



"Santa Ursula BSD adalah lembaga pendidikan Katolik dibawah
Yayasan Sancta Ursula yang dikelola oleh para Suster Ursulin. Sekolah ini mendidik peserta didik berdasarkan asas Pancasila dalam terang iman Katolik menjadi manusia utuh, cerdas dan melayani"
"Santa Ursula BSD adalah lembaga pendidikan Katolik dibawah
Yayasan Sancta Ursula yang dikelola oleh para Suster Ursulin. Sekolah ini mendidik peserta didik berdasarkan asas Pancasila dalam terang iman Katolik menjadi manusia utuh, cerdas dan melayani"
Siswa Aktif
Alumni
Tahun Pengalaman
Tenaga Pendidik
Tenaga Kependidikan
"Andaikan pada suatu saat karena alasan yang kuat Anda tidak setuju dengan mereka atau menentang pendapat mereka, maka berterus teranglah, dengan berani dan penuh hormat. Apabila mereka tidak mendengarkan Anda, terimalah hal itu dengan sabar"
(Nas. III: 6-7)
"Apa yang Anda ingin mereka lakukan, lakukanlah sendiri itu lebih dahulu. Bagaimana Anda bisa mencela atau menegur kekurangan mereka apabila mereka melihat kekurangan itu masih ada dalam diri Anda sendiri"
(Nas. VI: 2-3)
"Jika karena perubahan zaman dan keadaan perlu untuk membuat peraturan baru atau untuk merubah sesuatu, lakukan hal itu dengan kebijaksanaan setelah mendengar nasehat yang baik"
(WT: 2)
"Hiduplah dalam keserasian, bersatu, sehati sekehendak, terikat satu sama lain dengan cinta kasih, saling menghargai, saling membantu, saling bersabar dalam Yesus Kristus"
(Nas.T. 2)
"Cintailah semua putri Anda tanpa pilih kasih karena mereka semuanya Anak Allah dan Anda tidak tahu apa yang Dia rencanakan bagi mereka semua"
(Nas. VIII: 1-2)
Masih terekam jelas dalam ingatan teriakan lantang, “Pagi, pagi, pagi…Ursula, Luar Biasa!” yang menggema di lereng Gunung Salak bulan Januari lalu. Hari ini Rabu, 15 April 2026 SMA Santa Ursula BSD kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter murid yang tangguh, disiplin, dan berjiwa kepemimpinan melalui kegiatan penyegaran pelatihan fisik dan mental bulan Januari lalu. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan dan menguatkan nilai-nilai dan semangat kedisiplinan, kebersamaan, ketahanan fisik, serta nilai-nilai lainnya yang telah diperoleh tiga bulan sebelumnya tetap hidup dan terimplementasi dalam keseharian murid di sekolah.
Berbeda dengan pelatihan di alam terbuka, kegiatan kali ini dirancang dalam format padat di lingkungan sekolah dengan durasi waktu 75 menit untuk menguji kembali konsistensi murid dalam hal kedisiplinan waktu dan ketahanan fisik dengan tetap mengusung prinsip kedisiplinan dan kerja sama tim. Seluruh murid kelas X dibagi menjadi lima kelompok lintas kelas, dengan anggota 36 murid setiap kelompok sehingga mampu memperkuat solidaritas antarkelas. Rangkaian kegiatan dimulai tepat pukul 12.45 di jam perwalian dengan koordinasi intensif dari tim fisik mental kelas X. Dalam waktu singkat, murid diajak kembali untuk membangkitkan yel-yel khas SMA Santa Ursula BSD, Pagi, pagi, pagi…Ursula, luar biasa!
Para murid ditantang untuk melakukan manajemen waktu yang ketat saat berganti pakaian hingga berbaris rapi sesuai barisan kelompok dalam waktu 10 menit. Sesuai dengan rumusan gerakan bersama angkatan yang telah disusun bulan Januari lalu, dalam kegiatan ini diterapkan sanksi yang tegas bagi murid yang datang terlambat atau tidak mengikuti kegiatan sesuai ketentuan. Hal ini sejalan dengan nilai kedisiplinan yang menjadi inti dari pelatihan fisik dan mental sebelumnya.
Kegiatan penyegaran pelatihan fisik dan mental diawali dengan pemanasan dasar yang dipimpin oleh perwakilan murid kelas X. Tantangan fisik murid sesungguhnya, dimulai dengan lari ketahanan selama 6 menit bagi setiap kelompok sebagai ujian daya juang murid. Memori murid di Pusat Pendidikan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Rindam Jaya diingatkan kembali dengan melaksanakan latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB). Sesi ini tidak hanya dipimpin oleh tim fisik dan mental kelas X, tetapi juga melibatkan murid yang ditunjuk secara acak untuk memimpin barisan guna melatih aspek kepemimpinan dan fokus.
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan menyanyikan lagu mars Serviam. Melalui kegiatan penyegaran fisik dan mental ini, SMA Santa Ursula BSD berharap kepada para murid kelas X tidak hanya menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki mentalitas pemenang yang tangguh, disiplin, dan memiliki empati terhadap sesama. Kegiatan penyegaran pelatihan fisik dan mental ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter di SMA Santa Ursula BSD tidak berhenti di satu momen besar, tetapi terus dipupuk, dirawat, dan dihidupkan dalam satu langkah, satu barisan, dan satu teriakan semangat. Semangat Gunung Salak belum padam, Ursula tetap luar biasa!
Dalam semangat sukacita Paskah, KB-TK Santa Ursula BSD menyelenggarakan ibadat Paskah yang penuh makna dan keceriaan. Mengusung tema “Gembira Bersama Yesus yang Bangkit”, kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi anak-anak untuk mengenal dan merasakan kasih Tuhan melalui perayaan iman yang menyenangkan.
Ibadat Paskah dilaksanakan dengan suasana yang hangat dan penuh sukacita. Anak-anak diajak untuk memahami makna kebangkitan Yesus melalui cerita, doa, serta nyanyian yang disesuaikan dengan usia mereka. Dengan bahasa yang sederhana dan pendekatan yang menyenangkan, anak-anak belajar bahwa Yesus yang bangkit membawa harapan, sukacita, dan cinta bagi semua orang.
Para guru membimbing jalannya ibadat sehingga anak-anak dapat terlibat secara aktif. Kehadiran Sr. Darna menjadi warna dalam ibadat ini untuk menyampaikan pesan kepada anak-anak, dan petugas perarakan, doa pembuka, dan doa penutup dibawakan oleh anak-anak TKB. Mereka diajak untuk berdoa bersama, menyanyi dengan gembira, serta mengekspresikan rasa syukur atas kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Suasana ibadat pun terasa hidup dengan partisipasi anak-anak yang antusias.
Sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Paskah, kegiatan dilanjutkan dengan menghias telur Paskah di masing-masing jenjang. Kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas anak, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan simbol Paskah, di mana telur melambangkan kehidupan baru dan harapan.
Anak-anak tampak bersemangat menghias telur mereka dengan berbagai media, seperti kertas krep, kapas, potongan kertas warna-warni, dan juga menggunakan spidol untuk menggambar. Dengan bimbingan guru, mereka bebas berkreasi sambil tetap memahami makna di balik kegiatan tersebut. Suasana penuh tawa dan keceriaan mewarnai setiap kelas, menciptakan pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna.
Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan anak-anak tidak hanya merasakan kegembiraan, tetapi juga semakin mengenal dan mencintai Yesus yang telah bangkit. Semangat Paskah pun diharapkan dapat terus hidup dalam hati mereka, tercermin dalam sikap saling mengasihi, berbagi, dan membawa sukacita bagi sesama.
Semangat untuk bertumbuh, berani mencoba, dan tetap tangguh dalam menghadapi tantangan menjadi pesan utama dalam Seminar Sanur Mentality yang diselenggarakan oleh SMA Santa Ursula BSD. Kegiatan ini menghadirkan para alumni sebagai narasumber yang berbagi pengalaman nyata dari perjalanan akademik hingga dunia profesional. Dengan mengusung konsep reflektif dan inspiratif, seminar ini menjadi ruang belajar yang bermakna bagi para murid untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Seminar ini diikuti dengan antusias oleh para murid yang ingin mendapatkan gambaran lebih luas mengenai kehidupan setelah lulus sekolah. Tidak hanya berfokus pada pilihan jurusan atau perguruan tinggi, kegiatan ini juga menekankan pentingnya membangun karakter dan mentalitas yang kuat sebagai bekal utama dalam menjalani berbagai fase kehidupan.
Empat alumni hadir sebagai pembicara dengan latar belakang pendidikan yang beragam, yaitu Nixie, lulusan Monash University Australia jurusan Bachelor of Early Childhood & Primary Education; Lica, lulusan Institut Teknologi Bandung jurusan Desain Produk; Lina, lulusan Institut Pertanian Bogor jurusan Agronomi; serta Lentera, lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti jurusan Perhotelan. Keempatnya membagikan kisah perjalanan yang tidak selalu mudah, tetapi sarat pembelajaran dan pengalaman berharga.
Dalam pemaparannya, Nixie mengisahkan pengalamannya menempuh pendidikan di luar negeri yang menuntut kemandirian tinggi, kemampuan beradaptasi, serta keterbukaan terhadap perbedaan budaya. Ia menekankan bahwa keberanian untuk keluar dari zona nyaman merupakan langkah awal untuk berkembang. Menurutnya, Sanur Mentality tercermin dalam sikap pantang menyerah dan kemauan untuk terus belajar dari setiap pengalaman.
Sementara itu, Lica membagikan pengalamannya selama berkuliah di Institut Teknologi Bandung yang penuh tantangan, terutama dalam hal manajemen waktu dan tuntutan kreativitas. Ia menegaskan bahwa konsistensi dan disiplin menjadi kunci utama dalam menghadapi tekanan akademik. Lica juga mengajak para murid untuk tidak takut mengeksplorasi ide dan mengembangkan potensi diri sejak dini.
Lina, yang menempuh pendidikan di bidang Agronomi, memberikan perspektif mengenai pentingnya mengenali minat dan passion. Ia menjelaskan bahwa memilih jurusan bukan semata-mata mengikuti tren, melainkan berdasarkan ketertarikan dan tujuan jangka panjang. Lina juga menekankan bahwa setiap proses, termasuk kegagalan, memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kedewasaan seseorang.
Di sisi lain, Lentera yang berkecimpung di dunia perhotelan membagikan pengalaman tentang pentingnya keterampilan komunikasi, kerja sama tim, serta sikap profesional. Ia menjelaskan bahwa dunia kerja menuntut tidak hanya kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan interpersonal yang baik. Sanur Mentality, menurutnya, tercermin dalam sikap melayani dengan sepenuh hati dan tetap rendah hati dalam setiap situasi.
Istilah Sanur Mentality yang diangkat dalam seminar ini menjadi benang merah dari seluruh pengalaman yang dibagikan. Mentalitas ini mencerminkan sikap tangguh, adaptif, disiplin, serta mampu menghadapi perubahan dengan sikap positif. Para alumni sepakat bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh ketekunan dan karakter yang kuat.
Antusiasme murid terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Sesi tanya jawab menjadi momen interaktif yang memperlihatkan rasa ingin tahu murid terhadap dunia perkuliahan dan kehidupan setelah lulus. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari cara memilih jurusan, menghadapi kegagalan, hingga tips menjaga keseimbangan antara akademik dan kehidupan pribadi.
Kegiatan ini juga mempererat hubungan antara sekolah dan para alumni. Kehadiran alumni sebagai pembicara menunjukkan bahwa ikatan kekeluargaan dalam komunitas sekolah tetap terjaga meskipun telah lulus. Para alumni tidak hanya berbagi pengalaman, tetapi juga memberikan motivasi dan semangat kepada para murid untuk terus melangkah maju.
Melalui Seminar Sanur Mentality, diharapkan para murid semakin siap menghadapi tantangan masa depan dengan sikap yang lebih matang dan percaya diri. Nilai-nilai yang dibagikan dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga dalam perjalanan akademik maupun kehidupan mereka ke depan.
Pada akhirnya, seminar ini menjadi pengingat bahwa setiap murid memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih impian. Dengan memiliki Sanur Mentality, para murid diharapkan mampu menghadapi setiap tantangan dengan keberanian, ketekunan, dan semangat untuk terus belajar. Masa depan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan dipersiapkan dengan penuh keyakinan dan harapan.
Pada Rabu, 8 April 2026, keluarga besar SMA Santa Ursula BSD menggelar Ibadat Paskah yang diikuti oleh seluruh guru serta murid kelas X dan XI. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat dan sukacita, mengusung tema “Kristus Bangkit, Harapan Baru Bagi Kita.” Tema tersebut menjadi pengingat mendalam akan makna kebangkitan Kristus sebagai sumber harapan dan kekuatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Ibadat Paskah dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian pembinaan iman yang rutin diadakan oleh sekolah, sekaligus menjadi momen refleksi bersama setelah menjalani masa Prapaskah. Seluruh peserta ibadat hadir dengan sikap penuh hormat dan keterlibatan aktif, menciptakan suasana yang tenang namun sarat makna. Sejak awal ibadat dimulai, nuansa sakral sudah terasa melalui alunan lagu pembuka yang dibawakan oleh paduan suara murid.
Dalam homili yang disampaikan, peserta diajak untuk merenungkan makna kebangkitan Kristus tidak hanya sebagai peristiwa iman, tetapi juga sebagai panggilan untuk bangkit dari berbagai keterpurukan dalam hidup. Kebangkitan Kristus dimaknai sebagai tanda kemenangan atas dosa dan kematian, sekaligus simbol harapan baru bagi setiap pribadi. Pesan ini menjadi sangat relevan bagi para murid yang tengah berada dalam proses pertumbuhan dan pencarian jati diri.
Lebih lanjut, para murid diajak untuk melihat bahwa ‘harapan baru’ bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata. Dalam kehidupan sekolah, harapan tersebut dapat diwujudkan melalui semangat belajar, sikap saling menghargai, serta keberanian untuk memperbaiki diri. Para guru pun turut diingatkan akan peran penting Bapak / Ibu guru sebagai pendamping yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi teladan dalam menghidupi nilai-nilai Kristiani.
Keterlibatan dalam ibadat ini juga menjadi salah satu hal yang patut diapresiasi. Para guru mengambil peran sebagai petugas liturgi, mulai dari memimpin ibadat, membacakan Kitab Suci, hingga membawakan doa-doa umat dengan penuh penghayatan. Suasana semakin hidup ketika seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu-lagu Paskah yang penuh sukacita. Momen ini menjadi simbol nyata dari kebangkitan, dimana kesedihan dan keheningan masa Prapaskah berubah menjadi kegembiraan dan pengharapan. Kebersamaan yang terjalin selama ibadat juga mempererat rasa persaudaraan antar murid maupun antara murid dan guru.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap nilai-nilai yang direnungkan dalam ibadat tidak berhenti sebagai pengalaman sesaat, tetapi terus dihidupi dalam kehidupan sehari-hari. Semangat kebangkitan diharapkan mampu mendorong seluruh warga sekolah untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh, penuh harapan, dan mampu membawa terang bagi lingkungan sekitarnya.
Ibadat Paskah tahun ini menjadi momentum penting untuk mengingat kembali bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memulai kembali, memperbaiki kesalahan, dan melangkah dengan semangat baru. Dalam konteks kehidupan pelajar, hal ini berarti tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan, baik dalam belajar maupun dalam relasi sosial.
Akhirnya, melalui tema “Kristus Bangkit, Harapan Baru Bagi Kita,” seluruh peserta ibadat diajak untuk membawa pesan kebangkitan ini ke dalam kehidupan nyata. Harapan baru bukan hanya menjadi slogan, melainkan menjadi semangat yang terus diperjuangkan dalam setiap langkah kehidupan. Dengan demikian, makna Paskah sungguh hidup dan nyata dalam keseharian keluarga besar SMA Santa Ursula BSD.
Suasana aula SMP-SMA Santa Ursula BSD hari Jumat, 10 April 2026 tampak berbeda dari biasanya. Aroma lilin terapi, deretan busana modis dari daur ulang pakaian layak pakai, hingga diskusi hangat mengenai bisnis ramah lingkungan mewarnai perhelatan Kewirausahaan Rakyat Sanurian (WIRASA) sebagai pameran karya kewirausahaan dan seni dengan tema “Merancang Masa Depan yang Lebih Hijau melalui Kewirausahaan Berkelanjutan”. Pameran karya ini menjadi bukti nyata kreativitas murid kelas XII dalam menjawab tantangan krisis lingkungan melalui solusi bisnis yang inovatif.
Pameran karya ini merupakan puncak dari pembelajaran kewirausahaan kelas XII. Setiap produk dihasilkan melalui proses panjang, mulai dari penyusunan Business Model Canvas (BMC), penyusunan proposal bisnis, kegiatan produksi sebagai proses realisasi produk, hingga strategi promosi. Para murid ditantang untuk menerapkan prinsip ekonomi hijau, yaitu praktik ekonomi rendah karbon dan efisien dalam penggunaan sumber daya, serta inklusif secara sosial.
Pameran karya yang berlangsung meriah di aula SMP-SMA Santa Ursula BSD ini tidak hanya menjadi ajang untuk unjuk karya nyata murid, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi antara pembelajaran kewirausahaan dan kegiatan ekstrakurikuler bidang seni. Dengan mengusung prinsip green economy para murid kelas XII telah menunjukkan bahwa bisnis dan kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Berbeda dengan pameran seperti biasanya, pameran karya ini dirancang dalam format mini workshop. Sebanyak sebelas stan kewirausahaan kelas XII dan lima stan seni dari kegiatan ekstrakurikuler menjadi pusat transfer ilmu. Pameran karya ini menjadi ajang kolaborasi antara pelajaran kewirausahaan dan kegiatan ekstrakurikuler bidang seni. Sebelas stan kewirausahaan bersinergi dengan lima stan seni dari kegiatan ekstrakurikuler seperti fotografi, desain mode, desain grafis, seni lukis, dan menulis kreatif.
Kemeriahan pameran semakin lengkap dengan penampilan dari peserta kegiatan ekstrakurikuler teater, tarian tradisional, tarian modern, dan sajian musik dari peserta kegiatan ekstrakurikuler keroncong serta band yang memukau di awal dan di akhir setiap sesi pameran. Beragam produk inovatif dipamerkan dalam pameran ini, antara lain lilin aroma terapi, body lotion, ecoprint tote bag, seed paper, berbagai bentuk fashion berupa pakaian, pouch dari daur ulang ampas kopi, perabot rumah tangga dari cangkang telur, kopi matcha instan, lip balm alami, aksesori dari tutup botol, hingga cookies sehat.
Pameran karya terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama pukul 07.45 - 09.15, dihadiri oleh murid kelas XI SMA Santa Ursula BSD dan murid kelas VII hingga kelas IX SMP Santa Ursula BSD. Sesi kedua pukul 10.15 - 11.45, dihadiri murid kelas X SMA Santa Ursula BSD dan murid kelas VII hingga IX SMP Santa Ursula BSD. Kepala SMA Santa Ursula BSD, Bapak Catur Agus Sancoko secara simbolis membuka pameran karya sesi satu dan sesi dua dengan semangat yang ditandai dengan penampilan dari peserta kegiatan ekstrakurikuler tarian tradisional dan tarian modern. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi kepada murid kelas XII atas proses dan hasil yang telah diciptakan dalam pembelajaran kewirausahaan. Beliau menyampaikan bahwa anak muda dapat menjadi agen perubahan melalui kreativitas, inovasi, dan potensi yang dimiliki. Beliau juga menyampaikan harapan supaya semua pihak yang terlibat dalam pameran dapat memperoleh ilmu yang mampu menginspirasi untuk mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Mini workshop diikuti oleh pengunjung pameran karya. Murid dibagi dalam sebelas kelompok lintas kelas untuk mengikuti Mini workshop di stan kewirausahaan sesuai nomor kelompok mereka, selanjutnya murid dapat mengunjungi semua stan kewirausahaan dan seni. Sistem ini memastikan adanya interaksi yang merata dan pengalaman belajar murid yang optimal. Para pengunjung pameran tidak hanya melihat produk, tetapi juga diajak untuk belajar secara langsung dalam mini workshop di setiap stan. Mini workshop ini mampu menciptakan efek berantai inspirasi, melalui proses kakak kelas yang berbagi pengalaman merintis usaha mulai dari nol hingga produk jadi, kemudian adik kelas mampu termotivasi untuk memulai bisnis sejak dini.
Tampilan produk kewirausahaan dinilai oleh lima orang guru penilai. Aspek yang dinilai mencakup kreativitas, edukasi dalam mini workshop, branding dan pemasaran, serta kolaborasi manajerial. Evaluasi yang diberikan oleh tim guru penilai pada produk pameran karya, diharapkan dapat terus mengasah kemampuan manajerial dan komunikasi murid. Sajian musik dari peserta kegiatan ekstrakurikuler keroncong dan band menjadi sajian penutup di setiap sesi pameran karya.
Pameran karya ini bukan sekedar tugas akhir dari mata pelajaran kewirausahaan, melainkan langkah awal bagi komunitas SMA Santa Ursula BSD untuk membentuk generasi muda yang kreatif, inovatif, mandiri, dan senantiasa berwawasan lingkungan. Semoga semangat ekonomi hijau melalui proses pembelajaran kewirausahaan dapat terus bertumbuh untuk menginspirasi kita semua dalam menjaga bumi, mulai dari langkah kecil yang bernilai ekonomi tinggi.
Dokumentasi oleh: Brian & Aldric XI-C
On Friday, March 13th from 13.30 to 15.00 WIB, Santa Ursula BSD’s English Club hosted a workshop on “Be a Confident News Anchor”, with 32 attending participants. This workshop was the first held by the school’s English Club hence, it became not just an experience, but a lesson for both the attending and hosting students. The workshop was led by a news anchor herself, Ms. Sekar Wanda. Ms. Sekar is a news anchor for TvOne Indonesia. The participants learned about both knowledge and experience from a professional. With this, we learned more than just from textbooks or videos, but here we learnt from real experiences.
Ms. Sekar Wanda opened the session by discussing “butterfly moments,” referring to the nervousness often experienced during public speaking. She then provided a broad explanation of what public speaking is and emphasized its importance as a skill to master. Everyone was invited to share their perspectives, highlighting its usefulness for opportunities such as working abroad and traveling.
The session continued with practical tips on managing nervousness and improving speaking skills. Ms. Sekar Wanda explained that effective public speaking requires clarity, confidence, and composure. She encouraged participants to project confidence even when they feel nervous, reinforcing the idea of “fake it till you make it.”
She also introduced techniques to engage an audience, such as starting with a compelling story, asking questions, or sharing interesting facts. These strategies help to create a connection between the speaker and the audience. In the purpose of helping us participants visualize the act, Ms. Sekar showed several videos of herself during a live reporting session for TvOne.
To gain a full experience, several volunteers participated in a mock interview activity to practice their public speaking skills. The exercise was lively and entertaining, providing both practice and enjoyment for everyone involved. Although the room occasionally became noisy, it was managed effectively, and Ms. Sekar Wanda appeared to thoroughly enjoy the experience.
The session ended with a few words of appreciation from the school principal, Mrs. Cicilia Budilestari to Ms. Sekar Wanda, showing our gratefulness and appreciation to her. We then continued with the closing prayer and a group selfie.
Though not everyone may dream to be a news anchor, this workshop has guided us through a lot of tips and tricks to public speaking, a key role in chasing hopes and opportunities. One may not be naturally confident like others so with this workshop, we've been educated to help us build our confidence through a few things such as practicing at home, learning from other's experiences, and more.
One trick in particular that has really helped many through public speaking so far is "fake it 'till you make it". It may not seem like much but confidence for some isn't just something that comes overnight. However, we also learned that you certainly can fake being assured in yourself until you really feel like you can speak in front of a crowd. To do that, surely you must master the overall topic and to be ready to go off script.
For instance, people regularly forget the word-to-word script upon speaking in front of a crowd. So, by mastering the issue, you'll be ready to face the blanks that often come up in your head when you panic. In addition to that, be sure in what you're going to say to convince the crowd in going deeper into the issue that's brought upon them. Body language is a seemingly insignificant thing to pay attention to when practicing. However, every movement from head to toe can influence the way people perceive you. Therefore, having proper body language including eye contact, proper posture, clear pronunciation and articulation, are key aspects to public speaking in general.
In conclusion, this workshop was a space for growth. The growth of a student’s skills, and the growth of their confidence. Not everyone may attend to become a real news anchor, or maybe some may change their minds. But the one thing that will never change is that public speaking skills and the confidence they learned will never go to waste.
Pada Jumat, 27 Maret 2026, KB-TK Santa Ursula BSD melaksanakan kegiatan mendongeng untuk anak-anak. Kali ini tema yang dibawakan adalah tentang "merawat lingkungan". Ibu-ibu guru membawakan kisah “Lilo Si Kelinci” yang belajar menjaga bumi. Dalam kegiatan mendongeng ini, ibu-ibu guru memakai properti karakter hewan sesuai dengan isi kisahnya. Terdapat karakter ayam, anjing, ikan, capung, kelinci, serta kodok. Anak-anak pun sungguh antusias mendengarkan, melihat, menyimak, dan turut dalam interaksi kisah Lilo ini.
Harapannya dengan kegiatan mendongeng ini anak-anak dapat dapat belajar untuk semakin mendengarkan dan fokus. Tak hanya itu pula, melalui kisah si Lilo anak-anak diajak untuk dapat meneladani dan belajar dari tokoh-tokoh yang hadir. Supaya anak-anak mau dan bisa merawat serta menjaga lingkungan sekitar melalui hal-hal yang sederhana. Seperti membuang sampah pada tempatnya, belajar merawat tanaman, tidak sembarangan memetik bunga, dan belajar saling gotong royong untuk membersihkan lingkungan.
SD Santa Ursula BSD mempunyai kegiatan kungfu shaolin. Melalui kegiatan ini kami belajar membangun fisik dan mental. Terdapat pula kegiatan menulis rapi. Menulis rapi merupakan kegiatan yang dikembangkan di sekolah Santa Ursula BSD. Menulis bukan hanya kegiatan menggoreskan pena di atas kertas tetapi kami juga melatih konsentrasi, kesabaran, dan koordinasi gerak tangan. SD Santa Ursula BSD juga memiliki Taman IPA. Taman IPA merupakan tempat bagi kami untuk mengenal alam dan ilmu pengetahuan yang patut kami ketahui sebagai siswa SD.
Lihat Lebih Banyak