kami dan dengan penuh rasa bangga, kami menaiki panggung mengambil piala dan juga sertifikat lomba, kami tersenyum lebar karena sadar bahwa kami berhasil mengharumkan nama sekolah kami, SMP SANTA URSULA BSD.Dari pengalaman ini, kami dapat belajar untuk memiliki daya juang yang tinggi, bekerjasama dalam kelompok, dan saling menghargai serta saling mendukung satu dengan yang lainnya. Proses dari awal hingga akhir tentunya tidak mudah, seperti yang teman-teman lihat, terdapat banyak trial dan error yang harus kami lalui terlebih dahulu untuk mencapai titik keberhasilan ini. Meskipun begitu, kami tetap memiliki tekad yang kuat untuk berusaha dalam menyusun konsep mural, membuat sketsa, menentukan warna, hingga saat mengikuti lomba. Selama berproses, kami tetap berdiskusi secara online maupun offline agar bisa menghasilkan  karya yang menarik dan indah dengan kreativitas kami. Puji Tuhan, segala usaha yang telah kami kerahkan bisa membuahkan hasil yang memuaskan. Semua ini juga dapat terwujud berkat banyaknya dukungan dari guru-guru kami, terutama Pak Kris, dan teman-teman serta orang tua kami. Kami sungguh bersyukur atas banyaknya dukungan yang kami terima seiring berjalannya proses lomba kami. Selain itu, kami juga belajar untuk saling menghargai satu dengan yang lain, baik dalam berpendapat, menggunakan waktu sebaik mungkin serta semakin menghargai orang tua yang sudah mengantar kami untuk bertemu teman-teman dalam persiapan perlombaan.Sebelum kami mengakhiri sharing pengalaman ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah yang sudah memberikan kesempatan kami mengikuti lomba lukis mural, kepada Pak Kris yang sudah membimbing, dan mendampingi selama kami berproses dalam persiapan lomba mural, sehingga kami berhasil menghasilkan karya yang dapat mengharumkan nama SMP Santa Ursula BSD di luar sana. Tentunya kami juga tidak akan lupa untuk berterimakasih kepada teman-teman semua dan juga orang tua kami yang sudah mau mendukung kami dari awal hingga akhir. Semoga pengalaman kami ini dapat menginspirasi teman-teman semua untuk berani keluar dari zona nyaman dan percaya diri akan bakat-bakat kalian, terima kasih. 
Selengkapnya
Pengalaman Pembelajaran Sistem Gerak
Posted: 2023-10-27 | By: Ignatius Kensho Talendralim 8B/20 | Irenio Rafael Sompie 8B/21
Pada saat mempelajari materi sistem gerak, kami diberikan tugas untuk mengeksplorasi fleksibilitas otot dalam seni bela diri  pada hari Kamis tanggal 31 Agustus 2023. Setelah mengeksplorasi, kami diberikan tugas untuk memilih tiga gerakan dari bela diri yang dipilih sebelumnya untuk dilatih dan dianalisis cara kerja ototnya secara sinergi dan antagonis. Selanjutnya pada hari Senin, 11 September kami menuju ruang serbaguna untuk presentasi sekaligus mempraktikkan bela diri kami. Kami juga diberikan opsi untuk melakukan bela diri secara berpasangan. Sembari menunggu giliran, kami berlatih agar saat presentasi gerakan bisa berjalan dengan lancar. Kami juga berinisiatif membuat gerakan kombinasi agar presentasi terlihat lebih variatif.Saat pertama kali diberikan tugas ini, kami merasa biasa saja karena yang ada dalam pikiran hanya tugas PJJ biasa, tetapi kami terkejut karena di pertemuan selanjutnya diminta untuk praktik. Kami merasa senang dan bangga setelah melakukan praktik sistem gerak ini karena cukup lancar dan kami sudah menampilkan yang terbaik.Materi ini dapat bermanfaat untuk pertahanan diri karena secara tidak langsung kami sedang mempelajari ilmu bela diri saat pembelajaran ini berlangsung. Bela diri adalah seni untuk mempertahankan diri bukan untuk membahayakan orang lain, sehingga dibutuhkan kesadaran dalam diri kita masing-masing untuk tidak menyalahgunakannya. Cara pembelajaran seperti ini cukup unik dan menarik, sekaligus lebih efektif. Kami dapat lebih dimengerti karena dapat melakukan praktik secara langsung dibandingkan hanya membaca pada buku atau menonton video. Pembelajaran ini juga membutuhkan persiapan yang matang sebelum melakukan praktik.
Selengkapnya
Pengalaman Berlomba Mobile Legends di Abdi Siswa Cup XIII
Posted: 2023-10-27 | By: Matthew Dwyane Dwiartono IXD/29
ulan Agustus 2023, perwakilan dari tim esports SMP Santa Ursula BSD diumumkan akan mewakili sekolah di Abdi Siswa Cup XIII dalam ajang Mobile Legends yang diadakan Sekolah Abdi Siswa Patra. Perwakilan dari tim esports SMP Santa Ursula BSD adalah Marcio IX-A, Hosea IX-A, Jevan IX-A, Brenda IX-D, Matthew IX-D, dan Jouvin IX-E. Lomba tersebut berlangsung pada tanggal 22-29 September 2023.Rabu, 20 September 2023 saya dan Marcio menghadiri technical meeting yang diadakan di Sekolah Abdi Siswa Patra pada pukul 13:00. Dalam acara tersebut, kami mendapatkan beberapa informasi tentang perlombaan yaitu jadwal lomba, aturan perlombaan, dan pembagian grup pertandingan. Kami diumumkan akan bertanding hari Sabtu, 23 September 2023 secara offline atau hadir ke Sekolah Abdi Siswa Patra.Sabtu, 23 September 2023 kami akan menjalani babak grup dan hari Senin, 25 September sampai dengan Selasa, 26 September 2023 kami bertarung di babak gugur jika kami lolos dari babak grup. Ada 20 tim yang terbagi menjadi 4 grup, beberapa sekolah mengirim 2 perwakilan untuk sekolah mereka. Kami tergabung di grup B bersama dengan peserta dari SMP Abdi Siswa Patra A, SMP Notre Dame Jakarta A, SMP Abdi Siswa Aries B, dan SMP Notre Dame Jakarta B. Kami perlu mengamankan posisi 2 teratas untuk mendapat tiket agar lolos ke babak gugur.Sabtu, 23 September 2023 pukul 13:45 saya bersama tim bertanding di fase grup. Kami bertanding secara online dari rumah masing-masing menggunakan aplikasi discord. Pertandingan pertama dimulai pada pukul 13:45. Setelah pulang dari kegiatan ekstrakurikuler, kami langsung pulang agar bisa mempersiapkan diri sebelum pertandingan dimulai. Pada saat pertandingan discord kami diwajibkan menyalakan kamera dan menyalakan mikrofon selama pertandingan berlangsung untuk mencegah kecurangan yang terjadi.Setiap kemenangan yang kami peroleh akan menghasilkan 3 poin dan jika kalah kami tidak mendapatkan poin. Kemudian kami bertanding sebanyak 4 kali. Dalam pertandingan tersebut, kami berhasil memenangkan setiap pertandingan dan menjadi pemuncak klasemen. Oleh karena itu, kami berhasil mengamankan tempat di fase gugur. Setelah selesai bertanding pada hari itu, kami melakukan evaluasi tentang strategi yang akan kami terapkan di fase gugur dan mematangkan persiapan tim.Senin, 25 September kami pergi ke Abdi Siswa Patra. Suasana cukup ramai dan banyak stand makanan di sana. Banyak juga lomba lain yang sedang berlangsung seperti basket, futsal, modern dance, dsb. Kami bertanding di perempat final melawan peserta dari SMPK Sang Timur Tomang. Hal ini menjadi masalah bagi kami karena tim lain sudah mendapat pengalaman bertanding secara langsung pada saat fase grup. Namun, bagi kami hal ini menjadi pengalaman pertama mengikuti pertandingan secara langsung dalam Abdi Siswa Cup. Sebelum pertandingan ini berlangsung, kami merasa sangat gugup. Dalam pertandingan ini, kami berhasil menang secara mudah dengan skor 2-0. Kami merasa sangat senang karena bisa mendapat kemenangan tanpa balas.Sebelum melanjutkan ke pertandingan selanjutnya, kami diberi evaluasi dari coach David selaku pendamping dan pelatih esport di sekolah kami. Coach David mengevaluasi tentang kesalahan kami dalam bermain dan memberi persiapan sebelum kami bertanding di semifinal. Kemudian, di hari yang sama kami harus memperebutkan tiket final melawan SMA Tarsisius II. Namun, kami kalah dengan skor 0-2. Hal itu dikarenakan,  mereka lebih dewasa dari segi mental dan fisik. Hal ini juga membuktikan bahwa kami masih jauh dari kata sempurna. Kami juga mengalami masalah internal, dimana ada perbedaan pendapat di antara tim esport SMP Santa Ursula BSD. Kami bermain dengan sangat buruk dan banyak miskomunikasi yang terjadi. Pada malam di hari yang sama kami melakukan evaluasi dan penguatan dari Coach David untuk persiapan perebutan juara 3 yang akan kami laksanakan besok harinya.Selasa, 26 September 2023 kami menuju Abdi Siswa Patra untuk memperebutkan juara III. Semangat kami pada saat itu sangat membara. Suasana di Abdi Siswa Patra sangat ramai, banyak peserta yang datang dari berbagai sekolah untuk bertanding di lomba tersebut. Sebelum kami bertanding, kami makan terlebih dahulu untuk mengisi tenaga. Kami mengubah susunan pemain dengan memainkan Marcio menggantikan Brenda untuk melawan peserta dari SMA Santo Leo. Pertandingan tersebut berjalan sesuai yang kami harapkan. Kami bermain dengan rapi dan berhasil memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 2-0. Oleh karena itu, kami berhasil mendapat juara III. Kami bersyukur karena sudah diberi kesempatan untuk bertanding dan membawa nama sekolah. Meskipun mendapatkan juara III, kami tetap bersyukur karena bisa mendapat pengalaman ini. Awalnya kami berpikir di lomba ini hanya akan mendapatkan nilai kerja sama dalam tim. Akan tetapi, pada kenyataannya kami belajar banyak nilai-nilai yang sangat berharga diantaranya nilai daya juang, kerja sama, disiplin, dan penghargaan. Banyak kejadian yang menguji kekompakan kami dalam bekerja sama. Ada juga masalah internal yang terjadi selama kami bertanding, tetapi dapat diselesaikan bersama-sama sebagai satu tim. Kami belajar untuk menghargai musuh yang menjadi lawan. Saya berharap jika kami diberi kesempatan untuk bertanding lagi kami akan mencoba untuk memperoleh hasil yang lebih baik.
Selengkapnya
Etika Bermedia Sosial
Posted: 2023-10-13 | By: Melania Devika Arsanti VIII A/26
Jumat, 6 Oktober 2023, siswa-siswi kelas VIII dan IX SMP Santa Ursula BSD mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan bersama wartawan KOMPAS. Sosialisasi ini bertema “Etika Bermedia Sosial.” Di kelas VIIIA, kami bertemu dengan Kak Roro sebagai pembicara pada kegiatan kali ini. Kak Roro atau yang memiliki nama lengkap Roro Ajeng Sekar Arum, berprofesi sebagai Digital Strategist dan Content Writer. Ia tertarik dengan dunia sastra sejak ia kecil dan memutuskan untuk menjadikan tulisannya sebagai media ekspresinya. Di zaman sekarang, siapa sih yang tidak punya media sosial? Di Indonesia sendiri, sudah ada 167 juta pengguna media sosial. Terdapat juga 353 juta koneksi sinyal ponsel yang di mana, setiap orang dapat memiliki lebih dari satu akun. Tingginya pengguna media sosial meningkat ketika masa pandemi. Semua masyarakat pasti membutuhkan media sosial untuk berkomunikasi di tengah pandemi. Komunikasi merupakan salah satu pentingnya media sosial di zaman ini. Media sosial juga berfungsi sebagai tempat mendapatkannya informasi terbaru. Hal tersebut membuat pengguna media sosial menjadi lebih peka akan kondisi dan isu-isu terbaru. Dengan adanya media sosial, setiap orang bisa mengekspresikan diri mereka di media sosial atau dengan kata lain media sosial adalah ruang ekspresi. Berapa lama kalian bermain atau menggunakan gadget dan bermain media sosial? Media sosial sendiri memiliki efek yang dapat mengganggu kehidupan sehari hari. Terlalu lama bermain media sosial dapat menimbulkan masalah kecanduan konten maupun tren. Nah, terdapat juga istilah tsunami konten yang bermakna munculnya konten-konten yang diminati atau tidak diminati. Konten-konten tersebut dapat muncul karena adanya algoritma dari media sosial. Selain itu, keamanan dan privasi data merupakan hal yang sangat perlu dijaga jika memiliki akun di media sosial. Kita dapat memilah data yang ingin dibagikan ataupun tunjukan. Media sosial digunakan oleh banyak orang. Setiap pengguna bebas memposting apa yang mereka ingin posting. Pernahkah kalian mendengar atau membaca kata flexing? Kata tersebut sering diartikan sebagai perilaku seseorang yang memamerkan hartanya di media sosial atau lebih singkatnya adalah pamer. Flexing juga bisa diartikan sebagai sikap orang yang tidak memiliki empati. Orang tersebut dengan seenaknya memposting keadaannya yang jauh lebih baik atau enak dari pada orang lain. Hal ini juga merupakan efek dari media sosial.Berita bohong merupakan permasalahan yang marak terjadi di media sosial. Untuk dapat membedakan berita asli dan hoaks terdapat beberapa tips. Pertama, ketika kita membaca judul berita tersebut, kita jangan langsung percaya. Kita dapat memverifikasi informasi tersebut dengan mencari sumber fakta dari media yang kredibel. Lalu, kita harus memahami perasaan kita ketika membaca berita tersebut. Berita bohong atau hoaks biasanya dapat dengan mudah membuat kita marah ataupun kesal. Kemudian, jika terdapat foto atau video, kita dapat menggunakan situs image.google.com untuk memverifikasi kebenarannya. Jangan lupa untuk melihat tanggal publikasi berita tersebut. Yang terakhir, jangan langsung menyebarkan berita tersebut. Kita semua harus bisa memilah berita yang akan kita baca atau sebar. Dalam menggunakan media sosial, terdapat etika untuk tetap menjaga kesejahteraan bersama. Pertama, sebelum memposting sesuatu, cobalah untuk berpikir dampak jangka panjangnya. Kedua, amankan privasi diri. Pastikan kita tidak menyebarkan informasi atau data pribadi ke media sosial karena, apa yang telah kita posting merupakan konsumsi umum. Lalu, jangan lupa untuk mengatur waktu penggunaan media sosial. Dengan mengatur waktu penggunaan, dapat mengurangi resiko kecanduan. Kemudian, hindari cyberbullying, flexing, dan doxing. Jika kita melakukan hal tersebut, akan ada jejak digital yang bisa dikatakan abadi. Yang terakhir adalah, tidak usah baper dengan komentar dan postingan orang lain apalagi sampai menanggapinya dengan cara yang tidak sopan. Apa itu READI? READI merupakan kepanjangan dari responsibility, empathy, authenticity, discernment, dan integrity. Responsibility mengingatkan kita untuk siap bertanggung jawab atas apa yang telah kita unggah. Empathy dapat membuat kita sadar untuk memikirkan dampak yang akan ditimbulkan dari postingan kita. Authenticity membuat kita sadar untuk tidak perlu susah payah menjadi orang lain. Jadilah diri sendiri. Lalu ada discernment yang mengingatkan kita untuk lebih teliti dan berpikir kritis ketika melihat berita. Jangan langsung menyebarkan berita yang belum pasti kebenarannya. Yang terakhir adalah integrity yang menyadarkan kita untuk melakukan hal yang benar dan melawan hal yang salah. Dari kegiatan ini, banyak sekali ilmu baru yang kami dapatkan. Kami dapat memahami seberapa penting etika dalam penggunaan media sosial. Kami juga tahu seberapa pentingnya tanggung jawab atas apa yang telah dilakukan di media sosial. Kegiatan ini juga membantu kami semua untuk membedakan berita hoaks dengan cara berpikir kritis. Pembelajaran yang telah kami dapat akan sangat berguna untuk masa depan kami.  Setelah sosialisasi ini, saya akan lebih waspada dalam menghadapi berita hoax. Saya akan lebih teliti dan berpikir kritis dalam memilih berita yang akan saya baca atau sebar. Selain itu, saya akan lebih hati-hati dalam mengunggah sesuatu di media sosial. Ketika sedang berkomunikasi dengan teman, saya akan menggunakan bahasa yang sopan. Yang terakhir, saya akan mengajak teman-teman saya untuk menerapkan etika ketika menggunakan media sosial.
Selengkapnya
Drama Musikal Ken Dedes
Posted: 2023-10-02 | By: Sharon Widjaja, VIIIC/31
Eki Dance Company kembali mengadakan sebuah pertunjukan drama musikal legenda, “Ken Dedes” untuk kedua kalinya. Pertunjukan drama musikal “Ken Dedes” re-run diadakan di Gedung Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan selama dua hari, yakni pada hari Sabtu, 16 September dan hari Minggu, 17 September 2023. Drama Musikal “Ken Dedes” merupakan karya terakhir sutradara koreografer Rusdy Rukmarata sebelum wafat.Drama musikal ini mengangkat sebuah kisah besar Nusantara yang menyajikan kisah hidup "Ken Dedes” dan lingkungan di sekitarnya. Cerita dimulai dari latar belakang, lalu pernikahan paksa Ken Dedes dengan Tunggul Ametung, perselingkuhan antara Ken Dedes dan Ken Arok, pertengkaran Ken Dedes dan Ken Umang yang merupakan istri sah Ken Arok, serta perebutan tahta kerajaan anak kandung Ken Dedes dengan anak kandung Ken Arok. Drama musikal “Ken Dedes”, bukan sekedar hiburan, melainkan juga ajang refleksi untuk bercermin dan introspeksi sebagai suatu pelajaran.Tujuh ketua Presidium SMP Santa Ursula 2023 bersama dengan tiga guru pendamping mendapatkan kesempatan berharga dari Suster Francesco untuk menghadiri drama musikal “Ken Dedes” re-run, pada hari Sabtu 16 September 2023 pukul 13.30-16.00 WIB. Hal ini merupakan kesempatan dan pengalaman yang sangat berkesan untuk kami semua karena setelah menyaksikan drama musikal “Ken Dedes”, kami mendapatkan berbagai pesan/nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata kami, terutama dalam berorganisasi. Pada saat kami menonton “Ken Dedes”, kami dapat merasakan alur cerita dan emosi para pemeran. Seluruh pemeran dapat memainkan perannya dengan sangat performatif dengan melakukan gerakan-gerakan dengan suara yang stabil, baik ketika berbincang maupun bernyanyi. Sikap performatif dari setiap pemain membuat penonton dapat mengerti alur cerita sehingga dapat merasakan perasaan yang dialami para tokoh. Keberhasilan para pemain itu salah satu yang memotivasi dan pesan bagi kami. Penampilan mereka yang yang menarik tersebut tentunya tidak dapat dicapai apabila bukan dari sikap daya juang. Dari sikap tersebut, kami akan selalu berjuang dan memberikan yang terbaik dalam setiap hal yang kami lakukan sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Tanpa nilai kekompakan dan kerja sama antar pemeran dan petugas di luar pandangan kamera, para pemain tidak mungkin dapat menghasilkan keberhasilan dalam penampilan ini. Kerja sama tersebut sangat dibutuhkan dalam menjalani suatu acara, program, organisasi, dsb. Salah satu bentuk dari kekompakan mereka adalah sikap mendukung satu sama lain serta nilai kepekaan, kegigihan, fokus, dan keyakinan bahwa mereka dapat melakukannya dengan optimal. Selain itu, kami juga mendapatkan nilai hidup di antaranya daya juang, kepekaan, kesetiaan, ketulusan, kebijakan, kejujuran, kekompakan, dan kasih/kepedulian. Hal ini dapat dilihat dari rumah tangga Tunggul Ametung dengan “Ken Dedes” yang merupakan pernikahan paksa, mereka terpaksa harus lebih berjuang untuk saling mencintai satu sama lain dengan tulus dan percaya akan satu sama lain. Lemahnya nilai kebersamaan dan kesetiaan terlihat dalam rumah tangga Ken Arok dan Ken Umang. Ketidaksetiaan dan ketertarikan terhadap godaaan inilah yang membuat rumah tangga mereka rusak dan terpecah belah dengan terjadinya perselingkuhan. Nilai yang kurang diterapkan dalam rumah tangga Tunggul Ametung dan “Ken Dedes” dapat kita jadikan pelajaran untuk kehidupan kami sekarang dan juga nanti. Kami juga belajar untuk menjadi orang yang bijaksana dalam bertindak dengan memikirkan dan mempertimbangkan segala hal yang akan terpengaruhi oleh tindakan kami, baik secara langsung maupun tidak langsung.Setelah drama musikal “Ken Dedes” berakhir, kami mendapatkan kesempatan untuk berbincang dengan Raja Mangkunegara X, Gusti Pangeran Haryo Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo, yang biasa dipanggil dengan Gusti Bhre. Gusti Bhre memberikan kalimat motivasi untuk seluruh kaum muda dan OSIS di Indonesia serta untuk Presidium SMP Santa Ursula BSD 2023 sendiri. Sebagai kenang-kenangan, para Ketua Presidium sempat berfoto dengan Gusti Bhre. Selain bertemu dengan Gusti Bhre, kami juga bertemu dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin serta Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Namun, kami tidak berkomunikasi dengan beliau-beliau. Selain berbincang dan berfoto dengan Gusti Bhre, kami juga berfoto, berbincang sebentar, dan mendapatkan tanda tangan para pemeran drama musikal “Ken Dedes”. Gusti Bhre dan pemain drama musikal “Ken Dedes”, memiliki sifat rendah hati. Meskipun Gusti Bhre merupakan orang penting, beliau tetap meluangkan waktunya untuk merespon para Ketua Presidium. Begitu juga dengan para pemeran yang mungkin sudah lelah karena banyaknya latihan dan baru selesai pertunjukkan, mereka tetap bersedia menanggapi kami dengan penuh keceriaan. Setelah acara tersebut berakhir, para Ketua Presidium sempat diwawancarai oleh pihak penyelenggara “Ken Dedes” yang akan diunggah di media sosial, Instagram, Eki Dance Company. Akhir cerita, kami dari pihak Presidium ingin berterima kasih sebesar-besarnya kepada Suster Francesco yang sudah memberikan kami kesempatan dan pengalaman yang sangat berharga ini.
Selengkapnya
SERVIAM CHARITY CHALLENGE
Posted: 2023-10-02 | By: Reswara Ana Fransz VIIB/ 36
Berolahraga merupakan salah satu hal penting yang harus kita lakukan. Kegiatan ini bisa berupa senam, workout, yoga, bersepeda, dan juga berlari. Olahraga bisa membantu kita memantapkan otot serta tulang pada tubuh kita. Salah satu kegiatan yang  mengajak banyak orang untuk berolahraga dengan bersama adalah “SCC” atau “Serviam Charity Challenge”. Lari bersama secara tatap muka / offline run tersebut digelar oleh Alumni Serviam Indonesia (IASI) di SCBD Lot-17, Jakarta Selatan, Minggu, 17 September 2023, mulai sekitar pk 07.00-17.00 WIB.Kegiatan ini dimeriahkan oleh alumni, murid, serta guru-guru sekolah-sekolah Ursulin sebanyak tiga ribu peserta. Peserta mengikuti kegiatan ini yang terbagi menjadi tiga kategori, yaitu 2,5k, 6k, dan virtual run. Ditargetkan donasi terkumpul hingga Rp 5 miliar. Peserta perlu berdonasi minimal Rp200.000,00 untuk kategori 2,5 km, Rp300.000,00 untuk kategori 6 km, dan Rp.50.000,00 untuk kategori virtual run.Peserta “SCC” memulai perlombaan lari ini di lokasi start awal sekitar pukul 06.40 WIB. Sekitar pukul 07.20 WIB, beberapa peserta sudah sampai di garis finish dan mendapat medali serta snack berupa buah apel, pisang, dan air mineral. Untuk menambah semangat pada pagi hari, para peserta menari bersama setelah selesai berlari.  Di dalam kawasan SCBD tersebut, terdapat tenda yang berupa tempat check up atau pengecekan kesehatan tanpa dipungut biaya atau gratis. Pengecekan kesehatan berupa cek darah. Hal ini diadakan karena kegiatan SCC bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).Selain olahraga berlari, diadakan juga bazaar yang menjual berbagai makanan dan minuman. Stand SD Santa Ursula BSD yang penjualnya adalah beberapa siswa SD menjual es potong pelangi dan minuman segar berisi buah-buahan. Suasana tentu ramai sekali, tetapi kebersihan di tempat ini tetap terjaga. Peserta dalam kegiatan ini tetap menjaga kebersihan dengan membuang sampah selalu pada tempatnya, sehingga pada akhir acara kondisi tempat tersebut pun tetap bersih. Dalam kegiatan ini, saya tampil bersama Bapak dan Ibu guru Sekolah Santa Ursula BSD. Penampilan ini merupakan penampilan keroncong, dengan nama “Band Keroncong Zamrud Khatulistiwa”. Alat musik yang digunakan adalah  cak (dimainkan oleh Pak Catur, kepala  SMA), cuk (dimainkan oleh Pak Oky, guru SMA), biola (dimainkan oleh Pak Yogi, guru SD), cello (dimainkan oleh Ibu Yuli, guru TK), bass (dimainkan oleh Pak Paulus, guru SD), dan keyboard (dimainkan oleh Pak Hartono, guru SD). Dalam grup ini, terdapat 4 penyanyi yaitu saya, Maureen/V-A, Ibu Ida (guru TK), dan Ibu Darpi (guru TK).Kegiatan ini diakhiri dengan meriahnya penampilan dari grup musisi bernama “RAN”. Grup ini merupakan salah satu grup musisi asal tanah air yang digemari di kalangan millenial, Gen Z, maupun Gen Alpha. Tentu banyak sekali yang berkumpul untuk menyaksikannya penampilan mereka, baik yang baru saja datang, maupun yang merupakan peserta SCC pada pagi hari. Penampilan ini merupakan penampilan terakhir untuk menutup acara tersebut pada pukul 17.00 WIB. Saya berterima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk berolahraga bersama pada kegiatan “SCC” ini. Kegiatan ini membuat saya teringat bahwa apa pun yang ingin kita dapatkan tidak dapat dilakukan secara instan. Bekerja keraslah agar berhasil mendapatkannya. Sama seperti perlombaan, kita harus berusaha agar bisa menang dan mendapat juara. Kegiatan ini bukan hanya bertujuan untuk mendapat kemenangan, tetapi  untuk menambah eratnya hubungan dengan teman serta keluarga kita masing-masing. “Kamu harus berjuang untuk mencapai mimpimu. Kamu harus berkorban dan bekerja keras untuk itu.” -Lionel Messi 
Selengkapnya
GRAFIO
Posted: 2023-09-21 | By: Ferdinand Pieter Israel Sanadi Noach (IXE/09)
Grafio adalah singkatan dari Gerakan Fisik dan Otak. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi dari Presidium Siswa dan Tim Fisik dan Mental (FITAL) SMP Santa Ursula BSD yang bertujuan melatih fisik dan kemampuan bekerja otak para siswa kelas VII dan VII. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 17 Mei 2023 dari pukul 07.00 - 12.00 WIB. Konsep Grafio adalah setiap kelas mengunjungi pos-pos dengan game yang berbeda-beda pada setiap posnya sehingga setiap pemain akan berganti pos secara bergilir hingga setiap pos tersebut dilewati. Ada 10 pos serta 1 game besar di akhir kegiatan, yang memiliki poin terbesar. Poin yang didapatkan kelas pada setiap game akan dicatat oleh petugas pada masing-masing pos dan kemudian ditotalkan pada akhir game. Sebelum kegiatan  dimulai, para siswa  meletakkan tas mereka di sport hall, lalu berkumpul  di lapangan untuk berdoa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan melakukan pemanasan untuk mengurangi risiko cedera. Setelah itu, para siswa per kelas diminta untuk berpindah ke pos masing-masing yang sudah ditentukan dan dibagikan oleh Panitia Presidium dan Tim FITAL. Jenis-jenis game yang dimainkan dalam kegiatan ini antara lain Tendang Rintang, Lampion, Bola Kuis, Babi Buta, dan Tebak Gambar.Game di pos 1 adalah Tendang Rintang. Pada game ini, seluruh siswa dalam kelas akan secara bergantian menendang bola ke arah cone-cone yang dihalangi oleh rintangan-rintangan Untuk mendapatkan poin, bola yang ditendang siswa harus melewati rintangan yang tersedia dan berhasil menjatuhkan minimal 1 cone. Semakin banyak cone yang berhasil dijatuhkan, semakin banyak poin yang didapatkan oleh kelas tersebut. Game di pos 2 adalah Lampion (Lempar Bola dapat Poin). Setiap siswa akan berdiri di belakang garis batas yang ditentukan panitia lalu melempar bola ke arah keranjang-keranjang yang sudah disediakan secara bergilir. Besarnya poin yang didapatkan ditentukan sesuai jarak antara batas melempar, dan letak keranjang. Untuk mendapatkan poin, bola yang dilempar siswa harus berhasil masuk ke salah satu keranjang, poin yang didapatkan juga bergantung pada besarnya poin pada keranjang tersebut.Game di pos 3 adalah Bola Kuis. Siswa dalam kelas akan berbaris menjadi satu banjar, kemudian mulai dari siswa yang berada di paling depan secara bergilir berlari untuk mengambil bola yang sudah diberi angka. Setiap angka memiliki pertanyaan masing-masing yang sudah disiapkan oleh panitia. Untuk mendapatkan poin, siswa harus menjawab pertanyaan berdasarkan angka yang didapatkan dengan benar. Semakin sulit pertanyaannya, semakin besar poinnya. Siswa yang telah menjawab pertanyaan akan berpindah ke paling belakang, dan begitu seterusnya.Game di pos 4 adalah Babi Buta. Setiap kelas akan bermain 4 ronde dengan anggota/perwakilan kelas yang berbeda pada tiap rondenya. Setiap ronde akan ada 8 sampai 10 siswa yang bermain dengan salah satunya menjadi pemimpin. Seluruh anggota kecuali pemimpinnya akan melewati rintangan-rintangan yang sudah disediakan menggunakan penutup mata. Tugas pemimpin adalah untuk mengarahkan dan memberikan instruksi kepada seluruh anggotanya sehingga para anggota dapat melewati rintangan dengan penutup mata sampai ke garis finish. Setelah istirahat kedua, dilaksanakan permainan terakhir, yaitu Tebak Gambar. Seluruh siswa kelas VII dan VIII akan dikumpulkan di lapangan basket SMP dan berbaris sesuai kelas masing-masing. Setiap kelas akan mengirimkan satu siswa sebagai perwakilan kelas ke depan. Perwakilan-perwakilan dari setiap kelas akan mendapatkan sebuah kata untuk di gambar secara bergantian. Urutan menggambar akan ditentukan melalui undian. Setiap perwakilan akan diberi waktu menggambar selama 2 menit. Jika misal perwakilan VIIA adalah urutan pertama yang sedang menggambar, maka kelas VIIA lah yang boleh menjawab selama 2 menit tersebut. Jika kelas VIIA tidak dapat menjawab, akan dilempar ke kelas manapun yang menyebutkan yel-yel kelas paling cepat. Untuk mendapatkan poin, kelas harus berhasil menyebutkan kata yang digambar oleh perwakilan kelasnya.Pukul 11.30 permainan terakhir selesai, seluruh siswa diminta berkumpul di gedung serbaguna untuk melakukan evaluasi dan pengumuman pemenang dari kegiatan Grafio ini. Pada kegiatan ini, kelas VIII-B mendapatkan juara kedua dan kelas VIII-E mendapatkan juara pertama. Kedua juara tersebut mendapatkan hadiah berupa parcel snack serta alat dan perlengkapan menulis bagi pemenang juara pertama.Kegiatan Grafio ini berjalan dengan lancar. Grafio merupakan aktivitas yang melibatkan seluruh anggota kelas dan menguji kerja sama masing-masing kelas. Semua siswa antusias mengikuti game di setiap pos. Mereka sangat bersemangat melakukan kompetisi antarkelas dan berjuang untuk mendapatkan yang terbaik. Selain itu, Grafio juga mengembangkan sikap jujur, adil, dan sportif dalam diri siswa, serta menjadi hiburan bagi siswa setelah melalui satu semester sekolah.
Selengkapnya
Seminar Kesehatan Tulang pada Remaja bersama dr. Ray Hendry, Sp.OT
Posted: 2023-09-21 | By: Benedict Amadeus Deru Sila VIID/04 dan Dionisius Prandra A.B. VIIIB/11
Jumat, 2 Juni 2023 Pukul 7.00 hingga pukul 08.30, siswa kelas VII dan VIII mengikuti seminar tulang dengan narasumber dr. Ray Henry, Sp.OT yang bekerja sebagai dokter spesialis orthopedic yang bekerja di tiga rumah sakit sekaligus, yaitu Rumah sakit Santo Carolus Gading Serpong, Rumah Sakit Bethsaida Serpong, dan Rumah Sakit Mentari. Dokter Henry menempuh kuliah di bidang ortopedi sekitar 4 tahun lamanya di luar  negeri. Pada awal kegiatan, dr Hendry memberikan sedikit perkenalan seperti tempat beliau bekerja, hobi, dan rutinitas yang sering beliau lakukan sehari hari. Saat itu dr Henry berkata beliau suka berlari atau sering disebut olahraga kardiovaskular. Setelah perkenalan singkat dari beliau, dr Hendry menjelaskan kepada kami “The Rules Of Presentation” di mana kami dijelaskan apa yang harus kami taati dan kami laksanakan saat mendengarkan seminar tulang dari beliau. Salah satu aturan itu adalah “saat menjawab pertanyaan,  yang berdiri paling cepat akan mendapat kesempatan menjawab terlebih dahulu”. Setelah dijelaskan mengenai yang harus dilaksanakan, dr Hendry memberikan sebuah pertanyaan kepada kami semua. Pertanyaan yang diberikan dr Hendry tentu berkaitan dengan tulang yaitu “Apa tulang utama manusia?” sontak beberapa siswa menjawab, bila kami menjawab pertanyaan yang diberikan dengan benar, dr Hendry akan memberikan hadiah kecil berupa snack. Lalu dr Henry mulai memberikan kami seminar yang tentang tulang. Saat seminar berlangsung, materi yang diberikan oleh dr. Henry sangat edukatif dan beberapa bahkan merupakan ilmu baru yang belum kami ketahui. Pada materi ini dr. Hendry menjelaskan ilmu seputar tulang kepada kami dengan beberapa pernyataan yang harus kamu jawab apakah pernyataan tersebut merupakan fakta atau mitos. Beberapa dari itu adalah: “Drinking milk is a must.”, “Improper body position causes scoliosis.”, dan “Night baths can cause rheumatism”. Pada bagian kali ini, ada beberapa hal yang mengejutkan, contohnya saat dr. Henry mengatakan bahwa “Improper body position causes scoliosis” itu salah. Beliau mengatakan skoliosis merupakan penyakit bawaan lahir dan 90% dari kasus penyakit skoliosis belum diketahui dan secara penelitian posisi tubuh yang salah tidak akan menyebabkan skoliosis pada orang yang tidak pernah didiagnosis memiliki skoliosis.Pertanyaan yang kedua adalah “Drinking milk is a must.” juga kurang tepat, karena minum susu itu kegiatan yang boleh dilakukan sesuai selera. Minum susu tidak wajib karena beberapa orang tidak menyukai susu dan kalsium juga bisa didapatkan dari makanan/minuman lain seperti daging. Pernyataan yang terakhir adalah “Night baths can cause rheumatism”. Menurut dr. Henry, ini salah karena mandi malam tidak akan menyebabkan kita terkena rematik karena sekali lagi rematik merupakan penyakit bawaan sehingga orang yang tidak didiagnosa memiliki penyakit rematik tidak akan terpengaruh, tetapi kata dr. Henry, hal ini dapat terjadi apabila orang itu memiliki penyakit rematik. Mandi di malam hari akan memicu penyakit rematiknya sehingga penyakit rematiknya akan kambuh saat mandi di malam hari. Hal-hal tadi merupakan salah satu ilmu baru yang kami belum ketahui. Dr. Henry membenarkan hal itu sehingga kita semua tidak salah persepsi tentang beberapa hal tadi.  Sebelum melanjutkan materi presentasi, seperti biasa dr. Hendry memberikan pertanyaan kepada kami seputar tulang. Setelah ada yang berhasil menjawab, dr Hendry melanjutkan materinya  mengenai salah satu kelainan tulang yaitu skoliosis. Di bagian ini kami dijelaskan tentang penyakit tulang bengkok/miring yang bernama skoliosis, dr Henry mengatakan bahwa skoliosis banyak terjadi pada remaja zaman sekarang. Skoliosis membuat tulang belakang kita tidak lurus dan akan mempengaruhi postur tubuh penderitanya. Dr Henry mengatakan bahwa jika scoliosisnya terlalu parah maka biasanya akan mengganggu perkembangan paru - paru saat bernafas sehingga penderitanya akan mengalami sesak nafas. Lalu dr Henry memberitahu kepada kita bahwa cara mengetahui apakah orang itu memiliki skoliosis adalah melihat punggung orang itu saat berdiri tegak, dan bisa juga dengan cara orang itu diminta membungkuk dan kita melihat punggung dari orang tersebut. Saat kita membungkuk tulang belakang kita akan muncul/menonjol di punggung sehingga dapat dilihat dengan jelas.Hal terakhir dijelaskan dr Hendry adalah tentang “pen and screw” di mana bila tulang patah terlalu parah, maka akan ditaruh penopang seperti tulang tambahan yang akan di taruh di dalam tulang kita agar tulang yang patah cepat sembuh. Kami diajarkan jika ada orang terdekat yang tulangnya patah, apa tindakan yang harus dilakukan oleh kami dan tindakan yang akan dilakukan dokter jika pasien tersebut tulangnya patah sudah lama atau perpindahan posisinya sangat jauh. Setelah itu, dr Hendry melakukan penutup singkat dan seminar tulang pun selesai. Dari seminar ini, kami jadi tahu bagaimana bentuk dan bahaya/efek samping dari penyakit atau kelainan pada tulang seperti skoliosis. Kami juga jadi tahu bagaimana cara menangani patah tulang yang terlalu parah dan cara menjaga kesehatan tulang kami. Tulang sangatlah berharga dan patut dijaga, karena tulang merupakan struktur pembentuk tubuh.
Selengkapnya
Lomba Desain Grafis di SMK Santa Maria Jakarta
Posted: 2023-09-21 | By: Skolastika Letishia Riyanti Prita Dewi IX-A/36
Kamis, 31 Agustus 2023 sampai Jumat, 1 September 2023, SMK Santa Maria Jakarta mengadakan perlombaan dalam berbagai bidang yang bernamakan “SMAVOS”. Salah satu perlombaan yang diadakan pada kedua hari tersebut adalah lomba desain grafis dengan hasil akhirnya berupa poster. Tema yang diberikan adalah kemerdekaan dengan menggabungkan unsur kebudayaan menggunakan aplikasi Adobe Illustrator. Saya menjadi salah satu siswi yang dipilih untuk mengikuti perlombaan tersebut bersama satu teman lainnya. Saya benar-benar tidak memiliki pengalaman menggunakan aplikasi Adobe Illustrator. Tentunya hal ini terasa mustahil untuk dilakukan, apalagi aplikasi Adobe Illustrator merupakan aplikasi desain yang sangat kompleks.            Sehari setelah mengikuti technical meeting, saya baru mengunduh aplikasi Adobe Illustrator dan mulai mengeksplorasinya sehari setelahnya pada Sabtu, 25 Agustus 2023 saat jam ekstrakurikuler desain grafis. Saat itu saya baru mulai mengenal tools dan fitur yang tersedia. Maka, saya hanya memiliki waktu kurang dari 1 minggu untuk mempelajari dan mempersiapkan konsep untuk lomba. Di saat itu saya masih merasa takut, tidak yakin, dan merasa mustahil bisa mempersiapkannya dengan baik apalagi saat mengikuti technical meeting diinformasikan bahwa di hari kedua lomba akan diadakan presentasi sehingga saya merasa semakin tidak yakin.            Minggu, 26 Agustus 2023 saya bersama teman saya (Rara/IX-E) dan guru ekstrakurikuler (Kak Elvira) memutuskan untuk berkumpul bersama untuk mempelajari dan memahami cara kerja direct selection tool, pen tool, pathfinder, dan beberapa lainnya. Saat itu saya sudah mulai paham dan mencoba mengeksplorasi secara mandiri, tetapi saya masih tidak yakin bisa melakukannya saat lomba. Pikiran saya pun sempat dipenuhi perasaan yang tidak mengenakkan sehingga sempat merasa terbebani. Bahkan, banyak aktivitas yang saya tunda untuk mempersiapkan lomba. Sehari sebelum lomba yaitu hari Rabu, saya mengisi waktu untuk menyelesaikan aktivitas yang tertunda selama beberapa hari ditambah lagi, saya harus mempersiapkan penilaian harian yang akan datang. Maka, saya belajar menggunakan Adobe Illustrator dan mempersiapkan lomba ini hanya dalam empat hari berturut-turut.Saya beruntung sekali selalu dibantu oleh Kak Elvira untuk mengatasi kebingungan, mempersiapkan konsep, dan lainnya serta didukung oleh teman-teman saya. Saya benar-benar berusaha agar dapat mengikuti lomba dengan baik dan lancar walau tidak harus juara.            Pada hari pelaksanaan lomba, saya sudah tidak berharap untuk menang karena saya masih di tahap pemula dan hanya bermodal konsep poster dan sedikit pemahaman tentang tools yang tersedia. Saya memulainya dengan membuat sketsa di kertas yang disediakan panitia lomba dan setelah kurang lebih 20 menit saya masukkan hasil sketsanya ke aplikasi Adobe Illustrator. Proses mendesain hari pertama berlangsung selama lima jam dan saya berhasil menyelesaikan poster sebesar 70%. Kemudian, lomba berlanjut di hari kedua yaitu pada Jumat, 1 September 2023. Proses mendesain berlangsung selama tiga jam dan saya berhasil menyelesaikan secara keseluruhan. Saya mendapat nomor urut akhir untuk presentasi sehingga saya bisa melihat semua karya siswa yang lain. Saya tetap berpasrah dan minim harapan untuk menang karena karya yang ditampilkan siswa yang lain sangat bagus dan tidak mempunyai harapan untuk menang. Saat presentasi, saya dapat mempresentasikannya dengan cukup baik, dan tidak disangka ternyata respon juri bagus dan minim kritikan atau masukan (hanya ada 1 masukan yang diberikan juri kepada saya). Saat itu saya merasa ada sedikit harapan, mungkin saya bisa menempati juara ke-3 walau persentase kemungkinannya menurut saya sangat kecil. Setelah lomba saya benar-benar merasa lelah sekaligus bersyukur dapat menyelesaikan lomba dengan cukup baik.            Pengumuman lomba akan dilaksanakan hari Sabtu, 2 September 2023, tetapi sayangnya perwakilan dari Santa Ursula BSD tidak dapat menghadirinya, maka informasi pemenang juga akan diinformasikan melalui WhatsApp. Saya tidak memiliki harapan yang tinggi untuk menang, apalagi di hari Sabtu tidak ada informasi apapun dari para guru yang mendampingi. Tiba-tiba saya mendapat berita mengejutkan di hari Minggu pagi. Saya membuka WhatsApp dan mendapati pesan dari guru pendamping bahwa saya juara bahkan menempati juara 1.            Awalnya saya pikir di lomba ini saya diarahkan hanya untuk lebih berdaya juang dan gigih saja, tetapi ternyata lebih dari itu. Dari pengalaman ini saya benar-benar belajar untuk selalu bekerja keras tetapi juga harus selalu dipenuhi pemikiran positif dan yakin kepada diri sendiri. Saya juga dikuatkan bahwa usaha yang dilakukan pasti akan terbayarkan dalam waktu dekat ataupun di kemudian hari. Saya mengalami banyak kesulitan dan perasaan tidak mengenakkan selama tahap persiapan, ternyata ada kejutan besar untuk membayar semua kerja keras saya yang disiapkan-Nya. Saya sangat bersyukur dapat diberi kesempatan untuk mengikuti lomba ini dan menempati posisi juara 1 serta belajar untuk selalu semangat dan pantang menyerah.
Selengkapnya
MELATIH FISIK DAN MENTAL DI BATALYON ARHANUD
Posted: 2023-09-21 | By: Ancilla Queenashe Purwono VIIID/01 & Madelyn Audrina Kartadinata VIIID/23
Kegiatan Fisik dan mental atau Fital adalah kegiatan yang dilakukan secara berkala untuk siswa SMP Santa Ursula BSD kelas VIII. Kegiatan dilaksanakan di Batalyon Artileri Pertahanan Udara 1, Serpong Senin-Selasa, 21-22 Agustus 2023. Seluruh siswa kelas VIII berkumpul di lapangan SMP Santa Ursula BSD menuju Batalyon Arhanud pukul 06.30. Keberangkatan kami dari sekolah menggunakan truk TNI. Kami menikmati sensasi menaiki kendaraan TNI di jalan raya bersama teman-teman sekelas. Canda dan tawa mewarnai perjalanan kami sehingga tanpa disadari kami sudah sampai di Batalyon Arhanud.Sesampainya di Batalyon Arhanud, kami segera berkumpul dan berbaris. Setelah itu, kami mulai memasuki barak yang dipisahkan antara perempuan dan laki-laki. Saat memasuki barak, kami bisa melihat puluhan tempat tidur lipat atau biasa disebut tictac velbed yang berjajar. Kami meletakkan tas ransel dan menyiapkan diri melanjutkan aktivitas berikutnya, yaitu upacara pembukaan.Setelah upacara pembukaan selesai, kami berbaris sesuai kelas untuk latihan peraturan baris-berbaris (PBB). Kami melakukannya di bawah terik sinar matahari pagi bersama pelatih tentara pembimbing. Selama melakukan PBB, beberapa dari kami harus melipir ke bawah pohon dikarenakan tidak kuat. Ada juga yang pingsan dan harus dievakuasi oleh guru pendamping. Di sela-sela PBB beberapa kali kami harus jongkok, berdiri, tiarap, dan berguling di rumput sambil berteriak “Ursula!” sekencang mungkin dikarenakan kami tidak melakukan PBB dengan baik.Setelah kurang lebih 45 menit berlatih PBB, kami kembali berkumpul untuk makan snack. Kami makan berhadap-hadapan dengan teman seangkatan dan sebelum memulai makan, harus melakukan sikap siap secara duduk. Waktu yang diberikan kurang lebih 3-4 menit untuk menghabiskan satu kotak snack berisi 4-5 macam makanan tradisional. Siswa yang tidak bisa menghabiskan snack harus dibantu siswa lainnya untuk menghabiskan.Kegiatan selanjutnya adalah bermain game dengan membentuk lingkaran berdasarkan inisial nama, bulan dan tahun lahir, serta ukuran sepatu. Kami sangat bersenang-senang, seakan kami lupa sakit yang kami rasakan tadi saat PBB di bawah terik matahari yang sangat menyengat. Tak berlangsung lama, kami masuk ke sesi berikutnya yaitu mendengarkan cara menggunakan kompas untuk kegiatan malam.Setelah menyelesaikan kegiatan mengenal kompas, kami kembali berkumpul dan berjalan menuju lapangan voli untuk kegiatan jurit malam. Walaupun dibagi menjadi 2 kelompok, kedua kelompok ini harus saling bekerja sama untuk menyelesaikan jurit malam. Selesai jurit malam pukul 02.00, kami kembali ke lapangan voli sebelum menuju barak untuk akhirnya beristirahat.Pukul 03.00 dini hari, kami dibangunkan tentara dengan suara ketukan di pintu barak yang sangat keras. Kami semua kaget dan terbangun dari tidur yang hanya 1 jam. Kami keluar barak dengan pakaian tidur dan setengah sadar. Di depan barak, seluruh siswa melakukan push up 10 kali di aspal yang keras. Setelah itu kami diperbolehkan kembali ke barak dan melanjutkan tidur. Kebanyakan dari kami kesulitan tidur karena hawa yang panas dan nyamuk dimana-mana. Saat itu, kami sangat berjuang untuk tidur karena harus menyiapkan energi di esok hari.Keesokan harinya, kami dibangunkan sekitar pukul 4.15 langsung bersiap-siap untuk memulai lari pagi. Kami berlari mengelilingi lapangan voli dan rumah warga sebanyak 3 kali sembari menyanyikan lagu Garuda Pancasila. Sungguh melelahkan karena kami baru bangun  dan tidak terbiasa. Namun, kami menjalankannya dengan baik.Kegiatan ditutup dengan bermain outbond mini. Mini outbond ini adalah rintangan-rintangan kecil yang berlumuran lumpur dimana-mana sehingga membuat sekujur badan kami penuh dengan lumpur. Walaupun terlihat menjijikan, kami sangat menikmati kegiatan ini. Akhirnya, kami tiba di penghujung kegiatan yaitu upacara penutupan sebelum kembali ke sekolah. Sekitar pukul 4.30, kami selesai melakukan upacara dan menuju truk TNI untuk kembali ke sekolah. Kegiatan Fital ini mengajak kami untuk melatih ketahanan tubuh. Kami juga dilatih untuk meningkatkan daya juang serta kebersamaan kami dua hari berkegiatan. Kedisiplinan  Kami belajar disiplin akan waktu yang diberikan dan didorong untuk bisa mengatur waktu dengan baik sehingga kehidupan sehari-hari tetap seimbang. Selain itu, kami juga belajar untuk bisa bertanggung jawab atas segala hal yang kami lakukan. Mulai dari barang-barang yang kami miliki sampai sikap kami selama berada di Batalyon Arhanud. Kebersamaan dan proses berharga yang kami alami, tak peduli seberapa rasa lelah, capek, senang, sedih, lega, yang semuanya menjadi satu. Apapun yang dilalui, kami lalui bersama. Kami datang dengan ceria dan pulang dengan cerita.
Selengkapnya
Keseruan Mysterium Aegyptus
Posted: 2023-09-20 | By: Alena Michelle Himawan VIIIC/4
Pada hari Selasa, 6 Juni 2023, siswa  kelas VII dan VIII SMP Santa Ursula BSD mengikuti permainan “Mysterium Aegyptus” yang diadakan oleh Presidium Siswa 2023. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 07.00 hingga 08.15.Tentunya, kegiatan ini membutuhkan persiapan yang cukup panjang. Oleh karena itu,  satu bulan sebelum pelaksanaan kegiatan dipilihlah 4 perwakilan dari Presidium, untuk menjadi penanggung jawab kegiatan, yaitu Elaine/VIIE, Queenas/VIID, Joshua/VIID, dan Michelle/VIIIC. Dari situlah persiapan untuk kegiatan "Mysterium Aegyptus"  akhir tahun dimulai. Minggu pertama dapat dikatakan cukup  sibuk, jika dilihat dari seluruh rangkaian persiapan acara. Saat itu keempat penanggung jawab harus memikirkan permainan yang dapat dimainkan oleh 367 siswa  dengan waktu yang cukup singkat. Lalu, lahirlah ide permainan yang berkaitan dengan time travel dan Mesir. Tidak sampai di situ saja, para penanggung jawab dihadapi dengan berbagai tantangan lainnya selama mempersiapkan acara ini. Menurut saya, keadaan yang paling berkesan adalah di pagi hari, sebelum kegiatan dimulai. Satu kata untuk pagi itu, chaotic namun sangat seru.Ketika bel sekolah berdering di pagi hari, menandakan waktunya untuk memulai kegiatan. Setiap kelas beserta wali kelasnya, dan 2 anggota presidium yang sudah ditentukan, tak lupa berdoa dan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” untuk memulai hari. Pada saat itu seluruh murid tidak mengetahui bahwa akan ada permainan ini, karena kegiatan ini merupakan kegiatan kejutan untuk murid. Lalu, 2 anggota presidium setiap kelasnya memperlihatkan slide presentasi yang akan digunakan untuk kegiatan. Pada pukul 07.05 hingga 07.15 anggota Presidium yang bertugas memperkenalkan diri kepada siswa  di kelas, serta menjelaskan peraturan dan cara memainkan permainan. Pada saat itu, siswa  terlihat antusias untuk mengikuti permainan.Akhirnya permainan pun dimulai. Pertama, anggota Presidium memberikan kata kunci pertama mereka yaitu sebuah tulisan mengenai Mesir Kuno.  Siswa perlu berdiskusi untuk memecahkan kata kunci tersebut. Ada beberapa kelas yang menyelesaikan jauh lebih cepat dari perkiraan, dan ada juga kelas yang menyelesaikan lebih lambat. Pada tulisan tersebut, terdapat kata-kata yang dengan sengaja disalahkan penulisannya. Misalnya “anugerah” menjadi “anugdrah”. Nah, cara memecahkan clue tersebut adalah para siswa  harus teliti dalam membaca tulisan tersebut, huruf yang sebenarnya merupakan jawaban. Hasil dari kata kunci pertama adalah “egypt poster” yang merupakan kata kunci kedua.Kata kunci yang kedua penuh dengan trik! Para siswa harus melepas salah satu poster yang ada di kelas. Dibalik poster tersebut terdapat petunjuk kode morse. Lalu, mereka harus mencari kode morse yang harus dipecahkan yang terdapat di poster kedua. Namun karena kode morse di poster kedua sedikit buram, harus teliti banget yaa. Jawaban dari kata kunci kedua adalah “treasure hunt”. Sungguh menakjubkan banyak kelas yang memecahkan kata kunci jauh lebih cepat dari yang diharapkan loh. Keren-keren banget ya! Setelah itu ada kata kunci ketiga. Sedikit berbeda dari kata kunci sebelumnya, pada clue ketiga ini dibagi lagi menjadi 2 kata kunci yang berbeda.Awalnya kelas dibagi menjadi 2 tim. Tim pertama berjumlah 3 orang dan tim kedua adalah sisanya. Tim pertama yang terdiri dari 3 orang akan keluar kelas dan melakukan permainan treasure hunt, seru banget kan! Mereka harus mencari sebuah amplop yang berisikan aksara Mesir Kuno yang bernama hieroglif. Mereka harus menerjemahkan aksara tersebut. Jawaban akhirnya adalah “of Egypt”. Tim kedua tidak kalah seru. Mereka bermain hangman di dalam kelas. Jawaban akhir dari hangman tersebut adalah “The Mystery”. Seluruh siswa/i harus menggabungkan kedua jawaban tersebut menjadi “The Mystery of Egypt” yaitu jawaban akhir dari permainan ini. Fun fact: “Mysterium Aegyptus” berarti “The Mystery of Egypt” atau “Misteri Mesir” dalam bahasa Latin!Setelah permainan selesai ada beberapa kelas yang menghabiskan waktu dengan bermain games lain ataupun karaoke. Setelah itu, pada pukul 8.15 kami berjalan ke Sport Hall dengan bantuan Tim FITAL untuk kegiatan Melphoria.Permainan ini bukan sekedar untuk mengisi waktu luang, tetapi juga dapat mengasah ketelitian, daya juang, kerja sama, dan mempererat hubungan para siswa. Selama permainan ini, para siswa dibebaskan untuk menyampaikan ide maupun pendapat mereka sehingga diharapkan dapat juga mengasah keberanian mereka dan tidak malu untuk menyampaikan gagasan. Kegiatan hari itu sangat seru dan bermanfaat.
Selengkapnya
Meriahnya Melphoria
Posted: 2023-09-20 | By: Theresa Rara Dewani Parahita VIIIE/35
Pada hari Selasa, 6 Juni 2023 siswa kelas VII dan VIII SMP Santa Ursula BSD mengikuti sebuah acara yang diselenggarakan oleh presidium siswa Santa Ursula BSD, yaitu Melphoria. Semua siswa dikumpulkan di Sport Hall Santa Ursula BSD dan acara ini berlangsung dari pukul 08.35 sampai pukul 11.00.Pertama-tama kami semua diperkenalkan oleh MC Melphoria yang sa ngat keren yaitu Andra VIIIB, Edith VIIIC, dan juga Jennifer VIIE. Setelah mendengarkan kata pengantar dari Bu Irene, acara inti pun langsung dimulai. Penampilan pertama yaitu Chika/VIII-C dan Carlo/VIII-D yang membawakan lagu Golden Hour - JVKE. Chika tampil sangat anggun saat membawakannya sehingga kami pun ikut bernyanyi bersama. Lalu penampilan kedua adalah Shita/VIII-E dan Abraham/VII-B dengan lagu C.H.R.I.S.Y.E - Diskoria. Duo penynayi ini sukses membuat kami berteriak histeris. Nuel, Vina, dan Gavin dari VIII-A ini juga tidak kalah mengesankan dengan penampilan mereka. Vina menyanyikan lagu Bicara-The Overtunes dengan iringan gitar akustik Nuel dan Gavin.Acara ini diselingi dengan drama menarik yang dibawakan oleh Richelle/VII-B, Abel//VII-C, Thasia/VII-C, Anicka/VII-E, Fayola/VIII-A, Risa/VIII-B, Rafael/VIII-B, dan Nayra/VIII-D. Drama yang mereka persembahkan bertemakan penjelajahan waktu antara masa Mesir kuno dan di masa depan. Drama ini sangatlah menarik karena tema yang diambil juga cukup jarang untuk dipilih. Selain itu, tingkah laku tokoh-tokohnya juga sukses membuat kami tertawa riang.Penampilan selanjutnya adalah Igo/VII-C, Thyera/VIII-D, dan Angelo/VII-D yang membawakan lagu R U Mine - Arctic Monkeys. Mereka tampil dengan busana hitam, berbeda dari yang lain, yang membuat kesannya lebih “macho”. Trio VIII-E juga tentunya tidak ingin kalah. Joanne, Ezrily, dan Nathan membawakan lagu Perfect - One direction. Selanjutnya penampilan dari duo VII-B yaitu Jeane dan Kevin yang membawakan lagu Kamu - Coboy Junior. Walaupun musiknya sempat terhenti di tengah-tengah mereka bernyanyi, tetapi acara ini tidak akan berhenti begitu saja. Penonton langsung sigap membantu dengan bertepuk tangan yang dapat membantu menjadi instrumen sederhana, sungguh mengesankan! Setelah beristirahat, penampilan dilanjutkan oleh Ara/VII-B, Devania/VII-E, Kinzie/VII-E, Inez/VIII-E, Laura/VII-B, dan Rachel/VIII-B. Mereka menampilkan dance battle yang sangat epic! Diiringi dengan lagu-lagu yang upbeat, membuat dance battle terasa seru dan menarik. Gerakan mereka pun juga sukses membuat kami tercengang. Dance battle kali ini dimenangkan oleh Rachel dan Deva. Setelahnya ada penampilan dari Elaine/VII-A dan Dio/VII-E yang membawakan lagu All Of Me - John Legend. Dengan keadaan lampu dipadamkan, membuat suasananya romantis. Kami semua pun juga ikut bernyanyi bersama.Acara diselingi dengan ice breaking. Kami diberikan pertanyaan seputar musik dan kami semua bisa menjawabnya. Setelah itu, kami semua dikejutkan dengan penampilan Bapak dan Ibu guru yang mengagetkan. Tampil dengan kostum yang nyentrik puas membuat kami semua tertawa. Mereka menampilkan dance yang sangat amat menarik, apalagi saat bagian Gangnam Style membuat kami semua tertawa tanpa henti dan sangat menikmati sajian dari Bapak dan Ibu guru. Setelah selesai dengan penampilan mengejutkan ini, semua kontestan dari acara Melphoria naik ke panggung dan menyanyikan lagu Best Song Ever - One Direction sebagai lagu penutupan dari acara hari ini. Setelah itu kami semua menutup acara dengan berdoa dan menyanyikan lagu “Serviam”.Dari acara kali ini, kami semua dibebaskan dari lelah dan beban yang berat selama tahun pelajaran kali ini. Kami semua dapat bernyanyi bersama dan menikmati waktu bersama selama masa SMP kali ini. Melphoria The Best Show Ever!
Selengkapnya
Pengalaman Mengikuti Sesi Penyuluhan Narkotika
Posted: 2023-08-25 | By: Natheswara-VIIC
Pada hari Jumat tanggal 4 Agustus 2023 di SMP Santa Ursula BSD diadakan sesi Penyuluhan Narkotika oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).  Pembicara pada sesi penyuluhan tersebut adalah Ibu Gerda dan Kakak Fiona dari BNN. Sesi penyuluhan diadakan sekitar pukul 07.00 WIB di Ruang Serbaguna dan dihadiri oleh seluruh siswa kelas VII.  Ini merupakan pertama kalinya saya mengikuti sesi penyuluhan tentang narkotika.  Saya merasa sangat antusias mengikuti sesi ini karena saya akan mendapatkan informasi mengenai narkotika.Sesi penyuluhan diawali dengan penjelasan tentang jenis-jenis narkotika oleh Ibu Gerda dan Kakak Fiona.  Jenis-jenis narkotika yang dijelaskan ada banyak seperti kokain, morphine, ganja, ekstasi, dan lain sebagainya.  Saya mendapat penjelasan tentang tingkat bahaya setiap jenis narkotika. Meskipun demikian, sebenarnya narkotika boleh dipakai, tetapi hanya dengan izin seorang dokter sebagai pilihan berobat terakhir.  Pada bagian selanjutnya saya dijelaskan tentang akibat narkotika pada tubuh seperti dehidrasi, kecanduan, merusak organ tubuh, kematian overdosis, dan lain sebagainya.  Ibu Gerda dan kakak Fiona kemudian menjelaskan agar para siswa menolak ajakan seseorang yang menawarkan narkotika.Setelah sesi penyuluhan tentang narkotika, saya sebagai anak remaja merasa kalau saya harus lebih berhati-hati dan waspada tentang narkotika.  Semua informasi yang saya dapatkan sangat menarik dan membantu, karena sekarang saya mengerti banyak tentang bahaya narkotika, cara menghindarinya, dan larangan untuk tidak menggunakannya.   Kesimpulan dari sesi ini adalah kita harus senantiasa waspada dan berhati-hati dengan bahaya narkotika.  Penggunaan narkotika harus seizin dokter dan tidak sembarangan digunakan.
Selengkapnya
Lika liku perpisahan saNBes’28
Posted: 2023-08-25 | By: Gideon/9B & Shereen/9C
Perpisahan adalah hal yang dihindari semua orang, namun kami harus mempersiapkan acara tersebut. Itulah tugas kami sebagai panitia. Sepuluh murid perwakilan dari masing-masing kelas harus membentuk sebuah acara dan memikirkan perpisahan lebih awal. Tekanan yang kami rasakan besar, acara ini harus memiliki makna, dan dikenang oleh angkatan 28. Bagaimana caranya? Tak mudah pastinya, 10 orang yang belum pernah bekerja bersama harus menggabungkan pemikirannya untuk mencapai suatu tujuan bersama. Rapat hampir setiap hari, pulang sore, pusing dengan ide ide, revisi rundown, membeli perlengkapan, uji coba dan masih banyak lagi, itulah yang kami lakukan sebagai panitia. Jujur, di awal kami bekerja sangat lambat, bisa dibilang hampir tidak ada kemajuan setiap rapat. Namun waktu terus berjalan, tidak disangka saat itu perpisahan tinggal 3 bulan lagi. Kami sadar bahwa kami harus segera memikirkan konsep detail acara perpisahan. Mulai dari situ, kami mencari ide dari berbagai sumber, melakukan riset, mengajak wali kelas rapat dan lain sebagainya. Lalu, apa konsep perpisahan angkatan ini? Angkatan tahun ini mengambil nama “Eterious” sebagai tema dan semboyan angkatan. Eterious sendiri berarti persahabatan yang eternal (abadi), solidarity (solid), dan marvelous (menakjubkan). Tanpa disadari hari itu telah tiba (26/05/2023). Ya, hari perpisahan untuk angkatan 28. Semua hasil rapat, kegiatan, rundown yang sudah kami rancang akan terlaksana hari itu. Berbagai perasaan kami rasakan, kami takut acara tidak akan berjalan sesuai rencana, waktu yang molor dan berbagai pemikiran lainnya. Kami hanya bisa menjalankan tugas semaksimal mungkin sesuai apa yang sudah kami rencanakan. Tidak disangka, kami mendapatkan banyak respon positif dari teman-teman angkatan 28 beserta bapak ibu guru. Di akhir acara, di mana hal itu akan menjadi acara puncak dari perpisahan, semua teman-teman dan bapak ibu guru merasakan vibes perpisahan. Banyak dari teman-teman angkatan 28 yang menangis terharu, sedih dan perasaan lainnya, karena sebentar lagi mereka berpisah dari teman-temannya yang akan pindah sekolah dan lain-lain. Pepatah mengatakan “usaha tidak akan mengkhianati hasil”, itulah hal nyata yang kami rasakan. Semua usaha, suka duka, tenaga dan waktu yang sudah kami curahkan, terbayar dengan “ETERIOUS”. Itulah hasil nyata dari kerja keras kami. Banyak orang berpikir menjadi panitia adalah hal rumit, tidak menyenangkan, ribet dan lain sebagainya. Tapi, kami tidak menyesal menjadi bagian dari panitia perpisahan, dan kesempatan tersebut tidak bisa diulang lagi. Banyak hal yang kami pelajari dari acara perpisahan ini. Kami sadar, tidak semua yang kami inginkan akan terlaksana dengan sempurna, tetapi dari situlah kami belajar untuk lebih kreatif, fleksibel, membuat perencanaan, bekerja sama dan lainnya. Tentunya, acara ini tidak akan berjalan dengan lancar tanpa adanya dukungan dari Suster Francesco, Ibu Irene selaku kepala sekolah, serta bapak ibu guru yang kami hormati, tenaga penunjang, pihak Rumah Perubahan dan pastinya yang kami kasihi teman-teman angkatan 28. Di balik semua itu, kami mengucapkan terima kasih juga kepada seluruh anggota panitia yang telah berpartisipasi dalam melancarkan acara perpisahan. Itulah lika-liku perpisahan Sanbes 28.
Selengkapnya
Mengintip Meriahnya Pesta Kuliner di “Pasar Modern ala Sanur BSD”
Posted: 2023-05-07 | By: Vina/8A, Angeline/8B, Risa/8B, Hana/8B, Vania 9C
Pada Sabtu, 18 Maret 2023 lalu, sekolah Santa Ursula BSD mengadakan bazar bertajuk “Pasar Modern ala Sanur”, yang diadakan di hall, juga selasar SMP dan SMA. Event ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan berakhir pada 14.00 WIB. Meja dan kursi di setiap stand sudah disediakan oleh pihak sekolah dan para penjual mulai mempersiapkan produk mereka dari pukul 06.00 WIBPasar Modern ala Sanur atau yang disingkat Pasmod ini merupakan gagasan dari Suster Francesco selaku ketua Yayasan Ursulin terhadap kemampuan peserta didik dalam bidang niaga, terutama para peserta ekstrakurikuler kewirausahaan. Potensi yang ditunjukkan ini kemudian berhasil menggebrak bazar dengan variasi makanan yang unik.Pemilihan nama “Pasar Modern ala Sanur” pun bukan tanpa alasan. Seno, selaku guru tingkat SMP mengatakan, bahwa nama Pasmod ditetapkan supaya pengunjung tahu bahwa siswa-siswi sedang melakukan sesi berjualan, bukan sekadar belajar. Selama berlangsungnya pembelajaran tatap muka, Santa Ursula BSD telah melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. Namun, untuk satu hari saja, sekolah tidak menjalankan protokol kesehatan terlalu ketat seperti hari-hari biasa. “Ini merupakan pertama kalinya setelah 2 tahun pandemi, Santa Ursula BSD membuka acara tanpa melakukan protokol ketat,” tutur Suster Francesco dalam sambutan. Meski begitu, para pengunjung disarankan tetap menggunakan masker selama berada di area kampus.Pasmod ala Sanur ini menyediakan berbagai fasilitas, diantaranya tempat parkir di area TK, SD, serta SMP, toilet, dan beberapa tempat duduk. Tak lupa, untuk memeriahkan acara, band amatir yang dibentuk oleh sekumpulan siswa-siswi SMA turut menarik minat pengunjung untuk memenuhi area panggung kecil. Puncaknya, pada pukul 12.00 waktu setempat, antrian mulai kembali memadati selasar hingga memanjang sampai ke lapangan rumput yang berada di tengah-tengah gedung SMP dan SMA. Suasana menjadi kurang kondusif, tetapi para penjual tetap mempertahankan dagangannya hingga keramaian berkurang.Ragam macam makanan dan minuman inilah yang menjadi faktor ketertarikan pengunjung. Mulai dari crepe roll dari brand CREPEYOUOUT, makaroni keju dari brand MAKE-A-RONY dan MAC n MELT, es serut dari brand WARUNG MPOK NENSI dan MPOK LINTANG, soft drink dari brand SEPULUH SEKAWAN, dan masih banyak lagi menu unik lainnya. Seluruh produk dibanderol mulai Rp2.500,00 hingga Rp30.000,00. Banyak pengunjung yang telah datang lebih awal untuk sekadar mengikuti rangkaian acara, juga mendukung anak dan teman mereka. “Hari ini saya datang untuk support anak saya, bersama istri juga keluarga yang lain,” ucap Thomas selaku orang tua peserta didik.Di sisi lain, para penjual juga mengungkapkan isi hati mereka. “Saya tidak menyangka, angka penjualan makaroni karbonara stand kami sudah mencapai sekitar 60 porsi padahal baru 2 jam event ini dibuka,” ungkap Hana selaku pedagang. “Kami sempat kewalahan oleh tumpukan order dari para pengunjung sampai harus menutup pesanan terlebih dahulu,” lanjutnya.Untuk menciptakan produk yang istimewa, para penjual perlu mencari inspirasi semenarik mungkin, kemudian diolah kembali. Tak lupa, menyesuaikan usia konsumen yang berasal dari semua kalangan. “Kelompok saya terinspirasi dari video pembuatan crepe roll, dan kayaknya banyak peminatnya,” ungkap Angeline selaku salah satu anggota kelompok penjaja.Setelah makanan dan minuman habis terjual, acara ditutup oleh penampilan band dari murid-murid SMA, yang tentunya sangat menyenangkan bagi para pengunjung. Selain memberikan hiburan yang menyegarkan, adanya momen menyanyi bersama menambah atmosfer yang lebih hidup dan energik.  
Selengkapnya
Mengasah Wawasan Kepemimpinan Melalui Pelatihan Presidium Siswa SMP 2023
Posted: 2023-05-05 | By: Natania Nalini Dewanto- 8A/29
Presidium Siswa SMP Santa Ursula BSD periode 2023 berkesempatan melengkapi bekal keterampilan berorganisasi yang dibutuhkan dalam menjalankan tugasnya. Bekal kali ini merupakan kegiatan pelatihan yang diselenggarakan pada hari Jumat dan Sabtu, 28-29 April 2023, bertempat di Kampus Santa Ursula BSD.Mengawali rangkaian kegiatan pelatihan, Suster Francesco Marianti OSU, selaku Koordinator Kampus Santa Ursula BSD, berkenan memberikan pesan penyemangat bagi peserta yang terdiri dari ketua presidium serta para koordinator seksi. Pada kesempatan ini, Suster Francesco mengisahkan pengalamannya saat bersekolah di Santa Ursula Jalan Pos, Jakarta. Ketika itu, Suster Francesco berjuang mempelajari Bahasa Belanda, serta mengikuti banyak kegiatan ekstrakurikuler, baik di dalam maupun di luar sekolah. Suster Francesco juga menyampaikan bahwa beliau berusaha keras untuk memperoleh prestasi akademik yang baik, namun tidak ingin menjadi peringkat satu, karena menurut Suster, peringkat satu hanyalah kutu buku. Sedangkan beliau ingin mempelajari banyak hal baru.Usai perbincangan dengan Suster Francesco, kami memulai kegiatan pelatihan, didampingi oleh dua orang pelatih, yakni Bapak Tino dan Bapak Cherry. Tugas pertama yang kami terima adalah menilai diri kami sendiri. Tugas ini merupakan sebuah cara untuk kami mengenal diri kami lebih baik, mengenai kelebihan dan kekurangan kami yang perlu dikembangkan. Tugas ini juga merupakan kesempatan untuk mengenal teman-teman kami dengan lebih baik. Setelah tugas ini, kami diperkenalkan dengan pohon kepemimpinan. Bagaimana sebuah pohon mencerminkan seorang pemimpin. Akarnya merupakan nilai-nilai yang menjadi pondasinya, batang dan cabang merupakan proses yang ia lewati, dan buah merupakan hasilnya. Salah satu hasil tersebut adalah teladan.Setelah mempelajari banyak hal mengenai kepemimpinan, kami diajak keluar dari gedung sekolah, menuju area terbuka di depan auditorium. Di sana kami bertemu dengan Kak Cherry dan menerapkan ilmu yang kami dapatkan melalui permainan. Pertama, kami memulai dengan pengenalan dan permainan untuk melatih fokus. Lalu kami mulai bermain tangkap bola, di mana kami harus melempar bola ke teman di kanan kami, sekaligus menerima bola dari kiri kami dengan satu tangan. Permainan kedua merupakan permainan  magic stick. Dalam permainan ini kami harus meletakkan sebuah tiang yang panjang bersama-sama, menggunakan dua jari. Permainan ini merupakan salah satu yang tersulit. Terakhir, permainan yang kami lakukan adalah membalikkan karpet. Permainan ini dilakukan dengan cara membalikkan karpet, namun seluruh anggota tim harus tetap berada di atas karpet. Selesai permainan ini, kami melakukan evaluasi dan diperkenalkan dengan hal baru yaitu tiga kegiatan komunikasi formal : debat, diskusi, dan rapat. Kegiatan ini mengakhiri rangkaian kegiatan pelatihan hari pertama, untuk kemudian dilanjutkan pada hari berikutnya. Pelatihan hari kedua diawali dengan review dan dilanjutkan dengan permainan komunikasi. Seorang pemimpin perlu wawasan luas terdiri dari pengetahuan dan pengalaman. Wawasan mereka diuji melalui permainan ini. Pada permainan ini, kami diberi satu kata dan perlu membicarakan kata itu selama satu menit. Kata yang diberikan berasal dari berbagai topik, seperti tokoh politik, masalah lingkungan, dan kejahatan. Selesai permainan ini, kami mengerjakan sebuah tugas di mana kami mengurutkan faktor keberhasilan dan kemajuan OSIS. Setelah tugas selesai dilakukan peserta secara perorangan, proses dilanjutkan dengan diskusi di dalam kelompok, untuk mendapatkan rutan faktor keberhasilan yang disepakati bersama. Selanjutnya, antar kelompok berdebat untuk mendapatkan keputusan bersama mengenai urutan faktor keberhasilan dan kemajuan OSIS SMP Santa Ursula BSD. Kegiatan ini merupakan penerapan kegiatan komunikasi formal yaitu debat dan diskusi. Kelanjutan dari kegiatan tersebut, kami melakukan sebuah role play rapat. Rapat merupakan bentuk komunikasi formal yang terakhir. Rapat ini membahas Visi-Misi Presidium dan program-program rutin yang akan diadakan oleh seksi-seksi. Dalam mempersiapkan rapat ini, ketua melakukan pembahasan mengenai visi-misi, sedangkan koordinator seksi merumuskan program kegiatan. Rangkaian kegiatan selama dua hari pelatihan ini diakhiri dengan sesi foto dan pengucapan yel-yel.  Bagi saya secara pribadi, pengalaman mengikuti kegiatan ini merupakan sebuah kesempatan yang sangat bermanfaat. Saya mendapatkan wawasan baru mengenai menjadi seorang pemimpin dan mengenai kinerja suatu organisasi. Saya juga belajar pentingnya peran komunikasi dalam suatu organisasi. 
Selengkapnya