Universal logo

Santa Ursula BSD -

Manusia Utuh Cerdas Melayani

Santa Ursula BSD

Manusia Utuh Cerdas Melayani

Sekilas Tentang Kampus Santa Ursula BSD

"Santa Ursula BSD adalah lembaga pendidikan Katolik dibawah
Yayasan Sancta Ursula yang dikelola oleh para Suster Ursulin. Sekolah ini mendidik peserta didik berdasarkan asas Pancasila dalam terang iman Katolik menjadi manusia utuh, cerdas dan melayani"

Sekilas Tentang Kampus Santa Ursula BSD

"Santa Ursula BSD adalah lembaga pendidikan Katolik dibawah
Yayasan Sancta Ursula yang dikelola oleh para Suster Ursulin. Sekolah ini mendidik peserta didik berdasarkan asas Pancasila dalam terang iman Katolik menjadi manusia utuh, cerdas dan melayani"

Fakta tentang Santa Ursula BSD

0+

Siswa Aktif

0+

Alumni

0+

Tahun Pengalaman

0+

Tenaga Pendidik

0+

Tenaga Kependidikan

Berita Terbaru

News Image
TAMASYA: Tangan Amal untuk Senyum Anak

Peringatan Hari Anak Nasional setiap tanggal 23 Juli merupakan wujud kepedulian bangsa terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak. Momentum ini mengingatkan seluruh elemen masyarakat akan tanggung jawab bersama dalam menjamin hak anak untuk hidup, tumbuh, belajar, dan terlindungi. Selain itu, peringatan ini juga bertujuan untuk mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan inklusif bagi mereka. Dalam semangat tersebut, SMA Santa Ursula BSD bersama SMA Abdi Siswa Bintaro dan SMA Candle Tree School menyelenggarakan sebuah kegiatan kolaborasi yaitu Tangan Amal untuk Senyum Anak (TAMASYA). 

Acara ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Juli 2026 di Kampus Santa Ursula BSD. Rangkaian kegiatannya diawali dengan charity walk yang dihadiri oleh lebih dari 200 peserta yang datang dari berbagai sekolah. Kegiatan charity walk ini tidak hanya diikuti oleh para murid, tetapi juga melibatkan adik-adik dari Panti Asuhan Yayasan Sosial Tangan Kasih. Pada kesempatan ini, kami menggandeng Panti Asuhan Yayasan Tangan Kasih dalam penyaluran hasil kegiatan, serta mengajak sejumlah dari teman-teman panti asuhan tersebut untuk mengikuti rangkaian acara TAMASYA secara langsung. Melalui kegiatan charity walk, harapannya dapat menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, dan semangat berbagi para murid.

Setelah charity walk, kegiatan terbuka untuk umum. Pengunjung dapat menikmati jajanan yang nikmat dari tenants serta merchandise bertema TAMASYA yang dijual oleh panitia. Selain itu, terdapat pula berbagai stan yang dirancang sebagai ruang ekspresi serta wadah untuk menampung aspirasi dan harapan generasi muda, seperti spanduk aspirasi, Wall Of Hope, Creative Booth (pameran karya seni), dan Games Booth (stan permainan tradisional). 

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi talkshow yang mengangkat tema “Membangun Asa Anak Indonesia: Suara, Harapan, dan Ketangguhan Generasi Muda di Era Disrupsi”. Talkshow ini dibawakan oleh Ibu Retno Listyarti, seorang Pemerhati Pendidikan dan Anak yang dulunya pernah menjabat sebagai Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) periode 2017–2022, serta Ibu Kanti Sekar Putri, seorang Psikolog Anak dan Remaja. 

Melalui diskusi ini, generasi muda diharapkan dapat memperdalam pemahaman mereka mengenai berbagai tantangan yang dihadapi di era disrupsi, khususnya terkait kesehatan mental, perkembangan teknologi, dan perubahan sosial. Tak hanya menumbuhkan ketangguhan mental, optimisme, dan kemampuan adaptasi, sesi ini juga mendorong anak-anak untuk berani menyuarakan aspirasi, harapan, dan gagasan mereka. Topik diskusi juga menggarisbawahi pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak. 

Seusai talkshow, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan seni dari ketiga sekolah penyelenggara, yaitu band, kolintang, dan keroncong. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pertukaran plakat antar tiga sekolah dan penyerahan donasi kepada perwakilan pendamping dari Panti Asuhan Yayasan Sosial Tangan Kasih. Total donasi sebesar Rp 25.000.000,00 telah disalurkan ke Panti Asuhan Yayasan Tangan Kasih dalam bentuk seragam sekolah dan bantuan tunai. Bantuan ini dialokasikan untuk melunasi biaya pendidikan serta perawatan medis anak-anak asuh. 

TAMASYA tidak hanya menjadi perwujudan semangat kolaborasi antara tiga sekolah dalam memperingati Hari Anak Nasional, tetapi juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk berekspresi, menyuarakan aspirasi, serta memperjuangkan hak-hak anak. Nilai-nilai Serviam, khususnya cinta dan belas kasih, tercermin nyata melalui pelayanan dalam menolong sesama. Keberhasilan pengumpulan donasi dalam aksi ini membuktikan bahwa semangat dan kontribusi generasi muda dapat menjadi aksi nyata yang bermanfaat bagi sesama.

Selengkapnya
News Image
Dari Ruang Latihan yang Sederhana Menuju Panggung FLS3N

Apakah kita pernah membayangkan, bagaimana proses perkembangan seorang penyanyi profesional? Apakah mereka memulai dari latihan setiap hari? Atau mungkin mereka memulai dari sebuah kompetisi? Namun, satu hal yang pasti perjuangan akan menghasilkan keberhasilan. 

            Hari itu dimulai dari seorang murid yang sudah memantapkan langkahnya untuk melangkah ke tahap selanjutnya. murid tersebut bernama Ricardo Alfaro Raditya Pradipta atau biasa dipanggil Ricardo. Ia adalah seorang murid kelas XII-D yang telah mewakili Kota Tangerang Selatan di ajang Festival Lomba Seni dan Sastra murid Nasional (FLS3N) tingkat provinsi Banten dalam cabang lomba solo vokal putra. 

Dalam ajang FLS3N tingkat provinsi tahun ini telah dilaksanakan selama tiga hari yaitu dimulai pada tanggal 26-28 Agustus 2026. Terdapat beberapa cabang lomba mulai dari seni sampai sastra, seperti; baca puisi, cipta puisi, cipta lagu, solo vokal putri, solo vokal putra, desain poster, fotografi, instrumen solo gitar, jurnalistik, kriya, komik digital, menulis cerita pendek (cerpen), monolog, tari kreasi, dan kreativitas musik tradisional. 

Pada hari pertama belum dimulai dengan perlombaan, tetapi pada pukul 14.00 WIB seluruh peserta melakukan check-in kamar hotel. Para peserta mempunyai waktu luang dengan memanfaatkannya untuk berlatih vokal dan istirahat sejenak. Dalam satu kamar terdapat dua peserta perlombaan dari cabang lomba yang berbeda. Pada sore hari tepatnya pukul 16.00 WIB, rangkaian ajang FLS3N ini dimulai dengan acara pembukaan. Pembukaan kali ini, dimulai dengan kata sambutan dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Dengan berlangsungnya pembukaan ini, maka resmilah ajang FLS3N dimulai. Setelahnya dilanjutkan dengan sesi technical meeting dari tiap cabang lomba. Dalam sesi technical meeting para peserta juga berkesempatan untuk mengundi undian urutan untuk tampil esok hari. Sesi technical meeting berakhir pada pukul 20.00 WIB.

Pada hari kedua, perlombaan dimulai pada pukul 08.00 WIB dan Ricardo mendapatkan nomor urut satu. Pada ajang FLS3N kali ini, Ricardo akan menyanyikan lagu “Dayung Sampan” dan “Cukup Sudah”. Sebagai guru pendamping, rasa deg-degan itu muncul pada saat Ricardo mulai bernyanyi. Dalam cabang lomba solo vokal putra, terdapat delapan peserta dari seluruh kabupaten dan kota yang terdapat di Provinsi Banten. Semua peserta solo vokal putra menampilkan penampilannya dengan sangat memukau. Para peserta berlomba-lomba untuk meraih nada tinggi. 

Setelah semua peserta tampil, maka dimulailah sesi evaluasi yang disampaikan oleh juri. Terdapat beberapa evaluasi yang disampaikan oleh juri, di antaranya adalah artikulasi pada saat menyanyikan lagu daerah yang masih belum terdengar dengan jelas dan terkait dengan pengambilan nada tinggi, jika sekiranya peserta tidak mampu untuk mencapai nada tinggi tersebut, maka sebaiknya tidak perlu dipaksakan. Tentunya, evaluasi ini sangatlah berguna bagi para peserta solo vokal putra. Masukan ini akan menjadi bekal bagi mereka saat mengikuti kompetisi yang lainnya. 

Waktu yang dinantikan pun telah tiba. Tepat pukul 20.00 WIB, sesi pengumuman pun dimulai. Sorak sorai mulai terdengar saat daftar nama murid yang menjuarai dari tiap cabang lomba disebutkan. Akhirnya, sampai juga di pembacaan pengumuman cabang lomba solo vokal putra. Pembacaan juara dimulai dari juara harapan ketiga. Pada saat pembacaan juara harapan ketiga, nama Ricardo pun belum disebutkan, juara harapan kedua pun belum disebutkan, juara harapan kesatu juga belum disebutkan. Sampai pada akhirnya, memasuki pengumuman untuk juara ketiga. Nama pun Ricardo disebutkan. Seketika, rasa riang mulai memenuhi hati. Kerja keras yang telah dilakukan Ricardo menghasilkan juara tiga tingkat Provinsi Banten. 

Keesokan harinya dibagikan piala serta sertifikat bagi pemenang. Ricardo memang sudah mendapatkan juara ketiga, tetapi perjuangannya belum berhenti di sini. Perjalanannya masih panjang. Selamat untuk Ricardo dan semangat untuk melanjutkan perjuanganmu!

Selengkapnya
News Image
Libatkan Aku dan Aku Akan Belajar: Ursa Cup 2026, Ruang Belajar di Luar Kelas

“Beri tahu aku dan aku akan lupa, ajari aku dan mungkin aku ingat, libatkan aku dan aku akan belajar.”
— Benjamin Franklin

Sekolah bukan sekadar tempat untuk memperoleh pengetahuan dan memahami materi pembelajaran. Sekolah juga menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan berbagai kompetensi, membangun karakter, serta mempersiapkan diri sebelum melangkah menuju kehidupan yang lebih luas. Karena itu, sekolah terus berupaya menghadirkan berbagai pengalaman belajar yang dapat memfasilitasi perkembangan diri murid secara utuh.

Salah satu pengalaman tersebut hadir melalui Ursa Cup 2026, sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh SMA Santa Ursula BSD yang bermula dari gagasan dan ide OSIS angkatan 2025. Ursa Cup merupakan ajang perlombaan antar sekolah dalam berbagai cabang, yaitu Futsal, Basket, Voli, E-Sport, Band, Mural, dan Fotografi. Pada tahun ini, Ursa Cup diikuti oleh 88 sekolah SMP dan SMA dengan jumlah peserta hampir 1.000 orang. Sebagai langkah awal untuk kembali membuka gerbang berbagai kegiatan besar, penyelenggaraan Ursa Cup 2026 menjadi sebuah pencapaian yang membanggakan.

Ursa Cup 2026 berlangsung pada 18–28 Agustus 2026. Kegiatan diawali dengan opening pada 18 Agustus yang dimeriahkan oleh penampilan angklung, tari kolosal, dan bursa. Selanjutnya, berbagai cabang lomba dilaksanakan secara bergantian setiap harinya. Rangkaian kegiatan ditutup pada 28 Agustus melalui pengumuman para pemenang, penampilan apresiasi kemenangan dari lomba band, serta penampilan modern dance dan band oleh murid.

Di balik kemeriahan tersebut, terdapat proses panjang yang menjadi bagian penting dari pengalaman belajar murid. Ursa Cup dapat terlaksana berkat upaya maksimal dari berbagai pihak, mulai dari panitia, peserta lomba, guru pendamping OSIS, guru pendamping panitia, Bapak dan Ibu Guru, tenaga kependidikan, Kepala Sekolah, hingga Yayasan. Dalam prosesnya, tentu masih terdapat berbagai kekurangan. Namun, kekurangan tersebut bukanlah sesuatu yang perlu dipandang sebagai kegagalan. Justru melalui berbagai tantangan itulah murid memperoleh pengalaman belajar yang berharga dalam proses pembentukan diri.

Selama beberapa bulan persiapan, murid belajar mengatur waktu, energi, dan perasaan di tengah tanggung jawab mereka sebagai pelajar. Selama kegiatan berlangsung, datang paling pagi dan pulang paling sore menjadi bagian dari rutinitas. Bahkan setelah kegiatan di sekolah selesai, pada malam hari mereka masih mengadakan pertemuan dan berdiskusi secara daring untuk mempersiapkan serta memastikan berbagai hal untuk hari berikutnya.

Di sela-sela kesibukan sebagai panitia maupun peserta lomba, mereka tetap berusaha mengikuti proses pembelajaran. Waktu yang tersedia dimanfaatkan untuk belajar secara mandiri dan memahami materi yang terus berjalan. Mereka belajar menjaga keseimbangan antara tanggung jawab akademik dan keterlibatan dalam kegiatan sekolah. 

Pengalaman tersebut menjadi bentuk pembelajaran yang tidak selalu ditemukan di dalam kelas. Murid belajar mengenai tanggung jawab, kerja sama, ketahanan, ketangguhan, komunikasi, pengelolaan waktu, dan keberanian untuk menghadapi berbagai tantangan. Hasil dari proses tersebut pun terlihat dalam pencapaian peserta lomba. SMA Santa Ursula BSD berhasil meraih Juara 1 E-Sport, Juara 2 Futsal, dan Juara 3 Mural. Totalitas yang mereka berikan akhirnya membuahkan hasil.

Lebih dari sekadar pencapaian dalam perlombaan, seluruh proses Ursa Cup 2026 merepresentasikan enam nilai Serviam yang terus ditanamkan kepada murid, yaitu Totalitas, Integritas, Persatuan, Keberanian dan Ketangguhan, Cinta dan Belas Kasih, serta Pelayanan. Nilai-nilai tersebut hadir melalui pilihan dan tindakan mereka selama mempersiapkan hingga menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan.

Pada akhirnya, Ursa Cup 2026 bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi murid untuk mengalami, menghadapi tantangan, bekerja bersama, belajar dari kekurangan, dan bertumbuh melalui proses. Sebab, ketika murid dilibatkan, mereka tidak hanya menerima pembelajaran mereka mengalaminya secara langsung.

Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, peserta lomba, guru pendamping OSIS, guru pendamping panitia, Bapak dan Ibu Guru, serta tenaga kependidikan atas pemberian diri sepenuhnya selama penyelenggaraan Ursa Cup 2026. Terima kasih telah menjadikan kegiatan ini bukan sekadar sebuah acara, melainkan sebuah ruang belajar dan bertumbuh bersama.

Selengkapnya
News Image
Menemukan Integritas dan Rumah Baru: Pengalaman Berharga Selama Satu Minggu MPLS di SMP Santa Ursula BSD

Jenjang SMP di Sekolah Santa Ursula BSD merupakan sebuah petualangan baru yang sangat mendebarkan bagi saya sebagai lulusan SD. Pada hari pertama, rasa cemas dan canggung sempat menyelimuti pikiran saya ketika melangkah ke area sekolah yang begitu luas dan megah. Ketakutan saya makin bertambah ketika mengetahui bahwa saya ditempatkan di kelas VII-E, kelas yang letaknya paling terpisah dibanding kelas lainnya. Saat itu, muncul pikiran kekanak-kanakan bahwa saya diletakkan di kelas ini karena memiliki kemampuan akademis yang lebih rendah. Namun, prasangka buruk tersebut seketika sirna ketika saya disambut oleh senyuman ramah dari para guru, karyawan, dan teman-teman baru yang sangat hangat.

Rangkaian kegiatan MPLS dimulai pada hari Senin, 13 Juli 2026 dengan berkumpul di Aula untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Serviam, serta menyaksikan penayangan jingle MPLS "SWIM" dan perkenalan jajaran guru maupun yayasan. Sesi berikutnya diisi dengan pemaparan Visi-Misi sekolah, 3 Daya Jiwa, serta 6 Nilai Serviam yang menjadi fondasi utama karakter seorang Sanurian. Setelah kembali ke kelas VII-E, wali kelas kami, Bu Rianti, mengajak kami melakukan dinamika perkenalan diri yang sangat seru dari abjad A sampai Z. Melalui aktivitas tersebut, saya mulai berkenalan dengan teman-teman seperti Michael dan Archie, dan menghafal nama seluruh teman sekelas dari Adelle hingga Viola. Kegiatan hari pertama ini diakhiri dengan pengingat penting bahwa setiap hari Senin dan Jumat kami wajib membawa makanan sehat demi menjaga kebugaran tubuh.

Memasuki hari Selasa hingga Rabu, 14–15 Juli 2026, kami makin mendalami aturan dan budaya di sekolah baru ini. Kegiatan diawali dengan hening, doa, dan refleksi jurnal, lalu dilanjutkan dengan dinamika kelompok menyusun aksi nyata 6 Nilai Serviam dan 10 Nilai Santa Ursula yang menggabungkan siswa feeder dan non-feeder. Pada hari Rabu, Bu Eus memberikan sosialisasi Pedoman Perilaku dan Tata Tertib Sekolah di Aula yang sangat membuka mata kami. Penjelasan mengenai tanda "x" berwarna hitam menegaskan bahwa pelanggaran berat dapat menyebabkan siswa dikeluarkan dari sekolah. Kami juga diajarkan aturan seragam, pembiasaan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), hingga melakukan FGD komitmen kelas dan pemilihan ketua serta wakil ketua kelas VII-E.

Hari Kamis dan Jumat, 16–17 Juli 2026, menghadirkan pengalaman yang tak kalah seru dan berkesan. Setelah senam pagi di lapangan, kami mengikuti Tour Kampus yang dipandu oleh kakak-kakak OSIS untuk mengelilingi komplek sekolah yang sangat luas. Kami diajak melihat gedung SMP dan SMA, area parkir, beberapa lapangan basket dan voli, hingga fasilitas pengomposan sampah. Tidak hanya itu, kami diajak berdinamika kelompok dengan memainkan permainan kekompakan kelas. Ada permainan voli dengan bola yang sangat besar, memindahkan bola dengan tali rafia, dan menggelindingkan bola dengan pipa. Semua itu untuk menguji kekompakan dalam satu kelas. Pada hari Jumat, kami mendapatkan materi pengembangan diri dari Tim Psikolog di Hall serta pemaparan Personal Brand Image oleh Bu Eus untuk membangun citra diri yang berkarakter. 

Puncak MPLS pada hari Senin, 20 Juli 2026 diisi dengan berbagi cara belajar dari kakak-kakak OSIS, sesi "Metode Berpikir" bersama Pak Haryo di Aula, serta penutupan Assembly meeting. Seluruh rangkaian acara ini, menegaskan saya bahwa nilai integritas menjadi hal paling berharga yang saya pelajari, yaitu keberanian untuk jujur, konsisten, dan bertanggung jawab atas setiap tindakan meskipun menyadari ada beberapa hal yang tertinggal saat di SD dulu. Saya merasa optimis mampu mengejar dan beradaptasi dengan sistem baru di sekolah ini. Sekolah Santa Ursula BSD telah membuktikan diri sebagai komunitas Katolik yang kuat (persatuan), melayani, dan berintegritas tinggi. Dengan bimbingan guru-guru yang ramah dan dukungan teman-teman, saya siap melangkah menjadi siswa kelas VII dengan penuh semangat untuk menata masa depan.

Selengkapnya
News Image
Sekolah Bukan Hanya Menjadi Tempat Untuk Belajar Berbicara

Persoalan komunikasi menjadi perhatian masyarakat karena berdampak pada keresahan dan kemarahan massa. Gelombang demonstrasi dan kerusuhan pada bulan Agustus-September 2025 karena ucapan yang arogan dari sejumlah anggota DPR RI dan Bupati Pati Jawa Tengah di saat rakyat sedang mengalami kesulitan ekonomi dan buruknya layanan publik menunjukkan minimnya komunikasi empati pejabat publik (Kompas, 2025). Saling menyerang dan merespon dengan kata-kata yang tidak pantas di grup Whatsapp (WA) seolah menjadi hal yang normal. Manusia modern begitu mudah berkomunikasi, tetapi perjumpaan antarmanusia kerap diwarnai sikap yang jauh dari rasa hormat pada martabat manusia. 

Persoalan komunikasi yang tidak sehat, seperti lebih banyak berbicara tetapi sulit untuk mendengar, ingin dominan, dan percakapan dengan kata-kata ‘kotor’ menjadi perhatian serius dalam pendidikan. Akar masalah konflik antarsiswa tidak terlepas dari komunikasi yang mengedepankan emosi dan cenderung merendahkan orang lain. Mengapa topik komunikasi sangat relevan dalam dunia pendidikan?

Mendengar Untuk Memahami Sesama

Perjumpaan penulis dengan kebiasaan siswa yang lebih suka berbicara tetapi sulit mendengar, berbicara dengan kata-kata (bahasa) kasar dan cenderung menyerang bukan sekedar perilaku spontan. Menggunakan dengan kata-kata kasar atau percakapan yang menyerang di grup WA merupakan habitus. Sosiolog P. Bourdieu yang kritis pada masalah budaya dan pendidikan menegaskan habitus adalah praktik, cara berperilaku, cara bersikap, cara bertindak, dan pola kebiasaan yang melekat (mempribadi) dari seseorang yang terbentuk dari lingkungan sosial dan diwariskan hingga menjadi sesuatu yang alamiah (Basis, 2003). Masalah di atas dapat terjadi dalam lingkup pertemanan yang terbiasa dengan kata-kata kasar dan dianggap sebagai hal biasa. Perilaku menyerang dengan kata-kata tidak pantas lewat WA maupun secara langsung dapat terjadi karena anak ‘menonton pertunjukkan’ tersebut di media sosial. Bagi pelaku yang memiliki habitus menyerang, keberhasilan melukai orang lain dengan kata-kata menjadi kepuasan tersendiri.     

Sekolah dapat membantu membangun budaya komunikasi yang sehat untuk menciptakan keteraturan, solidaritas, dan relasi yang hangat. Ada beberapa hal penting dalam upaya membentuk budaya komunikasi yang sehat. Pertama, membiasakan untuk mendengar. Pembelajaran di kelas menjadi ‘ruang’ pengalaman siswa dalam berkomunikasi. Melalui kebiasaan mendengar, siswa belajar memahami dan merasakan sudut pandang orang lain, menghormati orang yang sedang berbicara, dan menahan diri agar tidak selalu ingin dominan. Kedua, komunikasi yang berempati, seperti bertutur kata dengan tidak melukai perasaan orang lain yang sedang kesulitan, membantu teman tanpa merendahkan, dan tidak menghina atau mempermalukan orang lain. Memberi perhatian pada orang yang mengajak berbicara akan membawa kenyamanan dan penerimaan bahwa seseorang itu dihargai keberadaanya. Ketiga, mengutamakan dialog bila menghadapi masalah. Keempat, menggunakan bahasa yang lebih menghargai martabat orang lain, mulai dari menyapa dengan nama, tidak merendahkan dan mempermalukan orang lain. Kelima, konfirmasi atas informasi dan tidak reaktif, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman. 

Keterampilan berkomunikasi dengan merujuk pada pemikiran P. Bourdieu menjadi bagian dari modal sosial karena dengan berkomunikasi yang sehat, seseorang akan mendapatkan kepercayaan (trust) dan relasi yang luas. Cara Guru berbicara dan merespon pertanyaan atau masukan memberikan kesan kuat bagi siswa untuk belajar meniru komunikasi yang sehat. Cara penularan habitus yang paling inplisit adalah dengan keteladanan.

Komunikasi bukan hanya persoalan pesan, baik secara verbal dan nonverbal. Lebih dari itu, komunikasi yang menghargai, mendengar, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi pondasi penting dalam pendidikan karakter. Sekolah bukan hanya menjadi tempat untuk belajar berbicara, tetapi juga belajar mendengar, menghargai, dan memahami sesama. Pendidikan menjadi salah satu pilar utama membawa pesan kebijaksanaan dalam berkomunikasi.

Keluarga dapat memberi perhatian pada budaya komunikasi yang sehat sejak usia dini. Membiasakan anak memiliki sikap menghargai dalam bertutur kata, mendengar, dan memberi kesempatan orang lain berbicara harus dibiasakan sejak dini agar tidak tumbuh perilaku ingin dominan dalam relasi. Mendengar adalah kebiasaan sederhana tetapi memiliki muatan nilai yang sangat kuat, yaitu kesadaran untuk menghargai keberadaan orang lain. Mendengar telah menjadi habitus ketika seseorang melakukannya tidak dalam kondisi tunduk pada aturan atau teguran.

Memberikan pengalaman bagi anak menjalin relasi dalam perbedaan agama dan budaya harus menjadi perhatian bagi keluarga. Mengapa demikian? Invasi komunikasi di media sosial dan doktrin agama dalam keluarga dapat membuat pandangan tentang agama semakin keras dan hal ini dapat terjadi di agama apapun. Lebih memprihatinkan lagi bila sejak usia dini pengajaran agama telah menanamkan jarak sosial bahkan sikap antipati terhadap agama lain (Rakyat Merdeka, 2018:11). Dalam suasana perbedaan, anak belajar menumbuhkan kepercayaan dirinya dalam berkomunikasi. Sikap dan keterampilan menghargai keberadaan orang lain melalui komunikasi bukanlah warisan genetik, tetapi melalui proses pembiasaan. Melalui ajaran cinta kasih, penulis memiliki keyakinan keluarga Katolik turut memberikan kontribusi nyata dalam menumbuhkan dan memperkuat habitus budaya komunikasi yang sehat. 

Perjumpaan menjadi momentum rasa menghargai anugerah ciptaan Tuhan. Pertemanan dan persahabatan yang sehat dapat tumbuh tatkala kita mampu mendengar, menghargai, dan memahami orang lain dari praktik keseharian yang sederhana. Disinilah pesan kuat Paus Leo XIV untuk hari komunikasi sedunia yang diperingati beberapa waktu lalu dan menjadi refleksi bersama.

Selengkapnya
News Image
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026: Menyambut Perjalanan Baru

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan kegiatan pertama masuk sekolah yang dilaksanakan untuk memperkenalkan program, sarana prasarana, cara belajar, dan pembinaan kultur sekolah bagi murid baru. Kegiatan ini membantu murid beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang tidak hanya terdiri atas pengenalan bangunan sekolah maupun lokasi kelas, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai sekolah, pedoman perilaku, kegiatan yang difasilitasi sekolah (ekstrakurikuler, pembinaan sore, dan lainnya), pengenalan organisasi, serta orang-orang yang berada di dalam komunitas SMA Santa Ursula BSD. MPLS SMA Santa Ursula BSD bertujuan untuk menumbuhkan semangat, motivasi, dan cara belajar yang efektif bagi murid, serta mendorong interaksi positif antara murid baru dengan warga sekolah lainnya. Kegiatan MPLS dilaksanakan mulai Senin, 13 Juli 2026 hingga Jumat, 17 Juli 2026 di Kampus Santa Ursula BSD.

 

Suasana penuh semangat dan sukacita mewarnai penyambutan murid pada hari pertama di SMA Santa Ursula BSD. Doa pagi dan menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza menjadi rutinitas pagi komunitas SMA Santa Ursula BSD yang memberi energi positif untuk memulai hari. Dalam rangka membuka hari pertama, seluruh guru dan staf SMA Santa Ursula BSD diperkenalkan kepada murid kelas X, XI, dan XII. Setelah itu, Bapak Catur Agus Sancoko selaku Kepala SMA Santa Ursula BSD memberikan motivasi kepada seluruh murid agar siap untuk menjalani masa SMA dengan penuh semangat dan tanggung jawab.

 

Setelah mengenal guru dan staf sekolah, murid berproses di kelas bersama dengan wali kelas dan guru yang ikut mendampingi kegiatan. Proses dinamika kelas tersebut dirancang untuk menciptakan suasana kelas yang partisipatif, menyenangkan, dan hangat, sehingga antarmurid dapat mengenal satu dengan yang lain secara lebih mudah. Selain mengenal guru, staf, dan teman, murid diajak untuk mendalami visi, misi, dan semangat spiritualitas sekolah Santa Ursula BSD. Pengembangan karakter murid menjadi sorotan penting bagi sekolah demi membentuk komunitas pelajar berjiwa pemimpin yang berkarakter utuh, cerdas, dan melayani. Dalam rangka membangun pribadi tersebut, dilaksanakan pula pengenalan pedoman perilaku dan tata tertib, demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan diri murid.

 

Untuk memeriahkan dan mensukseskan tujuan MPLS, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sebagai organisasi murid ikut serta mengambil peran. Badan Pengurus OSIS membantu merancang kegiatan untuk memperkenalkan lingkungan sekolah (wisata kampus), pengenalan organisasi, pengenalan program OSIS, serta merancang beberapa dinamika kelompok dalam bentuk permainan sehingga dapat menumbuhkan kebersamaan dan membuka ruang bagi murid kelas X untuk saling mengenal. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, BP OSIS juga memberikan kesempatan kepada kelompok Barisan Semangat Ursula (BURSA) untuk memperkenalkan fungsi dan tujuan dari kelompoknya, serta mengajak seluruh murid kelas X untuk melakukan chanting demi menumbuhkan semangat, kesadaran, dan rasa bangga akan almamater.

 

Di akhir proses kegiatan pada setiap harinya, murid diberikan kesempatan untuk menulis refleksi harian di buku jurnal demi membangun kebiasaan positif untuk memaknai pengalaman yang diperoleh sepanjang hari. Melalui refleksi murid mampu menyadari nilai hidup yang diperoleh, menyadari perkembangan diri, serta merancang tindak lanjut untuk ke depannya. Sebelum pulang, berdoa dan menyanyikan Mars Serviam 3 stanza menjadi rutinitas yang dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap sekolah.

 

Dengan terlaksananya MPLS, diharapkan seluruh murid dapat membuka jalan untuk mengenal diri sendiri serta lingkungan sekolah secara lebih mendalam. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan 10 nilai Santa Ursula serta 6 nilai Serviam dalam diri murid yang dapat menjadi bekal selama perjalanan di SMA.

Dokumentasi: Tim Dokumentasi MPLS

Selengkapnya
News Image
Ekspedisi Tuju Santa Ursula (XTRA): Belajar, Berkenalan, Bertumbuh Bersama

Memasuki tahun ajaran baru, SMA Santa Ursula BSD melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin, 13 Juli hingga Rabu, 15 Juli 2026, sebagai kegiatan dalam penyambutan para murid baru kelas X yang memasuki langkah baru di jenjang yang lebih tinggi di SMA Santa Ursula BSD. Sebagai bagian dari rangkaian penyambutan, hadir pula program Ekspedisi Tuju Santa Ursula (XTRA) yang dilaksanakan pada hari Kamis, 16 Juli hingga hari Jumat, 17 Juli 2026, yang dirancang oleh Badan Pengurus OSIS 2026 untuk memfasilitasi masa orientasi para murid baru dalam pengenalan lingkungan sekolah yang lebih mendalam. Melalui kegiatan XTRA, para murid kelas X tidak hanya diajak untuk mengenal lebih dekat dengan lingkungan kampus mereka, tetapi juga menjalin kebersamaan dengan teman-teman seangkatan agar dapat bertumbuh dan beradaptasi bersama di lingkungan yang baru.

 

Pada Kamis, 16 Juli 2026 para murid kelas X dikenalkan dengan ekstrakurikuler yang dimiliki oleh sekolah melalui kegiatan Gelar Karya Ekstrakurikuler. Sejumlah 40 ekstrakurikuler dan pembinaan dipersembahkan dalam bentuk booth interaktif, video dokumentasi, dan penampilan di atas panggung. Dalam kegiatan tersebut, satu kelas terbagi menjadi tiga kelompok yang bersifat acak dan merata serta dipimpin oleh pemandu tur untuk keliling booth ekstrakurikuler. Melalui kegiatan gelar karya, para murid tidak hanya mengenal lebih dalam akan kegiatan ekstrakurikuler di SMA Santa Ursula BSD, melainkan juga langkah pertama untuk berdinamika dengan teman-teman di dalam kelompok yang lebih dekat melalui setiap proses kegiatan yang dilewati bersama.

 

Selain kegiatan gelar karya, para murid kelas X mendapatkan kesempatan untuk melakukan dinamika kelas yang didampingi oleh perwakilan dari Badan Pengurus OSIS 2026. Kegiatan tersebut merupakan wadah untuk para murid kelas X, baik dengan yang feeder maupun non-feeder, untuk membangun hubungan pertemanan yang lebih dekat di dalam satu kelas. Hal ini diwujudkan dalam sebuah permainan di mana para murid diminta mencari teman di kelas yang sesuai dengan sembilan kriteria berbeda dengan mengumpulkan tanda tangan mereka pada setiap kotak yang tersedia. Kegiatan ini tidak hanya melatih keberanian untuk berkenalan dengan teman-teman baru, namun juga mendorong kelas yang inklusif, kebersamaan, dan solidaritas untuk menjalani perjalanan mereka dalam satu tahun ke depan di kelas X.

 

Pada Jumat, 17 Juli 2026 kegiatan XTRA berfokus pada pengenalan lingkungan kampus SMA Santa Ursula BSD yang disertai oleh permainan-permainan yang dilakukan oleh para murid kelas X. Sebelum mengikuti rangkaian pengenalan kampus, para murid terlebih dahulu mengikuti Sosialisasi Badan Pengurus OSIS 2026 yang memaparkan visi, misi, serta program kegiatan yang dijalankan oleh setiap seksi. Melalui sesi ini, para murid diharapkan dapat mengenal lebih dekat peran BP OSIS di dalam lingkungan sekolah serta memahami berbagai program kegiatan yang menjadi wadah untuk mereka dalam pengembangan potensi dan bakat di dalam keseharian bersekolah di SMA Santa Ursula BSD.

 

Kegiatan keliling kampus dilaksanakan dalam kelompok yang sama dengan hari lalu serta dipandu oleh dua pemandu tur. Selama berkeliling, para murid tidak hanya diperkenalkan dengan berbagai fasilitas sekolah dan lingkungan sekolah, tetapi juga diajak untuk mengenal dan melakukan kebiasaan yang diterapkan di SMA Santa Ursula BSD, seperti menyapa guru maupun staf yang ditemui. Melalui kegiatan ini, para murid dapat lebih mengenal lingkungan sekolah serta menerapkan nilai-nilai dan budaya yang menjadi bagian dari kehidupan di SMA Santa Ursula BSD. 

 

Di beberapa pemberhentian dalam kegiatan keliling kampus, terdapat pos yang merupakan kegiatan interaktif antara para murid kelas X untuk dapat mencoba sebuah aktivitas yang berhubungan dengan fasilitas yang mereka kunjungi. Contohnya yaitu fasilitas lab kimia, di mana para murid diberikan kesempatan untuk melakukan percobaan asam basa “tulisan ajaib”. Selain itu, terdapat fasilitas ruang dapur yang diselingi permainan cooking charades, di mana mereka harus memperagakan gerakan memasak secara estafet hingga orang terakhir harus menebak terhadap menu yang dimaksud. Terakhir para murid mengunjungi fasilitas hidroponik dan pengomposan sampah, di mana mereka menyaksikan proses pengomposan sampah organik serta mengikuti praktik hidroponik yang dipandu oleh Tim Ekologi. Ketiga pos ini merupakan bagian dari pengenalan fasilitas sekolah yang dikemas dalam berbagai aktivitas interaktif sehingga para murid dapat lebih mengenal lingkungan SMA Santa Ursula BSD secara lebih menyenangkan dan bermakna.

 

Selain ketiga dinamika pos yang berikatan  dalam pengenalan lingkungan sekolah, terdapat pula kegiatan dinamika kelompok yang bertujuan dalam membangun kedekatan dan kekompakan para murid kelas X. Terdapat permainan “Siapa Dia?”, di mana setiap kelompok dibagi menjadi dua tim yang saling menebak orang perwakilan tim lawan yang dibatasi oleh sebuah kain. Selain itu, terdapat permainan “Pingpong Air”, di mana para kelompok berlomba untuk memindahkan bola pingpong hingga keluar dari barisan gelas dengan menuangkan air menggunakan tangan. Kedua permainan tersebut diharapkan dapat melatih kerja sama, komunikasi, kreativitas dalam memecahkan masalah, serta mempererat kebersamaan antar murid.

 

Sebagai rangkaian dari penutupan XTRA, para murid kelas X diajak untuk berkenalan dengan komunitas Barisan Semangat Ursula (BURSA) yang merupakan semangat almamater SMA Santa Ursula BSD. Dipimpin oleh para pengurus BURSA, para murid diperkenalkan pada latar belakang berdirinya komunitas tersebut, yang kemudian dilanjutkan dengan chanting BURSA bersama sebagai wujud kebersamaan dan semangat sebagai bagian dari keluarga besar SMA Santa Ursula BSD.

 

Kegiatan XTRA tahun ini memiliki tujuan selain dari membangun kedekatan antara para murid kelas X. Memasuki langkah di jenjang pendidikan yang lebih tinggi, SMA Santa Ursula BSD ingin mendorong untuk seluruh komunitas sekolah dapat membangun hubungan yang harmonis dan kepedulian di antara anggotanya, baik di antara para murid, guru, maupun tenaga kependidikan. Melalui budaya yang terus ditanamkan, setiap individu diharapkan untuk mampu mengenal, menghargai, dan menciptakan inklusivitas antar tiap anggotanya di dalam lingkungan sekolah. Dengan demikian, XTRA menghadirkan sebuah upaya untuk menanamkan kebiasaan tersebut sejak awal masuk ke dalam lingkup SMA Santa Ursula BSD, terutama kepada para murid kelas X, yaitu kegiatan Misi TEMAN (Temui, Kenal, Bangun Relasi). Misi TEMAN merupakan kegiatan interaksi dan komunikasi dengan anggota komunitas SMA Santa Ursula BSD yang dilakukan dengan sistem paket bersifat anonim. Setelah para murid memilih paket tersebut, maka akan diumumkannya hasil kombinasi dalam paket yang didapatkan dan terdiri dari tiga kategori, yaitu antara; murid kelas X/XI/XII, guru, atau tenaga kependidikan (staf). Kegiatan ini berjalan selama satu minggu MPLS sebagai sarana bagi para murid untuk membangun relasi dan mengenal lebih dekat dengan seluruh komunitas SMA Santa Ursula BSD.

 

Sebagai bentuk pengembangan dari pelaksanaan tahun sebelumnya, XTRA membuka kesempatan untuk para murid di luar Badan Pengurus OSIS untuk ikut terlibat di dalam kepanitiaan XTRA tahun ini. Keterlibatan tersebut diwujudkan mulai dari divisi pemandu tur, dinamika kelompok, perlengkapan, dan P3K, sehingga diharapkan bahwa kontribusi mereka tidak hanya sekedar dalam menyukseskan kegiatan XTRA, namun juga membangun rasa tanggung jawab, profesionalitas, dan aktif partisipasi dalam kegiatan yang diadakan oleh sekolah. Melalui pengalaman ini, para murid dapat mengembangkan kemampuan kerja sama, inisiatif, dan menumbuhkan rasa pelayanan dalam kehidupan sekolah sehari-hari.

 

Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran ini menyajikan gerakan “MPLS Ramah” yang digagaskan oleh Kemendikdasmen sebagai upaya dalam mewujudkan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua murid ketika memasuki lingkungan sekolah yang baru. Melalui gerakan ini, kegiatan MPLS diarahkan untuk membantu para murid dalam beradaptasi dengan lingkungan sekolah tanpa adanya praktik atau suasana yang merendahkan rasa kenyamanan dan kepercayaan murid di dalam lingkungan sekolah. Selain memperkenalkan lingkungan sekolah, MPLS juga menjadi sarana untuk menanamkan kebiasaan, nilai, serta budaya dalam kehidupan bersekolah sehingga para murid dapat membangun rasa memiliki terhadap lingkungan belajar dan pergaulannya. Semangat tersebut menjadi landasan dalam rangkaian kegiatan XTRA yang mengedepankan pengalaman yang interaktif, inklusif, dan partisipatif. Dengan demikian, kegiatan XTRA tidak hanya menjadi pengenalan lebih dalam akan lingkungan sekolah, namun juga menjadi langkah awal dalam membangun relasi, mengembangkan potensi, dan menanamkan nilai-nilai Serviam di dalam karakter yang menjadi bagian dari keluarga besar SMA Santa Ursula BSD.

 

Dokumentasi: Seksi Publikasi

Selengkapnya

Ekstrakurikuler Sanur

Ekstrakurikuler KB - TK
KB - TK

Unit KB - TK

5 Ekskul
KARATE KIDS ART LEARNING HIP HOP DANCE PADUAN SUARA +1 lagi
Lihat Ekstrakurikuler
Ekstrakurikuler SD
SD

Unit SD

27 Ekskul
ANGKLUNG ART FACTORY BASKET CATUR +23 lagi
Lihat Ekstrakurikuler
Ekstrakurikuler SMP
SMP

Unit SMP

39 Ekskul
E-SPORT DESAIN MODE CATUR ELEKTRONIKA +35 lagi
Lihat Ekstrakurikuler
Ekstrakurikuler SMA
SMA

Unit SMA

40 Ekskul
Animasi Dasar BAHASA JEPANG BAHASA JERMAN BAHASA KOREA +36 lagi
Lihat Ekstrakurikuler

Mengapa Santa Ursula BSD ?

Keira Halim
Siswa SD kelas V

SD Santa Ursula BSD mempunyai kegiatan kungfu shaolin. Melalui kegiatan ini kami belajar membangun fisik dan mental. Terdapat pula kegiatan menulis rapi. Menulis rapi merupakan kegiatan yang dikembangkan di sekolah Santa Ursula BSD. Menulis bukan hanya kegiatan menggoreskan pena di atas kertas tetapi kami juga melatih konsentrasi, kesabaran, dan koordinasi gerak tangan. SD Santa Ursula BSD juga memiliki Taman IPA. Taman IPA merupakan tempat bagi kami untuk mengenal alam dan ilmu pengetahuan yang patut kami ketahui sebagai siswa SD.

Lihat Lebih Banyak
Silahkan daftar di sini
SPMB 2027/2028