Libatkan Aku dan Aku Akan Belajar: Ursa Cup 2026, Ruang Belajar di Luar Kelas
02 Sep 2026 Ibu Fransiska Dwi Ariani / Guru Fisika SMA Santa Ursula BSD Kegiatan Siswa

Libatkan Aku dan Aku Akan Belajar: Ursa Cup 2026, Ruang Belajar di Luar Kelas


“Beri tahu aku dan aku akan lupa, ajari aku dan mungkin aku ingat, libatkan aku dan aku akan belajar.”
— Benjamin Franklin

Sekolah bukan sekadar tempat untuk memperoleh pengetahuan dan memahami materi pembelajaran. Sekolah juga menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan berbagai kompetensi, membangun karakter, serta mempersiapkan diri sebelum melangkah menuju kehidupan yang lebih luas. Karena itu, sekolah terus berupaya menghadirkan berbagai pengalaman belajar yang dapat memfasilitasi perkembangan diri murid secara utuh.

Salah satu pengalaman tersebut hadir melalui Ursa Cup 2026, sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh SMA Santa Ursula BSD yang bermula dari gagasan dan ide OSIS angkatan 2025. Ursa Cup merupakan ajang perlombaan antar sekolah dalam berbagai cabang, yaitu Futsal, Basket, Voli, E-Sport, Band, Mural, dan Fotografi. Pada tahun ini, Ursa Cup diikuti oleh 88 sekolah SMP dan SMA dengan jumlah peserta hampir 1.000 orang. Sebagai langkah awal untuk kembali membuka gerbang berbagai kegiatan besar, penyelenggaraan Ursa Cup 2026 menjadi sebuah pencapaian yang membanggakan.

Ursa Cup 2026 berlangsung pada 18–28 Agustus 2026. Kegiatan diawali dengan opening pada 18 Agustus yang dimeriahkan oleh penampilan angklung, tari kolosal, dan bursa. Selanjutnya, berbagai cabang lomba dilaksanakan secara bergantian setiap harinya. Rangkaian kegiatan ditutup pada 28 Agustus melalui pengumuman para pemenang, penampilan apresiasi kemenangan dari lomba band, serta penampilan modern dance dan band oleh murid.

Di balik kemeriahan tersebut, terdapat proses panjang yang menjadi bagian penting dari pengalaman belajar murid. Ursa Cup dapat terlaksana berkat upaya maksimal dari berbagai pihak, mulai dari panitia, peserta lomba, guru pendamping OSIS, guru pendamping panitia, Bapak dan Ibu Guru, tenaga kependidikan, Kepala Sekolah, hingga Yayasan. Dalam prosesnya, tentu masih terdapat berbagai kekurangan. Namun, kekurangan tersebut bukanlah sesuatu yang perlu dipandang sebagai kegagalan. Justru melalui berbagai tantangan itulah murid memperoleh pengalaman belajar yang berharga dalam proses pembentukan diri.

Selama beberapa bulan persiapan, murid belajar mengatur waktu, energi, dan perasaan di tengah tanggung jawab mereka sebagai pelajar. Selama kegiatan berlangsung, datang paling pagi dan pulang paling sore menjadi bagian dari rutinitas. Bahkan setelah kegiatan di sekolah selesai, pada malam hari mereka masih mengadakan pertemuan dan berdiskusi secara daring untuk mempersiapkan serta memastikan berbagai hal untuk hari berikutnya.

Di sela-sela kesibukan sebagai panitia maupun peserta lomba, mereka tetap berusaha mengikuti proses pembelajaran. Waktu yang tersedia dimanfaatkan untuk belajar secara mandiri dan memahami materi yang terus berjalan. Mereka belajar menjaga keseimbangan antara tanggung jawab akademik dan keterlibatan dalam kegiatan sekolah. 

Pengalaman tersebut menjadi bentuk pembelajaran yang tidak selalu ditemukan di dalam kelas. Murid belajar mengenai tanggung jawab, kerja sama, ketahanan, ketangguhan, komunikasi, pengelolaan waktu, dan keberanian untuk menghadapi berbagai tantangan. Hasil dari proses tersebut pun terlihat dalam pencapaian peserta lomba. SMA Santa Ursula BSD berhasil meraih Juara 1 E-Sport, Juara 2 Futsal, dan Juara 3 Mural. Totalitas yang mereka berikan akhirnya membuahkan hasil.

Lebih dari sekadar pencapaian dalam perlombaan, seluruh proses Ursa Cup 2026 merepresentasikan enam nilai Serviam yang terus ditanamkan kepada murid, yaitu Totalitas, Integritas, Persatuan, Keberanian dan Ketangguhan, Cinta dan Belas Kasih, serta Pelayanan. Nilai-nilai tersebut hadir melalui pilihan dan tindakan mereka selama mempersiapkan hingga menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan.

Pada akhirnya, Ursa Cup 2026 bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi murid untuk mengalami, menghadapi tantangan, bekerja bersama, belajar dari kekurangan, dan bertumbuh melalui proses. Sebab, ketika murid dilibatkan, mereka tidak hanya menerima pembelajaran mereka mengalaminya secara langsung.

Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, peserta lomba, guru pendamping OSIS, guru pendamping panitia, Bapak dan Ibu Guru, serta tenaga kependidikan atas pemberian diri sepenuhnya selama penyelenggaraan Ursa Cup 2026. Terima kasih telah menjadikan kegiatan ini bukan sekadar sebuah acara, melainkan sebuah ruang belajar dan bertumbuh bersama.