



Manusia Utuh Cerdas Melayani
"Santa Ursula BSD adalah lembaga pendidikan Katolik dibawah
Yayasan Sancta Ursula yang dikelola oleh para Suster Ursulin. Sekolah ini mendidik peserta didik berdasarkan asas Pancasila dalam terang iman Katolik menjadi manusia utuh, cerdas dan melayani"
"Santa Ursula BSD adalah lembaga pendidikan Katolik dibawah
Yayasan Sancta Ursula yang dikelola oleh para Suster Ursulin. Sekolah ini mendidik peserta didik berdasarkan asas Pancasila dalam terang iman Katolik menjadi manusia utuh, cerdas dan melayani"
Siswa Aktif
Alumni
Tahun Pengalaman
Tenaga Pendidik
Tenaga Kependidikan
"Jika karena perubahan zaman dan keadaan perlu untuk membuat peraturan baru atau untuk merubah sesuatu, lakukan hal itu dengan kebijaksanaan setelah mendengar nasehat yang baik"
(WT: 2)
"Andaikan pada suatu saat karena alasan yang kuat Anda tidak setuju dengan mereka atau menentang pendapat mereka, maka berterus teranglah, dengan berani dan penuh hormat. Apabila mereka tidak mendengarkan Anda, terimalah hal itu dengan sabar"
(Nas. III: 6-7)
"Hiduplah dalam keserasian, bersatu, sehati sekehendak, terikat satu sama lain dengan cinta kasih, saling menghargai, saling membantu, saling bersabar dalam Yesus Kristus"
(Nas.T. 2)
"Apa yang Anda ingin mereka lakukan, lakukanlah sendiri itu lebih dahulu. Bagaimana Anda bisa mencela atau menegur kekurangan mereka apabila mereka melihat kekurangan itu masih ada dalam diri Anda sendiri"
(Nas. VI: 2-3)
"Cintailah semua putri Anda tanpa pilih kasih karena mereka semuanya Anak Allah dan Anda tidak tahu apa yang Dia rencanakan bagi mereka semua"
(Nas. VIII: 1-2)
Kegiatan Cinta Lingkungan merupakan salah satu program yang diselenggarakan di Kampus Santa Ursula BSD untuk menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sejak dini. Melalui berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan, peserta didik diajak untuk memahami bahwa menjaga kelestarian alam bukan hanya sebuah kewajiban, melainkan juga wujud nyata cinta dan rasa syukur atas anugerah bumi yang kita tempati bersama.
Di jenjang SMP, terdapat tiga kegiatan utama dalam rangkaian program Cinta Lingkungan, yaitu pengomposan, pemilahan sampah, dan hidroponik. Secara khusus, Seksi Pembantu Umum BP OSIS 2025 bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan pengomposan dan pemilahan sampah serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
Kegiatan pengomposan dilakukan dengan memanfaatkan daun-daun kering yang dikumpulkan dari pepohonan di lingkungan Kampus Santa Ursula BSD. Daun-daun tersebut digiling hingga lebih halus, kemudian difermentasikan sehingga dapat diolah menjadi kompos organik yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman. Melalui proses ini, kami belajar bahwa sesuatu yang sering dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah kembali menjadi sumber kehidupan yang baru.
Sementara itu, kegiatan pemilahan sampah dilakukan dengan memilah kembali sampah yang terdapat di berbagai tempat sampah di lingkungan SMP Santa Ursula BSD. Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran peserta didik untuk memilah sampah secara mandiri dan bertanggung jawab. Dengan memahami jenis-jenis sampah serta cara pengelolaannya, kami belajar bahwa menjaga lingkungan dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan Cinta Lingkungan, kami mempelajari nilai kehidupan yang luhur, yaitu mencintai dan menjaga alam melalui tindakan nyata. Kami menyadari bahwa perubahan besar tidak selalu harus dimulai dari langkah yang besar. Justru, kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan dengan kesadaran dan ketekunan dapat memberikan dampak yang berarti bagi lingkungan di sekitar kita.
Program ini juga bersifat inklusif. Tidak hanya dijalankan oleh Badan Pengurus OSIS, kegiatan ini mengajak seluruh siswa dan siswi untuk turut berpartisipasi aktif. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, Seksi Pembantu Umum secara bergantian mengajak dan mendampingi setiap kelas untuk terlibat dalam kegiatan pemilahan sampah dan pengomposan. Seiring berjalannya waktu, komunikasi yang awalnya terasa canggung berkembang menjadi lebih akrab, hangat, dan interaktif. Dari sini, kami belajar bahwa kepedulian terhadap lingkungan juga dapat menjadi sarana untuk membangun relasi dan bekerja sama dengan sesama.
Semangat cinta lingkungan juga kami sebarkan melalui berbagai media. Video rekap mingguan dipublikasikan melalui Instagram Story akun @humasmp, sementara video tutorial diunggah melalui kanal YouTube Sanur Caught On Tape. Tidak hanya itu, pengalaman dan pembelajaran yang kami peroleh juga kami bagikan kepada pihak eksternal melalui program SAHABAT 2026 dengan mengundang BP OSIS SMP Al Izhar Pondok Labu. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi dan pembelajaran bersama untuk saling menginspirasi dalam menjaga lingkungan.
Kegiatan Cinta Lingkungan di Kampus Santa Ursula BSD mengajarkan kami untuk peduli dan bertanggung jawab terhadap alam melalui tindakan yang sederhana namun bermakna. Melalui pengomposan dan pemilahan sampah, kami belajar bahwa apa yang tampak sebagai limbah dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai guna, bahkan bernilai ekonomis. Lebih dari itu, kami belajar untuk menghargai setiap proses, sekecil apa pun, yang dapat membawa perubahan positif bagi lingkungan. Kami berharap semangat cinta lingkungan ini terus tumbuh, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, menjaga bumi bukanlah tugas segelintir orang, melainkan panggilan bersama untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi sekarang dan yang akan datang.
Salam Ekologis!
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, kehidupan remaja saat ini tidak dapat dipisahkan dari dunia digital. Kemudahan yang ditawarkan teknologi sering kali membuat aktivitas fisik dan interaksi langsung semakin berkurang. Menyadari tantangan tersebut, Seksi Olahraga OSIS SMP Santa Ursula BSD menghadirkan program MORFFISA (Morning Fresh & Fit @Sanur) sebagai sarana untuk mengajak seluruh siswa membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus mengenal kembali kekayaan budaya Indonesia melalui kegiatan senam pagi dan permainan tradisional.
Kegiatan MORFFISA dilaksanakan secara rutin dua kali dalam sebulan sebelum pembelajaran dimulai. Melalui gerakan senam yang energik dan berbagai permainan tradisional seperti gobak sodor, bakiak, dan bentengan, siswa diajak untuk bergerak aktif, bekerja sama, serta menikmati kebersamaan dengan teman-teman. Kegiatan sederhana ini menjadi pengingat bahwa kesehatan fisik merupakan bagian penting dalam proses belajar dan pengembangan diri. Tubuh yang sehat dan bugar membantu siswa untuk lebih siap menjalani aktivitas belajar dengan penuh semangat dan sukacita.
Lebih dari sekadar kegiatan olahraga, MORFFISA juga menjadi wadah untuk menghidupi nilai-nilai Serviam, khususnya totalitas dan kepekaan. Totalitas diwujudkan melalui kesungguhan siswa dalam mengikuti setiap kegiatan, memberikan usaha terbaik, dan berpartisipasi secara aktif. Sementara itu, kepekaan tercermin dalam kesadaran untuk menjaga serta melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda. Melalui pengalaman bermain bersama, siswa belajar menghargai kebersamaan, sportivitas, dan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Melalui MORFFISA, SMP Santa Ursula BSD berharap dapat membentuk generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap budaya dan lingkungan sekitarnya. Kebiasaan baik yang dibangun secara konsisten akan menjadi bekal berharga bagi siswa untuk bertumbuh menjadi pribadi yang utuh, berkarakter, dan siap melayani. Dengan semangat Serviam, setiap langkah, gerakan, dan kebersamaan yang terjalin dalam MORFFISA menjadi wujud nyata pembelajaran yang mengembangkan tubuh, hati, dan jiwa secara seimbang.
“KREAVORA”, singkatan dari Kreasi dan Olahraga, merupakan program kolaborasi Seksi Olahraga dan Seksi Kesenian BP OSIS 2026 SMP Santa Ursula BSD yang mengusung tema “Art in Motion”. Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari, yaitu pada Jumat, 5 Juni 2026 dan Senin, 8 Juni 2026, dengan melibatkan seluruh siswa kelas VII dan VIII. Melalui KREAVORA, siswa diajak untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menunjukkan kemampuan di bidang olahraga dalam suasana yang penuh semangat dan kebersamaan.
Hari pertama KREAVORA diawali dengan berkumpulnya seluruh siswa di lapangan olahraga SMP Santa Ursula BSD. Acara dibuka dengan doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta Senam Anak Indonesia Hebat sebagai pemanasan sebelum pertandingan dimulai. Setelah sambutan dari Kepala SMP Santa Ursula BSD, Ibu Cicilia Budilestari, panitia menjelaskan peraturan setiap cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Pada hari pertama para siswa mengikuti pertandingan futsal, basket, voli modifikasi, dan bola tembak. Selain itu, terdapat pula lomba pembuatan short video yang diikuti oleh perwakilan setiap kelas untuk mendokumentasikan keseruan kegiatan.
Suasana lapangan pun berubah menjadi semakin meriah ketika pertandingan dimulai. Sorakan dukungan dari para penonton, bunyi peluit wasit, dan komentar yang membakar semangat menciptakan atmosfer kompetisi yang seru sekaligus hangat. Setiap kelas menunjukkan kekompakan dan semangat juang yang tinggi. Bahkan, beberapa kelas membawa banner sebagai bentuk dukungan kepada tim mereka. Tidak hanya para pemain yang tampil maksimal, peserta lomba short video juga berkeliling mengabadikan berbagai momen menarik sepanjang kegiatan, mulai dari aksi di lapangan hingga ekspresi kegembiraan para siswa.
Meski cuaca semakin panas menjelang siang, semangat para peserta tidak surut. Dengan sistem pertandingan gugur, setiap tim berusaha memberikan penampilan terbaiknya untuk melaju ke babak selanjutnya. Ada yang harus menerima kekalahan, ada pula yang berhasil meraih kemenangan. Namun, di akhir pertandingan, seluruh pemain saling berjabat tangan dan memberikan apresiasi satu sama lain sebagai bentuk sportivitas. Kegiatan hari pertama ditutup dengan doa bersama dan menyanyikan lagu Mars Serviam.
KREAVORA tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi, mempererat relasi antar teman, serta belajar mengenai kerja sama, sportivitas, dan integritas. Kebersamaan yang tercipta sepanjang kegiatan menunjukkan bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan. Nilai-nilai Serviam, khususnya integritas, tercermin melalui sikap jujur, adil, dan bertanggung jawab yang ditunjukkan para siswa. Melalui pengalaman ini, siswa SMP Santa Ursula BSD diajak untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang utuh, cerdas, dan melayani.
Pada tanggal 26 dan 27 Mei 2026, umat Islam di Indonesia merayakan Hari Raya Idul Adha, sebuah perayaan yang sarat akan makna pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Sebagai bangsa yang kaya akan keberagaman suku, budaya, ras, dan agama, Indonesia menjunjung tinggi nilai toleransi dan saling menghormati antarumat beragama. Dalam semangat tersebut, Seksi Sosial SMP dan SMA Santa Ursula BSD kembali menyelenggarakan program Aksi Idul Adha 2026 sebagai wujud nyata kepedulian dan penghargaan kepada saudara-saudari Muslim di lingkungan sekitar.
Program ini dilaksanakan melalui kegiatan penggalangan dana atau kolekte yang melibatkan seluruh siswa-siswi SMP dan SMA Santa Ursula BSD. Dana yang terkumpul digunakan untuk membeli hewan kurban yang kemudian disumbangkan kepada Musala Al-Ikhlas. Melalui kegiatan ini, para siswa diajak untuk menghayati nilai-nilai cinta kasih, pelayanan, dan toleransi, sekaligus belajar untuk hadir dan berbagi dengan sesama tanpa memandang perbedaan latar belakang agama maupun budaya.
Kolekte Idul Adha dilaksanakan sebanyak dua kali di masing-masing jenjang. Di tingkat SMA, kolekte pertama dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2026, dan kolekte kedua pada Kamis, 16 April 2026. Sementara itu, di tingkat SMP, kolekte pertama dilaksanakan pada Selasa, 14 April 2026, dan kolekte kedua pada Selasa, 21 April 2026. Berkat partisipasi dan kemurahan hati seluruh warga sekolah, terkumpul dana gabungan SMP dan SMA sebesar Rp22.557.500.
Dana tersebut kemudian digunakan untuk pembelian hewan kurban. Uang muka (down payment) diberikan pada Selasa, 12 Mei 2026, sedangkan pelunasan sekaligus penyerahan kambing kepada Musala Al-Ikhlas dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026. Penyerahan hewan kurban dilakukan oleh perwakilan Seksi Sosial SMP dan SMA Santa Ursula BSD, yaitu Joan VIII-B dan Oliv VII-E dari SMP, serta Brian XI-C, Ara X-D, Tania XI-D, Keira XI-E, dan Kanaka X-E dari SMA. Kegiatan penyerahan berlangsung di Musala Al-Ikhlas, Kampung Dadap, dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Melalui program ini, kami memperoleh banyak pengalaman dan pembelajaran yang berharga. Di luar lingkungan sekolah, kami belajar untuk berjumpa, berdialog, dan bekerja sama dengan orang-orang yang sebelumnya belum kami kenal. Kami belajar tentang etika, komunikasi, serta pentingnya menghargai setiap pribadi dan perbedaan yang ada di sekitar kami. Di balik berbagai tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan kegiatan, tumbuh rasa syukur yang semakin mendalam atas keberagaman yang menjadi bagian dari kehidupan bersama.
Aksi Idul Adha 2026 tidak hanya menjadi sarana untuk menyalurkan bantuan berupa hewan kurban, tetapi juga menjadi jembatan yang mempererat tali persaudaraan antara siswa, guru, karyawan, dan masyarakat. Sejalan dengan semangat Serviam, kami diajak untuk terus mengembangkan sikap peduli, melayani dengan tulus, serta membangun relasi yang penuh kasih dan penghargaan terhadap sesama. Kami berharap manfaat dari program ini tidak berhenti pada perayaan Idul Adha tahun ini saja. Semoga relasi yang telah terjalin tetap terjaga, nilai-nilai yang dipelajari terus dihidupi, dan semangat berbagi serta toleransi senantiasa tumbuh dalam hati setiap anggota komunitas Santa Ursula BSD.
Reformasi tahun 1998 merupakan puncak perjuangan bangsa kita melawan keterbatasan ruang demokrasi, krisis ekonomi, praktik KKN, dan pemerintahan yang sangat represif pada masa Orde Baru. Masa ini sangat terikat dengan perjuangan masyarakat Indonesia melawan ketidakadilan yang kemudian identik dengan aksi turun ke jalan para mahasiswa demi memperjuangkan hak-hak bangsa yang direnggut oleh kelompok-kelompok tidak bertanggung jawab. Seiring perkembangan teknologi, bentuk demonstrasi kini telah bertransformasi, di mana generasi muda tidak hanya beraksi secara fisik tetapi juga memanfaatkan media sosial untuk menyuarakan aspirasi melalui berbagai bentuk. Kendati akses digital semakin mudah, esensi utama yang harus dirawat oleh generasi masa kini adalah menjaga semangat reformasi yang berakar dari kesadaran kritis terhadap persoalan bangsa, bukan sekadar ikut-ikutan (FOMO).
Pada hari Sabtu, 6 Juni 2026 siswa-siswi anggota Kaderisasi kelas XI dan beberapa Guru SMA Santa Ursula BSD memperingati 28 tahun pasca Reformasi Indonesia pada tanggal 21 Mei 1998 dengan menyelenggarakan Dialog Bersama Aktivis Reformasi Tahun 1998 mengenai Perjuangan Demonstrasi Mahasiswa di Masa Reformasi. Acara yang dibungkus dengan model dialog-workshop ini dilaksanakan di Aula SMP-SMA Santa Ursula BSD dari pukul 9.30 hingga 11.00 WIB. Dalam Talk show membahas mengenai pengalaman di balik puncak momen fundamental dalam sejarah politik dan ketatanegaraan Indonesia ini dikemas dengan tujuan membuka wawasan, meningkatkan kepekaan sosial, serta menggerakkan generasi muda untuk berani menyuarakan aspirasi dengan kritis dan logis di tengah-tengah hiruk pikuk media sosial beserta kemajuan teknologi.
Talk show ini berpusat pada pengalaman Agnes Gurning (Kak Agnes), seorang staf dalam lembaga internasional yang dulunya merupakan mahasiswa jurusan sosiologi di Universitas Indonesia, Depok pada tahun 1998. Dengan mengangkat tema “Tiga Daya Jiwa Sebagai Pondasi Generasi Muda dalam Melestarikan Perjuangan Reformasi”, siswa-siswi anggota Kaderisasi juga mengundang MN Nurhasanah Munaf (Kak Moi), Ketua Kelompok Kopdit Pintu Air yang pernah bekerja sebagai buruh pabrik yang berperan sebagai koordinator demonstrasi buruh besar-besaran pada tahun 1998. Dengan melibatkan pihak yang turun langsung ke medan demonstrasi, diharapkan para siswa-siswi kaderisasi dapat menumbuhkan esensi perjuangan dan keberanian bersuara seiring berkembangnya peradaban Indonesia, menciptakan generasi muda yang dinamis dengan satu tujuan; menjunjung keadilan dan kesejahteraan bangsa.
Pada sesi pertama, para narasumber diminta memaparkan sumber pemersatu/motivasi yang membuat mereka berani untuk maju sebagai demonstran. Kak Agnes menyampaikan bahwa latar belakang keluarga dan lingkungan sosialnya membuatnya menyadari tingginya kesenjangan ekonomi dan kultural, sehingga memantik kesadaran dan daya kritisnya terhadap fenomena sosial di sekitarnya. Ketika memasuki jenjang perguruan tinggi, Kak Agnes mempelajari tentang konstruksi sosial yang nyata dan tidak semerta-merta “turun dari langit”, di titik itu Ia menyadari bahwa diskusi mengenai pemerintahan Orde Baru yang membelenggu masyarakat di masa itu harus disertai dengan kontribusi nyata yang mampu membawa perubahan. Tekad Kak Agnes tidak berhenti di situ, melalui pengalaman live-in nya sebagai buruh, pengalamannya dengan korban-korban pelecehan, beserta pendekatannya dengan lingkup sosial IKOI (kumpulan orang tua yang anaknya mengalami penculikan) menjadi sarana pembelajaran nyata diluar teori-teori pembelajaran kampus semata.
Narasumber lainnya adalah Kak Moi yang pada tahun 1998 sedang menduduki posisi sebagai supervisor di perusahaan Mayora. Selama pemerintahan represif Orde Baru pada tahun 1994-1996, aksi protes sudah tidak menjadi hal yang asing bagi para buruh. Buruh adalah pemegang ekonomi negara, sementara gaji buruh terus dipotong di tengah krisis moneter yang tidak ditangani dengan bijak oleh pemerintah. Menanggapi masalah struktural tersebut, Kak Moi mengikuti diskusi di bawah tanah dan ikut melakukan demonstrasi. Beliau bergabung dengan Komite Buruh Untuk Aksi Reformasi (KOBAR) yang pada akhirnya berhasil memobilisasi puluhan ribu aktivis. Protes yang dilakukan Kak Moi menuntut upah seratus persen bagi buruh, cuti hamil yang tetap digaji, dan cuti haid lebih dari dua hari.
Fenomena-fenomena sosial tersebut mulai menciptakan masalah struktural yang mengikis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah serta merampas kesejahteraan sosial. Guna mencegah kembalinya era Orde Baru di tengah berbagai tekanan dan pelemahan terhadap gerakan aktivis saat ini, generasi muda perlu membawa perubahan nyata. Perjuangan sebaiknya tidak hanya dilakukan di media sosial, melainkan harus ditelusuri kembali dari akar rumput melalui diskusi-diskusi di lingkungan sekolah seperti yang sudah dilakukan oleh SMA Santa Ursula BSD.
Berbagai faktor dan latar belakang dari peristiwa reformasi mulai dibahas lebih dalam pada sesi ke-2. Meskipun demonstrasi besar-besaran pada tahun 1998 berhasil mencapai tujuan awalnya, proses transisi dari pemerintahan menuju era reformasi belum cukup matang. Sisa kekuasaan dan struktur dari masa Orde Baru masih tetap ada sehingga kembalinya kebijakan Orde Baru tidak semerta-merta langsung terjadi, tetapi dicicil hingga masa kini. Tindakan represif yang awalnya hanya melibatkan fisik, kini menduduki ruang digital sebagai pewarisan sikap dari rezim Orde Baru. Media sosial terus diasah penggunaannya agar dapat menjadi alat penyampaian aspirasi yang mendukung, bukan sebagai ranah kekerasan digital yang mendegradasi bangsa. Sekarang, satu-satunya harapan berlabuh di para generasi muda Indonesia untuk tidak patah semangat dalam menyuarakan suara mereka; “Kritis dan janganlah pesimis!” merupakan prinsip yang masih dipegang teguh hingga kini oleh Kak Agnes dan Kak Moi.
“Kita mau bawa bangsa ini ke arah mana?” ujar Kak Moi. Pertanyaan reflektif ini dapat menjadi motivasi utama bagi generasi muda untuk membawa perubahan. Teknologi adalah suatu alat yang dampaknya berada di tangan kita. Memang kita tidak bisa menghindari kenyataan yang ada, namun apa yang bisa kita lakukan sebagai pelajar di masa kini untuk mengatasinya? Pertanyaan ini membawa diskusi ke titik akhir bahwa tonggak penggerak bangsa dan negara bukanlah hukum, melainkan gerakan moral kolektif dari berbagai lapisan masyarakat termasuk pelajar.
Penghujung acara ini kemudian diakhiri oleh kata penutup dari Ibu Eri. Menurut beliau, sebagai generasi muda terutama anggota kaderisasi, keberanian menjadi hal yang penting sehingga membentuk kesempatan untuk peduli dalam membuka pilihan dan batin. Sebagai generasi muda, siswa-siswi harus selalu bersiap dan bertanggung jawab atas setiap pilihan yang diambil. “Pikirkan dengan baik setiap keputusan dan jangan mempertaruhkan integritasmu.” tutupnya.
Ketika diminta untuk memberikan pesan kepada generasi muda, Kak Moi mengatakan “Teruslah berjuang bersama semua elemen masyarakat agar tatanan negara terus terjaga, berjuanglah untuk anak muda. Mundur adalah pengkhianatan.” tutupnya dengan tegas. Di sisi lain, Kak Agnes juga berpesan; “Mulailah perubahan dari hal kecil yaitu diri sendiri contohnya dengan tidak menjadi pembully, memperhatikan bila ada teman yang mengalami ketidakadilan, memanfaatkan platform media sosial untuk menyuarakan pikiran kritis tentang isu-isu sosial, dan mau berinteraksi dengan siapa saja agar bisa saling memahami terlepas dari adanya perbedaan.”
Diharapkan setelah mengikuti acara ini, siswa-siswi SMA Santa Ursula BSD terlebih anggota Kaderisasi dapat menggunakan tiga daya jiwa yang dianugerahkan kepada mereka dengan bijak melalui menggunakan akal budi untuk berpikir kritis bukan pesimis, hati nurani untuk meningkatkan kepekaan sosial dan belas kasih, serta kehendak bebas untuk berintegritas dalam melestarikan perjuangan reformasi sebagai akar kemajuan bangsa.
Dokumentasi: Tim Dokumentasi
Di era digital saat ini, perkembangan teknologi keuangan berkembang begitu pesat. Pemahaman tentang cara mengelola keuangan dan berinvestasi bukan lagi sekadar materi hafalan di kelas ekonomi, melainkan sebuah keterampilan untuk bertahan hidup yang wajib dikuasai oleh semua orang. Melalui pemahaman yang benar tentang investasi, peran bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), murid diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan yang bertanggung jawab, menghindari praktik keuangan ilegal, dan mulai merancang masa depan keuangan yang stabil. Kegiatan PELITA UANG (Pekan Literasi Keuangan) di SMA Santa Ursula BSD dilaksanakan selama dua hari; yaitu Senin, 25 Mei 2026 dan Selasa, 26 Mei 2026 dirancang untuk mencapai tujuan tersebut. Kegiatan tersebut dikemas dalam konsep seminar dan lokakarya dengan menghadirkan para pakar, mulai dari kalangan akademisi, praktisi perbankan, hingga pihak otoritas keuangan negara.
Rangkaian kegiatan PELITA UANG dimulai pada Senin, 25 Mei 2026 di auditorium Kampus Santa Ursula BSD diikuti oleh 178 murid kelas XI SMA Santa Ursula BSD dengan tema Smart Decision, Strong Psychology. Kegiatan ini fokus pada pengelolaan keuangan, dasar investasi, serta aspek psikologis dalam mengambil keputusan finansial. SMA Santa Ursula bekerja sama dengan Fakultas Bisnis Program Studi Manajemen Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dalam menghadirkan pembicara dari Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sambutan yang disampaikan oleh bapak Catur Agus Sancoko, S.Pd., M.M selaku kepala SMA Santa Ursula BSD dan ibu Febri Nila Chrisanty, SE., M.M selaku perwakilan dari Fakultas Bisnis Program Studi Manajemen Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menjadi pembuka kegiatan seminar dan lokakarya Smart Decision, Strong Psychology. Sesi pertama dengan materi Money Management disampaikan oleh Felicia Suminto selaku pembicara dari Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Beliau menyampaikan cara menyusun anggaran, membedakan kebutuhan dengan keinginan, serta cara mencegah perilaku konsumtif. Suasana auditorium Kampus Santa Ursula BSD semakin hangat dengan persembahan penampilan murid kelas X dari kelompok band, tari tradisional, dan tari modern.
Bapak Fadly Fatah dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi pembicara pada sesi kedua. Beliau menekankan pentingnya mengendalikan emosi dan kekuatan mental (psikologi investasi) dalam menghadapi fluktuasi pasar. Murid-murid dibekali pemahaman bahwa berinvestasi bukan sekedar tren ikut-ikutan atau cara instan melipatgandakan kekayaan. Setelah selesai pemaparan materi dari kedua pembicara, kegiatan seminar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Kegiatan ditutup dengan lokakarya Financial Planning di kelas masing-masing bersama tim mahasiswa dari Fakultas Bisnis Program Studi Manajemen Universitas Multimedia Nusantara (UMN) untuk mempraktikkan langsung ilmu yang telah murid dapatkan.
Semangat literasi keuangan berlanjut pada Selasa, 26 Mei 2026, dimana kegiatan PELITA UANG di SMA Santa Ursula BSD diikuti oleh 182 murid kelas X di aula SMP-SMA Santa Ursula BSD dengan tema Meningkatkan Pondasi Masa Depan Diatas Ekosistem Keuangan yang Sehat. Kepala SMA Santa Ursula BSD, bapak Catur Agus Sancoko S.Pd., M.M memberikan motivasi kepada murid kelas X pentingnya dan bagaimana berproses dalam kegiatan tersebut. Drama pendek dari tim teater murid kelas XI mengenai perilaku konsumtif menjadi pembuka kegiatan PELITA UANG hari kedua. Para murid semakin antusias dan merasa bangga ketika tiga terbaik video literasi keuangan yang berjudul Dana Darurat karya murid kelas XE, The Heist karya murid kelas XC dan Cuan Quest Simulator karya murid kelas XB mendapatkan apresiasi dengan memutarkan ketiga video tersebut dan pemberian hadiah serta piagam penghargaan kepada para pemenang oleh kepala SMA Santa Ursula BSD.
Berbeda dengan hari pertama, hari kedua dikemas dalam bentuk talkshow interaktif yang menghadirkan pembicara dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Banten yaitu bapak Fikri Fauzan. Sebagai pembicara utama, beliau menyampaikan materi peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam melindungi konsumen serta memberikan edukasi nyata mengenai bahaya yang mengintai remaja, seperti pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online. Tak kalah menarik, praktisi perbankan dari Bank Banten, yaitu bapak Eman Yuniantoro juga hadir memperkenalkan produk tabungan pelajar serta layanan perbankan modern. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan sesi refleksi dan penegasan komitmen murid untuk mulai mandiri secara finansial bersama guru pendamping di kelas.
Melalui kegiatan PELITA UANG (Pekan Literasi Keuangan), SMA Santa Ursula BSD ingin menanamkan pola pikir bahwa cerdas finansial berarti mampu mengambil keputusan keuangan yang rasional dan bertanggung jawab. Harapannya, ilmu yang didapat menjadi pedoman bagi seluruh murid dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa kini dan yang akan datang.
Salam cerdas finansial!
Dokumentasi Oleh : Samuel Theodore Adi Prabowo X-A/32, Caroline Sekar Arum Diandra Yuwono XI-B/6, Jeany Eustolia Sitanggang XI-D/9
Teknologi kini berkembang begitu pesat dan mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk dunia kerja. Saat AI semakin umum digunakan dan dianggap sebagai alternatif yang lebih murah dibandingkan tenaga manusia, penting bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilannya dan mampu menciptakan lapangan kerja baru tanpa hanya mengandalkan perusahaan besar untuk menyediakan pekerjaan.
Dengan itu, pada tanggal 5 Juni 2026 seluruh siswa kelas XI SMA Santa Ursula BSD diberikan kesempatan untuk belajar dasar-dasar kewirausahaan melalui sebuah workshop yang diselenggarakan oleh SMA Santa Ursula BSD. Dua narasumber berpengalaman diundang untuk berbagi ilmu tentang keterampilan dasar berbisnis, menambahkan pemahaman siswa mengenai dunia kewirausahaan, serta sekaligus mengubah pola pikir siswa dari sekadar “mencari kerja” menjadi “menciptakan lapangan kerja”.
Workshop ini terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama berfokus pada identifikasi dan pemecahan masalah, sementara sesi kedua mengajarkan cara menyusun business model canvas agar bisnis dapat berjalan dengan teratur dan terorganisir. Pada sesi pertama, siswa belajar tentang proses menciptakan bisnis dari sebuah masalah. Seperti yang dikatakan oleh Drucker (1986), “kewirausahaan adalah seni mengubah ide menjadi bisnis”. Untuk mendapatkan ide, kami terlebih dahulu harus menemukan suatu masalah yang ingin diselesaikan melalui bisnis kami. Maka dari itu, kami diajarkan cara mengidentifikasi masalah, memvalidasikannya dan memastikan bahwa masalah tersebut memang nyata, hingga menemukan solusi bagi masalah tersebut yang akhirnya dapat menjadi sumber pendapatan. Dengan itu, tidak hanya pemilik bisnis yang dapat meraih keuntungan, tetapi juga memberikan solusi atas masalah yang dihadapi konsumen sehari-hari untuk memudahkan hidup mereka.
Pada sesi kedua, kami membahas bagaimana peluang kreatif dapat diubah menjadi strategi bisnis yang matang. Prosesnya dimulai dari sebuah ide, yang kemudian berkembang menjadi model bisnis. Model business merupakan suatu rencana detail yang akan menjadi dasar pembangunan usaha kami. Tanpa model bisnis, kemungkinan besar bisnisnya akan kehilangan arah dan menjauh dari tujuan awal kami. Maka dari itu, sangat penting untuk menetapkan rencana, detail, dan tujuan bisnis dari awal untuk bisa membangunnya dengan efisien. Selain itu, siswa juga diajarkan cara menyusun proposal bisnis untuk menarik investor guna mengembangkan usaha mereka.
Setelah workshop berakhir, para siswa kembali ke kelas masing-masing dan membentuk kelompok-kelompok kecil. Untuk mendapatkan pengalaman praktis. Para siswa diberikan template Business Model Canvas untuk mengembangkan ide bisnis. Para siswa didorong untuk berkolaborasi, berpikir kreatif, dan menghasilkan ide-ide inovatif, tetapi tetap realistis dan merupakan solusi untuk masalah yang nyata. Melalui proyek ini, siswa dapat mengeksplorasi berbagai pilihan dan ide bisnis, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahannya, serta merencanakan langkah-langkah untuk mewujudkannya. Proses ini memungkinkan kami melihat dari sudut pandang seorang pengusaha dan memahami hal-hal apa saja yang perlu dipertimbangkan sebelum memulai usaha.
Sebelum mengikuti workshop ini, siswa sudah dikenalkan dasar-dasar kewirausahaan serta pentingnya bagi masa depan melalui pembelajaran ekonomi. Ibu saya sendiri merupakan pengusaha bisnis kecil yang menjual kebaya secara daring, dan saya sering membantunya. Dulu, saya selalu bertanya-tanya mengapa ibu saya memilih berbisnis kebaya. Bagi saya, kebaya tampak kurang diminati oleh konsumen, karena banyak orang lebih suka mengenakan pakaian modern atau trending. Namun, setelah mengikuti workshop ini, saya menyadari bahwa ibu saya sebenarnya ingin memecahkan sebuah masalah dan melihat peluang di dalamnya. Banyak orang menganggap bahwa memakai kebaya itu merepotkan dan hanya cocok untuk acara-acara khusus. Di sisi lain, ibu saya percaya bahwa kebaya justru indah dan sama menariknya dengan pakaian lainnya dan harusnya bisa dikenakan sehari-hari tanpa kesulitan. Melalui bisnisnya, ibu saya berupaya mempromosikan kebaya sebagai pakaian yang modern dan nyaman dipakai. Fakta pun menunjukkan bahwa banyak orang kini tertarik untuk mengenakan kebaya lebih sering.
Masalah lain yang dipertimbangkan ibu saya adalah sulitnya para pengrajin bordir di desa-desa kecil untuk memasarkan hasil karyanya ke konsumen di tempat lain. Ibu saya melihat peluang dan menjadikan bisnisnya sebagai jembatan atau jaringan antara para produsen di Tasikmalaya dengan konsumen di seluruh Indonesia dan bahkan hingga ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Sebelumnya, kebaya ini hanya tersedia melalui saluran distribusi terbatas, tetapi kini siapapun dapat membelinya dengan mudah melalui sentuhan layar dari mana saja di dunia.
Saya sangat bersyukur telah mengikuti workshop yang menarik dan bermanfaat ini, terutama karena ilmu yang didapat akan sangat penting untuk masa depan saya. Bahkan sekarang, saya sudah dapat menerapkan sebagian ilmu tersebut untuk membantu ibu saya mengembangkan bisnisnya. Suatu hari nanti, saya berharap tidak hanya dapat meneruskan bisnis ibu saya dan mengembangkannya lebih jauh, tetapi juga mampu menciptakan bisnis sendiri berdasarkan ide-ide pribadi dan berkontribusi dalam memecahkan masalah melalui usaha saya.
SD Santa Ursula BSD mempunyai kegiatan kungfu shaolin. Melalui kegiatan ini kami belajar membangun fisik dan mental. Terdapat pula kegiatan menulis rapi. Menulis rapi merupakan kegiatan yang dikembangkan di sekolah Santa Ursula BSD. Menulis bukan hanya kegiatan menggoreskan pena di atas kertas tetapi kami juga melatih konsentrasi, kesabaran, dan koordinasi gerak tangan. SD Santa Ursula BSD juga memiliki Taman IPA. Taman IPA merupakan tempat bagi kami untuk mengenal alam dan ilmu pengetahuan yang patut kami ketahui sebagai siswa SD.
Lihat Lebih Banyak