Kegiatan Sains Film Festival 2026 bersama dengan Goethe Institut sebagai Sekolah Mitra untuk Masa Depan (PASCH)
Sekolah harus menjadi salah satu pintu untuk menuju masa depan bagi murid. Sekolah harus berupaya membuka jalan murid untuk menuju impian mereka. [1]
SMA Santa Ursula BSD telah menjalin kerja sama dengan Goethe-Institut sejak tahun 2010 melalui program Sekolah: Mitra untuk Masa Depan (PASCH). Goethe-Institut merupakan lembaga kebudayaan Republik Federal Jerman yang mendukung pertukaran budaya, pendidikan, dan dialog sosial dalam konteks internasional, serta mempromosikan pengajaran dan pembelajaran bahasa Jerman. Melalui program PASCH (Schulen: Partner der Zukunft), Goethe-Institut membangun jejaring sekolah mitra di berbagai negara, termasuk Indonesia, yang melibatkan 29 sekolah mitra se-Indonesia. SMA Santa Ursula BSD sendiri telah memfasilitasi pembelajaran tambahan bahasa jerman melalui ekstrakurikuler bahasa jerman, bahasa jerman lanjutan dan kelas Jerman Intensif yang dibimbing oleh pengajar dari Goethe Institut.
Salah satu kegiatan tahunan Goethe-Institut adalah Science Film Festival (SFF) atau Festival Film Sains. Festival ini diselenggarakan di berbagai lokasi, termasuk Asia Tenggara, Asia Selatan, Afrika, Amerika Selatan, dan Timur Tengah. Melalui pemutaran film internasional dan kegiatan eksperimen, SFF mengajak masyarakat untuk mengenal isu-isu sains, teknologi, dan lingkungan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Pada tahun 2026, SFF mengangkat tema “Kecerdasan Buatan”, yang mengajak peserta mengeksplorasi peran AI dalam sains, pendidikan, dan keberlanjutan, serta memahami pentingnya pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab.
Sebagai sekolah mitra Goethe-Institut, SMA Santa Ursula BSD turut menyelenggarakan kegiatan SFF pada 13–14 Oktober 2026 dengan melibatkan murid kelas VI SD dan kelas VII SMP. Melalui kegiatan ini, murid mendapatkan kesempatan untuk mengenal sains dan teknologi melalui film dan eksperimen yang menarik serta menambah wawasan tentang pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan Goethe-Institut, kemudian dilanjutkan dengan Schnupperkurs, yaitu kursus singkat bahasa Jerman. Selanjutnya, tim SFF mengajak murid menonton film bertema kecerdasan buatan dan mengikuti berbagai eksperimen sains yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung. Film dan eksperimen yang disajikan disesuaikan dengan tingkat pemahaman murid di setiap jenjang. Berbagai eksperimen tersebut meliputi Paper Escape, Solar Bottle Light, percobaan tentang erosi dan banjir, pembuatan dan pengujian indikator pH alami dari bunga telang, serta pengamatan pengaruh peningkatan CO? terhadap keasaman air. Setelah setiap eksperimen selesai, tim SFF menjelaskan konsep ilmiah yang mendasarinya agar murid dapat memahami proses dan hasil percobaan. Para murid mengikuti kegiatan dengan antusias dan tampak takjub melihat hasil eksperimen yang mereka lakukan. Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya memperoleh pengetahuan dasar tentang sains, tetapi juga belajar melalui pengalaman langsung dengan mengamati, mencoba, dan memahami berbagai fenomena di sekitar mereka.
Pada tahun-tahun mendatang, SMA Santa Ursula BSD berharap dapat terus menyelenggarakan kegiatan Science Film Festival (SFF) bersama Goethe-Institut. Kegiatan ini menjadi sarana bagi murid untuk mengenal sains dan teknologi melalui film dan eksperimen, sekaligus memperkenalkan bahasa Jerman.
“Pendidikan adalah paspor ke masa depan. Hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya sejak hari ini” - Malcolm X




