Datang sebagai penantang, pulang sebagai juara: Pengalaman Berharga Tim Esports SMA Santa Ursula BSD Meraih Juara 3 di Saint John’s Youth National Cup 2026
“Kesuksesan adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan akhir. Proses melakukan sesuatu itu lebih penting daripada hasilnya - Arthur Ashe”
Pemikiran inspiratif ini mengajarkan saya dan rekan-rekan setim bahwa tolok ukur kemajuan seseorang tidak terletak semata-mata pada keberhasilan mendapat piala juara pertama, melainkan pada bagaimana sebuah proses dijalani dan bagaimana evaluasi dilakukan di setiap tantangan. Prinsip mendalam inilah yang saya dan tim rasakan serta hayati secara nyata saat berpartisipasi sebagai perwakilan SMA Santa Ursula BSD di lomba Esports Mobile Legends dalam ajang Saint John’s Youth National Cup 2026.
Kompetisi antarsekolah ini diselenggarakan selama empat hari, yakni terhitung mulai tanggal 1 hingga 4 September 2026, bertempat di Saint John’s Catholic School Kencana Loka. Sebagai ketua tim, saya memimpin skuad perwakilan SMA Santa Ursula BSD yang beranggotakan tujuh orang murid lintas angkatan. Mereka adalah Tristan Abednego/X-C/34, Agustinus Ehren Purwadi Karyanto/X-D/1, Dylan Rionaldo/XI-E/10, Fabiano Adi Nugraha/XI-B/12, Nathan Tjahjono/XI-D/16, Aaron Andersen Soesilo/XI-E/1, serta saya sendiri, Matthew Dwyane Dwiartono/XII-D/16. Terbentuknya tim dari tiga angkatan yang berbeda ini tentu menghadirkan dinamika serta tantangan tersendiri bagi kami, terlebih karena persiapan intensif yang dapat kami lakukan tergolong sangat singkat, yakni hanya berdurasi sekitar satu minggu sejak pengumuman perlombaan diterima pada akhir Agustus 2026.
Rangkaian pertandingan resmi dimulai pada hari Selasa, 1 September 2026, yang difokuskan untuk babak penyisihan grup (group stage). Berada di dalam grup yang sangat kompetitif bersama SMA Saint John’s School Green Lake, SMA Saint John’s School Kencana Loka, dan SMP Saint John’s School Gading Serpong, saya bersama tim harus melakoni pertandingan secara maraton dari pukul 08.30 hingga 14.00 WIB. Menggunakan format pertandingan Best of 3 (BO3) di mana terdapat tiga grup dengan masing-masing berisikan tiga hingga empat tim, skuad kami menunjukkan performa yang baik. Kami sukses menyapu bersih seluruh laga di fase grup melalui kemenangan meyakinkan 2-0 di setiap pertandingan tanpa pernah kecolongan poin.
Meskipun kami tampil gemilang di babak awal, ujian yang sesungguhnya harus saya dan tim hadapi pada babak semifinal yang digelar hari Kamis, 3 September 2026, saat berhadapan dengan tim dari SMA Erenos. Di luar perkiraan, kami harus mengakui keunggulan lawan dan menelan kekalahan dengan skor telak 0-3. Kekalahan ini menjadi pukulan telak sekaligus pengalaman pertama bagi kami untuk merasakan hasil yang kurang memuaskan dengan margin skor penuh di fase gugur. Meskipun demikian, kami langsung sadar bahwa hasil ini tidak menjadi jalan akhir, kami masih memiliki pertandingan perebutan juara 3 di keesokan harinya. Setelah kekalahan tersebut, kami langsung bangun dan mengalihkan fokus untuk menyiapkan diri menghadapi pertandingan tersebut. Seluruh anggota tim mengadakan sesi evaluasi pada hari yang sama guna menata kembali mental, memperbaiki komunikasi, serta mematangkan strategi demi menghadapi laga krusial perebutan tempat ketiga keesokan harinya.
Puncak perjuangan kami ditutup pada hari Jumat, 4 September 2026, dalam pertandingan penentuan Juara 3 melawan SMA Saint John’s School Green Lake, lawan yang sebelumnya sempat kami hadapi pada fase grup. Menyadari bahwa pihak lawan tentu telah mempelajari pola permainan kami, untuk mengatasi masalah tersebut, kami sadar bahwa kami perlu tampil jauh lebih disiplin dan waspada. Berbekal persiapan matang serta keyakinan yang tinggi, kami berhasil mengunci kemenangan gemilang dengan skor 3-0.
Rasa syukur dan kebanggaan mendalam dirasakan oleh saya dan seluruh anggota tim setelah seluruh rangkaian pertandingan usai. Kepercayaan yang diberikan oleh pihak sekolah untuk membawa nama SMA Santa Ursula BSD berhasil kami bayar dengan pencapaian yang membanggakan. Melalui waktu persiapan yang singkat dan kolaborasi tim lintas angkatan, pengalaman ini memberikan banyak pelajaran berharga bagi saya pribadi tentang arti kerja sama, komunikasi, dan ketangguhan mental di bawah tekanan.
Pada akhirnya, pencapaian Juara 3 di Saint John’s Youth National Cup 2026 ini membuktikan bagi kami bahwa perkembangan tidak diukur semata dari gelar juara tertinggi. Kerja keras, proses evaluasi yang jujur, dan kebersamaan yang terjalin erat jauh lebih bermakna untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan siap menghadapi tantangan di masa depan.




