Universal logo

Santa Ursula BSD -

Manusia Utuh Cerdas Melayani

Santa Ursula BSD

Manusia Utuh Cerdas Melayani

Sekilas Tentang Kampus Santa Ursula BSD

"Santa Ursula BSD adalah lembaga pendidikan Katolik dibawah
Yayasan Sancta Ursula yang dikelola oleh para Suster Ursulin. Sekolah ini mendidik peserta didik berdasarkan asas Pancasila dalam terang iman Katolik menjadi manusia utuh, cerdas dan melayani"

Sekilas Tentang Kampus Santa Ursula BSD

"Santa Ursula BSD adalah lembaga pendidikan Katolik dibawah
Yayasan Sancta Ursula yang dikelola oleh para Suster Ursulin. Sekolah ini mendidik peserta didik berdasarkan asas Pancasila dalam terang iman Katolik menjadi manusia utuh, cerdas dan melayani"

Fakta tentang Santa Ursula BSD

0+

Siswa Aktif

0+

Alumni

0+

Tahun Pengalaman

0+

Tenaga Pendidik

0+

Tenaga Kependidikan

Berita Terbaru

News Image
Dari Middle-Distance Runner hingga Berjuang di Final: Nothing Is Impossible

Saya adalah Bastian Alvaro, seorang middle-distance runner atau pelari jarak menengah. Saya lebih terbiasa berlari di nomor jarak menengah daripada sprint. Oleh karena itu, ketika sekolah mengadakan tes lari untuk nomor sprint, saya sama sekali tidak menyangka bahwa tes sederhana tersebut akan membawa saya menuju sebuah kompetisi yang jauh lebih besar daripada yang pernah saya bayangkan.

Melalui tes tersebut, saya berhasil menjadi pelari terbaik nomor satu di sekolah. Hal yang membuat pencapaian ini terasa semakin istimewa adalah saya menjadi satu-satunya siswa kelas X SMA yang terpilih. Setelah itu, saya mulai menjalani latihan khusus sprint sebagai persiapan menghadapi perlombaan. Tentu saja, latihan setiap hari menghadirkan tantangan tersendiri. Saya harus menjalani latihan angkat beban dan berlari setiap hari untuk melatih serta memperkuat otot-otot saya. Proses ini mengajarkan saya arti totalitas, yaitu kesungguhan dalam menjalani setiap proses dan memberikan usaha terbaik untuk mencapai tujuan.

Awalnya, saya mengira kompetisi ini hanyalah perlombaan antarsekolah yang bertujuan untuk bersenang-senang sekaligus mendapatkan pengalaman. Namun, kenyataannya ternyata jauh berbeda dari perkiraan saya.

Ketika hari perlombaan tiba, saya baru menyadari bahwa kompetisi ini juga diikuti oleh PASI Tangsel. Artinya, peserta yang hadir bukan hanya pelajar dari sekolah lain, melainkan juga banyak atlet dari klub-klub atletik dan perwakilan daerah. Saya bahkan bertemu dengan beberapa teman klub yang memang berfokus pada nomor sprint, serta atlet-atlet lain yang sudah terbiasa berkompetisi di tingkat tersebut.

Jujur, saya cukup terkejut karena tingkat persaingannya jauh lebih tinggi daripada yang saya bayangkan. Saya sempat mengatakan kepada salah satu teman klub bahwa sepertinya saya tidak akan bisa lolos ke final. Hal ini mengingat banyaknya atlet klub yang memang merupakan spesialis sprint, sementara saya sendiri bertanding di kategori U-18. Namun, teman saya menjawab dengan sederhana, “Nothing is impossible.” Saat itu, saya tidak benar-benar tahu apakah kata-kata tersebut akan menjadi kenyataan bagi saya. Saya masih merasa bahwa peluang untuk masuk final sangat kecil, tetapi kalimat itu terus teringat ketika saya menghadapi perlombaan.

Ketika babak penyisihan dimulai, saya berusaha memberikan kemampuan terbaik. Di luar dugaan, saya berhasil finis di posisi pertama pada heat saya. Hasil tersebut tentu membuat saya senang dan meningkatkan kepercayaan diri. Namun, ketika melihat leaderboard keseluruhan, saya justru berada di posisi kelima. Padahal, hanya empat pelari teratas yang seharusnya lolos ke final. Artinya, saya berada tepat di luar batas kualifikasi.

Saya merasa kecewa karena merasa belum bisa menunjukkan kemampuan terbaik. Rasanya, kesempatan untuk melangkah lebih jauh sudah tertutup. Saya mencoba menerima hasil tersebut dan berpikir bahwa setidaknya saya telah mendapatkan pengalaman berharga dengan bersaing melawan atlet-atlet yang levelnya jauh di atas saya. Dalam situasi tersebut, saya belajar tentang integritas, yaitu menerima kenyataan dengan jujur, bersikap lapang dada terhadap hasil yang diperoleh, dan menghargai proses yang telah dijalani, terlepas dari apakah hasilnya sesuai dengan harapan atau tidak.

Namun, ternyata cerita saya belum berakhir.

Beberapa pelari yang berada di posisi empat besar didiskualifikasi. Akibatnya, posisi saya naik dan saya mendapatkan kesempatan untuk masuk ke final. Saya benar-benar tidak menyangka hal itu akan terjadi. Dari yang awalnya merasa gagal lolos, tiba-tiba saya kembali memiliki kesempatan untuk bersaing memperebutkan podium dalam kompetisi resmi PASI Tangsel.

Perasaan saya saat itu bercampur aduk antara terkejut, senang, dan tidak percaya. Kesempatan yang sebelumnya terasa mustahil ternyata benar-benar terbuka. Kata-kata teman klub saya, “Nothing is impossible,” pun terasa semakin berarti ketika saya menyadari bahwa saya masih memiliki kesempatan untuk melangkah lebih jauh.

Namun, ketika saya mulai merasa lebih tenang dan berpikir bahwa kesempatan ini bisa menjadi sesuatu yang besar, kembali terjadi perubahan. Pelari yang berada di posisi keempat juga didiskualifikasi. Hal tersebut semakin memperkuat posisi saya untuk mendapatkan kesempatan tampil di podium.

Saya merasa sangat senang. Setelah berlatih untuk nomor yang sebenarnya bukan spesialisasi utama saya, menghadapi persaingan yang jauh lebih ketat daripada perkiraan, dan sempat merasa gagal, akhirnya saya memiliki kesempatan untuk meraih podium. Saya datang ke perlombaan ini tanpa ekspektasi untuk masuk final, tetapi sekarang saya justru berada dalam posisi yang memungkinkan saya meraih hasil tersebut.

Hal lain yang membuat pengalaman ini semakin istimewa adalah kategori yang saya ikuti. Saya bertanding di kategori U-18, padahal sebagai siswa kelas X SMA, saya biasanya berada di kategori U-16. Artinya, saya menghadapi persaingan dalam kelompok usia yang lebih tinggi. Lawan-lawan saya pun banyak yang memiliki postur lebih besar dan pengalaman lebih banyak. Melihat para atlet yang bersaing bersama saya membuat saya semakin menyadari bahwa saya sedang berada di antara pelari-pelari yang serius dan kompetitif.

Bagi saya, pencapaian ini bukan sekadar tentang hasil akhir atau kesempatan untuk mendapatkan podium. Pengalaman ini juga mengajarkan saya tentang keberanian dan ketangguhan, yaitu keberanian untuk mencoba sesuatu di luar spesialisasi, kemampuan beradaptasi dengan situasi yang tidak terduga, serta ketangguhan untuk tetap berusaha meskipun sejak awal saya tidak yakin bisa mencapai final. Saya belajar bahwa menghadapi tantangan bukan berarti kita harus selalu yakin akan menang, melainkan berani mengambil kesempatan dan tetap berjuang meskipun hasil akhirnya belum pasti.

Saya memulai semuanya sebagai seorang middle-distance runner yang hanya mengikuti tes sprint di sekolah. Saya berlatih untuk sebuah perlombaan yang saya kira hanya akan menjadi kompetisi antarsekolah biasa. Saya datang tanpa ekspektasi untuk masuk final, apalagi bersaing memperebutkan podium dalam kompetisi resmi PASI Tangsel. Namun, perjalanan tersebut membawa saya menghadapi atlet-atlet klub, bersaing di kategori usia yang lebih tinggi, dan mendapatkan kesempatan yang sebelumnya bahkan tidak berani saya bayangkan.

Pada akhirnya, pengalaman ini mengajarkan saya bahwa terkadang kita terlalu cepat membatasi kemampuan diri sendiri sebelum benar-benar mencoba. Saya sempat yakin bahwa saya tidak akan lolos ke final, tetapi kenyataannya perjalanan saya belum selesai. Ada banyak hal yang berada di luar kendali saya, tetapi saya tetap harus berusaha dan siap ketika kesempatan itu datang.

Saya mungkin tidak memulai perlombaan ini dengan target menjadi juara. Namun, saya mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekadar pengalaman berlomba, yaitu kepercayaan diri, pelajaran tentang ketekunan, dan bukti bahwa saya mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi daripada yang pernah saya bayangkan. Saya juga semakin memahami bahwa totalitas dalam berusaha, integritas dalam menerima hasil, serta keberanian dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan merupakan nilai-nilai yang dapat saya bawa, bukan hanya dalam dunia olahraga, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Terkadang, sesuatu yang awalnya terasa mustahil bukan berarti benar-benar tidak mungkin. Seperti yang dikatakan teman klub saya, “Nothing is impossible.”

Selengkapnya
News Image
Kegiatan Sains Film Festival 2026 bersama dengan Goethe Institut sebagai Sekolah Mitra untuk Masa Depan (PASCH)

Sekolah harus menjadi salah satu pintu untuk menuju masa depan bagi murid. Sekolah harus berupaya membuka jalan murid untuk menuju impian mereka. [1] 

 

SMA Santa Ursula BSD telah menjalin kerja sama dengan Goethe-Institut sejak tahun 2010 melalui program Sekolah: Mitra untuk Masa Depan (PASCH). Goethe-Institut merupakan lembaga kebudayaan Republik Federal Jerman yang mendukung pertukaran budaya, pendidikan, dan dialog sosial dalam konteks internasional, serta mempromosikan pengajaran dan pembelajaran bahasa Jerman. Melalui program PASCH (Schulen: Partner der Zukunft), Goethe-Institut membangun jejaring sekolah mitra di berbagai negara, termasuk Indonesia, yang melibatkan 29 sekolah mitra se-Indonesia. SMA Santa Ursula BSD sendiri telah memfasilitasi pembelajaran tambahan bahasa jerman melalui ekstrakurikuler bahasa jerman, bahasa jerman lanjutan dan kelas Jerman Intensif yang dibimbing oleh pengajar dari Goethe Institut. 

Salah satu kegiatan tahunan Goethe-Institut adalah Science Film Festival (SFF) atau Festival Film Sains. Festival ini diselenggarakan di berbagai lokasi, termasuk Asia Tenggara, Asia Selatan, Afrika, Amerika Selatan, dan Timur Tengah. Melalui pemutaran film internasional dan kegiatan eksperimen, SFF mengajak masyarakat untuk mengenal isu-isu sains, teknologi, dan lingkungan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Pada tahun 2026, SFF mengangkat tema “Kecerdasan Buatan”, yang mengajak peserta mengeksplorasi peran AI dalam sains, pendidikan, dan keberlanjutan, serta memahami pentingnya pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab. 

Sebagai sekolah mitra Goethe-Institut, SMA Santa Ursula BSD turut menyelenggarakan kegiatan SFF pada 13–14 Oktober 2026 dengan melibatkan murid kelas VI SD dan kelas VII SMP. Melalui kegiatan ini, murid mendapatkan kesempatan untuk mengenal sains dan teknologi melalui film dan eksperimen yang menarik serta menambah wawasan tentang pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. 

Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan Goethe-Institut, kemudian dilanjutkan dengan Schnupperkurs, yaitu kursus singkat bahasa Jerman. Selanjutnya, tim SFF mengajak murid menonton film bertema kecerdasan buatan dan mengikuti berbagai eksperimen sains yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung. Film dan eksperimen yang disajikan disesuaikan dengan tingkat pemahaman murid di setiap jenjang. Berbagai eksperimen tersebut meliputi Paper Escape, Solar Bottle Light, percobaan tentang erosi dan banjir, pembuatan dan pengujian indikator pH alami dari bunga telang, serta pengamatan pengaruh peningkatan CO? terhadap keasaman air. Setelah setiap eksperimen selesai, tim SFF menjelaskan konsep ilmiah yang mendasarinya agar murid dapat memahami proses dan hasil percobaan. Para murid mengikuti kegiatan dengan antusias dan tampak takjub melihat hasil eksperimen yang mereka lakukan. Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya memperoleh pengetahuan dasar tentang sains, tetapi juga belajar melalui pengalaman langsung dengan mengamati, mencoba, dan memahami berbagai fenomena di sekitar mereka. 

Pada tahun-tahun mendatang, SMA Santa Ursula BSD berharap dapat terus menyelenggarakan kegiatan Science Film Festival (SFF) bersama Goethe-Institut. Kegiatan ini menjadi sarana bagi murid untuk mengenal sains dan teknologi melalui film dan eksperimen, sekaligus memperkenalkan bahasa Jerman. 

“Pendidikan adalah paspor ke masa depan. Hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya sejak hari ini” - Malcolm X

Selengkapnya

Ekstrakurikuler Sanur

Ekstrakurikuler KB - TK
KB - TK

Unit KB - TK

5 Ekskul
KARATE KIDS ART LEARNING HIP HOP DANCE PADUAN SUARA +1 lagi
Lihat Ekstrakurikuler
Ekstrakurikuler SD
SD

Unit SD

27 Ekskul
ANGKLUNG ART FACTORY BASKET CATUR +23 lagi
Lihat Ekstrakurikuler
Ekstrakurikuler SMP
SMP

Unit SMP

39 Ekskul
E-SPORT DESAIN MODE CATUR ELEKTRONIKA +35 lagi
Lihat Ekstrakurikuler
Ekstrakurikuler SMA
SMA

Unit SMA

40 Ekskul
Animasi Dasar BAHASA JEPANG BAHASA JERMAN BAHASA KOREA +36 lagi
Lihat Ekstrakurikuler

Mengapa Santa Ursula BSD ?

Keira Halim
Siswa SD kelas V

SD Santa Ursula BSD mempunyai kegiatan kungfu shaolin. Melalui kegiatan ini kami belajar membangun fisik dan mental. Terdapat pula kegiatan menulis rapi. Menulis rapi merupakan kegiatan yang dikembangkan di sekolah Santa Ursula BSD. Menulis bukan hanya kegiatan menggoreskan pena di atas kertas tetapi kami juga melatih konsentrasi, kesabaran, dan koordinasi gerak tangan. SD Santa Ursula BSD juga memiliki Taman IPA. Taman IPA merupakan tempat bagi kami untuk mengenal alam dan ilmu pengetahuan yang patut kami ketahui sebagai siswa SD.

Lihat Lebih Banyak