



"Santa Ursula BSD adalah lembaga pendidikan Katolik dibawah
Yayasan Sancta Ursula yang dikelola oleh para Suster Ursulin. Sekolah ini mendidik peserta didik berdasarkan asas Pancasila dalam terang iman Katolik menjadi manusia utuh, cerdas dan melayani"
"Santa Ursula BSD adalah lembaga pendidikan Katolik dibawah
Yayasan Sancta Ursula yang dikelola oleh para Suster Ursulin. Sekolah ini mendidik peserta didik berdasarkan asas Pancasila dalam terang iman Katolik menjadi manusia utuh, cerdas dan melayani"
Siswa Aktif
Alumni
Tahun Pengalaman
Tenaga Pendidik
Tenaga Kependidikan
"Hiduplah dalam keserasian, bersatu, sehati sekehendak, terikat satu sama lain dengan cinta kasih, saling menghargai, saling membantu, saling bersabar dalam Yesus Kristus"
(Nas.T. 2)
"Andaikan pada suatu saat karena alasan yang kuat Anda tidak setuju dengan mereka atau menentang pendapat mereka, maka berterus teranglah, dengan berani dan penuh hormat. Apabila mereka tidak mendengarkan Anda, terimalah hal itu dengan sabar"
(Nas. III: 6-7)
"Jika karena perubahan zaman dan keadaan perlu untuk membuat peraturan baru atau untuk merubah sesuatu, lakukan hal itu dengan kebijaksanaan setelah mendengar nasehat yang baik"
(WT: 2)
"Apa yang Anda ingin mereka lakukan, lakukanlah sendiri itu lebih dahulu. Bagaimana Anda bisa mencela atau menegur kekurangan mereka apabila mereka melihat kekurangan itu masih ada dalam diri Anda sendiri"
(Nas. VI: 2-3)
"Cintailah semua putri Anda tanpa pilih kasih karena mereka semuanya Anak Allah dan Anda tidak tahu apa yang Dia rencanakan bagi mereka semua"
(Nas. VIII: 1-2)
Persoalan komunikasi menjadi perhatian masyarakat karena berdampak pada keresahan dan kemarahan massa. Gelombang demonstrasi dan kerusuhan pada bulan Agustus-September 2025 karena ucapan yang arogan dari sejumlah anggota DPR RI dan Bupati Pati Jawa Tengah di saat rakyat sedang mengalami kesulitan ekonomi dan buruknya layanan publik menunjukkan minimnya komunikasi empati pejabat publik (Kompas, 2025). Saling menyerang dan merespon dengan kata-kata yang tidak pantas di grup Whatsapp (WA) seolah menjadi hal yang normal. Manusia modern begitu mudah berkomunikasi, tetapi perjumpaan antarmanusia kerap diwarnai sikap yang jauh dari rasa hormat pada martabat manusia.
Persoalan komunikasi yang tidak sehat, seperti lebih banyak berbicara tetapi sulit untuk mendengar, ingin dominan, dan percakapan dengan kata-kata ‘kotor’ menjadi perhatian serius dalam pendidikan. Akar masalah konflik antarsiswa tidak terlepas dari komunikasi yang mengedepankan emosi dan cenderung merendahkan orang lain. Mengapa topik komunikasi sangat relevan dalam dunia pendidikan?
Mendengar Untuk Memahami Sesama
Perjumpaan penulis dengan kebiasaan siswa yang lebih suka berbicara tetapi sulit mendengar, berbicara dengan kata-kata (bahasa) kasar dan cenderung menyerang bukan sekedar perilaku spontan. Menggunakan dengan kata-kata kasar atau percakapan yang menyerang di grup WA merupakan habitus. Sosiolog P. Bourdieu yang kritis pada masalah budaya dan pendidikan menegaskan habitus adalah praktik, cara berperilaku, cara bersikap, cara bertindak, dan pola kebiasaan yang melekat (mempribadi) dari seseorang yang terbentuk dari lingkungan sosial dan diwariskan hingga menjadi sesuatu yang alamiah (Basis, 2003). Masalah di atas dapat terjadi dalam lingkup pertemanan yang terbiasa dengan kata-kata kasar dan dianggap sebagai hal biasa. Perilaku menyerang dengan kata-kata tidak pantas lewat WA maupun secara langsung dapat terjadi karena anak ‘menonton pertunjukkan’ tersebut di media sosial. Bagi pelaku yang memiliki habitus menyerang, keberhasilan melukai orang lain dengan kata-kata menjadi kepuasan tersendiri.
Sekolah dapat membantu membangun budaya komunikasi yang sehat untuk menciptakan keteraturan, solidaritas, dan relasi yang hangat. Ada beberapa hal penting dalam upaya membentuk budaya komunikasi yang sehat. Pertama, membiasakan untuk mendengar. Pembelajaran di kelas menjadi ‘ruang’ pengalaman siswa dalam berkomunikasi. Melalui kebiasaan mendengar, siswa belajar memahami dan merasakan sudut pandang orang lain, menghormati orang yang sedang berbicara, dan menahan diri agar tidak selalu ingin dominan. Kedua, komunikasi yang berempati, seperti bertutur kata dengan tidak melukai perasaan orang lain yang sedang kesulitan, membantu teman tanpa merendahkan, dan tidak menghina atau mempermalukan orang lain. Memberi perhatian pada orang yang mengajak berbicara akan membawa kenyamanan dan penerimaan bahwa seseorang itu dihargai keberadaanya. Ketiga, mengutamakan dialog bila menghadapi masalah. Keempat, menggunakan bahasa yang lebih menghargai martabat orang lain, mulai dari menyapa dengan nama, tidak merendahkan dan mempermalukan orang lain. Kelima, konfirmasi atas informasi dan tidak reaktif, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Keterampilan berkomunikasi dengan merujuk pada pemikiran P. Bourdieu menjadi bagian dari modal sosial karena dengan berkomunikasi yang sehat, seseorang akan mendapatkan kepercayaan (trust) dan relasi yang luas. Cara Guru berbicara dan merespon pertanyaan atau masukan memberikan kesan kuat bagi siswa untuk belajar meniru komunikasi yang sehat. Cara penularan habitus yang paling inplisit adalah dengan keteladanan.
Komunikasi bukan hanya persoalan pesan, baik secara verbal dan nonverbal. Lebih dari itu, komunikasi yang menghargai, mendengar, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi pondasi penting dalam pendidikan karakter. Sekolah bukan hanya menjadi tempat untuk belajar berbicara, tetapi juga belajar mendengar, menghargai, dan memahami sesama. Pendidikan menjadi salah satu pilar utama membawa pesan kebijaksanaan dalam berkomunikasi.
Keluarga dapat memberi perhatian pada budaya komunikasi yang sehat sejak usia dini. Membiasakan anak memiliki sikap menghargai dalam bertutur kata, mendengar, dan memberi kesempatan orang lain berbicara harus dibiasakan sejak dini agar tidak tumbuh perilaku ingin dominan dalam relasi. Mendengar adalah kebiasaan sederhana tetapi memiliki muatan nilai yang sangat kuat, yaitu kesadaran untuk menghargai keberadaan orang lain. Mendengar telah menjadi habitus ketika seseorang melakukannya tidak dalam kondisi tunduk pada aturan atau teguran.
Memberikan pengalaman bagi anak menjalin relasi dalam perbedaan agama dan budaya harus menjadi perhatian bagi keluarga. Mengapa demikian? Invasi komunikasi di media sosial dan doktrin agama dalam keluarga dapat membuat pandangan tentang agama semakin keras dan hal ini dapat terjadi di agama apapun. Lebih memprihatinkan lagi bila sejak usia dini pengajaran agama telah menanamkan jarak sosial bahkan sikap antipati terhadap agama lain (Rakyat Merdeka, 2018:11). Dalam suasana perbedaan, anak belajar menumbuhkan kepercayaan dirinya dalam berkomunikasi. Sikap dan keterampilan menghargai keberadaan orang lain melalui komunikasi bukanlah warisan genetik, tetapi melalui proses pembiasaan. Melalui ajaran cinta kasih, penulis memiliki keyakinan keluarga Katolik turut memberikan kontribusi nyata dalam menumbuhkan dan memperkuat habitus budaya komunikasi yang sehat.
Perjumpaan menjadi momentum rasa menghargai anugerah ciptaan Tuhan. Pertemanan dan persahabatan yang sehat dapat tumbuh tatkala kita mampu mendengar, menghargai, dan memahami orang lain dari praktik keseharian yang sederhana. Disinilah pesan kuat Paus Leo XIV untuk hari komunikasi sedunia yang diperingati beberapa waktu lalu dan menjadi refleksi bersama.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan kegiatan pertama masuk sekolah yang dilaksanakan untuk memperkenalkan program, sarana prasarana, cara belajar, dan pembinaan kultur sekolah bagi murid baru. Kegiatan ini membantu murid beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang tidak hanya terdiri atas pengenalan bangunan sekolah maupun lokasi kelas, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai sekolah, pedoman perilaku, kegiatan yang difasilitasi sekolah (ekstrakurikuler, pembinaan sore, dan lainnya), pengenalan organisasi, serta orang-orang yang berada di dalam komunitas SMA Santa Ursula BSD. MPLS SMA Santa Ursula BSD bertujuan untuk menumbuhkan semangat, motivasi, dan cara belajar yang efektif bagi murid, serta mendorong interaksi positif antara murid baru dengan warga sekolah lainnya. Kegiatan MPLS dilaksanakan mulai Senin, 13 Juli 2026 hingga Jumat, 17 Juli 2026 di Kampus Santa Ursula BSD.
Suasana penuh semangat dan sukacita mewarnai penyambutan murid pada hari pertama di SMA Santa Ursula BSD. Doa pagi dan menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza menjadi rutinitas pagi komunitas SMA Santa Ursula BSD yang memberi energi positif untuk memulai hari. Dalam rangka membuka hari pertama, seluruh guru dan staf SMA Santa Ursula BSD diperkenalkan kepada murid kelas X, XI, dan XII. Setelah itu, Bapak Catur Agus Sancoko selaku Kepala SMA Santa Ursula BSD memberikan motivasi kepada seluruh murid agar siap untuk menjalani masa SMA dengan penuh semangat dan tanggung jawab.
Setelah mengenal guru dan staf sekolah, murid berproses di kelas bersama dengan wali kelas dan guru yang ikut mendampingi kegiatan. Proses dinamika kelas tersebut dirancang untuk menciptakan suasana kelas yang partisipatif, menyenangkan, dan hangat, sehingga antarmurid dapat mengenal satu dengan yang lain secara lebih mudah. Selain mengenal guru, staf, dan teman, murid diajak untuk mendalami visi, misi, dan semangat spiritualitas sekolah Santa Ursula BSD. Pengembangan karakter murid menjadi sorotan penting bagi sekolah demi membentuk komunitas pelajar berjiwa pemimpin yang berkarakter utuh, cerdas, dan melayani. Dalam rangka membangun pribadi tersebut, dilaksanakan pula pengenalan pedoman perilaku dan tata tertib, demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan diri murid.
Untuk memeriahkan dan mensukseskan tujuan MPLS, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sebagai organisasi murid ikut serta mengambil peran. Badan Pengurus OSIS membantu merancang kegiatan untuk memperkenalkan lingkungan sekolah (wisata kampus), pengenalan organisasi, pengenalan program OSIS, serta merancang beberapa dinamika kelompok dalam bentuk permainan sehingga dapat menumbuhkan kebersamaan dan membuka ruang bagi murid kelas X untuk saling mengenal. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, BP OSIS juga memberikan kesempatan kepada kelompok Barisan Semangat Ursula (BURSA) untuk memperkenalkan fungsi dan tujuan dari kelompoknya, serta mengajak seluruh murid kelas X untuk melakukan chanting demi menumbuhkan semangat, kesadaran, dan rasa bangga akan almamater.
Di akhir proses kegiatan pada setiap harinya, murid diberikan kesempatan untuk menulis refleksi harian di buku jurnal demi membangun kebiasaan positif untuk memaknai pengalaman yang diperoleh sepanjang hari. Melalui refleksi murid mampu menyadari nilai hidup yang diperoleh, menyadari perkembangan diri, serta merancang tindak lanjut untuk ke depannya. Sebelum pulang, berdoa dan menyanyikan Mars Serviam 3 stanza menjadi rutinitas yang dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap sekolah.
Dengan terlaksananya MPLS, diharapkan seluruh murid dapat membuka jalan untuk mengenal diri sendiri serta lingkungan sekolah secara lebih mendalam. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan 10 nilai Santa Ursula serta 6 nilai Serviam dalam diri murid yang dapat menjadi bekal selama perjalanan di SMA.
Dokumentasi: Tim Dokumentasi MPLS
Memasuki tahun ajaran baru, SMA Santa Ursula BSD melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin, 13 Juli hingga Rabu, 15 Juli 2026, sebagai kegiatan dalam penyambutan para murid baru kelas X yang memasuki langkah baru di jenjang yang lebih tinggi di SMA Santa Ursula BSD. Sebagai bagian dari rangkaian penyambutan, hadir pula program Ekspedisi Tuju Santa Ursula (XTRA) yang dilaksanakan pada hari Kamis, 16 Juli hingga hari Jumat, 17 Juli 2026, yang dirancang oleh Badan Pengurus OSIS 2026 untuk memfasilitasi masa orientasi para murid baru dalam pengenalan lingkungan sekolah yang lebih mendalam. Melalui kegiatan XTRA, para murid kelas X tidak hanya diajak untuk mengenal lebih dekat dengan lingkungan kampus mereka, tetapi juga menjalin kebersamaan dengan teman-teman seangkatan agar dapat bertumbuh dan beradaptasi bersama di lingkungan yang baru.
Pada Kamis, 16 Juli 2026 para murid kelas X dikenalkan dengan ekstrakurikuler yang dimiliki oleh sekolah melalui kegiatan Gelar Karya Ekstrakurikuler. Sejumlah 40 ekstrakurikuler dan pembinaan dipersembahkan dalam bentuk booth interaktif, video dokumentasi, dan penampilan di atas panggung. Dalam kegiatan tersebut, satu kelas terbagi menjadi tiga kelompok yang bersifat acak dan merata serta dipimpin oleh pemandu tur untuk keliling booth ekstrakurikuler. Melalui kegiatan gelar karya, para murid tidak hanya mengenal lebih dalam akan kegiatan ekstrakurikuler di SMA Santa Ursula BSD, melainkan juga langkah pertama untuk berdinamika dengan teman-teman di dalam kelompok yang lebih dekat melalui setiap proses kegiatan yang dilewati bersama.
Selain kegiatan gelar karya, para murid kelas X mendapatkan kesempatan untuk melakukan dinamika kelas yang didampingi oleh perwakilan dari Badan Pengurus OSIS 2026. Kegiatan tersebut merupakan wadah untuk para murid kelas X, baik dengan yang feeder maupun non-feeder, untuk membangun hubungan pertemanan yang lebih dekat di dalam satu kelas. Hal ini diwujudkan dalam sebuah permainan di mana para murid diminta mencari teman di kelas yang sesuai dengan sembilan kriteria berbeda dengan mengumpulkan tanda tangan mereka pada setiap kotak yang tersedia. Kegiatan ini tidak hanya melatih keberanian untuk berkenalan dengan teman-teman baru, namun juga mendorong kelas yang inklusif, kebersamaan, dan solidaritas untuk menjalani perjalanan mereka dalam satu tahun ke depan di kelas X.
Pada Jumat, 17 Juli 2026 kegiatan XTRA berfokus pada pengenalan lingkungan kampus SMA Santa Ursula BSD yang disertai oleh permainan-permainan yang dilakukan oleh para murid kelas X. Sebelum mengikuti rangkaian pengenalan kampus, para murid terlebih dahulu mengikuti Sosialisasi Badan Pengurus OSIS 2026 yang memaparkan visi, misi, serta program kegiatan yang dijalankan oleh setiap seksi. Melalui sesi ini, para murid diharapkan dapat mengenal lebih dekat peran BP OSIS di dalam lingkungan sekolah serta memahami berbagai program kegiatan yang menjadi wadah untuk mereka dalam pengembangan potensi dan bakat di dalam keseharian bersekolah di SMA Santa Ursula BSD.
Kegiatan keliling kampus dilaksanakan dalam kelompok yang sama dengan hari lalu serta dipandu oleh dua pemandu tur. Selama berkeliling, para murid tidak hanya diperkenalkan dengan berbagai fasilitas sekolah dan lingkungan sekolah, tetapi juga diajak untuk mengenal dan melakukan kebiasaan yang diterapkan di SMA Santa Ursula BSD, seperti menyapa guru maupun staf yang ditemui. Melalui kegiatan ini, para murid dapat lebih mengenal lingkungan sekolah serta menerapkan nilai-nilai dan budaya yang menjadi bagian dari kehidupan di SMA Santa Ursula BSD.
Di beberapa pemberhentian dalam kegiatan keliling kampus, terdapat pos yang merupakan kegiatan interaktif antara para murid kelas X untuk dapat mencoba sebuah aktivitas yang berhubungan dengan fasilitas yang mereka kunjungi. Contohnya yaitu fasilitas lab kimia, di mana para murid diberikan kesempatan untuk melakukan percobaan asam basa “tulisan ajaib”. Selain itu, terdapat fasilitas ruang dapur yang diselingi permainan cooking charades, di mana mereka harus memperagakan gerakan memasak secara estafet hingga orang terakhir harus menebak terhadap menu yang dimaksud. Terakhir para murid mengunjungi fasilitas hidroponik dan pengomposan sampah, di mana mereka menyaksikan proses pengomposan sampah organik serta mengikuti praktik hidroponik yang dipandu oleh Tim Ekologi. Ketiga pos ini merupakan bagian dari pengenalan fasilitas sekolah yang dikemas dalam berbagai aktivitas interaktif sehingga para murid dapat lebih mengenal lingkungan SMA Santa Ursula BSD secara lebih menyenangkan dan bermakna.
Selain ketiga dinamika pos yang berikatan dalam pengenalan lingkungan sekolah, terdapat pula kegiatan dinamika kelompok yang bertujuan dalam membangun kedekatan dan kekompakan para murid kelas X. Terdapat permainan “Siapa Dia?”, di mana setiap kelompok dibagi menjadi dua tim yang saling menebak orang perwakilan tim lawan yang dibatasi oleh sebuah kain. Selain itu, terdapat permainan “Pingpong Air”, di mana para kelompok berlomba untuk memindahkan bola pingpong hingga keluar dari barisan gelas dengan menuangkan air menggunakan tangan. Kedua permainan tersebut diharapkan dapat melatih kerja sama, komunikasi, kreativitas dalam memecahkan masalah, serta mempererat kebersamaan antar murid.
Sebagai rangkaian dari penutupan XTRA, para murid kelas X diajak untuk berkenalan dengan komunitas Barisan Semangat Ursula (BURSA) yang merupakan semangat almamater SMA Santa Ursula BSD. Dipimpin oleh para pengurus BURSA, para murid diperkenalkan pada latar belakang berdirinya komunitas tersebut, yang kemudian dilanjutkan dengan chanting BURSA bersama sebagai wujud kebersamaan dan semangat sebagai bagian dari keluarga besar SMA Santa Ursula BSD.
Kegiatan XTRA tahun ini memiliki tujuan selain dari membangun kedekatan antara para murid kelas X. Memasuki langkah di jenjang pendidikan yang lebih tinggi, SMA Santa Ursula BSD ingin mendorong untuk seluruh komunitas sekolah dapat membangun hubungan yang harmonis dan kepedulian di antara anggotanya, baik di antara para murid, guru, maupun tenaga kependidikan. Melalui budaya yang terus ditanamkan, setiap individu diharapkan untuk mampu mengenal, menghargai, dan menciptakan inklusivitas antar tiap anggotanya di dalam lingkungan sekolah. Dengan demikian, XTRA menghadirkan sebuah upaya untuk menanamkan kebiasaan tersebut sejak awal masuk ke dalam lingkup SMA Santa Ursula BSD, terutama kepada para murid kelas X, yaitu kegiatan Misi TEMAN (Temui, Kenal, Bangun Relasi). Misi TEMAN merupakan kegiatan interaksi dan komunikasi dengan anggota komunitas SMA Santa Ursula BSD yang dilakukan dengan sistem paket bersifat anonim. Setelah para murid memilih paket tersebut, maka akan diumumkannya hasil kombinasi dalam paket yang didapatkan dan terdiri dari tiga kategori, yaitu antara; murid kelas X/XI/XII, guru, atau tenaga kependidikan (staf). Kegiatan ini berjalan selama satu minggu MPLS sebagai sarana bagi para murid untuk membangun relasi dan mengenal lebih dekat dengan seluruh komunitas SMA Santa Ursula BSD.
Sebagai bentuk pengembangan dari pelaksanaan tahun sebelumnya, XTRA membuka kesempatan untuk para murid di luar Badan Pengurus OSIS untuk ikut terlibat di dalam kepanitiaan XTRA tahun ini. Keterlibatan tersebut diwujudkan mulai dari divisi pemandu tur, dinamika kelompok, perlengkapan, dan P3K, sehingga diharapkan bahwa kontribusi mereka tidak hanya sekedar dalam menyukseskan kegiatan XTRA, namun juga membangun rasa tanggung jawab, profesionalitas, dan aktif partisipasi dalam kegiatan yang diadakan oleh sekolah. Melalui pengalaman ini, para murid dapat mengembangkan kemampuan kerja sama, inisiatif, dan menumbuhkan rasa pelayanan dalam kehidupan sekolah sehari-hari.
Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran ini menyajikan gerakan “MPLS Ramah” yang digagaskan oleh Kemendikdasmen sebagai upaya dalam mewujudkan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua murid ketika memasuki lingkungan sekolah yang baru. Melalui gerakan ini, kegiatan MPLS diarahkan untuk membantu para murid dalam beradaptasi dengan lingkungan sekolah tanpa adanya praktik atau suasana yang merendahkan rasa kenyamanan dan kepercayaan murid di dalam lingkungan sekolah. Selain memperkenalkan lingkungan sekolah, MPLS juga menjadi sarana untuk menanamkan kebiasaan, nilai, serta budaya dalam kehidupan bersekolah sehingga para murid dapat membangun rasa memiliki terhadap lingkungan belajar dan pergaulannya. Semangat tersebut menjadi landasan dalam rangkaian kegiatan XTRA yang mengedepankan pengalaman yang interaktif, inklusif, dan partisipatif. Dengan demikian, kegiatan XTRA tidak hanya menjadi pengenalan lebih dalam akan lingkungan sekolah, namun juga menjadi langkah awal dalam membangun relasi, mengembangkan potensi, dan menanamkan nilai-nilai Serviam di dalam karakter yang menjadi bagian dari keluarga besar SMA Santa Ursula BSD.
Dokumentasi: Seksi Publikasi
Kegiatan Cinta Lingkungan merupakan salah satu program yang diselenggarakan di Kampus Santa Ursula BSD untuk menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sejak dini. Melalui berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan, peserta didik diajak untuk memahami bahwa menjaga kelestarian alam bukan hanya sebuah kewajiban, melainkan juga wujud nyata cinta dan rasa syukur atas anugerah bumi yang kita tempati bersama.
Di jenjang SMP, terdapat tiga kegiatan utama dalam rangkaian program Cinta Lingkungan, yaitu pengomposan, pemilahan sampah, dan hidroponik. Secara khusus, Seksi Pembantu Umum BP OSIS 2025 bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan pengomposan dan pemilahan sampah serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
Kegiatan pengomposan dilakukan dengan memanfaatkan daun-daun kering yang dikumpulkan dari pepohonan di lingkungan Kampus Santa Ursula BSD. Daun-daun tersebut digiling hingga lebih halus, kemudian difermentasikan sehingga dapat diolah menjadi kompos organik yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman. Melalui proses ini, kami belajar bahwa sesuatu yang sering dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah kembali menjadi sumber kehidupan yang baru.
Sementara itu, kegiatan pemilahan sampah dilakukan dengan memilah kembali sampah yang terdapat di berbagai tempat sampah di lingkungan SMP Santa Ursula BSD. Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran peserta didik untuk memilah sampah secara mandiri dan bertanggung jawab. Dengan memahami jenis-jenis sampah serta cara pengelolaannya, kami belajar bahwa menjaga lingkungan dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan Cinta Lingkungan, kami mempelajari nilai kehidupan yang luhur, yaitu mencintai dan menjaga alam melalui tindakan nyata. Kami menyadari bahwa perubahan besar tidak selalu harus dimulai dari langkah yang besar. Justru, kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan dengan kesadaran dan ketekunan dapat memberikan dampak yang berarti bagi lingkungan di sekitar kita.
Program ini juga bersifat inklusif. Tidak hanya dijalankan oleh Badan Pengurus OSIS, kegiatan ini mengajak seluruh siswa dan siswi untuk turut berpartisipasi aktif. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, Seksi Pembantu Umum secara bergantian mengajak dan mendampingi setiap kelas untuk terlibat dalam kegiatan pemilahan sampah dan pengomposan. Seiring berjalannya waktu, komunikasi yang awalnya terasa canggung berkembang menjadi lebih akrab, hangat, dan interaktif. Dari sini, kami belajar bahwa kepedulian terhadap lingkungan juga dapat menjadi sarana untuk membangun relasi dan bekerja sama dengan sesama.
Semangat cinta lingkungan juga kami sebarkan melalui berbagai media. Video rekap mingguan dipublikasikan melalui Instagram Story akun @humasmp, sementara video tutorial diunggah melalui kanal YouTube Sanur Caught On Tape. Tidak hanya itu, pengalaman dan pembelajaran yang kami peroleh juga kami bagikan kepada pihak eksternal melalui program SAHABAT 2026 dengan mengundang BP OSIS SMP Al Izhar Pondok Labu. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi dan pembelajaran bersama untuk saling menginspirasi dalam menjaga lingkungan.
Kegiatan Cinta Lingkungan di Kampus Santa Ursula BSD mengajarkan kami untuk peduli dan bertanggung jawab terhadap alam melalui tindakan yang sederhana namun bermakna. Melalui pengomposan dan pemilahan sampah, kami belajar bahwa apa yang tampak sebagai limbah dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai guna, bahkan bernilai ekonomis. Lebih dari itu, kami belajar untuk menghargai setiap proses, sekecil apa pun, yang dapat membawa perubahan positif bagi lingkungan. Kami berharap semangat cinta lingkungan ini terus tumbuh, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, menjaga bumi bukanlah tugas segelintir orang, melainkan panggilan bersama untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi sekarang dan yang akan datang.
Salam Ekologis!
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, kehidupan remaja saat ini tidak dapat dipisahkan dari dunia digital. Kemudahan yang ditawarkan teknologi sering kali membuat aktivitas fisik dan interaksi langsung semakin berkurang. Menyadari tantangan tersebut, Seksi Olahraga OSIS SMP Santa Ursula BSD menghadirkan program MORFFISA (Morning Fresh & Fit @Sanur) sebagai sarana untuk mengajak seluruh siswa membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus mengenal kembali kekayaan budaya Indonesia melalui kegiatan senam pagi dan permainan tradisional.
Kegiatan MORFFISA dilaksanakan secara rutin dua kali dalam sebulan sebelum pembelajaran dimulai. Melalui gerakan senam yang energik dan berbagai permainan tradisional seperti gobak sodor, bakiak, dan bentengan, siswa diajak untuk bergerak aktif, bekerja sama, serta menikmati kebersamaan dengan teman-teman. Kegiatan sederhana ini menjadi pengingat bahwa kesehatan fisik merupakan bagian penting dalam proses belajar dan pengembangan diri. Tubuh yang sehat dan bugar membantu siswa untuk lebih siap menjalani aktivitas belajar dengan penuh semangat dan sukacita.
Lebih dari sekadar kegiatan olahraga, MORFFISA juga menjadi wadah untuk menghidupi nilai-nilai Serviam, khususnya totalitas dan kepekaan. Totalitas diwujudkan melalui kesungguhan siswa dalam mengikuti setiap kegiatan, memberikan usaha terbaik, dan berpartisipasi secara aktif. Sementara itu, kepekaan tercermin dalam kesadaran untuk menjaga serta melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda. Melalui pengalaman bermain bersama, siswa belajar menghargai kebersamaan, sportivitas, dan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Melalui MORFFISA, SMP Santa Ursula BSD berharap dapat membentuk generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap budaya dan lingkungan sekitarnya. Kebiasaan baik yang dibangun secara konsisten akan menjadi bekal berharga bagi siswa untuk bertumbuh menjadi pribadi yang utuh, berkarakter, dan siap melayani. Dengan semangat Serviam, setiap langkah, gerakan, dan kebersamaan yang terjalin dalam MORFFISA menjadi wujud nyata pembelajaran yang mengembangkan tubuh, hati, dan jiwa secara seimbang.
“KREAVORA”, singkatan dari Kreasi dan Olahraga, merupakan program kolaborasi Seksi Olahraga dan Seksi Kesenian BP OSIS 2026 SMP Santa Ursula BSD yang mengusung tema “Art in Motion”. Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari, yaitu pada Jumat, 5 Juni 2026 dan Senin, 8 Juni 2026, dengan melibatkan seluruh siswa kelas VII dan VIII. Melalui KREAVORA, siswa diajak untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menunjukkan kemampuan di bidang olahraga dalam suasana yang penuh semangat dan kebersamaan.
Hari pertama KREAVORA diawali dengan berkumpulnya seluruh siswa di lapangan olahraga SMP Santa Ursula BSD. Acara dibuka dengan doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta Senam Anak Indonesia Hebat sebagai pemanasan sebelum pertandingan dimulai. Setelah sambutan dari Kepala SMP Santa Ursula BSD, Ibu Cicilia Budilestari, panitia menjelaskan peraturan setiap cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Pada hari pertama para siswa mengikuti pertandingan futsal, basket, voli modifikasi, dan bola tembak. Selain itu, terdapat pula lomba pembuatan short video yang diikuti oleh perwakilan setiap kelas untuk mendokumentasikan keseruan kegiatan.
Suasana lapangan pun berubah menjadi semakin meriah ketika pertandingan dimulai. Sorakan dukungan dari para penonton, bunyi peluit wasit, dan komentar yang membakar semangat menciptakan atmosfer kompetisi yang seru sekaligus hangat. Setiap kelas menunjukkan kekompakan dan semangat juang yang tinggi. Bahkan, beberapa kelas membawa banner sebagai bentuk dukungan kepada tim mereka. Tidak hanya para pemain yang tampil maksimal, peserta lomba short video juga berkeliling mengabadikan berbagai momen menarik sepanjang kegiatan, mulai dari aksi di lapangan hingga ekspresi kegembiraan para siswa.
Meski cuaca semakin panas menjelang siang, semangat para peserta tidak surut. Dengan sistem pertandingan gugur, setiap tim berusaha memberikan penampilan terbaiknya untuk melaju ke babak selanjutnya. Ada yang harus menerima kekalahan, ada pula yang berhasil meraih kemenangan. Namun, di akhir pertandingan, seluruh pemain saling berjabat tangan dan memberikan apresiasi satu sama lain sebagai bentuk sportivitas. Kegiatan hari pertama ditutup dengan doa bersama dan menyanyikan lagu Mars Serviam.
KREAVORA tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi, mempererat relasi antar teman, serta belajar mengenai kerja sama, sportivitas, dan integritas. Kebersamaan yang tercipta sepanjang kegiatan menunjukkan bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan. Nilai-nilai Serviam, khususnya integritas, tercermin melalui sikap jujur, adil, dan bertanggung jawab yang ditunjukkan para siswa. Melalui pengalaman ini, siswa SMP Santa Ursula BSD diajak untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang utuh, cerdas, dan melayani.
Pada tanggal 26 dan 27 Mei 2026, umat Islam di Indonesia merayakan Hari Raya Idul Adha, sebuah perayaan yang sarat akan makna pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Sebagai bangsa yang kaya akan keberagaman suku, budaya, ras, dan agama, Indonesia menjunjung tinggi nilai toleransi dan saling menghormati antarumat beragama. Dalam semangat tersebut, Seksi Sosial SMP dan SMA Santa Ursula BSD kembali menyelenggarakan program Aksi Idul Adha 2026 sebagai wujud nyata kepedulian dan penghargaan kepada saudara-saudari Muslim di lingkungan sekitar.
Program ini dilaksanakan melalui kegiatan penggalangan dana atau kolekte yang melibatkan seluruh siswa-siswi SMP dan SMA Santa Ursula BSD. Dana yang terkumpul digunakan untuk membeli hewan kurban yang kemudian disumbangkan kepada Musala Al-Ikhlas. Melalui kegiatan ini, para siswa diajak untuk menghayati nilai-nilai cinta kasih, pelayanan, dan toleransi, sekaligus belajar untuk hadir dan berbagi dengan sesama tanpa memandang perbedaan latar belakang agama maupun budaya.
Kolekte Idul Adha dilaksanakan sebanyak dua kali di masing-masing jenjang. Di tingkat SMA, kolekte pertama dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2026, dan kolekte kedua pada Kamis, 16 April 2026. Sementara itu, di tingkat SMP, kolekte pertama dilaksanakan pada Selasa, 14 April 2026, dan kolekte kedua pada Selasa, 21 April 2026. Berkat partisipasi dan kemurahan hati seluruh warga sekolah, terkumpul dana gabungan SMP dan SMA sebesar Rp22.557.500.
Dana tersebut kemudian digunakan untuk pembelian hewan kurban. Uang muka (down payment) diberikan pada Selasa, 12 Mei 2026, sedangkan pelunasan sekaligus penyerahan kambing kepada Musala Al-Ikhlas dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026. Penyerahan hewan kurban dilakukan oleh perwakilan Seksi Sosial SMP dan SMA Santa Ursula BSD, yaitu Joan VIII-B dan Oliv VII-E dari SMP, serta Brian XI-C, Ara X-D, Tania XI-D, Keira XI-E, dan Kanaka X-E dari SMA. Kegiatan penyerahan berlangsung di Musala Al-Ikhlas, Kampung Dadap, dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Melalui program ini, kami memperoleh banyak pengalaman dan pembelajaran yang berharga. Di luar lingkungan sekolah, kami belajar untuk berjumpa, berdialog, dan bekerja sama dengan orang-orang yang sebelumnya belum kami kenal. Kami belajar tentang etika, komunikasi, serta pentingnya menghargai setiap pribadi dan perbedaan yang ada di sekitar kami. Di balik berbagai tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan kegiatan, tumbuh rasa syukur yang semakin mendalam atas keberagaman yang menjadi bagian dari kehidupan bersama.
Aksi Idul Adha 2026 tidak hanya menjadi sarana untuk menyalurkan bantuan berupa hewan kurban, tetapi juga menjadi jembatan yang mempererat tali persaudaraan antara siswa, guru, karyawan, dan masyarakat. Sejalan dengan semangat Serviam, kami diajak untuk terus mengembangkan sikap peduli, melayani dengan tulus, serta membangun relasi yang penuh kasih dan penghargaan terhadap sesama. Kami berharap manfaat dari program ini tidak berhenti pada perayaan Idul Adha tahun ini saja. Semoga relasi yang telah terjalin tetap terjaga, nilai-nilai yang dipelajari terus dihidupi, dan semangat berbagi serta toleransi senantiasa tumbuh dalam hati setiap anggota komunitas Santa Ursula BSD.
SD Santa Ursula BSD mempunyai kegiatan kungfu shaolin. Melalui kegiatan ini kami belajar membangun fisik dan mental. Terdapat pula kegiatan menulis rapi. Menulis rapi merupakan kegiatan yang dikembangkan di sekolah Santa Ursula BSD. Menulis bukan hanya kegiatan menggoreskan pena di atas kertas tetapi kami juga melatih konsentrasi, kesabaran, dan koordinasi gerak tangan. SD Santa Ursula BSD juga memiliki Taman IPA. Taman IPA merupakan tempat bagi kami untuk mengenal alam dan ilmu pengetahuan yang patut kami ketahui sebagai siswa SD.
Lihat Lebih Banyak